GENERAL EXCEPTIONS GATT ARTICLE XX

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Hukum Perdagangan Internasional

.

Disusun oleh: Ika Edriantika Jusi Raninora Gussuthaw

MAGISTER ILMU HUKUM HET-HKI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG - 2011

Keinginan tarif impor yang diberikan pada produk suatu negara harus diberikan pula kepada produk impor dari mitra dagang negara anggota lainnya. Pengikatan Tarif (Tariff binding) Prinsip ini diatur dalam Article II GATT 1994 dimana setiap negara anggota GATT atau WTO harus memiliki daftar produk yang tingkat bea masuk atau tarifnya harus diikat (legally bound). yaitu: 1.A. Pengikatan atas tarif ini dimaksudkan untuk menciptakan “prediktabilitas” dalam urusan bisnis perdagangan internasional/ekspor.PRINSIP DASAR WTO Di dalam perkembangannya. Artinya suatu negara anggota tidak diperkenankan untuk sewenang-wenang merubah atau menaikan tingkat tarif bea masuk. Dengan berdasarkan prinsip MFN. 2. Misalnya suatu negara tidak diperkenankan untuk menerapkan tingkat tarif yang berbeda kepada suatu negara dibandingkan dengan negara lainnya. negara-negara anggota tidak dapat begitu saja mendiskriminasikan mitra-mitra dagangnya. PRINSIP . WTO memiliki 5 (lima) prinsip dasar GATT/WTO. . Perlakuan yang Sama Untuk Semua Anggota (Most Favoured Nations Treatment-MFN) Prinsip ini diatur dalam Article I GATT 1994 yang mensyaratkan semua komitmen yang dibuat atau ditandatangani dalam rangka GATT-WTO harus diperlakukan secara sama kepada semua negara anggota WTO (azas non diskriminasi) tanpa syarat.

3. Perlakuan Khusus dan Berbeda Bagi Negara-Negara Berkembang (Special and Differential Treatment for Developing Countries – S&D) Untuk meningkatkan partisipasi nagara-negara berkembang dalam perundingan perdagangan internasional. peraturan dan persyaratan yang mempengaruhi penjualan. Sehingga semua persetujuan WTO memiliki ketentuan yang mengatur perlakuan khusus dan berbeda bagi negara berkembang. S&D ditetapkan menjadi salah satu prinsip GATT/WTO. penawaran penjualan. distribusi atau penggunaan produk. . Jenis-jenis tindakan yang dilarang berdasarkan ketentuan ini antara lain. pungutan dalam negeri. undang-undang. pengaturan tentang jumlah yang mensyaratkan campuran. Negara anggota diwajibkan untuk memberikan perlakuan sama atas barang-barang impor dan lokal. Perlakuan Nasional (National Treatment) Prinsip ini diatur dalam Article III GATT 1994 yang mensyaratkan bahwa suatu negara tidak diperkenankan untuk memperlakukan secara diskriminasi antara produk impor dengan produk dalam negeri (produk yang sama) dengan tujuan untuk melakukan proteksi. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan-kemudahan bagi negara-negara berkembang anggota WTO untuk melaksanakan persetujuan WTO.paling tidak setelah barang impor memasuki pasar domestik. 4. pembelian. 5. transportasi. pemrosesan atau penggunaan produk-produk dalam negeri. Perlindungan Hanya Melalui Tarif (Protection Through Tariff) Prinsip ini diatur dalam Article XI dan mensyaratkan bahwa perlindungan atas industri dalam negeri hanya diperkenankan melalui tarif.

4. Pengecualian Umum (General Exception) Article XX GATT 1994 memperkenankan suatu negara untuk melakukan hambatan perdagangan dengan alasan melindungi kesehatan manusia.importasi barang yang bertentangan dengan moral. Persetujuan Antidumping dan subsidi memperkenankan pengenaan bea masuk anti-dumping dan bea masuk imbalan hanya kepada perusahaan-perusahaan yang terbukti bersalah melakukan dumping dan mendapatkan subsidi.B. hewan. Bilateral. 3. Tindakan Safeguards (Escape Clause) Article XIX GATT 1994 dan persetujuan Safeguard memperkenankan suatu negara untuk mengenakan kuota atas suatu produk impor yang mengalami lonjakan substansial yang merugikan industri dalam negeri. perdagangan emas. . bilateral dan custom union asalkan komitmen tiap-tiap anggota WTO yang tergabung dalam kerjasama perdagangan tersebut tidak berubah sehingga merugikan negara anggota WTO lain yang tidak termasuk dalam kerjasama perdagangan tersebut. Pengecualian dari Prinsip Dasar GATT/WTO 1. mencegah perdagangan barang-barang pusaka atau yang bernilai budaya.konservasi hutan. dan Custom Article XXIV GATT 1994 memperkenankan anggota WTO untuk membentuk kerjasama perdagangan regional. Tindakan Anti-Dumping dan Subsidi Article VI GATT 1994. Kerjasama Regional. dan tumbuh-tumbuhan . 2.

necessary to secure compliance with laws or regulations which are not inconsistent with the provisions of this Agreement. C. hewan dan tumbuh-tumbuhan. relating to the importation or exportation of gold or silver. Tindakan Safeguards untuk Mengamankan Balance of Payment Melarang masuknya suatu produk yang terbukti mengandung penyakit berbahaya atau penyakit menular yang membahayakan kesehatan manusia. GENERAL EXCEPTIONS : GATT ARTICLE XX General Exception atau dapat disebut pula sebagai pengecualian umum adalah suatu prinsip dalam Artikel XX GATT yang memperbolehkan negara-negara anggota untuk mengambil tindakan dengan maksud-maksud dan alasan-alasan tertentu. or a disguised restriction on international trade. trade marks and copyrights. relating to the products of prison labour. the protection of patents. bahkan tindakan ini bertentangan dengan ketentuan GATT 1994. Tindakan dengan maksud-maksud tertentu dan alasan-alasan tertentu ini dapat kita lihat pada isi dari Artikel XX GATT : Subject to the requirement that such measures are not applied in a manner which would constitute a means of arbitrary or unjustifiable discrimination between countries where the same conditions prevail. relating to the conservation of exhaustible natural resources if such measures are made effective in conjunction with restrictions on domestic production or consumption. the enforcement of monopolies operated under paragraph 4 of Article II and Article XVII. undertaken in pursuance of obligations under any intergovernmental commodity agreement which conforms to criteria submitted to the CONTRACTING PARTIES and not disapproved by them or which is itself so submitted and not so disapproved. animal or plant life or health.5. nothing in this Agreement shall be construed to prevent the adoption or enforcement by any contracting party of measures: (a) (b) (c) (d) necessary to protect public morals. imposed for the protection of national treasures of artistic. Provided that such restrictions shall (e) (f) (g) (h) (i) . and the prevention of deceptive practices. involving restrictions on exports of domestic materials necessary to ensure essential quantities of such materials to a domestic processing industry during periods when the domestic price of such materials is held below the world price as part of a governmental stabilization plan. including those relating to customs enforcement. necessary to protect human. historic or archaeological value.

Artikel XX (b)  dibolehkannya melakukan tindakan yang diperlukan untuk melindungi kehidupan atau kesehatan manusia. Artikel XX (f)  tindakan yang berkaitan dengan perlindungan barangbarang berharga yang memiliki nilai arkeologi. Artikel XX (a)  tindakan yang ditujukan dalam rangka perlindungan moral publik. Menjalankan Kewajiban .not operate to increase the exports of or the protection afforded to such domestic industry. Artikel XX (g)  tindakan yang berkaitan dengan perlindungan atau konservasi sumber daya alam yang terbatas. c. artistik dan historis 3. which are inconsistent with the other provisions of this Agreement shall be discontinued as soon as the. Artikel XX (e)  tindakan yang berkaitan dengan produk-produk buruh tahanan. (j) essential to the acquisition or distribution of products in general or local short supply. maksud dan alasan tertentu yang tercantum pada poin (a) hingga (j) dapat diklasifikasikan menjadi 5 keadaan: 1. The CONTRACTING PARTIES shall review the need for this sub-paragraph not later than 30 June 1960. b. Lingkungan 2 (dua) Ketentuan yang berkaitan dengan lingkungan adalah: a. and that any such measures. and shall not depart from the provisions of this Agreement relating to non-discrimination. Provided that any such measures shall be consistent with the principle that all contracting parties are entitled to an equitable share of the international supply of such products. Dengan melihat isi dari Article XX GATT mengenai Pengecualian Umum. hewan atau tanaman. 2. b. Aspek Sosial dan Budaya a.

merek dan paten atau pencegahan terhadap praktek-praktek yang menyesatkan. Article XX GATT dapat dibagi menjadi 2 bagian : 1. ayat pendahuluan (disebut "chapeau") Pada resume ini kami hanya mengkaji pengecualian spesifik dan khususnya yang paling signifikan pada poin (a) (b) (d) dan (g). . Kebutuhan dalam Negeri Artikel XX (i) dan XX (j) mengatur tentang hambatan ekspor pada barang yang secara esensial penting bagi industri domestik dan diperuntukan untuk konsumsi domestik. Emas atau Perak Artikel XX (c) berkaitan dengan tindakan yang berkaitan dengan impor/ekspor emas atau perak. b. 2. Artikel XX (d)  tindakan yang diperlukan untuk menjamin adanya ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang sesuai dengan GATT 1994 seperti misalnya perlindungan hak cipta. Artikel XX (h)  tindakan yang diperlukan dalam rangka menjalankan kewajiban berdasarkan persetujuan-persetujuan komoditas antar pemerintah 4. 5. D.a. daftar / ketentuan secara spesifik yang termasuk keadaan pengecualian umum yang tercantum dalam poin (a) sampai dengan (j). KETENTUAN DALAM ARIKEL XX GATT : GENERAL EXCEPTIONS Article XX GATT mengenai Pengecualian Umum mencantumkan daftar “pengecualian” yang boleh dilakukan oleh suatu negara anggota yang kadang kala di sisi lain dapat diartikan melanggar ketentuan atau prinsip dalam WTO.

Namun kata “diperlukan” atau “penting” ini tergantung pada sejauh mana pengecualian ini dapat diberlakukan untuk objek tertentu yang spesifik. dan pembuangan ban dapat menimbulkan risiko kesehatan dikarenakan ban tersebut dapat menjadi tempat perkembang biakan nyamuk dan menyebabkan beberapa penyakit. Brazil – Tyres Brazil mengadopsi larangan impor ban vulkanisir. Menurut EC (The Europian Communities). adalah sejauh mana kewajiban WTO untuk meliberalisasi perdagangan akan dikalahkan oleh tujuan non-ekonomi seperti perlindungan kesehatan atau lingkungan. diantaranya demam berdarah. The Meaning Of “NECESSARY” Pada Article XX GATT mengenai pengecualian umum pada poin-poin tertentu dicantumkan kata-kata “necessary” yang dapat diartikan penting atau diperlukan. a. penimbunan. Ban Vulkanisir ini diproduksi dengan merekondisi ban bekas dengan cara mengupas kulit karetnya kemudian diganti dengan material yang baru. Esensi/pokok dari argumen Brazil adalah bahwa pengangkutan.Perdebatan paling rumit dan penting dalam materi pengecualian umum pada hukum perdagangan internasional. Argumen ini didasari bahwa langkah larangan impor tersebut dibenarkan dalam Article XX (b) dengan ukuran untuk perlindungan terhadap manusia dan hewan hidup atau kesehatan. National Treatment (Article III) dan Quantitative Restrictions (Article XI). penyakit kuning. dan malaria. Oleh karena itu berikut ini akan dibahas beberapa kasus yang berkaitan dengan pengecualian umum. diantaranya Most-Favored Nation (Article I). mereka memprotes bahwa Brazil melakukan pelanggaran terhadap beberapa ketentuan dalam Prinsip GATT. Di bawah ini ada contoh kasus yang dapat memudahkan kita untuk menginterprestasikan arti kata “necessary” tersebut. 1. Brazil tidak beranggapan bahwa langkah yang diambilnya tidak konsekuen dengan ketentuan dan prinsip yang ada pada GATT. Selain itu kebakaran ban dapat menimbulkan .

yang isinya juga mengemukakan mengenai Public Morals. The Policy Concern Behind Article XX (a) : “Public Morals” Article XX (a) tentang Public Morals merupakan satu hal yang belum terselesaikan hingga sekarang. yang berbunyi: “ necessary to protect public morals or to maintain public order “ Dari ketentuan Article 14 Chapter 20 tersebut dapat diartikan bahwa pengecualian dapat terjadi hanya apabila terdapat ancaman yang cukup serius terhadap salah satu kepentingan yang fundamental dalam masyarakat. Brazil fokus pada larangan impor ban vulkanisir karena ban ini memiliki usia lebih pendek dari ban baru (tidak tahan lama) yang berakibat menambah jumlah ban bekas di Brazil. “Necessary” ini harus disesuaikan dengan ukuran-ukuran keseimbangan fakta yang ada. 2. b. Kanada memprotes peraturan tersebut karena dianggap melanggar beberapa ketentuan GATT article III:4dan XI. EC-Asbestos Pada kasus yang kedua. ekspor. produksi.emisi racun dan sulit untuk dihilangkan. Pilihan untuk mengartikan tidak hanya bisa diambil dari pengertian dalam peraturan GATT. Dari dua kasus diatas menunjukan bahwa “necessary” di sini tidak hanya terbatas pada keperluan yang absolut. Hal ini karena pemahaman mengenai Public Morals tiap negara anggota GATT berbeda. Akan tetapi dapat dilihat pula secara lebih detail dalam GATS (General Agreement On Trade in Services) Article 14 Chapter 20. pada tahun 1997 di Perancis terdapat suatu peraturan yang disebut “The Decree” dimana mengatur tentang larangan penggunaan asbes di segala aspek kehidupan. . Peraturan tersebut melarang industri. impor bahkan pengiriman segala jenis asbes. penjualan.

Selain itu Public morals juga harus menunjuk pada standart benar atau salah dalam mempertahankan kepentingan masyarakat atau suatu bangsa. dapat disimpulkan bahwa negara anggota GATT harus memberikan cakupan definisi dari konsep public morals yang mereka terapkan pada negara mereka. Dari kasus ini.Dengan demikian. barang yang masuk ke pasar US adalah “produk” tuna. pada hasil panel analisis yang kedua. Aticle XX (b) : “Protect Human. hewan atau tumbuhan hidup atau kesehatan diluar jurisdiksi wilayah negara anggota tidak dijawab secara jelas. Appellate Body memenangkan pihak yang melawan US. Contoh kasus adalah mengenai Tuna-Dholpin. US melarang impor tuna karena beranggapan bahwa proses penangkapan tuna dengan alat yang tidak sesuai dapat membahayakan bahkan secara perlahan-lahan membunuh dolphin. Animal or Plant Life or Health” Satu hal penting yang berkaitan dengan Article XX (b) mengenai perlindungan manusia. Dalam kasus ini. hewan atau tumbuhan hidup atau kesehatan merujuk pada pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana artikel tersebut dapat diberlakukan diluar jurisdiksi wilayah negara anggota GATT. majelis Appellate Body mencoba menjawab pertanyaan tersebut. pada akhirnya mereka menemukan bahwa larangan impor tuna tersebut tidak dapat dibenarkan. animal or plant life or health”. 3. dapat ditarik kesimpulan bahwa US tidak dapat memberlakukan larangan impor tuna dengan alasan “protecting human. sepanjang pengecualian tersebut bertujuan untuk melindungi kepentingan manusia dalam suatu masyarakat bangsa secara keseluruhan. Jadi dalam kasus ini. Dengan demikian. Karena menurut panel tidak ada ketentuan yang mengatur hal tersebut dalam pasal di GATT. Jawaban majelis yang pertama kali mengenai ukuran perlindungan manusia. Hal ini disebabkan karena proses penangkapan tuna tersebut berada di luar jurisdiksi teritorinya dan tindakan US ini hanya mengakibatkan hambatan perdagangan internasional. yakni Mexico. Akan tetapi. .

Pada kasus ini ada dugaan praktik penipuan tentang asal barang (dalam hal ini beef). dapat disimpulkan bahwa pengecualian umum boleh dilakukan demi menyesuaikan dengan “keperluan” hukum/peraturan yang ada pada suatu negara (Article XX (d)). Hal ini dilakukan sebagai cara untuk memperbaiki dan mengganti praktik tersebut menjadi cara yang normal untuk mencegah praktik yang dilarang berdasarkan persaingan tidak sehat. Article XX (d) : “Secure Compliance with Laws or Regulations. Dalam praktik. b. Contoh kasus yang berkaitan dengan secure compliance ini adalah kasus Korea-Beef. sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam GATT. Di beberapa kasus tersebut anggota WTO melawan larangan impor udang oleh US terutama udang yang diproduksi dengan cara penangkapan yang tidak . hal ini sangat menguntungkan karena adanya perbedaan harga.” Artikel mengenai secure ini berkaitan dengan 2 (dua) hal utama yaitu : a. Pengukuran harus termasuk dalam “necessary” atau diperlukan untuk menjamin bahwa peraturan tersebut sesuai dengan hukum. 5.4. Kemudian Korea memisahkan jenis daging impor pada level penjualan retail. Hal ini berkaitan dengan contoh kasus mengenai Shrimp-Turtle US. yaitu dengan menjual daging impor sebagai daging domestik. Diukur dengan melihat suatu kasus itu harus disesuaikan dengan hukum/peraturan domestik dari suatu negara selama masih konsekuen dengan aturan dalam GATT. Di Korea terdapat undang-undang yang mengatur persaingan usaha tidak sehat yang bertujuan untuk mencegah adanya praktik-praktik curang. Article XX (g) : “Relating to The Conservation of Exhaustible Natural Resources” Pengecualian dalam Artikel XX(g) ini merupakan hal yang paling kontroversial. Dengan demikian..

dapat disimpulkan bahwa arti dari “exhaustible natural resource” adalah sbg berikut: a. Satu pelajaran yang dapat diambil dari ilmuwan biologi modern adalah bahwa suatu spesies hidup yg memiliki kemampuan reproduksi termasuk dalam “renewable”. Jadi. Akan tetapi. Hasil pertimbangan Appellate Body secara kontekstual terhadap Article XX (g) tidak terbatas hanya pada konservasi mineral atau sumber daya alam non hayati. tidak terbatas pada sumber daya non-hayati. kata “natural resource” dapat diartikan sebagai evolusi dan harus diinterpretasikan oleh komunitas bangsa sebagai suatu lingkungan hidup yang harus dilindungi. Kemudian 2 hal utama yang perlu dikaji dari kasus tersebut adalah mengenai: a. pengakuan terhadap spesies yg terancam punah dan “exhaustible” . Appellate Body tidak percaya bahwa sumber daya alam yang “exhaustible” dan sumber daya alam yang “renewable” mempunyai hubungan yg erat dan khusus.sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Dalam perkembangannya. dan c. definisi dari “exhaustible” natural resources itu sendiri. sumber daya ini mengalami penipisan bahkan lenyap karena perbuatan manusia. ukuran apa yang dapat dijadikan ukuran dari Relating to The Conservation of Exhaustible Natural Resources. sebagai respon dari argumen yang memprotes US bahwa kata “exhaustible” ini hanya mengarah pada “finite” resources seperti mineral dan bukan sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable resource) b. Negara anggota yang komplain terhadap US berargumen bahwa sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan bukan termasuk sumber daya alam yg “exhaustible”. Anggota WTO berargumen bahwa persyaratan penangkapan udang yang dimaksud tidak membahayakan kehidupan kura-kura laut. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times