Definisi Dispepsia-Ulkus Peptikum Dispepsia merupakan salah satu gangguan pada saluran penceranaan, khususnya lambung.

Dispepsia dapat berupa rasa nyeri atau tidak enak di perut bagian tengah keatas. Rasa nyeri tidak menentu, kadang menetap atau kambuh. Dispepsia umumnya diderita oleh kaum produktif dan kebanyakan penyebabnya adalah pola atau gaya hiudup tidak sehat. Gejalanya pun bervariasi mulai dari nyeri ulu hati, mual-muntah, rasa penuh di ulu hati, sebah, sendawa yang berlebihan bahkan bisa menyebabkan diare dengan segala komplikasinya. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab timbulnya dispepsia, yaitu pengleuaran asam lambung berlebih, pertahanan dindins lambung yang lemah, infeksi Helicobacter pylori (sejenis bakteri yang hidup di dalam lambung dalam jumlah kecil, gangguan gerakan saluran pencernaan, dan stress psikologis (Ariyanto, 2007). Terkadang dispepsia dapat menjadi tanda dari masalah serius, contohnya penyakit ulkus lambung yang parah. Tak jarang, dispepsia disebabkan karena kanker lambung, sehingga harus diatasi dengan serius. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan bila terdapat salah satu dari tanda ini, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Usia 50 tahun keatas Kehilangan berat badan tanpa disengaja Kesulitan menelan Terkadang mual-muntah Buang air besar tidak lancar Merasa penuh di daerah perut (Bazaldua, et al, 1999)

Secara umum dispepsia terbagi menjadi dua jenis, yaitu dispepsia organik dan dispepsia nonorganik atau dispesia fungsional. Dispepsia organik jarang ditemukan pada usia muda, tetapi banyak ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun (Richter cit Hadi, 2002). Dispepsia dapat disebut dispepsia organik apabila penyebabnya telah diketahui secara jelas. Dispepsia fungsional atau dispepsia non-organik, merupakan dispepsia yang tidak ada kelainan organik tetapi merupakan kelainan fungsi dari saluran makanan (Heading, Nyren, Malagelada cit Hadi, 2002). Dispepsia berasal dari bahasa Yunani "δυς-" (Dys-), berarti sulit , dan "πέψη" (Pepse), berarti pencernaan (N.Talley, et al., 2005). Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Keluhan refluks gastroesofagus klasik berupa rasa panas di dada (heartburn) dan regurgitasi asam lambung, kini tidak lagi termasuk dispepsia. Pengertian dispepsia terbagi dua, yaitu : 1. Dispepsia organik, bila telah diketahui adanya kelainan organik sebagai penyebabnya. Sindroma dispepsi organik terdapat kelainan yang nyata terhadap organ tubuh misalnya tukak (luka) lambung, usus dua belas jari, radang pankreas, radang empedu, dan lain-lain. 2. Dispepsia nonorganik atau dispepsia fungsional, atau dispesia nonulkus (DNU), bila tidak jelas penyebabnya. Dispepsi fungsional tanpa disertai kelainan atau gangguan struktur organ berdasarkan pemeriksaan klinis, laboratorium, radiologi, dan endoskopi (teropong saluran pencernaan).

Jika anda memiliki penyakit acid reflux. dapat menyebabkan dispepsia. atau depresi 10. Peradangan kandung empedu (kolesistitis) 7. Menelan udara (aerofagi) 2. Beberapa obat-obatan. dispepsia adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada. Hal ini menyebabkan nyeri di dada. Penyebab dispepsia secara rinci adalah: 1. kecemasan. Kelainan gerakan usus 9. Patofisiologi Perubahan pola makan yang tidak teratur. Kanker lambung 6. pemasukan makanan menjadi kurang sehingga lambung akan kosong. . Stress psikologis. Iritasi lambung (gastritis) 4. Infeksi Helicobacter pylory 3. dispepsia disebabkan oleh ulkus lambung atau penyakit acid reflux. refluks) asam dari lambung 3. Regurgitasi (alir balik. obat-obatan yang tidak jelas. sehingga rangsangan di medulla oblongata membawa impuls muntah sehingga intake tidak adekuat baik makanan maupun cairan. seperti obat anti-inflammatory. Terkadang penyebab dispepsia belum dapat ditemukan. Ulkus gastrikum atau ulkus duodenalis 5. kekosongan lambung dapat mengakibatkan erosi pada lambung akibat gesekan antara dinding-dinding lambung.Definisi lain. kondisi demikian dapat mengakibatkan peningkatan produksi HCL yang akan merangsang terjadinya kondisi asam pada lambung. Sekitar satu dari empat orang dapat terkena dispepsia dalam beberapa waktu. perasaan penuh atau rasa sakit atau rasa terbakar di perut. zat-zat seperti nikotin dan alkohol serta adanya kondisi kejiwaan stres. baik pria maupun wanita. 2. Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya) 8. Etiologi Seringnya. Setiap orang dari berbagai usia dapat terkena dispepsia. asam lambung terdorong ke atas menuju esofagus (saluran muskulo membranosa yang membentang dari faring ke dalam lambung). yang sering dirasakan sebagai adanya gas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful