Definisi Kesulitan Belajar Aktifitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar.

Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat, terkadang semangatnya tinggi, tetapi juga sulit untuk mengadakan konsentrasi. Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap anak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan aktifitas belajar. Setiap individu memang tidak ada yang sama. perbedaan individu ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku dikalangan anak didik. “dalam keadaan di mana anak didik / siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan kesulitan belajar. Kesulitan belajar merupakan kekurangan yang tidak nampak secara lahiriah. Ketidak mampuan dalam belajar tidak dapat dikenali dalam wujud fisik yang berbeda dengan orang yang tidak mengalami masalah kesulitan belajar. Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena factor intelligensi yang rendah (kelaianan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan karena faktor lain di luar intelligensi. Dengan demikian, IQ yang tingi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses belajar yang ditandai hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar. Jenis Kesulitan Belajar Jenis kesulitan belajar ini dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut : Dilihat dari jenis kesulitan belajar : ada yang berat ada yang sedang Dilihat dari bidang studi yang dipelajari : ada yang sebagian bidang studi yang dipelajari, dan ada yang keseluruhan bidang studi. Dilihat dari sifat kesulitannya : ada yang sifatnya permanen / menetap, dan ada yang sifatnya hanya sementara Dilihat dari segi factor penyebabnya : ada yang Karena factor intelligensi, dan ada yang karena factor bukan intelligensi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Masalah kesulitan belajar ini, tentunya disebabkan oleh berbagai factor. Untuk memberikan suatu bantuan kepada anak yang mengalami kesulitan belajar, tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu faktor apa yang menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar.

Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu : A. Faktor intern (factor dari dalam diri anak itu sendiri ) yang meliputi: 1). Faktor fisiologi Faktor fisiologi adalah factor fisik dari anak itu sendiri. seorang anak yang sedang sakit, tentunya akan mengalami kelemahan secara fisik, sehingga proses menerima pelajaran, memahami pelajaran menjadi tidak sempurna. Selain sakit factor fisiologis yang perlu kita perhatikan karena dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah cacat tubuh, yang dapat kita bagi lagi menjadi cacat tubuh yang ringan seperti kurang pendengaran, kurang penglihatan, serta gangguan gerak, serta cacat tubuh yang tetap (serius) seperti buta, tuli, bisu, dan lain sebagainya. 2). Faktor psikologis Faktor psikologis adalah berbagai hal yang berkenaan dengan berbagai perilaku yang ada dibutuhkan dalam belajar. Sebagaimana kita ketahui bahwa belajar tentunya memerlukan sebuah kesiapan, ketenangan, rasa aman. Selain itu yang juga termasuk dalam factor psikoogis ini adalah intelligensi yang dimiliki oleh anak. Anak yang memiliki IQ cerdas (110 – 140), atu genius (lebih dari 140) memiliki potensi untuk memahami pelajaran dengan cepat. Sedangkan anak-anak yang tergolong sedang (90 – 110) tentunya tidak terlalu mengalami masalah walaupun juga pencapaiannya tidak terlalu tinggi. Sedangkan anak yang memiliki IQ dibawah 90 ataubahkan dibawah 60 tentunya memiliki potensi mengalami kesulitan dalam masalah belajar. Untuk itu, maka orang tua, serta guru perlu mengetahui tingkat IQ yang dimiliki anak atau anak didiknya. Selain IQ factor psikologis yang dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah bakat, minat, motivasi, kondisi kesehatan mental anak, dan juga tipe anak dalam belajar. B. Factor ekstern (factor dari luar anak) meliputi ; 1). Faktor-faktor sosial Yaitu faktor-faktor seperti cara mendidik anak oleh orang tua mereka di rumah. Anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian yang cukup tentunya akan berbeda dengan anak-anak yang cukup mendapatkan perhatian, atau anak yang terlalu diberikan perhatian. Selain itu juga bagimana hubungan orang tua dengan anak, apakah harmonis, atau jarang bertemu, atau bahkan terpisah. Hal ini tentunya juga memberikan pengaruh pada kebiasaan belajar anak. 2). Faktor-faktor non- sosial Faktor-faktor non-sosial yang dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah factor guru di sekolah, kemudian alat-alat pembelajaran, kondisi tempat belajar, serta kurikulum. Mengatasi Kesulitan Belajar Anak yang memiliki keterlambatan kemampuan membaca, mengalami kesulitan dalam mengartikan atau mengenali struktur kata-kata (misalnya huruf atau suara yang seharusnya tidak diucapkan, sisipan, penggantian atau kebalikan) atau memahaminya (misalnya, memahami fakta-fakta dasar, gagasan, utama, urutan peristiwa, atau topik sebuah bacaan). Mereka juga mengalami kesulitan lain seperti cepat melupakan apa yang telah dibacanya. Sebagian ahli berargumen bahwa kesulitan mengenali bunti-bunyi bahasa (fonem) merupakan dasar bagi keterlambatan kemampuan membaca, dimana kemampuan ini penting sekali bagi pemahaman hubungan antara bunyi bahasa dan tulisan yang mewakilinya. Istilah

lapar. Beberapa peneliti menemukan bahwa disleksia cenderung mempengaruhi anak laki-laki lebih besar disbanding anak perempuan. frase. bila seorang guru dan orangtua cermat mengamatinya. kata-kata. Mengabaikan tanda baca.lain yang sering dipergunakan untuk menyebutkan keterlambatan membaca adalah disleksia. Membalik urutan huruf atau suku kata dalam sebuah kata Salah dalam melafalkan kata-kata. dimana ketika itu disebut dengan buta huruf (word blindness). paling efektif untuk membantu anak-anak penderita dysleksia belajar membaca dengan mengajar mereka membaca dengan metode phonic. Mengabaikan suku kata. Metode phonic ini telah terbukti berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan anak dalam membaca (Gittelment & Feingold.anak ini mengalami kesulitan dalam mengenali dan mengeja kata-kata. Menyusun kata-kata yang tidak mempunyai arti. bila anda menunjukkan sebuah buku yang asing pada seorang anak penderita disleksia. atau bahkan baris teks. ia mungkin akan mengarang –ngarang cerita berdasarkan gambar yang ia lihat tanpa berdasarkan tulisan isi buku tersebut. Bila anda meminta anak tersebut untuk berfokus pada kata-kata dibuku itu. berikut ini merupakan ide-ide yang dapat membantu anak anda dengan phonic dan membaca: Cobalah untuk menyisihkan waktu setiap hari untuk membaca. Idealnya anakanak akan mempelajari phonic di sekolah bersama guru. maka kesulitan mebaca pada anak tersebut akan terlihat jelas. Ketika anda menyuruh anak tersebut untuk memperhatikan kata-kata. Metode phonic ini merupakan metode yang digunakan untuk mengajarkan anak yang mengalami problem dysleksia agar dapat membaca melalui bunyi yang dihasilkan oleh mulut. Semasa awal kanak-kanak.. Kondisi ini pertama kali diketahui pada abad ke sembilan belas. Disleksia mempengaruhi 5 hingga 10 persen dari semua anak yang ada. Selanjutnya ketika tiba masanya untuk sekolah. meskipun kata yang digantikan tidak mempunyai arti dalam konteksnya. seorang anak yang menderita disleksia mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa lisan. ia mungkin berusaha untuk mengalihkan permintaan tersebut. beberapa kesulitan bagi anak-anak penderita disleksia adalah sebagai berikut : Membaca dengan sangat lambat dan dengan enggan Menyusuri teks pada halaman buku dengan menggunakan jari telunjuk. maupun software. 1983). Sebagai contoh. termasuk kata-kata yang sudah dikenal Mengganti satu kata dengan kata lain. dan juga meluangkan waktu untuk berlatih phonic di rumah bersama orang tua mereka. Tundalah sesi jika anak terlalu lelah. sehingga pada akhirnya mereka mengalami masalah dalam memahami maknanya. Menambahkan kata-kata atau frase yang tidak ada dalam teks. . Tanda-tanda disleksia tidak sulit dikenali. Bagi anda orang tua. baik buku. Metode ini dapat ssudah dikemas dalam bentuk yang beraneka ragam. Kiat Mengatasi Problem Dysleksia Cara yang paling sederhana. Istilah ini sebenarnya merupakan nama bagi salh satu jenis keterlambatan membaca saja. atau mudah marah hingga dapat memusatkan perhatian.

keterampilan . seberapapun ia mencoba dengan keras ia tidak dapat menulis apapun dengan jelas. Tulisan tangan yang jelek biasanya tetap dapat terbaca oleh penulisnya. Berikan hadiah padanya ketika dia melakukan sesuatu dengan sangat baik atau ketika anda melihat perubahan yang nyata pada nilai-nilainya di sekolah. pertahankanlah itu. sehingga dia dan orang lain tidak dapat membaca tulisan tangannya. Apa yang dialami Stephen merupakan problem kesulitan menukis (disgraphya). anak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menulis. Dalam menulis sesuatu kita membutuhkan penglihatan yang cukup jelas. Jik anda selalu membacakan cerita waktu tidur. berikan waktu sebelum anda terburu-buru memberi bantuan. Kemudian diketahui bahwa Stephen memang tidak dapat menulis secara jelas. Bersikaplah positif dan pujilah anak anda ketika dia membaca dengan benar. Ia menggunakan mesin ketik yang dapat dibawa kemana-mana (portable) untuk segala sesuatu laporan pasien. Tentunya disgraphya ini berbeda dengan tulisan tangan yang jelek.Jangan melakukan sesuatu yang berlebih-lebihan pada saat pertama. Tentukan tujuan yang dapat dicapai : satu hari sebanyak satu halaman dari buku phonics atau buku bacaan mungkin cukup pada saat pertama. Jangan membuat sesi ini sebagai pengganti kegiatan membaca dengan suara keras pada anak anda. Ketika dia membuat kesalahan. Kemudian mintalah anak membaca terusan ceritanya untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Mulailah dengan membaca beberapa halaman pertama atau paragraph dari cerita dengan suara keras untuk memancing anak. Variasikan aktivitas dengan meluangkan beberapa sesi untuk melakukan permaianan katakata sebagai ganti aktivitas membaca.mulailah dengan sepuluh atau lima belas menit sehari. bersabarlah dan bantu untuk membenarkan kesalahan. Problem Kesulitan Menulis (Dysgraphia) Dalam sebuah pelatihan menjadi ahli ilmu kesehatan anak. Jika dia raguragu. dan mintalah ia untuk membaca kembali tulisan tersebut. tetapi merasakannya juga. Tanyakan pendapatnya tentang cerita atau karakterkarakter dalam cerita tersebut. atau mintalah anak untuk mengarang sebuah cerita. catatan singkat. pastikan bahwa anak tidak hanya melafalkan kata-kata. Ketika anda membaca cerita bersama-sama. dan juga dilakukan dalam waktu yang relatif sama dengan yang menulis dengan bagus. Ini akan sangat membantunya mengenal buku dengan punuh kegembiraan. tulislah cerita tersebut. terdapat seorang ahli ilmu kesehatan yang bernama Stephen yang tidka pernah menulis apapun di atas kertas. Akan tetapi untuk dysgraphia.

maka tidak sepadan resiko membiarkan anak menjadi semakin lama semakin frustasi dan menjadi putus asa karena . karena pendidikan sangatlah penting bagi masa depan anak. sangatlah baik apabila kita belajar dari sebuah kasus anak yang mengalami dysgraphia. Mengerjakan tes-tes yang dibawa pulang (take – home test) atau tes dalam kelas dengan cara menegtik. Sebagian ahli merasa bahwa pendekatan yang terbai untuk dysgraphia adalah dengan jalan mengambil jalan pintas atas problem tersebut. Hal ini membuat mereka merasa lebih baik berkenaan dengan sekolah dan diri mereka sendiri.motorik halus. Bila strategi-strategi di atas tidak mungkin dilakukan Karena beberapa alasan. anak-anak dapat: Meminta fotokopi dari catatan-catatan guru atau meminta ijin untuk mengkopi catatn anak lain yang memiliki tulisan tangan yang bagus . dan juga memanggil orang tuanya. Belajar cara mengetik dan menggunakan laptop / note book untuk membuat catatan di rumah dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah. akan tetapi kemudian nilainya jatuh dan akhirnya guru Stephen di kelas V memanggilnya. pengetahuan tentang bahasa dan ejaan. Jika salah satu elemen tersebut mengalami masalah maka menulis akan menjadi suatu pekerjaan yang sulit atau tidak mungkin dilakukan. mereka dapat : Melakukan tes secara lisan Mengerjakan tes dengan pilihan ganda. Menggunakan alat perekam untuk menangkap informasi saat pelajaran Sebagai ganti menulis jawaban tes dengan tangan. dan nantinya mungkin akan jarang butuhkan ketika beranjak dewasa. Hasilnya nilai dan prestasi Stephen meningkat secara tajam. Problem dysgraphia muncul pada Stephen saat sekolah dasar. dan otak untuk mengkoordinasikan ide dengan mata dan tangan untuk menghasilkan tulisan. Kiat Mengatasi Problem Dysgrapia Untuk mengatasi problem dysgraphia ini. selain itu. Anak-anak menulis karena dua alasan : pertama untuk menangkap informasi yang mereka butuhkan untuk belajar (dengan menulis catatan) dan kedua untuk menunjukkan pengetahuan mereka tentang suatu mata pelajaran (tes-tes menulis). Guru tersebut meminta orang tua Stephen untuk mengajari Stephen mengetik pada mesin ketik yang dapat dibawa kemana-mana (portable). mereka dapat berkonsentrasi untuk mempelajari keterampilan lain. ia memiliki nilai yang bagus pada masa-masa awal. tidka ada alasan untuk menyangkal kesempatan bagi seorang anak yang cerdas untuk meraih kesuksesan di sekolah. Dari pada mereka harus bersusah payah mengusaia suatu keterampilan yang sangat sulit bagi mereka. maka anakanak penderita dysgraphia harus diijinkan untuk mendapatkan waktu tambahan untuk tes-tes dan ujian tertulis. yaitu dengan menggunakan teknologi untuk memberikan kesmepatan pada anak mengerjakan pekerjaan sekolah tanpa harus bersusah payah menulis dengan tangannya. Ada dua bagian dalam pendekatan ini. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa pendekatan ini memberikan perbedaan yang segera tampak pada anak. mereka dapat mengandalkan teman tersebut danmengandalkan buku teks untuk belajar. dan dapat menunjukkan apa yang mereka ketahui. Sebagai ganti menulis dengan tangan.

kemampuan membedakan ide-ide abstrak. pola. dan mencapai keberhaislan dalam pelajaran matematika. perhatikanlah contoh kasus berikut. ia harus mengalikan 25 dengan 50. baik ketika membeli sesuatu. atau melakukan operasi aritmatika. berapa kilogram apel yang dihaislkan Jones tiap tahun?. walaupun pada mata pelajaran lain. Kiat Mengatasi Anak Dengan Dyscalculia Seperti halnya problem kesulitan menulis dan membaca. atau system angka yang tidk menggunkan basis sepuluh. yaitu penjumlahan. Ia berusaha keras menemukan jawabannya tetapi tetap tidak bisa. Untuk lebih jelas mengenai gambaran anak yang mengalami problem dyscalculia. hanya saja ia mengalami masalah dengan kemampuan menghitungnya. Istilah ‘dyscalculia’. Meskipun banyak masalah yang mungkin turut mempengaruhi kemampuan untuk memahami. dan memberinya lembar kertas dan pensil dan memintanya menyelesaikan soal berikut :Jones seorang petani memiliki 25 pohon apel dan tiap pohon menghasilkan 50 kilogram apel pertahun. ingatan jangka pendek untuk meningat elemen-elemen dari sebuah soal matematika saat mengerjakan persamaan. Lalu seorang guru memanggilnya.pekerjaan sekolah. dan kemudian ia dapat menghitungnya. yaitu penanganan matematika yang intensif. perkalian. dapat kita lakukan . Anak tersebut tentunya belum tentu anak yang bodoh dalam hal yang lain. biasanya mengacu pada pada suatu problem khusus dalam menghitung. ia menjawab. Anak yang mengalami problem dyscalculia merupakan anak yang memiliki masalah pada kemampuan menghitung. Nilai matematika yang Jessica dapat selalu rendah. Inilah gambaran seorang anak yang mengalami problem “dyscalculia”. duduk di kelas V) didapati mengalami masalah dengan mata pelajaran matematika. dan keterampilan bahasa lainnya. atau dengan mengambil jalan pintas. dan kelompok. Seorang anak bersama Jesica (sepuluh tahun. Tidak diragukan lagi bahwa berhitung merupakan pekerjaan yang kompleks yang di dalamnya melibatkan : membaca. kemampuan untuk mengenali urutan. Ketika guru bertanya bagaimana cara menyelesaikan. akan tetapi ia tidak dapat menghitungnya. ada dua pendekatan yang mungkin : kita dapat menawarkan beberapa bentuk penganganan matematika yang intensif. dan pembagian. Problem Kesulitan Menghitung (Dyscalculia) Berhitung merupakan kemampuan yang digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. membayar rekening listrik. pengurangan. Kemudian guru memberinya kalkulator. dan lain sebagainya. seperti angka-angka negatif. nilainya baik. menulis. Pendekatan yang pertama. kemampuan untuk membedakan ukuran-ukuran dan kuantitas relatif dan obyektif.

pada tingkat pendidikan dasar berbagai kemampuan tersebut masih memiliki relasi yang kuat. yaitu jalan pintas. dan ada juga yang lama. Untuk itu. sehingga kita dapat menentukan alternatif pilihan bantuan bagaimana mengatasi kesulitan tersebut. Pendekatan ini mendasari tekniknya pada pemahaman bahwa kecepatan belajar seorang anak berbeda-beda. BAB I PENDAHULUAN 1. dan ia tidak tahu bagaimana mengatasi masalah tersebut.1 Latar Belakang Dunia pendidikan mengartikan diagnosis kesulitan belajar sebagai segala usaha yang dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis dan sifat kesulitan belajar.dengan teknik “individualisasi yang dibantu tim”. serta berhitung. walaupun mungkin saja kemampuan yang dimiliki berbeda satu dengan yang lainnya. Teknik ini mendorong anak yang cepat menangkap materi pelajaran agar mengajarkannya pada temannya yang lain yang mengalami problem dyscalculia tersebut. Pendekatan ini menggunakan pengajaran secara privat dengan teman sebaya (peer tutoring). sehingga ada anak yang cepat menangkap. Penutup Pada dasarnya semua anak memiliki kemampuan. Hal ini sederhana karena anak dengan problem dyscalculia tidka memiliki masalah dengan kaitan antara angka. membaca. akan tetapi lebih kepada menghitung angka-angka tersebut. sebagaimana Jessica diberikan kalkulator untuk menghitung. Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak . Dengan demikian kita akan mengetahui kesulitan belajar apa yang dialami anak. ataupun seorang guru dengan mengatakan seorang anak yang mendapatkan nilai yang rendah merupakan anak yang bodoh dan gagal perlu menjadi perhatian kita. Masalah yang mungkin ada pada pada salah satu kemampuan tersebut dapat menggangu kemampuan yang lain. Pendekatan yang kedua. maka anak dengan problem dyscalculia ini juga dapat diberikan calculator untuk menghitung. Masalah belajar yang terjadi dikalangan murid sering kali terjadi dan menghambat kelancaran proses belajar siswa. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa mungkin saja anak hanya mengalami gangguan pada salah satu kemampuan tadi. Dengan demikian apa yang kita sering lakukan baik sebagai seorang orang tua. Diagnosis terhadap permasalahan sesungguhnya yang dialami anak mutlak harus dilakukan. menulis. yang terpenting bagi kita adalah dapat menelaah dengan baik perkembangan anak kita.

kondisi emosional siswa. 1. 1. Adapun keyakinan atau hipotesis tersebut adalah masalah belajar siswa dapat disebabkan beberapa faktor baik internal maupun eksternal dari diri siswa. dan pandangan siswa terhadap pelajaran tertentu. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh muridmurid yang lambat saja dalam belajarnya. Kemungkinan masalah belajar ini muncul di sebabkan oleh metode guru dalam mengajar.3 Rumusan Masalah Dengan melihat latar belakang yang telah dikemukakan.menguntungkan bagi dirinya. Untuk mengetahui solusi apa saja yang diberikan oleh pihak BK dalam mengatasi masalah belajar siswa. 1.4 Hipotesis Penelitian ini dilakukan berangkat dari keyakinan penulis setelah melakukan pengenalan masalah.5 Sistematika Penulisan Cover Daftar Isi . 2. Untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar siswa. maka beberapa masalah yang dapat dirumuskan dan akan dibahas dalam Makalah ini adalah apa saja penyebab kesulitan belajar pada siswa? Dan bagaimana solusi yang bisa di berikan untuk menanggulangi masalah belajar pada siswa. materi yang diajarkan tidak sesuai dengan kemampuan siswa.2 Tujuan Tujuan dari observasi ini adalah: 1. tetapi juga dapat menimpa murid-murid yang pandai atau cerdas. 1.

Adapun observasi dilakukan di SMA NEGERI 1 BANDUNG tepatnya di Jalan Dago 396. Wawancara Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan. Untuk menambah informasi. Bandung. Tinjauan pustaka c.3 Waktu Penelitian Observasi dan wawancara dilakukan pada Kamis.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan ialah: a. Observasi b. Bandung. BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN . digunakan metode observasi.30 WIB di Jalan Dago 396. 2. 4 November 2010 pukul 08.BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V Daftar pustaka Pendahuluan Metodologi Hasil dan Pembahasan Rekomendasi Penutup BAB II METODOLOGI PENELITIAN 2. wawancara dan kepustakaan. penulis mencari literatur yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Wawancara dilakukan dengan salah satu guru BK di sekolah tersebut.

tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental. Menurut Gagne (1984: 77) bahwa “belajar adalah suatu proses dimana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman”. namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah. . ingin atau perlu dihilangkan. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 – 140). Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar. tetapi juga dapat menimpa murid-murid yang pandai atau cerdas. atau gangguan psikologis lainnya. diantaranya : 1. menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri dan atau orang lain. Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Dari definisi masalah dan belajar maka masalah belajar dapat diartikan atau didefinisikan sebagai berikut : “Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan”. belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 2. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh murid-murid yang lambat saja dalam belajarnya. Pengertian belajar dapat didefinisikan “Belajar ialah sesuatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Kesulitan belajar siswa mencakup pengertian yang luas. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.3. Proses belajar merupakan aktivitas psikis berkenaan dengan bahan belajar.1 Tinjauan Pustaka Prayitno (1985) mengemukakan bahwa masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya. menurut pengertian secara psikologis. gangguan alat dria. 4. 3. Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahankelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Dalam interaksi belajar mengajar siswa merupakan kunci utama keberhasilan belajar selama proses belajar yang dilakukan. Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal. Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik.

Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya. Sikap siswa ini akan mempengaruhinya terhadap tindakan belajar. • Motivasi Belajar Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. . Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar. • Mengolah Bahan Belajar Mengolah bahan belajar merupakan kemampuan siswa untuk menrima isi dan cara pemerolehan ajaran sehingga menjadi bermakna bagi siswa.sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama. serta nilai kesenian. sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya. Menurut seorang ilmuan ahli psikologis kekuatan belajar seseorang setelah tiga puluh menit telah mengalami penurunan. Ia menyarankan agar guru melakukan istirahat selama beberapa menit. • Konsentrasi Belajar Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Oleh karena itu motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus. Dengan memberikan selingan istirahat. Untuk memperkuat perhatian guru perlu melakukan berbagai strategi belajar mengajar dan memperhatikan waktu belajar serta selingan istirahat. maka perhatian dan prestasi belajar dapat ditingkatkan. 5. nilai agama. nilai kesusilaan. Faktor-Faktor Internal Belajar • Sikap Terhadap Belajar Selama melakukan proses pembelajaran sikap siswa akan menentukan hasil dari pembelajaran tersebut. Sikap yang salah akan membawa siswa mersa tidak peduli dengan belajar lagi. Kemampuan siswa dalam mengolah bahan pelajaran menjadi makin baik jika siswa berperan aktif selama proses belajar. Isi bahan belajar merupakan nilai nilai dari suatu ilmu pengetahuan. Pemahaman siswa yang salah terhadap belajar akan membawa kepada sikap yang salah dalam melakukan pembelajaran. Selanjutnya mutu belajar akan menjadi rendah. Akibatnya tidak akan terjadi proses belajar yang kondusif. Faktor-Faktor yang dialami dan dihayati oleh siswa dan hal ini akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar: 1. Lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar.

Dari segi perkembangan. Dan apabila sebaliknya yang terjadi maka siswa akan merasa lemah percaya dirinya. berpikir secara baik dan bergaul dengan lingkungan secara efisien. pra-pengolahan. Pada tahap ini siswa membuktikan hasil belajar yang telah lama ia lakukan. Kebiasaan buruk tersebut dapat berupa belajar pada akhir semester. Dalam proses belajar diketahui bahwa unjuk prestasi merupakan tahap pembuktian perwujudan diri yang diakui oleh guru dan rekan sejawat siswa. menyia-nyiakan kesempatan belajar. Kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dapat ditemukan di sekolahsekolah pelosok. • Cita-Cita Siswa Cita-cita sebagai motivasi intrinsic perlu didikan. bersekolah hanya untuk bergengsi. • Intelegensi Dan Keberhasilan Belajar Intelegensi merupakan suatu kecakapan global atau rangkuman kecakapan untuk dapat bertindak secara terarah. belajar tidak teratur. kota besar. Hal ini akan merugikan calon tenaga kerja itu sendiri. penyimpanan. yang disebabkan oleh intelegensi yang rendah atau kurangnya kesungguhan belajar. bergaya jantan seperti merokok. serta pemanggilan untuk pembangkitan pesan dan pengalaman. rasa percaya diri dapat timbul berkat adanya pengakuan dari lingkungan. pengolahan. Oleh karena itu pada tempatnya mereka didorong untuk melakukan belajar dibidang kterampilan.• Kemampuan Berprestasi Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar merupakan puncak suatu proses belajar. pengaktifan. Kecakapan tersebut menjadi actual bila siswa memecahkan masalah dalam belajar atau kehidupan sehari-hari. kota kecil. berarti terbentuknya tenaga kerja yang bermutu rendah. Untuk sebagian kebiasaan tersebut dikarenakan oleh ketidakmengertian siswa dengan arti belajar bagi diri sendiri. Didikan memiliki cita-cita harus . Kemampuan berprestasi tersebut terpengaruh pada prosesproses penerimaan. Siswa menunjukan bahwa ia telah mampu memecahkan tugas-tugas belajar atau menstransfer hasil belajar. datang terlambat bergaya pemimpin. Dengan perolehan hasil belajar yang rendah. Semakin sering siswa mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik maka rasa percaya dirinya akan meningkat. • Rasa Percaya Diri Siswa Rasa percaya diri timbul dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil. Dari pengalaman sehari-hari di sekolah diketahui bahwa ada sebagian siswa tidak mampu berprestasi dengan baik. • Kebiasaan Belajar Kebiasaan-kebiasaan belajar siswa akan mempengaruhi kemampunanya dalam berlatih dan menguasai materi yang telah disampaikan oleh guru.

kegiatan belajar mengajar berubah serta evaluasi berubah. Dalam kehidupan tersebut terjadi pergaulan seperti hubungan sosial tertentu. Dalam kehidupan tersebut terjadi hubungan akrab kerjasama. • Kurikulum Sekolah Kurikulum yang diberlakukan di sekolah adalah kurikulum nasional yang disahkan oleh pemerintah. Hal ini tidak berarti bahwa lengkapnya sarana dan prasarana menentukan jaminan melakukan proses pembelajaran yang baik. • Prasarana Dan Sarana Pembelajaran Lengkapnya sarana dan prasarana pembelajaran merupakan kondisi pembelajaran yang baik. Cita-cita merupakan harapan besar bagi siswa sehingga siswa selalu termotivasi untuk belajar dengan serius demi menggapai cita-cita tersebut. Dengan mengaitkan pemilikan cita-cita dengan kemampuan berprestasi maka siswa diharapkan berani bereksplorasi sesuai dengan kemampuannya sendiri. isi pendidikan berubah. pemenuhan kebutuhan hidup sebagai manusia. Perubahan kurikulum sekolah menimbulkan masalah seperti tujuan yang akan dicapai mungkin akan berubah. Ia tidak hanya mengajar bidang studi yang sesuai dengan keahliannya. Faktor-Faktor Eksternal Belajar Faktor-faktor eksternal tersebut adalah sebagai berikut: • Guru Sebagai Pembina Siswa Belajar Guru adalah pengajar yang mendidik . Sebagai seorang pribadi ia juga mengembangkan diri menjadi pribadi utuh. Sebagai seorang diri yang mengembangkan keutuhan pribadi. konflik atau perkelahian. 2. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Masalah Belajar Kesulitan belajar ini merupakan suatu gejala yang nampak dalam berbagai jenis .ditanamkan sejak mulai kecil. • Lingkungan Sosial Siswa Di Sekolah Tiap siswa dalam lingkungan sosial memiliki kedudukan. ia juga menghadapi masalah pengembangan diri. Justru disinilah muncul bagaimana mengolah sarana dan prasaranapembelajaran sehingga tersenggara proses belajar yang berhasil dengan baik. Kurikulum disusun berdasarkan tuntutan kemajuan masyrakat. Adanya rekonstruksi itu menimbulkan kurikulum baru. Guru yang mengajar siswa adalah seorang pribadi yang tumbuh menjadi penyandang profesi bidang studi tertentu. tetapi juga menjadi pendidik pemuda generasi bangsanya. kerja berkoprasi. berkompetisi. 3. Dengan kemajuan dan perkembangan masyrakat timbul tuntutan kebutuhan baru dan akibatnya kurikulum sekolah perlu direkonstruksi. bersaing. peranan dan tanggung jawab sosial tertentu. atau yayasan pendidikan.

pertimenampakkan kurangnya kemampuan mental.pernyataan (manifestasi). serta penyakit menahan ( alergi. cacat tubuh. antara lain: Gangguan secara fisik. yaitu : a). malas dalam belajar. Ketidakseimbangan mental ( adanya gangguan dalam fungsi mental ). antara lain : Sifat kurikulum yang kurang fleksibel Terlalu berat beban belajar (murid) dan atau mengajar (guru) Metode mengajar yang kurang memadai Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar b). dan sebagainya ). kurang bisa menyesuaikan diri (maladjustment ). Guru yang akrab dengan murid. (1967 : 55) bahwa lingkungan sekolah. Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap salah seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah. Pada garis besarnya sebab-sebab timbulnya masalah belajar pada murid dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu : 1) • • • • Faktor-faktor Internal ( faktor-faktor yang berada pada diri murid itu sendiri ). Menurut Lindgren. Pemahaman ini merupakan dasar dalam usaha memberikan bantuan kepada murid yang mengalami kesulitan belajar. dan antipati serta ketidakmatangan emosi. dan sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran. seperti merasa tidak aman. gangguan panca indera. benci. Keluarga (rumah). terutama guru. asma. tercekam rasa takut. seperti kurang berfungsinya organ-organ perasaan. Kelemahan emosional. taraf kecerdasannya cenderung kurang. 2) • • • • • • • Faktor Eksternal ( faktor-faktor yang timbul dari luar diri individu ). Sekolah. antara lain : Keluarga tidak utuh atau kurang harmonis. Karena guru bertanggung jawab terhadap proses belajar-mengajar. Sikap orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya Keadaan ekonomi. menghargai usaha-usaha murid dalam belajar dan suka memberi petunjuk kalau murid menghadapi kesulitan. alat bicara. Melalui contoh . maka ia seharusnya memahami manifestasi gejala-gejala kesulitan belajar. akan dapat menimbulkan perasaan sukses dalam diri muridnya dan hal ini akan menyuburkan keyakinan diri dalam diri murid.

5.2 Hasil Observasi Observasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar siswa dan untuk mengetahui solusi apa yang diberikan oleh pihak BK (Bimbingan Konseling) dalam mengatasi masalah belajar siswa. Keberhasilan seorang murid dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari sekolah seperti guru yang harus benar-benar memperhatikan peserta didiknya. Melokalisasikan jenis faktor dan sifat yang menyebabkan mengalami berbagai kesulitan. . Langkah-langkah yang ditempuh untuk menjamin keberhasilan belajar adalah : 1) Identifikasi masalah siswa 2) Diagnosa 3) Prognosa 4) Pemberian Bantuan 5) Follow up (tindak lanjut) Upaya-Upaya Penanggulangan Masalah Belajar : 1. Komunikasi 4. guru yang memiliki penilaian diri yang positif akan ditiru oleh muridnya. Perhatikan Mood 2. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan diketahui penyebab kesulitan belajar siswa. kurang menghargai usahausaha murid maka murid akan merasa kurang diperhatikan dan akan mengakibatkan murid itu malas belajar atau kurangnya minat belajar sehingga anak itu akan mengalami kesulitan belajar. Memperkirakan alternatif pertolongan. Mengalokasikan letaknya kesulitan atau permasalahannya 6. 7. diantaranya sebagai berikut : 1. Keadaan kelas yang kurang kondusif. sehingga murid-muridnya juga akan memiliki penilaian diri yang positif. Jadi jelaslah bahwa guru yang kurang akrab dengan murid. Mengidentifikasi siswa yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar. Siapkan Ruang Belajar 3.sikap sehari-hari. 3. Penataan ruangan yang tidak menunjang dalam kegiatan pembelajaran.

Pencarian data tentang masalah yaitu dengan berkomunikasi dengan orang tua siswa dan wali kelas. Adapun solusi yang diberikan oleh pihak BK (Bimbingan Konseling) dalam mengatasi masalah belajar siswa. 3. Adanya faktor dari lingkungan luar seperti masalah keluarga dan masalah ekonomi. . yaitu : 1.2. 3. Pandangan siswa terhadap suatu mata pelajaran yang menganggap mata pelajaran itu sulit sehingga siswa merasa segan dan terbebani untuk mempelajarinya. 4. Melakukan pendekatan terhadap siswa 2. Cara mengajar guru yang tidak memfasilitasi berbagai gaya belajar siswa dan sikap guru yang dictator. Melakukan konsultasi secara privat.

kebiasaan belajar. dan cita-cita siswa. Sehingga siswa dapat terus terpantau bagaimana perkembangannya dalam proses pembelajaran Pendahuluan .1 Kesimpulan Dari hasil observasi yang kita lakukan. 4. sarana dan prasarana. • Faktor eksternal belajar siswa. meliputi sikap siswa dalam belajar. motivasi belajar siswa. meliputi guru sebagai pembina siswa belajar. Melakukan konsultasi secara privat. lingkungan siswa di sekolah dan kurikulum sekolah. diperlukan pendekatan yang lebih intensif dari guru BK.BAB IV PENUTUP 4. yaitu : • • • Melakukan pendekatan terhadap siswa Pencarian data tentang masalah yaitu dengan berkomunikasi dengan orang tua siswa dan wali kelas. cara mengolah pembelajaran.2 Saran Agar proses belajar mengajar siswa dapat berlangsung secara optimal. konsentrasi siswa. rasa percaya diri siswa. Adapun solusi yang diberikan oleh pihak BK (Bimbingan Konseling) dalam mengatasi masalah belajar siswa. dapat kita ketahui bahwa ada 2 faktor yang dapat membuat siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran. yaitu: • Faktor internal belajar siswa.

serta penyampaiannya juga terkesan monoton tanpa memperhatikan potensi dan kreativitas siswa sehingga siswa merasa bosan karena siswa hanya dianggap sebagai botol kosong yang siap diisi dengan materi pelajaran. Dengan menggunakan metode pemecahan masalah siswa dituntut keaktifannya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta dituntut kreativitasnya dalam menyelesaikan soal. Terdapat tiga ciri utama dari metode pemecahan masalah yaitu:pertama. Karena metode pemecahan masalah sendiri diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Sedangkan kegiatan pembelajaran adalah kegiatan interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran matematika guru harus menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan disesuaikan dengan kondisi siswa sehingga siswa lebih memahami materi yang disampaikan dan siswa lebih berkesan dengan pembelajaran yang telah disampaikan serta siswa akan lebih mengingat dan tidak mudah melupakan hal. karena belajar memang merupakan suatu proses aktif dari siswa dalam membangun pengetahuannya. maka rumusan masalahnya adalah: Apakah dengan menggunakan metode pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika di sekolah dasar dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa? Kajian teori Metode Pemecahan Masalah Konsep dasar dan karakteristik metode pemecahan masalah diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Aktif yang dimaksud adalah siswa aktif bertanya. sehingga pengertian siswa tentang konsep salah. Rendahnya prestasi disebabkan oleh faktor siswa yaitu mengalami masalah secara komprehensip atau secara parsial. Sedangkan guru yang bertugas sebagai pengelola pembelajaran seringkali belum mampu menyampaikan materi pelajaran kepada siswa secara bermakna. . Akibatnya prestasi siswa baik secara nasional maupun internasional belum menggembirakan. Dalam kegiatan pembelajaran siswa tidak hanya dituntut keaktifannya saja tapi juga kekreativitasannya. yang menempatkan masalah sebagai kunci dari proses belajar. mengemukakan gagasan dan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas.Belajar merupakan suatu proses yang mengakibatkan adanya perubahan perilaku baik potensial maupun aktual dan bersifat relatif permanen sebagai akibat dari latihan dan pengalaman. Mengacu pada berbagai teori diatas maka metode pemecahan masalah sangat tepat untuk diterapkan sebagai solusi untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Dalam kegiatan pembelajaran siswa dituntut keaktifannya. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Sehingga. merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran artinya dalam implementasinya ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. mempertanyakan. karena kreativitas dalam pembelajaran dapat menciptakan situasi yang baru. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. kedua aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaiakn masalah. Dalam pembelajaran matematika seringkali siswa merasa kesulitan dalam belajar. selain itu belajar siswa belum bermakna.hal yang dipelajarinya. tidak monoton dan menarik sehingga siswa akan lebih terlibat dalam kegiatan pembelajaran.soal yang memang menuntut mereka untuk berfikir kreatif.

langkah yang diambil dari individu satu dengan individu yang lain. pembentukan konsep. yaitu: belajar isyarat. Bahan yang dipilih merupakan bahan yang mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sesuai dengan kurikulum. Bahan yang dipilih sesuai dengan minat siswa sehingga setiap siswa merasa perlu mempelajarinya. tetapi menguasai dan memahami secara penuh. Beraksi(Act It Out) Strategi ini menuntut untuk melihat apa yang ada dalam masalah dan membuat hubungan . 114-115) Menurut Gagne. Bahan yang dipilih merupakan bahan yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak. sehingga terasa bermanfaat. Guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berfikir rasional siswa.pembentukan aturan dan pemecahan masalah. belajar dapat dikelompokkan menjadi 8 tipe belajar.kemungkinan yang ada berkaitan dengan pemecahan masalahnya sebelum mengambil tindakan secara kongkrit. sehingga siswa dapat mengikuti dengan baik. Guru menginginkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual siswa. stimulus respon. Ada yang segera mengambil langkah begitu perintah telah dimengerti dan mencoba-coba hingga sampai pada cara yang benar. membedakan. pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berfikir secara ilmiah (wina Sanjaya. Bahan yang dipilih adalah bahan yang familiar dengan siswa. Dalam rangka memecahkan persoalan. Belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar yang paling tinggi kerena lebih kompleks dari yang lain. Kriteria pemilihan bahan pelajaran dalam strategi pemecahan masalah: Bahan pelajaran harus mengandung isu. 2008. Strategi pemecahan masalah dapat diterapkan manakala: Guru mengharapkan agar siswa tidak hanya sekedar dapat mengingat materi pelajaran. namun ada juga yang tidak mengambil tindakan tetapi memikirkan kemungkinan.persoalan atau masalah.isu yang mengandung konflik. Guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya. disebutkan beberapa macam strategi pemecahan masalah yaitu: a.ketiga. rangkaian gerak. rangkaian verbal. Guru ingin mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajarnya.masalah apabila diamati akan terdapat adanya perbedaan dalam langkah. Macam-macam strategi pemecahan masalah matematika di sekolah dasar: Menurut Reys (1978) dan buku pengembangan pembelajaran matematika SD.

dapat menyederhakan dengan mengkategorikan semua kemungkinan kedalam beberapa bagian. karena kadang kala tidak mungkin untuk mengidentifikasi seluruh kemungkinan himpunan penyelesaian. Dalam kondisi demikian. Untuk menyederhanakan permasalahan. siswa sering kali diminta untuk membuat tabel dan kemudian menggunakannya untuk menemukan pola yang relevan dengan permasalahan yang ada. ditambah pengetahuan dari pengalaman sebelumnya. dapat menggunkan variabel-veriabel sebagai pengganti kalimat dalam soal. Mencari pola Pada prinsipnya. g. Menebak dan menguji Strategi menebak yang terdidik ini didasarkan pada aspek-aspek yang relevan dengan permasalahan yang ada. Membuat tabel Strategi ini ini membantu mempermudah siswa untuk melihat pola dan memperjelas informasi yang hilang. f. tidak perlu membuatnya detail tetapi cukup yang berhubungan dengan permasalahan yang ada. Membuat gambar atau diagram Strategi ini digunakan untuk menyederhanakan masalah dan memperjelas hubungan yang ada. jika memungkinkan kadang-kadang perlu mengecek atau menghitung semua kemungkinan jawaban. menyortir informasi-informasi penting untuk menjawabnya. i. Menulis kalimat terbuka Strategi ini dapat melihat hubungan antara informasi yang diberikan dan yang dicari. Penggunaan manipulasi objek agar hubungan antar komponen dalam permasalahan menjadi jelas. Namun. Hasil tebakan tentu saja harus diuji kebenaranya serta diikuti oleh sejumlah alasan yang logis. Menghitung semua kemungkinan secara sistematis Strategi ini sering digunakan bersama-sama dengan strategi mencari pola dan membuat tabel. d. . b. Untuk membuat gambar atau diagram ini. Bekerja mundur Strategi ini sangat cocok untuk menjawab permasalahan yang menyajikan kondisi atau hasil akhir dan menayakan sesuatu yang terjadi sebelumnya. Dalam hal ini perlu menentukan permasalahan yang akan dijawab. Dengan kata lain strategi ini sangat membantu dalam mengklasifikasikan dan menyusun informasi atau data dalam jumlah besar. c. Mengidentifikasi informasi yang didinginkan. Strategi ini membentu menyortir informasi dan memberi pengalaman dalam merumuskan pengalaman. diberikan.antar komponen dalam masalah menjadi jelas melalui serangkaian saksi fisik atau manipulasi objek. dan memilih langkah-langkah penyelesaian yang sesuai dengan soal. h. strategi mencari pola ini sudah dikenal sejak di Sekolah Dasar. dan diperlukan. e. Untuk memudahkan memahami permasalahan.

Ada yang mengatakan bahwa matematika itu bahasa simbol. dan penalaran. 2007. Banyak definisi terhadap pertanyaan " what is matematics?. dan masih banyak lagi yang lainnya. k. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Berbagai pendapat muncul mengenai definisi matematika. Untuk memilih strategi manakah yang paling tepat digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan. Kline (1973) dealam bukunya mengatakan matematika bukanlah pengetahuan yang menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri. Merumuskan hipotesis: Yaitu langkah siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan yang sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Simbol ataau notasi dalam matematika mempunyai peranan penting dalam mengkomunikasikan ide-ide dalam membangun matemaiika. Mengubah pandangan Strategi ini dapat digunakan setelah beberapa strategi lain telah dicoba tanpa ada hasilnya (Nyimas Aisyah. Langkah. Mengumpulkan data: Yaitu langkah siswa mencari dan menggambarkan informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Ruseffendi ET (1980 : 148) mengemukakan bahwa matematika terbentuk sebagai hasil pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide. Merumuskan pemecahan masalah: Yaitu langkah siswa menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan simpulan. diperlukan suatu keterampilan dan langkah-langkah secara rinci. matematika adalah bahasa yang dapat menghilangkan sifat kabur.masing yang berbeda. proses.11-16). Bahkan dalam satu soal pemecahan masalah matematika dapa menggunakan lebih dari satu strategi. dkk. Mathematics is power. matematika adalah bahasa numerik. dipandang dari pengetahuan dan pengalaman masing. tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan dan menguasai persoalan sosial. Menyelesaikan masalah yang lebih sederhana atau serupa Suatu masalah yang rumit dapat diselesaikan dengan cara menyelesaikan masalah yang serupa tetapi lebih sederhana. adanya simbol-simbol dari ide-ide dengan mengkomunikasikan simbol-simbol akan membangun konsep-konsep matematika sebagai kekuatan. Matematika .j. Jika diperhatikan secara seksama antara strategi satu dengan yang lainya adalah selalu berkaitan dan berhubungan dalam menyelesaikan pemecahan masalah matematika. ekonomi dan alam. diantaranya ada yang mendefinisikan" mathematics is power dan " mathematics is a tool". Pengujian hipotesis: Yaitu langkah siswa mengambil atau merumuskan kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penilakan hipotesis yang diajukan.langkah metode pemecahan masalah: Merumuskan masalah: Yaitu langkah siswa dalam menentukan masalah yang akan dipecahkan. Menganalisis masalah: Yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang. majemuk dan emosional. Terbentuknya suatu konsep matematika melalui proses berikut.

demonstrasi. berwawancara. para siswa perlu memiliki kemampuan bernalar yang dapat diperoleh melalui pembelajaran matematika. Dikatakan pula oleh Gagne (Ruseffendi. pameran. 1988: 165). Kegiatan-kegiatan mendengarkan : Mendengarkan penyajian bahan. rohani. Dalam dirinya terkandung banyak kemungkinan dan potensi yang hidup dan sedang berkembang. Tiap saat kebutuhan itu bisa berubah dan bertambah. sistem pembelajaran dewasa ini sangat menekankan pada pendayagunaan aktivitas (keaktifan) dalam proses belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok. dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk dapat memecahkan suatu masalah. Dari pendapat Gagne dan tujuan Kurikulum Matematika. mengajukan pertanyaan. c. b. Kegiatan-kegiatan lisan (oral) : Mengemukakan fakta atau prinsip. Jenis. pembelajaran matematika mengikuti metoda spiral. diskusi. sehingga varietasnya menjadi bertambah besar. Para ahli mencoba mengadakan klasifikasi. menghubungkan suatu kejadian. Pendidikan perlu mengarahkan tingkah laku menuju ke tingkat perkembangan yang diharapkan. Pendidikan modern lebih menitikberatkan pada aktivitas sejati.tumbuh dan berkembang karena proses berpikir. Aktifitas belajar Siswa adalah suatu oraganisasi yang hidup. dan oleh karenanya menimbulkan dorongan berbuat tertentu. Kegiatan-kegiatan visual : membaca. . Dengan bekerja. Potensi yang hidup perlu mendapat kesempatan berkembang ke arah tujuan tertentu. Karakteristik pembelajaran matematika diantaranya: pembelajaran matematika adalah berjenjang. siswa memperoleh pengetahuan. mengamati orang lain bekerja atau bermain. yaitu untuk “Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari …” (Depdikbud 1994:1). pemahaman. Prinsip aktif mengendalikan tingkah lakunya. Salah satu tujuan diberikannya matematika di jenjang pendidikan dasar dan menengah. dan keterampilan serta perilaku lainnya termasuk sikap dan nilai. mengemukakan pendapat. mendengarkan suatu permainan instrumen musik. Dengan sendirinya perbuatan itupun menjadi banyak macam ragamnya.jenis aktivitas Aktivitas belajar banyak macamnya. antara lain Paul D. mengamati eksperimen.kebutuhan jasmani. Siswa memiliki kebutuhan. dan sosial yang perlu mendapat pemuasan. dimana siswa belajar sambil bekerja. Dierich membagi kegiatan belajar menjadi 8 kelompok. sebagai berikut: a.masing siswa tersebut terdapat “prinsip aktif” yakni keinginan berbuat dan bekerja sendiri. dikatakan sebagai alat karena matematika dapat membantu mengembangkan ilmu yang lain memecahkan masalah kehidupan serta mengembangkan ilmu untuk dirinya sendiri dan dikkembangkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. pengajaran matematika menekankan pola berfikir deduktif. Dalam diri masing. pembelajaran matematika menganut kebenaran konsistensi.gambar. memberi saran. melihat gambar. bahwa objek tidak langsung dari mempelajari matematika adalah agar siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah. Sehubungan dengan hal tersebut.

memeriksa karangan.. membuat model. Dalam pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam bentuk membawa kelas kedalam masyarakat. 436). dan sebagainya. kegiatan kelompok kecil. survei. menari. Upaya pelaksanaan aktivitas dalam pembelajaran Asas aktivitas dapat diterapkan dalam semua kegiatan dan proses pembelajaran. Cara lain. melaksanakan pameran. memecahkan masalah. membuat grafik. Kegiatan-kegiatan emosional : Minat. 2) Pelaksanaan aktivitas pembelajaran sekolah masyarakat. dan sebagainya. melalui metode karyawiasata. Kegiatan-kegiatan mental : Merenungkan. Thorrance misalnya. maka seseorang yang kreatif adalah yang memiliki kemampuan pemahaman. ang appreciations in a circumscribed content area of intelectual or artistic activity. reflects a rare capacity for developing insights. Asas aktivitas dapat dilaksanakan dalam setiap tatap muka dalam kelas yang terstruktur. bahanbahan kopi. peta. baik dalam bentuk komunikasi langsung. Kegiatan-kegiatan metrik : Melakukan percobaab. dan apresiasi melebihi seseorang yang tergolong intelegen. pola. kegiatan kelompok. keja lapangan. menulis laporan. mengerjakan tes. baik aspek keluwesan maupun aspek keaslian dan jumlah. mengingat. membuat sketsa. g. h. mendefinisikan berfikir kretif sebagai proses penyadaran adanya gap.alat. yakni : 1) Pelaksanaan aktivitas pembelajaran dalam kelas. Kegiatan-kegiatan menulis : Menulis cerita. sensitivitas. mengisi angket. Kegiatan-kegiatan dalam kelompok ini terdapat pada semua kegiatan tersebut diatas. d. pelayanan masyarakat. h. Kegiatan-kegiatan menggambar : Menggambar. mengundang nara sumber dari masyarakat ke dalam kelas. sensitivities. gangguan atau unsur.. diagram. Kreativitas belajar Salah satu tafsiran tentang hakikat kreatifitas dikemukakan oleh Ausubel. ternyata latihan (belajar) menambah kreativitas. atau rangkuman. membedakan. membuat keputusan. pembentukan . e. memilih alat. Untuk memudahkan guru dalam melaksanakan asas ini. Banyak pakar yang mendiskusikan kreativitas sebagai hasil berfikir kreatif atau pemecahan masalah.unsur yang keliru. tenang. 3) Pelaksanaan aktivitas pembelajaran dengan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) Pembelajaran dititik beratkan pada keaktifan siswa dan guru bertindak sebagai fasilitator dan nara sumber. menganalisis faktor-faktor. dan pelatihan diluar.hubungan.mendengarkan siaran radio. f. Berdasarkan rumusan itu. 1952. menyelenggarakan permainan. berkebun. belajar independen. dan bersifat tumpang tindih (Burton. yang memberikan kemudahan bagi siswa untuk belajar. maka dalam hal ini dipilih empat alternatif pendayagunaan saja. berani. Berdasarkan eksperimen Maltzman. menemukan hubungan. dari jenjang yang rendah sampai pada jenjang yang tinggi. sebagai berikut: Creative achievement .

pemahaman. Setelah siswa berhasil mencari pemecahan masalahnya siswa akan merasa senang karena merasa bahwa mereka dapat mengikuti pelajaran matematika dengan baik dan dapat memotivasi mereka untuk selalu turut aktif dalam pembelajaran matematika. Untuk dapat mencari pemecahan dari permasalahan yang disajikan. dan akhirnya menyimpulkan. dan keterampilan serta perilaku lainnya termasuk sikap dan nilai. siswa terlebih dahulu harus memikirkan mengenai kemungkinan-kemingkinan yang akan terjadi dari setiap langkah yang dilakukannya. mencatat. sistem pembelajaran dewasa ini sangat menekankan pada pendayagunaan aktivitas (keaktifan) dalam proses belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. penuh dengan rumus-rumus dan angka-angka. Dalam penyelesaian masalah tersebut harus mengacu pada langkah-langkah yang ada.gagasan. Timbulnya hal baru tersebut secara tiba-tiba dan berkaitan dengan insight. Dengan berfikir kreatif orang menciptakan sesuatu yang baru. Karena metode pemecahan masalah adalah serangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Sehubungan dengan hal tersebut. Dengan bekerja. Aktivitas-aktivitas pembelajaran yang diharapkan bukan hanya sekedar mendengarkan. Metode Pemecahan Masalah dan Kreativitas Belajar Seseorang atau organisme dalam mencari pemecahan terhadap masalah yang dihadapi akan dapat menemukan sesuatu yang baru.gagasan atau hipotesis. kemudian menghafal materi pelajaran. dimana siswa belajar sambil bekerja. Dalam pembelajaran matematika yang notabennya banyak siswa yang menganggap bahwa matematika itu sulit. pengujian hipotesis tersebut.hasil. siswa dituntut untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran untuk memecahkan masalah yang disediakan oleh guru. Akibatnya mau tidak mau siswa harus ikut andil didalamya dan turut serta aktif dalam pembelajaran. Begitu juga dalam penggunaan metode pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Dengan menerapkan metode pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika. Secara tidak langsung selama siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk mencari pemecahan masalah. mencari dan mengolah data. . siswa telah belajar matematika dengan baik dan memahami materi pelajaran yang dikerjakannya dan akhirnya siswa berhasil mencari pemecahan dari masalah yang disediakan. sehingga sebelum kegiatan pembelajaran dimulai siswa sudah menyerah dan merasa tidak akan mampu menguasai materi pelajaran yang akan disampaikan. pengkomunikasian hasil. Dalam metode pemecahan masalah siswa dihadapkan pada serangkaian aktivas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Pembahasan Pendidikan modern lebih menitikberatkan pada aktivitas sejati. akan tetapi siswa dituntut untuk aktif berfikir. Siswa harus mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir sesuai dengan langkah-langkah yang ada dalam metode pemecahan masalah agar dapat memecahkan soal yang diberikan. Untuk dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran matematika di sekolah dasar dapat menggunakan metode pemecahan masalah. berkomunikasi. Siswa dituntut untuk memecahkan masalah yang disajikan oleh guru sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan. Hal ini berkaitan dengan berfikir kreatif (creative thinking). siswa memperoleh pengetahuan. mungkin juga pengujian kembali atau perbaikan hipotesis. yang sebelumnya mungkinbelum terdapat. hal ini mengakibatkan siswa menjadi tidak dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Jakarta : Rineka Cipta Wood. Daftar Pustaka Ahmadi. 2001. Psikologi Belajar. JICA:. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan pendekatan Sistem. Pengantar Psikologi Umum. Oemar. Bumi Aksara: Jakarta. Yogyakarta : Kata Hati. Simpulan Untuk dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika disekolah dasar diperlukan metode pemecahan masalah. 2002. Derek et al. Feldmen. 2003. dkk. William. Supriyono.Kemampuan untuk berfikir mengenai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dan kemampuan untuk menyelesaikan langkah-langkah pemecahan yang ada inilah yang dapat meningkatkan kreativitas berfikir siswa. Walgito. Oemar. 2004. Karena dengan metode pemecahan masalah aktivitas dan kreativitas belajar siswa dapat terlihat dari proses pembelajaran yang memang mensyaratkan mereka untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan berfikir kreatif dalam memecahkan masalah yang ada. Daftar pustaka Hamalik. . Mengatasi Gangguan Belajar Pada Anak. Bimo. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Kiat Mengatasi Gangguan Belajar (Terjemahan). Suherman. Jakarta : Prestasi Putra. Erman. 2005.Bandung. Hamalik. Abu & Widodo. 1994. Kurikulum dan Pembelajaran. Penerjemah Sudarmaji. Penerjemah Taniputra. Bumi Aksara: Jakarta. Andi: Yogyakarta. 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful