http://files.myopera.com/nonayiyi/blog/LAPORAN%20TETAP%20PRAKTIKU M%20BIOKIMIA.pdf?

1321851062 lprn sri nur http://www.slideshare.net/ichootz/laporan-hidrolisis-sukrosa/download lporan prtkm hdrlss skrosa http://labdasar.trunojoyo.ac.id/buku%20biokimia.pdf buku prktikum biokimia Uji Karbohidrat http://www.gudangmateri.com/2009/12/uji-karbohidrat.html
Jadi penggemar gudang materi di Facebook ... Bagikan tulisan ini .. Powered by Translate

Follow @gudangmateri di twitter , dapatkan info menarik setiap hari !
A. Judul : Karbohidrat B. Tujuan Percobaan : Setelah melakukan percobaan ini siswa diharapkan dapat mengetahui sifat-sifat glukosa dan amilum. C. Landasan Teori Karbohidrat dapat dinyatakan dengan rumus Cx(H2O)y , dan diklasifikasikan menjadi monosakarida. Selanjutnya , glukosa merupakan salah satu contoh monosakarida. Sedangkan , Sukrosa adalah disakarida, dan Selullosa and Amilum ialah contoh dari Polisakarida. Molekul karbohidrat terdiri atas atom-atom karbon, hidrogen dan oksigen. Jumlah atom hidrogen dan oksigen merupakan perbandingan 2 : 1 seperti pada molekul air. Sebagai contoh molekul glukosa mempunyai rumus kimia C6H12O6, sedangkan rumus sukrosa adalah C12H22O11. Pada glukosa tampak bahwa jumlah atom hidrogen berbanding jumlah atom oksigen ialah 12 : 6 atau 2 : 1, sedangkan pada sukrosa 22 : 11 atau 2 : 1. Dengan demikian dahulu orang berkesimpulan adanya air dalarn karbohidrat. Karena haI inilah maka dipakai kata karbohidrat, Yang berasal dari "karbon"dan. "hidrat" atau air. alaupun pada kenyataannya senyawa karbohidrat tidak mengandung molekul air, narnun kata karbohidrat tetap digunakan di samping nama lain yaitu sakarida. Ada beberapa senyawa yang mempunyai rumus empiris seperti karbohidrat, tetapi bukan karbohidrat, misalnya C2H4O2 adalah asam asetat atau hidroksiasetaldehida, sedangkan

formaldehida mernpunyai rumus CH2O atau lazim ditulis HCHO. Dengan demikian senyawa yang termasuk karbohidrat tidak hanya ditinjau dari rumus empirisnya saja, tetapi yang penting ialah rumus strukturnya. Dari rumus struktur akan terlihat bahwa ada jugus fungsi penting yang terdapat pada molekul karbohidrat. Gugus-gugus fungsi itulah yang menentukan sifat senyawa tersebut. Berdasarkan gugus yang ada. pada molekul karbohidrat, maka karbohidrat dapat didefinisikan sebagai polihidroksialdehida atau polihidroksiketon serta, senyawa yang menghasilkannya pada proses hidrolisis. Sehubungan dengan itu berikut ini dibahas struktur molekul senyawa yang termasuk karbohidrat. Berbagai senyawa yang termasuk kelompok karbohidrat mempunyai molekul yang berbeda-beda ukurannya, yaitu dari senyawa yang sederhana yang mernpunyai berat molekul 90 hingga senyawa yang mempunyai berat molekul 500.000 bahkan lebih. Berbagai senyawa itu dibagi dalam tiga golongan, yaitu golongan monosakarida, golongan oligosakarida dan golongan polisakarida. Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hidrogen dan oksigen yang terdapat dalarn alam. Banyak karbohidrat mempunyai rumus empiris CH20; misalnya, rumus molekul glukosa. ialah C6H12O6 (enam kali CH20). Senyawa ini pemah disangka "hidrat dari karbon," sehingga disebut karbohidrat. Dalam tahun 1880-an disadari bahwa gagasan "hidrat dari karbon" merupakan gagasan yang salah dan karbohidrat sebenarnya adalah polihidroksi aldehida dan keton atau turunan mereka. Karbohidrat sangat beranekaragam sifatnya. Misalnya, sukrosa (gula pasir) dan kapas, keduanya adalah karbohidrat. Salah satu perbedaan. utama antara pelbagai tipe karbohidrat ialah ukuran molekulnya. Monosakarida (sering disebut gula sederhana) adalah satuan karbohidrat Yang tersederhana; mereka takdapat dihidrolisis menjadi molekul karbohidrat yang lebih kecil. Sukrosa adalah suatu disakarida yang dapat dihidrolisis menjadi satu satuan. glukosa. dan satu satuan. fruktosa. Monosakarida dan disakarida larut dalam air dan umumnya terasa manis. Karbohidrat yang tersusun dua sampai delapan satuan monosakarida dirujuk sebgai oligosakarida. Jika lebih dari delapan satuan monosakarida diperoleh dari hidrolisis, maka karbohidrat tersebut disebut polisakarida. Contoh polisakarida adalah pat,I, yang dijumpai dalam gandum dan tepung jagung, dan selulosa, penyusun yang bersifat serat dari tumbuhan dan komponen utama dari kapas. Pembagian Karbohidrat Berdasarkan hasil hidrolisa dibagi menjadi empat golongan, yaitu : 1. Monosakarida. Monosa = gula sederhana, ialah karbohidrat dimana molekulnya tidak dapat dihidrolisa lagi penjadi molekul yang lebih kecil.

Sifat polisakarida : sukar larut dalam air. c) tetrasakarida. dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam kondisi lunak menjadi karbohidrat lain. Termasuk senyawa ini ialah : a) disakarida. Polisakarida memenuhi tiga maksud dalam sistem kehidupan sebagai bahan bangunan. Polisakarida bahan bangunan misalnya selulosa dan kitin. b). Amilum atau dalam bahasa sehari-hari disebut pati terdapat pada umbi. Oligosakarida. larutannya dalam air be rupa kolloid dan rasanya tidak manis. sering disebut bukan gula. Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida.. Pada umumnya polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida. tersusun dari 4 molekul monosakarida. dekstrin dan selulosa. Amilum Polisakarida ini terdapat banyak di alam. Monosakarida yang paling sederhana ialah gliseraldehid dan dihidroksiaseton. Polisakarida. Beberapa polisakarida yang penting di antaranya ialah amilum. Monosakarida dan oligosakarida karena berasa manis kedua golongan ini disebut gula. Berat molekul polisakarida bervariasi dari beberapa ribu hingga lebih dari satu juta. batang dan biji-bijian. Polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. 2.Sifat dari monosakarida = mudah larut dalam air. Polisakarida makanan yang lazim adalah pati dan glikogen. glikogen. Sedangkan polisakarida zat spesifik adalah heparin. tersusun dari 3 molekul monosakarida. tidak mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai sifat mereduksi. Glukosida. Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida. Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk kristal. Sifat dari oligosakarida : mudah larut daiam air dan larutannya berasa manis. makanan dan zat spesifik. ialah karbohidrat dimana molekulnya apabila dihidroli sa menghasilkan banyak sekali monosakarida (300). 3.trisakarida. yaitu pada sebagian besar tumbuhan. ialah gula yang bila terhidrolisa menghasilkan bebera pa molekul monosakarida. 4. karbohidrat yang molekulnya terdiri dari gabungan molekul gula + molekul non gula. daun. Monosakarida ialah karbohidrat yang sederhana. satu . sedangkan yang mengandung senyawa lain disebut heteropolisakarida. larutannya berasa manis. Polisakarida adalah senyawa dalam mana molekul-molekul mengandung banyak satuan monosakarida yang disatukan dengan ikatan gukosida. tersusun dari 2 molekul monosakarida.

c. d. 1 ml sukrosa. 2 ml sukrosa . 1 ml amilum dan sobekan kertas saring bersih. Tambahkan kedalam tiap-tiap tabung 1 ml Glukosa . 2 ml amilum . amati perubahannya. Ujilah hasil didihan tersebut dengan 1 ml fehling A dan 1 ml fehling B. Tambahkan 1 ml larutan fehling A dan 1 ml larutan fehling B. MENDIDIHKAN LARUTAN KARBOHIDRAT a.polisakarida yang mencegah koagulasi darah. MENDIDIHKAN KARBOHIDRAT DENGAN ASAM KLORIDA ENCER . c. dan yang keempat dengan sobekan kertas saring bersih. masing-masing diisi dengan 2 ml glukosa. Catatlah hasil pengamatan yang diperoleh dan bandingkan dengan hasil pada percobaan 1. Didihkan isi tabung tersebut selama kira-kira 1 menit dalam penangas air. 2. e. Alat dan Bahan Alat : o Alat pemanas dan kawat kasa o Labu erlemeyer 250 ml o Termometer 10 – 100oC o Empat tabung reaksi + rak o Penjepit tabung reaksi o Spatula o Segi tiga porselin o Batu Didih Bahan : o Larutan glukosa o Larutan Amilum o Larutan Sukrosa o Larutan HCl 3M o Larutan HCl 12 M o Larutan Iodium o Fehling A dan Fehling B B. d. A. MENGUJI DENGAN LARUTAN FEHLING a. 3. Kedalam 4 tabung reaksi yang bersih . b. Kemudian didihkan tabung tersebut dalam penangas air selama 2 menit ! Lalu catat perubahan warna yang terjadi. Kedalam keempat tabung masukkan masing-masing 3 buah batu didih. Langkah Kerja 1. Isi 4 tabung reaksi kira-kira seperempatnya dengan air. Kocok tabung tersebut lalu. b. f.

Kocok dan amati apa yang terjadi. b. 1 ml larutan amilum.a. 1 ml larutan sukrosa. Didihkan kembali larutan tersebut dalam penangas air dan catat hasilnya. b. Tambahkan kedalamnya 1 ml larutan glukosa. Isi 4 tabung reaksi dengan air kira-kira sepertiganya. Isi 4 tabung reaksi kira – kira seperempatnya dengan larutan HCl 3 M. Hasil Pengamatan . c. c. 4. d. e. Isi 4 tabung reaksi kira-kira sepertiganya dengan air. 2 ml amilum. d. MENGUJI DENGAN LARUTAN IODIUM a. C. 2 ml sukrosa.serta 3 butir batu didih. d. Didihkan keempat tabung reaksi itu selama 2 menit dengan penangas air. Didihkan keempat tabung reaksi itu dalam penangas air. Tuangkan kira-kira separuh dari larutan yang diperoleh kedalam tabung reaksi lain. b. dan seobekan kertas saring bersih. MENDIDIHKAN KARBOHIDRAT DENGAN ASAM KLORIDA ENCER a. b. 6. c. kemudian tambahkan campuran 1 ml fehling A dan 1 ml fehling B kedalam larutan tersebut. dan sobekan kertas saring bersih serta 3 butir batu didih. c. 2 ml amilum. e. 1 ml larutan sukrosa. 2 ml sukrosa. 5. Kedalam tabung reaksi masing-masing ditambahkan dengan 2 ml glukosa . Didihkan tabung tersebut selama 2 menit dalam penangas air. Kocok dan amati apa yang terjadi. e. dan sobekan kertas saring bersih serta 3 biji batu didih. 1 ml larutan amilum . Tambahkan 2 tetes larutan iodium kedalam tiap tabung reaksi . Tambahkan dua tetes larutan iodium kedalam tiap tabung reaksi. Kocok dan amati apa yang terjadi. Tambahkan kedalamnya 1 ml larutan glukosa. Tambahkan 2 tetes larutan iodium kedalam tiap tabung . MENDIDIHKAN LARUTAN KARBOHIDRAT a. dan sobekan kertas saring bersih. Kedalam 4 tabung reaksi tadi masing-masing ditambahkan denan 2 ml glukosa. Isi 4 tabung reaksi dengan larutan HCl 3 M kira-kira seperempatnya.

Sukrosa. Begitupula dengan Selulosa yang merupakan polisakarida yang tidak dapat bereaksi positif dengan fehling. Hal ini disebabkan karena amilum merupakan polisakarida yang tidak dapat bereaksi positif dengan Fehling. 2. sehingga tidak terjadi oksidasi antara amilum + larutan Fehling. Apakah yang terjadi dengan karbohidrat-karbohidrat yang di uji bila dipanaskan dalam penangas air ? Jawab : Bila karbohidrat dipanaskan pada penangas air maka. Sedangkan pada sampel amilum dan selulosa yang diuji dengan pereaksi Fehling (Fehling A + Fehling B) dan kemudian dipanaskan ternyata larutan berwarna biru dengan sedikit endapan merah bata. Berdasarkan pada percobaan pertama gugus apa yang ada dalam macam – macam bila dalam pengamatan menggunakan larutan Fehling memberikan hasil positif ? Jawab : Dalam percobaan Uji Fehling. dan Sellulosa menghasilkan . Terangkan hasil pengamatan percobaan ke 3 sewaktu karbohidrat didihkan dalam asam klorida encer ? Jawab : Pada percobaan hidrolisis Glukosa. sukrosa. Sukrosa . sampel Glukosa . ikatan-ikatan yang terdapat pada karbohidrat seperti . Pertanyaan 1. Amilum bukan gula pereduki yang tidak mempunyai gugus aldehid dan keton bebas. Hal yang menyebabkan dihasilkannya endapan merah bata ini karena ini berasal dari Fehling yang memiliki ion Cu++ direduksi menjadi ion Cu+ yang dalam suasana basa akan diendapkan berwarna merah bata (Cu2O). amilum dan selulosa. maka Glukosa dan Sukrosa akan menghasilkan endapan merah bata. akan terurai menjadi satuan monosakarida. Amilum dan Sellulosa yang diuji dengan pereaksi Fehling (Fehling A + Fehling B) pada masing-masing tabung dan kemudian dipanaskan . glukosa. 3. Amilum.D. maka tidak terbentuk endapan dan larutan tetap berwarna biru setelah dipanaskan.

sukrosa. Michael. . menit ke 2 – 24 biru pekat. warna menjadi bening (tidak berwarna) hal ini menandakan bahwa polisakarida itu telah terhidrolisis sempurna menghasilkan glukosa (monosakarida). amilum akan menghasilkan glukosa yang diperlihatkan dengan perubahan warna koloid amilum menjadi biru saat ditambahkan Iodium pada waktu pemanasan tertentu. 4. Belum lagi golongan Polisakarida .2006.dan selulosa menghasilkan warna hijau. Jilid 2. yang jika ditambah I2.Ketika penambahan asam klorida encer karbohidrat : glukosa. Menit ke 1 hijau. Iodium yang dipakai disini berfungsi sebagai indikator suatu senyawa polisakarida. karena pemanasan yang sebentar saja.2006. menit ke 25 – 56 ungu. Jakarta : Erlangga Pub. A. Amilum dan Sellulosa dengan Fehling tidak terbentuk endapan merah bata. Erlangga. Jakarta Girindra. Apabila dipanaskan.”Kimia untuk SMA Kelas XII Semester 1”. . seperti Amilum yaitu pada 110 menit untuk terhidrolisis oleh asam klorida encer dan diperoleh hasil yang berbeda tiap menit. spiral molekul akan merenggang dan kehilangan daya absorbsinya terhadap Iodin sehingga ia kembali menjadi tidak berwarna (warna sama seperti warna sampel awal). Kimia Organik.Jika golongan karbohidrat direaksikan dengan fehling A+B maka akan diperoleh endapan merah bata bila positif bereaksi dan larutan berwarna biru bila bereaksi negative. Michael. maka senyawa itu adalah polisakarida. Purba. Sedangkan. amilum . DAFTAR PUSTAKA Fessenden & Fessenden.Saat diuji dengan larutan Fehling Glukosa dan Sukrosa membentuk endapan merah bata.”Kimia untuk SMA Kelas XII Semester 2” Jakarta : Erlangga Pub. A. Kesimpulan Hal yang dapat kita simpulkan dari percobaan diatas adalah : .warna hijau muda. menit 57 – 110 coklat. Apabila senyawa itu dipanaskan membentuk koloid. Jakarta Purba. Bila suatu senyawa/larutan dipanaskan dan diberi I2 menjadi biru. . sedangkan waktu yang dipergunakan hanyalah 2 menit sehingga hasil yang diperoleh masih tahap awal. bila terjadi penambahan larutan iodium ialah Amilum karena. karena waktu yang diperlukan oleh Monosakarida untuk terhidrolisis oleh asam klorida encer adalah 10 menit. Biokimia I. diduga karena terjadi absorbi molekul Iodium yang masuk dalam aliran spiral amilosa (pati) polisakarida.Pada hidrolisis polisakarida. Gramedia Pustaka Utama. . 1982. 1983. Karbohidrat manakah yang ada bila penambahan larutan iodium memberi warna biru tua ? Jawab : Karbohidrat yang berwarna biru tua .

Ada baiknya mencantumkan nama blog saya ini sebagai sumber referensi. Struktur molekul asam amino Dari struktur umumnya. 1989. 1995.rismaka. Gambar 1. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Gugus amino dan gugus karboksil pada asam amino menunjukkan sifat-sifat spesifiknya. Bandung Suwandi. klik ini Materi Uji Karbohidrat rismaka . Penerbit ITB. dan N. Penerbit.NET http://www. Dasar-Dasar Biokimia. asam amino mempunyai dua gugus pada tiap molekulnya. yaitu gugus amino dan gugus karboksil. telah membaca laporan saya ini. dkk. Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada.Poedjiadi. Kimia Organik. Untuk download materi ini. O. A.net/2009/06/uji-kualitatif-protein-dan-asamamino. H. T. serta kadang-kadang P dan S. Protein tersusun dari atom C.html Uji Kualitatif Protein dan Asam Amino Asam amino merupakan unit pembangun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida pada setiap ujungnya. M. Dari keseluruhan asam amino yang terdapat di alam hanya 20 asam amino yang yang biasa dijumpai pada protein. senyawa ini akan memberikan reaksi kimia yang yang . Karena asam amino mengandung kedua gugus tersebut. 1994.. Universitas Indonesia. yang digambarkan sebagai struktur ion dipolar. Yogyakarta Terima kasih . Jakarta Robinson.

mencirikan gugus-gugusnya. dan Lisin. ukuran. setelah beberapa detik akan terbentuk cincin violet (ungu) pada pertemuan kedua lapisan cairan. Valin. Golongan kedua yaitu asam amino polar tanpa muatan pada gugus R yang beranggotakan Lisin. pepton 2%. dijumpai delapan macam asam amino esensial yaitu valin. Leusin. kasein 2%. pipet Mohr. Sebanyak 2 mL larutan protein dicampur dengan pereaksi Hopkins-Cole dalam tabung reaksi. pepton. leusin. Dari ke-20 asam amino yang ada. Ditambahkan 3 mL H2SO4 pekat melalui dinding tabung sehingga membentuk lapisan dari cairan. Isoleusin. atau dapat bersifat sebagai basa dan menerima proton dari basa kuat. Sistein. pereaksi millon. pereaksi biuret. Triptofan. Semua asam amino yang ditemukan pada protein mempunyai ciri yang sama. asam asetat. CuSO4. Pb-asetat. Fenilalanin. corong. Tujuan Percobaan Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari beberapa reaksi uji terhadap asam amino dan protein. yang bervariasi dalam struktur. Tirosin. (NH4)2SO4. Sementara bahan-bahan yang digunakan adalah albumin. Uji dilakukan terhadap larutan albumin 2%. Triptofan dan Metionin. apabila positif mengandung triptofan. kasain. yaitu dapat bersifat sebagai asam dan memberikan proton kepada basa kuat. Uji dilakukan terhadap larutan albumin 2%. Uji Hopkins-Cole. etanol. Treonin. . gugus karboksil dan amino diikat pada atom karbon yang sama. Prolin. Didiamkan. AgNO3. pereaksi Hopkins cole. Serin. metionin. Sebagai contoh adalah reaksi asetilasi dan esterifikasi. pipet tetes. muatan listrik. H2SO4. HCl. gelatin. Sebanyak 5 tetes pereaksi Millon ditambahkan ke dalam 3 mL larutan protein. Melalui reaksi hidrolisis protein telah didapatkan 20 macam asam amino yang dibagi berdasarkan gugus R-nya. gelas piala. gelatin 2%. dan pepton 2%. Bahan dan Alat Alat-alat yang digunakan adalah tabung reaksi. Beberapa asam amino mempunyai reaksi yang spesifik yang melibatkan gugus R-nya. dan penangas air. dan buffer asetat pH 4. dipanaskan. HgCl2. dan fenol 2%. berikut dijabarkan penggolongan tersebut : asam amino non-polar dengan gugus R yang hidrofobik. Isoleusin. kasein 2%. dan kelarutan dalam air. NaOH. Golongan ketiga yaitu asam amino yang bermuatan positif pada gugus R dan golongan keempat yaitu asam amino yang bermuatan negatif pada gugus R. kertas saring. gelatin 2%. Asam amino juga bersifat amfoter. HNO3. fenol. Asparagin dan Glutamin. Masing-masing berbeda satu dengan yang lain pada gugus R-nya. ninhidrin. Asam amino essensial ini tidak bisa disintesis sendiri oleh tubuh manusia sehingga harus didapatkan dari luar seperti makanan dan zat nutrisi lainnya. antara lain Alanin. Treonin. Prosedur Percobaan Uji Millon.7. Fenilalanin.

oleh alkohol. untuk endapan diuji dengan pereaksi Millon dan filtrat dengan pereaksi biuret. kemudian diaduk hingga mencapai titik jenuh dan disaring. Diamati timbulnya warna. kasein 0.02%. pemanasan dilanjutkan. dan AgNO3 5%. Uji dilakukan terhadap larutan albumin 2%.02%. oleh garam. Uji belerang.Uji Ninhidrin. dan pepton 0. kasein 0. 5 ml larutan albumin. Didinginkan.02%.1%. dipanaskan selama 5 menit.02%. Sebanyak 2 mL larutan protein ditambah 5 mL NaOH 10%. Sebanyak 3 mL larutan protein ditambah 1 mL NaOH 10% dan dikocok. Lalu diuji kelarutannnya dengan ditambahkan air. 1 ml NaOH 0. uji koagulasi dan denaturasi protein. untuk endapan diuji kelarutannya dengan air . Pada pengendapan protein oleh logam.1 M dan kedalam tabung reaksi ketiga ditambahkan hanya 1 ml buffer asetat pH 4. Uji Xanthoproteat. 1 ml buffer asetat ph 4.1% ditambahkan ke dalam 3 mL larutan protein. Ditambahkan 1-3 tetes larutan CuSO4 0.5 mL larutan ninhidrin 0.7 dan 6 ml etanol 95%. Uji dilakukan terhadap larutan albumin 0. sementara endapan dengan pereaksi Millon. gelatin 0. kemudian dipanaskan. Disiapkan 3 tabung reaksi. gelatin 0.7. Ditambahkan 2 tetes asam asetat 1 M ke dalam tabung yang berisi 5 ml larutan protein.02%. dan pepton 0.02%. Ke dalam tabung kedua dimasukkan5 ml larutan albumin.02%. Data dan Hasil Pengamatan Tabel 1. Lalu diambil endapan dengan batang pengaduk.1 M. diamati perubahan warna yang terjadi. gelatin 2%. tabung pertama diisi campuran sebagai berikut . Kemudian ditambah 2 tetes larutan Pb-asetat 5%. Kedalam 3 ml albumin ditambahkan 5 tetes larutan HgCl2 2%. dan fenol 2%. tabung reaksi kedua 9 ml larutan albumin dan 1 ml NaOH 0. diamati warna yang terjadi. Uji dilakukan terhadap larutan albumin 0. Diamati perubahan yang terjadi. Sepuluh ml larutan protein dijenuhkan dengan amonium sulfat yang ditambahkan sedikit demi sedikit. Uji Biuret. 1 ml HCl 0. pepton 2%. kasein 2%. Dipanaskan selama 10 menit.02%. Pada percobaan denaturasi protein siapkan 3 tabung reaksi. berbagai uji kualitatif pada beberapa larutan protein . Sebanyak 0. diamati timbulnya warna kuning tua.1 M dan 6 ml etanol 95%. Sebanyak 2 mL larutan protein ditambahkan 1 mL HNO3 pekat. Ke dalam tabung ketiga 5 ml larutan albumin. dicampur. tabung reaksi pertama diisi 9 ml larutan albumin dan 1ml HCl 0. percobaan diulangi dengan larutan Pb-asetat 5%. kemudian tabung tersebut diletakkan dalam air mendidih selama 5 menit. ditambahkan tetes demi tetes larutan NaOH pekat sampai larutan menjadi basa.1 M dan 6 ml etanol 95%.

Belerang: terbentuk garam PbS berwarna hitam.Keterangan: (-) = uji negatif (+) = uji positf (Millon: larutan berwarna merah. Xanthoproteat: terbentuk warna kuning tua. Hopkins-Cole: terbentuk cincin violet. dan Biuret: terbentuk warna violet). Ninhidrin: terbentuk warna biru. terbentuk garam merkuri dari tirosin yang ternitrasi. Pengendapan protein oleh garam (NH4)2SO4 Tabel 4. Pengaruh penambahan logam berat pada albumin Keterangan: (+) = terbentuk endapan Tabel 3. adanya gugus benzena. Uji Koagulasi pada protein . adanya triptofan. Tabel 2. khusus untuk prolin dan hidroksiprolin berwarna kuning.

Denaturasi protein oleh penambahan berbagai senyawa Keterangan:      tabung I berisi 9 ml albumin.1 M dan 6 ml etanol 95% tabung III berisi 5 ml albumin.1 M dan 6 ml etanol 95 % tabung II berisi 5 ml albumin. 1 ml buffer asetat pH 4. 1 ml HCl 0.1 M tabung II berisi 9 ml albumin.7 dan 6 ml etanol 95% (+): Terbentuk endapan (-): Tidak terbentuk endapan Tabel 6. 1 ml HCl 0.7 (+): Terbentuk endapan (-): Tidak terbentuk endapan . 1 ml NaOH 0. Pengendapan protein oleh alkohol Keterangan:      tabung I berisi 5 ml albumin.1 M tabung III berisi 1 ml buffer asetat pH 4. 1 ml NaOH 0.Tabel 5.

kasein mengandung tirosin dan triptofan. Fenol dalam hal ini digunakan sebagai bahan percobaan karena Tirosin memiliki molekul fenol pada gugus R-nya. Reaksi Pb-asetat dengan asam-asam amino tersebut akan membentuk endapan berwarna kelabu. yaitu garam PbS. uji positif ditunjukkan oleh albumin. Pada uji Hopkins cole. walaupun secara teori tidak. Alasan yang mungkin untuk hal ini adalah kesalahan praktikan dalam bekerja. Untuk perbandingan. Hasil uji menunjukkan bahwa dari semua bahan.Pembahasan Pada berbagai uji kualitatif yang dilakukan terhadap beberapa macam protein. Uji ini bersifat umum untuk semua asam amino. sedangkan gelatin dan pepton tidak. karena dari data-data yang diperoleh pada uji millon dan uji Hopkins cole. sehingga dapat disimpulkan albumin mengandung Sistein ataupun Metionin. Protein yang mengandng sedikitnya satu gugus karboksil dan gugus asam amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin membentuk persenyawaan berwarna.. Tetapi hal ini patut dipertanyakan. uji terhadap fenol negatif. yang akan membentuk garam merkuri dengan pereaksi millon. Tirosin. Sistein dan Metionin merupakan asam amino yang mengandung atom S pada molekulnya. Uji ini spesifik untuk protein yang mengandung Triptofan. Di sini. dan Triptofan yang mengandung inti benzena pada molekulnya juga mengalami reaksi dengan HNO3 pekat. . Penambahan NaOH dalam hal ini adalah untuk mendenaturasikan protein sehingga ikatan yang menghubungkan atom S dapat terputus oleh Pb-asetat membentuk PbS. semua protein yang diujikan memberikan hasil positif. Inti benzena dapat ternitrasi oleh asam nitrat pekat menghasilkan turunan nitrobenzena. hanya albumin yang membentuk endapan PbS. gelatin. dan menjadi dasar penentuan kuantitatif asam amino. Prinsip dari uji millon adalah pembentukan garam merkuri dari tirosin yang ternitrasi. Triptofan akan berkondensasi dengan aldehid bila ada asam kuaat sehngga membentuk cincin berwarna ungu. hanya kasein yang tidak mengandung asam amino yang mempunyai inti benzena pada molekulnya. Fenilalanin. semuanya mengacu pada reaksi yang terjadi antara pereaksi dan komponen protein. diketahui bahwa protein albumin dan kasein mengandung Tirosin sebagai salah asam amino penyusunnya. dengan ditunjukkan oleh adanya cincin berwarna ungu. sehingga dari reaksi tersebut dapat diketahui komponen asam amino suatu protein. Tirosin merupakan asam amino yang mempunyai molekul fenol pada gugus R-nya. dan pepton. Pada uji ini. Pada uji biuret. yaitu asam amino tentunya. Dari semua bahan yang diuji. Dari hasil percobaan. dapat ditunjukkan oleh fenol yang bereaksi membentuk nitrobenzena. Salah satu alasan yang mungkin adalah karena kesalahan kerja praktikan dalam mengamati warna yang terbentuk selama reaksi. hanya kasein yang menunjukkan uji negatif terhadap ninhidrin. Hal ini disebabkan karena pada kasein tidak mengandung sedikitnya satu gugus karboksil dan amino yang terbuka. Biuret bereaksi dengan membentuk senyawa kompleks Cu dengan gugus -CO dan -NH pada asam amino dalam protein. Beberapa asam amino mempunyai reaksi yang spesifik pada gugus R-nya. kasein.

Protein juga mengendap bila terdapat garam-garam anorganik dengan konsentrasi yang tinggi dalam larutan protein. sehingga protein tersebut mengendap. endapan albumin yang terjadi setelah penambahan asam asetat. Pembentukan ester ini ditunjukkan oleh adanya endapan yang terbentuk. Gramedia. garam-garam anorganik mengendapkan protein karena kemampuan ion garam terhidrasi sehingga berkompetisi dengan protein untuk mengikat air. endapan yang direaksikan dengan pereaksi millon memberikan warna merah muda. Pada percobaan. garam-garam anorganik. rusaknya struktur tersier dan kwartener. yaitu sekitar pH 4. Protein yang tercampur oleh senyawa logam berat akan terdenaturasi. Pada uji koagulasi. ini bisa dilihat dari tidak larutnya endapan albumin itu dalam air. Protein dapat bereaksi dengan pereaksi-pereaksi lain seperti juga asam amino yang menjadi penyusunnya. serta karena berada pada titik isolistriknya. 1988. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta . protein yang dilarutkan dalam buffer asetat pH 4. Kesimpulan Protein dan asam amino memberikan reaksi yang bersifat khas. Hal ini berarti ada sebagian protein yang mengendap setelah ditambahkan garam. bukan hanya bagi gugus amino dan gugus karboksil bebas. Lehninger. Senyawa-senyawa logam tersebut akan memutuskan jembatan garam dan berikatan dengan protein membentuk endapan logam proteinat. hanya saja telah terjadi perrubahan struktur tersier ataupun kwartener. Pada protein. tetapi juga bagi gugus R yang terkandung di dalamnya. dan filtrat yang direaksikan dengan biuret berwarna biru muda. Biokimia I. Erlangga. hanya tabung-tabung yang mengandung asam (ber-pH rendah) yang menunjukkan pengendapan protein. 1986. Pada uji denaturasi. ujung C asam amino yang terbuka dapat bereaksi dengan alkohol dalam suasana asam membentuk senyawa protein ester. keduanya tidak menunjukkan adanya pengendapan. bila direaksikan dengan pereaksi millon memberikan hasil positif. Daftar Pustaka Girindra. Jakarta.7.Fenol tidak bereaksi dengan biuret karena tidak mempunyai gugus -CO dan -NH pada molekulnya. yaitu pH dimana jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatifnya. Perubahan struktur tesier albumin ini tidak dapat diubah kembali ke bentuk semula. Pada uji pengendapan oleh alkohol.7 menunjukkan adanya endapan. Hal ini terjadi pada albumin yang terkoagulasi setelah ditambahkan AgNO3 dan Pb-asetat. Terjemahan Maggy Thenawidjaya. protein pun mengendap hal ini menunjukkan bahwa protein albumin mengendap pada titik isolistriknya. namun setelah ditambahkan buffer asetat dengan volume berlebih. Protein dapat mengendap atau terdenaturasi oleh logam berat. Protein yang dilarutkan dalam HCl maupun NaOH. Protein akan terdenaturasi atau mengendap bila berada pada titik isolistriknya. A. A. Hal ini menunjukkan bahwa endapan tersebut masih bersifat sebagai protein. Berbeda dengan logam berat.

Senyawa yang bersifat basa yang penting diantaranya adalah amonia.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_xi/asam-basa-dan-buffer/ Ditulis oleh Ratna dkk pada 07-01-2010 Sifat asam dan basa termasuk pokok bahasan yang penting dalam ilmu kimia.Asam. terdapat pada pembersih dan zat buangan. ph meter http://www. Basa dan Buffer Kata Kunci: asam askorbat. Untuk mengetahui sifat suatu senyawa apakah asam. basa. lakmus biru. Dalam kehidupan sehari-hari. yaitu asam sitrat dan asam cuka. lakmus merah. Contoh lainnya yaitu natrium hidroksida. sifat ini dapat kita jumpai misalnya rasa asam dari buah jeruk dan cuka. atau netral. terdapat dalam bahan pembersih rumah tangga.chem-is-try. dipasaran bernama lye. Asam sulfat adalah contoh senyawa yang bersifat asam yang terkandung dalam baterai mobil yang produksinya berada pada tingkat atas dalam produksi tahunan dari industri kimia. Rasa asam tersebut berasal dari asam yang terkandung dalam buah jeruk dan cuka. asam sulfat. indikator universal. Asam askorbat dalam vitamin C adalah zat penting dalam makanan kita.1. Beberapa indikator asam-basa yaitu : . indikator asam-basa. Definisi-definisi berdasarkan pengamatan mengenai asam dan basa dapat dilihat pada tabel 13. Demikian juga ”milk of magnesia” yang dipakai sebagai obat penyakit lambung juga bersifat basa. cara yang digunakan adalah mengujinya dengan indikator asam-basa.

lakukanlah kegiatan berikut! . air bunga. Alat digital ini memberikan nilai pH yang lebih akurat daripada indikator universal. b. Sebenarnya. Untuk lebih memahami sifat asam-basa dan cara mengenalinya. Senyawa netral tidak mengubah warna kedua kertas lakmus. Biasanya range pH indikator universal adalah 1-14. kita bisa langsung mengetahui berapa pH (kekuatan asam / basa) dari suatu senyawa dengan membandingkan warna indikator yang terkena senyawa dengan warna standar. Indikator universal Dengan indikator universal. Asam : pH < 7 Netral : pH = 7 Basa : pH > 7 c. pH meter pH larutan juga bisa diukur dengan pH meter.a. Pembahasan pH larutan lebih lanjut di sub bab berikutnya. dan sebagainya. Sedangkan basa mengubah kertas lakmus merah menjadi biru. seperti kunyit. Lakmus merah dan lakmus biru Asam mengubah kertas lakmus biru menjadi merah. beberapa senyawa di alam bisa digunakan sebagai indikator asam-basa.

yaitu karbohidrat. dan lemak. Selain itu protein juga merupakan makromolekul yang paling berlimpah di dalam sel dan menyusun lebih dari setengah berat kering pada hampir semua organisme. antara lain menyediakan bahan-bahan yang penting peranannya untuk pertumbuhan dan memelihara jaringan tubuh. dan memberi tenaga jika keperluannya tidak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan lemak.Pengetahuan Protein http://jlcome. Struktur protein tidak stabil karena mudah mengalami denaturasi yaitu keadaan dimana protein . Pada umumnya bahan makanan itu mengandung tiga kelompok utama senyawa kimia. Protein merupakan instrumen yang mengekspresikan informasi genetik.com/2007/10/pengetahuan-protein. protein. Protein merupakan biopolymer yang multifungsi. sebagai pengemban atau pembawa senyawa atau zat ketika melalui biomembran sel. sebagai enzim suatu biokatalis. yaitu sebagai struktural pada sel maupun jaringan dan organ.html Dalam kehidupan sehari-hari kita melakukan aktivitas. dan sebagai zat pengatur. Protein mempunyai fungsi unik bagi tubuh. Untuk melakukan aktivitas itu. mengatur kelangsungan proses di dalam tubuh. Protein merupakan biopolymer polipeptida yang tersusun dari sejumlah asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida.blogspot. kita memerlukan energi yang dapat diperoleh dari bahan makanan yang kita makan.

sedangkan kebanyakan senyawa organic denga bobot molekul sekitar itu berupa cairan pada temperature kamar. Namun kedua puluh asam amino ini dapat dihubungkan dengan berbagi cara membentuk otot. kekuatan ion. Variasi dalam struktur monomermonomer ini terjadi dalam rantai samping. Asa amino tidak selalu bersifat seperti senyawasenyawa organic. pengendapan oleh logam dan alkohol. pelarut. seperti SH. gugus sampingnya yang selektif dan susunan khas makromolekulnya. UJI KUALITATIF PROTEIN http://zahirrazuka. dan protein transport.com/2011/02/10/uji-kualitatif-protein/ Posted by zahirrazuka in KIMIA February 10. “Protein” adalah poliamina dan jika dihidrolisis protein menghasilkan asam-asam amino hanya 20 asam amino yang . Reaksi protein aktif bersifat selektif dan spesifik. 2011 Protein termasuk dalam senyawa yang terpenting dalam organisme hewan. Asam-aam amino yang terdapat pada protein adalah asam α-aminokarboksilat. Jepang. panas. NH2. Denaturasi yang berbahaya yaitu raksa (Hg) untuk pemurnian emas seperti yang terjadi di Minamata. Seperti halnya uji millon bersifat spesifik terhadap tirosin. Reaksi uji asam amino sendiri terdiri dari 6 macam uji yaitu: uji millon. uji belerang terhadap sistein. uji biuret bereaksi positif terhadap pembentukan senyawa kompleks Cu gugus –CO dan –NH dari rantai peptida dalam suasana basa. uji xantroproteat.wordpress. juga mereka bersifat kurang asam dibandingkan sebagian besar asam katrboksilat dan kuarang basa dibandingkan sebagian besar senyawa amina yang lain . dan –COOH. Pada uji asam amino terdapat uji bersifat umum dan uji bersifat uji berdasakan jenis asam aminonya. tetapi tidak larut dalam pelarut nonpolar. dan radiasi. Serta uji xantroproteat bereaksi positif untuk asam amino yang mengandung inti benzena. berdasarkan pada pengendapan oleh garam. antibodi. Serta uji koagulasi dan denaturasi protein. uji hopkins cole. Sesuai dengan peranannya protein berasal dari kata proteos yang artinya pertama. uji Hopkins cole terhadap triptofan. Asam amino memiliki moment dipole yang besar. -OH. asam amino larut dalam pelarut air dan organic. baik reversibel maupun ireversibel. enzyme. Titik leleh diatas 200oC. Contoh protein aktif adalah enzim. dan uji biuret. Faktor-faktor yang menyebabkan denaturasi adalah pH. Protein ada yang reaktif karena asam amino penyusunnya mengandung gugus fungsi yang reaktif. dan lainya. terlarut. Ada berbagai cara dalam pengujian terhadap protein yaitu dengan reaksi uji asam amino dan reaksi uji protein. hormon.terurai menjadi struktur primernya. uji belerang. Sedangkan untuk uji protein.azim kita temui dalam protein tumbuhan dan hewan.

Protein disini dapat dianalisa secara kualitatif dengan metode sederhana sepet buret. Beberapa jenis protein sangat peka terhadap perubahan lingkungannya. xantoprotein. o Gelas kimia o Pemanas Air. + 2 tetes CH3COOH 1N ∆ (pemanas air 5 menit) Hasil Hasil 2 Endapan 2 3. + 1 mL NaOH 40% + 1 tetes CuSO4 Warna Ungu b. Peptide didapatkan dari hidrolisis rantai panjang suatu polipeptida (protein). o Pipet tetes.4 dinitrofenil florobenzene fenilisotianat dan gugus –COOH. Amati Hasil 5 mL Larutan Protein. tripeptida. Reaksi Biuret. Uji Pengndapan dengan Ion Logam. 1. Caa reaksi berwarna yang lain untuk pepetida dan protein tetapi tidak untuk asam amino bebas. 3 mL HNO3 pekat + 3 mL Larutan protein. 3 mL Larutan Protein + 1 mL HNO3 Pekat Endapan ∆ (air mendidih) Larutan Kuning Didinginkan Dibagi 2 tabung. HASIL PENGAMATAN. 1. Tabung 1 Hasil 1 c. Zn Ion Logam 2+ Tabung 2 + Amoniak Hasil 2 Hasil Pengamatan Tabung 1 larutan putuh keruh Endapan lebih banyak. Ion logam berat yang masuk ke dalam tubuh akan bereaksi dengan sebagian enzim di dalam tubuh. Enzim merupaka suatu contoh protein memiliki aktifitas katalis reaksi di dalam tubuh. adalah reaksi biuret. + 2 tetes α-Naftol Dikocok + H2SO4 pekat Terbentuk 2 Lapisan (Cincin Ungu) E. Sebagaimana asam amino. gugus -NH2 pada peptide dapat direaksikan dengan 2. Persiapan Larutan Protein. o Aquadest o ZnSO4 encer o CuSO4 o HgCl2 o H2SO4 pekat o HNO3 pekat o NH3 o CH3COOH 1 N o NaOH 40% o CuSO4 0. Protein merupakan sebagian besar menu makanan manusia hamper semuanya berasal dari proten biji. sehingga menyebabkan koagulasi atau pengumpalan (Poedjiadi. dan jagung. D. yang menghasilkan senyaw kompleks berwarna ungu (Wirahardikusumah. Pengendapan oleh Asam. R. Larutan Protein. 3 mL Lautan Protein. + ZnSO4/HgCl2/CuSO4 Mengendap Dibagi dua Endapan 1 + ZnSO4/HgCl2/CuSO4 Hasil 1 b. Slah stu tumbuhan yang memiliki kandungan protein adalah Medicagu sativa l. khususnya dari tanaman serealia seperti padi. Apabila konformasi protein berubah. Bahan-bahan. dan – COOH. Seperti pada asam amino. empat. Peptide sederhana mengandung dua. Reaksi kimia peptide disebabkan karena adanya gugus junh –NH2. gandum. dan seterusnya. C. Reaksi Xantoprotein. PROSEDUR KERJA. Suatu protein memiliki arti bagi tubu apabila protein tersebut di dalam tubuh dapat melakukan aktivitas biokimiawi yang menunjang kebutuhan tubuh. Alat-alat. misalnya karena perubahan suhu. peptide memiliki pH isolistrik (pHI). Uji Warna Protein. Uji protein dengan Pengendapan. Reaksi ini terjadi antara pepetida atau protein dengan CuSO4 dan alkali. pH atau karena reaksi denga senyawa lain. tetrapeptida. tiga. masing-masing disebut dipeptida. a. Pengendapan Dengan Logam Berat. Telur Diambil putihnya Diencerkan hingga 100mL Larutan protein 2. NO 1. Dapat diesterfikasi dengan dan direduksi. 1989: 363-364). 1994: 118). o Tabung reaksi. 2007: 38). a. 1 mL Larutan Protein. 2. – Larutan putih keruh. 1.(Fessenden. ion-ion logam maka aktivitas biokimianya akan berkurang. dan sebagainya (Parman. Aktivitas ini banyak mengandung struktur dan konformasi protein yang tepat. 2008: 2526). Reaksi Molish. 2.5% o Reagen Molish. Tabung 2 – Putih Keruh . atau lebih residu asam amino. ALAT DAN BAHAN.

2. Persamaan Reaksi. misalnya tirosin. Uji Xantoprotein merupakan uji kualitatif protein yang positif untuk protein yang mengandung asam amino dengan inti benzen. bawah Bening.Larutan keruh – Endapan belum terbentuk 2. Reaksi Protein dengan Ion Logam. 1. a. Protein Protein padat c. ∆ = Endapan kuning menggumpal. Setelah dicampur terjadi endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning apabila dipanaskan. Setelah di kocok endapan Kuning. larutan asam nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke dalam larutan protein. triptofan. Hijau. + NaOH = Larutan Bening. Tabung 1 = warna tetap kuning Tabung 2 = lebih kuning dari T1. atas putih keruh. 3.Larutan bening – Endapan semakin Banyak . atas endapan putih. . bawah hijau. 2Cu2+ + 2OHCuO(s) + H2O O O Protein R R O HN NH 2+ Cu HN NH R O Cu 2+ d. Jenis asam HNO3 Pekat Hasil Pengamatan – Terbentuk tiga lapisan. F. Reaksi Biuret. ANALISIS DATA. Pada uji Xantoprotein ini. Pengndapan dengan Asam. Berbau Menyengat. NO 1. Reaksi Molish + α-naftol = Putih Keruh + H2SO4 = membentuk 2 lapisan. Nama Reaksi Reaksi biuret Reaksi Xantoprotein Hasil Pengamatan. Reaksi yang terjadi ialah nitrasi atau reaksi substitusi atom H pada benzena yang terdapat pada molekul protein oleh gugus nitro.Larutan semakin pekat 3. + CuSO4 = Larutan Ungu + HNO3 pekat = Endapan putikh kekuning-kuningan. NO 1. 3. Reaksi Xantoprotein.Cu 2+ . dan fenilalanin. Hg 2+ . Pengendapan dengan Asam. O O Protein R R O HN NH + M HN NH R O b. Uji Warna Protein.

Protein juga merupakan suatu polimer yang mempunyai monomer suatu asam amino. 1994). Pada praktikum kali ini kita melakukan pengendapan dengan penambahan ion logam Zn. Reaksi yang terjadi pada uji Xantoprotein e. Maka dari itu reaksi identifikasi suatu protein tidak jauh dari reaksi kedua gugus fungsi tersebut.. Sedangkan untuk pengendapan dengan menggunkan asam. Selain itu juga aam juga merubah struktur protein dengan cara memberikan H+ pada gugus –NH- . Reaksi molish. Masingmasing menghasilkan endapan pada larutan protein. Cu. Hasil yang didapat berupa endapan kuning setelah langsung di tambahkan asam nitrat pekat hal ini karena protein mengalami denaturasi dengan dengan cara nitritasi pada gugus aromatiknya. OH R H2N NH O OH H2SO4 H2N NH O R OH O O OH H2N NH O OH + OH H2N NH R OH warna ungu G. Selain itu Hg merupakan logam berat. Salah satu identifikasi protein adalah dengan cara denaturasi protein (perubhan struktur protein.dengan ion logam yang bermutatan positf. Dari semua ion logam.Gambar 149. Hal ini disebabkan karena kosentrasi larutan HgCl2 yang digunakan lebih besar dari yang lain. Denaturasi protein ini dapat dilakukan dengan penambahan asam atau ion logam berat (Poedjiadi. dan Hg. kita hanya melakukan pengandapan menggunakan asam nitrat pekat. Pada dasarnya semua ion logam ini akan menghasilkan gumpalan (endapan) pada larutan protein Karena ion logam ini akan membentuk kompleks dengan protein dengan adanya gaya tarik antara gugus – NH. PEMBAHASAN. Asam amino sendiri merupakan senyawa kimia yang mengandung 2 gugus fungsi yang berbeda. Hg mengendapkan cukup banyak protein dari pada ion logan lainya. Protein merupakan unit penyusun utama tubuh.

Pada reaksi ini juga terbentuk warna lebih kuning pada setelah di tambahkan dengan amoniak. Kimia Organik edisi ketiga. Muhammat. dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Dari hasil pengamatan. dan triftofan. Titin Supriyanti. Sanjaya. 9: hal. 4. Pada uji warna dengan molish didapatkan hasil positif dengan terbentuknya cincin unggu antara lapisan bawah dengan atas. Kandungan Protein dan Abu Tanaman Alfaalfa (Mediga sativa L) setelah Pemupukan Biorisa. Wirahardikkusumah. analisa dat. dan dan larutan ungu (kompleks protein dengan Cu2+). Jakarta: Erlangga. fenilalanin.. Biokimia. Jakarta: UIPress. Reaki yang dilakukan pada praktikum ini meliputi : reaksi biuret. 2. Uji ini positif pada protein yang mengandung asam amino tirosin. Reaksi ini merupakan reaksi nitritasi pada gugus aromatic. Cincin unggu ini merupakan hasi kondensasi furfural atau m-furfural dari karbohidrat yang terkandung di dalam putih telur. Dasar-dasar Biokimia. kekeruhan itu karena Cu2+ direduksi oleh protein menghasilkan endapan Cu2O. Fessenden. Poedjiadi. H. Anna. hal ini karena reaksi nitritasi pada protein semakin banyak terjadi. Pada uji warna dengan biuret didapatkan hasil positif dengan terbentuknya padatan merah bata (Cu2O). Dalam pengujian protein elanjutnya dengan cara reaksi warna pada protein dengan cara penambahan reagen tertentu. 38 – 44. 3. Bandung: Penerbit ITB. Parman. HNO3. 1994. Uji kualitatif protein dapat dilakukan dengan cara penambahan reagen-reagan tertentu seperti biuret. Pada uji warna dengan Xantoprotein didapatkan hasil positif dengan terbentuknya larutan kuning. Bioma vol. 5. DAFTAR PUSTAKA. Selain itu juga terjadi reaksi pada gugus asil protein dengan αnaftol. reaksi xantoprotein. . Hail dari uji ini adalah terbentuknya cincin ungu. 1989. 2008. 2007. Pada percobaan reaksi biuret hasil yang didapat sedikit keruh dan larutan berwarna . 6. KESIMPULAN. Reaksi ini diawali dengan penambahan HNO3 pekat pada larutan protein hasil yang terbentuk berupa endapan kuning. dan molish. dan warna ungu bini di sebabkan terbentuknya kompleks Cu2+ denga protein pada gugus asilnya. Fessenden. Ralph J dan Joan S. Untuk selanjutnya yaitu penguiian reaksi warna dengan reagen molish yaitu α-naftol. dan setelah di tambahkan H2SO4 hasil reaksi tersebut menjadi ion karena adanya penambahan ion H+.sehingga membentuk –N+H2. Pengendapan protein dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu penambahan ion logam dan penambahan asam. dan F. Untuk selanjutnyaadalah uji protein dengan reaksi xantoprotein. dan reaksi molish.M. setelah dipanaskan padatan tersebut menjadi larutan kuning. Penambahan asam menghasilkan endapan lebih banyak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful