I. PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Air merupakan faktor penting yang sangat diperlukan oleh organisme hidup, baik tumbuh–tumbuhan, hewan atau manusia. Oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain. Saat ini masalah utama yang dihadapi oleh sumber daya air meliputi kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik yang semakin menurun. Kegiatan industri, domestik dan kegiatan lain berdampak negatif terhadap sumber daya air, antara lain menyebabkan penurunan kualitas air. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan, kerusakan dan bahaya bagi semua makhluk hidup yang bergantung pada sumber daya air. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan dan perlindungan sumber daya air yang seksama. Pengelolaan sumber daya air sangat penting agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dengan tingkat mutu yang diinginkan. Salah satu langkah pengelolaan yang dilakukan adalah pemantauan dan interpretasi data kualitas air, mencakup kualitas fisika, kimia dan biologi. Setiap penggunaan air tersebut mempunyai standart kualitas air yang berbeda satu sama lainnya. Air merupakan komponen utama yang sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup suatu organisme, karena sebagian besar tubuh organisme terdiri dari air sebagai penyusun protoplasma dan sebagai medium untuk membantu

mempercepat jalannya reaksi–reaksi kimia di dalam badan suatu perairan.
1

Air merupakan senyawa pelarut universal, karena sifatnya tersebut maka tidak ada perairan alami yang murni, tetapi di dalamnya terdapat unsur dan senyawa yang lain. Terlarutnya unsur dan senyawa tersebut, terutama hara mineral maka air merupakan faktor ekologi yang penting bagi organisme. Kebutuhan air dalam berbagai aspek kehidupan menyangkut baik kuantitas maupun kualitasnya. Demikian juga kualitas airnya harus sesuai dengan peruntukannya. Parameterparameter yang digunakan untuk mengetahui kualitas air suatu perairan antara lain pH, Salinitas, Temperatur, O2 terlarut, CO2 bebas, DMA dan COD. 1.2 Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah : 1. Mengetahui teknik pengambilan sampel air untuk Oksigen terlarut (DO), Karbondioksida (CO2) bebas, daya menggabung asam(DMA), pH ,salinitas, temperatur. 2. Mengetahui teknik analisis perbandingan dari Oksigen terlarut, karbondioksida (CO2) bebas, daya menggabung asam (DMA), pH ,salinitas, temperatur.

2

Banyak reaksi kimia penting yang terjadi pada tingkatan pH yang sulit. Salinitas dapat diukur dengan alat yang praktis yaitu salinometer atau hand refraktometer. Nilai pH merupakan salah satu parameter praktis bagi pengukuran kesuburan suatu perairan. Penentuan salainitas dilakukan dengan meneteskan ½ tetes air contoh.5-8. Didefinisikan sebagai logaritma dari resiprokal aktivitas ion hidrogen. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Air Air yang berkualitas baik adalah air yang dibutuhkan oleh organisme. 2.2 Potensi Hidrogen (pH) pH (Power of Hydrogen) adalah nilai konsentrasi ion hidrogen dalam satuan larutan. 2. karbondioksida bebas.5 merupakan perairan yang sangat ideal untuk tempat hidup dan produktifitas organisme (Welch. Air tidak berkualitas baik maka organisme mempunyai daya urai sendiri–sendiri. Perairan memiliki kadar pH 6. 1952). Kita harus mengetahui nilai dari oksigen terlarut. pada bagian prisma.3 Salinitas Salinitas adalah kadar garam. 1984). Bakteri air dapat menetralisir adanya polutan dari air dengan adanya daya degradasi pada suatu perairan.II. alkalinitas dan derajat keasaman untuk mengetahui kualitas air. misalnya bakteri air dan manusia. kemudian nilai salinitas dibaca 3 . Menurut jenis dan aktivitas biologinya suatu perairan dapat mengubah pH dari unit penanganan limbahnya (Mahida.

evaporasi dan pasang surut (Anggoro.1984). 2004). Salinitas merupakan salah satu faktor lingkungan yang sangat membatasi kehidupan organisme dan dapat mengontrol pertumbuhan. Besar kecilnya salinitas yang terjadi sangat menentukan sifat organisme akuatik yang ada terutama plankton yang mempunyai sifat peka terhadap perubahan (Davis.1964 ).pada eyeplece. Raymont (1963) menyatakan bahwa tinggi rendahnya salinitas akan mempengaruhi tekanan osmose dimana nantinya akan mempengaruhi metabolisme sel. Batas bagian terang dan gelap yang memotong skala menunjukkan salinitas air contoh (P. 1000 gram air sehingga diperoleh berat air yang konstan (Shuter.1949). Pasang surut sebagai salah satu kekuatan angin dapat mempengaruhi salinitas. Salinitas adalah jumlah garam yang dinyatakan dalam gram yang diperoleh dari beberapa kali penguapan. Salinitas suatu perairan dipengaruhi oleh adanya aliran air laut dan daratan. saturasi gas yang terlarut (Kinne . koefesien absorbsi. Salinitas menentukan sifat struktural dan fungsional organisme melalui perubahan dalam konsentrasi osmose total.1955). Salinitas yang rendah laju metabolisme akan menurun sehingga pada salinitas tertentu akan menyebabkan metabolisme berhenti. perbandingan relatif yang terlarut. reproduksi dan distribusi organisme (Odum 1971). curah hujan. maka tempat yang pasang surutnya besar pasang naik akan mendorong air laut lebih dulu ke hulu estuarin sebagai akibatnya pada daerah yang salinitasnya berubah-ubah sesuai dengan keadaan pasang surutnya (Nybaken 1988). 4 . Hary Tjahja.

5-30. Kandungan salinitas 0. Kandungan salinitas >30. yang dipengaruhi adanya pasang surut. Oleh sebab pengukuran parameter ini sangat dianjurkan disamping paramter lain seperti kob dan kod. Beberapa hewan air yang memerlukan O2 antara lain ikan.Perairan yang mengandung salinitas < 0. 1971) menyatakan jumlah oksigen terlarut dalam perairan tidak spontan seperti udara. disingkat DO) atau sering juga disebut dengan kebutuhan oksigen (Oxygen demand) adalah salah satu parameter penting dalam analisis kualitas air.Oksigen terlarut merupakan unsur yang penting sebagai kebutuhan dasar kehidupan tanaman dan hewan dalam air.5 ppt merupakan kandungan salinitas perairan payau. avertebrata dan bakteri. gelombang.4 Oksigen terlarut (DO) Oksigen terlarut (dissolved oxygen. mengindikasikan air tersebut memiliki kualitas yang bagus. Pengukuran DO juga bertujuan melihat sejauh mana badan air mampu menampung biota air seperti ikan dan mikroorganisme. dapat diketahui bahwa air tersebut telah tercemar.5 ppt merupakan kandungan salinitas perairan tawar. Selain itu kemampuan air untuk membersihkan pencemaran juga ditentukan oleh banyaknya oksigen dalam air. dipengaruhi oleh pasang surut dan gelombang. Nilai DO yang biasanya diukur dalam bentuk konsentrasi ini menunjukan jumlah oksigen (O2) yang tersedia dalam suatu badan air. tetapi berfluktuasi dengan nyata tergantung pada kedalaman suhu angin 5 . Semakin besar nilai DO pada air. 2. kadar O2 yang baik untuk ikan adalah 3–5 ppm.5 ppt merupakan kandungan salinitas perairan laut. Oksigen terlarut yang disuplai di dalam air terutama yang berasal dari dua sumber yaitu difusi dari udara dan melalui fotosintesis tumbuhan air. Menurut Djarijah (1994). Sebaliknya jika nilai DO rendah. (Odum.

Batas minimal CO2 yang dibutuhkan adalah 2 ppm. lead (timbal). sianida. CO2 dapat diperoleh dari 6 .5 Karbondioksida (CO2) Bebas Karbondioksida bebas adalah faktor kimia yang memegang peranan penting sebagai unsur makanan bagi semua tumbuhtumbuhan hijau yang mampu berasimilasi. hydrogen. tapi dibutuhkan oleh tanaman air untuk melakukan fotosintesis yang akan menghasilkan O2. terdapat dalam air terutama oleh proses respirasi organisme dan penguraian bahan organik. sulfida dan amonia. Garam-garam karbonat dan bikarbonat (terutama Ca) bersama-sama dengan asamnya membentuk suatu sistem penyangga (buffer) yang sangat berguna dalam menjaga kemantapan pH air. Semakin rendah kadar oksigen terlarut. 1970). 2. Keadaan perairan dengan kadar oksigen terlarut yang sangat rendah berbahaya bagi organisme akuatik.dan banyaknya kegiatan. 1952). maka algae dapat mempergunakan CO2 dalam bentuk setengah terikat (Welch. Karbondioksida sebenarnya tidak secara langsung dipakai oleh ikan. semakin tinggi toksitas (daya racun) zinc. Kadar oksigen terlarut yang kurang dari 2 mg/l dapat mengakibatkan kematian ikan (Tebutt. Karbondioksida baik dalam bentuk bebas maupun setengah terikat/terikat kuat. Apabila CO2 bebas habis untuk keperluan fotosintesis. 1992). Kadar oksigen terlarut kurang dari 5 mg/l menimbulkan efek kurang menguntungkan bagi organisme akuatik. baik tumbuhan renik yang berupa algae maupun tumbuhan tingkat tinggi perairan lainnya (Soeseno. Perairan yang diperuntukkan bagi kepentingan perikanan sebaiknya memiliki kadar oksigen terlarut tidak kurang dari 5 mg/l. copper (tembaga).

1978). pernafasan binatang. Menurut Asmawi (1983).pembongkaran bahan–bahan organik. DMA dapat berfungsi sebagai penyangga terhadap goncangan pH. naiknya kadar CO2 selalu diiringi oleh turunnya kadar O2 yang diperlukan bagi pernafasan hewan air.30⁰C. Suhu yang baik untuk kehidupan ikan didaerah tropis berkisar antara 25.7 Temperatur Temperatur atau suhu adalah salah satu salah satu faktor fisika yang penting pada suatu perairan. Nilai CO2 yang terukur biasanya berupa CO2 bebas. 2. pengentalan. Menurut Wardoyo (1981). Ukuranukuran suhu adalah berguna dalam memperlihatkan kecenderungan aktifitas-aktifitas kimiawi dan biologis. Alkalinitas adalah hasil reaksi-reaksi terpisah dalam larutan hingga merupakan sebuah analisa “makro” yang menggabungkan beberapa reaksi (Sawyer. DMA dapat digunakan sebagai indikator subur atau tidaknya suatu perairan. Menurut Odum (1971) pengaruh temperatur adalah unuversal dan sering menjadi faktor pembatas dalam pertumbuhan dan distribusi organisme akuatik termasuk ikan. DMA rendah berarti perairan itu kurang daya penyanggahnya dan sebaliknya jika DMA tinggi maka daya reduksi secara hayati bisa lebih besar (Soeseno. 2. difusi CO2 dari udara.6 Daya Menggabung Asam (DMA) Daya Menggabung Asam (DMA) adalah alkalinitas atau kapasitas air untuk menerima proton. tekanan uap. 1970). suhu normal agar sedikit lebih tinggi dari pada suhu umum persediaan air kota. ketegangan permukaan dalam nilai- 7 . Suhu air berbeda-beda sesuai dengan iklim dan musim.

8 .nilai penjenuhan daripada benda-benda padat dan gas-gas. 1984 ). Lagi pula aktivitas biologis ditingkatkan oleh meningginya suhu pada kira-kira 60°C. Tingkat oksigen zat organik jauh lebih besar selama musim panas dan selama musim dingin ( Otto Soemarwoto. Pertumbuhan dan kematian jasad-jasad renik dan BOD diatur sampai suatu tingkat oleh suhu yang memainkan peranan penting dalam reaksi dan biologis. Pengentalan mengatur sedimentasi dengan perkiraan bahwa sedimentasi tidak terganggu oleh arus yang memancar ( konversi ).

akuades. indikator phenopthalin 0.III. Kemudian botol sampel tersebut ditutup dengan hatihati agar udara tidak masuk ke dalam botol dan bolak-balik minimal sebanyak 15 kali dan sesudahnya didiamkan (± 2 menit) sampai terjadi endapan berwarna coklat atau 9 . sempel air. larutan H2SO4 4N. lalu kedalamnya tambahkan 1 ml larutan MnSO4 dan 1ml larutan KOH-KI dengan bantuan pipet seukuran. Bahan yang digunakan dalam praktikum menentukan pH. karbondioksida bebas dan Daya Mengabungkan Air (DMA) adalah larutan buffer pH 4.2 Metode 3.025 N. temperatur. kertas pH universal (0-14). buret dan statif. indikator amilum 0. pipet karet atau pipet seukuran.5%.025 N.0. oksigen terlarut. larutan K2Cr2O7 0. larutan KCl jenuh dan sampel air. larutan MnSO4. labu Erlenmeyer. laruan HCl 0. labu takar. beker gelas. larutan Na2S2O3 0. salinitas. Konduktometer Methorm dan Hand Refractometer. gelas piala 50 ml. temperatur. salinitas.2. karbondioksida bebas dan Daya Mengabungkan Air (DMA) adalah pH meter dengan elektroda gelas dan kalomel.1%.1 N. METODE DAN ANALISIS DATA 3. larutan buffer pH 7.1 Materi Alat yang digunakan dalam praktikum menentukan pH.1 Oksigen Terlarut (DO) Prosedur dari praktikum ini yaitu sampel air diambil dengan botol winkler 250 ml. gelas ukur. dan gelas ukur 100 ml.5%.0. larutan KOH-KI. larutan Na2S2O3 0. 3. dan indikator methyl orange 0.1 N. magnetic stirrer. botol Winkler. oksigen terlarut. tissue.

Botol tutup kembali dengan hati-hati dan tutup botol kocok dengan baik-baik agar seluruh isi botol tercampur rata.sampai sekurang-kurangnya cairan supernatant menjadi tampak jernih. Lalu pengocokan lagi sampai semua endapan menjadi larut dan berwarna cokelat kekuningan.025 N hingga warnanya tepat bening. Tambahkan amylum ± 3 tetes untuk indikator kemudian titrasi dengan larutan Na2S2O3 0.2.2 Karbondioksida (CO2) Bebas Prosedur dari praktikum ini yaitu sampel air diambil dengan botol winkler 250 ml. dengan menggunakan gelas ukur diambil 100 ml dan dipindahkan kedalam labu erlenmayer. Selanjutnya tambahkan larutan H2SO4 pekat sebanyak 10 tetes dengan bantuan pipet Mohr. Rumus perhitungannya adalah : x p x q x 22ml/L Keterangan : p = Kadar ml Na2CO3 yang terpakai.01 N sampai larutan berwarna merah jambu muda titrasi dilakukan duplo. Diambil sebanyak 100 ml dengan gelas ukur dan masukan ke dalam labu erlemenyer. Rumus perhitungannya adalah : x p x q x 8ml/L Keterangan : P = Jumlah ml Na2S2O3 yang terpakai. Volume titrasi yang dipergunakan dicatat. Setelah itu ke dalamnya ditambahkan 10 tetes indikator phenolptalien (pp) dan kemudian titrasi dengan larutan Na2CO3 0. 10 . Gunakan sarung tangan untuk menghindari kontak dengan kulit. Q = normalitas larutan Na2S2O3. 8 = bobot setara O2 3.

Bobot setara CO2 22 = 3.2.2.5 Salinitas Praktikum ini menggunakan metode hand refraktometer. Lihat pada skala eyeplace yang tertera pada hand refraktometer. Hand refraktometer dibersihkan dengan akuades dan tisu untuk memastikan keadaan skala eyeplace stabil atau tidak terpengaruh zat lain. 3. Rumus perhitungannya adalah : xpxq keterangan : p q = = jumlah ml HCl yang terpakai normalitas larutan HCl 3. Batas bagian terang gelap yang memotong skala menunjukkan salinitas sampel air.3 Daya Menggabung Asam (DMA) Prosedur kerja praktikum ini adalah sampel air disediakan sebanyak 250ml lalu 100ml sampel air diambil dan diukur dengan gelas ukur.4 Pengukuran Potensi Hidrogen (pH) Prosedur kerja praktikum ini adalah satu lembar kertas pH diambil dan dicelupkan ke dalam air sampel selama ± 5 menit.1N sampai larutan berwarna merah bata dan titrasi dilakukan duplo.2. Kemudian larutan tersebut dititrasi dengan larutan HCL 0. kemudian sampel air dipindahkan dalam labu erlemenyer dan ditambah 3 tetes indikator metil orange (MO) ke dalam sampel tersebut. Kemudian dicocokkan dengan kertas pH tersebut dicocokkan pada warna standar dan dicatat hasilnya. Ambillah 1 tetes dari masing-masing jenis air menggunakan pipet seukuran dan tempatkan pada bagian sensor dari hand refraktometer. 11 .q = Normalisasi larutan Na2CO3.

menganalisis berdasarkan pustaka dan data pendukung lainnya. yang ada 12 .30 WIB di laboratorium Akuatik Jurusan Perikanan dan Kelautan Universitas Jenderal Soedirman.3. 3.4 Analisis Data Analisis data dalam praktikum iniberdasarkan metode deskriptif analistis.6 Temperatur Termometer celcius dengan bantuan tali rafia celupkan ke dalam badan perairan selama  10 menit. yaitu mengidentifikasi berdasarkan fakta dan data yang ada. Purwokerto.2. kemudian lakukan pencatatan setelah angka menunjukan angka yang konstan.3 Waktu Waktu dan tempat praktikum yaitu pada hari Sabtu tanggal 10 November 2011.00 s/d 17. 3. jam 14.

1 pH 7 6.1 Hasil Salinita Kelompo s k 1 (Payau) 2 (Tawar) 3 (Dingin) 4 (Kolam) 5 (Laut) 15 0 0 0 30 7 7 6 6 7 4.2 6 5.28 TT 12.4 Payau Tawar Dingin Kolam Laut 13 .5 2.7 2 2.8 6.4 5.8 5 9.6 5.8 5.6 5 3.59 TT 2.4 2.6 6.IV.2 Pembahasan 4.24 5. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2.9 27 27 15 29 28 r pH DO CO2 DMA Temperatu 4.4 6.

Grafik 1.2. air kolam 6 dan air laut 7. Air payau. Pada kolam budidaya.5 sedangkan pada sore hari dapat mencapai 8-9.tawar.pH Berdasarkan hasil percobaan dari setiap kelompok sampel air mempunyai nilai pH yang berbeda-beda yaitu air payau 7. Pada kolam yang banyak dijumpai alga atau tumbuhan lainnya.5 kondisi air terlalu basa sehingga tidak ada reproduksi dan tidak bisa untuk budidaya ikan. air tawar 7. Hal ini berarti air payau. air dingin 6. frekuensi sangat dipengaruhi oleh proses respirasi karena gas karbondioksida yang dihasilkannya. karena pH dibawah 6.dan air laut baik untuk budidaya ikan. Sebagian besar ikan dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan perairan yang mempunyai derajat keasaman berkisar antara 5-9.5 produktifitas lambat atau bahkan mematikan dan tidak ada reproduksi sedangkan tingkat keasaman >8. pH air biasanya pada pagi hari mencapai kurang dari 6.2 Salinitas 30 25 20 15 10 5 0 Payau Tawar Dingin Kolam Laut 14 .air tawar dan air laut memiliki tingkat derajat keasaman (pH) 7 artinya ikan yang hidup dalam air ini mempunyai produktifitas sedang dan pengaruh air ini terhadap ikan adalah baik untuk reproduksi. 4.

Salinitas pada air laut 30 ppm. Nilai salinitas ini kurang baik untuk kehidupan ikan. nilai salinitas ini baik untuk kehidupan ikan.2. Perairan yang mengandung salinitas < 0.3 Oksigen terlarut (DO) 15 . 1995). Nybaken (1998) bahwa pasang surut sebagai salah satu kekuatan angin yang dapat mempengaruhi salinitas. nilai salinitas pada jenis-jenis air tersebut tidak terdeteksi dikarenakan ada faktor yang mempengaruhinya. Salinitas pada air tawar.5 ppt merupakan kandungan salinitas perairan tawar. dan air kolam 0 ppm. air dingin. Perairan tawar terbagi dalam periran lotic (mengalir) dan perairan lentic (menggenang). Kandungan salinitas 0. Kandungan salinitas >30. Perubahan salinitas yang besar disebabkan pengaruh yang besar terhadap organisme di dalamnya (Davis.5 ppt merupakan kandungan salinitas perairan payau. yang dipengaruhi adanya pasang surut. dipengaruhi oleh pasang surut dan gelombang. gelombang karena perairan payau merupakan pertemuan antara perairan laut dan perairan tawar. 4.salinitas Berdasarkan hasil dari praktikum tersebut dapat diketahui bahwa salinitas pada air payau 15ppm.Grafik 2.5-30.5 ppt merupakan kandungan salinitas perairan laut.

1952).5 mg/L.4 ml/L. Kadar oksigen terlarut suatu perairan dapat juga digunakan sebagai petunjuk kualitas suatu perairan (Welch. Menurut Mc Neely et al (1979).6 ml/L. di perairan tawar kadar oksigen terlarut pada perairan alami biasanya kurang dari 10 ml/L. Oksigen Terlarut (DO) Berdasarkan hasil diatas nilai oksigen terlarut pada sampel berbeda – beda yaitu : air payau 4.6 5 4 3 2 1 0 Payau Tawar Dingin Kolam Laut Grafik 3.4 Karbondioksida (CO2) Bebas 16 . Hal ini ditunjukkan pada grafik diatas bahwa air tawar adalah air yang memiliki kadar oksigen terlarut terbesar diantara yang lain. dan banyaknya kegiatan (Ewusie. tetapi berfluktuasi dengan nyata tergantung pada kedalaman suhu. angin. 4. 1990).Berdasarkan pendapat Mc Neely et al diatas maka hasil praktikum sesuai dengan pendapat Mc Neely et alkarena air kolam memiliki nilai oksigen terlarut 6. air dingin 5 ml/L. Jumlah oksigen terlarut dalam perairan tidak konstan seperti di udara.8 ml/L sedangkan pada air laut adalah 5 ml/L. air kolam 3. air tawar 5.2.

5 2 1. Data yang diperoleh yaitu pada air payau kandungan CO2 sebanyak 9.24 ml/L. Air payau memiliki kandungan CO2 bebas 9.28 ml/L. 4. air tawar sebanyak 5.14 12 10 8 6 4 2 0 Payau Tawar Dingin Kolam Laut Grafik 4.59 ml/L dan pada air laut sebanyak 0 ml/L.24 sehingga air tawar masih dapat ditolerir oleh organisme akuatik. kandungan karbondioksida bebas pada masingmasing sampel air berbeda. air kolam 12.5 Daya Menggabung Asam (DMA) 3 2. Dari data tersebut menunjukan perbandingan antara sampel air yang satu dengan sampel air yang lain. Terlihat bahwa kandungan CO2 bebas pada tiap-tiap sampel air memiliki masing-masing kandungan CO2 bebas yang berbeda – beda.5 1 0.Karbondioksida (CO2) Bebas Berdasarkan hasil di atas.5 0 Payau Tawar Dingin Kolam Laut 17 . air dingin sebanyak 0 ml/L.2.

Nilai alkanitas yang terlalu tinggi atau rendah dapat menghambat perkembangan organism perairan.0-4.7 ml/L. K. Besar kecilnya nilai alkanitas total atau DMA suatu perairan dapat menunjukkan kapasitas penyangga dan tingkat kesuburannya. Mg.4 ml/L.5 ml/L.Perairan dengan DMA 0. Perairan dengan DMA 5.0-5. 18 . Semakin tinggi tingkat DMA suatu perairan maka semakin tinggi kapasitas penyangga dan semakin tinggi tingkat kesuburannya.0 pHsudah agak basa.air laut 2. Dari grafik diatas diketahui bahwa air laut adalah air payau yang paling banyak mengandung DMA.1972). artinya bahwa air laut memiliki daya menggabung asam yang baik dan juga memiliki daya ikat proton yang baik pula. bikarbonat. Daya Menggabung Asam (DMA) Berdasarkan hasil di atas. Alkanitas juga merupakan kapasitas air untuk menerima proton. asam lemah.DMA perairan berkisar antara 2.9 ml/L.0 maka tergolong terlampau basa sehingga kurang baik untuk pemeliharaan ikan (Soeseno.Grafik 5.5-2.5 terlalu asam dan tidak produktif sehingga tidak baik untuk pemeliharaan ikan. Data yang diperoleh yaitu air payau 2.air tawar 2 ml/L.air dingin 2. Ca. Air dengan kesadahan rendah diklasifikasikan sebagai badan air yang mengandung kurang dari 50 mg/L kalsium karbonat. dan hidroksil. Kesadahan air merupakan banyaknya garamgaram magnesium dan kalsium yang terlarut yang digambarkan sebagai mg/L kalsium karbonat.0 memiliki pHbelum mantap tapi sudah dapat dipakai untuk memelihara dan produktifitasnya tergolong tinggi.sangat produktif dan baik untuk pemeliharaan ikan. Alaerts (1984) menyatakan bahwa alkanitas/DMA adalah kapasitas air untuk menetralkan tambahan asam tanpa penurunan nilai pH larutan. dan Fe yang umumnya bersenyawa dengan anion karbonat.perbandingan daya menggabung asam (DMA) pada masing-masing sampel air berbeda. Na.air kolam 2. Alkanitas merupakan gambaran kadar basa dari kation NH4.Perairan dengan DMA 2.0 ppm dan membagi perairan menjadi empat golongan sebagai berikut : Perairan dengan DMA 0-0.

Temperatur atau suhu air yang baik untuk budidaya ika laut adalah 27-320C (Sumaryanto.2. Pada air kolam 290C dan air laut 280C.nilai temperatur ini juga baik untuk kehidupan ikan. 19 . Pada air tawar dan air payau 27 0C. Pada air dingin 150C.nilai temperatur ini kurang baik bagi kehidupan ikan. Sedangkan suhu yang berkisar antara 35-400C merupakan suhu kritis bagi kehidupan organisme yang dapat menyebabkan kematian. Kenaikan suhu perairan dapat menurunkan kelarutan oksigen dalam air.nilai temperatur ini baik bagi kehidupan ikan.4.6 Temperatur 30 25 20 15 10 5 0 Payau Tawar Dingin Kolam Laut Grafik 6. Temperatur Berdasarkan hasil praktikum tersebut dapat kita ketahui temperatur dari setiap jenis-jenis air.2001). Hal ini menunjukkan bahwa temperatur sangat berpengaruh untuk kehidupan ikan yaitu sebagai faktor fisika yang membatasi distribusi organisme akuatik.

Teknik analisis perbandingan dari setiap parameter Oksigen terlarut (DO).8 ml/L sedangkan pada air laut adalah 5 ml/L.  Daya menggabung asam (DMA). air kolam 0 ppm.5 ml/L. yaitu : pada air payau 9.  Karbondioksida (CO2). air tawar 5. air dingin 6. pH . air dingin 5 ml/L.  Oksigen terlarut (DO).7 ml/L.4 ml/L. air dingin 0 ml/L. air kolam 6 dan air laut 7.9 ml/L.air tawar 2 ml/L.4 ml/L. Karbondioksida (CO2) bebas. daya menggabung asam(DMA). dan temperature dengan kondisi yang ideal . Karbondioksida (CO2) bebas.air kolam 2. pH .6 ml/L. dan temperatur dapat diketahui melalui nilai-nilai dari setiap parameter yang telah dipraktikumkan dengan perbandingan sebagi berikut:   PH.salinitas. air kolam 12. yaitu : air payau 4.air dingin 2. air tawar seb 5.air laut 2. air tawar 7.24 ml/L. 20 . dan air laut 30 ppm. air dingin 0 ppm. air kolam 3. 2.V.salinitas. daya menggabung asam(DMA).28 ml/L.59 ml/L dan pada air laut 0 ml/L. yaitu : air payau 2. yaitu : air payau 15 ppm. yaitu : air payau 7. Teknik pengambilan sampel air dapat diketahui dengan menggunakan parameter Oksigen terlarut (DO). Salininitas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.

4 ml/L Perhitungan kelompok II (dua) Kadar O2 terlarut = 21 .LAMPIRAN Perhitungan kelompok I (satu) Kadar O2 terlarut = = = 4.

= = 5.6 ⁄ Perhitungan kelompok III (tiga) Kadar O2 terlarut = = =5 Perhitungan kelompok IV (empat) Kadar O2 terlarut = = = 3.8 Perhitungan kelompok V (lima) Kadar O2 terlarut = = =5 Perhitungan kelompok I (satu) 22 .

Kadar CO2 bebas = = = 9.24 Perhitungan kelompok II (dua) Kadar CO2 bebas = = = 5.59 Perhitungan kelompok V (lima) Kadar CO2 bebas = 23 .28 Perhitungan kelompok III (tiga) Kadar CO2 bebas = = TT Perhitungan kelompok IV (empat) Kadar CO2 bebas = = = 12.

7 Perhitungan kelompok II (dua) Kadar DMA = = =2 Perhitungan kelompok III (tiga) Kadar DMA = = = 2.= TT Perhitungan kelompok I (satu) Kadar DMA = = = 2.4 Perhitungan kelompok IV (empat) 24 .

Kadar DMA = = = 2.5 Perhitungan kelompok V (lima) Kadar DMA = = = 2.9 25 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful