Annisa Rahim

1

Ll L8M 4 SCu 10
S1LÞ 1
1ldak ada
S1LÞ 2
1) 8agalmana mekanlsme baLuk berdahak berwarna kemerahan ?
2) mengapa nafsu makan menurun dan beraL badan Lurun ?
3) kenapa kerlngaL banyak dl malam harl ?
4) bagalmana mekanlsme panas nglemeng ?
3) mengapa dl dapaLkan pemŦflslk keredupan dl daerah apex paru ?
6) mengapa dl berl obaL baLuk Lapl Lldak ada perubahan ?
7) kenapa harus dllakukan pemerlksaan dahak 3x ?
8) kenapa blsa reslsLen 18 ?
9) Þenemuan penderlLa 18C seperLl apa ?pelaksanaan nya seperLl apa ?
10) uu ?
1Ŧ 18 paru
ueflnlsl
LLlologl
klaslflkasl
ÞaLogenesls
ÞaLoflslologl
ManlfesLasl kllnls
lakLor reslko
kompllkasl
Þencegahan
ÞenaLalaksanaan
Annisa Rahim

2

CA1 nya ?
dl berlkan kapan ?
[angka pendek aLau pan[ang ?
Llpe ?
macam ?
2Ŧ pneumonla
ueflnlsl
LLlologl
klaslflkasl
ÞaLogenesls
ÞaLoflslologl
ManlfesLasl kllnls
lakLor reslko
kompllkasl
Þencegahan
penaLalaksanaan
9) penegakan dlagnosls ?
10) dlagnosls pasLl ?


S1LÞ 3
1. bagaimana mekanisme batuk berdahak berwarna kemerahan ?
·merah ada campuran dgn darah .pemb .kapiler d sal nafas pecahadi batuk kan

·difusia tdk CO2
Annisa Rahim

3

·terjadi adanya antigen ato benda" asing m.tuberculosaa leukosit datanga peranga ada lesi di alveolus a
jika di batukkan ,darah akibat lesi di keluarkan bersama
· kavitas pecah


DLIINISIť
8aLuk adalah suaLu eksplrasl yang eksploslveţ merupakan mekanlsme perllndungan normal unLuk
memberslhkan Lracheobronchlal Lree darl sekreL dan benda aslngŦ
berleblhan mengganggu mencarl perLolongan medlkţ karena rasa Lldak nyamanţ mengganggu
kehldupan normalţ cemasť kanker aLau AluSŦ

MLkANISML
8aLuk dapaL Ler[adl dengan senga[a aLau karena reflekŦ 8efleks baLuk Ler[adl melalul offeteot dan
effeteot potbwoysŦ
8aLuk dlmulal dengan lnsplrasl dalam dllkuLl dengan menuLupnya gloLlsţ relaksasl dlafragmaţ dan
konLraksl oLoL melawan penuLupan gloLls Lekanan lnLraLoraks menlngkaLŦ keLlka gloLls Lerbukaţ
perbedaan Lekanan yang besar anLara saluran napas dan udara luar menghasllkan allran udara yang
cepaL melewaLl LrakeaŦ
8aLuk membanLu membuang mukus dan bahan2 aslngŦ
8efleks baLuk dapaL dlLlmbulkan olehť
Mekanlk
sLlmulasl pada resepLor lrlLan pada eplLel permukaan saluran napasţ oleh debuţ asapţ dlsLorsl saluran
napasţ flbrosls paruţ aLelekLasls aLau massa lnLrabronklal
Þroses lnflamasl spL posL nasal drlpţ refluks gasLro esofagealţ larlnglLlsţ LrakeobronklLls
SLlmulasl pslkogenlk
8angsangan pslkogenlk dapaL menlngkaLkan baLuk karena sLlmulasl mekanls dan lnflamasl
MenuruL lamanya baLukť

· 8aLuk akuL (Ƽ3 mlnggu)
pallng serlng karena lnfeksl saluran napas aLas ( khususnya common
coldţ slnuslLls bakLerlal akuLţ dan perLusls)ţ LeLapl kelalnan yang leblh
serlus seperLl pneumonlaţ emboll paruţ dan congesLlve hearL fallureţ [uga
dapaL Ler[adlŦ

· 8aLuk kronlk (ƽ3 mlnggu)
Annisa Rahim

4

pada perokok menlngkaLkan kemungklnana ÞÞCk aLau kanker bronkogenlkŦ
Þada bukan perokok dengan foLo Loraks normal dan Lldak menggunakan
ACL lnhlblLorţ penyebab baLuk pallng serlng adalah posLnasal drlpţ asmaţ
and gasLroesophageal refluxŦ

· emopLlsls adalah ekspekLorasl darah aLau dahak yang mengandung bercak darah dan berasal darl
saluran napas bawahŦ
· emopLlsls maslf adalah baLuk darah anLara ƽ100 sampal ƽ600 mL dalam wakLu 24 [amŦ

ÞenLlng bedakan bahwa darah berasal darl saluran napas dan bukan darl LrakLus gasLrolnLesLlnalŦ uarah
yang berasal darl gasLrolnLesLlnal berwana hlLam kemerahan dan pŴnya asamţ seballknya pada
hemopLlsls darah merah Lerang dan phŴnya alkallŦ

Saluran napas dan paru2 LeruLama dlperdarahl oleh slsLem arLerlŴvena pulmonalls dan slsLem arLerl
bronklalls yang berasal darl aorLaŦ uarl kedua slsLem lnl perdarahan pada slsLem arLerl bronklalls leblh
serlng Ler[adlŦ

Þenyebab hemopLlsls secara umum dapaL dlbagl men[adl empaLţ yalLu lnfekslţ neoplasmaţ kelalnan
kardlovaskular dan hal lalnŴlaln yang [arang ke[adlannyaŦ lnfeksl adalah penyebab Lerserlng hemopLlslsţ
Luberkulosls adalah lnfeksl yang menon[olŦ

Þada Luberkuloslsţ hemopLlsls dapaL dlsebabkan oleh kavlLas akLlf aLau oleh proses lnflamasl
Luberkulosls dl [arlngan paruŦ Apablla Luberkulosls berkembang men[adl flbrosls dan perkl[uanţ dpaL
Ler[adl aneurlsma arLerl pulmonalls dan bronklekLasls yang akan mengaklbaLkan hemopLlsls pulaŦ

8A1Uk DAN 8A1Uk DAkAnţ8AAn kuLlA ÞuLMCnCLCCl lLMu ÞLn?Akl1 uALAMţ urŦ AdlLlawarmanţ
SpÞu
8eferenslť
1Ŧ 8uku a[ar penyaklL dalamŦ 8alal ÞenerblL lk ul
2Ŧ arrlson's Þrlnclples of lnLernal medlclne
3Ŧ Þedoman naslonal penanggulangan Luberculosls


Mekanisme batuk darah

Peredaran darah di paru berasal dari 2 sistem yaitu sirkulasi pulmoner dan sirkulasi bronkial. Sirkulasi pulmoner
memiliki fungsi khusus yaitu mengatur pertukaran gas. Sirkulasi bronkial berfungsi sebagai pemberi nutrisi pada paru
Annisa Rahim

3

dan saluran napas. Sirkulasi bronkial memegang peranan penting dalam patofisiologi batuk darah, karena sirkulasi
tersebut memperdarahi sebagian besar jalan napas dan berada dalam pengaruh tekanan sistemik sehingga
perdarahan yang berasal dari sirkulasi bronkial cenderung terjadi perdarahan lebih hebat. Sumber perdarahan pada
batuk darah dapat berasal dari kedua sistem sirkulasi tersebut yaitu sirkulasi bronkial dan sirkulasi pulmoner.
Kematian akibat batuk darah masif umumnya akibat asfiksia (tersumbatnya saluran napas akibat bekuan darah) dan
kehilangan banyak darah. Pada batuk darah masif, sumber perdarahan berasal dari sirkulasi bronkial (90%) daripada
sirkulasi pulmoner (5%).
Mekanisme terjadinya batuk darah yang disebabkan oleh berbagai penyakit yang mendasarinya pada prinsipnya
hampir sama yaitu bila terjadi kelainan pada parenkim/struktur paru, sistem sirkulasi bronkial atau pulmoner, maupun
pleura (selaput paru) sehingga terjadi perdarahan pada kedua sistem sirkulasi tersebut. Pada penyakit tuberkulosis,
batuk darah dapat terjadi akibat infeksi kuman yang masih aktif menimbulkan kavitas (sarang kuman) atau akibat
kelainan struktur paru yang ditimbulkan akibat penyakit tuberkulosis yang telah sembuh. Jaringan paru dan pembuluh
darah biasanya rusak oleh penyakit ini sehingga terjadi bronkiektasis (struktur paru menjadi lebih lebar seperti sarang
tawon) disertai dengan pelebaran pembuluh darah bronkial dan pulmoner sehingga jika penderita batuk dengan
keras, terjadi tekanan rongga dada yang tinggi dan menjadi pencetus batuk darah. Batuk darah oleh jamur paru
disebabkan elemen jamur menimbulkan kerusakan pada struktur pembuluh darah di paru dan terjadi perdarahan.
Batuk darah oleh karena penyakit jantung yaitu stenosis mitral yang menimbulkan varises pembuluh darah di daerah
paru, jika pasien mengalami infeksi saluran napas dan batuk maka dapat terjadi peningkatan volume dan batuk
darah. Tumor paru juga dapat menimbulkan keluhan batuk darah terutama yang mengenai saluran napas besar di
daerah sentral. Adapula istilah batuk darah kriptogenik yaitu batuk darah yang tidak diketahui sumber perdarahannya
atau penyebabnya, hal ini dapat terjadi pada 71,9% perokok sehingga perlu diwaspadai karena merupakan salah
satu gejala tumor paru. Risiko tinggi tumor paru jika pasien seorang perokok dan berusia lebih dari 40 tahun. Tiga
penyakit penyebab tersering batuk darah adalah infeksi tuberkulosis, bronkiaktasis dan tumor paru
hLLpť//wwwŦrsLelogore[oŦcom/arLlkelŦphp

8aLuk darah merupakan Landa aLau ge[ala darl penyaklL dasarŦ Maka penyebabnya harus segera
dlLemukan dengan pemerlksaan yang seksamaŦ

LLlologl ť
Ŵ lnfeksl ť 18Cţ bronklekLaslsţ pneumonlaţ abses paruţ asperglllosls
Ŵ 1umor ť karslnoma paru
Ŵ kardlovaskuler ť mlLral sLenoslsţ rupLur aneurlsma Lorakslkţ malformasl arLerlovenous
uarah yang berasal darl munLah darah adalah darl saluran pencernaanŦ SeperLl munLah pada umumnyaţ
munLah darah (aLau yang dlkenal dengan lsLllah kedokLeran hemaLemesls) dldahulul oleh adanya allran
ballk darl pergerakan saluran pencernaan dan dapaL dllkuLl oleh mualŦ uarah yang keluar dapaL
Lercampur oleh slsa makanan lalnŦ Warna darah blsa merah segar aLau kehlLamanŦ

Sedangkan unLuk baLuk darah berbedaŦ uarah berasal darl saluran pernapasanŦ Warna darah merah
segar dan Lampak bercampur dengan lendlr dan Lampak berbusa karena adanya gelembung Ŷ
gelembung udaraŦ
Annisa Rahim

6


Apa sa[a yang dapaL menyebabkan baLuk darah?

Saluran pernapasan Lerdlrl darl berbagal saluran dlmulal darl rongga hldung sampal saluran Ŷ saluran
kecll alveoll dl paru Ŷ paruŦ Þada seLlap saluran lnl LerdapaL pembuluh darahŦ umumnya penyebab
Ler[adlnya pendarahan sehlngga Ler[adl baLuk darah adalah karena robeknya laplsan saluran pernapasan
sehlngga pembuluh darah dl bawahnya lkuL sobek dan darah mengallr keluarŦ Adanya calran darah
kemudlan dlkeluarkan oleh adanya reflex baLukŦ

al Ŷ hal yang serlng menyebabkan Ler[adlnya baLuk darah anLara laln ť

* Adanya lnfeksl saluran pernapasan

ul lndoneslaţ penyaklL 18C merupakan penyebab baLuk darah karena lnfeksl yang pallng serlng (30Ʒ)Ŧ
ullkuLl dengan pneumonlaţ dan penyaklL saluran pernapasan yang dlsebabkan [amur (penyaklL lnl leblh
serlng dlderlLa oleh orang yang mengalaml penurunan slsLem kekebalan Lubuh seperLl penderlLa AluS)

* kanker (13Ʒ)
* Þenyebab lalnnya seperLl adanya Lrauma saluran pernapasan

al lnl LeruLama leblh serlng dlalaml oleh anak Ŷ anak yang secara Lldak senga[a menelan benda Ŷ benda
La[amŦ

* Þenggunaan obaL Ŷ obaLan LerLenLu seperLl obaL anLl pembekuan darahŦ

Apakah baLuk darah selalu menandakan keadaan gawaL?

SaaL mengalaml baLuk darahţ sebalknya Anda segera mencarl perLolongan kesehaLan unLuk mencarl
penyebab baLuk darah dan mengaLaslnyaŦ namunţ Anda Lldak perlu panlkţ karena Lldak semua baLuk
Annisa Rahim

7

darah menandakan keadaan mengancam [lwaŦ al lnl dlllhaL darl berapa [umlah darah yang dlbaLukkanŦ
ulkaLakan baLuk darah hebaL apablla [umlah darah yang dlbaLukkan meleblhl 300ml (klra Ŷ klra seLengah
boLol alr mlneral ukuran sedang) dalam 24 [amŦ Semakln banyak [umlah darah yang dlbaLukkan apalagl
dalam wakLu yang slngkaLţ maka keadaan semakln berbahayaŦ

Ada beberapa keadaan pengecuallanţ mlsalnya LerdapaL sumbaLan saluran napas sehlngga darah Lldak
dapaL dlbaLukkanŦ keadaan lnl leblh berbahayaţ karena darah Lldak dapaL dlkeluarkan dan memperparah
sumbaLan saluran pernapasanŦ Selaln lLuţ orang yang bersangkuLan Lldak menyadarl adanya pendarahan
saluran napas karena darah Lldak 'keluar'Ŧ

1anda Ŷ Landa laln yang dapaL membanLu menenLukan apakah keadaan paslen dengan baLuk darah
dalam keadaan gawaL anLara laln ť

* kepala Lerasa rlngan seperLl melayang
* aus
* Þaslen bernapas dengan cepaL (leblh darl 24 kall per menlL)

uengan demlklanţ Lldak semua baLuk darah dlgambarkan LlngkaL kegawaLannya melalul [umlah darah
yang dlbaLukkanţ maka apablla Anda mengalaml baLuk darahţ sebalknya segera mencarl perLolonganŦ

8aLuk darah karena 18C ?

Apakah semua baLuk darah dlsebabkan karena penyaklL 18C ?
8elum LenLuŦ
Apakah 18C menyebabkan baLuk darah ?
8aLuk darah blsa merupakan salah saLu darl seklan ge[ala darl 18Cţ Lapl blasanya lLu merupakan ge[ala
lan[uLŦ
Apa bedanya baLuk darah yang dlsebabkan karena 18C dengan baLuk darah karena penyaklL laln?

Annisa Rahim

8

Sebelumnyaţ perlu dlkeLahul bahwa baLuk darah dapaL dlsebabkan oleh berbagal macam penyaklLŦ
8lsa oleh karena lnfeksl kuman 1uberculosls ( dlkenal oleh penyaklL paru/ 18C) ţ aLau blsa [uga karena
kelalnan [anLungţ aLau karena lnfeksl lalnnya [uga blsaŦ
8aLuk darah karena penyaklL 18C blasanya dlserLal oleh keluhan lalnţ seperLl nafsu makan berkurangţ
demam yang Lldak Lerlalu Llngglţ badan Lerasa leblh berkerlngaL (LeruLama saaL Lldur malam harl)ţ dan
penurunan beraL badanŦ


unLuk mengeLahul apakah baLuk darah dlsebabkan karena 18C dlperlukan pemerlksaan laln seperLl
pemerlksaan dahak (ƹspuLum) dan foLo ronLgen dadaŦ

(Þuskesmas Slmpang LmpaLţ 8an[armasln
kalselţhLLpť//puskesmasslmpangempaLŦwordpressŦcom/2009/06/18/kenapaŴakuŴbaLukŴdarah/)

Sumber perdarahan hemopLlsls dapaL berasal darl slrkulasl pulmoner aLau slrkulasl bronklalŦ empoLlsls
maslf sumber perdarahan umumnya berasal darl slrkulasl bronklal ( 93 Ʒ )Ŧ Slrkulasl pulmoner
memperdarahl alveol dan dukLus alveolţ slsLem slrkulasl lnl berLekanan rendah dengan dlndlng
pembuluh darah yang LlplsŦ Slrkulasl bronklal memperdarahl Lrakeaţ bronkus uLama sampal bronklolus
dan [arlngan penun[ang paruţ esofagusţ medlasLlnum posLerlor dan vasa vasorum arLerl pulmonerŦ
Slrkulasl bronklal lnl Lerdlrl darl arLerl bronklalls dan vena bronklallsŦ Asal anaLomls perdarahan berbeda
Llap proses paLologlk LerLenLuť (a)Ŧ bronklLls aklbaL pecahnya pembuluh darah superflslal dl mukosaţ
(b) 18 paru ak|bat robekan atau ruptur aneur|sma arter| pu|moner (d|nd|ng kav|t| "aneur|sma
kassmussen")Ŧ atau ak|bat pecahnya anastomos|s bronkopu|moner atau proses eros|f pada arter|
bronk|a||sţ (c) lnfeksl kronlk aklbaL lnflamasl sehlngga Ler[adl pembesaran Ǝ prollferasl arLerl bronchlal
mlsal ť bronklekLaslsţ aspergllosls aLau flbrosls klsLlkţ(d) kanker paru aklbaL pembuluh darah yg LerbenLuk
rapuh sehlngga mudah berdarahŦ

*Aneurisma adalah pelebaran setempat pada pembuluh darah atau jantung.
Bagian tersebut menjadi lebih tipis sehingga mudah pecah dan
menimbulkan kebocoran pada pembuluh darah. Akibat kebocoran itu,
terjadilah pendarahan.

Annisa Rahim

9

!elebaran ini dapat pula menekan dan mengikis jaringan di dekatnya.
Bila aneurisma itu berada dekat tulang, tulang tersebut akan menipis.
Bila berdekatan dengan tenggorok, maka bagian akan tertekan dan
saluran napas tersumbat. Di dalam rongga aneurisma, mudah terbentuk
gumpalan darah yang disebut trombus. Trombus ini sangat rapuh dan
mudah menyerpih. Serpihan ini menimbulkan sumbatan pembuluh darah di
berbagai tempat.

Þenyebab baLuk darah sangaL beragam anLara laln ť
lnfeksl ť Luberkuloslsţ sLaphylococcusţ klebslellaţ leglonella)ţ [amurţ vlrus
kelalnan paru seperLl bronchlLlsţ bronklekLaslsţ emboll paruţ klsLlk flbroslsţ emflsema bulosa
neoplasma ť kanker paruţ adenoma bronchlalţ Lumor meLasLasls
kelalnan hemaLologl ť dlsfungsl LromboslLţ LromboslLopenlaţ dlssemlnaLed lnLravascular coagulaLlon
(ulC)
kelalnan [anLung ť mlLral sLenoslsţ endokardlLls Lrlcuspld
kelalnan pembuluh darah ť hlperLensl pulmonerţ malformasl arLerlvenaţ aneurlsma aorLa
1rauma ť [e[as Loraksţ rupLure bronkusţ emboll lemak laLrogenlk ť aklbaL Llndakan bronkoskoplţ blopsl
paruţ kaLeLerlsasl swanŴganzţ llmfanglografl
kelalnan slsLemlk ť slndrom goodpasLureţ ldlopaLhlc pulmonary hemoslderoslsţ sysLemlc lupus
eryLemaLosusţ vaskullLls (granulomaLosls wagenerţ purpura henoch schoenlelnţ slndrom chrugŴsLrauss)
CbaL / Loksln ť asplrlnţ anLlkoagulanţ penlsllamlnţ kokaln LalnŴlaln ť endomeLrloslsţ bronklollLlaslsţ flsLula
bronkopleuraţ benda aslngţ hemopLlsls krlpLogenlkţ amlloldosls
ÞenellLlan yang dllakukan dl 8S persahabaLan oleh 8eLno dkk ť 323 paslen hemopLlsls dl lCu 8S
ÞersahabaLan dldapaLkan 18 paru 64ţ43 Ʒţ bronklekLasls 16ţ71 Ʒ ţ karslnoma paru 3ţ4 Ʒ dan Marla ť
102 paslen hemopLlsls rawaL lnap dan lCu 8S ÞersahabaLan dldapaLkan 18 paru 73ţ6 Ʒţ bekas 18 paru
16ţ7 Ʒţ bronklekLasls 7ţ8 Ʒ
hLLpť//[urnalresplrologlŦorg/[urnal/Aprll09/LMCÞ1lSlSƷ20edlLorlalŦpdf
Annisa Rahim

10



2Ŧ mengapa nafsu makan menurun dan beraL badan Lurun ?
oktetl botob mokoo ò mekoolsme tobob ò peootoooo oofso mokoo òmeoekoo ootok pettomboboo
boktetlòmetobollsme tobob oJo petlowooòpemecoboo qlokosoò coJooqoo eoetql ootok melowoo
boktetlò totooòoofso mokoo totoo

mŦtobetkoloso òmeoyetooq solŦpeocetoooo Joo solŦoofos melolol pembŦJotob Joo kelŦqetob beoloqò
boktetl mosok ke poto´ ò lkot Jolom olltoo Jotob ò meoqlofeksl poto´

Annisa Rahim

11


Annisa Rahim

12


Ada beberapa teori yang menjelaskan mekanisme lapar. Yang pertama adalah teori
gula darah yang dikemukakan oleh Bash, dimana Ia menyatakan bahwa ketika gula
darah rendah menyebabkan rasa lapar. Ada pula teori asam lemak yang
menyebutkan bahwa tubuh punya reseptor yang mencium adanya kenaikan tingkat
asam lemak. Kegiatan reseptor karena adanya perubahan asam lemak inilah yang
memicu rasa lapar.
Mekanisme lapar dan kenyang tidak sepenuhnya sama. Terdapat dua mekanisme
rasa kenyang. Yang pertama di tingkat otak, sedangkan yang kedua di tingkat
saluran lambung (gastrointestinal). Di dalam otak terdapat dua tempat di
hypothalamus yang mengatur lapar dan makan.Nukleus-nukleus
ventromedial memberi tanda kapan berhenti makan, sedangkan hypothalamus
lateral memberi tanda kapan mulai makan. Di tingkat otak, kita merasa kenyang
kerena fungsi-fungsi nukleus-nukleus ventromedial. Sebaliknya, pada tingkat saluran
pencernaan, rasa kenyang berasal dari perut, yang mengatur aktivitas makan
dalam jangka pendek.
REFERENSI
Annisa Rahim

13

Anonim. latulensi. http://www.medicastore.com/med/detail_pyk.php?id=&iddtl=479&idkt
g=7&idobat=&UID= 20080428173720125.161.48.165. (28 April 2008)
Ganong, William F. Review of Medical Physiology. 2001. USA: McGraw-Hill
Guyton, Arthur C & John E. Hall. Buku Ajar isiologi Kedokteran. 1997. Jakarta: EGC
Silverthorn, Dee Unglaub. Human Physiology: An Integrated Approach.USA: Prentice
Hall
Wiliarsih, Sefti. Lapar & Kenyang.http://akuasih.wordpress.com/2008/02/24/rasa-lapar/.
(28 April 2008)

Regulasi sistem saraf dan biokimia terhadap pengambilan makanan
Sistem saraf berperan besar dalam fisiologi selera makan. Ada banyak daerah pada otak yang
merupakan pusat-pusat selera makan, serta saraf-saraf tepi yang merupakan jaras untuk
menyampaikan sinyal dari jaringan ke sistem saraf pusat dan sebaliknya.
Hipotalamus adalah pusat pengendali selera makan terbesar. Ada dua daerah pada hipotalamus
yang merupakan pusat penting: nukleus lateralis dan nukleus ventromedial. Nukleus lateralis
terletak di setiap sisi lateral hipotalamus dan berperan sebagai pusat lapar. Nukleus ini bekerja
dengan cara mendorong sel saraf motorik untuk mencari makanan. Stimulasi di daerah ini akan
menyebabkan makan dalam jumlah banyak (hiperfagia), sedangkan destruksi di daerah ini
menyebabkan kehilangan selera makan, yang dapat berujung pada kehilangan berat badan, massa
otot, dan penurunan metabolisme tubuh.
Sedangkan nukleus ventromedial adalah pusat kenyang. Stimulasi di daerah ini akan menyebabkan
perasaan kenyang sehingga tidak mau makan (afagia), sebaliknya destruksi di daerah ini akan
menyebabkan hasrat untuk makan yang berlebih dan dapat berakibat obesitas.
Daerah lain pada otak yang berperan dalam pengaturan selera makan adalah nukleus
paraventrikular, nukleus dorsomedial, dan nukleus arkuata pada hipotalamus. Lesi pada
nukleus paraventrikular mengakibatkan makan dalam jumlah berlebih, sedangkan lesi pada nukleus
dorsomedial menyebabkan tidak mau makan. Adapun nukleus arkuata merupakan daerah di mana
hormon-hormon berpusat dan dikoordinasikan untuk mengatur pengambilan makanan.
Batang otak juga berperan dalam pengambilan makanan. Dalam hal ini batang otak lebih ke arah
mekanisme makan, seperti sekresi air liur, menjilat, mengunyah, menelan dll.
Adapun daerah lain pada otak yang berperan dalam pengambilan makanan
adalah amygdala dan korteks prefrontalis. Keduanya berperan dalam pengindraan bau makanan.
Lesi pada amygdala dapat meningkatkan selera makan namun dapat juga menurunkannya,
bergantung kepada daerah lesi itu sendiri. Salah satu efek penting dari kerusakan di daerah amygdala
adalah "kebutaan psikis¨, di mana penderita mengalami kendala selera makan parsial dan tidak bisa
menentukan jenis/kualitas makanan yang dimakannya.
Pada daerah-daerah yang telah disebutkan di atas, neurotransmitter dan hormon memegang peranan
penting. Substansi biokimia tersebutlah yang menentukan apakah selera makan akan dihambat
Annisa Rahim

14

(kenyang) atau dicetuskan (lapar). Untuk itu dikenal pengkategorian sebagai berikut: (1) Substansi
orexigenic yaitu substansi yang mencetuskan rasa lapar dan (2) substansi anorexigenic yang
menghambat selera makan (dengan kata lain, kenyang).
Neuron yang menghambat selera makan adalah neuronproopiomelanocortin (POMC), di mana
substansi yang diproduksinya adalah -melanocyte-stimulating hormone (d-MSH) bersama
dengancocaine-and-amphetamine-related transcript (CART). Keduanya bersifat anorexigenic.
Sedangkan substansi yang mencetuskan rasa lapar adalah neuropeptide Y (NPY) dan agouti-related
protein (AGRP). Keduanya bersifar orexigenic.
Neuron POMC bekerja dengan cara melepas d-MSH yang akan berikatan dengan
reseptor melanocortin (MCR) pada nukleus paraventrikular. Aktivasi pada MCR akan mengurangi
pengambilan makanan dan meningkatkan pemakaian energi, sebaliknya inhibisi (defek) akan
meningkatkan pengambilan makanan dan mengurangi pemakaian energi sehingga dapat
menyebabkan obesitas. Khusus untuk peningkatan pemakaian energi, MCR bekerja diperantarai oleh
nucleus tractus solitarius dan menstimulasi aktivitas sistem saraf simpatis.
AGRP, yang bersifat orexigenic, adalah antagonis alami dari MCR. Dengan demikian, AGRP bekerja
dengan cara menginhibisi efek dari MCR dan meningkatkan pengambilan makanan. Pembentukan
AGRP yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas.
NPY, yang juga bersifat orexigenic, dilepaskan dari nukleus arcuata. NPY dilepaskan ketika simpanan
energi menurun, dan di saat bersamaan aktivitas POMC dihambat sehingga mengurangi
aktivitasmelanocortin dan meningkatkan pengambilan makanan.
aktor yang meregulasi kuantitas pengambilan makanan
Berdasarkan pemeliharaan simpanan energi pada tubuh, regulasi kuantitas pengambilan makanan
dapat dibagi menjadi (1) regulasi jangka pendek yang bertujuan untuk mencegah seseorang
makan terlalu banyak dalam suatu kesempatan demi optimalisasi sistem pencernaan dan (2) regulasi
jangka panjang yang bertujuan memelihara simpanan energi secara konstan dalam waktu yang
relatif lama dan erat kaitannya dengan status gizi. Pembagian tersebut akan mempermudah
menentukan faktor-faktor terkait kuantitas pengambilan makanan.
Regulasi jangka pendek dalam pengambilan makanan
Regulasi jangka pendek ini bertujuan mencegah seseorang makan terlalu banyak dalam suatu
kesempatan. Dengan demikian maka sistem perncernaan dapat bekerja secara optimal dalam
mengolah dan menyerap sari makanan. Jika hanya mengandalkan sinyal yang dihasilkan oleh
simpanan energi (regulasi jangka panjang), maka perlu waktu yang sangat lama untuk menghentikan
seseorang makan. Oleh karena itu, regulasi jangka pendek melibatkan mekanisme yang mampu
bekerja dengan cepat dalam menstimulasi dan menginhibisi selera makan:
1. Inhibisi akibat pengisian lambung
Ketika makanan masuk ke lambung, maka lambung akan mengalami distensi. Peregangan
(mekanik) yang terjadi ini menyebabkan sinyal ditransmisikan melalui nervus vagus ke pusat
kenyang-lapar sehingga selera makan akan berkurang atau hilang.
1. Inhibisi yang disebabkan hormon gastrointestinal
Annisa Rahim

13

olesistokinin (CCK) adalah hormon yang dilepaskan ketika lemak memasuki duodenum. CCK ini
akan menurunkan selera makan dengan cara mengaktivasi jaras melanokortin
Peptide YY (PYY) adalah hormon yang dilepaskan oleh traktus gastrointestinal (khususnya ileum
dan kolon) yang bersifat menekan rasa lapar. Pengeluaran hormon PYY ini dipengaruhi oleh jumlah
kalori yang dicerna dan komposisi makanan, di mana semakin banyak lemak yang masuk semakin
banyak hormon PYY yang dikeluarkan.
Selain itu, keberadaan makanan pada saluran cerna menstimulasi sekresi :.,43ike
peptide yang memperkuat sekresi insulin. Baikglucagon-like peptide dan insulin sama-sama bersifat
menekan selera makan.
1. Stimulasi yang disebabkan hormon gastrointestinal
Ghrelin adalah hormon yang dilepaskan oleh sel-sel oxyntic di saluran cerna khususnya lambung.
Hormon ini mengalami peningkatan pada saat puasa, sesaat menjelang makan, dan mengalami
penurunan setelah makan. Diduga hormon ini bersifat orexigenic karena meningkatkan pengambilan
makanan pada penelitian menggunakan hewan coba.
1. Reseptor oral
Sebuah penelitian menggunakan hewan coba dengan memiliki fistula (kebuntuan) esofageal yang
diberi makanan. Kendati makanan tersebut tidak akan pernah sampai ke usus (karena adanya fistula),
derajat lapar hewan tersebut menjadi berkurang setelah "makan¨. Diduga ada faktor-faktor tertentu
terkait aktivitas mulut saat makan seperti mengunyah, membasahi, mengulum dan mengecap yang
memberi sinyal ke hipotalamus untuk menghentikan rasa lapar. Namun mekanisme inhibisi rasa lapar
ini hanya bertahan 20-40 menit, jauh lebih singkat dibandingkan inhibisi rasa lapar yang disebabkan
oleh pengisian sistem gastrointestinal.
Regulasi jangka panjang dalam pengambilan makanan
Berbeda dengan regulasi jangka pendek, regulasi jangka panjang dalam pengambilan makanan lebih
bertujuan untuk menentukan status nutrisi seseorang. Berikut adalah mekanisme yang berperan
dalam meregulasi pengambilan makanan jangka panjang:
1. Efek konsentrasi glukosa, asam amino dan lipid dalam darah
Telah diketahui bahwa penurunan kadar glukosa darah menyebabkan rasa lapar. Hal itu disebut
mekanisme pengaturan glukostatik(kecenderungan untuk menjaga stabilitas kadar glukosa dalam
darah). Penelitian lain juga menunjukkan, regulasi oleh asam amino(aminostatik) dan
lipid (lipostatik) memainkan peranan dalam mengatur rasa lapar dan kenyang.
Kajian secara neurofisiologis juga mendukung teori glukostatik, aminostatik, dan lipostatik melalui
observasi: (1) Peningkatan kadar glukosa darah meningkatkan aktivitas neuron glukoreseptor pada
nukleus ventromedial dan paraventrikular dan (2) peningkatan kadar glukosa darah juga
meningkatkan aktivitas neuron glukosensitif pada pusat lapar di hipotalamus. Beberapa asam amino
dan lipid juga mempengaruhi rasa lapar-kenyang melalui jaras yang hampir sama dengan glukosa.
1. Regulasi yang disebabkan oleh temperatur
Annisa Rahim

16

Pada saat tubuh terpajan suhu yang rendah, maka secara fisiologis tubuh akan mengalami
peningkatan laju metabolisme dan membutuhkan lemak dalam jumlah tinggi sebagai insulator. Pusat
peregulasi temperatur akan berinteraksi dengan pusat kenyang-lapar sehingga menyebabkan
keinginan untuk makan demi memenuhi kebutuhan kalori.
1. Sinyal umpan balik dari jaringan adiposa
Penelitian terbaru menunjukkan adanya sinyal umpan balik dari jaringan adiposa yang menekan rasa
lapar pada hipotalamus. Adalahleptin, sebuah hormon yang dilepaskan dari adiposit ketika terjadi
penyimpanan energi (setelah makan) yang berperan dalam proses tersebut. Leptin akan menembus
sawar darah otak dan menduduki reseptornya terutama pada neuron POMC pada nukleus arkuata dan
paraventricular.
Stimulasi leptin pada neuron-neuron tersebut akan mengakibatkan: (1) penurunan produksi
stimulator rasa lapar, seperti NPY dan AGRP, (2) aktivasi neuron POMC yang menyebabkan pelepasan
d-MSH dan menstimulasi reseptor melanokortin, (3) meningkatkan produksicorticotropin releasing
hormone yang menekan rasa lapar, (4) meningkatkan aktivitas jaras simpatis yang menimbulkan
peningkatan laju metabolik dan penggunaan energi, dan (5) menurunkan sekresi insulin yang
menimbulkan penurunan aktivitas penyimpanan energi. Dengan demikian leptin berperan besar dalam
regulasi jangka panjang.
Defek pada reseptor leptin akan menimbulkan rasa lapar yang berkepanjangan dan memicu hiperfagia
dan obesitas parah. Selain itu resistensi leptin juga dapat menimbulkan obesitas, di mana leptin
diproduksi dalam jumlah adekuat namun terjadi resistensi sehingga penderita akan makan terus-
menerus.
1. Faktor psikososial
Selain sinyal-sinyal involunter yang terdapat di dalam tubuh, diduga faktor psikologis dan sosial juga
membentuk kebiasaan makan. Contohnya adalah kebiasaan makan yang rutin dan terjadwal sehingga
membuat seseorang makan karena memang sudah waktunya (bukan karena lapar), atau gaya hidup
seperti hiburan, bisnis dan waktu senggang yang turut menentukan kapan seseorang makan.
Stress, cemas, depresi, dan bosan juga menentukan perilaku makan manusia melalui mekanisme
yang tidak melibatkan mekanisme pemenuhan kebutuhan energi, baik pada hewan percobaan
maupun manusia. Faktor-faktor psikososial ini mampu mengalahkan faktor-faktor intrinsik fisiologis
yang mengatur selera makan.
aftar pustaka
1. Guyton AC, Hall JE. Textbook of medical physiology. 11
th
ed. Pennsylvania: Elsevier Inc; 2006. p.
867-72.
2. Sheerwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. 2
nd
ed. Jakarta: EGC; 2001. p. 593-5.

Pusat saraf yang mengatur asupan makanan.
1. Nukleus lateral hipotalamus, berfungsi sebagai pusat makan
2. Nukleus ventromedial hipotalamus berperan sebagai pusat kenyang
3. Nukleus paraventrikular, dorsomedial, dan arkuata.
Annisa Rahim

17


Faktor·faktor yang mengatur jumlah asupan makanan.
Pengaturan jumlah asupan makanan dapat dibagi menjadi:
1. Pengaturan jangka pendek, yang terutama mencegah perilaku makan yang berlebihan di setiap waktu
makan.
O Pengisian saluran cerna menghambat perilaku makan.
Bila saluran cerna teregang, terutama lambung dan duodenum, sinyal inhibisi yang teregang akan
dihantarkan terutama melalui nervus vagusn untuk menekan pusat makan,sehingga nafsu makan
berkurang.
O Faktor hormonal saluran cerna menghambat perilaku makan
Kolesistokinin terutama dilepaskan sebagai respon terhadap lemak yang masuk ke duodenum dan
memiliki efek langsung ke pusat makan untuk mengurangi perilaku makan lebih lanjut.
Selain itu,adanya makanan dalam usus akan merangsang usus tersebut mensekresikan peptide mirip
glucagon, yang selanjutnya akan meningkatkan sekresi insulin terkait glukosa dan sekresi dari pancreas,
yang keduanya cendrung untuk menekan nafsu makan.
O Chrelin, suatu hormone gastrointestinal meningkatkan perilaku makan.
Kadar Chrelin meningkat disaat puasa, meningkat sesaat sebelum makan, dan menurun drastic setelah
makan yang mengisyaratkan bahwa hormone ini mungkin berperan untuk meningkatkan nafsu makan.
O Reseptor mulut mengukur jumlah asupan makanan
Berkaitan dengan perilaku makan, seperti mengunyah, salivasi, menelan, dan mengecap yang akan
¨mengukur" jumlah makanan yang masuk, dan ketika sejumlah makan telah masuk, maka pusat makan
dihipotalamus akan dihambat.

2. Pengaturan jangka panjang, yang terutama berperan untuk mempertahankan energy yang disimpan di
tubuh dalam jumlah normal.

O Efek kadar glukosa, as.amino, dan lipid dalam darah terhadap rasa lapar dan perilaku makan.
Penurunan kadar gula dalam darah akan menimbulkan rasa lapar, yang menimbulkan suatu perilaku yang
disebut teori glukostatik pengaturan rasa lapar dan perilaku makan, teori lipostatik dan teori aminostatik.
O Peningkatan kadar glukosa darah akan meningkatkan kecepatan bangkitan neuron glukoreseptor di
pusat kenyangdi nucleus ventro medial dan paraventrikulat hipotalamus.
O Peningkatan kadar gula juga secara bersamaan menurunkan bangkitan neuron glukosensitif di pusat
lapar hipotalamus lateral.
O Pengaturan suhu dan asupan makan
Saat udara dingin, kecendrungan untuk makan akan meningkat.
Annisa Rahim

18

O Sinyal umpan balik dari jaringan adipose mengatur asupan makanan.


Lapar dapat terjadi karena adanya stimulasi dari suatu faktor lapar, yang akan mengirimkan impuls
tersebut ke pusat lapar di otak, yakni hipotalamus bagian lateral, tepatnya di nucleus bed pada otak
tengah yang berikatan serat pallidohypothalamus. Otak inilah yang akan menimbulkan rasa lapar pada
manusia. Setelah tubuh mendapat cukup nutrisi yang ditentukan oleh berbagai faktor, maka akan
mengirim impuls ke pusat kenyang yakni di nucleus ventromedial di hipotalamus. Kemudian tubuh akan
merasa puas akan makan, sehingga kita akan berhenti makan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi rasa lapar pada manusia adalah:

1. Hipotesis Lipostatik
Leptin yang terdapat di jaringan adiposa akan menghitung atau mengukur persentase lemak dalam sel
lemak di tubuh, apabila jumlah lemak tersebut rendah, maka akan membuat hipotalamus menstimulasi
kita untuk merasa lapar dan makan.
2. Hipotesis Hormon Peptida pada Organ Pencernaan
Nakanan yang ada di dalam saluran gastrointestinal akan merangsang munculnya satu atau lebih
peptida, contohnya kolesitokinin. Kolesitokinin berperan dalam menyerap nutrisi makanan. Apabila jumlah
kolesitokinin dalam C! rendah, maka hipotalamus akan menstimulasi kita untuk memulai pemasukan
makanan ke dalam tubuh.
3. Hipotesis Clukostatik
Rasa lapar pun dapat ditimbulkan karena kurangnya glukosa dalam darah. Nakanan yang kita makan
akan diserap tubuh dan sari·sarinya (salah satunya glukosa)akan dibawa oleh darah dan diedarkan ke
seluruh tubuh, jika dalam darah kekurangan glukosa,maka tubuh kita akan memerintahkan otak untuk
memunculkan rasa lapar dan biasanya ditandai dengan pengeluaran asam lambung.
4. Hipotesis Termostatik
Apabila suhu dingin atau suhu tubuh kita di bawah set point, maka hipotalamus akan meningkatkan
nafsu makan kita. Teori produksi panas yang dikemukakan oleh Brobeck menyatakan bahwa manusia
lapar saat suhu badannya turun, dan ketika naik lagi, rasa lapar berkurang. !nilah salah satu yang bisa
menerangkan mengapa kita cenderung lebih banyak makan di waktu musim hujan/dingin.
S. Neurotransmitter
Neurotransmitter ada banyak macam, dan mereka berpengaruh terhadap nafsu makan. Nisalnya saja,
adanya norepinephrine dan neuropeptida Y akan membuat kita mengkonsumsi karbohidrat. Apabila
adanya dopamine dan serotonine, maka kita tidak mengkonsumsi karbohidrat.
Annisa Rahim

19

. Kontraksi di Duodenum dan Lambung
Kontraksi yaitu kontraksi yang terjadi bila lambung telah kosong selama beberapa jam atau lebih.
Kontraksi ini merupakan kontraksi peristaltik yang ritmis di dalam korpus lambung. Ketika kontraksi
sangat kuat, kontraksi ini bersatu menimbulkan kontraksi tetanik yang kontinius selama 2·3 menit.
Kontraksi juga dapat sangat ditingkatkan oleh kadar gula darah yang rendah. Bila kontraksi lapar terjadi
tubuh akan mengalami sensasi nyeri di bagian bawah lambung yang disebut hunger pangs (rasa nyeri
mendadak waktu lapar. Hunger pans biasanya tidak terjadi sampai 12 hingga 24 jam sesudah makan
yang terakhir. Pada kelaparan, hunger pangs mencapai intesitas terbesar dalam waktu 3·4 hari dan
kemudian melemah secara bertahap pada hari·hari berikutnya.
7. Psikososial
Rasa lapar tidak dapat sepenuhnya hanya dijelaskan melalui komponen biologis. Sebagai manusia, kita
tidak dapat mengesampingkan bagian prikologis kita, komponen belajar dan kognitif (pengetahuan) dari
lapar. Tak seperti makhluk lainnya, manusia menggunakan jam dalam rutinitas kesehariannya, termasuk
saat tidur dan makan. Penanda waktu ini juga memicu rasa lapar.
Bau, rasa, dan tekstur makanan juga memicu rasa lapar. Warna makanan juga memperngaruhi rasa
lapar. Stres juga dapat berpengaruh terhadap nafsu makan, tetapi ini bergantung pada masing·masing
individu.
Kebiasaan juga mempengaruhi rasa lapar. Seperti orang normal yang biasa makan 3 kali sehari bila
kehilangan 1 waktu makan, akan merasa lapar pada waktunya makan walaupun sudah cukup cadangan
zat gizi dalam jaringan·jaringannya.

hLLpť//wwwŦscrlbdŦcom/doc/30837300/llslologlŴLapar
hLLpť//dc367Ŧ4sharedŦcom/doc/_3?66CSd/prevlewŦhLml

tidak nafsu makan bisa karena adanya serotonin yang menekan pusat lapar di area hipotalamus lateral,
tepatnya di nucleus dorsomedial dan arkuata dibagian posterior. Sebab lain yang mungkin adalah saluran
pencernaan yang teregang akibat kontriksi karena adanya mediator proinflamasi. Sinyal inhibisi yang
teregang akan dihantarkan, terutama melalui n.vagus untuk menekan pusat makan, sehingga nafsu
makan berkurang. Sebagai konsekuensi kurangnya nutrisi, maka berat badan pasien juga menurun.

InIeksi lama kelamaan adanya malaise naIsu makan menurun karena
inIeksi merupakan aktivitas dari bakteri asupan nutrisi diambil oleh bakteri
bb turun

3. kenapa keringat banyak di malam hari ?
Annisa Rahim

20

Netabolisme tubuh turun di malam hariakadar O2 sedikit tidak seperti saat aktivitas a metabolisme
bacteria

Netabolism tubuh meningkat pada pagi hari dan menurun pada malam hari.

!engeluaran dan produksi panas terjadi secara simultan. Struktur kulit dan
paparan terhadap lingkungan secara konstan, pengeluaran panas secara normal
melalui radiasi, konduksi, konveksi dan evaporasi.
a. #adiasi
#adiasi adalah perpindahan panas dari permukaan suatu objek ke
permukaan objek lain tanpa keduanya bersentuhan (Thibodeau dan !atton,
1993). !anas berpindah melalui gelombang elektromagnetik. Aliran darah
dari organ internal inti membawa panas ke kulit dan ke pembuluh darah
permukaan. Jumlah panas yang dibawa ke permukaan tegantung dari
tingkat vasokontriksi dan vasodilatasi yang diatur oleh hipotalamus. !anas
menyebar dari kulit ke setiap objek yang lebih dingin di sekelilingnya.
!enyebaran meningkat bila perbedaan suhu antara objek juga meningkat.
Vasodilatasi periIer juga meningkatkan aliran darah ke kulit untuk
memperluas penyebaran yang ke luar. Vasokontriksi periIer
meminimalkan kehilangan panas ke luar. Sampai 85° area permukaan
tubuh manusia menyebarkan panas ke lingkungan. Namun, bila
lingkungan lebih hangat dari kulit, tubuh mengabsorbsi panas melalui
radiasi.
!ada kasus demam, perawat meningkatkan kehilangan panas melalui
radiasi dengan melepaskan pakaian atau selimut. !osisi klien
Annisa Rahim

21

meningkatkan kehilangan panas melalui radiasi (mis. Berdiri memajankan
area permukaan radiasi lebiih besar dan berbaring pada posisi janin,
meminimalkan radiasi panas). Menutup tubuh dengan pakaian gelap dan
rajutan juga mengurangi jumlah kehilangan panas melalui radiasi (!otter
& !erry, 2005).

b. Konduksi
Konduksi adalah perpindahan panas dari satu objek ke objek lain
dengan kontak langsung. Ketika kulit hangat menyentuh objek yang lebih
dingin , panas hilang. Ketika suhu kedua objek sama, kehilangan panas
konduktiI terhenti. !anas berkonduksi melalui benda padat, gas dan cair.
Konduksi normalnya menyebabkan sedikit kehilangan panas. !erawat
meningkatkan kehilangan panas konduktiI ketika memberika kompres es
atau memandikan klien dengan air dingin. Memberikan beberapa lapis
pakaian mengurangi kehilangan kondiktiI. Tubuh menambah panas
dengan konduktiI ketika kontak dilakukan dengan material yang lebih
hangat dari suhu kulit.


c. Konveksi
Konveksi adalah perpindahan panas karena gerakan udara. !anas
dikonduksikan pertama kali pada molekul udara secara langsung dalam
kontak dengan kulit. Arus udara membawa udara hangat. !ada saat
Annisa Rahim

22

kecepatan arus udara meningkat, kehilangan panas konveksi meningkat.
Kipas angin listrik meningkatkan kehilangan panas melalui konveksi.
Kehilangan panas konveksi meningkat ketika kulit lembab dan kontak
dengan udara yang bergerak ringan (!otter & !erry, 2005).
d. Evaporasi
Evaporasi adalah perpindahan energi panas ketika cairan berubah
menjadi gas. Selama evaporasi, kira-kira 0,6 kalori panas hilang untuk
setiap gram air yang menguap (Guyton, 1991). Tubuh secara continue
kehilangan panas melalui evaporasi. Kira-kira 600 sampai 900 ml sehari
menguap dari kulit dan paru, yang mengakibatkan kehilangan air dan
panas. Kehilangan normal ini dipertimbangkan kehilangan air tidak kasat
mata dan tidak memainkan peran utama dalam pengaturan suhu.
Dengan mengatur perspirasi atau berkeringat, tubuh meningkatkan
kehilangan panas evaporative tambahan. Berjuta-juta kelenjar keringat
yang terletak dalam dermis kulit menyekresikan keringat melalui duktus
kecil pada permukaan kulit. Ketika suhu tubuh meningkat, hipotalamus
anterior memberi sinyal kelenjar keringat untuk melepaskan keringat.
Selama latihan dan stress emosi atau mental, berkeringat adalah salah satu
cara untuk menghilangkan kelebihan panas tubuh yang diproduksi dari
peningkatan laju metabolik. Evaporasi berlebihan dapat menyebabkan
kulit gatal dan bersisik, serta hidung dan Iaring kering.
DiaIoresis adalah pespirasi visual dahi dan thoraks atas. kelenjar
keringat berada dibawah dermis kulit. Kelenjar menyekresikan keringat,
Annisa Rahim

23

larutan berair yang mengandung natrium dan clorida, yang melewati
duktus kecil di permukaan kulit. Kelenjar dikontrol oleh system saraI
simpatis. Bila suhu tubuh meningkat, kelenjar keringat mengeluarkan
keringat, yang menguap dari kulit untuk meningkatkan kehilangan panas.
Suhu tubuh rendah, menghanbat sekresi keringat. Diaphoresis kurang
eIisien bila gerakan udara minimal atau bila kelembaban udara tinggi.
Individu yang tidak memiliki kelenjar keringat congenital atau memiliki
penyakit kulit yang seriua yang merusak diaphoresis tidak
dapamenoleransi suuhhu hangat karena mereka tidak dapat mendinginkan
diri mereka sendiri secara adekuat (!otter & !erry, 2005).

!engeluaran keringat melalui kulit terjadi sebagai eIek peningkatan suhu
yang meningkat melewati batas kritis, yaitu 37
0
C. !engeluaran keringat
menyebabkan peningkatan pengeluaran panas melalui evaporasi. !eningkatan
suhu tubuh sebesar 1
0
C akan menyebabkan pengeluaran keringat yang cukup
banyak, sehingga mampu membuang panas tubuh yang dihasilkan dari
metabolisme basal sepuluh kali lebih banyak. !engeluaran keringat
merupakan salah satu mekanisme tubuh ketika suhu tubuh meningkat diatas
ambang kritis. !engeluaran keringat dirangsang oleh pengeluaran impalas
diarea 57eo5tik ante7io7 hi5otalamus melalui jaras saraI simpatis keseluruh
kulit tubuh kemudian menyebabkan rangsang pada saraI 5oline7ick kelenjar
keringat yang merangsang produksi keringat. Kelenjar keringat juga dapat
mengeluarkan keringat karena rangsangan dari epineIrin dan norepineIrin.
Annisa Rahim

24

Cairan keringat merupakan sekresi sel epitel pada dasar (yang
menggulung) untuk selanjutnya disalurkan keluar melalui duktus kelenjar.
Cairan yang dihasilkan oleh sel epitel (sekresi primer/prekursor) memiliki
komposisi yamng mirip dengan plasma, tetapi tidak mengandung protein
plasma. Konsentrasi natrium sekitar 142 mEq/L dan klorida 104 mEq/L
ditambah konsentrasi zat terlarut lain dalam plasma. Selanjutnya, cairan
57ecu7so7 akan dialirkan melalui duktus dan selama Iase ini terjadi proses
reabsorpsi. Apabila sekresi sedikit, aliran menjadi lambat menyebabkan
proses reabsorpsi maksimal, sehingga konsentrasi yang melewati duktus
hampir tidak mengandung natrium dan klorida. Hal ini menyebabkan tekanan
osmotic berkurang sehingga sebagian cairan ikut direarbsorbsi dan
menyebabkan pemekatan kandungan unsur lain. Oleh karena itu, pada
kecepatan berkeringat yang rendah kandungan urea, asam laktat, dan kalium
menjadi sangat tinggi.

Gangguan organ
Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus, dapat
menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Berbagai
zat pirogen yang dikeluarkan pada saat terjadi inIeksi dapat merangsang
peningkatan suhu tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang
sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh
terganggu.
hLLpť//wwwŦscrlbdŦcom/doc/38377736/skrlpslŴkeperawaLanŴkM8
Annisa Rahim

23

hLLpť//eLdŦeprlnLsŦumsŦacŦld/13372/3/bab_1Ŧpdf

4. bagaimana mekanisme panas nglemeng ?
Bakteri pirogenahasil pemecahan bakteri a memecah !L1 mengirim ke hipotalamus a bakteri pirogen
dalam jumlah sedikit a membuat panas nya nglemeng ,jika dalam jumlah banyak a demam



Perbedaan dari kualitas dan kuantitas antigen menyebabkan demam berbeda·beda jenisnya bisa
subfebris dan lainnya.
Annisa Rahim

26



hLLpť//llbraryŦusuŦacŦld/download/fk/penysarafŴklklngŦpdf

Radarg ururrya d|serla| dergar |era||ar suru luour. 3uru luour d|||as|l||as| alas r|polerr|a (< 3ê
o
C), rorrolerr| (3ê-3Z
o
C), suoleor|s
(3Z,8
o
C) dar leor|s (>38
o
C). 0ua yarg lera|r|r d|seoul juga seoaga| derar. Kera||ar suru luour yarg reryerla| radarg dapal oerupa
derar 8:-10-78 alau derar 10-78. Kera||ar paras luour d|seoao|ar o|er rer|rg|alrya a|l|l|las se|-se| 2:3 (perlararar) luour.

S. mengapa di dapatkan pem.fisik keredupan di daerah apex paru ?
Sputuma jadi perkusi suara redup a akibat eksudat di daerah apex a normalnya suaranya sonor .

Karena difusia ada O2 di daerah apexa bakteri suka di apex karena O2 di apex kaya O2a ada infiltrat a
berupa eksudat(cairan sudah terinfeksi), transudat( perpidahn cairan karena perbedaan tekanan )a
akibatpenimbunan di apex

Pembentukan perkejuan ( salah satu jenis nekrosis dmn smua struktur jaringan tidak terlihat lagi)Alveoli
ada kavitas a pecaha terbentuk jar.parut

Annisa Rahim

27

#uang rugi Iisiologi pada zona 1 di apeks pulmo tidak terjadi
pertukaran O2 dan CO2 kaya O2 di apeks bakteri bersiIat aerob karena
bakteri masuk melalui inhalasi system imun menurun netroIil dan
makroIag mati terdapat inIiltrate di apeks redup



. mengapa di beri obat batuk tapi tidak ada perubahan ?
di warungahanya mukolitik,antitusif, ekspektoran a hanya menekan pada gejalanya a sehingga harus di
beri antibiotik agar membunuh bakteri nya .


Kekebalan kuman TB bisa disebabkan karena :
1. Pengobatan yang tidak tuntas / putus tengah jalan.
Karena lamanya jangka waktu terapi TB (bisa bahkan 3 bulan) banyak penderita TB yang
memutuskan menghentikan pengobatan begitu gejala batuknya hilang.
!ni berbahaya karena sesungguhnya kuman TB masi ada didalam paru, sehingga jika pengobatan
tidak selesai, suatu saat bisa kambuh/ relaps lagi, tetapi sudah tidak mempan dengan
pengobatan antibiotik yang terdahulu.

2. Efek samping dari pengobatan / terapi TB sendiri
Antibiotika untuk TB atau OAT (=Obat Anti TB) memang ada beberapa efek samping yang bisa
mengkhawatirkan pasien untuk meneruskan minum obat.
Diantaranya ikterus (sklera bola mata kuning), hepatitis karena dosis obat terlalu besar
(mengakibatkan mual), tuli (saraf pendengaran terganggu), dan sebagainya.
Yang perlu diketahui, jika terasa timbul efek samping, sebelum menghentikan pengobatan harus
berkonsultasi dengan petugas medis terlebih dahulu.
Annisa Rahim

28

Tidak selalu OAT harus dihentikan, mungkin diganti jenisnya, atau dikurangi dosis pemakaian
juga bisa menghentikan efek samping tersebut.

(Puskesmas Simpang Empat, Banjarmasin
Kalsel,hLLpť//puskesmasslmpangempaLŦwordpressŦcom/2009/06/18/kenapaŴakuŴbaLukŴdarah/)


7. kenapa harus dilakukan pemeriksaan dahak 3x ?
Untuk memastikan agar akurat

Sputuma cirikhas TB a saat pertama pergi ke dokter dan di beri obata periksa dahakayang kedua
dirumah sendiri mengeluarkan dahak ,saat bangun tidur ,sebelum makan ,early morning a ke 3 x nya ke
dokter lagi (kalo bisa setelah 2 hari periksa saat pertama kali ) auntuk mengetahui diagnosis pasti,
mengetahui terapi nya.


8. DD ?
1U8LkCULCSIS ÞAkU
- Def|n|s|
1uberkulosls adalah lnfeksl saluran nafas bawah yang dl sebabkan oleh mlkroŴorganlsme
,ycoboctetlom 1obetcoloslsŦ
(ÞaLoflslologlŦ LllzabeLh !Ŧ Corwlnţ 8Snţ ÞhuŦ LCC)

- Lt|o|og|
aŦ Þroses Ler[adlnya lnfeksl oleh MŦ Luberculosls blasanya secara lnhalaslţ
sehlngga 18 paru merupakan manlfesLasl kllnls yang pallng serlng
Annisa Rahim

29

dlbandlngkan organ lalnnyaŦ Þenularan penyaklL lnl sebaglan besar
melaul lnhalasl basll yang mengandung dropleL nuclelţ khususnya yang
dldapaL darl paslen 18 paru dengan baLuk berdarah aLau berdahak yang
mengandung basll Lahan asam (81A)Ŧ
bŦ Þenyebab Luberkulosls adalah MycobacLerlum Luberkuloslsţ se[enls
kuman berbenLuk baLang dengan ukuran pan[ang 1Ŵ4 DŽm dan Lebal 0ţ3Ŵ
0ţ6 DŽmŦ dan yang Lergolong MycobacLerlum Luberkulosls complex adalah
ť
lŦ MŦ Luberculosae
llŦ varlan Aslan
lllŦ varlan Afrlcan l
lvŦ varlan Afrlcan ll
vŦ MŦ bovls
Þerbedaan kuman LersebuL berdasarkan epldemlologlŦ
cŦ Sedangkan kelompok MycobacLerla CLher 1han 18 (MC18ţ aLyplcal
adalah ť MŦ kansaslţ MŦ avlumţ M lnLra cellulareţ MŦ scrofulaceumţ MŦ
malmacerseţ MŦ xenopl)
dŦ Sebaglan besar dlndlng kuman Lerdlrl aLas asam lemak (llpld)ţ kemudlan
pepLldogllkan dan arablnomannanŦ L|p|d lnllah yang membuaL kuman
|eb|h tahan asam (asam a|koho|) seh|ngga d|sebut bakter| tahan asan
(81A) dan |a [uga |eb|h tahan terhadap gangguan k|m|a dan f|s|sŦ
eŦ kuman dapaL Lahan hldup pada udara kerlng maupun dalam keadaan
dlngln (dapaL Lahan berLahunŴLahun dalam lemarl es)Ŧ al lnl Ler[adl
karena kuman berada dalam s|fat dormantŦ uarl slfaL lnl kuman dapaL
bangklL kemball dan men[adlkan penyaklL Luberkulosls men[adl akLlf laglŦ
fŦ uldalam [arlnganţ kuman h|dup sebaga| paras|t |ntrase|u|er yakn| da|am
s|top|asma makrofagŦ Makrofag yang semu|a memfagos|tas| ma|ah
kemud|an d|senang|nya karena banyak menandung ||p|dŦ
gŦ SlfaL laln kuman lnl adalah aerobŦ SlfaL lnl menun[ukkan bahwa kuman
leblh menyenangl [arlngan yang Llnggl kandungan okslgennyaŦ ualam hal
lnl tekanan oks|gen pada bag|an ap|ka| paruŴparu |eb|h t|ngg| dar|
bag|an |a|n seh|ngga ap|ka| |n| merupakan tempat pred||eks| penyak|t
tuberku|os|sŦ
Sumber ť 8uku A[ar llmu ÞenyaklL ualamţ Zulklfll Amln dan Azrll 8aharţ !llld 2ţ Ldlsl 4ţ
lkul

- Þathogenes|s
1u8L8kuLCSlS ÞkIMLk ť
kuman dalam benLuk dropleL nuclel Lerhlsapţ masuk saluran napas dlhadapl neuLrofllţ
kemudlan makrofag ada yang maLl dan keluar bersama secreLţ ada yang maslh meneLap
Annisa Rahim

30

dl[arlngan paru dan berkembangblak dl dalam slLoplasma makrofag kuman yang bersarang dl
paru ƹ sarang prlmer men[alar ke pleura ƹ efusl pleuraţ men[alar ke Cl1ţ ke arLerl pulmonalls ƹ
pen[alaran ke seluruh baglan paru men[adl 1b mlllerŦ

kuman keluar darl baLukan / berslnan penderlLa dalam benLuk dropleL nuclel dalam udara
dapaL berLahan 1Ŵ2 [amŦ uropleL lnl Lerhlsap oleh orang sehaL kemudlan masuk ke saluran
pernafasanţ paru dan alveolus ( [lka ukuran kuman Ƽ 3 mlkron )Ŧ kuman lnl perLama kall akan
dlhadapl oleh neuLrofll kemudlan makrofagŦ kebanyakan parLlkel lnl akan maLl dlberslhkan
oleh makrofag dan keluar darl cabang LracheoŴbronclal bersama gerakan sllla dengan
sekreLnyaŦ 1eLapl ada pula yang maslh meneLap dl [arlngan paru dan berkembang blak dl
dalam slLoplasma makrofag yang kaya akan llpld (dormanL ƹ kuman dalam keadaan
lsLlrahaL/Lldak akLlf)Ŧ ualam keadaan lnl kuman dapaL Lerbawa ke organ Lubuh lalnnyaŦ
kuman yang bersarang dl paru akan membenLuk sarang Luberkulosls pneumonla kecll dan
dlsebuL sarang prlmerŦ !lka sarang lnl men[alar sampal ke pleura maka akan Ler[adl efusl
pleuraŦ kuman [uga blsa masuk ke saluran gasLrolnLesLlnalţ[arlngan llmfeţ orofarlngţ dan
kullLţ Ler[adl llmfadenopaLl reglonal kemudlan bakLerl masuk ke vena dan men[alar ke
seluruh organ seperLl paruţ oLak gln[alţ LulangŦ 8lla masuk ke arLerl pulmonalls maka Ler[adl
pen[alaran ke seluruh baglan paru men[adl 1b mlllerŦ
uarl sarang prlmer akan Llmbul peradangan saluran geLah benlng menu[u hllus (llmfanglLls
lokal) an dllkuLl pembesaran kelen[ar geLah benlng hllus (llmfadenlLls reglonal)Ŧ Sarang
llmfanglLls lokal + llmfadenlLls reglonal ƹ komplek prlmer (8anke)Ŧ Þroses lnl memakan wakLu
3Ŵ8 mlngguŦ
komplek prlmer lnl selan[uLnya blsa men[adlť
Sembuh Lanpa cacaL
Sembuh dengan adanya garlsŴgarls flbroLlkţ kalslflkasl dl hllus (lesl Þn)
kompllkasl ť
- perkonLlnulLaLum ƹ menyebar ke seklLar
- bronkogen pada paru yan g bersangkuLan maupun paru dl sebelahnya ƹƽ ke usus
karena kuman LerLelan bersama spuLum dan ludah
- llmfogen ƹ ke organ Lubuh laln
- hemaLogen ƹ ke organ Lubuh laln

1u8L8kuLCSlS SLkunuL8 ť
uarl Luberkulosls prlmer lnl akan muncul berLahunŴLahun kemudlan Luberkulosls posLŴ
prlmerŦ 1uberkulosls posL prlmer mempunyal mcam2 namaţ Luberkulosls benLuk dewasaţ
Annisa Rahim

31

locallzed Luberculosls menahunţdsbŦ 8enLuk Luberkulosls lnllah yang LeruLama men[adl
problem kesehaLan rakyaLţ karena dapL menularl seklLarnyaŦ
1uberkulosls posL prlmer dlmulal dengan sarang dlnlţ yang umumnya LerleLak dlsegmen
aplkal darl lobus superlor maupun lobus lnferlorŦ Sarang dlnl lnl awalnya berbenLuk suaLu
sarang pneumonlk kecllŦ naslb sarang pneumonlk lnl akan menglkuLl slah saLu [alanţ sbbť
- dlresobsl kemballţ dan sembuh kemball dengan Lldak menlmbulkan cacaL
- sarang Ladl mulaŴmula meluasţ Lapl segera Ler[adl proses penyembuhan dengan
pembenLukan [arlngan flbroslsŦ Selan[uLnya akan membungkus dlrl men[adl leblh kerasţ
Ler[adl perkapuranţ dan akan sembuh dalam benLuk perkapuranŦ Sballknya dapaL [uga
sarang LersebuL men[adl akLlf kemballţ membenLuk [arlngan ke[u dan menlmbulkan
kavlLlţ blla [arlngan ke[u dlbaLukkan keluarŦ
- Sarang pneumonlk meluasţ membenLuk [arlngan ke[u ([arlngan kaseosa)Ŧ kavlLl akan
muncul dengan dlbaLukkannya [arlngan ke[u Ladl keluarŦ kavlLl awalnya berdlndlng Llplsţ
kemudlan dlndlngnya akan men[adl Lebal (kavlLl skleroLlk)Ŧ naslb kavlLl lnl ť
aŦ mungkln meluas kemball dan menlmbulkan sarang pneumonlk baruŦ Sarang
pneumonlk lnl akan menglkuLl pola per[alanan seperLl yang dlsebuLkan dlaLas
bŦ dapaL pula memadaL dan membungkus dlrl (encapsulaLed)ţ dan dlsebuL
LuberkulomaŦ 1uberkuloma dapaL mengapur dan menyembuhţ Lapl mungkln pula
akLlf kemballţ mencalr lagl dan men[adl kavlLl lagl
cŦ kavlLl blsa [uga men[adl berslh dan menyembuh yang dlsebuL open healed cavlLyţ
aLau kavlLl menyembuh dengan membungkus dlrlţ akhlrnya mengecllŦ
kemungklnan berakhlr sebagal kavlLl yang Lerbungkusţ dan mencluL sehlngga
kellhaLan sebagal blnLang (sLellaLe shaped)
8uku A[ar llmu ÞenyaklL ualam [llld ll edlsl lllţ !akarLať lk ul

- k|as|f|kas|
aŦ Þembaglan secara paLologls
1uberkulosls prlmer (chlldhood Luberculosls)
1uberkulosls posL prlmer (adulL Luberculosls)
bŦ Þembaglan secara akLlvlLas radlologls 1uberkulosls Þaru (koch Þulmonum)
AkLlf
non akLlf
;ulscenL (benLuk akLlf yang mulal menyembuh)
cŦ Þembaglan secara radlologls
1uberkulosls mlnlmal
1erdapaL sebaglan kecll lnfllLraL nonkavlLas pada saLu paru maupun kedua paruţ
LeLapl [umlahnya Lldak meleblhl saLu lobus paru
ModeraLely advanced Luberculosls
Annisa Rahim

32

Ada kavlLas dengan dlameLer Lldak leblh darl 4 cmŦ !umlah lnfllLraL bayangan halus
Lldak leblh darl seperLlga baglan saLu paruŦ 8lla bayangannya kasar Lldak leblh darl
seperLlga baglan paru
lar advanced Luberculosls
1erdapaL lnfllLraL dan kavlLas yang meleblhl keadaan pada moderaLrly advance
Luberculosls
Sumber ť 8uku A[ar llmu ÞenyaklL ualamţ Zulklfll Amln dan Azrll 8aharţ !llld 2ţ Ldlsl 4ţ
lkul

aŦ 18C Þaru
18C Þaru 81A poslLlf ť sekurangŴkurangnya 2 darl 3 speslmen dahak SÞS
hasllnya 81A poslLlf
1 speslmen dahak SÞS hasllnya 81A poslLlf dan gambaran ronLgen dada
menun[ukkan gambar Luberkulosls akLlf
bŦ 18C LksLra paru
18C eksLra paru rlngan ť kelen[ar llmpheţ pleurlLl eksudaLlva unllaLeral
(kecuall Lulang belakang)ţ sendlţ dan kelen[ar adrenal
18C eksLra paru beraL ť menlnglLlsţ mlllerţ perlkardlLlsţ perlLonlLlsţ
pleurlLls eksudaLlva duplexţ 18C Lulang belakangţ 18C ususţ 18C saluran
kenclng dan alaL kelamln
Þedoman naslonal Þenanggulangan 1uberkuloslsţ uepkes 8lţ 2002
8erdasarkan hasll pemerlksaan dahakť
Luberculosls paru 81A (+)
Luberculosls paru 81A (Ŵ)
8erdasarkan Llpe penderlLať
kasus baru
kasus kambuh (relaps)
kasus plndahan (Lransfer ln)
kasus lalal berobaL
kasus gagal
kasus kronlk
kasus bekas 18
Þedoman dlagnosls dan ÞenaLalaksanaan Luberculosls dl lndoneslaţ ÞuÞlţ2003
- Man|festas| k||n|s
1Ŧ uemam
Annisa Rahim

33

8lasanya subfebrll menyerupal demam lnfluenzaŦ kadang panas badan sampal 40Ŵ
41 ¨CŦ Serangan demam ť sembuh sebenLarţ kemudlan kambuh lagl

2Ŧ 8aLuk
1lmbul pallng dlnl dan pallng serlngŦ 8aLuk lnl dlperlukan unLuk membuang produk2
radang keluarŦ Serlng rlngan sehlngga dlanggap baLuk blasa/ karena rokokŦ Þroses yang
rlngan menyebabkan secreL berkumpul wakLu Lldur dan dlkeluarkan wakLu bangun pagl
harlŦ

3Ŧ uahak
1er[adl seLelah penyaklL berkembang dalam paru dan Llmbul perdanganŦ Mula2 mukold
dan sedlklLţ mukopurulen / kunlng aLau kunlng hl[au sampal purulen dan kenLal blla
sudah Ler[adl penge[uan dan llqulfecLlonŦ
!arang berbau busukţ kecuall ada lnfeksl anaerobŦ

4Ŧ 8aLuk darah
Mungkln berupa garlsŴgarls/ bercak darah aLau gumpalan darah aLau profusŦ 1er[adl
karena ada pembuluh darah yang pecahŦ kebanyakan Ler[adl pd kavlLas dan [uga L[d
pada ulkus dlndlng bronkusŦ

3Ŧ nyerl dada
Agak [arang dlLemukanŦ 1lmbul blla lnfllLrasl radng sudah sampal ke pleura shg
menlmbulkan pleurlLlsŦ 1[d gesekan kedua pleura sewakLu paslen menarlk aLau
melepaskan nafasnyaŦ uarl [enls nyerl pleurlLlk nyerlnya rlnganŦ 8lla nyerlnya keras
berarLl ada pleurlLls yang luas (dlaxlllaţu[ung scapulaţdll)

6Ŧ Wheezlng
karena penyemplLan lumen endobronkus ť oleh karena secreLţ bronkosLenoslsţ
keradanganţ [arlngan granulaslţ ulseraslţdllŦ

7Ŧ uyspnea
Annisa Rahim

34

Þada penyaklL rlngan belum dlrasakanŦ 8lasanya dlLemukan pada penyaklL yang sudah
lan[uLţ yang lnfllLraslnya sudah mellpuLl Z baglan paru2Ŧ Merupakan ºlaLe sympLom"
darl proses lan[uL oleh karena reLrlkslţ obsLruksl saluran nafas ºloss of vascular bed/
vascular Lhrombosls" mengaklbaLkan gangguan dlfusl hlperLensl pulmonary dank or
pulmonaleŦ

8Ŧ Malalse
ÞenyaklL 18C yg berslfaL radang menahunŦ Ce[ala malase serlng dlLemukan ť anoreksla
Lldak ada nafsu makanţ badan makln kurus (beraL badan menurun)ţ saklL kepalţ merlangţ
nyerl oLoLţ kerlngaL malamţdllŦ Ce[ala malalse lnl makln lama makln beraL dan Ler[adl
hllang Llmbul secara Lldak LeraLurŦ
8uku A[ar llmu ÞenyaklL ualam [llld ll edlsl lllţ !akarLať lk ulţ 2001

uengan ber[alannya penyaklL dan semakln banyaknya desLruksl [arlngan paruŴparuţ
produksl spuLum semakln beraLŦ 8lasanya Lldak ada ge[ala nyerl dadaţ dan baLuk
berdarah blasanya hanya dlkalLkan dengan kasusŴkasus yang sudah lan[uLŦ 8eberapa
penderlLa mengalaml baLuk produkLlfţ keleLlhanţ kerlngaL pada malam harlţ dan beraL
badan menurun (mlrlp Landa dan gehala bronklLls akuL dan pneumonlaŦ
Sumber ť ÞaLoflslologl konsep kllnls ÞrosesŴÞroses ÞenyaklLţ Sylvla AŦ Þrlce Ǝ Lorralne MŦ
Wllsonţ LCC
18 paru
18 paru orang dewasaţ blasanya ber[alan kronlk dan LerbaLas aLau seLempaL
Þada permulaan blsa Lanpa ge[ala aLau hanya ada ge[ala samarŴsamar ť
perasaan lesu/malasţ nafsu makan kurangţ beraL badab menurunţ baLukŴ
baLuk (mulaŴmula Lanpa dahak kemudlan dlserLal dahak)
LamaŴlama akan Llmbul baLuk baLuk hebaLţ kadangŴkadang dlderLal
hemopLoeţ demam (subfebrll)ţ banyak kerlngaL malam harlţ gangguan
pencernaanţ sesak napasţ dsb
kelalnan paru pada pemerlksaan flslkţ LerdapaL varlasl ť
O kelalnan berslfaL akuL ť lnfllLraL (dl apek paruţ baglan Lengahţ
LempaL laln)ţ pneumonl yang lama sembuhnyaţ 18 paru mllller
(Lldak ada rhonchlţ 81A pada spuLum negaLlfţ gambaran [elas pada
foLo ronLgen)
O kelalnan berslfaL kronlk ť kavlLasţ aLelekLakslsţ flbroslsţ
pneumoLhoraksţ pleurlLls penebalan pleuraţ dsb
Annisa Rahim

33

kelalnan laboraLorlum darah ť bţ [umlah leukoslLţ LLuţ dsbŦ kelalnan lnl
Lldak mencermlnkan keakLlfan penyaklLŦ
kelalan radlologlk 18 paru dapaL berupa ť
O sarang aLau lesl dlnl/ lesl mlnlmalţ
O kavlLas nonŴskleroLlkţ
O kavlLas skleroLlkţ
O keadaan penyebaran penyaklL yang sudah lan[uL
o flbrosls paru luas
o aLelekLaksls
o dlserLal pleurlLlsţ penebalan pleuraţ efusl pleura aLau
Ler[adl pneumoLhoraks
o kerusakan paru yang luas (desLroyed lung)
o kadangŴkadang Ler[adl degenerasl keganasanLer[adl
karslnoma epldermold paru
18 eksLra paru
uapaL mengenal seluruh [arlngan Lubuh dlluar paruŦ Ce[ala kllnlk yang Llmbul sesual
dengan kelalnan aLau leLak lesl 18 eksLra paru LadlŦ
18 susunan syaraf pusaL
MenlnglLls 18 ť mengenal selapuL oLakŦ Ce[alanya ada 3 sLadlum ť sLadlum
prodromalţ sLadlum rangsangan menlnggalţ sLadlum kerusakan oLak
(lokal dan dlfus)
18 daerah splnal ť menlnglLls 18 splnalţ paraplegla ÞoLL aklbaL spondlllLls
18
18 lnLraabdomlnal
18 perlLonlum
18 kelen[ar mesenLerlal
18 usus
18 Lulang dan sendl
18 dl bldang 11
18 lalnŴlaln ť pleurlLls 18ţ 18 kelen[ar llmfeţ 18 gln[al (urogenlLal)ţ 18 kullL
Sumber ť 8uku A[ar llmu ÞenyaklL Þaru (pulmonologl)ţ drŦ Þaslyan 8achmaLullahţ 8uku
keŴ2ţ lkunulÞ

- D|agnos|s
Þemerlksaan llslk
O lnspeksl
beraL badan Lurun
sesak nafas
reLraksl oLoLŴoLoL lnLercosLa
Annisa Rahim

36

kon[ungLlva maLa LerllhaL pucaL
O Þalpasl
SLeam fremlLus menguaL
8eLraksl oLoL lnLercosLalls
O Þerkusl
redup lnfllLraL luasţ schwarLe
hlpersonor kavlLas yang besar
pekak efusl pleura
O AuskulLasl
Suara nafas bronklal lnfllLraL yang luas
veslkuler melemah schwarLe
suara nafas lemah sampal hllang efusl pleura
Suara nafas ronchl basah
Suara nafas amforlk kavlLas besar yang berhubungan langsung dengan bronkus
8uku A[ar llmu ÞenyaklL ualam [llld ll edlsl lllţ !akarLať lk ul

Annisa Rahim

37


Þemerlksaan Þenun[ang
1Ŧ LaboraLorlum ť
a) uarah ť bţ Lţ [umlah leukoslLţ LLu (Lldak mencermlnkan akLlvlLas 18)
b) anallsls gas darah ť blla ada lndlkasl
c) klmla darah
Annisa Rahim

38

d) faal haLl
e) faal gln[al
f) urln ť sedlmen url(hemaLurlaţ proLelnurlaţ pyurla)
g) LCS (llquocerebrosplnal/ calran oLak) ť noneŴpandl (proLelnţ glukosa)ţ selŴselţ
glukosaţ naClţdll
h) Calran pleura ť proLelnţ Luţ glukoaţ selŴsel(llmfoslL)
l) 1es ÞÞu/Luberculln

2Ŧ u[l serologlc
ÞAÞŴ18 ťlgCţ senslLlvlLas/speslflLas Lldak Llnggl mempunyal nllal paLologlk blla
hasll poslLlf dengan LlLer 1/10Ŧ000Ŧ lngaL ada hasll poslLlf palsuŦ
18ŴLlA

3Ŧ Þemerlksaan hlspaLologlk
Þemerlksaan [arlngan Lubuh (paruţpleuraţ kelen[ar llmfeţ Lulangţdll) yang mengalaml
proses 18Ŧ
Þada 18 akLlfť dlLemukan gambaran Luberkelţ reaksl perke[uanţ sel daLla
langhanţdsb
Þada 18 sembuh ť dlLemukan gambaran flbrosls

4Ŧ Þemerlksaan mlkroblologlk
aŦ Þemerlksaan mlkroblologlk blasa ť
pulasan langsung dg pengecaLan Zlehl neelsenţ klnyoun CabeLLţ 1an 1hlam
ok
Annisa Rahim

39

b.
cŦ hLLpť//wwwŦneLLerlmagesŦcom/lmage/19912ŦhLm

speclmen ť spuLum ( perLama pagl harl)ţ calran pleuraţ calran perlkardţ LCSţ
calran sendlţ asclLesţ calran lambung (anak)ţ nanah yg keluar darl flaLulaţ kullL
(18 kullL)
bŦ Þemerlksaan mlkroblologlk lluorescensl
sullLţ Lldak dapaL dlpakal
kuman 81A leblh [elas ť warna kunlng [lngga LerangŦ

cŦ Þemerlksaan blakan kuman
aŦ Medla
lŦ LowensLeln !ensenţ p 7ţ kuman Lumbuh mulal mlnggu ke3Ŵ8
llŦ kudohţ p 6ţ kuman Lumbuh dan berkembang leblh balk (medla
leblh asam)
lllŦ Serum darah aLau lllln parafflnţ pemerlksaan blakan dengan cara
ºsllghL culLure"ţ buLuh wakLu 1Ŵ2 mlngguŦ
Annisa Rahim

40

bŦ asll blakan dlldenLlflkaslkan kumannya dengan pengecaLan dengan caraŴ
cara dlaLasŦ

dŦ Þemerlksaan dg cara 8AC1LC
Þrlnslp ť mendeLeksl perLumbuhan kuman (yang dlblakkan) dengan meLode
radlomeLrlcŦ
asll poslLlf dlperoleh dala wakLu 7Ŵ10 harl
Akurasl hasll cukup balk
uapaL dlpakal unLuk u[l reslslLensl kuman 81A Lerhadap CA1

eŦ Þemerlksaan dg cara ºunA Þrobe"
uasar ťmengldenLlflkasl kuman 81A lewaL slfaLŴslfaL unAŦ kuman 18ţ
dengan unA yang khas ţ Lldak dlpunyal oleh bakLerl lalnŦ 8aglan lkaLan
LersebuL dlberl label (radlolsoLop) kemudlan dlu[l ºgen probe"
anya dapaL dlpakal unLuk u[l dlagnosLlc dan bukan unLuk reslsLensl kuman
18
WakLu ť kurang leblh 24[am sudah ada hasll
SenslLlflLas dan speslflslLas ť 93Ŵ100Ʒ
Ada 2 cara ť
unA hybrldlsaLlon probe
unA amfllflcaLlon

fŦ Þemerlksaan ºÞolymerase Chaln 8eacLlon (ÞC8)"
SuaLu pendeLekslan kuman 81A dengan [alan anallsls unA darl kuman 81A
uasar caranya ť unA ampllflcaLlon
8uLuh wakLu beberapa [am (alaLnya beker[a secara oLomaLls)
8alk unLuk kepenLlngan dlagnosLlc maupun u[l reslsLensl kuman 81AŦ
3Ŧ Þemerlksaan radlologlk
O foLo dada ť
ÞAţ laLeralţ Lop lordoLlc
ALas lndlkaslť laLeral decublLls
1omograflţ fluoroscopl(kalau dlperlukan)
6Ŧ LalnŴlaln
8ronkospl (blla ada lndlkasl)
uSC ť blla dlperlukan unLuk mendeLeksl efusl pleura calran sangaL sedlklL
C1 scannlng dada ť hanya blal dlperllkanţ unLuk mendeLeksl kelalnan
(penebalan pleuraţ efusl pleuraţ massa dalam paru)
u[l faal paru ť apablla ada lndlkaslnyaŦ

%oko Ajot llmo leoyoklt loto jllŦ2ţ 1997Ŧ drŦ Þaslyan 8ţ bagŦ lÞu unulÞ)
Annisa Rahim

41


ulagnosls Luberkulosls pada orang uewasa
ulagnosls 18C Þaru pada orang dewasa dapaL dlLegakkan dengan dlLemukannya 81A
pada pemerlksaan dahak secara mlkroskopls hasll pemerlksaan dlnyaLakan poslLlf
apablla sedlklLnya dua darl Llga speslmen SÞS 8A1 hasllnya poslLlfŦ 8lla hanya 1
speslmen yang poslLlf perlu dladakan pemerlksaan leblh lan[uL yalLu foLo ronLgen
dada aLau pemerlksaan dahak SÞS dlulang
- kalau hasll ronLgen mendukung 18Cţ maka penderlLa dldlagnosls sebagal
penderlLa 18C 888888Ls poslLlf
- kalau hasll ranLgen Lldak mendukung 18C maka pemerlksaan dahak SÞS dlulangl
Apablla faslllLas memungklnkan maka dllakukan pemerlksaan laln mlsalnya blakanŦ
8lla keLlga spemen dahak hasllnya negaLlf dlberlkan anLlbloLlk spekLrum luas (
mlsalnya koLrlmoksasol aLau Amokslsllln) selama 1Ŵ2 mlnggu blla Llda ada perubahan
namun ge[ala kllnls LeLap mencurlgakan 18C ulangl pemerlksaan dahak SÞSŦ
- kalau hasll SÞS poslLlf dlagnosls sebagal penderlLa 18C 81A poslLlf
- kalau hasll SÞS LeLap negaLlf lakukan pemerlksaan foLo ronLgen dada unLuk
mendukung dlagnosls 18C
- 8lla hasll ronLgen mendukung 18C dldlagnosls sebagal penderlLa 18C 81A
negaLlf ronLgen poslLlf
- 8lla hasll ranLgen Lldak dl dukung 18C penderlLa LersebuL bukan 18C
uÞk yang Lldak memlllkl faslllLas ronLgen penderlLa dapaL dlru[uk unLuk foLo ronLgen
dada Luberkulln dapaL negaLlf mesklpun orang LersebuL menderlLa Luberkulosls
mlsalnya pada penderlLa lv/AluS malnuLrlsl beraL 18C mlller dan morblllŦ
Þedoman naslonal Þenanggulangan 1uberkuloslsţ uepkes 8lţ 2002


- Þencegahan
1erhadap lnfeksl 18
Þencegahan Lhd spuLum yg lnfekslus
O Case flndlng
O lsolasl penderlLa dan mengobaLl penderlLa
O venLllasl harus balkţ kepadaLan penduduk dlkurangl
ÞasLeurlsasl susu sapl
MenlngkaLkan daya Lahan 1ubuh
Memperbalkl sLandar hldup
O Makanan 4 sehaL 3 sempurna
Annisa Rahim

42

O Þerumahan dgn venLllasl yg cukup
O Cukup Lldur LeraLur
O Clahraga dl udara segar
MenlngkaLkan kekebalan Lubuh dgn vakslnasl 8CC
Þencegahan dgn mengobaLl penderlLa menggunakan obaL anLl 18
(Mohammad Amlnţ dkkŦ1998ŦÞenganLar llmu ÞenyaklL ÞaruŦSurabayaťunalr Þress)
Þencegahan prlmer
O Menghlndarl konLak person dengan penderlLa 18
O vakslnasl 18
Þencegahan sekunder
O lsolasl penderlLa 8S1Þ/sanaLorlum
O ÞengobaLan 18 secara LunLas
O ÞerawaLan penderlLa 18 Lldak boleh berdekaLan dengan ruang perawaLan
penderlLa lv/AluS
O 8lla menderlLa 18 [uga menderlLa uMţ maka pengobaLan uM harus sebalk
mungklnţ sebab blla un Ldak dapaL dlkonLrolţ penyaklL 18Ŵnya [uga sullL
dlsembuhkan
O kemoprollfllaksls ť dengan lnţ mlnlmal 6 bulan sampal 1 Lahun
Sumber ť 8uku A[ar llmu ÞenyaklL Þaru (pulmonologl)ţ drŦ Þaslyan 8achmaLullahţ 8uku
keŴ2ţ lkunulÞ

ueLeksl dlnl penderlLa 18C
ÞengobaLan pada kasus dan sumber lnfeksl
8radlkasl 18 ť kemoLerapl yang efekLlfţ ldenLlflkasl kasus dengan cepaL dan
Llndak lan[uLţ penanganan pada orang yang Lelah konLak dengan
paslen Lerlnfeksl 18ţ dan u[l lnfeksl 18 pada kelompok yang
berlslko LlngglŦ
ÞaLoflslologlţSylvla AŦÞrlceţ 2006
- Þenata|aksanaan
CbaL 18C dlberlkan dalam benLuk komblnasl darl beberapa [enlsţ dalam [umlah cukup dan
dosls LepaL selama 6Ŵ8 bulanţ supaya semua kuman (Lermasuk kuman perslsLer) dapaL
dlbunuhŦuosls Lahap lnLenslf dan dosls Lahap lan[uLan dlLelan sebagal dosls Lunggalţ
sebalknya pada saaL peruL kosongŦ
Apablla paduan obaL yang dlgunakan Lldak adekuaL ([enlsţ dosls dan [angka wakLu
pengobaLan)ţ kuman 18C akan berkembang men[adl kuman kebal obaL (reslsLen)Ŧ unLuk
men[amln kepaLuhan penderlLa menelan oboL ţ pengobaLan perlu dllakukan dengan
Annisa Rahim

43

pengawasan langsung (uC1ƹulrecly Cbserved 1reaLmenL) oleh seorang pengawas Menelan
CbaL (ÞMC )Ŧ
1Ŧ 1ahap lnLenslf
Þada Lahap lnLenslf ( awal ) penderlLa mendapaL obaL seLlap harl dan dlawasl
langsung unLuk mencegah Ler[adlnya kekebalan Lerhadap semua CA1LeruLama
rlfamplsln Ŧ 8lla pengobaLan Lahap lnLenslf LersebuL dlberlkan secara LepaL blasanya
penderlLa menular men[adl Lldak menular dalamkurun wakLu 2 mlnggu sebaglan
besar penderlLa 18C 81A poslLlf men[adl 81A negaLlf ( konversl ) pada akhlr
pengobaLan lnLenslfŦ
leoqowosoo ketot Jolom tobop loteoslf sooqot peotloq ootok meoceqob tetjoJloyo
kekeboloo obotŦ

2Ŧ 1ahap Lan[uLan
Þada Lahap lan[uLan penderlLa mendapaL [enls obaL leblh sedlklL ţ namum dalam
[angka wakLu yang leblh lama
1obop loojotoo peotloq ootok membooob komoo petslstet % Jotmoot ) sebloqqo
meoceqob tetjoJloyo kekomboboo
Þedoman naslonal Þenanggulangan 1uberkuloslsţ uepkes 8lţ 2002

CbaL anLlLuberkulosls (CA1)
(1) obaL prlmer
(a) lsonlazld ()
(b) 8lfamplsln (8)
(c) Þlrazlnamlda (Z)
(d) LLambuLol (L)
(e) SLrepLomlsln (S)
(2)obaL sekunder
(a) Cfloksasln
(b) Slprofloksasln
(c) ull
Þanduan CA1 (SubdlL 18 paruţ ulL[en ÞÞM dan ÞLÞ uLÞkLS 8l/1994) 8ZL/8
(lama pemeberlan dan komblnasl yang dlberlkan sesual kaLegorl dan dosls yang
dlberlkan sesual dengan beraL badan)
Annisa Rahim

44

ombetť leJomoo uloqoosls Ǝ1etopl ul lJooq lluŦ oqloo llu lku

aŦ lsonlasld ( )
lnţ berslfaL bakLerlsldţ dapaL membunuh 90Ʒ populasl kuman dalam beberapa
harl perLama pengobaLanŦ CbaL lnl sangaL efekLlf Lerhadap kuman dalam
keadaan meLabollk akLlf yalLu kuman sedang berkembangŦ uosls harlan yang
dlan[urkan 3mg/kk 88ţ sedangkan unLuk pengobaLan lnLermlLLen 3 kall semlnggu
dlberlkan dengan dosls 10 mg/Ŧ
bŦ 8lfamplsln ( 8 )
8erslfaL bakLerlsld dapaL membunuh kuman semlŴdormanL (perslsLen) yang Lldak
dapaL dlbunuh oleh lsonlasld dosls 10 mg/kg 88 dlberlkan sama unLuk
pengobaLan harlan maupun lnLermlLLen 3 kall semlnggu
cŦ Þlraslnamld ( Z )
8erslfaL bakLerlsld dapaL membunuh kuman yang berada dalam sel dengan
suasana asamŦ uosls harlan yang dlan[urkan 23mg/kg 88 sedangkan unLuk
pengobaLan lnLermlLen 3 kaŤll semlnggu dl berlkan dengan dosls 33mg/kg 88
dŦ SLrepLomlsln ( S )
8erslfaL bakLerlsldţ dosls harlan yang dlan[urkan 13mg/kg 88 sedangkan unLuk
pengobaLan lnLermlLLen 3 kall semlnggu dlgunakan dosls yang sama penderlLa
berumur sampal 60 Lahun doslsnya 0ţ73 gr/harl sedangkan unLuk umur 60 Lahun
aLau leblh dlberlkan 0ţ3 gr/harl
eŦ LLambuLamol ( L )
8erslfaL bakLerlosLaLlkţ dlsls harlan yang dlan[urkan 13mg/kkg 88 sedangkan
unLuk lnLermlLLen 3 kall semlnggu dlgunakan dosls 30 mg/kg 88
Þedoman naslonal Þenanggulangan 1uberkuloslsţ uepkes 8lţ 2002
uosls obot ootltobetkolosls %A1)
CbaL
dosls
Lfek samplng
SeLlap harl 2x/mlnggu 3x/mlnggu
lsonlazld
(ln)
3 mg/kg
MaksŦ 300mg
13 mg/kg
MaksŦ 900mg
13 mg/kg
MaksŦ 900mg
_ neuropaLl
perlfer
(dlcegah dg
vlL 86)
_ hepaLoLokslk
8lfamplsln
(8)
10 mg/kg
MaksŦ 600mg
10 mg/kg
MaksŦ 600mg
10 mg/kg
MaksŦ 600mg
_ hepaLoLokslk
Annisa Rahim

43

Þlrazlnamld
(Z)
13Ŵ30 mg/kg
MaksŦ 2 g
30Ŵ70 mg/kg
MaksŦ 4 g
30Ŵ70 mg/kg
MaksŦ 3 g
_ Canggual faal
hepar
LLambuLol
(L)
13Ŵ30 mg/kg
MaksŦ 2ţ3 g
30 mg/kg

23Ŵ30 mg/kg

_ keLa[aman
pengllhaLan
menurun
_ kemampuan
membedakan
warna
menurun
SLrepLomlsln
(S)
13 mg/kg
MaksŦ 1 g
23Ŵ30 mg/kg
MaksŦ 1ţ3 g
23Ŵ30 mg/kg
MaksŦ 1 g
nefroLoksls
CLoLokslk
neuroLoksls
dengan ge[ala
paresLhesla
dlseklLar muluL
lpersenslLlflLa
sţ sampal shok


wwwŦLbclndoneslaŦorŦld
1uberkulosls (18C) dapaL menyerang berbagal organ Lubuh LeLapl yang akan dlbahas adalah
obaL 18C unLuk paruŴparuŦ 1u[uan pengobaLan 18C lalah memusnahkan basll Luberkulosls
dengan cepaL dan mencegah kambuhŦ ldealnya pengobaLan dengan obaL 18C dapaL
menghasllkan pemerlksaan spuLum negaLlf balk pada u[l dahak maupun blakan kuman dan
hasll lnl LeLap negaLlf selamanyaŦ
CbaL yang dlgunakan unLuk 18C dlgolongkan aLas dua kelompok yalLu ť
O bot ptlmet ť ln (lsonlazld)ţ 8lfamplslnţ LLambuLolţ SLrepLomlslnţ ÞlrazlnamldŦ
MemperllhaLkan efekLlflLas yang Llnggl dengan LokslslLas yang maslh dapaL dlLolerlrţ
sebaglan besar penderlLa dapaL dlsembuhkan dengan obaLŴobaL lnlŦ
O bot sekooJet ť Lxlonamldţ ÞaraamlnosallsllaLţ Slkloserlnţ Amlkaslnţ kapreomlsln dan
kanamlslnŦ
Mesklpun demlklanţ pengobaLan 18C paruŴparu hamplr selalu menggunakan Llga
obaL yalLu lnţ rlfamplsln dan plrazlnamld pada bulan perLama selama Lldak ada
reslsLensl Lerhadap saLu aLau leblh obaL 18C prlmer lnlŦ

lsoniotid
lsonlazld aLau lsonlkoLlnll hldrazld yang dlslngkaL dengan lnŦ lsonlazld secara ln vlLro
berslfaL tobetkolostotlk (menahan perkembangan bakLerl) dan tobetkoloslJ (membunuh
bakLerl)Ŧ
Mekanlsme ker[a lsonlazld memlllkl efek pada lemakţ bloslnLesls asam nukleaLţdan
gllkollslsŦ Lfek uLamanya lalah menghambaL bloslnLesls asam mlkolaL (mycollc oclJ) yang
Annisa Rahim

46

merupakan unsur penLlng dlndlng sel mlkobakLerlumŦ lsonlazld menghllangkan slfaL Lahan
asam dan menurunkan [umlah lemak yang LereksLrasl oleh meLanol darl mlkobakLerlumŦ
lsonlazld mudah dlabsorpsl pada pemberlan oral maupun parenLeralŦ kadar puncak
dlperoleh dalam wakLu 1Ŷ2 [am seLelah pemberlan oralŦ ul haLlţ lsonlazld mengalaml
aseLllasl dan pada manusla kecepaLan meLabollsme lnl dlpengaruhl oleh fakLor geneLlk yang
secara bermakna mempengaruhl kadar obaL dalam plasmaŦ namunţ perbedaan lnl Lldak
berpengaruh pada efekLlvlLas dan aLau LokslslLas lsonlazldblla obaL lnl dlberlkan seLlap harlŦ

£fek sompinq
Mualţ munLahţ anorekslaţ leLlhţ malalseţ lemahţ gangguan saluran pencernaan lalnţ neurlLls
perlferţ neurlLls opLlkusţ reaksl hlpersenslLlvlLasţ demamţ ruamţ lkLerusţ dlskrasla darahţ
pslkoslsţ ke[angţ saklL kepalaţ menganLukţ puslngţ muluL kerlngţ gangguan 8Akţ kekurangan
vlLamln 86ţ penyaklL pellaraţ hlpergllkemlaţ asldosls meLabollkţ glnekomasLlaţ ge[ala
reumaLlkţ ge[ala mlrlp SysLemlc Lupus LryLhemaLosusŦ
kesistensi
8eslsLensl maslh merupakan persoalan dan LanLanganŦ ÞengobaLan 18C dllakukan
dengan beberapa komblnasl obaL karena penggunaan obaL Lunggal akan cepaL dan mudah
Ler[adl reslsLenslŦ ulsamplng lLuţ reslsLensl Ler[adl aklbaL kurangnya kepaLuhan paslen
dalam memlnum obaLŦ WakLu Lerapl yang cukup lama yalLu anLara 6Ŷ9 bulan sehlngga
paslen banyak yang Lldak paLuh mlnum obaLselama men[alanl LeraplŦ
lsonlazld maslh merupakan obaL yang sangaL penLlng unLuk mengobaLl semua Llpe 18CŦ
Lfek samplngnya dapaL menlmbulkan anemla sehlngga dlan[urkan [uga unLuk
mengkonsumsl vlLamln penambah darah seperLl plrldoksln (vlLamln 86)Ŧ
wwwŦmedlcasLoreŦcom

kaLegorl 1
28ZL / 4383ţ uLk ť
ÞenderlLa baru 18C paru 81A poslLlf
ÞenderlLa 18C paru 81A negaLlf ronLgen poslLlf yg ºsaklL beraL"
ÞenderlLa 18C eksLra paru beraL
28ZL / 48ţ 28ZL / 6L
kaLegorl 2
28ZLS / 8ZL / 3383L3ţ uLk ť
ÞenderlLa kambuh (relaps)
ÞenderlLa gagal (fallure)
ÞenderlLa dgn pengobaLan seLelah lalal (defaulL)
28ZLS / 8ZL / 38L
kaLegorl 3
28Z / 4383ţ uLk ť
Annisa Rahim

47

ÞenderlLa baru 81A negaLlf dan ronLgen poslLlf saklL rlngan
ÞenderlLa eksLra paru rlngan
28Z / 48ţ 28Z / 6L
Þd akhlr Lahap lnLenslf pengobaLan penderlLa baru 81A poslLlf dgn kaLegorl 1 aLau
penderlLa 81A poslLlf pengobaLan ulang dgn kaLegorl 2ţ hasll pemerlksaan dahak
maslh 81A poslLlf berlkan CA1 slslpan (8ZL) 1 bulan
(lÞu lkul)

"uC1S"
W ÞengobaLan 18 paru memerlukan panduan anLlLuberkulosls unLuk memperoleh hasll
Lerapl yang balk dan mencegah/memperkecll kemungklnan Llmbulnya reslsLenslŦ
W Ŵ AnLlbloLlk yang pallng serlng dlgunakan adalah ť lsonlazldţ rlfamplslnţ
plrazlnamldţ sLrepLomlslnŤ dan eLambuLolţ lsonlazldţ rlfamplsln dan plrazlnamld
dapaL dlgabungkan dalam 1 kapsulţ sehlngga mengurangl [umlah pll yang harus
dlLelan oleh penderlLaŦ
W Ŵ Þemberlan eLambuLol dlawall dengan dosls yang relaLlf Llnggl unLuk membanLu
mengurangl [umlah bakLerl dengan segeraŦ SeLelah 2 bulanţ doslsnya dlkurangl
unLuk menghlndarl efek samplng yang berbahaya Lerhadap maLaŦ
W Ŵ SLrepLomlsln merupakan obaL perLama yang efekLlf melawan Luberkuloslsţ
LeLapl harus dlberlkan dalam benLuk sunLlkanŦ !lka dlberlkan dalam dosls Llnggl
aLau pemakalannya berlan[uL sampal leblh darl 3 bulanţ sLrepLomlsln blsa
menyebabkan gangguan pendengaran dan keselmbanganŦ
W Ŵ Þanduan obaL unLuk orang dewasa yang dlan[urkan oleh Þrogram Þ2M adalah sebagal
berlkuL ť
W aŦ Þanduan obaL [angka pan[ang Lerdlrl darl sLrepLomlslnţ ln + 86ţ dan plrazlnamlda
unLuk [angka pengobaLan 12 bulanŦ
W Cara pemberlan ť
W Ƈ Lahap lnLenslf ť pengobaLan seLlap harl ker[a selama 4 mlnggu (24 kall
pengobaLan) berupa ť sLrepLomlsln 0ţ73 mgţ ln 400 mgţ vlLŦ 86 10 mg dan
plrazlnamlda 1 gram selama 8 mlnggu (48 kall pengobaLan)Ŧ
W Ƈ Lahap berselang ť pengobaLan dllan[uLkan 2 kall semlnggu selama 48 mlnggu
(96 kall pengobaLan) dengan sLrepLomlsln 0ţ73 mgţ ln 700 mgţ dlLambah vlLŦ 86
10 mgŦ
bŦ Þanduan obaL [angka pendek Lerdlrl darl rlfamplslnţ eLambuLolţ ln dan vlLŦ 86 unLuk
[angka pengobaLan 6 Ŷ 9 bulanŦ
Cara pemberlan ť
W Ƈ Lahap lnLenslf ť pengobaLan seLlap harl ker[a selama 4 mlnggu (24 kall
pengobaLan) berupať rlfamplsln 430 mgţ eLambuLol 1 gramţ ln 400 mg
dlLambah vlLŦ 86 10 mgŦ
Annisa Rahim

48

W Ƈ Lahap berselang ť pengobaLan dllan[uLkan 2 kall semlnggu selama 22
mlnggu (44 kall pengobaLan) berupať rlfamplsln 600 mgţ ln 700 mg dlLambah
vlLŦ 86 10 mgŦ
W Ƈ WanlLa yang dalam pengobaLan [angka pendek sebalknya Lldak
W menggunakan pll aLau sunLlkan k8 karena keampuhan pll dan sunLlkan k8
dapaL berkurang sehlngga dapaL Ler[adl kehamllanŦ
W Ƈ ÞenderlLa harus dlberlLahu bahwa rlfamplsln menyebabkan warna
merah pada alr llurţ alr maLaţ dan alr senlŦ
W Ƈ ÞengobaLan [angka pendek lnl Lldak boleh dlberlkan pada wanlLa hamll
dan wanlLa yang sedang menyusulŦ
Ŵ khusus pengobaLan 18 pada penderlLa anak dlperlukan ker[a sama yang balk dengan orang
Lua paslen karena angka Jtop oot cukup LlngglŦ

non farmakologls
uleL Llnggl kalorlţ Llnggl proLeln
Memellhara daya Lahan Lubuh dgn pola hldup sehaLţ makan yg balkţ olahragaţ dan
cukup lsLlrahaLŦ
(AL a Clance MedlclneŦÞaLrlck uaveyŦLrlangga)

- komp||kas|
kompllkasl dlnl
Lmflslema
LarlngyLls
ÞleurlLls
Lfusl pleura
kompllkasl lan[uL
A8uS
CbsLruksl [alan nafas
karslnoma paru
Amlloldesls
kerusakan parenklm beraL (SCÞ1ţ flbrosls paruţ kor pulmomal)
(lÞu lkul)
emopLoe (blood sLreakţ hemopLysls maslf)
Caverne paru
ÞneumoLhoraks
ÞleurlLls
Lfusl Þleura/empyema
Abses paru
Annisa Rahim

49

lnfeksl sekunder lSÞA
lnfeksl MŦ aLlplk
lnfeksl [amur
Cagal napasţ ÞÞCMţdll
kor Þulmonal kronlk (CÞC)
karslnoma bronkus
Sumber ť 8uku A[ar llmu ÞenyaklL Þaru (pulmonologl)ţ drŦ Þaslyan 8achmaLullahţ
8uku keŴ2ţ
CÞC (Cor Þu|mona|e Chron|cum)


- Þrognos|s
1erganLung pada ť
1lngkaLan penyaklL saaL pengobaLan dlmulalţ leblh dlnl kelalnannya dan
mendapaLkan pengobaLan yang lnLenslf pronosls balk
uera[aL lnLenslflLas pengobaLan
Adanya reslsLensl kuman Lerhadap CA1
Ada/Lldaknya penyaklL laln yang menyerLalnya ť
uM
keganasan
lnfeksl lv/AluS
Sumber ť 8uku A[ar llmu ÞenyaklL Þaru (pulmonologl)ţ drŦ Þaslyan 8achmaLullahţ 8uku
keŴ2ţ lkunulÞ
Sembuh
ÞenderlLa dlnyaLakan sembuh blla penderlLa Lelah menyelesalkan
pengobaLannya secara lengkap dan pemerlksaan dahak (follow up) pallng sedlklL
2 kall berLuruLŴLuruL hasllnya negaLlf ( yalLu pada akhlr pengobaLan dan/ sebulan
sebelum akhlr pengobaLanţ dan pada saLu pemerlksaan follow up sebelumnya
Menlnggal
Adalah penderlLa yang dalam masa pengobaLan dlkeLahul menlnggal karena
sebab apapun
Cagal
- penderlLa81A poslLlf yang hasll pemerlksaan dahaknya LeLap poslLlf /
kemball men[adl poslLlf pada saLu bulan sebelum akhlr pengobaLan /pada
akhlr pengobaLanŦ 1lndak lan[uLť penderlLa 81A poslLlf baru dengan
kaLegorl 1 dl berlkan kaLegorl 2 mulal darl awalŦ ÞenderlLa 81A poslLlf
pengobaLan ulaang dengan kaLegorl 2ţ blla negaLlf pengobaLan kaLegorl 1
dllan[uLkanŦ
Annisa Rahim

30

- ÞenderlLa 81A negaLlf yang hasll pamerlksaan dahaknya pada akhlr bulan
ke 2 man[adl poslLlfŦ 1lndak lan[uL berlkan pengobaLan kaLegorl 2 mulal
darl awalŦ
Þedoman naslonal Þenanggulangan 1uberkuloslsţ uepkes 8lţ 2002

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful