Perkembangan Teori Manajemen

A. Pendahuluan Manajemen sebenarnya sudah ada sejak manusia ada. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan arsitek Mesir Kuno mewujudkan karyanya berupa piramid Cheops. Pembangunan piramid yang melibatkan ratusan ribu tenaga kerja tidak akan terwujud tanpa adanya manajemen yang baik. Hanya saja istilah manajemen baru muncul pada tahun 1886. Di Indonesia, manajemen sudah dipraktikkan pada masa pra sejarah. Adanya Candi Borobudur pada abad ke-8 dan Candi Prambanan pada abad ke-9 merupakan bukti bahwa manajemen sudah lama dipraktikkan di Indonesia. Pertumbuhan manajemen meliputi tiga fase yaitu 1) Fase pra sejarah, yang berakhir pada tahun 1. 2) Fase sejarah, yang berakhir pada tahun 1886 3) Fase modern, mulai 1886 sampai sekarang. B. Teori Manajemen Klasik 1. Manajemen Ilmiah Taylor adalah orang pertama yang mengembangkan manajemen ilmiah. Taylor terkenal sebagai Bapak Manajemen Ilmiah karena hasil penelitiannya yang telah dibukukan tentang usaha-usaha untuk meningkatkan produktivitas kerja berdasarkan waktu dan gerak pada tahun 1886, dijadikan sebagai pegangan penting bagi para buruh dan manajer. Dalam penelitiannya itu, ia berpendapat bahwa efesiensi perusahaan rendah karena banyak waktu dan gerak-gerak buruh yang tidak produktif. Selain itu, taylor telah memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah dalam manajemen dan mengembangkan teknikteknik untuk mencapai efisiensi dan keefektifan organisasi. Ia berasumsi bahwa manusia harus diperlakukan seperti mesin. Dalam bekerja, setiap manusia harus diawasi oleh supervisor secara efektif dan efisien. Kritik yang sangat keras dari para ahli perilaku yang mengecam penganut Taylor menyatakan bahwa Taylor dan penganutnya telah memperlakukan para pekerja secara tidak manusiawi. Untuk

mengatasi kelemahan pendekatan manajemen klasik, muncul pemikiran para ahli berikutnya dengan pendekatan baru yang disebut teori organisasi klasik. 2. Teori Organisasi Klasik Teori organisasi klasik disebut juga teori administratif. Salah seorang tokohnya adalah Fayol (1841-1925). Fayol terkenal sebagai Bapak Teori Ilmiah. Dalam bukunya yang terkenal dengan judulAdministration Industrielle et Generale, Fayol mengemukakan teori dan teknik administratif untuk mengelola organisasi yang kompleks. Sebagai manejer utama di pabrik tambang dan metalurgi yang sangat terkenal di Eropa, Fayol yakin bahwa kesuksesannya merupakan keterampilan mengembangkan pengalaman dan introspeksi. Selain itu, Fayol juga mengetengahkan empat belas prinsip administrasi yang sangat terkenal dan fungsi manajemen, yaitu Planning, Commanding, Coordinating and Controlling. Ahli lain dalam teori ini adalah Gulick, Urwick, Sheldon, Mooney dan Max Weber. Max weber merupakan seorang Jerman peletak dasar sosiologi di Jerman, yang kemudian dikenal sebagai Bapak Birokrasi, ikut serta mempengaruhi perkembangan teori administrasi. Birokrasi menurut Weber merupakan ciri dan pola organisasi yang strukturnya dibuat sedemikian rupa sehingga mampu memanfaatkan tenaga ahli secara maksimal. Adapun kritik terhadap pendekatan teori organisasi klasik, antara lain: a) Merangsang berfikir yang mengutamakan konformitas dan formalitas. b) Merupakan rutinitas yang membosankan c) Ide-ide inovatif tidak sampai kepada pengambil keputusan karena panjangnya jalur komunikasi d) Tidak memperhitungkan organisasi nonformal yang seringkali berpengaruh terhadap organisasi formal e) Dijalankan secara berlebihan f) Terlalu banyak aturan yang berbelit-belit

berbagai metode psikologi dapat digunakan untuk memilih kharakteristik tertentu yang cocok dengan kebutuhan suatu jabatan. Sebagai contoh. Perbaikan kondisi kerja dan kepuasan kerja tidak menghasilkan perubahan produktivitas yang mencolok. Penelitian Hawthorne yang dilakukan oleh Mayo (1880-1949) menghasilkan bahwa hubungan manusiawi merupakan istilah umum yang sering dipakai untuk menggambarkan cara interaksi manajer dengan bawahannya secara manusiawi. Keterbatasan dari teori hubungan manusiawi ini adalah bahwasanya konsep makhluk sosial tidaklah menggambarkan secara lengkap individu-individu di tempat kerjanya. Morino. Para ahli selanjutnya melengkapi teori manajemen klasik dengan menerapkan sosiologi dan psikologi dalam manajemen. maka hubungan manusiawi dalam organisasipun menurun. Asumsinya. dan lainnya. menyarankan agar penggunaan teknik-teknik manajemen menggunakan hasil eksperimen psikologi. jika manajer personalia memotivasi pekerja dengan baik maka hubungan manusiawi dalam organisasipun menjadi baik. bukan mengendalikan urusan. profesor psikologi Jerman yang mendapat sebutan Bapak Psikologi Industri. Ahli lain yang termasuk dalam pendekatan ini adalah Lewin. Ia juga menyarankan agar faktor sosial dan budaya turut dipertimbangkan dalam suatu organisasi. Munsterberg(1863-1916). Roger. Apabila moral dan efisiensi menurun.g) Kecenderungan menjadi orwelian yaitu keinginan birokrasi mencampuri (turut melaksanakan. Lingkungan sosial ti tempat kerja bukanlah satu-satunya tempat pekerja saling berinteraksi dengan unit lain di luar tempat . Kontribusi utama dari Munsterberg untuk manajemen adalah aaplikasi psikologi industri dalam manajemen. Pendekatan Hubungan Manusiawi Pendekatan ini muncul untuk merevisi teori manajemen klasik yang ternyata tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. C.

Maslow. Perilaku dapat dipahami melalui tiga pendekatan. D. . Keterbatasan dari pendekatan perilaku ini adalah bahwa beberapa ahli manajemen termasuk ahli perilaku percaya bahwa bidang perilaku tidak sepenuhnya nyata karena berkenaan dengan manusia yang bersifat unik. teori dan istilah perilaku oleh ahli perilaku sangat kompleks dan abstrak untuk dipraktekkan para manajer. Pendekatan ini memandang bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh sistem sosialnya. motif dan tujuan. Pendukung model ini antara lain. Mc Gregor. dan rekomendasinya pun sulit bagi manajer untuk memilih dan melaksanakannya. Dikarenakan perilaku manusia sangat unik. Kelompok yang diteliti mengubah perilakunya karena merasa kelompoknya menjadi objek dan subjek penelitian. maka ahli-ahli perilaku sering berbeda dalam menyimpulkan penelitian. yaitu: 1) Rasional Model rasional memusatkan perhatiannya pada anggota organisasi yang diasumsikan bersifat rasional dan mempunyai berbagai kepentingan. Pendukung model ini antara lain. sosiologi dan psikologi.kerja. Pendekatan Teori Perilaku Teori perilaku merupakan pengembangan dari pendekatan hubungan manusiawi. Down dan Simon 2) Sosiologis Model ini lebih memusatkan perhatiannya kepada pengetahuan antropologi. Pendekatan Kuantitatif Pendekatan kuantitatif ditandai dengan berkembangnya tim penelitian operasi dalam pemecahan masalah-masalah industri. kebutuhan. Model. Pendukung model ini antara lain Bern 3) Pengembangan hubungan manusia Model pengembangan hubungan manusia lebih memusatkan perhatiannya kepada tujuan yang ingin dicapai dan pengembangan berbagai sistem motivasi menurut jenis motivasi agar dapat meningkatkan produktivitas kerja. dan Bennis. E.

et al. transportasi dan komunikasi. Sistem dapat dipandang sebagai suatu hal yang tertutup atau terbuka. proses. (1981) sistem ialah tata cara kerja yang saling berkaitan. Pendekatan Sistem Defenisi sistem begitu banyak dikemukakan oleh ahli. Menurut Shore & Voich (1974) sistem ialah suatu keseluruhan yang terdiri dari sejumlah bagian-bagian. Teknik-teknik penelitian operasi ini semakin berkembang sejalan dengan kemajuan komputer. pengembangan SDM dan perencanaan program Langkah-langkah manajemen ilmiah yaitu: 1) perumusan masalah 2) penyusunan suatu model matematis 3) penyelesaian model 4) pengujian model 5) penetapan pengawasan atas hasil 6) pelaksanaan (implementas) F. maka organisasi dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan luarnya. Bentuk umum suatu sistem terdiri atas input. Menurut Gerald. manajemen produksi. sedangkan sistem terbuka ialah sistem yang dipengaruhi oleh lingkungannya. dan bekerja sama membentuk suatu aktivitas atau mencapai suatu tujuan tertentu. Teknik-teknik penelitian operasi selanjutnya disebut sebagai pendekatan manajemen ilmiah. Pendekatan manajemen ilmiah dipakai dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungannya. Pendekatan sistem meliputi penerapan konsep-konsep yang cocok dari teori sistem untuk mempermudah pemahaman tentang teori organisasi dan praktik manajerial .Pendekatan ini didasari oleh kesuksesan tim penelitian operasi Inggris pada PD II. Sebagai organisasi dengan sistem terbuka. Umpan balik ialah hasil output untuk untuk memperbaiki input yang akan datang. Keempat unsur tersebut berada dalam suatu organisasi. penjadwalan. output dan umpan balik. pengembangan strategi produk.

Padahal. H. Pendekatan hubungan manusia baru dimulai dengan teori pendekatan kontingensi menuju cara manajer seharusnya bertindak dalam lingkungannya. 3)pengarahan. maka dapat disimpulkan bahwa fungsi-fungsi administrasi pendidikan meliputi 1) perencanaan. dapat disimpulkan ada dua aliran manajemen. Dari beberapa pendapat ahli tentang fungsi-fungsi manajemen. mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh nilai ujian nasional tetapi juga mutu input dan mutu prosesnya di dalam kelas. Dari berbagai pendekatan manajemen. Burns dan Stalker menyatakan bahwa permulaan kebijakan administratif adalah kesadaran tentang belum optimalnya tipe-tipe sistem manajemen. yaitu manajemen yang lebih berorientasi kepada . Pendekatan Kontingensi Pendekatan ini mencoba untuk menerapkan berbagai pendekatan manajemen terdahulu pada kehidupan nyata atau kondisi dan situasi tertentu. dengan berpikir sebagai suatu sistem. 2)pengorganisasian. output sampai kepada outcome pendidikan. Menurut pendekatan ini. proses.Peningkatan mutu pendidikan dengan pendekatan sistem berarti mulai dari input. Mutu pendidikan hanya dinilai dari output pendidikan seperti hasil belajar dan ujian nasional. G. Dalam praktiknya. 4)pengendalian. Pendekatan Hubungan Manusiawi Baru Pendekatan hubungan manusiawi baru merupakan pendekatan integratif yang menggabungkan pandangan positif terhadap hakekat manusia dengan studi organisasi secara ilmiah sehingga dapat menggambarkan kerja manajer yang efektif. tugas manajer ialah mengidentifikasi teknik tertentu yang paling cocok diterapkan pada situasi tertentu dalam mencapai tujuan organisasi. karena tidak ada satupun teknik manajemen yang universal yang dapat diterapkan dalam setiap situasi dan kondisi. Peningkatan mutu cenderung berpikir output oriented. peningkatan mutu pendidikan selama ini belum menggunakan pendekatan sistem. Perbedaan kondisi dan situasi tertentu memerlukan pendekatan tertentu pula.

Aliran ini memusatkan kajiannya pada aspek manusia da perlunya manajemen memahami manusia. pengkoordinasian dan pengontrolan dari pada “human and natural resources” untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu”. [1] Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement. Ricky W. pengarahan. American Management Association) Manajemen : “seni dan ilmu perencanaan. 2009. Mary Parker Follet. Aliran klasik : Aliran ini mendefinisikan manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi manajemennya. Manajemen: Teori Praktek dan Riset Pendidikan. Terry. misalnya. sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar. Menurut aliran ini. Guru besar manajemen UI) Manajemen sebagai “proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. 4. 2. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan. pengkoordinasian. pengorganisasian. terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Aliran perilaku : Aliran ini sering disebut juga aliran manajemen hubungan manusia. Perhatian dan kemampuan manajemen dibutuhkan pada penerapan fungsi-fungsi tersebut. mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.D) Selanjutnya. terorganisir. pengorganisasian. dan sesuai dengan jadwal. dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan. Pengertian Manajemen (Definition of Management) Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement. 3. 6. Appley. yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Ph. Aliran manajemen berdasarkan hasil : Aliran manajemen berdasarkan hasil diperkenalkan pertama kali oleh Peter Drucker pada awal 1950-an. dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu : . Pendapat lain menjelaskan : Manajemen : “keahlian untuk menggerakan orang untuk melakukan suatu pekerjaan” (the art of getting thing done through people) (Lawrence A. *** Sumber: Husaini Usman.Istilah manajemen.tugas untuk meningkatkan produksi sebanyak-banyaknya dan manajemen yang berorientasi kepada manusia sebagai pelaksana tugas untuk meningkatkan hubungan manusiawi sebaik-baiknya. Sumber: http://id.(oey Liang Gie.shvoong. Aliran analisis system : Aliran ini memfokuskan pemikiran pada masalah yang berhubungan dengan bidang lain untuk mengembangkan teorinya. Aliran manajemen Ilmiah : aliran ini menggunakan matematika dan ilmu statistika untuk mengembangkan teorinya.” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Aliran ini memfokuskan pada pemikiran hasil-hasil yang dicapai bukannya pada interaksi kegiatan karyawan. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan. Aliran manajemen mutu : Aliran manajemen mutu memfokuskan pemikiran pada usaha-usaha untuk mencapai kepuasan pelanggan atau konsumen. 5. pengorganisasian. Teori-teori manajemen Ada 6 macam teori manajamen diantaranya : 1. Jakarta: Bumi Aksara. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.com/society-and-news/news-items/2102669-teori-teori-manajemen/#ixzz1gnkrPSse A. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda). yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. bila kita mempelajari literatur manajemen. (George R. menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain”. pendekatan kuantitatif merupakan sarana utama dan sangat berguna untuk menjelaskan masalah manajemen.

filsafat ini beriringan dengan revolusi industri inggeris yang disusun Frederick W. segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen. pengorganisasian. taylor. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Manajemen berdasarkan hasil (result management) 3. Menurut James A. Filsafat neo-thomisme ( kenyataan itu rasio. kepemimpinan. Menurut pengertian yang kedua. 5. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya. Itulah manajemen. Manajemen pemanfaatan konflik Odiorne membagi praktek manajemen dengan beberapa tahapan : 1. 2. manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi. dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. filsafat ini diterapkan dalam manajemen marxis dan codetermination yang popular di Negara sosialis. berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Manajemen berdasarkan kemungkinan (contingency management) 6. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Menurut pengertian yang ketiga. dan Tuhan sedangkan kebenaran adalah intuisi. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu. PRAKTIK MANAJEMEN Aplikasi dari filsafat melahirkan beeberapa tahapan penerapan manajemen sebagaimana yang diungkapkan George R. manajemen adalah suatu proses perencanaan. pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen. segala sesuatu yang masuk akal dan yang diwahyukan Tuhan) banyak dipraktikan oleh manajemen katholik yang merujuk pada bible filsafat pragmatisme (pengalaman dan segala sesuatu yang dapat dialami oleh manusia. kepemimpinan. manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usahausaha individu untuk mencapai tujuan yang sama. Manajemen prioritas produktifitas. yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi. manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu. Menurut G. Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Terry (2006:67) membagi tahapan praktik manajemen antara lain : 1. Manajemen memaksa (1920-an dan 1930-an) Manajemen mementingkan hubungan kemanusiaan (1940-an) .R. bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri. Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan. dikemukakan tiga buah definisi. Selanjutnya. Manajemen partisipasi 2. pengorganisasian. filsafat eksistensialisme (kenyataan adalah eksistensi atau keadaan yang menyerupai itu. 2.Stoner. keberanaran dapat dilihat dari pendapat umum) yang banyak merujuk pada manajemen yang berlaku umum mellaui opini public. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat. dan pengendalian. Manajemen memperkaya pekerjaan (job enrichment). Manajemen sebagai suatu proses. Jadi dengan kata lain. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja. B. keadaan. Filsafat Manajemen Berbagai teori manajemen berdasar pada filsafat dibawah ini antara lain : filasafat idealisme (suatu keadaan yang amat sempurna yang menjadi pola dari segala sesuatu yang kita dapati didunia ini). 4. peran manusia menjadi perhatian utama. C. Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni.1. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science) Menurut pengertian yang pertama. yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. filsafat realisme (dunia ini dan segala sesuatu yang terdapat didalamnya adalah kenyataan yang tidak dapat dibantah). 3.F. kebenaran adalah pendapat yang sejalan dengan pandangan pribadi seseorang). jerman dan skandinavia. yakni manajemen sebagai suatu proses.

Bennet Silalahi. Manajemen menggunakan tekanan (1950-an) 4. manajemen administratif 3. fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan. Ilmu kemiliteran. dan mengendalikan. Ketika itu. Taylor (1898) Henry Fayol (1916) Elton mayo (1946) Norbert Wiener (1950) Sumber : Manajemen integrative. 2001 Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions) Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. mengorganisir. yaitu: 1. Namun saat ini. manajemen ilmiah 5. Perhatian terhadap sitiuasi Potensi manusia Filsafat Ilmu prilaku Ergonomika Operation research Pembinaan organisasi Penyesuaian SDM terhadap persyaratan kerja dapat mencapai sasaran dan hasil optimal Berbagai sumber (1963) Focus Prinsip atau konsep Spesialisasi Tata cara kerja Ekonomi Mendelegasikan kekuasaan dan tanggungjawab Kesatuan perintah Jenjang jabatan Koordinasi Rentang pengawasan Seleksi Pembinaan Kepuasan kerja Pengalaman kerja Pengambilan keputusan Model dan simulasi Latar belakang Ekonomi Teknologi proses Teknologi industri Hukum. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Ilmu politik Sosiologi Psikologi Ilmu prilaku Operation research Ilmu pasti Komputerisasi Teori komunikasi cybernetics Pertimbangan dasar Efisiensi = 0/1 Undang-undang Kestabilan Karyawan dapat mencapai puncak kemampuan Mudah diterapkan Para ahli Fredrick W.3. Manajemen menurut keadaan (1960-an) Bennet Silalahi (2001:10) membagai praktik manajemen menjadi 5 tahapan antara lain : 1. manajemen teknologis 2. manajemen sistem kemanusiaan 4. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat. Pengorganisasian dapat dilakukan . LPMI. memerintah. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. 2. ia menyebutkan lima fungsi manajemen. yaitu merancang. manajemen sasaran dan hasil Perbandingan teori manajemen filosofi Ekonomi & teknologi Pekerjaan yang diselesaikan Admninistrasi & organisasi kekuasaan System kemanusiaan Kebutuhan manusia Ilmu pengetahuan Informasi dan keputusan Sasaran & hasil Situasi dan kondisi Perhatian terhadap sasaran dan hasil. mengordinasi.

kekosongan kegiatan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut : 1. Controlling Controlling atau pengawasan. serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan. siapa yang harus mengerjakannya. memproyrksikan.dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan. percekcokan. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha Sampai saat ini. perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing. agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula. pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ? Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ? 3. bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula. 3. Leading Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu : • Mengambil keputusan • Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan. • Memberi semangat. Tool of Management . Memeilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya. siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ? 6. menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi. inspirasi. pada tingkatan mana keputusan harus diambil. Organizing Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran. bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan. Coordinating Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan. semangat dan dorongan kepada bawahan. dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak. Forecasting Forecasting adalah meramalkan. Tindakan apa yang harus dikerjakan ? 2. sering pula disebut unsur-unsur manajemen. masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen. fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut: Planning Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ? 4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ? 5. agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan. Motivating Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi. dengan jalan menghubungkan. saran. Directing/Commanding Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan. sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian. Reporting Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi. Staffing Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja.

Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan. Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil. Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi tingkatan manajer menjadi 3 tingkatan : 1. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbanganpertimbangan kepada sasaran. Tingkatan Manajer . Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Perlu diingat meskipun metode baik. Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Oleh karena itu. sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja. selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. proses kerja tidak akan berlangsung. Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja. peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain. sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Tingkatan Manajemen (Manajemen Level). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen. serta uang dan kegiatan usaha.Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja. Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dalam manajemen. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadangkadang juga karyawan operasional. tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki. manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan. machines. Oleh sebab itu. C. dan markets. Artinya. Tools tersebut dikenal dengan 6M. method. yaitu men. 3. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalamperusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. materials. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi. Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. money. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku. Dengan demikian. maka proses produksi barang akan berhenti. 2. manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu. faktormanusia adalah yang paling menentukan.

 Manajemen tingkat menengah (middle management). Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah. Peran Manajer Henry Mintzberg. Mereka sering disebut penyelia (supervisor). dan penghubung. yang bersifat seremonial dan simbolis. manajer pabrik. atau manajer divisi. CIO (Chief Information Officer). berdasarkan tingkatannya. dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok. manajer tingkat menengah. dikenal pula dengan istilah manajemen operasional. yaitu: 1. manajer area. serta peran sebagai juru bicara. Pada organisasi berstruktur tradisional. merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak. dan CFO (Chief Financial Officer). pemecah masalah. dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana. pembagi sumber daya. di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak). pemimpin. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer). manajer shift. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain. seorang ahli riset ilmu manajemen.  Manajemen puncak (top management). dan perunding. tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Peran pengambilan keputusan Yang termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan. manajer departemen. atau mandor (foreman). Peran informasional Meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi. mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian. 2. 3. Meskipun demikian. dikenal pula dengan istilah executive officer. Peran antarpribadi Merupakan peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain. Keterampilan Manajer . Berikut ini adalah tingkatan manajer mulai dari bawah ke atas:  Manejemen lini pertama (first-line management).Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional. mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar. manajer kantor. pemimpin proyek. berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.

menengah. Ketiga keterampilan tersebut adalah: 1. manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Kedua. Dr. Pertama. dan gagasan demi kemajuan organisasi. bersahabat. Alumni. Winardi. Sumber: Asas-asas Manajemen. keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja. terj. sebagai manajer. Robert L. SE. George R. Keterampilan berkomunikasi diperlukan. maupun bawah.000 per tahun. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill) Selain kemampuan konsepsional. Pada tahun 2004. terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). membuat kursi. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Terry.. Frankfort digaji $2. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. 2001 Wikipedia . Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu. 2. Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Keterampilan membuat keputusan Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Keterampilan manajemen waktu Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Keterampilan teknis (technical skill) Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer. seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Namun demikian. memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort.000. 3. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer. Bandung. misalnya menggunakan program komputer.Gambar ini menunjukan keterampilan yang dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya. akuntansi dan lain-lain. manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar. Keterampilan konseptual (conceptional skill) Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep. Manajemen integrative. 2. Selain tiga keterampilan dasar di atas. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Dr. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu. Bennet Silalahi. dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain. Dengan komunikasi yang persuasif. baik pada tingkatan manajemen atas. Kebanyakan manajer. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. yaitu:[5] 1. Ricky W. memperbaiki mesin. yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. ide. Dan terakhir. dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan. maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Oleh karena itu. tentu saja. LPMI. Jakarta. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Prof. 2010. waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga.

contoh. Para peneliti dan pakar mengenai manajemen pengetahuan yang mulai meneliti dan mengkaji secara akademis pada tahun 70-an diantaranya Peter Ducker . 2. Gelombang Ketiga-1980. Era Informasi-1973. sehingga manajemen dokumen semakin dibutuhkan . koran. Sumber pengetahuan bisa berupa banyak bentuk. 50 % lainnya sedang bersiap-siap melaksanakannya. gagasan. Gupta dan Govidrajat berpendapat bahwa yang paling menentukan dalam keefektifan manajemen pengetahuan yaitu kondisi ekologi sosial organisasi yang meliputi budaya. majalah. email. manusia. kemudian di akhir 80-an KarlErik Sveiby . memimpin dan mengendalikan data dan informasi yang telah digabung dengan berbagai bentuk pemikiran dan analisa dari macam-macam sumber yang kompeten . iklan. ekonomi. Manajemen pengetahuan pun sempat diidentikan dengan teknologi informasi . Saat ini manajemen pengetahuan sangat diminati oleh organisasi bisnis . Tehnologi. 4. Dengan prosedur yang lebih rumit dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. Dan sebagian dari keterampilan ini. jumlah pekerjaan tulis menulis meningkat. . kartu nama. Maka dari itu kita harus mengetahui bagaimana menguasai atau mengatasi banyaknya informasi dan pengetahuan yang berasal dari segala penjuru dunia . Struktur Pengetahuan. sistem penghargaan. namun mereka memerlukan keterampilan . pengalaman. tetapi saling membangun dalam membentuk sejarah manajemen pengetahuan . proses. sebagai pihak yang di jadikan sasaran. Sedangkan pengetahuan adalah data dan informasi yang digabung dengan kemampuan. walaupun baru 28 % perusahaan terbesar di Amerika Serikat dan Eropa mengaku sudah menerapkan manajemen pengetahuan. yaitu: Lahirnya Industri Pengetahuan-1960. mengumpulkan dan mengorganisir. Manajemen merupakan suatu cara untuk merencanakan. struktur. dan kepemimpinan . Jadi manajemen pengetahuan bukanlah suatu fenomena baru. Menurut sebuah studi di tahun 1997. Sebagian dari prosedur ini memerlukan lebih dari sekedar menyerap informasi secara sederhana agar mampu melaksanakan. Masing-masing pokok tidak menggantikan yang lainnya. 3. Kelahiran Industri Pengetahuan-1960 Peningkatan pekerja yang berpendidikan juga memacu revolusi industri yang memunculkan prosedur yang lebih rumit pada pekerjaannya. Untuk itu perlu dipahami lima kerangka dasar dalam sejarah manajemen pengetahuan. dan manusia. dan 93 % mengatakan sudah membuat rencana. Era.Dengan adanya manajemen pengetahuan maka akan terjamin kinerja yang baik dalam suatu organisasi. Menurut Gupta dan Govidrajat (2000) dalam penelitiannya menyangkal pernyataan tersebut . motivasi dari sumber yang kompeten . mengumpulkan dan mengorganisir.MANFAAT MANAJEMEN PENGETAHUAN DALAM ORGANISASI BISNIS Latar Belakang Di zaman sekarang ini perkembangan kemajuan tehnologi dan pengetahuan sangatlah bermanfaat bagi kepentingan suatu organisasi . dengan cara mengatur dan menyediakan sumber ilmu yang ada saat ini dan yang akan datang. Konsep pemahaman pengetahuan memunculkan 5 kerangka dasar . mailing list. Di era perdagangan bebas dunia sekarang ini membuat kesempatan baru dan meningkatan kompetisi yang merupakan tantangan bagi organisasiorganisasi. 2000) Dalam perkembangannya manajemen pengetahuan tidak lepas dari perkembangan pengetahuan. Manajemen pengetahuan merupakan suatu disiplin ilmu yang digunakan untuk meningkatkan performa seseorang atau organisasi. Untuk meningkatkan produktifitas dan keuntungan organisasi bisnis memanfaatkan perkembangan teknologi dan teknologi jaringan . Tiga tahun setelah itu sebuah studi lain menunjukkan bahwa 50 % dari perusahaan-perusahaan besar di dunia telah menerapkan manajemen pengetahuan. Manajemen Pengetahuan dalam perkembangannya banyak dipengaruhi oleh perubahan waktu. e-artikel. Dua Belas Pokok Ekonomi Baru. e-book. Untuk itu suatu organisasi seharusnya membutuhkan informasi yang menyangkut perilaku masyarakat / respon masyarakat terhadap kinerja organisasinya. Sejarah Manajemen Pengetahuan Pemikiran mengenai manajemen pengetahuan berkembang dan digunakan sejak tahun 90 an . (Smith dan Farquar dalam Putu Pendit. Masyarakat Informasi-1982. intuisi. tetapi merupakan suatu cara yang menerapkan integrasi antara teknologi dengan sumber pengetahuan yang kompeten. Manajemen pengetahuan merupakan proses / kegiatan merencanakan. yaitu: 1. Paradigma. dan teknologi . Donald Clark membagi sejarah pengetahuan ke dalam empat kategori.maka dari itu suatu organisasi memerlukan suatu manajemen pengetahuan untuk membantu organisasi tersebut mencapai tujuannya. serta Nonaka dan Takeuchi pada 1990. terutama organisasi bisnis . tidak mudah diajarkan ke yang lainnya karena mereka memerlukan pengetahuan tacit . sosial. Suatu organisasi pasti akan berhubungan langsung dengan masyarakat. memimpin dan mengendalikan sumber daya untuk suatu tujuan. sistem informasi.

18. Iss. Menurutnya yang termasuk manajemen pengetahuan adalah sebagai berikut:       Sistem berorientasi pada orang. divisi-divisi dan bahkan perusahaan lain dalam berbagi untuk menemukan praktik yang terbaik. meningkatkan dan membagi modal intelektual perusahaan adalah Manajemen Pengetahuan ) Pengertian mana yang termasuk menjadi manajemen pengetahuan dan yang bukan merupakan manajemen pengetahuan dibedakan oleh James Boomer. Karl Eric Sveiby menyatakan tidak menyukai istilah “manajemen pengetahuan” . it’s best to think of KM in the broadest context” (tidak ada definisi manajemen pengetahuan yang universal. Sebagai seorang ahli manajemen pengetahuan. Fokus pada meningkatkan pencapaian bisnis . tidak ada yang bisa mengelola kecuali oleh individunya sendiri . usaha pembangkitan nilai dari asset tersebut melibatkan seluruh karyawan. departemen-departemen.And Is’n’t(Accounting Today. “The ABC’s of Knowledge Management”. Dalam penulisan ini menggunakan definisi manajemen pengetahuan yang ditulis oleh Rebecca O. Karena itu Menejemen Penegtahuan atau Knowledge Management sebaiknya dipikirkan pada konteks yang lebih luas) . capture.Vol. Sebuah acara perayaan. enhance and share a firm’s intellectual capital. Jangka panjang. Dan yang bukan termasuk manajemen pengetahuan adalah sebagai berikut: Sistem berorientasi pada teknologi. 22. Teknologi tunggal atau teknik yang dapat memecahkan permasalahan Manajemen pengetahuan. there’s no universal definition of KM. For this reason. 2004.dan hasil bisnis positif). (Memperlakukan komponen pengetahuan dalam aktivitas bisnis sebagai suatu perhatian bisnis secara jelas yang dicerminkan dalam strategi. policy. Pemahaman tersebut memberi pemahaman yang jelas tentang manajemen pengetahuan dan posisi teknologi informasi dalam manajemen pengetahuan . 2 pgs).) 2. Mereka menyatakan:“Unfortunately. kebijakan. Mereka mendefinisikan manajemen pengetahuan sebagai aktifitas bisnis yang meliputi dua aspek: 1. tidak berarti teknologi adalah manajemen pengetahuan .” (Suatu proses merangkul pengetahuan sebagai aset strategis agar dapat terus menerus memacu keuntungan bisnis dan mempertimbangkan pendekatan “sebuah perusahaan” untuk mengidentifikasi. Menurutnya manajemen pengetahuan adalah seni menciptakan nilai dari aset tak berbentuk (intangible asset). inisiatif yang berkelanjutan . Making a direct connection between an organization’s intellectual assets — both explicit[recorded] and tacit [personal know-how] — and positive business results. Barelay dan Philip C. menangkap. pg. dan praktk pada semua level (tingkatan) organisasi . mengevaluasi. 14. Dengan demikian. proses. mengartikan manajemen pengatahuan sebagai berikut: “Knowledge management is a process to embrace knowledge as a strategic asset to drive sustainable business advantage and promote a “one firm” approach to identify.Kemudian. sama halnya dengan tidak adanya kesepakatan seperti apa yang membuat pengetahuan menjadi hal utama. Kebanyakan. pengetahuan adalah kecakapan manusia. dengan banyaknya ketentuan-ketentuan baru dalam proses yang berlaku bagi pekerjaan dan penyiangan arsip untuk menjejaki proses tersebut mengakibatkan ditemukannya teknik manajemen ilmiah (scientific management) yang diciptakan untuk membantu mengorganisir dan membuat pekerjaan semakin efisien. Manajemen pengetahuan didefinisikan oleh mereka sebagai keseluruhan proses membangkitkan nilai organisasi dari modal intelektual organisasi dan aset berbasis pengetahuan. James Boomer dalam artikelnya Finding Out What Knowledge Management Is. Menurutnya. Pengertian Knowledge Management atau Manajemen Pengetahuan . Murray karena pemahamannya yang dekat dengan kegiatan organisasi bisnis. Mereka juga mengungkapkan bahwa penting dicatat bahwa definisi tersebut sama sekali bukanlah teknologi. diketahui bahwa teknologi hanyalah sebuah alat dan manajemen pengetahuan membutuhkan teknologi untuk efektivitas praktiknya . Treating the knowledge component of business activities as an explicit concern of business reflected in strategy. and practice at all levels of the organization. evaluate. Megan Santosus dan Jon Surnaz menyatakan dalam makalahnya yang berjudul . Definisi Manajemen Pengetahuan Dalam mendefinikan Manajemen Pengetahuan (MP). Ketika manajemen pengetahuan sering difasilitasi oleh teknologi informasi. just as there’s no agreement as to what constitutes knowledge in the first place. (Membuat koneksi langsung antara aset intelektual organisasi –baik eksplisit (terekam) dan tacit (pengetahuan pribadi). dan prosedur. New York: Aug 9-Aug 22.

informasi kontekstual. tidak terstruktur. Menurut Blake. Sedangkan pengetahuan berkaitan dengan apa yang diketahui dan dipahami oleh seseorang. connections dan conversation . sering kali menjadi tertanam bukan hanya dalam dokumen atau repositori tetapi juga dalam organisasi rutinitas. values. Pengertian knowledge management dari perspektif proses/teknologi :     Knowledge management adalah sebuah konsep dimana informasi diubah menjadi pengetahuan dan tersedia dalam bentuk yang dapat digunakan bagi orang yang membutuhkan . on papers. Sedangkan Laudon (2002) Knowledge Management berfungsi meningkatkan kemampuan organisasi untuk belajar dari lingkungannya dan menggabungkan pengetahuan dalam suatu organisasi untuk menciptakan. Informasi cenderung nyata. Pengetahuan yang tidak terstruktur dan dipahami. yaitu keahlian dan pengalaman pekerja yang belum didokumentasikan secara formal Untuk mengkonversi pengetahuan implisit ke dalam pengetahuan eksplisit. memelihara dan mendiseminasikan pengetahuan organisasi tersebut . tetapi tidak dengan jelas dinyatakan adalah pengetahuan implicit . proses.  Menurut Kim yang dikutip Siregar (2005) bahwa pengetahuan adakalanya dikategorikan sebagai terstruktur.and distributing it to wherever it can help produce the biggest payoffs. memelihara dan mendiseminasikan pengetahuan.  Davenport dan Prusak (1998) memberikan metode mengubah informasi menjadi pengetahuan melalui kegiatan yang dimulai dengan huruf C: comparation. nilai. Para ahli dibidang informasi menyebutkan bahwa informasi adalah pengetahuan yang disajikan kepada seseorang dalam bentuk yang dapat dipahami. Teknologi informasi memainkan peranan penting dalam manajemen pengetahuan sebagai pemungkin proses bisnis yang bertujuan yang bertujuan untuk menciptakan. Sedangkan pengetahuan berasal dari informasi yang relevan yang diserap dan dipadukan dalam pikiran seseorang . Dalam organisasi. Knowledge Management merupakan suatu paradigma pengelolaan informasi yang berasal dari pemikiran bahwa pengetahuan yang murni sebenarnya tertanam dalam benak dan pikiran setiap manusia . mengumpulkan. In organizations. Jika pengetahuan diorganisasikan dan mudah didiseminasikan disebut pengetahuan terstruktur . Itu berasal dan diterapkan dalam pikiran seseorang. pengelolaan dan pendistribusian semua asset informasi suatu organisasi . Knowledge Management adalah pendekatan sistematis untuk mengelola penggunaan informasi untuk meyediakan aliran pengetahuan yang memungkinkan pengambilan keputusan yang efisien dan efektif . practices and norms). Davenport dan Prusak mengatakan bahwa pengetahuan adalah campuran fluida dibingkai pengalaman. eksplisit atau implicit . or in people’s head. sedangkan pengetahuan adalah informasi yang diinterpretasikan dan diintegrasikan .Pemahaman konsep pengetahuan dan informasi menimbulkan berbagai penafsiran berbedabeda . Pengetahuan implisit juga disebut tacit (dipahami tanpa dikatakan). menyimpan. Maka dari . Knowledge Management System adalah penyimpanan virtual terhadap informasi relevan yang kritis untuk tugas-tugas harian pada organisasi . and expert insight that provides a framework for evaluating and incorporating new experiences and information. consequences. Pengertian Knowledge Management menurut para ahli antara lain:   Menurut Bassi.in databases. capturing and using knowledge to enhance organizational performance. Knowledge Management is the process of creating. pengetahuan tersebut harus diekstraksi dan diformat . atau data yang telah diproses atau ditata untuk menyajikan fakta yang mengandung arti . processes. It originates and is applied in the minds of knowers. Knowledge Management is the process of capturing a company’s collective expertise wherever it resides.  Menurut Koina dalam Siregar (2005) Knowledge Management adalah suatu disiplin yang mempromosikan suatu pendekatan terintegrasi terhadap pengidentifikasian. contextual information. dan wawasan ahli yang memberikan kerangka untuk mengevaluasi dan menggabungkan pengalaman-pengalaman baru dan informasi . (Pengertian pengetahuan menurut Davenport dan Prusak adalah knowledge is a fluid mix of framed experience. praktik dan normanorma . it often becomes embedded not only in documents or repositories but also in organizational routines.

1997. h. 73. pelatihan profesional. Tuomi pada tahun 2000 mengumpulkan definisi – definisi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Memahami Pengetahuan Untuk memperlihatkan hubungan antara data.  Informasi yang telah memiliki nilai dan kegunaan disebut Pengetahuan . akan tetapi terletak pada diri seseorang. sementara pengetahuan terdiri dari kebenaran dan keyakinan. men-search internet untuk customer atau menyusun material untuk disirkulasikan . workshop dan lain-lain . Oxford : Oxford University Press. Informasi berawal dari suatu aliran pesan – pesan bermakna. Sedangkan transfer pengetahuan sebagai salah satu aspek dari Knowledge Management dalam berbagai bentuk.H. 1. T. Informasi dikemas sebagai sebuah pesan. peningkatan kinerja. menciptakan. dan dipelajari di dalam organisasi tersebut. Merupakan suatu kumpulan angka atau fakta objektif mengenai sebuah kejadian atau hal tanpa konteks dan penafsiran . Data disebut juga sebagai data mentah. keunggulan kompetitif. 21.v. K. kompetensi. Nonaka. informasi adalah data yang sudah diberi makna. Represent and Use Knowledge. San Fransisco : Berret. Information Ecology mendefinikan dalam : Mastering the Information and Knowledge Environment. penilaian dan harapan. data dapat diubah menjadi informasi dengan menambah nilainya melalui konteks. informasi dan pengetahuan sebagai berikut . Knowledge Management Foundation : Thingking about Thingking – How People and Organizations Create. dan pengetahuan. 42. A. inovasi. biasanya dalam bentuk dokumen atau komunikasi yang terdengar atau terlihat (audio visual) dan bertujuan untuk mengubah cara pandang penerimanya terhadap sesuatu. dan pengetahuan adalah sesuatu yang memungkinkan orang memahami. perspektif dan konsep. Contohnya adalah melalui Knowledge Sharing dalam kerja. Informasi terdiri dari fakta dan data yang terorganisasi untuk menggambarkan situasi dan keadaan tertentu. Yang perlu diperhatikan dari pengertian knowledge management adalah bahwa knowledge management bukan tentang memanajemen atau mengorganisasi buku. Data adalah simbol yang belum diinterpretasi. efektif dan terarah. Pengetahuan . Pengetahuan tidak terletak pada informasi. jurnal. 1997. Wig. pemikiran. Davenport. atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.d and Spijkervet. mendefinikan dalam The New Organizational Wealth : Managing and Measuring Knowledge – based Assets.M. dan mendistribusikan pengetahuan (transfer pengetahuan) untuk digunakan kembali. Informasi . dan pengetahuan adalah informasi yang memiliki nilai atau kegunaan. metodologi dan know how 1. telah sejak lama dilakukan oleh perpustakaan.58. kalkulasi. Data merupakan bahan baku yang harus diolah dan disusun terlebih dahulu sedemikian rupa sehingga berubah sifat dan fungsinya menjadi informasi. 1. koreksi. h. h. Dapat diambil suatu kesimpulan bahwa knowledge management adalah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi untuk mengidentifikasi. 1995. Utrecht : Kenniscentrum CIBIT. I and Takeuchi.R. Informasi tidak bermakna. dan pengendapan . 1. karena bentuk fakta maupun angka tersebut tidak bermanfaat bagi yang menggunakannya apabila ia tidak mempunyai nilai dan makna. informasi. tetapi menjadi pengetahuan yang bermakna setelah diinterpretasikan. diketahui. Untuk itu. mendefinikan dalam Knowledge Management : Dealing Intelligently with knowledge. The knowledge Creating Company : How Japanese Company Create the Dynamics of Innovation. 9.itu perlu dibangun suatu mekanisme penyebaran informasi dan pengalaman dari sumber daya manuisa yang ada agar terjadi peningkatan pengetahuan dari masing-masing pelaku kegiatan di dalam suatu organisasi . Karena dengan didukung oleh .Koehler. TX :Schema Press.E. 1997.1 Kegiatan ini terkait langsung dengan perpustakaan yang ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama. teknologi. Arlington. Tetapi hal ini adalah bagian dari proses knowledge management.  Adalah data yang diorganisasikan atau dikelola sehingga mempunyai arti . Spek. tetapi lalu menjadi pengetahuan setelah komitmen dan keyakinan muncul akibat dari pesan – pesan tersebut Dapat diambil suatu kesimpulan dari definisi-definisi yang tersebut diatas mengenai data . yaitu sumber daya manusia. h. K. Sveiby. yang berpengaruh pada penilaian dan tingkah laku. ditambah keahlian. dan ide individual potensial untuk menciptakan organisasi yang lebih efisien. kategorisasi.  Data . Selanjutnya. h. Kemudian inti dari knowledge management ada tiga. Data adalah hasil observasi terhadap dunia luar. informasi yang terdiri dari data yang sudah diolah akan memiliki nilai dan mulai bermanfaat bagi yang menggunakannya. menjelaskan. Makna dari Manajemen Pengetahuan atau Knowledge Management adalah untuk mewakili pendekatan terencana dan sistematis untuk menjamin penggunaan penuh dasar pengetahuan organisasi. H. 1993. Pengetahuan merupakan pemahaman seseorang yang didapatkannya dari informasi. budaya pembelajaran/ berbagi pengetahuan . magang. informasi adalah data yang mengandung relevansi dan tujuan penggunaan. New York : Oxford University Press.

Pengetahuan adalah kebiasaan. Fungsi Pengetahuan oleh Achterbergh dan Vriens ( 2002) mempunyai dua komponen utama yaitu . Data juga diubah menjadi informasi dengan “menampilkannya”. Data muncul sepanjang riset (research). kita perlu memahami bentuk-bentuk pengetahuan karena masing-masing pengetahuan membutuhkan perlakuan yang berbeda pula ketika memanfaatkannya . spesifikasi. Kita dapat berbagi pengalaman yang menciptakan bangunan untuk kebijaksanaan . seseorang dapat merangkai berbagai hubungan dari pengalaman . Peran pengetahuan dalam menghasilkan tindakan yang tepat adalah bahwa pengetahuan menyajikan dasar untuk menyampaikan tindakan yang memungkinkan. Pengetahuan dibangun sejak awal mula oleh pembelajar sepanjang pengalaman . Fungsi Pengetahuan Pengetahuan didefinikasikan sebagai. yang disebabkan oleh cara pandang yang berbeda. kebijaksanaan perlu dikomukasikan dengan berbagai pemahaman dalam konteks pribadi pendengar daripada dengan membagi pengetahuan . tanda matematika. Informasi itu statis. penciptaan (creation). informasi. values and expert insight that provides a framework for evaluating and incorporating new experiences and information” oleh Davenport dan Prusak (1998). latihan atau melalui proses belajar. dan penemuan (discovery) . Jadi pembedaan antara masing-masing istilah lebih menyerupai arsiran abu-abu. Manakala orang mempunyai konteks. 2.pengalaman yang dimiliki seseorang itu. semakin besar variasi pengalaman yang bisa ditarik darinya . 2001) . semakin orang bisa menenunjukkan pengalaman masa lalu (konteks) ke dalam pengetahuan baru dengan menyerap (absorbing). contextual information. Pengetahuan eksplisit atau terkadang disebut pengetahuan formal bisa disampaikan dalam bahasa. seperti pengalaman. kebijaksanaan beroperasi di dalam diri . dan informasi . Orang tidak bisa mengharapkan pengetahuan seseorang berpindah ke yang lain. kepercayaan. Semakin besar konteks. Hal ini sejalan dengan definisi pengetahuan yang diungkapkan John Locke (1689) yaitu “knowledge is the perception of the egreement or disagreement of two ideas”. Inilah alasan kenapa pendidikan dan pelatihan menjadi sulit . melakukan (doing). berinteraksi (interacting). pengetahuan. Pengetahuan menyajikan semacam dasar untuk isyarat penilaian. Bagaimanapun. keahlian atau kepakaran. Bentuk-bentuk Pengetahuan Peter Drucker dalam The New Realities (1966) menyatakan bahwa pengetahuan adalah informasi yang mengubah sesuatu atau seseorang. perbedaan antara data. untuk memutuskan bagaimana tindakan harus dimplementasikan dan untuk benarbenar mengimplementasikan tindakan tersebut . dan kebijaksanaan tidak begitu jelas . Kebijaksanaan adalah tingkatan pemahaman yang terakhir . “a fluid mix of framed experience. Informasi mempunyai konteks . pengetahuan. Mereka didasarkan pada pengumpulan fakta dan penambahan konteks . Untuk menggunakan pengetahuan sehingga dapat berfungsi seperti yang Peter Drucker katakan. pengumpulan (gathering). values and expert insight”. atau pengertian yang diperoleh dari pengalaman. dan berefleksi (reflecting) . tetapi pengetahuan adalah dinamis seperti hidup dalam diri kita . Michel Polanyi (1966) membedakan pengetahuan dalam dua bentuk yaitu pengetahuan eksplisit dan pengetahuan tacit . Seringkali. Seseorang memperoleh pengetahuan melalui konteks (pengalaman) dan pemahaman . ” that provides a framework for evaluating and incorporating new experiences and information”. Informasi dan data berhadapan dengan masa lalu . memungkinkan untuk melakukan tindakan . Data diubah menjadi informasi dengan mengorganisasikannya sedemikian rupa sehingga kita dapat dengan mudah membuat kesimpulan . Semakin besar orang memahami pokok perihal. informasi. ketimbang putih dan hitam (Shedroff. menggunakan pertimbangan tersebut dalam memilih. yang pada gilirannya. mempertimbangkan apakah tindakan yang sesuai dengan hasil yang diharapkan. motivasi. maka informasi yang semula telah tersedia selanjutnya dikembangkan dan terus dilakukan pembaharuan hingga akhirnya terbentuk menjadi sumber pengetahuan . keterampilan. bagaimana kita merasakan. Pengetahuan berhadapan dengan masa kini. Ini meliputi sejumlah hal yang kita miliki. seperti membuatnya dalam bentuk visual atau audio . Sama halnya dengan pengetahuan. juga termasuk nomor dan kata. . contextual information. manual. nilai-nilai. dengan menjadikannya dasar untuk bertindak atau dengan membuat individu (atau institusi) mampu dari yang lain atau lebih efektif bertindak. Menggambarkan fungsi atau tujuan pengetahuan. Menurut Cleveland (1982) pemahaman adalah suatu rangkaian dari data. pemahaman. Jadi setiap kita mempunyai suatu kerangka (gagasan pertama) yang kita gunakan untuk mengevaluasi pengalaman baru (gagasan kedua ). dal lainnya . Dan kebijaksanaan berhadapan dengan masa depan untuk memprediksi dan desain apa yang akan dilakukan. 1. Dari definisi tersebut dapat ditarik dua hal yaitu: Adanya isi: ” a fluid mix of framed experience. Pengetahuan mempunyai kompleksitas pengalaman. dan kebijaksanaan (wisdom) .

Dalam knowledge ini termasuk intuisi. Ini meliputi segala hal informal dan ketrampilan yang sering diberi istilah know-how. mental yang mengakar dalam diri kita begitu saja. sehingga proses menjadi tahu (knowing) sama pentingnya dengan pengetahuan itu sendiri. dan firasat . Sebelum dikomunikasikan pengetahuan tacit harus diubah dalam bentuk kata-kata. cognitive knowledge . dan pandangan biasanya sangat sulit untuk dikodifikasikan . Dimensi Teori: Terdiri dari model kepercayaan. Pengetahuan jenis ini akan menjadi explicit knowledge ketika dikomunikasikan kepada pihak lain dengan format yang tepat (tertulis. Pengetahuan tacit yang tersimpan dalam pengalaman individu dan faktor-faktor tak berwujud. ideal. 1991: 126). intuisi. 63-69) lebih lanjut mendiskusikan empat gaya konversi atau ciptaan pengetahuan yang diperoleh dari kedua macam pengetahuan: . Di sisi lain. Pemahaman tradisional menyangkut peran pengetahuan pada organisasi bisnis. Dalam Knowledge Praxis yang buat oleh Rebeca O Barclay dan Philip C Murray menyatakan membedakan arti dari pengetahuan tidaklah terlalu penting . I Made Wiryana dan Ernianti Hasibuan (2002) memiliki pandangan lain tentang pengetahuan. sepanjang hasil dicapai positif . Dengan menyerap anggota baru yang memiliki pengetahuan yang tidak dimiliki organisasi itu (Simon. mengamati bagaimana pengetahuan diperoleh dan bagaimana kita dapat menerapkannya -apakah tacit atau eksplisit. Isinya mencakup pemahaman pribadi. perspektif. selalu ada pengetahuan yang akan tetap tacit.supaya mencapai hasil positif yang memenuhi persyaratan bisnis adalah suatu isu sangat penting dan berbeda . Ada dua dimensi dalam pengetahuan tacit. yaitu: 1. dan sistem nilai . Dimensi Teknis (prosedural). dikelola dan dimanfaatkan serta ditransfer ke pihak lain. model. Tacit knowledge seperti intuisi. 2. Shared Knowledge  Explicit knowledge yang digunakan bersama-sama pada suatu komunitas . Bagaimanapun. 1995. Proses Pembentukan Pengetahuan Nonaka dan Takeuchi (The Knowledge Creating Company.Pengetahuan eksplisit juga siap disebar pada yang lainnya . Selain itu. Knowledge jenis ini biasanya belum dikodifikasikan atau disusun dalam bentuk tertulis . atau basis data penyimpanan .  Tacit knowledge Pada dasarnya suatu informasi akan menjadi tacit knowledge ketika diproses oleh pikiran seseorang. pengetahuan tacit kerap kali dipandang sebagai kunci nyata untuk melaksanakan sesuatu dan menciptakan nilai baru. Pengetahuan tacit susah untuk diartikulasikan dengan bahasa formal. Explicit Knowledge  Pengetahuan yang telah dikodifikasi atau dieksplisitkan . nilai-nilai. Menurut Polanyi. Mereka mengelompokkan knowledge (pengetahuan) menjadi 3 jenis yaitu. Selain itu pengetahuan eksplisit bisa dengan mudah diproses oleh komputer. Tidak menjadi soal apakah suatu prosedur tertulis atau tenaga ahli yang menyediakan solusi terhadap masalah tertentu. persepsi. bukan pengetahuan ekplisit . alat elektronik. Meskipun mereka tidak bisa dilafalkan dengan mudah. grafik dan lain sebagainya). Biasanya pengetahuan ini terkumpul melalui pengalaman sehari-hari pada pelaksanaan suatu pekerjaan . atau angka-angka yang dapat dipahami . ada pandangan yang menganggap bahwa semua pembelajaran terjadi di dalam kepala manusia. dimensi ini membentuk cara kita merasakan dunia sekitar. Jadi biasanya telah direpresentasikan dalam suatu bentuk yang tertulis dan terstruktur pengetahuan jenis ini jelas lebih mudah direkam. seperti kepercayaan pribadi. sebuah organisasi belajar melalui dua cara saja :   Kegiatan belajar anggota – anggotanya .

perubahan dan inovasi merupakan sesuatu ada disegala bidang baik komersial maupun sosial . termasuk pengumpulan data eksternal dari dalam atau luar institusi kemudian mengkombinasikan data – data tersebut . 3. MP dalam arti mengelola pengetahuan sudah ada sejak dulu. MP muncul karena orang mau mengaitkan antara inovasi dikelompok manusia.Gambar 1. Pertama. internalisasi pengetahuan baru merupakan konversi dari pengetahuan eksplisit ke dalam pengetahuan tacit organisasi . baik yang komersial dan non komersial dengan pengetahuan. Dengan demikian. Pertama. Ekternalisasi Eksternalisasi membutuhkan penyajian pengetahuan tacit ke dalam bentuk yang lebih umum sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Dalam prakteknya. atau belajar sambil bekerja. perubahan dan inovasi . Dalam prakteknya. pegawai dengan pegawai . artikulasi pengetahuan tacit yaitu konversi dari tacit ke eksplisit . misal menjadi dokumen rencana. data pasar. seperti tinggal bersama. Empat gaya konversi pengetahuan Sosialisasi Sosialisasi meliputi kegiatan berbagi pengetahuan tacit antar individu . Pertama. Kedua. eksternalisasi didukung oleh dua faktor kunci . yang ingin merekam segala hal. Secara teknis Manajemen Pengetahuan muncul karena dorongan teknologi yang memungkinkan orang merekam dalam bentuk teks. sosialisasi dilakukan melalui kegiatan penangkapan pengetahuan lewat kedekatan fisik seperti interaksi antara pimpinan dan pegawai. Ketiga. Pada dasarnya Manajemen Pengetahuan (MP) atau Knowledge Management (KM) adalah kegiatan yang mengkaitkan antara belajar. sejak manusia mulai bisa mendokumentasikan sesuatu. Dalam prakteknya. Pada tahap eksternalisasi ini. Contoh melalui program pelatihan . tulisan. penyebarluasan pengetahuan eksplisit tersebut melalui presentasi atau pertemuan langsung . Kedua. fase kombinasi tergantung pada tiga proses berikut: 1. Kombinasi Kombinasi meliputi konversi pengetahuan eksplisit ke dalam bentuk himpunan pengetahuan eksplisit yang lebih kompleks . dalam kasus tertentu pengetahuan tacit hanya bisa disebarkan jika seseorang merasa bebas untuk menjadi seseorang yang lebih besar yang memiliki pengetahuan tacit dari orang lain. manual. individu memiliki komitmen terhadap sebuah kelompok dan menjadi satu dengan kelompok tersebut. ditambah keinginan untuk menggabungkan perubahan antara belajar. Bagaimana menyimpan apa yang sudah kita ketahui merupakan konsep yang sudah lama ada. menerjemahkan pengetahuan tacit dari para ahli ke dalam bentuk yang dapat dipahami. Individu harus mengidentifikasi pengetahuan yang relevan dengan kebutuhannya di dalam pengelolaan pengetahuan tersebut . meluangkan waktu bersama – bukan melalui tulisan atau instruksi verbal . seperti dalam dialog. 2. Tapi akarnya tidak hanya teknologi. internalisasi dapat dilakukan dalam dua dimensi . Model Pendekatan Manajemen Pengetahuan . Internalisasi Terakhir. gambar dan sebagainya . Kedua. Ketiga hal itu yaitu belajar. dsb . Tetapi MP saat ini merupakan konsep gabungan dari teknologi. Tetapi sebagai proses yang mengkaitkan ketiga hal tersebut mulai muncul sejak tahun 1970-an setelah infrastruktur jaringan cukup baik untuk digunakan tukar menukar data. laporan. misalnya dokumen. dsb . penerapan pengetahuan eksplisit dalam tindakan dan praktek langsung . penangkapan dan integrasi pengetahuan eksplisit baru. Istilah sosialisasi digunakan. Dalam prakteknya. perubahan dan inovasi. penguasaan pengetahuan eksplisit melalui simulasi. pengolahan pengetahuan eksplisit sehingga lebih mudah dimanfaatkan kembali. pimpinan dengan pimpinan. karena pengetahuan tacit disebarkan melalui kegiatan bersama. eksperimen.

Aktivitas ini membutuhkan teknologi informasi dalam pelaksanaannya. Proses (Process). kunci Pendekatan ini relatif mudah diterapkan oleh organisasi mengingat teknologi dan teknik sudah dikenal umum dan mudah dipahami . Pendekatan budaya atau perilaku. yaitu – Manusia (People). Murray mengembangkan pendekatan di atas dengan membagi tiga pendekatan dalam manajemen pengetahuan:     Pendekatan mekanistik . Barclay dan Philip C. database. sehingga merupakan substansi dari proses re-engineering dan manajemen perubahan. Secara umum. meliputi pengembangan cara mengakses dan temu balik dokumen (menghubungkan hypertext. dan groupware khususnya. Pendekatan ini lebih memusatkan pada kreativitas dan inovasi (organisasi pembelajaran) daripada pengungkitan sumber daya pengetahuan eksplisit atau mempekerjaan pengetahuan eksplisit . Manajemen Pengetahuan dilaksanakan dalam sistem pengelolaan pengetahuan. 2) Manajemen Manusia. Berdasarkan model pendekatan di atas. teknologi dan meninggikan volume informasi akan menyelesaikan pekerjaan.Karena luas dan kompleksnya bidang manajemen pengetahuan ini para ahli mencoba membangun model untuk manajemen pengetahuan . Sebagian besar organisasi yang menerapkan KMS. organisasi menjadi relatif tidak berfungsi untuk mencapai sasaran bisnis . Proses menjadi yang utama. Asumsi utama pendekatan ini mencakup: Akses lebih baik ke informasi adalah kunci.  Pendekatan Budaya atau perilaku mengartikan manajemen pengetahuan sebagai isu manajemen. bukan teknologi. Lebih lanjut Rebbeca O. struktur kompleksketerampilan yang dinamis. Namun pendekatan ini mempunyai kekurangan terutama dalam hal penanganan volume informasi yang menggunung. dan lainnya).    Perilaku keorganisasian dan kultur dapat diubah sehingga teori perilaku sering dilibatkan dalam sistem. pengetahuan tentang bagaimana cara. Dalam lingkungan informasi yang intensif. menjadi pemecahan . Batasan manajemen pengetahuan Karl-Eric Sveiby mengidentifikasi manajemen pengetahuan dengan dua aktivitas yaitu: 1) Manajemen Informasi. dan Teknologi (Technology) . menggunakan pendekatan tigacabang untuk mengelola pengetahuannya. sehingga dampaknya akan sulit terukur ketimbang model kertas tradisional. . Asumsi pendekatan ini meliputi: Perilaku organisasi dan kultur perlu diubah secara dramatis. namun bukanlan solusi . dimana pengetahuan dipandang sebagai proses. Teknologi meskipun penting untuk pengelolaan pengetahuan eksplisit. peneliti akan memberikan batasan dari knowledge management sebagai berikut : Gambar 2. Teknologi networking secara umum (terutama intranet). pencarian teks. Pendekatan mekanistik dikarakterisasikan dengan penerapan teknologi dan sumber daya untuk melakukan yang lebih baik . atau Knowledge Management System (KMS) . dimana pengetahuan dipandang sebagai obyek yang dapatdiidentifikasi dan ditangani dengan sistem informasi. Penekanan terhadap tiap-tiap elemen bisa berbeda di setiap bagian organisasi . dan lainnya yang beru bah secara konstan.

tapi diketahui . Tapi sekarang makin terbukti bahwa hubungan itu ada . Prinsip-prinsip Manajemen Pengetahuan (MP) Prinsip-prinsip didalam Manajemen Pengetahuan disebut tacit dan eksplisit. 2. Pengetahuan tacit semacam ini sebanarnya banyak dimiliki oleh masyarakat. Pengetahuan Tacit / Tacit Knowledge: adalah pengetahuan yang bersifat tak terlihat. Dengan kata lain pengetahuan eksplisit yang di-share atau banyak pihak. fotokopi dan segala bentuk eksplisit yang disimpan perorangan secara pribadi . tak bisa diraba kecuali disampaikan (eksplisit) .     Pendekatan sistematis mempunyai asumsi-asumsi sebagi berikut: Hasil menjadi lebih utama. dan teknologi dapat diterapkan dengan sukses untuk permasalahan pengetahuan bisnis . Sumber daya tidak bisa dikelola kecuali jika diberi model. pribadi-pribadi. Solusi dapat ditemukan dalam berbagai teknologi dan disiplin. terukur. Tacit yang ada di dalam sekelompok orang. tetapi bukan merupakan disiplin dan aktivitas milik eksklusif para manajer saja. Jenis pengetahuan tacit :   Tacit yang ada di dalam masing-masing orang. ditulis atau direkam. Paradigma lama berpikir bahwa pengetahuan tidak ada hubungannya dengan solidaritas dan norma-norma . maka sifatnya lantas menjadi eksplisit . yang disebut pengetahuan yang tertanam di dalam hubungan antar manusia.  Isu Budaya penting. mereka saling mengoper secara refleks tanpa komunikasi yang bisa dilihat bentuknya . Selain itu hubungan antara manfaat bisnis dan strategi budaya seringkali tidak jelas . alamat teman. Dan pengetahuan semacam ini biasanya disebut trust atau kepercayaan. atau direplika oleh karyawan secara menyeluruh . kumulatif. bersifat unik. Yaitu pengetahuan yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang namun sifatnya masih tidak terlihat dan ada di dalam pikiran kelompok itu . Bentuk pengetahuan eksplicit ini berupa : Bentuk eksplisit yang dimiliki secara pribadi. tetapi juga harus dievaluasi sistematis . Pengetahuan Eksplisit. Tidak ada apapun yang berubah kecuali jika seorang manajer merubahnya . dan metode analisa tradisional dapat digunakan untuk mengujui ulang kealamian pekerjaan pengetahuan dan memecahkan masalah pengetahuan . 1. Ini terjadi karena diantara mereka ada pengetahuan yang sifatnya tidak tertulis . bukan teknologi atau proses atau definisi pengetahuan. Saling percaya dan solider menjadi bagian dari pengetahuan .  Manajemen pengetahuan adalah komponen manajemen yang penting. dan banyak aspek pengetahuan organisasi yang dapat diberi model sebagai sumber daya eksplisit . Pendekatan sistematik . tidak tertulis. Contoh yang kerap digunakan adalah orang bermain bola.   Bentuk eksplisit yang dipakai bersama-sama oleh sekelompok orang dalam bentuk tulisan tangan sampai internet. buku harian. Biasanya dalam bentuk catatan. Namun hasil yang dicapai oleh pendekatan budaya/perilaku ini tidak mungkin bisa menopang. Karyawan mungkin perlu atau tidak perlu diubah. dibagikan agar dapat dikses oleh . tetapi kebijakan dan praktek kerja harus diubah. Jika pengetahuan yang sifatnya tacit ini kemudian dikeluarkan.

berbagi pengalaman. Rowley. Kemampuan organisasi untuk mengeksplorasi kekayaan pengetahuan yang eksis di setiap anggota organisasi. Semua proses-proses ini berlaku dalam proses kerja. dan dari keputusan-keputusan stratejik terbentuklahmarket knowledge dan competitors knowledge. Penelitian mengenai Manajemen Pengetahuan yang dilakukan oleh Caniero (2000) memberikan pemahaman bahwa Manajemen Pengetahuan dibentuk dari berbagai karakteristik personal dan pengembangan personal. diskusi. organizational capability. Manajemen Pengetahuan membentuk keputusan-keputusan stratejik. Explicit dan Tacit Knowledge Kegiatan Manajemen Pengetahuan atau MP adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan proses perubahan dari tacit pribadi menjadi tacit milik bersama. mendukung. (Caniero. outsourcing success.Gambar 3. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa knowledge sharing mampu menjadi salah satu faktor anteseden dalam kerjasama lintas fungsi . partnership quality. sosial. dari tacit milik bersama jadi eksplisit. Dalam penelitian-penelitian mengenai manajemen pengetahuan mengungkapkan pentingnya organisasi mengembangkan pengetahuan sebagai aset agar mampu menghadapi persaingan . Mengacu dari hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh berbagai akademisi menunjukkan bahwa MP memegang peranan penting dalam kehidupan organisasi . maka organisasi perlu menyadari bahwa pengetahuan awalnya eksis di masing-masing individu dan agar menjadi milik organisasi. dari eksplisit jadi tersimpan. dan menstimulasi pengetahuan individu menjadi pengetahuan organisasi melalui dialog. perubahan dan dokumentasi. kemudian mengumpulkannya menjadi knowledge-base. Ada empat variabel yang digunakan dalam pengujian ini yaitu . maka organisasi harus memfasilitasi. 2000. 2001. Lee pada tahun 2001 melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan memahami peran knowledge sharing pada kesuksesan outsourcing proyek sistem informasi (SI) . politik dan lain-lain. dan memanfaatkannya secara efektif akan membantu mempercepat akselerasi organisasi. 1999 ). Semua variabel independen (knowledge sharing. Knowledge sharing antara organisasi dengan service providers bisa dianalogikan sebagai knowledge sharing antar anggota tim karena organisasi dengan service providers bekerja sama dalam tim untuk mengembangkan sistem informasi. Lee. Market knowledge membentuk usaha-usaha inovatif dan menghasilkan inovasi sedangkan competitors knowledge membentuk usaha-usaha kompetitif dan menghasilkan daya saing. partnership quality)memberikan pengaruh yang kuat pada variabel dependent (outsourcing success) . Dengan memahami 4 pola penciptaan dari Manajemen Pengetahuan. dan observasi .     knowledge sharing (tacit and explicit knowledge). . organizational capability. MP mengurus dalam konteks inovasi. Kemampuan perusahaan untuk mengumpulkan. kehidupan.

2.memanfaatkan. dan perubahan budaya kerja yang mendukung kreatifitas anggota organisasi . Pengetahuan mudah diakses . Organisasi perlu menciptakan lingkungan yang mampu mempercepat peningkatan pengetahuan . maupun pengetahuan dapat disimpan dalam bentuk dokumentasi agar mudah ditelusuri bila dibutuhkan . dan media cetak . informasi. Bentuk konkrit penerapan adalah mengembangkan strategi organisasi berbasis pengetahuan . 1. Pengetahuan yang semakin sering digunakan akan semakin bernilai bagi organisasi. Para pesaing tidak mungkin meniru pengetahuan yang dipunyai oleh perusahaan . Pengetahuan eksis disetiap individu dan masing-masing individu mempunyai pengetahuan yang berbeda satu sama lainnya. dan mendaya gunakan pengetahuan secara efektif akan menjadi sumber utama keunggulan kompetitif organisasi. el. Setiap anggota organisasi mempunyai aloes yang sama terhadap knowledge base organisasi. Tidak seperti sumberdaya tradisional lainnya. Dimensi innovation dan learning dalam balanced scorecard merupakan proses aktivitas manajemen pengetahuan. Skyrme dan Amidon (1998) menyakini bahwa dimensi innovation dan learning mempunyai potensi untuk mengukur pengetahuan sebagai aset. telepon. Manajemen Pengetahuan Sebagai Keungulan Kompetitif. Studi yang dilakukan oleh Davenport at. organisasi perlu memfasilitasi dengan memanfaatkan teknologi misalnya video conference. Meskipun ada debat dalam pengukurannya. pesaing setidaknya memiliki pengalaman yang serupa dan untuk mendapatkannya memerlukan waktu yang lama . jurnaljumal. Pengetahuan. 4. Pengetahuan yang dapat disimpan memudahkan organisasi untuk menelusurinya dan memanfaatkan di setiap kesempatan . Pengetahuan dapat menjadi keunggulan kompetitif yang tahan lama bila organisasi mengetahui lebih banyak akan sesuatu dibandingkan pesaing. Pengetahuan dapat disimpan. Organisasi berfokus kepada dua aset tersebut . dan faksimili. Agar proses aksessibilitas dan transfer mudah dilakukan antar anggota. Skyrme dan Amidon (1998) mengemukakan bahwa pengetahuan (knowledge) dapat diukur dengan menggunakan balanced scorecard. Data. Mengelola pengetahuan sebagai asset . (1998) mengungkapkan perlunya sentralisasi struktur organisasi. harus diperlakukan sebagai aset berwujud yaitu dapat diukur . Banyak organisasi mempunyai ruang perpustakaan sehingga anggotanya mudah mengakses pengetahuan-pengetahuan terbaru melalui buku-buku. . Strategi yang berbasis pengetahuan diharapkan mampu lebih mengeksplorasi keunikan yang dimiliki organisasi . (1998) mengindentifikasikan empat tahapan yang perlu dilakukan suatu organisasi agar Manajemen Pengetahuan dapat menjadi sumberdaya stratejik . merupakan aset tidak berwujud. Pengetahuan. Untuk mempertahankan keberlangsung keunggulan kompetitif. Dalam organisasi. sebaiknya diartikulasikan menjadicodifiedlexplicit knowledge . organisasi dapat melakukan dengan menambah pengetahuan baru . Kemampuan organisasi untuk beradaptasi perlu dukungan pengingkatan pengetahuan . Penghargaan yang diterima dapat berupa peningkatan kompensasi maupun promosi pangkat/jabatan . Pengetahuan dapat dikategorikan sebagai sumberdaya stratejik terpenting sehingga dapat digunakan untuk keunggulan kompetitf yang tahan lama . Gabungan pengetahuan lama dan baru menciptakan keunikan baru yang akhirnya menciptakan kesempatan untuk melakukan sinergi pengetahuan . aset dapat berbentuk barang berwujud maupun barang berwujud . terutama tacit knowledge. Dengan menjadikan manajemen pengetahuan menjadi keunggulan kompetitif organisasi sebaiknya Manajemen Pengetahuan dimanfaatkan dan diterapkan secara nyata oleh perusahaan. Bagi pengetahuan yang sifatnya tacit. pengetahuan justru akan meningkat pada saat digunakan. Hal konkrit yang bisa dilakukan perusahaan yaitu dengan memberikan penghargaan bagi anggota organisasi yang menyumbangkan pengetahuan kepada knowledge base organsiasi . Organisasi yang mempunyai pengetahuan superior mampu mengkoordinasi dan mengkombinasikan sumberdaya-sumberdaya tradisional dan kapabilitas dalam bentuk dan cara barn sehingga dapat memberikan nilai lebih bagi pelanggan. sebaiknya organisasi mengelola manajemen pengetahuan dengan baik. berpotensi menjadi sumberdaya yang unik dan sukar ditiru . tacit knowledge tidak dapat diperdagangkan dalam bentuk siap pakai . Peningkatan pengetahuan didukung oleh organisasi Lingkungan eksternal berubah dengan cepat akibatnya organisasi harus senantiasa berdaptasi . Dengan memiliki sumberdaya intelektual yang superior. Organisasi memfasilitasi juga dengan aturan dan prosedur yang memudahkan setiap orang dapat mengakses pihak-pihak dan anggota organisasi lain yang mempunyai pengetahuan. Temuan Davenport et al. Sebagai sumber daya bagi suatu organisasi . 3. Sumber kekuatan internal organisasi yang tidak mungkin diadaptasi oleh pesaing manajemen pengetahuan . organisasi dapat mengetahui bagaimana mengembangkan dan mengeksploitasi sumberdaya tradisonal lebih baik daripada pesaing meskipun sumberdaya tersebut tidak unik dan mudah ditiru . Tidak seperti sumberdaya tradisional lainnya yang dapat berkurang saat digunakan. Untuk meniru tacit knowledge organisasi. jaringan internet dan intranet.

Bentuk konkrit yang dilakukan organisasi melalui program-programreward untuk pelanggan. menjelaskan keseluruhan pendekatan yang dilakukan organisasi untuk mengkaitkan sumberdaya pengetahuan dan kapabilitas yang dipunyai dengan strategi yang dilakukan . Mengacu pada keadaan tersebut perusahaan sebaiknya kembali fokus kepada kapabilitas dan sumberdaya perusahaan . Pengetahuan internal organisasi dapat ditemukan dari dokumen. mengurangi kelemahan. serta sumberdaya dan kapabilitas yang sukar ditiru . Untuk memperkecil perbedaan antara manajemen pengetahuan dan strategi. majalah-majalah populer. Menurut Zack (1999). 1999) . Pengetahuan yang berasal dari luar organisasi. Strategi organisasi bukan didasarkan pada produk dan jasa yang dihasilkan dari keunikan. industri sangat terstruktur sehingga memudahkan perusahaan melakukan penetrasi ke suplier dan pelanggan. Perbedaan dalam strategi terjadi antara apa yang harus dilakukan organisasi dan apa yang dapat dilakukan organisasi. memberikan pemikiran-pemikiran barn dan segar bagi organisasi serta dapat menjadi pembanding. Implementasi dan eksekusi strategi organisasi memerlukan kemampuan pengetahuan yang cukup dalam mengoptimalkan pilihan-pilihan strategi yang ada sesuai dengan perkembangan industri. Strategi organisasi dapat dilihat sebagai tindakan untuk menyeimbangkan keadaan doernal organisasi dengan kapabilitas internal organisasi . organisasi perlu mencari sumber pengetahuan . dan mengkapitalisasi peluang . sebenarnya merupakan bentuk pararel dengan analisis SWOT. yang berhubungan dengan kesempatan dan ancaman lingkungan organisasi . Hubungan antara manajemen pengetahuan dan strategi perusahaan seringkali tidaklah sejalan sehingga terdapat perbedaan antara keduanya . Beberapa perusahaan telah melakukan penyegaran bagi karyawannya dengan bekerja sama dengan beberapa sekolah bisnis (Program Magister Manajemen) di Indonesia untuk membuka kelas khusus dengan nama perusahaan tersebut. Hubungan manajemen pengetahuan dan strategi merupakan hubungan timbal balik artinya strategi mempengaruhi manajemen pengetahuan sebaliknya manajemen pengetahuan mempengaruhi strategi. pesaing. Model yang dikembangkan Porter (1980) lebih terfokus pada kemampuan perusahaan menganalisis kekuatan lingkungan eksternal perusahaan yang dapat memunculkan kesempatan dan ancaman . Organisasi disarankan untuk melakukan tindakantindakan strategis untuk mendayagunakan kesempatan. Kritikan terhadap analisis SWOT bukan berarti menunjukkan bahwa analisis tersebut kurang bermanfaat . Kombinasi pengetahuan yang didapat dari luar organisasi dengan pengetahuan dari dalam akan memberikan perspektif barn dalam membuat strategi organisasi atau melakukan eksekusi strategi organisasi yang telah dibuat. perilaku. dan threats) sudah lama dikenal oleh praktisi maupun akademisi . Perspektif ini dikenal dengan resource-based view . Mangacu pada five forces Porter. dan di sekolah-sekolah bisnis . Strategi berbasis pengetahuan. biasanya lebih abstrak dan dapat diakses pesaing. oppurtunities. Strategi menjadi sekedar memilih industri yang tepat dan melakukan positioning dalam industry tersebut strategi generik yang dipilih yaitu biaya rendah (low cost) atau diferensiasi produk(product differentiation). Strategi berdasarkan pendekatan resource-based memungkinkan perusahaan bertahan dalam jangka waktu yang lama dibandingkan pendekatan tradisional misalnya analisis SWOT (Zack. Kesimpulan . Pendekatan resource-based view berpendapat bahwa perusahaan sebaiknya memposisikan dirinya secara strategis berdasarkan keunikan. prosedur dan aturan organisasi. Perbedaan dalam manajemen pengetahuan terjadi antara apa yang perusahaan harus ketahui dan apa yang perusahaan ketahui. tercermin dalam kekuatan dan kelemahan. Dominasi analisis SWOT ditandai dengan penggunaan model five forces milik Porter.Strategi Organisasi berbasis pengetahuan Konsep SWOT (streghts. Pengetahuan eksternal dapat ditemukan di publikasi-publikasi iltniah. model five forces Porter lebih menekankan keunggulan industri daripada keunggulan perusahaan sehingga keunikan dan keunggulan perusahaan tidak tergali . Analisis SWOT dapat digunakan untuk memetakan kapabilitas dan sumberdaya pengetahuan yang dimiliki organisasi . nilai-nilai perusahaan. Sumber-sumber pengetahuan dapat dicari dan dalam organisasi maupun luar organisasi . organisasi dapat mengetahui keunggulan Berta mengurangi kelemahan manajemen pengetahuannya sehingga strategi berbasis pengetahuan dapat dibuat berdasarkan manajemen pengetahuan yang dipunyai . dan kapabilitas organisasi . Keunggulan kompetitif organisasi akan bertahan lama bila berdasarkan kekuatan yang berasal dari organisasi. Dengan pemetaan yang balk. Rerangka SWOT menjelaskan dan menganalisis kapabilitas internal perusahaan. customer care yang merupakan umpan balik pelanggan kepada organisasi sehingga organisasi memperbaiki kektuangan-kekurangan produk/jasa yang dihasilkan. weakness. Analisis SWOT dapat dipergunakan dalam perspektif lain. serta sumberdaya dan kapabilitas yang sukar ditiru . dan mencegah masuknya pesaing barn dan produk substitusi. . meminimalkan ancaman. nilai-nilai perusahaan. Strategi organisasi berbasis pengetahuan mensyaratkan keinginan kuat organisasi untuk menambah basis pengetahuan yang dipunyai . iklim dan budaya organisasi .

berpartisipasi dalam organisasi profesi. mengolah. mengikuti pelatihan/seminar yang berkaitan dengan lingkup kerja. Namun demikian diperlukan kemauan masingmasing individu dalam insitusi anggota untuk mengeksplisitkan semua tacit knowledge yang dimiliki sehingga bisa disebarluaskan kepada anggota lain. dan mengimplementasikan strategi dengan tepat . dan manajemen pengetahuan direpresentasikan dalam bentuk dokumen dan data base. Persaingan akan selalu ketat dimasa mendatang.  Manajemen pengetahuan yang inovatif saat ini akan menjadi usang dimasa mendatang. dan menyebarluaskan know ledge masing-masing.  Knowledge Management System terdiri dari aspek aktifitas. . menyimpan. Manajemen pengetahuan merupakan keunggulan stratejik organisasi diperlukan sebagai modal dasar untuk mendukung strategi organisasi . menangkap. dan aturan dan prosedur organisasi yang memungkinkan terciptanya ide kreatif . Sikap yang harus dibudayakan untuk pembentukan sistem ini diantaranya menciptakan. menjaring. sehingga muncul ide-ide kreatif baru dalam produk atau jasa yang dihasilkan . memfasilitasi pengetahuan melalui budaya organisasi. Eksplorasi dan eksploitasi yang dilakukan organisasi dilakukan dengan dua pendekatan yaitu terhadap anggota organisasi dan organisasi itu sendiri . Keberhasilan organisasi dalam memenangkan persaingan dapat di tempuh dengan membuat.  Dengan penerapan manajemen pengetahuan sistem . eksplorasi dan eksploitasi organisasi dilakukan dengan cara yaitu mengembangkan pemahaman yang sama dan utuh dalam mengukur manajemen pengetahuan. sehingga organisasi harus terus mengembangkan manajemen pengetahuannya. Fasilitas-fasilitas yang dapat diberikan organisasi kepada anggotanya dapat berupa pemberian kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. interface dan berbagai komponen pendukung lainnya. mempersilahkan anggota untuk berdiskusi dan berdebat mengenai manajemen pengetahuan. mengukur dampat manajemen pengetahuan. Organisasi harus memfasilitasi anggotanya untuk selalu mengembangkan diri. pemberian fasilitas kerja yang baik. inovasi dan perkembangan institusi menjadi lebih cepat karena dengan pola siklus manajemen pengetahuan tersebut semua pengetahuan terarsip dengan baik dan dapat diakses dengan mudah oleh seluruh anggota. Organisais harus mampu memotivasi anggotanya untuk mendapatkan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi . Namun demikian perkembang open source web platform saat ini memungkinkan implementasi knowledge management portal dalam bentuk yang lebih sederhana akan tetapi sudah cukup menjembatani terjadinya sharingculture di organisasi. Sedangkan. Organisasi harus secara strategis mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumberdaya-sumberdaya pengetahuan dan kapabilitas organisasi yang dimiliki . membantu anggota untuk mengenali dan mengidentifikasi kebutuhan pengetahuannya. teknologi pendukung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful