Penyelidikan Geologi Bendungan

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau Pekanbaru

Tugas Bangunan Air
Oleh :

Abdul Jamil Imam Andika Jhon Hadi Kusuma Vemby Mailino

Tujuan Tujuan penyelidikan yang dimaksud adalah untuk mengetahui keadaan geologi dan aspek geoteknik lokasi rencana bangunan yang direncanakan. Akibat dari kerusakan tersebut diantaranya adalah menyebabkan menurunnya daya dukung tanah/batuan dan memperbesar kemungkinan terjadinya rembesan/kebocoran air. daerah genangan. Pendahuluan Suatu bendungan pada umumnya dibuat pada sebuah sungai. tetapi yang utama adalah mempengaruhi kekuatan batuan tersebut. Semua tanah/batuan memiliki kerusakan geologi yang mempengaruhi kecenderungan air untuk berpindah. Tujuan yang hendak dicapai dalam penyelidikan geologi teknik ini adalah untuk mengetahui parameter tanah dan batuan sebagai dasar untuk menentukan lokasi poros bangunan yang secara geologi memenuhi syarat paling baik. . 2. borrow area dan quarry secara lebih detail. Oleh karena itu.Penyelidikan Geologi 1. ketidaksinambungan batuan atau jenis batuan yang lebih lunak. kekar. Oleh karena itu tidaklah mustahil apabila selalu dijumpai tanah pondasi sebuah bendungan tidaklah ideal. Bagian-bagian bumi yang lemah tadi biasanya berupa zona-zona hancur akibat tektonik sesar. tanah/batuan dasar pondasi bendungan tidak sepenuhnya dapat memenuhi kriteria perencanaan. dengan kata lain tanah pondasi sebuah bendungan selalu akrab dengan bagian bagian yang lemah tadi. Sejarah panjang terjadinya sebuah sungai :  Sifatair selalu menoreh di permukaan bumi  dari bagian tinggi ke bagian yang lebih rendah  melalui bagian-bagian yang lemah.

000 setidaknya 1 : 100. Laporan geologi akhir dibuat berdasarkan hasil!hasil penyelidikan lapangan. yang tanah penutup (overburden). Peta wilayah regional dengan skala 1 : 50. tanah penutup serta penyebarannya. Penyelidikan a. Peta detail dengan skala 1 : 500 di poros bendung dan 1 : 500 di lokasi lainnya • Prosedur Pemetaan geologi permukaan untuk rencana bangunan pengairan terutama ditujukan untuk keperluan geologi teknik mencakup pembahasan mengenai: sang bermanfaat untuk membantu menentukan jenis penyebaran batuan derajat pelapukan serta sifat!sifat . secara rinci serta pengaruh lain seperti patahan dan kegempaan yang dapat mempengaruhi kestabilan dari bangunan yang akan 3. • Peta dasar yang digunakan Baik peta topografi maupun peta foto udara yang besar dapat dipakai untuk pemetaan geologi permukaan. Selain itu.000 c.000 b. Pemetaan Geologi • Umum Peta geologi permukaan memperlihatkan semua keadaan geologi di daerah proyek yaitu di lokasi rencana poros bendungan/bendung bangunan!bangunan lain yang terdapat di lokasi proyek dan daerah genangan dan lokasi sumber bahan timbunan. dan menggunakan petapeta berikut sebagai referensi: a.000 setidaknya 1 : 50. Peta semi detail dengan skala 1 : 25. peta tersebut juga harus menunjukkan nama batuan.menentukan kedalaman pondasi dan menentukan kuantitas serta kualitas bahan timbunan direncanakan. Penyelidikan dengan paritan dan sumuran uji baru dilakukan untuk mengetahui perubahan! perubahan formasi tanah. seperti kekar daerah patahan. tampakan!tampakan (feature) geologis. jurus dan kemiringan lapisan.

