8B-1 sifat koefisien aktivitas koefisien Aktivitas memiliki sifat sebagai berikut : 1.

koefisien aktivitas dari suatu spesies adalah ukuran efektivitas dimana spesies tersebut mempengaruhi kesetimbangan yang terjadi di dalam larutan yang sangat encer, dimana kekuatan ionik sangat kecil, keefektivitasan ini menjadi tetap dan koefisien aktivitas adalah kesatuan. Dalam keadaan tertetentu, aktivitas dan konsentrasi molar dari spesies identik (begitu pula dengan termodinamik dan konsentrasi kesetimbangan tetap). Saat kekuatan ionik meningkat, bagaimanapun sebuah ion kehilangan keefektivitasannya, dan koefisien aktivitasnya meningkat, kita dapat meringkas perilaku tersebut dalam persamaan 8-2 dan 8-3. pada kekuatan ionik sedang, γ x < 1; saat larutan mendekati pengenceran tak terbatas, bagaimanapun, γ x → 1 dan a x → [ X ] dan K so → K sp . Pada saat kekuatan ion tinggi ( µ > 0,1 M), koefisien aktivitas sering bertambah dan bahkan lebih besar dari kesatuan. Karena interpretasi perilaku dari larutan sulit, kita harus membatasi diskusi untuk **** kekuatan ionik rendah dan sedang (dimana µ ≤ 0,1 M). Variasi dari koefisien aktivitas sebagai fungsi dari kekuatan ion dapat dilihat di gambar 8.3 2. dalam larutan yang tidak terlalu jenuh, koefisien akktifitas untuk beberapa jenis terbebas dari sifat elektrolit dan tergantung hanya pada kekuatan ionik. 3. untuk kekuatan ion tertentu, koefisien aktivitas dari suatu ion menyimpang jauh dari kesatuan sebagai muatan yang dibawa oleh spesies tersebut meningkat. Efek ini dapat dilihat di gambar 8.2. aktivitas koefisien dari molekul tak bermuatan kira-kira adalah kesatuan, tanpa memperhatikan kekuatan ion. 4. saat kekuatan ion tertentu, koefisien aktivitas dari ion yang memiliki muatan sama kira-kira setara. Perbedaan kecil yang terjadi dapat di hubungkan dengan diameter efektid dari ion terhidrasi. 5. koefisien aktivitas dari beberapa ion tertentu menjelaskan bahwa hal itu adalah perilaku efektif dalam kesetimbangan semua yang berpartisipasi 8B-2 Persamaan Debye-Hückel Pada tahun 1923, P. Debye dan E. Hückel menggunakan model atmosfer ion, yang telah dijelaskan di 8A-3, untuk memperoleh pernyataan teoritis yang memungkinkan perhitungan dari koefisien aktivitas dari ion berdasarkan muatan dan ukuran rata-ratanya. Persamaan ini, yang dikenal sebagai persamaan Debye-Hückel memiliki rumus sebagai berikut 0,51 Z 2 µ x − log γ x = (8-5) 1 + 3,3 α x µ Dimana γ x =koefisien aktivitas untuk spesies X Zx = muatan dari spesies X

Kielland telah mendapatkan nilai dari αx untuk banyak ion berdasarkan data-data eksperimen. bagaimanapun. Kenaikan dalam ukuran dan dalam muatan membuatnya lebih masuk akal secara kimia.3) (0.050.404 = 0. kemudian.3 dapat digunakan pada larutan encer di suhu 25°C. Dengan kata lain.51 ) (2) 2 0. tidak mungkin untuk menentukan sifat tiap-tiap ion dengan adanya ion yang memiliki muatan yang berlawanan dan molekul pelarut.40 Tabel 8-1 menunjukan bahwa γ Hg sehingga untuk µ = 0. Untuk ion dengan muatan lebih tinggi. Bandingkan nilai perhitungan dengan γ Hg yang didapat dengan penambahan dari data dalam tabel 8-1. nilai αx kira-kira 1. ktidakpastian dalam αx adalah faktor paling penting dalam menghitung koefisien aktifitas. 2+ −log γ Hg 2 + = (0.397 = 0.015 (0.085 = 0. dalam tabel ini juga diperlihatkan koefisien aktifitas yang dihitung dari persamaan 8-5 menggunakan nilai ini untuk parameter ukuran.085 1 + (3. nilai lainnya harus digunakan pada suhu lainnya. koefisien aktivitas dapat dihitung melalui data dalam tabel 8-1 yang sependapat dengan nilai percobaan.4016 1 γ Hg γ Hg = 2. Penentuan percobaan dari koefisien aktivitas ion tunggal yang mana ditunjukan di tabel 8-1 sayangnya tidak mungkin dilakukan karena seluruh metode eksperimen hanya memberikan koefisien aktivitas dari ion bermuatan negatif atau positif dalam larutan.46 − 0.100 dan 0. Semakin besar muatan dari ion. penyebut dalam persamaan Debye-Hückel disederhanakan menjadi sekitar 1 + µ .38 + 0. = 0.46 saat µ = 0. terdapat ketidakpastian yang cukup besar tentang besarnya αx dalam persamaan 8-5. Contoh 8-3 Gunakan persamaan 8-5 untuk menghitung koefisien aktifitas dari Hg2+ dalam larutan yang memiliki tingkat ionik 0.5 nm untuk diameter efektif dari ion tersbut. Perlu dicatat bahwa penyebut kedua berkaitan dengan yang pertama apabila kekuatan ionik kurang dari 0. Hal ini seharusnya ditunjukkan. sehingga pada kekuatan ionik ini. makin besar pula nilai kepolaran dari molekul air yang akan terikat dalam solvation shell dari ion tersebut.38 saat µ = 0.38 ) = 0.αx = diameter efektif dari ion terhidrasi dalan nanometer (10-9 m) µ = kekuatan ionik dari larutan\ Konstanta 0.0 nm.01. nilai yang terjadi adalah sekitar 0.050 .40 0.5 dan 3.52 2+ 2+ = 0. Nilai terbaiknya untuk diameter efektif dapat dilihat ditabel 8-1. Sayangnya.85 γ Hg 2+ 2+ =0. gunakan 0.3 nm hampir untuk keluruhan ion bermuatan tinggal.085.5) 0.

kedua γ A dan γ B . 1 Sangat penting untuk mengerti bahwa prosedur ini tidak dapat memberikat data eksperimen yang cukup untuk dapat digunakan pada perhitungan dari jumlah individual γ A dan γ B dan tampaknya tidak ada penambahan informasi dari eksperimen yang dapat mengevaluasi dari jumlah ini. Contoh 8-4 Temukan kesalahan relatif yang didapat dari pengabaian aktifitas dalam menghitung kelarutan dari Ba(IO3)2 dalam 0. Kecuali telah ditentukan. jika K sp = [ A] m m n m [ B ] n .033 M larutan Mg(IO3)2. persamaan akan gagal. dan pernentuan percobaan dari koefisien aktifitas masing-masing spesies adalah mustahil. 57 x 10-9 . Sebagai contoh. tetapi tidak mungkin suatu eksperimen untuk menyelesaikan hal ini kedalam koefisien aktivitas individu untuk γ A dan γ B . kelarutan termodinamik dari hasil untuk Ba(IO3)2 adalah 1. Fitur 8-1 Koefisien aktifitas utama dari elektrolit AmBn dapat dijelaskan sebagai berikut m n γ ± = koefisien aktifitas utama = γ A γ B ( ) 1 /( m + n ) Koefisien aktivitas utama dapat ditentukan dengan beberapa cara.adalah 1).Hubungan Debye-Hückel dan data dalam tabel 8-1 sangat memuaskan dalam nilai koefisien aktifitas dalam kekuatan ionik hinga kira-kira 0.γ ± +n kita mendapatkan Ksp dengan menghitung kelarutan dari AmBn dalam larutan dimana konsentrasi elktrolit mendekati nol (dimana. 8B-3 Perhitungan Kesetimbangan Menggunakan Koefisien Aktivitas Perhitungan kesetimbangan dengan nilai hasil kegiatan dan hasil percobaan lebih dapat disetujui dibandingkan dengan hasil yang didapat dari konsentrasi molar.1. dan demikian pula dengan ketetapan kesetimbangan termodinamik. Situasi ini umum. jika melewati nilai ini. dan penentuan percobaan koefisien aktivitas utama harus digunakan. Sebuah perhitungan kelarutan kedua pada kekuatan ionik µ akan memberikan nilai untuk [A] 1 m n m dan [B]. Contoh dari penjelasan tadi adalah bagaimana koefisien aktifitas dari table 8-1 diterapkan pada data tersebut. Data ini kemudian dapat digunakan untuk perhitungan γ A γ B = γ ± + n untuk kekuatan ionik µ . konstanta kesetimbangan yang didapat dari tabel biasanya berdasarkan saat aktifitas itu terjadi.γ A γ B = [ A] m [ B ] n .

8 x10 [Ba ] = solubility =1. K sp = [Ba ][IO ] = 6. Penyederhanaan ini dapat dibenarkan. Dalam menghitung µ . mengingat kelarutan yang rendah dari barium iodat dan konsentrasi tinggi dari Mg(IO3)2. dimana kita dapat menemukannya pada kekuatan ionik 0. kita dapat menganggap bahwa ion Ba2+ dan IO 3 dari endapan tidak mempengaruhi kekuatan ionik dari larutan. dalam situasi dimana tidak memungkinkan untuk membuat asumsi seperti itu. yaitu .78 3 Apabila perhitungan kekuatan ionik tidak cocok dengan nilai manapun dalam tabel.56 x 10 2+ 2 -9 2+ [IO ] = 2 x 0. Lihat ke tabel 8-1.066 3 2+ -6 solubility = Ba 2 + [ ] M Jika kita mengabaikan aktifitas. Konsentrasi dapat digunakan untuk mendapat nilai µ yang lebih baik.033 + [Ba ] ≈ 0.38 dan γ IO − = 0. Ganti aktifitas dalam persamaan ini dengan koefisien aktifitas dan konsentrasi dari persamaan hasil 8-2 2+ 2 γ Ba [ Ba 2+ ] .0 9 9≈ 0.57 x10 -9 2 Dimana a Ba dan a IO3− adalah aktifitas dari barium dan ion iodat.0 3 3x 4 + 0 .066 ) = 6. Kekuatan ionik dari larutan didapat dengan mensubstitusi dalam persamaan 8-1 : .8 x10 2+ 3 1.1 2 γ Ba = 0. Pengaturan kembali pernyataan ini maka didapat K sp . kelarutan yang didapat adalah seperti yang diperlihatkan sebelumnya. 2 γ Ba dan γ IO3− dapat dihitung dengan menggunakan persamaan 8-5. Mensubtitusi kedalam pernyataan kelarutan termodinamik produk mengahsilkan 2+ 2+ = 12 ( 0.57 x 10 -9 = 6.38 )( 0. kita menulis pernyataan untuk kelarutan produk dalam hal kegiatan : 2 a ba 2 + .Pada awalnya. K sp = = Ba 2+ IO 3 (8-6) 2 γ Ba 2 − .γ IO2 2+ [ ][ ] 3 Dimana K sp adalah konsentrasi berbasis kelarutan produk.78 ) -9 Masukan dalam perhitungan kelarutan sebelumnya [Ba ](0.a IO3 = K sp = 1.8 x 10 -9 2 (0.0 6 61) = 0.1 x µ= 1 2 ( [ M g ] x 2 + [ IO ] x1 ) 2+ 2 3 2 . konsentrasi dari kedua ion dapat diperkirakan dengan perhitungan kelarutan dimana aktifitas dan konsentrasi diasumsikan setara (seperti dalam contoh 7-5 7-6-dan 7-7). γ IO [IO 3 ] = Ksp 2 2− 3 Dimana γ Ba dan γ IO3− adalah koefisien aktivtas untuk 2 ion.

