You are on page 1of 8

1

Pengembangan teknologi hologram terus bergerak. Salah satu impiannya adalah menghadirkan pertandingan sepak bola Piala Dunia secara "nyata" di hadapan kita

ika Anda mampir sejenak di toko elektronik, maka tampak bahwa salah satu barang elektronik yang kini sedang banyak diminati konsurnen adalah televisi tiga dimensi (3D). Televisi canggih yang mampu menampilkan gambar "tiqa dimensi" dengan memakai kacamata khusus itu, sedang gencar dipromosikan. Jika dahulu kita hanya bisa menikmati film 3D di bioskop, kini bisa juga di ruang keluarga. Tentu televisi 3D bukan final dari teknologi pertelevisian. Para pengembang teknologi televisi terus berlomba menciptakan televisi yang makin memanjakan mata dan imajinasi penonton. Misalnya saja perusahaan Apple. Seolah belum puas atas kesuksesan Apple TV, kini ada lagi teknologi televisi 3D tanpa kacamata. Canggihnya lagi, pihak Apple menyatakan teknologi baru ini mampu menciptakan gambar hologram di layarnya.

OKT08ER

2011

Intisad

1mB

Hologram? Benar. Itu loh, seperti adegan di film Star Wars, ketikaPutri Leia meminta bantuan Luke Skywalker dalam pesan yang menampilkan wujud Putri Leia secara utuh. Atau di film Minority Report, ketika Kapten John Anderton (diperankan Tom Cruise) membaca informasi di layar hologram yang terlihat dari berbagai sisi. Kabar baiknya, teknologi ini perlahan-Iahan kian mewujud. Prediksinya, paling tidak dalam 20 tahun ke depan, kita sudah bisa menikmatinya di ruang keluarga.

Bukan cuma televisi
Adalah Profesor Nasser

Peyqharnbarian, peneliti di
Departemen Ilmu Optik University of Arizona mengawali riset tentang proyeksi video hologram Bersama timnya, ia menemukan teknologi layar hologram dengan sistem yang dapat dihapus dan diperbarui. Hanya saja, gambar 3D yang ditampilkan baru dapat diperbarui setiap dua detik sekali. Teknologi ini masih ernbrio, karena untuk dapat memutar video, sebuah layar hologram 3D harus

Fungsi lain hologram di masa mendatang
Diprediksikan teknologi hologram bukan hanya di bidang hiburan. Beberapa contoh aplikasinya:

• Bidang pendidikan dan pelatihan
Sebagai media simulasi untuk belajar menyetir mobil atau pesawat udara. Dalam pelatihan public speaking, proyeksi hologram berupa penonton yang menyaksikan pidato juga bisa digunakan untuk melatih kepercayaan diri dan mengurangi kecemasan pembicara.

• Bidang periklanan
Untuk memperkenalkan produk baru kepada calon pembeli dalam bentuk tiga dimensi bahkan sebelum produk sebenarnya diluncurkan. Misalnya saja, proyeksi hologram interior suatu unit apartemen yang sedang dipasarkan.

• Bidang politik
Dipakai untuk melakukan suatu dialog antar pejabat negara tanpa harus bertemu secara langsung. Bahkan seorang kepala negara bisa saja meninjau suatu lokasi tanpa harus secara nyata berada di lokasi tersebut·.

IImJ

.
Intisari
GKTOBER 2011

Prinsip kerja holographic tefepresence
mampu memutar beberapa frame gambar per detik. Peyghambarian menyebut teknologi ini holographic telepresence, karena layar hologram ini mampu merekam gambar 3D di satu lokasi dan memproyeksikannya di lokasi lain. la juga memprediksi, di masa mendatang, perkembangan teknoloqi hologram bukan hanya sebatas televisi, namun juga bidang lain seperti kedokteran atau periklanan. Dalam hitungan bulan saja, tim dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) Media Lab kemudian • Gambar direkam oleh beberapa kamera sekaligus yang ditempatkan mengitari obyek dan merekam gam bar dari berbagai sudut pandang. • Hasilnya diproyeksikan menggunakan laser untuk menciptakan gambar hologram yang terdiri atas hogels atau holographic pixels. • Bahan layar hologram ini terbuat dari materi photorefractive terkini yang mampu mengganti gambar hologram setiap dua detik sekali.

t
r

Dennis Gabor dan Holography
Holography dan teknologi hologram tidak lepas dari peran Dennis Gabor, fisikawan asal Hungaria yang lahir tahun 1900. la memulai studinya di bidang Fisika di usia 15, lalu menjadi ilmuwan di Inggris. Tahun 1948, Gabor membuat sebuah penelitian yang kemudian menjadi fondasi ilmu holography modern. Gabor menemukan teknologi hologram secara tak sengaja saat masih bekerja di perusahaan British Thomson-Houston. Ketika itu ia sedang meneliti cara memperbaiki mikroskop elektron. Menariknya, pada saat Gabor menuliskan hasil penelitiannya, teknologi sinar laser bahkan belurn ditemukan. Gambar hologram statis tiga dimensi seperti yang kita lihat hari ini baru diproduksi pertama kali tahun 1960-an setelah sinar laser ditemukan. Hasil penelitiannya yang kreatif dan inovatif membuatnya menjadi salah satu penemu terkemuka di abad ke-20 dan meraih Penghargaan Nobel di Bidang Fisika tahun 1971.

I
4 juga memeragakan teknologi hologram dalam Practical Holography Conference di San Francisco, Januari 2011. Sistem ini menggunakan alat penangkap data berupa kamera Kinect, mirip teknologi pada sistem konsol video game Microsoft Xbox. Keunggulannya, alat ini mampu menangkap dan memancarkan 15 frame gambar per detik. Michael Bove, kepala proyek hologram garapan MIT mengatakan bahwa mereka memang lebih fokus pada teknologi digital holography, bukan pembuatan holovideo yang pengerjaannya menggunakan banyak kamera. Perbedaan dua sistem itu adalah, pada digital holography proses produksinya lebih menitikberatkan pada cara menghasilkan gambar dengan menggunakan kamera digital bersensor charge-coupled . device (CCD) atau yang serupa untuk mendapatkan aspek gambar hologram. Gambar semacam ini hanya bisa dilihat dari beberapa sisi saja layaknya menonton televisi 3D, tapi tak bisa dilihat dari semua sisi. Berbeda dengan holovideo yang produksinya dilakukan dengan langsung menempatkan banyak kamera video di sekeliling obyek yang hendak divisualisasikan secara hologram. Sehingga hasilnya juga dapat dilihat dari semua sudut pandang, 360°.

:
.~

~

1m Intisa~i 6Kmm

2011

]

Sebagai promosi produk
Proyektor hologram dari MIT bekerja dengan eara menangkap gambar dan gerakan obyek menggunakan kamera Kinect yang terhubung dengan sebuah laptop berkoneksi internet. Gambar dan gerakan yang ditangkap lalu dikirim melalui internet ke komputer penerima di lokasi berbeda. Di komputer penerima, data gambar dan gerakan diproses menggunakan graphics processing units (GPU) . yang menerjemahkan pola difraksi. Berbeda dengan central processing unit (CPU) pada komputer konvensional, GPU didesain untuk mampu memproses input komputer

berupa file grafis berukuran besar seeara intensif. Setelah diproses melalui GPU, data berupa gambar dan gerakan ditampilkan dalam bentuk hologram pada layar khu-. sus. Pihak lain yang ikut men gembangkan teknologi hologram adalah Vizoo, perusahaan periklanan . film asal Denmark dengan temuannya bernama Cheopties 360. Proyektor ini mampu menayangkan gambar bergerak yang melayang di dalam suatu layar tiga dimensi berbentuk prisma terbalik. Gambar obyek hologram dari Cheopstics 360 dapat dilihat dari berbagai sisi, juga dapatmenampilkan video atau gambar bergerak

OKTO@ER 2011

Intisari

1111

yang tetap terlihat jernih dalam ruang dengan pencahayaan seperti apa pun. Sejak 2006, alat ini sudah dipasarkan sebagai media promosi produk-produk baru, baik di pameran-pameran maupun di toko-toko retail yang menjual produk yang

dipromosikan.

Nonton Piala Dunia di Senayan
Akhir 2010, Jepang sempat mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022. Meskiakhirnya Qatar yang terpilih, namun ketika isu seleksi itu menghangat, Jepang sempat melontarkan "janji" sebaqai calon tuan rurnah yang unggul soal teknologi. Jepang menjanjikan pengalaman baru menonton sepakbola dengan teknologi hologram. Lebih jelasnya - janjinya Jepang

nih - nanti semua orang di seluruh dunia bisa menyaksikan pertandingan Piala Dunia dari televisi hologram yang dipasang di stadion di negara masing-masing. Jadi kita menyaksikan pertandinqan itu seolah nyata di hadapan kita secara langsung. Sensasinya tentu hampir mirip seperti menyaksikan pertandingan aslinya. Mekanisme kerjanya, lapangan rumput di dalam stadion nantinya akan dilapisi dengan lapisan panel pemancar hologram. Panel ini yang menampilkan gambar hologram 3D yang ditangkap dari sekitar 200 kamera high definition di stadion tempat pertandingan berlangsung. Jadi misalnya kita menonton di Gelora Bung Karno, akan terlihat para pemain bertanding di lapangan rum put stadion di Senayan itu. Canggihnya lagi, dengan meng-

gunakan laptop yang terkoneksi dengan internet, para penggemar sepak bola akan bisa menyaksikan pertandinqan sepak bola dengan sudut pandang yang saat ini tidak bisa diperoleh kamera video biasa atau ditayangkan stasiun televisi. Ada pula aplikasi augmented reality yang mampu memberikan informasi langsung di seputar lokasi berjalannya pertandingan,

Meski menakjubkan, janji itu tidak lantas memuluskan ambisi Jepang di Piala Dunia 2022. Meski begitu, upaya ini patut diacungi jempol, karena membuka peluang ke pengembangan selanjutnya. Dan bukan mustahil dl tahun 2022 itu, kita bisa benar-benar menontonnya secara hologram 3D, meski bukan Jepang yang mengembangkannya. I

Saat menciptakan inovasi , Anda mungkin melakukan kesalahan. Jangan ingkari kesalahan itu, dan segera perbaiki dengan inovasi lain .• Steve Jobs, Pendiri Apple

OKTOBER 2011

Intisari

1m