METODE PENELITIAN PROSES PENELITIAN BAB 4

DOSEN : Hamidah N U

Erwin Nurhuda Sevi Tunjung Bayu Hutama Putra

105030204111010 105030207111050 105030207111051

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI JURUSAN ILMU ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

persoalan konseptual atau teoritis yang perlu dipersempit bagi peneliti dasar untuk memahami fenomena tertentu. . Penerapan jam kerja fleksibel telah menimbulkan lebih banyak persoalan dibanding yang dipecahkan dalam banyak organisasi 7. Penyeimbangan harian dari pencatatan buku besar terus-menerus menjadi masalah 5. Program pelatihan mungkin tidak seefektif seperti yang diharapkan 2. Volume penjualan sebuah produk tidak juga meningkat 3. dan beberapa pertanyaan penelitian yang seorang peneliti dasar ingin jawab secara empiris. Hal ini bisa melalui wawancara dan penelitian literatur. Ingat bahwa bidang masalah yang luas mengacu pada seluruh situasi di mana seseorang melihat sebuah kemungkinan dalam konteks organisasi yang perlu diselesaikan. bidang yang seorang manajer yakini pelu ditingkatkan dalam organisasi. Contoh bidang masalah luas yang seorang manajer bisa amati di tempat kerja adalah sebagai berikut : 1. Sistem informasi yang baru di-install tidak dimanfaatkan oleh para manajer yang menjadi sasaran utama sistem tersebut 6.BIDANG MASALAH YANG LUAS Identifikasi bidang masalah yang luas melalui proses dan fokus pada situasi yang dibahas. Pihak manajemen dari sebuah proyektim yang kompleks dan mulidepartemen kehlangan kendali atas departemen litbang dari sebuah perusahaan Bidang masalah yang luas akan menjadi lebih sempit seiring dengan persoalan spesifik yang diinvestigasi setelah sejumlah data pendahuluan dikumpulkan oleh peneliti. Anggota kelompok minoritas dalam organisasi tidak meningkat dalam karier mereka 4. Instalasi sebuah SIM masih belum berhasil 10. Hasil yang diharapkan dari merger baru-baru ini belum juga tampak 8. Pengendalian persediaan tidak efektif 9.

Informasi latar belakang mengenai organisasi yaitu faktor kontekstual 2. seperti rincian latar belakang perusahaan dapat diperoleh dari publikasi dokumen yang tersedia. data yang telah ada dan tidak perlu dikumpulkan sendiri oleh peneliti. Informasi latar belakang tersebut mungkin meliputi. Informasi Latar Belakang Mengenai Organisasi Adalah penting bagi peneliti atau tim penelitian. dan peraturan perusahaan dapat diperoleh dari catatan dan dokumen perusahaan. khususnya jika yang melakukan penelitian adalah agensi luar. dan website. situs website perusahaan. Data yang diperoleh melalui sumber yang ada disebut dengan data sekunder. di antaranya faktor kontekstual yang penting. kebijakan perusahaan. archive perusahaan. seperti kebijakan. Jenis informasi tertulis lainnya. Directory of Corporations. Census of Business and Industry. Filosofi manajemen. Persepsi. bahkan sebelum mengadakan wawancara pertama dengan pihak terkait. dokumen yang tersedia di dalam organisasi. yang dapat diperoleh dari berbagai sumber yang dipublikasikan seperti publikasi perdagangan. beberapa panduan dan jasa bisnis lain.PENGUMPULAN DATA AWAL Sifat Data Yang Dikumpulkan Sifat informasi yang diperlukan oleh peneliti untuk tujuan mendefinisikan masalah secara lebih spesifik dan menyusun teori juga menguraikan variable-variabel yang mungkin berpengaruh dapat diklasifikasikan secara luas ke dalam tiga bagian seperti berikut : 1. dan aspek struktural lainnya 3. dan sumber lain. prosedur. untuk mengetahui dengan baik latar belakang perusahaan atau organisasi yang dipelajari. sikap. Sedangkan data yang dikumpulkan untuk penelitian dari tempat aktual terjadinya peristiwa disebut data primer. dan respons perilku dari anggota organisasi dan sistem klien (sejauh dapat diterapkan) Jenis informasi tertentu. . Yaitu.

Seringnya terjadi kontradiksi semacam itu mungkin menunjukkan persoalan komunikasi yang buruk atau mispersepsi di antara anggota organisasi terkait filosofi. Pengumpulan informasi semacam itu akan sangat berguna manakala sistem. tujuan. Kegagalan banyak teknologi baru. Berikut adalah beberapa faktor struktural : 1. Tingkat spesialisasi 3. Informasi mengenai Faktor Struktural dan Filosofi Manajemen Informasi mengenai kebijakan. Saluran komunikasi 4. rencana strategis. dan semacamnya bisa diperoleh dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada manajemen. Koordinasi dan rentang kendali . kebijakan tunjangan yang sangat baik. praktik pemasaran atau produksi sering disebabkan oleh kesalahpahaman dan mispersepsi mengenai tujuan yang diharapkan dan motif pihak manajemen atas alih-alih kegagalan di dalam mekanisme itu sendiri. struktur. Setelah mispersepsi dihilangkan.Aspek-aspek informs terdahulu akan berguna dalam pembicaraan yang dapat dipelajari oleh pihak perusahaan selama wawancara dan memunculkan isu tepat yang berkaitan dengan masalah. Sistem kendali 5. filosofi manajemen. Sangat sering. dan sebagainya. arus kerja. nilai. aspek-aspek struktur juga memengaruhi persoalan dan perlu untuk diselidiki. proses. Persoalan tersebut dapat ditelusuri oleh peneliti dalam wawancara selanjutnya untuk mendapatkan gagasan mengenai letak perbedaan persepsi yang muncul dalam organisasi. Peran dan posisi dalam organisasi dan jumlah karyawan pada setiap level pekerjaan 2. dan prosedur yang baru diterapkan tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Karena itu. masalah pun akan selesai. adalah berguna untuk menaksir tingkat di mana masalah persepsi dan komunikasi terjadi sejak semula. ada kemungkinan bahwa sejumlah respons akan bertentangan dan berlawanan. Bila pertanyaan diajukan kepada beberapa manajer.

iklim organisasi. dan respons perilaku mereka diketahui dengan cara berbicara. sikap. Persepsi. Sistem penghargaan 7. Sikap.6. Bila hal tersebut terjadi adalah relevan untuk melakukan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur yang lebih lanjut dengan berbagai level karyawan dalam organisasi. lingkungan kerja. Faktor-faktor sikap terdiri atas keyakinan orang mengenai dan reaksi terhadap hal berikut :  Sifat pekerjaan  Saling ketergantungan arus kerja  Superioritas dalam organisasi  Partisipasi dalam pengambilan keputusan  Sistem klien  Rekan kerja  Penghargaan yang diberikan oleh perusahaan. seperti kenaikan gaji dan tunjangan kerja  Kesempatan karier dalam organisasi  Sikap organisasi terkait tanggung jawab karyawan terhadap keluarga . dan menanyakan respons mereka melalui kuensioner. Dengan membangun hubungan yang baik dengan individu dan mengikuti teknik bertanya. dan aspek minat peneliti lainnya dapat diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan responden. dan Respons Perilaku Persepsi karyawan terhadap pekerjaan. Sistem arus kerja dan semacamnya Adalah mungkin bahwa persepsi responden mengenai variabel-variabel struktural tidak sama dengan kebijakan dan prosedur struktural resmi organisasi. mengamati. Gagasan umum tentang persepsi orang mengenai pekerjaan.

SURVEI LITERATUR Survei literatur merupakan dokumentasi dari tinjauan menyeluruh terhadap karya publikasi dan nonpublikasi dari sumber sekunder dalam bidang minat khusus bagi peneliti. majalah. dan sebagainya. Adalah mungkin bahwa sejumlah variabel penting tidak pernah mengemuka dalam wawancara. dan lainnya untuk menemukan informasi yang terkait dengan topik penelitian mereka. surat kabar. Keterlibatan perusahaan dengan masyarakat. nilai. faktor terkait kerja dan tidak terkait kerja lainnya. persepsi. dan peneliti biasanya menghabiskan beberapa minggu dan terkadang bulan untuk menelusuri buku. dan perilaku mereka yang sebagian di antaranya mungkin memengaruhi kinerja di tempat kerja. jurnal. Bila terdapat variabel yang tidak terungkap selama wawancara. laporan konferensi. kepentingan umum. atau karena variabel tersebut tampak sangat jelas bagi yang di wawancara sehingga tidak dinyatakan secara spesifik. Perpustakaan merupakan pusat penyimpanan yang kaya bagi data sekunder. entah karena karyawan tidak dapat mengungkapkannya atau tidak dapat menyadari dampaknya. namun sangat memengaruhi masalah. dan kelompok sosial lainnya  Toleransi perusahaan terhadap karyawan yang cuti kerja Faktor perilaku mencakup kebiasaan kerja aktual seperti ketekunan. serta sikap. Responden dapat di dorong pada tahap wawancara untuk berbicara mengenai pekerjaan mereka. Alasan untuk Survei Literatur Tujuan dari tinjauan literatur adalah untuk memastikan bahwa tidak ada variabel penting di masa lalu yang ditemukan berulang kali mempunyai pengaruh atas masalah yang terlewatkan. tingkat absensi. maka penelitian yang dilakukan tanpa mempertimbangkan hal tersebut . kinerja.

Survei literatur yang baik dengan demikian menyediakan dasar untuk menyusun kerangka teoritis yang komprehensi di mana hipotesis dapat dibuat untuk diuji. Survei literatur tidak saja menolong peneliti untuk menyertakan semua variabel yang relevan ke dalam proyek penelitian. Dengan demikian. bahkan setelah penelitian selesai. peneliti perlu mempelajari semua hasil penelitian penting yang berkaitan dengan bidang masalah yang sedang diteliti. Dengan kata lain. tapi juga memfasilitasi penggabungan kreatif dari informasi yang diperoleh melalui wawancara terstruktur dan tidak terstruktur dengan apa yang ditemukan dalam studi sebelumnya. tinjauan literatur perlu dilakukan berkenaan dengan . hal tersebut memberikan kerangka dasar yang baik untuk diproses lebih lanjut dengan investigasi.akan menjadi penelitian yang gagal. alasan yang sebenarnya di balik persoalan akan tetap tersembunyi. Dalam hal tersebut. survei literatur memastikan bahwa :  Variabel penting yang kemungkinan besar memengaruhi situasi masalah tidak terlewatkan dalam studi  Gagasan yang lebih jelas akan muncul  Pernyataan masalah dapat dibuat dengan tepat dan jelas  Sifat dapat diuji dan dapat ditiru dari temuan penelitian saat ini meningkat  Peneliti tidak mengalami resiko “menemukan kembali roda” yang memboroskan usaha dengan mencoba menemukan kembali sesuatu yang sudah diketahui  Masalah yang diselidiki diterima oleh komunitas ilmiah sebagai relevan dan penting Mengadakan Survei Literatur Berdasarkan persoalan spesifik yang menjadi keprihatinan manajer dan faktor-faktor yang ditemukan selama proses wawancara. Untuk menghindari kemungkinan tersebut.

Abstrak dari artikel semacam itu yang kelihatannya relevan. yang menyediakan teks lengkap artikel Menyarikan Informasi Relevan Mengakses sistem online dan memperoleh cetakan semua karya publikasi yang diminati dari sebuah indeks bibliografi akan memberikan bibliografi komprehensif mengenai subjek yang akan membentuk dasar untuk langkah selanjutnya. buku. Langkah kedua adalah pengumpulan informasi relevan. dengan teknologi modern. entah melalui pencarian bahan yang diperlukan di perpustakaan atau pencarian akses ke sumber online. seseorang harus secara manual menelusuri beberapa indeks bibliografi yang disusun secara periodik. Mengidentifikasi Sumber Relevan Sebelumnya. ada tiga basis data yang dapat digunakan ketika meninjau literatur. yaitu nama penulis. yang hanya menampilkan kutipan bibliografi. jilid. tahun. mendaftar jurnal. yang sebagai tambahan memuat abstrak atau ikhtisar artikel Basis data teks-lengkap. yaitu : • Basis data bibliografi. Hal tersebut akan member gagasan mengenai artikel yang perlu ditelaah lebih dalam. Tetapi. mencari sumber dimana topik persoalan telah dipublikasikan menjadi mudah. dan jumlah halaman. Menulis Tinjauan Literatur .variabel-variabel tersebut. dan memperoleh akses ke hal tersebut. cetakan terkadang bisa meliputi seratus atau lebih daftar pandangan sekilas pada judul artikel atau buku akan menunjukkan mana dari semua itu yang mungkin berhubungan dari mana yang hanya merupakan permukaan dari studi yang diteliti. Pada dasarnya. Sementara. sumber publikasi. kemudian dapat diperoleh melalui sistem online. sehingga teks lengkapnya pun kemudian bisa dicetak. dan sumber lain dimana publikasi karya yang berkaitan dengan persoalan yang diteliti dapat ditemukan. judul artikel (atau buku). Hampir semua perpustakaan saat ini mempunyai sistem online komputer untuk mencari dan mencetak publikasi informasi mengenai beragam topik. Langkah ketiga adalah menulis tinjauan literatur. • • Basis data abstrak. Langkah pertama dalam proses tersebut meliputi pengidentifikasian berbagai bahan publikasi dan nonpublikasi yang tersedia mengenai topik persoalan.

tujuan survei literatur adalah untuk mengidentifikasi dan menyoroti variabel-variabel penting. Dokumentasi semacam itu adalah penting untuk meyakinkan pembaca bahwa peneliti menguasai persoalan dan telah melakukan pekerjaan rumah pendahuluan yang diperlukan untuk mengadakan penelitian. alih-alih menampilkan semua studi dalam urutan kronologis dengan kepingan dan potongan informasi yang tidak beraturan. Surve literatur merupakan penyajian yang jelas dan logis mengenai karya penelitian yang relevan yang dilakukan sejauh ini dalam bidang investigasi. Survei literatur yang baik juga membawa seseorang secara logis pada pernyataan masalah yang baik. Perlu dicatat bahwa survei literatur hendaknya menampilkan semua informasi yang relevan dengan cara yang meyakinkan dan logis. .Dokumentasi studi relevan yang mengutip penulis dan tahun studi disebut sebagai tinjauan literatur atau survei literatur. Seperti disebutkan sebelumnya. dan untuk mendokumentasikan temuan penting dari penelitian sebelumnya yang akan berfungsi sebagai dasar bagi kerangka teoritis dan hipotesis investigasi saat ini. dan kerangka teoritis akan disusun di atas penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan akan berkontribusi pada dasar pengetahuan yang kukuh yang telah ada sebelumnya.