0 5 0 0 12 + 0 .050 M Kekuatan ionik dari larutan µ = 12 ( 0 .4 x 10 -3 Catat pengabaian koefisien aktifitas memberikan [H3O+] = 7.1 x 10-4 : [ H 0] NO -2 = Ka .86 x 0.[Ba ] 2+ = 1.1 x 10 -4 x 1. . mengabaikan koefisien aktifitas dapat diperkenalkan sebagai suatu kesalahan numerik dalam perhitungan yang signifikan dalah hal ini. γ NO2 0. dapat ditulis γ HNO 2 = 1.80 γ H 3O = 0. sebagai contoh.56 x 10 -6 x100% = -77% 1. pengabaian aktifitas dalam contoh 8-4 mengahsilkan kesalahan relatiif sekitar -77%.3 x 10 -4 Ka 'a = 3 [ HNO 2 ] γ H 3O .56 x 10 -6 Contoh 8-5 Gunakan aktifitas untuk menghitung konsentrasi ion hidronium dalam larutan HNO2 0.0 5 0x12 ) x 0 − 2 Dalam tabel 8-1 pada kekuatan ion 0.120 M dan NaCl 0. γ HNO2 = 5. Hal ini seharusnya dapat dilihat dengan jelas dalam beberapa contoh diatas. dari peraturan ke 3 (halaman 152).81 [ ] Lakuan seperti contoh 7-9.3 x 10 -4 = 9. Pembaca harusnya dapat waspada tentang kondisi seperti itu.57 x10 -9 = solubility = 3. Untuk semua tujuan.066 ) 2+ relative error = 3. kesalahan diperkenalkan dengan anggapan dari kesatuan koefisien aktifitas tidak cukup besar untuk menuju ke kesimpulan yang salah.8 x 10-3 8B-4 Penghilangan Koefisien Aktifitas dalam Perhitungan Kesetimbangan Kita dapat mengabaikan koefisien aktifitas dan dengan mudah dapat menggunakan konsentrasi molar dalam aplikasi di hukum kesetimbangan.0 = 7. Perhitungan cara lain ini menyederhanakan perhitungan dan dengan baik meningkatkan jumlah data yang dibutuhkan.86 Juga. kita dapat tulis : [ H 3 O] = 0.050 dapat ditemukan γ NO = 0.0 Ketiga nilai ini untuk γ dapat digunakan perhitungan dari konsentrasi-berbasis konstranta disosiasi dari konstanta termodinamik dari 5.60 x 10 -7 −1.60 x 10 -7 M 2 [Ba ](0. Catatan.120 x 7. dimana penggantian dari konsentrasi ke aktifitas tampaknya membuat kesalahan perhitungan menjadi besar. bagaimanapun.

01) dari non elektrolit atau dari ion bermuatan tunggal. . Penting untuk dicatat bahwa kenaikan dalam kelarutan menyebabkan munculnya ion yang sama hingga endapan yang merupakan bagian dari penetralan dari konsentrasi asosiasi ion dengan adanya kandungan garam dalam ion yang sama. Dengan larutan encer (ionic strenght < 0. konsentrasi yang digunakan berdasarkan perhitungan hukum massa sering menunjukan hasil yang akurat.01 atau lebih besar) atau saat ion yang terlibat memiliki muatan ganda (tabel 8-1).Perbedaan signifikan terjadi ketika kekuatan ionik besar (0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful