ASUHAN KEPERAWATAN

Senin, 03 Januari 2011
PROSES KEPERAWATAN Pasien gangguan mata

Pengkajian Riwayat kesehatan pendahuluan diambil untuk menentukan masalah primer pasien, seperti kesulitan membaca, pandangan kabur, rasa terbakar pada mata, mataa basah, pandangan ganda, bercak dibelakang mata, atau hilangnya daerah penglihatan soliter ( skotoma, myopia, hiperopia ). Perawat harus menentukan apakah masalahnya hanya mengenai satu atau dua mata dan berapa lama pasien sudah menderita kelainan ini. Juga penting untuk mengeksplorasi keadaan atau status okuler umum pasien. Apakah ia mengenakan kaca mata lensa kontak? Dimana mereka terakhir dikaji? Apakah pasien sedang mendapat asuhan teratur seorang ahli oftalmologi? Kapan pemeriksaan mata terakhir? Apakah tekanan mata diukur? Apakah pasien mengalami kesulitan melihat (focus) pada jarak dekat atau jauh? Apakah ada keluhan dalam membaca atau menonton televise? Bagaimana dengan masalah membedakan warna, atau masalah dengan penglihatan lateral atau perifer? Apakah pasien pernah mengalami cedera mata atau infeksi mata? Bila ya, kapan? Masalah mata apa yang terdapat dalam keluarga pasien? Riwayat mata yang jelas sangat penting. Penyakit apa yang terakhir diderita pasien? Masa kanak-kanak strabismus, ambliopia, cedera? Dewasa-glaukoma, katarak, cedera atau trauma mata, kesalahan refraksi yang dikoreksi atau tidak dikoreksi, dan bagaimana bentuk koreksinya? Adakah diabetes, hipertensi, gangguan tiroid, gangguan menular seksual, alergi, penyakit kardiovaskuler dan kolagen, kondisi neurologic? Penyakit keluarga- adakah riwayat kelainan mata pada family derajat pertama atau kakek nenek? Pemahaman pasien mengenai perawatan dan penatalaksanaan mata harus di gali untuk mengidentifikasi kesalahan konsepsi atau kesalahan informasi yang dapat dikoreksi sejak awal. Diagnosis keperawatan Berdasar pada data pengkajian, diagnose keperawatan utama pasien dapat meliputi :

-

Nyeri yang berhubungan dengan cedera, inflamasi, peningkatan TIO, atau intervensi bedah. Ketakutan dan ansietas yang berhubungan dengan gangguan penglihatan dan kehilangan otonomi.

-

Perubahan sensoris/ persepsi (visual), yang berhubungan dengan trauma okuler, inflamasi, infeksi, tumor, penyakit structural, atau degenerasi sel fotosensitif.

-

Kurang perawatan diri yang berhubungan dengan kerusakan penglihatan. Isolasi sosial yang berhubungan dengan keterbatasan kemampuan untuk berpatisipasi dalam aktifitas pengalih dan aktifitas social sekunder akibat kerusakan penglihatan.

Masalah kolaboratif Komplikasi potensial Berdasarkan data pengkajian, komplikasi potensial yang dapat terjadi pada gangguan oftalmik traumatic, bedah atau trauma meliputi : Infeksi struktur okuler Ablasio retina Hipertensi intrakuler/ glaucoma sekunder Pembentukan katarak sekunder Perforasi bola mata Perencanaan dan implementasi Sasaran utama pasien meliputi peredaran nyeri, mengontrol ansietas, pencegahan deteriorisasi visual yang lebih berat, pemahaman dan penerimaan penanganan, pemenuhan aktifitas perawatan diri, termasuk pemberian obat, pencegahan isolasi social dan tanpa komplikasi. Intervensi keperawatan Meredakan nyeri. Nyeri dapat diakibatkan oleh trauma, seperti goresan kornea atau peningkatan tekanan dalam mata. Balutan mata dapat membantu membatasi gerakan mata dan mengurangi nyeri yang diakibatkannya. Mata yang tak tertutup juga harus diistirahatkan karena mata bergerak secara sinkron. Karena cahaya dapat menyebabkan nyeri pada berbagai kondisi mata, dank arena pengistirahatan mata dapat memfasilitasi penyembuhan setelah pembedahan mata, maka perlu digunakan pencahayaan yang lebih gelap dari yang diperlukan. Jika pasien memerlukan cahaya

untuk melakukan aktifitasnya, maka bisa dipergunakan lampu remang buatan. Pasien diberi intruksi untuk menghindari membaca untuk beberapa waktu setelah pembedahan atau penyakit mata. Analgetik dan antibiotic yang diresapkan juga dapat membantu mengontrol rasa tidak nyaman. Mengurangi gangguan emosi dan stress fisik dapat memberikan relaksasi, yang pada gilirannya akan membantu mengurangi nyeri pasien. Mengurangi katakutan dan ansietas. Berbagai hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan diagnostic dengan pasien dan menerangkan mengenai diagnosis dan rencana penanganan adalah intervensi yang dapat meningkatkan partisipasi pasien dalam perawatan. Pada gilorannya pasien akan merasakan perasaan control dan otonomi, yang dapat membantu mengurangi ketakutan dan ansietas. Mengurangi deprivasi sensoris. Ketika mata dibalut, dapat terjadi distorsi persepsi, seperti “ delirium tameng mata “. Perilaku yang tidak tepat, dan hilangnya indera posisi. Amslah ini sering menjadi berat dan menajdi menakutkan dan menjengkelkan bagi pasien. Salah satu cara untuk membantu mengatasi perasaan tidak mapan ini adalah memberikan reorientasi kepada pasien secara berkala terhadap realitas dan lingkungan dan memberikan jaminan, penejlasan, dan pemahaman.Setiap orang yang memasuki kamar pasien harus berbicara dan

memperkenalkan identitasnya untuk menghidari pasien tersebut. Mengajar pasien tentang prosedur periopratif. Sebelum pembedahan oftalmik harus dilakukan persiapan dengan perawatan yang cermat dan teliti sehingga komplikasi dapat diminalkan, kenyaman tercapai, keterlambatkan diminimalkan kenyamanan tercapai, dan pasien sudah mendapat informasi. Bila pasien akan mendapat anastetik perawata dapat menjelasakan bahwa jenis anastesi biasanya menentukan persiapanya. Misalnya, bila digunakan anastesi umum, maka saluran pencernaan bagian bawah harus dievakuasi pagi sebelum pembedahan dan hanya makanan cair yang boleh di berikan setelah itu. Sebelum mempersiapakan mata untuk pembedahan, perawat menutup rambut pasien dengan kap dan membersihkan wajahnya biasanya serangkaian tetes mata diberikan sebelum pembedahan. Kemudian perawat memantau absorbsi sistemik tetes tersebut, yang dapat mempengaruhi tekanan darah, denyut jantung, dan pentilasi. Antibiotik praofpratif biasanya diresepkan. Selama persiapan, perawat menjelaskan aktifitas dan mendorong pasien mendiskusikan kehawatiranya sehingga mereka pembedahan. merasa siap sebelum

Setelah pembedahan dimana kedua mata dibalut, pasien dibiarkan tetap di tempat tidur dalam posisi telentang dengan bantal kecil dibawah kepala. Bantal juga boleh diletakan di ke dua sisi kepala agar kepala tetap diam, dan kedua pagar tempat tidur dipasang untuk memberi rasa aman dan keamanan. Pasien dilengkapi dengan lonceng atau lampu panggil dan di instruksikan untuk meminta pertolongan bukanya bergerak atau mengejan dalam usaha untuk mandiri. Bila pasien mendapat anastia local selama prosedur pembedahan, pasien biasanya diperbolehkan berjalan beberapa jam setelah pembedahan. Ahli optalmologi harus diberitahu segera bila pasien mengalami nyeri yang berlebihan atau bila balutan terganggu. Meningkatkan aktifitas perawatan diri. pasien didorong untuk melaksanakan perawatan diri sebanyak mungkin unrtuk meningkatkan rasa kemampuan diri. Bantuan perawat diberikan bila diperlukan. Pasien yang tak dapat melihat dibantu ketika makan tetapi bila pasien telah terbiasa dengan makan sendiri, pasien didorong untuk melakukanya defekasi ditingkatkan dengan diet yang seimbang pelunak tinja, atau pencahar, sesuai ketentuan . Pasien tidak boleh membaca, meroko, atau bercukur kecuali diperbolehkan oleh dokter. Pasien harus

diperingatkan untuk tidak menggosok mata atau mengusapnya dengan sapu tangan yang kotor. Setiap pasien yang mendapat obat dilatasi harus mengenakan kacamata hirtam. Botol obat dana intuksinya harus ditulis denagan huruf yang besar dan digunakan pada pencahayaan yang memadai. Pasien harus belajar mencuci tangan dengan teliti sebelum memaki setiap obat. Perawata pada mulanya memberikan supervise pasien ketika meneteskan tetes mata, sedemikian rupa sehingga teknik penetesanya tealah efektif dan mengena pada sasaran. Misalanya pasien mungkin merasa lebih nyaman dengan meletakan dasar tangan yang memegang botol obat tetes mata pada dahi dan menarik klopak mata bawah untuk membentuk kantung – V untuk menampung tetes mata. Lingkungan rumah pasien harus dikaji mengenai keamanan dan pasien atau anggota keluarga didorong untuk menghilangkan setiap adanya bahaya keamanan selain itu, pencahayan disesuaikan dengan kebutuhan pasien sehigga tidak terlalu terang dan tidak terlalu menyilaukan, namun tetap cukup terang untuk pengliatan yang memadai. Mendorong sosialisasi dan keterampilan koping. Ansietas yang biasanya diderita oleh pasien dengan gangguan mata memerlukan kebutuhan yang sama dengan kebutuhan fisik. Ketergantungan pasien pada penglihatan menjadi nyata ketika seseorang kehilangan indra vital

dapat dilakukan dalam upaya memantau maupun mencegah perkembangannya deteriorisasi lebih lanjut.menarik diri juga dapat terjadi. Deteksi perubahan dalam hal kedalaman kamera anterior. membatasi aktivitas. pembedahan dan trauma okuler.nyeri mata. Merupakan masalah yang biasa dalam oftalmologi. nyeri. Katarak sekunder. Pemantauan dan pelaksanaan komplikasi potensial. terinflamasi merupakan keluhan yang paling sering dalam oftalmologi. injeksi konjungtiva. Infeksi. pandangan kabur. Observasi terhadap kemungkinan terjadi infeksi pada mata yang mengalami cedera tembus dan disrupsi kornea sangat penting. Penyebab masalah mata. Pasien harus melapor kepada perawat jika ada tanda ablasio retina seperti adanya benda mengapung atau berkurangnya lapang penglihatan.Kapanpun bola mata terkena trauma. Karena adanya factor peningkatan TIO. kapsul posterior mengalami pengkabutan akibat terbentuknya .kemudian dapat mengambil langkah belajar melakukan koping dan penyesuaian diri. ketakutan.Ansietas. Mata merah. Hygiene dan cermatnya perawat dapat mencegah kontaminasi silang antara pasien sangat penting untuk mencegah infeksi. Dapat terjadi setelah trauma atau penyakit metabolisme. atau memberikan anestesi local sesuai program. Pada lansia denagn riwayat ablasio retina atau pasien penderita diabetes sangat peka terhadap terjadinya ablasio retina. Ablasio retina.baik sementara atau permanen.kemarahan. Disini sesuai dengan penyebabnya perawat melakukan observasi mengenai perubahan tajam penglihatan. pendekatan yang ditumjukan kecemasan masing2 individu berbeda.Sebagai perawat member kesempatan pasien mengekspresikan perasaan. cairan yang keluar. atau organism eksternal.penolakan.Mungkin perlu diberikan antibiotic topical atau sistemik untuk profilasi ataupun terapeutik. Memantau TIO sebelum dan sesudah prosedur pembedahan mata memungkinkan adanya perubahan dalam sirkulasi humor aqueus. Ktarak biasa sering terjadi setelah ECCE. inflamasi. Setelah pembedahan retina perawat menekankan utk menjaga posisi yang benar untuk memfasilitasi perekatan kembali lapisan retina. Hipertensi intrakular. dapat dilakukan penyuluhan ulang dalam aktivitas hidup sehari-hari.pembedahan.memakai kacamata hitam.Merupakan potensial komoplikasi pada berbagai prosedur. Bila jelas terjadi buta permanen. selalu terdapat potensial terjadi infeksi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengistirahatkan mata. Kerena perbedaan kepribadian. dan perubahan pupil yang sangat penting untuk penatalaksanaan pencegahan kerusakan saraf optikus.

Perforasi bola mata. Pasien dipantau adanya yang menunjukan hilangnya integritas kamera anterior. Pendidikan pasien dan pertimbangan perawatan di rumah. karena beban untuk perawatan setelah dipulangkan terletak pada member perawatan atau pasien dirumah. dan waktu untuk pengajaran lebih singkat. makul dan pembuluh darah retina. Mengetahui pemahaman dan keterampilan pemberian perawatan kepada pasien merupakan prioritas sebelum pemulangan.membrane sekunder. Bola mata yang paling di inginkan setelah panotalmitis. Oftalmoskop direk memiliki berapa lensa yang tersusun pada roda. suatu instrument yang dipergunakan dengan cara dipegang yang memproyeksikan cahaya melalui prisma dan membelokan cahaya dengan sudut 90 derajat. . Evaluasi Diagnostik : Oftalmoskopi Bagian mata dalam dinamakan fundus dan melewati retina . Apertur tanpa filter yang kecil sudah cukup dan paling berguna pada oftalmoskop standar. Mengucapkan pemahaman program terapi. Mengalami peredaan nyeri 2. Pasien dipantau penglihatannya penurunan ketajaman penglihatannya dan dipersiapkan untuk kapsulotomi laser bila ada indikasi. diskus optikus. atau ulkus kornea menjadikan pasien beresiko tinggi mengalami perforasi kornea atau bola mata. Mempraktekan aktifitas perawatan diri secara efektif 6. Lensa dapat dipilih dengan memutar roda dengan telunjuk tanpa menghentikan inspeksi.Oftalmoskopi indirek melibatkan penggunaan skop binokuler dengan pencahayaan terang. memungkinkan pemeriksa melihat retina. perawatan tindak lanjut dan kunjungan ke dokter. Menghadapi keterbatasan sensori 4. Prosedur bedah. Berpartisipasi dalam aktifitas diversional dan social. Dapat dilihat melalui oftalmoskop. Evalusi 1. trauma. yang memungkinkan pengintipan fundus okuli yang lebih luas. 7. Perlunya pendidikan pasien keluarga lebih penting dari sebelumnya. Tanpak tenang dan bebas dari ansietas 3. Menerima program penanganan dan menjalankan anjuran secara aman dan tepat 5. Banyak hal yang harus diberikan pada pendidikan.

Kepala oftalmoskop didekatkan dalam sudut yang terbentuk antara alis dan hidung. Lensa yang berlabel angka merah adalah untuk pasien hiperopia (pandangan jauh) . . fundus retina . Humor vitreus dapat berkabut dan mengandung larva. macula dan fovea sentralis melihat warna (merah gelap) dan pantulan sentral. Semua ini dapat mengganggu transmisi impuls visual atau kemampuan untuk melihat retina dengan jelas. melihat ukuran . Lensa yang dipilih untuk pemeriksaan awal adalah yang bertanda nol kecuali pemeriksaan telah mengetahui koreksi tajam penglihatannya sendiri.pemeriksa meletakan kepalanya pada tangan dan memfokuskan melalui oftalmoskop. dan perlengketannya. dan venula dan arteriola yang berjalan melaluinya Nampak jelas. Dengan pasien memandang kejauhan. Pemeriksaan yang mengenakan lensa koreksi bisa tetap menggunakan oftalmoskop dengan tetap memakai lensa dan menggunakan pengesetan lensa dan menggunakan pengesetan lensa oftalmoskop nol. dan humor vitreus . retina akan berpendar merah (atau jingga) melalui lubang pupil yang dilatasi. dengan telunjuk terletak pada roda lensa. Dikenal sebagai refeks merah. pemeriksa mendekati pasien. Retina harus terfokus. melihat warna umum dan pendarahan . Bila pasien mempunyai penglihatan 20/20 dengan lensa nol pemeriksaan dapat melihat retina secara focus . struktur okuler lain.pembuluh darah retina. pembuluh darah .Untuk mencegah konfrontasi hidung. benda asing.cairan.berdiri sekitar 37. (refleks merah dapat Nampak pada beberapa foto ketika lampu kilat kamera memantul pada retina) Kemudian pemeriksa bergerak mendekati pasien . Pasien diminta untuk menahan mata tetap diam dan memfokuskan pada satu benda nyata atau khayal. diskus. Oftalmoskop digenggam dengan erat. karakterikstik retina. meletakan tangan pada dahi pasien . pemeriksa perlu memegang skop dengan erat. Pemeriksaan fundus meliputi evaluasi diskus optikus. dan bercak.5 cm dan sekitar 15 derajat ke sisi pandangan pasien. dan warna pantulan . seperti fragmen lensa dan retina. dan dengan oftalmoskop diposisikan dengan benar dalam ayunan bola mata pemeriksa. mata kanan pasien diperiksa oleh mata kanan pemeriksa dan mata kiri pasien oleh mata kiri pemeriksa. lensa yang berlabel angkan hitam untuk pasien miopa (pandangan dekat). melihat bentuk mangkuk fisiologis dan proporsi ukurannya . Ruang harus digelapkan untuk melebarkan dilatasi pupil. penyilangan. Ketika menjelajahi permukaan retina. menggerakan kepala dan bukan alatnya. distribusi . Ketika cahaya difokuskan pada pupil .area macula.

dan memerlukan latihan. Pemberian pewarna fluoresen dan anestesi topical diperluakn sebelum tonometri aplanasi. yang memberikan semprotan udara kecil ke mata untuk mengukur tekanannya.Pengukuran Tekanan Okuler Tonometri adalah tehnik untuk mengukur tekanan intra okuler (TIO). Salah satu jari menekan dengan lembut kedalam sementara jari satunya lagi merasakan kerasnya tekanan yang ditimbukan melawannya.Bola mata yang lunak merupakan tanda dehidrasi. Hasilnya bervariasi namun cukup baik untuk mengestimasi TIO. Beberapa pemeriksa kemudian membandingkan tegangan yang dirasakan atau dipersepsi pada mata pasien dengan tekanan matanya sendiri. tonometer aplanasi dari Goldman. dan . penyakit yang bertanggung jawab terjadinya kebutaan pada lebih dari seperlima kasus kebutaan di Amerika Serikat. pasien dipersilakan duduk dan menyandarkan dahinya struktur penyokong lampu slit. BIla dilakukan dengan baik . Hidrasi pasien dapat dikaji dengan meraba tegangan intraokuler. maneuver ini dapat member perkiraan kasar. bila memerlukan pengukuran yang akurat. Penentuan umum TIO dapat dilakukan dengan memberikan tekanan ringan jari pada sclera mata yang tertutup. Namun. Selama pemeriksaan lampu slit. Instrumen ini akan memperbesar kornea. perlu dilakukan tonometri. Mengkaji TIO merupakan komponen biasa pada pemeriksaan mata komprehensif dan tekanan harus sering diukur pada pasien yang menderita glaucoma atau yang mempunyai resiko mengalami hipertensi intra okuler. Kedua ujung jari tengah diletakan pada kelopak mata atas yang tertutup. Pemeriksa menghidupkan lampu dan mengarahkan cahaya dengan berbagai bentuk dan warna cahaya ke permukaan depan mata. TIO juga dapat diukur dengan pneumotonometer. sclera. dihubungkan dengan lampu slit untuk megukur TIO. Alat pengukur tekanan lain. kamera anterior. Dianggap sebagai bentuk alat ukur TIO yang paling akurat. Metoda ini terutama berguna bila tidak diinginkan kontak dengan kornea. Tonometri Schiozt memakai instrument metal yang dipegang tangan (tonometer) yang diletakan pada permukaan kornea yang dianestesi. Peningkatan TIO merupakan tanda cardinal pada glaucoma . Pemeriksaan Lampu Slit Lampu slit adalah instrument yang biasa dijumapai dikamar periksa ahli oftalmologi atau di tempat dimana dilakukan evaluasi oftalmik.

memberikan pandangan oblik ke dalam trabekulum dengan lensa khusus. ruangan harus digelapkan dan pasien harus kooperatif. Ultrasonografi Gelombang suara ultra dapat dipergunakan untuk mengukur dimensi dan struktur okuler.mata dibersihkan . Prosedur uni arus dijelaskan dan diberi instruksi dulu. Fraktur blowout orbita dapat menjebak otot atau saaraf ekstraokuler sehingga membatasi gerakan mata yang terkena. Pemindaian ultrasonic dapat digunakan untuk mengukur kedalaman dan bentuk bola mata sebelum pemasangan implant lensa intraokuler sehingga dapat diperoleh refraksi yang tepat. . pasien diperingatkan untuk tidak menggosok mata. Setelah dilakukan pengujian. gelombang suara kemudian memantul dan ditangkap oleh trandesur yang sama. Penggunaan warna dan cat permukaan. Iregularitas biasanya berhubungan dengan terjadinya ulkus. Setelah menghantam jaringan okuler. Sinar –x tengkorak dapat mengidentifikasi abnormalitas cranium. dan diberikan tetes mata yang perlu seperti anestetika topical dan pewarna. Perawat atau teknisi biasanya membantu memberikan tetes mata untuk mendilatasi pupil sebelum pemeriksaan. Prosedur ini tidak menimbulkan nyeri namun memerlukan anestesi local. Ada dua tipe primer ultrason yang digunakan dalam oftalmologi : A-scan dan B-scan. Pada ultrasonografi. MRI (magnetic resonance imaging) dan CT scan (computerized tomografi) dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi pertumbuhan dan anatomi intraokuler dan ekstraokuler. Prosedur Pencitraan Kadang-kadang kita perlu melihat mata terhadap hubungannya dengan tengkorak atau jaringan lunak lainnya. Untuk pemeriksaan . gelombang dengan frekwensi tinggi diemisi dari sebuah tranduser kecil seperti probe diletakkan dimata. pasien harus dipersiapkan dengan membuka semua balutan. maka abnormalitas tengkorak dapat mempengaruhi bola mata dan struktur oftalmik. Karena mata terletak didalam rongga intracranial cranial. seperti 2% larutan fluoresen.Kemudian dikonversi menjadi pola gelombang dan ditampilkan pada osiloskop. dapat dipergunakan untuk mempelajari permukaan eksterior kornea untuk melihat adanya regularitas dan benda asing. Sebelum pemeriksaan lampu slit. Kebanyakan lampu slit dilengkapi dengan tonometer applanasi.

Orang yang mengalami trauma okuler. Angiografi Fluoresen Evaluasi pembuluh darah oftalmik dapat dilakukan dengan angiografi fluresin . Paca operassi pasien sering mengeluh silau atau kelebihan koreksi atau kekurangan koreksi. mengukur mata untuk pemasangan implant lensa intraokuler (IOL.dan hipertensi. atau pembedahan lain. dimana dibuat potongan serial pada kornea untuk membuatnya lebih datar. parut dan kornea ireguler dan yang beresiko buruk untuk menjalani transplantasi kornea dapat dibantu dengan lensa sclera. intraocular lens) dan memantau adanya glaucoma congenital. Bila pasien tidak . dan sumbatan arteri retina sentralis. B-scan-ultrason berguna untuk mendeteksi dan mencari berbagai struktur mata yang kurang jelas akibat adanya perdarahan katarak atau opasitas lain.Bila kondisi pasien memungkinkan . seperti yang berhubungan dengan diabetes. Penting diingat jangan sekali-kali meneteskan pewarna fluoresen sementara mengenakan lensa kontak karena pewarna dapat menodai kontak lensa. Pasien sadar dan semi sadar harus ditanya apakah mereka mengenakan lensa kontak. Lensa harus dilepas sebagai upaya keamanan bila pemakai mengalami ketidakmampuan akibat trauma . membalut mata anterior. Pasien seperti ini masih memerlukan lensa korektif Lensa nonrefraktif terapeutik. Cara ini memungkinkan pemfokuskan cahayanya ke retina yang jauh lebih ke posterior dan dan mengoreki myopia sehingga tidak diperlukan lensa korektif lagi. Bentuk lensa kontak adalah alat mata khusus untuk memberikan obat . dan untuk mengirigasi mata setelah luka bakar kimia. yang kadang mampu memberikan ketajaman pandang yang fungsional bahkan sempurna. atau penyebab lain. sakit. Uji ini membantu menentukan luasnya kelainan pembuluh darah retina.A-scan-ultrason berguna untuk membedakan antara tumor maligna dan benigna . seperti radial keratotomy. pasien dapat melepas sendiri atau dengan bantuan. lensa kontak. Pewarna kontras disuntikan ke vena ferifer dan diambill foto serial fundus. papiledema. keratokonus (penonjolan kornea) . lensa intraokuler. Lensa kontak dirancang untuk dipakai saat tidak tidur atau sadar penuh. Pelepasan lensa kontak. Koreksi Refraksi Kesalahan refraksi dapat dikoreksi dengan kacamata .

Sebaliknya lensa digesenr dengan lembut ke sclera dimana terletak lebih aman sampai kita mendapatkan bantuan yang lebih berpengalaman. Bagian berikut ini memusatkan pada pencegahn dan penatalaksanaan kelainan oftalmik yang sering di jumpai. lakukan identifikasi posisi lensa. sebaiknya menunggu sampai seseorang yang berpengalaman membantu melepaskan lensa kontak jenis ini. Gangguan mata Mata dapat terkena berbagai kondiasi. Bila pasien mengenakan lensa kontak lunak . tidak begitu berbahaya. Meraka juaga mengalami kelembaban dari pembentukan air mata dan drainase normal. Bila lensa kontak tertinggal selama beberapa waktu. Kebanyakan kondisi ini dapat di cegah: antara lain :terdeteksi lebih awal dapat di control.perawat harus mengobservasi adanya lensa kontak dengan membuka kelopak mata secara perlahan dan menyinari mata dari arah samping.  Bila lensa dapat dilihat tapi tak dapat diambil. Prosedur berikut digunakan untuk lensa kontak keras :  setelah cuci tangan bersih perawat meletakan satu ibu jari di kelopak mata atas dan satu ibu jari pada kelopak mata bawah dekat batas tepi masing-masing kelopak  Kelopak mata dibuka  Lensa dapat terlihat menggeser secara mudah dengan gerakan lembut kelopak mata. dan pengliahatan dapat di pertahankan. termasuk tnagn manusia.  Bila lensa tak dapat keluar dengan mudah. kelembaban. Hangat . dan organism oportunistik menjadikan lingkunagan ynag kondusif untuk terjadinya infeksi. Gangguan kelopak mata Kelopak mata sangat rentang terkena infeksi karena selalu terpajam pada benda – benda saing di lingkunagn. Hygiene mata dan kelopak mata umum yang baik biasanya dapat mencegah infeksi. Urutan di mulai dadri luar ke dalam. Blefaritis . jangan sekali-kali menggunakan kekuatan . Kemudian mangkuk penghisap kecil dapat dipergunakan untuk memegang lensa.sadar.beberapa diantarn nya bersipat primer sedang yang lainnya sekunder akibat kelainan pad system organ tubuh lain.

Pendidikan pasien merupakan elemen yang penting untuk keberhasilan rawat jalan ini. dapat mempercepat proses penyembuhan. Pemberian sulfinamid dan antibiotika topical perlu diberikan. Terdapat banyak sisik. Pada palpasi dapat ditemukan nodul kecil tak nyeri ada kelopak mata. Manifestasi klinis : prinsip gejalanya adalah nyeri sub akut. Zeis atau mol. Bintitan selalu terlokalisasi pada batas kelopak. dan mata merah. Gejala yang menyertai meliputi kerontokan bulu mata. dan dilatasi pembuluh darah pada batas kelopak. 3 atau 4 kali perhari. Kalazion (HORDIOLUM INTERNUM) Kalazion adalah inflamasi granlomatus kronik kelenjar meibom ditandai dengan pembengkakan tak nyeri terlokalisasi yang terbentuk dalam beberapa mingu. rasa terbakar. Dapat diberikan kompres hangat pada kedua mata. hangat selama 10-15 menit. Penatalaksanaan: terapi dengan kompres lembab. Kalazion dapat mengalami . Penatalaksaaan: Terapi meliputi pembersihan secara cermat setiap hari batas tepi kelopak menggunakan aplikator berujung kapas. Bila kondisi ni tidak embaik dalam 48 jam perlu dilakukan insisi dan drainase. Manisfetasi klinis : gejala utaa adala iritasi. Infeksi ini biasanya diebabkan oleh stapilokokus aureus. dan pembengkakan daerah terlokalisasi kelopak mata yang dapat pecah. shampoo non iritatip seperti shampoo bayi. Kalazia yang tak terinfeksi tidak memerlukan terai dan akan menghilang secara spontan dalam beberapa bulan. Mengunakan teknik aspetik pasien atau perawat dapat mengangkat krusta dengan waslap dan memberikan antibiotika dan steroid topical. gatal pada batas tepi kelopak. Dapat di sebabkan oleh seborea ( non ulseratif) atau infeksi stafilokokus ( ulsesratif) atau keduanya. kemerahan.Blefaritis adalah inflamasi kronik batas kelopak mata. air dan gosokan lembut. Bintitan (HOERDEOLUM EKSTERNUM) Bintitan adalah infeksi superficial sekitar kelopak mata. reamah ataua granulasi menempel pada bulu mata. terjadi bulu mata putih.

Pemeriksaan yang teliti leh professional asuhan keperawatan sebagai drainase dan selama pemeriksaan fisik yang penting untuk deteksi dan terapi awal. Terapi arus seawall mungkin karena tumor sel basal yang terabaikan dapat enginfasi orbita dan cranium. Karsinoma sel skuamosa Karsinoma sel skuamosa memiliki insidensi sepersepuluh dibandingkan karsinoma sel basal. Klesantelasma . Manifestasiklinis: tumor ini cenderung terlokalisasi ditepi kelopak mata. Pentalaksanaan: terapi karsinoma sel basal meliputi ekssi superficial dan menggunakan proble (kriosurgeri) untuk lesi dikartus medialis. biasanya dipermukaan kelopak mata konjungtiva bagian dalam. Tumor kelopak mata Tumor kelopak mata serupa dengan tumor lain dikulit bias benigna atau maligna.infeksi sekunder (hodeolum interna) dengan nflamasi superatif. Cenderung berkembang kesekitar tepikelopak dekat kartuslateralis. dekat kartus medialis. Ndikasi eksisi bila kalazion tumbuhnya sangat besar sehingga membuat distorsi andangan atau mengganggu penampilan kosmetik. karsinoma sel skuamosa nodule dan meninggi mempunyai permukaan ireguler dengan tepi seperti mutiara. Bagian tengahnya cenderung mengalami ulserasi dan tampak lebih mirip mutiara daripada karsinoma sel basal. Mainfestasi klinis: seperti karsinoma sel basal. Penatalaksanaan: terapi meliputi kompres hangat memijat dan mengeluarkan seksresi cairan atau terapi tetes mata atau injeksi antibiotika dan kortikosteroid. Tampak sebagai ulkus dengan aspek central yang tegas dan tepinya seperti mutiara. Pemajanan terhadap sinar ultraviolet dianggap bertanggung jawab untuk terjadinya karsinoma kelopak mata. Karsinoma sel basal Karsinoma sel basal merupakan neoplasma yang sering dijumpai pada kelopak mata.

Lesinya berwarna kekuningan dan sedikit terangkat. puncta akan tertarik menjauh dari kolam laktrimal. sehingga meningkatkan resiko peajanan mata. spasmus. edema.Klesantelasma adalah timbunan material lemak pada kelopak mata. Cenderung berlokasi sepanjang tepi kelopak dan mempunyai batas jelas. tumor. Dan injeksi sekunder kornea atau konjungtiva. Entropion juga menghampbat penutupan yang kedapa udara. kelanan neurologis seperti paralisis bel dan kiastenia gravis. Abnormalitas posisi kelopak mata Penutupan kelopak mata yang tidak epektif dapat mengakibatkan mata bagian eksternal terpapar kekeringan dan infasi mikroorganisme. tumor. Efek yang biasa tampak pada entropion adalah pengeluaran air mata. Bleparospotik (ptosis) adalah nilai yang digunakan untuk menjelaskan kondisi dimana kelopak mata atas jatuh. atau abnormalitas congenital. Eksoptalmus (proptosis) adalah keadaan dimana mata seolah menonjol keluar dari orbital. Pada kelopak mata entropion ( biasanya kelopak mata bawah) melengkung ke dalam. dan defek neurologis. pembedahan. . Ektropion dapat mengenai ke 2 kelopak atas dan bawah. Entropion dan aktropion dapat di sebabkan oleh cedera terhadap kelopak. sehingga memanjakan konjungtiva dan kornea yang biasanya tersembunyi. atau inflamasi. Bila kelopak mata bawah ynag terlibat . pendarahan . Eksoptalmus unilateral dapat disebabkan oleh tumor. Enturopion dan ektropian adalah posisi patologis lain kelopak mata. tajam. infeksi kelopak kroni. Pada entropion tepi kelopak mata melrngkung ke luarm mencegah mata untuk menutup denga sempurna . Sebenarnya hanya terorong keluar dari soket orbita. Kesantelasma dapat merupakan temuan normal atau dapat pula berhubungan dengan metabolism lemak yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. kelopak tampak melengkung dan membuka. Keadaan ini dapat diakibatkan oleh kerusakan saraf cranial yang menginervasi kelopak mata atau karena trauma. dan terjadi kebanjiran air mata. terletak lebih rndah dari puncak irirs pada permukaan mata. Kelopak mata ynag melekuku ke dalam dan bulu matany akan mengiritasi konea yang rapuh dan sensitive dan mata eksternal. Eksoptalmus menghambat penutupan alamiah kelopak mata karena fisura palpebra meleba. Meskipun Nampak membesar namun sebenarnya ukuran bola mata tetap. Dapat disebabkan oleh retraksi kelopak mata atau karena gangguan mekanis isis okuler akibat pendesakan oleh komponen lain seperti edema. Bila kedua mata terlibat mungkin disebakan oleh kondisi metablis sepeti hpertiroididme. proses penuaan.

Meskipun menjengkelkan. dan menghalangi pemandangan. Terkadang kantungnya sanagat hebat. namun prosedur ini harus dilakukan secara hati-hatikarena dapat terjadi reflek penurunan produksi air mata. dan gangguan neurulogis. Masalah ini dapat di tangani denag mengoreksi abnormalitas yag mendasarinya. Prosedur okulaplastik yang di kenal sebagai blefaroplasti. . nyeri. seperti asap dan kabut dan pelembapan lingkungan. Produksi aiar mata. Gangguan system lakrilmal Masalah utama ynag berhubunagn denagn penyakit sytem lakrimal dalah yang berhubungan denagn produksi air mata dan implamasi system drainase lakrimal. Di lakuakan mengguamak anestesi local. kelopak kehilanga elastisitasnya dan mulai menagntung. cairan infeksius atau inflamasi. Pasient biasanya menaglamai “ mata hitam” sselama beberpa minggu setelahnya.Pendekatan gerontology Dengan bertambahnya usia. kelebiahan air mata sendiri tidak akan mengakibatkan kehilangan penglihatan. paling sering di sebabkan oleh jaringan parut sekunder akibat infeksi konjungtiva kronik. Penatalaksanaan Terapi mata kering meliputi pencerahan terhadap iritan. kemerahan . kesulitan menggrakan kelopak mata. yang ironisnay. mamapu menghasilkan air mata tapi tidak dapat membantu masalah pelumasan. pelumas akan berkurang selam bertambahnya usia dan bias sangat rendah sampai ke titik dimana mata a= tidak lagi memperolek kelembaban untuk perlindunga dan kenyamanan. Mata kering yang di sertai mulut kering dan atritis dinamakan sindroma sjogren. dan lender lengket. gatal. Mata berespon terhadap kekeringan denagn meningkatkan jumlah air mata air. Memasang penyumbat kecil atau menutupnya secara bedah bisa membantu pada beberapa pasien. Kelebihan produksi air mta dapat di sebabkan oleh reflek stimulasi kelenjar lakrimal atau akibat sumbatan pada setiap bagian system drainase lakrimal sebagai akibat edema trauma. Mata kering biasanya di akibatkan oleh berkurangnya produksi iar mata. abnormalaitas kelenjar air mata. Gejala mata kering adalah rasa terbakar. dapat di lakukan untuk memperbaikai pungsi dan penampilan.

atau rasa tercakar atau ada benda asing. Gejalanya meliputi nyeri pada tempat penyeliran lakrimal dan pembengkakan berat pada jembatan hidung bagian atas. Kebanyakan konjungtivitis terjadi bilateral. Hygiene yang teliti sangat diperlukan untuk mencegah infeksi. misalnya akibat sinar ultraviolet) atau berhubungan dengan penyakit sistemik. Manifestasi klinik. listrik. Moncong akan menyemprotkan titik air pada mata dengan interval yang teratur atau dengan menekan tombol. jamur. edema. pengeluaran air mata. Kondisi ini biasanya berespon baik terhadap terapi antibiotika dan kompres hangat. gatal. Puncta menjadi merah dan membengkak. Dakriosistitis Dakrio sistitis akut adalah selulitis supuratif pada kantung lakrimal sekunder akibat obstruksi duktus naso lakrimalis. virus. Alat ini bisa membantu pula untuk pemberian obat pada kondisi mata lainnya. Bila hanya unilateral menunjukan penyebabnya toksik atau kimia. dan pemberian salep pada waktu tidur sangat berguna. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh berbagai hal. Gangguan konjungtiva Konjungtivitis Konjungtivitis adalah inflamasi konjungtiva yang ditandai dengan pembengkakan dan eksudat. suhu. Pad konjungtivitis mata Nampak merah. parasit). Penatalaksanaan. imunologis (alergi ). klamidia. radiasi. . iritatif (bahan kimia. sehingga sering disebut mata merah. yang dapat mengeluarkan cairan dari puncta bila ditekan. Suatu alat terapi baru terdiri atas sepasang kaca mata yang dilengkapi dengan moncong kecil yang ditunjukan pada sudut dalam mata. Bisa bersifat infeksius (bakteri.Mata kering biasanya diberi asuhan dengan memberikan air mata buatan lebih disukai yang mempunyai efek pelembapan lama. rasa terbakar. memerlukan robbing system lakrimal atau dakriosistorinostomi (prosedur pembedahan yang membuat saluran kerongga hidung) untuk menghilangkan penyumbatan. Manifestasi klinis. dan menjadi lebih menonjol. Tanda dan gejala konjungtifitis bisa meliputi hyperemia (kemerahan) cairan. Namun pada keadaan yangkronik.

dan asia. muntahan. untuk mencuci tangan setiap setelah memgang mata yang sakit. Tanpa terapi segara. handuk. Ditularkan melalui kontak langsung. atau kompres hangat. Penyakit ini dapat ditularkan ke bayi baru lahir dan ditangaani secara awal dengan perak nitrak dan antibiotika sistemik. Pandangan menjadi kabur dan timbul rasa tidak\ nyaman. Keadaan ini dapat memajankan memajankan konjungtiva dan kornea dan membantu penutupan kelopak mata secara efektif. irigari mata. Perawat dapat memberikan instruksi pada pasien untuk tidak mengosok mata yang sakit dan menyentuh mata yang sehat.Tanda dan gejala gonorrhea yang dapat mengancam penglihatan. Peñatalaksanaan. Konjungtivitis biasanya hilang sendiri. tapi bergantung pada penyebabnya terapi dapat meliputi antibiotika sistemik atau topical. dan sapu tangan baru yang terpisah. dan menggunakan kain lap. manifestasi klinik. Gangguan ini mengenai konjungtiva palfebra bagian atas. Asuhan khusus harus dilakukan oleh personil asuhan kesehatan untuk menghindari penyebaran konjungtivitis antara pasien. dan mungkin vector serangga. Gejala utama adalah iritasi dan gatal ringan. Trakoma Trakoma. keadaan ini adak menyebabkan trauma kornea dan ulserasi. Bila konjungtivitis disebabkan oleh mikro organism. Biasanya terjadi bilateral. Maka. timur tengah. Penatalaksanana trakoma sangat menular dan disebarkan melalui kontak langsung maupun benda yang kontak dengan mata. akan muncul folikel pada konjungtiva. Jarang terjadi diamerika serikat kecuali pada penduduk asli amerika di barat laut semakin berkurang prevalensinya. pasien harus diajari bagaimana cara menghindari kontaminasi mata yang sehat atau mata orang lain. jaringan parut pada kelopak mata yang berakibat entropion dan trikiasis atau infers bulu mata. seperti handuk dn lap. yang memerlukan tindakan segera. trakoma akan menyerang kornea mengakibatkan parut dan sering kebutaan. suatu konjungtivitis klamidia adalah penyakit infeksius yang mengenai lebih dari 500 juta manusia diseluruh dunia merupakan penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah dan terutama mengenai penduduk di afrika. pembersihan kelopak mata. Trakoma dapat dicegah dengan sanitasi dan pendidikan yang baik. Pada beberapa pasien. bahan anti inflamasi. Pendidikan masyarakat sangat penting dalam mencegah . Konsekuensi trakoma meliputi. kebersihan diri merupakan factor kunci pencegahan. meliputi cairan puluren yang berlimpah dan pembengkakan kelopak mata. Setelah proses inflamasi akut.

dan nyeri. Penyebabanya belum diketahui. Bila tidak ditangani. Pada 30-50% pasien. Radiasi beta paska operasi menurunkan angka kekambuahan namun bukannya tanpa komplikasi. akan berlangsung sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Perdarahan konjumgtiva disebabkan oleh rupturnya pembuluh darah. Pemberian 1 : 1000 larutan efinefrin akan membuat kontriksi pembuluh darah pada konjungtiva. Mengisolasi penderita yang diketahui dan pemberiana antibiotika awal dapat mengontrol penyakit ini. tak berespon terhadap efinefrin dan merah gelap. Organisasi kesehatan dunia melaporkan kemajuan yang pesat mengenai pemberantasan penyakit yang dapat diobati ini. Hyperemia konjungtiva terjadi selama dilatasi pembuluh darah akibat iritasi eksternal. Mitomisin – C adalah bahan anti neuplastik yang mempunyai efeks samping seperti implamasi. Tetes mata mitomisin. fotofobia.penyebaran trakoma. Pengangkatan secara bedah dan transplantasi kornra ketebalan parsial diperlukan bila pterigium menarik sumbu pandangan dan mengganggu kenyamanan. namun diperkirakan merupakan phenomena iritasi dan degenerasi yang diakibatkan oleh sinar ultraviolet karena lebih sering terjadi pada orang yang menghabiskan banyak waktunya diluar nrumah. Biasanya bermula dari sisis nasal. Dapat disebabkan oleh pengejanan . Terapi medis meliputi pemberian 3-4 minggu tetrasiklin atau sulfonamide. pemberian obat dan infeksi okuler. khususnya didaerah tropis. yang menipis ke vornik tak dapat digerakan. pengeluaran air mata. Perdarahan sclera cebderung terbatas pada limbus korneoskleral. pterigia kambuh lagi setelah pembedahan. dilaporkan efek pencegah kekambuhan. Pterigium Pterigium nadalah pertumbuhan berlebih jaringan ikat fibrivaskuler segitiga pada konjungtiva bulbar intrapalpebra dengan ekstensi ke kornea. Perdarahan konjungtiva Injeksi konjungtiva merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan pelebaran prmbuluh darah superficial difornik yang menipis kearah limbus korneoskleral. Penentuan keterlibaytan konjungtiva dapat dilakukan dengan melakukan inspeksi gerakan pembuluh darah dalam konjungtiva yang dapat bergerak. suatu bahan anti metabolit. Perdarahan konjungtiva biasanya benigna dan dapat disebabkan oleh segala sesuatu yang dapat menyebabkan perdarahan pada tubuh.

dan perubahan arsitektur kornea dapat berakibat kehilangan penglihatan ringan sampai berat. dan tidak memerlukan terapi. yang biasanya menetap sampai penyembuhan sempurna. direabsorbsi dalam 2 minggu. Trauma. Gangguan kornea Karena fungsi refraksinya. Iregularitas bentuk kornea dan variasi ketebalan dapat mengganggu penglihatan. maka kebanyakan lesi kornea menyebabkan nyeri. potofobia. Permukaan kornea konveks. Ketebalan kornea dapat diukur untuk menentukan derajat edema atau ketebalannya. Tanda ini juga cenderung hilang sendiri. infeksi. pasien bisanya mengeluh pandangan kabur. Beberapa edema epitel dapat diterapi secara efektiv dengan bahan hiperosmotik topical untuk “menarik” kelebihan cairan dari epitel. Nyeri bisa sangat hebat. Penngkatan ketebalan mungkin menunjukan kegagalan sel endotel. Karena banyak terdapat serebut saraf tanpa myelin pada kornea. tetapi dapat mempengaruhi penyembuhan dan kontra indikasi untuk penggunaan jan gka panjang. Bila salah satu fungsi tadi hilang (seperti pada hipoksia epitel pada pemakaian lensa kontak. Edema kornea merupakan tanda yang biasa terjadi pada kelainan kornea.dada bagian atas seperti batuk dan muntah yang kuat. tumor. Namapak sebagai kornea yang berkabut. dan melumpuhkan penderita. Parut. tanpak tidak sebanding dengan besarnya kerusakan. . Kelainan kornea dapat berpengaruh besar bahkan mengancam penglihatan. kornea berperan sanhat vital pada ketajaman penglihatan. Gerakan kelopak diatas kornea akan menambah rasa nyeri. dan pengeluaran air mata. kornea akan menjadi edematous. Dapat juga terjadi spontan meskipun pasien mungkin merasa ketakutan tentang tanda kemerahan tersebut. dan kelainan tang diturunkan maupun didapat pada kornea dapat mengganggu fungsinya. Epitel membentuk benteng pertahanan dari cairan eksternal. Karena lesi kornea mempengaruhi kemampuan kornea untuk mentranmisi dan merefraksi cahaya. Integritas endotel dan epitel sangat vital bagi fungsi kornea dan kejernihaannya. opasifikasi. perdarahan konjungtiva tidak menimbulkan gejala. anomaly congenital. sementara endotel mengeluarkan cairan dari stroma. atau peningkatan TIO yang melebihi 50mmHg). Meskinpun anestetika topical dapat mengurangi ketidaknyamanan ini. dan permukaan optiknya yang halus berperan penting dalam tajam penglihatan.

ekstrusi iris. Keratitis microbial (infeksi korneaa) dapat disbabkan berbagai organism bakteri. Pada penyakit yang lbih berat. Abrasi kornea kambuhan. atau malposisi kelopak mata atau bulu mata. Berbagai organism menghasilkan berbagai gambaran yang khas dapat membantu diagnosis. Kebanyakan infeksi kornea terjadi akibat trauma atau gangguan meknisme pertahanan sitmis ataupun local. yang diakibatkan oleh kebiasaan menggosok mata. Selain itu pemberian kortikosteroid dapat mengganggu reaksi imun dan pemakaiannya dalam jangka lama menyebabkan organism oportunistik menginvasi kornea. Dapat disebabkan oleh trauma. Abrasi kornea dan benda asing akan didiskusikan lebih dalam dalam bagian trauma okuler. Ulkus tersebut dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan lampu slit setelah pemberian tetes mata luorsen untuk memperlihatkan geografi dn ukuran ulkus dibawah pencahayaan khusus. ulserasi epitel. dipakai untuk mlindungi kornea dan iritasi yang dsebabkan oleh gerakan kelopak mata).. Abrasi yang sangat kecilsekalipun bisa menjadi pintu masuk bacteria. terasa ada benda asing di mata. Ulkus kornea dapat terjadi dari infeksi kornea. kesulitan menutup kelopak mata. Manifestasi klinis. Inlamasi bola mata yang jela. benda asing. lebih rentan lagi terhadap kekeringan dan iritasi. Uji biakan dansnsitivitas . Infeksi dapat menyebabkan ulserasi pada permukaan kornea dan tentu saja akan menyebabkan rusaknya struktur bola mata dan kepatenan kamera anterior. cairan mukopurulen dngan kelopak mata saling melekat saat bangun. akibat klainan neurologis atau penurunan ksadaran. dapat terjadi perforasi kornea. defek lapisan air mata. dan hipopion (terkumpulnya nanah dalam kamrea anterior)menunjukan infeksi kornea. virus. Spatula kecil digunakan untuk mengerok sel epitel dari kornea untuk pemeriksaan dan analisis mikroba. Abrasi Kornea Abrasi kornea adalah dfek pada lpisan epitel. jamur atau parasit.  Keratitis Mikrobial Kornea sangat rentan terhadap infeksi dan cedera karena letaknya yang di depan dan derajat pajanannya. dapat ditangani dengan larutan plumas buatan pada saat tidur atau lensa kontak jnis pembalut (lensa kontak yang dapat dibeli bebas. dan endoftalmiti. Pewarna fluoseren akan melekat pada area epitel kornea yang terkelupas. lens KONTAK YANG DIPAKAI DALAM JANGKA WAKTU LAMA. Orang yang tak dapat mengedipkan mata dengan baik.

Pasien dengan infeksi kornea berat biasanya dirawat untuk pemberian berseri (kadang sampai tiap 30 menit sekali) tets antimiikroba dan pemeriksaan berkala oleh ahli optamologi. sangat penting untuk keberhasilan penerimaan kornea donor. Tameng mata (patch)dan lnsa kontak lunak tipe-balutan harus dilepas sampai infeksi telah terkontrol. Asuhan keperawatan pasien setelah transplatansi melibatkan pemeriksan tindak lanjut yang baik. dan perlu diberikan kompres dingin. Neovaskularisasi bersamaan dengan parut. Pemajan kornea dapat diakibatkan oleh keadaan seperti eksoftalmos. Pasien dipantaunya adanya tanda peningkatan TIO.  Keratitis pemajan Keratitis pemajan dapat terjadi bila kornea tidak dilembabkan secara memadai dan dilindungi oleh kelopak mata. higine oftalmik. atau paralis Bell.diperlukan untuk mendiagnosa diagnosisi untuk menegakan diagnosis dan untuk mengidentifikasi pathogen penyebab. dan pencegahan komplikasi pasca operasi. Infeksi kornea kronuk dapat juga meningkatkan pertmbuhan pembuluh darah baru (dikenal sebagai neovaskularisasi) pada kornea. Keprawatan yang melibatkan mata. Transplatansi korne adalah penanganan bedah untuk parut pada kornea. paresis SO VII (saraf fasialis). Pendidikan pasien. Ulkus kornea yang menginvasi sampai ke membran Bowman mengakibatkan jaringan parut. baii akibat trauma maupun infeksi. . membuat kornea opak tak teratur dan mengganggu ketajaman penglihatan. Parut ini opak dan mengganggu perjalanan cahaya. Penatalaksanaan. Sikloplegik dan midiatrik mungkin prlu diresepkan untuk mengrangi nyeri dn inflamasi. Mungkin diperlukan aseaminofoen untuk mengontrol nyeri. Sarung btangan harus dikenakan pada setiap intervensi. tapi dapat pula teraddi pada pasien koma atau yang dianestesi. pemberian tets mata. Cuci tangan secara sksama adalah wajib. dalam rangka pemahaman dan kepatuhan yang teliti terhadap instruksi dokter. Kekeringan kornea dapat terjadi dan kemudian dapat diikuti ulserasi dan infeksi seekunder.. karena justru dapat memperkuat pertumbuhn mikroba. Namun kemudian diperlukan untuk mempercpat penyembuhan defek epitel. Kelopak mata harus dijaga kebersihannya.

Perisai ini bentuknya menyerupai lensa kontak. infiltrate kornea. Perisai kolagen dapat direhidrasi dulu dengan larutan antibiotika untuk memberikan kadar antibiotika tinggi lepas lambat selama periode waktu cukup lama. Akan terlarut dalam 24 ampai 72 jam. iturunkan deengn deposisi bahan abnormal. dan deposit lensa kontak. dan memberikan rasa nyaman. edema kornea. usia pasien. mata kering dan luka bakar kimia. Pasien harus bisa dipercaya dan mampu untuk mematuhi jadwal pemeriksaan tindak lanjut. Efeknya terhadap penglihatan bergantungg pada jenis diistrofi. Penyebabnya tidak dikethui. untuk mempertahankan permukaan kornea. Begitu dipasang. keratitis infksiosa (setelah infeksi telah dapat dikontrol). tergantung jenisnya.  Distrofi kornea Ditrofi kornea adalah kelainan bilateral. Untuk yang lain. Lensa kontak lunak tipe-balutan dipasang sesuai ukuran. akan menyesuaikan dengan bentuk korneadan menyerap air dan air mata. komplikasi setelah pembedahan kornea. Disitrofi Futchs. rosi epitel mntap. Kontraindikasi adalah infeksi aktif. Perisai ini memberikan pelumasan dan perlindungan pada kornea tanpa komplikasi seperti yang terjadi pada lensa kontak. neovaskularisasi kornea. hipopion (nanah dalam karma anterior). Distrofi Fuchs mengenai endotel kornea dan menganggu mekanisme pemompaan. Pemakaiannya diiindasikan pada distrofi korna. dan praktik hygiene yang buruk. sedang dalam debrimen. Kemungkinan kompliksai pada pemakaian lensa kontak lunak tipe balutan meliputi infksi. Kelainan ini akan nampaj jelas pada decade ketig dan keempat dan bersifat progrsif lambat. imunosupresi. Mata dianestesi sebelum pmasangan. mempercepat penyembuhan defek epitel. Dapat pula diberikn obat topical berkali-kali. dapat dipasang lensa kontak lunak tipe-balutan. namun dibuat dari kolagen sclera babi yang telah didehidrasi dan disterilkan.Penatalksanaan. Wanita lebih sering terkena disbanding pria. Dkomposisi endotel mngakibatkan edema . Perisai kolagen bisa dipergunakan untuk prlindunga kornea jangka pendek. Memplester kelopak mata atau membalut dngan ringan mata yang telah diberi pelumas pada yang mengalami penurunan perlindungan sensori terhadap kornea. Perisai kolagen dugunakan untuk melindungi kornea setelah cedera dan untuk memberikan obat setelah ekstraksi katarak dan keratoplasti penetrans dan untuk memungkinkan terapi infksi berat. dan kemungkinan komplikasi seperti erosii berulang.

Transplatansi kornea pada penyekit ini mempunyai angka keberhasilan 95%. sehingga bentuk korna menjadi kerucut. Ketika penyakit berkembang.. bila seluruh jaringan yang berpenyakit terlah terangkat. Biasanya bilateral. Pandangan kaburdan distrosi merupakan gejala awal.  Penatalksanaan : Transplatansi kornea Keratoplasti penetrans. miopa berat dan astigmatisma ireguler tak dapat dikoreksi dengan kacamata.korne. kornea donor harus diambil dari donor dalam 8 sampai 10jam setelah kematian (untuk mencegah perlunakan kornea). atau trnsplantansi korne. Pasien yang memerlukan transplantansi kornea didaftarkan pada daftar tunggu bank mata. Pasien dinasehati untuk tik menggosok mata kerana gosokan yang keras dapat memperbrat proses penyakitnya. Trepines (pisau sirkuler)digunakan untuk mengiris baik kornea resipien yang rusak maupun donor berbentuk seperti “pemotong roti”. Bila ada kornea yang cocok segera dijadwalkan operasi. Untuk hasil yang terbaik . Kelainan ini dapt berhasil diterapi pada tahp awal dengan trasplatasi kornea.  Kertokonus Keratokonus adalah penipisan progresif kornea. biasanya masih cukup waktu bagi pasien utnuk mendapatkan intruki praoprasi dan untuk mmahami jalannya prosedur pembedahan. Dalam pemdehan ini secara fisik pasien harus bebas dari infeksi saluran nafas atau infeksi mata agar pnyembuhan pascaoprasi dapat optimal. adalah pembedahan mikro. Pasien harus mengenakan lensa kontak torik lunak atau keras (ensa khusus untuk mengoreksi astigmatisma)batau menjalani transplatansi korna. Karena keratoplasti merupkn pembedahan efektif. opasifikasi. Lingkaran kornea baru mngagntikan kornea asli dan diletakan ke mata rsipen deengan benang yang sangat tipis. parut. pnggantian kornea ketebalan penuh dngab jaringan donor manusia. Prosedur ini dapat dikombinasikan dngn ekstrasi kataraknya atau pemasangan lensa intraokuler (IOL). Biasanya menjadi nyata saat puberts dan mengenai wanita lebih sering disbanding pria. .  Intervensi keperawatan praoperasi. noninflamasi. gangguan penglihatan.

Kemungkian sebab kematian 3.batuk. Tidak menderita sepsis atau penyakit infeksi menular. Salep atau tetes mata antibiotic atau perisai . Penyembuhan terjadi lambat karena kornea avaskuler yang dapat emningkatkan infeksi jadi teknik sterilits teliti harus di lakukan ketika mengganti balutan untuk melindungi epitel kornmea yang sangat pekak terhadapa infeksi. HIV . direndam dalm karutan pengawet. untuk menentukan dan mencegah aktitas yang dapat menaikan TIO selain tekanan mat yang sakit 2. Diketahui saat kematiannya (mata harus sudah diperoleh dalam 6 jam seteklah kematian) 2. atau malformasi kamera anterior. Pendiikan pasien dan pertimbangan oerawatan dirumah. seperti hepatitis B. Untuk mencegah peningkatan tekanan dalam mata. Criteria digunakan untuk menyeleksi donor trnsplantansi kornea 1. melakukan upaya yang dapat mencegah infeksi pada mata. perwat harus mengetahui aktifitas yang dapat menyebebkan peningktan tekanan (bersin. Tujuan keperawatan pascaoprasi ini adalah 1. Peningkatan TIO akan menrunkan asupan darah dan dapat menyebebkan atrofi saraf optic dan kerusakan graft.mengejan saat defekasi. mengangkat benda berat) keluarnya humor aquesus melalui garissan jahitan dapat menyebabakan prolaps iris. Bila TIO meningkat control farmakologs dapat di capai dengan obat seperti ASETA SOLAMIT yang dapat menghambat produki humor aquesus.kolagen yang di basahi larutan antibiotic dapat di gunakan sebagai profilaksi  Donor mata Pendonor mata dapat dilakukan hampir segala usia. dan lebih banyak lagi seandainya tersedia jaringan donor. adesi iris ke kornea. Bdah transplantansi kornea telah mengembalikan pada banyak orang. Pembedahan ini dilakukan harus esuai dengan keputusan oleh saudara terdekat. Biasanya dikeseluruhan bola mata dienukliasi. dan dijaga dalam lingkungan yang terkontrol dan sejuk. Interpensi keperawatan pasca operasi. Pngambilan bola mata dapat dilakukan oleh orang terlatih pada tempat tidur. mengistirahatkan mata ssehingga proses penyembyhan berjalan denganm baik 3.

pemajanan radiasi. Pengguaan salep mata merupakan kontraindikasi. Proses ini mematahkan serabbut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. Dapat juga berhubungan dengan ttrauma mata tajam maupun tumpul. pngguanaan kortikosteroid jangka panjang. Setiap mata yang tidak layak untuk tranplanntasi akan di gunaakan salah satu penelitian mata. Disekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan posterior nucleus. Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi. berbentuk seperti kancing baju. Biasanya terjadi akibat proses penuaan tapi dapat timbul pada saat kelahirn (katarak konginetal0.  Patofisiologi Lensa yang normal adalah struktur posterior iris yang jernih. Perubahan kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi. dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsul anterior dan posteror. Larutan salin di berikan tiap 2-4 jam dan kelopak di tutup dengan plester dan di tutup perban lembab. penting untuk memperhatikan perwatan mata. Lensa mengandung tiga komponen anatomis. transparan. Opasitas pada kapsulposterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna Nampak seperi Kristal salju pada jendela. Pada zona sentral terdapat nucleus.  Gangguan Lensa Katarak Katarak adalah opasitas lensa kristalina yng normalnya jernih. Salah satu teoriu menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai influx air ke dalam lensa. sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina.4. Perubahan pada serabut halus multiple (zunula) yang memanjang dari badan silier ke sekitar daerah di luar lensa. Perwatan mata tersebut meliputi perlindunagn permukaan mata dan menjaganya tetap lembab. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai . pemajanan yang lama sinar matahari (sinar ultraviolet) atau kelainan mata lain seperti uveitis anterior. diperifer ada korteks. seperti diabetes mellitus atau hipoparatiroidisme. Usia di atas 26 minggu setelah gestasi tidak ada batas atas karena donor tua mungkin sudah kehilangan sebagian endotelnya maka korneea dari orang nuda lebih di sukai Bila pasien telah di nyatakan mengalami kematian otak dan krneanya akan di donorkan. penyakit sitemis. nucleus mengalami perubahan warna menjadi coklat kekuningan. misalnya dapat menyababkian 0penglihatan mengalami distorsi. mempunyai kkuatan refraksi yang bsar. Dengan Bertambahnya usia.

keratometri. khususnya bila dipertimbangkan akan dilakukan pembadahan. Katarak biasanya terjadi bilateral. . diabetes. lensa koreksi yang lebih kuat tidak akan mampu memperbaiki penglihatan. maka A-scan ultrasound (echography) dan hitung sel endotel sangat berguna sebagai alat diagnostic. Dengan hitung sel endotel 2000 sel/mm3. Temuan obvjektif biasanya meliputi pengembunan seperti mutiara keabuan pada pupil sehingga retina tidak tampak dengan oftalmoskop. Pupil yang no9rmalnya hitam. Manifestasi Klinis Katarak didiagnosis terutama dalam gejala subjektif biasanya pasien melaporkan penurunan ketajaman penglihatan dan silau dan gangguan fungsional sampai derajat tertentu yang diakibatkan karena kehilangan penglihatan tersebut. atau putih. alkohol. dan ketika katarak sudah sangat memburuk. Kebanyakan katarak b erkembang secara kronik dan “matang”. pasien ini merupakan kandidat yang baik untuk dilakukan fakoemulsifikasi dan implantasi IOL. namun mempunyai kecepatan yang berbeda. Ketika orang memnasuki dekade ke tujuh. seperti diabetes. abu-abu. Dapat disebabkan oleh kejadian trauma maupun sistemis. Ketika lensa sudah terjadi opak. Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien yang mensderita katarak.peran melindungi lensa dari degenerasi. karena bila tidak terdiagnosa dapat menyebabkan ambliopia dan kehilangan penglihatan permanen. Evaluasi Diagnostik Selain uji mata yang biasa. merokok. dan pemeriksaan lampu slit dan oftalmoskopis. dan asupan vitamin anti oksidan yang kurang dalam jangka waktu lama. Faktor yang paling sering yang berperan dalam terjadinya katarak meliputi radiasi sinar ultraviolet B. obat-obatan. Hasilnya adalah pandangan kabur atau redup. akan tampak kekuningan. Katarak biasanya terjadi bertahap selama bertahun-tahun. Orang yang menderita katarak selalu menghindraari silau yang menjengkelkan yang disebabkan oleh cahaya yang salah arah. Katarak dapat bersifat congenital dan harus di identifikasi awal. menyilaukan Yang menjengkelkan dengan distorsi bayangan dan susah melihat dimalam hari. cahaya akan dipendarkan dan bukannya ditransmisikan dengan tajam menjadi bayangan terfokus pada retina.

bila visualisasai segmen posterior sangat perlu untukmengevaluasi pwerkembangan berbagai penyakit retina atau saraf optikus.Penatalaksanaan Tidak ada terapi obat untuk katarak. Dukungan finansial dan psikososial dan konsekuensi pembedahan harus dievaluasi karena sangat penting untuk penatalaksanaan pasien paska operasi. . Keberhasilan pengambilan penglihatan yang bermanfaat dapat dicapai 95% pasien. 2. Pembedahan katarak adalah pembedahan yang paling sering dilakukak pada orang berusia lebih dari 65. rekreasi. 1992). meskipun pasien perlu dirawat bila ada indikasi medis. Kebanyakan operasi dilakukan dengan anestesia lokal (retrobulbar atau peribulbar) yang dapat mengimobilisasi mata. maka biasanya penanganan dilakukan hanya konservatif. aktivitas. namun masih terus dilakukan penelitian mengenai kemajuan prosedur laser baru yang dapat digunakan untuk mencairkan lensa sebelum dilakukan pengisapan keluar melalui kanula (pokalo. Anestesi umum diperlukan bagi yang tidak bisa menerima anestesi lokal yang tidak mampu bekerjasama denganalasan fisik atau psikologi. Ada 2 macam teknik pembedahan tersedia untuk pengangkatan katarak: 1. dan tidak dapat diambil dengan pembedahan laser. dan kemampuan bekerja. ambulasi. Bila penglihatan dapat dikoreksi dengan dilator pupil dan refraksi kuat sampai ke titik dimana pasien melakukan aktivitas hidup sehari-hari. menyetir mobil. Obat penghilang cemas dapat diberikan untuk mengatasi perasaan klaustrofobia sehubungan dengan draping bedah. sangat penting untuk menentukan terapi mana yang paling cocok bagi masing-masing penderita katarak. Pembedahan diindikasikan bagi mereka yang memerlukan penglihatan akut untuk bekerja ataupun untuk keamanan. seperti pada diabetes dan glaucoma. Masa kini. Biasanya diindikasikan bila koreksi tajam penglihatan yang terbaik yang dapat dicapai adalah 20/50 atau lebih buruk lagi. Ekstrasi intrakapsuler Ekstrasi ekstrakapsuler. katarak paling sering diangkat dengan anesthesia lokal berdasar pasien rawat jalan. Penting dikaji efek katarak terhadap kehidupan sehari-hari dengan mengkaji derajat gangguan fungsi sehari-hari seperti berdandan. Pengambilan keputussan untuk menjalani pembedahan sangan individual sifatnya. bila ketajaman pandang memepengaruhi keamanan atau kualitas hidup.

IOL adalah lensa permanen . Implant lensa intraokuler (IOL) memberikan alternative bagi lensa apakia untuk mengoreksi penglihatan pasca operasi dipilih menjadi pilihan koreksi optikal karena semakin halusnya teknik bedah mikro dan kemajuan rancang bangun iol. Mikroskop digunakan untuk melihat struktur Fakoemulsifikasi merupakan temuan terbaru pada kstraksi extrakapsuler cara ini memungkinkan pengambilan lensa mlaui insisi yang lebih kecil dengan mengguanakan alat ultrason frekuensi tinggi untuk memecah nucleus dan kortek lensa menjadi partikel yang kecil yang kemudian di aspirasi mealui alat yang sama yang juga memberikan irigasi kontinus. ekstrakapsular cataract exstraction) merupakan teknik yang lebih disukai sekarang ini dan mencapai sampai 98% pembedahan katarak. seperti retinopati diabetika. Kacamata apakia . Bedah beku berdasar pada suhu pembekuan untuk mengangkat suatu lesi atau abnormalitas. Ketika cryoprobe diletakan secara langsung pada kapsula lentis. lensa diangkat dengan cryoprobe. mampu memberikan pandangan sentral yang baik. Lensa kontak. Namun pembesaran 25%-30% menyebabkan penurunan dan distorsi pandangan perifer yang menyebabkan kesulitan dalam memahami relasi special membuat benda2 nampak jauh lebih dekat dari yang sebenarnya selain itu kacamata ini bsa menyebabkan aberesi sferis mengubah garis lurus menjadi lengkung.Indikasi intervensi bedah adalah hilangnya penglihatan yang memepengaruhi aktifitas normal pasien atau katarak yang menyebabkan glaucoma atau mempengaruhi diagnosis dan terapi ganggauan okuler lain. Ekstrasi Katarak Intrakapsuler Ekstrasi Katarak Intrakapsuler (ICCE. kapsul akan melekat pada probe. yang diletakan secara langsung pada kapsula lentis. Ekstrasi Katarak Ekstrakapsuler Ekstrasi Katarak Ekstrakapsuler (ECCE. jauh lebih baik dari pada kacamata apakia tidak terjadi aderasi fresis tak ada penurunan lapang pandang dan tak ada kesalahan orientasi special. intrakapsular cataract exstraction) adalah pengangkatan seluruh lensa sebagai satu kesatuan. Instrument bedah beku bekerja dengan prinsip bahwa logam dingin akan melekat pada benda yang lembab. Lensa kemudian diangkat secara lembut. Setelah zonula dipisahkan.

 OFTALMIA SIMPATIS . bahan kimia. bacteria. Pasien mengeluh penurunan atau distorsi penglihatan. yang dapat menyebabkan glaucoma dengan menghambat aliran keluar aqueous. Uveitis Intermediat (pars planis. Kortikosteroid sistemik diindikasikan untuk mengurangi peradangan bersama dengan terapi terhadap keadaan sistemik yang mendasarinya. pandangan kabur. Juga ada kelainan kongenital traktur uvea. herpes simplek atau zoster. tuberculosis. dan khoroid. yang terdiri dari iris. tidak mempunyai iris sama sekali (aniridia) atau sebagian (koloboma). Manifestasi Klinis dan Penatalaksanaan. Obat tetes mata dilator harus diberikan segera untu mencegah pembentukan jaringan parut dan adesi ke lensa (sinekia). bisa menderita karena penyakit sistemik maupun infeksi. seperti AIDS. Karena uvea mengandung banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi mata dank arena membatasi bagian mata yang lain.plastic yang secra bedah diinflantsi ke dalm maata mampu mnghasilkaan byangan dengan bentuk dan ukuran . Uveitis anterior kronis (iritis) merupakan jenis yang paling sering. dan perbedaan warna merupakan beberapa contoh. GANGGUAN TRAKTUS UVEA Traktus uvea. Mungkin ada kemerahan dan nyeri. yang akan tanpa sebagai pembuluh darah yang berkelok-kelok (rubeosis irides). tidak ada sebagian lapisan khoroid. potobiak. jamur. virus. dan mata merah. Uveitis Posterior (peradangan yang mengenai khoroid atau retina) biasanya berhubungan dengan berbagai macam penyakit sistemik. toksoplasmosis. dan kacamata hitam dan penatalaksanan nyeri dapat memberikan pengurangan gejala. maka inlamasi lapisan ini dapat mengamcam penglihatan. trauma dan penyakit sistemis seperti sarkoidosis atau colitis ulserativa. Diabetes menyebabkan neovaskularisasi pada iris. atau sarkoidosis. Factor penyebab meliputi allergen. badan siliaris. Diberika steroid topical atau injeksi untuk kasus yang berat.  UVEITIS Uveitis adalah iflamasi salah satu struktur traktus uvea. dan ditandai dengan riwayat nyeri. Kortikosteroid local dipergunakan untuk mengurangi peradangan. siklitis kronis) ditandai dengan “ floating spot” dalam lapang pandangan.

Bila terjadi oftalmia simpatis.Oftalmia simpatis adalah uveitis bilateral yang jarang namun berbahaya yang terjadi setelah periode laten berhari-hari sampai bertahun-tahun setelah cedera tembus sampai ke traktus uvea. luka hanya ditutup dan pasien diberi waktu untuk memberikan persetujuan tindakan (informend consent). Penatalaksanaan. enukleasi tidak ditawarkan. Tindakan drastic tersebut biasanya tidak dilakukan pada hari saat kejadian cedera. Mungkin perlu diberiakn obat sitostatika. Pasca operasi perlu diberiakn salep antibiotika dan steroid. tapi mungkin berhubungan dengan hipersensitivitas terhadap pigmen uvea. Prosedur ini dilakukan dengan melakukan insisi konjungtiva. melepaskan otot ekstraokuler. Implikasi keperawatan. memotong saraf optikus. kebutaan mata yang nyeri yang tidak berespon terhadap terapi obat. Pada mulanya mata yang cedera mengalami inflamasi diikuti inflamasi mata yang tidak cedera (simpatis). Konjungtiva ditutup. Penyebabnya tidak diketahui. kebutaan dengan infeksi rekalsitran (sangat resisten). terapi dengan kortikosteroid local dan sistemik dan obat tetes mata dilator. penyakit ini bias berkembang menjadi kebutaan bilateral. dan beberapa tumor terentu pada mata. Manifestasi Klinis. Balut tekan dipasang pasca operasi selama 24 sampai 28 jam untuk membantu mengurangi pembengkakan. dan mengangkat mata. Enukleasi mata yang sudah tidak dapat melihat dalam 10 hari setelah cedera biasanya dianjurakan untuk mengurangi resiko penyakit simpatis pada mata yang lainnya. Setelah sembuh pasien dirujuk ke okularis untuk penganagkatan pencetak (conformer). pengepasan protesis pelatihan penggunaannya. Namun. Enukleasi. otot kemudian direaprosimasi pada bola mata inflan yang dapat menjaga volume orbita. Enukleasi adalah pengangkatan seluruh bola mata secara pembedahan. Bila tidak diterapi. Ada berbagai jenis prosedur penganagkatan mata dan pengambilan keputusan mengenai jenis pembedahannya bergabtung pada derajat keterlibatan okuler dan orbital. Kelopak mata harus dijaga tetap bersih. dan pencetak dari plastic diletakkan untuk menjaga kedua forniks kantung konjungtiva selama proses penyembuhan. Pada pasien yang matanya tidak cedera terlalu berat dan yang ada harapan kembalinya penglihatan secara bermanfaat. Lender yang terkumpul pada permukaan confermer perlu diirigasi dengan lembut. Komplikasi jangka panjang enukleasi bias berupa orbital . Indikasi prosedur ini adalah luka tembus.

bertambah sebanyak 5. yang dapat ditangani oleh okularis atau bedah re konstruksi. Glaukoma adalah sekelompok kelainan mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan intra okuler. mereka juga memerlukan bantuan untuk belajar menentukan jarak dengan sisa mata (pandangan monokuler) dan bagaimana bergerak kedepan dengan gerakkan menggeleng (menggerakkan kepala dari kiri ke kanan. kebutaan hampir selalu dapat dicegah. Diperkirakan di Amerika Serikat ada 2 juta orang yang menderita glaucoma.tenggelam. Komplikasi pembedahan meliputi perdarahan. Diantara mereka. PENGERTIAN Glaukoma adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa tekanan intra okuler penggaungan pupil saraf optik dengan defek lapang pandangan mata. menjelajah panorama) untuk mencari hambatan dan benda. lapang pandang. infeksi. Pasien yang perlu dienukleasi perlu dukungan emosi dan psikologis yang cukup.000 benar-benar buta. dan kaput nervi optisi. Namun kebanyakan kasus glaucoma tidak bergejala sampai sudah sampai terjadi kerusakan ekstensif dan irreversible. Bila glaucoma didiagnosis lebih awal dan ditangani dengan benar. Askep Glaukoma ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GLAUKOMA A. Maka pemeriksaan rutin dan srinning mempunyai peran penting dalam mendeteksi penyakit ini. Karena mereka tidak lagi memiliki pandangan binokulerl.500 orang buta tiap tahun. Dianjurkan untuk semua yang memiliki factor resiko menderita glaucoma dan yang berusia diatas 35 tahun menjalani pemeriksaan berkala pada optalmologis untuk mengkaji TIO. (Long Barbara. 1996) . hampir setengahnya mengalami gangguan penglihatan. dan hampir 70.  GANGGUAN SIRKULASI HUMOR AQUEUS: GLAUKOMA Glaucoma adalah penyebab utama kebutaan dimasyarakat barat. dan ekstrusi inflan.

Glaukoma kongenital Glaukoma yang terjadi akibat kegagalan jaringan mesodermal memfungsikan trabekular.B. 2. Glaukoma kronik Penyakit mata dengan gejala peningkatan tekanan bola mata sehingga terjadi kerusakan anatomi dan fungsi mata yang permanen. 2. 4. Glaukoma sudut tertutup Glaukoma sudut tertutup terjadi karena ruang anterior menyempit. Glaukoma akut Penyakit mata yang disebabkan oleh tekanan intra okuler yang meningkat mendadak sangat tinggi. Berdasarkan lamanya : 1. menempel ke jaringan trabekular dan menghambat humor aqoeus mengalir ke saluran schlemm. sudah terjadi kebutaan total akibat tekanan bola mata memberikan gangguan fungsi lanjut. Vitreus humor . Klasifikasi 1. sehingga iris terdorong ke depan. Glukoma primer Glukoma sudut terbuka terjadi karena tumor aqueus mempunyai pintu terbuka ke jaringan trabekular kelainannya berkenang lambat. Glaukoma sekunder Glaukoma yang terjadi akibat penyakit mata lain yang menyebabkan penyempitan sudut / peningkatan volume cairan dari dalam mata dapat diakibatkan oleh : perubahan lensa Kelainan uvea Trauma Bedah 3. Glaukoma absolut Merupakan stadium akhir.

D. Kronik Dapat disebabkan karena keturunan dalam keluarga seperti : Diabetesmellitus Arterisklerosis Pemakaian kortikosteroid jangka panjang. Glaukoma sudut tertutup . Dari etiologi diatas dapat menyebabkan sudut bilik mata yang sempit. (Evelin C Pearce : 317) Dalam hal ini cairan yang mengalami gangguan yang dihubungkan dengan penyakit glaukoma adalah aqueus humor. Akut Dapat disebabkan karena trauma.Lapang pandang mengecil dengan macam – macam skotoma yang khas . 2. Primer Terdiri dari a. (Evelin C.Perjalanan penyakit progresif lambat b. Sekunder Disebabkan penyakit mata lain seperti : Katarak Perubahan lensa Kelainan uveaPembedahan E. Secara normal TIO 10 -21 mmHg karena adanya hambatan abnormal terhadap aliran aqueus humor mengakibatkan produksi berlebih badan silier sehingga terdapat cairan tersebut. Manifestasi Klinis 1. Pearce : 317). dimana cairan ini berasal dari badan sisiari mengalir ke arah bilik anterior melewati iris dan pupil dan diserap kembali kedalam aliran darah pada sudut antara iris dan kornea melalui vena halus yang dikenal sebagai saluran schlemm. ETIOLOGI 1.Nyeri hebat didalam dan sekitar mata .Miopia tinggi dan progresif. Glaukoma primer a. TIO meningkat kadang – kadang mencapai tekanan 50 – 70 mmHg. mulai dari lensa hingga retina.Cairan penuh albumin berwarna keputih – putihan seperti agar – agar yang berada dibelakang biji mata. b. Glaukoma sudut terbuka .Kerusakan visus yang serius .

hal 147 – 150) F. Glaukoma sekunder .Pembesaran bola mata . (Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Mata.Demam bahkan perasaan takut mati mirip serangan angina.Pandangan kabur . Hilangnya penglihatan ditandai dengan adanya titik buta pada lapang pandang.Gangguan lapang pandang . Akueos humor di produksi didalam badan silier dan mengalir ke luar melalui kanal schlemm ke dalam sistem vena. 2.Nyeri didalam mata 3. Kerusakan visus dan kerusakan saraf optik dan retina adalah ireversibel dan hal ini bersifat permanen tanpa penangan. yang dapat sedemikian kuatnya sehingga keluhan mata (gangguan penglihatan. TIO normal 10 – 21 mmHg dan dipertahankan selama terdapat keseimbangan antara produksi dan aliran akueos humor. Glaukoma kongenital .Mual. Iskemia menyebabkan struktur ini kehilangan fungsinya secara bertahap.Sakit kepala . fotofobia dan lakrimasi) tidak begitu dirasakan oleh klien. Kerusakan jaringan biasanya dimulai dari perifer dan bergerak menuju fovea sentralis. glaukoma dapat menyebabkan kebutaan.Gangguan penglihatan (Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Mata..Kedinginan . Ketidakseimbangan dapat terjadi akibat produksi berlebih badan silier atau oleh peningkatan hambatan abnormal terhadap aliran keluar akueos melalui camera oculi anterior (COA). Peningkatan tekanan intraokuler > 23 mmHg memerlukan evaluasi yang seksama. muntah . Patofisiologi Tekanan Intra Okuler ditentukan oleh kecepatan produksi akues humor dan aliran keluar akues humor dari mata.Timbulnya halo disekitar cahaya . hal 147 – 150) .

mudah berganti topik. . sulit berkonsentrasi dan sensitif. Pemeriksaan lapang pandang perifer.(www. 2004) 2.IFC.ASUHAN KEPERAWATAN GLAUKOMA A. glaukoma primer terjadi pada individu berumur > 40 tahun. Pemeriksaan Fisik a. terutama yang beresiko besar mengalami trauma mata. dan berduka karena kehilangan penglihatan. riwayat penggunaan antihistamin (menyebabkan dilatasi pupil yang akhirnya dapat menyebabkan Angle Closume Glaucoma). tampak lingkaran cahaya/ pelangi sekitar sinar. karena anterior dangkal. Neurosensori Gangguan penglihatan (kabur/ tidak jelas). Pekerjaan. fotfobia (galukoma akut) bahan kaca mata/ pengobatan tidak memperbaiki penglihatan. Pemeriksaan melalui inspeksi. Diskus optikus menjadi lebih luas dan dalampada glaukoma akut primer. 1998). Miopia tinggi) Riwayat psikososial mencakup adanya ansietas yang ditandai dengan bicara cepat.com) Pemeriksaan fisik dilakukan dengan menggunakan oftalmaskop untuk mengetahui adanya cupping dan atrofi diskus optikus. Anamnesis Anamnesis meliputi data demografi. Istiqomah. (Indriana N. Aqueus humor keruh dan pembuluh darah menjalar keluar dari iris. Selain itu harus diketahui adanya masalah mata sebelumnya atau pada saat itu. peningkatan air mata. sinar terang dapat menyebabkan silau dengan kehilangan bertahap penglihatan perifer. kesulitan memfokuskan kerja dengan dekat/ merasa diruang gelap (katarak). riwayat trauma (terutama yang mengenai mata). yang meliputi : Umur. Tanda : pupil menyempit dan merah/mata keras dengan kornea berwarna. Arterioscierosis. untuk mengetahui adanya inflamasi mata. kulit hitam mengalami kebutaan akibat glaukoma paling sedikit 5 kali dari kulit putih (dewit. kehilangan penglihatan perifer. penyakit lain yang sedang diderita (DM. Ras. Pengkajian 1. pada keadaan akut lapang pandang cepat menurun secara signifikan dan keadaan kronik akan menurun secara bertahap. sklera kemerahan.

kornea keruh. PAK i. perdarahan retina dan mikroaneurisma. g. kolesterol serum dan pemeriksaan lipid Memastikan arterosklerosis. mencatat atrofi lempeng optik. Lapang penglihatan Terjadi penurunan disebabkan oleh CSV. sakit kepala (glaukoma akut).tiba / berat menetap atau tekanan pada dan sekitar mata. Pemeriksaan Diagnostik a.com). Nyeri/ kenyamanan Ketidaknyamanan ringan/ mata berair (glaukoma kronis0 Nyeri tiba. arteri serebral atau glaukoma. f. Pemeriksaan aftalmoskop Menguji struktur internal okuler. dilatasi pupil. Diagnosa Keperawatan 1. karotis / patofisiologis.2004) b. (www. EKG. Istiqomah. Nyeri berhubungan dengan peningkatan tekanan intraokuler . Tes provokatif Digunakan dalam menentukan tipe glaukoma jika TIO normal / hanya meningkat ringan. LED Menunjukkan anemia sistemik / infeksi h. Kartu snellen / mesin telebinoklear Digunakan untuk mengetahui ketajaman mata dan sentral penglihatan b. Tes toleransi glukosa Menentukan adanya DM B. IFC. Darah lengkap. c. masa tumor pada hipofisis / otak. Pengukuran gonoskopi Membantu membedakan sudut terbuka dan sudut tertutup e. 3. sedang yang gagal bereaksi terhadap cahaya (Indriana N. papiledema. Pengukuran tonografi Mengkaji intraokuler (TIO) (normal 12 – 25 mmHg) d.

Anjurkan istirahat di tempat tidur dalam ruangan yang tenang Rasional : stress mental / emosi menyebabkan peningkatan TIO c. Observasi derajat nyeri mata Rasional : mengidentifikasi kemajuan / penyimpangan dari hasil yang diharapkan. Intervensi : a. Perubahan persepsi sensori berhubungan dengan hilangnya pandangan perifer Tujuan : Penggunaan penglihatan yang optimal Kriteria hasil : Pasien berpartisipasi dalam program pengobatan Pasien akan mempertahankan lapang ketajaman penglihatan lebih lanjut. b. Nyeri berhubungan dengan peningkatan tekanan intraokuler Tujuan : nyeri terkontrol / tulang Kriteria hasil : Pasien mengatakan nyeri berkurang / hilang Ekspresi wajah rileks Pasien mendemonstrasikan pengetahuan akan penilaian pengontrolan nyeri. Perubahan persepsi sensori berhubungan dengan hilangnya pandangan perifer 3. Intervensi : a. Kaji derajat / tipe kehilangan penglihatan Rasional : mengetahui harapan masa depan klien dan pilihan intervensi. Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program Rasional : untuk mengurangi nyeri 2. Gangguan citra diri berhubungan dengan kebutaan C. Intervensi Keperawatan 1. b. Dorong klien untuk mengekspresikan perasaan tentang kehilangan / kemungkinan kehilangan .2. Ajarkan pasien teknik distraksi Rasional : membantu dalam penurunan persepsi / respon nyeri d.

c. Rasional : intervensi dini untuk mencegah kebutaan.penglihatan. Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi. misalnya agen osmotik sistemik. catat apakah satu atau dua mata yang terlibat. b. Rasional : untuk mengurangi TIO 3. Intervensi : a. mengikuti jadwal. Rasional : sekret mata akan membuat pandangan kabur. klien menghadapi kemungkinan / mengalami kehilangan penglihatan sebagian atau total. Resiko cedera berhubungan dengan kebutaan Tujuan : peningkatan lapang pandang optimal Kriteria hasil : Tidak terjadi cedera. bagian retinan yang mengandung . contoh menghitung tetesan. Bersihkan sekret mata dengan cara benar. Karena retina neurosensori. Perhatikan keluhan penglihatan kabur yang dapat terjadi setelah penggunaan tetes mata dan salep mata Rasional : membersihkan informasi pada klien agar tidak melakukan aktivitas berbahaya sesaat setelah penggunaan obat mata. Kaji ketajaman penglihatan. Anjurkan pasien menggunakan kaca mata gelap Rasional : mengurangi fotofobia yang dapat mengganggu penglihatan klien. c. Rasional : Mengontrol TIO. Rasional : terjadi penurunan tajam penglihatan akibat sekret mata. d. Tunjukkan pemberian tetes mata. tidak salah dosis. GANGGUAN KAMERA POSTERIOR MASALAH RETINA DAN PITREUS Amblasio retina Amblasio retina terjadi bila ada pemisahan retina neurosensori dari lapisan epitel berpigmen retina dibawahnya. mencegah kehilangan penglihatan lebih lanjut d.

dan berakibat hilangnya penglihatan. Badan viterus adalah jaringan serabut kolagen yang terisi asam hialuronat dan air. menyebabkan terikan pada retina. dengan insidensi 1. Perubahan degenerative (liquepaksi). inilah yang menyebabkan robekan retina. afasia. degenerasi latis. yang mengenai 5%-13% populasi. dan degenerasi latis.terdapat kecenderungan pada pria yang diperkirakan akibat trauma. menyebabkan robekan.batang dan kerucut. terkelupas dari epitel berpigmen pemberi nutrisi. dan vitreus menjadi makin cair. kelainan metabolism. berhubungan dengan penuaan dalam pitreus. dan ptisis bulbi(atropi bola mata dengan kebutaan).. Bila dibiarkan tanpa penanganan. MANIFESTASI KLINIS Paien biasanya melaporkan riwayat melihat benda mengapung atau pendarahan cahaya atau keduanya. paling sering. disebabkan oleh gaya mekanik yang berhubungan dengan alasio pitreus posterior dan robekan retina. Kondisi yang merupakan predisposisi meliputi myopia (pandangan dekat) tinggi (lebih dari 8 dioptri). pengelupasan rhegmatogen biasanya berlangsung total dan berkembang cepat sampai atropi retina. namun pada beberapa kasus vitreus melekat erat pada bagian posterior retina dan menarik retina ketika mengalami kolaps. Ploater dapat dipersepsi sebagai titik hitam kecil atau rumah laba-laba. neoplasma. (pengangkatan bedah sebagian atau keseluruhan lensa kristalina. Amblasio retina dapat disebabkan oleh malformasi congenital. dan trauma. pembentukan katarak sekunder. trauma. yang mengenai 8 % populasi. hipotonik. Suatu temuan yang normal. inflamasi intraokuler. Amblasio dermatogens (akibat-robekan) merupakan amblasio yang paling sering. Lubang retina. konsentrasi asam hialuronat berkurang sesuai bertambahnya usia.maka sel fotosensitif ini tak mampu melakukan fungsi visualnya.10000 populasi dalam tiap tahun. Partikel floater ini tersusun atas sel-sel retina dan darah yang terlepas ketika terjadi robekan dan member bayangan pada retina ketika mereka bergerak. penyakit vaskuler. Meskipun vitreus aslinya berupa hlatin. terutama pada kelompokusia 40-70 tahun. merupakan defek degenerative retina tak bergejala yang memerlukan pemeriksaan periodic karena dapat mengakibatkan ablasio retina. penderita biasanya akan melihat adanya beberapa benda jernih terapung-apung (floater). atau perubahan degenerative dalam pitreus atau retina . biasanya menjadi mudah terpisah dengan retina posterior. Padfa tahap berikut pasien akan melihat bayanga . upeitis kronik. dan digantungkan ke permukaan dalam retina. Liquefaksi akan memperburuk dukungan terhadap serabut kolagen sehingga mengakibatkannya menjadi kolaps. Bila ini terjadi.

Pada retinopati diabetik secara perlahan terjadi kerusakan pembuluh darah retina atau lapisan saraf mata sehingga mengalami kebocoran. seorang penderita diabetes dapat menjadi buta permanen sekalipun dilakukan usaha pengobatan. terjadi penumpukan cairan (eksudat) yang mengandung lemak serta pendarahan pada retina. Bila kerusakan retina sangat berat. Kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus selama bertahun-tahun dapat menimbulkan komplikasi. mengakibatkan pandangan kabur dan kehilangan lapang pandang.berkembang atau tirai bergerak di lapang pandang. Pasien yang dicurigai mengalami ablasio retina harus dirujuk ke spesialis retina segera untuk penanganan kedaruratannya. disusul katarak. dan fundus di periksa dengan oftalmoskop indirek dan lensa pembesar metoda pemeriksaan ini memungkinkan lapang pandang yang lebih luas sehingga seluruh retina dapat diperiksa dan setiap robekan teridentifikasi. Diabetes melitus atau kencing manis merupakan penyakit metabolik. mengontrol penyakit penyerta seperti hipertensi dan kadar kolesterol tinggi. biasanya akan mengalami suatu tingkatan vaskulopati yang makin lama makin . Retinopati diabetik merupakan penyebab utama kebutaan pada penderita diabetes di seluruh dunia. serta menghentikan kebiasaan merokok.penurunan tajam pandang sentral atau hilangnya pandangan sentral menunjukan bahwa ada ketelibatan macula. olahraga. Bila kerusakan retina sangat berat. terutama pada mata. Pupil perlu didilatasi. obat-obatan. Komplikasi diabetes pada mata dapat menimbulkan kebutaan. seorang penderita diabetes dapat menjadi buta permanen sekalipun dilakukan usaha pengobatan. yang sebenarnya dapat dihindari (avoidable blindness) dengan manajemen diabetes yang baik. bahkan kebutaan. disusul katarak. Retinopati diabetik merupakan penyebab utama kebutaan pada penderita diabetes di seluruh dunia. ketika retina benar-benar terlepas dari epitel berpigmen. RETINOPATI HIERTENSIF Terjadinya suatu retinopati hipertensif itu biasanya keadaan dimana vaskularnya sudah mengalami diskompensasi. Penyakit ini ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) akibat kurangnya kadar hormon insulin dalam tubuh. dan ginjal. jantung. meliputi diet ketat. Akibatnya. Jadi terjadi suatu retinopati hipertensif kalau hipertensinya terjadi bertahun-tahun. Kondisi tersebut lambat laun dapat menyebabkan penglihatan buram.

yang terkena hanya penglihatan pada pusat lapang pandang. Sedangkan apabila hipertensi itu bisa diatasi dengan baik. Gejala klinis biasa ditandai terjadinya kehilangan fungsi penglihatan secara tiba-tiba ataupun secara perlahan tanpa rasa nyeri. Terdapat 2 macam degenarasi makula yaitu tipe kering (atrofik) dan tipe basah (eksudatif). Etiologi Essential hypertension (hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya) Secondary hypertension (seperti pada preeklamsia / eklamsia. Kedua jenis degenerasi tersebut biasanya mengenai kedua mata secara bersamaan. DEGENERASI MAKULA KARENA USIA Degenerasi makula terkait usia merupakan kondisi generatif pada makula atau pusat retina. pheochromocytoma. maka retinopati akan membaik hanya vaskulopati akan menetap. Kelainan dapat berupa penyempitan umum atau setempat.tinggi. Penglihatan pada tepi luar dari lapang pandang dan kemampuan untuk melihat biasanya tidak terpengaruh. Jadi visus menjadi baik tetapi vaskulopati tetap ada. dan pada suatu saat akan terjadi diskompensasi dan timbulnya suatu retinopati. Degenerasi makula terjadi sebagai akibat dari kerusakan pada epitel pigmen retina. dinilai garis yang sesungguhnya lurus terlihar bergelombang Retinitis Pigmentosa . eksudat pada retina. dengan arteri yang besarnya tidak teratur. adrenal disease. fenomena crossing atau sklerose pembuluh darah. percabangan pembuluh darah yang tajam. udem retina dan perdarahan retina(1). dan bias disebabkan oleh karena regangan yang cukup hebat dari serabut-serabut saraf nervus optikus. Degenerasi makula menyebabkan kerusakan penglihatan yang berat (misalnya kehilangan kemampuan untuk membaca dan mengemudi) tetapi jarang menyebabkan kebutaan total. Kadang gejala awalnya berupa gangguan penglihatan pada salah satu mata. Jadi penurunan tajam penglihatan karena retinopati hipertensif biasanya disebabkan oleh makulopati edema pada tingkat yang cukup tinggi. coarctation aorta) Patofisiologi Hipertensi memberikan kelainan pada retina berupa retinopati hipertensi. kidney disease.

yang bergantung dari letak dan sumber patologi ocular melalui oftalmoskopis . Berdasarkan etiologi atau penyebabnya defek penglihatan warna diklasifikasikan menjadi : Defek Warna yang didapat Defek warna yang didapat lebih sering dari varian biru-hijau. GEJALA Gejala awal seringkali muncul pada awal masa kanak-kanak.Retinitis Pigmentosa adalah suatu kemunduran yang progresif pada retina yang mempengaruhi penglihatan pada malam hari dan penglihatan tepi dan pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan. bentuk yang lainnya diturunkan melalui kromosom X. Sel batang pada retina (berperan dalam penglihatan pada malam hari) secara bertahap mengalami kemunduran sehingga penglihatan di ruang gelap atau penglihatan pada malam hari menurun. hanya memerlukan 1 gen dari ibu. Penyakit ini terutama menyerang sel batang retina yang berfungsi mengontrol penglihatan pada malam hari. terjadi penurunan fungsi penglihatan sentral. Seseorang dapat melihat normal apabila fungsi organ mata (makula dan saraf optik) normal. Pada retina bisa ditemukan pigmentasi yang berwarna gelap. hanya memerlukan 1 gen dari salah satu orang tua. Pada stadium lanjut. ketidakmampuan untuk membedakan warna yang orang normal mampu untuk membedakannya. terdapat cukup cahaya yang dipantulkan ke mata dan sistem penghantaran impuls melalui saraf normal (Guyton & Hall. Beberapa bentuk penyakit ini diturunkan secaradominan.1997). dan mengenai pria dan wanita sama seringnya. PENYEBAB Retinitis pigmentosa merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi. Defek penglihatan warna Defek penglihatan warna atau yang lebih dikenal dengan buta warna adalah gangguan penglihatan warna. defek ini mengenai salah satu mata lebih dari yang lain biasanya bervariasi tipe dan keparahannya. Lama-lama terjadi kehilangan fungsi penglihatan tepi yang progresif dan bisa menyebabkan kebutaan.

serta tipe keparahannya konstan seumur hidup. Trauma : abrasi kornea dan benda sing. Endoftalmitis Apabila tidak di tangani dengan cepat akan mengakibatkan gangguan penglihatan yang berkeanjutan . 4. benda sing intraokuler. 5. 7. 9. 6. 2. dan rupture bola mata. defek ini mengenai 2 mata dengan tingkat keparahan yang sama. Ulkus atau infeksi kornea Konjungtifitis berat Selulitis orbita Luka bakar kimia Iritis akut Glaucoma akut Penyumbatan arteria retina sentralis Pengelupasan retina 10. Sebagian besar defek warna congenital bersifat resesif terkait X. yakni : monokromat. dan anomali trikromat. Kedaruratan mata Berikut adalah daftar kedaruratan mata: 1. dikromat. 3. 8. . Ada 3 tipe buta warna yang diturunkan. laserasi bola mata .Defek Warna yang diturunkan Defek warna kongenital herediter hampir selalu merah-hijau (red-green deficiency).

.. Mengenai Saya .Diposkan oleh chixtrovert di 04:53 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: KEPERAWATAN DEWASA 2 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Feedjit traffic tracker Total Tayangan Laman 6662 Pengikut Arsip Blog  ▼ 2011 (10) o ▼ Januari (10)  APGAR SKOR  Askep Bayi Baru Lahir  IMUNISASI PADA ANAK  ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN INTE......  ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN SIST.  proses keperawatan pada klien penyakit tropis (DHF.  PROSES KEPERAWATAN Pasien gangguan mata  KONSEP DASAR KEPERAWATAN PERIOPERATIF  SYOK DAN KEGAGALAN MULTISISTEM  ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN KEGAGALAN MULTIORG..

.chixtrovert be my self. . Diberdayakan oleh Blogger.. Gambar template oleh linearcurves. ! Lihat profil lengkapku Template Picture Window.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful