UNSUR REPRESENTATIF

Unsur representatif didalam ilmu kimia disebut juga sebagai unsur-unsur golongan utama atau golongan A. Unsur-unsur ini meliputi unsur golongan 1A, 2A, 3A, 4A, 5A,6A, dan 7A dan masing masing unsur didalam golongan memiliki sifat yang berbeda-beda. Sifat yang berbeda-beda tersebut dikarenakan adanya perbedaan elektron valensi (elektron terluar) yang dimilikinya. Karena perbedaan konfigurasi elektron terletak pada orbital paling luar maka kebanyakan pemisahan unsur unsur golongan utama tersebut dapat dilakukan dengan mudah misalkan ekstraksi, titrasi, destilasi dan sebagainya. Dari sinilah berbagai banyak cara yang dilakukan oleh para kimiawan untuk memisahkan berbagai banyak senyawa golongan yang akan digunakan dalam keperluannya seperti sintesis dan pemurnian molekul. Pada tabel periodik dibawah ini kita dapat melihat elektron valensi pada masing-masing golongan. Terlihat didalam tabel periodik dibawah bahwa golongan 1A akan memiliki elektron dikulit terluar sejumlah satu elektron, untuk 2A sejumlah dua elektron dan seterusnya hingga golongan 8A. Dan secara keseluruhan bahwa orbital terluar pada golongan representatif ini terletak maksimal pada kulit (bilangan kuantum utama) ke dua.

kekuatan tarik-menarik antara inti atom dengan elektron valensi semakin lemah. sebab mudah melepaskan elektron (teroksidasi) agar mencapai kestabilan (konfigurasi elektron ion Alkali menyerupai konfigurasi elektron . Dalam satu golongan. logam Alkali berupa padatan dalam suhu ruang.1. Natrium (Na). dari Litium sampai Sesium. Kalium (K). Dengan demikian. unsur Alkali memiliki titik leleh yang cukup rendah dan lunak. Hal yang serupa juga ditemukan pada sifat keelektronegatifan unsur . Sesium (Cs). Fransium jarang dipelajari sebagai salah satu anggota unsur Golongan IA. jari-jari unsur akan meningkat. Secara umum. unsur Alkali cenderung membentuk ion positif bermuatan satu (M+). sehingga logam Alkali dapat diiris dengan pisau. Letak elektron valensi terhadap inti atom semakin jauh. Rubidium (Rb). Oleh sebab itu. masing-masing memiliki satu elektron valensi . Unsur Alkali sangat reaktif. sebab Fransium adalah unsur radioaktif yang tidak stabil dan cenderung meluruh membentuk unsur baru lainnya. energi ionisasi akan menurun dari Litium sampai Sesium. Unsur Alkali terdiri dari Litium (Li). Umumnya. Dari konfigurasi elektron unsur. Dengan demikian. Alkali (Alkali) Logam Alkali (Golongan IA) adalah unsur yang sangat elektropositif (kurang elektronegatif). dan Fransium (Fr).

Unsur Alkali umumnya bereaksi dengan unsur lain membentuk senyawa halida. dan Radium (Ra). dan bersifat konduktif. Peningkatan ukuran atom diikuti dengan peningkatan densitas unsur. dari Berilium sampai Barium. Stronsium (Sr). Unsur Alkali sering dijumpai dalam bentuk senyawanya. Unsur Alkali Tanah kurang elektropositif (lebih elektronegatif) dan kurang reaktif bila dibandingkan unsur Alkali. unsur Alkali jarang ditemukan bebas di alam. Semua unsur Golongan IIA ini memiliki sifat kimia yang serupa. baik termal maupun elektrik. mineral lain yang mengandung Natrium dan Kalium adalah halite (NaCl). Radium jarang dipelajari sebagai salah satu anggota unsur Golongan IIA. sebab Radium adalah unsur radioaktif yang tidak stabil dan cenderung meluruh membentuk unsur baru lainnya. dan silvit (KCl). Yang termasuk unsur Golongan IIA adalah Berilium (Be). Sebaliknya. Alkali Tanah (Alkaline Earth) Unsur Alkali Tanah mempunyai sifat yang menyerupai unsur Alkali. Semakin besar jari-jari unsur. Unsur Alkali Tanah umumnya merupakan logam.Gas Mulia). semakin mudah unsur melepaskan elektron valensinya. Selain itu. energi ionisasi dan keelektronegatifan berkurang dari Berilium sampai Radium. Dengan demikian. dan silikat. Dalam satu golongan. Barium (Ba). 2. unsur Golongan IIA melepaskan dua elektron membentuk ion bermuatan positif dua (M2+). Magnesium (Mg). sulfat. Konfigurasi elektron menunjukkan unsur-unsur Golongan IIA memiliki dua elektron valensi. Natrium dan Kalium terdapat dalam jumlah yang melimpah di alam. Dengan demikian. . Chile saltpeter (NaNO3). Keduanya terdapat dalam mineral seperti albite (NaAlSi3O8) dan ortoklas (KAlSi3O8). untuk mencapai kestabilan. kecuali Berilium (Be). karbonat. jari-jari unsur meningkat. Potensial standar reduksi (E°red) menurun dalam satu golongan. cenderung membentuk ion positif. Kalsium (Ca). Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan reduktor meningkat dalam satu golongan dari Berilium sampai Barium.

unsur nonlogam cenderung membentuk struktur molekul sederhana. Cl). Magnesium diperoleh melalui elektrolisis lelehan MgCl2. Mg(OH)2. Silikon (Si). terjadi perubahan sifat unsur dari logam (Na. S. Fosfor (P). sedangkan unsur semilogam/metaloid membentuk struktur molekul raksasa (makromolekul). Aluminium (Al). dan Argon (Ar). Sebaliknya. Variasi inilah yang menyebabkan unsur periode ketiga dapat membentuk berbagai senyawa dengan sifat yang berbeda. Magnesium hanya bereaksi dengan air panas (uap air).MgCO3).5% massa kerak bumi). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : 2 Mg(s) + O2(g) ——> 2 MgO(s) 3 Mg(s) + N2(g) ——> Mg3N2(s) 3.7H2O). Magnesium tidak bereaksi dengan air dingin. dolomite (CaCO3. dan epsomite (MgSO4. Al) menjadi semilogam/metaloid (Si). Beberapa bijih mineral yang mengandung logam Magnesium. jari-jari unsur menyusut. Mg. unsur gas mulia cenderung dalam keadaan gas monoatomik. Sementara. nonlogam (P.3 gram Magnesium per kilogram air laut). (klik di sini untuk melihat sifat Unsur Periode Ketiga dalam Tabel Periodik) . Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Mg(s) + H2O(g) ——> MgO(s) + H2(g) Magnesium juga dengan udara membentuk Magnesium Oksida bereaksi dan Magnesium Nitrida. Selain itu. Dari kiri (Natrium) sampai kanan (Argon). Klor (Cl). sekitar 2.Magnesium adalah unsur yang cukup melimpah di kerak bumi (urutan keenam. Magnesium (Mg). afinitas elektron. Unsur logam umumnya membentuk struktur kristalin. sedangkan energi ionisasi. Air laut merupakan sumber Magnesium yang melimpah (1. Belerang (S). dan keelektronegatifan meningkat. antara lain brucite. dan gas mulia (Ar). Unsur-unsur yang terdapat pada periode ketiga adalah Natrium (Na). Unsur-Unsur Periode Ketiga (Periode 3 Elements) Unsur-unsur periode ketiga memiliki sifat kimia dan sifat fisika yang bervariasi.

4 Al(s) + 3 O2(g) ——> 2 Al2O3(s) 4. Fosfor (V) Oksida Fosfor mudah terbakar di udara. Aluminium Oksida Oksida ini berfungsi mencegah (melindungi) logam dari korosi. Magnesium Oksida Magnesium juga bereaksi hebat dengan udara (terutama gas oksigen) menghasilkan nyala berwarna putih terang yang disertai dengan pembentukan oksida berwarna putih. oksida P4O10 yang berwarna putih akan dihasilkan. P4(s) + 5 O2(g) ——> P4O10(s) 6.Unsur-unsur periode ketiga dapat membentuk oksida melalui reaksi pembakaran dengan gas oksigen. Oksida ini berwarna putih. Klor (VII) Oksida . Ketika terdapat gas oksigen dalam jumlah berlebih. Natrium Oksida Natrium mengalami reaksi hebat dengan oksigen. Belerang Dioksida dan Belerang Trioksida Padatan Belerang mudah terbakar di udara saat dipanaskan dan akan menghasilkan gas Belerang Dioksida (SO2). S(s) + O2(g) ——>SO2(g) 2 SO2(g) + O2(g) ——> 2SO3(g) 7. Silikon Oksida (Silika) Si(s) + O2(g) ——> SiO2(s) 5. Oksida ini dapat direaksikan lebih lanjut dengan gas oksigen berlebih yang dikatalisis oleh Vanadium Pentaoksida (V2O5) untuk menghasilkan gas Belerang Trioksida (SO3). Reaksi yang terjadi pada masing-masing unsur adalah sebagai berikut : 1. 2 Mg(s) + O2(g) ——> 2 MgO(s) 3. Logam Natrium yang terpapar di udara dapat bereaksi spontan dengan gas oksigen membentuk oksida berwarna putih yang disertai nyala berwarna kuning. 4 Na(s) + O2(g) ——> 2 Na2O(s) 2.

yang mempunyai spektrum sama seperti unsur di matahari. Kripton. Gas Radon. Xenon (Xe). Dengan demikian. Gas Mulia terletak pada Golongan VIIIA dalam sistem periodik. Pada tahun 1962. XeF6. N. XeO4. Beliau juga menemukan suatu gas yang diisolasi dari peluruhan mineral Uranium. Saat mempelajari reaksi kimia dengan menggunakan gas PtF6 yang sangat reaktif. Argon. dan Xenon dari atmosfer. Ternyata. Argon (Ar). Gas Helium diperoleh dari peluruhan isotop Uranium dan Thorium yang memancarkan partikel α. Beliau mencatat bahwa entalpi pengionan Xenon sama dengan O2. hal tersebut benar. yang semua isotopnya radioaktif dengan waktu paruh pendek. suatu reaksi yang analog diharapkan dapat terjadi. Konfigurasi demikian menyebabkan gas mulia cenderung stabil dalam bentuk monoatomik dan sulit bereaksi dengan unsur lainnya. Beliau adalah ilmuwan pertama yang berhasil mengisolasi gas Neon. berbagai senyawa Gas Mulia juga berhasil disintesis. Bartlett menemukan bahwa dengan oksigen. beliau melaporkan senyawa pertama yang berhasil disintesis menggunakan Gas Mulia. Keistimewaan unsur-unsur gas mulia adalah memiliki konfigurasi elektron yang sempurna (lengkap). Gas mulia terdiri dari unsur Helium (He). diantaranya XeF2. yang disebut Helium. Dengan demikian.2 Cl2(g) + 7 O2(g) ——> 2 Cl2O7(g) 4. Gas Mulia (Noble Gas) Gas Mulia (Noble Gas) adalah bagian kecil dari atmosfer. Kripton (Kr). . elektron valensi unsur gas mulia adalah delapan (kecuali unsur Helium dengan dua elektron valensi). akan terbentuk suatu padatan kristal [O2]+[PtF6]-. juga diperoleh dari rangkaian peluruhan Uranium dan Thorium. dimana setiap kulit dan subkulit terisi penuh elektron. Selanjutnya. Helium terdapat dalam mineral radioaktif dan tercatat sebagai salah satu gas alam di Amerika Serikat. Keberadaan unsur-unsur Gas Mulia pertama kali ditemukan oleh Sir William Ramsey. Neon (Ne). XeF4. yaitu padatan kristal merah dengan formula kimia [Xe]+[PtF6]-. dan Radon (Rn). dan XeOF4.

Argon. unsur Halogen bersifat toksik dan sangat reaktif. Toksisitas dan reaktivitas Halogen menurun dari Fluor sampai Iod. Kegunaan utama gas Helium adalah sebagai cairan dalam krioskopi.ukuran atom Gas Mulia meningkat.934% volume udara). Iod (I). Dalam pembahasan ini. dari He sampai Rn. Gas-gas tersebut pada dasarnya bersifat inert (stabil/lembam). dan dalam lampu listrik yang diisi gas. sebab kereaktifan kimianya yang rendah. Klor (Cl). Dengan demikian. Hal ini menyebabkan unsur He. 5. Halogen (Halogen) Unsur Halogen (Golongan VIIA) adalah unsur-unsur nonlogam yang reaktif.Seluruh unsur Gas Mulia merupakan gas monoatomik. dalam pengelasan. Hal ini mengakibatkan kenaikan titik didih unsur dalam satu golongan. Astatin adalah unsur radioaktif dengan waktu hidup (life time) yang sangat singkat dan mudah meluruh menjadi unsur lain. dan Xenon diperoleh dengan fraksionasi udara cair. Gas Argon merupakan Gas Mulia yang paling melimpah di atmosfer (sekitar 0. sedangkan Gas Helium paling melimpah di jagat raya (terlibat dalam reaksi termonuklir pada permukaan matahari). Halogen terdiri dari unsur Fluor (F). Secara umum. menyebabkan gaya tarikmenarik antar atom (Gaya London) semakin besar. (klik di sini untuk melihat sifat Gas Mulia dalam Tabel Periodik) Gas Neon. sementara unsur Kr dan Xe dapat membentuk senyawa (energi ionisasinya relatif rendah dibandingkan Gas Mulia lainnya). (klik di sini untuk melihat sifat Halogen dalam Tabel Periodik) . Ne. Gas Argon digunakan untuk menyediakan lingkungan yang inert dalam peralatan laboratorium. jari-jari atom meningkat. Dalam satu golongan. Kripton. Sementara energi ionisasi dalam satu golongan menurun dari He sampai Rn. Brom (Br). Sementara gas Neon digunakan untuk tabung sinar pemutusan muatan. kita hanya akan membicarakan empat unsur pertama Halogen. dan Ar tidak dapat membentuk senyawa (energi ionisasinya sangat tinggi). sebagai konsekuensi dari konfigurasi elektron yang lengkap. dan Astatin (At).

4. Dalam keadaan standar (tekanan 1 atm dan temperatur 25°C). Sebagai tambahan. dan Iod adalah padatan berwarna ungu-hitam. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Cl2(g) + 2 NaOH(aq) ——> NaCl(aq) + NaOCl(aq) + H2O(l) Br2(l) + 2 NaOH(aq) ——> NaBr(aq) + NaOBr(aq) + H2O(l) . Brom adalah cairan berwarna merah kecoklatan. Beberapa keistimewaan unsur Fluor yang tidak dimiliki unsur Halogen lainnya adalah sebagai berikut : 1. sehingga ikatan F-F tidak stabil dan mudah putus. Fluor adalah gas berwarna kekuningan. HBr. sedangkan asam halida lainnya (HCl. reaksi yang analog juga terjadi pada Klor dan Brom. Hal ini terjadi akibat energi ikatan F-F yang relatif rendah (150. Hal ini tidak terjadi pada ikatan Cl-Cl maupun Br-Br sehingga keduanya relatif stabil dibandingkan ikatan F-F.6 kJ/mol) dibandingkan energi ikatan Cl-Cl (242. dan HI) memiliki titik didih yang relatif rendah. Sementara senyawa halida lainnya (HCl. Ini berarti. 2.7 kJ/mol) maupun Br-Br (192. jari-jari atom meningkat. dengan produk yang berbeda. Flour paling mudah tereduksi (oksidator kuat). 3. ukuran atom F yang kecil menyebabkan munculnya tolakan yang cukup kuat antar lone pair F-F. sedangkan Iod paling sulit tereduksi (oksidator lemah). Senyawa Hidrogen Fluorida (HF) memiliki titik didih tertinggi akibat adanya ikatan Hidrogen. demikian halnya keelektronegatifan dan potensial standar reduksi (E°red). dan HI) adalah asam kuat.5 kJ/mol). Gas Fluor dapat bereaksi dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) membentuk oksigen difluorida yang dapat dinyatakan dalam persamaan reaksi berikut : 2 F2(g) + 2 NaOH(aq) ——> 2 NaF(aq) + H2O(l) + OF2(g) Sementara itu. Klor adalah gas berwarna hijau pucat. Hidrogen Fluorida (HF) adalah asam lemah. dari Fluor sampai Iod. Fluor adalah unsur yang paling reaktif dalam Golongan Halogen. HBr. Energi ionisasi menurun dalam satu golongan . interaksi antar atom semakin kuat.Dalam satu golongan. Akibatnya. sehingga titik didih dan titik leleh pun meningkat.

Cl.akan teroksidasi menjadi gas F2.menjadi Cl2. Br-.menjadi Cl2. Cl2 dapat mengoksidasi Br. dan I-). sedangkan di anoda. 4. Oleh karena kekuatan oksidator menurun dari Fluor sampai Iod. Gas Cl2 dapat di peroleh melalui elektrolisis lelehan NaCl maupun elektrolisis larutan NaCl. dan AgI) sukar larut dalam air. Br2 tidak dapat mengoksidasi Fmenjadi F2 maupun Cl. Halogen umumnya ditemukan dalam bentuk senyawa.akan teroksidasi membentuk gas Cl2 di anoda.menjadi I2. F2 dapat mengoksidasi Cl. ion H+ akan tereduksi menjadi gas H2. Antar Halogen dapat mengalami reaksi kimia. I2). Dengan demikian. Gas F2 dapat diperoleh dari elektrolisis cairan (bukan larutan) Hidrogen Fluorida yang diberi sejumlah padatan Kalium Fluorida untuk meningkatkan konduktivitas pada temperatur di atas 70°C. Halogen yang ditemukan dalam air laut berbentuk halida (Cl-. Di katoda.menjadi I2. Cl2 tidak dapat mengoksidasi F. ion F. seperti Fluorite (CaF2) dan kriolit (Na3AlF6). halogen berikatan dalam mineral. Halogen dapat mengoksidasi Ion Halida yang terletak di bawahnya (displacement reaction).Kedua reaksi di atas dikenal dengan istilah Reaksi Disproporsionasi (Autoredoks). Gas Cl2 juga dapat diperoleh . Unsur Halogen membentuk berbagai variasi senyawa. serta I. ion Cl.menjadi Br2.menjadi Cl2. Br. Br2. unsur bebas Halogen membentuk molekul diatomik (F2. I2 tidak dapat mengokisdasi F.menjadi Br2. Br2 dapat mengoksidasi I. sedangkan perak halida lainnya (AgCl. AgBr. 3.menjadi F2. Oleh karena kereaktifannya yang besar. Dalam keadaan standar. reaksi yang terjadi antar Halogen dapat disimpulkan dalam beberapa pernyataan di bawah ini : 1. serta Brmenjadi Br2. Senyawa Perak Fluorida (AgF) mudah larut dalam air. serta I. Cl2. Melalui kedua elektrolisis tersebut.menjadi I2. Sementara di kerak bumi. Halogen jarang ditemukan dalam keadaan bebas. 2.menjadi F2. Iod tidak dapat bereaksi dalam kondisi ini 5.

Sebagai pengganti. Brom. seperti Belerang dan Fosfat merupakan halida kovalen. Unsur Fluor yang merupakan unsur dengan keelektronegatifan terbesar di alam. Cl. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : MnO2(s) + 2 H2SO4(aq) + 2 NaCl(aq) ——> MnSO4(aq) + Na2SO4(aq) + 2 H2O(l) + Cl2(g) MnO2(s) + 2 H2SO4(aq) + 2 NaBr(aq) ——> MnSO4(aq) + Na2SO4(aq) + 2 H2O(l) + Br2(l) MnO2(s) + 2 H2SO4(aq) + 2 NaI(aq) ——> MnSO4(aq) + Na2SO4(aq) + 2 H2O(l) + I2(s) Halida dibedakan menjadi dua kategori. Bilangan oksidasi Halogen bervariasi dari -1 hingga +7 (kecuali Fluor). Oleh karena itu. hanya memiliki bilangan oksidasi 0 (F2) dan -1 (fluorida). Fluorida dan klorida dari unsur logam. Sebagai contoh : C2H6(g) + Cl2(g) ——> C2H5Cl(g) + HCl(g) Di laboratorium. NaBr. Br. hidrogen halida dapat diperoleh melalui reaksi antara logam halida dengan asam sulfat pekat. dan Iod dapat diperoleh melalui reaksi alkali halida (NaCl. Reaksi yang terjadi pada elektrolisis brine adalah sebagai berikut : 2 NaCl(aq) + 2 H2O(l) ——> 2 NaOH(aq) + H2(g) + Cl2(g) Di laboratorium.melalui proses klor-alkali. yaitu halida ionik dan halida kovalen. terutama unsur Alkali dan Alkali Tanah (kecuali Berilium) merupakan halida ionik. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : X2(g) + H2(g) ——> 2 HX(g) X = F. NaI) dengan asam sulfat pekat yang dipercepat dengan penambahan MnO2 sebagai katalis. yaitu elektrolisis larutan NaCl pekat (brine). atau I Reaksi ini (khususnya pada F2 dan Cl2)menimbulkan ledakan hebat (sangat eksotermis). Halogen dapat bereaksi dengan Hidrogen menghasilkan Hidrogen Halida. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : CaF2(s) + H2SO4{aq) ——> 2 HF(g) + CaSO4(s) 2 NaCl(s) + H2SO4(aq) ——-> 2 HCl(g) + Na2SO4(aq) . Sementara. unsur Klor. reaksi tersebut jarang digunakan di industri. flurida dan klorida dari unsur nonlogam. hidrogen halida dapat dihasilkan melalui reaksi klorinasi hidrokarbon.

Di bidang industri. senyawa klor lainnya. Senyawa ini dapat bereaksi dengan silika melalui persamaan reaksi berikut : 6 HF(aq) + SiO2(s) ——> H2SiF6(aq) + 2 H2O(l) Hidrogen Fluorida juga digunakan dalam proses pembuatan gas Freon. Urutan kekuatan asam halida adalah HF << HCl < HBr < HI. Klor (khusunya Klorida. Klor digunakan sebagai bahan pemutih (bleaching agent) pada industri kertas dan tekstil. Hidrogen Fluorida memiliki kereaktifan yang tinggi. Di bidang industri. Sedangkan urutan kekuatan asam oksi adalah HXO < HXO2 < HXO3 < HXO4 (X = Cl. HClO. Cl-) memegang peranan penting dalam sistem kesetimbangan cairan interseluler dan ekstraseluler dalam organisme. sebab akan terjadi reaksi oksidasi (H2SO4 adalah oksidator kuat) yang menghasilkan Brom dan Iod. Fluor (khususnya NaF) ditambahkan ke dalam air minum untuk mencegah terbentuknya karies (kerak atau plak) gigi. berfungsi . Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : 2 NaBr(s) + 2 H2SO4(aq) ——> Br2(l) + SO2(g) + Na2SO4(aq) + 2 H2O(l) Hidrogen Bromida dapat dibuat melalui beberapa reaksi berikut : P4(s) + 6 Br2(l) ——> 4 PBr3(l) PBr3(l) + 3 H2O(l) ——> 3 HBr(g) + H3PO3(aq) Hidrogen Iodida dapat diperoleh dengan cara serupa. UF6. Senyawa lain. Bahan pembersih rumah tangga umumnya mengandung sejumlah Klor (khususnya NaClO) yang berperan sebagai bahan aktif pengangkat kotoran. Fluor digunakan untuk menghasilkan poli tetra fluoro etilena (Teflon). digunakan untuk memisahkan isotop radioaktif Uranium (U235 dan U-238). atau I). Br. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : CCl4(l) + HF(g) ——> CCl3F(g) + HCl(g) CCl3F(g) + HF(g) ——> CCl2F2(g) + HCl(g) Larutan Hidrogen Halida bersifat asam. Sementara. Uranium Fluorida.Hidrogen Bromida dan Hidrogen Iodida tidak dapat dihasilkan melalui cara ini.

Brom juga dapat bereaksi dengan Perak menghasilkan senyawa Perak Bromide (AgBr) yang digunakan dalam lembaran film fotografi. sehingga kini penggunaannya dilarang atau dibatasi sesuai dengan Undang-Undang Lingkungan.yang dihasilkan dari reaksi tersebut berperan sebagai agen desinfektan yang membunuh kuman dalam air. Klor juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan poli vinil klorida (PVC). Metana yang terklorinasi. Brom digunakan sebagai bahan dasar pembuatan senyawa Etilena Dibromida (BrCH2CH2Br). . seperti DDT. seperti Karbon Tetraklorida (CCl4) dan Kloroform (CHCl3) digunakan sebagai pelarut senyawa organik. Senyawa Bromida ditemukan di air laut (ion Br-). Akan tetapi. penggunaan DDT dapat mencemari lingkungan. Klor juga digunakan dalam pembuatan insektisida.sebagai agen desinfektan pada proses pemurnian air. Di samping itu. Larutan Iod dalam alkohol (50% massa) sering digunakan di dunia medis sebagai zat antiseptik. Iod juga merupakan salah satu komponen dari hormon tiroid. Defisiensi Iod dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar gondok. Iod jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Reaksi yang terjadi saat gas Klor dilarutkan dalam air adalah sebagai berikut : Cl2(g) + H2O(l) ——> HCl(aq) + HClO(aq) Ion OCl. suatu insektisida. Senyawa ini sangat karsinogenik.