1) Sinus bradikardia 2) ST segmen elevasi miokard inferior infark (sadapan II, III, dan aVF) dengan depresi ST timbal balik

lateral (sadapan I dan aVL)

ASKEP ANGINA PEKTORIS
27 MARET 2011
oleh Zhiyya Urrahman, S.kep

KASUS 2

Ny. S mengeluh sangat nyeri dada kiri seperi tertekan benda berat menjalar ke tangan kiri dan bahu belakang dan sulit bernafas. Hasil pemeriksaan KU tampak kesakitan, diaphoresis, pucat, kesadaran CM, diyspnoe. Hasil gambaran EKG di UGD:

Menurut gejala yang terjadi pasien terdiagnosis medis Angina Pektoris.

I. PENGERTIAN Angina pektoris adalah nyeri dada yang ditimbukan karena iskemik miokard dan bersifat sementara atau reversibel. (Dasar-dasar keperawatan kardiotorasik, 1993) Angina pektoris adalah suatu sindroma kronis dimana klien mendapat serangan sakit dada yang khas yaitu seperti ditekan, atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan sebelah kiri yang timbul pada waktu aktifitas dan segera hilang bila aktifitas berhenti. (Prof. Dr. H.M. Sjaifoellah Noer, 1996) Angina pektoris adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis rasa tidak nyaman yang biasanya terletak dalam daerah retrosternum. (Penuntun Praktis Kardiovaskuler) Angina pectoris adalah suatu syndrome yang ditandai dengan rasa tidak enak yang berulang di dada dan daerah lain sekitarnya yang berkaitan yang disebabkan oleh ischemia miokard tetapi tidak sampai terjadi nekrosis. Rasa tidak enak tersebut sering kali digambarkan sebagai rasa tertekan, rasa terjerat, rasa kemeng, rasa penuh, rasa terbakar, rasa bengkak dan rasa seperti sakit gigi. Rasa tidak enak tersebut biasanya berkisar 1 – 15 menit di daerah retrosternal, tetapi dapat juga menjalar ke rahang, leher, bahu, punggung dan lengan kiri. Walaupun jarang, kadang-kadang juga menjalar ke lengan

intensitas. konsisten. yang disebabkan oleh gangguan fungsi akibat ischemia miokard. Ras d. biasanya saat tidur. spasme pembulu koroner.kanan. Hipertensi d. Stress e. Angina Stabil 2. Varian angina Angina Prinzmetal♣ . Tipe Angina Pectoris 1. sesak nafas pada saat aktivitas. latihan fisik. Jenis Kelamin c. dan durasi serangan angina meningkat secara progresif. Kurang aktifitas g. makan makanan beratdan stress. Tidak dapat diubah a. Obesitas f. Dibedakan antara lain : a) Angina Nokturnal Nyeri terjadi saat malam hari. Angina Non stabil ( angina prainfark. III. Pemakaian kontrasepsi oral IV. Herediter e. Usia b. terjadi saat latihan dan hilang dengan istirahat. dapat dikurangi dengan duduk tegak. Etiologi Penyebab dari angina pectoris antara lain : ateroskelerosis. Diet (hiperlipidemia) b. II. Biasanya akibat gagal ventrikel kiri. Dapat Diubah (dimodifikasi) a. Rokok c. Kadang-kadang keluhannya dapat berupa cepat capai. Kepribadian tipe A Dapat diramal. pajanan terhadap dingin. angina kresendo ) Frekwensi. FAKTOR-FAKTOR RESIKO 1. Angina non stabil di bedakan antara lain : Angina Refrakter atau intraktabel♣ Angina yang sangat berat sampai tidak tertahan 3. Diabetes Mellitus h. Angina Dekubitus : Angina saat berbaring♣ Iskemia tersamar♣ Terdapat bukti obyektif ischemia (seperti tes pada stress tetapi pasien tidak menunjukkan gejala) 2.

PATOFISIOLOGI DAN PATHWAYS Mekanisme timbulnya angina pektoris didasarkan pada ketidakadekuatan suply oksigen ke sel-sel miokardium yang diakibatkan karena kekauan arteri dan penyempitan lumen arteri koroner (ateriosklerosis koroner).Nyeri angina yang bersifat spontan disertai elevasi segmen ST pada EKG. Ateriosklerosis merupakan penyakir arteri koroner yang paling sering ditemukan. maka kebutuhan oksigen juga meningkat. kadang muncul keringat dingin. maka terjadi iskemik (kekurangan suplai darah) miokardium. 6. 3. Kualitas nyeri seperti tertekan benda berat. dizzines. Sewaktu beban kerja suatu jaringan meningkat. Gambaran EKG : depresi segmen ST. 7. terlihat gelombang T terbalik. 2. 3. 4. 5. seperti diperas. Emosi Stress Kerja fisik terlalu berat Hawa terlalu panas dan lembab Terlalu kenyang Banyak merokok VI. Nyeri dada substernal ataru retrosternal menjalar ke leher. di duga disebabkan oleh spasme arteri koroner V. FAKTOR PENCETUS SERANGAN Faktor pencetus yang dapat menimbulkan serangan antara lain : 1. perasaan lelah. terasa panas. Tidak diketahui secara pasti apa penyebab ateriosklerosis. GAMBARAN KLINIS 1. tidak lebih daari 30 menit. Gambaran EKG seringkali normal pada waktu tidak timbul serangan. Dengan tidak adanya fungsi ini dapat menyababkan . Gejala penyerta : sesak nafas. Durasi nyeri berlangsung 1 sampai 5 menit. 2. namun jelas bahwa tidak ada faktor tunggal yang bertanggungjawab atas perkembangan ateriosklerosis. Namun apabila arteri koroner mengalami kekauan atau menyempit akibat ateriosklerosis dan tidak dapat berdilatasi sebagai respon terhadap peningkatan kebutuhan akan oksigen. 5. Adanya endotel yang cedera mengakibatkan hilangnya produksi No (nitrat Oksid) yang berfungsi untuk menghambat berbagai zat yang reaktif. Apabila kebutuhan meningkat pada jantung yang sehat maka artei koroner berdilatasi dan mengalirkan lebih banyak darah dan oksigen keotot jantung. 4. 6. palpitasi. VII. tenggorokan daerah interskapula atau lengan kiri. Nyeri hilang (berkurang) bila istirahat atau pemberian nitrogliserin. kadang-kadang hanya perasaan tidak enak di dada (chest discomfort).

maka suplai oksigen menjadi adekuat dan sel-sel otot kembali fosforilasi oksidatif untuk membentuk energi. Sel-sel miokardium menggunakan glikogen anaerob untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. PATOFLOW . Proses ini tidak menghasilkan asam laktat. Metabolisme ini menghasilkan asam laktat yang menurunkan pH miokardium dan menimbulkan nyeri. Apabila kenutuhan energi sel-sel jantung berkurang. Bila penyempitan lebih dari 75 % serta dipicu dengan aktifitas berlebihan maka suplai darah ke koroner akan berkurang.otot polos berkontraksi dan timbul spasmus koroner yang memperberat penyempitan lumen karena suplai oksigen ke miokard berkurang. Dengan hilangnya asam laktat nyeri akan reda. IX. Penyempitan atau blok ini belum menimbulkan gejala yang begitu nampak bila belum mencapai 75 %.

.

seringkali pasien merasakan adanya sakit dada di daerah sternum atau dibawah sternum. Manfaat pemeriksaan foto thorak secara rutin pada penderita angina masih dipertanyakan. bila sakit dada berlangsung lebih dari 20 menit . Selama EKG. Namun hasil EKG akan normal pada 50 % dari penderita dengan angina pectoris. Diagnosa Anamnese Diagnosa angina pectoris terutama didapatkan dari anamnese mengenai riwayat penyakit. Ada 5 hal yang perlu digali dari anamnese mengenai angina pectoris yaitu : • • • • • Lokasinya Kualitasnya Lamanya factor pencetus factor yang bisa meredakan nyeri dada tersebut. Uji latih beban dengan monitor EKG merupakan prosedur yang sudah baku. frekwensi. Interpretasi EKG . Foto thoraks pada penderita angina pectoris biasanya normal. Pemeriksaan Penunjang Setiap penderita dengan gejala yang mengarah pada angina harus dilakukan EKG 12 lead. karena diagnosa pada angina sering kali berdasarkan adanya keluhan sakit dada yang mempunyai cirri khas sebagai berikut : 1. tes ini merupakan termurah bila dibandingkan dengan tes echo. letaknya. walaupun perasaan tidak enak di dada masih dapat terasa setelah sakit dada hilang. Foto thoraks lebih sering menunjukkan kelainan pada penderita dengan riwayat infark miokard atau penderita dengan nyeri dada yang bukan berasal dari jantung. Kualitas sakit dada pada angina biasanya timbul pada waktu melakukan aktivitas. atau ke lengan kanan. leher. Dari segi biaya. Sakit dada tersebut segera hilang bila pasien menghentikan aktivitasnya.X. atau dada sebelah kiri dan kadang-kadang menjalar ke lengan kiri kadang-kadang dapat menjalar ke punggung. protocol harus disesuaikan untuk masing-masing penderita agar dapat mencapai setidaknya 6 menit. mungkin pasien mendapat serangan infark miokard akut dan bukan disebabkan angina pectoris biasa. Untuk mendapatkan informasi yang optimal. Lamanya serangan sakit dada biasanya berlangsung 1 – 5 menit. Depresi atau elevasi segmen ST menguatkan kemungkinan adanya angina dan menunjukkan suatu ischemia pada beban kerja yang rendah. tekanan darah harus dimonitor dengan baik dan direkam pada tiap tingkatan dan juga pada saat abnormallitas segmen ST. ii. XI. rahang. metode yang dipakai pada uji beban yaitu dengan menggunakan treadmill dan sepeda statis. Serangan angina dapat timbul pada waktu tidur malam iii. Dengan anamnese yang baik dan teliti sudah dapat disimpulkan mengenai tinggi rendahnya kemungkinan penderita tersebut menderita angina pectoris stabil atau kemungkinan suatu angina pectoris tidak stabil. i.

XIII. dapat dilakukan jika ada kontra indikasi untuk test non invasive. ataxia yang meningkat.uji latih beban yang paling penting adalah adanya depresi dan elevasi segmen ST lebih dari 1 mm. Isotop yang biasa digunakan adalah thalium-210. dengan demikian meningkatkan kualitas hidup. Tindakan untuk angiografi koroner diagnostic secara langsung pada penderita dengan nyeri dada yang diduga karena ischemia miokard. dengan demikian meningkatkan kuantitas hidup. Efek samping biasanya muncul bradikardi dan timbul blok atrioventrikuler. tandatanda penurunan perfusi seperti sianosis. hiperkinesia kompensasi pada segmen dinding yang berkaitan atau yang tidak ischemia. Prinsip penatalaksanaan angina pectoris adalah : meningkatkan pemberian oksigen (dengan meningkatkan aliran darah koroner) dan menurunkan kebutuhan oksigen (dengan mengurangi kerja jantung). XII. Penyekat Beta Obat ini merupakan terapi utama pada angina. maka dilakukan uji latih beban dengan pencitraan. Biasanya uji latih beban dihentikan bila mencapai 85% dari denyut jantung maksimal berdasarkan umur. Tes uji latih ekokardiografi dianalisa berdasarkan penilaian penebalan miokard pada saat uji latih dibandingkan dengan saat istirahat. propranolol. Terapi Farmakologis untuk anti angina dan anti iskhemia. berkurangnya ketebalan dinding saat sistol atau lebih segmen pada saat uji latih beban. . Pada penderita yang tidak bisa di diagnosa dengan uji latih beban berdasarkan EKG. nadolol. Obat penyekat beta antara lain : atenolol. kesadaran menurun. tekanan di arteri dan peregangan pada dinding ventrikel kiri. Indikasi absolute untuk menghentikan uji beban adalah penurunan tekanan darah sistolik lebih dari 10 mmHg dari tekanan darah awal meskipun beban latihan naik jika diikuti tanda ischemia yang lain : angina sedang sampai berat . kontraktilitas . Gambaran ekokardiografi yang mendukung adanya ischemia miokard adalah : penurunan gerakan dinding pada 1 atau lebih segmen ventrikel kiri. namun perlu diperhatikan adanya variabilitas yang besar dari denyut jantung maksimal pada tiap individu. • o Mengurangi symptom dan frekwensi serta beratnya ischemia. Penatalaksanaan Angina Pektoris Ada dua tujuan utama penatalaksanaan angina pectoris : • o Mencegah terjadinya infark miokard dan nekrosis. Penyekat beta dapat menurunkan kebutuhan oksigen miokard dengan cara menurunkan frekwensi denyut jantung. 1. metoprolol.

bepridil. Bila gejala tidak dapat dikontrol dengan terapi farmakologis yang memadai. Nitrat menurunkan kebutuhan oksigen miokard melalui pengurangan preload sehingga terjadi pengurangan volume ventrikel dan tekanan arterial. obatnya adalah aspirin diberikan pada penderita PJK baik akut atau kronik. kecuali ada kontra indikasi. nimodipin. terjadi tanpa penyebab yang jelas. iii. felodipin. nifedipin. Kalsium antagonis juga menurunkan kabutuhan oksigen miokard dengan cara menurunkan resistensi vaskuler sistemik. verapamil. Untuk mencegah terjadinya toleransi dianjurkan memakai nitrat dengan periode bebas nitrat yang cukup yaitu 8 – 12 jam. Terapi Farmakologis untuk mencegah Infark miokard akut i. ISDN. Terapi penurunan kolesterol. sehingga memaksa jantung bekerja keras. episode nyeri dada menjadi lebih sering dan berat. Terapi Non Farmakologis Ada berbagai cara lain yang diperlukan untuk menurunkan kebutuhan oksigen jantung antara lain : pasien harus berhenti merokok. Penggunaan kontra sepsi dan kepribadian seperti sangat kompetitif. Golongan obat kalsium antagonis adalah amlodipin. agresif atau ambisius. maka penderita dapat diberikan tiiclopidin atau clopidogrel. Nitrat dan Nitrit Merupakan vasodilator endothelium yang sangat bermanfaat untuk mengurangi symptom angina pectoris. Penggunaan antitrombolitik dosis rendah akan menurunkan resiko terjadinya ischemia pada penderita dengan factor resiko . maka tindakan invasive seperti PTCA (angioplasty coroner transluminal percutan) harus dipikirkan untuk memperbaiki sirkulasi koronaria. 2.2. Revaskularisasi Miokard Angina pectoris dapat menetap sampai bertahun-tahun dalam bentuk serangan ringan yang stabil. Namun bila menjadi tidak stabil maka dianggap serius. Terapi Antitrombolitik. Mengurangi stress untuk menurunkan kadar adrenalin yang dapat menimbulkan vasokontriksi pembulu darah. Terapi antiplatelet. nikardipin. diltiazem. nitrogliserin. 1. . karena merokok mengakibatkan takikardia dan naiknya tekanan darah. simvastatin akan menurunkan LDL ( low density lipoprotein ) sehingga memperbaiki fungsi endotel pada daerah atheroskelerosis maka aliran darah di arteria koronaria lebih baik. Orang obesitas dianjurkan menurunkan berat badan untuk mengurangi kerja jantung. isradipin. obatnya adalah heparin dan warfarin. isosorbid mononitrat. Pengontrolan gula darah. Obat golongan nitrat dan nitrit adalah : amil nitrit. Kalsium Antagonis obat ini bekerja dengan cara menghambat masuknya kalsium melalui saluran kalsium. ii. disamping juga mempunyai efek antitrombotik dan antiplatelet. 1. Salah satu masalah penggunaan nitrat jangka panjang adalah terjadinya toleransi terhadap nitrat. 3. yang akan menyebabkan relaksasi otot polos pembulu darah sehingga terjadi vasodilatasi pada pembuluh darah epikardial dan sistemik.

tindakan keperawatan meliputi resucitasi dan stabilisasi diberikan untuk mengatasi masalah biologi dan psikologi klien 4. usaha nafas dan pergerakan dinding dada 3) suara pernafasan melalui hidung atau mulut udara yang dikeluarkan dari jalan nafas circulasi dengan control perdarahan kaji: – denyut nadi karotis . muntahan. 1. pengkajian primer pengkajian cepat untuk mengidentifikasi dengan segala masalah actual/ potensial dari kondisi life threatening (berdampak terhadap kemampuan pasien untuk mempertahankan hidup). penjaminan keamanan diri perawat dan klien terjaga: perawat harus menerapkan prinsip universal precaution dan mencegah penyebaran infeksi 2. Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Prinsip umum asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawata di ruang gawat darurat meliputi: 1. Pengkajian keperawatan dalam ruang gawat darurat. Prioritas penilaian dilakukan berdasarkan: 1) airway (jalan nafas) dengan control cervical kaji: – bersihan jalan nafas 2) adanya/ tidaknya sumabtan jalan nafas distress pernafasan tanda-tanda perdarahan dijalan nafas.XV. cepat dan tepat 7. tindakan keperawatan dan evaluasi yang berkelanjutan 3. meliputi pengakjian primer dan sekunder. system monitoring kondisi klien harus dapat dijalankan 6. penjaminan tindakan keperawatan secara etik dan legal keperawatan perlu dijaga. pemjelasan dan pendidikan kesehatan untuk klien dan keluarga diberikan untuk menurunkan kecemasan dan meningkatkan kerjasama klien-perawat 5. perawat bersikap cepat dan tepat dalam melakukan triase menetapkan diagnosa keperawatan. edema laring breathing dan ventilasi kaji:. system dokumentasi yang dipakai dapat digunakan secara mudah.frekuensi nafas.

tidak berespons/ un responsive (u) 5) Ukuran pupil dan respon pupil terhadap cahaya exposure control kaji: – tanda-tanda trauma yang ada 1. respon nyeri (p). Analisa data: DO: Hasil pemeriksaan KU tampak kesakitan. riwayat pengobatan. diaphoresis. kelembapan kulit tanda-tanda perdarahan eksternal dan internal disability kaji: – tingkat kesadaran gerakan ekstremitas Glasgow coma scale (GCS). dan circulation. pucat. riwayat keluarga) dan pengkajian dari kepala sampai kaki. kesadaran CM. S mengeluh sangat nyeri dada kiri seperi tertekan benda berat menjalar ke tangan kiri dan bahu belakang dan sulit bernafas. Pengkajian sekunder meliputi pengkajian objektif dan subjektif dari riwayat keperawatan (riwayat penyakit sekarang. diyspnoe. riwayat penyakit terdahulu. Prioritas ditentukan berdasarkan ancaman kehidupan: airway. XVI. breathing dan circulation yang ditemukan pada pengkajian primer diatasi.4) tekanan darah wasrna kulit. Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Diagnosa atau masalah keperawatan dapat terindentifikasi sesuai kategori urgensi masalah berdasarkan pada system triage dan pengkajian yang telah dilakukan. breathing. atau pada anak tentukan: alert (A). . pengkajian sekunder pengkajian sekunder dilakukan setelah masalah airway. Hasil gambaran EKG di UGD: DS: Ny. respon verbal (v).

i. kaji frekuensi.Diagnosa keperawatan 1. irama jantung palpitasi nadi perifer kaji adanya pucat atau akral dingin kaji pengisian kapiler observasi intake dan output kolaborasi pemberian O2 pemberian infuse sesuai indikasi pemberian obat-obatan sesuai indikasi rekam EKG pemeriksaan laboratorium darah 1.d iskemik jaringan tujuan: pemenuhan kebutuhan O2 pada miocard terpenuhi . mandiri observasi tanda-tanda vital beri posisi yang nyaman auskultasi nadi avikal. nyeri b. penurunan curah jantung b. penurunan curah jantung b. b.d iskemik jaringan Intervensi Keperawatan: 1. nyeri b.d iscemik miocard tujuan: sirkulasi miocard dalam batas normal criteria hasil: nadi perifer teraba dan kuat heat rate 60-100/mnt suara jantung normal hasil elekrokardiogram dalam batas normal intervensi: a.d iscemik miocard ii.

tidak menangis. takhipnoe (-).criteria hasil: menurunnya derajat nyeri baik dari respon verbal maupun pengukuran skala nyeri hilangnya indicator skala nyeri: takhikardi (-). diaporesis (-). mampu menunjukan posisi yang nyaman mampu melakukan perintah yang tepat intervensi: a. mandiri kaji karakteristik nyeri dengan PQRST Bantu melakukan teknik relaksasi Batasi aktifitas kolaborasi pemberian O2 perekaman EKG pemberian terapi sesuai indikasi IVFD sesuai indikasi Patofisiologi dan farmako . tekanan darah normal hilangnya tanda-tanda nonverbal karena nyeri: tidak meringis. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful