BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam bahasa kimia, tiap zat murni yang diketahui, baik unsure maupun senyawa, mempunyai nama dan rumus uniknya sendiri. Cara tersingkat untuk memerikan suatu reaksi kimia ialah menulis rumus untuk tiap zat yang terlibat dalam bentuk suatu persamaan kimia. Suatu persamaan kimia sejumlah besar informasi mengenai zat – zat yang terlibat yang terlibat. Proses membuat perhitungan yang didasarkan pada rumus – rumus dan persamaan – persamaan berimbang dirujuk sebagai stoikiometri ( dari kata Yunani : stoicheion, unsure dan metria, ilmu pengukuran). Sebagai tahap pertama dalam perhitungan stoikiometri, akan dijelaskan sedikit penulisan rumus untuk zat – zat. Rumus suatu zat menyatakan jenis dan banyaknya atom yang bersenyawa secara kimia dalam suatu satuan zat. Terdapat beberapa jenis rumus, diantaranya ialah rumus molekul dan rumus empiris. Suatu rumus molekul menyatakan banyaknya atom yang sebenarnya dalam suatu molekul atau satuan terkecil suatu senyawa. Suatu rumus empiris menyatakan angka banding bilangan bulat terkecil dari atom – atom dalam suatu senyawa. Persamaan kimia terdiri dari tiga hal, yaitu pereaksi, anak panah, dan hasil reaksi. Pereaksi adalah zat mula – mula yang terdapat sebelum reaksi terjadi. Hasil reaksi adalah zat apa saja yang dihasilkan selama reaksi kimia berlangsung. Suatu reaksi kimia berimbang menunjukkan rumus pereaksi kemudian anak panah dan hasil reaksi dengan jumlah atom dikiri dan dikanan anak panah sama. Dalam percobaan kali ini akan dilakukan pengukuran volume dan suhu dari masing – masing larutan NaOH, H2SO4, dan HNO3. Dan juga akan mengukur suhu 62 meringkaskan dalam reaksi.

Persamaan itu tidaklah sekedar pernyataan kualitatif yang menguraikan zat – zat

campuran NaOH – HNO3 , dan NaOH – H2SO4. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan suhu larutan sebelum dan sesudah dicampurkan. Sehingga dapat diketahui letak titik maksimumnya. Selain itu, melalui percobaan ini dapat juga diketahui apakah dalam proses pencampuran tersebut terjadi reaksi endoterm atau eksoterm. 1.2 • • • Tujuan Mengetahui perbedaan reaksi stoikiometri dan non-stoikiometri Mengetahui pengertian dari reaksi endoterm dan eksoterm Mengetahui pengertian dari pereaksi pembatas

63

PERSAMAAN KIMIA Suatu pereaksi ialah zat apa saja yang mula – mula terdapat dan kemudian diubah selama suatu reaksi kimia. HUKUM-HUKUM DASAR ILMU KIMIA • Hukum Kekekalan Massa 64 . yaitu meliputi bermacam pengukuran yang lebih luas dan meliputi perhitungan yang didasarkan pada rumus – rumus dan persamaan – persamaan berimbang dirujuk sebagai stoikiometri. Suatu hasil reaksi ialah zat apa saja yang dihasilkan selama reaksi kimia. stoikiometri artinya mengukur unsure – unsure.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Kata stoikiometri berasal dari bahasa Yunani stoicheion. kemudian suatu anak panah. dua hydrogen dan satu oksigen. sama seperti molekul oksigen (O 2). menghasilkan dua molekul air. Molekul air (H2O) merupakan molekul triatom karena terdiri dari tiga atom. dengan banyaknya atom tiap unsure dikiri dan dikanan anak panah sama. Istilah ini umumnya digunakan lebih luas. Suatu persamaan kimia ( atau persamaan kimia berimbang ) menunjukkan rumus pereaksi. misalnya persamaan berimbang untuk reaksi antara hydrogen dan oksigen yang menghasilkan air ditulis sebagai 2H2O + O2 2H2O Rumus H2 menyatakan bahwa sebuah molekul hydrogen tersusun dari dua atom itu adalah molekul diatom. Persamaan itu menyatakan bahwa dua molekul hydrogen bereaksi dengan satu molekul oksigen. dan lalu rumus hasil reaksi. artinya unsur. Dari literatur.

Hukum kekekalan massa dikemukakan oleh Antonio Laurent Lavoisier (1785) yang berbunyi : massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama. • Hukum Perbandingan Volume Hubungan antara volume dari gas – gas dalam reaksi kimia telah diselidiki oleh Joseph Louis Gay – Lussac dalam tahun 1905. volume gas – gas hasil reaksi. Contoh. Kemudian lahir hokum proust atau hokum perbandingan tetap yang berbunyi : setiap senyawa terbentuk dari unsure – unsure dengan perbandingan tetap. • Hukum Perbandingan Tetap Setelah munculnya hokum kekekalan massa. H2 (g) + Cl2 (g) 2HCl (g) 65 . H2 (g) + ½ O2 (g) 1 gr 2 gr • 8 gr 16 gr 18 gr H2O (l) 9 gr Hukum Perbandingan Ganda 32 John Dalton (1804) adalah orang yang pertama kali meneliti kasus adanya perbandingan tertentu suatu unsure – unsure yang dapat membentuk senyawa lebih dari satu. massa unsure berikutnya dalam senyawa – senyawa itu akan berbanding sebagai bilanagan bulat positif dan sederhana. bila diukur pada suhu dan tekanan yang tetap akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. Hokum perbandingan ganda berbunyi : bila dua macam unsure yang sama banyaknya. hasil penelitian ini lahir hokum perbandingan tetap yang berbunyi : volume gas – gas yang bereaksi. Contoh. Hasil penelitiannya menunjukkan perbandingan massa unsure – unsure yang membentuk suatu senyawa tetap. maka sekitar tahun 1800 Joseph Louis Proust melakukan penelitian tentang hubungan massa unsur unsur yang membentuk senyawa. yang dikenal dengan nama hokum perbandingan tetap.

rumus mereka adalah H2. yang hamper selalu berupa molekul diatom. Misalnya. 2H2 (g) + 1V 1 n mol O2 (g) 1V 1 n mol 2V 2n mol 2molekul 2H2O (g) 2 molekul 1molekul PENULISAN RUMUS KIMIA Rumus suatu zat menyatakan jenis dan banyaknya atom yang bersenyawa secara kimia dalam suatu satuan zat. Unsure kebanyakan ditulis berupa lambangnya saja. menyatakan banyaknya atom yang sebenarnya yang terdapat dalam molekul atau satuan terkecil dari suatu senyawaan. Namun terdapat tujuh unsure yang lazim dikenal.besi. Cl2. misalnya molekul S8 dari belerang dan molekul P4 dari fosforus. semua gas yang volumenya sama akan mengandung molekul yang sama cacahnya. F2. I2. • Rumus molekul. misalnya H 2O2 mempunyai rumus empiris HO. klor. O3. yakni hydrogen.Fe. ozon.perak. dan iod . yang juga berbentuk molekul dengan dua atom atau lebih yang disebut molekul poliatom.Na. N2. O2. Disamping itu oksigen mempunyai suatu bentuk triatom yang khusus. antara lain : • Rumus unsur. Natrium. oksigen. brom. Ada beberapa jenis rumus. ada unsure – unsure selain yang tujuh tersebut diatas. fluor. nitrogen. Contoh.Ag. 66 . dan timah. Br2.1L • Hukum Avogadro 1L 2L Pada tahun 1911 Amedeo Avogadro mengemukakan : pada suhu dan tekanan yang tetap. • Rumus empiris. Sn. menyatakan perbandingan bilangan bulat terkecil dari atom – atom yang membentuk suatu senyawa.

66 . adalah dua kali dari rumus empiris HO ).99 .011 CO2 + H2O CO2 + 2H2O ( persamaan berimbang ) + O2 CO2 + H2O + Oksigen karbon dioksida + air 67 . dan 3) berimbangkan persamaan dengan memilih koefisien bilangan bulat yang sesuai untuk tiap rumus. 10-24 gram. Dengan menggunakan sma atom hydrogen. seperti CCl4. 10-23 gram dan bobot atom oksigen 2. MgCl2.67 . Proses tiga tahap ini dapat dipaparkan dengan menggunakan pembakaran metana. MENULIS PERSAMAAN BERIMBANG Untuk menulis suatu persamaan berimbang dapat diikuti suatu proses tiga tahap : 1) tulislah nama pereaksi. Untuk memudahkan penulisan digunakan satuan massa atom. Bobot sebuah atom hydrogen 1. ( rumus molekul H2O2 . 2) tulis ulang pernyataan ini dengan menggunakan rumus untuk tiap zat . karbon. 10-23 gram. kemudian suatu anak panah dan kemudian nama – nama hasil reaksi .  Suatu senyawa dalam keadaan padat dapat memiliki rumus empiris ( seperti NaCl. atau NaNO3 ) dan tidak memiliki rumus molekul.0079 sma . bobot atom karbon 1.  Rumus molekul dapat merupakan penggandaan dari rumus empiris. sma. 12. suatu penyusun gas alam : Tahap 1 Metana Tahap 2 CH4 Tahap 3 a) CH4 + O2 b) CH4 + 2O2 BOBOT ATOM Atom begitu kecil sehingga sukar dibandingkan dengan benda apa saja yang kita kenal. dan oksigen masing – masing adalah 1.Terdapat tiga kemungkinan hubungan yang perlu dipertimbangkan :  Rumus empiris dan rumus molekul dapat identik.

Begitupula bobot dari 6.sma . karena tertinggal sejumlah yang tak bereaksi. Jadi. Satu sma setara dengan sekitar 1.00 gram : 28. Pereaksi atau pereaksi lain dikatakan berlebihan.01 gram adalah 6. MOL Metode eksperimen modern membuktikan bahwa banyaknya atom karbon dalam 12. 10-24 gram atau 1 gram = 6. 1023 atom oksigen . 1023 sma.01 gram. 44.01 gram . molekul CO dan CO2 masing – masing 16.022 . 15.022 .999 sma. 1023 (bilangan Avogadro). CARA MENYATAKAN KONSENTRASI o Bobot ekivalen Adalah bobot dalam satuan gram suatu zat atau senyawa atau unsure yang diperlukan untuk memberikan atau bereaksi dengan 1 mol proton (H +). 1023 partikel PEREAKSI PEMBATAS DAN BERLEBIHAN Perhitungan banyaknya pereaksi yang diperlukan atau hasil – hasil yang diperoleh dilakukan berdasarkan angka banding stoikiometri yang ditunjukkan dalam persamaan – persamaan berimbang. BOBOT MOLEKUL Adalah jumlah bobot atom – atom yang ditunjukkan dalam rumus molekulnya. 1 mol zat = gram / BM = 6. sedang pada reaksi redoks yang dimaksud dengan bobot ekivalen adalah bobot dalam satuan gram suatu zat atau unsure atau senyawa yang diperlukan untuk 68 .661 .022 . Pereaksi pembatas ialah zat yang bereaksi habis dan karena itu membatasi kemungkinan diperpanjangnya reaksi itu. Hampi selalu terdapat pereaksi yang kurang banyak ketimbang yang dibutuhkan agar semua pereaksi bersenyawa.022 .

o Normalitas (N) Adalah cacah larutan yang mengandung ekivalen terlarut setiap volume larutan. Molalitas (m) Adalah cacah mol terlarut setiap kilogram pelarut. o Fraksi Mol 69 .memberikan atau menerima satu mol electron. Hubungan antara bobot molekul dengan bobot ekivalen dinyatakan dengan persamaan. BE = BM / n atau EW = MW / n . dimana BE : bobot ekivalen EW : ekuivalent weight BM : bobot molekul MW : molecular weight n : cacah mol proton (H+) atau cacah mol electron o Persentase (%) o Molaritas Adalah cacah mol zat terlarut setiap tertentu ( 1 liter ) larutan.

Adalah perbandingan antara cacah mol suatu komponen dengan cacah mol semua pembentuk larutan.1. BAB 3 METODOLOGI PERCOBAAN 3.1 Alat .1 Alat dan bahan  Gelas kimia 10 0ml  Thermometer  Gelas ukur 25 ml 3. o Bagian perjuta (part per million = ppm ) Didefinisikan sebagai cacah terlarut dalam satu juta cacah larutan atau bagian suatu komponen dalam satu juta bagian campuran. dengan demikian fraksi mol ini selalu dituliskan dengan indeks komponennya.alat 70 .

2.  Di ambil 6ml larutan HNO3 2M.1 Stoikiometri larutan NaOH 2M 71 .  Diambil 4ml larutan NaOH 2M  Diukur suhu NaOH dan dicatat suhunya  Diambil 4ml larutan HNO3 2M  Diukur suhu HNO3 dan dicatat suhunya  Dicampur larutan NaOH dan larutan HNO3  Diukur suhu campuran dan dicatat suhunya  Diambil 6ml larutan NaOH 2M  Diukur suhu NaOH dan dicatat suhunya  Diambil 2ml larutan HNO3 2M  Diukur suhu HNO3 dan dicatat suhunya  Dicampur larutan NaOH dan larutan HNO3 3. Pipet volume 3.2 Prosedur Percobaan  Diukur suhu NaOH dan dicatat suhunya.  Diukur suhu campuran dan dicatat suhunya.  Diukur suhu HNO3 dan dicatat suhunya.1.2 Bahan – bahan  Larutan NaOH 2M  Larutan H2SO4 2M  Larutan HNO3 2M 3.  Di campur larutan NaOH dan larutan HNO3.

2 Stoikiometri sistem NaOH – H2SO4  Diambil 2ml larutan NaOH 2M  Diukur suhu NaOH dan dicatat suhunya  Diambil 6ml larutan H2SO4 2M  Diukur suhu H2SO4 dan dicatat suhunya  Dicampur larutan NaOH dan H2SO4  Diukur suhu campuran dan dicatat suhunya  Di ambil 4ml larutan NaOH 2M  Diukur suhu NaOH dan dicatat suhunya  Diambil 4ml larutan H2SO4 2M  Diukur suhu H2SO4 dan dicatat suhunya  Dicampur larutan NaOH dan H2SO4  Diukur suhu campuran dan dicatat suhunya  Diambil 6ml larutan NaOH 2M  Diukur suhu NaOH dan dicatat suhunya  Diambil 2ml larutan H2SO4 2M  Diukur suhu H2SO4 dan dicatat suhunya  Dicampur larutan NaOH dan H2SO4  Diukur suhu campuran dan dicatat suhunya 72 .2. Diukur suhu campuran dan dicatat suhunya 3.

BAB 4 HASIL DAN PENGAMATAN 4.1 Hasil Pengamatan 73 .

008 mol NaNO3 + H2O 0.2.004 = 0.012 mol 0.504 gram Massa H2O = Mr x mol = 18 x 0.2 Volume H2SO4 6ml 4ml 2ml Suhu NaOH 30 C 30o C 30o C o Suhu H2SO4 29o C 29o C 29o C Suhu campuran 31o C 34o C 32o C Reaksi dan perhitungan NaOH + HNO3 NaNO3 + H2O Na2SO4 + 2H2O 4.2.004 mol Bereaksi 0.004 mol 0.004 mol + HNO3 0.072 gram 74 .004 mol 0.004 mol Massa HNO3 = Mr x mol = 63 x 0.004 mol 0.2.Stoikiometri sistem NaOH – HNO3 Volume NaOH 2ml 4ml 6ml Volume HNO3 6ml 4ml 2ml Suhu NaOH 30 C 28oC 30oC o Suhu HNO3 31 C 31oC 31oC o Suhu campuran 35oC 32oC 35oC Stoikiometri sistem NaOH – H2SO4 Volume NaOH 2ml 4ml 6ml 4.2 Perhitungan 4.1 Reaksi 2NaOH + H2SO 4.004 mol 0.1 Mula Sisa 2ml NaOH 2M dan 6 ml HNO3 2M NaOH 0.008 = 0.2.

004 mol Massa NaOH = Mr x mol = 40 x 0.Massa NaNO3 = Mr x mol = 85 x 0.008 mol NaNO3 + H2O Bereaksi 0.008 = 0.68 gram Massa H2O = Mr x mol = 18 x 0.008 mol Massa NaNO3 = Mr x mol = 85 x 0.008 mol 0.008 mol 0.34 gram 4.2.012 mol 0.008 = 0.2 Mula Sisa untuk 4ml NaOH 2M dan 4ml HNO3 2M NaOH 0.2.004 = 0.008 mol Bereaksi 0.008 mol 0.004 75 .008 mol 0.32 gram Massa NaNO3 = Mr x mol = 85 x 0.004 mol 0.004 mol NaNO3 + H2O 0.004 mol 0.004 mol 0.008 = 0.144 gram 4.3 Mula Sisa untuk 6ml NaOH 2M dan 2ml HNO3 2M NaOH + HNO3 0.008 mol + HNO3 0.004 mol 0.2.008 mol 0.004 mol 0.2.

004 mol 0.= 0.002 mol 0.008 mol Massa H2SO4 = Mr x mol = 98 x 0.004 mol 0.002 = 0.004 76 .004 mol + H2SO4 0.002 mol 0.004 mol Massa H2SO4 = Mr x mol = 9.98 gram Massa Na2SO4 = Mr x mol = 142 x 0.2.004 mol Na2SO4 + H2O Bereaksi 0.004 mol 0.012 mol 0.01 mol 0.2.5 Mula Sisa untuk 4ml NaOH dan 4 ml H2SO4 2M 2NaOH 0.008 mol 0.34 gram Massa H2O = Mr x mol = 18 x 0.8 x 0.2.002 mol 0.004 mol 0.004 = 0.284 gram Massa H2O = Mr x mol = 18 x 0.2.004 mol Na2SO4 + 2H2O Bereaksi 0.072 gram 4.01 = 0.072 gram 4.004 mol 0.4 Mula Sisa untuk 2ml NaOH 2M dan 6ml H2SO4 2M 2NaOH 0.004 mol 0.008 mol + H2SO4 0.004 = 0.

004 mol 0. sehingga tidak ada mol sisa dalam pereaksi atau tidak ada reaksi pembatas.004 = 0.004 mol = Mr x mol = 40 x 0.568 gram Massa H2O = Mr x mol = 18 x 0.004 = 0.3 Pembahasan Reaksi stoikiometri adalah suatu reaksi kimia dimana pereaksi dalam reaksi tersebut habis bereaksi.6 Mula Sisa 0.2.144 gram untuk 6ml NaOH 2M dan 2ml H2SO4 2M 2NaOH 0.008 = 4.2.144 gram 4.008 mol Na2SO4 + 2H2O Bereaksi 0.008 mol 0.012 mol 0.16 gram + H2SO4 0.004 mol 0.392 gram Massa Na2SO4 = Mr x mol = 142 x 0.568 gram Massa H2O = Mr x mol = 18 x 0.004 mol 0.008 mol Massa NaOH Massa Na2SO4 = Mr x mol = 142 x 0.004 = 0.= 0. Contoh : 4ml HCl 2M direaksikan dengan 8ml KOH 1M 77 .008 = 0.004 mol 0.

05 mol bahwa NaOH 0. Contohnya pada percobaan tersebut adalah reaksi antara NaOH dan H2SO4.Jawab : HCl Mula Sisa + KOH KCl + H 2O 0.05 mol 0. Pereaksi pembatas adalah zat yang habis bereaksi dank arena itu membatasi kemungkinan diperpanjangnya reaksi itu. suhu.008 mol 0. Hal itu dibuktikan dengan suhu setelah terjadi reaksi akan lebih tinggi daripada suhu sebelum reaksi ( T > 0). Reaksi eksoterm adalah reaksi pembebasan panas dari sistem ke lingkungan sehingga suhu lingkungan bertambah dan terjadi pada tekanan tetap.008 mol adalah suatu reaksi 0.008 mol 0. Salah satu sifat fisik tertentu dipilih untuk diperiksa.008 mol 0. Sedangkan reaksi nonstoikiometri sehingga ada pereaksi pembatasnya.15 mol 0. volume. Contoh : 25 ml NaOH 2M direaksikan dengan 50ml HNO3 3M Jawab : Mula Sisa Dari NaOH 0.05 mol adalah pereaksi NaNO3 + H2O dimana pereaksinya tidak habis bereaksi atau pereaksi masih ada mol sisanya. dan daya serap.05 mol diatas + HNO3 0.008 mol Jadi.008 mol 0.008 mol 0. Sedangkan reaksi endoterm merupakan reaksi penyerapan panas dari lingkungan sehingga suhu lingkungan berkurang atau dengan kata lain kalor mengalir dari lingkungan 78 .05 mol perhitungan pembatasnya.05 mol 0.008 mol - Bereaksi 0. Metode variasi kontinyu yaitu dilakukan serangkaian pengamatan yang kuantitas molar totalnya sama tetapi masing – masing molar pereaksinya berubah – ubah (bervariasi). seperti misalnya massa. Hal ini menunjukkan bahwa entalpi dari hasil reaksi lebih rendah daripada entalpi pereaksi – pereaksi (kalor mengalir dari sistem ke lingkungan yang mengakibatkan entalpi sistem jadi berkurang). Bereaksi 0.05 mol 0. karena NaOH habis bereaksi. dalam reaksi diatas semua pereaksinya habis bereaksi sehingga tidak ada pereaksi pembatasnya.1 mol dapat diketahui 0.

volume H2SO4 2M sebanyak 4ml memiliki suhu 31oC. titik maksimumnya adalah 34oC yaitu pada 4 ml NaOH 2M dengan 4ml HNO3 2M. sedangkan suhu campuran kedua larutan tersebut adalah 32oC. volume H2SO4 2M sebanyak 2ml memiliki suhu 29oC. volume NaOH 2M sebanyak 2ml ketika diukur suhunya 30oC.sedangkan suhu campuran kedua larutan tersebut adalah 35 oC.kedalam sistem yang mengakibatkan entalpi sistem berubah (bertambah). volume NaOH 2M sebanyak 6 ml ketika diukur suhunya 30oC. pada percobaan kelima. sedangkan suhu campuran kedua larutan tersebut adalah 35oC. volume H2SO4 2M sebanyak 6ml memiliki suhu 31oC. volume NaOH 2M sebanyak 4 ml ketika diukur suhunya 30oC . Titik maksimum adalah titik tertinggi dari suhu campuran yang terdapat dalam campuran NaOH – H2SO4 dan campuran NaOH – HNO3. karena kalor mengalir dari lingkungan ke sistem. Pada percobaan kedua. Untuk reaksi endoterm. volume NaOH 2M sebanyak 6 ml ketika diukur suhunya 30oC. sedangkan suhu campuran kedua laru8tan tersebut adalah 31oC. volume NaOH 2M sebanyak 4ml ketika diukur suhunya 28 oC. dalam percobaan NaOH – HNO3. Pada percobaan tersebut tidak terdapat contoh reaksi endoterm karena suhu pada setiap percobaan tersebut setelah terjadi reaksi lebih tinggi daripada suhu sebelum reaksi. volume H2SO4 2M sebanyak 6 ml memiliki suhu 29oC. titik maksimumnya adalah 35oC yang terdapat dalam 2ml NaOH 2M dan 6 ml H2SO4 2M. sedangkan suhu campuran kedua larutan tersebut adalah 34oC. volume NaOH 2M sebanyak 2 ml ketika diukur suhunya 30oC. Pada percobaan ketiga. volume H2SO4 2M sebanyak 4ml memiliki suhu 29oC. volume H2SO4 2M sebanyak 2 ml memiliki suhu 31oC. dalam percobaan NaOH – H2SO4. Pada percobaan pertama. maka suhu setelah terjadi reaksi akan lebih rendah daripada suhu sebelum reaksi ( T < 0 ). pada percobaan keempat. juga pada 6 ml NaOH 2M dengan 2 ml H2SO4 2M. pada percobaan keenam. sedangkan suhu campuran kedua campuran tersebut adalah 32oC. 79 .

5 32 31.5 33 32.5 34 33.5 32 31.5 35 34.5 2+6 4+4 6+2 Series1 34.5 34 33.5 33 32.5 2+6 4+4 6+2 Series1 80 .5 30 29.35.5 31 30.5 31 30.

BAB 5 PENUTUP 5. o Pereaksi pembatas adalah salah satu pereaksi yang habis bereaksi dank arena itu membatasi kemungkinan diperpanjangnya reaksi itu.2 Saran o Disarankan pada percobaan selanjutnya bisa digunakan temperature dalam satuan kelvin atau Fahrenheit. o Reaksi endoterm adalah reaksi reaksi penyerapan panas dari lingkungan sehingga suhu lingkungan berubah (berkurang) atau dengan kata lain kalor mengalir dari lingkungan kedalam system yang menyebabkan entalpi system bertambah. o Disarankan pada percobaan selanjutnya bisa mencampurkan larutan asam atau basa lemah dengan garamnya. CH3COOH dan CH3COONa 81 . 5. Sedangkan reaksi eksoterm adalah reaksi pembebasan panas dari system ke lingkungan sehingga suhu lingkungan bertambah dan terjadi pada tekanan tetap. sedangkan reaksi stoikiometri adalah reaksi yang tidak memiliki pereaksi pembatas. Contoh.1 Kesimpulan o Reaksi nonstoikiometri adalah reaksi yang memiliki pereaksi pembatas.

08 Tuti Widayanti 0809045050 82 .edisi keempat.Wood A. Edisi kelima. Asisten.02232. Praktikan. Rosaliah 06.Ralph.kleinfelter. Jilid satu. Erlangga:Jakarta Brady.James. Jilid1. 1999. 1987. Binarupa Aksara:Jakarta Samarinda.DAFTAR PUSTAKA Keenan. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Jakarta:Erlangga Petruci. Kimia Untuk Universitas. Edisi VI. 1999. Kimia Dasar. 29 Oktober 2008 Mengetahui. Jilid1.55076.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful