Nama : Nessia Listiani NRP : 0652302 Kelas: MG F BAB 7 BIAYA OVERHEAD PABRIK PENGGOLONGAN BIAYA OVERHEAD PABRIK Biaya

overhead pabrik dapat digolongkan dengan tiga cara penggolongan yaitu: 1. Penggolongan biaya overhead pabrik menurut sifatnya 2. Penggolongan biaya overhead pabrik menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan 3. Penggolongan biaya overhead pabrik menurut hubungannya dengan departemen Dalam hal ini yang pertama akan dibahas yaitu mengenai penggolongan biaya overhead pabrik menurut sifatnya. Di setiap perusahaan yang menggunakan biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung perusahaan tersebut menggunakan produksinya berdasarkan pesanan. Hal ini dalam biaya overhead pabrik tersebut biaya-biaya produksi dapat dikelompokkan menjadi beberapa golongan yang antara lain adalah: a. Biaya bahan penolong b. Biaya reparasi dan pemeliharaan c. Biaya tenaga kerja tidak langsung d. Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva tetap e. Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu f. Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang yang sama. Hal yang kedua yang perlu dicermati yaitu penggolongan biaya overhead pabrik menurut perilakunya dalam hubungan dengan perubahan volume produksi. Dalam hal ini yang perlu diadakan tinjauan mengenai biaya overhead pabrik yang terbagi menjadi tiga golongan biaya overhead pabrik tetap, biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik semivariabel dengan masing- masing pengertian istilah tersebut adalah sebagai berikut: - Biaya overhead pabrik variabel adalah biaya overhead pabrik yang berubah sebanding denga perubahan volume kegiatan. - Biaya overhead pabrik tetap adalah biaya overhead pabrik yang tidak berubah dalam kisar perubahan volume kegiatan tertentu. - Biaya overhead pabrik semivariabel adalah biaya overhead pabrik yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Hal yang ketiga yang perlu dicermati yaitu penggolongan biaya overhead pabrik menurut hubungannya dengan departemen. Dalam hal ini yang perlu menjadi tinjauan

perubahan tingkat efisiensi produk c. perubahan tingkat kegiatan produksi dari bulan ke bulan b. . menyebar tidak merata selama jangka waktu setahun d. biaya overhead pabrik tertentu sering terjadi secara teratur pada waktu-waktu tertentu Selain yang dijelaskan diatas dengan menggunakan metode harga pokok pesanan. Hal ini akan berakibat pada penyajian harga pokok persediaan dalam neraca dan besar kecilnya laba atau rugi yang disajikan dalam laporan rugi-laba. sehingga mempunyai kemungkinan mempengaruhi keputusankeputusan tertentu yang diambil oleh manajemen.Menyusun anggaran biaya overhead pabrik 2. PENENTUANTARIFBIAYAOVERHEADPABRIK Alasan Pembebanan Biaya Oerhead Pabrik kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan di Muka Mengenai biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada pesanan atau produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka dalam suatu perusahaan mempunyai alasan pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka adalah sebagai berikut: Pada biaya overhead pabrik atas dasar biaya yang sesungguhnya terjadi seringkali mengakibatkan perubahan-perubahan harga pokok per satuan produk yang dihasilkan dari bulan yang satu ke bulan yang lain. kapasitas normal. Menyusun anggaran biaya overhead pabrik Dalam penusunan anggaran biaya ini yang harus diperhatikan yaitu tingkat kegiatan (kapasitas) yang akan dipakai sebagai dasar penafsiran biaya overhead pabrik yang mana terdiri dari tiga macam yaitu kapasitas praktis.Biaya overhead pabrik tidak langsung departemen adalah biaya overhead pabrik yang manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu departemen. Apabila biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dibebankan kepada produk. manajemen memerlukan informasi harga pokok produksi per satuan pada saat pesanan selesai dikerjakan. LANGKAH-LANGKAH PENENTUAN TARIF BIAYA OVERHEAD PABRIK Penentuan tarif biaya overhead pabrik dalaksanakan melalui tiga tahap berikut ini: 1.Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk 3. dan kapasitas sesungguhnya yang diharapkan. . maka harga pokok produksi per satuan mungkin akan berfluktuasi karena: a.dari hubungan dengan departemen-departemen yang ada dalam pabrik yaitu dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu: biaya overhead pabrik langsung departemen dan biaya overhead tidak langsung departemen yang mana istilah tersebut dapat diartikan sebagai berikut: .Biaya overhead pabrik langsung departemen adalah biaya overhead pabrik yang terjadi dalam departemen tertentu dan manfaatnya hanya dinikmati oleh departemen tersebut.Menghitung tarif biaya overhead pabrik Berikut penjelasan dari masing-masing tahap tersebut 1. adanya biaya overhead pabrik yang terjadinya secara sporadik.

Harus diperhatikan jenis biaya overhead pabrik yang dominan jumlahnya dalam departemen produksi b. PENGUMPULANBIAYAOVERHEADPABRIKSESUNGGUHNYA Maksud dari biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dikumpulkan untuk dibandingkan dengan biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka adalah untuk mencari selisih yang terjadi antara biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka dengan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi merupakan biaya overhead pabrik yang lebih atau kurang dibebankan. Harus diperhatikan sifat-sifat biaya overhead pabrik yang dominan tersebut dan eratnya hubungan sifat-sifat tersebut dengan dasar pembebanan yang akan dipakai. maka biaya overhead pabrik sesungguhnya kemudian dipecah menjadi dua kelompok biaya. Ada dua metode yang sering digunakan dalam proses pengumpulan biaya overhead pabrik yaitu: a. 3. b. Pengumpulan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Dalam Metode Full Costing Dalam metode ini biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dicatat dalam rekening kontrol biaya overhead pabrik sesungguhnya. Pengumpulan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Dalam Metode Variabel Costing Dalam metode ini metode pengumpulannya tetap sama dengan yang dipakai pada metode Full Costing hanya saja perbedaannya terletak pada pembebanannya karena dalam metode variabel costing biaya overhead pabrik tetap sesungguhnya dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya. tidak diperhitungkan ke dalam harga pokok produksi.2. yang antara lain biaya overhead pabrik variabel sesungguhnya dan biaya overhead pabrik tetap sesungguhnya. Menghitung tarif biaya overhead pabrik Dalam menghitung anggaran produksi setelah tingkat kapasitas produk tersebut dicapai dan anggaran biaya overhead pabrik telah disusun serta dasar pembebanannya telah dipilih dan diperkirakan maka langkah yang harus ditempuh selanjutnya yaitu menghitung tarif biaya overhead pabrik dengan rumus sebagai berikut Biaya overhead pabrik yang dianggarkan dibagi dengan taksiran dasar pembebanan menghasilkan tarif biaya overhead pabrik setelah itu tarif biaya overhead pabrik harus dipecah menjadi dua macam yang diantaranya tarif biaya overhead pabrik tetap dan tarif biaya overhead pabrik variabel. rekening ini dirinci lebih lanjut dalam kartu biaya untuk jenis biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi. biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan dipindahkan dari rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya ke rekening selisih biaya . PERLAKUAN TERHADAP SELISIH BIAYA OVERHEAD PABRIK Dalam setiap akhir bulan. Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk Faktorfaktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih dasar pembebanan yang dipakai adalah: a.

Manajemen tidak pernah mencoba menentukan penyebab terjadinya selisih biaya overhead pabrik b.overhead pabrik. Saldo rekening-rekening Barang Dalam Proses dan Persediaan Produk Jadi biasanya relatif kecil bila dibandingkan dengan harga pokok penjualan. Metode perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik ini seringkali digunakan tanpa memperhatikan penyebab terjadinya selisih itu sendiri dengan alasan sebagaimana tertera dibawah ini a. BAB 8 DEPARTEMENTALISASI BIAYA OVERHEAD PABRIK . c. Rekening selisih biaya overhead pabrik dicantumkan dalam neraca sebagai beban yang ditangguhkan. Jumlah selisih tersebut relatif kecil bila dibandingkan dengan saldo rekening-rekening yang akan dibebani dengan pembagian selisih tersebut.

Oleh karena itu departementalisasi biaya overhead pabrik memerlukan pembagian perusahaan ke dalam departemen-departemen untuk memudahkan pengumpulan biaya overhead pabrik yang terjadi. Metode aljabar b. tetapi digunakan pula oleh departemen pembantu yang lain. Ada dua macam metode alokasi biaya overhead pabrik departemen pembantu: • Metode alokasi langsung. tarif biaya overhead dihitung untuk setiap departemen produksi dengan dasar pembebanan yang mungkin berbeda dianatara departemen-departemen yang ada. Yang termasuk dalam kelompok metode ini adalah: 1.Departementalisasi biaya overhead pabrik adalah pembagian pabrik ke dalam bagianbagian yang disebut departemen atau pusat biaya yang dibebani dengan biaya overhead pabrik. Metode alokasi kontinyu 2. Dalam alokasi langsung. LANGKAH-LANGKAH PENENTUAN TARIF BIAYA OVERHEAD PABRIK PER DEPARTEMEN Pada dasarnya langka-langkah penentuan tarif biaya overhead pabrik per departemen adalah sama dengan yang sudah diuraiakan sebelumnya. Metode ini digunakan apabila jasa yang dihasilkan departemen pembantu tidak hanya dipakai oleh departemen produksi saja. Alokasi biaya overhead pabrik departemen pembantu ke departemen produksi. Penyusunan anggaran biaya overhead pabrik per departemen 2. . • Metode alokasi bertahap. Metode alokasi bertahap yang tidak memperhitungakn transfer jasa timbal balik antar departemen pembantu. Metode alokasi bertahap yang memperhitungkan transfer jasa timbal balik anatr departemen-departemen pembantu. Departemen-departemen inilah yang merupakan pusat-pusat biaya yang merupakan tempat ditandingkannya baiay dengan prestasi yang dihasilakn oleh departemen tersebut. biaya overhead pabrik departemen pembantu dialokasikan ke tiap-tiap departemen produksi yang menikmatinya. Metode alokasi langsung digunakan apabila jasa yang dihasilkan oleh depatemen pembantu hanya dinikmati oleh departemen produksi saja. tetapi masalah yang timbul dalam tiap langkah adalah berbeda. Pengendalian biaya overhead pabrik dapat lebih mudah dilakukan dengan cara menghubungkan biaya dengan pusat terjadinya. Dalam departementalisasi biaya overhead pabrik. Tidaka ada departemen pembantu yang memakai jasa departemen pembantu yang lain. Departementalisasi biaya overhead pabrik bermanfaat untuk pengendalian biaya dan ketelitian penentuan harga pokok produk. Metode alokasi bertahap dibagi menjadi dua kelompok metode: a. Metode alokasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah metode urutan alokasi yang diatur. Langkah-langkah penentuan tarif biaya overhead pabrik per departemen adalah sebagai berikut: 1.

Perhitungan tarif pembebanan biaya overhead pabrik per departemena PENYUSUNAN DEPARTEMEN ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK PER Penyusunan anggaran biaya overhead pabrik per departemen dibagi menjadi empat tahap utama berikut ini : a. Penaksiran biaya overhead pabrik langsung departemen atas dasar kapasitas yang direncanakan untuk tahun anggaran b. Metode alokasi langsung digunakan apabila jasa yang dihasilkan oleh deparemen pembantu hanya dinikmati oleh departemen produksi saja. .3. Tidak ada departemen pembantu yang memakai jasa departemen pembantu yang lain. Penaksiran biaya overhead pabrik tak langsung departemen c. Penjumlahan biaya overhead pabrik per departemen (baik biaya overhead pabrik langsung maupun tak langsung departemen) untuk mendapatkan anggaran biaya overhead pabrik per departemen (baik departemen produksi maupun departemen pembantu). b) Metode Alokasi Bertahap Metode ini digunakan apabila jasa yang dihasilkan departemen pembantu tidak hanya dipakai oleh departemen produksi saja tetapi digunakan pula oleh departemen pembantu yang lain. Distribusi biaya overhead pabrik tak langsung departemen ke departemendepartemen yang menikmati manfaatnya d. ALOKASI BIAYA OVERHEAD PABRIK DEPARTEMEN PEMBANTU KE DEPARTEMEN PRODUKSI a) Metode Alokasi Langsung Dalam metode alokasi langsung biaya overhead pabrik departemen pembantu dialokasikan ke tiap-tiao departemen produksi yang menikmatinya.