kekar. tingkat pelapukan dan lain!lain. i) Struktur geologi: jurus. d) Penenentuan lokasi pemboran inti dan hand auger ataupun sondir pada lokasi sepanjang rencana poros bangunan ataupun lokasi bangunanbangunan lainnya untuk mengetahui kondisi tanah dan batuan di bawah permukaan disertai pengujian daya dukung tanah/batuan dan pengujian permeabilitas air pada batuan. Serta lokasi potensial terjadinya gerakan tanah seperti longsoran. sedangkan untuk kekerasan batuan digunakan lambang hardness). penyebaran formasi batuan dan aspek!aspek lengkap. kemiringan perlapisan. f) Klasifikasi kekerasan menurut Gikuchi dan Saito g) Untuk derajat pelapukan batuan dipergunakan klasifikasi Gikuchi dan Saito h) Klasifikasi tanah sebaiknya dipakai berdarkan Unified Soil Classification. pengambilan contoh batuan dan tanah untuk keperluan uji laboratorium. b) Pengukuran gejala!gejala struktur geologi kedudukan dan kemiringan lapisan batuan pada daerah genangan. c) Sementasi dan jenis batuannya. sifat fisik. sesuai dengan sejarah geologinya. struktur geologi. tanah penutup. e) Untuk tanah kohesif digunakan lambang OH (overburden hardness). patahan. c) Pembuatan sumuran uji untuk mengetahui pola penyebaran dan karakteristik tanah di lokasi rencana pengambilan material inti kedap air. misalnya batuan dasar. j) Stratigrafi: urutan!urutan dari satuan batuan secara vertikal berdasarkan pembentukkannya. k) Gejala-gejala lainnya: longsoran kegempaan air tanah dan lain-lain. stratigrafi. jatuhan. tekstur. RH (rock • Metode Pemetaan Geologi Permukaan geologi yang lain secara seperti kekar.a) Keadaan geomorfologi b) Penyebaran satuan-satuan batuan (litologi). . gelinciran dan lain-lain. d) Kekerasan batuan harus dideskripsikan berdasarkan derajat kekerasan batuan secara kualiatif untuk kepentingan teknik sipil. daerah poros bangunan. lipatan a) Pengamatan detail data-data geomorfologi. yang termasuk batu maupun tanah harus dengan jelas dibedakan.

peralatan lapangan yang digunakan adalah sebagai berikut: a) Kompas geologi b) Peta topografi c) Loupe (kaca pembesar) d) Palu geologi e) Pita ukur f) Altimeter g) Kamera b.7 mm • Mata Bor . Pemboran ini dilaksanakan dengan jalan memutar stang bor beserta tabung pengambil contoh • Penentuan Jumlah Titik Bor Tujuan pemboran ini adalah untuk mendapatkan data dari kondisi batuan/tanah di bawah bendung atau bangunan lainnya. • Diameter Bor Bor yang akan dipergunakan adalah bor ukuran “NMLC” berdasarkan DCDMA (Diamond Corce Drilling Manufactures Association) dengan : a) diameter teras (core) 52 mm b) diameter lubang 75. core drilling).e) Penyelidikan kondisi saluran dengan menggunakan tahapan pekerjaan test pit dan hand auger. f) Semua data-data di atas di gambarkan ke dalam satu peta geologi teknik. serta untuk mengetahui daya dukung dan nilai rembesan air di bawah bangunannya. Pemboran Pemboran yang disyaratkan untuk penyelidikan geologi teknik adalah pemboran dengan cara pemboran inti bermesin (Rotary dengan mesin sebgai penggerak. • Peralatan yang digunakan Dalam pekerjaan pemetaan geologi. yang bertujuan untuk mengetahui penyebaran kondisi geologi baik itu di atas permukaan dan bawah permukaannya.

untuk perlengkapan pengujian air. alat tulis dll • Pelaksanaan Pemboran maka selanjutnya a) Setelah lokasi pemboran disetujui oleh Direksi. memobilisasi alat dan personil ke lokasi pekerjaan. ataupun di tengah sungai. solar. selang untuk saluran air. d) Setelah mesin bor dan three pot dan pompa air selesai dipasang. batas pengambilan coring. maka pekerjaan dapat segera dimulai. gemuk. bukan dengan percussion drilling (menumbuk). sedangkan untuk batuan yang kompak dan keras dipergunakan mata bor intan. b) Membersihkan areal lokasi pemboran dari tanaman. tetapi umumnya akan dipakai mata bor tungsten atau mata bor intan. meteran. Core recovery yang harus diperoleh minimum 90%. maka diperlukan persiapan pembuatan andang. h) Setiap selesai pemboran. coring dimasukkan ke dalam core box dan meletakkannya sesuai dengan urutan awal kedalaman. Memberi tanda . Untuk kondisi batuan keras. Metode pemborannya adalah dengan rotary drill. g) Memasang casing (pipa pellindung) di lokasi yang mudah runtuh. akar!akaran dan apabila lokasi pemboran di daerah lereng / tebing. e) Pemboran dilaksanakan dengan menggunakan tungsten bit untuk kondisi soil dan batuan lunak dan dengan pemboran kering. Untuk kondisi tanah dan batuan yang melapuk dipergunakan mata bor tungsten.Mata bor dipakai tergantung keadaan batuannya. e) Oli. Memperhatikan perubahan warna air pembilas dan mencatatnya di buku harian pemboran. c) Mencari lokasi pengambilan air yang nantinya sangat diperlukan untuk proses pekerjaan pemboran basah dan untuk pengujian air. • Perlengkapan Lain a) Satu unit mesin bor yang mampu melebihi kedalaman maksimum lubang bor b) Stang bor yang sesuai dengan kedalaman lubang bor dan casing c) Three pot d) Pompa air. water meter dan pressure meter serta karet packer. metodenya dengan pemboran basah dan f) menggunakan diamond bit.

Menutup core box dengan gembok. Metode tes dan analisis hasil – hasilnya harus disetujui oleh Direksi sebelum pekerjaan dimulai. muka air tanah. No. Tes Permeabilitas • Umum bor. constant head dan tes open end) sesuai dengan karakteristik formasi yang akan dites. j) Bahan-bahan seperti slime. c) Tes akan dilakukan sekali per (1 ½ sampai 3) m dari kedalaman lubang.0 m dan tahap – tahap selanjutnya harus dibor setelah tes sebelumnya selesai. b) Metode yang akan dipakai bisa dipilih dari metode – metode yang ada (seperti tes packer. c. pengambilan contoh tanah tidak terganggu dan lain!lainnya ke dalam buku lapangan. d) Peralatan yang akan digunakan harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum mulai dilaksanakan dipakai. Sedangkan uji tidak bertekanan seperti constant head. falling head dan open end constandend tes.i) Setelah 5 m kemajuan pekerjaan. Memberi keterangan di papan penutup dengan Nama Proyek. k) Juru bor harus mencatat setiap pelaksanaan pekerjaan pemboran. waktu pekerjaan. Untuk uji bertekanan disebut Uji Packer / Lugeon. mencakup a) Tes permeabilitas harus dilakukan di setiap lubang seluruh kedalaman lubang. No Core Box. dilakukan dikondisi bawah permukaan yang terbentuk dari tanah dan pasir serta batuan yang melapuk tinggi dan hancur. l) Surveyor harus memberikan data koordinat (x dan y) serta elevasi lubang bor dan menyerahkan data tersebut ke juru bor. Kedalaman Pemboran. dengan metode tahap turun (descending stage method). cutting dan bahan!bahan lain yang bukan bagian dari hasil pemboran tidak dapat dimasukkan ke dalam core box. falling head. panjang masing – masing tahap harus kurang dari 5. pekerjaan pengujian tes air. proses pekerjaan. Referensi untuk pengukuran di lokasi pemboran ini diambil dari Benchmark dan koordinatkoordinat serta elevasinya akan ditunjukkan oleh Direksi pekerjaan. Sebagai prinsip. Titik Pemboran. core box ditutup dengan papan. dilakukan bila kondisi bawah permukaan terbentuk dari batuan yang cukup keras. pengujian daya dukung tanah dengan SPT. . Lokasi Pemboran.

umumnya dipakai metode uji packer (packer test). kompak. Percobaan ini dilakukan pada lubang bor dengan ukuran NX. Bagian ini harus dibor dengan cara mendongkrak atau menekan. lubang itu harus diberi pipa lindung dan harus dipakai metode tes open end seperti falling head atau constans head. jadi merupakan penyekat yang tidak tembus air. Tidak diperbolehkan menggunakan bahan!bahan tambahan dalam pembuatan lubang bor. Air injeksi harus bersih. • Uji Packer / Uji Bertekanan Untuk uji permeabilitas pada formasi batuan yang keras. Metode ini mempergunakan alat yang disebut “packer” yang berfungsi sebagai penghalang supaya air yang dipompakan dengan tekanan bisa masuk ke dalam formasi batuan yang akan dites. Sebelum Dibawah ini disebutkan alat!alat yang akan dipakai mulai dipakai peralatan itu harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan: a) Packer mekanik (machanic packer) atau packer udara (air packer) b) Pompa air dengan kemampuan kapasitas minimum 75 liter/menit c) Pressure meter dengan kemampuan maksimum 15 kg/cm2 d) Tanki air e) Selang / pipa air f) Valve g) Water meter h) Pressure meter . tidak diperkenankan menggali sedalam 1 meter dari bagian dasar pipa lindung dengan cara pemukulan dengan palu. Peralatan untuk menguji. tanpa mengandung bahan-bahan halus. Penempatan Packer: Packer tunggal ditempatkan diatas bagian yang dites (single Packer) Kedalaman pengujian: Kedalaman yang diuji biasanya di setiap interval 5 m (1 stage). g) Untuk menghindari terjadinya kerenggangan (clearance) antara lubang bor dan pipa lindung tanpa mengganggu tekstur lapisan asli. f) Tes harus dilakukan dengan metode bertahap.e) Pada tahap di mana dinding lubang mudah runtuh.

66% P maks. d) Hal-hal yang perlu dicatat dan diukur adalah sebagai berikut: Tanggal dan waktu pengujian Stage keberapa (perstage sama dengan kedalaman 5 m) Tinggi pressure meter dari atas lubang bor Lebar dari diameter lubang bor Kedalaman pengujian. Packer dihubungkan dengan selang air ke tangki air dan dibagian atas lubang dipasang alat pengukur debit air (water meter) dan water pressure dan pengatur untuk menurunkan dan menaikkan tekanan (valve). pembacaan setiap menitnya selama 10 menit Perubahan debit air yang masuk. Kedalam yang diuji adalah dari bagian bawah packer lubang bor. 100% P maks. Bila terjadi perubahan yang besar. Atau karet packer terjadi kebocoran/tidak. Di setiap tekanan dicatat debit air yang masuk disetiap menitnya selama 10 menit. a) Terlebih dahulu lubang di bor sampai kedalaman 5 m. maka diperkirakan rongga batuan pecah. . Apakah dengan tekanan air yang berbeda debit air yang keluar tetap stabil atau tidak. 66% P maks. 33% P maks. c) Setiap tahap pengujian dilakukan dengan 5 kali pengamatan dengan variasi tekanan yang berbeda.- Metode diukur Lubang dibersihkan dengan air dengan tekanan rendah. Disetiap pembacaan perlu diperhatikan perubahan debit air yang masuk. apakah terdapat perubahan debit yang kecil atau sangat besar. Diperlukan yang masuk kedalam lubang sampai ujung pengamatan terlebih dahulu (kalibrasi alat) sebelum pengujian test air bertekanan ini dimulai. terjadi perubahan yang sedikit atau besar. yaitu 33% P maks. yaitu dari ujing packer bagian bawah sampai dasar lubang Muka air tanah Tekanan yang diberikan harus stabil Debit air yang masuk. Tinggi posisi water meter dan pressure meter harus dicatat. Disimpulkan bahwa tekanan yang pada saat batuan pecah dipakai menjadi tekanan kritis (critical pressure). Muka air tanah b) Packer harus dipasang di bagian ujung atas lubang bor.

sehinga tidak akan kuat bila dilakukan dengan percobaan bertekanan. e) Mencatat tinggi ujung pipa air dari atas lubang bor.Metode Test air Bertekanan •  Percobaan Tan Bertekanan Metode Constant Head Metode ini dipakai apabila pondasi bangunannya terbentuk dari tanah atau batuan yang melapuk tinggi. Prosedur dengan pompa air b) Mencatat tanggal dan waktu pelaksanaan c) Mencatat muka air tanah d) Mencatat panjang pipa pelindung yang muncul dipermukaan tanah dan yang masuk ke dalam tanah. h) Masukkan air pada pipa lindung dengan jalan dikocorkan. g) Kedalaman pengujian adalah dari ujung bawah pipa pelindung sampai ke bagian dasar lubang bor. i) Mencatat debit air yang masuk di setiap menitnya. usahakan muka air dalam pipa lindung selalu tetap. a) Memasang water meter di bagian ujung dari pipa air yang berhubungan . f) Turunkan pipa lindung (casing) pada lubang bor sampai batas bagian atas yang akan dites. Pembacaan dilakukan selama 10 menit.

Prosedur a) Memasang pipa air yang berhubungan dengan pompa air. Test Air Metode Falling Head  Metode Open-End Constant-Head Method . Menguji pompa air supaya debit air stabil b) Mengukur pipa lindung yang muncul ke permukaan dan yang masuk ke dalam tanah c) Kedalaman yang diukur adalah ujung pipa pelindung bagian bawah sampai dasar dari lubang pemboran d) Mengukur muka air tanah e) Memasukkan air ke dalam pipa pelindung dan mencatat penurunan muka air setiap menitnya selama 10 menit.Test Air Metode Constant Head  Metode Falling Head Pengujian ini dilakukan bila metode constant head mengalami kesulitan oleh karena air yang dikocorkan sukar masuk kedalam lubang bor.

Pengambilan Contoh Tanah Pelaksana Pekerjaan harus mengambil contoh – contoh tanah dari lubang bor dan paritan uji untuk menentukan karakteristik lapisan tanah. pengangkutan dan penyimpanan contoh-contoh tanah ini harus memenuhi persyaratan tertentu. Prosedur a) Memasang pipa air yang berhubungan dengan pompa air. Test Air Metode Open – End Constant Head d. dimana casing yang terpasang juga mencapai dasarlubang bor. Pengambilan. Ada 3 jenis contoh tanah yang harus dikumpulkan. contoh tanah kecil terganggu dan contoh tanah meruah terganggu (disturbed large bulk sample).Pengujian ini dilakukan bila metode constant head mencapai dasar lubang bor. maka pengambilan contoh tanah harus dilakukan dengan hati – hati. Sehingga pengujian tes air dilaksanakan hanya di dasar lubang bor. agar: . • Pengambilan Contoh Tanah Asli Agar data-data parameter dan sifat-sifat tanahnya masih dapat digunakan. baik untuk pondasi maupun bahan bangunan. Menguji pompa air supaya debit air stabil b) Mengukur pipa lindung yang muncul ke permukaan dan yang masuk ke dalam tanah sampai ke dasar lubang bor c) Kedalaman yang diukur adalah dari ujung pipa pelindung bagian atas sampai ke dasar dari lubang pemboran d) Mengukur muka air tanah e) Memasukkan air ke dalam pipa pelindung dan mencatat penurunan muka air setiap menitnya selama 10 menit. yakni : contoh tanah tak terganggu (asli). Lokasi dan kedalaman di mana contoh harus diambil akan ditentukan oleh pihak Pemberi Pekerjaan.

lapangan. terhindar dari panas matahari. Bila masing – masing lapisan tanah cukup tebal. sehingga Kadar air aslinya masih dapat dianggap sesuai dengan keadaan mendekati keadaan yang sama dengan keadaan lapangan. D- 1587 dan D-3550  Menggunakan tabung dengan panjang 50 cm  Tabung dimasukkan sesuai dengan kedalaman pengambilan contoh tanah tidak terganggu yaitu dari tanah yang sangat lunak. lokasi titik bor.a) b) Struktur tanahnya tidak terlalu terganggu atau berubah. - Bila lapisan – lapisannya tipis (< 0. maka contoh harus diambil dari masing – masing lapisan dengan pengambilan vertikal. getaran  Segera tabung dibawa / dikirim ke laboratorium untuk di uji. .5 meter) maka pengambilan contoh tanah tersebut diambil secara keseluruhan dengan pengambilan vertikal. • a) - Pengambilan Contoh Tanah Terganggu Contoh meruah terganggu Contoh tanah sebanyak kurang lebih 30kg harus diambil dari paritan uji. ASTM D-420. kedalaman. kedua ujung tabung ditutup dengan paraffin  Di dinding tabung diberi tanda: Nama proyek. lunak dan kekerasan sedang  Tabung ditekan dengan menggunakan tekanan dari mesin bor  Setelah pengambilan selesai. c) Pengambilan contoh dari pelaksanaan pemboran. nomor titik bor. nomor tabung  Disimpan ditempat yang aman.

b) Ukuran sumuran uji. Sumuran Uji Pekerjaan sumuran uji atau test pit adalah untuk mengetahui jenis dan tebal lapisan di bawah permukaan tanah dengan lebih jelas. baik untuk pondasi bangunan maupun untuk bahan timbunan pada daerah sumber galian bahan (borrow area). • Prosedur Pekerjaan harus menggali sumuran uji untuk dapat a) Pelaksana menentukan pembagian lapisan tanah dan mengambil contoh untuk diuji. b) Contoh kecil terganggu Contoh tanah sebanyak 1kg harus diambil dari kedalaman tertentu dari setiap paritan uji atau lubang bor untuk diuji kadar air dan klasifikasinya. nomor contoh tanah. lokasi pengambilan.5 m dengan kedalaman 3 sampai 5 meter. Potongan melintang sebuah sumuran uji harus cukup besar untuk memungkinkan dilakukannya pekerjaan penggalian. e.- Contoh tanah dimasukkan kedalam karung dan ujung karung plastik diikat dengan rapat.5 x 1. Dengan demikian akan dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai jenis lapisan dan tebalnya. Contoh – contoh ini harus disimpan dalam kantong plastik atau kantong lain yang memenuhi syarat. juga volume bahan galian yang tersedia dapat dihitung. dasar sumuran uji harus dibuat horizontal. d) Bahan yang dikeluarkan dari galian harus dikumpulkan di sekitar sumuran uji untuk mengetahui bahan lain setiap kedalaman tertentu. Sehinga pembuatan sumuran uji lebih efesien. yakni sekitar 1. . kedalaman. pasir dan batuan. Di bagian luar dari karung diberi tanda nama proyek. c) Pelaksana pekerjaan harus dapat menginterpretasikan lokasi borrow area dengan baik misalnya jenis bahan timbunan untuk inti bendungan. e) Agar pengambilan contoh dan klasifikasi tanah dapat dilakukan dengan baik.

Bila tanah telah masuk selutuhnya kedalam kubus. deskripsi lubang. dimana satu bidang dari kubus tersebut masih terbuka. i) Sedangkan untuk pengambilan contoh tanah yang terganggu. ahli geoteknik dari pihak Pelaksana Pekerjaan harus membuat catatan mengenai hasil!hasil penemuannya. mengambil foto – foto berwarna. dan lain-lainnya harus disajikan oleh Pelaksana Pekerjaan ke dalam satu log test pit dimana format log tersebut telah disetujui oleh Pemberi Pekerjaan. kedalaman pengambilan contoh tanah. Ukuran kubus 30 x 30 x 30 cm. Pada bagian luar dari plastik diberi simbol nama proyek. g) Metode pengambilan contoh tanah tidak terganggu dapat dilakukan dengan bahan yang terbuat dari kayu dan berbentuk kubus. kedalaman pengambilan contoh tanah serta waktu pengambilannya dan disimpan ditempat yang aman. dapat diambil dari dinding lubang sumuran uji. j) Untuk contoh bahan timbunan berupa pasir dan batu. h) Bagian luar dari kubus diberi tanda: Nama proyek. nomor tes pit. lokasi pengambilan contoh tanah. Semua diskripsi tentang nama proyek. maka bagian bawah dari kubus dipotong. Satu bagian kubus yang terbuka kemudian ditutup dengan kayu yang bagian dalamnya telah dilumuri parafin dan selanjutnya bagian itu dipaku. lokasi pengambilan contoh tanah. Setelah itu kubus dimasukkan ke dalam tanah yang sudah terbentuk tadi. kedalaman pengambilan contoh tanah dan waktu pengambilannya. k) Setelah masing – masing sumuran selesai. dimasukkan ke dalam karung plastik sekurangnya 30 kg dan memberi tanda seperti di atas. Selanjutnya contoh tanah dapat dimasukkan kedalam karung plastik dan diikat dibagian ujungnya. Contoh tanah dapat diambil dari setiap lapisan tanah yang berbeda ekurang!kurangnya 30 kg. dapat dilakukan di lapisan tanah yang berbeda ataupun pada kedalaman tertentu yang telah mendapatkan persetujuan dari direksi. Pada kedalaman yang sudah itentukan untuk pengambilan contoh tanah yang tidak terganggu. Bagian dalam kubus dilumuri parafin. tanah dibentuk seperti kubus dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran kubusnya. serta menyerahkannya kepada Pemberi Pekerjaan. mendiskripsi sumuran uji.f) Untuk pengambilan contoh tanah yang tidak terganggu. .

nomor contoh. • Prosedur a) Harus dilakukan dengan menggunakan tabung baja berdiameter sekitar 6. harus dilakukan uji berat volume di lapangan pada setiap kedalaman 2. b) Sebelum pengambilan contoh tanah dilakukan.l) Pada waktu membuat sumuran uji. e) Contoh yang telah disegel harus bebas dari getaran. • Dimensi Panjang : disesuaikan dengan keadaan lereng dan tujuan penyelidikan. rekahan (fracture). dapat berkisar dari sepuluh sampai dua puluh meter panjang Lebar : secukupnya supaya orang atau alat mudah bekerja. dinding tabung sebelah dalam diberi pelumas (oli) agar gangguan terhadap contoh tanah dapat diperkecil.50 – 2.0 m dengan metode berat volume pasir atau metode volume air menurut JIS A 121 H/1971 atau ASTM D 2937 – 71. patahan. sampai ke lapisan keras. Paritan Uji (Trench) Paritan uji adalah galian yang dibuat dengan bentuk seperti parit dengan tujuan untuk mengetahui lebih jelas gejala – gejala geologi dipermukaan. kedua ujung alat pengambil contoh harus ditutup dengan menyegel ruang kosong antara contoh dan alat pengambil contoh dengan parafin atau bahan lain guna melindunginya dari getaran. h) Selama pengangkutan. terutama pada waktu mengeluarkan contoh tanahnya. nomor luang bor atau paritan uji. contoh tanah harus bebas dari getaran dancontoh tanah tidak boleh disimpan pada suhu tinggi.8 cm dengan panjang minimum 50 cm Dimasukkan ke dalam peti penyimpanan contoh berukuran sekitar 20 x 30 x 20 cm yang telah disetujui oleh Pemberi Pekerjaan. tingkat pelapukan dan tebal lapisan penutup (over burden). harus diberikan tekanan sentris agar struktur tanah tetap serupa dengan kondisinya di lapangan. d) Pada tabung atau peti penyimpanan contoh harus dipasang label yang mencantumkan nama proyek. kedalaman sampai 3 meter. c) Segera setelah pengambilan contoh selesai.00) meter jika pekerjaan dilaksanakan dengan tenaga manusia. dapat memotong garis tinggi atau sejajar garis tinggi. tumpuan (abutment). Paritan uji umumnya dibuat pada lereng. kedalaman contoh dan deskripsi tanah. minimal (1. Jika tebal. g) Contoh tanah diambil pada setiap lapisan atau kedalaman tertentu. SNI 03!6872!2002 f. misalnya batas atau bidang kontak lapisan – lapisan batuan. Kedalaman : jika lapukan/tanah penutup tidak tebal. terik matahari serta perubahan temperatur secara radikal. . f) Pada waktu pengambil contoh.

Lebar : 1. Peralatan yang dipakai harus benar! benar sesuai dengan lokasi dan ukuran rig yang dipakai ( 2.7 mm (menghasilkan luas lubang 10 cm2) dan sudut puncak 60 derajat. Adit Adit adalah galian yang dibuat menembus bukit. Pelaksana Pekerjaan bertanggungjawab menentukan pergantian lapisan tanah.g. Tipe alat ini adalah tipe bikonus atau yang sejenis yang telah disetujui oleh Pemberi Pekerajaan. Percobaan harus dilakukan sesuai dengan ASTM D 3441-75 T. Percobaan penetrasi dilakukan untuk melengkapi hasil!hasil pemboran tangan.5 ton .50 – 2. hanya akan dipakai sondir (penetrometer). Ukuran dari adit berkisar pada: a.80 – 200 meter b. Panjang : 50!100 meter h. • Dimensi Dimensi harus diusahakan seekonomis mungkin. • Peralatan Alat yang dipakai untuk percobaan penetrasi harus mampu mengkur tahanan konus dan gesekan samping.5 ton).00 meter c. Tetapi pada lokasi!lokasi khusus yang mengandung bahan pasir dan lempung lunak. Lokasi penyondiran dibersihkan dari semak!semak sampah!sampah lainnya hingga permukaan bersih dan . tetapi pekerja maupun alat yang akan melakukan pengamatan dan percobaan mudah untuk bergerak. Percobaan Penetrasi Percobaan penetrasi static tanah harus dilakukan pada lokasi!lokasi yang telah ditentukan oleh Pemberi Pekerjaan. SNI 03-2827-2992 • Prosedur pelaksanaan a. berupa galian berbentuk terowongan. Lokasi penyondiran harus mendapatkan persetujuan dari Pemberi Pekerjaan b. Tinggi : 1. Diameter konus adalah 35.

5 ton .c. 4 buah sebagai Mendirikan mesin sondir sampai berdiri dengan kokoh f. i. Laju penetrasi selama pengkuran gaya harus dijaga konstan 2 cm/dt dan pembacaan harus dilakukan secara terus menerus. Melakukan pembacaan konus dan perlawanan konus h. Memasang angker sebanyak pegangan/penguat dudukan mesin sondir e. Memasang bi conus dan memberi tanda di stang dengan interval 20 cm. d. Pelaksanaan dianggap selesai bila pembacaan hambatan lekat telah mencapai angka 150 kg/cm2 untuk sondir dengan kapasitas 2. g. Untuk tiap!tiap lokasi harus dibuat denah yang menunjukkan lokasi percobaan dan elevasi permukaan tanah pada titik uji sehubungan dengan datum tetap lokasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful