BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Silinder Liner Material yang digunakan untuk bahan silinder mesin (engine cylinders) adalah

besi cor kelabu, atau besi cor nikel, atau semi baja. Kuat tarik material ini berada pada 25000-50000 psi dan batas elastis 10000-30000 psi. Pada mesin-mesin yang besar digunakan baja cor untuk silinder dan biasanya besi cor sebagai silinder linernya. Silinder liner terdiri dari dua tipe yaitu tipe basah dan tipe kering. Pada silinder liner tipe basah, bagian luarnya kontak dengan air pendingin dan tipe kering tidak kontak dengan air pendingin. Silinder liner dipasang pada silinder mesin dengan cara press (Maleev V.L.,1945).

2.2

Logam Cor (Cast Metals) Material logam yang dibentuk melalui proses pengecoran harus diketahui

karakteristik seperti sifat mekanik, fisik, komposisi kimia, bentuk sel satuan dan lainnya. Logam cor adalah suatu logam yang memiliki karakteristik khusus yang baik untuk dilakukan proses pembentukan melalui proses pengecoran, besi cor merupakan salah satu logam cor yang dapat dibentuk dengan proses pengecoran. Logam cor (cast metals) ini sebagian akan diproses lanjut sebagai bahan baku untuk dibentuk dengan cara ditempa, diekstrusi, diroll, dipres atau sering disebut sebagai wrought metals. Paduan adalah unsur lain yang ditambahkan ke dalam logam cor agar memiliki sifat

Universitas Sumatera Utara

yang lebih baik jika dibandingkan dengan keadaan awalnya. Logam paduan lebih banyak digunakan untuk pengecoran komersial dibandingkan logam murninya, karena secara umum logam paduan lebih mudah untuk dicor dengan hasil produk yang memuaskan.

2.3

Klasifikasi Logam Cor Logam cor diklasifikasikan menurut kandungan karbon yang terkandung di

dalamnya yaitu kelompok baja dan besi cor. Logam cor yang

memiliki persentasi

karbon maksimum 2,11% disebut baja dan jika kadar karbon lebih besar dari 2,11% karbon disebut dengan besi cor. Besi cor komersial secara umum memiliki persentasi karbon (2,5 – 4,3) %. Menurut persentase karbon, baja cor komersial diklasifikasikan dalam tiga jenis yaitu (Heine Richad.W.et.al.,1967): 1. Baja karbon rendah memiliki kadar karbon lebih kecil dari 0,20 % 2. Baja karbon menengah dengan kadar karbon 0,20 sampai dengan 0,50 % 3. Baja karbon tinggi memiliki kadar karbon di atas 0,50 % Selain ketiga klasifikasi di atas, baja juga diklasifikasikan menurut total kandungan unsur yang terdapat di dalamnya yaitu: 1. Baja paduan rendah (low alloy steels), total kandungan unsur kurang dari 8 % 2. Baja paduan tinggi (high alloy steels), total kandungan unsur di atas 8 % Jenis besi cor diklasifikasikan berdasarkan grafit, ada dua jenis besi cor yaitu besi cor tanpa grafit (white cast iron) dan besi cor bergrafit (grey, nodular, malleable, cast iron). Jika dilihat dari struktur mikronya terdapat perbedaan bentuk grafit, yaitu

Universitas Sumatera Utara

bentuk bulat, serpih, dan grafit berkelompok. Jenis besi cor yang banyak digunakan terdiri dari: 1. Besi Cor Putih Besi cor putih terbentuk ketika banyaknya karbon yang terkandung dalam besi cor cair akan membentuk besi karbida dengan kandungan karbonnya lebih dari 1,7 %. Paduan besi cor putih yang mengandung karbon (1,7 – 4,2) % disebut besi cor putih hypoeutectic, 4,2% karbon disebut besi cor putih eutectic, (4,2 – 6,67)% karbon disebut besi cor putih hypereutectic. Selain memiliki unsur karbon, di dalam besi cor putih terkandung silikon (0,5 – 1,9) %, mangan (0,25 – 0,80) %, sulfur (max. 0,20%), dan fosfor (max. 0,18%). Aplikasi besi cor putih digunakan untuk membuat komponen yang membutuhkan permukaan material tahan aus akibat abrasi seperti plat landasan, liner pompa, komponen mesin yang bergesekan, dan penggiling pasir. Kuat tarik besi cor putih sekitar 25,000 – 50,000 Psi, kuat tekan 250,000 – 500,000 Psi, kekerasan 350 – 500 HB. Besi cor putih ini merupakan bahan baku untuk pembuatan besi cor malleable. 2. Besi Cor Malleable Besi cor malleable awalnya dicorkan dalam bentuk besi cor putih yang memiliki banyak besi karbida dan tidak bergrafit. Komposisi kimia besi cor ini sama dengan komposisi dari besi cor putih, kandungan karbonya sekitar (2,0 – 2,6)%, silikon (1,1 – 1,6) %, mangan (0,2 – 1,0) %, sulfur (max. 0,18%), dan fosfor (max. 0,18%). Untuk memproduksi besi cor malleable ini, coran besi cor putih dipanaskan di dalam tungku (malleableizing furnace) dengan temperatur sekitar

Universitas Sumatera Utara

perlit dan martensit. juga mudah diproses pemesinan dan tahan aus.940 oC (1720 oF) untuk memisahkan karbida besi dalam besi cor putih menjadi besi dan grafit. dan memiliki efek peredam getaran Universitas Sumatera Utara . dan kekerasanya yang mendekati sifat-sifat baja. Besi cor kelabu adalah salah satu material teknik yang penting karena memiliki banyak kegunaan. komponen mesin industri dan lain-lain. biaya produksinya relatif murah. komponen lokomotif. kekerasanya sekitar 110 – 150 HB. 4. tahan aus. Kekuatan tarik besi cor malleable sekitar 340 – 620 MPa. Setelah ini grafit akan membentuk agragat nodular tidak beraturan yang disebut temper carbon dan austenit. tangguh. Sifat mampu alir dan mampu cornya sangat baik. mampu mesin yang sangat baik. Besi cor nodular ini mudah dicor seperti besi cor kelabu dengan keuntungan teknis seperti kekuatan yang tinggi. mampu kerja temperatur tinggi. Besi Cor Nodular Besi cor nodular disebut juga sebagai besi cor spherolitic karena bentuk grafitnya yang bulat atau sering disebut ductile iron. 3. Aplikasi dari besi cor malleable ini antara lain peralatan agrikultur. Besi Cor Kelabu Besi cor kelabu terbentuk ketika karbon dalam paduan berlebih hingga tidak larut dalam fasa austenitnya dan membentuk grafit berbentuk serpih (flake). Jika besi cor ini dipatahkan maka permukaan patahannya berwarna abu-abu sehingga disebut besi cor kelabu. Proses pemanasan dan pendinginan dapat diatur untuk menghasilkan matriks tertentu yaitu ferit. ulet. jangkar kapal.

5) %. Bagian dalam dari coran mendingin lebih lambat dari pada bagian luar. Sebaliknya pengecoran dengan cetakan pasir menyebabkan gradien suhu yang kecil dan membentuk struktur kolom yang tidak jelas.(damping capacity). sehingga kristal-kristal tumbuh dari inti asal mengarah ke bagian dalam coran dan butir-butir kristal tersebut berbentuk panjang-panjang seperti kolom. Karbon dan silisium ternyata sangat mempegaruhi struktur mikro. sulfur (max. ukuran dan bentuk karbon bebas dan keadaan struktur dasar berubah sesuai mutu dan kuantitasnya. Bagian tengah coran Universitas Sumatera Utara .25%). mangan. kekerasan 140 – 270 HB. Secara umum besi cor kelabu memiliki kandungan karbon (2.5 – 3. 0. 0.4 Proses Pembekuan Besi Cor Kelabu Besi cor kelabu adalah paduan besi yang mengandung karbon. Kekuatan tarik besi cor ini antara 179 – 293 MPa. gear box.5 – 3. kemudian inti-inti kristal tumbuh. 2. bodi mesin diesel. Struktur ini muncul dengan jelas apabila terjadi gradien suhu yang besar pada permukaan coran.8) %.15%). yang disebut struktur kolom. Aplikasi besi cor kelabu antara lain untuk silinder blok. dan fosfor (max. silisium. phospor dan sulfur. Pembekuan coran dimulai dari bagian logam yang bersentuhan dengan cetakan. umpamanya pada pengecoran dengan cetakan logam. silikon (1. mangan (0.0) %.5 – 0. plat kopling. dan lain-lain. karena karbon akan membentuk senyawa Fe3C dan silikon akan menggalakkan pertumbuhan grafit pada saat pembekuan berlangsung. yaitu ketika panas dari logam cair diserap oleh cetakan sehingga bagian logam yang bersentuhan dengan cetakan itu mendingin sampai titik beku.

2003). Oleh karena itu cetakan logam menyebabkan permukaan beku yang halus dan cetakan pasir menyebabkan permukaan beku yang kasar (Kalpakjian. yaitu ketika logam cair dituang pada cetakan dan telah membeku pada bagian yang bersentuhan dengan cetakan. dan permukaan kasar adalah kasus dari logam yang mempunyai daerah beku yang lebar. 2003) nucleating agen (Kalpakjian 2003) Universitas Sumatera Utara . (c) dengan menggunakan (b) logam murni.mempunyai gadien suhu yang kecil sehingga terbentuk susunan butir-butir kristal lebih banyak dengan orientasi sembarang. (c) dengan menggunakan     nucleating agen. (Kalpakjian. Ilustrasi  struktur pembekuan logam pada cetakan segi empat  Gambar 2. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. (b) logam paduan. maka terdapat dua kasus bahwa permukaan itu bisa halus atau kasar.1. Permukaan halus adalah kasus dari logam yang mempunyai daerah beku (yaitu perbedaan suhu antara mulai dan berakhirnya pembekuan) yang sempit. logam belum beku dituang keluar dari cetakan. Apabila permukaan beku diperhatikan.1. sementara pada bagian tengah cetakan.1 Ilustrasi Struktur Pembekuan Logam Pada Cetakan Segi Empat (a) logam murni. (b) logam paduan. a a  b b  c c         Gambar 2.

Bila kadar karbon berada di bawah titik 4. disebut eutectic iron.23 % C disebut hypereutectic iron. dimana suhu berubah selama paduan itu membeku (Gambar 2.23 % C disebut hypoeutectic iron dan jika kadar karbon berada di atas titik 4.2 Diagram Kesetimbangan Besi – Karbon (Tata Surdia. Melalui diagram kesetimbangan besi-karbon dapat dipelajari bagaimana fasa berubah dan struktur apa yang timbul kalau besi cor yang mengandung 3 % C membeku dan didinginkan sampai suhu kamar. Proses pembekuan paduan dapat diestimasi dari diagram kesetimbangan besikarbon.   Gambar 2. 1975) Universitas Sumatera Utara .Pada sistim grafit-besi (Fe-graphite system).2). Pembekuan paduan cair mulai pada titik a dan berakhir pada titik b yang berarti bahwa ada daerah suhu pembekuan.23 % C. umumnya besi cor kelabu termasuk hypoeutectic iron. derajat kejenuhan karbon adalah pada titik 4.

2 dimana kristal-kristal dendrit berada dalam cairan. Selanjutnya jika austenit meningkat ke titik b. Sel eutektik ini makin besar dan bersentuhan dengan tetangganya pada akhir pembekuan. seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Ini disebut kristal eutektik dan tiap butir eutektik yang timbul sedikit demi sedikit dalam larutan disebut sel eutektik. Kandungan karbon dari austenit ini ada pada titik e. selama proses ini temperatur tetap sekitar 1145 C (Tata Surdia.2. 1975). Kristal-kristal ini mula-mula muncul selama pembekuan. Larutan padat disebut austenit dan berbentuk cabang-cabang pohon. cabang-cabang grafit tumbuh radian bersama-sama dengan pertumbuhan sel eutektik dan dendrit austenit menjadi tidak jelas sehingga akhirnya struktur menjadi austenit dengan grafit yang tersebar. Universitas Sumatera Utara . kandungan karbon dari austenit ada pada titik E dan kepekatan dari cairan ada pada titik C.2.Struktur pada titik m selama lajunya pembekuan ditunjukan dalam Gambar 2. Struktur eutektik terbentuk sedemikian sehingga kandungan-kandungan paduan membeku serempak dari fasa cair dan boleh dikatakan dua fasa tercampur halus. Pada besi cor. Fasa padat dalam cairan ini adalah larutan  yang mempunyai kandungan karbon pada titik e. Kemudian cairan yang tersisa mulai membeku butirbutir kristal dari pembekuan larutan sisa ini adalah campuran potongan-potongan halus dari grafit dan austenit seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. sehingga kandungan karbon fasa cair dipekatkan yang ditunjukkan oleh titik f. oleh karena itu disebut kristal-kristal mula.

struktur perlit ditunjukkan pada Gambar 2. ferit dengan grafit yang tersebar atau di antaranya dari ke dua struktur tersebut.   Gambar 2. larutan padat γ terurai menjadi larutan padat α dan grafit. larutan padat γ terurai menjadi dua fasa yaitu larutan padat α dan karbit besi.Ketika temperatur turun ke 720 οC. dan dan karbit besi Fe3C disebut sementit. Keduanya membentuk lapisan-lapisan tipis tertumpuk bergantian. Larutan padat α dari transformasi ini disebut ferit.3. setelah seluruhnya menjadi beku. Karena itu struktur besi cor kelabu pada suhu kamar adalah perlit dengan grafit yang tersebar. Kalau laju pendinginan selanjutnya diperkecil. 2003) Universitas Sumatera Utara . Gejala ini disebut transformasi eutektoid dan khususnya disebut transformasi A. struktur ini disebut perlit. untuk paduan besi karbon.3 Struktur Perlit (Kalpakjian.

perlit dan sementit. Sementit sangat keras dan merusak mampu mesin. atau tersisihkan sebagai stedit bercampur dengan fospida besi. Grafit adalah satu bentuk kristal karbon yang lunak dan rapuh. Sementit tidak membentuk matrik sendirian tetapi terpisah dalam matriks atau membentuk struktur eutektik dengan sementit.6 % dan silisium 2.4. ferit. Keadaan potongan grafit ini memberikan pengaruh yang besar terhadap sifat-sifat mekanis dari besi cor. serpih atau asteroit.1 %. Tetapi kadang-kadang matriknya dirubah menjadi ferit untuk mendapatkan sifat liat seperti pada besi cor bergrafit bulat.1 Struktur mikro besi cor Struktur dasar dari besi cor terdiri dari: grafit. bergumpal atau bulat. Dalam struktur mikro ada berbagai bentuk dan ukuran dari potongan-potongan grafit yaitu halus atau besar. dan struktur dasar dari matrik terdiri dari ferit. Sebagai contoh besi cor kelabu yang mempunyai kandungan karbon 3. pada struktur besi cor 85 % dari kandungan karbon terbentuk sebagai grafit. Perlit adalah struktur yang berbentuk lapisan dari ferit dan sementit. Kecuali grafit struktur utama disebut matrik. sehingga pengendapan sementit lebih baik dihindari kecuali untuk mendapatkan sifat tahan aus. yang liat tetapi tidak diinginkan dalam jumlah yang banyak karena apabila terlalu banyak akan merusak sifat-sifatnya. dimana grafit atau karbon bebas tersebar dalam bentuk serpih. sementit dan perlit. Universitas Sumatera Utara . Ferit dalam besi cor adalah ferit silisium. Pada besi cor bergrafit bulat terdapat endapan grafit bebas yang berbentuk bulat. gabungan ferit dan sementit inin membuat perlit menjadi ulet dan baik sekali ketahanan ausnya. Jenis besi tuang yang banyak dipakai adalah besi cor kelabu.2.

Bentuk grafit besi cor dinyatakan dengan angka Romawi mulai dari angka I sampai dengan VI. sedangkan pada grafit bulat tidak mengalami hal tersebut.4. ditunjukkan pada Gambar 2.mempunyai grafit serpih dengan kekuatan tariknya sekitar 18 kg/mm2.           Gambar 2. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan bentuk dari potongan-potongan grafit.4 Bentuk Grafit pada Besi Cor (Tata Surdia. sedangkan besi cor bergrafit bulat yang mempunyai kandungan karbon dan silisium yang sama kekuatan tariknya 55 sampai 70 kg/mm2. dimana serpih-serpih grafit mengalami pemusatan tegangan pada ujungujungnya. kalau suatu gaya bekerja tegak lurus pada arah serpih. 1975) Universitas Sumatera Utara .

Untuk mendapatkan potongan-potongan grafit yang bengkok. Besi cor dengan kandungan karbon yang tinggi sukar mempunyai potongan-potongan grafit bengkok disebabkan oleh sedikitnya pengendapan kristal-kristal mula. Untuk mendapatkan struktur serupa itu. Kadang-kadang tidak ada daerah eutektik dan hanya mengendap Universitas Sumatera Utara . grafit pengelompokan “Rosette” adalah salah satu dari sel eutektik yang mempunyai potonganpotongan eutektik halus dari grafit di tengah dengan serpih-serpih radial di sekitarnya. tipe ini mempunyai serpih-serpih grafit yang terbagi rata dan orientasinya sembarang. Kecenderungan untuk mengendap pada bagian yang tipis dan daerah bagian tengah eutektik berubah sesuai dengan komposisi dan keadaan pendinginan. Sebahagian dari karakteristik besi cor kelabu secara morpologi dipengaruhi oleh grafit. Tipe A: Terbagi rata orientasi sembarang. pengendapan kristal mula harus ditingkatkan untuk membengkokkan potongan-potongan grafit tersebut sepanjang austenit proeutektik.Bentuk. perlu mengatur bentuk potongan-potongan grafit dengan penghilangan oksid dan melakukan inokulasi penggrafitan dari besi cair. ukuran. jumlah dan distribusi grafit serpih dipengaruhi oleh komposisi. laju pendinginan dan perlakuan terhadap logam cair seperti penginokulasian. Tipe B: Pengelompokan “Rosette”orientasi sembarang. 2. Potongan-potongan grafit yang bengkok memberikan kekuatan yang tinggi pada besi tuang. Ada lima tipe yang umum dari potongan-potongan grafit pada besi tuang yaitu: 1.

Macam ini muncul bersama dengan grafit tipe A pada coran yang tipis. 3. potongan-potongan grafit pengelompokan Rosette dengan grafit eutektik cenderung untuk mengendap. sedangkan laju pendinginan yang besar atau kandungan silisium yang tinggi mengakibatkan pengendapan ferit di tengah-tengahnya. Kalau besi cair agak sedikit teroksidasi. 4. Kalau ferit dan mengendap kecenderungan tersebut lebih besar. Potongan-potongan grafit pengelompokan Rosette tersebar pada pada besi tuang yang mempunyai kandungan karbon yang tinggi. jumlah grafit begitu banyak sehingga ferit sangat mudah mengendap. karena banyak pengendapan grafit. kristal-kristal mula dari grafit yang panjang dan lebar ditumpuki dan dikelilingi oleh serpih-serpih grafit yang mengkristal di daerah eutektik. struktur ini mempunyai potongan-potongan grafit yang halus yang mengkristal di antara dendrit-dendrit kristal mula dari austenit.serpih grafit radial. Pada struktur ini. Hal ini muncul dengan adanya dingin lanjut (under Universitas Sumatera Utara . Tipe C: Serpih saling menumpuk orientasi sembarang. paling banyak dibolehkan adanya pengelompokan Rosette 20 sampai 30 % dengan daerah eutektik yang sedikit. Struktur demikian sangat lemah dan disertai oleh pengendapan ferit karenanya tidak banyak dipakai. struktur ini muncul pada sistim hipereutektik. struktur menjadi lemah dan bagian tengahnya kadangkadang retak karena gaya potong ketika dikerjakan dengan mesin mengakibatkan adanya lobang-lobang kecil. Besi cor yang memerlukan kekuatan tarik 25 sampai 30 kg/mm2. Tipe D: Penyisihan antar dendrit orientasi sembarang.

Satu dari keadaan dingin lanjut adalah oksidasi dalam pencairan yang juga cenderung membentuk struktur macam ini. Matrik dari tipe ini sering berisi ferit yang menyebabkan lemah.cooling) dalam pembekuan eutektik.5. yang disebabkan oleh kandungan karbon yang rendah dan berkurangnya pengendapan grafit. Tipe E: Penyisihan antar dendrit orientasi tertentu. sangat menguragi kekuatan karena jarak yang dekat antara potongan-potongan grafit seperti pada tipe D. tetapi kadang-kadang kekuatannya tinggi. Struktur ini muncul jika kandungan karbon agak rendah. dan kadang-kadang ia disisihkan pada daerah yang membeku terakhir di tengah-tengah tuangan yang tebal. 5. Universitas Sumatera Utara . Keadaan ini umumnya diperbaiki dengan inokulasi penggrafitan walaupun perbaikan tidak selalu berhasil. Tipe grafit yang dapat terjadi pada besi cor kelabu ditunjukkan pada Gambar 2. Kadang-kadang tipe ini muncul dan mengembang di tengah-tengah Rosette tipe B.

5 Tipe Grafit Pada Besi Cor Kelabu (Tata Surdia.2 Ukuran grafit Sifat mekanik besi cor kelabu sangat dipengaruhi oleh bentuk.1975) 2. Ukuran grafit dinyatakan dengan angka Universitas Sumatera Utara . Pada komposisi yang umum. dapat disebutkan bahwa semakin rendah derajat kesetimbangan karbon dan semakin cepat laju pendinginan. Ukuran grafit yang kasar pada coran akan memberikan kekerasan dan kekuatan tarik yang rendah. distribusi grafit dan matrik struktur mikro.4.          Gambar 2. maka kuat tarik akan semakin tinggi. grafit yang halus dan jumlahnya sedikit akan meningkatkan kekerasan dan kuat tarik coran.

Untuk menentukan ukuran grafit dilakukan dengan cara membandingkannya dengan gambar standar.Arab mulai dari angka 1 sampai dengan angka 8. Gambar standar ukuran grafit menurut ASTM. Size 1 longest flakes 4 inch                       Size 2 longest flakes  2 to 4 inch   Gambar 2. A247) Universitas Sumatera Utara .6 Standar ukuran grafit (ASTM.6. Angka yang lebih kecil menunjukkan ukuran grafit yang lebih panjang dan angka yang lebih besar menunjukkan ukuran grafit yang lebih pendek. A247 ditunjukkan pada Gambar 2.

6 Standar Ukuran Grafit (lanjutan) Universitas Sumatera Utara .Size 3 longest flakes 1 to 2 inch   Size 4 longest flakes 1/2 to 1 inch    Size 5 longest flakes 1/4 to 1/2      inch (8 mm) in length Size 6 longest flakes 1/8 to 1/4    inch (4 mm) in length   Size 7 longest flakes 1/16 to 1/8  Size 8 longest flakes 1/16 inch    Gambar 2.

C.4. Gambar 2.2. Dalam cetakan sejumlah variabel tesebut akan tetap konstan.. volume besi cair yang didinginkan. Bagaimanapun. perbandingan luas permukaan terhadap volume pada proses pengecoran akan bervariasi dari bagian ke bagian lain.7. luas permukaan besi cair. sehingga terjadi variasi laju pendinginan pada bagian-bagian tersebut akibatnya pola pembekuan pada setiap bagian berubah yang dapat menghasilkan sifat mekanik yang berbeda pada produk coran. lokasi inti dan posisi saluran turun dan saluran masuk. Pengaruh ketebalan terhadap kekerasan pada besi cor kelabu diperlihatkan pada Gambar 2. konduktifitas panas material cetakan. kecepatan penuangan.1949) Universitas Sumatera Utara .3 Laju pendinginan (cooling rate) Laju pendinginan dipengaruhi oleh sejumlah variabel yaitu temperatur penuangan (pouring).7 Pengaruh Ketebalan Coran Terhadap Kekerasan dan Struktrur Mikro Besi Cor Kelabu (Winte H.

0 mm). Menurunnya laju pendinginan. Ketika laju pendinginan menurun sehingga memberikan waktu yang cukup untuk terjadinya pembentukan beberapa grafit. Pada saat besi cor putih menghilang.Pada bagian ujung laju kecepatan pendinginan tinggi sehingga menghasilkan pembentukan besi cor putih yaitu campuran dari senyawa besi karbida dan fasa perlit yang lebih keras dari besi cor kelabu (Gambar 2. Penurunan laju pendinginan menghasilkan peningkatan kekerasan (pada lebar 2. medium dan lambat. memiliki kekerasan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan besi cor putih.8 dapat dilihat perbedaan grafit dan struktur mikro akibat adanya perbedaan laju pendinginan. struktur mikro menjadi campuran fasa ferit dan grafit tipe D. Secara skematik keadaan pendinginan besi cor dibagi dalam tiga bagian yaitu pendinginan cepat.5. Daerah ini adalah campuran dari besi cor kelabu dan besi cor putih. menghasilkan kekerasan minimum seperti yang diperlihatkan. besi cor putih secara bertahap akan menghilang dan dibarengi dengan menurunnya nilai kekerasan. Pada Gambar 2. Perbedaan laju pendinginan (cooling rate) dapat merubah ukuran grafit dan struktur mikro dari besi cor. kekerasan juga menurun (lebar >5. Ketika lebar produk semakin membesar. Universitas Sumatera Utara .0 mm) karena struktur mikro berubah dari grafit tipe D ke grafit tipe A dan matriks berubah dari ferit ke perlit. hal ini terjadi karena perubahan yang bertahap dari perlit ke ferit dan terbentuknya struktur grafit yang kasar.5 .7). yaitu daerah yang tampak seperti coreng-coreng (mottled zone).

1949) Universitas Sumatera Utara .  Gambar 2.C.8 Pengaruh laju pendinginan terhadap grafit dan struktur mikro besi cor (Winte H..

pembekuan logam terjadi pada cetakan yang berputar.5 Pengecoran Sentrifugal Proses pengecoran sentrifugal berbeda dengan proses pengecoran statik.9. seperti yang digambarkan pada Gambar 2. biasanya pengisian cetakan (pouring) dilakukan ketika cetakan sedang berputar. penuangan dimulai ketika cetakan diam. Untuk memudahkan pemahaman ini dapat dilihat karakteristik pembekuan logam (Nathan Janco. kemudian cetakan diputar sampai pada kecepatan tertentu sehingga pembekuan logam terjadi pada saat cetakan tersebut berputar. Aplikasi gaya sentrifugal pada saat pembekuan dapat digunakan untuk mendapatkan kerapatan butir yang baik. Pada pengecoran sentrifugal. 1992). pengisian logam dilakukan pada saat cetakan berputar pada kecepatan putar yang rendah. Pada pengecoran sentrifugal yang mendatar. pada pengecoran sentrifugal.9 Perubahan Volume Akibat Pembekuan Universitas Sumatera Utara . TEMPERATUR L o g am C a ir Daerah Penyusutan Daerah Pembekuan VOLUM E   Gambar 2.2. sedangkan pada pengecoran statik pembekuan logam terjadi pada cetakan yang diam. setelah cetakan penuh putaran dinaikkan sampai pada putaran tertentu dengan percepatan yang tinggi dan ditahan pada putaran itu sampai pembekuan terjadi. walaupun pada aplikasi tertentu terutama pada pengecoran sentrifugal yang tegak lurus.

penyusutan dapat terjadi sampai 5 % atau lebih. oleh karena itu pada pengecoran sentrifugal mendatar tidak digunakan penambah. maka pengurangan volume akibat penyusutan akan terisi oleh logam cair yang tersisa pada bagian diameter dalam. Universitas Sumatera Utara . sehingga ukuran coran menjadi lebih kecil pada suhu kamar. Oleh karena itu arah pembekuan coran terjadi dari bagian diameter luar mengarah ke bagian diameter dalam. Karena bagian coran yang membeku terlebih dahulu adalah pada bagian diameter luar. Suhu logam terus menurun dalam cetakan sampai pada akhirnya membeku seluruhnya. Pada pengecoran sentrifugal. Pada kondisi ini juga terjadi penurunan volume seiring dengan penurunan suhu coran.Hampir semua logam dan logam paduan mengalami penurunan volume ketika berubah dari fasa cair ke fasa padat. besarnya penyusutan tergantung dari jenis logamnya. proses pembekuan terjadi pada cetakan logam dan tidak memakai inti (core). Oleh karena itu pada pengecoran statik dipakai penambah (riser) yang berfungsi untuk mengisi cetakan ketika penyusutan berlangsung. penyerapan panas dari logam cair yang paling besar terjadi pada dinding cetakan bagian luar dan penyerapan panas yang lebih kecil terjadi pada bagian diameter dalam dari coran. karena pada pada bagian diameter luar logam cair bersentuhan dengan dinding cetakan yang terbuat dari logam dan pada bagian diameter dalam bersentuhan dengan udara. untuk mengatasi hal ini biasanya dilakukan penambahan ukuran pada mal (pattern allowance). Penurunan volume ini disebut dengan penyusutan.

kecepatan putar yang terlalu tinggi dapat meningkatkan tegangan melingkar yang cukup tinggi dan dapat menyebabkan cacat cleavage secara radial atau retakan secara melingkar ketika logam mengalami penyusutan selama proses pembekuan. dimana hasilnya berupa segregasi melingkar. Kecepatan putar yang terlalu rendah dapat mengakibatkan sliding dan menghasilkan permukaan yang kurang baik. Selain itu. Kecepatan putar cetakan yang ideal akan menghasilkan gaya adhesi yang cukup besar antara logam cair dengan dinding cetakan dan getaran yang minimal. pengotor yang memiliki berat jenis lebih rendah dibandingkan logamnya akan berkumpul di permukaan dalam dan dapat dibuang melalui proses pemesinan. permukaan halus dan struktur logam yang dihasilkan akan memberikan sifat mekanik yang baik. Selain itu. Struktur atau zone yang terbentuk dari pengecoran centrifugal terbagi menjadi tiga yaitu: a. Proses pengecoran ini dapat menghasilkan produk coran yang relatif bebas dari gas dan shrinkage porosity.Pengecoran centrifugal adalah proses penuangan logam cair ke dalam cetakan yang berputar. Kondisi seperti ini dapat menghasilkan sebuah benda cor dengan struktur yang seragam. Sedangkan kecepatan putar yang terlalu tinggi dapat menimbulkan getaran. Universitas Sumatera Utara . Daerah dimana terbentuk struktur butir halus berbentuk equiaxial pada dinding cetakan. Chill zone. Karena pengaruh dari gaya centrifugal hasil coran akan lebih padat.

Arah orientasi kristal tegak lurus dengan permukaan cetakan. Bagian coran yang lebih tipis dapat dibuat dengan metode ini Aplikasi dari pengecoran semi sentrifugal adalah untuk membuat gear blanks. Bila diperlukan dapat digunakan inti untuk menghasilkan produk cor yang berongga. Equiaxed zone. lubang coran disusun di sekitar pusat sumbu putaran seperti jari-jari roda. 2.1 Semi Sentrifugal Pada proses ini cetakan diisi penuh oleh logam cair dan biasanya diputar pada sumbu vertikal. Pada metode ini. karena gaya sentrifugal dapat mengalirkan logam cair di bawah tekanan yang lebih tinggi jika dibandingkan pada pengecoran statis.6. Columnar zone.b. Daerah ini merupakan lanjutan dari Columnar zone dimana memiliki karakteristik butir besar dan seragam. Gaya sentrifugal memberikan tekanan Universitas Sumatera Utara . bebas rongga dan porositas.6 Jenis-Jenis Pengecoran Sentrifugal 2. 2. impelers dan rotor motor listrik. pulley. roda.6. sehingga memungkinkan produksi coran lebih dari satu. Coran yang sulit dihasilkan melalui cara statis dapat dilakukan dengan metode ini. Daerah ini merupakan lanjutan dari chill zone. Hal ini meningkatkan hasil coran dan menghasilkan coran berkualitas tinggi.2 Centrifuging Centrifuging (pressure) memiliki aplikasi yang paling luas. c.

7 Kecepatan Putar Cetakan Pada pengecoran sentrifugal. Biasanya ketika memproduksi coran dengan diameter yang kecil. cetakan diputar pada putaran yang memberikan gaya setara dengan 60G. rol. plat kopling. Hasil coran memiliki pembekuan terarah atau pembekuan dari bagian luar coran menuju sumbu putaran (sumbu rotasi). dan lain-lain. 2. Metode pengecoran ini khususnya digunakan untuk memproduksi valve bodies. 2. bonnet. Secara umum pengecoran sentrifugal tipe mendatar digunakan untuk membuat produk seperti pipa. tidak dapat dibuat dengan menggunakan proses ini.6. Pembekuan terarah ini menghasilkan coran berkualitas tinggi tanpa cacat penyusutan (shrinkage) yang merupakan penyebab utama cacat coran hasil cetakan pasir.pada logam cair seperti yang terdapat pada pengecoran semi sentrifugal. plugs. brackets dan banyak lagi pada industri pengecoran lainnya. cincin piston. silinder liner. Gaya yang bekerja pada coran yang kecil dan coran yang besar. yokes. akan sama besarnya bila diputar dengan besaran bilangan G yang sama. cetakan diputar pada putaran tertentu dan besarnya putaran yang diberikan pada praktisnya dinyatakan dengan grafitasi (G). Universitas Sumatera Utara . Produk coran dengan bentuk tidak silinder atau tidak simetris. dimana gaya ini bekerja pada bagian diameter dalam dari coran tersebut.3 True centrifugal True Centrifugal digunakan untuk menghasilkan coran turbular atau silindris dengan memutar cetakan pada sumbunya sendiri. bantalan luncur. puly.

karena grafitasi merupakan besaran yang tetap dengan arah yang mendatar. maka kecepatan putar merupakan satu-satunya variabel dari gaya sentrifugal.Pada mesin cetak sentrifugal tegak lurus. Setiap perubahan pada kombinasi Universitas Sumatera Utara . hal ini akan menghasilkan tegangan yang berlebih pada diameter luar coran yang dapat mengakibatkan retak pada arah logitudinal. dituang pada kecepatan putar cetakan sebesar 40G sampai dengan 60G (Nathan Janco. Jika panjang coran yang diproduksi relatif pendek dibanding dengan diameter dalamnya maka dapat diproduksi pada mesin cetak sentrifugal tegak lurus. atau tidak terdapat perbedaan yang nyata ketika dilakukan pemesinan. Umumnya coran berbentuk silindris seperti pipa. maka dihasilkan putaran yang berlebih. Untuk coran dengan ketebalan yang besar (10 inci atau lebih) kriteria di atas harus dicermati dengan hati-hati. 1992). Jika panjang coran dua kali diameter dalamnya atau lebih. Setelah berat dan ukuran tuangan ditentukan. Diameter dalam menjadi sangat kecil. jika digunakan putaran dengan 60G yang didasarkan pada diameter dalam coran. biasanya digunakan untuk memproduksi coran yang diameter dalamnya dengan dan tanpa tirus. Kecepatan putar cetakan yang paling rendah pada mesin cetak sentrifugal mendatar adalah 20G. maka lebih baik diproduksi dengan mesin cetak sentrifugal mendatar. Putaran cetakan yang digunakan umumnya adalah 75G. Pada pembuatan coran silindris dengan mesin cetak sentrifugal ada acuan khusus yang digunakan. Pada kondisi ini akan terdapat tirus yang sangat kecil yang tidak kasat mata. yang didasarkan pada diameter dalam coran yang diproduksi.

Setelah kaviti cetakan terisi. Hanya sedikit mesin cetak sentrifugal dibuat dengan kemiringan aksis. dengan bertambahnya putaran cenderung memperhalus ukuran butiran dan juga memperbaiki kualitas diameter dalam dari tuangan. Pada prakteknya kebanyakan mesin cetak sentrifugal dibuat dengan aksis tegak lurus dan mendatar. Dengan menambahkan kecepatan putar pada cetakan. 2. Pada saat logam tersebut berada dalam cetakan. logam cair akan terbawa dengan cepat dan menempel dengan baik pada kaviti cetakan tanpa terjadi slip dan raining. Jika aksis dibuat konstan pada saat pengoperasian maka kecepatan putar dapat digunakan mengontrol efek kepada material melalui kombinasi gaya. Pada putaran cetakan yang optimum.dari kedua gaya ini berasal dari perubahan satu dari dua hal yaitu dari sudut putar atau kecepatan putar. Kecepatan putar bertambah padanya akibat gesekan dari logam cair dengan cetakan.8 Metal Pickup Ketika logam cair dituangkan ke kaviti cetakan yang sedang berputar. Posisi aksis pada mesin cetak sentrifugal biasanya disesuaikan dengan jenis coran yang dibuat. dapat mengakomodir slip dan raining tapi di bawah kondisi getaran kritis. hal ini akan memberikan peluang adanya slip. logam cair tidak segera dapat terbawa seluruhnya dengan percepatan yang sama oleh cetakan. tekanan akan timbul secara Universitas Sumatera Utara . seluruh logam cair tersebut akan berputar akibat adanya gesekan antara permukaan cairan logam yang sedang berputar dengan logam cair yang akan terbawa (pickup).

cetakan yang terbuat dari baja cocok bila dioperasikan dengan pendinginan air. Gaya sentrifugal bekerja pada coran dengan tekanan yang lebih kecil pada diameter dalam dan bertambah besar dan maksimum pada diameter luar. besi cor dan tembaga. harganya lebih murah tetapi tidak cocok bila dipakai dengan pendinginan air. jika diberi gaya sentrifugal akan mengalami tekanan yang berbeda. Cetakan yang terbuat dari besi cor masa pakai berkisar antara 500 sampai dengan 1000 kali. dan membersihkan logam dari pengotor yang bukan logam. masa pakai berkisar antara 1000 sampai dengan 3000 kali. Cetakan permanen dapat dibagi dua kategori yaitu cetakan yang terbuat dari grafit atau karbon dan cetakan yang terbuat dari logam seperti baja. Baja memiliki masa pakai yang lebih tinggi dan harganya tidak terlalu mahal jika dibanding dengan cetakan besi cor. Cetakan yang terbuat dari grafit harganya lebih mahal dan masa pakainya relatif rendah yaitu sekitar 10 sampai dengan 100 kali. Partikelpartikel dengan densiti yang berbeda. dan akan dikeluarkan dengan cara pemesinan.radial pada tuangan yang terjadi akibat adanya gaya sentrifugal.9 Cetakan Permanen Cetakan permanen adalah cetakan yang dapat digunakan berulang-ulang. 2. hal ini akan memberikan kecenderungan partikel-partikel yang densitinya lebih besar bergerak ke arah diameter luar dan memindahkan partikel yang densitinya lebih kecil pada diameter dalam. Oleh karena itu sejumlah partikel terak dan pengotor ringan yang bukan logam berpisah dan berada pada daerah diameter dalam. Universitas Sumatera Utara .

aluminum silikat dan zirkon.2. Suhu logam yang terlalu tinggi akan memberikan fluiditas cairan logam yang terlalu besar sehingga sulit segera terbawa Universitas Sumatera Utara . Cetakan dilapisi dengan bahan pelapis dengan cara menyemprotkannya.10 Bahan Pelapis (mould coating) Bahan pelapis cetakan memiliki dua fungsi yaitu sebagai bahan pemisah antara coran dengan cetakan dan sebagai isolasi panas. Pada kenyataannya suhu penuangan yang digunakan pada pengecoran sentrifugal lebih rendah dari pada suhu penuangan pengecoran statik. logam cair dituangkan dengan kecepatan yang lebih besar dari kecepatan tuang pada pengecoran statik. coating terlalu halus dan putaran cetakan yang terlalu rendah. Raining adalah fenomena jatuhnya tetesan logam cair dari atas rongga cetakan. Penuangan pada pengecoran sentrifugal dilakukan pada cetakan yang sedang berputar. Hal ini dimaksudkan untuk memberi tambahan energi pada logam cair tersebut untuk lebih mudah terbawa pada cetakan yang berputar. Disamping itu bahan pelapis ini juga berfungsi sebagai isolator panas untuk mengurangi chilling effect pada coran. Bahan pelapis yang dapat digunakan pada pengecoran sentifugal adalah bentonit. 2. hal ini dapat terjadi jika suhu tuang yang terlalu tinggi.11 Penuangan (pouring) Suhu penuangan pada proses pengecoran statik dan sentrifugal dalam berbagai hal adalah relatif sama. ketika pengecoran dilakukan maka bahan pelapis ini berfungsi untuk menjaga agar logam cair tidak melekat pada rongga cetakan sehingga coran dapat dengan mudah dikeluarkan.

Umumnya kekentalan logam cair berada pada komposisi eutektik...12 F luidity Kemampuan logam cair mengalir di dalam cetakan terutama dipengaruhi oleh kekentalan logam cair dan kekasaran permukaan cetakan.......... (2. Permukaan coating yang terlalu halus akan memberikan gesekan yang terlalu kecil pada cairan logam.1) Cf = Faktor komposisi C = Karbon Si = Silikon P = Phospor Panjang aliran logam (inci) pada cetakan tergantung pada komposisi dan temperatur tuang yang dituliskan dengan rumus: Universitas Sumatera Utara .at. sehingga coran dengan ketebalan yang tipis dan berlekuk-lekuk dapat dibuat (Heine Richad... 2.... pada temperatur yang tinggi kekentalan menjadi lebih rendah dan pada temperatur yang rendah kekentalan menjadi lebih tinggi... Kekentalan logam cair sangat dipengaruhi oleh temperatur....al..1967)..sesuai dengan putaran cetakan.. sehingga logam cair tidak dapat segera terbawa sesuai dengan putaran cetakan.. Putaran cetakan yang terlalu rendah juga dapat mengakibatkan raining karena putaran yang rendah memberikan gesekan antara cairan logam dan cetakan yang terlalu kecil..W. rumus faktor komposisi adalah: CF = % C + ¼ x % Si + ½ x % P . Besi cor memiliki sifat mampu alir (fluidity) yang paling baik dibanding dengan logam ferro lainnya..........

Cacat yang biasa terjadi pada pengecoran sentrifugal adalah sebagai berikut: Cold Shuts atau ketidaksempurnaan pengisian cetakan.2) Fluidity = Panjang aliran logam cair. Lapisan cetakan dipertebal Kecepatan putaran cetakan ditinggikan Dros yang berlebih atau pit yang terjadi pada diameter dalam coran diakibatkan oleh raining. Raining dapat terjadi saat dilakukan pengecoran sentrifugal mendatar dengan kecepatan putaran cetakan yang lambat atau suhu penuangan yang sangat tinggi. (2. 5. Cetakan lebih dipanaskan.9 x CF + 0.155 ……………………. akan menimbulkan cacat yang disebut dengan cold shuts. Apabila logam cair tidak tertahan pada dinding cetakan (karena permukaan cetakan Universitas Sumatera Utara .05T .13 Jenis-Jenis Cacat pada Pengecoran Sentrifugal Pada pengecoran statis cacat seperti penyusutan (shrinkage). 4. Temperatur dipertinggi. inci CF T = Faktor komposisi = Temperatur penuangan. 0F 2. sehingga menghasilkan dros atau pit (lubang) pada diameter dalam coran. porositas dan inklusi non-metalic kemungkinan besar tidak terjadi pada pengecoran sentrifugal. Laju penuangan dipercepat. Cold shuts dapat dihindari dengan cara: 1. pada saat logam membeku sebelum semua bagian cetakan terisi. 3. 2.Fluidity = 14.

Universitas Sumatera Utara . kondisi ini dapat dihindarkan melalui pengendalian yang hati-hati untuk mencegah terjadinya oksida. pemeriksaan rol dan bantalan yang sering dan bagian penting lainnya. disebabkan oleh gas yang diserap. Biasanya terjadi pada logam yang memiliki mampu alir yang rendah. disebabkan oleh adanya dros atau senyawa non metalik yang lain di dalam coran. logam cair akan terbawa ke atas dan kemudian tumpah ke bawah seperti hujan. Hard Spots. Menurunkan temperatur logam cair Meningkatkan kecepatan putar cetakan Laju penuangan yang rendah pada saat awal penuangan Porositas. 2. Cacat karena getaran. cacat ini terbentuk akibat tidak sempurnanya aliran logam cair. inklusi atau material yang tidak diinginkan selama peleburan sampai ke penuangan. khususnya logam yang dapat membentuk lapisan film oksida. dapat menyebabkan coran berlapis. keseimbangan cetakan yang cermat. Laps.sangat halus) atau akibat kecepatan putar cetakan yang sangat rendah. 3. Hal ini dapat ditahan seminimum mungkin dengan cara pembingkaian (mounting) yang tepat. aliran turbulen yang berlebih selama penuangan atau sistem pendinginan yang tidak tepat. Hal ini dapat dicegah dengan cara : 1. Hard spots dapat juga disebakan oleh adanya senyawa intermetalic keras yang berlebih. Sebaiknya pada saat penuangan logam cair tidak terputus.

Faktor lain yang mempengaruhi adanya tearing pada saat coran dimasukan pada cetakan logam adalah besarnya pemuaian dari cetakan itu sendiri. Pemanasan awal pada cetakan dapat mengurangi pemuaian lebih lanjut pada coran. Gambar 2. biasanya terjadi pada pengecoran true centrifugal.Hot Tears.10 diilustrasikan bahwa sebuah titik P diputar pada sumbu O dengan kecepatan sudut tetap ω. karena kecepatan putar terlalu tinggi. Pada Gambar 2.14 Gaya Sentrifugal Apabila sebuah benda diputar pada sumbunya maka akan terjadi percepatan sentripetal. maka besarnya v adalah: Universitas Sumatera Utara . menghasilkan tegangan hoop yang melebihi kekuatan kohesif logam pada temperatur dalam daerah solidus. Longitudinal tears terjadi ketika coran membeku bersamaan dengan terjadinya pemuaian pada cetakan. Temperatur pemanasan awal berkisar 300 0C atau lebih. Hal ini dapat dihindari dengan cara meningkatkan ketebalan dan kapasitas termal cetakan. 2. dan kecepatan tangensial dari titik P adalah v.10 Titik P Diputar pada Sumbu O Jari-jari garis lintasan dari titik P adalah garis O-P.

....... dan selalu bergerak ke arah pusat lingkaran.... (2..............v = ω....... (2...........   Gambar 2.4) Jika kecepatan adalah sebuah vektor dengan besaran yang cukup dan dapat merubah arah dengan sendirinya......... yang dapat ditulis dengan a = Δv/t .....r ... Menurut hukum Newton ke dua dinyatakan bahwa: Gaya = Massa x Percepatan F = m x a ............... (2..............................11 Vektor Kecepatan Berubah Akibat Perubahan Sudut δθ Universitas Sumatera Utara ............ karenanya kecepatan memiliki percepatan............... seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2...............................5) Gaya yang dibutuhkan untuk mendorong massa bergerak mengikuti garis edar lingkaran disebut dengan gaya sentripetal. maka titik tersebut akan bergerak membentuk lingkaran dengan arah yang selalu berubah........... Vektor kecepatan sebelum dan sesudah titik P bergerak dengan sudut yang kecil δθ...........................3) vektor v ini memiliki besaran tetap dengan arah yang selalu berubah Percepatan didefinisikan sebagai perubahan kecepatan dibagi waktu............ Gaya yang besarnya sama dan berlawanan arah dengan gaya sentripetal disebut Gaya Sentrifugal........ 11............

......   Gambar 2............................................. Jika sudut ini sangat kecil maka pernyataan ini adalah benar. Arah berubah setelah periode waktu yang kecil δt sebesar δθ radian................. dv/dt adalah percepatan a..8) limit δt dt............... Panjang dari busur adalah jari-jari x sudut................... maka δv = v δθ ..................... sehingga laju perubahan kecepatan menjadi δv/δt = v δθ/δt . Maka dapat disimpulkan perubahan arah vektor ini dengan menggunakan vektor tambahan yaitu: vektor pertama + vektor perubahan = vektor akhir atau dengan rumus v1 + δv = v2 ........ (2...........7) Perubahan ini berlangsung dengan perubahan waktu yang kecil δt..6) Perubahan arah vektor ini dapat diilustrasikan seperti pada Gambar 2. (2.... δv/ δt δt dt........ (2........Besaran v1 dan v2 adalah sama......... δv/ δt dv/dt.........12.. sehingga dapat dinyatakan dengan v................12 Ilustrasi Perubahan Arah Vektor v2 δv hampir sama dengan panjang busur dari jari-jari v.................... maka a = dv/dt = v δθ/dt Universitas Sumatera Utara ........

...... Jika titik P memiliki massa m........................ kemudian disubtitusikan pada v maka percepatan sentripetal a = ω2 r ............................ (2................................12) atau gaya sentripetal = mv2 /r .................................. maka percepatan sentripetal a = v2/r ... (2...a = v ω ....... maka untuk memberi percepatan pada massa m dibutuhkan gaya sebesar: gaya sentripetal = mω2 r ...........................11) Pada diagram vektor...... disubtitusikan pada ω.......................10) Karena ω = v/r.r............. (2... (2.9) ω = δθ/dt = laju perubahan sudut Karena v = ω.......................... dapat dilihat bahwa jika δθ menjadi semakin kecil maka arah dari δv menjadi radial dan menuju pusat..(2.......................13) Gaya sentrifugal adalah reaksi dari gaya sentripetal dengan arah radial menjauhi pusat Universitas Sumatera Utara ........................ Percepatan berada searah dengan arah perubahan kecepatan dan percepatan sentripetal adalah radial dan menuju pusat...............................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful