ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAGI PENGGUNAAN KARTU KREDIT.

(Studi Kasus Pada PT. Bank Central Asia, Tbk. Jember)

Proposal Penelitian untuk Skripsi Jurusan Manajemen

Diajukan oleh Baby Astriwaty 07-7482

JURUSAN MANAJEMEN SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI JEMBER 2010

1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perdagangan dunia yang semakin global telah menggeser perilaku belanja masyarakat, apalagi didukung oeh semakin canggihnya perkembangan teknologi informasi. Penjualan TV, penjualan melalui pos, sampai perdagangan melalui internet telah mewarnai pola belanja pada saat ini. Untuk mendukung situasi tersebut maka dibutuhkan satu integrasi antara pngetahuan pasar, perilaku konsumen, desain produk, sistem kontrol, sarana informasi yang canggih, serta sistem identifikasi atas penjualan yang lebih efisien, lebih mudah pengaplikasiannya, serta memiliki teingakatan akurasi yang tinggi. Perkembangan pola belanja bersifat global juga semakin ditujang oleh penawaran baragam jasa keuangan oleh pihak perbankan, misalnya kartu kredit (Credit Card) kartu debit( Debit Card) ATM( Automatic Teller Machine), dan tranfer dana elektronis( Elektronis Funds Tranfer) Kartu kredit merupakan salah satu produk bank yang cukup populer. Tawaran dari berbagai bank kepada masyarakat cukup intensif. Salah satu alasan dari kondisi tersebut, terutama adalah adanya pandangan bahwa sebagian besar masyarakat indonesia memiliki kecenderungan konsumtif yang dipercaya semakin meningkat. Kecenderungan konsumtif tersebut dirasakan juga semakin tinggi jika terdapat peluang untuk dapat berbelanja dengan cara yang lebih mudah, misalnya dengan menggunakan kartu kredit. Perkembangan kartu kredit saat ini semakin meningkat secara sangat cepat. Hal ini disebabkan oleh karena beberapa kemudahan yang ditawarkan, seperti kenyamanan, keamanan, kemudahan, serta adanya unsur prestise bagi pemegangnya. Apalagi dengan smakin maraknya jenis transaksi perdagangan melalui internet, yang dikenal dengan e-commerce atau e-banking, dimana transksi cukup melalui internet di rumah dengan hanya memasukkan noor pin kartu kredit si pembeli, tanpa harus pergi ke toko lagi. Kondisi in ditengarai oleh industri perbankan sebagai suatu lahan persaingan baru, dan semakin sengit dari wktu ke waktu. Memang, bisnis kartu

2

kredit menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Namun demikian, pengelolaan yang salah atas bisnis ini aka mendatangkan nilai kerugian yang cukup besar . Penggunaan kartu kredit di satu sisi memang memudahkan dalam melakukan transaksi perdagangan maupun dalam melakukan aktivitas berbelanja. Namun, di sisi lain penggunaan secara berlebihan malah akanmenimbulkan beban baru yang lebih berat bagi pihak pemegangnya. Hal-hal inilah yang antara lain menadi pertimbangan bagi seorang konsumen di dalam memutuskan apakah ia akan menggunakan kartu kredit ataupun tidak. 1.2 Perumusan Masalah Pengguna kartu kredit melihat berbagai hal yang bisa diperoleh misalnya besarnya manfaat yang diterima, biaya yang dikeluarkan, prestise yang didapatkan, dan kemudahan yang didapatkan jika menggunakan kartu kredit. Pengguna kartu kredit akan membandingkan dengan kartu kredit yang dikeluarkan lembaga lain. Ditengah persaingan dengan lembaga keuangan lainnya, Bank BCA mampu meningkatkan manfaat penggunaan kartu kredit dan memperkecil biaya yang di keluarkan sehingga pengguna kartu kredit BCA semakin meningkat. Secara empiris uraian diatas menimbulkan pertanyaan terhadap perilaku pengguna kartu kredit di Bank BCA Cabang Jember. Pertanyaan empiris tersebut dapat dijelaskan secara khusus dalam rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu : 1. Apakah variabel manfaat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan penggunaan kartu kredit ? 2. Apakah variabel biaya berpengaruh terhadap tingkat kepuasan penggunaan kartu kredit ? 3. Apakah variabel prestise berpengaruh terhadap tingkat kepuasan penggunaan kartu kredit ? 4. Apakah variabel kemudahan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan penggunaan kartu kredit ?

3

” 1.2 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian adalah: 1. 2. Untuk mengetahui pengaruh paling dominan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Bagi perusahaan Sebagai bahan masukan bagi PT. Cabang Jember di dalam menentukan strategi pemasaran produk kartu kredit yang tepat. Bagi Pihak Lain Sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak yang tertarik di dalam lingkup penelitian mengenai penentu strategi pemasaran. Jember).Berdasarkan latar belakang permasalahan dari perumusan masalah diatas. 1. khususnya produk kartu kredit 3. dan kemudahan (X4) terhadap variabel dependen keputusan menggunakan kartu kredit (Y) 2. Bank Central Asia. maka penelitian ini diberi judul “Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Proses Pengambilan Keputusan Bagi Penggunan Kartu Kredit (Studi Kasus pada PT.1 Tujuan penelitian Tujuan penelitian ini adalah: 1. prestise (X3). 1.3. Untuk mengetahui secara bersama-sama variabel independen manfaat (X1).3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1. Bagi Penulis Sebagai media untuk memperluas wawasan dan pengetahuan aplikatif atas teori-teori pemasaran yang telah penulis peroleh selama ini di dalam perkuliahan. Bank Central Asia Tbk. Tbk.3. biaya (X2).4 Lingkup Penelitian Agar pembahasan lebih terfokus maka penelitian ini mempunyai ruang lingkup sebagai berikut : 4 .

Carrefour BCA dan Smart Cash) yang berada di wilayah kerja Kantor Cabang Jember 2. Responden terbatas pada pengguna kartu kredit BCA (BCA Card. Periode penelitian mulai bulan september 2010 sampai bulan nopember 2010 5 .1.

” Sementara Winardi (1991: 49) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai “ kegiatan-kegiatan yang dlakukan individu atau kelompok organisasi untuk mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa. 2. diman sebelum maupun aktivitas pembelian tersebut terdapat proses pengambilan keputusan. prestise dan manfaat.1 Penelitian Terdahulu Studi empiris Soeprayogi (2004).2. termasuk didalamnya terdapat proses pengambilan keputusan. adanya peluang dari 6 . nasabah mempertimbangkan variabel biaya. Menurut Engel dan Blackwell (1994: 3) perilaku konsumen adalah “ suatu tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan. termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan tersebut.1 Pengertian Perilaku Konsumen Tujuan perusahaan didalam kegiatan pemasaran adalah untuk menarik knsumen agar membeli produk barang maupun jasa yang ditawarkan perusahaan tersebut. Swasta dan Handoko (1992:9) menambahkan dalam orientasi serupa bahwa : “ perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagaikegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat di dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.sehiingga akan dapat dipahami bentuk-bentuk kebutuhan yang belum terpenuhi. termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada tahap persiapan dan penentuan kegiatan tersebut.2 Landasan Teori 2. kemudahan. menyatakan bahwa dalam menentukan keputusan menggunakan kartu kredit BCA. Karenaya diperlukan pemahaman mengapa dan bagaimana tingkah laku dari konsumen tersebut. Variabel manfaat mendominasi keputusan menggunakan kartu kredit BCA.mengkonsumsi.” Berdasarkan pernyataan-pernytaan di atas dapat dinyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan bentuk tindakan langsung dari konsumen bagi pembelian suatu barang atau jasa. dan menghabiskan barang dan jasa.

Banyaknya subkultur ini merupakan segmen pasar yang penting . pendidikan. a. Sehingga nilai. dan perilaku yang sama. Makhluk yang lebih rendah umumnya dituntun oleh naluri. Sedangkan manusia. Seperti kelompok kebangsaan yang bertempat tinggal pada suatu daerah akan mempunyai citarasa dan minat etnik yang khas.2. yakni kelompok yang lebih kecil dalam suatu kebudayaan. Demikian pula dengan adanya kelompok keagamaan yang ada. Sehingga sangata penting bagi pasar untuk melihat pergesern kultur tersebut untuk dapat menyediakan produk-produk baru yang diinginkan konsumen (Simamora.minat. pendapatan.2003 : 5) c. Kelas sosial adalah susunan yang relatif permanen dan teratur dalam suatu masyarakat yang anggotanyamempunyai nilai. persepsi. preferensi dan perilaku antara seorng yang tinggal pada daerah tertentu dapat berbeda dengan orang lain yang berada di lingkungan lain pula. subkultur dan kelas sosial pembeli.atau keompok orang dengn sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang sama. Sub Budaya Setiap kebudayaan terdiri dari sub budaya.2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen. kekayaan dan variabel disesuaikan dengan 7 . Kelas sosial tidak ditentukan oleh faktor tunggal seperti pendapatan tetapi diukur sebagai kombinasi pekerjaan. Pemasar harus memahami peran yang dimainkan oleh kultur. Daerah geografis adalah merupakan subkultur tersendiri. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen menurut simamora (2003:5-12) antara lain: 1. 2003:5) b. dan pemasar sering menetukan manfaat dengan merancang produk yang kebutuhan subkultur tersebut ( Simamora. kebudayaan Kultur adalah faktor penentu paling pokok dari keinginan dan perilaku seseorang. perilaku biasanya dielajaridari lingkungan sekitarnya. Faktor Budaya Faktor kebudayaan memiliki pengaruh yang paling luas dan paling dalam terhadap perilaku konsumen. Kelas Sosial.

( Simamora. seperti teman seorganisasi ataupun teman segeraja disebut keompok sekunder. keluarga dapat dibedakan menjadi keluarga orientasi dan keluarga prokreasi. Pemasar dalam hal ini berupaya mengidentifikasi kelompok rujukan dari pasar sasarannya. pernikahan ataupun adopsi. serta kelompok peran dan status sosial dari konsumen. faktor keuangan. tetangga. teman sekolah. yaitu mereka berinteraksi secara terus menerus seperti kakakadik. Berdasarkan peranannya. teman organisasi dan lain-lain. Anggota keluarga pembeli dapat memberian pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembeli. Kelas sosial memperhatikan preferensi produk dan merk berbeda. Orang sering dipengaruhi oleh kelompok rujukan dimana ia tidak menjadi anggotanya. Faktor Sosial Perilaku konsumen juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial. dan teman sekerja. teman sekerja. yaitu faktor kelompok acuan. dan mengilhami individu memilih produk tertentu. dikenal pula kelompok atau orang-orang yang menjadi idola. Kelompok ini dapat mempengaruhi b.lainnya. Kelompok rujukan adalah kelompok yang merupakan titik perbandingan secara langsung atau tidak langsung dalam pebentukan sikap seseorang. Kelompok acuan yang berpengaruh langsung terhadap selera seseorang disebut kelompok primer. Kelompok Adalah kelompok yang sehari-hari berinteraksi dengan individu serta memiliki pengaruh langsung atauapun tidak langsung terhadapnya.2003 : 5) 2. Biasanya menjadi kelompok aspirasi kaum muda adalah para bintang penyanyi pujaan. Sedangkan yang interaksinya terbatas pada waktu-waktu tertentu. yang hidup bersama. misalnya: saudara. a. teman sekolah. 8 . Keluarga Keluarga adalah dua orang atau lebih yang dipersatukan oleh hubungan darah. Selain kedua kelompok.

pada keluarga prokreasi. Kepribadian seserang terlihat dari kestabilan emosi. Tiap peran yang dibawanya menentukan perilaku belanjanya. Bahkan. Dirumah ia berperan sebagai kepala rumah tangga. jika pembeli sudah tidak berhubungan lagi dengan orang tuanya. seoran pria berperan sebagai karyawan dalam orgnisasi tempatnya bekerja. Ini memberikan pengaruh besarpad perilaku pembelian anak.faktor kepribadian juga membedakan pilihan seseorang dari pilihan orang lain yang memiliki kepribadian yang berbeda. dan ekonomi. Sehingga dengan memahami dinamika pengambilan keputusan dalam suatu keluarga dapat membantu pemasar menetapkan strategi pemasaran yang terbaik bagi keluarga anggota keluarga yang tepat. c. diman orang tua memberikan anak orientasi pada agama. pengaruh keluarga terhadap pembelian itu lebih terasa.kendaraan dan lain-lain. gaya hidup. rasa percaya diri dan kemampuannya berkomunikasi dengan orang lain. Usia dan Daur Hidup 9 . pengaruh terhadap perilaku pembeli tetap ada. Selain peran. a. terutama kalau meraka masih hidup bersama. Peran dan Status Tiap orang memegang peran dalam situasi yang berbeda sepanjang hidupnya.ia juga memiliki status. Adalah keluarga yang terdiri dari suami-istri dan anak. Status ini pun mempengaruhi pilihanya atas pakaian. lingkungan ekonomis.keluarga orientasi adalah keluarga yang terdiri dari orang tua dan anakanak kandunt (siblings). keluarga adalah sebgai unit pengambilan keputusan. harga diri dan cinta. politik. keluarga prokreasi. ambisi. dan kepribadian. Faktor Pribadi Faktor-faktor pribadi sangat berpengaruh dalam perilaku belanja konsumen adalah faktor usia. 3. Misalnya. misalnya sebagai manajer dikantornya atau sebagai ketua pengurus masjid di kampungnya. Pemasar perlu menentukan bagaimana interaksi di antara para anggota keluarga dalam pengambilan keputusan dan berapa besar pengaruh dari mereka masing-masing.

kepribadian mengacu pada karakteristik psikologis yang unik yang menimbulkan respon relatif konstan terhadap lingkungan sendiri. Pemasar yang prduknya peka terhadap pendapatan dapat dengan seksama memperhatikan kecenderungan dalam pendapatan pribadi . pemasar dapat melihat pada hubungan antara konsumen dan harta milik konsumen. Atau pemasar juga dapat menggunakan konsep diri atau citra diri seseorang.tabungan. Untuk memahami perilaku konsumen. dan pendapatan. Dengan demikian pemasar akan mengidentifikasi kelompok yang berhubungan dengan jabatan yang mempunyai minat atas rata-rata terhadap produk mereka. Gaya Hidup Orang yang berasal dari subkultur. kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. Pekerjaan Pekerjaan seseorang akan mempengaruhi barang dan jada yang dibelinya. Keadaan Ekonomi Keadaan ekonomi akan sangat mempengaruhi piihan produk. Konsep diri telah berbaur dalam tanggapan konsumen terhadap citra mereka ( Simamora. minat. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin dalam kegitan. Kepribadian dan Konsep Diri Tiap orang mempunyai kepribadian yang khas dan ini akan mempengaruhi perilaku pembelinya. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara cermat akan dapat membantu untuk memahami nilai-nilai konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilaku konsumen. c. 2003 :8) 10 . Kebutuhan dan selera seseorang akan berubah sesuai denga usia.tingkat bunga. e. Pembelian dibentuk oleh tahap daur hidup keluarga. Kepribadian sangat bermanfaat untuk manganalisis perilaku konsumen bagi beberapa pilihan produk atau merk. d. Sehingga pemasar perlu memperhatikan perubahan minat pembelian yang terjadi yang berhubungan dengan daur hidup manusia.Orang akan mengubah barang dan jasa yang mereka beli sepanjang hidup mereka. b.

persepsi. Faktor Psikologis Pada suatu tertentu seseorang mepunyai banyak kebutuhan baik yang bersifat biogenik maupunbiologis. seperti rasa lapar. Berdasarkan urutan pentingnya. Motivasi Kebanyakan dari kebutuhan-kebutuhan yang ada tidak cukup kuat untuk memotivasi seseorang utuk bertindak pada suat saat tertentu. Dua diantaranya adalah : Sigmund Freud dan Abraham Maslow. proses pembelajaran. baru kemudian memenuhi kebutuhan berikutnya. yaitu motivasi. serta kepercayaan dan sikap. Dorongan ini tidak pernah hilang atau berada dibawah kendali sempurna. kebutuhan rasa aman. b. kebutuhan sosial. Sedangkan kebutuhan yang bersifat fisiologis tertentu seperti kebutuhan untuk diakui. Kebutuhan ini timbul dari suat keadaan fisiologis tertentu. kebutuhan manusia tersusun secara berjenjang mulai yang paling banyak menggerakkan sampai pada yang paling sedikit memberikan dorongan. Persepsi Tiap individu terdapat informasi atau rangsangan yang diterima indranya mempengaruhi kebutuhan akhirnya. Pilihan pembelian seeorang juga dipengaruhi oleh faktor psikologis yang utama. Menurutnya. dan kebutuhan aktualisasi diri. jenjang kebutuhan adalah kebutuhan fisiologis. Teori Kebutuhan Maslow. kebutuhan penghargaan. Menurutnya. Pertamatama orang akan memuaskan kebutuhan paling tinggi dahulu. Motif adalah suatu kebutuhan yang cukup menekan seseorang untuk mengejar kepuasan. Teori ini mencoba menjelaskan mengapa orang didorong kebutuhan oleh kebutuhan tertentu pada waktu tertentu. Suatu kebutuhan akan berubah menjadi motif apabila kebutuhan itu telah mencapai tingkat tertentu. haus dan sebagainya. Para ahli mengembangkan teori tentang motivasi. Ia melihat orang sebagai yang tumbuh makin dewasa dan menekan banyak dorongan. harga diri. seseorang tidak pernah utuh memahami motivasinya. Persepsi individu tergntung kondisi dan 11 . a. atau kebutuhan untukditerima oleh lingkungan.4. Freud beranggapan bahwa kebanyakan orang tidak menyadari tentang kekuatan psikologis nyata yang membentuk perilaku mereka. Teori motivasi freud.

Rangsangan yang diperhatikan konsumen pun tidak selalu seperti apa yang dimaksud. 12 . Orang cenderung menafsirkan informasi dengan cara yang lebih mendukung daripada menentang konsepsi yang telah dimiliki. Mengingat kembali yang selektif. Persepsi menrut kotler (simamora. Konsumen akan mengingatnya pada saat ia mengingat tentang pemilihan suatu produk. Mengingat yang selektif berarti mereka akan mengingat apa yang dikatakan sebagai keunggulan suatu produk dan melupakan apa yang dikatakan pesaing. dimana pesan yang disampaikan akan hilang bagi kebanyakan orang yang tidak berada dalam pasar untuk produk tertentu. Distorsi selektif menggambarkan kecenderunga orang untuk meramu informasi kedalam pengertian pribadi. gangguan yang selektif. Perhatian yang selektif berarti harus dapat menarik peratian konsumen. Setiap orang berusaha menyesuaikan informasi yang masuk dengan pandangannya. Dengan demikian. kecuali untuk pesan yang cukup menonjol atau dominan yang mengelilingi konsumen pada pasar tersebut. dn mengingat yang selektif. yaitu perhatian yang selektif. Misalnya. Perhatian yang selektif (selective interest ) Orang pada umumnya dihadapkan pada jumlah rangsangan yang sangat banyak setiap hari dan tidak semua rangsangan ini dapat diterima. dua orang dengan motivasi yang sama. pemasar harus berupaya memahami susunan benak konsumen dan bagaimana dampak serta interpretasi iklan dan produk mereka. Gangguan selektif (selective distortion). 2003:10) adalah ” proses dengan mana seseorang individu memilih.karakteristik individu itu sendiri.merumuskan dan menafsirkan masukan (input) informasi untuk menciptakan suatu gambaran yangmengenai dunia”. Orang dapat memberikan persepsi yang berbeda-beda terhadap rangsangan yang sama karena tiga proses persepsi. (selective retention) Orang cenderungmelupakan apa yang mereka pelajari dan menahan informasi yang mendukung sikap dan kepercayaan mereka. belum tentu mempunyai keputusan yang sama karena persepsi msingmasing individu berbeda.

Perubahan ini tanpak nyata dalam keputusan yang diambil kemudian. Komponen ini terdiri dari kepecayaan konsuen dan pengetahuan tentang obyek. Semakin positif kepercayaan terhadap suatu merek dan semakin positif setia kepercayaan. • Komponen afektif ( afective component). itulah komponen afektif sikap.dan proses kognitif kepada suatu aspek. Berikut ini dijelaskan komponen sikap. sikap adalah cara kita berpikir. Perasaan dan reaksi emosionel kepada obyek. tiapindividu mengalami proses belajar. rangsangan. maka akan semakin mendukung keseluruhan dari sikap itu. Proses ini mengakbatkan perubahan-perubahan dalam perilaku belajar individu tanpa disadari. Atau hasil evaluasi atas penampilan produk pada setiap atributnya. dan kepercayaan ini akan membentuk citra produk dan merek. itu merupakan hasil emosi atau evaluasi afektif terhadap suatu produk. isyarat. program televisi atau produk. persepsi. Proses Pembelajaran Adalah proses mengambil kesimpulan dari pengalaman masa lalu. Kebanyakan 13 . tanggapan dan penguatan. • Komponen kognitif (coqnitive component). konsumen mengatakan. Secara teori. Sedangkan sikap menuntun orang untuk berperilaku reaktif konsisten terhadap objek yang sama. Lebih lanjut. ”saya menyukai produk ”A”. Kepercayaan tentang atribut suatu produk biasanya dievaluasi secara alami. pendapat atau sekedar percaya. Misalnya. Kebanyakan perilaku manusia adalah hasil proses pembelajaran. d. Kepercayaan dan Sikap Melalui tindakan dan proses pembelajaran. perasaan emosional. pelajaran seeorang dihasilkan melalui dorongan.c. Kepercayaan adalah suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang tentang sesuatu. merasa dan bertindak melalui aspek di lingkungan seperti toko retail. Suatu sikap mejelaskan suatu organisasi dari motivasi. Evaluasi ini terbentuk tanpa informasi kognitif atau kepercayaan tentang produk tersebut. orang akan mendapatkan kepercayaan dan sikap yang kemudian akan mempengaruhi perilaku pembeli. Kepercayaan dapat berupa pengetahuan.

baik berupa dorongan signifikan yang bisa berupa harga. Mereka membutuhkan informasi yang banyak. 6000. kualitas. b) Limited Problem Solving.dapat direspon positif( harga dianggap murah) atau negatif (harga terlalu mahal). • Komponen perilaku (behavior comonent).sampai Rp. maupun yang berupa 14 .kepercayaan tentang roduk berhubungan dangan reaksi afektif. sehingga proses pengambilan keputusan memakan waktu yang lama. yaitu “ 1. Input (Variabel rangsangan/stimuli) Variabel ini didorong oleh stimuli yang berasal dari lingkungan konsumen. yaitu keadaan dimana konsumen dihadapkan pada situasi pembelian suatu merk dari kelas produk yang belum diketahui sebelumnya. Sehingga. suatu produk yang dipercayai mempunyai harga Rp. yaitu keadaan dimana konsumen dihadapkan pda merk dari kelas produk yang dikenal baik sebelumnya.seperti keputusan untuk membeli atau tidaknya suatu produk akan memperlihatkan komponen behavioral (simamora. Dorongan yang bersifat komersiil lebih berasal dari sumber perusahaan. c) Rountinized Response Behavior.. 4000. yaitu keadaan dimana konsumen dihadapkan kepada suatu merk dari kelas produk yang telah diperkenalkan kepadanya. ciri khusu. Model Howard-Seth mengandung empat elemen pokok. Sejumlah variabel pendorong tersebut meliputi baik yang bersifat komersiil ataupuun yang bersifat sosial. 2003: 9-12) 2. pelayanan.2. maupun tingkat ketersediaan. Ini mempengarhi reaksi kita terhadap produk itu. 1993:607) mengemukakan tiga model didalam proses pengambilan keputusan. Misalnya. Komponen in adalah respon seeorang terhadap obyek atau aktivitas. yaitu : a) Extensive Problem Solving. informasi yang dibutuhkan relatif sedikit dan proses pengambilan keputusan dapat lebih cepat diambil.3 Model Pengambilan Keputusan Howard-Sert (Loudon & Della Bitta. Sehingga relatif sangat sedikit sekali informasi yang dibutuhkan akan produk tersebut dan proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan segera.

status keuangan. Sikap merupakan bentuk penilaian oleh pihak konsumen terhadap suatu atau sejumlah merek produk tertentu didalam upaya memuaskan kebutuhan dan keinginannya. Variabel eksogen antara lain terdiri dari sifat pentingnya aktivitas pembelian. atau kelompok referensi. Model ini menggambarkan dengan jelai mulai 15 . bias pengamatan. sifat kepribadian konsumen. Susunan hipotesis terdiri dari dua bagian utama. perhatian merupakan bentuk tanggapan terhadap informasi yang masuk 4. Output (variabel-variabel response) Variabel ini. yaitu yang lebih merupakan proses hubungan anata input dan output bagi keputusan pembelian. Tujuan merupakan bentuk kecenderungan dari pihak konsumen untuk membeli sutu merk yang dirasakan paling disukainya. tujuan atau maksud pembelian. dan (2) Susunan belajar (Learning construct) yang terdiri atas motif. Terakhir. yang ini lebih dipengaruhi oleh sikap. Engel dan Blackwell juga mengembangnkan model untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yang menyebabkan terjadinya keputusan pembelian. meski tidak terlalu besar terhadap perilaku pembeli.dorongan simbolik yang lebih berhubungan dengan aktivitas periklanan yang dilaksanakan perusahaan. batasan atau kendala waktu. kelas sosial. dan kebudayaan. Sementara. yang mana ini merupakan input yang sangat efektif bagi suatu proses keputusan pembelian 2. keyakinan. kelas sosial. Pemahanan atas merk merupakan sejumlah informasi yang dimiliki konsumen tentang suatu merk produk tertentu. yaitu : (1) Susunan pengamanan (perpectual construct) yang terdiri atas elemen perhatian. dan obsevasi oleh pihak konsumen. dorongan sosial lebih berupa arus komunikasi dari mulut ke mulut yang lebih terjadi didalam keluarga. pemahaman atas merk. Susunan Hipotesis Susunan hipotesis merupakan proses internal dari konsumen. 3. kriteria pemilihan. Variabel-variabel eksogen Variabel ini terutama berpengaruh. dan tingkat kepuasan yang diterima. yang dikenal juga sebagai variabel tanggapan adalah merupakan suatu keputusan untuk melakukan pembelian. faktor sosial dan organisasi.

Perbedaan antara kedua versi tersebut lebih terletak pada kondisi keterlibatan pribadi dari seseorang. misalnya karena faktor harga dari produk tersebut yang relatif mahal. 1. yaitu need recognition. 2. yaitu hight-involvement version dan lowinvolvement version. tetapi akan lebih cenderung melakukan pengevaluasian secara kritis atas implikasiimplikasi positif maupun negatf yang mungkin diterima setelah menentukan keputusan pilihan dan pula telah melakukan aktifitas pembelian. Model ini memiliki dua versi. information search alternatives evolution. Versi ini menggambarkan 16 . ataupun besar tidaknya derajad resiko yang akan diterima jiak keputusan yang diambil ternyata salah. produk barang atau jasa yang dibeli memiliki pola hubungan yang erat ataupun tinggi dengan kadar ego si pembeli. antara produk yang dibeli dengan kadar ego seseorang yang membelinya. serta akan bersedia mengeluarkan tenaga yang lebih besar untuk memperimbangkan atau memperhitungkan segala sesuatu mengenai merk tersebut. low-involvement version. ataupun terjadi dengan pola hubungan yang lemah. ciri-ciri produk yang komplek. Inti dari versi ini adalah tahapan proses keputusan (decision process). sikap terhadap suatu sejumlah merk tertentu lebih terbentuk dengan hanya umsur kepercayaan yang dikembangkan oleh konsumen tersebut berdasarkan hasil dari proses secara kritis tersebut. Konsumen dengan tingkat keterlibatan yang tinggi tersebut akan bertindak lebih dari sekedar penerima pesan yang pasif. Konsemen dengan tingkat keterlibatan yang tinggi tersebut akan sangat memperhatikan perbedaan-perbedaan antara merek-merek tertentu. Pada versi ini. dan outcome. Berikut kedua versi ini akan dijabarkan secara lebih terperinci. Pada versi ini tidak terjadi pola hubungan yang erat. Di dalam versi ini. Pendekatan berikutnya adalah lebih didasarkan proses pengambilan keputusan. Pada versi ini. hight-involvement version. tampak adanya rangkaian aktifitas yang cukup lengkap dari konsumen didalam proses pembelian.dari timbulnya kebutuhan sampai tahap akhir suatu aktivitas pembelian. choice. ataupun karena adanya derajad resiko yang tinggi apabila terjadi kesalahan didalam proses pengambilan keputusan. kaut tidaknya pola hubungan antara produk barang atau jasa yang dibeli dengan kadar ego seseorang.

pilihan merk. baik yang mencakup pilihan produk. dan tujuan. kedalam area “kotak hitam” dari pihak pembeli. Konsumen hanya menggunakan kroteria-kriteria evaluasi. Perbedaan versi ini dengan versi yang pertama adalah bahwa pada versi ini tidaklah diperlukan adanya upaya pencarian informasi.3 Hipotesis 17 . dan akhirnya menghasilkan suatu bentuk keputusan. sikap. yaitu produk (product). lebih merupakan hasil dari tahapan pemilihan. Model ini yang sering juga disebut model “black box” atau “kotak hitam” pihak pembeli. dan kebudayaan. yaitu teknologi. maka hasil tersebut akan lebih memberikan kadar pengaruh yang positif pada aktifitas-aktifitas pembelian sebelumnya. Jika evalusi terdapat aktivitas pembelain yang telah dilakukan dipandang memberikan hasil yang baik. dan saluran distribusi (place) atau yang dikenal sebagai “ 4-P” sementara. politik. Rangsangan pemasaran terdiri dari empat unsur. yaitu berupa rangsangan lingkungan maupun rangsangan pemasaran. pilihan penyalur. karena keputusan pembelian dilakukan sebelum dilakukannya proses mengevaluasi sejumlah alternatif pembelian sebagai konsekuensinya. promosi (promotion). dan kemudian menghasilkan suatu jawaban tertentu.tingkat keterlibatan dari pihak konsumen yang relatif rendah didalam proses pengambilan keputusan melakukan pembelian. jumlah pembeli. Pada versi ini didak terdapatnya tahapan pencarian informasi. 2. rangsangan lingkungan terdiri dari bentuk-bentuk kekuatan dan kejadian utama yang terjadi dilingkungan makro pembeli. waktu pembelian. sehingga boleh dinyatakan secara langsung bahwa konsumen yang bersangkutan telah berada pada tahap pemilihan (choice). menggambarkan adanya bentuk-bentuk rangsangan eksternal. harga (price). Semua jenis rangsangan tersebut masuk kedalam “kotak hitam” . elemen-elemen kepercayaan. Kotler (1996:203) juga menawarkan suatu konsep mengenai suatu proses pengambilan keputusan oleh konsumen. diolah oleh pembeli.

diajukan hipotesis bahwa : “variabel-variabel biaya.” BAB 3 METODE PENELITIAN 18 .Dalam penelitian ini. manfaat. prestis dan kemudahan secara signifikan mempengaruhi keputusan konsumen untuk menggunakan kartu kredit.

dengan alasan jumlah populasi yang terlalu besar. Cabang Jember. Metode ini 19 . akan memudahkan bagp pengumpulan data yang dibutuhkan.4 Metode Pengumpulan Data Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada sejumlah nasabah.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT Bank Central Asia Tbk. 3.3. misalnya jumlah pengguna kartu kredit yang sampai saat ini terdaftar di Pt Bank Central Asia Tbk. Data sekunder merupakan data internal perusahaan yang berhubungan dengan penelitian ini. yang berupa data bidang pemasaran milik perusahaan serta beberapa literartur yang mendukung penelitian ini. Lokasi ini ditentukan dengan pertimbangan bahwa PT Bank Central Asia Tbk Cabang Jember dikarenakan peneliti bekerja dalam organisasi tersebt.5 Metode Penentuan Sampel Metode penentuan sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. serta sistem kerja kartu kredit. dimana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam menentukan penggunaan kartu kredit pada dirinya 3. Sementara data sekunder diperoleh melalui studi literatur. Data primer terdiri dari tanggapan pihak nasabah terhadap faktor-faktor yang digunakandi dalam menentukan keputusan apakah ia akan menggunakan kartu kredit atau tidak.3 Jenis Data Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. manfaat-manfaat dari kartu kredit.2 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Cabang Jember. 3. 3.

atau 50% dari seluruh populasi. b3. 10%. biaya.6. maka peneliti memilih jumlah sampel sebanyak 5% dari total populasi dimana dipandang jumlah tersebut mewakili populasi penelitian. Suparmoko (1995:56) menyatakan bahwa pengambilan sampel yang baik adalah cukup dengan mengambil presentase tertentu. Dengan mengasumsikan bahwa populasi adalah homogen. prestise dan kemudahan. b2. Hipotesis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam proses mengambil keputusan menggunakan kartu kredit BCA dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda (Gujarati. 3.1 Analisis Regresi Linier Berganda Untuk mengetahui perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan menggunakan kartu kredit BCA.6 Metode Analisis Data 3. b4 = koefisien regresi 3. serta adanya keterbatasan waktu dan tenaga. Pengujian secara bersama-sama (Uji F) 20 . variabel-variabel yang mempengaruhi perilaku konsumen di BCA Kantor Wilayah Jember adalah manfaat.melakukan pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan kriteria sampel apapun sampai jumlah sampel yang diinginkan terpenuhi. Dipihak lain. Djarwanto dan Subagyo (1996:101) menyatakan bahwa semakin homogen suatu populasi akan semakin kecil sampel yang bisa diambil. Sehingga dapat dikatakan dalam penelitian ini menggunakan sampel 340 pengguna kartu kredit. katakanlah 5%.6.2 Uji Statistik 1. yaitu para pengguna kartu BCA Cabang Jember berjumlah 6800 pengguna. 1993): Y = b0 + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 + υ Dimana : Y = Keputusan menggunakan kartu kredit X1 = Manfaat X2 = Biaya X3 = Prestise X4 = Kemudahan υ = Faktor penggangu atas variabel bebas b0 = Konstanta b1.

Untuk melihat pengaruh seluruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen digunakan uji F dengan rumus (Supranto.05 Asumsi yang digunakan : Ho : b1 = 0 Ho : b1 ≠ 0 Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: a) Jika F hitung > F tabel pada derajat kesalahan (α) tertentu dengan derajad bebas (k-1. maka Ho diterima Hi ditolak artinya variabel-variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen 2. 1995:252) sebagai berikut: t= Dimana : t = Nilai t hitung bi = koefisien regresi S bi = standart eror bi Sbi 21 . 1995:267) sebagai berikut: R2 F= (1 − R ) 2 k (n − k − 1) Dimana : R2 = koefisien determinasi k = banyaknya variabel bebas n = jumlah sampel F = Nilai F hitung selanjutnya dibandingkan dengan F tabel α = 0. n-k). Pengujian Secara Parsial (Uji t) Untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh masing-masing secara parsial digunakan uji statistik atau uji t (t test) dengan rumus (Supranto. maka Ho ditolak Hi diterima artinya variabel-variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen b) Jika F hitung < F tabel pada derajat kesalahan (α) tertentu dengan derajad bebas (k-1. n-k).

n-k). prestise (X3) dan kemudahan (X4) terhadap variabel dependen yaitu proses pengambilan keputusan menggunakan kartu kredit BCA (Y) digunakan koefisien determinasi berganda dengan rumus (Gujarati. b) Apabila nilai R2 mendekati 1.3 Uji Ekonometrik (Asumsi Klasik) 1. 3. maka Ho diterima Hi ditolak artinya variabel-variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen 3. Koefisien Determinasi Berganda Untuk mengukur besarnya sumbangan variabel independen manfaat (X1).6.Asumsi yang digunakan : Ho : b1 = 0 Ho : b1 ≠ 0 Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: a) Jika t hitung > t tabel pada derajat kesalahan (α) tertentu dengan derajad bebas (k-1. prestise (X3) dan kemudahan (X4) tidak dapat menjelaskan hubungannya terhadap variabel dependen yaitu proses pengambilan keputusan menggunakan kartu kredit BCA (Y). maka Ho ditolak Hi diterima artinya variabel-variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen b) Jika t hitung < t tabel pada derajat kesalahan (α) tertentu dengan derajad bebas (k-1. maka berarti manfaat (X1). biaya (X2). biaya (X2). prestise (X3) dan kemudahan (X4) dapat menjelaskan hubungannya terhadap variabel dependen yaitu proses pengambilan keputusan menggunakan kartu kredit BCA (Y). 1993:99) sebagai berikut: R2 = Dimana b1 (Σµ1 y ) + b2 (Σµ2 y ) + b3 (Σµ3 y ) Σy 2 R2 = koefisien determinasi i = banyaknya variabel Keterangan : R2 nilainya diantara 0 dan 1 atau 0 < R2 < 1 Kriteria pengujian adalah sebagai berikut: a) apabila nilai R2 mendekati 0. Uji Multikolinearitas 22 . n-k). maka berarti manfaat (X1). biaya (X2).

Apabila nilai R2 masing-masing regresi sederhana lebih kecil daripada R2 hasil regresi berganda maka model tersebut tidak terkena multikolinearitas (Supranto. 1995:59). Koefisien korelasi rank dari Spearman didefinisikan sebagai berikut:  Σd i2  rs = 1-6   2  n(n − 1)  Dimana : di = perbedaan dalam rank yang diberikan pada kedua karakteristik yang berbeda dari individu atau fenomena ke i. Koefisien korelasi rank tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi heteroskedastisitas sebagai berikut (dengan asumsi: Yi = A+BXi+∈i): a) terapkan regresi tersebut pada data Y dan X dan hitung kesalahan pengganggu (residual) ei. kemudian buat rank dari kedua variabel dan Xi sesuai dengan urutan menaik atau menurun dan hitung koefisien korelasi rank dari Spearman. 23 . Pengujian dilakukan dengan uji klein yaitu dengan cara melakukan regresi sederhana antara variabel bebas dengan menjadikan salah satunya sebagai variabel terikat. yang menjelaskan dalam semua model regresi.Uji multikolineartitas digunakan untuk menentukan apakah suatu model terdapat hubungan yang sempurna di antara beberapa variabel atau semua. ei ei . yaitu kiat ambil nilai mutlaknya. sebagian atau seluruh koefisien regresi tidak signifikan. n = banyaknya individu atau fenomena yang diberi rank. Dalam pengujian ini digunakan uji korelasi rank dari Spearman (Supranto. perkiraan ∈i. Adanya kemungkinan terdapat multikolinearitas apabila nilai Fhitung dan R2 adalah signifikan. 1995:21). Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui adanya kesalahan pengganggu mempunyai varian yang sama. selanjutnya nilai R2 masingmasing regresi sederhana tersebut dibandingkan dengan nilai R2 hasil regresi berganda. b) tanpa memperhatikan tanda dari ei. 2.

kalau tidak kita tolak hipotesa. 3. Cabang Jember.7 Operasional dan Pengukuran Variabel a Keputusan penggunaan kartu kredit adalah bentuk keputusan yang diambil oleh seorang konsumen untuk menggunakan kartu kredit dari PT. Apabila model regresi mencakup lebih dari dua variabel bebas. b Manfaat adalah jenis manfaat transaksi keuangan yang ditawarkan oleh kartu kredit bagi penggunanya. 24 . akan sebesar nol. dan n>8. rs dapat dihitung antara ei dengan setiap variabel bebas X secara terpisah dan dapat diuji untuk mengetahui signifikan tidaknya dengan menggunakan uji t.dU Jika dL ≤ d ≤ dU Jika (4 – dU) ≤ d ≤ (4 – dL) : menolak H0 (ada korelasi positif) : menolak H0 ( ada korelasi negatif) : terima H0 (tidak ada korelasi) : pengujian tidak dapat disimpulkan : pengujian tidak dapat disimpulkan. untuk mengetahui apakah dijumpai adanya autokorelasi digunakan Durbin-Watson test.dL Jika dU < d < 4 . kita dapat menerima hipotesa bahwa ada heteroskedastisitas. dapat diuji dengan uji t sebagai berikut: t= rs n −2 1 − rs2 dengan df = n-2 Apabila nilai t yang dihitung melebihi nilai t yang kritis dari tabel t. Bank Central Asia Tbk. 3. selang kepercayaan dapat diberikan dengan melibatkan lima wilayah dengan menggunakan dL (batas bawah) dan dU (batas atas) sebagai berikut: Jika d < dL Jika d > 4 .c) dengan anggapan bahwa koefisien korelasi rank sebenarnya ρ s. signifikan dari r sampel. Cara pengujiannya adalah dengan membandingkan nilai Durbin-Watson seperti telah dijelaskan oleh Supranto (1995:113). Uji Autokorelasi Autokorelasi merupakan pengujian ekonometrika yang digunakan untuk menguji suatu model apakah antara variabel pengganggu masing-masing variabel bebas saling mempengaruhi.

BCA mengalami perkembangan yang sangat pesat pada pertengahan 1970-an. atau lembaga keuangan lain. Tbk pertama kali didirikan pada tanggal 21 Februari 1957 di pusat perniagaan Jakarta yang diberi nama dengan Bank Central Asia N.V.c d e Biaya adalah biaya bulanan maupun tingkat bunga per transaksi yang Kemudahan adalah proses pelayanan adaministrasi yang dirasakan nasabah Kartu kredit merupakan suatu alat pembayaran yang dikeluarkan oleh bank ditetapkan atas kartu kredit. yang berguna bagi pihak konsumen untuk memperoleh jasa pelayanan yang cepat. sejak mulai mengurusi permintaan akan kartu kredit sampai saat menggunakan. yaitu metode untuk mengukur persepsi para konsumen mengenai alasan yang digunakan di dalam menentukan keputusan penggunaan kartu kredit. 4.1 Hasil Penelitian Gambaran Umum perusahaan Bank Central Asia Bank Central Asia (BCA).1. pada tahun 1974 BCA mulai berani menjalin kerjasama dengan lembaga 25 . dimana didalamnya terdapat PIN (Personal Identification Number) dari pemilik kartu plastik atau kartu kredit.1. aman. dan praktis bagi transaksi keuangan. Skala pengukuran yang digunakan atas hasil kesioner adalah Skala Likert. Adapun kriteria yangada adalah sebagai berikut : Jawaban A B C D E Kategori Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Kurang Setuju Sangat Tidak Setuju Skor 5 4 3 2 1 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.

Seiring dengan kemajuan teknologi. Pada tahun 1991 sistem komunikasi melalui satelit telah memungkinkan 120 Kantor Cabang untuk beroperasi secara on line. Inggris.000 karyawan. Pada tahun yang sama jumlah responden BCA meningkat dari sejumlah 772 menjadi 1499 bank yang tersebar di 80 negara.2 Berdirinya BCA Cabang Jember 26 . Perkembangan yang bagus tersebut terus berlanjut hingga akhir tahun 1980-an. BCA merupakan pemegang saham terbesar di lembaga ini. 2000 ATM dan 21. integrated deposit system (IDS). yang menghasilkan sebuah lembaga keuangan bukan bank yang diberi nama PT. Sejalan dengan penerapan keempat sub-sistem IBS tersebut. dan Hongkong. Di tahun 1994 BCA menerapkan suatu sistem kerja integrated banking system (IBS). Pada tahun berikutnya jaringan komunikasi dapat menjangkau 200 cabang denga sistem BCA LINC yang mengirimkan data melalui satelit Palapa. Dengan demikian nasabah dapat memanfaatkan jaringan cabang BCA yang sudah tersebar luas. empat sub-sistem dari integrated banking system (IBS) yaitu. costumerinformation system (CIS) telah diterapkan di cabng-cabang BCA. Di tahun 1987. 4. Sampai dengan tahun 1996. Demikian halnya dengan prosedur operasional bank yang lama telah diperbarui dan distandarisasi supaya otomatisasi dari keempat sub-sistem IBS yang telah diterapkan dapat dimanfaatkan secara optimal. saat ini BCA juga telah dapat melayani nasabahnya melalui internet banking dan Mobile banking.keuangan terkemuka dari Jepang. Sampai dengan akhir tahun 2001 BCA telah memiliki 800 Kantor Cabang. integrated tranfer system (ITS). misalnya dengan mengeluarkan BCA Card yaitu sejenis Credit Card yang dikeluarkan dan dikelola sendiri oleh BCA. integrated loan system (ILS).1. Multinational Finance Corporation. dimana sistem kerja tersebut dapat memudahkan nasabah dalam melakukan berbagai transaksi di mana saja. perubahan struktur organisasi dan tata letak ruang kerja operasional bank telah diselaraskan. BCA menjadi bank pertama di Asia Tenggara dan mendapat kepercayaan dari Visa international untuk mengeluarkan BCA Visa Traveller Cheques yang dapat diterima di seluruh dunia.

Dengan demikian perluasan jaringan dari PT. Hendrata Kresna Wahyu Esa dan berlokasi di jalan Mangunsarkoro NO. suatu daerah surplus di sektor pertanian tembakau dan palawija. Seiring dengan perkembangan PT.Gator Subroto No. Bank Central Asia semakin melebar yang berarti perluasan pelayanan di bidang perbankan terhadap masyarakat semakin bertambah. Kantor Cabang Pembantu Balung. 41 Jember yang sekarang bernama JL. Beberapa Kantor Cabang Pembantu di wilayah Kabupaten Jember antara lain: Kantor Cabang Pembantu Trunojoyo yang berlokasi di jalan Trunojoyo.41 Jember. Khusus untuk Kantor Cabang Pembantu Situbondo ini sangat berpotensi untuk lebih dikembangkan lagi dan telah dibuktikan dengan berubahnya status dari Kantor Cabang Pembantu meningkat menjadi Kantor Cabang Utama. Pengembangan jaringan tidak hanya dilakukan di tingkat kecamatan saja bahkan lebih berkembang ke lintas Kabupaten yaitu Kantor Cabang Pembantu Bondowoso yang berlokasi strategis di Kabupaten Bondowoso. Lintas Kabupaten lainnya adalah Kantor Cabang Pembantu Situbondo yang berlokasi di kawasan pertokoan di Kabupaten Situbondo. Bank Central Asia secara keseluruhan yang semakin pesat yang berdampak pula terhadap kondisi PT. yang secara otomatis berdiri sendiri dengan sebutan Kantor Cabang Utama. Kantor Cabang Pembantu Ambulu. 27 . Kantor Cabang Pembantu tersebut didirikan sebagai upaya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. Selanjutnya Kantor Cabang Pembantu yang berlokasi di daerah kecamatan antara lain: Kantor Cabang Pembantu Rambipuji. Kantor Cabang Pembantu Tanggul.PT. suatu daerah strategis yang dekat dengan pusat pasar besar yang lebih kenal dengan pasar Tanjung. Bank Central Asia Cabang Jember yang juga semakin mengalami kemajuan sehingga dirasakan sangat perlu untuk melakukan pengembangan jaringan di wilayah Kabupaten Jember yang diimplementasikan dengan mendirikan Kantor Cabang Pembantu( KCP). Bank Central Asia Cabang Jember didirikan pada tanggal 19 November 1979 di bawah kepemimpinan Ir. Kantor Cabang Pembantu Kalisat.

Sementara itu.3 Struktur Organisasi PT. Menentukan kebijakan perusahaan secara umum. Mengkoordinir dan mengawasi seluruh organisasi dengan segala aktivitasnya. 2. Menentukan rencana kerja beserta pedoman pelaksanaanya. 3. Bank Central Asia Cabang Jember dapat dilihat pada lampiran 1. 3. yang memiliki tugas-tugas pokok. Menerima dan meminta pertanggung jawaban dari hasil kerja Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi serta Wakil Pemimpin Pemasaran dan kredit. 2. Menetapkan segala kebijakan yang dianggap perlu dalam bidang operasi dan sistem. Wakil Pemimpin Pemasaran dan Kredit.1. 28 .PT Bank Central Asia cabang Jember dalam operasional sehri-harinya didukung oleh kurang lebih 192 karyawan yang tersebar di Kantor Cabang Utama Jember beserta kantor-kantor Cabang pembantunya. 4. 1. Cabang Jember Struktur Organisasi PT. yang mempunyai tugas-tugas pokok: 1. Pemimpin Cabang Utama. pembagian tugas tanggung jawab di dalam struktur organisasi PT. 4. Membantu tugas Pemimpin Cabang dalam bidang operasional dan sistem cabang. c. Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi. apabila Pemimpin Cabang tidak ada di tempat sesuai dengan tugas delegasi wewenang yang diberikan kepadanya. Ikut memberikan masukan pemikiran-pemikiran yang dapat memajukan perusahaan. Bank Central Asia Tbk. b. yang memiliki tugas-tugas pokok. Cabang Jember adalah sebagai berikut: a. Bank Central Asia Tbk.

dan koordinasi secara aktif atas seluruh jalannya kegiatan sistem operasional cabang.1. 2. Nasabah yang bermasalah dan solusinya Pengaduan/keluhan nasabah dan penyelesaiannya. Menetapkan segala kebijakan yang dianggap perlu dalam bidang pemasaran dan kredit. 3. Bertanggung jawab atas: Sistem kontrol di seluruh fungsi operasional cabang Kerahasiaan nasabah Perencanaan dan kaderisasi sehingga terjadi kesinambungan operasional Bertanggung jawab kepada Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi. Kepala Bidang Operasional. apabila Pemimpin Cabang tidak ada di tempat sesuai dengan tugas delegasi wewenang yang diberikan kepadanya. Kepala Bidang Pemasaran. Membantu tugas Pemimpin Cabang dalam bidang pemasaran dan kredit. Ikut memberikan masukan pemikiran-pemikiran yang dapat memajukan perusahaan. yang memiliki tugas-tugas pokok 1. 29 . Melakukan fungsi manjerial. Memonitor tindak lanjut atas: Calon nasabah potensial dan pendekatannya. 4. yang memiliki tugas-tugas pokok 1. Memimpin dan mengkoordinir seluruh pekerjaan di bidang pemasaran 2. e. Bertanggung jawab kepada Pemimpin Cabang Utama d. 2. monitoring.

6. Bertanggung jawab atas keamanan data bank. dan penagihan kredit. 3. 2. baik dari sudut kepentingan bank maupun nasabah. Membuat rencana kerja bidang pemasaran 4. yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Membuat rencana kerja dan perkembangan seluruh staf perkreditan. Kepala Bidang Keuangan Dan Logistik. Kepala Bidang Kredit yang memiliki tugas-tugas pokok 1. Bertanggung jawab atas kerahasiaan bank. 4. Memeriksa semua laporan yang menunjang fungsi monitoring dan kontrol perkreditan.- Aktivitas kunjungan 3. Mengikuti perkembangan situasi dan kondisi setempat 6. Melakukan fungsi manajerial. monitoring. data nasabah dan mematuhi kode etik banker. 5. Bertanggung Jawab kepada Wakil Pemimpin Pemasaran dan Kredit f. Memberikan masukan/ pendapat dalam pembatasan kredit dan Credit committee. Bertanggung Jawab kepada Wakil Pemimpin Pemasaran dan Kredit g. Memberikan masukan/ pendapat dalam kepada pembahasan kredit/ credit committee. Mengkoordinir bagian administrasi kredit. pengolahan kredit. dan koordinasi secara aktif atas seluruh jalannya kegiatan bidang keuangan dan logistik 2. Merencanakan dan melakukan on-the-spot permohonan kredit. 5. 30 . 3.

Bertanggung jawab atas saldo pembukuan dan aplikasi serta kebersihan dan kerapihan ruang kerja 4. 2. Menentukan rencana kerja KCP beserta pedoman pelaksanaanya. pembukuan dan sekretariat. Bertanggung jawab atas pembuatan laporan intern dan ekstern. 6. 8. Kepala Bagian Ekspor Dan Impor yang memiliki tugas-tugas pokok: 1.4. Menatausahakan fungsi keuangan. Bertanggung jawab atas perencanaan dan kaderisasi sehingga terjadi kesinambungan. Bertanggung jawab kepada Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi j. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. 2. Bertanggung jawab kepada Pemimpin Cabang h. Menentukan kebijakan KCP secara umum 3. Mengkoordinir dan mengawasi seluruh organisasi KCP i. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari ekspor dan impor yang dibawahinya. Menindak lanjuti keluhan nasabah 5. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan seluruh transaksi yang ditangani oleh staf administrasi 3. Bertanggung jawab atas barang inventaris dan aktiva tetap yang ada di unit kerja 5. Head Teller Deposit yang memiliki tugas-tugas pokok: 31 . Pemimpin Cabang Pembantu (KCP) yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. 7.

32 . Bertanggung jawab atas kebenaran laporan perincian uang dan saldo kas. Bertanggung jawab atas kepada Kepala Bidang Operasional. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan seluruh transaksi yang ditangani oleh teller deposit. 2. 4. 5. Memonitor secara aktif dan melakukan pengarahan langsung sesuai dengan weewenangnya atas seluruh jalannya transaksi yang ditangani oleh Teller Tranfer. Memonitor secara aktif dan melakukan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya atas seluruh jalannya transaksi yang ditangani oleh Teller Deposit serta mengkoordinasikan kegiatan di front office yang berhubungan dengan back office. Bertanggung jawab atas kepada Kepala Bidang Operasional.serta mengkoordinasikan kegiatan di front office yang berhubungan dengan back office. Bertanggung jawab atas kebersihan dan kerapihan ruang kerja/ counter. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan seluruh transaksi yang ditangani oleh staff deposit. 4. 2. Bertanggung jawab kebenaran atas kebenaran laporan perincian uang dan saldo kas. l. Kepala Bagian Pendukung Deposit yang memiliki tugas-tugas pokok: 1.1. 3. k.demi kelancaran kegiatan administrasi operasional deposit. Head Teller Tranfer yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. 3. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya.

n. saldo pembukuan dan saldo aplikasi serta saldo persediaan blanko berharga dan pemakaiannya. 3. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan seluruh transaksi yang ditangani oleh staff administrasi transfer.2. 6. 2. Bertanggung jawab atas kebenaran balancing saldo akhir hari. demi kelancaran jalannya transaksi melalui Transfer. Test Key yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. 3. 5. Mendukung jalannya operasional di cabang khusunya dalam hal mengisi: kode test key dari data yang akan dikirim maupun memverifikasi kebenaran kode Test Key dari data yang diterima. 5. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan seluruh transaksi yang ditangani oleh teller transfer. m. Menindak lanjuti keluhan nasabah dan berkoordinasi bekerja dengan Kepala Bidang Operasi. Menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan. 33 . Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang di bawahinya. Bertanggung jawab atas kerahasiaan bank dan nasabah. 4. 4. Bertanggung jawab atas kepada Kepala Bidang Operasional. Kepala Bagian Pendukung Tranfer yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Bertanggung jawab atas kebenaran saldo uang tunai pada cash box teller transfer sesuai dengan limit yang bersangkutan. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Operasional.

Sertifikat Deposito. o. 34 . 3. demi kelancaran jalannya unit costumer service. 3. Bertanggung jawab atas kerahasiaan bank dan nasabahnya. Buku Tahapan. Bilyet Deposito. ATM. Bertanggung jawab kepada Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi p. Bertanggung jawab atas instalasi dan pengoperasian peralatan computer ATM dan telekomunikasi.2. 2. Kepala Bagian Prosedur Pendukung Teknis yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. LLG. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. Bertanggung jawab atas kebenaran dan keamanan proses pemberian test key sesuai dengan wewenang dan prosedur yang berlaku. Kepala Bagian Costumer Service yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Menginstalasikan dan mengoperasikan sistem aplikasi computer. protective overlay. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Operasional. 3. 4. Bertanggung jawab atas keamanan bukti fisik transaksi yang akan diberi kode test key atau diverifikasi kode test key-nya. 2. Telekomunikasi dan perlengkapan pada unit kerja di cabang. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan seluruh transaksi yang ditangani oleh unit costumer service. signature transfer slip dan kunci SDB yang belum tersewa. Giro Valas. 4. Bertanggung jawab atas kebenaran saldo Persediaan dan pemakaian Blanko Cek/Bilyet Giro.

serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. Kepala Bagian Pemasaran. keamanan data. 5. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pemasaran r. Memonitor pelaksanaan prosedur/ policy pemasaran atas produk pasiva. dokumen dan barang jaminan yang diterima. Bertanggung jawab atas pemeliharaan dan analisis umur perangkat keras dan modifikasi serta system perangkat lunak sesuai kebutuhan. 3. 7. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. agar mendukung perkembangan bisnis dan proses perkreditan. demi kelancaran jalannya kegiatan analisi kartu kredit di cabang. Bertanggung jawab kepada Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi. 6. Bertanggung jawab atas pengumpulan informasi seakurat mungkin dari nasabah/ calon nasabah dan ondisi bisnis pasar. 4. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. data nasabah. Bertanggung jawab atas kelengkapan dokumen nasabah dan kebenaran laporan yang dihasilkan oleh unit pemasaran. Bertanggung jawab atas pembuatan pelaksanaan kerja secara periodik 6. Bertanggung jawab atas kerahasiaan bank. Bertanggung jawab atas kelengkapan laporan computer dan pendistribusian ke unit kerja. produk aktiva. 5. yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. q.4. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. Kepala Bagian Analisa Kredit yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. 35 . 2.

s. 5. Kepala Bagian Administrasi Kredit yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. 3. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Kredit. Bertanggung jawab atas keakuratan informai yang diberikan kepada pejabat mengenai kondisi calon debitur dan usahanya. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan ruang lingkup administrasi cabang. Bertanggung jawab atas kelengkapan copy dokumen/ barang jaminan yang diolah serta keamanan copy dokumen. Bertanggung jawab atas kebenaran serta kelengkapn seluruh data dan dokumen kredit. 6. Bertanggung jawab atas pengumpulan informasi yang akurat tentang calon debitur serta informasi bisnis/pasar. pelaksanaan akad kredit dan pengikatan jaminan. 2. 5. 4. Memonitor proses dan hasil pelaksanaan analisis debitur/ calon debitur dalam rangka pelepasan kreit dan peninjauan kembali kredit bermasalah untuk mendapatkan alternatif solusinya. Memonitor pelaksanaan pengelolaan data dan administrasi kredit 3. Bertanggung jawab atas kakuratan hasil analisis kredit dan kunjungan marketing officer ke debitur.2. barang jaminan perkreditan dan pembuatan. 36 . Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. 4. 7. Bertanggung jawab atas pelaksanaan prosedur administrasi kredit dan kebenaran serta kelengkapan laporan perkreditan. Bertanggung jawab atas keamanan dokumen/ surat berharga.

Bertanggung jawab atas monitoring solusi masalah hasil temuan pelaksanaan tindak lanjut kredit bermasalah. Bertanggung jawab atas pelaksanaan penyelamatan/penyelesaian kredit bermasalah. Kepala Bagian Penagihan Kredit yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Kepala Bagian Pengawasan Kredit yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. demi kelancaran jalannya kegiatan pengamanan jaminan di cabang. 2. 3. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya untuk kelancaran jalannya kegiatan unit pengawan kredit di cabang. Memonitor jalannya pemeriksaan bidang perkreditan. Memonitor pelaksanaan penagihan kredit bermasalah. 4. berkoordinasi dengan Kepala Bidang Kredit. pengikatan jaminan berikut cara penyimpanannya. Bertanggung jawab atas pemeriksaan kelengkapan dokumen permohonan kredit. 6. Menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan kerja 5.6. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya. 5. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. t. u. 2. Bertanggung jawab atas keamanan dokumen dan barang jaminan dan kebenaran data dan informasi mengenai kredit bermasalah 4. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Kredit. jaminan akad kredit. 37 . Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Kredit. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. 3.

Bertanggung jawab atas akurasi data dan laporan GL-M yang dibuat oleh staf 4. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya untuk kelancaran jalannya unit Umum dan Sekretariat di cabang. serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya untuk kelancaran jalannya unit Pembukuan. 2. 8. Bertanggung jawab atas pelaksanaan rekonsiliasi dana dan saldo pembukuan 5. 2.7. w. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Keuangan dan Logistik. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. pemeliharaan penatausahaan barang dan jasa serta administrasi pembayaran secara aktif dan efisien. Memonitor pelaksanaan pengelolaan terhadap data pembukuan secara akurat 3. penyimpanan. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya. Mengelola dan mengawasi jalannya kegiatan pengadaan. Bertanggung jawab kepada Kepala Wakil Pemimpin Pemasaran dan Kredit v. 38 . Kepala Bagian Umum dan Sekretariat yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Kepala Bagian Pembukuan yang memiliki tugas-tugas pokok: 1. Bertanggung jawab atas kebenaran laporan hasil pemeriksaan yang dibuat oleh Staf Pengawasan Kredit.

3. Melakukan pengawan terhadap pelaksanaan administrasi arsip, serta dukungan komunikasi dan korespondensi kepada segenap unit kerja. 4. Bertanggung jawab atas kebenaran dan laporan internal dan eksternal yang dibuat oleh staf umum dan sekretariat. 5. Bertanggung jawab atas pelaksanaan dukungan komunikasi dan korespondensi pemanfaatan sarana komunikasi serta kelancaran lalu lintas dokumen. 6. Bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Keuangan dan Logistik.
x. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, yang memiliki tugas-tugas

pokok: 1. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya, serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya untuk kelancaran jalannya unit sumber daya manusia 2. Memonitor dan mengawasi jalannya kegiatan perencanaan

administrasi dan pengembangan sumber daya manusia. 3. Bertanggung jawab atas kerahasiaan dan keamanan data finansial dan non-finansial sumber daya manusia. 4. Bertanggung jawab manusia. 5. Bertanggung jawab atas kebenaran dan kelengkapan administrasi surat pengangkatan dan pemutusan hubungan kerja karyawan
6. Bertanggung jawab atas pemeliharaan data karywan di aplikasi

atas perencanaan pengembangan sumber daya

HRMIS Aplikasi Payroll dan berkas karyawan agar selalu lengkap dan akurat.

39

7. Bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas untuk karyawan konseling dan tindak lanjut atas masalah. 8. Bertanggung jawab kepada Pemimpin Cabang Utama. y. Kepala Bagian Kredit Card
1. Memonitor secara aktif dan melakukan koordinasi dalam hubungan

internal dan eksternal dari unit kerja yang dibawahinya, serta memberikan pengarahan langsung sesuai dengan wewenangnya untuk kelancaran jalannya unit kerja Credit Card
2. Memonitor

dan

mengawasi

jalannya

kegiatan

perencanaan

administrasi dan pemasaran Credit Card
3. Memonitor pelaksanaan prosedur/ policy pemasaran atas prduk Credit

Card 4. Bertanggung jawab atas keamanan data, copy dokumen dan kelengkapan dokumen nasabah. 5. Bertanggung jawab kepada Wakil Pemimpin Sistem dan Operasi.

4.1.4

Pemasaran PT. Bank Central Asia Tbk Cabang Jember Daerah pemasaran PT. Bank Central Asia Cabang Jember adalah meliputi

wilayah Kabupaten Jember juga melakukan lintas kabupaten yang mencakup Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo, dimana daerah-daerah ini merupakan daerah yang sangat potensial. Selain sebagai daerah agraris, daerah pariwisata kelautan dan pantai, home industry, bermacam-macam industri dan lain sebagainya, serta juga daerah pendidikan, juga menunjukkan bahwa liingkup aktivitas PT. Bank Central Asia Cabang Jember merupakan kota yang sangat potensial sebagai daerah pemasaran produk-produk perbankan.

40

a)

Saluran distribusi. Sistem distribusi dalam perbankan adalah sarana penghubung antar bank dengan nasabahnya atau merupakan sarana bank untuk berkomunikasi dalam menawarkan produk-produknya. Peranan teknologi dalam perbankan sangat mempengaruhi efektifitas sistem distribusinya. Adapun saluran distribusi yang digunakan oleh Bank Central Asia adalah distribusi langsung yaitu nasabah datang sendiri untuk mendapatkn pelayanan.

b)

Saluran promosi. Dalam pemasaran modern, perbankan dituntut tidak hanya memasarkan produk yang bagus, menetapkan tingkat suku bunga yang menarik, tetapi pelayanan yang ditawarkan juga harus dikomunikasikan kepada masyarakat, sehingga akan timbul kesan positif terhadap suatu produk. Kegiatan promosi dilakukan untuk memperkenalkan produk perbankan kepada calon nasabah atau nasabah dan mendorong kepada nasabah untuk membeli serta memperkuat posisi terhadap produk bank pesaing. Adapun kegiatan promosi yang telah dilakukan oleh Bank Central Asia Cabang Jember adalah:
1) Advertising.

yaitu

dengan

mencetak

brosur-brosur

berisikan

keterangan perihal produk-produk yang ditawarkan dan diletakkan di counter-counter nasabah agar nasabah yang membutuhkan informasi perihal produk dapat cepat mengetahuinya.
2) Personal selling. Yaitu dilakukan dengan mendatangi instansi-instansi

tertentu seperti perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan lainnya. 4.1.5 Visi dan Misi PT. Bank Central Asia Visi PT. Bank Central Asia adalah “Membangun suatu sistem perbankan yang tangguh dan efisien serta kompetitif dan teknologi yang canggih dalam menghadapi persaingan.” Misi PT. Bank Central Asia adalah “Menerapkan manajemen professional, menunjang pembangunan ekonomi Indonesia, memberikan jasa perbankan yang

41

Di dalam permulaan usaha bisnis kartu kredit pada tahu 1980-an BCA memulai usahanya dengan peralatan dan tata kerja yang sangat sederhana. Sekitar tahun 1988 BCA sudah mempergubakan komputerisasi. Untuk saat ini IBM 3090 dianggap kurang dapat memenuhi tuntutan zaman maka ditambahlah komputer ES/9000 yang 42 . sedangkan karywan yang bekerja pada waktu itu hanya sebanyak 14 orang.beragam dan berkualitas tinggi melalui jaringan kantor cabang yang luas serta mencapai return on asset di atas rata-rata industry perbankan nasional” 4. mula-mula yang digunakan adalah computer IBM 3090. sebagian besar masih dikerjakan secara manual walau ada beberapa langkah yang sudah dikomputerisasi(computized).Pada saat itu IBM 3090 adalah suatukomputer paling modern di Indonesia. Jakarta. 22-23 lantai dasar. Hanaya ada empat perusahaan yang menggunakan computer tersebut. maka BCA berusaha memperbaiki kartu kredit tersebut secara perlahan-lahan. Saat itu pemegang kartu kredit dan merchant-nya juga masih sedikit.1 Kartu Kredit Sejarah Berdirinya Bank Central Asia Card Center Bank Central Asia Card Center adalah suatu unit kerja di kantor pusat yang menangani kartu kredit secara menyeluruh untuk mendukung cabang-cabang Bank Central Asia diseluruh Indonesia.2 4. Dengan berkembangnya bisnis kartu kredit membuat unit kerja BCA Card Center berkembang pula statusnya menjadi setingkat Kantor Cabang Utama yang dipimpin oleh seorang Kepala BCA Card Center.2. Dalam usahanya untuk dapat meningkatkan jumlah cardholder-nya. Sedang lokasi BCA Card Center saat ini berada di Wisma BCA di Jalan Jendral Sudirman Kav. setelah melewati tehap-tahap pembenahan dengan upaya yang gigih dan terus menerus BCA Card meulai mendapat tempat dan kepercayaan di masyarakat. Dengan pengalaman yang ada dan studi banding dengan pemegang kartu kredit di luarnegeri BCA berusaha untuk dapat memperbaiki bisnis kartu kredit beserta operasionalnya. karena operasional dari kartu kredit ini merupakan hal yang sangat vital bagi BCA. Pada awalnya BCA Card Center bertempat di Jalan Pecenongan 86 Jakarta. melalui macam-macam kesulitan dengan tata cara kerja yang sangat sederhan.

Bank Central Asia PT. BCA CARD Silver b.2. BCA VISA Card silver b. yangmerupakan pelopor bisnis kartu kredit di Indonesia hingga saat ini telah mengeluarkan 4 macam kartu kredit yaitu: a. Bank Central Asia Tbk. yang terdiri dari: a. BCA Card. Saat ini computer yang digunakan adalah IBM AS 400 yang mempunyai kemampuan jauh lebih besar dari computer sebelumnya. JCB Card yang terdiri dari: a. Dari kartu-kartu kredit yang dikeluarkan oleh BCA yangmembedakan antara kartu silver dengan kartu gold selain warna dari kartu itu sendiri adalah pagu 43 . 4. JCB Card Gold Keempat kartu kredit tersebut yang telah dikeluarkan oleh BCA kemudian dikenal dengan sebutan four card in one banking atau secara singkat disebut 4 in 1. seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih berarti ikut mendorong perkembangan bisnis kartu kredit dewasa ini. BCA VISA Card yang terdiri dari: a. BCA MASTER Card yang terdiri dari: a.mempunyai bentuk fisik lebih kecil tapi mempunyai kemampuan yang besar. sampai saat inikomputer tidak dapat dipisahkan lagi dari kartu kredit. JCB Card Silver b. BCA CARD Gold b.2 Kartu Kredit Yang Dikeluarkan Oleh PT. karena semua transaksi yang dilakukan adalah melalui data elektronik. BCA MASTER Card Silver b. BCA VISA Card Gold c. BCA MASTER Card Gold d.

Setelah Cabang BCA menerima kartu kredit tersebut segera menghubungi cardholder untuk mengambil kartu kreditnya yang telah selesai dicetak.000. Dan diteruskan ke BCA Card Center untuk dicetakkan kartu kreditnya sesuai dengan permohonan yang telah diisi oleh cardholder.000.00 sedangkan kartu kredit Gold pagu kredit yang diberikan antara Rp. 2.2. Jika permohonan dari calon cardholder melampaui kewenangan Pemimpin Cabang akan diteruskan dahulu ke Kepala Kantor Wilayah untuk mendapatkan persetujuan. Setelah dokumen dan data-data tersebut diterima oleh BCA selanjutnya dianalisa oleh bagian analis kredit Cabang BCA dan jika layak serta masih dalam kewenangan Cabang akan disetujui oleh Pemimpin Cabang BCA. Jika kartu silver pagu kredit yang diberikan antara Rp. Saat cardholder mengambil kartu 44 . 7. Prosedur penerimaan cardholder Calon nasabah yang ingin menjadi cardholder atau pemegang kartu kredit BCApertama-tama harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.kredit yang diberikan. 4.000.000. Setelah kartu kredit dicetak oleh BCA Card Center akan dikirimkan ke Cabang di mana cardholder mengajukan permohonannya.00 ke atas.000. Berusia 21 tahun Mengisi formulir permohonan kartu kredit BCA Menyerahkan foto copy KTP Menyerahkan pas foto Mempunyai rekening BCA Menyerahkan surat kuasa debet rekening (jika menghendaki tagiahan debet rekening) Menyerahkan jaminan bisa berupa rekening tabungan.000. 10.00 sampai Rp. deposito atau simpanan lain.3 Prosedur Kartu Kredit Bank Central Asia a.

SIUP. Setelah Cabang BCA menerima kiriman EDC dari BCA Card Center kemudian akan dipasang pada tempat pedagang untuk digunakan transaksi penerimaan pembayaran dengan kartu kredit.1 Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi digunakan untuk mengetahui besarnya manfaat. discount rate dan batas transaksi pembelian.1 berikut: Tabel 4. biaya. TDP. dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. prestise. 4.1 Hasil Regresi Linier Berganda No Variabel Koefisien Koefisien Pengujian 45 .kreditnya harus menandatangani tanda terima kartu kredit sebagai bukti bahwa kartu kredit telah diterima oleh cardholder dengan benar dan kartu kredit baru bisa diaktifkan untuk dapat dipakai belanja. b. Prosedur penerimaan merchant Pedagang yang ingin menjadi merchant kartu kredit BCA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: Menyerahkan foto copy KTP. Hasil analisis regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel 4.3. nomor rekening.3 Analisis Data 4. dan NPWP Menandatangani perjanjian kerjasama Mengisi formulir keterangan pedagang Mempunyai rekening BCA Setelah data dan dokumen diterima oleh Cabang BCA dianalisa terlebih dahulu oleh bagian analis kredit jika layak akan disetujui oleh Pemimpin Cabang dan diteruskan ke BCA Card Center untuk mendapatkan Mesin EDC( electronic Data Capture) yang telah disetting datany seperti: nomor merchant.

36 1.347 2.046 -0.538 1.258 0. Koefisien regresi sebesar -0.746 0087 Konstanta = 1.0.26 R2 = 0. prestise.291 0.334 -0.91 Sumber: Hasil pengolahan data lampiran 2 Berdasarkan tabel 4. Koefisien regresi sebesar 0.191 -0.0.741 dengan anggapan variabel yang lain adalah konstan 4.613.741 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 satuan biaya (X2) akan menurunkan keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember (Y) sebesar 1.323 dengan anggapan variabel yang lain adalah konstan 5.613 2.871 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena bernilai negatif) 1 satuan manfaat (X1) akan menurunkan keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember (Y) sebesar 0.323X3+ 0.323 0.263 1.613 . nilai konstanta dari nilai regresi tersebut (a) sebesar 1. dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember (Y) adalah 1.741 -0.871 0.082 Ftabel = 6.1 2 3 4 independent X1 X2 X3 X4 Dependent Y Regresi Beta t hitung Sig t -0.046X4 Hasil persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan secara terperinci sebagai berikut: 1. nilai ini berarti bahwa jika tidak ada variabel manfaat. biaya.1 diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 1.673 0.741X2 .871 dengan anggapan variabel yang lain adalah konstan 3.871 X1 + 1.613 R = 0.954 Fhitung = 8.215 -0.046 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 satuan kemudahan (X4) akan meningkatkan kartu kredit pada PT BCA 46 . Koefisien regresi sebesar 1.323 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena bernilai negatif) 1 satuan prestise (X3) akan menurunkan keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember (Y) sebesar 0. Koefisien regresi sebesar -0.

dan kemudahan berpengaruh secara bersama-sama terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember ditunjukkan pada lampiran 2. apabila nilai probabilitas Fhitung ≤ 0. prestise. koefisien beta variabel biaya sebesar -0. biaya. Kriteria pengambilan keputusan dalam uji F ini yaitu apabila nilai probabilitas Fhitung > 0. Hasil pengujian untuk melihat apakah koefisien dari variabel bebas yaitu manfaat. Sebaliknya.1 dapat dilihat besarnya koefisien beta variabel manfaat sebesar 0. prestise. biaya. yang berarti bahwa variabel bebas manfaat. Manfaat yang diperoleh oleh nasabah dibandingkan dengan menggunakan kartu kredit non BCA adalah lebih besar. dengan kata lain bahwa secara bersama-sama variabel manfaat.046 dengan anggapan variabel yang lain adalah konstan Nilai koefisien beta dari analisis regresi linier untuk masing-masing variabel digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara hubungan antara variabel manfaat.05 maka H0 diterima dan Hi ditolak. biaya. biaya. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa variabel manfaat Jember Manfaat adalah suatu yang diperoleh nasabah dalam proses transaksi kartu kredit.2 Pengujian Secara Bersama-sama (Uji F) Untuk mengetahui adanya pengaruh faktor manfaat. dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. Hal ini dapat dilihat semakin banyaknya penggunan kartu kredit BCA.191.05 maka H0 ditolak dan Hi diterima. prestise. dan koefisien beta variabel kemudahan sebesar -0. koefisien beta variabel prestise sebesar -0263.cabang Jember (Y) sebesar 0.334. dan kemudahan mempunyai pengaruh adalah faktor paling dominan yang berpengaruh terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang 47 . biaya.413. prestise.3. prestise. dan kemudahan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. Dari tabel 4. 4. dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember secara bersama-sama digunakan alat analisis yaitu uji F (F-test).

26 hal ini berarti F hitung > F tabel (8. Dari hasil regresi diperoleh uji F hitung sebesar 8.05). manfaat. Kriteria pengujian untuk uji t ini adalah apabila nilai probabilitas t lebih besar dari level of significance (α = 0. dan kemudahan secara bersama-sama berpengaruh secara nyata terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember.05. artinya bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas manfaat terhadap variable terikat keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. maka H0 ditolak dan Hi diterima. variabel manfaat memiliki nilai probabilitas t sebesar -0.000. artinya secara parsial variable bebas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variable terikat.082 > 6. sebaliknya apabila nilai probabilitas t lebih kecil atau sama dengan level of significance (α = 0.000) jauh kecil dari 0.yang signifikan terhadap variabel terikat keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember.. artinya bahwa secara parsial masing-masing variable bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variable terikat.082 sedangkan F tabel pada a = 5%. maka Ho diterima karena t hitung lebih kecil dari t tabel. perstise dan kemudahan secara parsial terhadap variabel terikat yaitu keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi keputusan menggunakan kartu kredit atau dapat dikatakan variabel manfaat.3. maka H0 diterima dan Hi ditolak. Hasil pengujian koefisien regresi secara parsial ditunjukkan pada lampiran 2.05). Dari hasil analisis regresi linier berganda pada lampiran 2 diperoleh hasil sebagai berikut: 1.3 Pengujian Secara Parsial (Uji t) Pengujian koefisien regresi dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas biaya. Karena F hitung > F tabel atau probabilitas (0.673 sedangkan t tabel untuk X1 adalah 2.776. biaya. 48 . df1= 4 dan df2 = 3 sebesar 6. prestise. 4.26 ) dengan tingkat signifikan 0.

776. maka Ho diterima karena t hitung lebih kecil dari t tabel artinya bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas prestise terhadap variabel terikat keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. biaya. 4. variabel kemudahan memiliki nilai probabilitas t sebesar 2. prestise dan kemudahan.2.98987. 4. hal ini menunjukkan bahwa model regresi lebih baik dalam bertindak sebagai prediktor variabel daripada rata variabel Y sendiri Untuk mengetahui besarnya proporsi sumbangan variabel dependen manfaat. prestise dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember.1 lebih besar dari Standard. artinya bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas biaya terhadap variabel terikat keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. variabel biaya memiliki nilai probabilitas t sebesar 1. 3. biaya. Sebesar 91% angka kematian bayi dapat dijelaskan dengan variabel manfaat.776.215 sedangkan t tabel untuk X2 adalah 2. Standar deviasi Y sebesar 2.347 sedangkan t tabel untuk X3 adalah 2.3.776.98987. biaya. maka Ho diterima karena t hitung lebih kecil dari t tabel artinya bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas kemudahan terhadap variabel terikat keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. Error of the Estimate sebesar 0.954 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara variabel manfaat. Berdasarkan dari hasil perhitungan data yang diolah diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) 49 .4 Koefisien Determinasi Berganda Nilai R sebesar 0. Standart. maka Ho diterima karena t hitung lebih kecil dari t tabel.258 sedangkan t tabel untuk X4 adalah 2. Error of the Estimate sebesar 0. variabel prestise memiliki nilai probabilitas t sebesar -0. prestise dan kemudahan secara bersama-sama terhadap naik turunnya terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember digunakan analaisis koefisien determinasi berganda (R2).

misalnya hadiah yang ditawarkan. berarti hubungan antara manfaat. Uji Multikolinearitas Hasil analisis regresi linier berganda variabel dependen manfaat. prestise dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember.954. prestise dan kemudahan terhadap keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember sangat erat. Nilai koefisien korelasi ditunjukkan pada lampiran 2 sebesar 0. biaya. 4. Namun untuk menjelaskan dan memperkuat pengaruh dari hasil analisa regresi yang diperoleh maka diperlukan asumsi-asumsi klasik yang ada dalam model regresi agar pengujian tersebut bersifat BLUE. Dari hasil pengujian ini sebenarnya sudah dapat digunakan untuk menentukan bahwa model regresi yang diperoleh telah dapat menjelaskan keadaan yang sesungguhnya. dilakukan pengujian 50 . Pengujian asumsi klasik tersebut menggunakan uji ekonometrika yaitu: 1. biaya.91. sedangkan sisanya 9% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini. prestise dan kemudahan secara bersama-sama mampu mempengaruhi variabel independen keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember. digunakan untuk mengetahui sifat keeratan hubungan antara variabel manfaat. prestise dan kemudahan sebesar 91%.sebesar 0. Untuk nilai koefisien korelasi ( R ). biaya.2.6 Uji Asumsi Klasik Hasil analisis regresi yang meliputi uji F dan uji t mengahasilkan pengaruh yang signifikan tetapi ada juga yang tidak berpengaruh secara signifikan pada pengujian secara parsial. tetapi ada kemungkinan terjadi multikolinearitas diantara masing-masing variabel dependen. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas. Nilai ini menunjukkan bahwa naiknya atau turunnya keputusan menggunakan kartu kredit pada PT BCA cabang Jember dapat dijelaskan oleh faktor manfaat. biaya.

variabel manfaat (X1) memiliki VIF sebesar 3. Dependent Variable: Y Dari tabel 4. Kriteria pengujiannya adalah apabila nilai VIF lebih besar dari 5 berarti didalam model terdapat multikolinearitas dan sebaliknya apabila nilai VIF lebih kecil dari 5 berarti didalam model tidak terjadi multikolinearitas.598 16. 1993:163). Hasil pengujian multikolinearitas dapat dijelaskan pada tabel 4.589 3.062 VIF 3.122 artinya model regresi dengan variabel puskesmas keliling terjadi multikolinieritas karena nilai VIF lebih besar dari 5 51 .355 25.589 artinya model regresi dengan variabel manfaat tidak terjadi multikolinieritas karena nilai VIF lebih kecil dari 5 2. variabel kemudahan (X4) memiliki VIF sebesar 16.pada variabel bebas secara parsial yaitu dengan melakukan regresi antar variabel bebas denmgan menjadikan salah satu variabel bebas sebagai variabel terikat (Gujarati.039 . Coefficientsa Collinearity Statistics Model 1 X1 X2 X3 X4 Tolerance .2 dijelaskan sebagai berikut: 1. variabel prestise (X3) memiliki VIF sebesar 25.555 artinya model regresi dengan variabel biaya tidak terjadi multikolinieritas karena nilai VIF lebih kecil dari 5 3.122 a.598 artinya model regresi dengan variabel prestise terjadi multikolinieritas karena nilai VIF lebih besar dari 5 4.279 . variabel biaya (X2) memiliki VIF sebesar 3.298 .2.

b. Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan uji Spearman yaitu dengan menggunakan koefisien korelasi rank dengan hipotesis sebagai berikut: a.3 berikut: Tabel 4. 2. kita sudah mempunyai keyakinan bahwa variabel-variabel X yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh yang terpisah atau bebas terhadap variabel terikat Y. Ho: tidak ada hubungan yang sistematik antara variabel yang menjelaskan dan niali mutlak dari residualnya. maka koefisien regresi dari pada variabel X tidak dapat ditentukan (indeterminate) dan standart errornya tak terhingga (infinite). Perlu disebutkan bahwa. walaupun bias ditentukan mempunyai standart error yang tinggi (dalam hubungannya dengan koefisienkoefisien itu sendiri).3 Ringkasan Hasil Analisis Heteroskedastisitas 52 . Untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dalam model ini dapat dilihat pada tabel 4. kolinearitas ganda sebenarnya merupakan fenomena sampel saja. Ketika kita merumuskan fungsi regresi populasi. Hal ini dikarenakan apabila kolinearitas sempurna terjadi. karena variabel bebas X dianggap konstan/tetap atau non stochastic. Kalau kolinearitas kurang sempurna. Dengan kata lain mungkin sampel tersebut tidak dapat mengakomodir semua variabel bebas X dalam analisa.Menurut Supranto (1995:8) di dalam regresi linier harus dianggap bahwa tidak ada kolinearitas ganda diantara variabel dependen. yang berarti koefisien regresi tidak dapat diperkirakan dengan tingkat ketelitian yang tinggi (jadi kurang teliti perkiraan yang diperoleh). Ha: ada hubungan yang sistematik antara variabel yang menjelaskan dan nilai mutlak dari residualnya. tetapi bias juga terjadi bahwa dalam suatu sampel yang diteliti yang dipergunakan untuk menguji model fungsi regresi populasi beberapa atau semua variabel bebas X mempunyai hubungan atau korelasi yang sangat kuat sehingga kita tidak dapat memisahkan pengaruh individu masing-masing terhadap Y.

683* .018 10 .327 .018 10 -.019 .959 10 .356 10 1.000 10 -.356 10 .Res Spearman's rho Residual Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N *.718* .723* .931 10 -.931 10 .030 10 X4 .05 level (2-tailed). Correlation is significant at the 0.003 10 .655* .038 .959 10 .000 .718* .003 10 -.917 10 1.929** .040 10 X2 .000 10 1.745* .327 . 1.759* . 10 .011 10 53 .929** .000 .745* .019 10 -.000 1. (2-tailed) N X4 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N X2 Correlation Coefficient Sig.828** .141 10 X3 .000 10 .013 10 .000 1. 10 -.035 . 10 -. (2-tailed) N X3 Correlation Coefficient Sig.038 .828** . 10 .019 10 1.000 .031 .924 10 X1 .500 .000 .013 10 -.019 .723* . (2-tailed) N X5 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N X1 Correlation Coefficient Sig.000 10 .031 .000 .917 10 . 10 .

berdasarkan hasil analisis yang ada dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. karena nilai ini sesuai dengan kriteria pengujian heteroskedastisitas heteroskedastisitas 3.05. nilai signifikansi (sig.05. nilai signifikansi (sig. karena nilai ini sesuai dengan kriteria pengujian heteroskedastisitas maka didalam heteroskedastisitas 2.917 yang berarti lebih besar dari alpha 0.931 yang berarti lebih besar dari alpha 0. nilai signifikansi (sig.959 yang berarti lebih besar dari alpha 0.05.05. karena nilai ini sesuai dengan kriteria pengujian heteroskedastisitas maka didalam heteroskedastisitas model ini tidak terdapat model ini tidak terdapat maka didalam model ini tidak terdapat model ini tidak terdapat 54 .Dari tabel dapat diketahui bahwa didalam model ada yang tidak terjadi heteroskedastisitas.00 yang berarti lebih besar dari alpha 0. 2-tailed) variabel biaya (X2) sebesar 1. 2-tailed) variabel manfaat (X1) sebesar 0. 2-tailed) variabel kemudahan (X4) sebesar 0. 2-tailed) variabel prestise (X3) sebesar 0. karena nilai ini sesuai dengan kriteria pengujian heteroskedastisitas maka didalam heteroskedastisitas 4. nilai signifikansi (sig.

Dalam data time series.21 < 2. P = 0. perbedaan karakteristik untuk elemen yang berbeda tidak terlihat. Ho ditolak. Untuk pengujian autokorelasi digunakan uji Durbin-Watson. Hasil perhitungan pada lampiran 2 diketahui bahwa nilai d (DW) adalah sebesar 2. P ≠ 0. P ≠ 0. sebab data yang dikumpulkan untuk elemen yang sama dalam waktu yang berlainan. Diketahui nilai dl dan du pada tingkat signifikan 5% (pada tabel) adalah dL = 0. 3.497 sedangkan untuk n = 340 dan k = 4.du yaitu 2.21.497 < 3.Menurut Supranto (1995: 47). atau 4 – du ≤ DW ≤ 4 – dl.56 dan dU = 2. Ho diterima. berarti terdapat autokorelasi positif pada model regresi yang digunakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima. − Apabila Dw > 4 – dl. maka pengujian ini hasilnya tidak konklusif (inconklusition) atau tidak dapat disimpulkan sehingga tidak dapat diketahui apakah terdapat autokorelasi atau tidak pada model regresi yang digunakan. − Apabila dl ≤ DW ≤ du. berarti tidak terdapat autokorelasi pada model regresi yang digunakan karena nilai du < DW < 4 . P = 0.44 atau dapat digambar sebagai berikut: A B D F 55 . − Apabila du < DW < 4 – du. variabel-variabel sebagai gambaran karakteristik elemen cenderung untuk mempunyai tingkatan nilai yang relatif sama. berarti terdapat autokorelasi negatif pada model regresi yang digunakan. berarti tidak terdapat autokorelasi pada model regresi yang digunakan. persoalan heteroskedastisitas akan terjadi pada analisis data time series. Sedangkan kriteria pengambilan keputusan untuk uji Durbin-Watson adalah sebagai berikut: − Apabila DW < dl. Ho ditolak. Uji Autokorelasi Autokorelasi berarti tidak terjadi antara variabel penggangu (ei) dengan variabel terikat.

Para nasabah. akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat melakukan perjalanan kamanapun ke luar negeri. Upaya diatas juga dipandang terkait dengan upaya mempertinggi unsur prestise atas produk kartu kredit Bank BCA. Supranto. berarti ada autokorelasi positif B = daerah tanpa keputusan atau daerah ragu-ragu (inconclusive) C = terima Ho D = daerah tanpa keputusan atau daerah ragu-ragu (inconclusive) E = tolak Ho.79 4 Gambar 4. juga dengan sejumlah bank asing utama lainnya.C 0 2.56 2. 1995:112) Keterangan: A = tolak Ho. berarti ada autokorelasi negatif 4. Statistik Durbin-Watson Sumber: (J.497 3. terutama yag berprofesi sebagai pejabat. Sebagai variabeel yang dominan di dalam proses keputusan nasabah untuk menggunakan kartu kredit.4 Pembahasan Manajemen Bank BCA Cabang Jember lebih melakukan pengembangan manfaat atas kartu kredit. shingga manfaat-manfaat yang ditawarkan akan lebih banyak. Bila dirasakan adanya kesulitan untuk menurunkan niali beban pembayaran pokok dan bunga kredit 56 . juga mungkin nasabah berkewarganegaraan asing.8. perlu upaya atau unsur biaya (yaitu. pembayaran pokok dan bunga kredit) yang terkandung di dalam kartu kredit.44 1. dimana terdapat jaminan bahwa kartu kredit Bank BCA juga dapat digunakan di negara yang dituju. eksportir. walau bank-bank lain tersebut merupakan pesaing dekat. perlu dipromosikannya adanya nilai pembayaran pokok dan bunga kredit yang bersaing atas produkproduk kartu kredit sejenis dari bank-bank lain yang lain.21 0. Salah satu alternative adalah dengan melakukan kerjasama dengan sejumlah bank lain melalui system perbankan elektronik. sehingga akan tercipta jaringan yang luas bagi Bank BCA. Sementara itu. maka unsure manfaat dapat menjadi keunggulanbersaing yang utama bagi Bank BCA.

pihak Bank BCA dapat memberikan diskon ataupun fasilitas khusus yang membedakan mereka dari para nasabah pemilik kartu kredit yang lainnya. Sementara itu. dimana hal ini sebagai bentuk penghargaan atas nasabah tersebut juga untuk mempertinggi loyalitas mereka. sistem perbankan elektronik (internet banking dan mobile banking) lebih dioptimalkan penggunaanya di dalam mempermudah proses administrasi atas kartu kredit. Bagi para nasabah yang telah lama menjadi pemilik kartu kredit ataupun yang tercatat seringkali menggunakan kartu kredit. dapat lebih disederhanakan. 57 . sampai proses permintaan memperluas lingkup penggunaan( limit nilai kartu kredit ataupun cakupan wilayah penggunaan). mulai dari proses pengurusan permintaan kartu kredit oleh nasabah. membutuhkan jangka waktu proses yang relatif pendek. serta persyaratan dan jaminan administrasi yang tidak memberatkan ataupun yang dapat dengan segera disiapkan oleh nasabah pemohon. lebih mudah. Terakhir.yang dikenakan atas nasabah. Bank BCA dapat lebih mengoptimalkan sistem perbankan elektronik yang dimiliki sehingga proses administrasi atas kartu kredit. proses penggunaan. mungkin bisa diupayakan untuk memperlonggar tenggang waktu pembayarannya.

misalnya peluang memperoleh hadiah jika menggunakan kartu kredit dalam limit nilai tertentu. 2. Variabel-variabel di dalam penelitian ini diidentifikasikan merupakan variabel-variabel utama (R ²= 91 %) yang dipertimbangkan nasabah di dalam memutuskan untuk menggunakan kartu kredit Bank BCA Cabang Jember. variabel-variabel di dalam penelitian ini berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan nasabah untuk menggunakan kartu kredit.BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5. Baik secara simultan maupun parsial.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. sementara lebih berupaya memperendah 58 . strategi Bank BCA Cabang Jember dapat diarahkan untuk mempertinggi unsur-unsur manfaat. Karenanya. Sementara sisanya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak termasuk di dalam penelitian ini. Variabel “manfaat” merupakan factor dominan yang secara positif mempengaruhi keputusan nasabah untuk menggunakan kartu kredit. prestise dan kemudahan administrasi atas kartu kredit. 1. 3.

sehingga akan semakin mudah bagi pihak BCA Cabang Jember di dalam menentukan strategi pemasaran dari kartu kredit. 1. Pihak BCA Cabang Jember di dalam upaya untuk meningkatkan jumlah nasabah yang menggunaka kartu kredit agar terutama mempertimbangkan keempat variabel yang diteliti di dalam penelitian ini. Perlu adanya penelitian lain yang bisa meneliti tingkat pengaruh dari variabel-variabel laian yang tidak diteliti di dalam penelitian ini. 59 . maka penulis memberikan saran yang mungkin dapat bermanfaat atau berguna sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan suatu kebijakan yang berhubungan dengan upaya peningkatan jumlah nasabah yang menggunakan produk karu kredit Bank Central Asia Cabang Jember secara khusus. 5. 2. selain itu juga berupaya mengidentifikasi variabel-varibel lain yang dapat mempengaruhi perilaku nasabah. pembayaran pokok dan bunga kredit ) yang di kandung oleh kartu kredit.ataupun memperlonggar unsur biaya (yaitu.2 Saran-saran Berdasarkan kesimpulan diatas. misalnya variabel peluang untuk memperoleh hadiah jika menggunakan kartu kredit dalam limit tertentu ataupun variabel eksternal yang lain seperti anggota keluarga ataupun kelompok referensi.

Cetakan ketiga. J. Consumer Behavior: Concept & Application. 1992. The Dryden Press Kotler. Fourth editon. Marketing Manajement: An Asia perspective. dan Chin Tiong Tan. 1994.DAFTAR PUSTAKA Djarwanto dan pangestu subagyo. Hani Handoko. james F. Mandar Maju. Analisa dan Perilaku Konsumen. 60 . Orlando. Inc Loudon. David L. Liberty Winardi. Supranto. dan Albert J Della Bitta. Statistik Induktif.Edisi keenam . Yogyakarta. 1993. Yogyakarta Engel. Bandung. Ekonometrika Buku I. Philip.Singapore pretice Hall.1991. Edisi keempat. Swee Hoon Ang. Singapore.Perilaku Konsumen. First edition. 1996. Jakarta: LPFE-UI Swasta. Basu dan T. McGraw-Hill.Marketing dan Perilaku Konsumen. 1996. 1995.BPFE Yogyakarta. Siew Meng Leong. dan Roger D Blackwell.

61 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful