ISLAM DAN MULTIKULTURALISME

MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah “METODOLOGI STUDI ISLAM” Dosen Pengampu : Mahrus El-Mawa Prodi : Ekonomi Perbankan Islam

Kelompok 8 : Ani Handayani Komariyah Wildan Amanatillah : 50530099 : 06320160 : 06320179

Maria B. Rahmatika : 06320161

SYARIAH / EPI-2 / SEMSTER VI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI CIREBON 2009

1

melainkan disebabkan oleh faktor-faktor beragama. Keragaman kultur tersebut dirumuskan dalam bentuk semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya sekalipun berbeda-beda tetapi tetap satu. agama. bahasa. Sejarah mencatat bahwa konflik-konflik yang terjadi di Indonesia pada dasarnya bukanlah disebabkan oleh agama saja. Mereka juga memiliki hak dan kewajiban yang sama baik dalam bidang sosial maupun politik. aspirasi dan perbedaan-perbedaan yang beraneka ragam. yang pada dapat menimbulkan terjadinya konflik baik antar etnis maupun antar agama. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang sangat prularis dan bahkan multikulturalis sebab negeri ini terdiri atas berbagai etnis. ekonomi dan politik. tidak ada yang merasa paling hebat atau paling kuat dari yang lain. sebab agama adalah merupakan sesuatu yang paling asasi dalam diri seseorang dan paling mudah menimbulkan gejolak emosional. budaya. kultur dan lain sebagainya. sosial. namun mereka tetap sama. Masyarakat yang multikulturalis sudah pasti memiliki budaya. namun agama dijadikan sebagai simbol bahkan sebagai motor penggerak untuk terjadinya konflik antar ummat 2 . Namun akibat dari perbedaan-perbedaan tersebut. tidak menutup kemungkinan atau bahkan sering menimbulkan pro dan kontra di antara sesama mereka. mengingat setiap agama sesungguhnya muncul dari lingkungan keagamaan dan kebudayaan yang plural. Diantara factor pemicu konflik dalam multikulturalisme adalah perbedaan agama.BAB I PENDAHULUAN Multikulturalisme merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh agama-agama di dunia sekarang ini.

pemerintah hanya mengakui enam agama besar. adat istiadat. dikutip Prof. Jakarta: cet. Sedangkan menurut E. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kebudayan adalah keseluruhan sistem gagasan.multiply. Namun. Koentjaraningrat. dan kemampuan-kemampuan atau kebiasaan-kebiasaan lain yang diperoleh anggota-anggota suatu masyarakat”. Zoetmulder. 80. beberapa pemerintah daerah di luar Aceh 1 P. Taylor (Bapak Antropologi Budaya) mendefinikan Budaya sebagai : ”Keseluruhan Kompleks yang meliputi pengetahuan. 1982).J. dalam Pengantar Antopologi (Aksara Bru). Pengertian Kata kebudayaan berasal dari sansekerta. M. karsa dan rasa manusia untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya dengan cara belajar. budhaiyah ialah berntuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. yang semua tersusun dalam kehidupan masyarakat.com/journal/item/1 3 . kepercayaan. Aceh adalah satu-satunya propinsi yang diberikan wewenang untuk melaksanakan hukum Islam (Syariah). dan kebijakan pemerintah kian memberikan kebebasan secara umum dalam beragama.2 Multikulturalisme adalah keberanekaragaman dari budaya yang ada di suatu negara.1 Menurut DR. Kebudayaan atau kulture adalah segala hasil dari segala cipta karsa dan rasa. Hatta. V. saat sebagian besar penduduk menikmati tingkat kebebasan beragama yang tinggi. kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa. moral. Beberapa larangan Pemerintah terkadang memberikan toleransi terhadap diskriminasi dan perlakuan kejam atas kelompok-kelompok agama yang dilakukan oleh kelompok-kelompok individu dan seringkali gagal menghukum para pelakunya. tindakan dan hasil cipta. DR. Beberapa larangan hukum terus berlaku pada beberapa jenis kegiatan keagamaan tertentu dan pada agama-agama yang tidak diakui. dan pemerintah pada umumnya menghargai pemakaian hak ini. Undang-undang Dasar memberikan kebebasan dalam beragama.B. hukum.BAB II ISLAM DAN MULTIKULTURALISME A. dalam bukunya cultuur. seni. 2 http://nashir6768. Tidak ada perubahan dalam status penghargaan pemerintah terhadap kebebasan beragama selama periode pembuatan laporan. Sementara itu. hal.

selama ini Islam secara realitas seringkali ditafsirkan tunggal bukan jamak atau multikultural.com/2007/03/04/islam-antara-fundamentalisme-dan-multikulturalisme/ http://nashir6768. seringkali dalam konteks pencatatan sipil untuk pernikahan dan kelahiran atau berkenaan dengan pengeluaran kartu identitas. tanpa mempedulikan perbedaan budaya.mengeluarkan peraturan daerah yang melaksanakan elemen-elemen Syariah yang menghapuskan hak-hak para perempuan dan agama minoritas. Sebab.com/journal/item/1 5 Ibid. Multikulturalisme a) Bertujuan mempertahankan dan mentransmisikan budaya yang tidak dapat diubah oleh kekuatan-kekuatan relasional maupun eksternal. 4 . jender. b) Memberikan penekanan pada pemeliharaan identitas kultural c) Mengkombinasikan pendekatan etic (memperoleh data) dan pendekatan emic (mendapatkan data) dalam pertukaran antarbudaya. Islam Multikultural Multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan. b.wordpress. 3 4 http://paramadina.5 Dalam konteks tersebut. Orang-orang dari kelompok-kelompok agama minoritas dan atheis terus mengalami diskriminasi dari negara. Kulturalisme a) Bertujuan mengembangkan interdependensi pada aspek-aspek pragmatis dan instrumental dalam kontak antarbudaya. c) Merupakan proses emic (mendapatkan data) karena mensyaratkan pemeliharaan terhadap keberadaan setiap budaya. setidaknya dapat dilihat bagaimana sebenarnya perbedaan kultutalisme dengan multikulturalisme. Pemerintah tidak menggunakan wewenang konstitusionalnya atas masalah-masalah agama untuk meninjau atau membatalkan peraturan-peraturan daerah ini. b) Berusaha memelihara identitas kultural dengan segala konsekuensinya. ataupun agama. etnik. memperbincangkan diskursus Islam multikultural di Indonesia menemukan momentumnya. Turnomo Rahardjo membedakan keduanya sebagai berikut :4 a. Dr. 3 Dari gambaran tersebut di atas. B. bahasa.multiply.

Secara sosio-historis. sosiolog agama dari Amerika serikat. kasus konflik sosial di Poso. Bellah. Di tanah air. termasuk kaum Muslimin di negeri ini. Selanjutnya. moderat. realitas yang bhinneka. termasuk Indonesia. Ambon. Islam multikultural menghendaki terwujudnya masyarakat Islam yang cinta damai. menjadikan Islam multikultural sebagai topik atau wacana masih menarik dan perlu disebar-luaskan. abangan dan priyayi. Kedua. Sebab. yaitu Islam tradisional dan modern. cita-cita untuk menciptakan dan mendorong terwujudnya situasi dan kondisi yang damai. mengatakan bahwa melalui Nabi Muhammad SAW di Jazirah Arab. di Nusantara realitas Islam multikultural sangat kental. dan bahasa menjadi keharusan untuk disikapi oleh semua pihak. Pada konteks ini. toleransi dan sikap saling menghargai karena perbedaan agama.Padahal. etnis. Secara lokal. atau dalam perspektif dikotomi Deliar Noer. tanggung jawab sosial bukan hanya ada pada pemerintah tapi juga umat beragama. Robert N. suku. Islam telah menjadi peradaban multikultural yang amat besar. baik secara sosio-historis maupun glokal (global-lokal). tertib dan harmonis menjadi agenda penting bagi masyarakat dunia. Pertama. Dengan lain kata. misalnya. dahsyat dan mengagumkan hingga melampaui kebesaran negeri lahirnya Islam sendiri. 5 . Ke-bhinneka-an agama. sebagaimana diungkap Wilfred Cantwell Smith. Karenanya. fundamental. Papua dan daerah lain merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan bersama. damai-konfliknya masyarakat juga bergantung pada kontribusi penciptaan suasana damai oleh umat beragama. terutama umat Islam di Indonesia. harmonis dan toleran. perlu terus dijaga dan dibudayakan. yaitu Jazirah Arab. radikal dan sebagainya. dan masih banyak lagi pandangan lain seperti liberal. Islam di nusantara dibagi oleh Clifford Geertz dalam trikotomi: santri. Di tengah-tengah keadaan yang sering konflik. Hal ini setidaknya karena tiga alasan. hadirnya Islam di Indonesia juga tidak bisa lepas dari konteks multikultural sebagaimana yang bisa dibaca dalam sejarah masuknya Islam ke Nusantara yang dibawa oleh Walisongo. situasi dan kondisi konflik.

Al-Maidah : 48). maka berlomba .lombalah berbuat kebajikan hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya. Ar. lalu diberitahukannya kepadamku apa yang telah kamu perselisihkan itu". 1.suku supaya kamu saling kenal . 6 . tetapi juga konteks agar maksud teks bisa ditangkap sesuai makna zaman. Perdebatan antara aliran ta`aqqully yang mendasarkan pada kekuatan rasio/akal dan aliran ta`abbudy yang menyandarkan pada aspek teks telah diwakili oleh dua aliran besar. yaitu Mu`tazilah dan Asy`ariyah.S. Sesungguuhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal". (Q.bangsa dan bersuku .tiap umat diantara kamu. Sebagai sarana berinteraksi dan berkomunikasi antara sesama ummat manusia "hai manusia. (Q.S.tanda kekuasaannya adalah dia menciptakan kamu dari tanah. Sekiranya Allah menghendaki. C. tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberiannya kepadamu.tiba kamu ( menjadi ) manusia yang berkembangbiak".S. sesungguhnya kamu dari seorang laki . Dalam hal ini. antara lain adalah sebagai berikut. Rum : 20) 2. bisa menjadi pelajaran masa lalu yang amat menarik. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu. (Q. tafsir agama diharapkan bukan semata-mata mendasarkan pada teks.laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa . kami berikan aturan dan jalan yang terang.Ketiga. kemudian tiba .mengenal. Al-Hujurat : 13) 3. Sebagai simbol atau tanda kebesaran Tuhan "Dan diantara tanda . niscaya kamu dijadikannya satu uma (saja). norma agama. Sebagai ujian dan sarana manusia dalam berlomba menuju kebaikan dan prestasi "…untuk tiap . Hikmah dan Tujuan Multikulturalisme Hikmah dan tujuan-tujuan multikulturalisme dapat dilihat dari ajaran-ajaran agama Islam yang termuat dalam Al-Qur’an. Sebagai sebuah ajaran luhur tentu agama menjadi dasar yang kuat bagi kaum agamawan pada umumnya untuk membuat kondisi agar tidak carut-marut.

4. Hal ini dapat diatasi apabila kita bisa menjadikan iman dan taqwa berfungsi dalam kehidupan yang nyata bagi bangsa dan negara. eksklusivisme. Wacana agama yang toleran dan inklusiv merupakan bagian tak terpisahkan dari ajaran agama itu sendiri. 4." Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. 3. Sebagai motivasi beriman dan beramal sholeh "dan ( ingatlah ). Al-Baqarah : 60). Sungguh tiap . intoleransi dan bahkan “fundamentalisme”. 2. Perlunya sosialisasi bahwa pada dasarnya semua agama datang untuk mengajarkan dan menyebarkan damai dan perdamaian dalam kehidupan ummat manusia. Adanya kesenjangan yang jauh antara cita-cita ideal agama-agama dan realitas empirik kehidupan ummat beragama di tengah masyarakat. 5. hanya saja prinsip-prinsip multikulturalisme itu sering tercemari oleh perilaku-perilaku radikalisme. sebab multi kultur. lalu Allah berfirman: "pukullah batu itu dengan tongkatmu. Multikulturalisme sangat penting dan menarik untuk diulas lebih detail karena dilatarbrlakangi oleh pemikiran bahwa : 1. dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan". dihalang-halangi dan ditutup-tutupi. Multikulturalisme merupakan salah satu ajaran Tuhan yang sangat berguna dan bermanfaat bagi ummat manusia dalam rangka untuk mencapai kehidupan yang damai di muka bumi. (Q. Semakin menguatnya kecenderungan eksklusivisme dan intoleransi di sebagian ummat beragama yang pada gilirannya memicu terjadinya konflik dan permusuhan yang berlabel agama. Perlu dicari upaya-upaya untuk mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kerukunan dan perdamaian antar ummat beragama. 7 . ketika musa memohon air untuk kaumnya. semangat toleransi dan inklusivisme adalah hukum Tuhan atau Sunnatullah yang tidak bisa diubah.tiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing masing makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah.S.

Dengan demikian akan tercipta keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara dan terhindar dari konflik-konflik yang bernuansa agama. ini menunjukkan bahwa kebudayaan Islam itu majemuk secara internal. merupakan fakta yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan masyarakat Muslim. dan pendekatan terhadap keanekaragaman budaya dan agama. Kemajemukan internal ini mencakup antara lain : Bidang pengelompokan sosial. multikulturalisme juga menjadi semangat. Rizal membahas multikulturalisme dalam dua arah pembicaraan. Bidang fiqh. 8 .Bila iman dan taqwa itu telah berfungsi dalam kehidupan kita masing-masing dan agama telah berfungsi dalam kehidupan masyarakat . Bidang teologi. Bidang tasawuf dan dimasa modern seperti politik kepartaian. sikap. b) Multikulturalisme Eksternal Multikultural eksternal ditandai dengan pluralitas komunal-keagamaan. Lebih dari itu. intoleransi dan “fundamentalisme” akan terhindar dari diri ummat beragama dan kita akan menjalani hidup yang demokratis yang penuh dengan kebersamaan dan persaudaraan. yaitu : multikulturalisme dari komunitas Muslim (Multikulturalisme Internal) dan komunitas agama-agama lain (Multikulturalisme Eksternal). berbangsa dan bernegara. 6 Ibid. ekseklusivisme. kebudayaan Islam serupa dengan kebudayaan-kebudayaan lainnya kecuali kebudayaan yang paling primitif. Dalam hal ini.6 a) Multikulturalisme Internal Multikultuiralisme Internal adalah keanekaragaman internal dikalangan umat Islam. Keanekaragaman Dalam Islam Dalam tulisannya yang berjudul Islam dan Multikulturalisme. D. maka perilaku-perilaku radikalisme. Samsul Rizal Panggabean memberikan gambaran mengenai pandangan Islam tentang Multikulturalisme.

antara majikan dengan buruh. 9 . ditambah lagi dengan agama yang menopang untuk membolehkan aksi-aksi tersebut. Ketidakpuasan tersebut diwujudkan dalam bentuk protes-protes sosial yang mengakibatkan terjadinya kerusuhan sosial. Bantuan Luar Negeri baik berupa materi maupun berupa tenaga ahli yang tidak mengikuti ketentuan yang berlaku. b. antara pejabat dengan rakyat jelata. umat Islam memperkaya dan diperkaya tradisi keagamaan lain. E. politik dan ekonomi yang tidak memihak kepada rakyat kecil. Faktor pemicunya yaitu sebagai berikut : 1. Faktor agama itu sendiri yang meliputi : a. sebagai akibat dari kebijakan-kebijakan pemerintah dalam bidang sosial. Faktor ini sangat dominan sebab terjadinya kerusuhan sosial di berbagai daerah pada negeri ini adalah disebabkan ketidakpuasan kalangan masyarakat terhadap terjadinya kesenjangan sosial yang sangat tajam antara si kaya dengan si miskin. apalagi sering terjadi manipulasi bantuan keagamaan dari luar negeri. sedangkan agama lain adalah salah. Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Konflik Multikulturalisme di suatu Negara khususnya di Indonesia dapat menimbulkan konflik apabila antara budaya yang satu dengan yang lainnya tidak ada rasa kebersamaan dalam segala hal. Lebih berbahaya lagi manakala penyiaran agama itu sasaran utamanya adalah penganut agama tertentu. Pendirian Rumah Ibadah yang tidak didirikan atas dasar pertimbangan situasi dan kondisi ummat beragama serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.Sebagai bagian dari kondisi yang majemuk. antara pengusaha besar dengan pedagang kecil. dan umat agama lain memperkaya dan diperkaya tradisi keagamaan Islam. Melalui proses interaksi ini. Penyiaran Agama yang dilakukan secara berlebihan dan memaksakan kehendak bahwa agamanyalah yang paling benar. 2. c. umat Islam terus berinteraksi dengan umat dari agama-agama lain. antara ABRI dengan sipil. Faktor ekonomi dan politik.

baik dilakukan perorangan maupun oleh kelompok yang didasarkan atas sebuah keyakinan terhadap agama tertentu namun menyimpang dari ajaran agama pokoknya. Faktor ini akan menjadi pemicu dengan menguatnya etnisitas seperti penduduk asli atau putra daerah dan pendatang yang dengan mudah dapat menyulut perbedaan-perbedaan yang tak jarang berujung pada konflik. Faktor lokalitas dan etnisitas. Perayaan Hari Besar Keagamaan yang kurang memperhatikan situasi. Perkawinan Berbeda Agama yang sekalipun pada mulanya adalah urusan peribadi dan keluarga. bahkan kerusuhan sosial.d. 10 . warisan dan sebagainya. harta benda perkawinan. Apalagi seperti kata ahli sosiologi Durkheim. Faktor ini terutama muncul sebagai akibat dari migrasi penduduk. Penodaan Agama dalam bentuk pelecehan atau menodai doktrin dan keyakinan suatu agama tertentu baik dilakukan oleh perorangan maupun kelompok. kondisi. f. baik dari desa ke kota maupun antar pulau. Ketiga faktor tersebut akan dapat diatasi dengan meningkatkan semangat pluralisme dan multikulturalisme yang dasar-dasarnya terdapat dalam ajaran-ajaran agama yang hidup dan berkembang di negeri ini. Penodaan agama ini paling sering memicu terjadinya konflik antar ummat beragama. toleransi dan lokasi tempat pelaksanaan perayaan itu. Apalagi perayaan itu dilakukan besar-besaran dan menyinggung perasaan. Kegiatan Aliran Sempalan. namun bisa menyeret kelompok ummat beragama dalam satu hubungan yang tidak harmonis. apalagi jika menyangkut akibat hukum perkawinan. Indonesia memiliki potensi disintegratif yang tinggi sebab terdiri dari 300 kelompok etnis yang berbeda-beda dan berbicara lebih dari 250 bahasa. Selanjutnya masalah etnisitas. 3. g. e. persatuan dan kesatuan. agama ibarat “Lem Perekat” yang mengikat warga masyarakat supaya berada dalam kebersamaan.

Ada kemungkinan akulturasi timbal balik antara Islam dan budaya lokal yang diakui dalam suatu kaidah atau ketentuan dasar ilmu ushul fiqih bahwa “ada adalah syariat yang di hukumkan”. Ia memaparkan tentang pengaruh keadaan udara suatu daerah terhadap akhlak serta tingkah laku orang-orang setempat.F. Perbedaan letak geografis dan iklim disuatu daerah menyebabkan pula adanya perbedaan cara dalam melakukan kegiatan ekonomi. Seperti halnya dibeberapa daerah terpencil di Indonesia masih menggunakan sistem barter atau tukar barang dalam kegiatan ekonominya. Menurut Ibnu Khaldun dalam bukunya Mukodimah. ekonomi yang diyakini sebagai salah satu cabang ilmu secara otomatis tidak dapat dipisahkan dengan agama. Islam merupakan nilai atau sistem koprehensif yang mampu mengatur secara baik semua aktifitas hidup dan kehidupan manusia. membagi bola bumi menjadi tujuh daerah klimatologis dengan pengaruhnya masing-masing dalam watak para penghuninya. 11 . yaitu budaya lokalnya adalah sumbur hukum dalam Islam. Faktor pengaruh kultural terwujud dalam bentuk pengaruh budaya Arab dan budaya Persia merupakan suatu ungkapan yang diterima secara umum bahwa kaum muslim sendiri mampu membedakan antara yang benar-benar Islam universal dan Arab yang lokal. Multikulturalisme Dalam Perspektif Ekonomi Layaknya penjelasan hubungan antara agama dan ilmu. dan iklim suatu daerah dengan watak penghuninya telah lama menjadi kajian sarjana muslim. Terlebih lagi Al-Quran dan As-sunnah sebagai sumber hukum dari semua perkara memberikan porsi yang cukup besar dalam membahas berbagai hal yang berkaitan dengan ekonomi. Artinya adat dan kebiasaan suatu masyarakat. G. Asalkan unsur-unsur budaya lokal tersebut minimal tidak bertentangan dengan prinsip – prinsip Islam. Bahkan prinsip. unsur yang bertentangan dengan prinsip Islam dengan sendirinya harus di hilangkan. metodologi dan hukum pengaturan perekonomian dalam Islam tidak bisa dipisahkan dengan Islam sebagai agama. Masalah Lingkungan Budaya Tentang adanya kaitan antara kondisi geografis.

bahwa adat kebiasaan bisa dijadikan suatu hukum bagi masyarakat tersebut selama adat atau budaya tersebut tidak bertentangan dengan nilai – nilai Islam. Seperti halnya perbedaan mata uang antar negara yang disebabkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang berbeda pula. 12 . Seperti halnya yang diakui dalam suatu kaidah atau ketentuan dasar dalam ilmu ushul al-Fiqh. Keberanekaragaman budaya menimbulkan keanekaragaman pula dalam kegiatan ekonomi. termasuk di Indonesia yang memiliki beragam budaya dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya meskipun berbeda-beda namun tetap satu jua.Sistem tersebut oleh pemerintah dibolehkan atau tidak dilarang karena merupakan suatu adat atau kebudayaan yang masih melekat pada masyarakat di daerah tersebut. namun semua perbedaan itu tidak menghambat jalannya transaksi ekonomi antar negara. Artinya Islam memiliki fleksibilitas dalam penerapan hukum yaitu disesuaikan dengan situasi kondisi kultur budaya pada daerah tertentu.

damai. toleran. baik perbedaan kelompok. 13 . beranikah kita ber-Islam secara multikultural? Sesuai dengan pembahasan di atas dapat di simpulkan secara garis besar bahwa Islam bersifat fleksibel dalam berbagai budaya asalkan masih dalam koridor prinsip – prinsip Islam yang benar. Pertanyaan akhir sebagai penutup tulisan ini adalah. Akhirnya. aliran. Komunikasi merupakan jalan dialog sebagai upaya saling mengenal dan memahami maksud-tujuan eksistensi dan relasi agama-negara. harmonis dan sejahtera. Hal itu juga merupakan sinergi sebagai gerakan bersama dalam mewujudkan cita-cita masyarakat berkeadilan dan berkesetaraan.KESIMPULAN Negara dan agama sudah seharusnya tetap menjalin komunikasi dan sinergi dalam mengelola realitas multikultural di negeri ini. etnis. suku. Lebih dari sekadar merayakan perbedaan (more than celebrate multiculturalism). gagasan Islam multikultural menghendaki kesediaan menerima perbedaan lain (others). Islam multikultural juga mendorong sinergi untuk menciptakan tatanan masyarakat yang adil. budaya dan agama. sesuai visi UUD 1945 dan Pancasila.

Yayasan Wakaf Paramadina. Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Al-Quran dan Hadist. 1992 PT. dikutip Prof.multiply. multikulturalisme/ Jakarta. Jakarta. 1996 dalam Pengantar Antopologi (Aksara Bru).com/journal/item/1 Majid Nurcholish.wordpress. Jakarta: cet. V. Zoetmulder. Notowidagdo Rohiman.DAFTAR PUSTAKA • • • • • http://paramadina.J.com/2007/03/04/islam-antara-fundamentalisme-danhttp://nashir6768. P. Raja Grafindo Persada. Islam Dokrin dan Peradaban. dalam bukunya cultuur. DR. Koentjaraningrat. 1982 14 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful