BAB 1 PENDAHULUAN

Kehamilan kembar terjadi 1% dari seluruh kehamilan. “Two for the price of one” atau “Instant family” kedengarannya suatu hal yang baik hingga dapat disadari bahwa pada kehamilan kembar dapat terjadi peningkatan seluruh komplikasi obstetrik kecuali post maturitas. Hiperemesis, keguguran, premature partum bleeding, pertumbuhan fetus yang terganggu, kematian fetus, presentasi abnormal, malformasi dan perdarahan post partum seluruhnya dapat meningkat. Pada bayi kembar mortalitas perinatal 3-6 kali lebih besar dan resiko terjadinya cerebral palsy 6 kali lebih besar.(1,2,3,4) Kehamilan kembar ini penting untuk dibicarakan karena beberapa sebab : 1. Tingginya angka mortalitas dan morbiditas sebagian besar dihubungkan dengan prematuritas , pertumbuhan janin terhambat, malformasi janin dan sindroma twin-twin transfusi. Penelitian Scotland menyatakan bahwa angka kejadian mortalitas pada hamil kembar 6x lebih sering dibandingkan hamil tunggal. 2. Faktor resiko dari semua komplikasi kehamilan pada hamil kembar lebih besar dibandingkan hamil tunggal. 3. Peningkatan jumlah kembar akhir-akhir ini disebabkan meningkatnya penggunaan obat-obatan pemicu ovulasi. Bayi kembar kedua dapat membawa resiko perinatal yang tinggi akibat dari presentasi sungsang dan lahir dengan aspiksia, yang disebabkan dari kontraksi atau pemisahan sebagian plasenta setelah persalinan bayi kembar pertama atau periode yang berkepanjangan dimana infant merasakan efek dari kompresi aortocaval. Berdasarkan hal ini telah menjadi prinsip yang umum untuk mempersingkat kala II persalinan pada bayi kembar dua.

1

Beberapa komplikasi yang bergabung pada kehamilan kembar dapat berkurang atau dicegah bila kehamilan kembar dapat didiagnosa lebih awal. Terdapat beberapa langkah bagi ibu hamil kembar dibantu dengan pusat-pusat kesehatan untuk meningkatkan kesempatan agar bayi dapat lahir sehat.(5,6)

2

BAB 2 ISI

2.1. Definisi dan Klasifikasi Kehamilan kembar adalah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kembar dizigotik memiliki dua amnion (diamniotik) dan dua plasenta (dikorionik). Pada kembar monozigot dapat terbentuk satu plasenta (monokorionik), satu amnion (monoamniotik) atau bahkan satu organ fetal (kembar siam).(9,11,12)

Gambar 1. Gambaran Kehamilan Kembar 7 Kehamilan kembar dapat dibagi atas beberapa tipe : 1. Kembar dizigotik (Binovular-fraternal twins) (66%): yaitu • • • Fertilisasi dari 2 ovum oleh 2 sperma Dikorionik, korion yang terpisah, memiliki 2 plasenta. Diamniotik, amnion yang terpisah (kantung amnion)

3

• Jika pembelahan embrio terjadi setelah 3 hari fertilisasi (antara 4-8 hari). maka akan terjadi komunikasi antara sirkulasi plasenta sehingga terjadi kembar diamniotik monokorionik sekitar 4%. Dapat dibagi sesuai lokasi anatomis dempetnya 4 . Kembar monozigotik (Mono ovular-identical twins) (33%) yaitu : • • Pembelahan dari 1 ovum.2. yang terjadi pada 1/3 dari kembar monozigotik maka setiap fetus akan memiliki kantong amnion dan plasenta masing-masing (kembar dikorionik diamniotik) sekitar 96%. • amnion • Pembelahan ovum pada hari 8-13 setelah fertilisasi. dimana segmentasi terhambat dan setelah primitive streak terbentuk maka akan terjadi kembar dempet (kembar siam). dimana morulla sudah terbentuk. dalam 3 hari (72 jam pertama) dari fertilisasi. fertilisasi oleh 1 sperma Jika pembelahan terjadi sebelum terbentuknya inner cell mass (morula). dimana lapisan sudah terbentuk akan menjadi kembar monokorionik. monoamniotik Pembelahan ovum > 13 hari setelah fertilisasi.

Beberapa Tipe Kehamilan Kembar Berdasarkan Pembelahan Ovum (7) Gambar 3. mengkerut. dan rata(2.Gambar 2.7) 5 .5. Mono ovular-identical twins. diamniotik monokorionik(7) 3. Fetus papyraceous • • Salah satu fetus yang kembar tidak berkembang Tak berbentuk.

paritas maupun metode konsepsi yaitu 3. Paling tinggi pada wanita yang berusia 37 tahun. Epidemiologi Kembar terjadi pada 1% dari semua kehamilan dengan dua pertiga (70%) adalah dizigot dan sepertiga (30%) adalah monozigot. dimana terjadi stimulasi hormonal yang maksimal Paritas (2% setelah kehamilan keempat) Metode konsepsi (20% dengan induksi ovulasi) Riwayat keluarga 6 .Gambar 4. 1 : 80 kehamilan pada ras Caucasia. salah satu fetus yang tidak berkembang 2. Insidensi untuk kehamilan kembar menurut Hukum Hellin adalah 1 Usia maternal (2% setelah 35 tahun). Fetus Papyraceous.2. Insiden dari kembar bervariasi menurut : • Kelompok etnik (1:50 kehamilan ras Afrika. 1:50 kehamilan pada ras Asia dan paling sedikit pada ras Mongoloid) • • • • • Insidensi kembar monozigot sama pada semua kelompok etnis dan tidak berbeda oleh usia maternal.4/1000 kelahiran.

2. Kembar fraternal memiliki plasenta dan kantong amnion terpisah. umur dan paritas hanya mempunyai pengaruh terhadap kehamilan kembar yang berasal dari dua telur. misalnya gemelli 1: 80 kehamilan.4. tapi fetus biasanya memiliki kantung amnion yang terpisah.(2) 2. Etiologi Bangsa. triplet 1:802.3. dan 20% dengan injeksi (gonadotropin). Kehamilan kembar dapat fraternal atau identikal.5. Kebanyakan kembar fraternal berkembang dari telur dan sperma yang terpisah. kuadriplet 1 : 803.10.(6) (2. selama proses ini kembar dapat terbentuk.dalam 80n-1 kehamilan.9. Patofisiologi Mekanisme terjadinya kehamilan kembar adalah ketika sperma bertemu dengan ovum di tuba fallopi.12) 7 . Resiko terjadinya hamil kembar sekitar 5% dengan tablet fertilitas. Kembar identik memiliki 1 plasenta. dapat terjadi ketika telur yang dibuahi membelah lebih awal saat kehamilan dan berkembang menjadi 2 fetus. hereditas. fertilisasi  bergabungnya ovum dan sperma  ovum yang telah dibuahi bergerak turun dari tuba falopii  uterus  nidasi dan pertumbuhan fetus. Juga obat klomid dan hormon gonadotropin yang digunakan untuk menimbulkan ovulasi dilaporkan menyebabkan kehamilan dizigotik. dan seterusnya. Berbeda dengan kembar identikal.

Superfetasi adalah fertilisasi yang terjadi pada kehamilan yang sedang berlangsung akibat adanya ovulasi. dan yang lainnya bokong : 37% 4.(6) Superfekundasi dan Superfetasi Superfekundasi adalah pembuahan 2 ovum yang dikeluarkan pada ovulasi yang sama pada 2 koitus yang dilakukan pada jarak waktu yang pendek. Kedua janin kembar presentasi bokong : 10% 5.Gambaran 5. Janin kembar pertama presentasi vertex : 75% 2. Salah satu janin vertex. Presentasi kepala dan letak lintang (5%) 6. mempengaruhi segmentasi selanjutnya pada berbagai tingkatan. Presentasi bokong dan letak lintang (2%) 8 . 2. dimana kehamilan kedua terjadi beberapa minggu atau beberapa bulan setelah kehamilan terjadi. Letak dan Presentasi Janin Presentasi pada janin kembar adalah : 1.5. Kedua janin kembar presentasi vertex : 45% 3. Kehamilan berasal dari satu telur terjadi : Akibat adanya kerja faktor penghambat (inhibiting factor) pada masa awal pertumbuhan embrio intrauterin.

Identifikasi kehamilan dengan penyulit janin multipel banyak terlewat.6 Sungsang 26 9 0.6 Lintang 8 4 0. bukan karena sangat sukar. Diagnosa Diagnosa gemelli seringkali tidak dapat ditegakkan sampai kehamilan tua. haruslah dipikirkan kemungkinan kehamilan kembar bila didapatkan hal-hal berikut. teraba 3 bagian besar janin. penambahan berat badan ibu yang mencolok yang tidak disebabkan oleh edema atau obesitas.6. banyak bagian kecil yang teraba. uterus bertumbuh lebih cepat daripada biasanya pada pemeriksaan berulang.5%) Gambar 6. besarnya uterus melebihi lamanya amenore. dan terkadang sampai persalinan lanjut.7.(5) 9 . tetapi karena pemeriksa tidak memikirkan kemungkinan adanya kehamilan multipel tersebut. Kedua bayi letak lintang (0. Distribusi letak dan posisi janin kembar 2. Tipe-tipe presentasi (6) Distribusi dari letak dan posisi janin kembar (dalam %) antara lain : KEMBAR DUA KEMBAR PERTAMA Kepala Sungsang Lintang Kepala 39 13 0.6 Tabel 1. teraba dua ballotement.(9) Untuk mempertinggi ketepatan diagnosa.

Diagnosa dari gemeli dapat ditegakkan dengan : a. hemorrhoid. • • • Tanda dan Gejala Adanya riwayat kembar dalam keluarga Mual dan muntah yang lebih hebat dari kehamilan tunggal. Temuan satu korion mengindikasikan kembar monozigotik sedangkan dua korion menandakan kembar monozigot atau dizigot. nyeri punggung. hal ini Tekanan yang berlebihan pada pelvis. korionisitas. 10 . distensi abdominal dan kesulitan bernafas yang berjauhan dan perbedaan frekuensi paling sedikit 10 x/menit pada waktu pendengaran yang sama. • Pemeriksaan Penunjang : Ultrasonografi USG pada trimester awal dapat menentukan diagnosa kehamilan ganda. Diagnosa kembar dapat dimungkinkan pada usia kehamilan 5-6 minggu dengan transvaginal sonografi. • • • • • • b. malformasi dan mendukung prosedur korionik villus sampling atau fetisid. Terasa gerak anak lebih kuat dan lebih banyak Ibu mengeluh perutnya kelihatan lebih besar dari usia kehamilan Riwayat terapi infertilitas Pemeriksaan Klinis : Uterus lebih besar dari usia kehamilan yang ditentukan dari data Didapat lebih dari dua bagian besar janin Pada auskultasi terdengar lebih dari 1 tempat Djj dengan jarak hari pertama haid terakhir mungkin disebabkan kadar hCG yang lebih tinggi dalam darah konstipasi. c. varikositis.

5. Komplikasi 11 .10) 2. Kehamilan lewat waktu 2. hal ini tidak benar lagi. Karena sekarang penggunaan yang luas dari USG diagnostik.7. yang keduanya akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal. Gambaran USG pada Kehamilan Kembar (6) • Pemeriksaan abdominal radiologi(2. Polihidramnion 3. Molahidatiform(7) 2.(9.6. Jika diagnosa dini dari kehamilan kembar gagal dilakukan. seperti leimioma 4.9) Dijumpai lebih dari 1 skeleton (tulang rangka) pada kehamilan > 16 minggu. Hal ini juga dapat meningkatkan komplikasi. dapat terjadi peningkatan insiden dari PJT dan persalinan prematur.Gambar 7. Diagnosa Banding Diagnosa banding pada kehamilan kembar : 1. Tumor fibroid pada uterus. Sebuah statistik pada literature lama menyatakan bahwa 50% kembar tidak terdiagnosa sampai waktu melahirkan. Kista abdominalis 5.8.

Komplikasi maternal dan fetal Berdasarkan saat terjadinya komplikasi dapat dibagi atas : Komplikasi Intrapartum Komplikasi Peripartum 12 .Kelainan kongenital .Anemia .Perdarahan post-partum.Prolapsus tali pusat .IUFD Tabel 2.Inersia uteri . oleh karena insufisiensi plasenta atau twin-twin syndrome .Hidramnion .Plasenta previa .Atonia uteri .Berat badan lahir rendah. oleh karena plasental site yang luas .Komplikasi dari suatu kehamilan kembar adalah komplikasi terhadap ibu (maternal) maupun janin (fetal).Prematuritas . Komplikasi Maternal .Ketuban pecah dini .Hipertensi atau preeklamsia .Solusio plasenta .Malpresentasi .Partus prematurus .Abortus Komplikasi Fetal .Retensio plasenta .Insufisiensi plasenta .

Polycythemic Tabel 3. Penatalaksanaan Penanganan pada kehamilan kembar terbagi atas : A. Kebutuhan fetus akan nutrisi yang besar • • Anemia defisiensi besi Anemia megaloblastik uterus preterm atau A. Berbagai kondisi yang bergabung • Hipertensi pada kehamilan • Kembar siam • Hiperemesis gravidarum • Defek kongenital 2. Locked twins : • Kembar dengan kuncian di . Prolapsus tali pusat B.janin kedua vertex atau • Penanganan : .Dorong kepala janin kedua dari pelvis F. Malpresentasi pada fetus C.A. Post-partum hemorrhage E. Plasenta Plasenta previa PPH B. Transfusion syndrome • • Placental AV shunt pada Atrial twin .Memompakan darah hanya pada satu janin • Salah satu janin kekurangan nutrisi Keadaan kembar lainnya .Terlalu besar dan plethoric . Solusio plasenta D. Antepartum 13 . Overdistensi polihidramnion • • • Persalinan prematur Pielonephritis Insufisiensi plasenta Pertumbuhan retardasi E.9.janin pertama sungsang . Komplikasi intrapartum dan peripartum(7) kembar monozigot kepala C.

wanita dengan kehamilan normal mengalami peningkatan 25-35 pounds setelah 9 bulan. jika perlu. anemia defisiensi besi adalah yang paling sering dijumpai dan dapat meningkatkan resiko persalinan preterm.(5. (5.7) 3) Mengurangi aktivitas dan perbanyak istirahat. Pemberian tokolitik segera. yaitu persalinan yang dimulai sebelum berakhirnya usia kehamilan 37 minggu. The American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan bahwa wanita dengan kehamilan kembar untuk mengkonsumsi lebih 300 kalori/hari dari pada wanita dengan hamil normal (total sekitar 2700-2800 kalori/hari)(5. masalah yang paling sering dijumpai pada kehamilan kembar.7) 2) Suplemen besi dan asam folat.1) Diet dan pola makan yang baik. kehamilan triplet peningkatan 50-60 pounds. pemberian tablet Fe pada saat prenatal sekurangnya 30 mg. b. istirahat akan menolong untuk meningkatkan energi. Hal ini akan menyebabkan lahir prematur. Pengetahuan mengenai kehamilan p[reterm. 4) 5) a. Kehamilan kembar dapat membuat keadaan tidak nyaman karena uterus yang jadi lebih besar. pada kehamilan kembar mengalami peningkatan 35-45 pounds. yang akan menyebabkan gangguan pernafasan pada bayi. Terapi steroid yang disuntikkan akan membantu paru-paru bayi bekerja lebih baik. 14 .6) Pemeriksaan klinis kehamilan sekurangnya setiap 2 minggu setelah Periksa keadaan servik setiap berkunjung setelah 24 minggu kehamilan 24 minggu melalui pemeriksaan fisik ataupun ultrasound untuk mengetahui tanda-tanda awal kemungkinan terjadi persalinan preterm.

7) 6) • Ultrasound obstetrik setiap 3-4 minggu setelah diagnosis Menentukan kemungkinan adanya gangguan pertumbuhan fetus. Perbandingan berat janin. salah satu janin lebih kecil dari pada janin yang lainnya kembar ini disebut discordant. Dengan tujuan : • • • • • Evaluasi kelainan kongenital. Mengetahui presentasi fetus.7) Gambar 6. Ultrasound digunakan untuk melihat pertumbuhan dan cairan amnion pada masing-masing janin. Deteksi kembar siam. darah arteri kaya O2 donor bercampur dengan darah resepient. (5.c. Deteksi dini adanya twin-twin transfusion. Perhatikan pergerakan bayi terutama setelah umur kehamilan 32 minggu.(2) 7) Non stress test setelah 32 minggu 15 . melalui detak jantung janin yang berespon terhadap gerakannya (nonstress test)(5. Kembar discordant: janin resepient lebih besar daripada janin donor abnormalitas arteriorvenous tampak pada permukaan plasenta.

Jika hamil kembar 3 atau lebih : SC e.(7) 8) Konsultasi perinatologi B. dilahirkan per vaginam dengan melakukan episiotomi mediolateral untuk mengurangi tekanan pada kepala bayi. Pada locking twins : segera lakukan SC Ada tiga tipe : 16 .• Mengetahui keadaan janin • Memperkirakan adanya penekanan pada tali pusat. Jika kembar presentasi vertex-vertex. Jika presentasi non vertex-vertex atau non vertex-non vertex: SC d. Pada kembar premature : • Vertex-vertex : partus per vaginam • Vertex-non vertex : Umumnya SC • Non vertex-vertex atau non vertex-non vertex : SC • Kembar 3 atau lebih : SC f. Jika presentasi vertex-non vertex : • Siapkan SC. b. atau • Partus per vaginam diikuti dengan persalinan bokong Breech delivery) • Partus per vaginam diikuti ekstraksi bokong totalis atau melakukan internal podalic version (hal ini dilakukan dengan catatan tidak dijumpai hiperekstensi kepala bayi dan memerlukan keterampilan penolong untuk membedakan tangan dan kaki bayi) • Partus per vaginam diikuti dengan melakukan eksternal version (versi luar) dimana hal ini memerlukan pemantauan dengan USG portabel untuk melihat secara akurat letak bayi kedua c. a. ahli kebidanan dan ahli anak. Intrapartum Sebaiknya dilakukan di kamar operasi dan sudah disiapkan pemeriksaan cross-match serta dihadiri ahli anestesi.

Penelitian tersebut menyimpulkan risiko kematian dan kecacatan bayi kembar kedua lebih tinggi pada kelompok yang kedua bayinya dilahirkan secara per vaginam dan pada kelompok yang bayi kedua dilahirkan dengan sectio caesaria setelah bayi pertama dilahirkan secara per vaginam.• Kollisi. adanya kontak antara dagu kedua janin pada bayi A presentasi bokong dan bayi B presentasi vertex dan kedua janin saking berhadap-hadapan. C. Yang Q dkk. Gambar 7. adanya engagement dari bagian terbawah kedua janin secara bersamaan sehingga menghambat turunnya bagian terbawah • Interlocking. Anak pertama lintang atau sungsang dan akan kedua memanjang (terjadi posisi saling mengunci interlocking)(6) Pemilihan Tempat Untuk Persalinan 17 . Post partum Awasi segera terjadinya perdarahan post partum oleh karena atonia uteri sekunder. meneliti tentang risiko kematian dan kecacatan bayi lembar kedua denga presentasi vertex-non vertex menurut cara persalinan dan berat lahir. dibandingkan dengan kelompok yang kedua bayi dilahirkan dengan sectio caesaria. adanya kontak antara bagian janin sehingga tidak bisa memasuki pintu atas panggul • Kompaksi.

Fasilitas harus memiliki sumber dan kemampuan yang sama untuk memenuhi kebutuhan kelahiran kembar sebagaimana kelahiran janin tunggal.Adapun tempat persalinan terhadap bayi kembar harus didiskusikan dan disetujui baik oleh wanita.(9. • janin : a. jika terdapat kelainan DJJ (kurang dari Pasang infus dan Siapkan peralatan 18 . lakukan SC • janin kedua dilahirkan. Jika memungkinkan tenaga yang terlatih pada persalinan kembar harus terlibat mulai dari awal sampai kelahiran. Jika pertama : • resusitasi dan perawatan bayi • cairan intravena • 110 x / menit). Jika presentasi vertex usahakan persalinan spontan dan monitor persalinan dengan partograf b. Tinggalkan klem pada ujung maternal tali pusat dan jangan melahirkan plasenta sebelum Periksa presentasi Pantau keadaan janin dengan auskultasi DJJ.10) Cara Persalinan Cara persalinan yang terencana harus mempertimbangkan letak dan presentasi masing-masing janin. Jika ibu dengan janin kembar bersalin ditempat yang tidak memiliki fasilitas tersebut. Persalinan pervaginam harus diusahakan jika tidak ada kontraindikasi. keluarga maupun tenaga yang akan menolong. Jika presentasi bokong merupakan indikasi untuk dilakukan SC c. hendaknya fasilitas dan transportasi yang memadai untuk merujuk. curigai adanya gawat janin. Jika letak lintang.

• pemeriksaan dalam vagina untuk menentukan : a. c. jika Presentasi janin kedua Keutuhan selaput ketuban Adanya prolapsus tali pusat(9.10) Presentasi Bokong Jika janin tidak lahir dalam dua jam dengan his yang baik. lakukan SC. c.(9.Janin kedua atau janin berikutnya : • bayi pertama lahir.10) Palpasi abdomen untuk menentukan letak janin kedua atau Jika perlu lakukan versi luar agar janin kedua. b. atau terdapat tanda-tanda gawat janin (DJJ kurang dari 110 x / Jika his tidak adekuat setelah kelahiran bayi I. masukkan kepala secara manual (dengan bantuan tangan di abdomen). b. berikan infus oksitosin dengan cara cepat untuk menimbulkan his yang baik Periksa DJJ antara kontraksi uterus untuk Pecahkan ketuban dengan klem kokher jika Jika kepala belum masuk pintu atas panggul. lakukan pemeriksaan berikut: a. janin letak Pemeriksaan DJJ Lakukan berikutnya memanjang Segera setelah 19 . Presentasi Verteks 1) memungkinkan 2) ketuban belum pecah 3) menilai keadaan janin 4) (≥ 3 x 40”/10’) 5) menit).

1) Jika his tidak ada atau tidak adekuat setelah kelahiran janin I. 3) Periksa DJJ diantara his 4) Jika versi luar gagal dan versi dalam (internal cephalic version) tidak dianjurkan atau gagal segera lakukan seksio sesarea 5) Berikan oksitosin 10 unit IM atau ergometrin 0.10) Letak Lintang 1) Jika selaput ketuban utuh.Jika taksiran BB janin tidak lebih besar dari janin pertama dan serviks tidak mengecil rencanakan partus spontan. 20 . lakukan SC 4) Jika persalinan per vaginam tidak memungkinkan.2 mg IM. Dengan memakai sarung tangan yang telah didisinfeksi tingkat Secara perlahan tarik janin ke bawah Lanjutkan dengan tarik janin ke bawah tinggi. masukkan satu tangan ke dalam uterus dan raihlah kaki janin. a. Jika DJJ anormal (DJJ < 110 x / menit). Dalam waktu 1 menit setelah bayi terakhir lahir dan teruskan penanganan aktif kala III untuk mengurangi perdarahan paska persalinan. b. lakukan versi luar 2) Jika versi luar gagal dan pembukaan lengkap dan selaput ketuban masih utuh lakukan versi dalam dan lanjutkan dengan ekstraksi. beri infus oksitosin dengan cara cepat untuk menimbulkan his yang baik (≥ 3x 40”/10’) 2) Pecahkan ketuban dengan klem kokher jika ketuban belum pecah dan bokong sudah turun 3) Periksa DJJ diantara 2 kontraksi uterus. c.(9. lahirkan bayi dengan SC.

Clinics In perinatology. 1958: 528-41. 1999 in http://www. Moses S. Twin Pregnancy Double Trouble or Twice The Joy.ity Weekly Report. 5. Multiple gestation (twin gestation) in Obstetrics. Anesthetic Considerations for Breech or Twin Delivery. Kalaichandran S. 1982: 77-94. 4. Special problems of multiple gestation. Center for Disease Control and Prevention. 7. Malinov AM. Lecturere University of Ottawa Obstetric and Gynaecology. 2000. Obstet Gynecol.twinspregnancy/obstetric.html 3. LLC. Schuyler GK. Guttmacher AF. 2002.DAFTAR PUSTAKA 1. American College of Obstetricians and Gynaecologists (ACOG). 6. December 2004. James FM. Ostheimer GW Anesthesia for the high risk parturient. 2. Use of assisted reproduktif technology United States 1996 and 1998. Morbidity and Mortal. 21 . Obstet Gynecol. The Fetus of multiple gestations. 1987: 951-64. ACOG Education Bulletin. Family practice notebook.

Jilid 1. riwayat keluar air ketuban dari kemaluan (-) RPT RPO TTP : Hipertensi (-). Wiraswasta. Edisi 2. Texas. Editor : Christina Y. BAB 3 LAPORAN KASUS Ny. Jakarta. Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi. M. Islam. Radiological Society of North America. 1999. SMA. DM (-). Gant NF. Riwayat penyakit sesak nafas (-). Essensial Obstetri dan Ginekologi. cetakan 1. Edisi 2. Hacker NF. Moore JG. Jawa. Asma (-) : (-) : tidak jelas HPHT : tidak jelas ANC : Sp. N. Mochtar R. 37 tahun. Edisi Ketiga. 2001. Islam. 12. G4P3A0. William Obstetri. dengan : KU T : Perut menyesak : Hal ini dikeluhkan pasien sejak ± 1 bulan ini dan makin memberat dalam seminggu terakhir. Jakarta. datang ke RSHAM pada tanggal 13 Oktober 2011 pukul 14. riwayat keluar lendir bercampur darah (+). McGraw-Hill Company. 2005. Jawa. Cunnigham FG. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Objectives of Obstetrics Ultrasound : Guidelines for Obstetric Ultrasound. Kehamilan kembar. SMA. Edisi 18. 10. IRT i/d Tn. Penerbit Buku Kedokteran EGC.00 WIB. 11. Mac Donald PC. Wiknjpsastro H.8. inc (RSNA). 43 tahun. mulesmules mau melahirkan (+) sejak tanggal 13 oktober 2011 pukul 06. 9.OG 4 X 22 . Dalam : Ilmu Kebidanan.00 WIB. Alih Bahasa Nugroho e.

air ketuban (-) USG TAS Janin ganda. sehat 2. 3000 gr. ♂. sehat 3. bidan. PSP. ¢ 1 cm.RIWAYAT PERSALINAN 1. sehat 4. ♀. ♀. selaput ketuban (+). bidan. aterm. aterm. 2 tahun. rumah. rumah. 3000 gr. Hamil ini STATUS PRESENT Sens TD HR RR T : CM : 120/70 mmHg : 86 x/i : 26 x/i : 370 C Anemis SIanosis Ikterus Dispnoe Edem : (-) : (-) : (-) : (+) : (-) STATUS OBSTETRIKUS − Abdomen − TFU − Teregang − Terbawah − Gerak − HIS − DJJ : (+) : (+) : (+) 2 x 20’’/ 10’ I. eff 20 %. rumah. bidan. PSP. 3200 gr. PSP. 9 tahun. aterm. 140 x/i reguler II. KJDK VT : Cx sacral. kepala floating. 7 tahun. letak Kepala Kepala : membesar asimetris : 3 jari bpx : kiri-kanan : kepala 23 . UUK ? ST : Lendir darah (+).

800 /mm3 : 351.7% : 15.000 /mm3 DIAGNOSA Polihidramnion + Gemelli + MG + KDR (20-22) mgg + I.00 KU : mules mules mau melahirkan 24 . FHR II (-) Plasenta corp posterior BPD I : 48 mm BPD II : 44 mm Air ketuban ( AFI > 5 ) PK + AH PK + KJDK Kesan : Gemelli + IUP (20-22) mgg + LABORATORIUM : − Hb − Ht − Leukosit − Trombosit : 13. PK + KJDK PENATALAKSANAAN − Rawat inap − O2 1-2 l/i − ekspetatif − Nifedipin sebagai tokolitik RENCANA  USG konfirmasi Follow up tim jaga tanggal 13 oktober 2011 pukul 21. FHR I(+) 134 x/i FM II (-).6 gr% : 38.- FM I (+). PK + AH II.

Status Present Sens Tekanan Darah Frekuensi Nadi Suhu Status Obstretikus − Abdomen − TFU − Gerak − HIS − DJJ VT ST Terapi Bed Rest IVFD RL 20 gtt/i Inj.Kepala P. Ceftriaxone 1 gr/ 12 jam  skin test : (+) : membesar asimetris : 3 jari bpx : (+) : (+) 2 x 30’’/ 10’ I.eff 80 %. AS 0/3. UUK arah jam 2 : lendir darah (+). PB : 20cm. BB 400 gr.80C Anemis Ikterik Sianosis Dyspnoe Oedem : (-) : (-) : (-) : (+) : (-) Frekuensi Pernafasan : 28 x/ menit Laporan PSP Tanggal 14 Oktober 2011. selket (+). AS 4/6. KJDK : cervic Anterior.Kepala H II.10 Laporan PSP a/i Gemelli P. ketuban (-) : CM : 120/70 mmHg : 86 x/menit : 36. anus (+) II : ♀. pukul 02. anus (+) − Ibu dibaringkan di meja ginekologi dengan infus terpasang baik 25 . ¢ 6 cm. PB : 22cm. 140 x/i reguler II. Kepala Lahir bayi I : ♀. BB 500 gr.

kontraksi dan tanda . jika Hb ≤ 8 gr/ dl. transfusi PRC sesuai kebutuhan FOLLOW UP RUANGAN Tanggal 14 Oktober 2008 26 . − kesan : plasenta tunggal dan lengkap − Evaluasi jalan lahir : taa − KU ibu post partum : baik Th /: − Cefadroxyl 2 x 500 mg − Asam Mefanamat 3 x 500 mg − B. AS 0/3. BB 400 gr.tanda perdarahan − Cek Hb 2 jam post partum.− Dilakukan pengosongan kandung kemih dengan kateter − Pada his yang adekuat tampak kepala maju mundur di introitus vagina. ibu dipimpin mengedan − Lahir bayi I : ♀. Comp 2 x 1 Instruksi : − Awasi VS . PB : 20cm. AS 4/6. BB 500 gr. − Dilakukan amniotomi untuk melahirkan bayi kedua. anus (+) − Kemudian tali pusat diklem di 2 tempat dan digunting diantaranya. anus (+) − Kemudian tali pusat diklem di 2 tempat dan digunting diantaranya − Kemudian dengan Penanganan aktif kala III dilahirkan plasenta. − Lahir bayi II : ♀. evaluasi bagian terbawah : kepala − 5 menit kemudian pada his yang adekuat berikutnya ibu dipimpin mengedan. kemudian menetap − Pada his yang adekuat berikutnya. PB : 22cm.

KU : Demam SP : Sens TD HR RR T : CM : 120/80 mmHg : 85 x/i : 23 x/i : 38.30 C Status Lokalisata : − Abdomen − TFU − Konstraksi − P/V − Lochia − ASI − BAK − BAB : -/:+ : . Comp 2 x 1 Tanggal 15 Oktober 2011 KU : baik SP : Sens TD HR RR : CM : 120/80 mmHg : 84 x/i : 20 x/i 27 . peristaltik (+) : 1 jari dibawah pusat : (+) baik Dx : Post PSP a/i gemelli + NH1 Th/ : − Cefadroxyl 2 x 500 mg − Asam Mefanamat 3 x 500 mg − Vit B./ flatus (+) : (-) : (+) rubra : soepel.

T : 36. peristaltik (+) normal : 2 jari dibawah pusat : baik Dx : Post PSP a/i gemelli + NH2 Th/ : Cefadroxyl 2 x 500 mg Asam mefanamat 3 x 500 mg Vit B.80 C Status Lokalisata : − abdomen − TFU − Kontraksi − P/V − Lochia − ASI − BAK − BAB ::+ :+ : (-) : (+) rubra : Soepel. comp 2 x 1 tablet OS PBJ  kontrol ke PIH 28 .

ANALISA KASUS Telah dilaporkan suatu kasus. 37 tahun. didapati Cx sacral. Diputuskan untuk persalinan pervaginam oleh karena pada tanggal 14 oktober2011pukul 02. N.6 gr%. ¢ 1 cm. Dari status obstetrikus dijumpai : TFU 3 jari bpx . HIS : (+) sejak tanggal 13 oktober pukul 06. eff 20 %. datang ke RSHAM pada tanggal 13 Oktober 2011 pukul 04. terbawah kepala .00 WIB. selaput ketuban (+). yang dialami pasien ± 1 bulan dan memberat dalam 1 minggu terakhir. Dari pemeriksaan dalam. Dari laboratorium darah rutin didapatkan hasil Hb : 13. G4P3A0. lahir bayi I pada tanggal 14 Oktober 2011.00 dijumpai HIS yang adekuat.Melalui pimpinan persalinan. Ny. serta pembukaan serviks yang lengkap. dengan keluhan perut menyesak.00. 29 . DJJ yang baik. kepala floating. UUK ?. tegang kiri kanan.

Presentasi pada janin kembar terbanyak adalah janin kembar pertama presentasi verteks (75%). fetus papyraceous.pukul 02. satu amnion (monoamniotik) atau bahkan satu organ fetal 30 . A/S 4/6.1 Kesimpulan Kehamilan kembar adalah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih.10 jenis kelamin perempuan. jenis kelamin perempuan. Kembar dizigotik memiliki dua amnion (diamniotik) dan dua plasenta (dikorionik). BB 400 gr. PB 22 cm. Diagnosa dapat ditegakkan dari tanda dan Pada kembar monozigot dapat terbentuk satu plasenta (monokorionik). A/S 0/3 dengan KU ibu post partum baik. (kembar siam). kembar monozigotik. Dan pasien PBJ dalam keadaan umum baik. PB 20 cm. Permasalahan : Apakah diagnosa pada kasus ini sudah tepat? Apakah tindakan yang dilakukan pada kasus ini sudah tepat? Apakah terapi yang diberikan pada kasus ini sudah tepat? BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN 4. BB 500 gr. Pasien dirawat sampai Tanggal 15 Oktober 2011. Lima menit kemudian lahir bayi ke II. Kehamilan kembar dibagi atas kembar dizigotik.

ultrasonografi. pemeriksaan klinis. 4. dan pemeriksaan abdominal radiologi. dimana salah satunya adalah kematian janin dalam kandungan (KJDK). seperti yang terjadi pada kasus ini. sehingga komplikasi yang mungkin timbul pada ibu dan janin dapat dicegah 31 .2 Saran Setiap wanita hamil dianjurkan pemeriksaan rutin selama kehamilan. yang disebut dengan “Antenatal Care” untuk mengontrol perkembangan janin serta kesejahteraan janin dan ibu. Komplikasi bisa terjadi pada ibu dan janin.gejala.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful