KONSEP SEHAT SAKIT Oleh: Dewi Nastiti, S.

Kep, Ns

A. Definisi sehat sakit Sehat dalam arti luas adalah suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal dan eksternal untuk mempertahankan keadaan kesehatannya.

Perawat dapat memiliki definisi yang berbeda-beda tentang kesehatan, mereka membuat rencana perawatan berdassarkn pada definisi sehat dan standar pelayanan kesehatan yang diterapkan Beberapa definisi sehat: 1. Perkins (1939), sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara

bentuk dan fungsi tubuh dan beberapa factor yang berusaha mempengaruhinya 2. WHO (1974), sehat adalah suatu keadaan yang sempurna dari aspek fisik, mental,

soaial dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. 3. Neuman (1989) sakit sebagai totalitas dari seluruh proses kehidupan, termasuk

memandang sakit sebuah proses 4. UU NO.23, 1992, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social

yang memungkinkan hidup produktif secara social dan ekonomi

5.

Perkins (1937), sakit adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang

menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan aktifitas sehari-hari baik aktivitas jasmani, rohani dan social

MK IKD 1

23. atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. yang menandakan habisnya energy total” Menurut model kontinum sehat sakit. emosional. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari-hari) seperti masuk angin. psikologis dan bukan hanya mengalami kesakitan tetapi juga kecacatan 7. sehat adalah sebuah keadaan yang dinamis yang berubah secara terus menerus sesuai dengan adaptasi individu terhadap perubahan lingkungan internal dan eksternal untuk mempertahankan keadaan fisik. fisik. intelektual. UU NO. mental. yang terdapat dalam rentang dari kondisi sejahtera yang optimal. sampai kondisi kematian. sosial.6. sosial.sakit adalah jika seseorang menderita penyakit menahun (kronis). B. dengn energy yang paling maksimum. maka ia dianggap tidak sakit. WHO (1974). sakit adalah suatu keadaan yang tidak seimbang/sempurna seseorang dari aspek medis. agen dan individu 8. Kontinum sehat sakit atau rentang sehat sakit Neuman (1990) “sehat dalam suatu rentang adalah tingkat sejahtera klien pada waktu tertentu. sakit adalah tidak adanya keselarasan antara lingkungan. MK IKD 1 . pilek tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya. Sakit adalah sebuah proses dimana fungsi individu mengalami perubahan atau penurunan bila dibandingkan dengan kondisi individu sebelumnya. Raverlyy (1940an). Model sehat sakit 1. 1992. perkembangan dan spiritual yang sehat.

Model kesejahteraan tingkat tinggi Model kesejahteraan tingkat tinggi berorientasi pada cara memaksimalkan potensi sehat pada setiap individu utuk mampu mempertahankan rentang keseimbangan dan arah yang memiliki tujuan tertentu dalam lingkungan. sakit kronis dan berakhir dengan kematian. 2. maka paradigma keperwatan dalam konsep sehat sakit. maka akan lebih akurat bila ditentukan sesui dengan titik tertentu pada skala kontimum sehat sakit: Rentang sehat renatang sakit Sjahtera sht skali sht normal stengah skit sakit skit kronis mati Ket gambar: Rentang sakit dapat digambarkan mulai setengah sakit. apakah statusnya dalam keadaan sakit atau sakit kronis sehingga dapat diketahui tingkatan asuhan keperawatan yang akan diberikan serta tujuan yang ingin dicapai untuk meningkatkan status kesehatannya. memandang bahwa bentuk pelayanan keperawatan yang akan biberikan selama rentang sehat sakit. Model ini mencakup kemajuan tingkat fungsi ke arah yang lebih tinggi. sehat sekali dan sejahtera sebagai status sehat yang paling tinggi. yang menjadi suatu tantangan yang luas dimana individu mampu hidup dengan potensi yang paling MK IKD 1 .Karena sehat dan sakit merupakan kualitas yang relative. Berdasarkan rentang sehat sakit tersebut. akan melihat terlebih dahulu status kesehatan dalam rentang sehat sakit tersebut. sakit. sedangkan rentang sehat dapat digambarkan mulai dari sehat normal. yang mempunyai beberapa tingkat.

komponen pertama adalah persepsi individu tentang kerentangan dirinya terhadap suatu penyakit. 4. perasaan MK IKD 1 . tingkat sehat sakit individu atau kelompok ditentukan oleh hubungan yang dinamis antara ketiga variable agen. bukan suatu keadaan yang statis dan pasif. konflik dengan orang lain. Lingkungan fisik antara lain tingkat ekonomi. Model keyakinan kesehatan Menyatakan hubungan antara keyakinan seseorang dengan perilaku yang ditampilkannya. dipengaruhi oleh variable demaografi dan sosiopsikologis. pejamu dan lingkungan. iklim. krisis hidup. merupakan suatu proses yang dinamis. terutama jika dalam empat decade ada keluarga yang meninggal karena penyakit tersebut. termasuk stress. usia. kesulitan ekonomi.ex: riwayat keluarga. kematian pasangan. ex: klien perlu mengenal adany penyakit diabetes militus melalui riwayat keluarganya. gaya hidup Lingkungan: seluruh factor yang ada diluar pejamu. Model agen-penjamu-lingkungan Menurut pendekatan ini. kondisi tempat tinggal.maksimal. Komponen kedua adalah persepsi indiividu terhadap keseriusan penyakit tertentu. dimana agen adalah bakteri Pejamu: seseorang atau sekelompok orang yang rentan terhadap penyakit atau sakit tertentu. Lingkungan soaial terdiri dari interaksi seseorang dengan orang lain. Agen: factor internal atau eksternal yang dapat mengakibatkan terjadinya penyakit Ex: seseorang terkena penyakit typoid. 3. maka klien munngkin akan merasakan risiko mengalami penyakit diabetes militus.

missal mengubah gaya hidup. 1. Variable yang mempengaruhi keyakinan dan praktik kesehatan Variable internal dan eksternal dapat mempengaruhi bagaimana individu berfikir dan bertindak.2 1. contoh: secara umum seoarang anak belum mampu mengenal potensi penyakit serius dan mereka perlu diberikan motivasi untuk berpartisipasi dalam rencana pengobatan 1.1 Variable internal tahap perkembangan. cara seseorang merasakan fungsi fisik akan berakibat pada keyakinan terhadap kesehatan dan cara melaksanakannya. seseorang MK IKD 1 . Model keyakinan kesehatan menbantu perawat memahami berbagai factor yang dapat mempengaruhi persepsi. perilaku klien serta membantu perawat membuat rencana paling efektif untuk membantu klien memelihara atau memperoleh kembali status kesehatannya dan mencegah terjadinya penyakit. 1. 1996). 1993. Model peningkatan kesejahteraan “Peningkatan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesehatan klien” (Pender 1993. komponen ketiga dimana seseorang akan mengambil tindakan preventif.3 latar belakang intelektual persepsi tentang fungsi. 1996) C. Model tersebut juga mengatur berbagai tanda kedalam sebuah pola untuk menjelaskan kemungkinan munculnya partisipasi klien dalam perilaku peningkatan kesehatan (Pender. keyakinan. Model tersebut mengidentifikasi beberapa factor (demografi dan sosial) yang dapat meningkatkan atau menurunkan partisipasi untuk meningkatkan kesehatan. Contoh.terancam oleh penyakit dan tanda-tanda untuk bertindak. pemahaman cara bagaimana variable ini mempengaruhi klien memungkinkan perawat merencanakan dan memberikan perawatan individual. 5.

Contoh.5 Faktor spiritual menerima kemungkinan menderita penyakit Kesehatan dipandang oleh beberapa orang sebagai suatu kemampuan untuk menjalani kehidupan secara utuh. Ada beberapa agama yang melarang penggunaan bentuk tindakan pengobatan tertentu.2 Faktor sosioekonomik MK IKD 1 . seseorang dengan nafas yang terengah-engah dan sering batuk mungkina akan menyalahkan cuaca dingin jika ia secara emosional tidak dapat saluran pernafasan. Variable eksternal 1. seorang anak yang diajak orang tuannya yang sama.4 faktor emosional. perawat harus memahami dimensi spiritual klien sehingga mereka dapat dilibatkan secara aktif dalam asuhan keperawatan. kemungkinan besar ketika mereka dewasa juga akan membawa anaknya untuk melakukan pemeriksaan 1. seseorang yang tidak mampu melakukan koping scara emosional terhadap ancamman penyakitnya.1 prakti dikeluarga cara bagaimana keluarga klien menggunakan pelayanan kesehatan biasanya akan mempengaruhi cara klien dalam melaksanakan kesehatan. Pelaksanaan perintah agama merupakan suatu cara seseorang berlatih secara spiritual. 1.dengan kondisi jantung yang kronik akan merasa bahwa tingkat kesehatan mereka berbeda dengan orang yang tidak mengalami masalah kesehatan yang berarti. 2. untuk memeriksakan kesehatan rutin. Contoh. mungkin akan menyangkal adanya gejala penyakit pada dirinya dan tidak mau menjalani pengobatan. 1.

Factor sosial dan psikososial dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit dan mempengaruhi cara seseorang mendefinisikan dan bereraksi terhadap penyakit.3 Latar belakang budaya Latar belakang budaya mempengaruhi keyakinan. memahami perilaku dan keyakinan klien. Contoh. Contoh. dan diberikan kepada klien yang sehat secara fisik dan mental. Perawat harus mengidentifikasi dan memasukkan factor budaya kedalam rencana perawatan klien untuk menghindari terjadinya konflik antara tujuan dan metode perawatan dengan latar belakang budaya klien D. jika masyarakat menerima perilaku dari sekelompok gadis remaja tertentu yang mempunyai kebiasaan merokok. Oleh karena itu perawat harus menyadari pola dan budaya yang berhubungan dengan perilaku dan bahasa yang digunakan oleh diri sendiri maupun orang lain. Budaya juga mempengaruhi tempat masuk ke dalam system pelayanan kesehatan dan mempengaruhi cara melaksanakan kesehatan pribadi. tidak menggunakan tindakan terapetik dan tidak menggunakan identifikasi gejala penyakit MK IKD 1 . maka mereka akan mampu mengenal. Preventif: Primer Pencegahan yang sebenarnya. Peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. nilai dan kebiasaan individu. maka dorongan untuk menerima kebiasaan tersebut lebih besar daripada perhatian tentang bahaya merokok. 1989). 1. pencegahan ini dilakukan sebelum terjadi penyakit dan gangguan fungsi. sebuah studi tentang pendidikan kesehatan yang dilakukan pada penduduk Amerika keturunan Afrika sebagian besar tidak mempunyai akses untuk mendapatkan pendidikan kesehatan yang dapat digunakan sebagai cara pencegahan primer (Airhihenbuwa.

imunisasi. 1994). tapi juga ditujukan untuk mencegah timbulnya masalah dimasa yang akan dating (ex: terjadinya kecelakaan dirumah. 1994). Sebagian besar dilakukan dirumah. - Tersier Pencegahan tersier dilakukan ketika terjadi kecacatan atau ketidakmampuan yang permanaen dan tidak dapat disembuhkan. 1993. Pencegahan tersier terdiri dari cara meminimalkan akibat penyakit atau ketidakmampuan melalui intervensi yang bertujuan untuk mencegah komplikasi dan penurunan kondisi kesehatan (Edelman dan Mandle. kesegaran fisik - Sekunder Pencegahan sekunder berfokus pada individu yang mengalami masalah kesehatan atau penyakit. Edelman dan Mandle. Dan individu yang beresiko mengalami komplikasi atau penyakit yang labih buruk. Contoh. Pencegahan sekunder terdiri dari teknik screening dan pengobatan penyakit pada tahap dini untuk membatasi kecacatan. MK IKD 1 . Contoh. Factor resiko. program pendidikan kesehatan. penyediaan nutrisi yang baik. tidak hanya membantu klien untuk beradaptasi dengan kecacatannya. pemberian perawatan tersier pada klien yang telah mengalami kebutaan. Tingkat perawatan ini disebut perawatan preventif karena didalamnya mencakup tindakan pencegahan terjadinya ketidakmampuan atau penurunan fungsi yang lebih jauh. Dengan cara pembuatan diagnose dan pemberian intervensi yang tepat untuk menghindari kondisi yang lebih parah dan memungkinkan klien kembali pada kondisi kesehatan yang normal (Pender. 1994).(Edelman dan Mandle. dalam pengasuhan anaknya) E. rumah sakit atau fasilitas yang memadai.

beberapa jenis kanker dan penyakit lainnya mempunyai kemungkinan yang lebih besar terjadi pada pekerja didaerah industri yang terpajan dengan zat kimia tertentu. polusi udara. keturunan terhadap penyakit tertentu. Factor genetic. system sirkulasi) dapat meningkatkan kerentanan seseoranng terhadap penyakit pada area ini. Seseorang dengan riwayat keluarga yang menderita penyakit diabetes militus akan berisiko untuk mengalami penyakit tersebut dikemudian hari. resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler meningkat sesuai dengan peningkatan usia untuk kedua jenis kelamin. makan yang berlebihan. (Cotoh. nutrisi yang buruk. Contoh. Gaya hidup Banyak kegiatan. Usia Usia dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit tertentu. resiko terjadinya kecacatan saat lahir dan komplikasi kehamilan meningkat pada wanita yang melahirkan setelah usia 35 tahun 3. kurang tidur dan istrahat. Factor genetic dan fisiologis Factor resiko fisiologis mencakup funngsi tubuh secara fisik.seperti kelebihan berat badan dan tempat yang dapat meningkatkan stress pada sisitem fisik. Lingkungan Lingkungan fisik tempat dimana seseorang bekerja atau tinggal juga dapat meninngkatkan terjadinya penyakit tertentu.1. Contoh. kebiasaan merokok dll MK IKD 1 . 2. Contoh. kebiasaan dan cara pelaksanaan kesehatan yang mengandung factor resiko.air dan suara juga dapat menimbulkan penyakit 4.

Kanker merupakan sebuah proses penyakit. Perilaku sakit mencakup cara seseorang memantau tubuhnya.. tapi suatu keadaan dimana funngsi fisik. sedang klien dengan kanker payudara yang sedang mempersiapkan diri untuk operasi mungkin akan merasakan akibatnya pada dimensi lain selain dimensi fisik. 1. tukang kayu yang menderita sakit punggung. harapan sosial atau tanggung jawab. Seseorang yang sedang sakit pada umumnya mempunyai perilaku yang menurut istilah sosiologi kedokteran disebut perilaku sakit. intelektual. jika klien yakin bahwa gejala tersebut adalah hal yang MK IKD 1 . ibu rumah tangga yang sedang terkena flu mungkin harus berhenti sementara dari tanggung jawabnya menjaga anak dan mengurus rumah. Contoh. 1982) Selain itu perilaku sakit juga dapat terjadi pada klien yang mengalami kehilangan peran. tetapi klien dengan leukemia yang sedang menjalani pengobatan mungkin akan mampu berfungsi seperti biasa. melakukan upaya penyembuhan dan menggunakan system pelayanan kesehatan (Mechanic. jika klien merasa gejala sakit tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari maka mereka cenderung mencari bantuan kesehatan dibandingkan bila klien tidak memandang gejala tersebut menjadi gangguan baginya. mendefinisikan dan menginterprestasikan gejala yang dialaminya. Sakit dan perilaku sakit Sakit bukan hanya keadaan dimana terjadi suatu proses penyakit. sosial. Variabel yang mempengaruhi sakit 1) Variabel internal Tetgantung pada persepsi terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami. Contoh. emosional.F. perkembangan seseorang terganggu bila dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

bereaksi dengan cara menyangkal dan tidak mau mencari bantuann kesehatan 2) Variable eksternal Variable eksternal yang mempengaruhi perilaku sakit antara lain: gejala yang dapat dilihat. sedang teman yang kedua mungkin akan mengatakan kepadanya bahwa benjolan tersebut hanya merupakan bentuk dari penyakit fibrosistik sehingga ia tidak perlu ke dokter untuk segera memeriksakan diri. karena mungkin orang lain akan member komentar terhadap gejala pecah-pecah yang terlihat. teman pertama munngkin akan mendoronng untuk mencari penngobatan untuk menentukan apakah perlu dilakukan biopsy. Conth.serius dan mengancam kehidupannya. Latar belakang budaya dan etnik mengajarkan seorang individu bagaimana menjadi sehat. dua orang wanita usia 35 tahun yang berasal dari dua kelompok sosial yang berbeda telah menemukan adanya benjolan pada payudara ketika mereka sedang memeriksa payudara sndiri. mengenal penyakit dan menjadi sakit. suatu penyakit dapat berpengaruh terhadap citra tubuh dan perilaku sakit contoh. kemudian keduanya mendiskusikan kepada teman mereka massing-masing. maka klien tersebut akan segera mencari bantuan kesehatan. Pemberian arti sehat dan sakit berhubungan MK IKD 1 .contoh 2. seseorang yang mengalami bibir pecah-pecah akn lebih cepat mencari solusi daripada seseorang yang terkena sakit tenggorok. akan tetapi persepsi seperti itu dapat juga mempunyai akibat yang sebaliknya. umumnya memandang peristiwa ini sebagai suatu gejala yang berpotensi serius sebagai sakit yang mengancam kehidupan dan mungkin ia akan termotivasi untuk mancari bantuan. seseorang yang terbangun dari tidurnya ditengah malam karena nyeri dada. Kelompok sosial. Individu mungkin akan merasa takut mengalami sakit yang serius.klien akan membantu mereka untun menngenali ancaman penyakit atau memberi dukungan kepada klien untuk menyangkal potensi terjadinya suatu penyakit.

dengan nilai budaya dasar yang digunakan oleh seseorang untuk mendefinisikan spengalaman persepsi yang diterimanya (Spector. tetapi ada beberapa klien yang mungkin hanya mau mencari pelayanan dari tempat pelayanan kesehatan yang besar karena mereka percaya bahwa diagnose dan prosedur yang dilakukan lebih akurat. dan tenaga kesehatan selalu memcari hal yang paling buruk. kemudian berespon dalam bentuk emosi terhadap gejala tersebut. panas dll sebagai manifestasi terjadinya ketidak seimbangan dalam tubuh. tahap kontak dengan palayanan kesehatan MK IKD 1 . sisitem layanan kesehatan merupakan suatu system sosioekonomi dimana klien harus masuk. Tahap perilaku sakit a. tahap asumsi terhadap sakit tahap seseorang melakukan interprestasi terhadap sakitnya. seperti merasakan ketakutan /kecemasan – konsultasi dengan orang yang dianggap lebih tau/ yankes. dan pelayanan yang diberikan besifat seperti mesin satu arah. tahap gejala merupakan tahap awal seseorang mengalami proses sakit dengan ditandai adanyan perasaan tidak nyaman terhadap dirinya. 2. seperti rasa nyeri. c. berinteraksi dengannya dan kemudian keluar dari system tersebut. Seringkali klien merasakan bahwa pusat pelayanan kesehatan yang besar kurang menghargai mereka. oleh karena itu perawat perlu memahami latar belakang budaya yang dimiliki klien agar bias mengembangkan terapi yang individual. b. 1991). Akses klien kedalam system pelayanan kesehatan sangat erat hubungannya dengan pengaruh factor ekonomi.

Jika ternyata tidak lagi ditemukan gejala yang ada. seorang suami yang mengalami sakit demam. tahap penyembuhan merupakan tahap akhir menuju proses kembalinya kemampuan untuk beradaptasi kembali dengan lilngkungan atau dari sakit-sehat. Contoh. Dampak sakit pada klien dan keluarga 1. Contoh. tergantung pada penyakit dan sikap klien dalam menghadapi penyakit tersebut. memilih untuk tidak berinteraksi dengan yang lain. untuk mencari pembenaran tentang sakitnya. ia akan mengalami penurunan tenaga tau kesabaran. maka klien mengaggap dirinya sembuh. melainkan berbeda berdasarkan tingkat kebutuhannya juga penyakitnya. dan mungkin menjadi lebih mudah marah. perawat yang dilakukan atas inisiatif sendiri. maka dirinya akan datang ke yankes kembali. dapat menimbulkan perubahan emosi MK IKD 1 . namun bila gejala tersebut muncul kembali.tahap dimana seseorang telah mengadakan hubungan dengan yankes. Penyakit yang berat. Perubahan perilaku dan emosi Setiap orang mempunyai perilaku yang berbeda-beda terhadap kondisi sakit. e. Tahapan ini dapat dilakukan dengan pengkajian kebutuhan terhadap ketergantungan dan diberi support agar agar seseorang mengalami kemandirian. persiapan untuk berfungsi dalam kehidupan social. tetapi tidak semua orang mempunyai tingkat katergantungan yang sama. meminta nasuhat dari profesi kesehatan seperti dokter. yang mengancam kehidupan. tahap ketergantungan tahap dimana seseorang dianggap mengalami suatu penyakit yang akan mendapat bantuan pengobatan juga kondisi seseorang sudah mulai tergantung. Peran tenkes disini adalah membantu klien untuk meningkatkan kemandirian serta memberikan harapan dan kehidupan menuju kesejahteraans G. d. penyakit dengan jangka waktu singkat dan tidak mengancam kehidupan akan menimbulkan sedikit perubahan dan perilaku dalam fungsii klien atau keluarga.

syok. menerima dan rehabilitasi 4.yang lebih luas. Dampak sakit pada peraan keluarga Setiap orang mempunyai berbagai peran dalam kehidupannya. dukungan yang tersedia Contoh. Dengan perubahan peran jangka pendek seorang klien tidak akan mengalami tahap penyesuaian yang berkapanjangan. 2. marah. Perawat mengembangkan berbagai intervensi untuk membantu klien dan keluarga membentuk koping terhadap stress. maka selama waktu tersebut ia tidak bisa merawat anak-anaknya dan bekerja mengurus rumah tangganya. Tetapi pada perubahan jangka panjang klien akan memerlukan proses penyesuaian yang sama dengan proses berduka. 3. Beberapa penyakit dapat mengakibatkan perubahan pada penampilan fisiknya. dan sudah menderita sakit selama satu minggu. dan menatrik diri. misal akibat amputasi kaki. Dampak pada konsep diri MK IKD 1 . Pada awalnya dia mau melepaskan tanggung jawabnya tersebur agar dia mampu merawat dirinya sendiri. Reaksi klien dan keluarga terhadap gambaran tubuh tergantung pada antara lain: jenis perubahan (kehilangan anggota badan). pengambil keputusan. seperti ansietas. maka umumnya klien akan mengalami tahap berikut:syok. Hal tersebut merupakan respon umum terhadap stress yang disbabkan oleh sakit. kecepatan perubahan. penolakan. karena stressor umumnya tidak dapat diubah lagi. serta klien dan keluarga kan bereaksi yang berbeda-beda. seperti pencari nafkah. setelah berangsur-anngsur sembuh ia akan kembali melakukan peranperannya tersebut. manarik diri. Dampak pada citra tubuh Merupakan konsep subyektif seseoranng terhadap penampilan fisiknya. contoh seorang ibu dengan dua orang anak yang sedang mengalami inveksi virus. kapasitas adaptasi. mengakui.

Dampak pada dinamika keluarga Dinamika keluarga merupakan proses dimana keluarga melakukan fungsi. kesulitan emosi mungkin tetep berlangsung meskipun peran orangtua telah digantikan oleh annggota keluarga yang lain. Penggantian situasi tersebut dapat menimbulkan stres dan dapat menyebabkan tanggung jawab yang bertentangan bagi anaknya atau menyebabkan konflik pada saat pengambilan keputusan. Contoh. Akhirnya klien akan merasa kehilangan funngsi sosialnya. Contoh. akan mengalami rasa kehilangan jika salah satu orangtua harus dirawat dirumah sakit atau jika orangtuanya tidak bisa memberikan kasih sayang dan rasa aman kepadanya. member dukungan kepada anggota keluarganya dan melakukan koping terhadap perrubahan dan tantangan hidup sehari-hari. Akibat sakit terhadap konsep diri klien dan anggota keluarga mungkin dapat bersifat kompleks dan kurang bisa diobservasi bila dibandingkan dengan perubahan peran. MK IKD 1 . 5. Perawat berperan dalam pembuatan asuhan keperawatan dalam membantu klien akibat kondisi sakit yang dialaminya tersebut.Konsep diri adalah citra mental seseorang terhadap dirinya sendiri. mencakup bagaimana mereka melihat kekuatan dan kelemahan pada seluruh aspek kepribadiannya. Klien yang mengalami perubahan konsep diri karena kondisi sakitnya mungkin tidak lagi mampu memenuhi harapan keluarganya. klien tidak lagi terlibat dalam proses pengambilan keputusan dikeluarga atau tidak akan mampu memberi dukungan emosi pada anggota keluarga yang lain atau kepada teman-tamanya. yang akhirnya akan menimbulkan konflik atau ketegangan. mengambil keputusan. Konsepnya ini tidak hanya tergantung pada gambaran tubuh dan peran yang dimiliki tetapi juga bergantung pada aspek psikologis juga spiritual diri.

MK IKD 1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful