WSN (Wireless Sensor Network

)
1. Pengertian Wireless sensor Network (WSN) adalah suatu infrastruktur jaringan wireless yang menggunakan sensor untuk memonitor fisik (benda) atau kondisi lingkungan sekitar, seperti suhu, suara, getaran, gelombang elektromagnetik, tekanan, gerakan, dan lain-lain. Masing-masing node dalam jaringan sensor nirkabel biasanya dilengkapi dengan radio tranciever atau alat komunikasi wireless lainnya, mikrokontroler kecil, dan sumber energi (baterai).

Node sensor yang berfungsi sebagai pembangun jaringan, terdiri dari 4 bagian utama, yaitu:  Sensor untuk mendeteksi dan mengukur parameter-parameter aplikatif, prosesor pengolah data menjadi informasi;  Komunikasi / transceiver sebagai media pengiriman data;  Manajemen daya untuk menjamin keseluruhan sistem dapat berjalan dengan optimal.

Sistem ini termasuk ke dalam Low-rate Wireless Personal Area Networks karena bitrate rendah dan tidak memerlukan jarak komunikasi yang jauh. Sistem Wireless sensor Network memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  

Berdaya dan biaya rendah, dimensi kecil, dan node sensor yang banyak; Komunikasi rentang pendek, bersifat broadcast dan multi-hop routing; Pengaturan jaringan mandiri (Network Self-organization and maintenance) terhadap perubahan topologi jaringan.

Protokol ini dimaksudkan untuk menjamin sistem dapat bekerja dengan optimal. Protokol Komunikasi Jaringan sensor nirkabel memiliki protokol komunikasi yang meliputi segala aspek sistem dari level perangkat keras hingga perangkat lunak. Meskipun termasuk ke dalam kelas jaringan ad-hoc. Memungkinkan komunikasi digital 2 arah. Network. Transport. Konfigurasi software mudah.laptop. kapanpun dimanapun informasi tersebut dapat diakses melalui server. 2. Data-rate rendah. Beberapa pengaturan yang dilakukan di layer ini adalah: .  Sensor menjadi bersifat mobile. Dapat mengumpulkan data dalam jumlah besar. Berikut adalah penjelasan singkatnya. namun jaringan sensor nirkabel berbeda dengan jaringan ad-hoc biasa. antara lain:    Aktivitas sensing dengan jumlah node sensor yang banyak.dan sebagainya. Duty-cyle rendah. Mengurangi total biaya sistem secara signifikan.Adapun keuntungan yang bisa diperoleh dari teknologi WSN:  Simpel / praktis / ringkas karena tidak perlu ada instalasi kabel yang rumit dan dalam kondisi geografi tertentu sangat menguntungkan dibanding Wired Sensor. artinya pada suatu saat dimungkinkan untuk memindahkan sensor untuk mendapat pengukuran yang lebih tepat tanpa harus khawatir mengubah disain ruangan maupun susunan kabel ruangan. Protocol Komunikasi ini terdiri dari 5 layer yaitu Physical. a. Data link.       Meningkatkan efisiensi secara operasional. Physical Layer Layer ini terkait dengan perangkat keras yang digunakan. dan Application. Menyediakan konektivitas internet yang secara global.

Data link Layer Pada layer ini. Basis TDMA Keuntungan Kekurangan collision avoidance Skalabilitas Contention-based Skalabilitas efisiensi energi dan collision avoidance . Efisiensi daya pada desain perangkat keras. Deteksi sinyal dan enkripsi data. Contention-based Node-node yang ingin bertukar data harus berebutan untuk mendapatkan medium. terdapat protokol MAC yang bertugas untuk mengatur komunikasi data antara node asal dengan node tujuan. Optimasi teknik transmisi dan penerimaan data. b.    Pemilihan frekuensi dan jenis modulasi. 2. Basis TDMA Pertukaran data antar node dalam jaringan diatur berdasarkan slot-slot waktu yang disepakati bersama. Skalabilitas. yaitu berbasis TDMA dan contention-based. 1. Collision avoidance. Secara umum. terdapat 2 macam protokol MAC. Parameter-parameter utama dalam protokol MAC adalah:    Efisiensi energy.

Protokol S-MAC . dan paket data. Gambar II. timeslot. Pada frame. Contoh protokol berbasis TDMA adalah EMAC.4. Pada section adalah pengaturan proses komunikasi yang terdiri dari CR (request transmission).3 di atas. Protokol ini diilustrasikan pada gambar II. Gambar II. Berikut penjelasan singkatnya.3.based pada topologi flat. Protokol E-MAC Protokol E-MAC terdiri dari frame. dan contoh protokol Contention-based adalah S-MAC.Pemilihan protokol MAC didasarkan pada aplikasi dan topologi jaringan. Protokol TDMA biasa digunakan pada topologi tipe klaster sedangkan protokol Contention. dan section.Pada timeslot terjadi pembagian tugas tiap node dan 1 slot terdiri dari beberapa section. terjadi pengaturan pertukaran data dan 1 frame terdiri dari beberapa timeslot. TC (traffic control).

Penelitian di layer ini belum terlalu banyak diminati. Pada topologi ini. Beberapa cluster head menjadi anggota dari sebuah parent node. dan parent node. Topologi Wireless Sensor Network Terdapat 2 macam topologi Wireless sensor Network. Network Layer Layer ini bertanggung jawab pada routing data dari sensor ke sensor lainnya. yaitu child node. d. Fungsi self–organizing pada jaringan sensor nirkabel terletak pada algoritma penelusuran data dari asal node ke node tujuan. Application Layer Pada layer ini. e. 3. Transport Layer Layer ini berfungsi untuk menjaga arus pertukaran data. Cluster head berfungsi sebagai pengatur beberapa child node dalam aplikasinya. cluster head. Topologi Jaringan Cluster dapat dilihat pada gambar II. dan proses komunikasi data dengan skema RTS/CTS/DATA/ACK. Penelitian di layer ini juga belum terlalu banyak diminati. perebutan medium oleh node yang aktif melalui CS (Carrier Sense).4 di bawah ini. seperti dapat dilihat pada Gambar II. yaitu sinkronisasi waktu dengar/tidur antar node dengan paket SYNC. hanya terdapat 2 macam node secara fungsional. node-node sensor diatur dalam susunan secara hierarki sehingga terdapat 3 macam node. Algoritma ini juga yang akan menentukan ada tidaknya perubahan topologi jaringan.Pada protokol Sensor-MAC (S-MAC). Protokol ini diilustrasikan pada Gambar II. terdapat 3 bagian pengaturan. yaitu sensor / source node dan sink . Sedangkan untuk topologi jaringan flat.5 di bawah ini. pengaturan lebih lanjut dilakukan terkait dengan proses agregasi dan diseminasi data dalam jaringan sensor. yaitu cluster-type dan flat- type.4 di atas c.

Gambar II. Alokasi frekuensi ISM lain yang tersedia adalah 315. dan 2400 MHz. Semua sensor node dalam sistem mengirim data ke satu tujuan akhir.5. Proses pertukaran data dilakukan secara nirkabel pada frekuensi 2400 MHz. Topologi jaringan flat-type . 433. 868. Frekuensi ini dipilih karena merupakan salah satu alokasi frekuensi bebas pada ISM Bands.node.4. yaitu sink node. 915. Topologi jaringan cluster-type Gambar II.

kemampuan sensing node. node sensor disebar dengan tujuan untuk menangkap adanya gejala atau fenomena yang hendak diteliti. Perkembangan dimensi node sensor terhadap waktu Dan untuk arsitektur WSN secara umum dapat direpresentasikan oleh gambar II. Arsitektur WSN secara umum . dan sebagainya. Sekarang ini perkembangan node sensor mengikuti trend teknologi nano.4.6.7.7.6. Tiap node memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data dan meroutingkannya kembali ke Base Station. Node sensor dapat direpresentasikan oleh Gambar II. dimana ukuran node sensor menjadi semakin kecil dari tahun ke tahun. Node sensor dapat mengumpulkan data dalam jumlah yang besar dari gejala yang timbul dari lingkungan sekitar. berikut: Gambar II. berikut: Gambar II. Jumlah node yang disebar dapat ditentukan sesuai kebutuhan dan tergantung beberapa faktor misalnya luas area. Arsitektur WSN Pada WSN.

Informasi tersebut dapat diakses melalui berbagai platform seperti koneksi internet atau satelit sehingga memungkinkan user untuk dapat mengakses secara realtime melalui remote server. Power Souce Power Souce ini berfungsi sebagai sumber energi bagi sistem Wireless Sensor secara keseluruhan. 4. Transceiver Transceiver ini berfungsi untuk menerima/mengirim data dengan menggunakan protokol IEEE 802. dan modem RF. Bagian–bagian pada WSN WSN terbagi atas 5 bagian. pada dasarnya sebuah unit mikrokontroler memiliki unit memory sendiri.15. . 5. Data dikirimkan melalui transmisi radio akan diteruskan menuju BS (Base Station) yang merupakan penghubung antara node sensor dan user. 3. External Memory External Memory ini berfungsi sebagai tambahan memory bagi sistem Wireless Sensor. yaitu: 1. node sensor yang berukuran kecil disebar dalam di suatu area sensor.4 atau IEEE 802. 2. Mikrokontroler Mikrokontroler mengontrol dan ini berfungsi untuk melakukan fungsi perhitungan. dapat dilihat.Pada Gambar II. memproses device–device yang terhubung dengan mikrokontroler.7.11b/g kepada device lain seperti concentrator. Node sensor tersebut memiliki kemampuan untuk merutekan data yang dikumpulkan ke node lain yang berdekatan. modem Wifi.

Sensor adalah suatu alat yang mampu untuk mengubah suatu bentuk energi ke bentuk energi lain. protokol ini sudah mendukung penggunaan Ipv6.4 ini. yaitu: 1. IEEE 802.4 ini merupakan salah satu macam dari protokol–protokol pada WPAN (Wireless Personal Area Networks).15. 902–928 MHz untuk daerah Amerika Utara. Protokol ini bekerja pada data rate yang rendah agar batere bisa tahan lama. 2400–2483. Protokol IEEE 802. Suatu device yang menggunakan protokol ini. dan sederhana.8 MHz untuk daerah Eropa. dalam hal ini adalah mengubah dari energi besaran yang diukur menjadi energi listrik yang kemudian diubah oleh ADC menjadi deretan pulsa terkuantisasi yang kemudian bisa dibaca oleh mikrokontroler. salah satu contoh dari WPAN yang lainnya adalah bluetooth.15. Standar WSN Wireless Sensor menggunakan 2 standar komunikasi wireless. seperti: o o o 868–868.4 ini merupakan standar untuk gelombang radio (RF). Protokol ini menggunakan 3 pita frekuensi untuk keperluan operasionalnya. ZigBee merupakan salah satu vendor yang mengembangkan layer–layer diatas layer untuk IEEE 802.4 Protokol IEEE 802.5. 6.15.15.5 MHz untuk daerah lainnya diseluruh dunia. Sensor Sensor berfungsi untuk men–sensing besaran–besaran fisis yang hendak diukur. dengan ditandai lahirnya RFC 4919 (Request For Comments 4919) dan RFC 4944 (Request For Comments 4844). Pada perkembangannya saat ini. dapat terkoneksi dengan baik pada radius maksimal 10 m dan dengan data rate maksimal 250 Kbit/s dengan alat lainnya. .

9 Mbit/s dengan TCP. 2008     Typical detection range : 100 – 1000 ppm Circuit voltage : 5 V DC. Resistansi sensor : 10K . Contoh spesifikasi teknis dari sensor ini adalah :     Type : TGS2600 General Air Quality Fungsi : mendeteksi besarnya kontaminasi dalam udara. Protokol IEEE 802. protokol ini hanya mampu mempunyai data rate maksimum 5. Protokol IEEE 802. 7.2.11 ini. Pada Wireless Sensor Network digunakan protokol IEEE 802. Maribun Sibarani. Aplikasi WSN Sensor polusi merupakan sebuah perangkat sensor yang digunakan untuk pemantauan tingkat polusi atau mendeteksi tingkat kontaminasi udara terutama oleh kandungan karbon dioksida.11b yang digunakan pada Wireless Sensor. FT UI.90K ohm di udara.11b.11 ini memiliki beberapa channel yang frekuensinya berbeda. IEEE 802. dan 7.. Hal ini karena adanya overhead pada CSMA.11b/g.11g dan 802. .1 Mbit/s untuk UDP (User Datagram Protocol). saat ini yang paling populer adalah IEEE 802. Protokol IEEE 802.11 Protokol ini terdiri atas beberapa jenis standar lain untuk WLAN (Wireless Local Area Networks)..11b ini mampu beroperasi pada radius jarak 38 m dari device lain.4 GHz. mempunyai data rate maksimum 11 Mbit/s. Heater voltage : 5 V DC/AC. Output : Tegangan Implementasi sistem wireless. pembagian frekuensi untuk tiap–tiap channel diatur oleh kebijakan masing–masing negara.. agar tidak terjadi interferensi antar device IEEE 802. dan memiliki frekuensi operasi pada 2. Target gas : hydrogen dan carbon monoxide. Pada kenyataannya.

Sensor polusi tipe TGS2600 General Air Quality.8.Gambar II. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful