Novel Kemarau: Keberanian A.A. Navis Berjuang Mengubah Paradigma yang Membiasa dalam Masyarakat Minangkabau 1.

Deskripsi fisik Buku Judul Pengarang Kata Pengantar Penerbit, Kota Tahun terbit Cetakan keJumlah halaman Ukuran 2. Sinopsis Musim kemarau yang melanda kali ini lebih panjang dari biasanya hingga merusak lahan pertanian dan tanamannya. Upaya dilakukan untuk mengatasi hal itu, bahkan pergi ke dukun untuk mendatangkan hujan. Nmaun, hasilnya tak berwujud. Penduduk daerah itu mulai putus asa dan mengisi waktunya dengan kegiatan yang tak produktif, seperti main domino, kartu lainnya, bahkan hanya ngobrol bersama. Tatkala orang-orang berpangku tangan berserah pada nasib, Sutan Duano mengangkut air danau yang ada di daerah itu untuk menyiram sawahnya. Secara rutin kegiatan itu dilakukannya pada pagi dan sore hari. Ia memang bukanlah penduduk asli daerah tersebut, melainkan seorang pendatang baru, yang tak diketahui oleh orang-orang di daerah itu asal muasalnya. Wali Nagari atau kepala desa telah mengizinkan Sutan Duano menempati sebuah surau tua yang lapuk. Saat Belanda mencoba menduduki kembali Indonesia, surau tempat tinggal Sutan Duano kedatangan seorang Haji Tumbijo, teman baik yang dikenalnya saat tinggal di kota. Ketika Haji Tumbijo hendak kembali ke kota, ia berkata kepada Wali Nagari, “Ia sudah berubah. Ia akan menjadi orang yang berguna di sini” (Navis, 2003:4). Situasi politik yang berkembang saat itu membuat orang berubah pola pikirnya. Mereka mulai berganti sudut pandang tentang hidup dan kesulitan kehidupan. Pola hidup lama berubah ke dalam kegiatan mengikuti kursus baca tulis, kursus lain, bahkan kursus politik. Di sisi lain seorang Sutan Duano juga memulai hidup barunya dengan kegiatan mengolah lahan pertanian yang tak terawat, memelihara ternak, bahkan membeli beruk untuk memanjat kelapa. Akibatnya, ketika orang mulai bosan dengan kegiatan kursus dan politiknya sementara kesulitan ekonomi terus menghadang, Sutan Duano telah menjadi seorang yang cukup berada di kampung itu dan akhirnya disegani oleh orangorang sekitarnya. Keseganan masyarakat sekitar bukan karena kekayaan Sutan Duano, melainkan karena kebaikan hatinya. Secara bertahap Sutan Duano bisa memimpin para petani untuk mengerjakan sawahnya, menghapus sistem ijon dan tengkulak, serta mendirikan koperasi. Hal itu memperkokoh kepercayaan masyarakat kepada Sutan Duano hingga akhirnya dia diberi kepercayaan untuk menggantikan guru agama yang baru saja meninggal dunia. Maka, suraunya mulai ramai dikunjungi orang untjuk mengikuti pengajiannya. : Kemarau : A.A. Navis : Sapardi Djoko Damono : Grasindo, Jakarta : 2003 : 6 (enam) : i-x; 117 halaman : 14 X 21 cm

1

”Jangan bermain judi dengan nasib. Mayoritas mereka menolak dengan berbagai alasan dalam kaitannya dengan gudam. ibunya. Sutan Duano menyadari bahwa untuk mengubah kebiasaan dan pola pikir masyarakat diperlukan waktu dan proses yang panjang. Esok harinya Sutan Duano mendatangi Sutan Caniago. Gunjingan itu menghapus jejak langkah Sutan Duano yang baik selama ini. sebab ia belum memiliki istri. namun ia memberi syarat harus menyuratinya setiap bulan. seorang petani yang hendak menjual padinya dengan sistem ijon karena butuh modal untuk berdagang di rantau. diajaklah Acin untuk melakukan hal yang sama. Sutan Duano marah mendengar hal itu. serta Rajo Bodi. nasihat itu ditanggapi oleh Sutan Caniago sebagai penolakan permintaannya hingga membuatnya marah dan meningggalkan Sutan Duano. seorang anak janda muda mendatangi Sutan Duano yang sedang beristirahat habis menyiram tanaman. Lantas Sutan Duano berniat memulai rencananya itu dari diri sendiri mengangkut air danau dan menyiran sawah miliknya. Di kota banyak godaan dan kemaksiatan. lantaran ia ingat nasihat Haji Tumbijo serta niatnya utnuk mengubah perilaku dan kebiasaan penduduk agar hidup mereka menjadi lebih baik. usulan itu ditolak dengan berbagai alasan. Diberikannnya uang kepada Sutan Caniago sebagaimana diinginkan. Gudam melarang Acin menyiran sawah serta menemui Sutan Duano. penduduk kampung lebih senang bermain kartu serta duduk-duduk ngobrol di lepau. Ditanyakan oleh Acin mengapa Sutan Duano melakukan hal itu. Maka. Omongan dan tafsiran orang tentang apa yang dilakukan oleh Sutan Duano dan Acin beraneka ragam. 2 . Di pinggir sungai tempat para wanita mandi berkembang gosip bahwa Sutan Duano memang mendekati Gudam. Ia berharap bisa mengubah nasibnya. Dalam suatu pengajian Sutan Duanio mengajak para ibu bergotong royong menyiram sawah mereka. Sutan Caniago mengikuti syarat itu hingga akhirnya ia mengucapkan terima kasih atas nasihat Sutan Duano di surau dulu. Acin.. Pada surat keempat ditulisnya bahwa Sutan Duano hanya mengambil hasil panen sebanyak uang yang diterimanya dulu. Sutan. Anggapan masyarakat terhadap apa yuang dilakukan oleh Sutan Duano merupakan kesalahan berpikir. si janda muda. Sutan Duano sudah menganggap Acin sebagai pengganti anaknya yang hilang dua puluh tahun lalu. apalagi ketika pengajian tidak satu ibu pun yang datang ke surau. Sutan Duano juga mengajak penduduk bergotong royong menyiram sawah mereka dengan air danau yang terletak di pinggir kampung. Namun. si janda muda itu. Namun. Gudam. gosip itu berkembang menjadi fitnah. Sikap Sutan Duano ini menggemparkan isi kampung dan membuat keberadaannya semakin berarti bagi masyarakat. Kalau rajin. Mereka lebih senang pasrah kepada takdir yang diberikan Tuhan. Meskipun memiliki waktu dan tenaga untuk mengubah nasibnya.Langkah keberhasilan Sutan Dunao tersebut sesungguhnnya bermula dari Sutan Caniago. pemilik sawah terluas. Sutan Duano juga menasihati lelaki itu membatalkan niatnya merantau ke kota. Sutan Duano mengatakan bahwa manusia harus bekerja keras untuk memperbaiki hidupnya. Si janda muda itu juga tidak datang dalam pengajian karena malu dengan gosip dirinya dan Sutan Duano. Ketidakdatangan Acin membuat kegiatan menyiram sawah Sutan Duano menjadi kacau. Di lepau berkembang isu bahwa Sutan Duano ada maksud tertentu mendekati Acin kepada janda muda. tidak mengambil seluruh hasil panen sebagaimana pengijon lazimnya. Sutan Dunao mengajukan usul kepada Lembak Tuah. hidup di desa pun bisa membuat orang kaya dan berhasil. Namun. Sutan Duano merasa kesepian. orang yang disegani.” kata Sutan Duano kepada lelaki itu.

Terlintas dalam benaknya untuk menikah. Sutan Duano sempat dipenjara karena keributannya dengan teman kencan. Namun. Acin memberanikan diri bertanya kepada Sutan Duano perihal itu dan dijawabnya akan pergi setelah musim panen. Hal itu membuat Acin ingin agar ia diajak pergi. namun tak menemukan jejak kakinya. Iyah namanya. namun berakhir dengan perceraian. Anak satu-satunya pergi tanpa jejak hingga membuat Sutan Duano semakin tak karuan arah hidupnya. engkau sudah menemui Tuhan. Acin menjawab benar isu tersebut. diceraikan tatkala sedang hamil. janda yang menginginkan Sutan Duano. Kutar memberitahukannya kepada semua orang. Carilah dengan pahala-pahala dan kebaikan. istrinya. kehadiran Acin dalam waktu hidupnya mengingatkannya pada Masri hingga disayanginya. Hal itu nampak tatkala Acin dan Gudam datang ke surau. Di surau. masyarakat menginginkan acara perpisahan sebagai tanda persahabatan dengan orang yang banyak menolong namun belum sempat ada balas budinya. Diberitakannnya kepada Acin bahwa Gudam telah pernah tidur dengan Sutan Duano yang masuk lewat jendela. menasihatinya: ”Carilah ia dalam hatimu. berkali-kali ia mencari penggantinya. Banyak di antaranya yang merasa berutang budi pada Sutan Duano sebab upaya pengairan sawah oleh Sutan Duano banyak memberikan manfaat bagi kaum petani kampung itu. Sutan Duano berhasil meyakinkan Acin bahwa hal itu tidak benar. Ditanyakan pula isu yang diucapkan Saniah tentang Sutan Duano dan ibunya. Saniah menjadi cemburu hingga berpikir untuk membuat fitnah. Dan di situlah Masri berada. Berita rencana kepergian Sutan Duano cepat menyebar. Mereka juga masih 3 . Kutar menceritakan hal itu kepada Acin hingga membuatnya cemas. isu berkembang terus hingga si Acin pernah ditemui oleh Saniah. Hal itu membuatnya teringat masa lalu. Maka. bukan Kutar. 1977:69). Oleh sebab itu. Keluar dari penjara selama tiga tahun. Beberapa orang menemui Sutan Duano di surau dan menanyakan langsung kepadanya perihal kabar rencana kepergiannya ke Surabaya. Kalau telah dapat itu. Sutan mengatakan bahwa ia harus meninggalkan kampung tersbeut sebab harus menemui Masri yang telah lama tak bertemu. Sutan tak memberi batas waktu kapan akan kembali hingga jawaban itu dianggap sebagai penolakan oleh Gudam. Ia mengadukan kesepian dengan perbuatannya. Kata-kata Haji Tumbijo itu menyentuh hati Sutan Duano. Sutan Duano membaca kembali surat kiriman Masri itu. seperti kau mencari Tuhan. Ia terus berusaha mencari Masri. Hal itu membuat Sutan Duano bingung. Hal ini membuat Masri kabur tak tentu jejak langkahnya. Mabuk-mabukan merupakan pelariannya. tetapi kegagalan perkawinan kembali menghatuinya. ia berusaha mengubah jalan hidupnya ke arah kebenaran serta berusaha menolong orang lain. Maka. Pengalaman kawin cerai itu membuatnya mengambil pelampiasan kesepiannya berkencan dengan wanita malam. Sudah menemui kebenaran. kakak iparnya. Masri yang tumbuh remaja mengetahui hal itu sehingga ia marah. Hati kecilnya menginginkan hal itu. Di surau. telah dapat pahala dan kebaikan. Kutar menemukan dan membaca surat yang dikirim Masri berisi Sutan Duano agar ke Surabaya. Masri merupakan anak Sutan Duano yang hilang dua puluh tahun yang lalu. mencari kebenaran. Acin berubah pikiran hingga benci kepada Sutan Duano. Ia berharap bahwa pola itu dapat memupus kesalahan dan dosa masa lalunya. Memang ia ingat setelah kematian ibunya Masri. Sutan Duano menjadi kesepian. tapi dijawab bahwa hal itu hanyalah sebagai kata-kata jahat. Gudam meminta Sutan Duano menjadi ayah bagi anak-anaknya. Salah satunya.Acin pernah menanyakan isu itu kepada ibunya. Suatu hari datanglah Haji Tumbijo.” katanya (Navis.

Gudam merasa malu. rapat akhirnya memutuskan mengusir Sutan Duano dari kampung itu. Wali Nagari ditugasi oleh warga untuk menyampaikan putusan rapat. Sutan Dunao pun kembali ke desa tepi danau. sedangkan Masri menikahi teman sekerjanya. Tetapi tiba-tiba kabar tak mengenakkan datang lagi. Di jalan gudam bertemu dengan Saniah yang menantangnya diiringi fitnah bahwa Gudam telah membayar utang kepada Sutan Duano dengan menjual dirinya. yang ternyata adalah ibu Arni. Lebih tak disangkanya. Acin sakit. Tatkala Gudam mengadakan syukuran atas kesembuhan Acin di rumahnya. ibu Acin. Ada surat dari mertua Masri yang sampai kepadanya bahwa Sutan Duano tak perlu ke Surabaya sebab kedatangannya justru akan merusak kebahagiaan keluarga Masri. setelah itu kembali lagi ke kampung mereka. Sutan Duano dan Gudam akhirnya tumbuh cinta. Masri dan Arni menyadari perkawian mereka dilarang agama. Ia langsung menuju ke rumah Masri. Sutan Duano bersikeras memberitahukan hal terlarang itu kepada anaknya. terjadilah perkelahian yang melibatkan keluarga kedua pihak hingga harus diakhiri oleh Wali Nagari. tiba-tiba datanglah pianggang (hama walang sangit) menyerang. Akhirnya Wali Nagari dibantu oleh tokoh masyarakat mendatangi Sutan Dunao. Tak lama kemudian Arni kemudian menikah dengan anak Haji Tumbijo. Diceritakanlah oleh Iyah apa yang terjadi hingga ia tak kuat menahan diri. Luka karena menyepak tahi kuda tatkala kesal dengan isu tingkah Sutan Duano tidur bersama ibunya membuatnya terkena tetanus. Maka disemprotlah sawahnya dengan antiserangga. lalu pingsan. Bertahun-tahun kemudian Iah meninggal di rumah sakit. terbongkarlah silsilah bahwa Masri dan Arni adalah kakak beradik. mereka berpisah. Iyah tidak ingin merusak kebahagiaan mereka berdua. Pulanglah dengan segera Gudam ke rumahnya. Maka. ternyata Arni adalah anak kandungnya juga. Hal itu sengaja tak diberitahukan oleh Iyah. Perjuangan 4 . Datanglah Masri dan Asri yang kaget dengan peristiwa itu. meski lain ibu. Tetapi. Tatkala musim panen semakin mendekat. Putusan rapat disampaikannya dengan berat hati. Iyah yang merasa sakit hatinya lantas memukul Sutan Duano dengan kayu hingga pingsan dan berdarah. yang tak dibantu keluarganya untuk mengobatkan Acin ke Bukittingi akhirnya diatasi oleh Sutan Duano dengan janji bahwa Acin adalah anaknya juga. Sutan dengan keikhlasan menerima. Sutan Duano hanya memohon untuk bertemu dengan Acin sebelum ia berangkat. Hal ini membuat Sutan Duano merasa mendapat cobaan baru. Ia malah bertemu dengan Iyah. tetapi Gudam tidak mengizinkannya. tapi tetap tidak mau datang. hidup rukun dengan Gudam beserta anak-anaknya. Maka. dan mengatakan bahwa semua harta yang diperoleh dari kampung itu ditinggalkan dan piutangnya diserahkan kepada koperasi untuk menambah modal. Pergilah Sutan Duano meningalkan kampung itu menuju Surabaya. Kesulitan keuangan Gudam. istrinya dulu. Rapat yang dipimpin oleh Wali Nagari itu sulit mncapai kata sepakat. Meski Wali Nagari berusaha membela Sutan Duano. Acin dan Amah. Sutan Duano menyerahkan suat wasiatnya seluruh hartanya kepada Acin. Sutan Duano memenuhi permintaan mereka. tak lama setelah mebuka rahasia perkawinan Masri dan Arni.memerlukan gagasan Sutan Duano untuk kehidupan mereka dan meminta agar Sutan Duano tidak meninggalkan kampung mereka. Gudam mendatangi Sutan Duano ke suraunya. Kedua orang tua itu bersitegang dengan pendapat masing-masing. Maka. Sutan Duano tak bersedia datang dengan alasan tak menyenangi pesta yang hanya untuk orang kaya. istri Masri. Hal ini membuat Saniah cemburu dan memasang guna-guna di rumah Gudam yang sempat terlihat oleh Sutan Duano. Kepergian Sutan Duano hanyalah menemui Masri.

novel. Hal yang terjadi saat ini di negeri ini. esai mengenai masalah sosial budaya. Navis: Karya dan Dunianya. Hidup berjuang dengan keikhlasan adalah jalan untuk menemui Tuhan Yang Maha Esa. Navis. 2003. Ia salah seorang sastrawan dan budayawan terkemuka di Indonesia. ia justeru akan duluan ditembak mati oleh para koruptor itu. Yang roboh itu bukan dalam pengertian fisik. mungkin dalam tiga bulan. Latar Belakang Masalah Haji Ali Akbar Navis. Karyanya sudah ratusan. konsisten dan jujur pada dirinya sendiri. Maka pada suatu kesempatan ia mengatakan kendati menulis adalah alat utamanya dalam kehidupan tapi jika dikasih memilih ia akan pilih jadi penguasa untuk menangkapi para koruptor. Navis mengakhiri novelnya. Ia bahkan telah menjadi guru bagi bamyak sastrawan. ini menjulang dalam sastra Indonesia sejak cerpennya yang fenomenal Robohnya Surau Kami terpilih menjadi satu dari tiga cerpen terbaik majalah sastra Kisah tahun 1955. Nama pria Minang yang untuk terkenal tidak harus merantau secara fisik. 17 November 1924. 3.A. Ia banyak menulis berbagai hal. namun hasil karyanya baru mendapat perhatian dari pimpinan media cetak sekitar 1955. cerita anak-anak. hingga penulisan otobiografi dan biografi. Demikian A. sandiwara radio.1 Kritik-kritik sosialnya mengalir apa adanya untuk membangunkan kesadaran setiap pribadi agar hidup lebih bermakna. Ia memang sosok budayawan besar. Ia yang mengaku mulai menulis sejak tahun 1950. yang di kalangan sastrawan digelari sebagai kepala pencemooh. Ia seorang seniman yang perspektif pemikirannya jauh ke depan. Walaupun karya sastralah yang paling banyak digelutinya. orang itu melalaikan pekerjaan dunia sehingga tetap menjadi miskin. kreatif. puisi. Kisah yang menjungkirbalikkan logika awam tentang bagaimana seorang alim justru dimasukkan ke dalam neraka. 5 . Sosoknya menjadi simbol energi sastrawan yang menjadikan menulis sebagai alat dalam kehidupannya. Ia selalu mengatakan yang hitam itu hitam dan yang putih itu putih. ditambah lima antologi bersama sastrawan lainnya dan delapan antologi luar negeri serta 106 makalah yang ditulisnya untuk berbagai kegiatan akademis di dalam maupun di luar 1 Ivan Adilla. Gelar yang lebih menggambarkan kekuatan satiris tidak mau dikalahkan sistem dari luar dirinya.A. Sepanjang hidupnya. ini adalah salah seorang tokoh yang ceplas-ceplos. Ia seorang sastrawan intelektual yang telah banyak menyampaikan pemikiran-pemikiran di pentas nasional dan internasional. apa adanya.A. produktif. Sebuah cerpen yang dinilai sangat berani. juga mencerminkan perspektif pemikiran ini. Ia telah menulis 22 buku. Sang Pencemooh kelahiran Kampung Jawa. itu telah menghasilkan sebanyak 65 karya sastra dalam berbagai bentuk. Ia amat gelisah melihat negeri ini digerogoti para koruptor. lebih dikenal dengan nama A. Jakarta: Penerbit Grasindo. mulai dari cerpen. tapi tata nilai. Karyanya Robohnya Surau Kami. A. ia telah melahirkan sejumlah karya monumental dalam lingkup kebudayaan dan kesenian. Padangpanjang.Sutan Duano belum selesai sebab alam pikiran warga kampung telah membeku. Indonesia kehilangan sastrawan fenomenal. Karena dengan kealimannya. Walaupun ia tahu risikonya.

permasalahan yang dijadikan topik pembahasan harus diketengahkan dengan bahasa menarik dan pemilihan kata selektif. Ia juga menyinggung tentang karya sastra yang baik. Perebutan. ”Menulis itu alat. yakni Jodoh (cerpen pemenang pertama sayembara Kincir Emas Radio Nederland Wereldemroep 1975). menurutnya. dan bahkan terkadang memerlukan waktu 20 tahun untuk melahirkan sebuah tulisan. Pada usia gaek ia masih saja menulis. (1970). Jodoh berisi sepuluh buah cerpen yang ditulisnya sendiri. Di Lintasan Mendung (1983). Mengapa? ”Soalnya. karyanya awet atau tidak? Ada karya yang bagus. Ia seorang penulis yang tak pernah merasa tua. Dalam konteks ini." katanya dalam suatu diskusi di Jakarta. Menulis bukanlah pekerjaan mudah. Kisah Seorang Pengantin. Kemarau (1967). Ia sendiri memang terus menulis. menurutnya. Dari SD sampai perguruan tinggi orang hanya boleh menerima. si Gadis dalam Sunyi. sepanjang hidup. (1975). Dalam setiap tulisan. Hujan Panas (1964). Cina Buta. senjata saya hanya menulis. Dermaga dengan Empat Sekoci. Yang terpenting bagi seorang sastrawan. menurutnya. persoalan yang tidak kalah pentingnya bagi seorang penulis adalah bahwa penulis dan pembaca memiliki pengetahuan yang tidak berbeda.A. dan Jodoh (1998). adalah aktivitas menulis itu terus dilakukan. Saraswati. sehingga pembaca tertarik untuk membacanya. Dialektika Minangkabau (editor 1983). Namun. diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2002. Maria. Novel terbarunya. Itu banyak dan di mana-mana terjadi. Ia bukan mencari ketenaran.” katanya seperti dikutip Kompas. Hujan Panas dan Kabut Musim (1990). Baginya menulis adalah salah satu alat dalam kehidupannya. Minggu. lewat saja. sebagai kado ulang tahun pada saat usianya genap 75 tahun. Jadi waktu ada mood menulis novel. bukan kelompok orang yang bodoh. tidak diajarkan orang 6 . Navis pada 17 November lalu genap berusia 75 tahun. sampai tua. Saya merasa tidak pernah tua dalam menulis segala sesuatu termasuk cerpen. Selain itu. Ada mood menulis cerpen. Buku terakhirnya. dua tahun lalu. Saraswati. ya menulis cerpen. ”Tidak semua gagasan dan ide dapat diimplementasikan dalam sebuah tulisan. ia amat merisaukan pendidikan nasional saat ini. Nora dan Ibu. Kendati demikian. Kawin (cerpen pemenang majalah Femina 1979). 7 Desember 1997. menulis novel. Jadi pembaca atau calon pembaca yang menjadi sasaran penulis. Kisah Seorang Hero.negeri dan dihimpun dalam buku ‘Yang Berjalan Sepanjang Jalan’. Cerita Rakyat Sumbar (1994). selain Robohnya Surau Kami (1955) adalah Bianglala (1963). karena menulis itu sendiri harus dijadikan kebiasaan dan kebutuhan dalam kehidupan. Jakarta atas kerjasama Yayasan Adikarya Ikapi dan The Ford Foundation. berjudul Jodoh. A. Alam Terkembang Jadi Guru (1984). semua itu harus dilaksanakan dengan tekun tanpa harus putus asa. bukan pula alat pokok untuk mencetuskan ideologi saya. Cerpenis gaek dari Padang. diterbitkan oleh Grasindo. Ada yang ditulis tahun 1990-an ada yang ditulis tahun 1950-an. Kiat menulis itu. namun memerlukan energi pemikiran serius dan santai.” katanya. Beberapa karyanya yang amat terkenal. Cerita 3 Malam. tapi seperti kereta api. Ia sendiri mengaku menulis dengan satu visi. ada juga tulisan yang dapat diselesaikan dalam waktu sehari saja.

yang aneh memang banyak. ia mengatakan keterlaluan kalau ada yang mengatakan orang Minang itu pelit. keterlibatannya. dan personal. Di dalamnya. Itulah A. Navis Sang Kepala Pencemooh. Oleh karena itu kita ajak mereka supaya tidak bodoh lagi. Perihal orang Minang. ketika duduk di SMP dan SMA sudah menjadi pengarang. melainkan sastra memiliki arti luas dalam rangkaian yang berbeda. agar orang tidak kritis. orang tidak pandai menulis. strategi pembodohan ini harus dilawan. Di perguruan tinggi orang tidak pandai membaca. takuruang nak di lua (terhimpit maunya di atas. Secara signifikan. Dalam karya sastra bisa terjadi yang jahat itu yang dimenangkan. Dorongan sosial berhubungan erat dengan tingkah laku dan hubungan antarindividu dalam komunitasnya. yaitu dorongan religius. halaman 13. ibarat pepatah tahimpik nak di ateh.L. Maksudnya. harus diperbaiki.” katanya. Kita baca. Anak-anak tidak diajarkan pandai menulis oleh karena menulis itu membuka pikiran. untuk memahami karya sastra secara lebih mendalam diperlukan tiga dorongan yang mendasari kehidupan manusia yang menjadi pusat perhatian kegiatan penulisan sastra sejak awal zaman hingga sekarang. serta sikap dan pandangan terhadap ciptaan itu. Maka. Diajarkan itu ke anak-anak tentang orang munafik di tengah masyarakat kita yang banyak munafik. Ia juga melihat perkembangan sastra di Indonesia lagi macet. Yang benar. ia akan memfungsikan sastra. Orang berpikir kritis dan orang memahami konsep-konsep hidup. dirinya sendiri. terkurung maunya di luar). B. pukul 23.B. sosial. Maka. Metode Pengajaran Sastra. Anak-anak kan jadi tajam. 3 Religiusitas sastra nampak dalam kehidupan kebaktian beragama berdasarkan isnpirasi ajaran agama yang mencerminkan persepsi manusia sebagai `ciptaan`.” ujarnya.A. ”Sekarang sastra itu fungsinya apa?” tanyanya lirih. penuh perhitungan. sastra bukanlah sekadar istilah guna mengemukakan feomena yang sederhana atau gamblang. Ia mengatakan sangat tak tepat mengatakan orang Minang itu licik. Rahmanto. Yang benar galia (galir). Anak-anak tidak diajarkan membaca karena membaca itu memberikan anak-anak perbandingan-perbandingan. Banyak karya-karya sastra di Indonesia menceritakan hal-hal orang-orang munafik. saduran bebas dari The Teaching of Literature karangan H. diakses 29 Maret 2011. itu berarti menyuruh orang berpikir berbuat betul.mengemukakan pikiran. Moody. Orang Indonesia tidak punya strategi. dorongan sosial tersebut menghasilkan karya-karya 2 3 TokohIndonesiaDotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia). ia berharap. 7 . Pelajaran sastra adalah pelajaran orang berpikir kritis. umpamanya. ”Saya kira tak ada karya pengarang sekarang yang monumental. model pendidikan sastra atau mengarang di Indonesia sekarang merupakan strategi atau pembodohan. Dulu si pengarang itu. “Tapi saya pikir itu kebodohan. tapi bukan artinya sastra memuja yang jahat. Jadi. Oleh karena itu pemerintah tampaknya tidak mengajarkan sastra supaya orang tidak melihat orang-orang yang munafik. andai ia berkesempatan jadi menteri. Strategi ekonomi Indonesia itu apa? Strategi politik orang Indonesia itu apa? Strategi pendidikan orang Indonesia itu apa? Strategi kebudayaan orang Indonesia itu apa? Mau dijadikan apa bangsa kita? Kita tidak punya strategi. jadi terjadi pembodohan terhadap generasi-generasi akibat dari kekuasaan. Penerbit Kanisius.15 WIB. Lalu karya-karya itu konsepnya yang jahat lawan yang buruk. menurutnya.2 Istilah sastra dapat ditemukan dalam berbagai konteks pernyataan yang berbeda satu sama lain. karya mana saja yang baik.

dalam http://istayn. Karya sastra menerima pengaruh dari masyarakat dan sekaligus mampu memberi pengaruh terhadap masyarakat. he addresses an audience. Novel Kemarau banyak dibicarakan oleh para kritikus dari berbagai sudut pandang. kehidupan mencakup hubungan antarmasyarakat. Rene Wellek dan Austin Warren membahas hubungan sastra dan masyarakat sebagai berikut: Literature is a social institution. ada yang menganggapnya satiris berdasarkan pengalaman dan pengamatannya terhadap kehidupan manusia dan lingkungannya. Novel Kemarau merupakan karya sastra yang secara historis muncul dalam bentuk cerita bersambung yang dimuat dalam Harian Res Publica. Jakarta. in large measure. tahun 1964. Tokoh cerita digunakan oleh pengarang untuk mengungkapkan sikap dan perjuangan yang perlu dilakukan untuk mengubah paradigma yang mengikat dan telah membiasa dalam pikiran.ac. (1956:94)5 Senada dengan pernyataan di atas. seorang pengarang mengungkapkan problema kehidupan yang pengarang sendiri ikut berada di dalamnya. But. however hypothetical. eventhough the natural world and the inner or subjective world of the individual have also been objects of literary ‘imitation’. Jakarta. perkataan. The poet himself is a member of society. Masalah yang diungkapkan dalam novel ini selalu menarik dan layak bahas hingga kini. dan antarperistiwa yang terjadi dalam batin seseorang 4 5 A. dan perilaku perbuatan. 4.sastra yang bernuansa nilai-nilai hakikat hidup dan khidupan serta problema manusia di dalamnya. Penerbit Grasindo. bahkan penulis berusaha menjelajahi sisi pribadi dan kadang ingin mengubah alam kesadaran manusia. karya tersebut diterbitkan dalam bentuk novel. antarmasyarakat dengan orangseorang. Tinjauan pustaka Sastra merupakan pencerminan masyarakat. Padang. Jakarta. and ‘life’ is. Dikutip dalam Teori Satra.staff. 4 Oleh Penerbit Nusantara. a social reality. Navis: Karya dan Dunianya karangan Ivan Adilla. yang kemudian diolah lagi oleh Penerbit Dunia Pustaka Jaya. tahun 1997. dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial. They are conventions and norm which could have arisen only in society. pukul 22.A. antarmanusia. Damono dikutip Wahyudi Siswanto (2008) dalam Pengantar Teori Sastra mengungkapkan bahwa sastra menampilkan gambaran kehidupan. Bahkan seringkali masyarakat sangat menentukan nilai karya sastra yang hidup di suatu zaman. Karya sastra seringkali mengngkapkan keprihatinan penulis terhadap hakikat nilai-nilai dalam kaitannya dengan eksistensi manusia. halaman 167. Melalui karya sastra. furthermore. Bukittinggi. diakses 20 Maret 2011.25 WIB 8 . dan mulai tahun 1992 diolah oleh Penerbit Grasindo. literature ‘represent’ ‘life’. Gaya penyampaian pengarang memberikan kesan tersendiri. sementara sastrawan sendiri adalah anggota masyarakat yang terikat status sosial tertentu dan tidak dapat mengelak dari adanya pengaruh yang diterimanya dari lingkungan yang membesarkan sekaligus membentuknya.id/files/2010/10/teori-sastra-2.pdf. using as its medium language. Dorongan personal mengarah pada penjelajahan pribadi hingga muncullah biografi atau otobiografi. Dalam pengertian ini. possesed of a specific social status. a social creation. he recieves some degree of social recognition and reward.uns.

ekonomi. politik. Tapi hujan tak kunjung turun juga. Sutan Duano dikisahkan sebagai tokoh yang mempunyai niat dan semangat untuk mengubah kerangka berpikir warga kampung sekitar tempat tinggalnya. sastra mampu `mengubah kenyataan` -meski tidak langsung. ”Dan setelah tanah sawah mulai merekah. Pengantar Teori Sastra. Kondisi masyarakat yang masih tradisional dan memegang keyakinan di luar ajaran agama terlihat dalam Bab 1 tatkala pengarang membuat deskripsi latar cerita awal. Hanya asap tebal yang mengepul di sekitar rumah dukun itu terbang ke sawang bersama manteranya. misalnya untuk mendidik dan mengubah masyarakat pembacanya. Tema dan gaya yang ada dalam karya sastra yang bersifat pribadi itu harus diubah menjadi hal-hal yang bersifat sosial. dan masyarakat. mengadakan sembahyang kaul meminta hujan. pertentangan kelas. Ia berjuang di 6 Siswanto. . 2008. lingkungan. Sayangnya tidak ada bagian pendahuluan secara eksplisit.” (Navis. Ada beberapa orang pergi ke dukun. untuk kemudian dipergunakan memahami lebih dalam lagi gejala sosial yang di luar sastra. bahkan kebejatan mentalitas yang terjadi dalam masyarakat. Pandangan tersebut beranggapan bahwa sastra merupakan cermin langsung dari berbagai segi struktur sosial hubungan kekeluargaan. kebobrokan moral. Mereka pergilah setiap malam ke mesjid mengadakan ratib. dan lain-lain. 5. Dengan demikian.. 9 . karya sastra. Jakarta: Grasindo. diakhiri dengan bagian penutup.. Wahyudi. dan bahkan dapat dikatakan bahwa tanpa sosiologi.6 Pendekatan terhadap sastra yang mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan itu disebut sosiologi sastra dengan menggunakan analisis teks untuk mengetahiu strukturnya. Di sisi lain. Tujuan studi sosiologis dalam kesusastraan adalah untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai hubungan antara pengarang. Sastra juga berurusan dengan manusia dalam masyarakat sebagai usaha manusia untuk menyesuakan diri dan usahanya untuk mengubah masyarakat itu. Pendekatan sosiologi sastra yang paling banyak dilakukan saat ini menaruh perhatian yang besar terhadap aspek dokumenter sastra dan landasannya adalah gagasan bahwa sastra merupakan cermin zamannya. dan sebagainya. meskipun hal yang dimaksud sama dengan Bab 1 dalam novel itu. novel dapat dianggap sebagai usaha untuk menciptakan kembali dunia sosial yaitu hubungan manusia dengan keluarga. mulailah mereka berpikir. peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam batin seseorang yang sering menjadi bahan sastra adalah pantulan hubungan seseorang dengan orang lain atau dengan masyarakat dan menumbuhkan sikap sosial tertentu atau bahkan untuk mencetuskan peristiwa sosial tertentu.Bagaimanapun. sastra sebagai suatu alat dapat memberikan perjuangan pada kepentingan tertentu.sehingga dapat membuka mata masyarakat terhadap ketidakberesan apa pun. pemahaman kita tentang sastra belum lengkap. negara. Tapi dukun itu tak juga bisa berbuat apa-apa setelah setumpuk sabut kelapa dipanggangnya bersama sekepal kemenyan. Di samping juga mencerminkan kenyataan. Dalam hal itu tugas sosiologi sastra adalah mengubungkan pengalaman tokoh-tokoh khayal dan situasi ciptaan pengarang itu dengan keadaan sejarah yang merupakan asal usulnya. dukun yang terkenal bisa menangkis dan menurunkan hujan. Penerapan Novel Kemarau dikemas dalam 20 bab oleh pengarangnya. Dapat disimpulkan bahwa sosiologi dapat memberi penjelasan yang bermanfaat tentang sastra. 2003: 1).

Dan dua belek minyak tanah dan digantungkannya di kedua ujung bambu itu. Hal ini memperkuat bahwa amanat sampai kepada pembaca dengan baik. diakses 31 Maret 2011. Sastrawan. Pengarang menggunakan Sutan Duano sebagai profil ideal gambaran pribadi yang mempunyai niat dan semangat mengubah hidupnya di tengah zaman yang tak bersahabat. meski pengarang dikenal sebagai penulis bergaya satiris. Kemarau tidak bersifat dogmatis. dan berisi. Laki-laki itu bernama Sutan Duano. Ia seorang laki-laki sekitar 50 tahun. 7 Tokoh cerita dikemas sebagai pibadi yang mampu mengundang simpati masyarakat sekitar sehingga secara bertahap pola berpikir dan cara hidupnya mampu mengubah pola dan cara hidup masyarakat. 2003:1-2). dan jago mencemooh. 6. ”Hanya seorang petani saja berbuat lain. Diambilnya air ke danau dan ditumpahkannya ke sawahnya.tengah masyarakatnya untuk megubah watak masyarakat yang terbiasa menyerah pada takdir daripada bekerja keras `melawan nasib` guna memperbaiki kehidupannya.” (Navis.A. Sang Kepala Pencemoh dalam TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia). 7 Ali Akbar Navis (In Memoriam). dan berhenti waktu magrib hapmpir tiba. Untungnya sawahnya yang luas itu tidak begitu jauh dari tepi danau. Oleh A. sawah-sawah mulai kering matahari masih bersinar maraknya tanpa gangguan awan sebondong pun. Bahkan hal ini sering tak sejalan atau berbenturan dengan ajaran agama yang mereka ikuti. melainkan kisah perjuangan tokoh cerita dalam memahami dan menjalankan ajaran agama. Kerajinannya bekerja secara rutin dan teratur dengan memiliki agenda kegiatan dan jadwal yang tersusun dalam pikiran dan pola kebiasaan hidupnya terungkap dalam diri tokoh Sutan Duano. Lalu disandangnya di kedua ujung bambu itu. pukul 20.30 WIB 10 . diambilnya sekerat bambu. Ia mulai dari subuh dan berhenti pada jam sembilan pagi. Berdasarkan hal tersebut novel ini mempunyai peranan penting dalam khazanah sastra Indonesia dalam nuansa Islami. Pada ketika bendar-bendar tak mengalir lagi. Kemarau menampilkan problematika manusia dalam memahami dan menjalankan ajaran agama dalam konteks budaya dan tradisi yang berlaku dalam komunitas tertentu sebagai latar cerita. Navis tema di atas dikemas melalui pengunaan bahasa yang lugas. Badannya kekar dan tampang orangnya bersegi empat bagai kotak dengan kulitnya yang hitam oleh bakaran matahari.1 Kelebihan Kemarau Novel Kemarau mengemukakan sikap dan niat perjuangan seorang guru agama dalam mengubah fokus pikiran dan kerangka berpikir masyarakat yang masih diliputi penalaran tradisional penuh dengan kekuatan takhayul dengan memegang tradisi nenek moyang tanpa diikuti nalar sehat atau sikap kritis. Oleh karena itu. Ajaran agama dikemas oleh pengarang melalui nuansa motivasi tokoh dalam upaya memahami dan menjalankan ajaran agama di tengah masyarakatnya. sinis. Dan beberapa kali mengangkut tak dilupakannya mengisi kedua kolam ikannya. Lalu dimulainya lagi sesudah asar. Kelebihan dan Kekurangan Novel Kemarau 6. dialogis.

Moody. pukul 22. Metode Pengajaran Sastra. 2008.Melalui novel Kemarau A.A.ac. 2003.15 WIB. yang tak diketahuinya kegiatan itu disponsori oleh PKI. Kemarau. Cetkan ke-12. Akibatnya. pukul 20.A..B. Bastari Asnin mengemukakan kekecewaannya atas kehadiran A.pdf. saduran bebas dari The Teaching of Literature karangan H. Referensi/Bibliografi/Daftar Pustaka Adilla. Navis: Karya dan Dunianya. 1988. Apalagi bila hal itu dilihat pada bagian ujung cerita tentang nasib tokoh-tokoh ceritanya.A. Jakarta: Penerbit Grasindo. Sang Kepala Pencemoh dalam TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia). A.30 WIB Navis.id/files/2010/10/teori-sastra-2. Rahmanto. dikemas dalam rangkaian kata yang singkat dan deskriptif langsung sehingga tak memberikan peluang kepada pembaca untuk mengembangkan imajinasinya. B. Siswanto. A.uns. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Hanya saja novel ini diakhiri dengan pola pengahiran seperti cerita pendek dalam kemasan singkat. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. 2003. Pengantar Teori Sastra. Wahyudi. diakses 31 Maret 2011. dalam http://istayn. Navis berani menunjukkan dirinya sebagai penganut agama Islam yang baik. Navis dalam acara di Bali itu. A.L.2 Kekurangan Kemarau Novel Kemarau memang karya sastra yang Amat penting dalam sastra Indonesia dengan karakteristik bercerita pengarangnya yang khas menggelitik pikiran pembaca.25 WIB TokohIndonesiaDotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia).A. bukan sebagaimana ditudingkan oleh teman-teman sebelumnya bahwa ia penganut komunis akibat kesalahpahaman yang tk disengaja. Ivan. Pengarang mengakhiri cerita secara eksplisit jelas dan transparan. Teori Satra. diakses 29 Maret 2011. Naavis diundang dalam Konferensi Pengarang Asia-Afrika di Denpasar Bali.A. Ali Akbar Navis (In Memoriam). Ketika menggubah Robohnya Surau Kami menjadi drama yang ditampilkan di Universitas Gadjah Mada. 11 . Jakarta: Grasindo. Sastrawan. 6. Namun. Berdasarkan hal inilah Navis mempunyai greget menulis novel yang menunjukkan bahwa dirinya bukan komunis. Agustus 1963. dia dikucilkan oleh teman-teman pengarang lainnya di berbagai kota. diakses 20 Maret 2011.staff. pukul 23.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful