Makalah Sel Biologi

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perikanan merupakan suatu bidang ilmu yang terus berubah dan berkembang. Sebagian ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan penangkapan, pemiaraan, dan pembudidayaan ikan, ilmu perikanan sangat membantu pencapaian sasaran pembangunan nasional, yakni masyarakat maritim. Sebagaimana ilmu – ilmu terapan yang lain, pengembangan ilmu dan teknologi perikanan sangat ditentukan oleh pengetahuan dasar yang memadai, antara lain fisiologi. Fisiologi sebagai salah satu cabang biologi perikanan yang berkaitan dengan fungsi dan kegiatan kehidupan dapat lebih mudah dipahami, jika organisasi dan fungsi sel diketahui. Fisologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari fungsi, mekanisme dan cara kerja dari organ, jaringan dan sel – sel organisme. Fisiologi mencoba menerangkan faktor – faktor fisika dan kimia yang mempengaruhi seluruh proses kehidupan. Tiap – tiap jenis kehidupan, mulai dari mahluk hidup sederhana seperti virus yang bersel satu sampai manusia yang mempunyai susunan sel yang lebih rumit, mempunyai sifat – sifat fungsional tersendiri. Salah satu ilmu yang dipelajari dalam fisiologi adalah ilmu mengenai sel. Unit dasar tubuh, mulai virus sampai manusia adalah sel, dan tiap – tiap organ sebenarnya merupakan kumpulan banyak sel yang tidak sama, yang bersama – sama digabungkan oleh struktur penyokong interasel. Tiap – tiap jenis sel secara khusus beradaptasi untuk melakukan suatu fungsi tertentu, misalnya sel – sel yang menyusun lamela insang di satu pihak, bertugas dalam pertukran gas dan di pihak lain bertugas pula sebagai tempat pertukaran ion – ion dan air. Sel darah merah berfungsi mengangkut oksigen dari insang ke jaringan, sel hati berperan sebagai mesin pembaru bagi bahan – bahan yang sudah rusak sehingga dapat dipergunakan kembali bagi tubuh dan lain – lain. Sel mampu untuk hidup, tumbuh, dan melakukan fungsi – fungsi khususnya selama tersedia oksigen, glukosa, berbagai ion, asam amino, dan asam lemak yang sesuai dalam lingkungan internal sel. Selanjutnya semua kehidupan sel pada hakikatnya mempunyai lingkungan yang sama, yaitu cairan ekstrasel mengandung ion natrium, klorida dan bikarbonat dalam jumlah besar, serta nutrien untuk sel, seperti oksigen, glukosa, asam lemak, asam amino, juga karbondioksida yang selanjutnya diangkut ke insang untuk dieksresi. Dalam tulisan ini akan dikaji lebih lanjut lagi mengenai pengertian, fungsi dan komunikasi antarsel.

1.2 Tujuan 1. Mahasiswa (i) mengetahui struktur sel

yang menjadi dasar bagi hirarki hidup. Mahasiswa (i) memahami fungsi organel sel Mahasiswa (i) memahami komunikasi antar sel BAB 2. Kata sel berasal dari kata bahasa Latin cellula yang berarti rongga/r 2. sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. serta sejumlah fungi dan protozoa) atau dari banyak sel (multiselular).3.3. Archaea.1 Pengertian Sel Sel merupakan unit terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme. 3. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah. namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri.2.3 Pertumbuhan Dan Perkembangan Sel Pertumbuhan dan perkembangan umumnya terjadi pada organisme multiseluler yang hidup.1 Siklus sel Siklus sel adalah proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik. misalnya bakteri.2 Sejarah Penemuan Sel Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. 2.2 Fase pada siklus sel 1. Siklus ini mengatur pertumbuhan sel dengan meregulasi waktu pembelahan dan mengatur perkembangan sel dengan mengatur jumlah ekspresi atau translasi gen pada masing-masing sel yang menentukan diferensiasinya. Pada organisme multiselular terjadi pembagian tugas terhadap sel-sel penyusunnya. Fase S (sintesis): Tahap terjadinya replikasi DNA . Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi. Pertumbuhan dan perkembangan sel tidak lepas dari siklus kehidupan yang dialami sel untuk tetap bertahan hidup. 2. TINJAUN PUSTAKA 2. 2. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang (siklik). Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular).

Interaksi sel = mengkoordinasi perilaku sebuah sel dengan sel tetangganya Pergerakan sel = menyusun sel untuk membentuk struktur jaringan dan organ . Fase M (mitosis): Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas) 3. Oleh karena itu. ke S. bergantung pada jumlah gen yang diekspresikan. dan mendukung fisiologis hewan. sebagai berikut: 1. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. bahkan lokasi sel. mengalami pembelahan berulang kali dan menghasilkan pola akhir dengan keakuratan dan kompleksitas yang spektakuler. fase G dan S disebut sebagai Interfase. b. jenis sel. Diferensiasi sel adalah proses pematangan suatu sel menjadi sel yang spesifik dan fungsional. sebuah stem cell mampu berdiferensiasi menjadi sel kulit. Dalam Fase tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali konteks Mitosis.2. pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis. 4. 2. Fase G0. pada sel retina mata. Misalnya.5 Empat Proses Esensial Pengkonstruksian Embrio Regenerasi dan diferensiasi sel hewan ditentukan oleh genom. 2. Proliferasi sel = menghasilkan banyak sel dari satu sel 2. a. sel hewan memiliki 4 proses esensial pengkonstruksian embrio yang diatur oleh ekspresi gen. Pengekspresian gen itu sendiri mempengaruhi jumlah sel. namun mengekspresikan set gen yang berbeda. interaksi sel. tentu gen penyandi karakteristik penangkap cahaya terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada ekspresi gen indera lainnya. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan mati. Fase G1. Genom yang identik terdapat pada setiap sel. sel yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. yaitu sel yang telah dibuahi. Spesialisasi sel = menciptakan sel dengan karakteristik berbeda pada posisi yang berbeda 3. terletak pada posisi tertentu di dalam jaringan.4 Regenerasi dan Diferensiasi Sel Regenerasi sel adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak. Fase G2. Fase G (gap): Tahap pertumbuhan bagi sel. sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh. sel itu telah mengalami regenerasi dan diferensiasi. antara sitokinesis dan sintesis. c. Saat sebuah sel tunggal. Misalnya.

• Tidak bentuk yang • Mempunyai mempunyai tetap. keempat proses ini berlangsung bersamaan. Perbedaan Sel Tumbuhan. sel hewan. hewan sebenarnya. mempunyai • Tidak • Mempunyai plastida.6 Perbedaan Sel Tumbuhan. dan Sel Bakteri Sel tumbuhan. (cell wall) dari dinding sel • Tidak selulosa. Yang biasa • Nukleus lebih dimiliki hewan kecil adalah vesikel daripada atau (vesicle). Sel tubuh. tetap. • Tidak memiliki tenaga dalam terkadang sel nukleus bentuk butiran beberapa dalam arti (granul) pati. plastida. bentuk yang bentuk yang • Mempunyai tetap. tidak sebesar • Tidak memiliki yang dimiliki lisosom tumbuhan). saraf. dinding sel (cell • Mempunyai • Tidak wal)l dari dinding sel mempunyai lipoprotein. seperti otot. dsb. dan sel bakteri mempunyai beberapa perbedaan seperti berikut: Tabel 1. • Tidak uniseluler Mempunyai memiliki sentrosom vakuola (tapi (centrosome). (lysosome). (vacuole) atau mempunyai • Tidak rongga sel yang vakuola Mempunyai besar. tetap mempertahankan karakteristik karena masih mengingat sinyal yang diberikan oleh nenek moyangnya saat awal perkembangan embrio. sentrosom • Menyimpan walaupun (centrosome). Sel Hewan dan Sel Bakteri Sel Tumbuhan Sel Hewan Sel Bakteri • Sel tumbuhan • Sel hewan lebih • Sel bakteri lebih besar kecil daripada sangat kecil daripada sel sel tumbuhan • Mempunyai hewan. . mempunyai vakuola • Tidak vakuola. Sel Hewan. menurut jumlah kopi instruksi genetik dan kondisi khusus masing-masing sel. Setiap sel dari jutaan sel embrio harus membuat keputusannya masing-masing. Tidak ada badan pengatur khusus untuk proses ini. mempunyai • Mempunyai • Tidak plastida. 2.Pada embrio yang berkembang. (vacuole)]. (cell wall).

tetapi juga memliki persamaan.vakuola.1 Sel Sebagai Unit Hidup Tubuh Setiap sel meiliki perbedaan. PEMBAHASAN 3. Bayank zat – zat kimia sel terlarut dalam air. • BAB 3. dan semua sel hampir seluruhnya mempunyai nutrein yang sama jenisnya. sedangkan lainnya tersuspensi dalam bentuk partikel – partikel kecil. lipid dan karbohidrat. elektroit. Sel mengadung dua bagian utama. protein. Misalnya. 1. Bila ada sel yang rusak maka sel – sel yang tersisa dari jenisnya akan memperbanyak diri sampai jumlahnya kembali lengkap. tiap – tiap sel memerlukan nutrisi untuk mempertahankan kehidupan. Inti dipisahkan dari sitoplasma oleh mebran inti dan sitoplasma dipisahkan dari cairan sekitarnya oleh membrane sel. Substansi yang menyusun sel bersama – sama disebut protoplasma. Air Medium cair semua protoplasma adalah air dengan konsentrasi antara 70 – 85 %. Memiliki lisosom (lysosome). Sifat air yang cair memungkinkan zat terlarut dan tersuspensi berdifusi atau mengalir keberbagai bagian sel. Nukleus lebih besar daripada vesikel. inti dan sitoplasma. Mempunyai sentrosom (centrosome). Protoplasma terdiri atas lima zat dasar yaitu air. Semua sel menggunakan oksigen sebagai salah satu zat utama untuk membentuk energy pada semua sel dasarnya adalah sama dan semua sel juga mengirimkan hasil – hasil akhir reaksi – reaksi kimianya ke dalam cairan sekitarnya. . • • • Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) glikogen. Hampir semua sel juga mempunyai kemampuan untuk berbiak atau memperbanyak diri.

Entitas juga penting untuk kerja beberapa mekanisme pengawasan sel. misalnya terdapat dalam membran sel. selalu terdapat disekitar cairan ekstra sel sehingga ia dengan mudah tersedia bagi sel. 4. yang merupakan polimer glukosa yang tidak larut. biasanya hanya berkisar % dari massa total. Elektrolit intrasel menentukan aktivitas berbagai reaksi – reaksi yang dikatalisis secara enzimatik untuk metabolisme sel. Dalam jumlah kecil karbohidrat yang disimpan dalam sel hampir seluruhnya terdapat dalam bentuk glikogen. 5. yaitu masing-masing molekul protein berpolimerasi membentuk benang-benang fibrosa yang panjang. terdapat pula protein khusus dalam inti dan sitoplasma yaitu nucleoprotein. Sel biasanya mengandung 2-3% lipid yang terbesar di seluruh sel. Misalnya. Pada saat yang sama enzim menghasilkan energy untuk fungsi sel. Selain kedua jenis protein tersebut. yang dalam keadaan normal merupakan 10 – 20 % massa sel. magnesium. Protein struktural bersama – sama membentuk struktur sel. Karbohidrat Pada umunya. karbohidrat dalam bentuk glukosa. seperti reticulum endoplasma dan mitokondria. Sebagian besar sel hewan tidak dapat menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar. protein ini sering kali larut dalam cairan sel. Sebaliknya enzim. karbohidrat mempunyai fungsi structural yang kecil dalam sel. Elektrolit – elektrolit terlarut dalam air merupakan zat kimia anorganik bagi reaksi seluler. sulfat. membran inti. Selain itu juga terdapat fosfolipid dan kolesterol. Berbeda dengan protein fibrosa. klorida dan kalsium. membrane sekitar struktur intra sel seperti relitikum endoplasma dan mitokondria. fosfat. protein structural dan enzim. . Enzim-enzim berhubungan langsung dengan berbagai zat di dalam sel dan mengkatalisis reaksi-reaksi kimia. yaitu terdiri atas molekul protein tunggal atau kumpulan beberapa molekul dalam bentuk globular. 3.berperanan pada membran sel memungkinkan transmisi implus elektrokimia dalam saraf dan serabut otot. Lipid yang paling banyak terdapat dalam jaringan binatang adalah trigliserida atau lemak netral. Konsentrasi lipid tertinggi terdapat pada membrane sel. membrane sel. bikarbonat dan jumlah kecil yaitu natrium. merupakan protein yang bentuk keseluruhannya berbeda. Protein dapat dibagi dalam dua jenis. Lipid Lipid merupakan berbagai zat yang larut dalam pelarut lemak. Sebagian besar protein structural adalah fibrosa. Benang-benang ini selanjutnya memberikan daya regangan pada struktur sel. elektrolit Na+ dan K.2. Protein Selain air. Tetapi. tetapi fungsinya memegang peranan penting dalam nutrisi sel. Misalnya pemecahan glukosa menjadi bagian-bagian komponennya dan menggabungkannya dengan oksigen untuk membentuk karbon dioksida dalam air. dan membrane yang membatasi organel-organel intrasitoplasma. zat yang paling banyak dalam kebanyakan sel adalah protein. Elektrolit Elektrolit yang paling penting dalam sel adalah aklium. Sifat lipid yang tidak larut atau hanya sebagian yang larut dalam air membuat membrane kedap terhadap banyak zat yang larut.

2 Sitoplasma Sitoplasma terisi oleh partikel-partikel dan organel kecil dan besar. dan dalam jumlah sedikit fospolipid. Inti mengandung asam dioksiribonukleat (ADN) yang umum disebut gen atau kromosom. elektolit. Partikel-partikel besar yang terbesar dalam sitoplasma adalah butir-butir lemak netral. ARN pemindah (tRNA). yakni pembelahan sel yang diikuti dengan reduksi jumlah kromosom. Ada tiga jenis ARN yang penting dalam sintesis protein yakni ARN kurir (mRNA). pembelahan mitosi akan diikuti dengan pembeelahan mitosis. ADN ini mengawasi aktivitas sitoplasma dengan cara mensintesis asam ribonukleat (ARN ) dari salah satu utas molekul AND kemudian ditranspor kedalam sitoplasma tempat sintesis protein.1 Inti Inti sel adalah pusat pengawasan sel. 3. 1. Ribosom Ribosom berbentuk granular dan mengandung ARN. dan dengan jalan ini mengawasi aktivitas sitoplasma. Bagian cairan yang jernih dimana pertikel-partikel tersebar. Sedangkan pada sel-sel kelamin.2 Bagian-bagian Sel 3.2. Ia mengawasi reaksi-reaksi kimia yang terjadi dalam sel dan reproduksi sel. mitokondria dan lisosom.3. dan ARN ribosom membawa asam amino yang dibituhkan untuk sintesis protein tertentu. ARN disintesis gen dari kromosom kemudian disimpan dalam anak inti sebelum dikeluarkan ke sitoplasma dalam bentuk ribosom granula. maka disebut reticulum endoplasma granular. Sedangkan sitoplasma yang terdapat antara korteks dan membrane inti berbentuk encer dan dinamakan endoplasma. antara lain mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangbiakan organisme. granula glikogen. baik protein structural maupun enzim sangat berpengaruh terhadap inti sel.2. dinamakan hialoplasma. ribosom. Mitokondria . dan ARN ribosom (rRNA). Gen ini menentukan sifat-sifat protein enzim sitoplasma. Selain akibat sintesis protein. granula sekresi dan dua organel yang penting. Pertumbuhan organisme disebabkan oleh bertambah besar atau bertambah banyaknya sel. glukosa. pertumbuhan sel somatik. Sintesis protein. berfungsi dalam sintesis protein dalam sel. yakni satu sel membelah menjadi dua sel anak yang mengandung jumlah kromosom yang sama dengan sel induknya. ARN kurir memindahkan molekul asam amino kemollekul protein waktu protein disentesis. hialoplasma terutama mengandung protein yang terlarut. Sedangkan organel penting lainnya yang melekat pada membrane inti sel adalah reticulum endoplasma dan kompleks golgi. Bagian sitoplasma yang tepat dibawah membrane sel sering mengalami gelatinasi menjadi setengah padat yang dinamakan korteks atau ektoplasma. Jenis pembelah ini menyebabkan sela anak hanya mewarisi setengah dari kromosom sel induk. juga dipengaruhi oleh pembelahan mitosis. Bila ribosom melekat pada bagian luar retikulum endoplasma. kolesterol dan asam lemak teresterifikasi. 2.

Lisosom berisi enzim-enzim hidrolik. dan zat-zat lain dalam vesikel. suatu medium cair yang berbeda dengan cairan diluar reticulum endoplasma. Jadi lisosom dapat dianamakan organ digestif sel. yang berfungsi memecahkan senyawa organik menjadi dua bagian atau lebih dengan mengikatkan hydrogen (H) dari molekul air dengan bagian senyawa organic tersebut dan dengan mengikatkan bagian hidroxil (OH) molekul air dengan bagian lain dri senyawa tersebut. Jumlah mitokondria pada setiap sel berbeda-beda. Energy yang dilepas digunakan untuk sintesis zat-zat berenergi tinggi yang dinamakan adenosine trifosfat (ATP). mukopolisakarida. Zat-zat yang dibentuk pada . kemudian melepaskan hidrolasenya kedalam vesikel sehingga terbentuk esikel vigestis. berarti satu mitokondria mungkin dapat membentuk mitokondria ke dua. Ruang reticulum endoplasma dihubungkan dengan antara membran inti. Proses ini disebut hidrolisis adalah sebagai berikut : R” – R’ + H2O R” OH + R’H Lisosom bekerja dengan cara melekat pada vesikel vinositik atau fagositik. bilamana dibutuhkan dalam sel untuk menambah jumlah ATP. dan glikogen dihidrolisis membentuk glukosa. Misalnya. glukosa.Mitokondria menyaring energy dari nutrian dan oksigen yang selanjutnya digunakan untuk melakukan fungsi sel. Dalam beberapa hal reticulum endoplasma langsung berhubungan dengan bagian luar sel melalui celah yang sempit. fosfat. . ATP kemudian kemdian ditransfor keluar mitokondria. Hasil-hasil pencernaan ini berupa molekul-molekul kecil asam amino. Sebagaimana pada inti mitokondria juga mengandung asam dioksiribonukleat tetapi berbeda dengan yang terdapat pada inti 3. seperti bakteri. glikogen. dan berdifusi keseluruh sel untuk melepaskan energinya bila mana diperlukan untuk melakukan fungsi sel. dan membuang zat-zat atau struktur yang tidak diinginkan. khususnya struktur yang rusak atau asing. Badan residual yang tersisa dalam vesikel digestif dieksresi atau mengalami pelarutan dalam sitoplasma. asam nukleat. yang bertugas menghidrolisis protein. ada yang berbentuk globular dan ada pula yang berbentuk filament.ruang ini juga berhubungan dengan ruang dalam kompleks golgi. dan sebagainya yang kemudian dapat berdifusi melalui membrane vesikel kedalam sitoplasma. Enzim-enzim ini bekerja bersama-sama dengan enzim oksidatif untuk oksidasi nutrient membentuk karbondioksida dan air. ketiga dan seterusnya. protein dihidrolisis menjadi asamasam amino. Ukuran dan bentuknyapun berbeda-beda. tergantung pada jumlah energi yang diperlukan oleh setiap sel. Mitokondria terdiri atas dari dua lapisan unit membrane yaitu: membrane luar dan membrane dalam. Mitokondria dapat mengadakan repliksi sendiri . Rongga dalam mitokondria juga banyak mengandung enzim-enzim terlarut yang penting untuk menyaring energy dari nutrian. Ruang di dalam tubulus dan vesicular terisi oleh matrix endoplasmic. Membran dalam banyak membentuk lapisan yang didalamnya melekat enim-enzim oksidatif sel. Retikulum indoplasma tampak seperti jala-jala yang disusun oleh struktur tubular dan vesicular. Lisosom Lisosom menghasilkan sistem pencernaan intrasel yang memungkinkan sel mencerna.

air. baik membrane sel. Semua membrane. Misalnya. kadang-kadang bergabung dengan transport aktif.. Mediator trasnpor tersebut berperan dalam pengangkutan gula. sehingga reaktivitas kimia permukaan dalam sel berbeda dengan permukaan luarnya. Selain itu. dilakukan dengan cara mengikat zat terlarut pada media sebelum transport ke dalam sel. inti. 3. Membran sel dilengkapi pori-pori agar zat yang tidak larut dalam lipid seperti air dan urea dapat melewati membran sel. mitokondria. (2) Zat dasar ruang interstitial. Pori-pori pada membrane disebabkan oleh adanya molekul protein besar yang merusak struktur lipid membrane dan membentuk jalan dari satu sisi membrane ke sisi lainnya. yakni air dengan mudah melekat pada membrane.pergerakan molekul biasanya terjadi dari wilayah yang konsentrasinya tinggi ke wilayah yang konsentrasinya rendah. reticulum endoplasma. membrane sel tidak hanya semi perrmiabel terhadap substansi yang mengelilinginya. tetapi juga kadang bersifat permeabel atau impermeabel. Protein dan mukopolisakarida yang terdapat pada permukaan membrane membuatnya hidrofilix.2. kompleks golgi juga berperan dalam pembentukan lisosom. Kompleks golgi mungikn merupakan bagian khusus reticulum endoplasma karena mempunyai membrane yang sama seperti membrane reticulum endoplasma agranular dan biasanya terdiri atas emapat atau lebih lapisan vesikula yang tipis. asam amino. yakni terdiri atas lipid. lapisan protein dan lapisan tipis mukplolisakarida.3 Membran Sel Pada dasarnya semua struktur fisika sel dibatasi oleh membrane yang terutama terdiri atas lipid dan protein. Sedangkan lipid yang terletak ditengah membrane menyebabkan membrane tidak dapat ditembus oleh zat-zat yang tidak larut dalam lipid. Fungsi kompleks golgi diduga merupakan gudang sementara dan kondensasi zat-zat sekresi serta menyiapkan zat-zat ini untuk akhirnya disekresi. Adanya lapisan mukoplolisakarida pada permukaan luar membrane menyebabkan tegangan permukaan luar berbeda dengan permukaan dalam. jelaslah bahwa reticulum endoplasma terutama berfungsi dalam sintesis zat dan teransfor zat-zat tersebut ke luar selatau untuk ke bagian dalam sel. Karenanya. lisosom. Difusi dengan media transport. Kompleks golgi jug mensintesis karbohidrat dan menggabungkannya dengan protein membentuk gikoprotein. maupun kompeks golgi mempunyai struktur yang sama. (3) zat dasar tulang rawan dan tulang. vitamin dan bahan lain dari luar sel kedalam sel (sitoplasma).berbagai bagian sel masuk ke dalam ruang system vesicular ini dan kemudia diteruskan ke bagian-bagian sel lainnya. Salah satu hasil sintesinya yang terpenting adalah mukoplosakarida karena merupakan unur utama dari (1) mucus. . atau gas melalui membrane akibat perbedaan konsentrasi medium. Transpor Melalui Membran Sel 1. Difusi Difusi adalah proses lewatnya partikel larutan. Difusi juga dapat terjadi dengan bantuan pengemban. Dari struktur tersebut.

Osmose dapat dianggap sebagai suatu kasus special dari difusi. Ion-ion yang ditrasportasikan secara aktif antara lain ion Na+. Transport jenis ini terjadi melalui epitel usus. 2. Endosiosis dan Eksosiosis U bahan partikel padat aau cairan) ke dalam sel melalui membaran. difusi alanin ke dalam sel berjalan secara lambat dan konsentrasi alanin di dalam sel tidak melebihi konsentrasi alanin dilingkungan luarnya. H+. Jika lingkungan luar sel (rongga usus) tidak mengandung Na +. dan banyak membrane lainnya. epitel kelenjar-kelenjar eksokrin. Osmose Osmose adalah proses pergerakan air dari media yang konsentrasinya rendah ke media yang konsentrasinya tinggi melalui membrane semi permiabel. Glukosa dan ion Na+ dilepaskan oleh pengmban ketika sudah berada pada permukaan membrane bagian dalam.transpor aktif yang sangat dikenal dengan baik adalah trasportasi Na+ dari dalam sel keluar sel. Tetapi ketika konsentarasi ion Na+ dilingkungan luar cukup tinggi. maka konsentrasi alanin di dalam sel dapat mencapai 6 – 7 kali konsentrasi di luar sel. Ca+ dan sebagainya. alanin diserap dari rongga usus melalui difusi. Transpor aktif suatu ion selalu melibatkan pengemban. Sebaliknya eksosiosisa adalah proses mengeluarkan substansi seluler yang terdapa dalam vesikel melalui fusi membrane plasma dan membran vesikel. Contoh lain difusi difusi gabungan adalah alanin dan ion Na+. 3. Proses endosiosis dicirikan dengan terbentuknya lekukan pada permukaan sel kemudian diikuti dengan pembentukan semacam kantung (vesikel) yang didalamnya terdapat bahan yang akan diangkut /ditransprtasikan.kedua perbedaan tersebut cenderung menyebabkan ion Na+ masuk ke dalam sel. Ion Na+ mengikatkan afinitas pengemban terhadap glukosa. Selanjunya vesikel tersebut akan terlepas dari dinding sel menuju bagian dalam sel (sioplasma). Na+ bertindak sebagai pengemban. 4. Edosiosis ini disebut fagosiosis bilamana bahan yang diambil oleh sel tersebut berupa partikel padat dengan ukran cukup besar. Biasanya vesikel tersebut berfungsi dengan lisosom yang mengandung ezim hidroliik untuk mencegah senyawa protein sel. Selanjutnya ion Na+ akan dikeluarkan dari dalam sel melalui proses traspor aktif. Endositosis disebut pinositosis bilamana bahan yang . yang mana air adalah pelarut dan difusi dari zat pelarut dibatasi oleh membrane permiabel. epitel tubulus ginjal. melawan perbedaan konsentrasi dan melawan perbedaan potensial listrik. sehingga membutuhkan energy metabolism untuk melakukan aktivitasnya.pada tranpor molekul gula melewati epithelium usus. transpor aktif dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan konsentrai ion jauh dari keadaan keseimbanagannya. Transpor Aktif Transport aktif adalah transport ion melalui membran sel dengan cara yang bertentangan dengan prisip difusi.

diambil oleh sel berupa cairan apakah didalamnya mengandung partikel berukuran kecil atau tidak. yang paling sering adalah terhadap protein. Mengatur keluar masuknya molekul-molekul d. mitokondria. Sebagai reseptor (penerima) rangsangan dari luar sel. 2. Membran plasma dari sel yang satu berhubungan dengan membran plasma sel tetangganya dengan desmosom atau dengan menggunakan bentuk-bentuk hubungan lainnya. Membran plasma Bersifat semipermiabel (zat-zat tertentu saja yang dapat melewati membrane plasma). dan sangat tipis. Retikulum Endoplasma . dan makrofage. granulosis. Komposisi kimia membran plasma yaitu lapisan luar dan dalam berupa molekul protein sedangkan bagian tengah molekul lemak.4 Fungsi Organel Sel Bentuk. Pada proses fagositosis. hidup. sel membenuk psedopoda yakni pemanjangan sitoplasma yang mengarah/mendekati partikel yang dituju. Kasus fagosiosis dijumpai misalnya pada amuba.3 Struktur Sel 3. komposisi organel sel hewan bervariasi. Untuk memahami struktur sel hewan perhatikan gambar di bawah ini. Mengontrol pertukaran zat antara isi sel dengan lingkungan sekitar b. karena pinosiosis adalah salah satu – satunya cara protein dapat melewati membran sel. Pada beberapa sel jaringan tubuh. badan golgi vakoula dan sebagainya. ribosom. Pada sitoplasma sel terdapat komponen-komponen lainnya misalnya RE. Adapun struktur dan fungsi komponen-komponen atau organel-organel sel hewan sebagai berikut : 1. ukuran. Sedangkan pinosiosis terjadi hanya bila ada respon terhadap jenis zat tertentu yang bersentuhan dengan menbran sel. Mekanisme menggunakan alat gerak sel dan bergantung pada kalsium (ion Ca++). Melindungi isi sel c. Struktur sel hewan pada bagian luar dibatasi dengan selaput yang tipis sekali dan dinamakan membran plasma atau plasmalemma. membrane plasma ini membentuk lipatan-lipatan disebut mikrovilli berguna untuk memperlua permukaan. Berfungsi untuk: a. 3.

yaitu : a. hati. Badan Golgi Berbentuk tumpukan kantong-kantong pipih yang sangat komplek dan pada bagian dalam kantong-kantong tersebut terdapat ruang-ruang kecil atau vakuola. Enzim ini berfungsi dalam pencernaan intrasel. RE kasar merupakan penampung protein yang dihasilkan ribosom. RE kasar/granuler . ukurannya 500 sampai 2000 nm. sebagai organ sekresi. yaitu mencernakan zat-zat yang masuk kedalam sel. RE halus . Protein yang dihasilkan masuk kedalam rongga RE b. membentuk enzim yang belum aktif (zimogent/proenzym) c. Badan golgi banyak terdapat pada sel-sel kelenjar seperti kelenjar ludah. Mitokondria Mitokondria bentuknnya bulat lonjong atau bercabang. maka terbentuklah lumen yang menyerupai “terowongan” yang menghubungkan nucleus dengan bagian luar sel. . Fungsi badan golgi : a. Ada 2 macam RE. Dengan adanya system endomembran ini. 4. pancreas. bila pada membrane RE ini tidak ditempeli ribosom sehingga tampak halus. Lisosom berfungsi sebagai tempat pembuatan enzim-enzim pencernaan. karena mengeluarkan zat yang masih dibutuhkan yaitu berupa sekret dalam bentuk butiran getah b. dan hormone. membentuk glikoprotein (musin/mucus/lendir) Lisosom Lisosom hanya terdapat pada sel hewan. Sel-sel kelenjar mengandung lebih banyak RE dibandingkan sel-sel bukan kelenjar Fungsi dari RE diantaranya sebagai alat transportasi zat-zat yang diperlukan inti sel dari luar inti sel. bila pada permukaan membrane RE ini ditempeli ribosom sehingga tampak berbintil-bintil. Membrane badan golgi terbentuk dari lipoprotein. Mitokondria banyak terdapat pada sel yang sedang aktif. 3. Lisosom merupakan membrane berbentuk kantong kecil yang berisi hidrolitik yang disebut lisozim.Merupakan membrane lipoprotein dan sitoplasma yang terletak antara membrane inti dengan membrane sitoplasma. 5.

Flagel dan Silia Pada MH bersel satu misalnya pada protozoa ada yang memiliki alat gerak flagel dan silia. nukleotida dan asam nukleat. 8. terdapat pada sitoplasma secara bebas atau menempel pada RE. Bagian-bagian inti sel : a. berisi enzim katalase dan oksidase . 10. Pada nukleoplasma terdapat benang-benang kromathin yang tampak jelas pada saat terjadi pembelahan sel membentuk kromosom. tetapi ada juga yang berinti lebih dari 1 misalnya pada sel otot lurik. Perioksisom. Membrane inti terdiri dari 2 lapisan membrane dan pada daerah-daerah tertentu terdapat pori-pori yang berfungsi tempat keluar masuknya bahan kimia. Fungsi kromosom adalah mengandung material genetic yang berguna untuk mengontrol aktivitas hidup sel dan pewarisan sifat-sifat yang diturunkan. Struktur flagel terdiri dari 2 fibril yang dikelilingi oleh 9 fibril yang terletak disebelah luar. gula ribose protein. Nukleus Letak inti pada sitoplasma biasanya ditengah. Sentriol sendiri merupakan organel sel yang dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan. Badan mikro: a. Ribosom Ribosom sangat kecil (diameternya 20 – 25 nm).Struktur mitokondria dikelilingi dua lapisan membrane yaitu membrane dalam dan terbentuk Krista. membrane inti . fungsi dari ribosom adalah tempat berlangsungnya sintesa protein. Lapisan membrane yang sebelah luar berhubungan dengan membrane b. 9. inti sel mengandung nukleoplasma. Sebuah sentrosom terbentuk dari 9 set tabung masing-masing set terdiri dari 3 buah microtubule yang berfungsi menggerakan kromosom pada saat pembelahan sel. Fungsi mitokondria adalah tempat respirasi atau oksidasi karbohidrat yang menghasilkan energi (ATP). c. Nukleolus . setiap nucleolus mengandung nucleoli yang berbentuk bulat. membrane inti memisahkan inti sel dari sitoplasma. Bahan kimia pada nukleoplasma yaitu larutan fosfat. 7. Sedangkan fibril keluarnya dari granula basal dan secara kimia terdiri dari tubulin dan protein dinein dan ATP. Secara kimia nucleolus mengandung RNA dan protein. 6. Ruang dalam mitokondria berisi matrix mitokondria. Nukleoplasma dan kromosom . terdapat pada sel hewan dan tumbuhan. Pada saat pembelahan mengandung 2 sentriol. Sentrosom Umumnya sel hewan mengendung sentrosom yang letaknya pada sitoplasma dekat membrane inti. Umumnya sel MH mengandung 1 inti. Nucleolus berfungsi untuk sintesa RNA ribosom.

juga dilakukan oleh sistem endokrin. dan lain-lain pada berbagai jaringan maupun organ. atau bahkan sistem saraf bersama-sama dengan sistem endokrin mengontrol aktivitas organ atau jaringan tubuh. Sedangkan. suhu. Sistem saraf mengatur kegiatan tubuh dengan cepat. flagel dan silia sehingga berperan dalam pergerakan sel 3. metabolisme.b. Glioksisom. Sistemsaraf menerima ribuan informasi kecil dari berbagai organ indra seperti salinitas.kedua sistem ini saling mengisi secara fungsional yang demikian luar biasa. Penyusun sentriol. 12. reproduksi. Sistem komunikasi ini selain dilakukan oleh sistem saraf. Berperan dalam pembelahan sel. Ada tiga kelompok komunikasi ekstraseluller.5 Komunikasi Antar Sel Jaringan komunikasi antara satu sel dengan yang lain menghasilkan suatu koordinasi untuk mengatur pertumbuhan. Membentuk alat gerak seperti silia dan flagella Mikrotubule Berfungsi sebagai a. peristiwa visceral yang berubah dengan cepat. misalya pada sel tumor. gerakan sel dan gerakan sitoplasma. pada Amoeba berfungsi dalam pembentukan Pseudopoda.isyarat kimiawi parakrin disebut neurotransmitter atau neurohormon. Sebagai sitoskleton dalam sel b. seperti kontraksi otot. sel target bedekatan dengan sel sekretori.sistem endokrin mengatur fungsi metabolik tubuh pada jalur lambat. osmoregulasi. reproduksis dan lainlain.sehingga unsur-unsur saraf dan endokrin sering dianggap menyusun sistem neuroendokrin. pertumbuhan. yaitu : 1) endocrine hormon yang merupakan substansi isysrat yang dilepaskan organ endokrin dengan sasaran organ target tertentu. 2) isyarat parakrin. dan bahkan kecepatan sekresi beberapa kelenjar endokrin. Mengendalikan gerakan kromosom dari daerah equator ke kutub masing-masing pada anaphase b. berisi semua atau sebagian enzim dari daur glioksiat disamping katalase dan oksidase. Mikrofilamen berfungsi sebagai: a.periode panjang hari menuju alat-alat gerak dan kemudian mengintegrasin dengan sistem endokrinuntuk mengontrol osmoregulasi. c. 11. 3) isyarat autokrin biasanya terjadi pada kondisi patologik. hanya terdapat pada sel tumbuhan. Komunikasi antar sel biasnya melewati enam tahap: .

Bila digolongkan menurut fungsinya.tetapi saling melengkapi. Sistem saraf otonom Susunan saraf otonom terdiri atas saraf simpatis dan para simpatis. A. 3) mengatur kerja kelenjar-kelenjar. Kedua sistem tersebut pada dasarnya tidak bekerja secara terpisah. 2) neuron motorik membawa petunjuk dari otak dan sumsum tulang belakang ke alat gerak. c) Bentuk umum sistem kerja saraf Satuan dasar sistem saraf adalah neuron. 2) menghasilkan output berupa parintah untuk koordinasi semua bagian badan sebagai impuls saraf atau hormon. melayani kepala. antara lain: 1) mengatur kegiatan jantung dan pembuluh darah.1) Sintesis 2) Pelepasan hormone 3) Transpor ke organ target 4) Pengenalan petunjuk (seiring oleh reseptor protein yang spesifik) 5) Penerjemahan 6) Respons.neuron dapat dibagi menjadi tiga kelompok. serabut saraf berpencar menjadi 12 pasang saraf yang dinamakan saraf tengkorak. Sistem Saraf Pada tubuh makhluk hidup terdapa dua kelompok kerja sistem saraf. dan. Dari sumsum tulang belakang beberapa saraf bercabang dan bercabang membentuk batang-batang sarafmenuju alat-alat gerak. 2) mengatur kerja urat daging licin. yakni sistem saraf pusat dan sistem saraf otonom.1) menerima input dan menginterpretasikan informasi dari semua organ-organ sensor baik internal maujpun eksternal. b). 3) integrasi antara kedua aspek fungsi otak Dari otak. mata. usus dan . Neuron mempunyai satu ciri struktur yang menyebabkan kelihatan lain dari semua tipe sel tubuh lainnya. jantung. 1) neuron sensoris yang membawa isyarat dari organ sensoris ke otak dan sumsum tulang belakang. a) Sistem saraf pusat Jaringan saraf yang menjalin seluruh tubuh berpusat dalam otak maupun sumsum tulang belakang. Saraf otonom mengontrol fungsi vegetatif badan. Otak memiliki tiga fungsi utama yaitu. Masing-masing saraf membawa impuls isyarat elektokimiawi yang dicetuskan oleh suatu rangsang. dan beberapa organ dalam.

Mekanisme kerja saraf 1) fungsi sinap neuron : hubungan antara satu neuron dengan neuron berikutnya disebut sinaps. setelah itu impuls ini lewat. sumsum tumlang belakang dan lain-lain. dalam sinaps terdapat bongkol yang mempunyai dua struktur internal yang penting untuk fungsi perangsangan atau penghambatan vesikel sinaptik dan mitokondria. taurin. tetapi biasanya mengikuti dua prinsip.seringkali.seroton im. Karena sistem saraf yang rumit dan sibuk dapat menyerap energi dengan laju yang sangat besar sehingga memerlukan bahan bakar (oksigen dan glukosa) yang lebih banyak 3) Neurotransmitter Neuron-neuron otonom pada mamalia biasanya mengandung lebih dari satu neurotransmitter.yakni : 1) berdasarkan responnya dibagi menjadi dua kelenjar yang dihasilkan oleh kelanjar kedua seringkali menghambat produksi hormon pituitari proses ini disebut penghambat feedback. selaput sel berubah sebentar untuk membiarkan mengalirnya ion kalium bermuatan keluar dari sel dan masuknya ion natrium bermuatan ke dalam sel. 3) interneuron yang menggerakkan isyarat bolak balik lewat lintasan antara otak. selaput sel kembali berfungsi sebagai pembatas sampai impuls lain timbul. Hormon adalah zat kimia organik yang dibentuk dalam sel atau kelenjar yang sehat dan normal. Hubungan di antara sistem endokrin banyak dan kompleks. misalnya oleh reseptor cahaya pada mata. B. apabila satu impuls terjadi. tetapi apabila hormon tersebut tiba pada sel/organ target maka reseptornya akan mengikat hormon tersebut. sel berikutnya menembak .dan alanin.disekresi langsung ke dalam darah dan dibawa ke sel/organ target. Yang menyebabkan terjadinya keseimbangan respon. Organ endokrin melepaskan suatu zat kimia yang disebut hormon dengan organ target tertentu dibawa oleh darah. sekali dimulai impuls saraf pada ujung serabut saraf maka impuls ini akan diteruskan oleh serangkaian sentuhan elektrik.pada ikan. glisin.dan berperan mempengaruhi fungsi tubuh .organ tubuh yang lain.dopamn. Sistem Endokrin Sistem endokrin pada ikan tidak jauh berbeda dengan sistem endokrin vertebrata pada umumnya.hormon tidak akan bekerja pada sel yang tidak memiliki reseptornya.karena itu hormon bisa juga disebut pesuruh kimia. L-glutamat. Pada ikan hanya sedikit kasus-kasus gabungan seperti itu. d). Hormon dan Kelenjar Penghasilnya. C.satu atau lebih neuropeptida bergabung satu sama lain atau bergabung dengan transmitter acetylcholine yang klasik ataupun transmitter adrenaline.norepinerin. 2) pengiriman dan pengolahan sinyal : pada hakikatnya. hormon dihasilkan dari kelenjar endokrin antara lain : 1) Pituitari . Gerak bolak balik ini menimbulkan potensial elektrik yang kecil membentuk impuls saraf. Bila jumlah potensial yang terkumpul pada ujung saraf sudah cukup banyak. Transmitter perangsangpadaberbagaisinapsneuronsarafpusatadalahasetilkolin.dan L-asparat sedangkan transmitter penghambat yangpenting adalah asam gamma aminobutirat (GABA).

5) Ginjal Ginjal merupakan salah satu organ yang memiliki sel-sel endokrin antara lain jaringan internal . II berperan dalam kontraksi otot licin. adalah hormon pituitari yang berfungsi sebagai produksi telur dan sperma.hormon yang dihasilkan adalah hormon tiroxin yang terdiri dari tetraiodotironin (T4) dan triiodotironin (T3) yang berfungsi dalam pertumbuhan. protein dan lemak. Hormon adrenocorticotropic (ACTH) dan hormon pelepas melanosit(MSH). urotensis III menstimulasi . metamorfosis dan reproduksi.juxtaglomerulus. 3) Pankreas Pankreas adalah suatu kelenjar majemuk yang terdiri atas jaringan eksokrin dan endokrin. 4) Gonad Gonad merupakan kelenjar endokrin yang dipengaruhi oleh gonadotropin hormon (GtH) yang disekresi oleh kelenjar pituitari. 2) jaringan yang dibentuknya memiliki kemampuan mengubah iodine dan inkorporasinya menjadi hormon tiroid.juga merangsang sintesis melanin. 6) Kelenjar Uultimobranchial Kelenjar ultimobranchial terletak pada septum pemisah antara rongga abdomen dan sinus venosus. berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk membentuk dan melepasakan hormon-hormon tiroid.kedua hormon ini fungsinya serupa yaitu menggiatkan output steroid korteks adrenal. Hormon gonadotropin.dan korpuskel stanius. tampak sebagai pita berwarna putih pada septum. 2) Tiroid Kelenjar tirod memiliki dua karekteristik utama.fungsi hormon yang terdapat pada kelenjar ini masih menimbulkan kontraversi walaupun secara umum berhubungan dengan fungsi osmoregulasi.hormon-hormon yang terdapat pada kelenjar pituitari yaitu : Prolaktin yang merupakan hormon yang berhubungan dengan reproduksi dan perawatan anak serta osmoregulasi.ada empat jenis hormon yang diidentifikasikan dari urofis yakni urotensis I belum diketahui efeknya.hormon yang terdapat pada pankreas yakni insulin yang berperan besar terhadap metabolisme karbohidrat. yakni 1) unit dasar histologisnya adalah sel tunggal yang dikelilingi oleh folikel. Dan glukagon yang berfungsi merangsang pelepasan insulin dan menyebabkan peningkatan output jantung. Hormon yang terdapat pada kelenjar ini adalah kalsitonin yang berfungsi menurunkan kadar kalsium darah dan membuat ikan mampu menyusaikan diri terhadap lingkungan hidromineral yang berubah-ubah.sel-sel kromaffin.yakni adenohipofisa dan neurohipofisa. 7) Urofisis Urofisis merupakan neurosekretori yang terletak pada bagian belakang spinal cord. dimana pengaruh terbesarnya adalah pada ginjal. Kelenjar ini dikontrol oleh pituitari melalui ACTH. Hormon tirotrofin (TSH).terdiri atas dua bagian utama.Kelenjar pituitari atau hipofisa terletak pada lekukan tulang di dasar otak(sela tursika).

PENUTUP Kesimpulan Sel merupakan unit terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. selaku dosen biologi perikanan Orang tua. Ibu Ida. namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. BAB 4.commons [18 Desember 2009] [18 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. 2008. DAFTAR PUSTAKA Yunus. reproduksi. Komunikasi Antar Sel.umi. Jaringan komunikasi antara satu sel dengan yang lain menghasilkan suatu koordinasi untuk mengatur pertumbuhan.kedua sistem ini saling mengisi secara fungsional yang demikian luar biasa. A.perikanan. http://askar. osmoregulasi. Untuk itu tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang telah membantu penulis dalam penulisan makalah ini dengan baik. Desember 2009] Kirei. 2009. sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.sistem komunikasi ini selain dilakukan oleh sistem saraf. Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme. tetapi berkat dukungan pihak-pihak yang telah membantu. Karena itulah. juga dilakukan oleh sistem endokrin. penulis dapat menyelesaikannya dengan baik. yang telah memberikan semangat dan doa . http://wikimedia. penulis banyak menemukan hambatan. Fisiologi Hewan. karena berkat hidayah dan rahmat-Nya yang diberikan kepada penulis berupa kesehatan rohani dan jasmani sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”BIOLOGI SEL” dapat diselesaikan dengan baik. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel.atau bahkan sistem saraf bersama-sama dengan sistem endokrin mengontrol aktivitas organ atau jaringan tubuh. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.com/. 2. dan urotensi IV diduga adalah arginine vasotocin tetapi hanyanteridentifikasi pada rainbow trout jepang. diantaranya : 1. sehingga unsur-unsur saraf dan endokrin sering dianggap menyusun sistem neuroendokrin.peningkatan penyerapan Na atau ginjal. dan lain-lain pada berbagai jaringan maupun organ. Dalam menyelesaikan penulisan makalah ini.

3. Teman-teman. yang telah membantu dan memberikan masukan kepada penulis hingga dapat meyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya. oleh karena itu untuk memperbaikan makalah ini penulis mengharapkan kritik-kritik dan saran-saran yang membangun. Atas perhatiannya penulis mengucapkan terima kasih. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih belum sempurna. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful