LOKAKARYA DOSEN WAWASAN SOSIAL BUDAYA BAHARI (WSBB) UPT - MKU UNHAS Print E-mail Written by Administrator Thursday

, 15 July 2010 03:43

PDF

Pada tahun 1975 setelah melalui serangkaian seminar, Universitas Hasanuddin (Unh as) memilih kelautan sebagai Pola Ilmiah Pokok (PIP) yang ditetapkan dalam Rapat Se nat dengan Surat Keputusan Rektor No.1149/UP-UH/1975 tertanggal 27 Desember 1975 . PIP dimaksudkan sebagai arah pengembangan dan nuansa spesifik Perguruan Tinggi a tau roh bagi pengembangan Iptek dan Seni di lingkungan Unhas dan akan mewarnai s etiap bentuk luaran, baik berupa alumni, hasil-hasil penelitian maupun pengabdia n pada masyarakat. Unhas memilih PIP Kelautan didasarkan pada dua aspek yaitu, proyeksi masa depan dan peran Unhas itu sendiri. Proyaksi masa depan terkait semakin berkurangnya su mber daya alam di darat dan pergeseran kutub perdagangan dunia dari wilayah Amer ika-Eropa ke wilayah Asia. Di samping itu kesadaran akan peran laut sebagai regu lator proses alamiah yang terjadi di atas permukaan bumi, juga menjadi salah sat u dasar pertimbangan. Adapun peran Unhas itu sendiri adalah posisi geografis Unh as yang berada pada wilayah dengan masyarakat yang memiliki latar belakang buday a maritime yang pernah mencapai masa keemasannya. Olehnya itu, Unhas memposisika n diri sebagai pusat pengembangan budaya bahari yang berciri kemandirian dalam k onteks kesadaran interkoneksitas universal. Sebagai konsekuensi ditetapkannya kelautan sebagai PIP Unhas, serangkaian kebija kan yang telah ditempuh oleh Pimpinan Universitas dan segenap sivitas akademika Unhas dalam rangka mengimplementasikan PIP tersebut. Salah satu kebijakan strate gis adalah berdirinya Fakultas Ilmu Kelautan (FIK) pada tahun 1990, kemudian dii kuti oleh sejumlah Program Studi dengan spesifikasi laut sebagai core scientific program studi tersebut. PIP Kelautan sebagai roh bagi pengembangan Iptek dan seni di Unhas belumlah cuku p dengan hanya berdirinya FIK atau sejumlah program studi mengingat bahwa PIP in i haruslah terjabar dalam konteks kesadaran interkoneksitas. Untuk itu pada awal tahun 2003, pimpinan universitas mengharapkan ada mata kuliah yang khusus dapat mengakomodir konsep-konsep PIP kelautan. Harapan ini ditindak lanjuti dengan ke luarnya Surat Keputusan Rektor No.2110/J.04/KP.44/2003 tentang pembentukan satu tim perumus mata kuliah. Dari tim inilah lahir satu mata kuliah dengan nama Wawas an Sosial Budaya Bahari disingkat WSBB dengan bobot 3 (tiga) Sks. Dengan keberada an WSBB ini menimbulkan masalah teksnis yaitu bertambahnya beban SKS yang harus dipenuhi oleh mahasiswa Program Strata Satu. Pada akhirnya, tim memasukkan WSBB ke dalam kelompok Mata Kuliah Umum (MKU) yang dikompilasi dengan Mata Kuliah Umu m yang sudah ada yaitu Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) yang bobot Sks-nya juga a dalah tiga (3) Sks. Pengelompokan WSBB ke dalam kelompok MKU menggeser ISBD adalah pilihan yang memerl ukan pengkajian-pengkajian lebih lanjut mengingat bahwa keberadaan ISBD sebagai salah satu komponen MKU adalah berdasarkan SK Dikti No. 30/DIKTI/Kep/2003 dan se bagaimana yang ditetapkan dalam SK Dikti tersebut bahwa ISBD adalah komponen Mat a Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) dengan visi, misi dan standard kompete nsi yang jelas sebagaimana pula yang ditetapkan dalam SK Dirjen Dikti No,44/DIKT I/Kep/2006 bahwa MBB merupakan sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan pro gram studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadian, kepekaan social, kemampuan hidup bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian, pemanfaatan sum ber daya alam dan lingkungan hidup serta mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.Karena WSBB secara institusional adalah kom ponen MBB maka satu sisi seyogyanya WSBB menjabarkan pula visi, misi dan standar d kompetensi MBB yang tercermin pada konten dan metode pembelajaran WSBB. Sisi l

Upaya kearah tujuan ini sudah mulai dilaksanakan di bawah arah an Pimpinan Universitas dan Pimpinan UPT. Lokakarya Dosen Wawasan Sosial Budaya bahari (WSBB) akan dilaksanakan pada T angga 15 . akulturas i atau asimilasi yang memerlukan pencermatan komprehensif dan holistic terutama dari dosen pengampu mata kuliah WSBB ini. maka pada giliranny a perlu diselenggarakan lagi suatu Lokakarya Dosen Wawasan Sosial Budaya Bahari. Masalah lain adalah konten mata kuliah yang masih memerlukan pengembangan dan penyempurn aan lebih lanjut.ain adalah bagaimana WSBB mengakomodir materi PIP Kelautan tanpa mengabaikan kom petensi dasar ISBD. Tujuan Memantapkan visi. Menghasilkan Garis Besar Rancangan Pembelajaran (GBRP) dan bahan ajar yang b ersumber dari materi PIP Kelautan dan dengan substansi kajian ilmu social dan bu daya dasar. Menyangkut metode pembelajaran.MKU. Hasil dari loka karya inilah yang masih dijalankan oleh para dosen sampai tahun ajaran saat ini (2009/2010). Pada tahun 2007 yang lalu telah di laksanakan Lokakarya Pengembangan Mata Kuliah WSBB berbasis SCL. SCL (Student Centered Learning) telah memberikan landasan yang sangat baik guna pencapaian kompetensi WSBB sebagai MBB. Atas dasar inilah. juga tidak dapat diabaikan bahwa fenomena dinamika social budaya set iap saat mengalami perubahan dan pergeseran entah dengan jalan difusi.16 Juli 2010 . Menyamakan persepsi maupun konsepsi dosen MBB WSBB dengan metode dan strateg i pembelajaran berbasis SCL. Di samping keinginan kuat lebih menyempurnakan lagi konten dan metode pembelajar an WSBB yang muncul sebagai kebutuhan sekaligus sebagai tuntutan dari dosen-dose n pengampu. Membangun sikap dan tanggung jawab serta rasa kebersamaan di kalangan dosen guna pencapaian keberhasilan Mata Kuliah WSBB sebagai MBB. Materi Lokakarya dan Nara Sumber Kebijakan Pengelolaan MBB di Universitas Hasanuddin Metode dan Strategi Pembelajaran Berbasis SCL Aspek Social dan Budaya Aspek Kebaharian Mata Kuliah WSBB dan Keterkaitannya dengan Personality Knowledge sebagai kon sep Keilmuan MPK dan MBB pada UPT-MKU Unhas. misi dan standar kompetensi MBB pada Mata Kuliah WSBB sea rah dengan komponen MKU yang lain dalam satu bangunan keilmuan Personality Knowle dge .