Perhitungan Biaya Variabel

a. Gambaran Umum Perhitungan Biaya Variabel dan Perhitungan Biaya Penyerapan Dalam dua bab terakhir, kita belajar bahwa laba rugi kontribusi dan analisis biaya-volumelaba merupakan alat Bantu yang berguna. Kedua alat bantu ini menekankan pada perilaku biaya dan mengharuskan manajer secara hati-hati membedakan biaya variabel dan biaya tetap. Perhitungan biaya penyerapan, yang telah didiskusikan dalam Bab 2 dan bab 3, membebankan biaya variabel dan biaya tetap ke produk—menggabungkan dengan suatu cara yang menyulitkan manajer untuk membedakannya. Sebaliknya, perhitungan biaya variabel berfokus pada perilaku biaya—secara jelas membedakan biaya tetap dan biaya variabel. Salah satu keunggulan perhitungan biaya variabel adalah keharmonisannya dengan pendekatan kontribusi dan konsep biaya-volume-laba yang didiskusikan pada bab sebelumnya.

Perhitungan Biaya Penyerapan Di Bab 3, kita belajar bahwa perhitungan biaya penyerapan (absorption costing) memperlakukan semua biaya produksi sebagai biaya produk, tanpa membedakan apakah biaya itu varibel atau tetap. Dengan demikian biaya produk per unit terdiri atas langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead variabel dan tetap. Jadi, perhitungan penyerapan mengalokasikan sebagian dari overhead pabrik tetap ke dalam tiap unit produk, bersama dengan biaya overhead variabel. Karena perhitungan biaya penyerapan melibatkan semua biaya produksi, metode ini sering disebut sebagai metode biaya penuh (full cost). Perhitungan Biaya Variabel Dengan menggunakan perhitungan biaya variabel (variable costing), hanya biaya produksi yang berubah-ubah sesuai dengan output yang diperlukan sebagai biaya produk.termasuk didalamnya adalah biaya langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik variabel. Biaya overhead pabrik tetap tidak diperlakukan sebagai biaya produk dalam metode ini. Sebaliknya, biaya overhead diperlakukan sebagai biaya periodic, seperti beban administrasi dan penjualan, beban tersebut dibebankan secara utuh ke dalam pendapatan setiap periodenya. Konsekuensinya, biaya per unit produk dalam persediaan atau dalam harga pokok penjualan dalam metode perhitungan biaya variabel tidak mengandung elemen biaya

Beban penjualan dan administrasi tetap……………… $30. baik dengan pendekatan variabel ataupun perhitungan biaya penyerapan. . perhatikan Boley Company. Biaya tetap per tahun: Overhead pabrik tetap…………………………………. Jadi. Hitunglah biaya produk per unit dengan perhitungan biaya penyerapan. Beban ini tidak pernah diperlakukan sebagai biayaproduk dalam perhiyungan kedua metode perhitungan biaya. Tenaga kerja langsung ………………………………. Biaya variabel per unit: Bahan baku langsung…………………………………..overhead tetap. Beban penjualan dan administrasi variabel…………. Overhead pabrik variabel………………………………. beban penjualan dan administrasi variabel dan tetap selalu diperlakukan sebagai biaya periodik dan dikurangi dari pendapatan yang diperoleh. Perhitungan Biaya per Unit Untuk mengilustrasikan perhitungan biaya per unit denagan menggunakan perhitungan biaya penyerapan dan variabel. kita perlu membahas secara singkat bagaimana memperlakukan beban administrasi dan penjualan. perusahaan kecil yang memproduksi satu produk dan memiliki struktur biaya seperti berikut: Jumlah yang diproduksi setiap tahun…………………. Perhitungan biaya variabel sering disebut sebagai perhitungan biaya langsung (direct costing) atau perhitungan biaya marginal (marginal costing). Klasifikasi biaya—Perhitungan Biaya Penyerapan vs Variabel Untuk melengkapi ringkasan perbandingan dari variabel dan perhitungan biaya penyerapan.000 $3 $2 $4 $1 6000 Diminta: 1.000 $10.

Jadi. Dengan menggunakan metode perhitungan biaya variabel. jika perusahaan menjual satu . Total biaya produksi variabel…………………………………. variabel dan tetap. unit yang tidak terjual akan dihitung sebagai persediaan dalam neraca dengan biaya $12 per unit.2.000 akan diperhitungkan secara total sebagai beban periodic bersama dengan beban dan administrasi akan mengurangi pendapatan. Perhitungan biaya variabel Bahan baku langsung…………………………………………… Tenaga kerja langsung………………………………………….000/6. Overhead pabrik tetap ($30.) Dengan menggunakan metode perhitungan biaya penyerapan perhatikan bahwa semua biaya produksi. dimasukkan dalam perhitungan biaya produk per unit. $12 ($7 biaya variabel dan $5 biaya tetap) akan dikurangi dalam laporan laba rugi sebagai harga pokok penjualan. perhatikan bahwa hanya biaya produksi variabel yang dimasukkan dalam biaya produk.000 unit produk)… 5 $12 $2 4 1 7 Biaya produk per unit…………………………………………. Biaya produk per unit……………………………………………. Overhead pabrik variabel………………………………………. Solusi Perhitungan biaya penyerapan Bahan baku langsung………………………………………… Tenaga kerja langsung ………………………………………… Overhead pabrik variabel……………………………………….. Sama seperti di atas. Jadi. Hitunglah biaya produk per unit dengan perhitungan biaya variabel. jika perusahaan menjual satu unit produk dan menggunakan perhitungan biaya penyerapan. $2 4 1 $7 (overhead pabrik tetap $30.

bersama dengan informasi tentang perusahaan yang diberikan di bawah ini: Unit dalam persediaan awal………………… Unit yang diproduksi…………………………..000 $20 6. Beban penjualan dan administrasi: Variabel per unit……………………………. Harga jual per unit ……………………………. Laporan laba rugi dengan menggunakan pendekatan perhitungan biaya penyerapan dan biaya variabel ditunjukkan dalam Tampilan 7-2. dalam menyiapkan laporan-laporan ini kita menggunakan data Boley Company yang diberikan sebelumnya...unit produk dan menggunakan perhitungan biaya variabel.000 uniit) 5 $2 4 1 - Biaya variabel $2 4 1 . Perbandingan Laporan Laba Rugi Dengan Perhitungan Biaya Penyerapan dan Variabel. $7 akan dikurangi sebagai harga pokok penjualan dan unit tidak terjual akan dimasukkan dalam akun persediaan dalam neraca dengan biaya hanya $7 per unit. Unit dalam persediaan akhir………………….000 1. Unit yang terjual………………………………. b. Overhead pabrik variabel……………………………. Tetap per unit………………………………… $3 $10.000/6.000 5. Overhead pabrik tetap ($30.000 0 Perhitungan Penyerapan Biaya per unit: Bahan baku langsung………………………………… Tenaga kerja langsung……………………………….

seluruh biaya overhead tetap $ 30. diharapkan unit ini akan diambil dari persediaan dan dijual. Dengan metode perhitungan biaya variabel.000 unit.Biaya produk per unit………………………………… $12 $7 Beberapa hal yang dapat diambil dari laporan keuangan : 1. sehingga metode ini tidak cocok untuk perhitungan biaya-volume – laba yang penting untuk perencanaan dan pengendalian yang baik. Laporan laba rugi perhitungan biaya penyerapan tidak membedakan antara biaya tetap dan variabel. Dengan metode perhitungan biaya penyerapan.000 untuk 1. dimana . Jadi setiap 1000 unit yang masuk ke dalam persediaan pada akhir periode memiliki biaya overhead pabrik tetap $5 di dalamnya. Proses yang terjadi dapat dijelaskan dengan data Boley Company.000 unit dalam persediaan akhir. Penangguhan $5. Alasannya adalah dalam perhitungan biaya variabel.000 unit. 2. Untuk menghasilkan data untuk analisis biaya-volume-laba. tersisa 1. dibutuhkan waktu untuk . Biaya Overhead pabrik tetap untuk periode berjalan ini ditangguhkan ke periode berikutnya. Dengan metode perhitungan biaya penyerapan.000 dalam biaya overhead pabrik . atau total $5.000 unit tetapi hanya menjual 5. Biaya-biaya ini akan ditangguhkan ke periode berikutnya dan akan dimasukkan dalam akun persediaan dalam neraca. Selama periode berjalan Boley Company memproduksi 6. Penagguhan biaya ini dikenal sebagai overhead tetap pabrik ditangguhkan ke persediaan (fixed manufacturing overhead cost deferred in inventory).000 diperlakukan sebagai beban periode berjalan (lihat bagian bawah laporan laba rugi perhitungan biaya variabel). setiap unit yang diproduksi dibebani biaya overhead pabrik tetap $5 (lihat perhitungan biaya per unit diatas). 4.000 dibanding perhitungan biaya penyerapan. hanya biaya produksi variabel yang dibebankan ke unit produk dan dengan demikian dimasukkan dalam persediaan. Persediaan akhir dalam metode perhitungan biaya variabel lebih rendah $5. jika persediaan meningkat maka beberapa biaya produksi tetap dalam periode berjalan tidak tampak dalam laporan laba rugi sebagai bagian dari harga pokok penjualan. 3.

Rekonsiliasi Perhitungan Biaya variabel dan Perhitungan Biaya Penyerapan. . 5. karena dengan perhitungan ini overhead pabrik tetap ditangguhkan ke dalam persediaan sering dengan naiknya persediaan. Data perhitungan biaya variabel pada tampilan 7-2 dapat digunakan segera dalam perhitungan biaya-volume-laba. Perbandingan Efek Laba – Perhitungan Biaya Penyerapan dan Variabel Hubungan antara Produksi dan Penjualan untuk Periode yang bersangkutan Produksi = Penjualan Persediaan tidak berubah Akibat pada perusahaan Hubungan antara laba bersih operasional.Perhitungan Biaya penyerapan dan Perhitungan biaya variabel Laba bersih operasional perhitungan biaya penyerapan = laba bersih operasional Produksi > Penjualan Persediaan meningkat perhitungan biaya variabel Laba bersih operasional perhitungan biaya penyerapan > laba bersih operasional Produksi < Penjualan Persediaan menurun perhitungan biaya variabel Laba bersih operasional perhitungan biaya penyerapan > laba bersih operasional perhitungan biaya variabel *Laba operasi lebih tinggi dengan menggunakan perhitungan biaya penyerapan.mengerjakan ulang dan mengklasifikasi biaya dalam laporan perhitungan biaya penyerapan. Pada dasarnya perbedaan antara metode perhitungan biaya penyerapan dan perhitungan biaya variabel terletak pada waktu(timing). ** Laba operasi lebih rendah dengan menggunakan perhitungan biaya penyerapan. karena dengan perhitungan ini overhead pabrik tetap dilepaskan dari persediaan yang sering dengan turunnya persediaan. Pendekatan perhitungan biaya variabel untuk menentukan biaya produksi per unit sesuai dengan pendekatan kontribusi karena kedua konsep tersebut mengklasifikasi biaya berdasarkan perilakunya.

Perhitungan biaya penyerapan Tahun 1 60. Perhatikan dalam Tampilan 7-6 bahwa laba bersih operasional adalah sama untuk tiga tahun dengan perhitungan biaya variabel. dan yang ditunjukkan oleh Sean Maclafferty dalam tampilan 7-3 memungkinkan kita melihat pengaruh perubahan penjualan terhadap laba bersih operasional dengan metode perhitungan biaya penyerapan dan variabel.000 per unit) Laba bersih operasional. Untuk menyelidiki lebih jauh perbedaan antara perhitungan biaya variabel dan penyerapan. Laba bersih operasional tidak dipengaruhi oleh perubahan dalam produksi dengan perhitungan biaya variabel.000 C. Ringkasnya. penjualan adalah konstan dan produksi berfluktuasi (kebalikan dari tampilan 7-3).000 30.000 30 (30.000 x 6.Perhitungan biaya variabel Ditambah biaya overhead pabrik tetap yang ditangguhkan dalam persediaan dengan perhitungan biaya penyerapan (5. Karena penjualan berfluktuasi.000 x 6 per unit) Dikurangi biaya overhead pabrik tetap yang dikeluarkan dari persediaan dengan metode perhitungan biaya penyerapan (5. walaupun produksi melebihi penjualan untuk satu tahun dan kurang dari penjualan untuk tahun berikutnya. .000) 60. Dalam contoh Emerald Isle Knitters dibagian sebelumnya.000 Tahun 2 0 Tahun 3 120. dalam contoh teoritis ini. Pengaruh Perubahan Produksi terhadap Laba Bersih Operasional. Perhitungan Biaya Variabel. produksi adalah konstan dan penjualan berfluktuasi selama tiga tahun. perubahan dalam produksi tidak memiliki pengaruh terhadap laba bersih operasional ketika metode perhitungan biaya variabel digunakan. Tujuan tampilkan 7-6 adalah untuk mengilustrasikan kepada Mary O”Meara tentang pengaruh perubahan produksi terhadap laba bersih operasional dengan kedua metode. Sean kemudian menyajikan contoh teoretis dalam tampilan 7-6.000 90.

laba bersih operasional dengan perhitungan biaya penyerapan meningkat di tahun 2. Laporan konsisten dengan apa yang diharapkan manajer berdasarkan kondisi yang dihadapi. biaya overhead pabrik tetap . Laba bersih operasional dipengaruhi oleh perubahan dalam produksi dengan perhitungan biaya penyerapan.. Apakah itu hasil dari harga jual yang lebih rendah. Bagaimana mungkin laba meningkat di satu tahun dan menurun di tahun berikutnya. Lihat kembali data pada tampilan 7-6 manajer mungkin bertanya –tanya mengapa dengan perhitungan biaya penyerapan laba bersih operasional meningkat tajam di tahun 2 sementara penjualan sama dengan tahun sebelumnya. d. Kemudian ditahun 3.Perhitungan Biaya Penyerapan. jadi laporan tersebut membuahkan kepercayaan bukan kebingungan. hanya dengan melihat laporan laba rugi perhitungan biaya penyerapan. atau karena factor lain? Manajer tidak mampu menjelaskan. Dengan perhitungan biaya penyerapan. Memilih Metode Perhitungan Biaya Dampak terhadap Manajer Seperti Mary O’Meara. laba bersih operasional menurun tajam. Untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan perhitungan biaya penyerapan. Angka ini terlihat tidak konsisten. penentang pehitungan biaya penyerapan berpendapat bahwa perubahan biaya overhead pabrik tetap antar periode dapat membingungkan dan menyesatkan atau bahkan mengakibatkan pengambilan keputusan yang salah. Perhatikan bahwa pada dasarnya laba bersih operasional meningkat dan menurun antara kedua tahun ini walaupun jumlah unit yang terjual sama untuk masing-masing tahun. Sebaliknya. Seperti terlihat dalam tampilan 7-6. operasi yang lebih efisien. berlawanan . jadi margin kontribusi dan laba bersih operasional juga tetap konstan. sebagai respons dari peningkatan produksi di tahun tersebut. Penjualan konstan selama tiga tahun tersebut. Alasan yang menjelaskan pengaruh ini dapat ditelusuri lewat biaya overhead pabrik tetap yang berubah dari satu periode ke periode lainnya dalam metode perhitungan biaya penerapan sebagai akibat dari perubahan dalam persediaan. membingungkan serta menghilangkan kepercayaan atau laporan keuangan. laporan laba rugi perhitungan biaya variabel dalam Tampilan 7-6 cukup jelas dan mudah dimengerti. walaupun jumlah penjualan sama dengan tahun-tahun yang lalu. jika persediaan meningkat. pembaca laporan keuangan harus tanggap terhadap perubahan tingkat persediaan.

Kelemahan dari metode ini adalah ketidakmampuannya menghubungkan dengan analisis biaya-volume-laba.000 90.000 ========= Total biaya tetap Margin kontrubusi per unit 240. Jadi bila perhitungan biaya penyerapan digunakan fluktuasi dalam laba bersih operasional dapat disebabkan oleh perubahan persediaan bukan karena perubahan dalam penjualan.000 12 per unit Titik impas per unit = ---------------------------------------. Untuk menggambarkannya.. Untuk menentukan titik impas. Mari kita hitung titik impas untuk perusahaan Emerald Isle Knitters. laba bersih opersional akan dikeluarkan dari persediaan dan laba bersih operasional akan tertekan.ditangguhkan pada persediaan dan laba bersih operasional meningkat.000 unit . Analisis Biaya-Volume-Laba dan Perhitungan Biaya Penyerapan. kita kembali ke tampilan 7-3. Perhitungan biaya penyerapan banyak digunakan dalam laporan internal dan eksternal.000 240. Banyak perusahaan menggunakan pendekatan perhitungan biaya perempuan karena pendekatan tersebut focus terhadap perhitungan biaya penuh (full costing) unit produksi. kita membagi total biaya tetap dengan margin kontribusi per unit : Harga jual per unit Biaya variabel per unit (produksi dan penjualan) Margin kontribusi per unit 20 8 12 ========= Biaya overhead pabrik tetap Biaya administrasi dan penjualan tetap Total Biaya tetap 150. Jika persediaan menurun.= ---------------------= 20.

tepat pada titik impasnya. Sering dianggap bahwa perhitungan biaya penyerapan digunakan untuk laporan eksternal di Amerika Serikat. sedangkan dengan perhitungan biaya variabel hanya 7.000 unit .Perusahaan menggunakan perhitungan biaya variabel untuk pelaporan eksternal menghadapi resiko bahwa auditornya mungkin akan menyatakan laporan tersebut . Masalah ini akan didiskusikan secara mendalam dalam bab lain.Titik impasnya adalah 20. Perhitungan biaya penyerapan juga menyulitkan analisis biaya-volume-laba. yang mengasumsikan penggunaan perhitungan biaya variabel. perusahaan masih mendapatkan laba bersih 30.000 pada tahun 2. perusahaan hanya mencapai titik impas pada tahun 2 dan memperlihatkan laba bersih nol. Mengapa hal ini terjadi? Bagaimana perhitungan biaya penyerapan dapat menghasilkan laba bersih positif padahal perusahaan sesungguhnya hanya mencapai titik impas. Karena biaya produk dinyatakan per unit . Pembuatan Keputusan Masalah pokok perhitungan biaya penyerapan adalah bahwa biaya overhead pabrik tetap tampak seperti berubah terhadap unit yang terjual padahal sesungguhnya tidak.000 unit. Jawabannya terletak pada fakta bahwa biaya overhead tetap sebesar 30. Kesalahan persepsi bahwa biaya produksi per unit dengan perhitungan biaya penyerapan dapat mengakibatkan munculnya masalah menajerial. biayanya adalah sebesar 13. Dengan menangguhkan biaya overhead pabrik tetap dalam persediaan. Dengan pendekatan kontribusi dan menyususn laba rugi dengan perhitungan biaya variabel . laporan laba rugi menunjukkan laba meskipun sesungguhnya perusahaan hanya mencapai titik impas. manajer dapat salah mengerti bahwa setiap penambahan unit produksi . biaya produksi per unit dengan perhitungan biaya penyerapan sebesar 13. Sebagai contoh . Perhatikan dalam tampilan 7-3 bahwa pada tahun 2 perusahaan menjual sebanyak 20. Laporan Eksternal dan pajak Penghasilan. termasuk keputusan penentuan harga dan keputusan untuk menghentikan produksi produk tertentu yang sesungguhnya menguntungkan. dalam Tampilan 7-3.000 ditangguhkan dalam persediaan pada tahun 2 dan oleh karenanya biaya tersebut tidak dikurangkan dari pendapatan. Dengan menggunakan perhitungan penyerapan.

Hal ini akan menjadi masalah dalam pendekatan perhitungan biaya penyerapan karena biaya produksi per unit adalah kombinasi biaya variabel dan biaya tetap . Dengan menggunakan perhitungan biaya penyerapan. Data yang akan digunakan untuk melakukan analisis biaya-volume-laba dapat diambil langsung dari laporan laba rugi yang disusun dengan format kontribusi . 2.tidak disusun sesuai dengan prinsip akuntansi secara umum (gegerally accepted accounting principle—GAAP). Keuntungan perhitungan biaya variabel dapat diringkas sebagai berikut : 1. Perhitungan biaya variabel berkaitan dengan metode pengendalian biaya seperti biaya standard an anggaran fleksibel yang akan didiskusikan dalam bab lain. laba periodik tidak dipengaruhi oleh tingkat persediaan. 4. Data-data tersebut tidak tersedia apabila laporan laba rugi disusun dengan pendekatan konvensional. Jumlah total biaya tetap dinyatakan secara eksplisit dalam laporan laba rugi. . biaya tetap digabung dengan biaya variabel dan dialokasikan ke harga pokok penjualan dan persediaan.laba akan searah dengan penjualan apabila menggunakan perhitungan biaya variabel. dampak biaya tetap terhadap laba lebih ditekankan dalam perhitungan biaya variabel dan pendekatan kontribusi. Dengan perhitungan biaya penyerapan profitabilitas tampak samara-samar karena alokasi biaya tetap yang acak. Seperti yang sudah dinyatakan sebelumnya . dan segmen bisnis yang lain. Masalah ini akan didiskusikan dalam bab lain. Data perhitungan biaya varianbel memudahkan estimasi tingkat profitabilitas produk konsumen. Manajer selalu mengasumsikan bahwa biaya poduksi per unit adalah biaya variabel. Dengan asumsi hal-hal lain tetap (harga jual . Keunggulan Perhitungan Biaya Variabel dan Pendekatan Kontribusi . meskipun perhitungan biaya penyerapan digunakan untuk tujuan pelaporan eksternal. 5. 6. perhitungan biaya variabel dan laporan laba rugi dengan format kontribusi adalah pendekatan alternative untuk tujuan pelaporan internal. biaya . Dengan menggunakan perhitungan biaya variabel.Dengan menggunakan perhitungan biaya variabel. bauran penjualan. 3. biaya produksi per unit tidak mengandung biaya tetap. dan sebagainya) .

Kedua. Dalamm kasus yang lebih komplek . Seperti yang dibahas dalam bab ini. Di dalam teori kendala tenaga kerja langsung tidak dimasukkan sebagai biaya produk. tidak ada alas an untuk menaikkannya. Berubah-ubahnya laba bersih dengan perhitungan biaya penyerapan dan perbedaan laba bersih di antara kedua . Teori kendala (Theory of Constraint-TOC) . Hal ini akan sangat penting untuk perusahaan yang mengalami masalah aliran kas. perhitungan biaya variabel dan perhitungan biaya penyerapan akan menghasilkan perhitungan laba bersih yang berbeda apabila jumlah unit yang diproduksi tidak sama dengan jumlah unit yang terjual atau dengan kata lain bila ada perusahaan jumlah unit persediaan . Kita juga telah belajar bahwa laba bersih dengan menggunakan perhitungan biaya penyerapan dapat berubah-ubah dan kadang-kadang berlawanan dengan pergerakan penjualan.la. Bila perusahaan menggunakan metode JIT. ada dua alas an lain mengapa biaya tenaga kerja langsung diperlakukan sebagai biaya tetap. teori kendala menekankan pada perbaikan yang terus menerus untiuk mempertahankan kemampuan kompetitif. masalah ini berkurang. Dalam kasus yang paling sederhana. berfokus untuk mengelola kendala-kendala yang ada dalam perusahaan sebagai kunci untuk meningkatkan laba. Pertama. tenaga kerja langsung tidak mesti sebagai kendala. Merekrut lebih banyak tenaga kerja akan meningkatkan biaya tanpa adanya peningkatan keluaran yang dapat dijual baik dalam bentuk barang maupun jasa. yang terjadi kendala adalah mesin. kendalanya adalah kebijakan (seperti desain konpensasi yang tidak baik untuk tenaga penjualan) yang menghambat perusahaan untuk menggunkan sumber daya secara efektif. laba bersih berdasarkan perhitungan biaya variabel labih dekat dengan aliran kas bersih dibandingkan dengan laba bersih berdasarkan perhitungan biaya penyerapan. Tanpa komitmen dan tanggapan positif dari karyawan. Karena pemutusan hubungan kerja dapat merusak moral karyawan. pebaikan yang berkelanjutan tersebut mustahil terlaksana. manajer yang menggunakan teori kendala enggan memberhentikan karyawan. yang diperkenalkan pada BAb 1. Dalam perusahaan yang menerapkan teori kenda. Jika tenaga kerja langsung bukan sebagai kendala. Dampak Metode Persediaan JIT.7. Perhitungan Biaya variabel dan Teori Kendala.

Tentu saja. . laba bersih dengan metode perhitungan biaya penyerapan akan searah dengan pergerakan penjualan. Dengaqn JIT . biaya produksi per unit akan berbeda antara perhitungan biaya variabel dan perhitungan biaya penyerapan seperti yang telah dibahas dimuka. Dalam kasus tersebut. perubahan persediaan juga akan kecil dan kedua metode tersebut akan menunjukkan perhitungan laba bersih yang sama.metode tersebut disebabkan oleh perubahan unit persediaan. barang diproduksi karena adanya pesanan dari pelanggan dan tujuannya adalah menghilangkan persediaan barang jadi dan mengurangi poersediaan barang dalam proses . Jika persediaan kecil. Tetapi jika digunakan metode JIT. perbedaan yang besar tidak akan terjadi lagi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful