BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Teknologi Pemrosesan Plastik Secara umum teknologi pemrosesan plastic banyak melibatkan operasi yang sama seperti proses produksi logam. Plastik dapat dicetak, dituang, dan dibentuk serta diproses permesinan (machining) dan disambung (joining) (Mervat, 2010). Bahan baku plastik banyak dijumpai dalam bentuk pellet atau serbuk. Plastik juga tersedia dalam bentuk lembaran, plat, batangan dan pipa. Metode pemrosesan plastik dapat dilakukan dengan cara ekstrusi, injection molding, casting, thermoforming, blow molding dan lain sebagainya. (Firdaus dan Soejono, 2002) Plastic Molding merupakan metode proses produksi massal yang cenderung menjadi pilihan untuk digunakan dalam menghasilkan atau memproses komponen-komponen yang kecil dan berbentuk rumit. Ada dua proses pencetakan dasar, yaitu cetak injeksi dan cetak kompresi. Dalam cetak injeksi, polimer leburan dikompresi ke dalam suatu ruang cetakan tertutup. Cetak kompresi menggunakan panas dan tekanan untuk menekan polimer cair, yang dimasukkan antara permukaan cetakan, sehingga membentuk pola yang sesuai. Cetak injeksi umumnya lebih cepat dari pada cetak kompresi. (Stevens, 2001) Injection molding salah satu bagian besar dalam industry plastic dan sebuah bisnis besar dunia dengan produksi 32% dari seluruh plastic. Berada di bawah ekstrusi dengan produksi 36%. Sedangkan untuk compression molding, produksinya sebesar 6%. (Rosato, 2000)
5

2.2. Defenisi Polimer Polimer merupakan molekul besar yang terbentuk dari unit – unit berulang sederhana. Nama ini diturunkan dari bahasa Yunani Poly, yang berarti ‘banyak’, dan mer, yang berarti ‘bagian’. Makromolekul merupakan istilah yang sinomim dengan polimer (Stevens, 2001, hal 3). Pada dasarnya polimer secara umum digolongkan ke dalam 3 (tiga) macam, yakni : (Stevens, 2001) 1. Bahan Thermoplastik (Thermoplastic), yaitu akan melunak bila

dipanaskan dan setelah didinginkan akan dapat mengeras. Thermoplastik disebut juga plastic komoditi dan sering dipakai dalam bentuk barang yang bersifat pakai – buang (disposable) seperti lapisan pengemas (Stevens, 2001, hal 33). Contoh bahan thermoplastik adalah : polistiren, polietilen, polipropilen, nilon, plastik fleksiglass dan teflon. 2. Bahan Thermoseting (Thermosetting), yaitu plastik dalam bentuk cair dan dapat dicetak sesuai yang diinginkan serta akan mengeras jika dipanaskan dan tetap tidak dapat dibuat menjadi plastik lagi. Thermosetting disebut juga plastic teknik, memiliki sifat mekanik yang unggul, dan daya tahan yang lebih baik (Stevens, 2001, hal 33). Contoh bahan thermosetting adalah : bakelit, silikon dan epoksi. 3. Karet (Elastomer) yaitu polimer yang memperlihatkan resiliensi (daya pegas) atau kemampuan meregang dan kembali ke keadaan semula dengan cepat (Stevens, 2001, hal 36). Contoh elastomer, yaitu : karet sintetis.

6

Berikut pembagian polimer secara umum :

Gambar 2.1 Klasifikasi Polimer (sumber : Pengetahuan Dasar Plastik, penerbit : PT. Tri Polyta Indonesia, tbk)

Bentuk-bentuk polimer yang banyak digunakan dalam kehidupan, antara lain serat, elastomer (karet) dan plastik. (Azizah, 2004)  Serat Serat adalah polimer yang perbandingan panjang terhadap diameter molekulnya kira-kira 100:1. Sifat serat ditentukan oleh struktur makromolekul dan teknik produksinya. Supaya dapat dibuat menjadi serat, polimer harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: o Polimer harus linier dan mempunyai berat molekul lebih dari 10. 000, tetapi tidak boleh terlalu besar karena sukar untuk dilelehkan atau dilarutkan. o Molekul harus simetris dan dapat mempunyai gugus-gugus samping yang besar yang dapat mencegah terjadinya susunan yang rapat.

7

nilon 11 (krislan). nilon 7. Kekuatan rantai dalam elastomer (karet) terbatas. yang dengan cara penarikan mempunyai kekuatan serat yang tinggi dan kurang elastik. Proses ini disebut vulkanisasi. tetapi energi kohesi harus rendah untuk memungkinkan peregangan. 8 . Dengan ditemukannya beberapa macam serat sintetis. o Polimer harus mempunyai gugus polar yang letaknya teratur untuk mendapatkan kohesi antar molekul yang kuat dan titik leleh yang tinggi.  Elastomer (karet) Proses lain yang sering terjadi pada gabungan reaksi dengan reaksi adisi atau reaksi kondensasi merupakan gabungan/ikatan bersama dari banyak rantai polimer. Karet padat yang dibentuk dapat digunakan pada ban dan bola-bola karet. Charles Goodyear telah menemukan bahwa lateks dari pohon karet yang dipanaskan dengan belerang dapat membentuk ikatan silang antara rantai-rantai hidrokarbon di dalam lateks cair.o Polimer harus memberi kemungkinan untuk mendapatkan derajat orientasi yang tinggi. Serat poliamida (nilon) mempunyai banyak jenis antara lain: nilon 66. dan ikatan silang ini memberikan kekuatan tambahan terhadap polimer. Hal ini disebut ikatan silang. nilon 6. akibat adanya struktur jaringan. nilon 610. Nomor yang ada di belakang nama nilon menunjukkan jumlah atom karbon monomer pembentuknya. Pada tahun 1844. perkembangan selanjutnya diarahkan pada memperbaiki cara pembuatan dan pengubahan bahan serat untuk mendapatkan kualitas hasil akhir yang lebih baik. untuk menghormati dewa Romawi yang bernama Vulkan.

plastik akan mengeras jika plastik dibiarkan mendingin. 2) Secara kimia stabil (tidak bereaksi dengan udara. polimer stirena-butadiena-stirena (SBS) merupakan jenis termoplastik elastomer.  Plastik Meskipun istilah plastik dan polimer seringkali dipakai secara sinonim. Setelah penuangan. khususnya dipanaskan. Jenis plastik dan penggunaannya sangat luas. lembaran dan film. namun tidak berarti semua polimer adalah plastik. 5) Biasanya transparan dan jernih. Plastik mempunyai berbagai sifat yang menguntungkan. Umumnya setelah suatu polimer plastik terbentuk. Sifat plastik pada dasarnya adalah antara serat dan elastomer. 7) Fleksibel/plastis. 4) Mudah dibentuk. 6) Dapat diwarnai. air. alkali dan berbagai zat kimia lain). yaitu: (Azizah. 3) Merupakan isolator listrik yang baik.Contoh elastomer yang banyak digunakan adalah poli (vinil klorida). asam. Plastik yang banyak digunakan berupa lempeng. polimer tersebut dipanaskan secukupnya hingga menjadi cair dan dapat dituangkan ke dalam cetakan. Plastik merupakan polimer yang dapat dicetak menjadi berbagai bentuk yang berbeda. 2004) 1) Umumnya kuat namun ringan. Ditinjau dari penggunaannya plastic digolongankan menjadi dua yaitu plastik keperluan umum dan plastic untuk bahan konstruksi (engineering plastics). 9 .

yaitu : (Stevens. Polimer mempunyai flexural strength jika dia kuat saat dibengkokkan. Flexural strength Kekuatan fleksur adalah ukuran dari ketahanan terhadap patahan. 2001) D.2. (Stevens. Tensile strength Kekuatan tarik mengacu kepada ketahanan terhadap tarikan. (Stevens. yang merupakan ukuran sampai dimana suatu sampel bisa ditekan sebelum rusak. (Stevens. Kekuatan tarik penting untuk polymer yang akan ditarik. 2001) E. 2001) 2. Ada beberapa macam kekuatan dalam polimer. Impact strength Kekuatan impak adalah ukuran dari keuletan – bagaimana suatu sampel akan menahan pukulan stress yang tiba – tiba.1. ketika suatu sampel ditekuk (difleks). (Stevens. 2001) C. Fatigue Kelelahan merupakan ukuran bagaimana suatu sampel bisa menahan aplikasi berulang dari tegangan tarik. fleksur. seperti pukulan palu. atau kompresif. 2001) B.3. Kekuatan (Strength) Kekuatan merupakan salah satu sifat mekanik dari polimer. diantaranya yaitu: A. Compressive strength Kekuatan kompresif adalah kebalikan dari kekuatan tarik. (Stevens. 2001) 10 .3 Sifat Mekanik Polimer Polimer memiliki beberapa sifat mekanik.

2. Elongation-to-break (ultimate elongation) adalah regangan pada sampel pada saat sampel patah. Suatu pendulum dengan bobot dan sudut tertentu diayunkan pada spesimen sampai terjadi patahan. 2001) 2. 2001) 2.3. 1995) 11 . Caranya spesimen ditempatkan pada suatu pemegang dengan salah satu ujungnya vertical di atas pemegang. (Stevens. % elongasi adalah panjang polimer setelah di beri gaya (L) dibagi dengan panjang sampel sebelum diberi gaya (Lo) kemudian dikalikan 100%. (Wirjosentono. Elongasi merupakan salah satu jenis deformasi. Ketangguhan (Toughness) Ketangguhan adalah pengukuran sebenarnya dari energi yang dapat diserap oleh suatu material sebelum material tersebut patah.3.3.3. (Stevens.2. Deformasi merupakan perubahan ukuran yang terjadi saat material di beri gaya. Modulus mempunyai satuan yang sama dengan tegangan (MPa). Elongation Semua jenis kekuatan memberitahu kita berapa tegangan yang dibutuhkan untuk mematahkan sesuatu. tetapi tidak memberitahu kita tentang apa yang terjadi pada sampel kita saat kita mencoba untuk mematahkannya. Elastomer memiliki ultimate elongation yang tinggi.4. Modulus Modulus merupakan perbandingan tegangan terhadap perpanjangan atau ukuran ketahanan terhadap tegangan tarik. itulah kenapa kita mempelajari elongation dari polimer. Pengukuran di bawah kurva stress-strain menunjukkan toughness (ketangguhan).

isolasi busa. dll. dan karpet. pelapis lantai. 5. hal 34) 1. 12 . dan barang mainan. Polypropylene (PP) Biasanya digunakan untuk bagian – bagian mobil dan perkakas. keras tetapi ringan. tali. saluran. pipa. bahan pelapis. selang. 4. 6. perabotan. 2. Teflon Teflon atau politetrafluoroetilena memiliki sifat yang tahan terhadap bahan kimia dan panas. lapisan pengemas. Polimer jenis ini banyak digunakan untuk kaca jendela pesawat terbang dan mobil.4. perabotan rumah. PVC PVC (polivinilklorida) biasanya digunakan untuk membuat pipa. isolasi kawat dan kabel. Pemanfaatan Polimer Banyak polimer yang telah dikenal dan secara umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu : (Stevens.2. lembaran. Akrilat (flexiglass) Beberapa polimer dibuat dari asam akrilat sebagai monomernya. 3. Polystyrena (PS) Digunakan untuk bahan pengemas (busa dan film). anyaman. drum. sehingga seringkali digunakan untuk pelapis tangki atau panci anti lengket. isolasi kawat dan kabel. Polyethylene (PE) Biasanya digunakan untuk botol. 2001. Polimetilmetakrilat atau flexiglass merupakan plastik bening. film. perkakas.

Polyurethanes Polyurethanes banyak digunakan untuk produk-produk yang terbuat dari foam. SBR terdiri dari monomer stirena dan 1. Karet sintetis yang telah banyak dikenal yaitu SBR. Bakelit Bakelit banyak digunakan untuk alat-alat listrik. 10.3butadiena. serat. banyak digunakan untuk pembuatan ban mobil. Salah satu contoh polimer ini adalah dakron. untuk aplikasi bahan bangunan dan sebagainya. Aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari misalnya untuk pembuatan wadah dari foam. untuk industri garmen. Karet alam dan karet sintetis Karet diperoleh dari getah pohon karet (lateks). 8. polikloroprena dan polistirena. Karet sintetis terdiri dari beberapa macam. Selain dakron dikenal pula Mylar. Karet alam merupakan polimer isoprena. Polyester Poliester dibentuk dari monomer-monomer ester. misalnya polibutadiena. dan yang digunakan untuk elastomer dan pelapis (coating). yang digunakan sebagai pita perekam magnetik 9.7. 13 . Dakron digunakan sebagai serat tekstil.

5. seperti ABS.wikipedia. Polimer adisi yang terbuat dari propilena monomer. modulus Youngnya juga menengah. Bahan Baku a. dan simbol daur ulangnya adalah nomor "5". dan karpet). Hal ini membolehkan polipropilena digunakan sebagai pengganti berbagai plastik teknik. basa dan asam. Polipropilena memiliki permukaan yang tak rata.2. seringkali lebih kaku daripada beberapa plastik yang lain.wikipedia. pakaian dalam termal. berbagai tipe wadah terpakaikan ulang serta bagian plastik. lumayan ekonomis. tekstil (contohnya tali. PP bisa dibuat menjadi liat serta fleksibel. akrilik maupun plastik tertentu lainnya. Bisa juga dibuat buram dan/atau berwarna-warni melalui penggunaan pigmen. alat tulis. pengeras suara.org/wiki/Polipropilena) Kebanyakan polipropilena komersial merupakan isotaktik dan memiliki kristalinitas tingkat menengah di antara polietilena berdensitas rendah dengan polietilena berdensitas tinggi. dan bisa dibuat translusen (bening) saat tak berwarna tapi tidak setransparan polistirena. diantaranya pengemasan.org/wiki/Polipropilena) 14 . dan uang kertas polimer. Polipropena biasanya didaur-ulang. bahkan di suhu yang rendah. perlengkapan labolatorium. Polipropilena memiliki resistensi yang sangat bagus terhadap kelelahan (bahan). permukaannya tidak rata serta memiliki sifat resistan yang tidak biasa terhadap kebanyakan pelarut kimia. Melalui penggabungan partikel karet. komponen otomotif. (http://id. (http://id. Polyprophylene (PP) Polipropilena atau polipropena (PP) adalah sebuah polimer termoplastik yang dibuat oleh industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi.

dan HDPE mempunyai tingkat resistansi kimia yang sangat baikdan tidak larut pada temperatur ruang karena sifat kristalinitas mereka. dan berat molekulnya. Wadah penyimpan makan yang terbuat dari PP takkan meleleh di dalam mesin cuci piring dan selama proses pengisian panas industri berlangsung. (http://id. Polyethylene (PE) Melihat kristalinitas dan massa molekul.org/wiki/Polietilena) Polietilena terdiri dari berbagai jenis berdasarkan kepadatan dan percabangan molekul. titik leleh.wikipedia.Kebanyakan barang dari plastik untuk keperluan medis atau labolatorium bisa dibuat dari polipropilena karena mampu menahan panas di dalam autoklaf. (http://id.wikipedia. titik lelehnya berkisar 120oC hingga 135oC. Sifat mekanis dari polietilena bergantung pada tipe percabangan. polietilena berdensitas menengah dan tinggi. Sifat tahan panas ini menyebabkannya digunakan sebagai bahan untuk membuat ketel (ceret) tingkat – konsumen. (http://id. struktur kristal. dan transisi gelas sulit melihat sifat fisik polietilena.org/wiki/Polipropilena) b.wikipedia. Temperatur titik tersebut sangat bervariasi bergantung pada tipe polietilena. Titik leleh polietilena berdensitas rendah berkisar 105oC hingga 115oC. atau larutan terklorinasi seperti trikloroetana atau triklorobenzena. MDPE. Pada tingkat komersil. Polietilena umumnya bisa dilarutkan pada temperatur yang tinggi dalam hidrokarbon aromatik seperti toluena atau xilena. sebagian besar tong plastik untuk produk susu perahan terbuat dari propilena yang ditutupi dengan foil aluminium (keduanya merupakan bahan tahan-panas). Untuk itulah. Kebanyakan LDPE.org/wiki/Polietilena) 15 .

o LDPE dicirikan dengan densitas 0. keras dengan fleksibilitas yang terbatas yang dapat dibentuk menjadi berbagai 16 . sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial dari minyak bumi. MDPE memiliki ketahanan yang baik terhadap tekanan dan kejatuhan.926–0. polistirena biasanya bersifat termoplastik padat. o MDPE dicirikan dengan densitas antara 0.940 g/cm3. LDPE diproduksi dengan polimerisasi radikal bebas. Pada suhu ruangan. katalis Ziegler-Natta. atau katalis metallocene. HDPE bisa diproduksi dengan katalis kromium/silika. Polistirena padat murni adalah sebuah plastik tak berwarna. dan tempat sampah. atau katalis metallocene. HDPE digunakan sebagai bahan pembuat botol susu. Ini juga mengindikasikan bahwa LDPE memiliki kekuatan antar molekul yang rendah.910–0. yang berarti tidak akan berubah menjadi struktur kristal. LDPE memiliki derajat tinggi terhadap percabangan rantai panjang dan pendek. katalis ZieglerNatta.941 g/cm3. HDPE memiliki derajat rendah dalam percabangannya dan memiliki kekuatan antar molekul yang sangat tinggi dan kekuatan tensil. MDPE biasa digunakan pada pipa gas. dapat mencair pada suhu yang lebih tinggi.940 g/cm3. botol/kemasan deterjen. Ini mengakibatkan LDPE memiliki kekuatan tensil yang rendah.o HDPE dicirikan dengan densitas yang melebihi atau sama dengan 0. c. pipa air. Polystyrene (PS) Polistirena adalah sebuah polimer dengan monomer stirena. kemasan margarin. MDPE bisa diproduksi dengan katalis kromium/silika.

PS larut dalam eter. keras. 2005) 1. 4.org/wiki/Polistirena) Karakteristik polistirena. 2. 17 .592. Penambahan karet pada saat polimerisasi dapat meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan kejut. bahan ini mudah tergores. Ketahanan terhadap bahan kimia Ketahanan PS terhadap bahan-bahan kimia umumnya tidak sebaik ketahanan yang dipunyai oleh PP atau PE. dimana bahan ini mempunyai indeks refraksi 1. Transparansi Sifat optis dari PS adalah mempunyai derajat transparansi yang tinggi. mempunyai bunyi seperti metallic bila dijatuhkan. yaitu : (Mujiarto. Meskipun demikian.wikipedia. dapat melalui semua panjang gelombang cahaya (A 90%).macam produk dengan detil yang bagus. (http://id. Disamping itu dapat memberikan kilauan yang baik yang tidak dipunyai oleh jenis plastic lain. Abrasion resistance PS mempunyai kekuatan permukaan relative lebih keras dibandingkan dengan jenis termoplastik yang lain. dibawah 0. hidrokarbon aromatic dan chlorinated hydrocarbon. Sifat mekanis Sifat-sifat mekanis yang menonjol dari bahan ini adalah kaku. PS juga mempunyai daya serap air yang rendah.25 %. 3. Polistirena murni yang transparan bisa dibuat menjadi beraneka warna melalui proses compounding. Polistirena jenis ini dikenal dengan nama High Impact Polystyrene (HIPS).

1 Sifat Mekanis Polimer (Sumber : Callister. Suhu maksimum yang boleh dikenakan dalam pemakaian adalah 75oC. slot liners dan covering dari kapasitor.5. Sifat elektrikal Karena mempunyai sifat daya serap air yang rendah maka PS digunakan untuk keperluan alat – alat listrik. atau misalnya pada makanan yang panas. PS mempunyai sifat konduktifitas panas yang rendah. Ketahanan panas PS mempunyai softening point rendah (90oC) sehingga PS tidak digunakan untuk pemakaian pada suhu tinggi. koil dan keperluan radar. Disamping itu. PS foil digunakan untuk spacers. 2001) 18 . 6. Tabel 2.

hal 99). Pengujian Sifat Mekanis Penggunaan bahan polimer sebagai bahan teknik misalnya dalam industri suku cadang mesin. tergantung sifat mekanisnya. Sifat mekanis biasanya dipelajari dengan mengamati sifat kekuatan tarik (σ) bila terhadap bahan diberikan tegangan.2. spesimen mengalami perubahan bentuk (deformasi) maka definisi besarnya beban maksimum (Fmaks) yang dibutuhkan untuk memutuskan spesimen bahan dibagi dengan luas penampang mulamula (Ao) (Wirjosentono. 1995. dibagi dengan luas penampang. Sifat mekanis yang khas ini disebabkan oleh adanya dua macam ikatan dalam bahan polimer. 1995. yaitu ikatan kimia yang kuat antara atom dan interaksi antara rantai polimer (Wirjosentono.6. kekuatan tarik diartikan sebagai besarnya beban maksimum (Fmaks) yang dibutuhkan untuk memutuskan spesimen bahan. konstruksi bangunan dan transportasi. Secara matematis ditulis: Dimana : σmaks Fmaks Ao = kekuatan tarik (MPa) = gaya saat spesimen putus (N) = luas penampang awal (mm2) 19 . hal 99). Secara praktis. Karena selama dibawah pengaruh tegangan. yaitu gabungan antara kekuatan yang tinggi dan elastisitas yang baik.

Bentuk kurva tegangan-regangan ini merupakan karakteristik yang menunjukkan indikasi sifat mekanis bahan yang lunak. Tampak dari kurva yang ditunjukkan bahwa untuk jenis bahan yang berbeda akan memiliki kurva yang berbeda bergantung pada besar tegangan dan regangan masing-masing bahan.2. kuat. lemah. Gambar 2. keras.Hasil pengamatan sifat kekuatan tarik ini dinyatakan dalam bentuk kurva tegangan yakni nisbah beban dengan luas penampang (F/A) terhadap perpanjangan bahan (regangan) yang disebut dengan kurva tegangan- regangan. merupakan contoh kurva tegangan-regangan beberapa bahan. rapuh atau liat. 1995) 20 .2 Sifat Material dari Kurva Tegangan Regangan Polimer Thermoplastik (Wirjosentono. Gambar 2.

Sampai dengan titik elastis bila mana tegangan dilepaskan maka spesimen akan kembali seperti bentuk semula. Bila semua rantai polimer telah tersusun teratur. hal 100). tetapi bila tegangan dinaikkan sedikit saja. Perpanjangan dan tegangan pada saat bahan terputus ini masing-masing disebut kemuluran ε dan kekuatan tarik akhir σt (Wirjosentono. sedangkan besarnya tegangan dan perpanjangan mencapai titik elastis ini masing-masing disebut tegangan yield dan kemuluran pada yield. Di atas titik elastis ini molekul-molekul polimer berorientasi searah dengan tarikan dan hanya memerlukan sedikit tegangan untuk menaikkan perpanjangan. bahan menjadi lebih liat dan diperlukan tegangan yang lebih besar untuk menaikkan perpanjangan. Secara matematis ditulis: Dimana : ε L1 Lo = kemuluran (%) = panjang spesimen setelah tarikan (mm) = panjang spesimen awal (mm) 21 . akan terjadi perpanjangan yang besar. membentuk struktur kristalin. Laju mulur (ε) didefinisikan sebagai perbandingan pertambahan panjang dengan panjang mula-mula yang dinyatakan dalam persen. mula-mula kenaikan tegangan yang diterima bahan berbanding lurus dengan perpanjangan spesimen. 1995. Akhirnya bahan akan terputus bila bila tegangan telah melampaui gaya interaksi total antar segmen.Bila bahan polimer (elastis) dikenakan gaya tarikan dengan laju yang tetap. Kemiringan kurva pada keadaan ini disebut modulus atau kekakuan.

Pencampuran ini dimaksudkan untuk membuat sifat bahan campuran yang seragam dan juga menjaga batas keseragaman yang diinginkan pada keadaan yang optimal sejak proses pencampuran. fasa. Tingkat keseragaman diperoleh berdasarkan sifat alami (dasar) dari setiap komponen campuran dan teknik pencampurannya serta pengaruh kondisi. Jika proses pencampuran ini gagal memproduksi syarat produk yang diinginkan. Friction rasio yang tinggi digunakan untuk menyaring campuran. Ketidak – homogen bisa berupa konsentrasi. Memiliki efek juga terhadap aliran massa.7. 2004). Pencampuran Pencampuran adalah proses mengurangi ketidak – homogenan bahan untuk menghasilkan produk sesuai yang diinginkan.2. Putaran roll menarik campuran kearah jepitan. Proses ini merupakan hal yang utama untuk kesuksesan manufaktur suatu produk. Jarak antara kedua roll dibuat dengan jarak tertentu sehingga dapat diatur/distel karena memiliki bantalan blok pada sisi bagian depan secara berlawanan dengan setelan screw. yang merupakan pembersih pada roll. reaksi. (Paul. 22 . seperti kualitas atau kondisi fisik maka akan meningkatkan biaya produksi. atau temperatur. dan sifat produk (Paul. Dan kemungkinan penjualan produk akan tertunda atau batal karena memerlukan waktu untuk memperbaiki masalah pencampuran ini. Roll balik berputar lebih cepat ketimbang roll maju sesuai perbandingan yang disebut ”friction ratio”. 2004) • Two Roll Mill Two-roll mill terdiri dari dua buah roll horizontal yang paralel dan berputar pada arah yang berbeda.

4 Proses Pencampuran pada Internal Mixer 23 . Kerja yang dilakukan mesin ini terjadi antar rotor dan antara rotor dengan jaket. Terdapat rongga yang kecil antara kedua rotor yang biasanya dijalankan pada kecepatan yang berbeda antara rotor dan dinding ruang pencampuran. Campuran yang sudah merata disalurkan melalui bagian bawah dinding ruang pencampuran. Alat ini terdiri dari dua buah rotor horizontal yang terbungkus. Gambar 2. Campuran masuk ke ruang pencampur melalui saluran masuk vertikal yang ditempatkan pada pengarah penekan yang bergerak secara hidrolik.Gambar 2. Permukaan penekan sebelah bawah merupakan bagian dari ruang pencampuran.3 Proses pencampuran pada mesin two roll mill • Internal Mixer Alat penekan bertekanan tinggi seperti internal mixer digunakan untuk memanaskan dan mestabilkan perubahan campuran. Bentuk rotor ini menyerupai bentuk mesin pencampur axial sepanjang arah maju.

Termoplastik dalam bentuk butiran atau bubuk ditampung dalam sebuah hopper kemudian turun ke dalam barrel secara otomatis (karena gaya gravitasi) dimana ia dilelehkan oleh pemanas yang terdapat di dinding barrel dan oleh gesekan akibat perputaran sekrup injeksi. 4. yaitu: (Hartomo. Rotational molding. Calendering.wikipedia.8. Injection Molding 2. 6. 3. Compression molding. 5. 1993) 1. (http://id.  Metode Injection Molding Proses injection molding merupakan proses yang sering digunakan dalam industry manufaktur plastic. Extrusion molding. plastik leleh bisa langsung diinjeksikan. Blowing molding. Jenis – Jenis Mesin Plastik Molding Berdasarkan Material Plastik yang digunakannya Plastic Molding dapat dibedakan atas beberapa jenis. Pada saat proses pendinginan produk secara bersamaan di dalam barrel terjadi proses pelelehan plastik sehingga begitu produk dikeluarkan dari cetakan dan cetakan menutup. Produk yang sudah dingin dan mengeras dikeluarkan dari cetakan oleh pendorong hidrolik yang tertanam dalam rumah cetakan selanjutnya diambil oleh manusia atau menggunakan robot.2. Plastik yang sudah meleleh diinjeksikan oleh sekrup injeksi (yang juga berfungsi sebagai plunger) melalui nozzle ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air.org/wiki/Injection_molding) 24 .

Gambar 2. dan di dalamnya terdapat mesin molding (cetakan). Heater. Bagian dari Plasticizing unit: Hopper untuk mamasukkan resin. Screw untuk mencampurkan material supaya merata.5 Unit Mesin Injcetion Moulding (Mervat. piston injeksi menggunakan Hydraulic system (sistem pompa) untuk mengalirkan fluida dan menginjeksi resin cair ke molding. injection untuk memasukkan resin melalui sprue pendingin. 2010) Terdapat tiga bagian utama dalam mesin injection molding. Clamping system sangat kompleks. 25 . 2. yaitu : 1. ejection untuk mengeluarkan hasil cetakan plastik. Barrel. Clamping Unit Merupakan tempat untuk menyatukan molding. Plasticizing Unit Merupakan bagian untuk memasukan pellet plastik (resin) dan pemanasan. terdiri dari Motor untuk menggerakan screw. 3. dwelling untuk memastikan molding terisi penuh oleh resin. Drive Unit Unit untuk melakukan kontrol kerja dari Injection Molding. dan Nozzle.

Gambar 2.6 Proses Injection Molding (Kazmer. 2005) 26 .

2010) Gambar 2. 2010) 27 .7 Waktu Siklus (Mervat.Proses kerja mold injeksi berkisar antara 35 detik yang terdiri atas beberapa tahap seperti kedua gambar dibawah ini : (Mervat.

Jendela proses berbeda-beda untuk tiap resin karena masing-masing resin memiliki titik leleh (temperatur transisi gelas.wikipedia.wikipedia. Biasanya cetakan 28 .org/wiki/Injection_molding)  Metode Blow Molding Blow molding merupakan suatu metode mencetak benda kerja berongga dengan cara meniupkan atau menghembuskan udara kedalam material/bahan yang menggunakan cetakan yang terdiri dari dua belahan mold yang tidak menggunakan inti (core) sebagai pembentuk rongga tersebut. Segera dilontarkan bila sudah dingin. (http://id. misalnya botol. yaitu : ekstrusi dan injeksi (Hartomo.Jendela proses atau juga disebut Molding Area Diagram adalah sebuah indikator seberapa jauh kita bisa memvariasikan proses dan masih bisa membuat produk yang memenuhi syarat. 1993. Blow molding ekstrusi terdiri dari pelelehan resin. Jika jendela proses terlalu sempit maka ada risiko menghasilkan produk yang cacat akibat variasi proses injeksi berada di luar jendela. Ketiga tahap itu berjalan serentak. Digunakan untuk membuat barang termoplastik lengkung – cembung. Idealnya jendela proses cukup lebar sehingga bisa mengakomodasi variasi alami yang terjadi selama proses injeksi. Dikenal 2 macam blow molding. kemudian ditiup. Tg) yang berbeda-beda. (http://id. hal 13). Jika tekanan injeksi terlalu tinggi maka akan menimbulkan flash atau burr pada garis pemisah cetakan akibat gaya cekam kecil dari tekanan injeksi. seraya dibuang potongan sisa di mulut botol. membentuk hollow tube.org/wiki/Injection_molding) Jika temperatur proses terlalu rendah maka ada kemungkinan material tidak meleleh dan jika meleleh maka viskositasnya sangat tinggi sehingga memerlukan tekanan injeksi yang sangat tinggi.

Gambar 2.bergerak relative terhadap dienya. Oleh motor Screw berputar sambil menarik butiran plastik mengisi ruang Heater. Tahap cetak injeksinya dapat pada mesin terpisah atau pada satu mesin terpadu (Hartomo. hollow tube dipotong dan dipindah ke cetakan oleh robot (Hartomo. Ada juga yang cetakannya tetap. hal 14). Proses pemanasan butiran plastik kedalam heater. hal 13). Setelah butiran plastic meleleh dan membentuk seperti pasta maka plastik diinjeksikan ke dalam mold. 1993.8 Proses Pengisian Butiran Plastik 2. 1993. Gambar 2.9 Proses Pemanasan Butiran Plastik 29 . Proses blow molding (pembuatan gelas/botol) seperti gambar dibawah ini : 1. Proses Pengisian butiran Plastik dari Hopper kedalam Heater. Blow molding injeksi dipakai untuk membuat wadah kecil di bawah 3 liter.

Produk dikeluarkan setelah produk dingin dengan cara salah satu cavity plate membuka. maka bagian atas dari die atau mould akan bergerak turun menekan material menjadi bentuk yang diinginkan.10 Proses Peniupan Udara 4.11 Proses Pengeluaran Produk  Metode Compression Molding Compression molding (thermoforming) merupakan metode mold plastic dimana material plastik (compound plastic) diletakan ke dalam mold yang dipanaskan kemudian setelah material tersebut menjadi lunak dan bersifat plastis. Gambar 2. Proses peniupan udara. 30 . Apabila panas dan tekanan yang ada diteruskan. Gambar 2.3. Saat plastik menempel pada dinding mold seperti pada tahap kedua maka udara dengan tekanan tertentu ditiupkan ke dalam mold. Proses pengeluaran produk.

Gambar 2. Pemanas didekatkan hingga plastic melunak.12 Metode Compression Molding (Colton. lalu pemanas dijauhkan. 2009) Ada dua cara pokok thermoforming. Forming tekanan. 31 . hanya saja bukan vakum di bawah lembaran. melainkan tekanan di atas lembaran yang digunakan (Hartomo. hal 15). Forming vakum. Aluminium bisa digunakan pada proses ini karena mudah dibentuk dan daya hantar panas baik (Hartomo. dilakukan vakum.maka akan menghasilkan reaksi kimia yang bisa mengeraskan material thermoplastik tersebut (Hartomo. Salah satu daya tarik vakum adalah tidak diperlukannya tekanan tinggi sehingga cetakan tidak usah kuat. hal 15). Ini serupa dengan yang vakum. yaitu forming vakum dan forming tekanan. Bahan termoplastik berupa lembaran lalu dipanaskan lalu dibentuk dengan mengurangi tekanan udara. di anratanya dengan cetakan. 1993. hal 16). 1993. 1993.

keluaran banyak). (Hartomo. Ukuran dan desain screw (diameter lebih besar. 2009) Keluaran extruder dipengaruhi oleh : (Hartomo. Pada ujung ekstruder. batang. film. Kecepatan screw (makin tinggi putaran. Metode Extrusion Molding Extrusion molding suatu proses pembentukan plastic secara continue yang menggunakan mesin ektruder dan material yang akan dibentuk akan berupa bentukan profil tertentu yang panjang. 1993. pelapis kabel listrik. Plastic berbentuk butiran atau bubuk dimasukkan lewat corong. hal 10) 1. Screw yang sesuai untuk mengektrusi kebanyakan termoplastik digerakkan oleh motor listrik lewat roda gigi. seperti pipa. filament. didorong ke screw baja.13 Metode Extrusion Molding (Colton. lelehan melalui die. menghasilkan ekstrudat dengan bentuk sesuai yang dikehendaki. 2. 1993. Dialirkan ke sepanjang barrel dan dipanaskan. hal 8) Gambar 2. Kedalaman lekukan screw semakin berkurang untuk memadatkan bahannya. lembaran. dll. 32 . makin banyak).

33 . yaitu suatu lubang dengan bentuk profill.15 Proses Pencetakan 3. Butiran kecil material plastik oleh gerakan srew dimasukkan ke dalam silinder heater dipanaskan untuk diubah menjadi material kental seperti pasta. tetapi lelehannya lebih baik). sehingga profil yang terbentuk akan mengeras. Berikut ini proses extrusion molding : 1. 4. butiran plastik berubah menjadi cair. Gambar 2.14 Pemanasan Plastik 2. Gambar 2. Tekanan head (tekanan membesar mengurangi keluaran. Didalam silinder heater atau pemanas.3. Viskositas atau tahanan alir polimernya. Produk ditarik atau dikeluarkan dan diterima oleh sebuah conveyor dan dijalankan/ditarik sambil didingikan. lalu dengan tekanan tertentu dimasukkan melalui sebuah forming die (extruder head atau hole).

(Hartomo. Gambar 2. harus segera didinginkan.16 Proses Pengeluaran Produk Berikut ini contoh produk-produk yang dihasilkan dengan extrution molding. 1993) 34 . bahan panas. Bila bentuk telah tepat. Pendinginan dengan udara atau air dapat membantu.17 Produk Yang Dihasilkan dengan Extrution Molding Kebanyakan die didesain berdasarkan pengalaman agar memberikan bentuk sesuai. Jadi begitu ekstrusi terbentuk. harus segera diambil dan dijaga bentuk dan ukurannya. Misalnya dilewatkan pada bak air dingin. lunak dan mudah dibentuk.Gambar 2. kemudian diikuti dengan unit – unit sizing yang menyempurnakan bentuk ekstrudat sekuler dari die. Begitu bahan plastic muncul dari die.

hal 14) 1.18 Metode Rotational Molding (Colton. Metode Rotational Molding Mencakup pemanasan dan pemutaran bahan thermoplastic dalam cetakan tertutup sekitar dua sumbu yang saling tegak. yang masing – masing kemudian mengalami pendinginan. 1993. 35 . hal 14) Gambar 2. uap air. yaitu : (Hartomo. semprotan air. Putaran itu membagikan muatan bahan plastiknya ke dinding dalam cetakan. (Hartomo. dengan kecepatan cermat (sesuai kedua sumbunya) sehingga pelapisannya merata. 2009) Ada tiga tahap utama. 1993. Pemanasan cetakan dan isinya dalam oven secara seragam. dengan tetap diputar agar pendinginan merata. serentak cetakannya diputar sesuai konfigurasi cetakan. 3. Produknya komponen lengkung/lekuk. Pendinginan cetakan dalam ruang yang dialiri udara. Pemuatan sejumlah bahan ke cetakan dan mengklem ke kerangka spider 2.

(Hartomo.parameter suatu proses tentu saja ada yang berperan sedikit dan adapula yang mempunyai peran yang signifikan dalam mempengaruhi hasil produksi yang diinginkan.19 Metode Calendering (Colton. 2009) 2. perlu mengatur beberapa parameter yang mempengaruhi jalannya proses produksi tersebut. Parameter. biasa disebut plastic vinil. Di bidang polimer diterapkan pertama kali untuk mencampurkan aditif pada karet. sepatu. hal 18) Gambar 2. PVC merupakan plastic yang paling sering dicalender. Film vinil sering dilaminasikan pada tenunan untuk tenda.9. pelapis lantai. Metode Calendering Calendering adalah cara membuat film atau lembaran plastic dengan menekannya lewat celah/sela atau nip antara dua silinder yang berputar lawan arah. (Firdaus. 1993. 2002) 36 . Biasanya orang perlu melakukan beberapa kali percobaan hingga ditemukan parameter-parameter apa saja yang cukup berpengaruh terhadap produk akhir benda cetak. Parameter Proses Injection Molding Untuk memperoleh benda cetak dengan kualitas hasil yang optimal. dll.

Dikhawatirkan jika waktu tahan ini terlalu cepat maka sebagian bahan plastik dalam tabung pemanas belum meleleh semuanya. Akan tetapi jika tekanan udara terlalu tinggibdapat mengakibatkan tersemburnya bahan plastik dari dalam cetakan dan hal ini akan berakibat proses produksi menjadi tidak efisien. 2000)  Temperatur leleh (melt temperature) Adalah batas temperatur dimana bahan plastik mulai meleleh kalau diberikan enegi panas.  Waktu tahan (holding time) Adalah waktu yang diukur dari saat temperatur leleh yang di-set telah tercapai hingga keseluruhan bahan plastik yang ada dalam tabung pemanas benarbenar telah meleleh semuanya.ngaruh terhadap proses produksi plastik melalui metoda injection molding adalah: (Rosato. sehingga akan mempersulit jalannya aliran bahan plastik dari dalam nozzle. maka bahan plastik kemungkinan tidak akan keluar atau terinjeksi ke dalam cetakan. Pengaturan waktu 37 . Hal ini dikarenakan sifat rambatan panas yang memerlukan waktu untuk merambat ke seluruh bagian yang ingin dipanaskan. Terlalu rendah tekanan.  Batas tekanan (pressure limit) Adalah batas tekanan udara yang perlu diberikan untuk menggerakkan piston guna menekan bahan plastik yang telah dilelehkan.Adapun parameter-parameter yang berpe.  Waktu penekanan (holding pressure) Adalah durasi atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memberikan tekanan pada piston yang mendorong plastik yang telah leleh.

Untuk mesin-mesin injeksi tertentu kecepatan ini dapat terukur. Makin besar ukuran cetakan makin lama waktu penekan yang diperlukan. Oleh karenanya waktu penekanan ini sangat tergantung dengan besar kecilnya dimensi cetakan (mold). semakin besar kemungkinan untuk terjadinya cacat shrinkage. tetapi untuk mesin-mesin injeksi sederhana kadang-kadang tidak dilengkapi dengan pengukur kecepatan ini.penekanan bertujuan untuk meyakinkan bahwa bahan plastik telah benar-benar mengisi ke seluruh rongga cetak. Semakin tebal dinding cetakan. 38 .  Kecepatan injeksi (injection rate) Yaitu kecepatan lajunya bahan plastik yang telah meleleh keluar dari nozzle untuk mengisi rongga cetak.  Ketebalan dinding cetakan (wall thickness ) Menyangkut desain secara keseluruhan dari cetakan (moulding).  Temperatur cetakan (mould temperature) Yaitu temperatur pemanasan awal cetakan sebelum dituangi bahan plastik yang meleleh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful