MAKALAH ETIKA PROFESI

“Bisnis dan Etika dalam Dunia Modern”
Disusun oleh : D4-4B
Nama Anggota :
1. Abraham Iqbal Islamy 2. Achmed Adaby Idham 3. Agi Eryanatta W. 4. Agustin Tripurnama Wardani

(0842520022) (0842520000) (0842520006) (0842520009)

JURUSAN AKUNTANSI POLITEKNIK NEGERI MALANG 2011

Bisnis bukanlah karya amal. Oleh karena itu. ilmiah-teknologis. Factor – factor tersebut antara lain : factor organisatoris-manajerial. Banyak factor yang mempengaruhi dan menentukan kegiatan bisnis. Bisnis berlangsung sebagai komunikasi social yang menguntungkan bagi kedua belah pihak yang melibatkan diri. bisa menimbulkan salah paham jika kita mengatakan bisnis merupakan suatu aktivitas social. Kompleksitas bisnis itu berkaitan langsung dengankompleksitas masyarakat modern sekarang. tanpa mengharapkan sesuatu kembali. informasi/pengetahuan.1. . Sudut pandang itu antara lain : a. Dalam ekonomi bisnis memunculkan kegiatan tukar menukar. Sudut pandang ekonomi Bisnis adalah kegiatan ekonomis. dan politik-sosial-kutural. Dipandang dari sudut ekonomis. jual-beli. Teori ekonomi menjelaskan bagaimana dalam sistem ekonomi pasar bebas para pengusaha dengan memanfaatkan sumber daya yang langka (tenaga kerja. Tiga aspek pokok dari bisnis Bisnis modern merupakan realitas yang sangat kompleks. good business atau bisnis yang baik adalah bisnis yang membawa banyak untung. bahan mentah. khususnya ilmu ekonomi dan teori manajemen. modal) menghasilkan barang dan jasa yang berguna bagi masyarakat. Bisnis dapat dilukiskan sebagai kegiatan ekonomis yang kurang lebih terstruktur atau terorganisasi untuk menghasilkan untung. Seluruh factor yang membentuk kompleksitas bisnis modern sudah sering dipelajari dan dianalisis melalui berbagau pendekatan ilmiah. Bisnis sebagai kegiatan social dapat dilihat sekurang – kurangnya dari 3 sudut pandang yang berbeda tetapi tidak selalu mungkin dapat dipisahkan. dan tindakan interaksi lainnya. Bisnis justru tidak mempunyai sifat membantu orang dengan sepihak.

Dari segi norma. yaitu sudut pandang moral. karena peraturan hokum dituliskan hitam diatas putih dan ada sanksi tertentu bila terjadi pelanggaran. dapat dikemukakan beberapa alasan. namun dua macam norma itu tidak sama. Etika selalu harus menjiwai hukum. sedangkan menurut hukum hal tersebut tidak dilarang. Disamping sudut pandang hukum. Banyak hal yang bersifat tidak etis. “Hukum Dagang” atau “Hukum Bisnis” merupakan cabang penting dari ilmu hukum modern. Seperti etika pula. Suatu perbuatan dapat dinilai dengan baik menurut arti teladan justru apabila memenuhi standart tersebut.b. Walauoun terdapat hubungan erat antara norma hukum dan norma etika. hukum bahkan lebih jelas daripada etika. Perlunya sudut pandang moral disamping sudut pandang hukum adalah bahwa proses terbentuknya undang – undang atau peraturan – peraturan hukum lainnya memakan waktu lama. sedangkan perilaku yang buruk bertentangan dengan atau menyimpang dari norma – norma moral. Hukum itu sendiri seringkali bisa disalahgunakan. Bisnis yang baik adalah juga bisnis yang baik secara moral. 2. c. Oleh karena itu. sehingga masalah – masalah baru tidak dapat segera diatur secara hukum. Bisnis yang baik (good business) buka saja bisnis yang menguntungkan. Perilaku yang baik – juga dalam konteks bisnis – merupakan perilaku yang sesuai dengan norma – norma moral. baik dalam proses terbentuknya undang – undang maupun dalam pelaksanaan peraturan hukum. karena menetapkan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Sudut pandang etika / moral Dengan tetap mengakui peranan sentral dari sudut pandang ekonomis dalam bisnis. Perumusan hukum tidak pernah sempurna. perlu segera ditambahkan adanya sudut pandang lain lagi yang tidak boleh diabaikan. hukum merupakan sudut pandang normative. 3. sehingga orang yang beritikad buruk bisa memanfaatkan celah – celah dalam hukum (the loopholes of the law) . Selain itu ada pula hal – hal yang diatur oleh hukum yang tidak mempunyai hubungan angsung dengan etika. yaitu: 1. Sudut pandang hukum Bisnis juga terikat oleh hukum. kita tetap membutuhkan sudut pandang moral.

Hati nurani mengikat kita dalam arti. sehingga tidak terbuka untuk orang lain. Jika kadang kala kita ragu – ragu tentang boleh tidaknya suatu tindakan bisnis menurut segi hukum. Hati nurani kita miliki karena kita adalah makhluk social. Karena itu. Bisnis adalah baik. Hati nurani merupakan norma moral yang penting. termasuk orang yang tidak beragama. Bisa saja hukum memang dirumuskan dengan baik. Penilaian Masyarakat Umum . Yang menjadi tolok ukur dari baik buruknya suatu perbuatan / tingkah laku setidaknya ada 3 macam tolok ukur. setiap orang memiliki hati nurani. kita bisa mengajukan masalah ini ke pengadilan dan minta keputusan hakim. bisnis adalah baik. tetapi karena salah satu alasan sulit untuk dilaksanakan. 5. tolok ukurnya cukup jelas. Hati Nurani Suatu perbuatan adalah baik. Perlunya sudut pandang moral disamping sudut pandang hukum adalah bahwa hukum kerap kali mempergunakan pengertian yang ada di dalam konteks hukum itu sendiri tidak didefinisikan dengan jelas dan sebenarnya diambil dari konteks moral. Untuk sudut pandang hukum. Lebih sulit untuk menentukan baik tidaknya bisnis dari sudut pandang moral. yaitu: a. kita harus melakukan apa yang dikatakan hati nurani dan tidak boleh melakukan apa yang berlawanan dengan suara hati nurani. Tolok ukur untuk ketiga sudut pandang diatas Secara ekonomis. b.4. jika diperbolehkan oleh sistem hukum. jika menghasilkan laba. jika dilakukan bertentangan dengan suara hati nurani. jika perbuatan itu dilakukan sesuai dengan hati nurani. tetapi sifatnya subyektif. Hal ini akan tampak di dalam laporan akhir tahun. yang harus disusun menurut metode control financial dan akuntansi yang sudah baku. Kaidah Emas c. karena sulit dijalankan control yang efektif. dan suatu perbuatan lain buruk. misalnya.

Etika sebagai praksis sama artinya dengan moral atau moralitas apa yang harus dilakukan. artinya tahu membedakan antara yang tahan uji dan yang tidak tahan uji. Etika sebagai praksis berarti nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan. Hal itu terjadi. karena tiga cirri inilah membuat pemikiran mencapai taraf ilmiah. Pemikiran ilmiah selalu bersifat kritis. dan sebagainya. Tetapi etika sebagai refleksi bisa mencapai taraf ilmiah juga. pantas dilakukan. Orang yang berbicara tentang akuisisi internal. Etika sebagai ilmu mempunyai tradisi yang sudah lama. karena etika dalam arti ini merupakan suatu . Etika sebagai refleksi adalah pemikiran moral. metodis. menyatakan keraguannya tentang kualitas etis dari tindak bisnis itu. menduga bahwa akuisisi internal tidak sesuai dengan nilai dan norma moral yang semestinya berlaku dalam dunia bisnis. Orang yang mengeluh bahwa etika bisnis mulai menipis. artinya tidak semrawut tetapi berjalan secara teratur dengan mengikuti satu demisatu segala tahap yang telah direncanakan sebelumnya. Tradisi ini sama panjangnya dengan seluruh sejarah filsafat. Dalam etika sebagai refleksi kita berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.2. bila refleksi dijalankan dengan kritis. walaupun seharusnya dipraktekkan. bermaksud bahwa pebisnis sering menyimpang dari nilai dan norma moral yang benar. Suatu uraian sistematis tentang etika bisnis sebaiknya dimulai dengan menyelidiki dan menjernihkan cara kita seperti “etika” dan “etis” diapakai. Perlu diakui. Pemikiran ilmiah bersifat metodis pula. Apa itu etika bisnis? Kata “etika” dan “etis” tidak selalu dipakai dalam arti yang sama dan karena itu pula “etika bisnis” bisa berbeda artinya. antara yang mempunyai dasar kukuh dan yang mempunyai dasar lemah. Etika sebagai refleksi menyoroti dan menilai baik buruknya perilaku orang. Dapat dikatakan juga. dan sistematis. ada beberapa kemungkinan yang tidak seratus persen sama (walaupun perbedaannya tidak seberapa) untuk menjalankan penyelidikan ini. Kendati dirumuskan dengan agak hati-hati. etika sebagai praksis adalah apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral. jadi ia menunjuk kepada etika sebagai praksis. Cara yang kami pilih untuk menganalisis arti-arti “etika” adalah membedakan antara “etika sebagai praksis” dan “etika sebagai refleksi”. Etika dalam arti ini dijalankan pada taraf popular maupun ilmiah.

Dan kemudian pemikiran filosofis tentang topic tersebut dilanjutkan sampai pada saat ini. 3. topik-topik moral dibahas secara tuntas dengan metode dan sistematika khusus yang sesuai dengan bidang moral itu. Belum pernah dalam sejarah. Tetapi hanya dalam etika filosofisk. etika bisnis pun dapat dijalankan pada tida taraf yaitu taraf makro.cabang filsafat. meso. Seperti etika terapan pada umumnya. dan Michael Walzer termasuk dalam filsuf besar yang menciptakan sebuah teori keadilan yang berbobot dalam abad 20. Dalam teks-teks kuno sudah dapat dibaca teguran kepada pemilik toko yang menipu dengan mempermainkan timbangan. Sejak akhir tahun 1960-an teori etika mulai membuka diri bagi topik-topik konkret dan actual sebagai obyek penyelidikan. Tetapi secara keseluruhan iklim pemikiran moral sekarang lebih terarah kepada masalah-masalah konkret. etika sudah mendampingi kegiatan manusiawi ini. Etika bisnis juga sebaiknya kita lihat sebagai suatu bidang peminatan dari etika terapan. Hal itu tentu tidak berarti bahwa etika filosofis memiliki monopoli dalam membahas topik-topik moral. Namun demikian. Tiga taraf ini berkaitan dengan tiga kemungkinan yang berbeda untuk menjalankan kegiatan ekonomi dan bisnis. Karena itu etika sebagai ilmu sering disebut juga filsafat moral atau etika filosofis. etika bisnis mendapat perhatian begitu besar dan intensif seperti sekarang ini. Etika bisnis mencapai status ilmiah dan akademis dengan indentitas sendiri. Tidak lama kemudian etika terapan memperluas perhatiannya ke topik-topik actual lainnya. Banyak masalah etis dibicarakan pada taraf popular dan hal itu selalu akan terjadi. Etika selalu sudah dikaitkan dengan bisnis. pada kenyataannya etika filosofis pun tidak jarang dijalankan pada taraf sangat abstrak. berlaku tidak etis. Sejak ada bisnis. dan mikro. Etika adalah cabang filsafat yang mempelajari baik buruknya perilaku manusia. Karena itu etika dalam arti ini sering disebut juga “filsafat praktis”. penggunaan tenaga nuklir dalam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). sejak saat itu pula bisnis dihubungkan dengan etika. persenjataan nuklir. sejak ditemukannya bisnis. Pedagang yang menipu langganan dengan menjual barangnya menurut pengukuran berat yang tidak benar. seperti lingkungan hidup. sebagaimana etika selalu dikaitkan juga dengan wilayah-wilayah lain dalam . John Rawls. Memang benar. Robert Nozick. Perkembangan Etika Bisnis Sepanjang sejarah. Perhatian etika untuk bisnis seumur dengan bisnis itu sendiri. dan lain-lain. tanpa hubungan langsung dengan realitas sehari-hari. kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika.

kehidupan menusia seperti politik. kini mulai berkembang etika bisnis dalam arti sebenarnya. 3. Suasana tidak tenang ini diperkuat lagi karena frustasi yang dirasakan secara khusus oleh kaum muda dengan keterlibatan Amerika Serikat dalam perang Vietnam. etika dalam bisnis atau etika berhubungan dengan bisnis berbicara tentang bisnis sebagai salah satu topic di samping sekian banyak topik lainnya. Situasi dahulu Dalam filsafat dan teologi abad pertengahan pembahasan ini dilanjutkan. Kita baru bis berbicara tentang etika bisnis dalam arti spesifik setelah menjadi suatu bidang tersendiri. Salah satu reaksi paling penting adalah member perhatian khusus kepada social issue dalam kuliah tentang manajemen. Dunia pendidikan menanggapi situasi ini dengan cara berbeda-beda. Pembahasannya tentu berbeda. Jika sebelumnya etika membicarakan aspek-aspek moral dari bisnis di samping banyak pokok pembicaraan moral lainnya (etika dalam hubungan dengan bisnis). pada tahun 1970-an para filsuf . seksualitas. Jika sebelumnya hanya para teolog dan agamawan pada tahap ilmiah membicarakan masalah-masalah moral dari bisnis. Masa peralihan tahun 1960-an Dalam tahun 1960-an terjadi perkembangan baru yang bisa dilihat sebagai persiapan langsung bagi timbulnya etika bisnis dalam dekade berikutnya. 1. keluarga. Rasa tidak puas ini mengakibatkan demonstrasi-demonstrasi paling besar yang pernah disaksikan di Amerika Serikat. dan sebagainya. dalam kalangan Kristen maupun islam. Jadi. Dengan memanfaatkan dan memperluas pemikiran De George ini kita dapat membedakan lima periode dalam perkembangan etika dalam bisnis menjadi etika bisnis ini. Topik-topik moral sekitar ekonomi dan perniagaan tidak luput pula dari perhatian filsafat di zaman modern. sejauh mata kuliah ini diberikan dalam kalangan katolik atau protestan. Etika bisnis lahir di Amerika Serikat tahun 1970-an Etika bisnis sebagai suatu bidang intelektual dan akademis dengan identitas sendiri mulai terbentuk di Amerika Serikat sejak tahun 1970-an. maksudnya suatu bidang intelektual dan akademis dalam konteks pengajaran dan penelitian di perguruan tinggi. pada umumnya mata kuliah ini mendalami. Dalam kalangan katolik. berbagai profesi. 2.

4. apalagi sejak runtuhnya komunisme di sana sebagai system politik dan ekonomi akhir tahun 1980-an. International. karena terjadi pada saat anggaran belanja Universitas di mana-mana diperketat akibat kesulitan finansial. tetapi tidak lama kemudian juga di negara-negara Eropa Barat lainnya. Sepuluh tahun kemudian sudah terdapat dua belas professor etika bisnis di Universitas Eropa. karena disadari peralihan ke ekonomi pasar bebas tidak bisa berhasil jika tidak disertai etika bisnis. Etika Bisnis meluas ke Eropa tahun 1980-an Di Eropa Barat etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira sepuluh tahun kemudian. Manchester. Ia semakin diterima ilmu-ilmu yang sudah mapan dan memiliki ciri-ciri yang biasanya menandai sebuah ilmu. Etika bisnis menjadi fenomena global tahun 1990-an Dalam dekade 1990-an sudah menjadi jelas. seperti di Inggris pada sekolah bisnis Leeds.memasuki wilayah penelitian ini dan dalam waktu singkat menjadi kelompok yang paling dominan. dan global seperti bisnis itu sendiri. di Rusia dan negara eks-komunitas lainnya dirasakan kebutuhan besar akan pegangan etis. 5. Karena alasan itu di beberapa tempat chair dalam etika bisnis disponsori oleh dunia bisnis. Disini kami berusaha menggambarkan beberapa pertanda yang menunjukkan status itu dengan cukup meyakinkan. mula-mula di Inggris yang secara geografis maupun cultural paling dekat dengan Amerika Serikat. Sejak dimulainya liberalisasi ekonomi di Eropa Timur. Memang benar apa yang dikatakan Richard De George: etika bisnis bersifat nasional. etika bisnis tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Yang terutama aktif di sana adalah institute of Moralogy yang bermukim pada Universitas Reitaku di Kashiwa-Shi. Profesi etika bisnis dewasa ini Kini etika sudah mempunyai status ilmiah yang serius. Perkembangan pesat ini cukup mengherankan. . dan London. pinggiran kota metropolitan Tokyo. sekaligus kami mencoba melukiskan profil ilmiah dari etika bisnis bagaimana tampak sekarang.

     Business and Professional Ethics Journal of Business Ethics Economic and philosopy Business ethics Quarterly Business Ethics. New York. Dordrecht (belanda). • Banyak sekali publikasi diterbitkan tentang etika bisnis. Thousand Oaks. USA. pada tahun 1987 di amerika serikat saja diberikan lebih dari 500 kuliah etika bisnis. U. Manchaster Business School. California. Edward freeman. editor:Robert A.• Menurut dugaan De George.  Sage Series in business ethics. University of Richmond. Kluwer Academic Publishers. A European review • Dalam bahasa jerman sudah tersedia sebuah kamus tentang etika bisnis Lexikon der Wirtshaftsethik (kamus etika ekonomi) • Sekarang dapat ditemukan juga cukup banyak institute penelitian yang secara khusus mendalami masalah etika bisnis.K.    Di Amerika Serikat : Center of Business Ethics Di Inggris : Centre for Business and Profesional Ethics Di Belgia : Centrum Voor Economie en ethiek . • Sekurang-kurangnya sudah ada tiga seribu buku tentang etika bisnis :  The Ruffin Series Ethics. Pada tahun 1987 pula De George menyebut adanya paling sedikit 20 buku pegangan tentang etika bisnis dan 10 buku kasus di Amerika Serikat. sejak 1995.000 mahasiswa yang memperoleh satuan Kredit Semester (SKS) untuk matakuliah ini.. yang melibatkan lebih dari 40. • Dalam bahasa inggris saja sekarang sudah terdapat paling sedikit lima jurnal tentang etika bisnis. sejak 1990. editor: R. sejak 1989. editors:Brian Harvey. University of Virginia. Oxford University Press. Sage Publications. Giacalone. Patricia Werhane.  Issues in Business Ethics.

Kebudayaan Yunani Kuno Pada filsuf (427-347 SM). dapat dimengerti juga kalau pada permulaan sejarah Gereja Kristen perdagangan dipandang dengan syak wasangka. Hanya beberapa unsur saja akan disinggung. oikos = rumah. sehingga perdagangan hampir tidak perlu. tumah tangga. karena perdagangan merupakan salah satu jalan biasa menuju kekayaan. Disini di gambarkan bagaimana sebaiknya perundang-undangan dalam Negara yang dianggap ideal. Dalam karyanya politica ia menilai sebagai tidak etis setiap kegiatan menambah kekayaan. nomos = pengaturan. 2. aturan. Ekonomi (oikonomia berarti: pengaturan rumah tangga. • Di Swiss : Forschungsstelle Fuer Wirtschaftsethik Sudah didirikan beberapa asosiasi atau himpunan dengan tujuan khusus memajukkan etika bisnis. Akan tetapi. untuk janda dan yatim piatu. Tetapi pikiran hal itu sudah cukup untuk memperlihatkan bahwa pandangan etis tentang perdagangan dan bisnis berkaitan erat dengan faktor sejarah dan budaya. Menurut Plato. Perdagangan mempertebal keserakahan manusia. Dalam Alkitab itu sendiri perdagangan tidak ditolak sebagai kurang etis. tampak dengan jelas dalam karya terakhirnya yang berjudul Undang-undang. Ia membedakan antara oikonomi ketekhne dan khreamatistik etekhne: kegiatan ekonomi dan kegiatan krematistik. untuk mereka yang sial dalam perjuangan hidup di dunia ini.Ia mengatakan juga bahwa ekonomi itu “dalam batas”. Agama Kristen Dalam Kitab Suci Kristen terdapat cukup banyak teks yang bernada kritis terhadap kekayaan dan uang. Negara yang ideal adalah Negara agraris yang sedapat mungkin berdikari. Pertukaran dalam arti ini oleh Aristoteles disebut “wajar” atau “kodrati” (natural). orang kaya diminta memebuka hatinya untuk kaum miskin. hokum) adalah tukar-menuar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. 1. terutama dengan mengumpulkan dosen-dosen etika bisnis dan peminat lain dalam pertemuan berkala. dalam perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Penolakan terhadap perdagangan dan kekayaan diberi dasar lebih teoritis oleh Aristoteles (384-322 SM). Krematistik adalah menukar barang dengan uang hanya untuk menambah kekayaan. Menilai . Dalam seluruh Alkitab. • Di AmerikaSerikatdanEropa Barat disediakkan beberapa program studi tingkat S-2 dan S-3 Faktor Sejarah dan Budaya dalam Etika Bisnis Disini tentu tidak mungkin mempelajari seluruh perkembangan historis dari sikap terhadap bisnis ini.

Rente adalah imbalan untuk pinjaman yang digunakkan untuk usaha produktif. tidak semua suku bangsa di Indonesia memperlihatkan minat dan bakat yang sama dibidang perdagangan. Kalau sekarang kegiatan bisnis di nilai sebagai pekerjaan terhormat dan semakin dibanggakan sejauh membawa sukses. Clifford Geertz menjelaskan bagaimana memiliki kekayaan. Sikap Modern Dewasa ini Hanya sepintas meninjau data sejarah dan budaya sudah cukup untuk menyadarkan kita tentang perbedaan sikap terhadap bisnis. Robert Heilbroner: “as a ubiquitous characteristic of society. dulu dan sekarang.hasil diskusi ini. rupanya harus kita simpulkan bahwa masalah pandangan Kristen prareformasi tentang perdagangan perlu didekati dengan nuansa yang seperlunya.Qur’an terdapat peringatan terhadap penyalahgunaan kekayaan. KebudayaanJawa Dipandang menurut spectrum budaya. religion of Java. Yang dilarang adalah keserakahan dan pamer kekayaan (riya’). seperti teks yang dikutip tadi.H. Dalam periode pramodern pun tidak ditemukan sikap kritis dan curiga terhadap bisnis. Orang yang terlibat dalam kegiatan tidak terpuji itu pantas disebut “lintahdarat”. tetapi tidak dilarang mencari kekayaan dengan cara halal. mau tidak mau kita diingatkan akan warga Negara merdeka dalam masyarakat yunani kuno. 5. Sebagaimana ditegaskan oleh ekonom Amerika. Namun demikian. Keprihatinan moral dengan bisnis kini tampak pada tahap lain . 4.Doktrin pelayanan kepada masyarakat (ajaran Al-Ma’un yang dipakai oleh K. 3.dan terutama menjadi kaya dengan mendadak-dalam masyarakat jawa dikaitkan dengan bantuan tuyul. mereka yang dituduh mempunyai tuyul termasuk ke dalam tipe sosial. dalam agama islam tampak pandangan lebih positif terhadap perdagangan dan kegiatan ekonomis. Dalam karyanya ternama. Dalam Surat AlBaqarah jelas Riba (dalam bahasa arab berate “tambahan”) dilarang dalam agama islam. rente bersifat businesslike. Agama Islam Jika kita memandang sejarah. dimasa silam tidak selalu begitu. Dalam Al. tidak bisa dikatakan juga bahwa teks seperti itu mencerminkan seluruh pandangan Kristen pada waktu itu. the profit motive is as modern an invention as printing”. Riba sama dengan pemerasan. Membaca deskripsi Geertz ini. Ahmad Dahlan sebagai dasar pembaharuan masyarakat melalui organisasi modern Muhammadiyah). Pada waktu itu memang ada teks-teks yang sangat negatif terhadap moralitas perdagangan. Menurut riba’ dalam arti itu sama dengan memeras sesama dan arena itu jelas tidak etis. Riba adalah tambahan tidak wajar atas utang yang dipakai untuk konsumsi. Karena itu suatu percobaan untuk keluar dari masalah moral ini adalah membedakkan antara riba dan bunga uang.

bahkan sejak runtuhnya komunisme. Di situ tidak terlihat aturan-aturan atau norma-norma yang khusus diberlakukan untuk bisnis. justru dimulai dengan penguraian teori-teori etika yang umum. Sumbernya adalah Peter Drucker. kaya atau miskin. Mengapa dunia bisnis harus dibebankan secara khusus dengan etika? Hanya ada satu etika yang berlaku untuk perbuatan semua orang. berlaku juga bagi kuasa ekonomis seperti kita kenal sekarang ini: “power tends to corrupt. Drucker menyimpulkan adanya sisa-sisa dari sikap bermusuhan yang lama terhadap bisnis. Dikatakan bahwa etika bisnis mengandung sebuah kontradiksi. Jika kita menyimak buku-buku etika bisnis. Etika bisnis adalah penerapan prinsip-prinsip moral yang umum atas suatu bidang yang khusus. Kita hidup dizaman kapitalisme. menjadi imoral atau ilegal kalau dilakukan oleh orang bisnis. Mereka berpendapat bahwa perbuatan yang tidak bersifat imoral atau ilegal kalau dilakukan oleh orang biasa. Ia mengemukakan kritik yang sangat tajam terhadap etika bisnis dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam majalah The Public Interest dan kemudian dalam bentuk lebih populer diulangi lagi dalam majalah forbes. Inti keberatan Drucker ialah bahwa etika bisnis menjalankan semacam diskriminasi. ahli ternama bidang teori manajemen. Yang dikatakan oleh Lord Action (abadke 19) tentang kuasa politik. Etika Bisnis Mendiskriminasi Kritik pertama ini lebih menarik karena sumbernya daripada karena isinya. 4. kapitalisme tanpa antagonis. Masalah etika politik yang terpenting adalah kuasa. Tetapi etika bisnis tidak setuju. Mereka mengatur bisnis dengan standar etis lebih ketat dari bidang-bidang lain. b. Kritik atas etika bisnis a. absolute power corrupts absolutely”. Kita hidup di zaman konglomerat dan korporasi multinasional.lagi ketimbang konteks tradisional. Sekali-sekali tidak benar bahwa etika bisnis memperlakukan bisnis dengan cara yang lain daripada orang biasa. Dunia bisnis ibarat rimba raya di . Etika Bisnis Itu Kontradiktif Kritik lainnya menilai bahwa etika bisnis merupakan usaha yang naif. yang kuat atau yang lemah. penguasa atau rakyat jelata. Tuduhan Drucker tentang etika bisnis itu tidak beralasan.

Etika Bisnis itu tidak Praktis Tidak ada kritik atas etika bisnis yang menimbulkan begitu banyak reaksi seperti artikel yang dimuat dalam Harvard Business Review pada tahun 1993 dengan judul “What’s the matter with business ethics?”. tidak ada contoh lebih jelas daripada justru bisnis. Ia menilai. Walaupun etika bisnis berbicara tentang halhal yang sangat praktis. Stark hanya memandang dan mengutip artikel dan buku ilmiah tentang etika bisnis. Etika bisnis atau cabang terapan lainnya tidak berpretensi memiliki keahlian yang sama sifatnya seperti banyak keahlian lain. sebagai ilmu.mana tidak ada tempat untuk etika. termasuk juga etika bisnis. di samping etika biomedis. etika profesi hukum. pembicaraannya berlangsung pada taraf teoritis. etika bisnis adalah “ too general. Kanada. Kita tidak membutuhkan etika bisnis yang datang menjelaskan apa yang harus kita perbuat atau apa yang tidak boleh kita perbuat. Etika bisnis bisa membantu untuk mengambil keputusan moral yang dapat dipertanggungjawabkan. Kedua. tapi tidak berniat mengganti tempat dari para pelaku moral . yang tidak dapat meresap satu ke yang lain. kesenjangan besar menganga antara etika bisnis akademis dan para profesional di bidang manajemen. Untuk menanggapi kritik ini. Setiap manusia merupakan pelaku moral yang bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Etika dan bisnis itu bagaikan air dan minyak. c. atau pelaku moral lain di bidang bisnis. Kita disini membicarakan etika bisnis saja. Etika bisnis sama sekali tidak bermaksud mengambil alih tanggung jawab etis dari para pebisnis. Ketiga. Pengarangnya adalah Andrew Stark. etika bisnis selalu bergerak pada taraf refleksi dan akibatnya pada taraf teoritis juga. dan lain-lain. d. Ia hanya memperhatikan aspek-aspek etis dari keputusan yang harus diabil manajer dan kurang berminat untuk kerangka menyeluruh di mana pekerjaannya ditempatkan. para manajer. seorang dosen di Universitas Toronto. Tentu saja sebagai ilmu. Pertama. etika bisnis harus mempunyai standar yang cukup ketat. setidaknya bisa dilihat dari tiga hal. Stark tampak sebagai contoh jelas tentang tendensi Amerika Utara untuk mengutamakan tahap mikro dalam etika bisnis. Menurut Stark. Kritisi ini meragukan entah etika bisnis memiliki keahlian etis khusus yang tidak dimiliki oleh para manajer dan pebisnis itu sendiri. Kalau mau disebut bidang yang sama sekali asing terhadap etika. Etikawan Tidak Bisa Mengambil Alih Tanggung Jawab Kritikan lain dilontarkan kepada etika terapan pada umumnya. etika jurnalistik. too theoritical. too impractical”.

dalam perusahaan.” . but you can’t make him drink. “You can lead a horse to the water. Bagi etika bisnis pun berlaku peribahasa inggris.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful