LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN OKSIGENASI

OLEH : AYU INDAH CAROLINA (1002105073)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA 2011

I. PENDAHULUAN :KONSEP DASAR OKSIGENASI MANUSIA FISIOLOGI PERNAFASAN Sebagian besar sel dalam tubuh memperoleh energy dari reaksi kimia yang melibatkan oksigen dan pembuangan karbondioksida. Pertukaran gas pernafasan terjadi antar udara di lingkungan dan darah. Terdapat tiga langkah dalam proses oksigenasi yakni ventilasi, perfusi, dan difusi (McCance dan Huether, 1994 dalam Potter & Perry, 2006). Pernafasan dapat berubah karena kondisi atau penyakit yang mengubah struktur dan fungsi paru-paru. Otot-oto pernafasan, ruang pleura, dan alveoli sangat penting dalam ventilasi, perfusi, dan difusi. a. Ventilasi : merupakan proses untuk menggerakkan gas ke dalam dan keluar par-paru. Ventilasi membutuhkan koordinasi oto paru dan toraks yang elastic dan persarafan yang utuh. Oto pernafasan inspirasi utama adalah diafragma. Diafragma dipersarafi olhe saraf frenik, yang keluar dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat. Pernafasan adalah upaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan membuat paru berkontraksi. Kerja pernafasan ditentkan oleh tingkat kompliansi paru, tahanan jalan nafas, keberadaan ekspirasi yang aktif, dan penggunaan otot-otot bantu pernafasan. Kompliansi merupakan kemampuan paru distensi atau mengembang sebagai respon terhadap peningkatan tekanan intraalveolar. Kompliansi menurun pada penyakit, seperti edema pulmonar, interstisial, fibrosis pleura, dan kelainan struktur traumatic, atau congenital seperti kifosis atau fraktur iga. Surfaktan merupakan zat kimia yang diproduksi di paru oleh sel tipe dua alveolar yang mempertahankan tegangan permukaan alveolar dan mecegahnya dari kolaps. Tahanan jalan nafas merupakan perbedaan tekanan antara mulut dan alveoli terkait dengan kecepatan aliran gas yang diinspirasi. Tahanan jalan nafas dapat mengalami peningkatan akibat obstruksi jalan nafas, penyakit di jalan nafas kecil (seperti asma), dan edema trakeal. Jika tahanan meningkat, jumlah udara, jumlah udara yang melalui jalan nafas anatomis menurun. Ekspirasi merupakan proses pasif normal yang bergantung pada property recoil elastic dan membutuhkan sedikit kerja otot atau tidak sama sekali. Recoil elastic dihasilkan oleh serabut elastic di jaringan paru dan oleh tegangan permukaan dalam cairan yang melapisi alveoli. Klien yang mengalami penyakit pulmonary obstruksi kronis lanjut akan kehilangan recoil elastic paru dan thoraks. Akibatnya kerja nafas klien meningkat.

Sirkulasi pulmonary juga berfungsi sebagai suatu filter yang menyaring thrombus kecil sebelum thrombus tersebut mencapai organ-organ vital. tahanan jalan nafas yang meningkat. Klien yang mengalami penyakit pulmonary obstruksi kronis sering menggunakan oto ini untuk meningkatkan volume paru. . obesitas. Kompliansi yang meningkat. maka tekanan intrapleura harus lebih negative dengan gradient tekanan antara atmosfer dan alveoli. Jumlah surfaktan. yang mengeluarkan darah sekitar 4-6 . dan kekuatan otot bantu pernafasan mempengaruhi tekanan dan volume di dalam paru-paru. latihan fisik. Sirkulasi pulmonary merupakan suatu reservoar untuk darah sehingga paru dapat meningkatkan volume darahnya tanpa peningkatan tekanan dalam arteri atau vena pulmonary yang besar. VOLUME PARU Volume paru normal diukur melalui pemeriksaan fungsi pulmonary. ekspirasi yang aktif. Perfusi : fungsi utama sirkulasi paru adalah mengalirkan darah dan dari membrane kapiler alveoli sehingga dapat berlangsung pertukaran gas. Untuk memenuhi penggunaan energy ini. seperti kehamilan.Otot bantu nafas dapat meningkatkan volume paru selama inspirasi.menyebabkan penggunaan energy meningkat. tubuh meningkat kecepatan mentabolismenya dan kebutuhan akan oksigem. Sirkulasi pulmonary dimulai pada arteri pulmonary yang menerima darah vena yang membawa campuran oksigen dari ventrikel kanan. Spirometer mengukur volume paru yang memasuki atau yang meninggalkan paru-paru. Aliran darah yang melalui system ini bergantung pada kemampuan pompa ventrikel kanan. Rangkaian ini merupakan siklus sebab akibat pada klien yang mengalami kerusakan ventilasi. Supaya udara mengalir ke dalam paru-paru. b. sama seperti eliminasi karbondioksida. TEKANAN PARU Gas bergerak ke dalam dan keluar paru karena ada perubahan tekanan. atau kondisi paru yang obstruktif. Variasi volume paru dapat dihubungkan dengan status kesehatan. Selama pengkajian perawat dapat mengobservasi peningkatan klavikula klien selama respirasi. atau penggunaan oto bantu nafas meningkatkan kerja pernafasan. tingkat kompliansi. Tekanan intrapleura bersifat negative atau kurang dari tekanan atmosfer yakni 760 mmHg pada permukaan laut.

Dinding pembuluh darah pulmonary lebih tipis daripada dinding pembuluh darah di dalam sirkulasi sistemik dan berisi lebih sedikit oto halus karena tekanan dan tahanan yang rendah. Difusi : gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi yang lebih tinggi ke daerah dengan konsentrasi yang lebih rendah. kecepatan difusi. Apabila alveoli berfungsi lebih sedikit . Peningkatan ketebalan tersebut membuat gas lebih lama untuk melewati membrane tersebut. sehingga oksigen ini bisa masuk ke dalam jaringan.l/menit. Proses penghantaran ini bergantung pada jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru (ventilasi). Darah yang kaya oksigen kemudia bersirkulasi melalui venula pulmonary dan vena pulmonary kembali ke atrium kiri. Molekul hemoglobin akan bercampur dengan oksigen menjadi oksihemoglobin. dan kapasitas membawa oksigen. Sebagian besar oksigen ditransportasikan oleh hemoglobin yang berfungsi sebagai pembawa oksigen dan karbondioksida. Darah mengalir dari arteri pulmonary melalui arteriol pulmonary ke kapiler pulmonary tempat darah kontak dengan membrane kapiler-alveolar dan berlangsung pertukaran gas pernafasan. Kapasitas darah tersebut dipengaruhi oleh jumlah oksigen yang larut dalam plasma. Tekanan dalam system sirkulasi pulmonary adalah rendah jika dibandingkan dengan tekanan dalam system sirkulasi sistemik. Jumlah oksigen dalam plasma relative kecil hanya sekitar 3 %. tekanan diastolic kurang dari 12 mmHg dan tekanan rata-rata kurang dari 20 mmHg. Paru-paru menerima curah jantung total dari ventrikel kanan dan tidak meneruskan aliran darah dari sati daerah ke daerah lain kecuali kasus hipoksia alveolar. Tekanan arteri sistolik pulmonary yang normal antara 20-30mmHg. System transportasi oksigen terdiri dari system paru dan system kardiovaskular. Pembentukan oksihemoglobin dengan mudah berbalik (reversibel) sehingga memungkinkan hemoglobin dan oksigem berpisah. . c. Difusi gas pernafasan terjadi di membrane kapiler alveolar dan kecepatan difusi dapat dipengaruhi oleh ketebalan membrane. Daerah permukaan membrane dapat mengalami perubahan sebagai akibat suatu penyakit kronis. membuat oksigen menjadi bebas. jumlah hemoglobin untuk berikatan dengan oksigen. aliran darah ke paru-paru dan jaringan (perfusi). maka daerah permukaan menjadi berkurang.

Selain itu beberapa karbondioksida yang ada dalam eritrosit bereaksi dengan asam amino membentuk senyawa karbamino. Dengan demikian darah vena mentransportasikan sebagian besar karbondioksida. . Ion hydrogen dibufer oleh hemoglobin dan HCO3. Asam karbonat kemudia berpisah menjadi ion hydrogen H+ dan ion bikarbonat (HCO3-). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OKSIGENASI 1. Demam Meningkatkan frekuensi metabolism dan kebutuhan oksigen di jaringan. 2006) PROSES Anemia PENGARUH PADA OKSIGENASI Menurunkan kapasitas darah yang membawa oksigen Racun inhalasi Menurunkan kapasitas darah yang membawa oksigen Obstruksi jalan nafas Membatasi pengiriman oksigen yang diinspirasi ke alveoli Dataran tinggi Menurunkan inspirator konsentrasi konsentasi oksigen oksigen karena atmosfer yang lebih rendah. Reaksi ini dapat terjadi dengan cepat tanpa adanya enzim.Karbondioksida berdifusi ke dalam eritrosit dan dengan cepat dihidrasi menjadi asam karbonat H2CO3 akibat adanya anhidrasi karbonat. menurunkan volume udara yang diinspirasi. Hemoglobin yang berkurang (deoksihemoglobin) dapat bersenyawa dengan karbondioksida lebih mudah daripada oksihemoglobin. Proses Fisiologis yang Mempengaruhi Oksigenasi (Potter & Perry. Fisiologis Tabel 1.berdifusi ke dalam plasma. Penurunan pergerakan dinding dada Mencegah menurunkan penurunan diameter diafragma dan (kerusakan muskulo) anteroposterior thoraks pada saat inspirasi.

ISPA yang sering doalami adalah nasofaringitis.Pengaruh penyakit kronis. Selain itu. Dewasa muda dan dewasa pertengahan : factor risiko nya berupa diet yang tidak sehat.Konfigurasi structural yang abnormal . d. faringitis.Penyakit system persarafan . yang diduga disebabkan defisiensi surfaktan. Kemampuan paru untuk mensintesis surfaktan berkembang lambat pada masa kehamilan. influenza. b.Kelainan musculoskeletal . selama proses pertumbuhan gigi.Penyakit otot . dan merokok. Anak usia sekolah dan remaja : mengisap rokok dan asap rokok. beberapa bayi berkembang kongesti nasal yang memungkinkan pertumbuhan bakteri dan meningkatkan potensi terjadinya ISPA. Perkembangan a. yakni pada sekitar bulan ke tujuh dan demikian bayi preterm tidak memiliki surfaktan. . kurang latihan fisik. Bayi premature : berisiko terkena penyakit membrane hialin.Trauma . Bayi dan toddler : berisiko mengalami infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) hasil pemaparan dari anak-anak lain dan pemaparan asap dari rokok.Obesitas . 2. c.Perubahan system saraf pusat .Adapun kondisi yang mempengaruhi gerakan dinding dada : .Kehamilan . obat-obatan. dan tonsillitis.

otot otot pernafasan melemah dan sirkulasi pembuluh darah menjadi kurang dapat berdistensi.Nutrisi : obesitas menyebabkan penurunan ekspansi paru.e. Lansia : plak arteriosklerosis sehingga tekanan darah sistemik meningkat. 3. penyakit paru obstrukti kronis. kompliansi dinding dada menurun pada klien lansia berhubungan dengan osteoporosis. Tubuh berespon terhadap ansietas akan meningkatkan frekuensi dan kedalaman pernafasan. 1. menurunkan frekuensi dam kedalaman pernafasan dan jumlah oksigen yang diinhalasi. Dengan mengetahui besarnya volume dan kapasitas fungsi paru dapat diketahui besarnya kapasitas ventilasi maupun ada tidaknya kelainan fungsi paru. 4. . KAPASITAS DAN VOLUME PARU Volume paru dan kapasitas fungsi paru merupakan gambaran fungsi ventilasi sistem pernapasan. Individu yang melakuka latihan fisik 3-4 kali dakam satu minggu selama 20-40 minggu memiliki frekuensi nadi dan tekanan darah yang lebih rendah. meningkatkan kebutuhan oksigen karena metabolism. Lingkungan .Latihan fisik : meningkatkan aktivitas metabolism dan kebutuhan oksigen. . .Penyalahgunaan substansi : kadang kala memiliki asupan nutrisi yang buruk akibat penggunaan alcohol dan obat-obatan dan dapat mendepresi pernafasan. jumlah silia fungsional menurun.Ansietas : akan meningkatkan laju metabolism tubuh dan kebutuhan akan oksigen. dan kalfisifikasi tulang rawan kosta.Merokok : dikaitkan dengan sejumlah penyakit termasuk penyakit jantung. Volume Paru .Daerah perkotaan (polutan berupa debu) . berisiko anemia. dan kanker paru. Perilaku .

Jumlah oksigen yang dapat dimasukkan ke dalam paru ditentukan oleh kemampuan kembang kempisnya sistem pernapasan. Yang termasuk pemeriksaan kapasitas fungsi paru adalah : a. Kapasitas Inspirasi (Inspiratory Capacity = IC). adalah volume udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru sesudah ekspirasi biasa. b. adalah volume udara yang masuk paru setelah inspirasi maksimal atau sama dengan volume cadangan inspirasi ditambah volume tidal (IC = IRV + TV). Kapasitas Vital (Vital Capacity = VC). Kapasitas Fungsi Paru Kapasitas paru merupakan jumlah oksigen yang dapat dimasukkan kedalam tubuh atau paru-paru seseorang secara maksimal. d. ERV dapat langsung diukur dengan spirometer. besarnya IRV pada orang dewasa adalah sekitar 3100 ml. b. udara yang masih tersisa didalam paru sesudah ekspirasi maksimal sekitar 1100ml. Volume Residu (Residual Volume = RV). Saat inspirasi akan mengembang dan saat ekspirasi akan mengempis. volume udara yang dapat dikeluarkan melalui ekspirasi maksimal setelah sebelumnya melakukan inspirasi maksimal (sekitar 4000ml). pernapasan terjadi secara pasif dan berlangsung tanpa disadari Beberapa parameter yang menggambarkan volume paru adalah : a. Volume Cadangan Ekspirasi (Expiratory Reserve Volume = ERV). volume udara yang masih dapat dihirup kedalam paru sesudah inpirasi biasa. Volume Cadangan Inspirasi (Inspiratory Reserve Volume = IRV). IRV. adalah volume udara paru yang masuk dan keluar paru pada pernapasan biasa. Semakin baik kerja sistem pernapasan berarti volume oksigen yang diperoleh semakin banyak. Pada keadaan normal. sedangkan RV = TLC – VC 2. . Besarnya TV pada orang dewasa sekitar 500 ml. besarnya ERV pada orang dewasa sekitar 1000-1200 ml. Volume tidal (Tidal Volume = TV). c. TV.Volume paru akan berubah-ubah saat pernapasan berlangsung.

asma bahkan dapat menyebabkan kematian. pembengkakan.Kapasitas vital besarnya sama dengan volume inspirasi cadangan ditambah volume tidal (VC = IRV + ERV + TV). Pada penderita asma. Kapasitas Paru Total (Total Lung Capasity = TLC). batuk berdahak dan suara napas yang berbunyi ngik-ngik dimana seringnya gejala ini timbul pada pagi hari menjelang waktu subuh. penyempitan saluran pernafasan yang terjadi dapat berupa pengerutan dan tertutupnya saluran oleh dahak yang dirpoduksi secara berlebihan dan menimbulkan batuk sebagai respon untuk mengeluarkan dahak tersebut. Kapasitas Residu Fungsional (Functional Residual Capasity = FRC ). 1) Asma Penyakit asma berasal dari kata “Asthma” yang diambil dari bahasa Yunani yang berarti “sukar bernapas. dinding saluran nafas pun dilumuri oleh lendir yang lengket sehingga dapat menyebabkan sesak nafas yang lebih parah. Pada saat seseorang penderita asma terkena faktor pemicunya. adalah volume ekspirasi cadangan ditambah volume sisa (FRC = ERV + RV). Asma adalah suatu keadaan di mana terjadi penyempitan pada aliran nafas akibat dari rangsangan tertentu(pemicu)sehingga menyebabkan peradangan dan menyebabkan sulitnya bernafas dan berbunyi "ngik" setiap bernafas. adalah kapasitas vital ditambah volume sisa (TLC = VC + RV atau TLC = IC + ERV + RV). . Hal ini biasanya mengurangi kualitas hidup seorang penderita karena bisa menyebabkan gampang lelah dan gampang sakit. c. Hal ini disebabkan karena pengencangan dari otot sekitar saluran pernafasan. peradangan. d. Secara umum gejala asma adalah sesak napas. Jika tidak ditangani dengan baik. Asma juga disebut penyakit paru-paru kronis yang menyebabkan penderita sulit bernapas. maka dinding saluran nafasnya akan menyempit dan membengkak sehingga menyebabkan sesak nafas. dan iritasi pada saluran nafas di paru-paru. hal ini karena pengaruh keseimbangan hormon kortisol yang kadarnya rendah ketika pagi dan berbagai faktor lainnya. batuk dan mengi yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas. rasa nyeri. Penderita asma akan mengeluhkan sesak nafas karena udara pada waktu bernafas tidak dapat mengalir dengan lancar pada saluran nafas yang sempit dan hal ini juga yang menyebabkan timbulnya bunyi ngik-ngik pada saat bernafas. Kadang.” Penyakit asma dikenal karena adanya gejala sesak napas.

kerusakan ventilasi. perfusi jaringan menurun. .PERUBAHAN FUNGSI PERNAFASAN Hiperventilasi Suatu kondisi ventilasi yang berlebih yang dibutuhkan untuk mengeliminasi karbondioksida di atas normal di vena yang diproduksi melalui metabolism selular. Hipoksia Oksigenasi jaringan yang tidak adekuat pada tingkat jaringan ditandai dengan penurunan hemoglobin. PATOFISIOLOGI Contoh patofisiologi dari asma bronkialis adalah dijelaskan pada gambar di bawah. Hipoventilasi Ketika ventilasi alveolar tidak adekuat memenuhi kebutuhan oksigen tubuh atau mengeliminasi karbondioksida secara adekuat. konsetrasi oksigen inspirasi.

Hiperpnea. Takipnea adalah bernafas cepat (biasanya lebih dari 20 pernafasan per menit) dan bisa menjadi dangkap ataupun tidak mengalami perubahan pada kedalaman bernafas. atau anemia. atau hiperkalemia.PERUBAHAN POLA NAFAS Penggunaan otot-otot tambahan merupakan tanda dari adanya kesulitan bernafas. demam. pasien sebaiknya segera dirujuk pada pemberi pelayanan kesehatan primer. Bradipnea adalah bernafas lambat (biasanya kurang dari 12 pernafasan per menit) dan dapat terjadi pada depresi susunan saraf pusat yang diinduksi oleh penggunaan sedasi berlebih atau gangguan vaskular serebral (misal stroke). juga dikenal sebagai respirasi . ansietas. tekanan intrakranial yang meningkat. Hal ini dapat disebabkan oleh nyeri.

Ronkhi basah Pendek. SUARA NAFAS TAMBAHAN Suara nafas bronchial atau bronkovesikular yang terdengar di sepanjang area paru perifer dapat menunjukkan adanya pemadatan (misal pneumonia). Ronkhi Suara yang dalam. pneumotoraks. keras dan mengganggu atau suara berderik yang biasanya terdegar lebih sering selama inspirasi daripada ekspirasi. Nada suara dan intensitasdapat bervariasi. dan terutama terdengar saat ekspirasi. Terjadi saat permukaan pleura yang meradang kehilangan cairan pelumas yang normalnya ada. Berkurang atau menghilangnya suara nafas dapat terjadi pada obesitas. selama inspirasi dan ekspirasi. Suara nafas ini dapat didengar pada area paru.Didengar selama inspirasi. walaupun hal ini juga dapat terjadi pada salah satu bentuk asidosis metabolik (misal ketoasidosis diabetik). Biasanya disebabkan oleh sekresi di saluran nafas besar dan secara khas akan terdengar relatif lebih bersih setelah dibatukkan Mengi Suara seperti music yang bernada tinggi yang dapat terdengar selama inspirasi atau ekspirasi. Respirasi Cheyne-Stokes adalah peningkatan irregular pada irama dan berkurangnya kedalaman bernafas (dalam dan cepat. dan friction rub. suara letupan kecil. atau efusi pleura. ekspirasi.Kussmaul. . dan secara bersamaan bergesekan selama respirasi. serta meliputi ronkhi basah. mengi. Menyempitnya saluran nafas Friction rub Suara yang dalam. atau dapat juga terjadi dengan cara membuka alveolus yang sebelumnya tidak mengembang. kasar yang memiliki kualitas mendengkur. Suara nafas tambahan adalah suara nafas yang terdengar menimpa atau ditambahkan pada suara nafas normal. atau pus.atau keduanya. mukus. ronkhi. adalah pernafasan yang cepatm bernafas dalam yang terjadi secara normal pada olah raga. lalu pelan dan dangkal) diselingi dengan episode apnea yang regular. Suara dihasilkan saat udara dipaksa untuk melewati saluran bronkus yang dipersempit oleh adanya cairan.

perawat melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik untuk memaksimalkan data yang dikumpulkan tanpa harus menambah distres pernapasan klien. dan nyeri dada. pembentukan sputum. Riwayat Kesehatan Riwayat kesehatan klien diawali dengan mengumpulkan informasi tentang data biografi. jenis kelamin. Fokuskan pada manifestasi dan prioritaskan pertanyaan untuk mendapatkan suatu analisis gejala.II. peristiwa yang mengarah pada kondisi saat ini. usia. Data objektif : 1. batuk. yang mencakup nama. Gejala Saat Ini KELUHAN UTAMA Keluhan utama dikumpulkan untuk menetapkan prioritas intervensi keperawatan dan untuk mengkaji tingkat pemahaman klien tentang kondisi kesehatannya saat ini. Keluhan umum penyakit pernapasan mencakup dispnea. riwayat kesehatan terdahulu. Dispnea : kesulitan bernapas dan merupakan persepsi subjektif kesulitan bernapas. . riwayat keluarga. dan riwayat psikososial. Data demografi biasanya dicatat pada formulir pengkajian rumah sakit atau klinik. mengi. Wawancarai klien dan keluarga dan fokuskan pada manifestasi klinik tentang keluhan utama. hemoptisis.KONSEP ASUAN KEPERAWATAN PENGKAJIAN KEPERAWATAN Proses pengkajian keperawatan harus dilakukan dengan sangat individual (sesua masalah dan kebutuhan klien saat ini). Dalam menelaah status pernapasan klien. dan situasi kehidupan klien. yang mencakup komponen fisiologis dan kognitif. Riwayat pernapasan mengandung informasi tentang kondisi klien saat ini dan masalah-masalah pernapasan sebelumnya.

Gelisah 2. Data subjektif : 1. mikroorganisme. atau mengi. trakheobronkhial. debris selular. Sputum yang terdiri atas lendir. Nyeri dada Riwayat Kesehatan Masa Lalu Riwayat kesehatan masa lalu memberikan informasi tentang riwayat kesehatan klien dan anggota keluarganya. Tanyakan tentang kondisi kehidupan klien. seperti jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah. pembentukan sputum. Kaji klien terhadap kondisi kronis manifestasi pernapasan. Riwayat Psikososial Dapatkan informasi tentang aspek-aspek psikososial klien yang mencakup lingkungan. Mengi : dihasilkan ketika udara mengalir melalui jalan napas yang sebagian tersumbat atau menyempit pada saat inspirasi atau ekspirasi. Kondisi . dan nutrisi. Identifikasi semua agens lingkungan yang mungkin mempengaruhi kondisi klien. 5. Batuk : refleks protektif yang disebabkan oleh iritasi pada percabang. Cemas 3. letak geografi. misalnya batuk.2. kebiasaan. Pembentukan sputum : Sputum secara konstan dikeluarkan ke atas menuju faring oleh silia paru. pus. pekerjaan. darah. Hemoptisis : membatukkan darah. 3. lingkungan kerja dan hobi. karena kondisi ini memberikan petunjuk tentang penyebab masalah baru. dan benda asing akai dikeluarkan dari paru-paru dengan membatukkan atau membersihkan tenggorok. 4. pola olahraga. dispnea. atau sputum bercampur darah.

datar. dispnea. pekak. Amati pola bicara. dan karakter suara yang diucapkan atau dibisikan. cuping hidung mengembang. -AUSKULTASI : mendengarkan bunyi dengan menggunakan stetoskop. Kaji tingkat kesadaran klien dan orientasikan selama pemeriksaan untuk menentukan kecukupan pertukaran gas. sianosis. mengap-mengap. biru.kehidupan yang sumpek meningkatkan risiko penyakit per¬napasan seperti tuberkulosis. hiperesonan. adanya bunyi napas tambahan. Dengan mendengarkan paru-paru ketika klien bernapas melalui mulut. Perhatikan manifestasi distres pernapasan saat ini: posisi yang nyaman. Analisa Gas darah . Perhatikan rasio inspirasi-keekspirasi. Pengetukan dinding dada antara iga menghasilkan berbagai bunyi yang digambarkan sesuai dengan sifat akustiknya-resonan. Palpasi dada dan medula spinalis adalah teknik skrining umum untuk mengidentifikasi adanya abnormalitas seperti inflamasi.PALPASI dilakukan dengan menggunakan tangan untuk meraba struktur di atas atau di bawah permukaan tubuh.INSPEKSI. . Computed Tomograph (CT) 2. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. . kemerahan). pemeriksa mampu mengkaji karakter bunyi napas. karena lamanya ekspirasi normal dua kali dari lamanya inspirasi normal. Bronkoskopi 3. dan penggunaan otot-otot asesori pernapasan. mulut terbuka. Kaji terhadap bahaya lingkungan seperti sirkulasi udara yang buruk. takipnea. Pengkajian Fisik Kondisi dan warna kulit klien diperhatikan selama pemeriksaan toraks (pucat. warna kulit wajah dan bibir. atau timpanik. -PERKUSI : Perkusi adalah teknik pengkajian yang menghasilkan bunyi dengan mengetuk dinding dada dengan tangan. Dada dipalpasi untuk mengevaluasi kulit dan dinding dada. maka rasio normal ekspirasi – inspirasi 2 : 1.

Biopsi 5. 3. jalan pasien tidak gangguan mengalami - Manajemen jalan nafas Manajemen pengisapan Pemberian posisi Fisioterapi dada -intervensi dilakukan untuk mengeluarkan sputum berlebihan sehingga jalan nafas tidak terjadi obstruksi jalan nafas dengan kriteria hasil : asma -Status Respirasi : Patensi dengan jalan nafas dalam a.Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang .4. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas Definisi : ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obsruksi dari saluran nafas untuk mempertahankan bersihan jalan nafas. 2. Gangguan pertukaran gas Definisi : kelebihan atau deficit pada oksigenasi dan atau eliminasi karbondioksida pada membrane alveolar-kapiler. Ketidakefektifan pola nafas Definisi : inspirasi atau ekspirasi yang tidak member ventilasi adekuat DIAGNOSIS KEPERAWATA N Ketidakefektifan bersihan nafas berhubungan dengan ditandai sputum jumlah TUJUAN DAN KRITERIA HASIL PERENCANAAN INTERVENSI RASIONAL Setelah 2 x 24 jam. Laringoskopi DIAGNOSIS KEPERAWATAN Contoh diagnosis yang mungkin muncul pada pasien gangguan oksigenasi adalah : 1.

Mampumengidentifikasika n dan mencegah faktor yang dapat Gangguan pertukaran berhubungan dengan perfusi dengan pernafasan abnormal. Setelah… gas pernafasan pasien normal dengan ventilasi dan perfusi ventilasi yang optimal ditinjau dari ditandai kriteri hasil : -Status respirasi : ventilasi a.pasien tanda vital .PaO2 (80-100 mmHg) dan PaCO2 (35-45 mmHg) dalam pernafasan .berlebihan. -intervensi monitoring dilakukan untuk menghindari dispnea. dengan mudah) b. friction rub) d. bersih.Manajemen asam basa . dalam rentang normal. mengeluarkan mampu bernafas - Terapi oksigen -terapi Manajemen asma Latihan batuk efektif oksigen diberikan untuk memberikan asupan oksigen yang adekuat. ronkhi.tidak terdapat suara nafas tambahan (ronkhi basah. mengi. b. dan basa agar tidak nafas. tidak ada sianosis dan dispnea terminimalisasi (Mampu sputum.Monitor tanda.kedalaman normal. frekuensi irama nafas nafas. RR dalam rentang normal.Menunjukkan jalan nafas yang paten (tidak merasa tercekik. . c. tidak ada suara nafas abnormal) c.Terapi oksigen -intervensi manajemen asam dilakukan mengalami asidosis alkalosis. menghambat x 24 jalan jam.

Manajemen jaringan : -intervensi diberikan untuk meminimalisasi penggunaan otot bantu pernafasan -manajemen energy untuk mengkompensas i energy yang digunakan oleh penggunaan oto bantu.kualitas istirahat baik yakni rentang 5 f. tekanan darah sistolik dan diastolic dalam keadaan normal (120/80 mmHg) b. pasien oksigen yang baik melalui yang optimal . tekanan arteri paru dalam keadaan normal Ketidakefektifan pola berhubungan otot Setelah … x 24 jam. nafas dapat mendapatkan asupan dengan keletihan ventilasi ditandai berlebih.Relaksasi otot progresif .rentang normal e. Respiration rate pasien dalam keadaan normal yakni : -Newborns: 30-40 breaths per minute -Less Than 1 Year: 30-40 breaths per minute -1-3 Years: 23-35 breaths .Terapi oksigen .tidak terdapat sianosis -perfusi pulmonary a. dengan otot pernafasan dengan criteria hasil : Status respirasi energi penggunaan ventilasi a.

kedalaman inspirasi dari rentang 3 (rentang sedang dari (tidak normal) ada menjadi 5 penyimpangan Stokes.per minute -3-6 Years: 20-30 breaths per minute -6-12 Years: 18-26 breaths per minute -12-17 Years: 12-20 breaths per minute -Adults Over 18: 12–20 breaths per minute. normal (tidak takipnea. hipernea.tidak terdapat penggunaan otot aksesoris IMPLEMENTASI Prosedur pelaksanaan disesuaikan dengan NIC (Nursing Intervention Classification) . b. Biot.Ritme pernafasan dalam keadaan kusmaul. rentang normal : eupnea) d. Cheyne apneustik) c. apnea. bradipnea.

mengeluarkan secret. Fisioterapi dada 7. Manajemen energi 10. tidak terdapat suara nafas tambahan. berhubungan jumlah dengan asma ditandai dengan dalam berhubungan dengan ditandai dengan pernafasan abnormal. nafas bersihan S : pasien tidak menunjukkan kegelisahan dan kelelahan O : pasien dapat batuk. Gangguan ventilasi pertukaran perfusi gas S : pasien tidak mengeluh keletihan karena tidak dapat tidur O : pasien tidak menunjukkan gejala asidosis respiratorik. Manajemen asam basa EVALUASI Ketidakefektifan jalan sputum berlebihan. Terapi oksigen 8. jalan nafas pasien dapat dibersihkan dengan intervensi pengisapan P : modifikasi lingkungan pasien dan edukasi kepada keluarga pasien. Relaksasi otot progresif 6. A : monitor tanda-tanda vital klien lebih intensif P : edukasi klien dan keluarga untuk mengenali onset dispnea Ketidakefektifan pola nafas S : pasien tidak mengeluh berhubungan keletihan otot dengan pernafasan O : ekspansi dada sudah maksimal A : pasien diberikan relaksasi otot lebih rutin. RR dalam rentang normal A : terapi oksigen disesuaikan dengan kebutuhan pasien. ditandai dengan penggunaan . suara nafas tambahan masih terdengar. Manajemen asma 9. Pemberian posisi 5. Monitor tanda-tanda vital 3. Manajemen jalan nafas 2. Manajemen pengisapan 4.1.

otot berlebih. P : pasien diberikan nutrisi yang adekuat untuk pemenuhan energy. DAFTAR PUSTAKA .

Bulecheck. Diagnosis Keperawatan 20092011. 2010. 2004. United States of America : Mosby North American Nursing Diagnosis Association (NANDA). Potter. United States of America : Mosby. . Jakarta :EGC. Fundamental Keperawatan Volume 2. Swanson. E. Maas M. Nursing Intervention Classification. Perry.Dochterman. 2006. Jakarta : EGC. Nursing Outcomes Classification. Johnson M. Moorhead S. 2006.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful