PROPOSAL TESIS

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN PROPESIONALISME GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI MI PSM I KATERBAN

PENELITI SUYANTO, S.Pd.I NPM. NIRM : 006.04.02.0020

INSTITUT AGAMA ISLAM TRI BHAKTI (IAIT) KEDIRI FAKULTAS TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM JULI 2006

non formal. LATAR BELAKANG MASALAH Dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dewasa ini tampak melampaui batas nalar sebagian manusia. keluarga. sosial. paling tidak sejak mereka belajar pendidikan dasar. hal ini sesuai Tap MPR No. mengakibatkan terjadinya restrukturisasi dunia disertai banjir informasi yang berdampak pergeseran dan paradigma baru dibidang ekonomi. IV/MPR/1999. GBHN. Dengan demikian maka peningkatan kualitas dunia pendidikan. Dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 Bab VI pasal 13 yang dinyatakan bahwa " Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. IV/MPR/1999. Inilah suatu indikasi bahwa anak didik kita yang akan mengalami kehidupan dimasa mendatang harus dipersiapkan sedini mungkin. yang menegaskan bahwa : Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni. sudah menjadi tuntutan dunia pendidikan yang harus dilaksanakan.1 Perlu kita sadari bahwa pendidikan merupakan suatu sistem yang saling terkait. Tuntutan kemampuan semacam ini mendorong dunia pendidikan harus lebih tanggap dan cermat dalam mempersiapkan peserta didik agar dapat survive dikehidupan mendatang. politik. sekolah dan masyarakat. nilai-nilai budaya dan juga bidang pendidikan. ( Kemampuan berkreatif ) sehingga mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan semakin berat dimasa kini dan masa mendatang. namun juga mengembangkan emotional Intelegence (Kecerdasan emosi) dan creativitas quotion. Paradigma baru dalam dunia pendidikan sudah mulai mengarah pada pengembangan potensi anak didik yang memiliki wawasan global.BAB 1 PENDAHULUAN A. dan informal yang saling melengkapi dan memperkaya" Lebih lanjut dalam Bab I pasal 1 ayat 12 dinyatakan bahwa " Pendidikan informal adalah pendidikan 1 Ketetapan MPR No. Paradigma baru dalam dunia pendidikan bukan saja mementingkan Intelegence quotion (Kecerdasan otak/Intelegence). secara harfiah tri pusat pendidikan dapat diartikan sebagai tiga tempat yang dianggap menjadi pusat berlangsungnya pendidikan. yang tanggung jawab pelaksanaannya bukan hanya dibebankan kepada sekolah saja akan tetapi pelaksanaan pendidikan terjadi di tiga sentra pendidikan atau tri pusat pendidikan yang sesuai dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. tentang GBHN. Jakarta : Sinar Grafika . pada diktum E Pendidikan.

Kesadaran akan tanggung jawab mendidik dan membina anak secara terus menerus perlu dikembangkan pada setiap orang tua sehingga pendidikan yang dilakukan tidak lagi berdasarkan kebiasaan yang dilihat orang tua. Kesadaran untuk memberikan motivasi kepada anak. Anak tunbuh dan besar dalam keluarga serta bergaul dengan teman-teman sebaya dari masyarakat sekitar kemudian memasuki dunia baru. dan juga dalam keluargalah anak pertama kali melakukan interaksi dengan orang selain dirinya. iklim yang sehat karena dari keduanya anak mulai mengadakan komunikasi. masyarakat dan sekolah mempunyai peran masing-masing. sosialisasi dan pengembangan emosi anak. anak lahir dan dibesarkan dalam keluarga. sangatlah penting karena pendidikan inilah yang mendasari keberhasilan pendidikan selanjutnya. bila dibanding dengan anak yang kurang perhatian atau bimbingan orang tua. Hakekat kondisi keluarga dimana ayah dan ibu sebagai nahkoda merupakan penentu kondisi kejiwaan pada anak-anaknya yang sedang mengalami proses pendidikan. Oleh karena itulah keluarga sekolah dan masyarakat dianggap sebaga tiga tempat utama yang menentukan arah perkembangan seorang anak. sesuai dengan perkembangan zaman. Disinilah peran orang tua sangat menonjol bukan saja sebagai karena keduanya sebagai pemimpin rumah tangga melainkan lebih dari itu. namun kehidupan dalam keluarga tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat dan sekitarnya. mengasuh anak yang diterapkan orang tua dalam keluarga turut mempengaruhi proses perkembangan mental. yaitu dunia sekolah. komunikasi yang sehat akan terjalin dengan sepenuhnya tercurah kepada anak bila orang tua memiliki waktu dan kesadaran untuk melakukan hal ini. Pendidikan dilingkungan keluarga dimana orang tua sebagai pendidik pertama dan utama. tentunya akan sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar mereka disekolah. Interaksi. keduanya sebagai tokoh idola atau identifikasi bagi anak-anaknya. orang tua perlu untuk terus dan harus meningkatkan . Secara alami bahwa pendidikan pertama terjadi dalam keluarga.keluarga dan lingkungan " Sebagai bagian dari tiga tempat penyelenggara pendidikan keluarga (rumah tangga). Keluarga yang dimana ada ayah dan ibu merupakan figur yang dituntut senantiasa menciptakan iklim rumah tangga yang kondusif. motivasi dan perhatian kepada anak maka keberhasilan pendidikan atau prestasi belajar sekolah akan lebih baik. Rendahnya pendidikan orang tua mengakibatkan kurangnya kesadaran orang tua terhadap masalah pendidikan anak-anaknya. memberikan bimbingan belajar pada anak-anaknya terkait erat dengan pendidikan yang dimiliki orang tua. Cara mendidik. Kehidupan sekolah memberi warna tersendiri dalam perkembangan anak. Semakin intensif orang tua memberikan bimbingan. Bila hal ini dapat dilakukan oleh setiap orang tua maka generasi yang akan datang memiliki kekuatan mental menghadapi perubahan dalam masyarakat. tetapi telah didasari teori-teori pendidikan modern. Untuk dapat melakukan yang demikian. Dengan demikian tingkat dan kualifikasi materi pendidikan yang diberikan dapat digunakan anak untuk menghadapi lingkungan yang berubah.

Seorang guru yang profesional akan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif. masyarakat dan negara dapat terwujud. serta suka tolong menolong ternyata karena gurunya periang. telah diterapkan oleh orang tua dan yang akan terbawa oleh anak sepanjang hayat. baik untuk belajar. Karena dari keluargalah seorang anak mulai mengenal normanorma atau nilai-nilai yang secara sadar atau tidak. Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memberikan pondasi yang utama bagi perkembangan anakanak mereka. sehingga kurang memperhatikan putra putrinya dalam menghadapi masalah pendidikannya. profesionalitas guru juga mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Selain tingkat pendidikan orang tua. Beberapa penyelidikan membuktikan bahwa murid-murid yang riang gembira. Seorang anak lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah. Dari paparan dimuka maka penulis mengasumsikan bahwa pendidikan orang tua dan profesionalitas guru berpengaruh terhadap prestasi belajar anak. Sedangkan orang tua yang kurang pendidikan diasumsikan kurang dapat memberikan motivasi dan tidak dapat memberikan bantuan kepada anaknya dalam hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan atau belajarnya. Sedangkan orang tua yang memiliki dasar pendidikan relatif tinggi dimungkinkan akan dapat memberikan motivasi dan bantuan dalam memecahkan persoalan belajar yang dihadapi anak. Orang tua yang berpendidikan rendah. karena guru adalah salah satu figur yang juga langsung berinteraksi dengan anak. maka sangat dimungkinkan bagi anak untuk lebih dipengaruhi orang tuanya. bersemangat dan penuh kepercayaan akan dirinya sendiri. ramah tamah. Sehingga para murid juga betul-betul tergugah semangatnya untuk belajar yang pada akhirnya tujuan pembelajaran yang dicitacitakan oleh banyak phak. sehingga dapat mendorong anak untuk melakukan aktifitas yang mendorong proses belajar disekolah.ilmu pengetahuan dan keterampilannya sebagai pendidik yang pertama dan utama bagi anak-anaknya. mantap emosinya dan selalu menunjukan sikap suka menolong murid-muridnya. dibandingkan dengan lingkungan belajarnya disekolah atau dengan guru dan teman-teman sebaya dikelasnya. bermain. umumnya kurang mengerti betapa pentingnya arti pendidikan bagi putra-putrinya. Oleh sebab itu diharapkan orang tua mampu menciptakan suasana pendidikan yang kondusif. Oleh karena itu profesionalisme guru disuatu lembaga pendidikan sangat diperlukan agar dapat menciptakan suasana pendidikan yang kondusif di lembaga pendidikan tersebut. Situasi kondisi yang demikian ini dapat terwujud dari orang tua yang memiliki basis pendidikan yang relatif tinggi. Oleh sebab itu aktifitas belajar anak akan berkurang dan mengakibatkan prestasinya rendah. sehuingga anak termotivasi dan berusaha semaksimal mungkin untuk belajar dengan baik. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang tua yang mempunyai pemahaman yang tinggi akan pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. termasuk orang tua. memahami dan melakukan interaksi dilingkungan keluarganya. . Dengan bekal penguasaan terhadap suatu ilmu pengatahuan yang di miliki orang tua.

TUJUAN PENELITIAN Dalam setiap aktivitas haruslah ada tujuan karena tujuan akan memberi arah kemana seharusnya melangkah. Adapun tujuan penelitian ini adalah : 1. Bagaimana tingkat pendidikan orang tua siswa MI PSM I Katerban Baron? 2. Untuk mendiskripsikan tingkat pendidikan orang tua siswa MI PSM I Katerban tahun pelajaran 2005/2006 2. MASALAH PENELITIAN Rumusan masalah dalam suatu penelitian perlu sekali karena dalam statemen memberikan arah pada keseluruhan rencana dan langkah-langkah yang ditempuh. HIPOTESIS PENELITIAN Ditinjau dari asal-usul kata morfologi "Hipotesa atau hipotesis" terdiri dari kata hypo yang berarti suatu kesimpulan atau pendapat yang masih lemah sedangkan. sehingga berdasarkan paparan dalam latar belakang yang telah penulis kemukakan. 3.masalah yang penulis rumuskan adalah : 1. Hipotesis adalah "dugaan yang perlu diverivikasi atau dibuktikan benar salahnya. Untuk mendiskripsikan prestasi belajar siswa MI PSM I Katerban tahun pelajaran 2005/2006. teas yang berarti teori atau preposisi yang disajikan sebagai buku. yang menawarkan kemungkinan pemecahan masalah berkenaan dengan topik yang sedang diteliti". . 4. Bagaiaman prestasi belajar siswa di MI PSM I Katerban? 4.sehingga semakin tinggi pendidikan orang tua dan semakin profesional seorang guru keberhasilan anak dalam belajar akan semakin baik. Dalam penulisan ini penulis juga merumuskan hal-hal yang ingin dicapai setelah penelitian ini selesai. B. maka masalah. D. Sehingga yang dimaksudkan hypotesis adalah dugaan sementara yang mungkin benar mungkin salah. Untuk mendiskripsikan sejauh mana hubungan tingkat pendidikan orang tua dan profesioanlisme guru terhadap prestasi balajar siswa di MI PSM I Katerban tahun pelajaran 2005/2005. Untuk mendiskripsikan profesionalisme guru di MI PSM I Katerban 3. Bagaimana hubungan tingkat pendidiikan orang tua dan profesonalitas guru terhadap prestasi belajar siswa di MI PSM I Katerban Baron? C. Bagaimana profesionalitas guru di MI PSM I Katerban. sekaligus tujuan merupakan barometer dan alat evaluasi sejauh mana keberhasilan suatu aktivitas atau kegiatan. hypotesis belum merupakan kesimpulan final sebab pendapat atau kesimpulan perlu dibuktikan kebenarannya atau setelah terbukti kebenarannya maka hypo berubah menjadi teas.

METODE PENELITIAN 2 Sutrisno Hadi. Bagi siswa dengan situasi dan kondisi yang ada pada orang tua. 1976. Kegunaan Praktis a." Sedangkan hipotesis nihil atau hipotesis nol (Ho) yang penulis gunakana apabila data penelitian tidak mendukung adanya penerimaan hipotesis kerja atau hipotesis alternatif adalah : " tidak ada hubungan positif antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa di MI PSM I Katerban tahun pelajaan 2006/2007. Dalam hipotesis diharapkan dapat memberikan arah dalam memecahan masalah dan kemungkinan penyelesaiannya. Psikologi UGM. Bagi pengelola lembaga pendidikan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswanya salah satu alternatif yang dapat ditempuh dapat dilakukan dengan membuka komunikasi aktif dengan orang tua atau wali siswa. c. KEGUNAAN PENELITIAN Hasil penelitian ini diharapkan akan memiliki kegunaan baik secara teoritis maupun praktis terhadap institusi maupun dunia pendidikan. dan dia akan diterima jika fakta-fakta membenarkan penolakan dan penerimaanya2. Metodologi Research. F. 2. Bagi orang tua untuk menumbuhkan kesadaran bahwa peran orang tua sangat besar dalam meningkatkan prestasi belajar anak-anaknya. b. maka hipotesis kerja atau hipotesis alternatif (Ha) yang disusun dari beberapa data penelitian adalah sebagai berikut : " ada hubungan positif antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa di MI PSM I Katerban tahun pelajaran 2006/2007. haruslah menjadi pemicu atau motivasi dan tetap berusaha dan semangat dalam meningkatkan prestasi belajar. Kegunaan Teoritis Untuk menambah khasanah ilmu pendidikan utamanya tentang hubungan tingkat pendidikan orang tua dan profesionalisme guru dengan prestasi belajar anak." E. Hipotesisi adalah : Dugaan yang mungkin benar dan mungkin salah. sehingga orang tua perlu meningkatkan kemampuan diri agar dapat membimbing dan mengarahkan anakanaknya. 1. Dengan begitu hipotesis tergantung pada hasil penyelidikan terhadap fakta-fakta yang dikumpulkan. . Bagi guru sebagai tolok ukur dalam meningkatkan prestasinya. Jogjakarta Fak . d.Untuk memperluas pemahaman hipotesis maka menurut Sutrisno Hadi.

siswa laki-laki 8 anak dan siswa perempuan 7 anak jumlah seluruhnya 15 anak. Dengan rincian sebagai berikut : a. Dalam penelitian ini yang menjadi pupulasi adalah siswa-siswi kelas IV. untuk lebih jelasnya. Dari pendapat tersebut diatas maka populasi adalah kelompok indvidu yang dalam hal ini manusia menjadi objek penelitian dan data-data administrasi yang ada hubungannya dengan objek penelitian. Kelas V. c. sebagai variabel Y X1 Y X2 F. tumbuh-tumbuhan yang memiliki gejala-gejala dan memiliki karakteristik tertentu. siswa laki-laki 10 anak dan siswa perempuan 11 anak jumlah seluruhnya 21 anak. V dan VI MI PSM 1 Katerban Tahun Pelajaran 2006/2007 yang berjumlah 48 siswa.2 Populasi dan sampel 1. Kelas VI. b. . tidak saja menunjukkan jumlah individu yang berupa manusia akan tetapi termasuk benda-benda juga hewan. sebagai variabel X1 2. Kelas IV. Prestasi belajar siswa. yang diambil dari populasi maupun sampel pada subjek penelitian yaitu ada tiga variabel penelitian : 1. sebagian tergantung dari metode yang digunakan. Populasi Populasi adalah sejumlah penduduk dan istilah penduduk pada hakekatnya sama. siswa laki-laki 6 anak dan siswa perempuan 6 anak jumlah seluruhnya 12 anak. dalam penelitian ini penulis mejadikan beberapa pokok bahasan : F. Tingkat pendidikan orang tua siswa. Profesionalisme guru. sebagai variabel X2 3.Dalam suatu penelitian hasil yang diperoleh dapat dikatakan baik atau buruk dipercaya atau tidak.1 Rencana Penelitian Dalam penelitian ini penulis mengunakan rencana analisis data dengan mempelajari data-data yang ada.

Disiplin d. F. Jarang sekali b. Sampel Sampel adalah sebagian dari keseluruhan dari yang diselidiki dalam penelitian atau sejumlah penduduk atau individu yang jumlahnya kurang dari populasi. Tidak pernah 2. a. Apakah setiap kali memberikan materi pelajaran. profesionalisme guru dan prestasi belajar siswa) dapat diketahui dengan menggunakan beberapa instrumen. Instrumen tingkat pendidikan orang tua. Banyak d. Instrumen Profesionalisme guru (X2) ANGKET UNTUK GURU 1. Jarang dekat b. Kadang-kadang d. Apakah setiap kali selesai memberikan materi pelajaran. Cukup disiplin b. Kadang-kadang dekat d. selalu c. Jarang sekali b. Tidak menguasai sama sekali 4. Simpati d. Cukup Simpati b. b. Dalam penguasaan materi palajaran.2. Apakah ada siswa yang meminta bantuan kepada guru tentang materi pelajaran yang sulit. Selalu dekat c. Jadi sampel disini dipandang sebagai bagian dari populasi. Bagaimana gaya mengajar guru dihadapan siswa? a. selalu c. Apakah guru mengadakan pendekatan terhadap anak/siswa? a. Menguasai sepenuhnya c. Banyak sekali c. guru membuat konsep atau belajar lebih dahulu? a. apakah guru menguasai? a.(X1) Tingkat pendidikan orang tua dapat diketahui dari buku induk yang ada di MI PSM 1 Katerban. Tidak disiplin .3 Instrumen Penelitian Untuk mengetahui hubungan dari tiga variabel yang telah disebutkan diatas ( tingkat pendidikan orang tua . Jika Populasi kurang dari seratus orang maka sebaiknya dalam pengambilan sampel diambil seluruhnya sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Sangat Disiplin c. Tidak pernah dekat 5. Menguasai separuhnya d. Antipati. Mengingat jumlah siswa tersebut jumlahnya kurang dari 100 siswa maka peneliti mengambil semua jumlah populasi sebagai sampel. Sedikit b. Jadi jumlah sampel yang digunakan oleh peneliti adalah sebanyak 42 anak. Sangat simpati c. guru memberikan tugas belajar (Pekerjaan Rumah/PR)untuk dikerjakan dirumah? a. Kadang-kadang d. Bagaimana tingkat kedisiplinan guru? a. Menguasai sebagian kecil b. Tidak ada sama sekali 6. 7. Tidak pernah 3. diluar jam pelajaran? a.

pengisian blangko sampai menjadi data siap oleh memerlukan waktu 25 ( dua puluh lima hari) dari tanggal 1 Desember 2006 sampai dengan 25 Desember 2006. Baik Sekali b. pembagian angket. mulai dari pengumpulan raport atau leger masing-masing siswa. sebab data tingkat pendidikan orang tua ( variabel X1 ) merupakan data ordinal. Sedangkan data untuk prestasi belajar siswa adalah data interval. untuk menganalisis data profesionalisme guru terhadap prestasi belajar siswa peneliti menggunakan teknis analisis Inferensial non parametrik. Cukup baik d. Adapun sampel dari variabel tingkat pendidikan orang tua sebanyak 48 orang. Buruk F.5 Anilisis Data a. diperlukan petugas untuk mengumpulkan raport dan leger masing-masing siswa.Adapun skala penilaian dan pengukuran variabel Profesionalisme guru adalah : a. pengumpulan dan koreksi angket sebanyak 3 ( tiga ) orang. c. b. Untuk kualifikasi angket data kineja guru diperlukan petugas pencetakan angket. b. karena populasinya lebih dari 30 maka peneliti menggunakan teknis analisis non parametrik Kendall's tau. pengisian dan penarikan angket kembali. Jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data Untuk kualifikasi data tingkat pendidikan orang tua. Baik c. pengisian blangko sampai menjadi data siap olah sebanyak 3 (tiga) orang. Untuk kualifikasi data profesionalisme guru mulai dari pengadaan. Sedangkan data untuk prestasi belajar siswa adalah data interval. Untuk kualifikasi data prestasi belajar siswa. Sedangkan sampel dari variabel profesionalisme guru sebanyak 10 orang guru hal ini termasuk . Langkah-langkah pengumpulan data Dalam pengumpulan data ini tingkat pendidikan orang tua yang telah diperoleh dari buku induk MI PSM 1 Katerban dan angket yang telah disampaikan kepada responden (guru). Kualifikasi dan jumlah pengumpul data Untuk kualifikasi data tingkat pendidikan orang tua diperlukan penyeleksi dan penentu skor data dari buku induk sebanyak 1 (satu) orang.4 Pengumpulan Data a. F. Diharapkan setelah disisi dengan benar oleh guru dapat dikembalikan kepada peneliti seluruhnya untuk diolah melalui analisis data dengan menggunakan program SPSS for Windows. karena data porfesiolasime guru ( variabel X2 ) merupakan data ordinal. mengumpulkan data dari buku induk sampai pengolahan data diperlukan waktu 5 (lima) hari mulai dari tanggal 1 Desember 2006 sampai dengan 5 Desember 2006. pengumpulan dan pengolahan data memerlukan waktu 20 (dua puluh hari) dari tanggal 1 Desember 2006 sampai dengan 20 Desember 2006. pembagian angket. Untuk kualifikasi prestasi belajar siswa. Untuk menganalisi data tingkat pendidikan orang tua terhaap prestasi belajar siswa peneliti menggunakan analisis data inferensial non parametrik.

Atau dengan kata lain guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik. serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya. Tim Penyusun Kamus P3B. Tim Penyusun Kamus P3B. ikatan pertalian.Balai Pustaka : hal 358 4 Depdikbud. Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran.populasi kecil karena kurang dari 30. lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru 4. Kamus Besar Bahasa Indonesia .Balai Pustaka : hal 787 . 1995. 3. MA. 3 2. Jakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesia . 1995. c. pendidikan menengah dan pendidikan tinggi". maka peneliti menggunakan teknis analisis non parametrik spearman rank corellation dengan koofesien ganda ( double coefisient ). penulis perlu memberikan definisi judul yang penulis maksudkan. Tingkat Pendidikan Orang Tua Tingkat pendidikan orang tua adalah jenjang atau tingkatan tinggi rendah pendidikan orang tua. 20 tahun 2003 pasal 14 adalah " jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar. DEFINISI OPERASIONAL Judul makalah yang penulis angkat adalah : Hubungan tingkat Pendidikan Orang Tua dan Profesionalisme Guru dengan Prestasi belajar siswa di MI PSM I Katerban tahun pelajaran 20062007 Untuk menghindari salah persepsi dalam memahami judul makalah ini. 3 Depdikbud. SMK. 4. Pendidikan disini dimaksudkan adalah pendidikan formal. Hubungan Hubungan adalah keadaan berhubungan. SMP sedangkan pendidikan menengah SMA. yakni : 1. MI dan MTs. Pendidikan dasar berbentuk SD. G. dan MAK untuk pendidikan tinggi semua orang tua yang memiliki sertifikasi dari Diploma sampai Magister. sangkut paut. dimana dalam pendidikan formal menurut Undang-undang No. kontak. Jakarta. Untuk mengetahui seberapa kuat hubungan tingkat pendidikan orang tua (variabel X1) dan profesionalisme guru ( variabel X2 ) terhadap prestasi belajar siswa ( variabel Y ). Profesionalisme Guru Pengertian guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. sehingga teknis analisisnya menggunakan non paramatrik Spearman Rank Corellation.

2. Sub bab keenam membahas tentang definisi istilah untuk menghindari salah persepsi dari pengertian judul dalam penulisan ini. mengungkapkan yang melatarbelakangi. Sub bab kedua membahas tentang Rumusan masalah yang perlu dicarikan jawaban setelah penelitian dilakukan. RUANG LINGKUP PENELITIAN Untuk menghindari pembiasan dari judul skripsi ini. Sub bab ketiga. perlunya penelitian dilakukan. Sub . Bab ini terdiri dari tiga sub bab. terbatas pada ruang lingkup : 1. Dengan penelitian maka penelitian dan pembahasan dalam penulisan ini. dengan masing-masing bab mempunyai sub bab. Jenjang Pendidikan. Sub bab kelima membahas tentang hipotesis Penelitian untuk memberikan jawaban sementara terhadap masalah penelitian secara teoritis. maka penulis perlu memberikam batasan penalitian. Sub bab ketujuh membahas tentang ruang lingkup penelitian dan sub bab kedelapan tentang sistematika pembahasan dimaksudkan untuk menunjukkan cara pengorganisasian keseluruhan makalah ini. dengan penjelasan sebagai berikut : Bab 1 : Pendahuluan Sebagai gambaran umum tentang arah penelitian yang dilakukan. Sub bab keempat membahas tentang manfaat penelitian ini dilakukan. dan tingkat pendidikan orang tua. Jenis-jenis Pendidikan. Sub bab pertama membahas latar belakang masalah. Penelitian ini hanya dilakukan pada siswa MI PSM I Katerban tahun pelajaran 2006/2007. Bab II : Kajian Pustaka Sebagai dasar pijakan dalam mengungkapkan atau memberikan gambaran umum tentang latar belakang sebagai pembahasan hasil penelitian.Dengan demikian maka maksud judul makalah adalah daya yang ditimbulkan dari tinggi rendah pendidikan orang tua dan profesionalitas guru terhadap penguasaan pengetahuan atau keterampilan anak yang ditunjukan dengan nilai angka yang diberikan oleh guru H. bab ini terdiri dari delapan subbab. Sub bab pertama membahas tentang pendidikan yang memuat Pengertian Pendidikan. Tujuan Pendidikan. tujuan penelitian untuk mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai setelah penelitian ini dilakukan. SISTEMATIKA PEMBAHASAN Dengan maksud memudahkan pembaca menelaah dan mengkaji isi makalah ini maka tulisan ini penulis bagi dalam lima bab. Hubungan tingkat Pendidikan Orang Tua dan Keprofesionalan Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa MI PSM I Katerban. sehingga relevansi hasil penelitian lebih dapat dipertanggung jawabkan aplikasinya untuk MI PSM I Katerban Baron I.

Sub bab keempat Prosedur penelitian membahas langkah bagaimana data dapat dikumpukan. untuk menentukan prosedur yang digunakan untuk mengungkapkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang diajukan.bab kedua membahas tentang prestasi belajar yang memuat Pengertian Prestasi belajar. Dan sub bab ketiga membahas tentang analisa data utuk mengungkapkan secara rinci hasil analisis data dan uji hipotesis. Saran Daftar Pustaka Lampiran . Bab V : Kesimpulan dan Saran 1. Bab ini terdiri dari tiga sub bab. Sub bab keenam membahas Teknik Analisa Data. Sub bab pertama tentang rancangan penelitian untuk menentukan jenis dan pendekatan penelitian. Sub bab kedua membahas penyajian data untuk mengungkapkan semua data yang telah dikumpulkan. Sub bab pertama membahas tentang Penerapan Data yaitu untuk mengetahui objek penelitian yaitu MI PSM I Katerban secara global. Faktor-faktor yang mempengaruhi Prestasi belajar. Bab IV : Hasil Penelitian Sebagai jawaban atas hipotesa yang telah dilakukan. Usaha untuk peningkatan prestasi belajar. Bab ini terdiri dari enam sub bab. Sub bab ketiga membahas Instrumen pengumpulan data untuk mengetahui metode apa yang digunakan serta data apa saja yang dikumpulkan. Sub bab kelima Sumber data membahas siapa saja yang menjadi informan dalam penelitian. Sub bab kedua membahas Populasi dan sampel untuk menentukan siapa dan apa objek penelitian. sub bab ketiga mambahas tentang Hubungan tingkat pendidikan orang tua dan Keprofesionalan guru dengan prestasi belajar siswa Bab III : Metode Penelitian Untuk mengetahui metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional. Kesimpulan 2.

Jakarta : Sinar Grafika. Jakarta : Sinar Grafika. Fak Psikologi UGM. Statistik Inferensial : dan Apliksinya dengan SSPS dan Microsoft Axcel. Ali. . 20 Th. Tim Penyusun Kamus P3B 1995. 2004.  Sutrisno Hadi. GBHN. 1976.  Ketetapan MPR No.DAFTAR PUSTAKA  Depdikbud. Ali. Balai Pustaka. Makalah 2005. Jakarta. Jogjakarta. Kediri : IAIT Press. Kamus Besar Bahasa Indonesia. IV/MPR/1999. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.  Anwar. Kediri : IAIT Kediri.  Anwar. Metodologi Research. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.  Undang-undang No.