pengenalan Alat Mikrobiologi Dasar

Filed under: Uncategorized Tinggalkan komentar
Maret 13, 2011
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Mikroorganisme yang ingin kita tumbuhkan, yang pertama harus dilakukan adalah memahami
kebutuhan dasarnya kemudian memIormulasikan suatu medium atau bahan yang akan
digunakan. Air sangat penting bagi organisme bersel tunggal sebagai komponen utama
protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. Pembuatan medium sebaiknya
menggunakan air suling. Air sadah umumnya mengandung ion kalsium dan magnesium yang
tinggi. Pada medium yang mengandung pepton dan ektrak daging, air dengan kualitas air sadah
sudah dapat menyebabkan terbentuknya endapan IosIat dan magnesium IosIat.
MemIormulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan untuk menumbuhkan
mikroorganisme di dalamnya harus memperhatikan berbagi macam ketentuan seperti jika yang
ingin kita membuat medium untuk organisme bersel tunggal, biasanya air sangat penting sebagai
komponen utama protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. Pembuatan
medium agar padat, digunakan agar-agar, gelatin atau gel silika. Bahan agar yang utama adalah
galaktan (komplek karbohidrat yang diekstrak dari alga genus Gelidium). Agar akan larut atau
cair pada suhu hampir 100oC dan akan cair apabila kurang lebih 43oC.
B. Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah pada percobaan ini adalah bagaimana cara membuat medium Nutrien
Agar (NA), Broth (NB), Potato Desktrosa Agar (PDA), dan Touge Ekstrak Agar (TEA) dan apa
komposisi dari medium-medium tersebut
C. Maksud Percobaan
Adapun maksud pada percobaan ini adalah untuk mengetahui dan memahami cara pembuatan
medium NA (Nutrien Agar), NB (Nutrien Broth), Potato Desktrosa Agar (PDA), dan Touge
Ekstrak Agar (TEA).
D. Tujuan Praktikum
Adapun prinsip pada percobaan ini adalah pembuatan medium Nutrien Agar (NA), Nutrien
Broth (NB), Potato Desktrosa Agar (PDA), Potato Dekstrosa Broth (PDB), dan Touge Ekstrak
Agar (TEA) dengan cara menimbang, melarutkan, memanaskan, mengatur pH dan sterilisasi
dalam autoklaI pada suhu 121oC selama 15 menit
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Teori Umum
Dalam laboratorium mikrobiologi terdapat banyak alat-alat yang perlu diketahui Iungsinya,
prinsip dan cara penggunaannya. Misalnya saja mikroskop yang merupakan alat utama yang
sering digunakan di laboratorium mikrobiologi. Dengan pertolongan mikroskop kita dapat
mengamati bakteri yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop berIungsi untuk
membesarkan benda yang dilihat sehingga membantu untuk mengamati benda yang renik (1).
Andaikata medium dan alat-alat yang kita pergunakan dalam inokulasi harus steril. Andaikata
medium dan alat-alat yang kita pergunakan itu tidak steril, niscaya kita tidak akan mungkin
memperoleh piaraan bakteri yang kita inginkan. Maka langkah pertama yang harus kita lakukan
sebelum mengadakan inokulasi ialah mengusahakan sterilnya medium serta alat-alat
perlengkapannya (2).
Bahan ataupun alat yang dipergunakan di dalam bidang mikrobiologi, harus dalam keadaan
steril. Artinya pada bahan atau peralatan tersebut tidak didapatkan mikroba yang tidak
diharapkan kehadirannya, baik yang akan mengganggu/merusak media ataupun mengganggu
kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan (3).
Ada tiga cara utama yang umum dipakai dalam sterilisasi yaitu penggunaan panas, penggunaan
bahan kimia, dan penyaringan (Iiltrasi). Bila panas digunakan bersama-sama dengan uap air
maka disebut sterilisasi panas lembab atau sterilisasi basah, bila tanpa kelembaban maka disebut
sterilisasi panas kering. Di pihak lain, sterilisasi kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan
gas atau radiasi. Pemilihan metode didasarkan pada siIat bahan yang akan disterilkan (4).
Panas lembab sangat eIektiI meskipun pada suhu yang tidak begitu tinggi, karena ketika uap air
berkondensasi pada bahan-bahan yang disterilkan, dilepaskan panas sebanyak 686 kalori per
gram uap air pada suhu 121 oC. Panas ini yang akan mendenaturasikan atau mengkoagulasikan
protein pada mikrooragnisme hidup dan dengan demikian mematikannya. Maka sterilisasi basah
dapat digunakan untuk mensterilkan bahan apa saja yang dapat ditembus uap air dan tidak rusak
bila dipanaskan pada suhu 110 oC dan 120 oC (4).
Prosedur sterilisasi dengan menggunakan panas kering memerlukan waktu yang lebih lama
dibandingkan dengan panas basah. Hal ini disebabkan karena panas kering lebih rendah daya
merusaknya dibandingkan dengan uap panas. Keuntungan dari cara ini ialah tidak adanya uap air
yang membasahi bahan/alat yang disterilkan. Selain itu peralatan yang digunakan untuk
sterilisasi dengan uap kering (oven) lebih murah dibandingkan dengan uap basah. Namun
demikian, tidak semua bahan/alat dapat disterilkan dengan cara ini. Bahan yang terbuat dari karet
atau plastik tidak dapat disterilkandengan uap kering (5).
Gelas, botol, pipa, pipet yang sudah bersih tidak disterilkan di dalam autoklaI, karena barang-
barang tersebut akan tetap basah sehabis sterilisasi. Alat-alat dari gelas dimasukkan di dalam
oven kering selama 2-3 jam pada temperature 1600C-1700C, hal ini tergantung kepada banyak
sedikitnya muatan yang dimasukkan dalam oven. Kapas masih dapat bertahan dalam oven kering
selama waktu dan pada temperature tersebut di atas. Alat-alat yang belum bersih dan belum
kering tidak boleh dimasukkan dalam oven kering (2).
Bahan kimia dapat digunakan untuk sejumlah mikroorganisme tetapi tidak dapat digunakan
untuk mematikan semua mikroorganisme. Cara kimiawi dapat digunakan bila jumlah
mikroorganisme rendah dan bila permukaannya bersih dari protein (5).
Proses sterilisasi lain yang juga dilakukan pada suhu kamar ialah penyaringan. Dengan cara ini
larutan atau suspensi dibebaskan dari semua organisme hidup dengan cara melalukannya lewat
saringan dengan ukuran pori yang sedemikian kecilnya (0,45 atau 0,22 µm) sehingga bakteri dan
sel-sel yang lebih besar tertahan di atasnya, sedangkan Iiltratnya ditampung dalam wadah yang
steril. Beberapa contoh bahan yang biasa disterilkan dengan cara ini adalah serum, larutan
bikarbonat, enzim, toksin bakteri, medium sintetik tertentu, dan antibiotik (4).
II.1 Uraian Alat
II.2.1 SpektroIotometer
Alat ini digunakan untuk mengetahui jumlah absorban pada mikroorganisme. SpektroIotometer
terdiri dari spectrometer dan Iotometer. Prinsip kerjanya yaitu seberkas cahaya polikromatik
akan melalui detector dirubah menjadi cahaya monokromatik dengan panjang gelombang
tertentu (200-400 nm) yang mengenai sampel dimana panjang gelombang akan melalui eksitasi
electron dan kemudian dipantulkan lagi dan terbaca sebagai panjang gelombang. Alat ini juga
dilengkapi dengan kuIet sebagai tempat larutan pembanding.
II.2.2 OtoklaI
OtoklaI merupakan alat yang digunakan untuk pengerjaan secara streilisasi. Alat ini digunakan
untuk sterilisasi alat yang tidak tahan terhadap panas tinggi, bahan-bahan yang teroksidasi
dengan suhu tinggi, alat yang memiliki skala. Proses sterilisasi yang dilakukan dalam tekanan
tinggi dari uap air jenuh. Tekanan yang digunakan biasanya 15 lbs (2 atm) pada suhu
121¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬ selama 15-20 menit.
II.2.3 LaI (laminar Air Ilow)
LAF digunakan dIalam prengerjaan secara aseptis yang berbentuk segi empat panjang yang
terdiri dari laminar dan lampu UV, dimana berdasarkan aliran udara laminar secara horizontal
dari belakang ke depan sehingga tekanan dalam system lebih besar dari pada diluar system,
sehingga kontaminasi mikroba yang ingin diteliti dengan mikroba yang lain tidak terjadi.
Adapun melkanisme kerja dari lampu UV yaitu dapat mengubah susunan kimia pada sel bakteri
sehingga dapat terjadi lisis yang mengakibatkan sensitiIitas bakteri berkurang dan akhirnya mati.
II.2.4 Oven
Alat ini digunakan untuk sterilisasi alat-alat gelas yang tahan terhadap epmanasan tinggi dan
tidak berskala. Sterilisasi dengan alat ini digunakan suhu sekitar 160 C 170 C selama kurang
lebih 2-3 jam. Prinsip kerjanya yaitu untuk membunuh mikroorganisme pada suhu atau tekanan
yang tinggi sehingga terjadi dehidrasi pada mikroorganisme dan terjadi denaturasi protein.
II.2.5 Inkubutor
Alat ini digunakan untuk peremajaan mikroorganisme. Prinsip kerjanya yaitu untuk
mengembangbiakkan mikroorganisme sesuai dengan suhu atau waktu masing-masing yaitu
untuk bakterio pada suhu 37 C selama 1X24 jam, dan untuk jamur pada suhu kamar selama 3 X
24 jam.
II.2.6 Mikroskop
Mikroskop digunakan untuk melihat mikroorganisme yang tidak kasat mata sehingga
memerlukan suatu pembesaran tertentu.prionsip kerjanya adalah cahaya yang berasal dari
sumber cahaya akan mengenai preparat menuju ke lensa obyektiI maka akan menghasilkan
bayangan maya, terbalik diperbesar lalu diteruskan ke lensa okuler maka akan menghasilkan
bayangan nyata tegak diperkecil.
BAB III
METODE KERJA
A. Alat
- Alat tulis
- AutoklaI
- SpektroIotometer UV-Vis
- Enkas
- Filter Bakteri
- Coloni Counter
- Inkubator anaerob
- Inkubator aerob
- Lampu UV
- Mikroskop
- Shaker
- SentriIuges
- LAF (Laminar Air Flow)
- Oven
- Ose lurus
- Ose bulat
- Dek gelas
- Objek gelas
- Lumpang dan stamIer
- Corong
- Jarum preparat
- Gegep
- Jangka sorong
- Gelas ukur
- Gelas kimia
- Labu ukur
- Pinset
- Lampu spiritus
- Botol pengencer
- Tabung durham
- Pencadang
- Paper disk
- Cawan Petri
- Tabung reaksi
- Spoit
- Pipet volume kuantitatiI
- Pipet volume kualitatiI
- Pipet skala
- Timbangan analitik
B. Cara Kerja
- Disiapkan alat tulis yang akan digunakan
- Digambar alat-alat yang telah disediakan
- Diberikan keterangan pada alat yang telah digambar.
BAB V
PEMBAHASAN
Pada praktikum mikrobiologi ini, berbagai jenis dari alat yang akan digunakan. Semua alat itu
harus diketahui manIaat, prinsip serta kegunaannya. Bahan ataupun alat yang digunakan di
dalam mikrobiologi, harus dalam keadaan steril. Artinya pada bahan atau peralatan tersebut tidak
didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya, baik yang akan mengganggu/merusak
media ataupun mengganggu mikroorganisme kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan.
Cara pensterilan masing-masing alat tentunya berbeda-beda tergantung pada jenis alatnya.
Adapun pengelompokan alat-alat dalam laboratorium mikrobiologi adalah:
· Alat sterilisasi terdiri atas :
1. Autoclave
OtoklaI dibuat pertama kali dan digunakan sewaktu zaman Napoleon untuk memasak makanan
bagi tentaranya. Alat ini sebenarnya sama saja dengan 'pressure cooker¨ hanya saja ada pengatur
tekanan dan klep pengaman. Uap panas dalam tempat tertutup ini menyebabkan peningkatan
tekanan, peningkatan tekanan haruslah berkaitan dengan peningkatan suhu. OtoklaI
menggunakan tekanan 15 lbs dan suhu 1210C, meskipun kadang-kadang digunakan suhu yang
lebih rendah untuk media yangt tidak tahan panas.
Prinsip dari otoklaI adalah terjadinya koagulasi yang lebih cepat dalam keadaan basah
dibandingkan dengan keadaan kering. Harus diperhatikan bahwa dalam sterilisasi dengan otoklaI
udara harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum klep ditutup, sehingga di dalamnya hanya
terdapat uap panas, uap panas inilah yang memiliki daya kerja sterilisasi. Bila terdapat udara
selain uap panas, maka suhu yang dicapai tidak dapat mematikan spora.
Panas lembab sangat eIektiI meskipun pada suhu yang tidak begitu tinggi, karena ketika uap air
berkondensasi pada bahan-bahan yang disterilkan, dilepaskan panas sebanyak 686 kalori per
gram uap air pada suhu 121 oC. Panas ini yang akan mendenaturasikan atau mengkoagulasikan
protein pada mikrooragnisme hidup dan dengan demikian mematikannya. Maka sterilisasi basah
dapat digunakan untuk mensterilkan bahan apa saja yang dapat ditembus uap air dan tidak rusak
bila dipanaskan pada suhu 110 oC dan 120 oC.
2. Lampu UV
Prinsip kerjanya berdasarkan aktivitas membunuh bakterinya pada panjang gelombang cahaya.
Pada alat ini, mikroba dipaparkan di bawah lampu UV dengan panjang gelombang 256 nm.
3. Oven
Digunakan sebagai alat sterilisasi panas kering dengan temperatur 170-180 oC. Keuntungan dari
cara ini ialah tidak adanya uap air yang membasahi bahan/alat yang disterilkan. Selain itu
peralatan yang digunakan untuk sterilisasi dengan uap kering (oven) lebih murah dibandingkan
dengan uap basah. Namun demikian, tidak semua bahan/alat dapat disterilkan dengan cara ini.
Bahan yang terbuat dari karet atau plastik tidak dapat disterilkan dengan uap kering.
Prosedur sterilisasi dengan menggunakan panas kering memerlukan waktu yang lebih lama
dibandingkan dengan panas basah. Hal ini disebabkan karena panas kering lebih rendah daya
merusaknya dibandingkan dengan uap panas. Keuntungan dari cara ini ialah tidak adanya uap air
yang membasahi bahan/alat yang disterilkan. Selain itu peralatan yang digunakan untuk
sterilisasi dengan uap kering (oven) lebih murah dibandingkan dengan uap basah.
Gelas, botol, pipa, pipet yang sudah bersih tidak disterilkan di dalam autoklaI, karena barang-
barang tersebut akan tetap basah sehabis sterilisasi. Alat-alat dari gelas dimasukkan di dalam
oven kering selama 2-3 jam pada temperatur 1600C-1700C, hal ini tergantung kepada banyak
sedikitnya muatan yang dimasukkan dalam oven. Kapas masih dapat bertahan dalam oven kering
selama waktu dan pada temperatur tersebut di atas. Alat-alat yang belum bersih dan belum
kering tidak boleh dimasukkan dalam oven kering.
· Alat aseptic terdiri atas:
1. Enkas
Prinsip kerja dari alat ini yaitu pengukuran secara aseptis berdasarkan berkurangnya kontaminasi
mikroorganisme karena system ini dalam keadaan tertutup. Enkas sebelum digunakan seluruh
dinding dan dasar enkas dibersihkan lalu disemprotkan dengan alkohol 70°, didiamkan sekitar
30 menit sebelum digunakan.
2. LAF (Laminar Air Flow)
Alat ini berbentuk seperti meja, digunakan sebagai ruangan untuk pengerjaaan secara aseptis.
Prinsip kerjanya adalah pengaseptisan suatu ruangan berdasarkan aliran udara laminar
(lurus/beraturan) secara horizontal dari dalam keluar sehingga kontaminasi udara dapat
diminimalkan.
3. Lampu Spiritus
Alat ini bekerja berdasarkan metode pemanasan bakteri dengan nyala api langsung. Alat ini
digunakan untuk meminimalisir kontaminasi mikroba berdasarkan proses denaturasi akibat
Iiksasi dan pemijaran dengan nyala api langsung.
· Alat inkubasi terdiri atas:
1. Inkubator Aerob
Alat yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang bersiIat aerob. Prinsip kerjanya adalah
penumbuhan bakteri dengan menyediakan suasana lingkungan yang cocok, kaya oksigen, yang
akan ditumbuhi oleh bakteri bakteri aerob. Suhu pertumbuhan bakteri 37oC.
2. Inkubator Anaerob
Alat ini digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang bersiIat anaerob. Bakteri yang akan
diinkubasi dimasukkan pompa vakum dinyalakan untuk mengisap udara keluar, vakum dikunci
ke kanan (dengan cara diputar) suhu menunjukkan 30oC lalu dimatikan pompanya.
· Alat/wadah pertumbuhan bakteri terdiri atas:
1. Cawan Petri
Terbuat dari kaca yang digunakan sebagai wadah medium padat untuk menumbuhkan mikroba.
Cara sterilisasi alat ini, jika dalam keadaan kosong dimasukkan dalam oven, dengan sebelumnya
dibungkus dengan menggunakan kertas, bagian putihnya di dalam. Hal ini dilakukan agar tinta
pada kertas tidak melengket pada alat. Cara membungkus cawan petri seperti membungkus kado.
Jika cawan petri berisi maka, cawan dimasukkan dalam autoklaI.
2. Tabung Reaksi
Tabung reaksi terdiri dari kaca yang berIungsi sebagai wadah atau medium cair dan tempat
menumbuhkan (menginokulasi) mikroba. Cara sterilisasinya yaitu dengan dibungkus kertas, bila
ada medium di dalamnya dibungkus kertas. Bila ada medium di dalamnya dimasukkan pada
autoklaI, tetapi bila tidak ada medium diletakkan di oven.
· Alat untuk menghitung mikroba terdiri atas:
1. Colony Counter
Colony counter adalah alat untuk menghitung jumlah koloni bakteri atau mikroorganisme.
Bakteri yang dihitung disini adalah bakteri yang masih hidup. Dimana cara pengerjaannya adalah
dengan melakukan pengeceran dari medium bakteri misalnya sampai 3 kali dalam tabung reaksi.
Kemudian ditanam bakteri, lalu diinkubasikan dalam alat inkubato. Setelah itu dihitung koloni
yang tumbuh.
Cara perhitungan yaitu dengan rumus :
÷ koloni/mL
Dimana Fp ÷ Iaktor pengeceran
2. SpektroIotometer UV
SpektroIotometer UV digunakan untuk mengukur kuantitas dari suatu zat berdasarkan absorbsi
zat tersebut pada panjang gelombang yang ditentukan. Prinsip kerjanya yaitu cahaya
polikromatik dari sumber diubah menjadi cahaya monokromatik oleh monokromator alat
spektroIotometer dilewatkan ke suatu sampel di mana sebagian cahaya lagi diteruskan dan
tercatat sebagai transmitan. Terdiri atas power dan pengatur pengukuran absorban/transmitan,
pengarah angka nol, pengatur panjang gelombang, tempat sampel, pengarah kasar, dan pengarah
halus zero untuk mensetkan angka nol.
Cara pengukuran sampel pada spektoIotometer ini adalah apabila absorban telah menunjukkan
angka nol dan transmitannya menunjukkan angka 100, setelah itu dimasukkan larutan blangko
diukur sampai 100 kemudian dikeluarkan dan dimasukkan larutan sampel dan dibaca sampai
berhenti transmitannya.
· Alat untuk mengamati mikroba terdiri atas:
1. Mikroskop
- Mikroskop monokuler
Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang kecil atau
mikroorganisme yang tidak tampak atau tidak dapat dilihat oleh mata biasa. Mikroskop
monokuler ini memiliki satu lensa okuler yang pada prinsipnya sama dengan mikroskop jenis
lain yaitu terdiri dari system iluminasi yang menyebabkan terlihatnya specimen objek. Cahaya
datang lewat sumber melewati diaIragma dengan bantuan cincin pass, sampel dan melewati lensa
objektiI membentuk bayangan nyata dan sampai pada lensa okuler membentuk bayangan maya
diperbesar sehingga dapat dilihat oleh mata.
- Mikroskop kamera
Mikroskop ini disamping digunakan untuk melihat benda-benda yang kecil yang tidak bisa
dilihat dengan mata telanjang seperti bakteri, juga dapat menghasilkan Ioto dari bakteri yang
terlihat. Prinsipnya sama dengan mikroskop monokuler tapi terlihat lebih rumit dengan adanya
tambahan kamera. Dari alatnya terdapat 3 buah lensa okuler, dua buah untuk melihat preparat
dan satu buah untuk melihat objek sudah Iokus atau tidak untuk diambil gambarnya. Prinsip
kerja dari kameranya sama dengan kerja kamera yang lain. Alat ini sangat berguna untuk
penelitian bakteri yang ingin mengambil Ioto dari bakteri-bakteri.
2. Objek dan dek glass
Objek glass dan dek glass merupakan alat seperti lempengan kaca yang digunakan untuk
membantu dalam pengamatan dengan mikroskop. Sampel yang akan diamati diletakkan diatas
objek glass dan ditutup dengan dek glass. Cara sterilisasi alat ini adalah dengan membilasnya
dengan alkohol.
Alat untuk mempercepat penyebaran mikroba terdiri atas:
Shaker
Alat ini digunakan untuk inkubasi mikroorganisme dengan adanya pengadukan dengan
menggunakan kecepatan tertentu. Prinsip kerjanya adalah proses pemerataan dan percepatan
pertumbuhan bakteri berdasarkan reaksi Iermentasi.
· Alat untuk memisahkan bakteri terdiri atas:
SentriIuge
Digunakan sebagai alat untuk memisahkan antara Iiltrat atau residu atau endapan dan larutan
untuk menghomogenkan suatu campuran terdiri atas tombol power, pengaruh suhu, lampu
sebagai parameter sentriIuge selesai (jika berwarna merah) pengatur kecepatan putaran. Prinsip
kerjanya adalah melakukan pemisahan berdasarkan proses pemisahan zat terlarut dari pelarutnya
(umunya pemisahan yang terjadi adalah antara partikel padat dengan cairan pelarutnya.
· Alat ukur terdiri atas:
1. Erlenmeyer
Terbuat dari kaca yang digunakan sebagai tempat pencampuran atau melarutkan medium. Cara
sterilisasinya yaitu bila kosong disterilisasi dengan oven, sedangkan jika berisi disterilisasi
dengan autoklaI. Sebelum disterilkan, terlebih dahulu mulut erlenmeyer ditutup dengan kapas.
2. Gelas Ukur
Terbuat dari kaca yang digunakan sebagai pengukur volume cairan yang akan digunakan secara
akurat. Cara sterilisasinya di dalam autoklaI, ditutup dengan kertas lalu diikat dengan benang
godam.
3. Jangka Sorong
Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter dalam, diameter luar dan kedalaman suatu
alat. Jangka sorong memiliki ketelitian 0,05 mm.
4. Labu ukur
Terbuat dari kaca yang digunakan untuk mengukur volume zat dengan tepat. Cara
mensterilkannya di dalam autoklaI, sebelumnya di bungkus kertas dengan cara melilitkan kertas
sehingga semua permukaannya tertutup.
5. Timbangan analitik
Timbangan ini berIungsi untuk menimbang sampel atau bahan secara tepat, dengan ketelitian 3
angka di belakang koma dalam satuan gram. Atau untuk menghitung sampel yang beratnya di
bawah 1 gram secara tepat. Cara kerjanya yaitu bahan yang akan ditimbang dimasukkan ke
dalam, lalu diset atau dinolkan kemudian akan muncul berat bahan dilayar. Setelah digunakan
dinolkan kembali.
6. Timbangan gram kasar
Digunakan untuk menimbang medium. Cara kerjanya timbangan dikalibrasikan terlebih dahulu
kemudian ditimbang kertas/aluminium Ioil yang akan digunakan, lalu dinolkan dan ditimbang
medium yang akan digunakan.
7. Pipet Skala
Terbuat dari kaca yang berIungsi untuk mengambil cairan per cc. Pipet skala disterilkan dalam
autoklaI. Sebelum disterilkan, pipet harus dibungkus dengan kertas, dengan bagian putih
ditempatkan bagian luar untuk menghindari adanya tinta yang melengket pada alat.
8. Pipet Volume
BerIungsi sebagai alat untuk mengambil zat cairan sesuai dengan volume yang dibutuhkan. Pipet
pipet volum disterilkan dalam autoklaI. Sebelum disterilkan, pipet harus dibungkus dengan
kertas, dengan bagian putih ditempatkan bagian luar untuk menghindari adanya tinta yang
melengket pada alat. Khusus untuk pipet volum, pada saat membuka setelah sterilisasi, pipet
hendaknya dibuka dahulu pada bagian atas untuk mengurangi kontaminasi.
9. Pipet Gondok
Bentuknya seperti pipet ukur/pipet volume tetapi tangannya seperti gondok, berIungsi untuk
mengambil cairan per cc. Cara sterilisasinya juga di autokloI. Sebelum disterilkan, pipet harus
dibungkus dengan kertas, dengan bagian putih ditempatkan bagian luar untuk menghindari
adanya tinta yang melengket pada alat.
· Alat-alat tambahan terdiri atas:
1. Jarum preparat
Alat yang digunakan untuk menginokulasi jamur atau kapang dengan cara membuat titik pada
permukaan medium biakan. Cara sterilisasinya dibakar sampai memijar diatas lampu spiritus.
2. Mortir dan Stamper
Digunakan pada saat penggerusan sampel. Alat ini disterilkan dengan membungkusnya dengan
kertas perkamer lalu disterilkan di autoclave.
3. Ose Bulat
Terbuat dari kaca dan kawat platina yang berIungsi untuk inokulasi bakteri aerob dengan cara
menggoreskan pada permukaan medium. Ose harus disterilkan dengan cara pemijaran pada
lampu spiritus. Setelah digunakan, ose harus kembali dipijarkan supaya mikroba yang tertinggal
pada ujung jarum menjadi mati.
4. Ose Lurus
Terbuat dari kaca dan kawat platina yang berIungsi untuk inokuiasi bakteri anaerob dengan cara
tusukan. Mikroba yang akan ditanam diambil dengan menggunakan bagian ujung dari ose. Ose
harus disterilkan dengan cara pemijaran pada lampu spiritus. Setelah digunakan, ose harus
kembali dipijarkan supaya mikroba yang tertinggal pada ujung jarum menjadi mati.
5. Pencadang
Digunakan sebagai tempat untuk memasukkan sampel mikroba yang akan diukur zona
hambatannya. Diameter dalamnya 6 mm dan diameter luarnya 8 mm, tinggi 10 mm.
6. Pinset
Digunakan untuk meletakkan pencadang dan paper disk diatas medium. Cara mensterilkan yaitu
dengan membakar ujungnya di atas lampu spiritus.
7.. Rak tabung
Rak tabung terbuat dari kayu, berIungsi sebagai tempat penyimpanan tabung reaksi.
8. Spoit injeksi
Alat ini digunakan untuk memasukkan zat uji kedalam pencadang dan suspensi dalam medium.
Terbuat dari kaca yang digunakan sebagai pengukur volume cairan yang akan digunakan secara
akurat. Cara sterilisasinya yaitu dimasukkan dalam autoklaI.
9. Tabung durham
Terbuat dari kaca yang digunakan sebagai tempat menampung gas hasil Iermentasi mikroba.
Cara sterilisasinya yaitu dengan dibungkus dengan kertas lalu dimasukkan
BAB V
PENUTUP
V.I Kesimpulan
Dari hasil praktikum diperoleh bahwa pada laboratorium mikrobiologi, alat-alat dapat
dikelompokkan menjadi
1. alat-alat sterilisasi mis oven, autoklave, lampu UV dsb
2. alat-alat pengukuran misalnya koloni counters, spektroIotomeer, neraca analtik.
3. alat-alat aseptis mis LAF, enkas. Lampu spirtus
4. alat-alat inkubasi kis inkubator aerob dan non aerob
5. alat-alat untuk melihat mikroba mis: mikroskop cahaya, mikroskop kamera
6. alat-alat tambahan/media mis: cawan petri, ose lurus, ose bulat, pencadang, objek glass, dsb
DAFTAR PUSTAKA
1. Lay, Bibiana W., (1994), Analisis Mikroba di Laboratorium, PT RajaGraIindo Persada :
Jakarta.
2. Dwidjoseputro, D., (1990), 'Dasar-dasar Mikrobiologi¨, Djambatan : Malang.
3. Suriawiria, Unus, (1986), 'Pengantar Mikrobiologi Umum¨, Angkasa : Bandung.
4. Hadioetomo, Ratna S., (1990), 'Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek¨, PT Gramedia : Jakarta.
5. Lay, Bibiana W dan Sugyo H., (1992), 'Mikrobiologi¨, CV. Rajawali : Jakarta.
6. Djide, Natsir, (2005), 'Penuntun Praktikum Instrumentasi Mikrobiologi Iarmasi Dasar¨,
Jurusan Farmasi Universitas Hasanuddin : Makassar.



LAÞC8An Þ8Ak1lkuM Mlk8C8lCLCCl uMuM
ÞLnCLnALAn ALA1 uAn 1Lknlk S1L8lLlSASl



Cleh ť
1Ŧ nur AfldaLul Maulldlyah (080914016)
2Ŧ ClLra PardlyanLl 8ukmana (080914019)
3Ŧ 8aLlh kusprlyadanl (080914023)
4Ŧ Lyna lebrlyanLl (080914029)
3Ŧ Lvl kusLlnlngLyas (080914031)
6Ŧ Pendra Susllo (080914033)
7Ŧ ÞraLlma nlana (080914118)


uLÞA81LMLn 8lCLCCl
lAkuL1AS SAlnS uAn 1LknCLCCl
unlvL8Sl1AS Al8LAnCCA
1APun 2010

lŦ LAnuASAn 1LC8l
Þengenalan alaLŴalaL laboraLorlum penLlng dllakukan unLuk keselamaLan ker[a saaL melakukan
penellLlanŦ AlaLŴalaL laboraLorlum blasanya dapaL rusak aLau bahkan berbahaya [lka penggunaannya
Lldak sesual dengan prosedur (Þlummerţ 1987)Ŧ ÞenLlngnya dllakukan pengenalan alaLŴalaL
laboraLorlum adalah agar dapaL dlkeLahul cara penggunaan alaL LersebuL dengan balk dan benarţ
sehlngga kesalahan prosedur pemakalan alaL dapaL dlmlnlmallsasl sedlklL mungklnŦ Pal lnl penLlng
supaya saaL melakukan penellLlanţ daLa yang dlperoleh akan benar pulaŦ uaLaŴdaLa yang LepaL akan
menlngkaLkan kuallLas penellLlan seseorangŦ Selaln lLuţ bahan dan peralaLan yang dlgunakan dalam
penellLlan harus dalam kondlsl sLerllŦ unLuk mencapalnyaţ maka dlperlukan Leknlk sLerlllsaslŦ SLerlllsasl
lalah prosesŴproses unLuk men[adlkan peralaLan dan bahanŴbahan bebas darl semua benLuk kehldupanŦ
1u[uan uLamanya adalah supaya sebelum pengkulLuran dapaL memaLlkan mlkroorganlsme yang Lldak
dllnglnkan dan Lldak LuruL Lumbuh dalam kulLur murnl (suaLu kulLur mlkroorganlsme yang Lersusun darl
selŴsel se[enls)Ŧ 1eknlk SLerlllsasl dlbedakan men[adl empaL kelompokţ anLara laln ť SLerlllsasl flslk
dengan panasţ sLerlllsasl mekanlk dengan fllLerţ sLerlllsasl klmlaţ dan sLerlllsasl radlaslŦ

llŦ 1u!uAn
1Ŧ Memperkenalkan kepada mahaslswa mengenal alaLŴalaL yang dlperlukan dalam penellLlan
mlkroblologlŦ
2Ŧ Memperkenalkan kepada mahaslswa mengenal konsep dan Leknlk sLerlllsasl dan prosedur yang
harus dllakukan unLuk keberhasllan pengkulLuranŦ
lllŦ ALA1 uAn 8APAn
AŦ ALA1
1Ŧ 1abung reaksl
2Ŧ ÞlpeL volume
3Ŧ Labu erlenmeyer
4Ŧ Celas beaker
3Ŧ !arum lnokulasl
6Ŧ Cawan peLrl(peLrl dlsh)
7Ŧ Þembakar bunsen
8Ŧ korek apl
9Ŧ ÞlnseL
10Ŧ Þlsau
8Ŧ 8APAn
1Ŧ Alumunlum foll
2Ŧ kerLas sampul coklaL
3Ŧ kapas
4Ŧ Alkohol
3Ŧ kerLas label

lvŦ CA8A kL8!A
1Ŧ Þerslapkan dlrl dengan memakal [as labŦ sebelum masuk laboraLorlum hlngga prakLlkum selesalţ dan
Lldak lupa unLuk membawa peralaLan Lulls unLuk mencaLaLŦ
2Ŧ Þerslapkan dlrl unLuk melakukan kun[ungan ke laboraLorlum mlkroblologl umumŦ
3Ŧ ÞerhaLlkan dan caLaL semua keLerangan yang dlberlkan oleh dosen pendamplng keLlka pengenalan
alaLŴalaL yang akan dlgunakan dalam prakLlkum mlkroblologl umumŦ
4Ŧ SeLelah pengenalan dan pen[elasan cara ker[a alaLŴalaL prakLlkumţ slapkan alaLŴalaL laln yang akan
dlsLerllkanţ mlsalnyať peLrl dlshţ plpeL volumeţ plsauţ Labung reakslţ serLa [arum lnokulasl loopŦ
3Ŧ SLerllkan me[a ker[a dengan menyemproLkan alkohol dl aLas me[a yang akan dlgunakan unLuk
beker[aţ kemudlan dlberslhkan dengan Llsue kerlng dan pasLlkan Llsu [uga dalam kondlsl berslhŦ
6Ŧ SLerllkan Langan klLa dengan menyemproLkan alkoholŦ
7Ŧ SLerllkan alaLŴalaL seperLl cawan peLrlţ plnseLţ plpeL volumeţ dan plsau dengan dlbungkus kerLas
sampul coklaLŦ (ÞasLlkan proses pembungkusan sesual prosedurţ sehlngga dapaL LerLuLup rapaL)Ŧ
8Ŧ SLerllkan Labung reaksl dengan kapas yang dlsumbaLkan ke muluL Labung reaksl (pasLlkan Lerdengar
bunyl udara darl muluL Labung LersebuLţ keLlka kapas dlcabuL)Ŧ
9Ŧ nyalakan apl bunsenŦ
10Ŧ Lakukan Leknlk sLerlllsasl pada [arum lnokulasl loopţ yaknl dengan membakar u[ung [arumŦ
Þeganglah [arum dengan poslsl agak Legak dl aLas aplţ bakar [arum hlngga berpl[ar dan pl[ar merambaL
hlngga pangkal baglan logam [arumŦ
11Ŧ Lakukan Leknlk sLerlllsasl pada peLrl dengan memuLar peLrlţ sehlngga sekellllng baglan bawah
Lerkena apl bunsenţ dllakukan saLu kall puLaran sa[aŦ8eglLu pula Leknlk lnl dllakukan pada muluL Labung
reaksl (Leknlk lnl dllakukan keLlka akan dllakukan pengembang blakan pada medla)Ŧ
12Ŧ 8aplkan dan slmpan alaLŴalaL yang Lelah dlgunakan Ladl unLuk prakLlkum selan[uLnyaŦ



vŦ PASlL ÞLnCAMA1An
1Ŧ1 ALA1 uAn CA8A kL8!A
1Ŧ 1abung reaksl
1abung reaksl dlgunakan unLuk menumbuhkan mlkrobaŦ 1abung reaksl dapaL dllsl medla padaL maupun
calrŦ Medla padaL yang dlmasukkan ke Labung reaksl dapaL dlaLur men[adl 2 benLuk menuruL fungslnyaţ
yalLu medla agar Legak dan agar mlrlngŦ unLuk keefekLlfan dalam beker[aţ medla yang dlLambahkan
berklsar 10Ŵ12 ml Llap LabungŦ

2Ŧ Labu Lrlenmeyer
Labu erlenmeyer berfungsl unLuk menampung laruLanţ bahan aLau calran yang akan dlgunakan dalam
suaLu pengkulLuranŦ Labu Lrlenmeyer [uga dapaL dlgunakan unLuk meraclk dan menghomogenkan
bahanŴbahan komposlsl medlaţ menampung akuadesţ serLa mengkulLlvasl mlkroba dalam kulLur calrŦ
3Ŧ Þembakar 8unsen
lungsl uLama darl pembakar bunsen adalah nLuk menclpLakan kondlsl yang sLerllŦ unLuk sLerlllsasl [arum
oseţ muluL Labung reakslţ dan cawan peLrlţ baglan apl yang pallng cocok unLuk meml[arkannya adalah
baglan apl yang berwarna blruŦ Þerubahan bunsen dapaL menggunakan bahan bakar gas aLau meLanolŦ
4Ŧ !arum lnokulum
!arum lnokulum berfungsl unLuk memlndahkan blakan unLuk dlLanam aLau dlLumbuhkan ke medla baruŦ
!arum lnokulum blasanya LerbuaL darl kawaL nlchrome aLau plaLlnum sehlngga dapaL berpl[ar [lka
Lerkena panasŦ 8enLuk u[ung [arum dapaL berbenLuk llngkaran dan dlsebuL ose dan yang berbenLuk lurus
dlsebuL lnoculaLlngŦ
3Ŧ ÞlnseL
ÞlnseL memlllkl banyak fungsl dlanLaranya adalah unLuk mengambll benda dengan men[eplL mlsalnya
saaL memlndahkan cakram anLlbloLlkŦ

6Ŧ neraca anallLlk
AlaL lnl berfungsl seperLl LlmbanganŦ AlaL lnl mempunyal keLellLlan yang sangaL keclţ sehlngga dalam
penggunaannyaţ hasll yang dldapaL darl penlmbangan alaL lnl sangaL akuraLŦ


7Ŧ SenLrlfuge
AlaL lnl dlgunakan unLuk memlsahkan suaLu laruLan berdasarkan beraL [enls maslngŴmaslng bahan
LerlaruLŦ AlaL lnl menggunakan prlnslp gaya senLrlfugalŦ uengan adanya prlnslp LersebuL maka pada
hasllnya akan dldapaLkan suaLu endapanŦ ualam penggunaan alaL lnlţ klLa harus selmbang saaL menaruh
Labung rekslnya agar puLarannya selmbang dan agar alaL lnl Lldak cepaL rusakŦ
8Ŧ Shaker
Shaker dlgunakan unLuk menshaker suspensl mlkroba dengan Lu[uan mendapaLkan aeraslŦ

9Ŧ WaLerbaLh
AlaL lnl dlgunakan unLuk menylmpan medla yang baru dlambll darl auLoklafŦ 8lasanya medlaŴmedla
LersebuL ada yang langsung dlpakal ada yang LldakŦ Sehlngga unLuk men[aga suhu medla LersebuL LeLap
konsLan (seklLar 30 C) aLau supaya medla Lldak cepaL membeku lagl blasanya menggunakan alaL lnlŦ
10Ŧ kolonl counLer
AlaL lnl dlgunakan unLuk mempermudah klLa dalam menghlLung banyaknya mlkroba yang ada pada
suaLu blakan aLau kulLurŦ ualam penggunaannyaţ klLa blsa menghlLungnya langsung dalam saLu
llngkaran penuh aLau klLa blsa menghlLunya dengan cara membagl llngkaran LersebuL men[adl empaL
kuadranŦ
11Ŧ SpekLrofoLomeLrl
AlaL lnl dlgunakan unLuk mengeLahul LlngkaL kekeruhan dan denslLas suaLu mlkrobaŦ Pasllnya blsa klLa
keLahul darl peLun[uk [arum yang ada dl slLuŦ

12Ŧ Cven
AlaL lnl merupakan salah saLu alaL dalam Leknlk sLerlllsasl panasŦ AlaL lnl menggunakan panas kerlngŦ
ualam penggunaannyaţ alaL lnl dl seLLlng dalam suhu yang Llnggl (160° aLau 180°C)Ŧ 8lasanya dlgunakan
unLuk mensLerllkan alaLŴalaL glassŦ
13Ŧ Lemarl asam
AlaL lnl dlgunakan unLuk menylmpan bahanŴbahan asamŦ 1u[uannya unLuk keselamaLan klLa agar
Lerhlndar darl Lumpahan bahan LersebuLŦ Selaln lLuţ agar bahanŴbahan LersebuL Lldak cepaL menguapŦ

14Ŧ Lemarl es
Lemarl es dlgunakan sebagal LempaL penylmpan blakan aLau kulLurŦ


14Ŧ AuLoklaf
AlaL lnl [uga Lermasuk salah saLu alaL dalam Leknlk sLerlllsasl panasŦ AlaL lnl menggunakan panas
lembab berLekananŦ Þrlnslp ker[a alaL lnl Lldak [auh beda dengan dandang aLau alaL presLoŦ AlaL lnl
blasanya beker[a efekLlf pada suhu seklLar 121° CŦ
Cara menggunakan AuLoklafť
aŦ lsl alr dalam auLoklaf kurang leblh 2 cm dlbawah keran[ang aLau 3Ŵ3 llLer alrŦ
bŦ ÞasLlkan alaL yang akan dlsLerllkan dapaL Lerkena uap dalam auLoklafŦ
cŦ 1uLup rapaL auLoklaf dan aLur lama wakLunyaţseklLar 20 menlL dan Lekanan 1 aLmŦ
dŦ ÞasLlkan Labung exhausL Lerbuka sedangkan Labung dralnnya LerLuLupŦ
eŦ SeLelah uapnya keluar aLau Lerdengar bunyl mendeslsţ segera LuLup Labung exhausLnyaŦ
fŦ SaaL alarm berbunyl yang menandakan bahwa sLerlllsasl Lelah selesalţ [angan langsung membuka
LuLup auLoklafţ LeLapl Lunggu hlngga [arum Lekanan menun[ukkan angka 0Ŧ


13Ŧ Lamlnar alr flow
AlaL lnl dlgunakan dalam Leknlk sLerlllsasl radlaslŦ klLa [uga dapaL beker[a dl dalam ruangan lnlŦ AlaL lnl
LerleLak khusus dalam saLu ruang yang dlsebuL ruang sLerllŦ Þenggunaan alaL LersebuL adalah unLuk
mensLerlllsaslkan udara dlLempaL ker[aţ sehlngga keglaLan yang berkalLan dengan pemlndahan dan
pengambllan mlkroba dapaL dllakukan dl seklLar lamlnar alr flowŦ
Cara menggunakan Lamlnar Alr llowť
1Ŧ Pldupkan lampu uv seklLar 3Ŵ10 menlLţ selan[uLnya maLlkan segera sebelum mulal beker[aŦ
2Ŧ ÞasLlkan kaca penuLup Lerkuncl dan pada poslsl LerendahŦ
3Ŧ nyalakan lampu neon dan blowerŦ
4Ŧ 8larkan selama 3 menlLŦ
3Ŧ Cucl Langan dan lengan dengan alkohol 70 Ʒ
6Ŧ usap permukaan lnLerlor Lamlnar Alr llow dengan alkohol 70 Ʒ aLau deslnfekLan yang cocok dan
blarkan menguapŦ
7Ŧ Masukkan alaL dan bahan yang akan dlker[akanţ [angan Lerlalu penuhţ karena memperbesar reslko
konLamlnaslŦ
8Ŧ ALur alaL dan bahan yang Lelah dlmasukan ke Lamlnar Alr llow sedemlklan rupa sehlngga efekLlf
dalam beker[a dan LerclpLa areal yang benarŴbenar sLerllŦ
9Ŧ !angan menggunakan pembakar 8unsen dengan bahan bakar alkohol Lapl gunakan yang berbahan
bakar gasŦ
10Ŧ ker[a secara asepLls dan [angan sampal pola allran udara Lerganggu oleh akLlvlLas ker[aŦ
11Ŧ SeLelah selesal beker[aţ blarkan 2Ŵ3 menlL supaya konLamlnan Lldak keluar darl Lamlnar Alr llowŦ


1Ŧ2 1Lknlk S1L8lLlSASl
Cara mensLerllkan Labung reaksl adalah dengan menggunakan kapas dan menuLupnya dengan rapaLţ
sehlngga Lerdengar bunyl ºplup" apablla kapas dllepaskan darl muluL LabungŦ
!arum lnokulum dlpanaskan dengan menggunakan apl bunsen secara meraLa darl u[ung hlngga pangkal
[arum dengan poslsl Legak aLau dengan kemlrlngan 60°CŦ Pal lnl berLu[uan unLuk keeflslenan ker[a
dalam proses sLerlllsaslŦ
Cara mensLerllkan cawan peLrl adalah dengan membungkusnya dalam kerLas sampul coklaL dengan
poslsl LuLup cawan berada dl aLas agar uap alr Lldak dapaL masuk melalul celah anLara cawan peLrlŦ
kemudlan cawan peLrl dlleLakkan dalam ovenŦ Apablla cawan akan dlgunakan dalam suaLu
pengkulLuranţ maka muluL cawan peLrl harus dlbakar Lerleblh dahulu dengan memuLarnya dl dekaL apl
bunsenŦ
Cara mensLerllkan plpeL volum adalah dengan menuLup baglan yang dlgunakan unLuk menlup dengan
kapasţ kemudlan dlbungkus dengan menggunakan kerLas coklaL dan dlmasukkan dalam ovenŦ SaaL
membungkusnya dengan kerLas coklaLţ usahakan agar baglan yang dlgunakan unLuk menlup berada
pada u[ung llpaLan agar memudahkan klLa dalam menggunakannyaŦ
Cara mensLerllkan plnseL Lldak [auh berbeda dengan plpeL volumţ yalLu membungkusnya dengan kerLas
coklaL kemudlan dlmasukkan dalam ovenŦ
Cara mensLerllkan labu erlenmeyer hamplr sama dengan dengan Labung reakslţ yalLu menuLupnya
dengan kapas sampal rapaLţ kemudlan dllaplsl dengan alumlnlum follŦ kemudlan dlmasukkan ke dalam
ovenŦ
CaLaLan ť Mesklpun sudah dlbungkus dengan kerLas coklaL dan dlmasukkan dalam ovenţ sebelum klLa
menggunakan alaL LersebuL klLa harus mensLerllkannya lagl dengan cara mendekaLkan alaLŴalaL LersebuL
dengan pembakar bunsenŦ

vlŦ ÞLM8APASAn
uarl prakLlkum yang Lelah kaml lakukanţ dlperoleh hasll bahwa syaraL uLama beker[a dl bldang
mlkroblologl adalah sLerlllLasţ balk sLerlllLas dlrl maupun alaLŴalaL yang akan dlgunakanŦ Sebelum dan
sesudah prakLlkum dllakukanţ klLa menggunakan alkohol unLuk mensLerllkan Langan dan me[a ker[aŦ
Sedangkan unLuk alaLŴalaL yang akan dlgunakanţ cara mensLerllkannya LerganLung darl bahan dan [enls
alaL LersebuLŦ Pal lnl dlkarenakan alaLŴalaL LersebuL mempunyal karakLer dan perlakuan yang berbedaţ
serLa mempunyal fungsl yang speslflk LerganLung [enls alaLnyaŦ AlaL yang LerdapaL dl ruangan
laboraLorlum seperLl spekLrofoLomeLerţ auLoklafţ lamlnar alr flowţ neraca anallLlkţ colonl counLerţ
shakerţ spekLrofoLomeLerţ waLerbaLhţ ovenţ senLrlfugeţ dan desLllasl alrŦ
keLlka klLa beker[a dalam pengkulLuranţ mlsalnya mengambll aLau memlndahkan mlkrobaţ menuangkan
medlaţ klLa harus melakukannya dl dekaL apl bunsenŦ Pal lnl berLu[uan agar area seklLar klLa beker[a
bebas darl mlkrobaŦ AlaLŴalaL penLlng lalnnya adalah ovenŦ ualam menggunakan oven lnl klLa [angan
sekallŴkall memasukkan Langan ke dalamnyaŦ Pal lnl dlkarenakan oven memlllkl suhu dl aLas 200°CŦ
Sedangkan unLuk auLoklafţ hal yang perlu dlperhaLlkan adalah keLlka alarm Landa selesal sudah
berbunylţ [angan langsung membukanyaŦ Akan LeLapl Lunggu hlngga [arum Lekanan menun[ukkan angka
0Ŧ ualam menggunakan senLrlfugeţ keselmbangan Labung reaksl harus dlperhaLlkanţ karena akan
mempengaruhl klner[a senLrlfugeŦ Apablla beraL laruLan dalam Labung reaksl Lldak selmbangţ maka
senLrlfuge Lldak dapaL beker[a secara makslmalŦ Selaln alaL dlaLasţ ada saLu alaL lagl yang blasa dlpakalţ
yalLu lamlnar alr flowŦ karena alaL lnl menggunakan Leknlk radlaslţ maka pada saaL penggunaannya klLa
harus berhaLlŴhaLlŦ klLa [angan Lerlalu dekaL keLlka slnar uv dlnyalakan karena seperLl yang klLa keLahul
bahwa slnar uv sangaL berbahaya [lka Lerkena Lubuh klLa secara langsungŦ
1erakhlrţ dalam melakukan suLau peker[aan yang berhubungan dengan mlrobllogl klaL dlLunLuL unLuk
blsa menger[akannya sendlrlŦ Pal lnl berLu[uan selaln unLuk melaLlh sklll klLa dalam bldang mlkroblologlţ
LeLapl [uga unLuk menghlndarl banyaknya konLamlnan yang masuk ke dalam blakanŦ

vllŦ kLSlMÞuLAn
AlaLŴalaL laboraLorlum yang blasanya dlgunakan dalam bldang mlkroblologl anLara laln ť pembakar
bunsenţ [arum ooseţ Labung reakslţ labu erlenmeyerţ gelas beakerţ peLrl dlshţ plpeLţ spekLrofoLomeLerţ
auLoklafţ lamlnar alr flowţ neraca anallLlkţ colonl counLerţ shakerţ spekLrofoLomeLerţ waLerbaLhţ ovenţ
senLrlfugeţ dan desLllasl alrŦ
SyaraL uLama keberhasllan ker[a dalam laboraLorlum Mlkroblologl adalah sLerlllLasŦ 8erlkuL lnl adalah
garls besar Leknlk sLerlllsasl yang umumnya dllakukan dalam laboraLorlum Mlkroblologl ť
Ŵ SLerlllsasl flslk dengan panas mellpuLl panas kerlngţ panas lembabţ panas lembab berLekananŦ
ConLohnya ť dengan oven dan auLoklafŦ
Ŵ SLerlllsasl mekanlk dengan fllLrasl Ŧ Mlsalnya slnLered glassŦ
Ŵ SLerlllsasl klmla dengan zaLŴzaL klmlaŦ Mlsalnya laruLan deslnfekLanţ alkoholţ formallnţ dllŦ
Ŵ SLerlllsasl radlaslţ menggunakan lamlnar alr flowŦ


vlllŦ uAl1A8 ÞuS1AkA
Anonlm 1993Ŧ larmakope lndonesla LdŦ lvŦ !akarLať ueparLemen kesehaLan 8epubllk lndoneslaŦ
khopkarţ SŦMŦ 2003Ŧ konsep uasar klmla AnallLlkŦ !akarLať unlverslLas lndoneslaŦ
nl'maLuzahrohţ urŦ dkkŦ 2010Ŧ ÞeLun[uk ÞrakLlkum Mlkroblologl umumŦ Surabayať Alrlangga unlverslLy
ÞressŦ
Þelezarţ Mlchael !ţeL alŦ 1986Ŧ uasarŴdasar Mlkroblologl 1er[emahanŦ !akarLa ť ul ÞressŦ











Une Response so far.

fsaysť
lebruary 11ţ 2011 8ť36 AM
thank's ya. untuk laminar air Ilow ada yg sy kritisi nih, pointnya di sterilisasi radiasi. LAF
itu adalah ruangan yg dibuat steril dari partikulat dan mikroorganisme dengan
menggunakan metode air Ilow. Jd udara ambient yg di Iilter melalui 2 tahapan. 1. udara
ambient masuk k preIilter-masuk k blower (sebagai tekanan statik) diteruskan k HEPA
Filter. EIektivitas Iilter 99,97°-0.3 mikron. kalaupun digunakan sinar UV itu siIatnya
optional. dan kita tahu bahayanya sinar UV. bisa menyebabkan kerusakan mata dan kulit.
Kalaupun mau menggunakan ada prosedur khusus yg harus dijalani. tks.

334:.3.9 ..947:2274-44 03.274845.3 . 20/:2/..9/../.9 ..-.3703   3/.7:89.30.9.  57385/.5.9.....2-/.:1:383.9.3 74845-071:38:39: 202-08.9.:507.203:8.7./7..3274-.3.5..-47..5..8.9:9...8..20/:2/.33.9 .3.33.3......5079.3..5.:.. 8..3. %047&2:2 .39..7...3/.507:3..9-.9/03..20/:28079..907...32:33 202507405.3 8073/:3.3:.9.39/.3.3507:/09.3//..3/507:3..3.2..-47.3-.7:8/..3/.8.9..9/.32748459.20.3 80-0:2203..5.9-./.2.2.3-03/..3..2.202-.390780-:99/.7.9..3207:5.39::39:203.7.39.90.35079443.8907 38.5.32.3/..//..3 8907 793.234:.389073./.39/.9 50703./. /....3203.7:88907 3/.2..9803.33.5.947:2274-44907/.9 203.. -.3274-44 .9.507:3.9-03/.:5:3.9.   .9 ..9./.3.503:3.9..907.39.39:9/.33.3.3.9.

.85...9/:3.9010912085:35.3203:3../80-:9 89078. -.3.8.9.:2034. 207:8.7/.9-./.5..3.3 -.3.3: 0/:5.7.8.35.8.39/. 8. /-.8:: 4/./.35.8.-.30-.8.3503.2.35.8 503:3.9/.9.3.7 -0743/038.9:503:3.880-./..9:7.3202-.807320207:.35.8 0:39:3.32094/0//.7.-..3.8/03.3./.-./03.703.3-..5.5.3/03.3 4   !7480/:789078.3.8 !02.3574808.380/.3203/03.3/.3.3/.33.:.9/.3:2:2/5.3820/:5/.-8./.3/3.8073 5.8-.3   /.3 5749035.:./5..3.-.207:8.7.32.9.3/07.-.5.3../.5.3   !.39/.8::..3.8-.5.3/03./...3.:89078.8/:3.47507 7.3/80-.3 197.3/.8.703.802-./-.3:39:2038907..3/03.3/02.3 /05... /.7:8.3. .3.35./.83.7 2.3..20/.5.3.3.2.002-.3203:3.. /.3/03.2:.3 .3.3/8907.3..80730-703/.:..3.8 .85. .3202.:9././80-:989078..81.8.8..3 -.9.8-.3.8.3.3.35.2.3:..5.:7...8.8.8::4 !.09..3:.2.:.82.3 89078.32.55./.3.9:.75...7.7 .35.9.9.5.9.5.289078.:5:3203.27447.3/3.9/902-:8:.85.3-078.3/8907.3.89078. -.802-.-09:93 ..3...8.5.73./..

3/8907..3 9/.3 $0. ..2:3 /02..39:507.9.3/03.9.3:..3/3.8.5073 4.3:39: 89078.802:.3:.3.3.3/:3.-.5-..8/03.03 0-2:7./-.

3820909.902507.2.3/03.3 80 80.03073   .2 4..3.2.-.9.3..3820703/.:.703.8 -494 55..9:/.3/./..3.3:.3-..9/:3.33.3820/:5/03..7.3/.7:9.7.899/..3/./...9:7090780-:9/.8 .2.9/. 80/.:2./.5072:.9/:3.3.9 8.3-0:2 0739/.83. 80/93.7802:.3909.27447.0307380..380/02.3 -.3 .907/.3.5-./.3197.9.9/.24.7.-889078.33./.24..5./.3/2./9.8.70.7.03 .3/03.3.25:3/.3-.3907-:.3 :39:202.8.3 .5.9.38:/. .9 .32.5.8.7.9/.9.-40/2.3/03.5.79079.3:.9/8907..30..9.. 27447.709 .7574903   !7480889078.:5..8 .20.39:305.8/2.3820 .2.30--08.73.80.-.03073 80.2:.3. 5509./.3::7.27447.390780-:9.7.2.3907.0./..47.9/:3.8:.35.3//./8907.9:70    .503.8:.3.902507.8::..:94.3//.3:39:80:2..3 03.82.-0789/.5.9-079.-078/.3.3 .35.-.59/.93.8/.:8:85038/-0-./.9.2.5073   0.9/8907.24.3802:.3547.:./...7.9 .. .3/.73.5.25.1 .5.7.9.8:..3/.3-0:2-078/.: a2 803..9../..3.

7 8:2-07.85..32028./../.3-..9.3 -.3 0- ..8..:7.3.9:502-08./:.././.-..90745.7.23.::2./.-847-...3 -.9907.95.8.8.90.780.32.3:39:50702.5.3...3/./507-08.9   $50974149420907 .7850.3/.3/5.8.2434742.3274-..7:9.:089.907.788902  803.7/.3042-.30/05.5.93/:3..5052.3.3.3 :39:89078.-8 .3.2.7.1207:5.907 803.333/909/03.3.3203.30038.5/03. !7480889078.3:39:20309.39-49    &7.3/1.9 ..9:7. ....3203.3..9: :39:-.327447.1 94./.3.320.3907.3.7/.9.3042-.382007.320303.27447.8 00.:.3.80-.3-.   % #  .8.3.3..3-07-039:80025...23.8.250/2..93/:3.3-..5705..3:39:20.-078.907.92.8.8574903    3:-:947 .:/907:8..7.47439.9.3 9/.-07/. $9078.3..9::39: 20302-.439.3.3907.7714  /:3..9.9.3.9025.3.3.2 !738507.9::39:202-:3:27447../...80598.92 5.27447.7:9.3 907/7/.8.:90..3..7.93/:3.8:8:3.3.38038919.3..5.8::.320.9:2.3...73./.3/03.9203::0038.2.83...5.893 -././.03 .5.803. 20207:.7-43..//0/7.93:..97420907/..9:/.780.907 20/:2839099079039: /.38::809.35.:.25:&'..3:10980-..8907 0-07.1 ..3.3.907-07:7.2:75..4-0912.89708...7-0.3:/.3 -..3803.99:8 :94..3.33.  2039    .5.3.7.2570307..:/090.380.93/:3.302:/.947/7:-.54742../.7   80.3.3../88...38::93 .80-.3/.9 032 9483-.3502-./.807:2 .9203:-.5.55.8.8274-.3:39:.9 .3 9079039:   32 .1 .327447.3.3..3203.7.7.3 93/.8 /03.38:...3../5070.3/:3..8.7:.3820 !738507..8::80.25:&' /2.390748/.2.3820 $50974149420907 907/7/.7.8-.39079039: 57438507.90.93/:3.3907-.5:320.3-07.83 2.8/03.3 ...3.39/.39:.927447.3.2.4:072.9.3820/.7./.7.23.9...3/.393803.23.7.8.9:80-07..2.703: %0./03.//03.35.3:39:89078..7.3.3820808:.8.39.3/:3.90..9/03.9 .8::.9743/..3042-..8.32../././8907..3.203.320303.393/.75..290.2 /.3907.. 907-.380./  /.2.39/..3/3     94.... /.3:39:50307..8::  80..39/. /03.3820..3 .2889020--08.38::.3149420907 !738507./.9.9.38205.3 -.9.3.8.8 ..9     .4394-./...2    74845 74845/:3.

3 . $50974149420907&' '8 3.7../.07 %.07.23. 8..2107 4743 .35..8 $549 !509.8::7 0.3.947.3!097 %.9 00.91 !509..7.03  80:7:8  80-:.25:8579:8 49450303.7.907 4434:3907 3:-.399./.8 :25.7  ' !$ . %2-.2 !03.30907.3.3 !.947.074- .-:370.5.3/.3 -07.3.3/:3.9. .3.3.774   .390.3..-:::7 !3809 .2-.9  .25:&' 74845 $./80/.8 907.3.389.4:20:.8  -00..4:20:.07 $03971:08  ...84743 0../.7:25705..9 005 .99:8.3.390..91 !5098.-:3/:7.2-.9.507/8 .82.074- 3:-.9 .9.

9. //.9.9:2274-443 -07-.33.7.7:8/09./../.3..99: ..5.7:8/.:2.. .3203..038/..38907 793.3.5..9.2274-44 .!.3/:3..-.33.3274-.30.:507.57.31.7.3..9 573858079./7....9.9.5.390780-:99/.:5:3..../.0:3... -..39/.3:.3.3/:3.3 $02:.20../.9.3/ /.

47507 7.5../5.09.3.-8.3 0-703/.9..83..3/-..3..380..9./.3/:3.-07/.3 -.8.5.2.8:: 4/. /-.3/8907.038.3.95079.3.3/.9:/./03../.8.8::...2.1.83.7 .5./5.8.3-. 20/.3.8..99039:3.23.390.:2034.3:39:2038907.07.30-.9380-03..38547.3202.3/.3.35.-.3.3:.3 -..7.8.3./.2.9.3./....3-..99079:9:532030-..399/.85.9/:3.5.5.3..8-.8907/7.907/.7494.7:8.3..9:7 90..3  .380-.305503.-07-0/.2.8.207:8.3.8 :.3.1 203:3.7:8/507.3 57088:70...8.3 5749035.8./3./.3./.9202.3/:3.9/.3 .3/3.703..9/.39:35. -.3.3 /05.5.54043:39:202..-07.7..3.38200/:5. .3042-.3-8/..3/03.7.9.83.3.55.55./.3574808.8.38::.380/.7:8..93 274-..9:7.75...3820/:5/.  /.9:7  4 0:39:3.83 2.:.9...3.5.9..1/-:.85.7.9.35.7.35.9...3202-.8/.35033.8.:.332    .29025..8::.5.25:&'/03.8  :94.3/.3.3.8  !7385/.4..5.3 4   .  !.3/07.39/.39/./.7./.-.8202-:3:-.289078..9.503.::80-0:205/9:9:5 803.89078.25:&' !738507.27447.989078.3902507.9073..9:.93..39070-/.3..3/.././.3.7./..5038907.-47.9/902-:8:.38::  2085:3.. 80.3. /..3.73./.9.907.3 90.2./.3/./.8 2.3. 907/.9:.35033.8.7..03 :3.3 5033.947:2274-44.3..3202/.3073 .1 :/.30.3 &.38::  94.390.7.3/03.2:..9.3.5.5.3494..9/.9.9 .20.35.05.4407 .3.8.0 94.8 ./.3.89078. W..55.802-.3.3042-.5:350304254.3.9.8073/03.9/.880-.2.8. -0/.:39:20/.907. ..-09:93 .32.7/..7 -0743/038.-..3.989078.8::4 !.33./.3:27447.8/03.55.9039..5.  !.8.5.3.3/03.3-.3/02.:.5../...3203/03.:.9010912085:35.:5:3203./.7:8/0:..3.//.3.

3 /03. .8/03.3:.3...5-.3.39: 507...9.3:.3/3.-.3:39:89078.5073 4.03 0-2:7.3 9/.8.802:.3 $0.3/8907../-.2:3/02.9.3/:3.

7.709.3/.3.-..3/80-.9/.3.80730-703/.899/.8-.703.3/03./-.5073  !7480/:789078.3:.35./.3:.7.3203:3.3  . /-.8/03.5..3.8.3.:5.3/03.3/3.5.3..-.9/8907.3/03.3./.7..9:. 207:8.7.3.9/8907.2.3. ..3/03.9/.:.30-.9.3202-.9/./.55.8.3.5.7 .807320207:..3.5.3/3.3907-:...3.3..35.8 0:39:3..

3//.-889078./.9:/.35.03 .3..../-.9-079.9:790780-:9/.25.5073 4...8/2..24.8:.8 .5-.03 0-2:7.:94.5.9.-.3:.  0.3907.3//.3. 80/93.9.9.3909.9:7    . 5509..2.8:../.3.3 $0./8907.3/:3..7.3/..3-0:2-078/./.8/.8:.7.703.-0789/..9.8 .39:305.2.9.8.3:39: 89078..9/. .24.3/.82.902507.3/3.3/8907.1 ..9 .03073  .24.0307380..9 .5-.390780-:9.70.3/.2:.-.3/2.38:/.5.3:.902507.8.3 -.3-0:2 0739/.39:507.-40/2.80.2.8/03.2 4.03073 80.8 -494 55.3/03.

20..3:/.93.7.3820.9..880-0:2/:3.9:503::7.3.7.7 :7:8..8  3.8.7:.23.80598.907/7.8.7.774  .3:39:50307..889023/.7..3-07:7..23. /:3.8059.W..38:.3809.9:7:.7.80598  !738507.703.3-07/.703.8 27447.33.93-07-039:80507920..7.39079:9:5 3./.2.9./.380:7: /3/3/.3    .3/.3.503...7.:/8025749.44  //.380...3.3/03.3.380-.80598-07/.380..7  203980-0:2/:3.3.23.8 !738507.8/-078..3..439.8../.

4803 .3:39:203:2-:.23.9:7.3/03.3502..38:3 ..23./5:9.35425.93 /:3.93:-.8.5.-...7803.8.7/.3:3.33..8.7.35425.9 /232.7 .3-.3/9:2-:40-./.907.7.074- $::5079:2-:.3 /3:-.:2/:3.20:./.7..8907/7.8274-.439.9.7.3   .3-0781.907-.3-.907.  W.5.93-007.-07..3.38:3  W.:2/3.9.3-.25:$579:8 .3 ..-07/.7.9:7.5:/.93/:3./.3-.8/2...9..3.3. 0.3:39:20232..8  3:-.3574808/03.32094/0502. 503:2-:.907/03..9.907.0:.3.3.3-0781.907.9074   3:-.3.7.87439..5...32030/...907/03.7 8::203:3:.4.-07/..3.3 80.3:39:203:2-:.3:39:2038.074- .3 4..8:/..947074- .8:.:/2.3.9473.074- !738507..3-.33.7.38:.4 .47439.3.8/.9.3/:3.8.9 18.8.9.074- .3.3 /03.

9:/03.907/7.7939.8:.//./. .907907/7. /-:3:8/03..202-:3:8.3/:3../4  .1   %./.34843/2.5079:3.-:3#0.20/:25.07...9 ..8 274-.3/-:3:8079.35097805079202-:3:8.:..4:3907.. 5.9:39:203:2-:.3/9:3/83./2..39:2-:  .8907/7/./.35030...9.8 -.35:93.94 $090..7.83.7.8..3/.../.-.23.:94.3.8..89078..079.8  4434:3907 443.93:-.9:39:2039:3274-..7.2.35097-0782. ..20.907.3-.7.2 ...:20/:2.9:/9:3443 .20/:2//.3/.3/9..9..35.907.9:39:2039:3:2./..-:370.50307.3.-:370.5-.9/. /03.89078./.3 20334:..8 %.3. ...20/:2/09.2.7.8 -.8:.3!097 %07-:.7..29..1 909.907 .90728.8:./.3/.:..3.:94.  .03 /03.8/:5 2.320.20/:2//..7.33.380-..9.8  02:/.443-.7/.89/.24./.3/4..3203:3./.23.8  .5079:2-:..3/.8 .9/...3./.93 .380-0:23..39025..2003095.../.8.3274-.32../..2-..03  W./.3/./-:3:8079.9:/03.25./.9...:/3:-.:27447...907./.3820  .3079.3/2.3-071:3880-.../.9 203:2-:..720/:2-.....37:2:8 443. .

2 .

9:...-847-..3.8.8/.7.947.3/9039:.9-07/.97.3503.3 !738507..5.990780-:95./907:8.78:..9:.3..3.9..3/.9.9475030.80-.3 %07/7./.07.3829.9402434742.9./.51.3.3.3.3.9:7503::7....78:2-07/:-.203.-847-8 ..2434742.9:8.3042-.85407/.9 850974149420907/0.9/.3 907..250/2..3:39:203::7:.3.3  $50974149420907&' $50974149420907&'/:3.399..2..308:.980-.. 54742.3.

9.38.3907/7.83.203:3:.05.3.90-7:29/03.250 503.9/03.8 $03971:0 :3.7-.32..397.7:9.7:9.3 203:3./.9402.503.2-1494/.:39: 50309.17.907 -.9.3.3:39:20. 4-091202-039:-. 748453/8. 74845 2434:0732028.:39:/.380-..35. -03/.7.3/././03./.32.8.9.7.30.8.850941494209073.93.3.7.25: .9274-.3/:3.9.8.7./03.3 9025.3.9-:.907/7.8.7 /.3.3/9:9:5/03.98..9.3-.3042-..3 907.:708/:.3.9/.7.3829.38:.3.5.35.2.9.7:8:: .253/:3.89078./.3907.9:/2./..3.7...9/.3..8 4-0.9:39:2028./.3.38.-.3.9.503::7.3200./.370.3.573853.38.9.33.3.9.95705.  W.3.207.5.3/:3.88/.07 .39/.907.3/.3.3/2.93.3-.9.3.39.788902:23./.5.3274845038 .7.33.7-.250.3:39:3:-.2-..207.307.907-07/..93.8  74845 748452434:07 74845.81072039.3503./.907.9:.9:39:202507..34/.9.3/-.3.97.8.8.8.8:..9./03.. /507-08.3/0.3.907/7.3.3 5079:2-:.95030-.5.-:./.:39:20.2505.30..:8074:39:203809..9-07:3.3. 9.30.827447.4:07.7:9.-847-.7.32030-. /03.25:7.9-03/.2034-0 .44  .57480850207.7.9038.9:75..3202-.38./.3:39:20.3829.32748452434:079.9:39:203.907    -0/.3 .3.25.2.3/.038..:9/.3274-.88 ..9:39:2028.8  W..3:39: 202-.250/.. /.3507.88 -0.3/03. -03/.9203..8.5../:. -0703997.4:07 /:. !7385 07..197.038..9..: 27447.9.5.9.9.7803.33.9:038..8.2503.3820.3/03./03.3.207.9:-:.34 503..938.207.25..3 .25..-8./.88207:5..3.  74845.3274845 $.25.39079039: !738507.7.9 !73853.14:8..3.39:.2-. .73.250/.:03/.93/:3.3/.3.9/.907907/7..7.3/.31494/.2.9.8.203:3:.8942-45407 503.3  503.3-..9:907/7/.2-..3/0:.9 /.05..3.. .8 $. 8090.907/.390.9.8:.4:07202-039:-.98:2-07200.90.9/09. /.907 :.5.9. 02:/...34  .3/0.3.2.39:/..05.3.94-08:/.3 :39:20342403.7.3.3805079-.980507902503.-..34 /::78.9..3.9..2.3/0.:39:20.:9/.88 8.2..39/.-..9./.30.5907../03.333203.3829.88/.3-.3820/03.850..9-03/./.9402.2...3-..

3.30/.-07.3.83.9:-./-:3:8079....7.250.380-..:. .7:9.2.380-..39070-/.93..9/.::2::907032007/9:9:5/03.2.9.3/92-.207...//.9025.3.7.8.3905.3.1 /9:9:5/03.7905.380.8.3/.302:/.9503.4:20.3..7..209.9 .33-071:38:39:2032-.84743/:3.9/03./:3.30909.7.7.5072:.05.3.802:.34.7:9/.4843/89078..:: 02:/.350.7.3.20907:.33.3-07/.....3.3/:3. ../.3.3/:3.9/03.20.250.07..35028..302-.750..8.320/:2 .3/:3.9 /03..:20.1 $0-0:2/8907.3079.7.2 .3.3079.//.320/:2 .3.3..3 9070-/.380.3-03.9-..7.3.:/809.3:39:203::7/.9 ..3:39:2032-.:94.3.3:39:203::7.7./ -. 503.9 .3.2.7.3../.:-07.92-.3/:3.3907..5.:94.7:93..35748085028..3..7:93.  W..:/.   %2-..3-07.9..3.847432020909.2.73.9079:9:5   %2-.39..9/.3.03 80/.1 80-0:23.3.9 %2-.3 4/.20907803971:08008./.32:3.3079.::39:2039:38.7..9./.30 /.9/.7./.9:-.8  7032007 %07-:.5028.:-.3/2.83..7.07.3.28.2 9..37...35:9.20907/.3.3/92-.3 !7385 07. :2:3.5.7.-078/89078.9: .342.8&:7 %07-:.9:70.$4743 .8 803..-7.905.2   .3 22   ..7.-:::7 %07-:.8   0.3.38...9907.8/03.8.503::7.3 .3.5...9::7907/7.80-.89078..33...9:.3 /34.38:.7.8 /03./-0.:94.:7.7 :3.7.9/03. 89078.37..7 $090. 2038907.7.9.2 /.3..:/34.9 ..280.3/..8/03.3.7.905.8.4:20..3..9.7/.25:7.8:.

3-071:38:39:203.2-.1 $0-0:2/8907..32003095...3/92-.3079...3/-:9:..3-..3/.8 5509 03/.3 2003095./.3:.3 5509.7.:/34.-./..3 079./.3../8907.35:9 /9025.7./.9   !509'4:20 071:3880-.9 :8:8:39:5509...9.3.3/:3..23.35:9/9025.3.9.3:.3.../.8:39:203:7.:94.9/.8 /03.3-...7..3..3 .9:39:203..3-.3439.4:2 5.8 /03..3 20/:2..3-.8   !50943/4 039:3.. !5098.3/.2-.2.3/:3./.4:2/8907.3 !509 5509.3   !509$./-:. %07-:.3.7:39:2033/.9.:94...7:39:2033/.7:8/-:3:8/03..1 $0-0:2/8907.89078.9202-:.3/.3 5509.:23:214.8..8050795509::7.7:8/-:3:8/03.3..7.3507..3808:.2 ..939./..9.::5.939./03.4:20.8090.7.

4:20909.3507.83.8 .7:39:2033/.8 /03.99../../...939..89078.32003095. .33.2-.35:9/9025.3-.3907/7.9.7 .:9441 $0-0:2/8907..3079.3 5509.3-..3.9.59..:.9  W.9 .7:8 /-:3:8/03..7.3.3:.5509.80507943/4 -071:38:39: 203./.7.2-.

3..9: /03..9025..38:5.3 :3..3/03.25:8579:8 $090..9   !03.7. 5..93..3-071:38:39:34:.8-.3 480.20907/.3..3.3.9025.9..3 480.9:/03./2.38.7.83.38.3/03.7:25705.35.207.-47.5.8284.8:./.25...250274-./:3.33. .074-/03.5072:.9.7...3.25:3.73..9:39:202..2:7..202.: -071:3880-.7.. 5072:.25:8579:8   4797/.7.:94.93.3/-:3:8/03...8 .9../.:/2./  .7..9 .9203.3/.28274845..7:8/8907..3.320/:2  80./.9 .  .950307:8./.2/.3/.-:3 #..7:2203.. .8   $549308 ../.3 ' !&%&! ' 0825:.3.9 ...3/.950325.507/8/.8:.220/:2  %07-:.3.947:2274-44 .8.9.250 ./5.. 9:8:.7.25:8579:8 $090.7.25:8579:8   #.380.2507 :3.7....9:0/...820/:2 ..443.9/.35.503::7.3:39:202...3/:3..3 .9 ./-.7.9/.3202-../.:94.7:802-.7::33.3202-:3:83.3 079.3/03.3/:3.3203:3..::3...8274-.::3..9:39:20.9.7.3/03..95..328..7480  80 ..202-:.03 .93:-..25:8579:8  ..380-.3:39:2009.9 .8507.  .9/.7.3-071:38:39:34:..7.3.3/9.8:.81072039./.5./.93/8907.7:2203.7...2 %07-:.9/.83.9/.3$9....390793.9:2/50740-. .9 .857.:.9.:/8907.4:20.9274-..3./.7:8 02-.0 ...320/:2-../2.39.-:370.-:3907-:....8.8:.3/.7.3..9.380-.89078.22/.907.7.7..7.38:5..3/::743...074-/..2-..9/.25:&'/8-  .3 74-.7.3503.22 93 22   !3809 :3..38:85038/.23..9 /04254.3-./.3/:3. .3.35...7.9.3/:3../5..93/:3.3././.3.:7.207.78.9.8..8059828 03.-:3/:7.907.8.9    80:7:8 %07-:.9503::7./03.7:8/8907./.2038907.83.8.9995.8.989078.380-.274-.4:39078 85097414942007 307.20907:. .274-.9 ..947.89078..3 .2-/03.35.3/. 274845.9 .5.3:39:20334:.502..9025...3.3203..9 .2.3.7.5..9   ..7.2503.3343.502.7/...8-.35.9:/2.3.89078.9 %07-:.1   %.074-  .95../. 2034708.074-/03..2-.3.0    80:.3.3::3/.883:-.390793.99./:3.3079..:94.

20/.9 503..35097 480:7:8 480-:./.88 /8- ..3 4-0..28.

8874-..  D.3$:4    74-44 ' #.8. ./..3/:3   .7     9- 9@D.7.79.7.947:2 !%#./409424 #.2!7.8.90 !%7.8.8.7.8..   /4805:974     ..72.. 9--- @ - @- @         - € f ..   3. &3:8    !03.8..7  :7:8..8..3://3. -.3.3.$    74-44../.3..2-.774-44&2:2 3..   .79.20/.D.874-441.8&3.3   $:7.13/4!078.774-44 .8.0789.93.39.7 /./.3.72. .79.%#!&$%  .9.9:23897:2039.   /0 . -.-47.f f  %%   .987     !03:39:3!7.88.

- D@ - - @- D-I@ -  @D-    -- @ 9 °– °ff° ff ff f f¯ ½ °°– ff° °  ¾ f¯ff°  ©f ¾ff ¯ ff° .f f f° ¯f°f %%   f ¾½f f°  %%   °f  f°   %%    ¾°°–f¾   %%    ° f ¾   %%   9f¯f -f°f   %%    9@.

¯½  °ff°  ½f f ¯ff¾¾f ¯ °– °f ff ff f°– ½ f° ff¯ ½ ° f° ¯ –    . ¯½  °ff°  ½f f ¯ff¾¾f ¯ °– °f °¾ ½ f°  ° ¾ ¾f¾ f° ½¾  f°– f¾ ff° °  f¾f° ½ °–f°    @ - -   @   @f °–  f¾   9½  ¯    f   °¯      f¾ f    f¯ °f¾   .½ ° f°  f ff f f¯ f¾f°f f½f ¾f ff ff°  fff ©f ½ °––°ff°°f  f ¾ ¾f °–f° ½¾  %9¯¯   %  9 °°–°f ff° ½ °– °ff° ff ff f f¯ f ff f–f f½f  f nff ½ °––°ff° ff  ¾  °–f° f f° °f  ¾ °––f  ¾fff° ½¾  ½ ¯fff° ff f½f ¯°¯f¾f¾ ¾  ¯°–°  f ° ½ °°– ¾½ff ¾ff ¯ ff° ½ ° f°  ff f°– ½   ff° °f ½f  ff ff f°–  ½f ff° ¯ °°–ff° ff¾ ½ ° f° ¾ ¾ f°–   f°   ff° f° ½ fff° f°– –°ff° ff¯ ½ ° f° f¾ ff¯° ¾ ¾  D° ¯ °nf½f°f  ¯ff ½ f°  ° ¾ ¾f¾   ¾f¾ ff½¾ ¾ ½¾ ¾°¯ °©f f°½ fff° f° ff° ff° f¾ f¾ ¯f °  ½f°  @©f° f¯f°f f ff ¾½ff ¾ ¯ ½ °–f° f½f ¯ ¯ff° ¯–f°¾¯  f°–  f °–°f° f° f¯  ff¯¯°%¾f¯–f°¾¯ f°– ¾¾° f ¾  ¾  ¾ © °¾%  @ °  ¾f¾  ff° ¯ °©f  ¯½f  ¯½  f°ff f°   ¾f¾ €¾ °–f° ½f°f¾  ¾ ¾f¾ ¯ f° °–f° €   ¾ ¾f¾ ¯f  f° ¾ ¾f¾ f f¾     @DD-   .

ff° ½ %½  ¾%   9 ¯ ff °¾ °     f½   9°¾    9¾f  -   ¯°¯ €    f¾ ¾f¯½ nf   f½f¾       f¾ f   I  .

   9 ¾f½f°  °–f°¯ ¯ff©f¾f ¾ ¯¯f¾f f¯°––f½f¯¾  ¾f  f°  f ½f ° ¯ ¯ ff ½ fff° ¾ ° ¯ °nff    9 ¾f½f°  ° ¯ ff° °©°–f°   f f¯ ¯ – ¯¯   9 ff° f°nff¾ ¯f  f°–f°f°–  f°  ¾ °½ ° f¯½°– f½ °– °ff° .

ff ff f°– ff° –°ff° ff¯ ½f¯ ¯ – ¯¯      f ½ °– °ff° f° ½ °© f¾f° nff ©f ff ff ½f¯  ¾f½f° ff ff f° f°– ff° ¾ f°  ¯¾f°f  ½  ¾  ½½  ¯  ½¾f  f °–  f¾  ¾ f ©f¯ °f¾ ½     f° ¯ ©f  ©f °–f° ¯ ° ¯½f° f  ff¾ ¯ ©f f°– ff° –°ff° °  ©f   ¯ f°  ¾f° °–f° ¾   °– f° ½f¾f° ¾ ©–f ff¯ ° ¾ ¾     f° f°–f° f °–f° ¯ ° ¯½f° f     f° ff ff ¾ ½  nff° ½   ½°¾   ½½  ¯  f° ½¾f °–f°  °–¾  f¾ ¾f¯½ nf  %9f¾f° ½¾ ¾ ½ ¯ °–¾f° ¾ ¾f ½¾   ¾ °––f f½f  ½ f½f%    f°f °– f¾ °–f°f½f¾f°– ¾¯ ff° ¯f °– f¾%½f¾f°  °–f °  ff f ¯ f °–  ¾    f f½f¾ nf %    -fff° f½ °¾ °    ff°  ° ¾ ¾f¾ ½f f ©f¯ °f¾ ½  f° °–f° ¯ ¯ ff ©°– ©f¯  9 –f°–f©f¯ °–f°½¾¾f–f –f ff¾f½  ff©f¯°––f ½©f f°½©f¯ f¯ f °––f ½f°–f f–f° –f¯ ©f¯    ff°  ° ¾ ¾f¾ ½f f ½  °–f° ¯ ¯f ½   ¾ °––f ¾  °– f–f° ff   °ff½ °¾ °  ff°¾ff½ff°¾f©f –½f °° ff°½f f¯f °–  f¾ % ° ° ff°  f ff° ff° ½ °– ¯ f°– ff° ½f f ¯ f%    f½f° f° ¾¯½f° ff ff f°–  f –°ff° f  ° ½f¯ ¾ f°©°f     I   9-.@-   @ - .

f½f ff°– ¯f¾f° f °– f¾ f½f f¯ °©f  °¯ °€°–¾°f  f ¯ f f–f  –f f° f–f ¯°–  D°  € €f° ff¯  ©f  ¯ f f°– f¯ ff° ¾f   ¯ f½ f °–    f   °¯   f   °¯   €°–¾ ° ¯ °f¯½°– ff°  ff° ff nff° f°– ff° –°ff° ff¯ ¾f ½ °–f°  f   °¯   ©–f f½f –°ff° ° ¯ fn f° ¯ °–¯– °f° ff° ff° ¯½¾¾ ¯ f  ¯ °f¯½°– ff ¾  ¾ f ¯ °–f¾ ¯ f ff¯  nf   9 ¯ ff °¾ ° °–¾f¯f f½ ¯ ff °¾ °f ff°¯ °n½ff°° ¾f°–¾  D°¾ ¾f¾©f¯ ¾  ¯ f °–  f¾  f° nff° ½   f–f° f½ f°– ½f°– nn ° ¯ ¯©ff°°f f ff f–f°f½f°– f°f  9  ff° °¾ ° f½f¯ °––°ff° ff° ff–f¾ff¯ f°   f¯ °¯ f¯°¯ €°–¾°¯ ¯° ff° ff°° f°f¯ff ¯ f° ¯ f f  f¯ °¯ f¾f°f   f f ff °n¯  ff ½f°¯ ¾ °––f f½f ½©f ©f   °f½f°f¾  °©°–©f¯ f½f  °°–ff° f° ¾ ¾  f°f°–  °¾ ¾  °nf°–  .   @f °–  f¾ @f °– f¾ –°ff°°¯ °¯ f°¯ f @f °– f¾ f½f ¾¯ f½f f¯f½° nf .

 9°¾  9°¾  ¯ ¯ f°f €°–¾ f°ff°f f ff ° ¯ °–f¯  ° f °–f° ¯ °© ½ ¯¾f°f ¾ff ¯ ¯° ff° nff¯ f°      - fnf f°f f ° €°–¾ ¾ ½  ¯ f°–f°  f ° ¯ ¯½°f   f° f°– ¾f°–f  n  ¾ °––f ff¯ ½ °––°ff°°f  f¾ f°–  f½f f ½ °¯ f°–f° ff ° ¾f°–f ff      °€–  f ° –°ff° ° ¯ ¯¾ff° ¾f ff°  f¾ff° f © °¾ ¯f¾°– ¯f¾°– ff°  f  f ° ¯ °––°ff° ½°¾½ –ff ¾ °€–f   °–f° f f°f ½°¾½  ¾  ¯ff ½f f f¾°fff°  f½ff°¾f ° f½f° ff¯½ °––°ff°ff° ff¾¾ ¯ f°–¾ff¯ °f f °–  ¾°f f–f ½ff°°f ¾ ¯ f°– f° f–f ff °  f n ½f ¾f   f  f  –°ff° ° ¯ °¾f  ¾¾½ °¾ ¯ f °–f° ©f° ¯ ° f½ff° f f¾     Jf  f f ° –°ff° ° ¯ °¯½f° ¯ f f°– f f¯  f ff€  f¾f°f ¯ f ¯ f  ¾ f ff°–f°–¾°– ½fff ff°– f  °––f°¯ °©f–f¾¯ f ¾  f½ °¾f° %¾ f  .

% ff ¾½ff ¯ f  f n ½f ¯ ¯  f– f¾f°f ¯ °––°ff° ff °    ° n°  f ° –°ff° ° ¯ ¯½ ¯ f f ff¯ ¯ °–°– f°f°f ¯ f f°– f f ½f f ¾f ff° ff   ff¯ ½ °––°ff°°f  f ¾f ¯ °–°–°f f°–¾°– ff¯ ¾f °–ff° ½ ° ff f ¾f ¯ °–°f °–f° nff ¯ ¯ f– °–ff°  ¾  ¯ °©f  ¯½f f f°    ½ €¯  f° –°ff°°¯ °– f°–f  f° f° °¾f¾¾f¯ f f¾°f ¾ff  f f ½ °© ©f¯ f°– f f  ¾      ° f ° ¯ ½ff° ¾ff ¾f ff ff¯  ° ¾ ¾f¾ ½f°f¾  f ° ¯ °––°ff° ½f°f¾  °–  ff¯½ °––°ff°°f ff° ¾ °– ff¯¾f°–°––%ff.

%  f¾f°f –°ff° ° ¯ °¾ f° ff ff –f¾¾     ¯f f¾f¯ f ° –°ff° ° ¯ °¯½f° ff° ff° f¾f¯  @©f°°f °  ¾ f¯ff° f f–f  ° f f ¯½ff° ff°  ¾    f°   f–f ff° ff°  ¾   f n ½f ¯ °–f½      ¯f ¾  ¯f ¾ –°ff° ¾ f–f  ¯½f ½ °¯½f° ff° ff     .

  f€   f ° ©–f  ¯f¾ ¾ff ¾f ff ff¯  ° ¾ ¾f¾ ½f°f¾  f ° ¯ °––°ff° ½f°f¾  ¯ f   f°f°  9°¾½  ©f ff °  f ©f f °–f° f° f°– ff ff ½ ¾  f ° f¾f°f  ©f € € ½f f ¾ ¾ f  .

 .

ff ¯ °––°ff° f€  f  ¾ f ff¯ ff€ f°–    n¯  ff  f°©f°– ff     f   9f¾f° ff f°– ff° ¾ f° f½f   °f f½ ff¯ ff€  n  @½ f½f ff€ f° f f¯f f°f ¾ f  ¯ ° f°  f°f°  f¯   9f¾f° f °– f¾   f ¾ f°–f° f °– f°°f  ½     f f½°f  f ff   °–f ° ¯ ° ¾¾  ¾ – f ½ f °– f¾°f  €  ff ff¯  ° f°– ¯ °f° ff° ff ¾ ¾f¾  f ¾  ¾f  ©f°–f° f°–¾°– ¯ ¯ f ½ ff€   f½ °–– °––f ©f¯  f°f° ¯ °°©f° f°–f         f¯°f f € f° –°ff° ff¯ °¾ ¾f¾f f¾ f©–f f½f  ©f  ff¯f°–f°° f°   f ¾¾ ff¯ ¾f f°– f°– ¾  f°– ¾   9 °––°ff° ff  ¾  f ff ° ¯ °¾ ¾f¾f°  ff  ¯½f  ©f  ¾ °––f  –ff° f°– ff° °–f° ½ ¯° ff° f° ½ °–f¯ f° ¯ f f½f ff°  ¾ f f¯°f f €  .

ff ¯ °––°ff° f¯°f       ½f° f¯½ DI ¾ f   ¯ °  ¾ f°©°f ¯ff° ¾ – f ¾ ¯ ¯f  ©f    9f¾f° fnf ½ °½  °n f° ½f f ½¾¾   ° f    -fff° f¯½ ° ° f°      ff° ¾ f¯f  ¯ °    .

f¾f°ff f° ff°f°–ff°  ©ff° ©f°–f° f½ ° f °f¯ ¯½  ¾f ¾ °f¯°f¾      ff f° ff° f°–  f ¯f¾f°   f¯°f   ¾ ¯f° ½f ¾ °––f € € ff¯  ©f f°  n½f f f f°– °f °f ¾    f°–f°¯ °––°ff°½ ¯ ff °¾ ° °–f° ff° ffff½–°ff°f°–  ff° ff –f¾     ©f ¾ nff f¾ ½¾ f° ©f°–f° ¾f¯½f ½f ff°  ff  –f°––   ff¾  ©f      f ¾  ¾f  ©f  ff°   ¯ ° ¾½ff °f¯°f°  f  f f f¯°f       @- @ .n f°–f° f°  °–f° °–f° f     D¾f½ ½ ¯ff° °  f¯°f   °–f° f   ff ¾°€ f° f°– nn f° ff° ¯ °–f½   .

ff ¯ °¾ f° f °–  f¾ f ff °–f° ¯ °––°ff° f½f¾ f° ¯ °½°f °–f° f½f  ¾ °––f   °–f ° #½½# f½f f f½f¾  ½f¾f° f ¯ f °–  f¯°¯ ½f°f¾f° °–f°¯ °––°ff°f½ °¾ °¾ nff¯ ff f©°–°––f½f°–f ©f¯ °–f° ½¾¾  –f ff °–f°  ¯°–f° .

 f ° ©f° °  €¾ °f°  ©f .

ff¯ ½¾ ¾ ¾ ¾f¾  .

ff ¯ °¾ f° nff° ½  f ff °–f° ¯ ¯ °–¾°f ff¯  f¾ ¾f¯½ nf °–f° ½¾¾ ½ nff° f f  ff¾ f–f f½ f  f f½f ¯f¾ ¯ f n f f°ff nff° ½    ¯ f° nff° ½   ff° ff¯  °  ½f f nff° ff° –°ff° ff¯ ¾f ½ °–f° ¯ff¯nff°½ f¾  ff   f °–f°¯ ¯f°f  ff½ °¾ °  .

ff¯ °¾ f°½½ ¯f ff °–f°¯ °½ f–f°f°– –°ff°°¯ °½ °–f° f½f¾   ¯ f°  °–¾ °–f° ¯ °––°ff°  f¾ nf f° ¯f¾f° ff¯  °  ff ¯ ¯ °–¾°f °–f°  f¾ nf  ¾fff° f–f f–f° f°– –°ff° ° ¯ °½ f f ½f f ©°– ½ff° f–f ¯ ¯ ff° f ff¯ ¯ °––°ff°°f  .

ff¯ °¾ f°½°¾  f©f  f °–f°½½ ¯ f¯ ¯ °–¾°f °–f° f¾ nf  ¯ f° ¯f¾f° ff¯  °  .

ff ¯ °¾ f° f   °¯   f¯½ ¾f¯f °–f° °–f° f °–  f¾  f ¯ °½°f °–f°f½f¾¾f¯½ff½f  ¯ f° f½¾ °–f°f¯°¯€  ¯ f° ¯f¾f°  ff¯  °  .

- f ½f¯ f°–  f f¯ ff°  ½   f¾ ff ¾ff f¯f  ©f   f°– ¯ – f ff ¾ f¾  f ¾ f¾  ¯f½° ff ff f°– ff° –°ff°   ¯ f° ¾ ¾ f ½f¯ ff°  f ¯ °––°ff° f ° ¯ °¾ f° f°–f° f° ¯ ©f  ©f   f°–f°°ff fff°–ff° –°ff° nff¯ °¾ f°°f –f°°– f ff° f°© °¾ ff ¾  f° f °ff°ff ff ¾ ¯ ¯½°fff  f°½ ff°f°–  f  ¾ f ¯ ¯½°f €°–¾ f°– ¾½ ¾€  –f°°– © °¾ ff°f  f f°–   f½f  f°–f° f f¯ ¾ ½  ¾½ €¯    ff€  f¯°f f €  ° fnf f°f  n° n°   ¾f   ¾½ €¯    f  f   °  ¾ °€–  f° ¾f¾ f   ff  ©f ff¯½ °–f° ¯¾f°f¯ °–f¯ ff¯ ¯° ff°¯ f ¯ °f°–f° ¯ f  f f¾ ¯ ff°°f  f f½ °¾ °  f ° ©f° f–f f f ¾ f f  ©f f¾ f ¯ f  f ff ½ °°– f°°f f ff  °  ff¯ ¯ °––°ff°  ° ° f ©f°–f° ¾ f f ¯ ¯f¾f° f°–f°   ff¯°f  f ° f °ff°  ° ¯ ¯ ¾  ff¾ . ¾½°¾ f  °–¾ °–f° f¾nf f° ¯f¾f° ff¯ ° ¾ ¯f ¯ °––°ff°ff ¾ ff¾¯ °¾ f°°ff– °–f°nff¯ ° ff°ff ff ¾  °–f° ½ ¯ ff °¾ °   I  9.fff° .

  f°–f° ° ff€  f f°– ½  ½ ff° f ff  f ff¯ f° f ¾  ¾f ¾ f  ° ©f°–f°f°–¾°–¯ ¯ f°f f° f½°––°––f©f¯ f°f°¯ °°©f°f°–f   ff¯ ¯ °––°ff° ¾ °€–   ¾ ¯ f°–f° f °–  f¾ f¾ ½ ff°  f °f ff° ¯ ¯½ °–f ° ©f ¾ °€–  ½f f f ff° ff¯ f °–  f¾  f ¾ ¯ f°–  ¯ff ¾ °€–  f f½f  ©f¾ nff¯f¾¯f  f°ff ff¾ f f¾ffff–f°– f¾f ½ff  ff¯°ff€ f °fff°¯ °––°ff° °f f¾ ¯ff½f f¾ff½ °––°ff°°ff f¾ f f f©f°–f° f f f¾°fDI °fff°f °f¾ ½ f°–f f ff ¾°f DI ¾f°–f  fff ©f   °f   f ¾ nff f°–¾°–  @ f  ff¯ ¯ ff° ¾f ½  ©ff° f°–  °–f° °–f° ¯ – f ° ° ¾f¯ °– ©ff°°f¾ °  f° ©f°¾ f°°¯ f¾f ff¯  f°–¯ –  .

 f½ ©–f ° ¯ °–° f f°f°f °f¯°f° f°– ¯f¾   ff¯ ff°   I  .9D- f ff f f¯ f°– f¾f°f –°ff° ff¯  f°– ¯ – f°ff f°  ½ ¯ ff °¾ ° ©f¯¾ f °– f¾ f   °¯   – f¾ f  ½  ¾ ½½  ¾½ €¯    ff€  f¯°f f €  ° fnf f°f  n° n°   ¾f   ¾½ €¯    f  f   °  ¾ °€–  f° ¾f¾ f  ff f¯f  f¾f°  ©f ff¯ f f¯ . – f ff ¾ f¾   ° f ff –f¾ ¾f  ° ¾ ¾f¾ f°– ¯¯°f ff° ff¯ f f¯ . –     ¾f¾ €¾ °–f° ½f°f¾ ¯ ½ ½f°f¾  °–  ½f°f¾  ¯ f  ½f°f¾   ¯ f   f°f°  .

¾f°f ff° ¾°€ f°  f   €¯f°       ¾f¾ f f¾  ¯ °––°ff° f¯°f f €    I  @ 9D@ °°¯   f¯f½  ° ° ¾f   I  fff   ½f ¯ °  ¾ ff°   ½  ° ° ¾f  ½f   .°°f  °–f°  ° f° ff€     ¾f¾ ¯ f° °–f° €f¾  .nf    f    f¾f f¾f .¾f°f ¾°   –f¾¾     ¾f¾ ¯f °–f° f f ¯f  . – @ © ¯ff°  fff  D  9 ¾¾             .    °¾ ½ f¾f ¯f °f  fff  D° ¾f¾ ° ° ¾f  -#¯ff        9 °©9f¯ . – D¯¯  f ff f°––fD° ¾ 9 ¾¾  9  f  .

ZWW_\[Z_W_[XS^   f ¾f¾   f  .  .

7.3 8.:5:32.87983 54393.7. :39:.3.81907  2743 .7..7&'9:81..75..9.3 203:3.3:9  .9.32094/0.98907/./.3  :/...9/.714 /:/.2-039/190720.9.3./89078.3/-:.3.-.2030-.389.5..8:-407 80-.:5:3/:3.383.3820/03.79:./.307:8.57480/:7:8:8.:-.../.39. .7&' -8.8  9:...7:8/. 45943.8:5701907 2.3 98   .23.32.:9.714.9.:203:3../.2-0392.3./.9 /907:8.93...3! 907 109.83.7:.90.327447.87. /.