BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Trauma kepala didefinisikan sebagai pukulan atau guncangan terhadap kepala atau cedera yang menembus kepala yang mengganggu fungsi otak (CDC 2006 cit Ket et al.,2008). Setiap tahunnya di Amerika Serikat, 1,5 juta orang mengalami kasus trauma kepala. Pada tahun 1990 terdapat 1,97 juta lebih kasus trauma kepala, dengan 373 ribu kasus memerlukan perawatan di Rumah Sakit dan 75 ribu kasus berakhir dengan kematian (Crippen D,W., 2011). Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab 48%-53% dari insiden cedera kepala, 20%-28% lainnya karena jatuh dan 3%-9% lainnya disebabkan tindak kekerasan, kegiatan olahraga dan rekreasi. Dengan insiden cedera kepala terutama terjadi pada kelompok usia produktif antara 15 – 44 tahun. Berdasarkan tingkat keparahannya 80% dikelompokkan sebagai cedera kepala ringan (CKR), 10% termasuk cedera kepala sedang (CKS), dan 10% sisanya adalah cedera kepala berat (CKB) (Irwana 2009). Kejadian kasus trauma kepala di negara maju cukup tinggi, di Eropa tingkat trauma kepala yang di rawat di Rumah Sakit 91 kasus per 100.000 orang per tahunnya, pada tahun 1988 di Spanyol terdapat 313 kasus per 100.000 orang per tahun, di Inggris, setiap tahun sekitar 100.000 kunjungan pasien ke Rumah Sakit kerkaitan dengan trauma kepala dan 20% di antaranya memerlukan rawat inap. Sebagian besar trauma kepala ringan memerlukan perawatan khusus, pada kelompok trauma kepala berat jarang berakhir dengan kematian dan kecacatan(Thornhill et al., cit Wijanarka & Dwiphrahasto, 2005). Tingkat keparahan cedera kepala dapat dinilai berdasarkan Glasgow Coma Scale (GCS) dibagi menjadi tiga, yaitu: cedera kepala ringan (CKR), cedera kepala sedang (CRS) dan cedera kepala berat (CKB). Nilai GCS 14-15 termasuk dalam CKR serta ada kelainan dalam CT scan, tidak lesi operatif dalam 48 jam rawat inap di Rumah Sakit. Nilai GCS 9-13 termasuk dalam CKS serta lesi

Ria Agustriana‐FKUII07 | 1    

operatif dan abnormalitas dalam CT Scan dalam 48 jam rawat inap di Rumah Sakit. Nilai GCS 3-8 termasuk dalam CKB. Indonesia adalah negara berkembang yang juga memiliki angka kejadian trauma kepala yang cukup tinggi. Berdasarkan data di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta pada tahun 2005 terjadi 750 kasus trauma kepala dengan persentase CKR 80%, CKS 10% dan CKB 10%. Angka kematian tertinggi sekitar 35% - 50% akibat CKB, 5% - 10% CKS, sedangkan untuk CKR tidak ada yang meninggal dunia (Widiyanto,T., 2011). Penelitian yang dilakukan oleh Jamaluddin di Instalasi Rawat Darurat RSUD Sleman periode Maret 2007 sampai Maret 2008 terdapat 733 pasien trauma kepala yang terdiri dari 654 orang (89%) trauma kepala ringan, 42 orang (6%) trauma kepala sedang dan 37 (5%) trauma kepala berat. Pasien trauma kepala pada pria lebih banyak dibandingkan dengan trauma kepala pada wanita yaitu sekitar 403(55%). Angka kejadian tertinggi pada usia 25 – 44 tahun sebanyak 227 orang (40%) dan penyebab terbanyak adalah kecelakaan lalu lintas (KLL) sebanyak 568 orang (78%). Penelitian yang dilakukan oleh Adi Kurniawan di Instalasi Rawat Darurat RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada periode 1 Januari 2007 31

Desember 2007. Trauma kepala karena kecelakaan lalu lintas (KLL) sebanyak 235 (56%), dengan tingkat keparahan yang berbeda. Trauma kepala ringan 141 orang (60%), trauma kepala sedang 62 orang (26%), dan trauma kepala berat 32 orang (14%). Angka kejadian trauma kepala karena kecelakaan lalu lintas (KLL) banyak di alami pria dari pada wanita yaitu 134 orang (57%), dan pada umur 25 – 44 tahun sebanyak 82 orang (34%). Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab terbanyak dalam kejadian kasus trauma kepala, di Indonesia pada umumnya dan Pontianak pada khususnya berpotensi terhadap peningkatan kejadian kasus trauma kepala. Data dari Kepolisian RI pada tahun 2003 jumlah kecelakaan di jalan mencapai 13.399 kejadian dengan jumlah kematian mencapai 9.865 orang, 6.142 orang mengalami luka berat dan 8.694 luka ringan. Dengan data itu rata-rata setiap hari terjadi 40 kejadian kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 30 orang meninggal dunia.

Ria Agustriana‐FKUII07 | 2    

Sebagian besar kecelakaan dialami oleh kaum laki-laki dari kelompok produktif, yakni antara 15-40 tahun (Depkes RI. 2004). Untuk wilayah Pontianak berdasarkan publikasi Direktorat Lalu lintas Kepolisian Daerah (Polda) Pontianak, kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Pontianak pada tahun 2009 menurun dibandingkan pada tahun 2008, namun korban meninggal dunia tidak banyak berubah. Angka kejadian kecelakaan pada 2008 sebanyak 975 jiwa dan tahun 2009 sebanyak 725 jiwa, sedangkan yang meninggal dunia pada tahun 2008 sebanyak 432 jiwa dan tahun 2009 menjadi 427 jiwa. Untuk luka berat sebanyak 377 jiwa, luka ringan 712 jiwa, dan kerugian materi mencapai Rp 2,5 miliar. Dari data yang dihimpun Direktorat Lalu lintas Polda Pontianak, banyak korban kecelakaan lalu lintas berstatus pelajar. Dengan besarnya angka kejadian trauma kepala di negara maju maupun berkembang, termasuk Indonesia, sehingga diperlukan adanya suatu data untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian trauma kepala. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi diagnosis trauma kepala yang dalam penelitian ini dilakukan di RSUD Dr.Soedarso Pontianak periode Januari 2009 – Desember 2010.

1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi diagnosis trauma kepala di RSUD Dr.Soedarso Pontianak berdasarkan jenis kelamin, usia, mekanisme penyebab trauma kepala dan gambaran klinis trauma kepala.

1.3 Tujuan penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi diagnosis trauma kepala di RSUD Dr.Soedarso Pontianak pada periode Januari 2009 sampai dengan Desember 2010.

Ria Agustriana‐FKUII07 | 3    

1.4 Keaslian Penelitian Sampai saat ini sepengetahuan penulis belum pernah didapatkan penelitian mengenai karakteristik trauma kepala di RSUD Dr.Soedarso Pontianak. Terdapat beberapa penelitian yang mirip dengan penelitian ini yaitu: 1. Karakteristik kasus trauma kepala di Instalasi Rawat Darurat RSUD Sleman periode Maret 2007 – Maret 2008 yang dilakukan oleh Jamaluddin mahasiswa FK UII 2001 pada tahun 2008. Hasil penelitian ini didapatkan 3915 kasus trauma kepala RSUD Sleman periode Maret 2007 – Maret 2008: 55% pasien dengan kasus trauma luka tangan – kaki, 23% pasien mengalami fraktur dan dislokasi tulang, 19% pasien menderita trauma kepala – leher, 1% pasien trauma thoraks, 1% pasien menderita luka bakar dan setrum, dan 1% pasien mengalami trauma abdomen. Untuk pasien trauma kepala sebanyak 733 orang, berdasarkan jenis kelamin, pasien dengan jenis kelamin pria 55%, sedangkan wanita berjumlah 45%. Berdasarkan rentang usia pasien < 15 tahun 11%, usia 15-24 tahun 26%, usia 25-44 tahun 40% dan usis 45-60 tahun 16% dan >60 tahun 7%. Berdasarkan mekanisme trauma kepala, 65% pasien dengan motor (KLL), 15% karena jatuh, 7% adalah pejalan kaki (KLL), 5% dengan sepeda/ontel, 4% karena kecelakaan kerja, 2% karena pemukulan,1% dengan mobil (KLL), 1% kekerasan rumah tangga, dan 0% karena bunuh diri. Berdasarkan diagnosis trauma kepala, 87% pasien dengan pemeriksaan fisik, 13% dengan X-ray, dan 0% dengan CT Scan. Berdasarkan tingkat kegawatan trauma, 89% pasien trauma kepala ringan, 6% trauma kepala sedang, dan 5% trauma kepala berat. Berdasarkan penatalaksanaan perawatan trauma kepala. Berdasarkan penatalaksanaan perawatan trauma kepala, pasien dengan rawat jalan 53%, opname 35%, dan dirujuk 12%. Untuk penatalaksanan kausatif, secara konservatif kepada 100% pasien dan operatif 0%. 2. Proporsi kasus trauma kepala akibat kecelakaan lalu lintas (KLL) di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode 1 Januari 2007 – 31 Desember 2007 yang dilakukan oleh Adi Kurniawan mahasiswa FKUII pada tahun

Ria Agustriana‐FKUII07 | 4    

2009. Pasien trauma kepala yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 235 orang dengan proporsi kejadian trauma kepala akibat kecelakaan lalu lintas sebesar 56 % dan proporsi kematian sebesar 7,7 %. Berdasarkan jenis kelamin kejadian tauma kepala terbanyak pada pria sebesar 57 % dengan tingkat kematian sebesar 61 %, berdasarkan usia terbanyak pada rentang 25-44 tahun sebesar 34 % dengan tingkat kematian tertinggi pada kelompok usia > 60 tahun sebesar 33 %, berdasarkan tingkat keparahan trauma kepala terbanyak pada trauma kepala ringan sebesar 60 % dengan tingkat kematian tertinggi pada trauma kepala berat sebesar 94 %, berdasarkan kategori pengguna jalan terbanyak pada pengguna sepeda motor sebesar 43 % dengan tingkat kematian sebesar 44 %, berdasarkan jenis kecelakaan terbanyak pada tabrakan sebesar 30 % dengan tingkat kematian sebesar 50 %, berdasarkan penegakan diagnosis paling banyak penggunakan CT scan sebesar 87 % dengan tingkat kematian sebesar 83 %, berdasarkan penatalaksanaan paling banyak rawat inap sebesar 94 % dengan tingkat kematian sebesar 89 % dan penatalaksanaan non-operatif / konservatif sebesar 92 % dengan tingkat kematian sebesar 94 %. 3. Gambaran manifestasi klinis pada pasien dengan sindrom pasca trauma kepala di RSUD DR. Sardjito 2007 yang dilakukan oleh Dian Paramita pada tahun 2007. Hasil dari penelitian itu didapatkan distribusi gambaran manifestasi klinis dizziness 89,6%; amnesia 26, 8%. Angka kejadian trauma kepala paling banyak usia 15-24 tahun sebanyak 36,6%; laki-laki 57,7%. Kejadian trauma kecelakaan bermotor 82,1%; jatuh 11,4%; tertimpa suatu benda 3,3%; dan kekerasan 1,2%.

1. 5 Manfaat Penelitian Karya tulis ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi: 1. Rumah Sakit Dapat dijadikan data masukan bagi Rumah Sakit tentang trauma kepala yang terjadi di Pontianak dan untuk meningkatkan kinerja dokter di RSUD Dr.Soedarso Pontianak.

Ria Agustriana‐FKUII07 | 5    

2. Masyarakat Untuk menambah wawasan mengenai trauma kepala serta dapat meningkatkan kesadaran bagi masyarakat untuk mentaati peraturan yang berlaku dan sikap yang lebih waspada. 3. Mahasiswa Untuk menambah pengetahuan tentang trauma kepala dan juga dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam ilmu kedokteran dan informasi penelitian selanjuntya. 4. Dinas Kesehatan Pontianak Dapat dijadikan data masukan bagi DinKes Pontianak agar membuat kebijakan dalam menanggulangi kejadian trauma kepala.
 

 

Ria Agustriana‐FKUII07 | 6    

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.