TEKNOLOGI JARINGAN SELULER 3.

5 G HIGH SPEED DOWNLINK PACKET ACCESS (HSDPA)

HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) merupakan pengembangan teknologi 3G yang memungkinkan kecepatan data sampai 8-10 Mbps. Tujuan utama HSDPA adalah untuk meningkatkan user throughput maksimum untuk pengiriman paket data dari sisi downlink dan mengurangi delay transmisi paket (round trip delay). Evolusi WCDMA dengan menggunakan teknologi HSDPA mampu meningkatkan kecepatan transmisi data dengan peralatan jaringan WCDMA ang telah ada. Implementasi HSDPA ini tidak mengubah hierarki kerja dari sisi UTRAN, akan tetapi perubahan yang paling besar terjadi pada bagian MAC karena terjadi penambahan entitas MAC-hs (Medium Access Control high speed) pada sublayer MAC dari Node B. Selain itu, UE (User Euipment) dengan kapabilitas HSDPA bisa co-exist dengan UE WCDMA pada carrier yang sama. Teknik yang digunakan untuk mendapatkan kecepatan transmisi data yang tinggi dengan tetap mempertahankan kapabilitas dengan peralatan jaringan WCDMA yang telah ada di antaranya: AMC (Adaptive Modulation and Coding), HARQ (Hybrid Automatic Repeat Request), dan packet schedulling. Arsitektur Jaringan HSDPA HSDPA merupakan evolusi dari UMTS, sehingga arsitektur jaringan HSDPA tetap menggunakan arsitektur jaringan UMTS. Secara sederhana, Arsitektur UMTS dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini

UTRAN (UMTS Teresterial Radio Access Network). UTRAN. menyediakan fungsi-fungsi. Node B menyediakan kanal fisik antara UE dan UTRAN. Sebuah UTRAN terkoneksi dengan jaringan kabel eksternal ataupun UTRAN lain melalui CN. dengan adanya interface di antara ketiganya. yang kemudian dikenal sebagai Node B. Masing-masing komponen dengan fungsinya dijelaskan sebagai berikut: 1. Dari gambar. dan layanan packet switched untuk koneksi data. UE (User Equipment). dan UE. yang terhubung ke UE secara langsung. . Elemen yang menyusun UTRAN adalah RNC (Radio Network Controller) dan Base Station. sebagai terminal dari UMTS yang berhubungan dengan radio interface dari UTRAN dan aplikasi user. Dan sebaliknya. yang bertanggung jawab mengkoneksikan UMTS dengan jaringan luarnya. Kemudian. merupakan bagian dari jaringan UMTS yang terdiri dari satu atau lebih RNC dan Node B. RNC bertanggung jawab pada pengaturan radio resource dari UTRAN. Node B adalah entiti terendah dari UTRAN.Arsitektur UMTS secara umum terdiri atas tiga komponen. Dengan kata lain. sebuah node B hanya dapat terhubung dengan satu RNC. Core Network. 2. seperti switching atau routing panggilan untuk komunikasi suara. Semua yang terkait dengan fungsi radio dikontrol di dalam UTRAN. 3. yaitu: CN. kita bisa melihat bahwa satu RNC dapat mengatur beberapa Node B. seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

perubahan pada Node B terjadi pada MAC layer. proses re-transmisi dan schedulling dilakukan pada RNC. maka perlu dilakukan penambahan kanal pada platform WCDMA. yang terdiri dari High Speed Downlink Shared Channel (HS-DSCH). High Speed Shared Control Channel (HS-CCH). sedangkanpada HSDPA dilakukan pada Node B. yakni HS-DSCH. seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. MAC-hs memiliki peran fungsi dalam re-transmisi dan schedulling dalam menangani prioritas paket. node B merupakan entity yang langsung berhubungan dengan UE dan hanya terdiri dari layer 1 atau layer fisik. dan Uplink High Speed Dedicated Physical Control Channel (HS-DPCCH). 1. . Pada WCDMA. Pada HSDPA. Dengan adanya MAC layer pada Node B. Node B tidak hanya terdiri atas layer fisik. Pada Release ’99 (WCDMA). Yang menambahkan MAC-hs. Untuk mengimplementasikan HSDPA. HS-DSCH disediakan sebagai kanal sharing baru untuk membawa beberapa DCH (Dedicated Transport Channel) dalam satu frekuensi.Evolusi WCDMA menuju HSDPA sebagian besar merupakan proses upgrade software pada sisi Node B. sehingga waktu yang dibutuhkan untuk trasnsmisi lebih pendek. yang merupakan entity MAC ang menangani transport channel baru yang diperkenalkan HSDPA. Implementasi ini mengakibatkan arsitektur protokol dari WCDMA-UMTS mengalami perubahan juga. sementara fungsi MAC layer hanya dilakukan pada sisi UE dan RNC. maka proses re-transmisi dan schedulling dapat terjadi lebih cepat.

HS-DSCH juga berasosiasi dengan satu dedicated physical control channel pada arah uplink. 2.HS-DSCH merupakan transport channel arah downlink HSDPA yang dapat digunakan untuk mengirim paket data oleh beberapa user dalam satu cell. berbeda dengan DSCH pada WCDMA yang memiliki SF variable. Transmission Time Interval (TTI) pada HS-DSCH sebesar 2 ms adalah lebih pendek jika dibandingkan dengan TTI sebesar 10. HSDPCCH bertanggung jawab dalam proses uplink yaitu pengiriman ACK (acknowledgement) dan NACK (negative acknowledgement) untuk memberitahu status suatu paket data yang diterima serta CQI (Channel Quality Indicator). UE dapat menggunakan waktu yang tepat untuk menerima HS-DSCH dan dapat menggunakan kode kode yang benar agar data dapat diterima dengan sukses. Beberapa fitur tersebut antara lain adalah penggunaan AMC dan HARQ dan fast scheduling. yakni HS-DPCCH. ukuran transport block. Adaptive Modulation And Coding (AMC) merupakan teknologi utama pada HSDPA sebagai suatu bentuk link adaption dimana feedback dari UE digunakan untuk . 1. HS-DSCH memiliki Spreading Factor (SF) tetap sebesar 16. 3. dan menyediakan informasi waktu bagi UE sebelum menerima HS-DSCH. atau 80 ms yang digunakan pada channel-channel sejenis sebelumnya. skema modulasi. HS-DSCH berakhir di Node B dan dikontrol oleh MAC-hs. Tidak seperti pada WCDMA yang semua transport channelnya berakhir di RNC. Fitur-Fitur Pada HSDPA Pada HSDPA diperkenalkan beberapa fitur baru yang menjadi mekanisme kunci dalam mencapai tujuan HSDPA yaitu meningkatkan throughput dan mengurangi delay. Dengan informasi yang dibawa HS-SCCH ini. Selain berasosiasi dengan HS-SCCH. HS-SCCH digunakan untuk membawa informasi control yang diperlukan bagi HS-DSCH seperti jumlah channelization code. 40. 20. Channelization code set dan skema modulasi merupakan parameter kritis karena menunjukkan kode-kode paralel HS-DSCH yang diminta UE dan jenis modulasi yang dipakai (QPSK atau 16 QAM).

menentukan skema coding dan modulasi yang akan digunakan berdasarkan CQI (Channel Quality Indicator). apabila kondisi channel kurang baik. Hybrid Automatic Repeat and Request (HARQ) meningkatkan performansi dan menambah ketahanan terhadap error pada link adaptation. 2. Pengiriman CQI bertujuan agar node B dapat menentukan format transport data yang akan ditransmisikan ke UE berdasarkan laporan CQI dari UE. Tetapi jika paket data yang diterima mengalami error maka akan dikirimkan NACK sebagai tanda bahwa paket data yang diterima mengalami error . Proses ini dilakukan untuk setiap TTI dengan tujuan untuk memaksimalkan data rate dari UE dengan kondisi kanal yang baik. Kualitas kanal radio yang dialami user dilaporkan ke node B dalam bentuk CQI (Channel Quality Indicator). maka user dapat menggunakan orde modulasi dan coding rate yang lebih tinggi. Sebaliknya. Channel Quality Indicator (CQI). Modulasi pada HS-DSCH dilakukan secara adaptif dengan pemilihan modulasi QPSK (Quadrature Phase Shift Keying) atau 16 QAM (Quadrature Amplitude Modulation). Sedangkan user dengan kondisi kanal yang kurang baik akan menggunakan jenis modulasi QPSK. 3. CQI terdiri dari format modulasi yang akan digunakan. Semakin baik kualitas channel. User dengan kondisi kanal yang baik (umumnya terjadi pada user yang berada dekat dengan node B). dapat menggunakan modulasi 16 QAM yang akan menghasilkan throughput yang lebih tinggi. Pemilihan modulasi 16 QAM atau QPSK pada arah downlink akan bergantung pada CQI yang dikirimkan masing masing UE ke Node B melalui uplink control channel (HS-DPCCH). Jika suatu blok data diterima dengan benar maka penerima akan memberi balasan dengan mengirimkan acknowledgement (ACK) melalui HS-DPCCH sebagai tanda bahwa blok data diterima dengan benar. dan menandakan bahwa blok data berikutnya dapat dikirimkan. besar Transport Block Sizes (TBS) yang dapat dikirimkan dalam sebuah 1 TTI dan jumlah kode HS-DSCH yang bisa digunakan paralel. Penggunaan 16 QAM untuk daerah yang berada di dekat node B atau pada UE dengan kondisi kanal yang lebih bagus dikarenakan karena 16 QAM memiliki tingkat robustness yang rendah terhadap noise/interference. TTI didefinisikan sebagai inter-arrival time dari transport block sets atau dengan kata lain durasi dari sebuah transport block HS-DSCH yang dikirimkan. maka digunakan orde modulasi dan coding rate yang lebih rendah.

Penjadwalan transmisi packet data yang dilakukan oleh node B berdasarkan kualitas channel. fungsinya dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian bit rate HS-DSCH tiap pentransmisian time interval (TTI). Pada akhirnya. admission control. dan manajemen buffer Node B secara efektif dibutuhkan selama handover. dapat memaksimalkan kapasitas sel . penjadwalan paket high-speed medium access control (MAC-hs) di dalam Node B. dan mobility managenment. algoritma HSDPA yang baru termasuk diantaranya adalah HSDPA resource allocation. Algoritma admission control HSDPA berbeda dengan Algoritma dedicated channel (DCH) admission control Release’ 99. Dalam penambahannya. link adaptasi high-speed downlink shared channel (HS-DSCH) yang baru. Fast Schedulling. Perancangan penjadwalan paket MAC-hs yang bagus. Packet scheduler mampu merespon kondisi kanal dengan cepat. Pada RNC. mengontrol bagaimana user HSDPA diijinkan yang disediakan pada HS-DSCH. . mekanisme untuk HARQ di HSDPA dilakukan di Node B (dari sebelumnya di RNC untuk R99). 4. Pada Node B. sehingga lebih dekat dengan UE.dan meminta paket data dikirim ulang. ketika data hanya ditransmisikan dari satu sel ke user equipment (UE) pada suatu waktu. Dengan menggunakan beberapa pendekatan ini. Manajemen mobitlitas untuk HSDPA juga adalah suatu fungsi baru. berdasarkan pada kualitas penerimaan user. packet scheduler dipindahkan dari RNC ke node B. Radio Resource Management HSDPA Gambar di bawah ini menunjukkan algoritma RRM HSDPA yang paling penting pada RNC dan Node B. Pada konteks ini. semua user. Hal ini dikarenakan pada HSDPA. Power control dari Highspeed shared control channel (HS-SCCH) diperlukan untuk meminimalisasi daya yang berlebih untuk menjamin penerimaannya. baik dekat atau jauh dari base station dapat menerima proses pengiriman yang optimum. ketika HSDPA mempercayakan pada konsep kanal saring (shared channel). HSDPA resource allocation menggantikan fungsi daya yang dialokasikan dan kode kanalisasi transmisi ke Node-B untuk HSDPA dalam tiap sel. kapabilitas terminal dan kelas QOS.

Tugas Makalah Topik Khusus Jaringan Telekomunikasi HSDPA OLEH : AZHARI NUGRAHA P D411 08 300 JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2011 .

OLEH : AZHARI NUGRAHA P D411 08 300 JURUSAN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful