Penyakit TBC adalah merupakan suatu penyakit yang tergolong dalam infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium

tuberkulosa. Penyakit TBC dapat menyerang pada siapa saja tak terkecuali pria, wanita, tua, muda, kaya dan miskin serta dimana saja. Di Indonesia khususnya, Penyakit ini terus berkembang setiap tahunnya dan saat ini mencapai angka 250 juta kasus baru diantaranya 140.000 menyebabkan kematian. Bahkan Indonesia menduduki negara terbesar ketiga didunia dalam masalah penyakit TBC ini. Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa, Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Jenis bakteri ini pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, Untuk mengenang jasa beliau maka bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan penyakit TBCpada paru-paru pun dikenal juga sebagai Koch Pulmonum (KP).Penyakit Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis), sebagian besar kuman TB menyerang Paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Kuman Tuberkulosis berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan, Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA), kuman TB cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat Dormant, tertidur lama selama beberapa tahun. Penularan penyakit TBC adalah melalui udara yang tercemar oleh Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan/dikeluarkan oleh si penderita TBC saat batuk, dimana pada anak-anak umumnya sumber infeksi adalah berasal dari orang dewasa yang menderita TBC. Bakteri ini masuk kedalam paru-paru dan berkumpul hingga berkembang menjadi banyak (terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah), Bahkan bakteri ini pula dapat mengalami penyebaran melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening sehingga menyebabkan terinfeksinya organ tubuh yang lain seperti otak, ginjal, saluran cerna, tulang, kelenjar getah bening dan lainnya meski yang paling banyak adalah organ paru. Masuknya Mikobakterium tuberkulosa kedalam organ paru menyebabkan infeksi pada paruparu, dimana segeralah terjadi pertumbuhan koloni bakteri yang berbentuk bulat (globular). Dengan reaksi imunologis, sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat bakteri TBC ini melalui mekanisme alamianya membentuk jaringan parut. Akibatnya bakteri TBC tersebut akan berdiam/istirahat (dormant) seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan Xray atau photo rontgen.Seseorang dengan kondisi daya tahan tubuh (Imun) yang baik, bentuk tuberkel ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Lain hal pada orang yang memilki sistem kekebelan tubuh rendah atau kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Sehingga tuberkel yang banyak ini berkumpul membentuk sebuah ruang didalam rongga paru, Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (riak/dahak). Maka orang yang rongga parunya memproduksi sputum dan didapati mikroba tuberkulosa disebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positif terinfeksi TBC. Berkembangnya penyakit TBC di Indonesia ini tidak lain berkaitan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Hal ini juga tentunya mendapat pengaruh besar dari daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC. BAKTERI PENYEBAB

Mycobacterium tuberculosis (MTB) adalah patogen bakteri spesies dalam genus Mycobacterium dan agen penyebab kebanyakan kasus TB . Pertama kali ditemukan pada tahun 1882 oleh Robert Koch. TB memiliki lilin, lapisan yang tidak biasa di permukaan sel (terutama asam mycolic ), yang membuat sel-sel tahan terhadap pewarnaan Gram sehingga asam-cepat teknik deteksi yang digunakan sebagai gantinya. TB sangat aerobik dan membutuhkan tingkat tinggi oksigen. MTB menginfeksi paru-paru dan merupakan agen penyebab TB . diagnostik yang digunakan metode yang paling sering untuk TB adalah tes kulit tuberkulin, asam-cepat noda, dan radiografi dada. M. tuberculosis membutuhkan oksigen untuk tumbuh . Ia tidak mempertahankan apapun untuk karena lemak tinggi kandungan bakteriologis noda di dinding, dan dengan demikian tidak Gram positif maupun Gram negatif; maka Ziehl-Neelsen , atau asam-cepat pewarnaan, digunakan. Sementara mikobakteri tampaknya tidak sesuai dengan kategori Gram-positif dari sudut pandang empiris (yaitu, mereka tidak mempertahankan noda violet kristal), mereka diklasifikasikan sebagai asam-cepat -bakteri Gram positif karena kurangnya mereka dari luar membran sel M. tuberculosis membagi setiap 15-20 jam, yang sangat lambat dibandingkan dengan bakteri lainnya, yang cenderung memiliki divisi kali dalam hitungan menit ( Escherichia coli (E. coli) dapat membagi kira-kira setiap 20 menit). Ini adalah kecil basil yang dapat menahan lemah desinfektan dan dapat bertahan dalam keadaan kering selama berminggu-minggu. dinding sel yang tidak biasa, kaya lipid (misalnya, asam mycolic ), kemungkinan bertanggung jawab untuk ketahanan ini dan merupakan faktor virulensi utama. TB diambil oleh alveolar makrofag , tetapi mereka tidak dapat mencerna bakteri. Dinding selnya mencegah fusi dari fagosom dengan lisosom. TB blok molekul bridging, autoantigen endosomal awal 1 (EEA1), namun, blokade ini tidak mencegah fusi vesikel penuh dengan nutrisi. Akibatnya, bakteri berkembang biak dicentang dalam makrofag. Bakteri juga menghindari makrofag-membunuh dengan menetralisir nitrogen intermediet reaktif. TB mutan dan individu produk gen uji untuk fungsi-fungsi tertentu secara signifikan telah maju pemahaman kita tentang patogenesis dan faktor virulensi M. tuberculosis . protein disekresikan dan diekspor Banyak diketahui penting dalam patogenesis. M. tuberkulosis ditandai dengan caseating granuloma mengandung sel Langhans raksasa , yang memiliki “tapal kuda” pola inti. Organisms are identified by their red color on acid-fast staining. Organisme diidentifikasi dengan warna merah pada asam-cepat pewarnaan. Tuberkulosis menyebabkan penyakit paru-paru dapat menyebabkan pleuritis TBC, suatu kondisi yang dapat menyebabkan gejala seperti nyeri dada, batuk tidak produktif dan demam. Selain itu, infeksi dengan M. tuberculosis dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, terutama pada pasien dengan lemah sistem kekebalan tubuh . Kondisi ini disebut sebagai miliaria TB dan menghubungi orang-orang mungkin mengalami demam, penurunan berat badan, kelemahan dan nafsu makan yang buruk Dalam kasus yang jarang terjadi lebih, tuberkulosis miliaria dapat menyebabkan batuk dan kesulitan bernafas (anonim, 2010). Micobacterium tuberculosis (TB) telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia, menurut WHO sekitar 8 juta penduduk dunia diserang TB dengan kematian 3 juta orang per tahun (WHO, 1993). Di negara berkembang kematian ini merupakan 25% dari kematian penyakit yang sebenarnya dapat diadakan pencegahan. Diperkirakan 95% penderita TB berada di negara-negara berkembang Dengan munculnya epidemi HIV/AIDS di dunia jumlah penderita TB akan meningkat. Kematian wanita karena TB lebih banyak dari pada kematian karena kehamilan, persalinan serta nifas (WHO). WHO mencanangkan keadaan darurat global untuk

diperkirakan sekitar 6 bulan. ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant (tidur). Adanya infeksi dapat dibuktikan dengan terjadinya perubahan reaksi tuberkulin dari negatif menjadi positif. misalnya karena daya tahan tubuh menurun akibat terinfeksi HIV atau status gizi yang buruk. rasa kurang enak .Komplikasi Pada Penderita Tuberkulosis : Komplikasi berikut sering terjadi pada penderita stadium lanjut : Gejala – gejala Tuberkulosis: Gejala Umum : Batuk terus menerus dan berdahak selama 3 (tiga) minggu atau lebih Gejala Lain Yang Sering Dijumpai : Dahak bercampur darah. Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TB. dan ini disebut sebagai kompleks primer. akibatnya dalam beberapa bulan. berat badan turun. Daya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Masa inkubasi. Infeksi dimulai saat kuman TB berhasil berkembang biak dengan cara pembelahan diri di Paru. Waktu antara terjadinya infeksi sampai pembentukan kompleks primer adalah 4 / 6 minggu.saluran napas. Riwayat terjadinya Tuberkulosis Infeksi Primer : Infeksi primer terjadi saat seseorang terpapar pertama kali dengan kuman TB. dan terus berjalan sehinga sampai di alveolus dan menetap disana.penyakit TB pada tahun 1993 karena diperkirakan sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman TB. PATOGENESIS PENYAKIT Sumber penularana adalah penderita TB BTA positif. yaitu waktu yang diperlukan mulai terinfeksi sampai menjadi sakit. Pada waktu batuk atau bersin. makin menular penderita tersebut. Sesak napas dan rasa nyeri dada. Droplet yang mengandung kuman dapat bertahan diudara pada suhu kamar selama beberapa jam. Kadang-kadang daya tahan tubuh tidak mampu mengehentikan perkembangan kuman. saluran linfe akan membawa kuma TB ke kelenjar linfe disekitar hilus paru. sistem saluran linfe. Batuk darah. Selama kuman TB masuk kedalam tubuh manusia melalui pernapasan. Meskipun demikian. penderita menyebarkan kuman keudara dalam bentuk Droplet (percikan Dahak). kuman TB tersebut dapat menyebar dari paru kebagian tubuh lainnya. Tuberkulosis Pasca Primer (Post Primary TB) : Tuberkulosis pasca primer biasanya terjadi setelah beberapa bulan atau tahun sesudah infeksi primer. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak. atau penyebaran langsung kebagian-nagian tubuh lainnya.Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). melalui sistem peredaran darah. Orang dapat terinfeksi kalau droplet tersebut terhirup kedalam saluran pernapasan. yang bersangkutan akan menjadi penderita Tuberkulosis. Ciri khas dari tuberkulosis pasca primer adalah kerusakan paru yang luas dengan terjadinya kavitas atau efusi pleura. Kemungkinan seseorang terinfeksi TB ditentukan oleh konsentrasi droplet dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut. maka penderita tersebut dianggap tidak menular. sehingga dapat melewati sistem pertahanan mukosillier bronkus. Bila hasil pemeriksaan dahak negatif (tidak terlihat kuman). yang mengakibatkan peradangan di dalam paru. Droplet yang terhirup sangat kecil ukurannya. nafsu makan menurun. Badan lemah.

pemberian dua atau tiga kali tidak berpengaruh. streptomycin. jauh di bawah target WHO. Ada dua cara yang tengah dilakukan untuk mengurangi penderita TBC saat ini. Imunisasi ini akan memberikan kekebalan aktif terhadap penyaki TBC. WHO merekomendasikan strategi penyembuhan TBC jangka pendek dengan pengawasan langsung atau dikenal dengan istilah DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse Chemotherapy). tingkat deteksi hanya 21 persen. Dalam strategi ini ada tiga tahapan penting. demam meriang lebih dari sebulan. Untuk terapi. Bakteri ini menyebabkan TBC pada sapi. DOTS adalah strategi yang paling efektif untuk menangani pasien TBC saat ini. yang dikenal dengan nama BCG terbuat dari bakteri M tuberculosis strain Bacillus Calmette-Guerin (BCG). diberikan sebelum berumur dua bulan. Diagnosa dengan sinar-X kurang spesifik. Karena itu. Vaksin ini dikembangkan pada tahun 1950 dari bakteri M tuberculosis yang hidup (live vaccine). berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan. DOTS diperkenalkan sejak tahun 1991 dan sekitar 10 juta pasien telah menerima perlakuan DOTS ini. Efek negatif yang muncul jika kita berhenti minum obat adalah munculnya kuman TBC yang resisten terhadap obat. biasanya diberikan obat yang terdiri dari kombinasi 34 macam obat ini. Untuk menghindari munculnya bakteri TBC yang resisten. pengendalian TBC akan semakin sulit dilaksanakan. Vaksin TBC. Sampai saat ini. yaitu terapi dan imunisasi. Karena itu.badan (malaise). Orang ini kemudian harus didiagnosa dan dikonfirmasikan terinfeksi kuman TBC atau tidak. diagnosa yang akurat adalah dengan menggunakan mikroskop. karenanya bisa berkembang biak di dalam tubuh dan diharapkan bisa mengindus antibodi seumur hidup. dan kuman tersebut menyebar. vaksinasi BCG hanya diperlukan sekali seumur hidup. tapi tidak pada manusia. pengontrolan efektif TBC mengurangi pasien TBC tersebut. untuk tahun 2001. Di Indonesia. usaha untuk medeteksi kasus baru perlu lebih ditingkatkan lagi. Ini sangat penting karena ada kecendrungan pasien berhenti minum obat karena gejalanya telah hilang. tapi sangat disayangkan bahwa tingkat deteksi kasus baru di Indonesia masih rendah. Walaupun demikian. Di Indonesia sendiri DOTS diperkenalkan pada tahun 1995 dengan tingkat kesembuhan 87 persen pada tahun 2000 (http:www. Angka ini melebihi target WHO. yaitu mendeteksi pasien. rifampicin.who. Selain itu. Deteksi atau diagnosa pasien sangat penting karena pasien yang lepas dari deteksi akan menjadi sumber penyebaran TBC berikutnya. melakukan pengobatan. pyrazinamide. 70 persen. dan melakukan pengawasan langsung. Seseorang yang batuk lebih dari 3 minggu bisa diduga mengidap TBC. Dokter atau tenaga kesehatan kemudian mengawasi proses peminuman obat serta perkembangan pasien. yaitu 85 persen. Berdasarkan data WHO. Imunisasi TBC ini tidak . dan ethambutol. dengan tingkat kesembuhan bahkan sampai 95 persen.int). Setelah minum obat TBC biasanya gejala TBC bisa hilang dalam waktu 2-4 minggu. Adapun obat TBC yang biasanya digunakan adalah isoniazid. untuk benar-benar sembuh dari TBC diharuskan untuk mengkonsumsi obat minimal selama 6 bulan. TERAPI TUBERKULOSIS Karena yang menjadi sumber penyebaran TBC adalah penderita TBC itu sendiri. sedangkan diagnosa secara molekular seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) belum bisa diterapkan. Jika pasien telah diidentifikasi mengidap TBC. Jika ini terjadi. Imunisasi Pengontrolan TBC yang kedua adalah imunisasi. dokter akan memberikan obat dengan komposisi dan dosis sesuai dengan kondisi pasien tersebut.

secara global ada dua pendapat tentang imunisasi TBC ini. Kedua pendekatan. karena diperlukan waktu yang lama untuk memusnahkan semua bakteri dan untuk mengurangi kemungkinan terjadi kekambuhan. jumlah kasus dugaan (suspected cases) jauh akan berkurang. sebagian besar rakyat bisa dilindungi dari infeksi kuman TBC. dianggap semua anak tidak terinfeksi kuman TBC. pirazinamid. maka biasanya obat yang bersangkutan diganti dengan obat yang lain. Streptomisin merupakan obat pertama yang efektif melawan tuberkulosis. Karena itu. maka tidak perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkat sebagian paru-paru. walaupun telah menerima vaksin. pengobatan harus terus dilanjutkan. dosisnya dikurangi untuk menghindari efek samping yang berbahaya terhadap mata. rifampin. Jika hasil tes positif. sehingga mengurangi jumlah pil yang harus ditelan oleh penderita. kita masih harus waspada terhadap serangan TBC ini. rifampin dan pirazinamid dapat digabungkan dalam 1 kapsul. Setelah penderita benar-benar sembuh. Amerika Serikat adalah salah satu di antaranya. Pendapat pertama adalah tidak perlu imunisasi. Karena itu. tetapi harus diberikan dalam bentuk suntikan. Bahkan Jepang telah memutuskan untuk melakukan vaksinasi BCG terhadap semua bayi yang lahir tanpa melakukan tes Tuberculin. agaknya masih perlu melaksanakan vaksinasi BCG ini. Kadang pembedahan dilakukan untuk membuang nanah atau memperbaiki kelainan bentuk tulang belakang akibat tuberkulosis. Jika diberikan dalam dosis tinggi atau pemakaiannya berlanjut sampai lebih dari 3 bulan. Bagaimana dengan Indonesia? Karena Indonesia adalah negara yang besar dengan jumlah penduduk yang banyak. Suatu infeksi tuberkulosis pulmoner aktif seringkali mengandung 1 miliar atau lebih bakteri. paling tidak. Jika penderita benar-benar mengikuti pengobatan dengan teratur. Ketiga obat ini bisa menyebabkan mual dan muntah sebagai akibat dari efeknya terhadap hati. tetapi mereka menjaga ketat terhadap orang atau kelompok yang berisiko tinggi serta melakukan diagnosa terhadap mereka. Pasien yang terdeteksi akan langsung diobati. Sistem deteksi dan diagnosa yang rapi inilah yang menjadi kunci pengontorlan TBC di AS. Tingkat efektivitas vaksin ini berkisar antara 70-80 persen. Isoniazid. . Pendapat yang kedua adalah perlunya imunisasi. streptomisin dan etambutol. Terdapat 5 jenis antibotik yang dapat digunakan. Karena efektivitas vaksin ini tidak sempurna. sehingga diputuskan bahwa tes Tuberculin tidak perlu lagi dilaksanakan. tes yang dilakukan untuk mendeteksi ada-tidaknya antibodi yang dihasikan oleh infeksi kuman TBC. Karena tingkat efektivitasnya 70-80 persen. sehingga memudahkan kita untuk mendeteksi pasien TBC.Jika tes fungsi hati menunjukkan adanya reaksi terhadap salah dari ketiga obat tersebut. diberikan 2 macam obat yang memiliki mekanisme kerja yang berlainan dan kedua obat ini akan bersama-sama memusnahkan semua bakteri. Karena jarangnya kasus TBC di Jepang. yaitu vaksinasi dan terapi perlu dilakukan untuk memberantas TBC dari bumi Indonesia. Setelah 2 bulan. Dengan melaksanakan vaksinasi ini. streptomisin bisa menyebabkan gangguan pendengaran dan keseimbangan. Negara-negara Eropa dan Jepang adalah negara yang menganggap perlunya imunisasi. maka pemakaian obat harus dihentikan sampai dilakukan tes fungsi hati. Jika timbul mual dan muntah. Antibiotik yang paling sering digunakan adalah isoniazid. dianggap telah terinfeksi TBC dan tidak akan diberikan vaksin. Amerika Serikat tidak melakukan vaksinasi BCG.sepenuhnya melindungi kita dari serangan TBC. untuk selanjutnya dilakukan terapi DOTS untuk pasien yang terdeteksi. Pemberian etambutol diawali dengan dosis yang relatif tinggi untuk membantu mengurangi jumlah bakteri dengan segera. sehingga pemberian 1 macam obat akan menyisakan ribuan organisme yang benar-benar resisten terhadap obat tersebut.

ruang tunggu gawat darurat). Isoniazid sangat efektif jika diberikan kepada orang-orang dengan resiko tinggi tuberkulosis. Isoniazid diminum setiap hari selama 6-9 bulan. Sinar ini bisa membunuh bakteri yang terdapat di dalam udara. bisa digunakan di tempat-tempat dimana sekumpulan orang dengan berbagai penyakit harus duduk bersama-sama selama beberapa jam (misalnya di rumah sakit. .PENCEGAHAN Terdapat beberapa cara untuk mencegah tuberkulosis: • • Sinar ultraviolet pembasmi bakteri. tetapi hasil rontgen tidak menunjukkan adanya penyakit. misalnya petugas kesehatan dengan hasil tes tuberkulin positif. perlu diisolasi lebih lama karena bisa menularkan penyakitnya Penderita biasanya tidak lagi dapat menularkan penyakitnya setalah menjalani pengobatan selama 10-14 hari. Tetapi penderita yang mengalami batuk dan tidak menjalani pengobatan secara teratur. Penderita tuberkulosis pulmoner yang sedang menjalani pengobatan tidak perlu diisolasi lebih dari beberapa hari karena obatnya bekerja secara cepat sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penularan.

Tentu kita tidak mau dong.TBC pada anak http://ibudananak. karena negara kita tercinta ini termasuk daerah endemis TBC.. utamanya balita. karena kenaikan berat badan merupakan salah satu indikator tumbuh kembang anak. Dapat dimaklumi kalau orangtua sangat menaruh perhatian (malah kadang berlebihan) pada hal yang satu ini. Anak kurus. jantung. berat badan seret naik atau malah tidak naik-naik. otot. gelap. Secara umum. ngga ada salahnya orangtua belajar untuk mengenal serba-serbi penyakit ini. kulit... Kuman TB berbentuk batang dan memiliki sifat khusus. hal itu terjadi pada si kecil. tuberculosis.. sendi. Umumnya TB menyerang paru-paru. sehingga sering disebut juga sebagai Basil/bakteri Tahan Asam (BTA). hanya TBC paru-paru (pulmonary TB) yang menular. Karena itu. kuman ini dapat tertidur lama (dorman) selama beberapa tahun. Tetapi penyebab mandeknya kenaikan berat badan anak bukan monopoli TBC. menyebabkan mereka terinfeksi M. Orangtua mana sih. Sedihnya. tulang. sehingga disebut dengan Pulmonary TB.. lho! Ada banyak penyakit selain TBC. Tetapi dalam tempat yang lembab. bersin atau batuk sehingga mengeluarkan sputum droplet (percikan dahak) yang mengandung kuman TB. Maklum saja. Bila (kuman TB) menginfeksi hampir seluruh organ tubuh.com/index. masih banyak anak di republik ini yang ’didiagnosis’ sakit TBC padahal penyakit sebenarnya bukan itu. Bila kuman TB menyerang otak dan sistem saraf pusat. Bakteri TB akan cepat mati bila terkena sinar matahari langsung.php? option=com_content&task=view&id=266&Itemid=9 ada Anak Di Indonesia. saluran kencing. disebut miliary TB atau extrapulmonary TB. Bukan untuk berlagak atau sok-sokan menjadi dokter. yang menyebabkan berat badan anak terganggu. stagnan di kilogram tertentu. Tetapi menambah pengetahuan merupakan salah satu upaya untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga. kuman dapat bertahan hidup selama beberapa jam. What is TBC? Tuberculosis – yang disingkat TBC atau TB . akan menyebabkan meningeal TB. yang tidak gelisah ketika berat badan anaknya yang masih batita. lho. penyakit TBC memang masih menjadi momok. anak jadi memperoleh pengobatan yang salah. seperti ginjal.adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. dan pada suhu kamar. anak atau bayi yang sehat. usus. Bila kuman terhirup oleh orang dewasa lain. Tetapi kuman TB juga bisa menyebar ke bagian/organ lain dalam tubuh. Namun orang yang tertular tidak selalu akan sakit TBC paru-paru juga. acapkali dicurigai mengidap TBC. Akibatnya. susah/tidak mau makan. Dalam tubuh. dan TB jenis ini lebih berbahaya dari pulmonary TB. tergantung bagian tubuh (organ) mana yang diserang oleh . Bagaimana TB Menular? Bakteri TB menyebar bila orang dewasa penderita TB aktif yang tidak tertangani dengan baik (baca: memperoleh pengobatan).

Setelah itu. Atau underdiagnosed. tanda-tanda dan gejala TB pada anak seringkali tidak spesifik (khas). ia sudah tidak menularkan kuman TB lagi. berlanjut menjadi penderita TB (TB aktif). dr. Diagnosa TBC pada anak tidak dapat ditegakkan hanya dengan 1 atau 2 tes saja. Menurut Mayoclinic. Davide Manissero dari WHO Indonesia (pada seminar PESAT 5 Jakarta. yaitu waktu yang diperlukan dari mula terinfeksi sampai menjadi sakit. Pada orang dewasa. apalagi yang masih usia balita. gejala. Sebab. Orang dewasa penderita TB aktif yang telah menjalani pengobatan selama 2 minggu juga sudah aman. Tidak semua orang yang terinfeksi bakteri TB. belum mampu mengeluarkan dahak. Kemudian. pada anak biasanya TB bersifat tertutup. maksudnya terinfeksi atau malah sakit TB tetapi tidak terdeteksi sehingga tidak memperoleh penanganan yang tepat. terlebih pada anak-anak yang masih sangat kecil. memerlukan kontak dengan penderita TB aktif setidaknya 8 jam sehari selama 6 bulan. Penyakit TBC diibaratkan sebagai putik bunga. Menurut TB/HIV Clinical Manual hanya sekitar 10% dari yang terinfeksi. Caranya? Yang paling mudah adalah dengan melakukan tes dahak. seseorang yang kesehatan fisiknya baik. Usia 10 tahun ke atas. Bahkan pada kisaran usia 5-9 tahun. tingkat kerawanan infeksi itu kemudian akan meningkat kembali. Cukup banyak anak yang overdiagnosed sebagai pengidap TB. Selain dari droplet dahak penderita TBC aktif. padahal sebenarnya tidak. Meski demikian. sangat sulit. konsentrasi atau jumlah bakteri dalam droplet cenderung sedikit. Bagaimana Mendiagnosa TB Pada Anak ? Sesungguhnya mendiagnosa tuberculosis pada anak. diperlukan alternatif lain untuk mendiagnosa TB pada anak. untuk dapat terinfeksi. melainkan harus komprehensif. Karenanya. tes Mantoux (uji Tuberkulin). tingkat kerawanannya menurun. kuman TB juga dapat masuk ke tubuh manusia dari susu sapi murni yang tidak diolah (dimasak) dengan sempurna. Meskipun menular. Jadi kalau ada anak yang terinfeksi TBC. meskipun tidak setinggi kelompok usia 0-1 tahun. diperkirakan sekitar 6 bulan. 4 Maret 2006) mengibaratkan diagnosa TBC itu bagaikan menggambar sekuntum bunga. yang bersangkutan tetap harus meneruskan terapi obatnya hingga selesai. Tapi lain ceritanya. pada anak-anak karena mereka. jika memungkinkan dilakukan uji bakteriologi (yang dilambangkan sebagai tangkai bunga) untuk menemukan ’biang keladinya’ alias kuman TBC. hal ini tak sulit dilakukan. Kesulitan lainnya. Anak-anak yang sakit TBC tidak dapat menularkan kuman TB ke anak lain atau ke orang dewasa. Sementara masa inkubasi TB sendiri. sementara 4 mahkota bunga yang melingkupi putik adalah riwayat kontak/pemaparan dengan penderita TB aktif. dan foto rontgen. . Penularan penyakit ini memerlukan waktu pemaparan yang cukup lama dan intensif dengan sumber penyakit (penular).bakteri TB. sudah pasti sumber penularnya adalah orang dewasa yang ’dekat’ dengannya. Kalaupun ada sekresi dahak. anak-anak memiliki tingkat resiko terinfeksi yang paling rendah. untuk menghindari MDR (multi-drugs resistant) TB atau kuman TB yang resisten terhadap obat anti TB. lalu menjadi sakit TB. tetapi orang tertular tuberculosis tidak semudah tertular flu. Kelompok yang paling rawan terinfeksi bakteri TB adalah bayi dan anak usia kurang dari 1 tahun. Dalam arti. Diagnosa tepat TBC tak lain dan tak bukan adalah dengan menemukan adanya Mycobacterium tuberculosis yang hidup dan aktif dalam tubuh suspect TB atau orang yang diduga TBC.

yaitu sistem pembobotan (scoring). sebelum mempekerjakan orang di rumah (pembantu rumah tangga. umumnya batuk lama bukan gejala utama TB. kakek. Walaupun anak tak tampak sakit tapi bila terbukti ada orang dewasa (yang dekat dengan anak) yang sakit TBC. Uji dahak dilakukan untuk mengetahui keberadaan BTA dalam dahak. Dapat juga . untuk mencegahnya menjadi sakit TB. 1. Gejala utama TB pada orang dewasa adalah batuk berdahak yang terus menerus selama 3 minggu atau lebih. menyebabkan uji Tuberkulin (Mantoux test) tak lagi efektif untuk mendiagnosa TBC pada orang dewasa karena sebagian besar orang dewasa yang tinggal dan hidup di sini sudah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Gejala Tuberculosis pada anak-anak seringkali tidak menimbulkan gejala khusus. pengasuh anak. Oleh sebab itu. Tempat yang tepat (dan murah) untuk melakukan uji ini adalah Puskesmas. maka apabila anak menderita TBC pastilah ’sumbernya’ adalah orang yang sehari-hari dekat dengannya. pada anak-anak. maka orangtua ’harus’ curiga anak terinfeksi TB dan membawanya ke dokter/RS/puskesmas agar anak mendapatkan penanganan yang tepat. Karena penularan TB memerlukan waktu pemaparan (exposure) yang cukup lama. gejala umum TB pada anak-anak adalah sebagai berikut : • • • Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas dan tidak naik dalam 1 bulan meskipun sudah dengan penanganan gizi yang baik. semua orang yang sehari-hari dekat dengan si kecil harus dipastikan mengidap TBC atau tidak. ibu. nenek. apalagi bila kedua orangtua (ayah dan ibu) bekerja penuh waktu. pasti ada sumber penularnya. ketika seorang anak/bayi diduga menderita TB. Nafsu makan tidak ada (anorexia) dengan gagal tumbuh dan berat badan tidak naik (failure to thrive) dengan adekuat. Namun demi kepentingan anak. Entah itu ayah. SpAK dalam seminar Tuberculosis (24 Juni 2006).Menurut dr. sebaiknya orangtua juga proaktif berdiskusi dengan sang dokter dan membekali diri dengan pengetahuan tentang penyakit ini. pengasuh. untuk memastikan apakah anak benar sakit TBC. Pada orang dewasa. memberikan gambaran yang sangat khas. Ikatan Dokter Anak Indonesia telah mengeluarkan standar untuk sistem scoring ini. setelah disingkirkan kemungkinan penyebab lainnya (bukan tifus. Sayangnya. sebaiknya orangtua memastikan lebih dulu kondisi kesehatan orangorang tersebut. malaria atau infeksi saluran nafas akut). Menurut Pedoman Nasional Tuberkulosis (2002). Maka dari itu. Artinya. diagnosis TB dapat dilakukan melalui uji dahak (sputum test) dan foto rontgen paru-paru. Batuk lama. juga bisa manifestasi dari alergi. atau orang lain yang tinggal satu rumah dengan anak dalam waktu yang cukup lama. supir keluarga). 2. Bambang Supriyatno. Tingginya prevalensi (angka kejadian) TBC di Indonesia. Memang hanya dokter yang berwenang untuk melakukan pembobotan (scoring). Foto rontgen paru-paru dari orang dewasa yang mengidap TB aktif. dokter memerlukan satu alat diagnostik gabungan. Karena mereka lah yang lebih banyak berada di sekitar anak. Demam lama/berulang tanpa sebab yang jelas. Riwayat Kontak atau Pemaparan Penyakit TBC adalah penyakit infeksi.

di leher. ketiak dan paha. Berat badan tidak naik-naik misalnya. maka orangtua ’wajib’ memeriksakan kondisi kesehatan anak. Batuk lama. penyakit jantung bawaan (PJB). Apabila bakteri TB menyebar ke organ-organ tubuh yang lain. SpAK dalam seminar Tuberkulosis (24 Juni 2006). • • Kaku kuduk. misalnya batuk lama lebih dari 30 hari (setelah disingkirkan sebab lain dari batuk). Anak-anak cenderung belum bisa menceritakan dengan jelas apa yang mereka rasakan. lutut. karena banyak juga jenis penyakit lain yang menimbulkan gejala serupa. bila anak mengalami gejala-gejala seperti tersebut di atas. menurut dr. kaki dan tangan. pastikan terlebih dahulu kemungkinan penyakit lain. Misalnya. gangguan tiroid. apakah batuk anak berlangsung dalam waktu lama (tanpa jeda) ataukah berulang? Sebab. orangtua juga harus mengamati perilaku sehari-hari anak. gejala yang ditimbulkan akan berbeda-beda. Terlebih bila ada orang dewasa (yang sehari-hari bergaul dekat dengan anak) yang sakit TBC. Anak-anak usia balita juga seringkali mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di bagian belakang telinga. berat badan anak tidak meningkat atau malah semakin turun dan terbukti tidak disebabkan oleh penyakit lain. Orangtua harus benar-benar memastikan. Pembesaran kelenjar getah bening yang tidak sakit. Bila setelah itu berat badan anak meningkat.• • disertai keringat malam. . sebelum terburu-buru menduga anak mengidap TB. Begitu pula dengan demam. ISK. dan itu normal. dengan cara memastikan dengan sebenar-benarnya apakah anak mengidap TBC atau tidak. atau bahkan makin memburuk. Namun apabila setelah upaya tersebut. dan bengkaknya berukuran besar (diameternya lebih dari 1 cm). maka orangtua harus ’khawatir’. Tetapi kecurigaan ini harus dimanisfestasikan secara rasional. Demam yang perlu dicurigai TB adalah demam tingkat rendah atau sumeng yang berlangsung lebih dari 2 minggu dan bukan disebabkan oleh tifus. Selain gejala-gejala tersebut di atas. jika anak menderita batuk berulang. Tetapi bila tiba-tiba anak sampai tidak mau makan sama sekali (anorexia) dan hal itu berlangsung lama. refluks. Dibarengi dengan upaya perbaikan gizi selama 1 bulan. ketiak dan lipatan paha. berarti kemungkinan anak tidak mengidap TB. muntah-muntah. Antara lain gangguan pencernaan. Juga harus dibedakan antara susah makan dengan kehilangan nafsu makan. Memang ada masanya dimana anak jadi susah makan. Meski begitu. malaria atau penyakit lain selain TBC. Gejala –gejala dari saluran nafas. pembengkakan tulang pinggul. nyeri dada ketika bernafas atau batuk. Bambang Supriyatno. Karena hal itu menunjukkan sistem imun tubuhnya sedang ’dilatih’ menghadapi serangan mikroorganisme. sah-sah saja bila orangtua curiga. infeksi saluran kemih (ISK). atau sinusitis untuk anak usia di atas 5 tahun. Karena itu. Orangtua baru harus khawatir bila pembengkakan terjadi di leher (bukan bagian belakang telinga). atau lainnya. maka orangtua harus ’mencurigai’ penyakit lain. maka orangtua ’wajib’ untuk curiga. seperti asma. pada TBC tulang & sendi Namun harus dicermati pula bahwa gejala-gejala di atas bukan monopoli TBC. dan kehilangan kesadaran pada TBC otak & saraf (meningitis TB) Gibbus. juga bisa disebabkan oleh banyak penyakit selain TBC.

48 sampai 72 jam kemudian. Tes Mantoux ini hanya menunjukkan apakah seseorang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis atau tidak. atau ketidaknyamanan yang mereka rasakan. yang terjadi adalah bakteri tidak aktif tetapi bertahan lama di dalam tubuh dan sama sekali tidak menimbulkan gejala. . untuk anak dengan gizi buruk atau anak dengan HIV. Ukuran dinyatakan dalam milimeter. Sedangkan pada anak-anak. Pada kurun waktu inilah tes Mantoux mulai bereaksi. maka tes harus diulang. bukan centimeter. Yang diukur adalah indurasi (tonjolan keras tapi tidak sakit) yang terbentuk. sakit. adalah melalui uji Tuberkulin (tes Mantoux). tidak semua orang yang terinfeksi kuman TB lalu menjadi sakit TB. Apabila dicurigai terjadi anergi. 3. dikatakan positif bila indurasinya berdiameter 15 mm atau lebih. sistem imun tubuhnya sedang sangat menurun akibat mengkonsumsi obat-obat tertentu. Oleh karena itu. baru saja divaksinasi dengan virus hidup. sedang terkena infeksi virus. Hal ini dikarenakan pengaruh vaksin BCG yang diperolehnya ketika baru lahir. untuk memperkuat diagnosis. bakteri akan mati dan tidak ada lagi infeksi dalam tubuh. kira-kira 2-8 minggu setelah terinfeksi. Namun tes Mantoux ini dapat memberikan hasil yang negatif palsu (anergi). menjadi cengeng atau gampang marah. baru saja terinfeksi bakteri TB. hasil tes Mantoux ini dinyatakan positif bila diameter indurasi berukuran sama dengan atau lebih dari 10 mm. Foto Rontgen Untuk memperkuat diagnosis. cenderung dimanifestasikan melalui perubahan sikap. bakteri tetap aktif dan orang tersebut menjadi sakit TB. tata laksana tes Mantoux yang kurang benar.1 ml) kuman TBC. Namun. diperlukan foto rontgen paru-paru. Bahkan bila ternyata tidak ada indurasi. Sebab. kuman TBC membangun sarangnya pada paru-paru bagian atas. bukan warna kemerahannya (erythema). artinya hasil negatif padahal sesungguhnya terinfeksi kuman TB. sehingga pada gambar rontgennya akan terlihat adanya infiltrat pada daerah tersebut. dan sama sekali bukan untuk menegakkan diagnosa atas penyakit TB. masih kuat. tenaga medis harus melihat hasilnya untuk diukur. sudah dianggap positif bila diameter indurasinya 5 mm atau lebih. Anergi dapat terjadi apabila anak mengalami malnutrisi berat atau gizi buruk (gizi kurang tidak menyebabkan anergi). hasil tetap harus ditulis sebagai 0 mm. Diperlukan orang yang benar-benar ahli. ke dalam lapisan atas (lapisan dermis) kulit pada lengan bawah. Tapi masalahnya. Jika hanya difoto dari depan akan sulit melihat adanya infiltrat. Lalu. untuk bayi dan anak sampai usia 2 tahun yang tanpa faktor resiko TB. Atau pada orang lainnya lagi. Ketika pada saat terinfeksi daya tahan tubuh orang tersebut sangat baik. satu-satunya cara untuk memastikan anak terinfeksi oleh kuman TB. misalnya tiba-tiba rewel terus menerus. kuman TB membangun sarang di kelenjar getah bening yang lokasinya berdekatan dengan jantung.Rasa tidak enak badan. Secara umum. 4. Tes Mantoux atau Uji Tuberkulin Karena tanda-tanda dan gejala TB pada anak sangat sulit dideteksi. Sistem imun tubuh mulai menyerang bakteri TB. yang telah dimatikan dan dimurnikan. gambar rontgen dari TBC paru pada anak umumnya tidak khas sehingga menyulitkan interpretasi foto. Pada orang dewasa. Namun pada orang lain. Uji ini dilakukan dengan cara menyuntikkan sejumlah kecil (0. karena terutup oleh bayangan jantung. Pengecualian lainnya adalah. foto rontgen juga harus dilakukan dari arah samping. untuk menghindari terjadinya overdiagnosis atau underdiagnosis.

Alasannya. karena mereka cenderung menelan dahaknya. Sekali lagi. anak mungkin akan merasa lebih baik dan tampak sehat. Pengobatan TBC Bila anak positif sakit TBC. anak (dan orang dewasa) penderita TB harus mengkonsumsi OAT secara teratur. Tetapi keduanya ini nilai diagnostiknya bahkan lebih rendah daripada foto rontgen. semua jenis infeksi juga dapat meningkatkan nilai LED dan limfosit dalam darah. Bila ditemukan adanya bakteri TB di dalam 2 sampel dari 3 sampel dahak seseorang.Dengan begitu. Paling baik memang setelah anak sembuh dari batuknya. sehingga hanya dapat digunakan sebagai data pendukung. 6. bisa memberikan gambaran infiltrat. yaitu mulai bukan ketiga sampai keenam (4 bulan berikutnya) hanya diberikan kombinasi INH dan Rifampisin. dan dalam jangka waktu lama. untuk . Butuh waktu minimal 6 bulan untuk ’membunuh’ semua bakteri Tb dalam tubuh. Akan tetapi. foto rontgen harus dilakukan pada saat anak dalam kondisi terbaik. meski tidak mengidap TB bila difoto rontgen dadanya. lalu setelah itu. Bakteri TB ini ’mati’ secara sangat perlahan. Anak yang sedang batuk dengan dahak yang banyak. Kombinasi obat anti TBC (OAT) untuk anak adalah Isoniasid (INH). caranya dengan menggunakan bilasan lambung anak. karena pada saat itu belum semua bakteri TB mati. Tetapi. 5. parameter yang diuji pada pemeriksaan darah adalah LED (laju endap darah) dan kadar limfosit. Kenapa bisa begitu? Ini adalah berkat ’perlindungan’ dari imunisasi BCG. lagi-lagi keberadaan infiltrat bukan mutlak menunjukkan anak mengidap TBC. Oleh karenanya. Setelah mengkonsumsi OAT selama 2 minggu. dan Sewaktu kunjungan berikut (kedua). Kalaupun ingin melakukan pemeriksaan mikroskopis BTA pada anak. lamanya pengobatan TB ini tergantung dari jenis TB yang diderita. jumlahnya jauh lebih sedikit daripada kuman yang ada dalam orang dewasa penderita TB aktif. sehingga tidak digunakan untuk deteksi dini. dan Pirazinamid. Namun tes dahak sangat sulit dilakukan pada anak-anak. Selain diperiksa melalui mikroskop. pilih waktu ketika batuknya minimal. Rifampisin. esok Paginya. setiap hari. lama pengobatan cukup 6 bulan saja. Bagi anak yang sudah mampu mengeluarkan dahaknya. Tetapi tes ini memakan waktu yang lama. kuman TB yang ’hidup’ dalam tubuh anak penderita TB aktif. Namun. Tes Darah Biasanya. sudah tidak dapat berkembang biak lagi sehingga tidak berbahaya. Nilai LED dan limfosit yang tinggi (di atas kadar normal) hanya menunjukkan terjadinya infeksi di dalam tubuh. sementara tes dahak yang biasa hanya memakan waktu beberapa jam saja untuk mendapatkan hasilnya. Tetapi cara ini dinilai menyakitkan bagi anak. foto rontgen saja tidak dapat digunakan sebagai alat untuk mendiagnosis TBC. Uji Bakteriologi Uji bakteriologi yang umum dilakukan adalah melalui pemeriksaan sampel dahak (tes dahak atau sputum test). Ketiga obat tersebut diberikan selama 2 bulan pertama. Pada anak. maksudnya Sewaktu kunjungan pertama. maka tes dahak menjadi satu keharusan. Untuk TB paru-paru (pulmonary TB). Pendambilan sampel dilakukan secara SPS. maka harus diobati sampai benar-benar sembuh. Sisa kuman yang masih ada setelah terapi pengobatan selesai. Untuk bisa sembuh. berarti orang tersebut dikatakan positif mengidap TBC paru aktif. sampel dahak juga dapat diperiksa dengan cara dibiakkan dalam medium tertentu (tes kultur dahak). Tetapi ia tetap harus mengonsumsi OAT sampai selesai masa pengobatannya. gambaran paru-paru tidak ’diganggu’ oleh bayangan jantung. Bila tidak memungkinkan.

bila kondisi anak terlihat parah – sampai tidak dapat bangun. ’terpaksa’ harus menggunakan etambutol. juga ada satu jenis obat lagi yaitu etambutol. nyeri otot. Karena efek samping etambutol pada anak berusia kurang dari 8 tahun adalah buta warna dan/atau pandangan terbatas (seperti memakai kacamata kuda). Sesungguhnya. bahkan gangguan kesadaran. Tetapi bila lewat lebih dari 1 minggu dan atau hal itu terjadi berulangkali. melainkan tidur lama (dorman). Orang dengan infeksi ini. pengobatan mau tidak mau harus segera dimulai. TB/HIV Clinical Manual yang diterbitkan oleh WHO menyebutkan bahwa inisiasi (pemulaian) pengobatan TBC pada anak merupakan proses aktif. ia tidak perlu mengulang dari awal lagi. setelah selesai masa pengobatan. pada anak dengan kasus sakit TB yang berat (TB meningitis atau milier). Jumlah kuman TBC yang ada dalam tubuh anak jauh lebih sedikit dari jumlah yang ada dalam tubuh orang dewasa. Apakah Itu? Istilah laten TB atau TB laten ini sering kita temui di internet. Tapi lain ceritanya. Untuk mengurangi efek tersebut. Ini karena kerja TBC pada anak tidak sama seperti TBC pada orang dewasa. tak perlu terburuburu untuk memulainya! Alih-alih demikian. sehingga resistensi kuman juga menjadi jauh lebih rendah. Dengan kata lain TB laten adalah infeksi TB. selain INH. Rifampisin dan Pirazinamid. Obat anti TBC untuk orang dewasa. TB Laten. Bagaimana bila anak melewatkan dosis OAT-nya? Menurut dr. Isoniazid atau INH juga dapat menimbulkan reaksi negatif berupa kesemutan. Mengingat demikian beratnya efek samping OAT. Karena jumlah kuman TB dalam tubuh anak jauh lebih sedikit daripada yang ada dalam tubuh orang dewasa.jenis TB yang lebih berat. Pada kondisi-kondisi tersebut. apalagi karena harus dikonsumsi dalam jangka panjang. Tetapi. misalnya – atau usia anak masih sangat muda (di bawah 1 tahun). yakni meningeal TB dan miliary TB. orangtua harus segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan (dokter) yang berwenang. tidak menunjukkan gejala-gejala TB dan sama sekali tidak merasa sakit. melakukan pengamatan yang lebih mendalam lagi tentang kondisi anak. diberikan suplemen vitamin B6 (piridoxin) selama masa pengobatan. Oleh karena. lamanya pengobatan setidaknya 9 bulan. . Efek Samping OAT Ketiga obat anti TBC tersebut sebenarnya bersifat racun bagi hati. dengan catatan dosisnya harus tepat. Dikatakan laten karena kuman TB tidak aktif tetapi juga tidak mati. dengan sendirinya perkembangan penyakit itu juga lebih lambat pada anak. apabila anak penderita TBC aktif melewatkan dosis OAT sampai maksimal 7 dosis (berarti 1 minggu). yang dimaksud dengan TB laten adalah orang yang terinfeksi bakteri TB tetapi tidak menjadi sakit TB (mengidap TB aktif). Meski demikian. sudah seharusnya bila orangtua benarbenar memastikan apakah anak sakit TB atau tidak. jenis obat yang satu ini tidak diberikan untuk anakanak yang ’hanya’ sakit TB paru-paru. sebaiknya orangtua bersama-sama dengan dokter yang menangani anak. Davide dari WHO Indonesia pada seminar PESAT 5 (4 Maret 2006). TB pada kondisi ini tidak menular. Bahkan foto rontgen paru-parunya normal dan bila dites dahaknya pun akan negatif. biasanya dokter memeriksa fungsi kerja hati (SGOT/SGPT). Apabila secara umum anak tidak tampak ’sakit’. cukup meneruskan saja sisa masa terapinya.

Akan lebih baik apabila screening ini dilakukan sebelum bayi lahir atau bahkan sebelum ibu hamil. umumnya tidak berkembang menjadi sakit. Anak yang terinfeksi TB ini ibarat bom waktu. orangtua juga harus memperhatikan asupan gizi anak. yaitu INH (isoniazid). Imunisasi dengan vaksin BCG sangat penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit TBC. segera periksakan ke dokter untuk memastikan apakah menderita TBC aktif atau tidak. Selain imunisasi. karena pemberian lebih dari sekali pun tidak berpengaruh. cukup mengawasi dengan ketat kelompok yang beresiko tinggi. Lama pengobatan pencegahan ini. Karenanya. Jika orangtua mencurigai dirinya atau anggota keluarga (yang serumah) lain memiliki gejala-gejala TBC. dan orangorang lain yang tinggal serumah juga harus segera diperiksa kondisi kesehatannya. Tingkat efektivitas vaksin BCG memang ’hanya’ 70-80 %. maka anak-anak balita adalah kelompok yang paling rentan terinfeksi kuman TB. Tetapi untuk Indonesia. yang akan ’meledak’ sewaktu-waktu bila kondisinya tepat. atau bisa juga penyakit TBC-nya muncul setelah si anak tumbuh dewasa atau berusia lanjut. maka mereka lah yang harus ditangani dengan baik dan benar. sehingga bisa dikatakan sebagian besar orang dewasa di Indonesia sudah terinfeksi kuman TB. Tetapi imunisasi BCG juga tidak sepenuhnya dapat melindungi manusia dari serangan TBC. Yang dimaksud dengan kondisi yang tepat adalah pada saat daya tahan tubuh anak sedang menurun karena sedang sakit berat (karena penyakit lain). Jika ternyata ada yang positif mengidap TBC aktif. Tetapi berkat vaksin BCG yang diberikan segera setelah bayi lahir. tetapi pemberian vaksin ini akan melindungi anak dari bentuk-bentuk TBC yang lebih ganas (meningeal TB dan miliary TB). Vaksin ini hanya perlu diberikan sekali seumur hidup. tidak lebih! Akan tetapi. Beberapa negara maju menetapkan kebijakan tidak perlu imunisasi BCG. Kalaupun sampai berkembang menjadi TB aktif. vaksin ini masih sangat dibutuhkan. apabila anak positif terinfeksi TB. Jumlah bakteri TB dalam infeksi TB lebih sedikit dari TB aktif. membuat anak tidak berkembang menjadi sakit TB. lalu terinfeksi kuman TB. . Vaksin ini akan memberi tubuh kekebalan aktif terhadap penyakit TBC. biasanya perkembangbiakan kuman akan terlokalisir di paru-paru saja (pulmonary TB). Vaksin BCG akan sangat efektif bila diberikan segera setelah lahir atau paling lambat 2 bulan setelah lahir (dengan catatan selama itu bayi tidak kontak dengan pengidap TB aktif). mengingat posisi Indonesia yang no 3 di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita TBC terbanyak. Anak yang sudah diimunisasi BCG. Sedangkan orang yang positif mengidap TBC aktif harus dipastikan mengkonsumsi OAT-nya secara teratur sampai masa pengobatannya selesai.Keberadaan TB laten atau infeksi TB ini hanya bisa dideteksi melalui uji tuberkulin atau pemeriksaan darah khusus TB. tentunya anak harus diberi profilaksis INH. Pencegahan Tuberculosis Karena sumber penularan TB adalah orang-orang dewasa yang sehari-hari dekat dengan anak. cukup dengan satu jenis obat saja. Asupan gizi yang baik ditambah imunisasi BCG. tetap perlu diberi pengobatan pencegahan (profilaksis). Mengapa demikian? Karena negara Indonesia ini bisa dibaratkan sebagai reservoir besar kuman TB. berlangsung selama 6 bulan saja. diharapkan cukup ampuh menangkal serangan bakteri TB. Karena sistem imun tubuhnya memang belum sempurna. profilaksis hanya efektif bila anak berusia < 5 tahun. Kalaupun anak sampai terinfeksi. Pengobatan pencegahan TBC untuk orang dewasa yang tinggal di Indonesia. sehingga penanganannya pun lebih mudah. sama sekali tidak efektif alias percuma. Meskipun BCG tidak dapat 100% mencegah TBC paru-paru. walaupun tidak berkembang menjadi sakit TB. menurut Pedoman Nasional Tuberkulosis.

Jakarta Tuberculosis oleh Gendi Jatikusumah. ”Flek Paru yang Mengecoh” dalam Intisari Edisi April 2005. Jakarta.mayoclinic. Materi Seminar Program Edukasi Orangtua Sehat ke-5 pada tanggal 4 Maret 2006. Makalah Seminar Tuberkulosis 24 Juni 2006.gov TBC Anak oleh dr. Tuberkulosis Anak oleh dr. 4 Maret 2006. Tuberculosis dalam www. (EG-index) Daftar Kepustakaan : • • • • • • • • • • • Konsultasi dengan dr.cdc. Jakart • .gov Latent TB Infection dalam www.cdc.com . Carmelia Basri. MMPed dalam Cyberwoman tanggal 22 Februari 2005 Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberculosis. SpAK.com Tuberkulin Skin Testing dalam www. TBC di Indonesia oleh dr.infeksi. www. Pujiarto. Purnamawati S. SpAK. Bambang Supriyatno. Davide Manissero (WHO Indonesia).aap.dampaknya akan lebih ringan.org Tuberculosis dalam www. Materi Seminar Program Edukasi Orangtua Sehat ke-5.com Tuberculosis dalam www. 2002. Departemen Kesehatan RI. Makalah Seminar Tuberkulosis 24 Juni 2006. Jakarta.cdc.

angka kejadian penyakit (morbiditas). tuberculosis tidak selalu menderita penyakit TBC. (http://www. imunitas tubuh sangat berperan untuk membatasi infeksi sehingga tidak bermanifestasi menjadi penyakit TBC. TBC menular melalui droplet infeksius yang terinhalasi oleh orang sehat.000 penduduk. Latar Belakang Insidensi TBC dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini di seluruh dunia.65%.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. tuberculosis. baik dari sisi angka kematian (mortalitas). . Tuberkulosis atau TBC merupakan masalah kesehatan. TBC dapat juga menyerang kulit. kelenjar limfe. dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru. (http://www.000 penduduk tiap tahun.infopenyakit. Kematian akibat Tuberkulosis atau TBC diperkirakan menimpa 140. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004. Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua. Setiap tahunnya.000 BTA positif atau insidens rate kira-kira 130 per 100.2 – 0. Dalam hal ini. atau kaya) dan dimana saja.medicastore. Menurut perkiraan WHO. X di Pekalongan.htm) Hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes RI tahun 1992.000 penduduk). penulis tertarik untuk mengambil studi kasus dengan judul Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan TBC pada Tn. Berdasarkan data yang penulis peroleh dari bulan Januari sampai bulan Desember di wilayah Pekalongan terdapat 915 kasus TBC. Selain itu. Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat. muda. Demikian pula di Indonesia. angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555. (http://www. Seorang penderita TBC dapat menularkan penyakit kepada 10 orang di sekitarnya. Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.com/tbc/penyakit_tbc.PENDAHULUAN KTI TBC BAB I PENDAHULUAN A. tulang. Kabar baiknya adalah orang yang terinfeksi M.com/tbc) Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0. maupun diagnosis dan terapinya. TBC terutama menyerang paru-paru sebagai tempat infeksi primer. Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China dalam hal jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia. laki-laki. Dengan adanya data tersebut terlihat peningkatan kasus TBC. perempuan. sedangkan pada tahun 1986 merupakan penyebab kematian keempat.000 penderita Tuberkulosis atau TBC baru pertahun dengan 262. Dengan penduduk lebih dari 200 juta orang.000 kasus (256 kasus/100. Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. miskin. dan selaput otak. menunjukkan bahwa Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit kedua penyebab kematian.medicastore. 1/3 penduduk dunia saat ini telah terinfeksi M. Berdasarkan uraian diatas.html) TBC merupakan penyakit yang sangat infeksius.com/2007/12/penyakit-tuberkulosis-tbc. Pada tahun 1999 WHO Global Surveillance memperkirakan di Indonesia terdapat 583.

Tujuan Penulisan 1. Untuk memberikan informasi yang lebih memadai tentang TBC. Bagi masyarakat a. d. 2. Dapat menyusun rencana kaperawatan keluarga pada keluarga dengan penyakit TBC. C. Tujuan khusus a.B. f. Bagi ilmu pengetahuan Diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran dalam penanganan kasus TBC. Agar masyarakat mampu mengetahui lebih dini dan dapat menanggulangi lebih awal tanda dan gejala dari TBC. b.4healthy-life. 6. 4. 5. Tujuan umum Penulis mampu menerapkan asuhan keperawatan keluarga yang tepat pada pasien TBC dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Dapat melakukan tindakan kaperawatan keluarga pada keluarga dengan penyakit TBC. 2. c. e. Dapat menganalisa masalah-masalah yang muncul pada keluarga dengan penyakit TBC. 3. Klien dan keluarga klien Dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam merawat diri sendiri maupun orang lain yang sehubungan dengan TBC. Bagi institusi Dapat di gunakan sebagai informasi bagi institusi pendidikan dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan dimasa yang akan datang. Diposkan oleh taufik blog di 10:43 http://www. Dapat mengevaluasi asuhan kaperawatan keluarga pada keluarga dengan penyakit TBC.info/health/kti-kesehatan-lingkungan-pdf . Bagi penulis Diharapkan menambahkan pengalaman bagi penulis tentang penanganan kasus TBC dalam keluarga TBC. Bagi lahan praktik Dengan adanya penulisan karya tulis ilmiah ini dapat menambah bahan bacaan untuk meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik khususnya pasien TBC. Dapat memprioritaskan masalah dan merumuskan diagnosa kaperawatan keluarga pada keluarga dengan penyakit TBC. Dapat mengkaji kasus keluarga dengan penyakit TBC . b. Manfaat Manfaat yang diharapkan dari penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini adalah : 1.

Penyakit TBC dapat menyerang pada siapa saja tak terkecuali pria. Penyakit ini terus berkembang setiap tahunnya dan saat ini mencapai angka 250 juta kasus baru diantaranya 140. muda. • Cara Penularan Penyakit TBC Penularan penyakit TBC adalah melalui udara yang tercemar oleh Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan/dikeluarkan oleh si penderita TBC saat batuk. Untuk mengenang jasa beliau maka bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. kaya dan miskin serta dimana saja. Bahkan Indonesia menduduki negara terbesar ketiga didunia dalam masalah penyakit TBC ini. Gejala Tuberkulosis. Di Indonesia khususnya. dimana pada anak-anak umumnya sumber infeksi adalah berasal dari orang dewasa yang menderita TBC. wanita. Bahkan penyakit TBCpada paru-paru pun dikenal juga sebagai Koch Pulmonum (KP). Pencegahan dan Pengobatannya Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bahkan bakteri ini pula dapat .Penyakit Tuberkulosis (TBC) Penyakit TBC adalah merupakan suatu penyakit yang tergolong dalam infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Jenis bakteri ini pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882. Bakteri ini masuk kedalam paru-paru dan berkumpul hingga berkembang menjadi banyak (terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah). • Penyebab Penyakit (TBC) baca juga Penyakit TBC.000 menyebabkan kematian. tua.

maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya.Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena.Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah). meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. lemah. virulensi dan jumlah kuman yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC. Akibatnya bakteri TBC tersebut akan berdiam/istirahat (dormant) seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan X-ray atau photo rontgen. bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Gejala umum (Sistemik) . Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (riak/dahak).Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama. Gejala khusus (Khas) . dapat disertai dengan keluhan sakit dada. Seseorang dengan kondisi daya tahan tubuh (Imun) yang baik. tulang. • Gejala Penyakit TBC Gejala penyakit TBC digolongkan menjadi dua bagian. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. pada muara ini akan keluar .mengalami penyebaran melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening sehingga menyebabkan terinfeksinya organ tubuh yang lain seperti otak. belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. 2.Bila mengenai tulang. . Maka orang yang rongga parunya memproduksi sputum dan didapati mikroba tuberkulosa disebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positif terinfeksi TBC. bentuk tuberkel ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Lain hal pada orang yang memilki sistem kekebelan tubuh rendah atau kurang. . sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat bakteri TBC ini melalui mekanisme alamianya membentuk jaringan parut. . Dengan reaksi imunologis. Masuknya Mikobakterium tuberkulosa kedalam organ paru menyebabkan infeksi pada paru-paru. Hal ini juga tentunya mendapat pengaruh besar dari daya tahan tubuh yang lemah/menurun. kelenjar getah bening dan lainnya meski yang paling banyak adalah organ paru. Baca juga Mengenali Paru-paru Berkembangnya penyakit TBC di Indonesia ini tidak lain berkaitan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi. . saluran cerna. akan menimbulkan suara “mengi”.Penurunan nafsu makan dan berat badan. ginjal. Sehingga tuberkel yang banyak ini berkumpul membentuk sebuah ruang didalam rongga paru. suara nafas melemah yang disertai sesak.Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru). biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. yaitu gejala umum dan gejala khusus. bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar. 1. . dimana segeralah terjadi pertumbuhan koloni bakteri yang berbentuk bulat (globular).Perasaan tidak enak (malaise). Sulitnya mendeteksi dan menegakkan diagnosa TBC adalah disebabkan gambaran secara klinis dari si penderita yang tidak khas. terutama pada kasus-kasus baru.

Penyakit TBC dapat disembuhkan secara total apabila penderita secara rutin mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter dan memperbaiki daya tahan tubuhnya dengan gizi yang cukup baik. cairan otak). • Pengobatan Penyakit TBC Pengobatan bagi penderita penyakit TBC akan menjalani proses yang cukup lama. . Adapun obat-obtan yang umumnya diberikan adalah Isoniazid dan rifampin sebagai pengobatan dasar bagi penderita TBC. . adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.Pemeriksaan laboratorium (darah. yaitu berkisar dari 6 bulan sampai 9 bulan atau bahkan bisa lebih. dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah. .cairan nanah.Pemeriksaan fisik secara langsung. Sekitar 30-50% anak-anak yang terjadi kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif. namun karena adanya kemungkinan resistensi dengan kedua obat tersebut maka dokter akan memutuskan memberikan tambahan obat seperti pyrazinamide dan streptomycin sulfate atau ethambutol HCL sebagai satu kesatuan yang dikenal ‘Triple Drug’. untuk mengetahui perkembangannya yang lebih baik maka disarankan pada penderita untuk menjalani pemeriksaan baik darah.dan Uji tuberkulin.Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak). Pada penderita usia anak-anak apabila tidak menimbulkan gejala. Selama proses pengobatan.Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya. .Rontgen dada (thorax photo). urine dan X-ray atau rontgen setiap 3 bulannya. • Penegakan Diagnosis pada TBC Apabila seseorang dicurigai menderita atau tertular penyakit TBC. . dahak. Maka TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. gejalanya adalah demam tinggi. sputum. .Pemeriksaan patologi anatomi (PA). Maka ada beberapa hal pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memeberikan diagnosa yang tepat antara lain : . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful