TUGAS TERSTRUKTUR KEPERAWATAN KOMUNITAS II PENGKAJIAN KOMUNITAS DESA REMPOAH RW II

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Komunitas II Dosen pembimbing: Asep Iskandar, M.Kep., Sp.Kom

OLEH KELOMPOK V Hanung Dwaya D Ahwal Yanuar Liya Alifah Handayani Tisna Putriyani M Siska Amanah N Dria Sunu Priambudi Risa Yuliana U Yuniko Febby H. F Praptik S. A G1D008066 G1D008075 G1D008084 G1D008092 G1D008101 G1D008109 G1D008117 G1D009042 G1D009057 G1D009068

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEPERAWATAN 2011

BAB 1 PENDAHULUAN

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pengertian Menurut WHO (1959), keperawatan komunitas adalah bidang perawatan khusus yang merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guns meningkatkan kesehatan, penyempumaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi, pence-gahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan kepada individu, keluarga, yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan. Keperawatan kesehatan komunitas adalah pelayanan keperawatan

profesional yang ditujukan kepada masyarakat dengan pendekatan pads kelompok resiko tinggi, dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan dengan menjamin keterjangkauan pela¬yanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan keperawatan (Spradley, 1985; Logan and Dawkin, 1987). Keperawatan kesehatan komunitas menurut ANA (1973) adalah suatu sintesa dari praktik kesehatan masyarakat yang dilaku¬kan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat. Praktik keperawatan kesehatan komunitas ini bersifat menye¬luruh dengan tidak membatasi pelayanan yang diberikan kepada kelompok umur tertentu, berkelanjutan dan melibatkan masyarakat. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perawatan kesehatan komunitas adalah suatu bidang dalam ilmu keperawatan yang merupakan keterpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat, serta mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan dengan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif, secara menyeluruh dan terpadu ditujukan kesatuan yang utuh

melalui proses keperawatan untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal.

B. Paradigma Keperawatan Komunitas

Paradigma keperawatan komunitas terdiri dari empat komponen pokok, yaitu manusia, keperawatan, kesehatan dan lingkungan (Logan & Dawkins, 1987). Sebagai sasaran praktik keperawatan klien dapat dibedakan menjadi individu, keluarga dan masyarakat.

1. Individu Sebagai Klien Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi, social dan spiritual. Peran perawat pada individu sebagai klien, pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasarnya yang mencakup kebutuhan biologi, sosial, psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, kurangnya kemauan menuju kemandirian pasien/klien. 2. Keluarga Sebagai Klien Keluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat secara terus menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secara perorangan maupun secara bersama-sama, di dalam lingkungannya sendiri atau masyarakat secara keseluruhan. Keluarga dalam fungsinya mempengaruhi dan lingkup kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, dicintai dan mencintai, harga diri dan aktualisasi diri. Beberapa alasan yang menyebabkan keluarga merupakan salah satu fokus pelayanan keperawatan yaitu : a. Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat dan merupakan

lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat.

sampah. 3. Keperawatan dalam keperawatan kesehatan komunitas dipandang sebagai bentuk pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat kepada individu. c. keluarga. dan perumahan. Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas. Keempat faktor tersebut saling berkaitan dan saling menunjang satu dengan yang lainnya dalam menentukan derajat kesehatan individu. Keturunan merupakan faktor yang telah ada pada diri manusia yang dibawanya sejak lahir. norma. keluarga. Lingkungan fisik yaitu lingkungan yang berkaitan dengan fisik seperti air. dan kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan meliputi . Lingkungan terdiri dari lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Menurut Hendrik L. yaitu lingkungan. Blum ada empat faktor yang mempengaruhi kesehatan. Contoh di suatu daerah mengalami wabah diare dan penyakit kulit akibat kesulitan air bersih. hukum dan peraturan yang khas dan memiliki identitas yang kuat mengikat semua warga. perilaku. Masyarakat Sebagai Klien Masyarakat memiliki cirri-ciri adanya interaksi antar warga. udara. mencegah. Penyakit yang diderita salah satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga tersebut. kelompok dan masyarakat. memperbaiki ataupun mengabaikan masalah kesehatan didalam kelompoknya sendiri. Masalah kesehatan didalam keluarga saling berkaitan. Kesehatan dalam keperawatan kesehatan komunitas didefenisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran dan fungsi dengan efektif. iklim. pelayanan kesehatan dan keturunan. konstruktif dan produktif.b. tanah. misalnya penyakit asma. Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan. diatur oleh adat istiadat.

sosial dan spiritual secara komprehensif yang ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia. C. preventif. dimana lingkungan dapat mempengaruhi status kesehatan manusia. sosial dan budaya dan lingkungan spiritual. . keluarga serta masyarakat. 2. Tujuan Umum Meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan masyarakat secara meyeluruh dalam memelihara kesehatannya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal secara mandiri. keluarga dan kelompok didalam konteks komunitas serta perhatian lagsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat dan mempertimbangkan masalah atau isu kesehatan masyarakat yang dapat mempengaruhi individu. Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan dalam bentuk pelayanan biologi.promotif. psikologi. 1. Lingkungan dalam paradigm keperawatan berfokus pada lingkungan masyarakat. kuratif dan rehabilitative dengan menggunakan proses keperawatan untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal. Dipahaminya pengertian sehat dan sakit oleh masyarakat. psikologis. Tujuan khusus a. Tujuan keperawatan kesehatan komunitas Keperawatan komunitas merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang dilakukan sebagai upaya dalam pencegahan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan keperawatan langsung (direction) terhadap individu. Lingkungan disini meliputi lingkungan fisik.

Tertanganinya kelompok masyarakat khusus/rawan yang memerlukan pembinaan dan asuhan keperawatan di rumah. Menurut Anderson (1988) sasaran keperawatan komunitas terdiri dari tiga tingkat yaitu : 1. Meningkatnya kemampuan individu. Tertanganinya kelompok keluarga rawan yang memerlu¬kan pembinaan dan asuhan keperawatan. keluarga. Sasaran keperawatan kesehatan komunitas Sasaran keperawatan komunitas adalah seluruh masyarakat termasuk individu. kelompok dan masyarakat untuk melaksanakan upaya perawatan dasar dalam rangka mengatasi masalah keperawatan. Perawat memberikan asuhan keperawatan kepada individu yang mempunyai masalah kesehatan tertentu (misalnya TBC. keluarga. c. e.b. d. ibu hamil d1l) yang . f. Tingkat Individu. Tertanganinya kasus-kasus yang memerlukan penanganan tindaklanjut dan asuhan keperawatan di rumah. Terlayaninya kasus-kasus tertentu yang termasuk kelompok resiko tinggi yang memerlukan penanganan dan asuhan keperawatan di rumah dan di Puskesmas. dan kelompok yang beresiko tinggi seperti keluarga penduduk di daerah kumuh. balita dan ibu hamil. Teratasi dan terkendalinya keadaan lingkungan fisik dan sosial untuk menuju keadaan sehat optimal. D. g. di panti dan di masyarakat. daerah terisolasi dan daerah yang tidak terjangkau termasuk kelompok bayi.

3. 2. keluarga dengan balita dengan BGM. memberikan perawatan kepada anggota keluarga. mengambil keputusan untuk mengatasi masalah kesehatan. menciptakan lingkungan yang sehat dan memanfaatkan sumber daya dalam masyarakat untuk meningkatkan kesehatan keluarga. hipertensi. b. Pembinaan kelompok khusus . Sasaran kegiatan adalah keluarga dimana anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan dirawat sebagai bagian dari keluarga dengan mengukur sejauh mana terpenuhinya tugas kesehatan keluarga yaitu mengenal masalah kesehatan. ibu nifas yang persalinannya ditolong oleh dukun dan neo¬natusnya. penyakit kronis tidak menular atau keluarga dengan kecacatan tertentu (mental atau fisik). balita tertentu. Keluarga dengan resiko tinggi. keluarga dengan ibu hamil resiko tinggi seperti perdarahan. yaitu keluarga dengan: ibu hamil yang belum ANC. Prioritas pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat difokuskan pada keluarga rawan yaitu : a. penyakit endemis. Puskesmas dengan sasaran dan pusat perhatian pada masalah kesehatan dan pemecahan masalah kesehatan individu. keluarga dengan usia lanjut jompo atau keluarga dengan kasus percobaan bunuh diri. seperti anemia gizi be-rat (HB kurang dari 8 gr %) ataupun Kurang Energi Kronis (KEK). Tingkat Komunitas Dilihat sebagai suatu kesatuan dalam komunitas sebagai klien. yaitu keluarga dengan ibu hamil yang memiliki masalah gizi. Tingkat Keluarga. infeksi. keluarga dengan neonates BBLR. Keluarga dengan tindak lanjut perawatan 4. penyakit kronis menular yang tidak bisa diintervensi oleh program. Keluarga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan. a. c.dijumpai di poliklinik.

pemeliharaan kesehatan lingkungan. perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis. Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu. pemeriksaan kesehatan berkala melalui posyandu. Upaya kuratif bertujuan untuk mengobati anggota keluarga yang sakit atau masalah kesehatan melalui kegiatan perawatan orang sakit dirumah. iodium.b. kusta dan cacat fisik lainnya melalui kegiatan latihan fisik pada penderita kusta. ataupun pemeriksaan dan peme¬liharaan kehamilan. Pembinaan desa atau masyarakat bermasalah E. kelompok dan masyarakat dengan melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan. perawatan orang sakit sebagai tindaklanjut dari Pukesmas atau rumah sakit. kuratif. kusta dan wanita tuna susila. puskesmas dan kunjungan rumah. pemberian vitamin A. Upaya rehabilitatif atau pemulihan terhadap pasien yang dirawat dirumah atau kelompok-kelompok yang menderita penyakit tertentu seperti TBC. batuk efektif pada penderita TBC. Upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyakit dan gang¬guan kesehatan terhadap individu. rekreasi dan pendidikan seks. keluarga kelompok dan masyarakat melalui kegiatan imunisasi. rehabilitatif. penderita AIDS. preventif. Upaya resosialitatif adalah upaya untuk mengembalikan penderita ke masyarakat yang karena penyakitnya dikucilkan oleh masyarakat seperti. dll. . kegiatan fisioterapi pada penderita stroke. Ruang lingkup keperawatan komunitas Keperawatan komunitas mencakup berbagai bentuk upaya pelayanan kesehatan baik upaya promotif. nifas dan menyusui. keluarga. pemeliharaan kesehatan perorangan. perawatan buah dada. peningkatan gizi. patch tulang dan lain sebagainya. maupun resosialitatif. olahraga teratur. ataupun perawatan tali pusat bayi baru lahir.

Desa rempoah terdiri dari 6 RW. kebumen. 2. Sebelah utara berbatasan dengan desa karang tengah.BAB III PEMBAHASAN A. Pemerintahan desa Rempoah dimulai kurang lebih pada akhir abad ke 19 atau pada tahun 1830 an dengan kepala pemerintahan desa waktu itu disebut dengan demang. Letak desa ini secara administratif termasuk dalam wilayah . Rempoah berasal dari kata Rem yang berarti mengendap dan Poah yang berarti goda atau napsu kesenangan. Seiring berkembangnya wilayah tersebut akhirnya menjadi sebuah pedukuhan Rempoah yang letaknya kurang lebih 200 ke arah timur laut yang sekarang menjadi Mushola Baitul Dakirin. salah satu tempat pengkajiannya dilakukan di RW 2 yang terdiri dari 8 RT. Sumbang) dan sebelah selatan berbatasan dengan desa pandak. sebelah timur berbatasan dengan sungai pelus (kec. Lingkungan fisik a) Lokasi Wilayah ini terletak di desa rempoah sebelah selatan lokawisata baturaden. Desa Rempoah merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan baturaden yang di atit oleh desa pandak. dan Padukuhan tersebut berkembang menjadi desa Rempoah. karang tengah dan sumbang. Desa ini merupakan desa yang sudah sangat padat penduduk. Pengkajian 1. Desa ini menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian wilayah kecamatan Baturraden. Riwayat atau sejarah wilayah Menurut sejarah desa rempoah dimulai dengan adanya cerita tentang petilasan Pancakoah yang kurang lebih dimulai tahun 1700 an. Desa rempoah sebagai ibukota kecamatan Baturraden semenjak tahun 1956 karena letak desa Rempoah yang strategis antara desa yang satu dengan desa yang lain dalam wilayah kecamatan Baturraden. sebelah barat berbatasan dengan desa kebumen. Pancakoah adalah tempat petilasan pertapaan jaman dulu dimana letaknya sekarang ada di sebelah barat kali Taman dan sebelah barat makam desa Rempoah. pamijen.

RT 4 Bp. RW 02 memiliki 8 RT. Jumlah penduduk RW 2 sebesar 1. RT 5 Ahmad Murwanto. terdiri dari 744 orang laki-laki dan 702 orang perempuan. RT 2 Bp. Sumardjo. ketua RT 1 Bp.H Ahmad Sobari. Jumlah penduduk laki-laki berjumlah 566 jiwa dan perempuan berjumlah 538 jiwa. RW 02 memiliki 8 RT. H. Sutoni. . tepat di kecamatan Baturraden. dan RT 8 Bp. Tarsun. Dengan penduduk KK miskin berjumlah 279 KK dan 638 jiwa. RT 2 Bp. RW 02 diketuai oleh Bp. Ahmad Suwarto. Amad Suwarso. Dengan penduduk KK miskin berjumlah 279 KK dan 638 jiwa.kecamatan Baturaden kab banyumas.433 Ha. RT 3 Ahmad Sahirin. . terletak dfi arah utara kota purwokerto kurang lebih 8 KM dari Purwokerto. RT 7 Bp. Ahmad Darsono. Sumardjo. H. Tarsun. RW 2 merupakan salah satu RW yang berada di wilayah RW 2 dengan jumlah KK sebanyak 349 KK dengan jumlah penduduk sebanyak seribu tujuh jiwa. ketua RT 1 Bp. RW 02 diketuai oleh Bp. Wilayah tersebut terdapat KK yang tinggal dalam 31 rumah dengan bangunan rumah milik pribadi. Desa rempoah ini terdiri dari 3 dusun. RT 6 Bp. RT 3 Ahmad Sahirin. RT 4 Bp. . 6 RW dan terbagi dalam 40 RT dengan pembagian wilayah masing-masing kadus sbb: • • • Kadus I membawahi wilayah RW I dan RW II yang meliputi empt bels RT Kadus II membawahi wilayah RW 3 dan RW 4 yang meliputi enm bls RT Kadus III membawahi wilayah RW 5 dan RW 6 yang meliputi sepuluh RT Luas wilayah desa rempoah adalah 246. Jumlah penduduk laki-laki berjumlah 566 jiwa dan perempuan berjumlah 538 jiwa.446 orang. Ahmad Darsono. b) Demografi RW 2 merupakan salah satu RW yang berada di wilayah RW 2 dengan jumlah KK sebanyak 349 KK dengan jumlah penduduk sebanyak seribu tujuh jiwa.H Ahmad Sobari.

Agama yang dianut oleh mayoritas warga RW 2 adalah Islam. .RT 5 Ahmad Murwanto. Sutoni. dan RT 8 Bp.444 orang jiwa beragama islam dan 2 sisanya beragama kristen. Keterangan: RT 01: laki-laki 78 RT 02: laki-laki 72 RT 03: laki-laki 79 perempuan 68 perempuan 74 perempuan 68 RT 04: laki-laki 129 perempuan 126 RT 05: laki-laki 118 perempuan 119 RT 06: laki-laki 76 RT 07: laki-laki 70 perempuan 65 perempuan 72 RT 08: laki-laki 122 perempuan 110 c) Nilai. Amad Suwarso.446 orang warga RW 02 sejumlah 1. RT 7 Bp. Nilai spiritual mereka juga tinggi. ini dinilai dari aktivitas pengajian yang sering diadakan oleh mereka. Ahmad Suwarto. Dari 1. RT 6 Bp. kepercayaan dan agama Nilai dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat RW 2 adalah beragama islam.

Selain itu mempunyai resiko mencemari lingkungan disekitarnya dari kotoran yang dihasilkannya. jaman yang mereka bangun adalah tempat untuk berak yang dibangun di atas kolam ikan. Selain itu terdapat beberapa warga yang memelihara hewan ternak seperti kambing. karena masih banyak pepohonan dan terletak dekat jalan raya. Kandang yang mereka bangun berada di tengah pemukiman warga. Rumah warga di RW 2 ini sudah lumayan bagus. RT 2: 42 KK 3. lantai warga sudah permanen dan kondisi rumahnya permanen. RT 5: 62 KK 6. hal ini mengakibatkan kenyamanan warga menjadi terganggu. sapi. RT 1: 49 KK 2. selain itu di dekat tempat sampah tersebut ditemukan adanya jamban umum yang pembuangan akhirnya di buang di dalam kolam. Banyak penduduk yang sudah memiliki jamban. Subsistem yang mempengaruhi komunitas a. RT 6: 42 KK . Iuran yang mereka kumpulkan untuk pembiayaan pengelolaan sampah tersebut adalah sebesar Rp2500/bulan untuk setiap rumah tangga. dengan jumlah per masing-masing RT memiliki KK sebanyak: 1. Pengelolaan sampah di beberapa RT ditampung setiap seminggu 2 kali setiap hari selasa dan jum’at. Di desa ini terdiri dari 8 RT. Lingkungan Batas wilayah RW 2 diantaranya berbatasan dengan RW satu. RT 4: 73 KK 5. Sebagian besar penduduk memanfaatkan sumber air mereka berasal dari PDAM dan air sumur.3. Di RT terdapat tempat penampungan sampah yang letaknya terbuka dan berdekatan dengan rumah warga. Keadaan lingkungan di RW tersebut masih tergolong asri. ayam dan itik serta ikan. namun di RT 6 masih banyak warganya yang belum memiliki jamban . RT 3: 44 KK 4.

Mayoritas anggota posyandu lansia adalah perempuan. pengajian dan GIBITA atau PIK pemuda tentang AIDS. Banyak lansia yang tidak mengikuti kegiatan posyandu karena jarak rumah dengan posyandu jauh. posyandu balita. RT 8: 65 KK b. Jumlah keseluruhan balita 95 dan yang aktif 90 balita. Pelayanan kesehatan dan social Pelayanan kesehatan yang umumnya di jangkau oleh masyarakat sekitar adalah puskesmas. Posyandu lansia di RW ini berdasarkan usia: Usia pertengahan (middle age) usia 45 sampai 59 tahun Lanjut usia (elderly). Posyandu balita yang berada di RW ini ada 2 buah. diatas 90 tahun : 208 : 123 : 54 :2 Kegiatan yang sering dilakukan di posyandu lansia diantaranya senam lansia. PMT dan kesehatan ibu dan anak (KIA). Selain itu terdapat panti anak yang di sana merawat anak usia pre . RT 7: 36 KK 8. kumpulan ibu-ibu PKK. selain posyandu balita juga ada posyandu lansia dengan jumlah lansia 387 yang aktif 30 dengan rentang umur 45 sampai 90 tahun ke atas. “Bina Kasih II” dan Bina Kasih III”. Di Bina Kasih II jumlah anggota posyandu balita 45 yang aktif 40. antara 75 sampai 90 tahun Usia sangat tua (very old). Kebanyakan masyarakat disekitar banyak memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti polindes. dan posyandu lansia. pemeriksaan tanda-tanda vital. penimbangan berat badan. dan pemberian obat jika ada lansia yang sakit. Di RW 02 terdapat 2 posyandu balita dan 1 posyandu lansia yang bernama “Bina Kasih”. antara 60 sampai 74 tahun Lanjut usia tua (old). Kegiatan social yang dilakukan di RW ini diantaranya arisan RT yang rutin dilakukan setiap seminggu sekali. narkoba dan miras. posyandu lansia sebanyak satu buah. Kegiatan yang dilakukan di posyandu balita diantanya imunisasi.7. yang berasal dari RT 1-8.

Ekonomi Tingkat ekonomi masyarakat di wilayah RW 02 adalah ekonomi menengah kebawah. Adapun data pekerjaan warga RW 02 berdasarkan data kependudukan 2010 secara umum dapat dijelaskan dalam tabel berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mata Pencaharian/Pekerjaan Jumlah Tani/Ternak 2. tepatnya di RT 06 terdapat tempat pengepul bulu mata yang merupakan mitra kerja kerajinan kniting bulu mata dari PT. .492 Di RW 02 banyak terdapat home industry dan toko-toko kecil. Selain pengepul bulu mata juga terdapat home industri gula dan lain-lain. Kegiatan social seperti kerja bakti terkadang dilakukan di RW. c. Berdasarkan data kependudukan tahun 2010. Home industry banyak di manfaatkan warga sebagai lapangan pekerjaan. Kegiatan ini dilakukan setiap menjelang HUT RI dan menyambut bulan suci ramadhan. Kebanyakan yang bekerja adalah remaja putri dan ibuibu. Di sana terdapat taman bermain yang kegiatannya meliputi pembelajaran untuk anak usia pre school. didapatkan data warga masyarakat sekitar 80-90% termasuk dalam criteria keluarga miskin.589 Pedagang/Pengusaha 223 PNS/Guru 48 Karyawan/Pekerja kantor 510 Buruh/Buruh pabrik 627 TNI/POLRI 184 Sopir/Montir 66 Tukang/Pertukangan 69 Pensiunan 27 Lain-lain/Belum kerja 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan ketua RT. koordinasi antara ketua RW dengan ketua RT dan tokoh masyarakat sekitar kurang baik.149 Total 6.school yang kurang mampu. Berdasarkanwinsield survey yang dilakukan kelompok. Tigaputra Abadiperkasa Purbalingga.

Politik dan pemerintahan Beberapa warga di RW 2 ada yang menjadi pengurus partai politik.sumur warga) Swadaya SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) 3) 4) Program ini berasal dari Pemda Banyumas. Tapi pada kenyataan tidak diwujudkan janjinya. Jumlah penduduk yang memiliki hak pilih dalam pemilu yang lalu di desa Rempoah mencapai 4. Seorang calon Kades akan menjanjikan sesuatu dengan imbalan untuk memilihnya. ketika ditemukan masyarakat yang tidak mampu tetapi tidak menadapat jamkesmas maka akan mendapatkan SKTM sebesar Rp. 5) Raskin Ada pembagian Raskin (beras miskin) di RT 3 RW 1. Biasanya saat ada pemilihan Kades maka sangat terlihat suasana politiknya. Prosedurnya adalah ada pendataan terhadap masyarakat. 1250000/jiwa yang sakit dan membutuhkan bantuan. Transportasi dan keamanan e.7026 orang dan parpol yang memiliki pengurus sampai tingkat desa 5 parpol.mProgram dari pemerintah yang sudah masuk desa ada beberapa antara lain: 1) 2) Jamkesmas PNPM ( pembuatan jalan.WC umum.namun sebagian besar warga tersebut tidak fanatic dengan partai politik tertentu. prosedurnya adalah saat ada bantuan dari pemerintah untuk X orang maka atas kebijakan ketua RT setempat beras tersebut dibagi rata pada lebih banyak penduduk tidak sesuai dengan daftar X orang dari pemerintah sehingga beras yang diterima lebih sedikit.d. diantaranya:  Partai PDI perjuangan  Partai Golkar  Partai Amanat Nasional .

Tingkat pendidikan warga RW II. Partai Demokrat  Partai Kebangkitan Bangsa f. pos surat. pesantren. TK. Cara masyarakat menerima informasi melalui perkumpulan warga. yaitu: Tidak / belum sekolah Tidak tamat SD / sederajat Tamat SD / sederajat SLTP / sederajat SLTA / sederajat Diploma I / II Diploma IV / S1 Strata II Riwayat Pendidikan Tidak/Belum Sekolah : 247 : 183 : 590 : 192 : 174 :2 : 31 :4 RT 1 1 2 3 4 1 5 6 1 7 8 Akademi / Diploma II/ S. Panti asuhan dikelola oleh yayasan swasta dan diperuntukan sebagai tempat belajar anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Namun hubungan antara ketua RW dengan RT dan kadus kurang terjalin dengan baik. Komunikasi Sistem komunikasi yang digunakan oleh warga di wilayah adalah terbuka dan demokratis diwujudkan dalam musyawarah bersama.terkadang juga menggunakan bahasa Indonesia. pengajian. dan panti asuhan. dari mulut ke mulut. papan informasi. posyandu lansia dan posyandu balita. g.Muda : 23 . handphone maupun surat. Hubungan antar warga terjalin baik. Bahasa sehari-hari yang digunakan antar warga adalah bahasa Jawa. Perkumpulan lain yang menjadi media penyampaian informasi adalah arisan. Pendidikan Fasilitas pendidikan yang ada di RW 02 yaitu PAUD. Perkumpulan rutin yang menjadi media penyampaian informasi adalah rapat bulanan disetiap RT. pengeras suara.

mendengarkan radio serta berekreasi ke tempat-tempat wisata. Rekreasi Rekreasi yang sering dilakukan oleh warga RW II diantaranya adalah menonton berkumpul bersama keluarga. Tempat rekreasi yang bisanya mereka tuju diantaranya Bali.Tidak Tamat SD/Sederajat Tamat SD/Sederajat SLTP/Sederajat SLTA/Sederajat Diploma I/ II Akademi/Diploma III/S. . curug belot. baturraden. curug bayan. ziarah wali songo dll. menonton televisi. Rekreasi tersebut mereka lakukan biasanya pada waktu liburan. baik liburan setelah hari raya idul fitri. Muda Diploma IV/Strata I Strata II 4 25 4 10 1 24 7 5 3 1 5 6 1 5 6 32 10 17 2 2 2 1 4 3 3 1 6 8 2 3 4 4 1 1 2 8 1 3 2 50 4 7 2 3 3 2 4 1 1 1 2 2 h.

Analisis komunitas No 1. Analisis data DO : • Etiologi Problem Kurangnya kesadaran Risiko melakukan masyarakat untuk kejadian kebersihan diare Warga BAB aktivitas menggunakan menjaga jamban umum kolam yang berada lingkungan di dekat pemukiman warga • Terdapat pemukiman adanya warga.B. pembuangan sampah akhir di dekat kondisinya terbuka. banyak lalat serta sampah yang berserakan DS : • Warga mengatakan bahwa mereka menggunakan untuk toileting • Warga fasilitas kolam aktivitas melakukan merasakan bau yang menyengat dari sumber sampah .

DO: Kurangnya kesadaran Resiko untuk terjadi kegiatan tindakan kriminal dari keseluruhan RT yang berada di masyarakat RW 2 yang memiliki poskamling melakukan hanya 3 RT dan kegiatan ronda di ronda sebagian besar RT tidak berjalan dengan rutin DS: Beberapa warga mengeluhkan adanya kehilangan uang seratus ribu. D. Risiko kejadian diare berhubungan denngan kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. 2. C. Resiko terjadi tindakan criminal berhubungan dengan Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan kegiatan ronda. mereka mempercayai kehilangan tersebut karena dicuri oleh tuyul. Diagnosa 1. Prioritas masalah .2.

penyebab. efek Desa negatif bagi kesehatan aktivitas buang akan sampah sembarangan dan melakukan aktivitas toileting di Rempoah kebersihan lingkungan. pencegahan penanganannya meningkat a. diolah. Sasaran Setelah tindakan keperawatan selama bulan diharapkan 02 sadar Tujuan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4x pertemuan : 2 Pengetahuan dan kesadaran pentingnya kebersihan lingkungan Strategi Penyuluhan Rencana Kegiatan Sumber Mahasiswa Kumpulan materi penyuluhan Tempat Rumah warga Waktu Saat an RT Kriteria Respon Standar Evaluasi 75% warga mampu menjelaskan pentingnya kebersihan lingkungan. ada dibiarkan tidak melakukan aktivitas lagi b. Penyuluhan kepada pembuangan sampah dan warga yang masih melakukan aktivitas toileting di jamban kolam warga di sekitar tempat Puskesmas pertemu verbal warga di RW meningkat. Memberikan motivasi dan dukungan kepada warga untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga tidak jamban kolam sampah yang Pengetahuan mengenai Penyuluhan penyakit dan diare. Penyuluhan kepada Mahasiswa Rumah warga Saat an RT Respon 75 warga mampu Mahasiswa menjelaskan tentang penyakit diare. Strategi intervensi dan implementasi Dx Dx.E. penyebab. efek negatif bagi kesehatan dari aktivitas buang sampah sembarangan dan melakukan aktivitas toileting di jamban kolam Evaluator Mahasiswa Ketua RW Petugas puskesmas a. pencegahan dan Ketua RW Petugas puskesmas warga di sekitar tempat Puskesmas Kumpulan pembuangan sampah dan warga yang masih melakukan aktivitas materi penyuluhan pertemu verbal .

di toileting di jamban kolam penanganannya b.toileting jamban. Memberikan motivasi dan dukungan kepada warga untuk mampu mengenal pencegahan terjadinya diare serta penanganannya Masyarakat swadaya membangun sementara membangun umum standar yang secara Empowering: Musyawarah mengenai mampu musyarawah tempat warga dan jamban sesuai pembangunan tempat penampungan sampah sementara dan jamban umum Mahasiswa Kumpulan materi Pelatihan Rumah Saat ada Psikomo 70 % warga menyetujui diadakannya alokasi dana untuk peningkatan kebersihan lingkungan (pembangunan tempat penampungan sampah sementara dan jamban umum) ulan RW Mahasiswa Ketua RW Ketua RT alokasi dana PNPM untuk Puskesmas ketua RW perkump tor penampungan sampah .

penyebab. penceghan. dan penanganannya setelah dilakukan intervensi pendidikan kesehatan. b. terhadap peningkatan perhatian warga pentingnya keberesihan lingkungan. melakukan iuran secara rutin untuk biaya pengangkutan sampah. ulan RW Mahasiswa Ketua RW ketua RW perkump tor kerjasama dengan Ketua RT F. Analisis efektifitas atau perubahan yang nampak setelah pemberian intervensi berupa penyuluhan/pendidikan kesehatan. Evaluasi Beberapa evaluasi yang dapat dilakukan setelah diberikannya beberapa intervensi pada diagnosa utama adalah sebagai berikut : a. Analisis efektifitas atau perubahan yang nampak setelah pemberian intervensi berupa musyawarah bersama untuk mengadakan manipulasi lingkungan guna mencegah terjadinya penyakit diare pada warga beresiko. c. BAB IV PEMBAHASAN . Analisis pemahaman warga mengenai penyakit diare.Kemitraan: bekerjasama dengan dinas kebersihan Melakukan kerjasama dengan dinas kebersihan untuk melakukan pengangkutan sampah rutin setiap minggu Mahasiswa Dinas kebersihan Rumah Saat ada Psikomo warga mampu mengadakan dinas kebersihan.

Diagnosa Strength Weakness Opportunity Threated Tindak lanjut Risiko kejadian 1. Peningkatan kesadaran warga diare mempunyai antara ketua praktik dari lahan milik mengenai kebersihan lingkungan berhubungan sumber dana RW dan ketua institusi kesehatan desa untuk dapat ditingkatkan dengan denngan berupa PNPM RT kurang baik baik universitas pembangun diadakannya penyuluhan dari kurangnya 2. Koordinasi 1. Jalan-jalan maupun stikes an fasilitas petugas kesehatan setempat. Adanya mahasiswa 1. Pemberdayaan masyarakat perlu dan pertemuan dilakukan untuk mengubah suatu rutin. Warga sudah lingkungan dan kebiasaan hygiene memiliki yang benar aktivitas arisan 4. sehingga kebiasaan dan mewujudkan memungkinkan lingkungan yang bersih agar dilaksanakannya tercipta lingkungan dan kebiasaan musyawarah yang sehat. kesadaran menuju RW II setiap tahunnya di TPS 2. Terbatasnya 1. lingkungan dilalui truk 3. . Setiap RT 1. Perlu diadakannya modifikasi masyarakat sudah di aspal wilayah RW 02 lingkungan guna mencegah untuk menjaga dan lebar terjadinya penyakit akibat kebersihan memungkinkan kebersihan lingkungan seperti diare. Melakukan koordinasi dengan pengangkut berbagai lintas sector untuk sampah mewujudnya adanya kebersihan 3.

BAB V PENUTUP A. Desa Rempoah terdiri dari 3 Dusun. Kesimpulan Secara administratif desa Rempoah termasuk dalam wilayah Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Selain itu pemberdayaan masyarakat dan diadakannya kerjasama dengan berbagai lintas sector diharapkan menyelesaikan masalah kebersihan lingkungan dan kebiasaan hygiene yang tidak baik. . Masalah yang menjadi fokus intervensi asuhan keperawatan berkaitan dengan meningkatkan kesadaran dan modifikasi lingkungan. RW 02 merupakan salah satu bagian komunitas dari Desa Rempoah. Berdasarkan observasi yang dilakukan terdapat kebiasaan warga yang masih membuang sampah dilahan terbuka dan melakukan aktifitas toileting di jamban kolam. 6 RW dan terbagi dalam 40 RT.

salah satunya berlokasi di RW II Kandang kambing warga. berlokasi di tengah pemukiman penduduk Jamban yang digunakan warga untuk melakukan aktifitas toileting Terdapat pabrik bulu mata sebagai sumber mata pencahatian warga .LAMPIRAN Papan informasi yang digunakan wvrga untuk menyalurkan informasi Beberapa wvrga membuka usaha warung sebagai mata pencaharian mereka Poskamling.

Mushola sebagai tempat peribadatan warga Kondisi jalanan di RW 2 sebagian besar sudah di aspal dan di paving .

taman bermain yang bersatu dengan panti anak. masjid. sumur desa dan…. 07.????????? m2. . Denah wilayah RW 02 adalah sebagai berikut. pos kamling. Bangunan yang bersifat umum biasanya digunakan untuk kepentingan bersama.Luas bangunan dan tanah di RW 2 sekitar…. seperti di RT 06. 05. GIBITA. home industry gula merah. Bangunan yang terdapat di wilayah tersebut antara lain bangunan rumah warga. masjid.Sebagian besar rumah di wilayah tersebut telah permanen. posyandu. yang sebagian besar terbuat dari batu bata namun ada beberapa RT yang belum permanen. . . kandang ternak milik pribadi... home industry kripik. pabrik bulu mata.

bank sampah dilakukan setiap 2x seminggu.pengajian. Kegiatan sosial yang terdapat di wilayah ini adalah kegiatan arisan rutin (baik arisan bapk-bapak ataupun ibu-ibu). bidan desa. kegiatan PKK. . karang taruna. Kesadaran penduduk akan kesehatan sudah cukup baik. Pelayanan kesehatan yang ada di wilayah ini antara lain posyandu balita dan posyandu lansia dalam lingkup RW. posyandu. dan ada juga kegiatan kerja bakti.sawah WC kamar tidur d e Tempat jemur j a l a n tempat p a n sawah penyimpanan Mesin penggilingan padi Ruang penimbangan pekarangan 4. sedangkan pelayanan kesehatan dalam lingkup desa terdapat puskesmas. PELAYANAN KESEHATAN DAN SOSIAL Di wilayah RW 2 ini terdapat berbagai pelayanan kesehatan secara umum yang diperlukan oleh seluruh kalangan masyarakat. polindes. Polindes sering dimanfaatkan oleh warga ini untuk mendapatkan pemeliharaan dan pengobatan kesehatan. pertemuan RT setiap bulan.

Tingkat ekonomi masyarakat di wilayah ini adalah ekonomi menengah ke bawah. EKONOMI Warga di wilayah ini sebagian besar bekerja sebagai buruh tani. peternak. Berdasarkan data kependudukan tahun 2009 .buruh pabrik.karyawan swasta. .di dapatkan data warga masyarakat sekitar 8090% termasuk dalam kriteria keluarga miskin. Sedangkan untuk tahun 20102011 ini.warga masyarakat termasuk dalam criteria keluarga sejahtera II.JUMLAH PASANGAN USIA SUBUR BUKAN PESERTA KB JUMLAH PASANGAN USIA SUBUR DI RW 1 5.

KEAMANAN DAN TRANSPORTASI Keamanan di desa ini di dukung dengan adanya kegiatan jaga malam (ronda).yang tidak menjalankan kegiatan ronda.BANTUAN MODAL KREDIT HASIL PENTAHAPAN KELUARGA SEJAHTERA 6.6…….ada beberapa RT juga yang tidak terdapat poskamling. Alat transportasi yang terdapat di wilayah ini kebanyakan alat transportasi umum dan pribadi. ada beberapa warga yang mempunyai mobil dan hamper sebagian besar warga memiliki sepeda. namun ada bebrapa RT . sedangkan transportasi pribadi yang dimiliki warga kebanyakan adalah sepeda motor. .seperti di RT 4. Alat transportasi umum yang ada yaitu angkutan desa.

Tapi pada kenyataan tidak diwujudkan janjinya. Program dari pemerintah yang sudah masuk desa ada beberapa antara lain: 6) Jamkesmas 7) PNPM ( pembuatan jalan. POLITIK DAN PEMERINTAHAN Beberapa warga di RW 2 ada yang menjadi pengurus partai politik.namun hubungan antara ketua .. 1250000/jiwa yang sakit dan membutuhkan bantuan. 9) 10) SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) Program ini berasal dari Pemda Banyumas. prosedurnya adalah saat ada bantuan dari pemerintah untuk X orang maka atas kebijakan ketua RT setempat beras tersebut dibagi rata pada lebih banyak penduduk tidak sesuai dengan daftar X orang dari pemerintah sehingga beras yang diterima lebih sedikit. Biasanya saat ada pemilihan Kades maka sangat terlihat suasana politiknya. Seorang calon Kades akan menjanjikan sesuatu dengan imbalan untuk memilihnya. Prosedurnya adalah ada pendataan terhadap masyarakat.namun sebagian besar warga tersebut tidak fanatic dengan partai politik tertentu………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………. 11) Raskin Ada pembagian Raskin (beras miskin) di RT 3 RW 1. Hubungan antar warga terjalin baik. KOMUNIKASI Sistem komunikasi yang digunakan oleh warga di wilayah adalah terbuka dan demokratis diwujudkan dalam musyawarah bersama.WC umum. Bahasa sehari-hari yang digunakan antar warga adalah bahasa Jawa tapi kadang-kadang juga bahasa Indonesia. 8.7. ketika ditemukan masyarakat yang tidak mampu tetapi tidak menadapat jamkesmas maka akan mendapatkan SKTM sebesar Rp. 8) Swadaya ( bank sampah.sumur warga.

2) Pengeras suara Biasanya jika ada berita duka cita maka akan di informasikan lewat pengeras suara. posyandu lansia dan . Cara masyarakat menerima info 1) Dari mulut ke mulut Biasanya jika ada berita tentang bantuan akan sangat cepat sampai sehingga antusias dari warga untuk berbagai macam bantuan dari pemerintah sangat tinggi.di tunjukan dengan ………………… a.RW dengan RT dan kadus kurang terjalin dengan baik. Papan informasi Televise dan radio Surat Perkumpulan warga (arisan. pengajian. 3) 4) 5) 6) 7) balita).

JUMLAH KEPALA KELUARGA MENURUT STATUS PENDIDIKAN…… 10. Ada beberapa RT yang sengaja memilih rekreasi ke obyek wisata diantaranya. bali. Warga rempoah sebagian besar lebih dari 50% tammat SD dengan jumlah 3391 jiwa.. wali songo. Menetapkan kebutuhan komuniti . PeNDIDIKAN SLTA 570 jiwa. REKREASI Warga rata-rata mempunyai televisi dan kalaupun tidak biasanya minimal warga memiliki radio untuk sarana rekreasi. di tingkat ke 2 tamat SLT sebesar 747 jiwa. curug belot. tamat sedangkan perguruan tinnggi 578 . ANALISIS KOMUNITAS a. …. biasanya ada beberapa KK yang sengaja memilih rekreaksi ke tempat wisata seperti Baturaden tapi hanya pada waktu tertentu misalnya saat libur panjang dan libur hari besar. Tapi berdasarkan wawancara pada ketua RW dan masing-masing RT. 11..9.

b. semangat dan selalu mendukung satu sama lain. Namun. c. dan kesehatan keselamatan kerja dapat terpenuhi dengan baik sehingga hubungan antar pekerja dengan pengelola usaha juga baik.Kebutuhan para pekerja antara lain upah kerja. d. makan. Mereka menggunakan layanan kesehatan kalau sudah sakit atau keadaan sudah parah. . selain itu mereka juga didukung dengan fasilitas kesehatan. namun karena mereka tidak begitu mempedulikan kesehatannya maka mereka jarang menggunakan pelayanan kesehatan. Mengidentifikasi kecenderungan penggunaan pelayanan kesehatan Para pekerja mempunyai pengetahuan tentang kesehatan yang cukup. Mengidentifikasi pola respon kesehatan Pengetahuan para pekerja tentang kesehatan cukup baik. Menetapkan kekuatan (power) Para pekerja bekerja dengan baik. mereka selalu mengabaikan proteksi diri dan tidak mempedulikan dampak yang mungkin muncul pada diri sendiri. namun keadaan ini menjadi berubah ketika salah satu dari pekerja mengalami sakit. Keadaan ini selalu terjaga.

DO : pada DS : Pengelola pegawainya 2. mesin penggilingan gangguan padi pekerja sistem pendengaran muka menahan . DS : Para pekerja mengeluh sakit Tingginya tingkat Risiko gangguan pinggang sehingga sering kebisingan akibat pada tidak masuk kerja DO : Terjadi kelelahan DS : Pekerja kepala mengeluh sakit komunikasi antar pekerja.Analisis data No 1. debu saat penggilingan padi. bersih pada pekerja. pekerja terkadang memegang pinggang dan ekspresi sakit 3. menggunakan masker saat bekerja dengan alasan repot dan tidak nyaman DO : Posisi berjalan nyaman. mengatakan tidak Risiko Aktivitas mengangkat tubuh dan cara beban berat tidak terlihat pada belakang cidera tulang Analisis data Etiologi Problem Tingginya kadar Risiko gangguan akibat faal paru proses penggilingan padi Batuk.

untuk menggunakan masker pada saat melakukan proses penggilingan padi. yaitu berupa kerusakan sistemik pada saluran pernapasan. maka prognosis akan berkembang ke arah yang negatif. Risiko cidera pada tulang belakang di perusahaan Untung berhubungan dengan aktifitas mengangkat beban berat di manifestasikan oleh sakit pinggang oleh yang dialami pekerja. b. Mengingat masih rendahnya perhatian dan kesadaran masyarakat.1. . dan sesak nafas pada pekerja. DIAGNOSA KEPERAWATAN a. bersin dan batuk. Debu yang berterbangan setiap kali melakukan proses penggilingan padi membuat pekerja mengalami sesak napas. Risiko gangguan faal paru di perusahaan untung berhubungan dengan tingginya kadar debu akibat penggilingan biji padi di manifestasikan oleh batuk. c. baik pada saat proses penggilingan sedang dilakukan maupun saat para pekerja sedang istirahat. khususnya para pekerja di pabrik bapak Untung. Sudah ada sekitar 12 orang yang mengalami keluhan batuk. PRIORITAS MASALAH Prioritas masalah pada kasus ini adalah risiko gangguan faal paru. bersin dan sesak napas. bersin. Risiko gangguan pada sistem pendengaran pekerja di perusahaan Untung berhubungan dengan tingginya tingkat kebisingan akibat mesin penggilingan padi 2. Masalah ini harus segera ditangani mengingat besarnya dampak negatif yang akan terjadi dan mengantisipasi bertambahnya keluhan mengenai saluran pernapasan. Jika hal ini terus dibiarkan.

.

Memotivsi pekerja untuk senantiasa menggunakan APD. sesak nafas menurun dan angka kesakitan menurun. Memasang poster tentang akibat yang ditimbulkan dari tidak menggunakan APD.3. STRATEGI INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI Dx Sasaran Tujuan Strategi Rencana Kegiatan c. Perusahaa n untung Pengetahuan pekerja mengenai kesehatan kerja meningkat Pelatihan dan penyegaran Mengadakan pelatihan Mahasiswa dan Puskesmas Kumpulan materi pelatihan Perusahaa n untung Masyarakat Penyebaran termotivasi ikut informasi. Penyuluhan kepada pekerja tentang pentingnya menggunakan alat pelindung diri. Setelah dilakukan Penyuluhan tindakan pekerja keperawatan selama 3 minggu : Pengetahuan pekerja tentang kebersihan lingkungan meningkat. batuk menurun. I Setelah tindakan keperawatan selama 6 bulan diharapkan pekerja perusahaan untung terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang buruk dengan indikator. e. menggunakan masker bila berada di sekitar perusahaan untung Bersama masyarakat Mahasiswa melakukan UNSOED memasang poster kebersihan Desa Karangang kal . Sumber Mahasiswa Puskesmas Kumpulan materi penyuluhan Tempat Dx. d.

terhadap pengurangan gejala yang bersin. utamanya pada pekerja saat melakukan proses penggilingan padi. e. Analisis pemahaman klien mengenai pentingnya alat pelindung diri. EVALUASI Beberapa evaluasi yang dapat dilakukan setelah diberikannya beberapa intervensi pada diagnosa utama adalah sebagai berikut : d.4. dalam hal ini penggunaan masker. f. Analisis efektifitas atau perubahan yang nampak setelah pemberian intervensi berupa penyuluhan/pendidikan kesehatan. terutama mengenai gangguan faal paru. batuk dan sesak napas yang dialami klien sebelum diberikan intervensi. Analisis kesadaran klien tentang pentingnya pemeriksaan dini ke fasilitas kesehatan yang terdekat ketika mengalami gangguan kesehatan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful