Resiko Defisit Volume Cairan

Ditulis oleh Nenk Pada tanggal 14 April 2011

Definisi : Penurunan cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intrasellular. Ini mengarah ke dehidrasi, kehilangan cairan dengan pengeluaran sodium Batasan Karakteristik : Kelemahan Haus Penurunan turgor kulit/lidah Membran mukosa/kulit kering Peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah, penurunan volume/tekanan nadi Pengisian vena menurun Perubahan position mental Konsentrasi urine meningkat Temperatur tubuh meningkat Hematokrit meninggi Kehilangan berat badan seketika (kecuali pada third spacing)

Faktor-faktor yang berhubungan: Kehilangan volume cairan secara aktif Kegagalan mekanisme pengaturan

NOC Label : - Fluid balance - Hydration - Nutritional Status : Food and Fluid Intake Kriteria Hasil : - Mempertahankan urine output sesuai dengan usia dan BB, BJ urine normal, HT normal

suhu tubuh dalam batas normal . Penyebab FVD termasuk kehilangan cairan yang tidak normal. jika diperlukan Monitor vital sign Monitor masukan makanan / cairan dan hitung intake kalori harian Lakukan terapi IV Monitor position nutrisi Berikan cairan Berikan cairan IV pada suhu ruangan Dorong masukan oral Berikan penggantian nesogatrik sesuai output Dorong keluarga untuk membantu pasien makan Tawarkan snack ( jus buah. perdarahan.Tekanan darah. tidak ada rasa haus yang berlebihan NIC : Fluid Management • • • • • • • • • • • • • • • • Timbang popok/pembalut jika diperlukan Pertahankan catatan intake dan output yang akurat Monitor position hidrasi ( kelembaban membran mukosa. suksion gastro intestinal. penurunan turgor kulit. membran mukosa lembab. insufisiensi adrenal.i. nadi. sedang atau berat. tekanan darah ortostatik ). urin yang pekat. Teori Kesehatan Kekurangan volume cairan (FVD) terjadi jika air dan elektrolit pada proporsi yang sama ketika mereka berada dalamcairan tubuh normal. cepat. sehingga rasio elektrolit serum terhadap air tetap sama. dan koma. tergantung pada tingkat kehilangan cairan. atau perpindahan cairan dari sistem vaskuler ke ruang tubuh yang lain (y. nadi adekuat.Tidak ada tanda tanda dehidrasi. Faktor resiko tambahan termasuk diabetes insipidus. seperti yang terjadi akibat muntah – muntah.. oliguria.. Elastisitas turgor kulit baik. hipotensi postural. dengan pembentukan edema pada luka bakar atau asites pada disfungsi hepar) juga mengakibatkan FVD. buah segar ) Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk Atur kemungkinan transfusi Persiapan untuk tranfusi 14 Kekurangan Volume Cairan (Hipovolemia) Diposkan oleh Bascom Label: AKBID dan AKPER. diare. Perpindahan cairan rongga ketiga.. diuresis osmotik. frekuensi jantung yang lemah. dan berkeringat. vena leher . Manifestasi Klinis Kekurangan volume cairan dapat terjadi dengan cepat dan dapat ringan. dan penurunan masukan seperti pada adanya mual atau ketidakmampuan untuk memperoleh cairan. Karakteristik penting dari FVD termasuk kehilangan cairan akut.

Kemampuan elastis ini disebut sebagai turgor. Intervensi Keperawatan Mencegah FVD untuk mencegah FVD. maka pemberian melalui intravena dibutuhkan. Evaluasi Diagnostik Pasien yang mengalami kehilangan cairan akan mempunyai BUN yang proporsinya melebihi tingkat kreatinin serum (> 10:1). ada tambahan alur longitudinal dan lidah menjadi lebih kecil. Pada orang yang sehat. cara oral dipilih. Pengkajian Keperawatan Tanda – tanda vital dipantau denganketat. kulit yang dicubit akan kembali dengan segera ke posisi normalnya ketika dilepaskan. kecuali jika ada infeksi yang menyertai. kenaikan suhu tubuh. asalkan pasien mampu minum. Perawat harus waspada terhadap nadi yang lemah. penurunan tekanan sistolik lebih besar dari 15 mmHg ketika pasien bergerak dari posisi berbaring ke posisi duduk). Mengevaluasi turgor lidah. Fungsi mental yang terakhir dipengaruhi akibat kehilangan cairan yang hebat sebagai akibat penurunan perfusi serebral. karena kehilangan cairan. Turgor kulit dan lidah dipantau secara berkala. Penatalaksanaan Jika kekurangan tidak berat. yang tidak dipengaruhi oleh usia. perawat harus menyadari bahwa pasien mempunyai resiko dan melakukan tindakan untuk meminimalkan kehilangan cairan. Tes turgor kulit tidak valid pada orang usia lanjut seperti pada orang yang lebih muda karena elastisitas kulit menurun sesuai usia.yang rata. lesu.i…. Penurunan perfusi perifer dapat mengakibatkan ekstremitas dingin. kulit yang dingin. lidah mempunyai satu alur longitudinal. basah karena vasokonstriksi parifer. Pada pasien yang kehilangan cairan. anoreksia.020. larutan elektrolit maupun air bebas untuk ekskresi sampah metabolik dari ginjal. kelemahan otot dan kram. mual. Larutan elektrolit isotonis (seperti Ringer laktat atau natrium klorida 0. Segera setelah pasien menjadi normotensif. Pada orang dengan FVD. .9%) seringkali digunakan untuk mengatasi pasien hipotensi dengan FVD. penurunan TVS. Pada orang normal. cepatdan hipotensi postural (y. haus. mungkin lebih valid daripada mengevaluasi turgor kulit. Meskipun demikian jika kehilangan cairan akut atau berat. bagian dalam paha. atau dahi. Syok dapat terjadi jika volume cairan yang hilang melebihi 25% dari volume intravaskuler atau jika kehilangan cairan terjadi dengan cepat. menunjukkan penyimpanan cairan ginjal yang sehat. berat jenis urin harus di atas 1. Konsentrasi urin dipantau dengan mengukur berat jenis urin. karena cairan semacam ini mengembangkan volume plasma. • • • • Hipokalemia dapat terjadi karena kehilangan di gastrointestinal dari renal Hipokalemia dapat terjadai karena insufisiensi adrenal Hipokalemia akan tampak pada peningkatan kehilangan tidak kasat mata dan diabetes insipidus Hipokalemia dapat timbul akibat rasa haus yang meningkatkan dan pelepasan ADH Berat jenis urin meningkat berhubungan dengan usaha ginjal untuk menyimpan air dan menurun pada diabetes insipidus. Turgor jaringan paling baik diukur dengan mencubit kulit di atas sternum. sebagian tergantung pada volume cairan interstisiel. Penurunan suhu tubuh seringkali menyertai kekurangan volume cairan.

3) Perdarahan. Untuk untuk mengkompensasi kondisi ini. d. lalu diikuti dengan perpindahan cairan interseluler menuju intravaskuler sehingga menyebabkan penurunan cairan ekstraseluler. atau rongga sendi. dengan memberikan perhatian pada kesukaan dan ketidaksukaan pasien. perdarahan dan pergerakan cairan ke lokasi ketiga (lokasi tempat cairan berpindah dan tidak mudah untuk mengembalikanya ke lokasi semula dalam kondisi cairan ekstraseluler istirahat). Jika memungkinkan. dll. gastro intestinal. Etiologi Hipovolemia ini terjadi dapat disebabkan karena : 1) Penurunan masukan. Pengertian Kekurangan Volume cairan (FVD) terjadi jika air dan elektrolit hilang pada proporsi yang sama ketika mereka berada pada cairan tubuh normal sehingga rasio elektrolit serum terhadap air tetap sama. c.Memperbaiki FVD. tubuh melakukan pemindahan cairan intraseluler. HIPOVOLEMIA (Kekurangan Volume Cairan) a. cairan oral diberikan untuk membantu memperbaiki FVD. 2)Kehilangan cairan yang abnormal melalui : kulit. Umumnya. yaitu kehilangan cairan abnormal melalui kulit. defisit volume cairan disebabkan oleh beberapa hal. perikardium. Patofisiologi Kekurangan volume cairan terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dan elektrolit ekstraseluler dalam jumlah yang proporsional (isotonik). ginjal abnormal. Manifestasi Klinis . 1) Hipovolemia adalah suatu kondisi akibat kekurangan volume cairan ekstraseluler (CES). penurunan asupan cairan. 2002). (Brunner & suddarth. peritonium. gangguan ini diawali dengan kehilangan cairan intravaskuler. Kondisi seperti ini disebut juga hipovolemia. Cairan dapat berpindah dari lokasi intravaskuler menuju lokasi potensial seperti pleura. kondisi tertentu. Jenis cairan yang hilang dari pasien juga dipertimbangkan dan usaha – usaha dilakukan untuk memilih cairan yang paling mungkin menggantikan elektrolit yang hilang. seperti terperangkapnya cairan dalam saluran pencernaan. dapat terjadi akibat obstruksi saluran pencernaan. Selain itu. 2) Hipovolemia adalah penipisan volume cairan ekstraseluler (CES) 3) Hipovolemia adalah kekurangan cairan di dalam bagian-bagian ekstraseluler (CES) b. Secara umum.

turgor kulit buruk. osmolar atau elektrolit.\ . Mekanisme kompensasi tubuh pada kondisi hipolemia adalah dapat berupa peningkatan rangsang sistem syaraf simpatis (peningkatan frekwensi jantung. Penurunan tekanan darah (TD). Penipisan (CES) berat dapat menimbulkan syok hipovolemik. Tergantung pada jenis kehilangan cairan hipovolemia dapat disertai dengan ketidak seimbangan asam basa. kelemahan. lidah kering dan kasar. haus. Bayi dan anak . keletihan.Tanda dan gejala klinik yang mungkin didapatkan pada klien dengan hipovolemia antara lain : pusing. sinkope. anoreksia. oliguria. Pada pasien syok akan tampak pucat dan diaforetik dengan nadi cepat dan haus. Tindakan berupa hidrasi harus secara berhati-hati dengan cairan intravena sesuai pesanan / order dari medis. muntah. hipotensi terlentang dan oliguria. e.Catatan : Rehidrasi pada kecepatan yang berlebihan dapat menyebabkan GJK (gagal ginjal jantung kongestif) 4)Tindak an terhadap penyebab dasar. depresi fontanel anterior. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan penunjang. konstipasi. Komplikasi Akibat lanjut dari kekurangan volume cairan dapat mengakibatkan : 1) Dehidrasi (Ringan. rasa haus. inotropik (kontraksi jantung) dan tahanan vaskuler). kekacauan mental. mata cekung. 3) Rehidrasi oral pada diare pediatrik. vena leher kempes. f. 2) Renjatan hipovolemik.anak : penurunan air mata. g. dan pelepasan aldosteron. mual. Kondisi hipovolemia yang lama dapat menimbulkan gagal ginjal akut. peningkatan suhu dan penurunan berat badan akut. Penatalaksanaan Medis 1) Pemulihan volume cairan normal dan koreksi gangguan penyerta asam-basa dan elektrolit. khususnya bila berdiri (hipotensi ortostatik). 2) Perbaikan perfusi jaringan pada syok hipovolemik. sedang berat). pelepasan hormon antideuritik (ADH). peningkatan frekwensi jantung (FJ). 3) Kejang pada dehidrasi hipertonik.

kewaspadaan dan potensial efek samping. dosis.h. Laporan Pendahuluan Gangguan Volume Cairan Tubuh You might also like: • Proporsi Cairan Tubuh • Fungsi Cairan Tubuh Manusia. Pedoman Penyuluhan pasien-keluarga Beri pasien dan orang terdekat instruksi verbal dan tertulis tentang hal berikut : 1) Tanda dan gejala hipovolemia. keyword Asuhan Keperawatan Hipovolemia. Askep Gangguan Volume Cairan. khususnya pada anak kecil dan lansia. yang lebih mungkin untuk terjadi dehidrasi. 3) Obat-obatan : nama. 2) Pentingnya mempertahankan masukan adekuat. Askep Hipovolemia. Gejala Dehidrasi Dan Cara Mengatasi Kehilangan Cairan Tubuh • Perpindahan Cairan dan Elektrolit Tubuh • Konsep Dasar Anatomi dan Fisiologi Cairan dan Elektrolit . frekwensi.

Related Interests