DEFINISI Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya.

Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi. Sistem manajemen kualitas memerlukan sistem pengukuran yang efektif, termasuk di dalamnya kalibrasi formal, periodik dan terdokumentasi, untuk semua perangkat pengukuran. ISO 9000 dan ISO 17025 memerlukan sistem kalibrasi yang efektif. Kalibrasi diperlukan untuk:
    

Perangkat baru Suatu perangkat setiap waktu tertentu Suatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam operasi) Ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi mengubah kalibrasi Ketika hasil pengamatan dipertanyakan

Kalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu. Contohnya, termometer dapat dikalibrasi sehingga kesalahan indikasi atau koreksi dapat ditentukan dan disesuaikan (melalui konstanta kalibrasi), sehingga termometer tersebut menunjukan temperatur yang sebenarnya dalam celcius pada titik-titik tertentu di skala. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, terdapat direktorat metrologi yang memiliki standar pengukuran (dalam SI dan satuan-satuan turunannya) yang akan digunakan sebagai acuan bagi perangkat yang dikalibrasi. Direktorat metrologi juga mendukung infrastuktur metrologi di suatu negara (dan, seringkali, negara lain) dengan membangun rantai pengukuran dari standar tingkat tinggi/internasional dengan perangkat yang digunakan. Hasil kalibrasi harus disertai pernyataan "traceable uncertainity" untuk menentukan tingkat kepercayaan yang di evaluasi dengan seksama dengan analisa ketidakpastian.

Kalibrasi kalibrasi Kalibrasi pada dasarnya adalah suatu kegiatan untuk mencari hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur dengan nilai-nilai yang sudah diketahui, yang berkaitan dengan besaran yang diukur dalam kondisi tertentu, atau bisa dikatakan kalibrasi sebagai suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar yang tertelusur. Adapun tujuan dari kalibrasi adalah : 1. Menjamin hasil-hasil pengukuran sesuai dengan standar nasional ataupun internasional. 2. Menetapkan penyimpangan dari alat ukur tersebut terhadap kebenaran konvensional. 3. Dalam upaya pemenuhan pemenuhan persyaratan terhadap sistem manajemen ISO 9001 : 2008 klausul 7.6 tentang pengendalian alat, pemantauan dan pengukuran.

Catatan : Jadi untuk suatu perusahaan yang menetapkan sistem manajemen ISO 9001 : 2008, kegiatan kalibrasi terhadap alat-alat yang mempengaruhi hasil produk mereka adalah mutlak untuk dilakukan. Kegiatan kalibrasi alat ukur mungkin terkesan rumit bagi sebagian perusahaan, maka tak jarang banyak diantara mereka yang lebih suka mengguakan pihak ketiga seperti laboratorium kalibrasi yang sebagian besar telah membuka jasa kalibrasi. Selain lebih praktis mungkin dari segi biaya juga bisa dibilang lebih efisien jika alat ukur yang kita miliki tidak terlalu banyak. Dan tentunya hasil yang didapatkanpun lebih valid karena proses kalibrasi dilakukan oleh personel-personel yang sudah handal dibidangnya. Istilah Dalam Kalibrasi alat ukur : 1. Standar nasional Suatu standar yang ditetapkan melalui peraturan pemerintah dan digunakan secara nasional sebagai dasar menetapkan nilai dari semua standar lain dari satuan yang bersangkutan. 2. Tertelusur Suatu proses dimana penunjukan dari alat ukur dapat dibandingkan dengan standar nasional untuk ukuran yang dicari dalam satu / lebih tingkatan. 3. Ketidakpastian pengukuran. Kesangsian yang muncul pada tiap hasil pengukuran. Pada dasarnya suatu pengukuran adalah kegiatan membandingkan antara 1 besaran dengan besaran lain yang sejenis, sehingga tidak ada istilah benar dalam pengukuran, yang ada hanyalah taksiran-taksiran, sehingga hasil pengukuran tersebut akan lengkap jika disertai dengan adanya ketidakpastian. 4. Faktor cakupan Dalam kalibrasi sering dilambangkan sebagai (K) adalah suatu faktor yang dapat menjadikan ketidakpastian menjadi lebih logis. Pada dasarnya faktor yang mempengaruhi akurasi pengukuran tidak sebatas reapitibility, readability, dan standar tetapi juga ada faktor-faktor lain yang tidak diperhitungkan pada pengukuran tersebut. Nah faktor cakupan ini diharapkan dapat mewakili sumber-sumber ketidakpastian yang tidak dihitung tersebut. http://kalibrasi.org/ Kalibrasi Alat Ukur kalibrasi alat ukur Kalibrasi alat ukur sangat diperlukan dalam rangka menjamin hasil pengukuran yang didapatkan adalah benar dan valid. Bahkan dalam suatu industri yang menerapkan sistem manajemen ISO 9001 : 2008 atau ISO 17025 : 2005 kalibrasi terhadap alat ukur mereka yang berhubungan dengan proses produksi mutlak dilakukan, hal ini untuk memenuhi persyaratan standar dari kedua sistem manajemen tersebut yaitu : 1. Klausul 7.6 ISO 9001 : 2008 tentang pengendalian alat, pemantauan, dan pengukuran. 2. Klausul 5.6 ISO 17025 : 2005 tentang ketertelusuran pengukuran. Bahkan untuk suatu industri tidak hanya sebatas pada kalibrasi alat ukur saja yang diwajibkan, tetapi juga harus melakukan “tera” terhadap seluruh alat ukur mereka yang berhubungan langsung dengan konsumen. Proses tera merupakan metrologi legal dimana suatu kegiatan pengukuran berdampak pada transaksi perdagangan (ekonomi), kesehatan dan keselamatan masyarakat. Contoh tera dalam kehidupan sehari-hari mungkin bisa kita lihat pada stasiun pengisian bahan bakar / pom bensin. Kita bisa bayangkan bagaimana kerugian konsumen jika tidak ada jaminan volume bahan bakar yang mereka beli adalah sesuai dengan volume sebenarnya. Sehingga kegiatan tera tersebut juga mutlak untuk dilakukan.

6. Presisi Berbeda dengan akurasi. Readability Kemampuan dari indra manusia dalam membaca data yang dihasilkan oleh suatu instrumen. Readability ini dirumuskan dengan 1/2 x resolusi untuk alat ukur digital. Manfaat Menggunakan Jasa Kalibrasi : 1. kalau presisi adalah kecenderungan data yng diperoleh dari perulangan mengindikasikan kecilnya simpangan (deviasi) 4. dan mungkin lebih efisien dari sudut pandang biaya. Misalnya : Jika ada produk yang spesifikasinya tidak sesuai dengan standar yang ada. Laboratorium Kalibrasi laboratorium kalibrasi Memilih sebuah laboratorium kalibrasi terkadang gampang2 susah. pelaksanaan pembuatan. Karena untuk menjamin hasil pengukuran dari suatu alat mendapatkan angka yang mendekati kebenaran salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan kalibrasi yaitu membandingkan besaran yang dihasilkan instrumen tersebut dengan standar yang tertelusur. pengendalian mutu. Dengan adanya kalibrasi yang dilakukan oleh kalibrator yang kompeten tentu akan lebih menjaga kondisi alat ukur tetap terkontrol sesuai dengan spesifikasinya. dan kalibrasi sampai kondisi lingkungan) Jasa Kalibrasi jasa kalibrasi Permintaan pasar terutama industri untuk perawatan alat-alat ukur yang dimilikinya tak pelak memberikan efect pada menjamurnya jasa-jasa kalibrasi. hasil kalibrasi yang mereka dapatkan tentu juga lebih memuaskan karena kalibrasi dilakukan oleh orangorang yang kompeten dari laboratorium penyedia jasa kalibrasi ini. 2. 3. 5. Akurasi Kemampuan dari alat ukur untuk memberikan indikasi kedekatan terhadap harga sebenarnya dari objek yang diukur. Hasil kalibrasi yang menjamin kebenaran alat ukur tentu akan mempermudah kita dalam menganalisa masalah yang terjadi dalam produksi. Mereka lebih suka menyerahkan tugas tersebut pada laboratorium yang memberikan jasa kalibrasi. maka kita bisa menyimpulkan bahwa masalah tersebut terjadi bukan berasal dari instrumen yang kita pakai.Istilah Dalam Kalibrasi Alat Ukur : 1. Resolusi Nilai skala terkecil / suatu ekspresi kuantitatif dari kemampuan alat penunjuk untuk perbedaan yang cukup berarti antara nilai yang terdekat dari jumlah yang ditunjukkan. Metrologi Ilmu pengukuran dan aplikasinya yang menyangkut semua aspek teoritis dan praktis pengukuran. perlengkapan. serata ruangan dengan kondisi yang sama. Investasi dengan jumlah yang besar terhadap standar yang tertelusur ini mungkin menjadi alasan bagi perusahaan unuk tidak melakukan kalibrasi terhadap alat ukur mereka sendiri. meskipun kita dihadapkan dengan begitu banyaknya laboratorium kalibrasi yang ada saat ini tentunya kita juga tidak asal tunjuk saja dalam mempercayakan kegiatan kalibrasi pada laboratorium . berapapun ketidakpastian pengukurannya dan apapun bidang aplikasinya (termasuk perancangan teknis. Selain praktis. Reapitibility Ukuran variasi statistik data yang dihasilkan bila pengukuran dilakukan oleh personel. 2. karena kita sudah menjamin bahwa alt tersebut masih sesuai dengan spesifikasinya dengan adanya kalibrasi yang dilakukan oleh kalibrator dari jasa kalibrasi tersebut.

Dan yang terpenting adalah laboratorium kalibrasi tersebut sudah terakreditasi baik secara nasional ataupun internasional. 3. pengguna dan masyarakat. Hal ini diperlukan untuk menjamin agar peralatan kesehatan dapat diketahui kebenaran nilai keluarannya atau kinerjanya. A. LK-114-IDN dan sudah mendapat ijin dari Departemen Kesehatan RI sebagai institusi penguji alat kesehatan dengan no : 445/01/2057-Dinkes/2007 sesuai Kepmenkes-sos no. 2.kalibrasi tersebut. Pastikan anda mendapatkan hasil dan data yang akurat dari laboratorium kalibrasi untuk setiap alat yang akan anda kalibrasikan. Karena hasil kalibrasi biasanya berupa ketidakpastian yang dipengaruhi oleh beberapa faktor dan salah satunya adalah personel yang melakukan kalibrasi maka dengan memilih laboratorim kalibrasi yang tepat akan paling tidak bisa memperkecil angka ketidakpastian tersebut. Mempunyai prosedur pencatatan dan pelaporan yang tepat. 6. efektifitas dalam pelayanan dan daya saing rumah sakit serta keselamatan bagi pasien. pengguna dan pengunjung. 363/Menkes/Per/IV/1998 tentang Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan juga mengamanatkan : bahwa setiap peralatan kesehatan wajib dilakukan pengujian dan/atau kalibrasi untuk menjamin kebenaran nilai keluaran atau kinerja dan keselamatan pemakaian.id/IND%20vers/produk/lab%20of%20calibration/kalibrasi. Mengingat hal di atas maka mendorong kami Laboratorium Kalibrasi PT. Dapat melakukan prosedur kalibrasi dengan tepat. Mengingat hasil kalibrasi ini merupakan salah satu panduan kita dalam menilai alat ukur kita apakah masih layak digunakan atau tidak. pelatihan dan pengalaman staf dari laboratorium kalibrasi. Tips Memilih Laboratorium Kalibrasi : 1. 5.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit pasal 16 ayat 2 mengamanatkan bahwa setiap peralatan kesehatan harus diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan dan atau institusi pengujian fasilitas kesehatan yang berwenang. serta aman bagi pasien dan pengguna. 4. Pasal 2 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. maka rumah sakit saat ini wajib dan perlu menerapkan akreditasi rumah sakit baik oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) atau Joint Commission International (JCI ) sesuai yang diamanatkan dalam Undang-undang RI No. dan untuk suatu proses produksi alat ukur biasanya berpengaruh langsung dengan kualitas produk maka proses kalibrasi ini sangatlah penting kita perhatikan. Dan ini bisa berarti bisa berarti pengeluaran ekstra pada perusahaan kita.html .394 tahun 2001 untuk dapat berperan pula dalam peningkatan mutu layanan kesehatan dan keselamatan bagi pasien. Pastikan kualifikasi. Penting Dan Wajibnya Pengujian/Kalibrasi Untuk meningkatkan mutu. karena kesalahan dalam kalibrasi juga berakibat pada hasil ukur instrumen yang bisa berakibat fatal pada produk yang dihasilkan.Globalindo Maintenance Management yang sudah terakreditasi ISO 17025:2005 oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dengan no. http://gmm. Mempunyai peralatan yang terawat dan terkalibrasi dengan tepat.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan sertifikasi ISO 9001 : 2008. Dapat melakukan sampling / memperlakukan alat dengan tepat. Pada penerapan system mutu akreditasi rumah sakit dan ISO 9001 : 2008 disyaratkan agar manajemen rumah sakit selalu melakukan pemantauan terhadap peralatan kesehatan yang digunakan di dalam pelayanan secara berkesinambungan dan terdokumentasi yang salah satunya melalui program kalibrasi secara berkala. Undang-Undang Republik Indonesia No.co.

Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah dapat melakukan kalibrasi volumetrik terhadap buret. Landasan Teori Dasar umum adalah untuk menentukan berat air yang dimuat atau dikeluarkan oleh suatu alat gelas tertentu.KALIBRASI VOLUMETRIK PIPET VOLUME. Pipet volume 2. LABU UKUR DAN BURET Author: Hanya Seorang Anak Indonesia Posted under: Instrumentasi A. Perubahan dalam volume larutan sendiri. national Bureu of Standar telah menetapkan 200C. 1981 : 567)) Alat pengukur volume merupakan alat bantu yang penting untuk setiap penentuan kuantitatif. maka peralatan gelas pada hakekatnya harus dikoreksi apabila digunakan pada suhu lain. Buret . labu ukur. Hari. sebaliknya adalah lebih penting. Koefisien muai panjang cukup kecil sehingga pembetulan yang diperlukan untuk faktor ini untuk kebanyakan pekerjaan boleh diabalikan (sejumlah setingkat satu bagian per 1000 untuk suatu perubahan sebesar 50C). Tanggal Praktikum Praktikum ini dilaksanakan pada : Hari Tanggal Tempat : Senin : 6 Desember 2010 : Laboratorium Kimia Analitik Jurusan Analisis Kesehatan B.. dan Pipet Volume C. D. Oleh karena kesalahan yang disebabkan oleh pemuaian (atau kontraksi) dari baik bejana sendiri maupun larutan yang berada di dalamnya. dan pipet volume. dari sifat dan fungsi dapat dibedakan : 1. Jika suhu bekerja tidak jauh dari 200C (perubahan setingkat satu bagian per 1000 pada setiap jarak 50C (Under wood. Labu ukur. Kemudian dengan densitas air yang diketahui volume yang betul dapat dihitung. Judul Praktikum Kalibrasi volumetrik Buret. tetapi masih dapat dihiraukan dalam banyak keadaan.

jadi presisi merupakan derajat kepadatulangan suatu hasil pengukuran. Kesalahan ini mengikuti pola distribusi acak. Kesalahan tidak pasti sesungguhnya dikarenakan kemampuan yang terbatas dari analisis. Ruang isinya ditandai dengan batas garis pada lehernya (Herman.147). hal-hal yang harus diperhatikan dalam penetapan volume sebenarnya dari wadah gelas adalah : 1. Labu ukur Pipet merupakan alat untuk mengukur volume kecil. Akurasi merupakan tingkat ketepatan antara nilai terukur dengan nilai yang sebenarnya. 100. (Anonim. Hasil akhir analisis kimia secara kuantitatif biasanya menunjukkan konsentrasi suatu senyawa di dalam sampel. Kesalahan tak pasti atau kesalahan acak yaitu suatu kesalahan pengukuran yang terjadi secara tak tentu. pipet harus ditera sebelum digunakan yaitu pada penggunaan pipet volume tertentu cairan harus mengalir keluar secra kuantitatif. Kesalahan ini biasanya konstan. 146 . Kesalahan pasti adalah suatu kesalahan yang dapat ditentukan dan dapat dihindari atau dikoreksi. Jadi persamaan matematika mengenai probabilitas dapat diterapkan pada beberapa kesimpulan dari hasil pengukuran yang mungkin pada sederatan pengukuran.3. 1988. Hasil ini biasanya tidak selalu tepat. 20 atau 50 ml yang bagian bawahnya ditutup dengan kran gelas Buret ditera melalui pelepasannya. sehingga berat satu liter air bukan 1000 gram untuk semua suhu . kesalahan ini kadang-kadang bervariasi. seperti suatu buret yang mempunyai kesalahan pada pembacaan volumenya. Berat jenis air tergantung pada suhu. 250 atau 1000 ml. Ada dua kelompok kesalahan dapat mempengaruhi akurasi atau presisi dari nilai terukur. berupa tabung kaca dengan ukuran isi 5. yang ditutup dengan sumbat gelas yang diasah atau sumbat dari zat sinafsis. 25. 50. 2000 : 2-3) Prasyarat pertama untuk pengukuran yang tepat dan membuatnya sampai volume tertentu adalah alat gelas yang memenuhi syarat. Pipet volume digunakan untuk mengukur volume tertentu. tetapi dapat dihitung dan dikoreksi. Presisi adalah tingkat atau derajat ketepatan antara ukuran-ukuran ulangan pada nilai yang sama. Oleh karena itu diperlukan cara untuk mengurangi ketidaktepatan tersebut agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. misalnya pada kasus timbangan yang tak terkalibrasi yang biasanya digunakan untuk penimbangan. Buret mempunyai ujung pelepasan yang dapat diatur. Labu ukur adalah labu berleher panjang yang mempunyai bagian bundar (perut) dengan volume 10. Kesalahan ini tidak dapat diramalkan atau diduga. 10.

Botol Timbang 7. Langkah Kerja 1. yang pada suhu tertentu tergantung pada tekanan barometer. Oleh karena kesalahan yang disebabkan oleh pemuaian (atau kontraksi) baik dari bejana itu sendiri maupun larutan yang ada di dalamnya (Day. satu wadah dengan volume besar beratnya akan lebih kecil dibanding apabila ini ditimbang dalam hampa dan seharusnya diadakan koreksi. Buret 5. Membilas alat gelas yang digunakan sebanyak 3 kali a. Pinset Bahan yang digunakan antara lain : 1. 25 ml 2. 15. 10. 20. 25. karena suhu laboratorium biasanya tidak akan tepat 200C. 3. 1) Kalibrasi Pipet Volume Menimbang botol timbang tanpa penutup sebagai alat timbang dengan neraca analitis. Volume wadah gelas berubah-ubah dengan suhu (Eck schlager. Oleh karena gaya tekan udara. 10. Aquades F. Pipet volume 5. Statif dan Klem 9. catat hasil menimbang (menjepit botol timbang dengan pinset) . Botol Semprot 10.2. maka alat gelas pada hakikatnya harus dikoreksi bila digunakan pada suhu lain. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. 40 ml 3. 1984) National bureau of standart telah menerapkan suhu untuk mengadakan kalibrasi peralatan gelas. Labu ukur 4. Termometer 11. 30. Neraca Analitis 6. Alat dan Bahan Alat yang digunakan antara lain : 1. 1981) E. Kertas tisu 5. 35. Gelas Kimia 8.

Kalibrasi Labu ukur 100 ml 1) Mengambil aquadest dengan menggunakan pipet volume 25 ml . 15.2) Membawa botol timbang ke meja kerja 3) Mengambil aquades dengan menggunakan pipet volume 4) Mengisikan aquades dari pipet volume ke dalam botol timbang 5) Menimbang kembali botol timbang yang telah berisi gambar aquades tersebut dengan menggunakan neraca analitis 6) Mencatat hasil penimbangan tersebut 7) Membawa botol timbang tersebut ke meja kerja 8) Mengukur suhu dengan menggunakan thermometer 9) Melakukan kegiatan 1 sampai 8 untuk pipet volume 5 ml dan 10 ml 10) Untuk pipet volume 25 ml. 20.8 b. 35. memberi pelumas pada kran penutup dengan baik 2) Menimbang gelas kimia sebagai alas timbang dengan menggunakan neraca analitis dan mencatat hasil penimbangan tersebut 3) Mengisi buret dengan aquades 4) Mengeringkan bagian atas buret dengan kertas saring 5) Mengeluarkan aquades dari buret sebanyak 5 ml dan mengisikannya ke dalam gelas kimia yang telah ditimbang tadi 6) Menimbang kembali botol timbang yang telah berisi aquadest dengan menggunakan neraca analitis (menjepit botol timbang dengan pinset) 7) Mencatat hasil penimbangan tersebut 8) Membawa kembali ke meja kerja 9) Mengukur suhu dengan menggunakan thermometer 10) Mencatat suhu yang didapat 11) Melakukan kegiatan di atas untuk buret dengan volume 10. mengeringkan buret dengan baik. 25. dan 40 ml Untuk volume 20 ml sampai 40 ml dengan menggunakan gelas kimia 50 ml c. 30. botol timbang diganti dengan gelas kimia 80 ml dan melakukan kegiatan 1 . Kalibrasi Buret 1) Membersihkan buret yang akan dikalibrasi.

0040 1.02 0.05 0.0037 1.15 0.02 0.0030 1.0043 1.2) Memindahkan aquades dari pipet volume tersebut ke dalam labu ukur 100 ml sesuai prosedur yang baik dan benar 3) Melakukan kegiatan 1 dan 2 sebanyak 4 kali 4) Membersihkan labu ukur bagian atas dengan garis tera dengan menggunakan kertas saring.10 0. Jika melebihi atau kurang dari garis tera maka memberi garis tanda tera baru dengan menggunakan sepidol.0045 ml 10 11 12 13 14 15 16 21 22 23 24 25 26 27 . G.0021 C 1.05 0.08 0.006 0.0018 1. Data Pengamatan Tabel toleransi untuk Alat Kaca Volumetri Kapasitas sama atau kurang dari 2 5 10 25 50 100 200 500 1000 Sumber : Underwood.03 0.05 0.01 0.0019 1.0033 1.0016 1.03 0. 0 0 C ml 1.0015 1.0013 1. Edisi 6 Pipet Transfer 0.0014 1.01 0.08 0.0035 1.30 Labu Ukur Tabel Volume 1 gram air ditimbang dalam udara dengan batu timbangan baja pada berbagai temperatur.10 Buret 0.03 0. 5) Mengamati miniskus bawah berimpitan dengan garis tera atau tidak.10 0.

0054 1.9948 Selisih = 9.0048 Volume sesungguhnya = berat air yang ditimbang x volume air (tabel) = 5.024 b.0028 28 29 30 31 1. edisi 6 H.9593 gram = 27.0180 gram Berat Alas + aquades Berat Alas Berat air yang ditimbang Suhu = 280C  1.0024 1.0477 c.0180 x 1.0051 1.0048 = 9.0026 1.0056 Sumber : Underwood.1111 gram = 5.8119 gram = berat air yang ditimbang x volume air 0 = 23.9471 x 1.0022 1.9471 = 0.0582 gram = 13.0048 1.1111 gram = 9.8119 x 1.9471 gram Berat gelas kimia + aquadest Berat gelas kimia (alas) Berat air yang ditimbang Suhu air = 280C Volume air sesungguhnya = 24.0048 .024 = 0.0180 = 0. Pipet Volume 25 ml = 51.9948 – 9.0420 – 5. Perhitungan 1.1474 gram = 24. Pipet Volume 10 ml Berat alas + aquades Berat alas Berat air yang ditimbang Suhu = 28 C  1.17 18 19 20 1.0048 = 5.0048 Volume sesungguhnya (tabel) = 9. Pipet Volume 5 ml = 18. Pipet Volume a.1291 gram = 13.0420 ml  selisih = 5.

1527 97.0488 42.55 Volume Buret 5 10 15 20 25 Berat Gelas Awal Akhir Suhu 0 Volume Koreksi C Sebenarnya / Selisih 5.0479 0.9812 42.35 17. Volume yang sesungguhnya = berat air yang ditimbang x volume air pada suhu tertentu pada tabel c.1970 0.8119 = 0. Selisih volume alat yang ditera dengan volume air sesungguhnya dibandingkan toleransi yang diperbolehkan Pembacaan Buret Awal 2.35 24.9236 25.0479 + 0.35 17.1970 9.0819 28 28 28 28 28 Rata-rata selisih percobaan dengan buret : = 0.9309 ml Selisih = 24.0488 0.5757 = 0.9309 – 24.49 14.2056 + 0.1970 + 0.1527 57.1527 61.1527 47.1527 52. Labu ukur 100 ml Memasukkan aquadest dengan pipet volume 25 ml yang sudah terkalibrasi ke dalam labu ukur 100 ml sebanyak 4 kali I.1151 5 3.2056 19. Buret a. Cara melakukan kalibrasi ada 3 cara : 1.0764 + 0.2857 42.2056 0.0488 5 = 0.35 7. Benda air yang ditimbang = (berat alas + aquades) – berat alas b. Kalibrasi langsung mutlak .3249 42.55 Akhir 7.1190 2.0764 0.49 39.9521 15.35 4.= 24.35 32. Pembahasan Kalibrasi merupakan suatu pekerjaan untuk mendapatkan alat ukur yang sesuai dengan tulisan yang tertera pada alat.0573 42.

metode pengukuran. Untuk keperluan tersebut diperlukan alat ukur. kemudian mengubah bobot air tersebut menjadi volume 2. Istilah pengukuran biasanya disebut metrologi geometrik atau metrologi industri idefinisikan sebagai : ilmu dan teknologi untuk melakukan . Alat ukur merupakan alat Mengukur pada hakekatnya membandingkan sesuatu besaran yang belum diketahui besarannya dengan besaran lain yang diketahui besarnya.blogspot. Mengambil maupun meletakkan botol timbang ataupun gelas kimia dengan menggunakan pinset. Ada 2 kelompok kekeliruan. Memegang botol timbang maupun gelas kimia dengan kertas dengan tujuan agar lemak atau kotoran-kotoran dari tangan tidak menempel pada tombol timbang maupun gelas kimia sehingga tidak mempengaruhi dalam penimbangan 3. Kalibrasi langsung tak mutlak atau kalibrasi dengan perbandingan Dengan cara melakukan kalibrasi dengan membandingkan hasil kalibrasi suatu alat dengan alat yang telah terkalibrasi 3. yaitu kekeliruan sistematik (berkaitan dengan alat ukur. Contoh : pipet volume dan buret.Dengan cara melakukan penimbangan banyaknya air yang dikeluarkan. Pemilihan alat ukur yang baik diperlukan dalam kegiatan pengukuran. yaitu kalibrasi yang dilakukan untuk pengambilan aliquot (bagian). atau banyaknya air yang masuk atau yang diisikan. didapatkan hasil bahwa pipet volume dan buret belum terkalibrasi dengan tepat ditunjukkan dengan data pengamatan sedangkan labu ukur telah terkalibrasi dengan tepat karena miniskus bahwa tepat berada di garis tera. dengan perbandingan antara labu ukur dan pipet volume. http://hidupituind4h. Kalibrasi tidak langsung Untuk mengetahui hubungan antara alat tanpa mengetahui volume mutlak masingmasing. J. Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan. contoh : labu ukur.html Artikel ini merupakan penelitian dan identifikasi peralatan Laboratorium di salah satu Lab Jurusan Teknik Mesin. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain : 1. dan faktor manusia) dan kekeliruan acak (berkaitan dengan faktor non teknis/sistematik). Kalibrasi labu ukur.com/2011/01/kalibrasi-volumetrik-pipet-volume-labu. Dalam proses pengukuran dapat terjadi kekeliruan-kekeliruan. pipet volume dengan aliquot 2.

TERMOMETER AIR RAKSA Fungsi Termometer Air Raksa Termometer adalah alat untuk mengukur suhu. Untuk mengembalikan fungsinya.83 °C (-37. Saat suhu turun air raksa tertahan pada katup dan tidak dapat kembali ke bohlam membuat air raksa tetap di dalam tabung. Penelitain-penelitian terkait.38. (Tim FakuLtas Teknik UNY. Tulisan ini memaparkan penjelasan khusus alat ukur yang ada di Laboratorium Konversi Energi jurusan Teknik Mesin. termometer harus diayunkan dengan keras. Saat suhu naik. Jika termometer mengandung nitrogen. disebut termometer maksimun. Pada area di mana suhu maksimum tidak diharapkan naik di atas . 2003) Jurusan Teknik Mesin merupakan jurusan yang bergerak di bidang keteknikan permesianan yang berhubungan erat dengan kemajuan dan pengembangan teknologi keilmuan mesin baik secara penelitian ilmiah maupun rekayasa keteknikan lainnya. Untuk menghindarinya. air raksa didorong ke atas melalui katup oleh gaya pemuaian. Termometer ini mirip desain termometer medis. Termometer ini lebih aman dan mudah untuk dibaca.6 °F).89 °F) termometer yang memakai .89 °F) dan hanya dapat digunakan pada suhu diatasnya. erat hubungannya dengan ketepatan pengukuran setiap elemen yang ada. tidak seperti air. membuatnya sulit diamati ketika membeku. Air raksa. Thermometer analog bisa juga disebut sebagai thermometer manual. gas mungkin mengalir turun ke dalam kolom dan terjebak disana ketika temperatur naik.83 ° C (-37. bekerja dengan adanya katup pada leher tabung dekat bohlam. Penggunaan air raksa sebagai bahan utama thermometer karena koefisien muai air raksa terbilang konstan sehingga perubahan volume akibat kenaikan atau penurunan suhu hampir selalu sama. tidak mengembang saat membeku sehingga tidak memecahkan tabung kaca. Air raksa akan membeku pada suhu -38. Pembaca kemudian dapat membaca temperatur maksimun selama waktu yang telah ditentukan.pengukuran karakteristik geometrik dari suatu produk (komponen mesin/peralatan) dengan alat dan cara yang cocok sedemikian rupa sehingga hasil pengukurannya dianggap sebagai yang paling dekat dengan geometri sesungguhnya dari komponen mesin yang bersangkutan . sebagai penelitian tugas kuLiah Mata Kuliah ALAT BANTU dan ALAT UKUR . termometer air raksa sebaiknya dimasukkan ke dalam tempat yang hangat saat temperatur di bawah -37 °C (-34. Jika ini terjadi termometer tidak dapat digunakan hingga kembali ke kondisi awal. karena cara pembacaannya masih manual.] Jenis khusus termometer air raksa. Namun ada juga beberapa termometer keluarga mengandung alkohol dengan tambahan pewarna merah.

2.. pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga hampa udara. Celsius memakai dua titik penting pada skalanya: suhu saat es mencair dan suhu penguapan air. Cara kerja Termometer Air Raksa Alat ini terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan air raksa di ujung bawah. 4. Kalibrasi Termometer Air Raksa Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Merkuri akan mengembang naik ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala yang telah ditentukan. keLompok keYen. Untuk tujuan pengukuran. Jika temperatur meningkat. Prinsip kerja Termometer Digital . Jadi pegukuran suhu celsius menggunakan suhu pencairan dan bukan suhu pembekuan. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon air raksa dengan perubahan volume. Saat dikeluarkan termometer dari uap air. Pengukuran Termometer Air Raksa Termometer air raksa umumnya menggunakan skala suhu Celsius dan Fahrenhait.1 °C (-78 °F). tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut mendidih seluruhnya saat dipanaskan. Proses kalibrasi thermometer antara lain : 1. Dia menamakannya Centrigade. Adapun cara kerja secara umum adalah sbb . Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan. tea_twin1&2_putz1&2_ikaL-pakDokter_s’H [TI '06 UNS] TERMOMETER DIGITAL Fungsi Termometer Digital Termometer merupakan salah satu alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui suhu objek (benda/tubuh). Letakkan silinder termometer di air yang sedang mencair dan tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut berwujud cair seluruhnya. 3. Ini berhubungan dengan kecepatan pendinginan (dan pemuaian kaca tabung). Dengan cara yang sama. Poin ini adalah poin titik beku air. ketinggian air raksa turun perlahan. 3. volume air raksa berada pada kondisi awal. 2. Tetapi peneliti lain -Frenchman Jean Pierre Cristin– mengusulkan versi kebalikan skala celsius dengan titik beku pada 0 °C (32 °F) dan titik didih pada 100 °C (212 °F). Termometer ini mempunyai titik beku of -61. Titik didih Celcius yaitu 0 °C (212 °F) dan titik beku pada 100 °C (32 °F). Es mencair pada tanda kalibrasi yang sama pada thermometer yaitu pada uap air yang mendidih. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi. Bagi panjang dari dua poin diatas menjadi seratus bagian yang sama.campuran air raksa dan thallium mungkin bisa dipakai. 1. Sebelum terjadi perubahan suhu.

pada temperatur tertentu memiliki tegangan tertentu pula. sehingga nilai arus ini bisa dikonversi ke dalam bentuk tampilan display 3. Jenis logam akan menentukan rentang temperatur yang bisa diukur (termokopel suhu badan (temperatur rendah) berbeda dengan termokopel untuk mengukur temperatur tungku bakar (temperatur tinggi)). miliVolt) yang dapat dideteksi. Kalibrasi Termometer Digital Kalibrasinya biasa menggunakan kalibrator manual atau otomatis. Kalibrasi otomatis terdiri dari suhu pemanas dan checker untuk gain dalam rangkaian komparatornya Material Penyusun Termometer Digital Termometer digital memiliki bagian penyususn terpenting. Termokopel ini macam-macam. hanya ujungnya saja. Secara sederhana termokopel berupa dua buah kabel dari jenis logam yg berbeda yang ujungnya. Secara terperinci prinsip kerja thermometer digital dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. kalibrator manual suhu yg dikenakan ke sensor adalah suhu pemanas nyata dimulai dari 0 derajat untuk setting ofsetnya. Prinsip kerjanya memanfaatkan karakteristik hubungan antara tegangan (volt) dengan temperatur. disatukan (dilas). Komparator (OP-amp dan sejenisnya) 3. fungsinya untuk menerjemahkan setiap satuan amper ke dalam satuan volt yg akan dikonversi ke display. Beda tegangan ini kemudian dikonversikan kembali nilai arusnya melalui pengkomparasian dengan nilai acuan dan nilai offset di bagian komparator. logam A memiliki tegangan yang berbeda dengan logam B. Jadi dari input temperatur lingkungan setelah melalui termokopel terdeteksi sebagai perbedaan tegangan (volt). Pada temperatur yang sama. tergantung jenis logam yang digunakan. juga sensitivitasnya.Termometer digital. Sensor PTC/ NTC 2. Pembacaan Pengukuran Termometer Digital Pembacaan pengukuran termometer ini dilakukan langsung dari nilai display dengan memperhatikan garis segmen yang ada. terjadilah beda tegangan (kecil sekali. 2. fungsinya untuk menerjemahkan setiap satuan amper ke dalam satuan volt kemudian dijadikan besaran temperatur yang ditampilkan melalui layar/monitor berupa seven segmen yang menunjukkan temperatur yang dideteksi oleh termokopel. biasanya menggunakan termokopel sebagai sensornya untuk membaca perubahan nilai tahanan. ANALOG to Digital konverter . Sebelum dikonversi. Titik penyatuan ini disebut hot junction. Setiap jenis logam. nilai arus ini di komparasi dengan nilai acuan dan nilai offset di bagian komparator. Perubahan nilai tahanan ini linear dengan perubahan arus. Material penyusun tersebut adalah sebagai berikut: 1. Sensor yg berupa PTC atau NTC dengan tingkat sensitifitas tinggi akan berubah nilai tahanannya jika terjadi sebuah prubahan suhu yg mengenainya.

baling-baling/mangkok yang terdapat pada anemometer akan bergerak sesuai arah angin. b. yaitu: 1. kemudian dicocokkan dengan Skala Beaufort. Recording yaitu alat yang dapat mencatat data secara terus-menerus. Seluruh mangkok menghadap ke satu arah melingkar sehingga bila angin bertiup maka rotor berputar pada arah tetap. Contoh : barograf dan anemograf. Contoh: barometer. Melalui suatu sistem mekanik roda gigi. Makin besar kecepatan angin meniup mangkok-mangkok tersebut. Sedangkan satuan meteorologi dari arah angin adalah 0o – 360o serta arah mata angin. Hasil yang diperoleh alat pencacah dicatat. Tipe tersebut adalah sebagai berikut: a. menyatakan akumulasi jarak tempuh angin selama waktu dari kedua pengamatan tersebut. Anemometer Termal . Pada saat tertiup angin. Anemometer harus ditempatkan di daerah terbuka. Satuan meteorologi dari kecepatan angin adalah Knots (Skala Beaufort). Dari jumlah putaran dalam satu detik maka dapat diketahui kecepatan anginnya. Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur arah dan kecepatan angin. perputaran rotor mengatur sistem akumulasi angka penunjuk jarak tiupan angin. Dengan alat ini penambahan nilai yang dapat dibaca dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya. sejak pemasangan hingga pergantian alat berikutnya. alat meteorologi terdiri atas dua jenis. kuat.c Gambar Anemometer adalah : Tipe Anemometer Anemometer sendiri terdapat dua tipe secara umum. LCD. Dekoder display (IC 7447 TTL misalnya) 5. Anemometer tipe “cup counter” hanya dapat mengukur rata-rata kecepatan angin selama suatu periode pengamatan. monitor) keLompok keYen. sehingga kecepatan anginnya adalah sama dengan akumulasi jarak tempuh tersebut dibagi lama selang waktu pengamatannya. ermometer dan anemometer. Non recording yaitu alat yang digunakan bila datanya harus dibaca pada saat-saat tertentu untuk memperoleh data. Kecepatan putar dari rotor tergantung kepada kecepatan tiupan angin.4. makin cepat pula kecepatan berputarnya piringan mangkok-mangkok. Ditinjau dari cara pembacaannya. Display (7 segmen. tea_twin1&2_putz1&2_ikaL-pakDokter_s’H [TI '06 UNS] ANEMOMETER Fungsi Anemometer Pengamatan unsur-unsur cuaca dan iklim memerlukan alat-alat meteorologi yang bersifat peka. sederhana dan teliti. Anemometer dengan tiga atau empat mangkok Sensornya terdiri dari tiga atau empat buah mangkok yang dipasang pada jari-jari yang berpusat pada suatu sumbu vertikal atau semua mangkok tersebut terpasang pada poros vertikal. 2.. Di dalam anemometer terdapat alat pencacah yang akan menghitung kecepatan angin.

See step 3 in the MAINTENANCE section under potentiometer replacement. Proses Pengukuran Anemometer Berikut contoh perhitungan sederhana kecepatan angin yang diukur dengan anemometer tiga mangkok. Untuk bidang agroklimatologi dipasang dengan ketinggian sensor (mangkok) 2 meter di atas permukaan tanah. It is important to note that while the sensor mechanically rotates through 360°.5 m. dipasang anemometer setinggi 0. maka tinggi pemasangan anemometer ini biasanya disesuaikan dengan tujuan atau kegunaannya. With the counterweight pointing directly at the anemometer the wind direction signal should correspond to 180° or due south. it may be necessary to adjust the relative position of the vane skirt and shaft. It should correspond to vane position within 5°. Cara kerja dari sensor ini berdasarkan pada jumlah panas yang hilang secara konvektif dari sensor ke lingkungan sekeliling sensor. This may be an indicator which displays wind direction values in angular degrees or simply a voltmeter monitoring the output. Proses Kalibrasi Anemometer Proses kalibrasi anemometer dilakukan secara periodik agar perfomansi dan hasil pencatatan tetap stabil dan baik. Jika hanya kecepatan fluida yang berubah. Sehubungan dengan karena adanya perbedaan kecepatan angin dari berbagai ketinggian yang berbeda. Wind speed calibration is determined by the cup wheel turning factor and the output characteristics of the transducer. Position theinstrument so the mounting crossarm is oriented north-south with the vane on the north and the anemometer on the south. Looking from above. in a circuit where 0 to 1. Dipasang didaerah terbuka pada pancang yang cukup kuat. visually align the vane with each of the crossmarkings and observe the indicator display. the following method can yield an accuracy of ±5° or better if carefully done. Calibration Formulas for Model 03102 Wind Sentry Anemometer o WIND SPEED vs CUP WHEEL RPM .00 VDC represents 0° to 360°.978 volts). Begin by connecting the instrument to a signal conditioning circuit which indicates wind direction value. Panjang lingkaran susunan mangkok-mangkok adalah 3 m. Hold or mount the instrument so the vane center of rotation is over the center of a sheet of paper which has 30° or 45° crossmarkings. maka kecepatan angin dapat dihitung : [(20x3)/10 m = 6 m/dt] Untuk memudahkan menghitung putaran dari pada piringan anemometer maka salah satu mangkok diberi warna lain. For example. Kerja Anemometer ini mengikuti prinsip tabung pitot.00 volts = 0. the output must be adjusted for 0. If not. (352°/ 360° X 1. Untuk keperluan navigasi alat harus dipasang pada jarak 10 x tinggi faktor penghalang seperti adanya bangunan atau pohon. Calibration formulas showing cup wheel rpm and frequency output vs.Anemometer ini merupakan satu sensor yang digunakan untuk mengukur kecepatan fluida (angin) sesaat. dan susunan itu pada suatu waktu berputar 20 kali dalam waktu 10 detik. the full scale wind direction signal from the signal conditioning occurs at 352°. yaitu dihitung dari tekanan statis dan tekanan kecepatan. wind speed are included below. Sebagian besar Anemometer ini umumnya tidak dapat merekam kecepatan angin dibawah 1-2 mil/jam karena ada faktor gesekan apa awal putaran.     For wind direction calibration. Berikut urutan proses kalibrasi pada anemometer. maka panas yang hilang bisa diinterpretasikan sebagai kecepatan fluida tersebut.978 VDC when the instrument is at 352° full scale. Untuk mengumpulkan data penunjang bagi pengukuran penguapan Panci Kelas A. Besarnya panas yang dipindahkan dari sensor secara langsung berhubungan dengan kecepatan fluida yang melewati sensor. Di lapangan terbang pemasangan umumnya setinggi 10 m.

Cara Kerja Termokopel Pada tahun 1821.04499 x rpm) + 0. kemampuan kimia. . yang berguna untuk pengukuran di laboratorium.6770 x Hz) + 0. secara sederhana termokopel tidak mudah dipakai untuk kebanyakan indikasi sambungan lansung dan instrumen kontrol. dan memiliki jenis konektor standar yang sama.7     keLompok keYen. tea_twin1&2_putz1&2_ikaL-pakDokter_s’H [TI '06 UNS] TERMOKOPEL Fungsi Termokopel Pada dunia elektronika. Pada banyak aplikasi. dimana tiap sambungan yang panas diarahkan ke suhu yang lebih tinggi dan semua sambungan dingin ke suhu yang lebih rendah. Beberapa kombinasi menjadi populer sebagai standar industri.4  km/hr = (2. Konduktor tambahan ini kemudian akan mengalami gradiasi suhu. ketersediaanya. yang bertambah sesuai temperatur. tegangan pada setiap termokopel menjadi naik. titik lebur.4 km/hr = (0.. Dengan adanya suhu tetapan pada sambungan dingin.7500 x Hz) + 0. sedang yang lain dihubungkan pada objek pengukuran. Dengan begitu.01250 x rpm) + 0. Untuk mengukur perubahan panas ini. dilihat dari biaya. yang memungkinkan untuk digunakan pada tegangan yang lebih tinggi. Menggunakan logam yang berbeda untuk melengkapi sirkuit akan menghasilkan tegangan yang berbeda. stabilitas. Hal ini disebut sebagai efek termoelektrik.7 WIND SPEED vs OUTPUT FREQUENCY . Termokopel yang sederhana dapat dipasang. salah satu sambungan (sambungan yang dingin) dijaga sebagai temperatur referensi. Perbedaan ini umumnya berkisar antara 1 hingga 70 microvolt tiap derajad celcius untuk kisaran yang dihasilkan kombinasi logam modern. bukan temperatur absolut. seorang fisikawan Estonia bernama Thomas Johann Seebeck menemukan bahwa sebuah konduktor (semacam logam) yang diberi perbedaan panas secara gradien akan menghasilkan tegangan listrik.02427 x rpm) + 0. Termokopel dapat dihubungkan secara seri satu sama lain untuk membuat termopile. dan hasil.4562 x Hz) + 0.6994 x Hz) + 0. dan mengalami perubahan tegangan secara berkebalikan dengan perbedaan temperatur benda. gabungan dua macam konduktor sekaligus sering dipakai pada ujung benda panas yang diukur.Hz  m/s = (0.4  mph = (1. serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1 °C.4 mph = (0.02795 x rpm) + 0. kemudahan. meninggalkan perbedaan kecil tegangan memungkinkan kita melakukan pengukuran.2  knots = (1.2 knots = (0. termokopel merupakan sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah perbedaan suhu dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik (voltase).o m/s = (0. Sangat penting diingat bahwa termokopel mengukur perbedaan temperatur di antara 2 titik.

Kabel ekstensi menggunakan kawat-kawat dengan jumlah yang sama dengan kondoktur yang dipakai pada Termokopel itu sendiri. walaupun tidak terlalu murah. tea_twin1&2_putz1&2_ikaL-pakDokter_s’H [TI '06 UNS] HYGROMETER Prinsip Kerja Hygrometer Hygrometer mempunyai prinsip kerja yaitu dengan menggunakan dua thermometer. Tujuannya sudah jelas. dan koreksi yang baik dapat diaplikasikan.. 4. kurang presisi. Thermometer Bola Basah: tabung air raksa dibasahi agar suhu yang terukur adalah suhu saturasi/ titik jenuh. dengan hasil yang tidak seakurat kabel ekstensi. keLompok keYen. teliti dan cara membaca thermometer-thermometer Kecepatan udara melalui Thermometer bola basah Ukuran. Pemilihan ini menghasilkan tegangan yang proporsional terhadap beda suhu antara sambungan panas dan dingin. dengan tujuan khusus untuk mengurangi gradiasi suhu di antara ujungujungnya. Hal-hal yang sangat mempengaruhi ketelitian pengukuran kelembaban dengan mempergunakan Psychrometer ialah : 1. bahan dan cara membasahi kain Letak bola kering atau bola basah Suhu dan murninya air yang dipakai untuk membasahi kain . yaitu. menggantikan perbedaan suhu antara sambungan panas dan dingin.Mereka menambahkan sambungan dingin tiruan ke sirkuit mereka yaitu peralatan lain yang sensitif terhadap suhu (seperti termistor atau dioda) untuk mengukur suhu sambungan input pada peralatan. tetapi operasi rentang suhu pada kabel kompensasi dibatasi untuk menjaga agar kesalahan yang diperoleh kecil. Hal ini dikenal dengan kompensasi hubungan dingin. tetapi murah. 3. dan biasanya diproduksi pada bentuk yang tepat untuk pengangkutan jarak jauh . Sifat peka. Thermometer Bola Kering: tabung air raksa dibiarkan kering sehingga akan mengukur suhu udara sebenarnya. Kombinasi ini menghasilkan output yang mirip dengan termokopel. suhu yang diperlukan agar uap air dapat berkondensasi. Kabel ekstensi atau kompensasi harus dipilih sesuai kebutuhan termokopel. 2. 5. Kabel kompensasi pada sisi lain. Thermometer pertama dipergunakan untuk mengukur suhu udara biasa dan yang kedua untuk mengukur suhu udara jenuh/lembab (bagian bawah thermometer diliputi kain/kapas yang basah). Di sini. biasanya campuran material konduktor yang murah yang memiliki koefisien termoelektrik yang sama dengan termokopel (bekerja pada rentang suhu terbatas). Kabel-kabel ini lebih murah daripada kabel termokopel. bentuk. Kabel ini direkomendasikan untuk keakuratan tinggi. Mereka memakai perbedaan kecil.umumnya sebagai kawat tertutup fleksibel atau kabel multi inti. dan kutub harus dihubungkan dengan benar sehingga tegangan tambahan ditambahkan pada tegangan termokopel. tegangan yang berasal dari hubungan dingin yang diketahui dapat disimulasikan. Biasanya termokopel dihubungkan dengan alat indikasi oleh kawat yang disebut kabel ekstensi atau kompensasi. Kabel-kabel ini biasanya memiliki spesifikasi untuk rentang suhu yang lebih besar dari kabel termokopel.

Sedangkan pada slink. Hasil akhir pengujian menunjukkan sistem yang dibangun mampu memberikan kemampuan ukur terbaik masingmasing adalah 0.51% pada RH 60% dan 95%. bisa dilihat pada raksanya di termometer satu yang untuk mengukur kelembaban dan satu lagi yang mengukur suhu. Baca skala yang tertera pada display digital sesuai skala satuan timbangan tersebut. Untuk pengukuran yang sensitivitasnya tinggi perlu menunggu 30 menit. Pengukuran ketidakseragaman test chamber telah dilakukan pada rentang kelembaban tersebut dengan menggunakan dua buah sensor. massa sering diartikan sebagai berat.. Kalibrasi Sebuah sistem kalibrasi higrometer telah dirancang dan dibuat dalam rangka peningkatan kemampuan kalibrasi higrometer untuk menghasilkan sebuah sistem kalibrasi yang dapat memberikan kemampuan ukur terbaik di bawah 2. Fungsi dari neraca elektrik maupun bukan elektrik secara umum adalah sebagai alat pengukur massa. Ada bentuk higrometer lama yakni berbentuk bundar atau berupa termometer yang dipasang didinding. Perlu diperhatikan pada saat pengukuran dengan hygrometer selama pembacaan haruslah diberi aliran udara yang berhembus kearah alat tersebut.Fungsi Hygrometer Hygrometer digunakan untuk mengukur kelembaban udara relative (RH) Proses Pengukuran Higrometer terdapat dua skala. .5%. 5. 4.62% pada RH 10% dan 0. tetapi dalam tinjauan fisika kedua besaran tersebut berbeda. Cara membacanya juga sama. skala kelembaban biasanya ditandai dengan huruf h dan kalau suhu dengan derajat celcius. karena hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan. yang bundar ya dibaca skalanya. Pastikan bahwa timbangan sudah menyala. Letakakan benda yang massanya akan diukur pada piringan tempat benda. Pastikan timbangan menunjukkan angka ”nol”( jika tidak perlu di koreksi). Proses Pengukuran Secara umum proses meninbang dengan neraca elektronik/digital adalah: 1. Massa tidak dipengaruhi gravitasi. 2. alatnya harus diputar. 3. kemudian tunggu dan bacalah skalanya. yaitu dari 10% hingga 95%. tea_twin1&2_putz1&2_ikaL-pakDokter_s’H [TI '06 UNS] NERACA DIGITAL/ELEKTRONIK Fungsi Dalam kehidupan sehari-hari. keLompok keYen. sedangkan berat dipengaruhi oleh gravitasi. Pengujian dilakukan terhadap sistem tersebut pada rentang kelembaban relative yang biasa dipakai untuk melakukan kalibrasi. yang satu menunjukkan kelembaban yang satu menunjukkan temperatur. Sistem yang dibangun memanfaatkan prinsip kerja divided flow atau aliran terbagi. Cara penggunaannya dengan meletakkan di tempat yang akan diukur kelembabannya. ini dapat dilakukan dengan mengipasi alat tersebut dengan secarik kertas atau kipas. Kegunaan neraca ini tergantung dari skala dari neraca tersebut misal neraca/timbangan elektrik yang ada di pasar swalayan dengan yang di laboratorium tentu sensitivitas dan skala neracanya jauh berbeda.

cek kembali dengan menggunakan anak timbangan. Kinerja alat ini dengan dipasang pada suatu permukaan bidang kemudian dengan adanya hantaman cahaya tepat pada sensor cahaya yang akan diteruskan pada tampilan komputer dalam bentuk simpangan besarnya fluks yang diberikan cahaya tersebut. Nilai maksimum yang memberikan fluks terbesar jika cahaya menghantam sensor sejajar dengan bidang vertikal dan nilai terkecil fluks cahaya saat cahaya jatuh sejajar bidang horizontal.Kalibrasi 1. sehingga besarnya simpngan fluks bergantung pada sudut cosinus terhadap sumbu vertikal selain dari besarnya muatan elektron yang menghantam sensor dari radiasi cahaya.. keLompok keYen. tea_twin1&2_putz1&2_ikaL-pakDokter_s’H [TI '06 UNS] PYRANOMETER Pyranometer juga disebut solarmeter digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh radiasi cahaya pada permukaan bidang dengan satuan W/m2. Dengan adanya muatan elektron tersebut dapat diukur dengan rumus medan listrik sehingga simpangan fluks magnet berbanding lurus dengan peningkatan arus akibat penumpukan elektron. Kebersihan timbangan Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan. Jika timbangan tidak dapat digunakan sama sekali maka timbangan harus diperbaiki oleh suatu agen (supplier). Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin) sebelum menimbang angka “nol” harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi. Timbangan/Neraca elektronik. kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan. bagian dan menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat. kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak. Pada saat kalibrasi digunakan saat diletakkan pyranometer di dalam ruangan gelap yang tidak ada cahaya dan pengaruh medan listrik maupun medan magnet sebagai keadaan ideal saat keadaan normal atau keadaan nol.. misal 10 gr dan 100 gr. hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan. campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan setelah dipanaskan. Pengontrolan Timbangan/Neraca Timbangan/Neraca dikontrol dengan menggunakan anak timbangan yang sudah terpasang atau dengan dua anak timbangan eksternal. 1. dimana pada lembar tersebut tercantum pula berapa kali timbangan harus dicek. tea_twin1&2_putz1&2_ikaL-pakDokter_s’H [TI '06 UNS] . Penyimpangan berat dicatat pada lembar/kartu kontrol. harus menunggu 30 menit untuk mengatur temperatur. Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif. keLompok keYen.

Berbagi: http://shafiyyah.uns.id/2009/06/09/jenis-fungsi-dan-kalibrasibeberapa-alat-ukur-di-laboratorium-konversi-energi-teknik-mesin-uns/ .blog.ac.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful