KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME karena atas berkat dan rahmatNya

kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini berisikan tentang Pemikiran Kritis dalam Bidang Keperawatan, antara lain membahas tentang batasan atau definisi berfikir kritis, model-model tentang berfikir kritis, kegunaan berfikir kritis, komponen berfikir kritis, dan karakter berfikir kritis. Kami mengucapkan terimakasih kepada Ibu B. M. Siti Rahayu, S.Kep dan semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membantu kami dalam proses pembuatan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini berguna bagi pembaca dalam proses perkuliahan. Terimakasih.

Bandung, September 2010 Penulis

Proses berfikir ini dilakukan sepanjang waktu sejalan dengan keterlibatan kita dalam pengalaman baru dan menerapkan pengetahuan yang kita miliki kita menjadi lebih mampu untuk membetuk asumsi. Seorang yang berfikir dengan cara kreatif akan melihat setiap masalah dengan sudut yang selalu berbeda meskipun obyeknya sama. seorang profesional harus selalu melakukan sesuatu dan mencari apa yang paling efektif dan ilmiah dan memberikan hasil yang lebih baik untuk kesejahteraan diri maupun orang lain. sikap dan standar berfikir kritis. Semua proses tersebut tidak terlepas dari sebuah proses berfikir dan belajar . Sedangkan berfikir kritis merupakan konsep dasar yang terdiri dari konsep berfikir yang berhubungan dengan proses belajar dan kritis itu sendiri berbagai sudut pandang selain itu juga membahas tentang komponen berfikir kritis dalam keperawatan yang di dalamnya dipelajari karakteristik. yaitu memberi asuhan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan akan selalu dituntut untuk berfikir kritis dalam berbagai situasi. Penerapan berfikir kritis dalam proses keperawatan dengan kasus nyata yang akan memberi gambaran kepada perawat tentang pemberian asuhan keperawatan yang komprehensif dan bermutu. sehingga dapat dikatakan. Perawat sebagai bagian dari pemberi pelayanan kesehatan. dengan tersedianya pengetahuan baru. pengambilan keputusaan dan kreatifitas dalam berfikir kritis serta factor-faktor yang mempengaruhi berfikir kritis. hubungan pemecahan masalah. analisis pertanyaan kritis.BAB I PENDAHULUAN Berfikir merupakan suatu proses yang berjalan secara berkesinambungan mencakup interaksi dari suatu rangkaian pikiran dan persepsi. ide-ide dan menbuat simpulan yang valid.

T  total recall (TR). Kebiasaan menghasilkan cara-cara yang dapat diterima dalam melakukan segala hal. isi pelajaran yang diajarkan di kelas. data pasien yang dikumpulkan melalui indra dengan menggunakan alat dan lainnya. pengetahuan yang dipelajari dan disimpan dalam ingatan.fundamental of nursing vol 1 hlmn 131).BAB II ISI A. Ingatan total juga merupakan kemampuan untuk mengakses pengetahuan. MODEL-MODEL BERPIKIR KRITIS Menurut Kozier dan Rubenfeld. yang berhasil. hal-hal yang dikatakan pasien atau orang terdekat pasien kepada perawat. Berpikir kritis adalah komponen esensial dalam tanggung gugat professional dan asuhan keperawatan yang bermutu (Kozier dan Rubenfeld. sehngga menjadi sifat alami kedua. kemampuan untuk berpikir secara kritis. Orang sering kali menggambarkan apa yang mereka lakukan atas dasar kebiasaan “tindakan yang saya lakukan tanpa berpikir”. atau diperlukan. H  habit. dan membuat keputusan adalah inti dari praktik keperawatan (Potter dan Perry. informasi dalam buku. DEFENISI BERPIKIR KRITIS Berpikir kritis adalah suatu proses yang menantang seorang individu untuk menginterpretasi dan mengevaluasi informasi untuk membuat penilaian. Tindakan .berarti pendekatan berpikir yang sering kali diulang. menghemat waktu. menerapkan pengetahuan dan pemahaman. “Fakta” keperawatan berasal dari banyak sumber. B. berarti mengingat beberapa fakta atau mengingat tempat dan bagaimana cara untuk menemukannya ketika dibutuhkan. berpikir kritis dalam keperawatan hlmn 6). pemecahan masalah. model berpikir kritis terdiri dari 5 jenis. yaitu : 1. 2.

Pemikiran pribadi ini. merupakan model berpikir yang sangat khusus. Berpikir kreatif berlawanan dari model kebiasaan (habit). sangat penting dalam keperawatan karena merupakan akar dari asuhan yang diindividualisasi atau asuhan yang sesuai dengan spesifikasi klien. hanya saja.kebiasaan tersebut sebenarnya bukan dilakukan tanpa berpikir . Model ini. melebihi pemikiran yang biasanya guna membentuk kembali norma. bearti meme riksa issue secara mendetail dan mempertanyaakan isu yang mungkin tampak dengan jelas. K  knowing how you thing (mengetahui bagaimana anda berpikir). Kesimpulan dapat dicapai tanpa menggunakan penyelidikan. mungkin lebih baik tidak dilakukanjika orang tersebut tidak mengetahui darimana ia harus memulai. Salah satu cara untuk mengidentifikasi dan memulai mengeksplorasi bagaimana anda berpikir adalah dengan menggunakan refleksi diri. proses berppikir telah begitu mendarah daging sehingga tampaknya. Banyak hal yang dipelajari perawat yang harus digabungkan. meragukan semua kesan pertama dan memeriksa segala sesuatu. N  New ideas and creativity. Perawat yang reflektif mempertimbangkan segala sesuatu dalamm pikiran mereka dan berupaya keras untuk meningkatkan bagaimana mereka berpikir dan apa yang . dan dikerjakan ulang untuk menyesuaikan dengan situasi klien yang unik . 5. jika menggunakan penyelidikan. 3. disesuaikan. 4. mencari factor-faktor yang kurang jelas. Membuat seseorang berpikir. tapi kesimpulan menjadi lebih baik. atau sebenarnya mungkin. dilakukan dibawah sadar. memungkinkan untuk memiliki ide melebihi ide-ide dalam buku ajar. I  inquiry (penyelidikan). berarti berpikir tentang pemikiran seseorang. Penyelidikan berarti tidak menilai sesuatu berdasarkan bentuk luarnya. Ide baru dan kreativitas. Penyelidikan adalah jenis berpikir yang sangat penting untuk mencapai kesimpulan. walaupun hal tersebut tampak tidak bermakna.

. KEGUNAAN BERPIKIR KRITIS Menghasilkan ide-ide dan asumsi yang valid Mampu membuat keputusan klinis yang baik. 1. pendidikan berkelanjutan tambahan. C. Dasar pengetahuan perawat mencakup informasi dan teori dan ilmu pengetahuan alam. dan lakukan dalam situasi tertentu. 2. dan keperawatan yang diperlukan untuk memikitkan masalah keperawatan. rasakan. KOMPONEN BERPIKIR KRITIS Dasar pengetahuan khusus pertama dalam berpikir kritis adalah dasar pengetahuan khusus perawat dalam Komponen keperawatan.mereka lakukan dengan berfokus pada apa yang mereka pikirkan. 4. humaniora. 1. 5. 3. Merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati/memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu. dan setiap gelar tingkat lanjut yang didapatkan perawat. Dasar pengetahuan ini beragam sesuai dengan program pendidikan dasar keperawatan dari jenjang mana perawat diluluskan. Menantang individu untuk menelaah asumsi tentang informasi terbaru Menginterpretasikan serta mengevaluasi uraian dengan tujuan mencapai kesimpulan suatu prespektif baru D.

melakukan tindakan yang sesuai. mencakup pertimbangan diagnostic. mengidentifikasi respon klien terhadap masalah kesehatan. Pemecahan masalah mencakup mendapatkan informasi ketika terdapat kesenjangan antara apa yang sedang terjadi dengan apa yang seharusnya terjadi. KARAKTERISTIK BERPIKIR KRITIS (SIKAP & KETERAMPILAN) 1. Dalam pembuatan keputusan. Kompetensi yang digunakan perawat untuk membuat Kompetensi berpikir kritis adalah proses kognitif penilaian keperawatan.Rasional . merasakan. kesimpulan klinis dan pembuatan keputusan klinis. Berpikir kritis spesifik dalam keperawatan Proses keperawatan merupakan pendekatan sistematis yang digunakan untuk secara kritis mengkaji dan menelaah kondisi klien. Ketika perawat harus menghadapi klien. terdapat 3 tipe kompetensi : Berpikir kritis umum Proses ini mencakup metode ilmiah atau pemecahan masalah dan pembuatan keputusan. informasi tentang kesehatan dapat dikethui dari mengamati. dan kemudian mengevaluasi apakah tindakan yang dilakukan telah efektif. Pengalaman Komponen kedua dalam berpikir kritis adalah pengalaman dalam keperawatan. Berpikir kritis spesifik dalam situasi klinis Kompetensi ini. dan merefleksikan secara aktif pada pengalaman. berbicara dengan klien. individu memilih untuk memenuhi tujuan.2. Suatu contoh pemeriksaan diagnostic yang beralasan temasuk perawat yang membuat pengkajian berkesinambungan berdasarkan masalah medis klien. 3. E.

dan hal ini adalah yang ingin saya lakukan. yang berpikir lebih kritis. dan dengan menyanyikan lagu itu. atau hubungan baru . Pemikir kritis tidak “melompat pada kesimpulan” mereka buruh waktu untuk koleksi data. Setelah memperoleh dan menimbang fakta-fakta. mengikuti yang masuk akal. tidak menerima atau menolak ide-ide.2 Berpikir dengan pikiran sendiri. dan bekerja untuk memperbaiki yang tidak masuk akal. Ia juga berbicara dengan beberapa org perawat. Menaati peraturan setelah berpikir panjang dengan mencari pemahaman. Contoh : Sarah. timbang fakta. Otonomi Menciptakan ide-ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran dan konsep Contoh: Perawat Linda mengingat sebuah lagu yang dinyanyikan ibunya dulu disaat ia merasa takut. Ani memutuskan untuk masuk pendidikan keperawatan. tidak seorg pun berpendidikan tinggi. dibandingkan diarahkan oleh anggota grupnya Contoh: Di keluarga Lin. Perawat Lia menanyakan : ” Apa yang anda maksud dengan lebih baik‟? Informasi apakah yang anda miliki untuk menunjukkan/ membuktikan hal tersebut?” 1. kecuali karena mengerti hal tersebut. menanyakan konselor tentang pekerjaan yg tersedia sebagai seorg perawat. Kreatif adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru. Lin berkata:”Saya sudah memikirkannya.1 Melibatkan Skepticisme yang sehat dan konstruktif Contoh: Ketika seorang salesmen mendesak bahwa sebuah model abocath baru lebih baik daripada yang lama. dan pikirkan permasalahan.Berdasarkan alasan-alasan dan bukti-bukti bukan atas dasar keinginan pribadi. ia mampu menenangkan anak2 yang dirawat RS 3. 1. merasionalisasikannya. Walaupun saudara perempuannya tidak mengerti mengapa ia berupaya keras untuk kuliah. memutuskan untuk menjadi perawat setelah menonton film yang menunjukkan perawat sebagai sesorang yang menarik dan heroik Ani. Saya percaya segala upaya saya akan berguna kelak” (Tidak mudah dimanipulasi) 2.

5. Membuat observasi yang dapat dipercaya.EGC Potter dan Perry. DAFTAR PUSTAKA Ruberfeld.Fundamental dalam Keperawatan Ed.M. tuntutan dan tindakan.Jakarta.2007. tuntutan dan tindakan. dan memutuskan tindakan yang akan dilakukan. Memutuskan tindakan yang akan dilakukan.1.2007. Berpikir Kritis dalam Keperawatan Ed.com/doc/15841412/Berpikir-Kritis-Dalam-Keperawatan .antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Menegakkan kesimpulan secara tepat.Gaie.scribd.Jakarta:EGC http://www. Dapat Dipercaya dan Dilakukan Mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan.2. Membuat observasi yang dapat dipercaya. 4. Adil Mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan. Menegakkan kesimpulan secara tepat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful