I.

PENDAHULUAN Dari mulai munculnya ilmu pendidikan Islam sebagai sebuah disiplin ilmu dan sampai perkembangannya terjadi munculnya teori-teori atau aliran-aliran pemikiran terhadap ilmu pendidikan Islam tersebut. Hal tersebut tentunya tidak lepas dari sebab-sebab atau landasanlandasan yang dipakai dalam mengemukakan masing-masing aliran. Diantara aliran-aliran yang timbul dalam perkembangan ilmu pendidikan Islam yaitu aliran nativisme, aliran empirisisme, dan aliran konvergensi. Ketiga aliran tersebut mempunyai perbedaan dalam pemikiran dan kemampuan para pemikirnya. Untuk lebih jelasnya, dalam makalah ini kami akan menjelaskan ketiga aliran tersebut diatas. II. RUMUSAN MASALAH A. Bagaimana Aliran Nativisme? B. Bagaimana Aliran Empirisisme? C. Bagaimana Aliran Konvergensi? III. PEMBAHASAN A. Aliran Nativisme Nativisme adalah sebuah doktrin filosofis yang berpengaruh besar terhadap aliran pemikiran psikologis. Tokoh utama aliran ini bernama Arthur Schopenhauer (1788-1860) seorang filosof Jerman. Aliran filosof natifisme konon dijuluki sebagai aliran psimistis yang memandang segala sesuatu dengan kaca mata hitam. Mengapa demikian? karena para ahli penganut aliran ini berkeyakinan bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaannya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa. Dalam ilmu pendidikan, pandangan seperti ini disebut “pesimisme pedagogis”. Contoh, jika sepasang orang tua ahli musik, maka anak-anak yang mereka lahirkan akan menjadi pemusik pula. Harimau pun hanya akan melahirkan harimau, tak akan pernah melahirkan domba. Jadi, pembawaan dan bakat orang tua selalu berpengaruh mutlak terhadap perkembangan kehidupan anak-anaknya. Aliran nativisme hingga kini masih cukup berpengaruh dikalangan beberapa orang ahli, tetapi tidak semudah dulu lagi. Diantara ahli yang dipandang sebagai nativis ialah Noam A. Chomsky kelahiran 1928, seorang ahli linguistic yang sangat terkenal hingga saat ini. Chomsky menganggap bahwa perkembangan penguasaan bahasa pada manusia tidak dapat dijelaskan semata-mata oleh proses belajar, tetapi juga (yang lebih penting) oleh adanya “biological predisposition” (kecenderungan biologis) yang dibawa sejak lahir. Namun demikian, Chomsky tidak menafikan sama sekali peranan belajar dan pengalaman berbahasa, juga lingkungan. Baginya, semua ini ada pengaruhnya, tetapi pengaruh pembawaan bertata bahasa jauh lebih besar lagi bagi perkembangan bahasa manusia (Bruno, 1987). Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir itulah yang menentukan perkembangannya dalam kehidupan. Nativisme berkeyakinan bahwa pendidikan tidak dapat mengubah sifat-sifat pembawaaan. Dengan demikian menurut mereka pendidikan tidak membawa manfaat bagi manusia. Karena keyakinannya yang demikian itulah maka mereka di dalam ilmu pendidikan disebut juga aliran Pesimisme Paedagogis. Tokoh aliran ini adalah Schopenhaeur seorang filosof bangsa jerman. Nativisme berasal dari kata dasar natus = lahir, nativius = kelahiran, pembawaaan. Kalau dipandang dari segi ilmu pendidikan tidak dapat dibenarkan: sebab jika benar segala sesuatu itu tergantung pada dasar, jadi pengaruh lingkungan dan pendidikan dianggap tidak ada, maka konsekuensinya harus harus kita tutup saja semua sekolah, sebab sekolah toh tidak mampu mengubah anak yang membutuhkan pertolongan. Tidak perlu para ibu, guru, orang tua mendidik anak-anak karena hal itu tidak aka nada gunanya, tak dapat memperbaiki keadaan yang sudah tersedia (ada) menurut dasar. Akan tetapi hal yang demikian itu justru bertentangan dengan kenyataan yang kita hadapi, karena sudah ternyata sejak zaman dahulu hingga sekarang orang berusaha mendidik generasi muda, karena pendidikan itu adalah hal yang dapat, perlu, bahkan harus dilakukan. Jadi konsepsi nativisme itu tidak dapat dipertahankan dan tidak di pertanggung

1988). dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia itu semata-mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya. Nama asli aliran ini adalah “The School of British Empircism” (aliran empirisme inggris). Hendak menjadi apa seorang anak kelak bergantung pada pengalaman/lingkungan yang mendidiknya. seorang filosof dan psikolog Jerman. Dalam hal ini para penganut empirisme (bukan empirisme) menganggap setiap anak lahir seperti tabula rasa. walaupun orang tuanya pemusik sejati. meskipun lingkungan sekitarnya tidak mendukung. Di antara disiplin ilmu yang menggunakan asas personalisme adalah “personologi” yang mengembangkan teori yang . Kebalikan dari aliran nativisme adalah aliran empirisme (empiricisim) dengan tokoh utama John Locke (1632-1704). Tokoh aliran ini yaitu John Locke. sebuah pemikiran filosofis yang sangat berpengaruh terhadap disiplin-disiplin ilmu yang berkaitan dengan manusia. menurut kenyataan dalam kehidupan sehari-hari terdapat anak yang berhasil karena berbakat. dalam keadaan kosong. Sedangkan kemampuan dasar yang dibawa anak sejak lahir dianggap tidak menentukan. Pengalaman yang diperoleh anak dalam kehidupan sehari-hari di dapat dari dunia sekitarnya yang berupa stimulan-stimulan. sedangkan bakat dan pembawaan sejak lahir dianggap tidak ada pengaruhnya. dan menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung kepada lingkungan. Padahal ada anak yang berbakat dan berhasil meskipun lungkungan tidak terlalu mendukung. Dengan demikian pendidikan diyakini sebagai sebagai maha kuasa bagi pembentukan anak didik. tak punya kemampuan dan bakat apa-apa. ia tak akan pernah menjadi pemusik. lingkungan. sehingga melahirkan sebuah aliran filsafat bernama “environmentalisme” (aliran lingkungan) dan psikologi bernama “environmental psychology” (psikologi lingkungan) yang relatif masih baru (Rober. Aliran Konvergensi Aliran konvergensi (convergence) merupakan gabungan antara aliran empirisisme dengan aliran nativisme. Aliran Empirisme Aliran Empirisme bertolak dari Lockean Tradition yang mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia. Aliran ini menggabungkan arti penting hereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai factor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan manusia. tentu kelak ia akan menjadi seorang poliisi. maka dalam ilmu pendidikan disebut juga Aliran Optimisme Paedagogis. Namun. Tokoh perintis pandangan ini adalah seorang filsuf Inggris bernama John Locke (1704-1932) yang mengembangkan teori “Tabula Rasa”. sebab hanya mementingkan peranan pengalaman yang diperoleh dari lingkungan. B. Doktrin tabula rasa menekankan arti penting pengalaman. Tokoh utama konvergensi bernama Louis William Stren (1871-1938). C. Kelemahan aliran ini adalah hanya mementingkan pengalaman. sebuah istilah bahasa latin yang berarti batu tulis kosong atau lembaran kosong (blank slate/blank tablet). Aliran empirisme dipandang berat sebelah. sedangkan pembawaan tidak dipentingkan. Aliran filsafat yang dipeloporinya disebut “personalisme”. Stimulasi ini berasal dari alam bebas ataupun diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk program pendidikan. Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh faktor lingkungan atau pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. di kesampingkan. Pengalaman empiric yang diperoleh dari lingkungan akan berpengaruh besar dalam menentukan perkembangan anak. sedangkan kemampuan dasar yang di bawa anak sejak lahir. Manusia dapat dididik menjadi apa saja (kearah yang baik atau kearah yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau pendidik-pendidiknya. Karena ia memiliki pengalaman belajar di bidang politik. Karena pendapatnya yang demikian. Jika seorang siswa memperoleh kesempatan yang memadai untuk mempelajari ilmu politik. Doktrin aliran empirisme yang amat mashyur adalah “tabula rasa”. yakni anak lahir di dunia bagaikan kertas putih yang bersih. aliran lebih berpengaruh terhadap para pemikir Amerika Serikat.jawabkan.

3) Yang membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan. dan sebagainya. Faktor Eksternal yaitu hal-hal yang datang atau ada diluar diri siswa yang meliputi lingkungan (khususnya pendidikan) dan pengalaman berinteraksi sisw a tersebut dengan lingkungannya. . a. sedangkan pembawaan tidak dipentingkan. Penganut aliran ini berpendapat bahwa dalam proses perkembangan anak. Pembawaan c. Aliran Empirisme Aliran Empirisme bertolak dari Lockean Tradition yang mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia. Hasil Pendidikan/Perkembangan b. teknik penilaian pencapaian siswa dengan tes objektif atau tes esai. perumusan tujuan pengajaran yang sangat behavioral. B. Sebaliknya. c. 1988). karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda keturunannyayang memerlukan pendidikan yang lebih baik dari orangtuanya. dan lain-lain). ………. 2) Pendidikan diartikan sebagai pertolongan yang diberikan lingkungan kepada anak didik untuk mengembangkan potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang kurang baik. Perintis aliran ini adalah William Stern (1871-1939). Berdasarkan uraian mengenai aliran-aliran doktrin filosofis yang berhubungan dengan proses perkembangan diatas. IV. b. diantara aliran-aliran pendidikan yang ada yaitu: A. Aliran filosof natifisme konon dijuluki sebagai aliran psimistis yang memandang segala sesuatu dengan kaca mata hitam. Dari sisi lain. Lingkungan Karena itu teori W. ………. KESIMPULAN Aliran-aliran pendidikan telah dimulai sejak awal hidup manusia. Tokoh utama aliran ini bernama Arthur Schopenhauer (1788-1860) seorang filosof Jerman. Tokoh perintis pandangan ini adalah seorang filsuf Inggris bernama John Locke (1704-1932) yang mengembangkan teori “Tabula Rasa”. Sebagai contoh. belajar berprogram. penyusun pandangan bahwa factor yang memengaruhi tinggi rendahnya mutu hasil perkembangan siswa pada dasarnya terdiri atas dua macam: 1. . seorang ahli pndidikan bangsa jerman yang berpendapat bahwa seorang anak dilahirkan di dunia sudah disertai pembawaan baik maupun pembawaan buruk. 2. variasi pendapat itu juga melahirkan berbagai pendapat/gagasan tentang belajar mengajar. terdapat variasi pendapat tentang factor mana yang paling penting dalam menentukan tumbuh-kembang itu. ………. Faktor Intern yaitu factor yang ada dalam diri siswa itu sendiri yang meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu yang turut mengembangkan dirinya sendiri. Stern disebut teori konvergensi (konvergen artinya memusat kesatu titik). hakikat kemampuan anak manusia berbahasa dengan kata-kata. Jadi menurut teori konvergensi: 1) Pendidikan mungkin untuk dilaksanakan. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan bakat itu. Aliran Nativisme Nativisme adalah sebuah doktrin filosofis yang berpengaruh besar terhadap aliran pemikiran psikologis.komprehensif (luas dan lengkap) mengenai kepribadian manusia (Rober. baik factor pembawaan maupun factor lingkungan sama-sama mempunyai peranan yang sangat penting. adalah juga hasil konvergensi. Meskipun demikian. seperti peran guru sebagai fasilitator ataukah informator. penekanan pada peran teknologi pengajaran (The Teaching Machine. dan menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung kepada lingkungan. seakan-akan dua garis yang menuju kesatu titik pertemuan sebagai berikut: a. William Stern berpendapat bahwa hasil pendidikan itu tergantung dari pembawaan dan lingkungan. lingkungan yang baik tidak dapat menghasilkan perkembangan anak yang optimal kalau memang pada diri anak tidak terdapat bakat yang diperlukan untuk mengembangkan itu. Aliran konvergensi pada umumnya diterima secara luas sebagai pandangan yang tepat dalam memahami tumbuh-kembang manusia.

2010). Remaja Rosdakarya. 15 Tirtarahardja. Pengantar Pendidikan. L. Sumadi. La Sulo. Aliran Konvergensi Aliran konvergensi (convergence) merupakan gabungan antara aliran empirisisme dengan aliran nativisme. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. (Jogjakarta : AR-RUZ MEDIA. 2005). Suparlan.blogspot. (Jakarta: PT Rineka Cipta.yakni anak lahir di dunia bagaikan kertas putih yang bersih. dan S. DAFTAR PUSTAKA Suhartono. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. PENUTUP Demikianlah makalah yang dapat kami buat. Amin. Aliran ini menggabungkan arti penting hereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai factor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan manusia. Umar. seorang filosof dan psikolog Jerman. cet. Wawasan Pendidikan Sebuah Pengantar Pendidikan. 2010) Syah. Tokoh utama konvergensi bernama Louis William Stren (1871-1938).com/2009/03/aliran-aliran-dalam-pendidikan-islam. cet. 2 http://zizakamal.html . Muhibbin. sebagai manusia biasa kita menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. V. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Psikologi Pendidikan. C. (Jakarta: PT Rajawali Pers. (Bandung: PT. 2008) Suryabrata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful