1

BAB I
PENDAHULUAN
1. IKHTISAR
Pengangguran, InIlasi dan Konjungtur adalah masalah ekonomi utama yang dihadapi
setiap masyarakat. Masalah ekonomi ini dapat mewujudkan beberapa eIek buruk yang
bersiIat ekonomi, politik dan sosial. Untuk menghindari berbagai eIek buruk yang mungkin
timbul, berbagai kebijakan ekonomi perli dijalankan. Analisis dalam makalah ini bertujuan
untuk menerangkan tentang bentuk-bentuk masalah pengangguran, inIlasi dan konjungtur
yang dihadapi suatu perekonomian dan bentuk kebijakan pemerintah yang dapat dijalankan
untuk mengatasi masalah tersebut. Disamping itu satu hal penting lain yang akan diuraikan
dalam makalah ini adalah mengenai kebijakan pemerintah untuk mengendalikan penawaran.
Dengan demikian pada hakikatnya makalah ini akan membincangkan mengenai
pengangguran, inIlasi dan konjungtur yang dihadapi suatu ekonomi dan bentuk kebijakan
pemerintah yang dapat dijalankan untuk mengatasi masalah tersebut.
Dikebanyakan negara masalah utama yang dihadapi adalah masalah pengangguran.
Para ahli ekonomi berpendapat pemerintah perlu menjalankan kebijakan-kebijakan ekonomi
untuk mengatasinya. Tiga bentuk pemerintah dapat dijalankan yaitu kebijakan Iiskal,
kebijakan moneter, dan kebijakan segi penawaran.

. TU1UAN
Adapun tujuan dari makalah yang dibuat oleh kelompok VI yaitu:
1. Untuk memenuhi tugas makalah dari Dosen bidang studi Teori Ekonomi.
2. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Pengangguran, InIlasi Dan Konjungtur.


. PERMASALAHAN
Adapun permasalahan dalam makalah ini yaitu mengenai 'Pengangguran, InIlasi dan
Konjungtur¨




2

BAB II
PEMBAHASAN
PENGANGGURAN, INFLASI, DAN KONJUNGTUR
A.PENGANGGURAN
1.1.Pengertian pengangguran
Pengangguran adalah seseorang yang sudah digolongkan dalam angkatan kerja, yang
secara aktiI sedang mencari pekerjaan pada suatu tingkat upah tertentu, tetapi tidak dapat
memperoleh pekerjaan yang diinginkannya. Dalam membicarakan mengenai
pengangguran yang selalu diperhatikan bukanlah mengenai jumlah pengangguran, tetapi
mengenai tingkat pengangguran yang dinyatakan sebagai persentasi dari angkatan kerja.
1..1enis-jenis Pengangguran
Ada beberapa cara untuk menggolongkan jenis-jenis pengangguran,yaitu:
1. Berdasarkan kepada sumber atau penyebab
erdasarkan kepada sumber atau penyebabnya,pengangguran dapat dibedakan
menjadi beberapa jenis:
a. Pengangguran Normal atau Friksional
Jika pengangguran sebanyak 2 atau 3° dari jumlah tenaga kerja, maka ekonomi
sudah dipandang sebagai kesempatan kerja penuh. Para penganggur tersebut tidak ada
pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja, tetapi karena sedang mencari kerja
lain yang lebih baik. Dalam perekonomian yang berkembang pesat, tingkat pengangguran
rendah dan pekerjaan mudah diperoleh, sebaliknya pengusaha susah memperoleh pekerjaan.
Maka dari itu, pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi,inilah yang mendorong para
pekerja untuk meninggalkan pekerjaan lamanya dan mencari pekerjaan yang baru yang sesuai
dengan keahliannya dalam proses mencari kerja, inilah para pekerja dikatakan sebagai
penganggur. Terdapat tiga golongan penganggur yang diklasiIikasikan sebagai pengangguran
Normal atau Friksional:
Tenaga kerja yang baru pertama sekali mencari kerja,
Pekerja yang meninggalkan kerja dan mencari kerja baru,
Pekerja yang memasuki lagi pasaran buruh.

b. Pengangguran Struktural
tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan berkembang maju,
sebagian akan mengalami kemunduran. Kemunduran yang berlaku di beberapa industri ini

3
tidaklah dapat dipandang sebagai kemerosotan kegiatan ekonomi secara keseluruhannya,
tetapi diakibatkan oleh kemajuan ekonomi yang berlaku. Yang mana ini dapat disebabkan
oleh beberapa Iaktor,yaitu timbulnya barang baru yang lebih baik, kemajuan teknologi yang
tidak mampu bersaing, kemunduran yang disebabkan persaingan dari luar negeri atau luar
daerah, dan kemunduran perkembangan ekonomi sesuatu kawasan sebagai akibat dari
pertumbuhan yang pesat dikawasan lain.
1

.. Pengangguran Siklikal
Perekonomian tidak selalu berkembang teguh. Adakalanya permintaan agregat lebih
tinggi, ini mendorong pengusaha menaikkan produksi dan membutuhkan banyak tenaga kerja
baru untuk digunakan. dengan demikian pengangguran akan berkurang. Akan tetapi ada
masanya permintaan agregat menurun dengan banyaknya. Hal ini akan menyebabkan banyak
terjadinya PHK, dengan demikian pengangguran juga akan bertambah.
. 1enis pengangguran berdasarkan .irinya
Kekurangan pekerjaan disektor modern ini menimbulkan empat jenis
pengangguran,yaitu:
a. Pengangguran Terbuka
Pengangguran ini tercipta karena tingkat lowongan kerja yang semakin
rendah dan tingkat tenaga kerja yang semakin meningkat. Sebagai
akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang
tidak memperoleh pekerjaan. EIek dari itu dalam suatu jangka yang cukup
panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. Jadi mereka
menganggur secara nyata dan sepenuh waktu.
2

b. Pengangguran Tersembunyi
Pengangguran ini dikarenakan tenaga kerja yang lebih banyak
dibandingkan dengan apa yang dapat dikerjakan. Hal ini sering terdapat
diwujud sektor pertanian atau jasa. Contohnya pelayan restoran yang lebih
banyak dari yang diperlukan. Dan petani dengan anggota keluarga yang
besar dengan lahan tanah yang sangat kecil.
.. Pengangguran Bermusim
Pengangguran ini terutama terdapat disektor pertanian dan perikanan. Pada
musim hujan Para penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan
pekerjaan mereka dan terpaksa mennganggur, dan jika pada musim
kemarau para pesawah pula yang tidak dapat mengerjakan sawahnya. Jika
para penyadap karet, nelayan dan pesawah tidak melakukan pekerjaan lain,
maka mereka terpaksa menganggur.
d. Setengah Menganggur
Di negara berkembang perpindahan dari desa ke kota untuk mencari
pekerjaan sangat pesat. Namun tidak semua orang yang pindah ke kota

1
SadonoţSuklrnoţMokto íkoooml MoJetoţ8a[a Craflndo Þersadaţ!akarLaţ2007ţhlmŦ477Ŧ
2
SadonoţSuklrnoţMokto íkoooml 1eotl leoqoototţ8a[a Craflndo Þersadaţ!akarLaţ2008ţhlmŦ330Ŧ

4
T
i
n
g
k
a
t


B
a
i
g
a

dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah, sebagiannya terpaksa
menganggur sepenuh waktu, ada juga yang tidak menganggur, tetapi tidak
pula bekerja sepenuh waktu. Jam kerja mereka jauh lebih rendah daripada
jam kerja normal. Pekerja yang seperti inilah yang dinamakan sebagai
setengah menganggur atau Underemployment.


B. INFLASI
.1. Pengertian Inflasi
InIlasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum
yang berlangsung terus menerus. Dari pengertian tersebut maka apabila terjadi kenaikan
harga hanya bersiIat sementara, maka kenaikan harga yang sementara siIatnya tersebut tidak
dapat dikatakan inIlasi. Semua negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inIlasi ini.
Oleh karena itu, tingkat inIlasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran
untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. agi negara
yang perekono-miannya baik, tingkat inIlasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen
per tahun. Tingkat inIlasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inIlasi
yang rendah. Selanjut tingkat inIlasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan
inIlasi yang tinggi. Namun demikian ada negara yang menghadapai tingkat inIlasi yang lebih
serius atau sangat tinggi, misalnya Indonesia pada tahun 1966 dengan tingkat inIlasi 650
persen. InIlasi yang sangat tinggi tersebut disebut hiper inIlasi (hyper inflation).
.. 1enis-jenis Inflasi
Didasarkan pada Iaktor-Iaktor penyebab inIlasi maka ada tiga jenis inIlasi yaitu:
I. Inflasi Tarikan Permintaan
Ini biasanya terjadi pada masa perekonomian berkembang dengan pesat,
kesempatan kerja yang tinggi akan membuat tingkat pendapatan yang tinggi
dan selanjutnya akan menimbulkan pengeluaran yang melebihi kemampuan
ekonomi mengeluarkan barang dan jasa.
3

AS

ÞƗ
Au Ƙ
Þf
ÞƖ
AuƗ
AuƖ
0 ?Ɩ ?l ?Ɨ

3
lbldţhlmŦ333Ŧ

3
ÞendapaLan naslonal rlll
Kurva AS adalah penawaran agregat
ADƖ,ADƗ,ADƘ adalah permintaan agregat
Misalkan permintaan agregat pada mulanya adalah ADƖ, maka pendapatan nasional
adalah YƖ dan tingkat harga adalah PƖ. Perekonomian yang berkembang pesat
mendorong permintaan agregat,yaitu menjadi ADƗ. Akibatnya pendapatan nasional
mencapai kesempatan tingkat kerja penuh,yaitu YI . dan tingkat harga naik menjadi PI..


II. Inflasi Desakan Biaya
InIlasi ini juga berlaku pada masa ekonomi berkembang dengan pesat ketika tingkat
pengangguran adalah sangat rendah. Apabila permintaan terus bertambah maka
perusahaan akan berusaha menaikkan tingkat produksi dengan cara memberikan gaji
dan upah yang lebih tinggi dan mencari pekerja baru dengan pembayaran yang lebih
tinggi.
4
Ini akan mengakibatkan biaya produksi meningkat, yang akhirnya
menyebabkan kenaikkan harga-harga berbagai barang.
ASƘ ASƗ
Pƙ ASƖ AuƗ

PƗ AuƖ
PƖ` Au







YƘ YƗ YF ÷ YƖ
Pendapatan nasional riil

Kurva ASƖ, ASƗ, ASƘ adalah kurva penawaran. Sedangkan AD adalah permintaan
agregat. Andaikan pada mulanya kurva penawaran agregat adalah ASƖ. Dengan demikian
keseimbangan ekonomi negara tercapai pada pendapatan nasional YƖ, yaitu pendapatan
nasional pada kesempatan kerja penuh, dan tingkat harga adalah pada PƖ. Pada kesempatan
ini perusahaan sangat memerlukan tenaga kerja, keadaan ini cenderung akan menaikkan upah
dan gaji, kenaikkan upah akan menaikkan biaya produksi.





4
lbldţhlmŦ334

6
III. Inflasi Diimpor
InIlasi juga dapat bersumber dari kenaikkan harga-harga barang yang diimpor. InIlasi
ini akan wujud apabila barang-barang impor yang mengalami kenaikkan harga
mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan pengeluaran perusahaan.
ASƗ
ASƖ





AD



YƗ ?Ɩ ?f
Pendapatan nasional riil
AD adalah permintaan agregat sedangkan ASƖ adalah penawaran. Pada mulanya
pendapatan nasional YƖ. Gambar di atas menunjukkan pendapatan dicapai pada
kesempatan kerja penuh (YI) maka jumlah pengangguran adalah tinggi. Kenaikan
harga barang impor akan menyebabkan biaya produksi naik diberbagai industri, dan
ini akan mengakibatkan perpindahan kurva penawaran.

.. Inflasi Merayap Dan Hiperinflasi
InIlasi merayap adalah proses kenaikkan harga-harga yang lambat jalannya.
Tetapi kenaikkan harga-harga yang tidak melebihi dari 2 atau 3° setahun.
5

HiperInIlasi adalah proses kenaikkan harga-harga yang sangat cepat bisa sampai
2 atau beberapa kali lipat dalam masa yang singkat.
Contoh di Indonesia: Pada tahun 1965 tingkat inIlasi adalah 500° dan pada tahun 1966 telah
mencapai 650°. Ini berarti tingkat harga-harga naik 5 kali lipat pada tahun 1965 dan 6,5 kali
lipat pada tahun 1966.
.4. Inflasi Merayap Dan Pertumbuhan Ekonomi
Segolongan ahli ekonomi berpendapat bahwa inIlasi merayap diperlukan untuk
menggalakkan perkembangan ekonomi. Dalam inIlasi merayap upah tidak akan berubah atau
naik dengan tingkat yang lebih rendah dari inIlasi. Sebagai akibatnya kenaikkan harga-harga
yang berlaku terutama mengakibatkan pertambahan dalam keuntungan perusahaan-
perusahaan. Untung yang lebih besar akan menggalakkan investasi.
Segolongan ahli ekonomi lain tidak sependapat dengan pandangan di atas,
kebijakan untuk membiarkan berlakunya inIlasi merayap untuk menggalakkan pertumbuhan
ekonomi hanya sesuai apabila dalam jangka panjang inIlasi merayap terus dapat
dikendalikan. Golongan ahli ekonomi yang menentang berpendapat bahwa inIlasi merayap
yang tidak terkendali pada akhirnya akan terjadi HiperinIlasi.


3
lbldţhlmţ337

7
.5. Sumber Wujudnya Hiperinflasi
HiperinIlasi seringkali berlaku dalam perekonomian yang sedang menghadapi
perang atau kekacauan politik dalam negri.
6
Dalam masa-masa seperti ini pemerintah
terpaksa menambah pengeluaran jauh melebihi pajak yang dipungut. Perbelanjaan
pemerintah yang berlebihan tersebut akan mempercepat pertambahan pengeluaran agregat.
Pada umumnya sektor perusahaan tidak akan mampu menghadapi kenaikkan pengeluaran
yang sangat berlebihan dan sebagai akibatnya harga-harga akan naik dengan cepat.
Pemerintah selalu akan berusaha mengendalikan inIlasi yang berlaku. erbagai
cara akan dilakukan pemerintah untuk mengurangi kepesatan jalannya inIlasi. Langkah-
langkah yang sering dilakukan untuk menghadapi hiperinIlasi ialah dengan mengendalikan
harga (menetapkan harga maksimum), mencatu barang-barang kebutuhan pokok, membuat
peraturan yang melarang menyimpan barang, dan memberi subsidi kepada produsen-
produsen. InIlasi yang dicoba dihindari dinamakan inflasi tertekan. Apabila usaha membatasi
inIlasi dinamakan inflasi terbuka.
.6. inflasi Dan Perkembangan Ekonomi
InIlasi yang tinggi tingkatnya akan menggalakkan perkembangan ekonomi. iaya
yang terus menerus naik menyebabkan kegiatan produktiI sangat tidak menguntungkan.
Pemilik modal biasanya lebih suka menggunakan uangnya untuk spekulasi. Tujuan ini
dicapai dengan harta-harta tetap. Oleh karena pengusaha lebih suka menjalankan kegiatan
investasi. Investasi produktiI akan berkurang dan tingkat kegiatan ekonomi menurun, sebagai
akibatnya akan lebih banyak pengangguran yang terlihat.
Kenaikkan harga-harga menimbulkan eIek yang buruk pula keatas perdagangan
internasional. Maka ekspor akan menurun. Ekspor yang menurun dan diikuti oleh impor yang
bertambah menyebabkan ketidakseimbangan dalam aliran mata uang asing.
.7. inflasi Dan Kemakmuran Masyarakat
Disamping menimbulkan eIek buruk keatas kegiatan ekonomi negara, inIlasi juga
akan menimbulkan eIek-eIek yang berikut pada individu dan masyarakat :
7

a. inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang-orang yang berpendapatan tetap. Pada
umunya kenaikkan upah tidaklah secepat kenaikan harga-harga. Maka inIlasi akan
menurunkan upah riil individu-individu yang berpendapatan tetap.
b. inflasi akan mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang. Sebagian kekayaan
masyarakat disimpan dalam bentuk uang. Simpanan di ank, simpanan tunai, dan
simpanan dalam institusi-institusi keuangan lain merupakan simpanan keuangan. Nilai
riilnya akan menurun apabila inIlasi berlaku.
c. memperburuk pembagian kekayaan. Telah ditunjukkan bahwa penerima pendapatan
tetap akan menghadapi kemerosotan dalam nilai riil pendapatannya, dan pemilik
kekayaan bersiIat keuangan mengalami penurunan dalam nilai riil kekayaan. Akan tetapi
pemilik harta-harta tetap-tanah-bangunan dan rumah-dapat mempertahankan atau
menambah nilai riil kekayaannya. Juga sebagian penjual/pedagang dapat
mempertahankan nilai riil pendapatannya. Dengan demikian inIlasi menyebabkan
pembagian pendapatan di antara golongan berpendapatan tetap dengan pemilik-pemilik
harta tetap dan penjual/pedagang akan menjadi semakin tidak merata.


6
lbldţhlmŦ338
7
lbldţhlmŦ339

8

MASALAH PENGANGGURAN
Untuk mengatasi pengangguran, pemerintah melakukan langkah-langkah sebagai
berikut :
Kebijakan Fiskal : mengurangi pajak dan menambah pengeluaran pemerintah
Kebijakan Moneter : menambah penawaran uang, mengurangi/menurunkan
suku bunga dan menyediakan kredit khusu untuk sektor dan kegiatan tertentu.
Kebijakan Segi Penawaran : mendorong lebih banyak investasi,
mengembangkan inIrastuktur, meningkatkan eIisiensi administrasi
pemerintahan, memberi subsidi dan mengurangkan pajak perusahaan dan
individu.

MASALAH INFLASI
Untuk mengatasi inIlasi, pemerintah melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

Kebijakan Fiskal : menambah pajak dan mengurangi pengeluaran pemerintah.
Kebijakan Moneter : mengurangi, menaikkan suku bunga dan membatasi
kredit.
Dasar Segi Penawaran : melakukan langkah-langkah yang dapat mengurangi
biaya produksi dan menstabilkan harga seperti mengurangi pajak impor dan
pajak ke atas bahan mentah, melakukan penetapan harga, menggalakkan
pertambahan produksi dan menggalakkan perkembangan teknologi.


.KON1UNGTUR
Konjungtur atau siklus kegiatan suatu perekonomian menunjukkan gambaran yang
sama diberbagai negara. Pada dasarnya siklus kegiatan perekonomian dalam jangka panjang
menunjukkan bahwa: ia mengalami arah aliran yang semakin meningkat dan sepanjang trend
yang menaik ini perkembangannya tidak teratur. Adakalanya berkembang dengan cepat,
adakalanya lambat dan sekali-sekali ia mengalami kemunduran.
Fenomena kegiatan perekonomian yang digambarkan diatas telah lama disadari oleh
ahli-ahli ekonomi. Mereka telah melihat bahwa pada ketika-ketika tertentu kegiatan suatu
perekonomian adalah jauh dibawah tingkat kegiatan pada kesempatan kerja penuh.
Pengangguran yang serius berlaku. Pada ketika lain kegiatan ekonomi sangat tinggi dan
menimbulkan inIlasi. Sejak lama pemiir ekonomi telah mengemukakan berbagai pendapat
mengenai: Sebab-sebabnya suatu perekonomian tidak beroperasi pada tingkat potensi
maksimumnya-yaitu pada kesempatan kerja penuh Dan mengapa suatu perekonomian tidak
berkembang secara teratur. Pandangan-pandangan seperti itu digolongkan sebagai teori
mengenai konfungtur atau business cycle.

.1. Penyebab Konjungtur: Berbagai Pendapat Di Zaman Klasik
Di zaman klasik tidak banyak perhatian diberikan dalam menganalisis tentang
konjungtur. Hal ini disebabkan karena ahli-ahli ekonomi klasik yaitu John Stuart Mill dan
AlIred Marshal berkeyakinan (i) kesempatan kerja penuh akan selalu tercapai dan (ii) apabila
perekonomian tidak mencapai kesempatan kerja penuh, sistem pasar bebas dengan sendirinya

9
akan mengembalikan kegiatan ekonomi ke tingkat kesempatan kerja penuh. Dengan kata
lain, menurut pendapat ahli ekonomi klasik, masalah pengangguran(inIlasi) adalah masalah
sementara dan sistem pasar bebas akan secara otomatis membuat penyesuaian yang pada
akhirnya menyebabkan kesempatan kerja penuh akan tercapai kembali.
8

Mill melihat bahwa pemberian kredit yang berlebih-lebihan oleh sistem bank dapat
menimbulkan resesi di masa depan. Menurut Mill pemberian kredit yang berlebih-lebihan
dapat menimbulkan masalah penawaran barang yang berlebihan. Hal ini menimbulkan
perubahan ekspektasi dalam lingkungan para pengusaha dan kegiatan ekonomi akan
menurun. Tetapi hal ini berlaku untuk sementara saja. Penyesuaian dalam harga-harga barang
akan menyebabkan kesempatan kerja penuh akan tercapai kembali.
AlIred Marshal menyokong pandangan Mill. Menurut pendapat Marshal perubahan
dalam ekspektasi dan keyakinan dunia usaha sangat penting pengaruhnya ke atas Iluktuasi
kegiatan ekonomi. Pada ketika perekonomian sedang mengalami ekspansi, keyakinan dunia
usaha juga berkembang dan mengakibatkan perkembangan kredit yang semakin cepat.
Sebaliknya, pada ketika kegiatan perekonomian menurun atau lambat berkembang,
kepercayaan dunia usaha merosot dan bersiIat pesimis. Keadaan ini seterusnya akan
menimbulkan resesi. erdasarkan keyakinan ini Marshall menekankan tentang pentingnya
peranan pemerintah dalam mengendalikan pemberian kredit oleh sistem bank pada ketika
perekonomian mengalami ekspansi.


.. Penyebab Konjungtur: Pandangan Monetaris dan Klasik Baru (Lu.as)
Terdapat dua perbedaan penting dalam pandangan Keynesian dan pandangan
Monetaris mengenai konjungtur.
9
Yang pertama, menurut golongan Monetaris, Iluktuasi
kegiatan ekonomi terutama bersumber dari perubahan-perubahan dalam penawaran uang dan
bukan oleh perubahan dalam komponen-komponen perbelanjaan agregat. Sedangkan
golongan Keynes berkeyakinan, sumber utama dari Iluktuasi kegiatan ekonomi adalah
perubahan-perubahan dalam komponen perbelanjaan agregat terutama dalam keinginan para
pengusaha untuk melakukan investasi.
Perbedaan yang kedua ialah: menurut pendapat golongan Keynesian, masalah
ekonomi yang ditimbulkan oleh konjungtur perlu diatasi melalui kebijakan pemerintah,
sedangkan menurut golongan Monetaris dalam jangka panjang penyesuaian dalam pasaran
tenaga kerja akan mengembalikan kegiatan ekonomi ke tingkat kesempatan kerja penuh.
Dengan perkataan lain, menurut golongan Monetaris, sistem pasar bebas akan mampu
mengendalikan tingkat kegiatan ekonomi pada tingkat kesempatan kerja penuh.
Golongam Klasik aru, melalui analisis konjungtur yang dilakukan oleh Robert
Lucas-Pelopor golongan klasik baru, tidak sepenuhnya menyetujui pendapat golongan
Moneteris. Menurut Lucas, Konjungtur berlaku dalam perekonomian hanya dalam keadaan
dimana para pelaku kegiatan ekonomi tidak mengantisipasi (meramalkan) perubahan yang
berlaku tersebut.
Untuk memahami pandangan golongan Monetaris dan Klasik aru, dan perbedaan
kedua pandangan tersebut dengan pandangan golongan Keynesian, perhatikan graIik berikut
ini:

8
lbldţhlmŦ493
9
lbldţhlmŦ301

10


P
LRAS
LRAS

P0 E0
PƖ LƖ Au0
PƗ A AuƖ
(a) Pandangan Monetaris
YƖ YI
GraIik (a) menggambarkan pandangan golongan Monetaris mengenai konjungtur. Golongan
Monetaris berkeyakinan dalam jangka panjang perekonomian akan selalu mencapai tingkat
kesempatan kerja penuh. Pandangan golongan Klasik aru agak sedikit berbeda dengan
pandangan golongan Monetaris. Pandangan golongan Klasik aru membedakan di antara
perubahan permintaan agregat yang diantisipasi dengan perubahan yang tidak diantisipasi.
Apabila perubahan tersebut diantisipasi oleh masyarakat, perubahan dalam permintaan
agregat akan secepatnya diikuti oleh perubahan dalam penawaran agregat.
Sebagai akibatnya kesempatan keja dan produksi nasional tidak mengalami perubahan. Yang
mengalami perubahan hanyalah tingkat harga.
P LRAS
LRAS0 LRASƖ

P0
PƖ LƖ AD0
PƗ A ADƖ
(b) Pandangan Klasik aru
YƖ YI
GraIik (b) menerangkan pendapat ini. Keseimbangan asal adalah di E0, yaitu pada
perpotongan diantara LRAS0 dengan AD0. Apabila kemerosotan permintaan agregat dari AD0
menjadi ADƖ diantisipasi oleh masyarakat, secepatnya para pekerja membuat penyesuaian

11
dengan cara bersedia menerima upah yang lebih rendah. Sebagai akibatnya LRAS0 akan
berubah menjadi LRASƖ pada ketika AD0 berubah menjadi ADƖ. Sebagai akibatnya
keseimbangan perekonomian bergerak dari E0 ke titik A. Perubahan ini menggambarkan (i)
kesempatan kerja dan pendapatan nasional tidak berubah, tetapi (ii) tingkat harga menurun
dari P0 menjadi PƗ.
Menurut pandangan golongan Klasik aru, Iluktuasi kegiatan ekonomi baru akan
berlaku apabila perubahan tersebut tidak diantisipasi masyarakat.
10
Dalam keadaan dimana
perubahan permintaan agregat tidak diantisipasi, Iluktuasi kegiatan ekonomi yang berlaku
akan berjalan seperti yang diterangkan oleh golongan Monetaris. erdasarkan kepada
pemisalan yang digambarkan dalam graIik (b), perubahan yang tidak diantisipasi akan
menggerakkan kurva AD0 menjadi ADƖ. Maka dalam jangka pendek pendapatan nasional
menurun dari YI menjadi YƖ dan pengangguran berlaku. Tingkat harga juga merosot dari P0
menjadi PƖ. Dalam jangka panjang tingkat upah dan tingkat harga menurun lebih lanjut dan
pada akhirnya perubahan ini akan menimbulkan keseimbangan yang baru di titik A. Pada
keseimbangan ini kesempatan kerja penuh telah tercapai kembali.

















10
lbldţhlmŦ303

12
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
a. Dalam perekonomian tertutup, dan dalam jangka pendek, pengangguran, inIlasi dan
konjungtur merupakan masalah ekonomi yang perlu dihadapi dan diatasi. Dalam sistem
pasar bebas, masalah ini tidak dapat dengan sendirinya diatasi.
b. Dua cara digunakan untuk melihat masalah pengangguran. Yang pertama adalah dengan
melihat sumber dari wujudnya masalah tersebut dan yang kedua adalah berdasarkan ciri-
cirinya. erdasarkan sumbernya pengangguran dibedakan kepada : Pengangguran
normal/Iriksional, pengangguran siklikal dan pengangguran struktural. erdasarkan cirinya
pengangguran dibedakan kepada : Pengangguran terbuka, pengangguran tersembunyi,
pengangguran bermusim dan setengah menganggur.
c. Masalah Pengangguran
Untuk mengatasi pengangguran, pemerintah melakukan langkah-langkah sebagai
berikut :
Kebijakan Fiskal : mengurangi pajak dan menambah pengeluaran pemerintah
Kebijakan Moneter : menambah penawaran uang, mengurangi/menurunkan
suku bunga dan menyediakan kredit khusu untuk sektor dan kegiatan tertentu.
Kebijakan Segi Penawaran : mendorong lebih banyak investasi,
mengembangkan inIrastuktur, meningkatkan eIisiensi administrasi
pemerintahan, memberi subsidi dan mengurangkan pajak perusahaan dan
individu.

d. Masalah InIlasi
Untuk mengatasi inIlasi, pemerintah melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

Kebijakan Fiskal : menambah pajak dan mengurangi pengeluaran pemerintah.
Kebijakan Moneter : mengurangi, menaikkan suku bunga dan membatasi
kredit.
Dasar Segi Penawaran : melakukan langkah-langkah yang dapat mengurangi
biaya produksi dan menstabilkan harga seperti mengurangi pajak impor dan
pajak ke atas bahan mentah, melakukan penetapan harga, menggalakkan
pertambahan produksi dan menggalakkan perkembangan teknologi.





13
DAFTAR PUSTAKA

O Sadono Sukirno, penghantar Teori Makro Ekonomi, Edis 3,Penerbit PT.
Raja GraIindo Persada, JAKARTA,2008.
O Sadono SuklrnoţMokto íkoooml MoJetoţ8a[a Craflndo Þersadaţ !akarLaţ
2007Ŧ
O Sudono Suklrnoţ leoqbootot 1eotl íkoooml Moktoţ ÞenerblLţlakulLas ul
!akarLaŦ