Teknik Penulisan Artikel Teknik penulisan artikel ilmiah populer yang berlaku di media massa (koran, majalah, buletin

dan lain-lain) secara umum terdiri dari beberapa langkah sebagai berikut : a. menggali ide Kita harus bisa menuangkan ide-ide / pemikiran kita kedalam tulisan yang hasil akhir berupa artikel. Dalam menggali ide, kita harus mengunakan alur pemikiran yang runtut dan sistematis. Isi artikel dapat berupa pandangan kita dalam memberikan alternatif solusi terhadap suatu masalah (problem solving).. b. Membuat kerangka tulisan secara detail Kerangka tulisan secara sederhana biasanya dimulai dari pendahuluan,

pembahasan masalah, kesimpulan. Lebih bagus apabila dilengkapi dengan solusi permasalahan berupa saran / rekomendasi terhadap pihak-pihak terkait. c. Mengumpulkan data, fakta, referensi dan bahan bacaan berbagai referensi yang relevan sangat penting dalam rangkamendukung opini kita. Tanpa dukungan dari data-data/ fakta / bahan bacaan maka tulisan kita terlihat kering dan kurang dapat memberikan makna kepada para pembaca. d. Menulis dengan ekspresi bebas Hal yang paling sulit bagi kita adalah pada saat kita mulai untuk menuliskan semua yang sudah kita dapatkan. Ketrampilan menulisi memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kegiatan menulis perlu dilakukan secara terus menerus dan jangan pernah mengulur waktu. Apabila kita menunda-nunda dalam menyelesaiakn suatu tulisan, maka akan timbul rasa bosan untuk memulai lagi. Tulis apa saja yang terbersit dalam pikiran. e. Editing Setelah opini / gagasan sudah selesai ditulis, maka kita perlu membaca ulang sekaligus mengedit apa yang sudah kita tulis. Hal ini dimaksudkan untuk

meyakinkan bahwa tulisan yang kita buat telah tersusun dengan rapi. Selain itu,

Dalam menulis. kita perlu memperhatikan isu-isu aktual (current issue) yang sedang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu. Pilihan katakata dan kalimat perlu diperhatikan dengan seksama. buletin atau majalah gampang dimuat. karena akan membuat bingung para pembaca. Pemakaian bahasa yang tidak tepat. Prioritas bisa dikaitkan dengan momentum aktual / isu-isu terkini (current issue) yang tengah terjadi dan berkembang di masyarakat. agar memenuhi standar minimal sebuah artikel yang bisa dimuat di media massa.apabila terjadi kesalahan yang terjadi. kata atau kalimat serta pembahasan / analisis yang kurang tajam dapat kita perbaiki. Misalnya. maka tulisan seputar masalah tersebut. karena kemungkinan besar tulisan yang kita kirimkan ke media tersebut tidak akan dimuat . Kolusi & nepotisme (KKN). karena akan membuat penyampaian gagasan menjadi kurang mengena. saat ini lagi mencuat isu seputar Good Corporate Governance (GCG) dan pemberantasan Korupsi. Aktualitas suatu tulisan merupakan prioritas utama. Tulisan mengandung hal yang baru & inovatif. bisa berakibat pemikiran kita gagal ditransformasikan kepada para pembaca. agar dihindarkan penggunaan bahasa yang bertele-tele. Oleh karena itu. Kita harus mengupayakan agar data yang kita gunakan akurat dan up to date. Aktual. perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a. b. Bahasa yang lugas. Kebaruan tulisan dapat dilihat dari sudut pandang tertentu yang belum pernah ditulis pihak lain maupun berupa pengembangan suatu metode / teori / konsep. c. baik di koran. Standar penulisan artikel Artikel yang kita susun. Jangan sekali-sekali kita menulis kata-kata yang bisa bermakna ganda. ide / . baik kesalahan pada data. agar dihindarkan menulis sesuatu yang sudah “basi” atau kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat / publik.

majalah) yang segmen pembacanya sangat luas. Ide / pemikiran orisinil Kita perlu berusaha agar ide / opini / hasil pemikiran kita merupakan hasil karya yang orisinil / asli. sudah dipastikan tidak akan dimuat di media massa (misalnya koran. Tulisan jangan terlalu teoritis. Tulisan tidak terlalu panjang Beberapa koran.d. kecuali tulisan / artikel ilmiah untuk majalah profesi tertentu. Tulisan yang memaparkan menghindari tuduhan penjiplakan implementasi / penerapan suatu konsep di suatu perusahaan atau organisasi sangat dihargai dan lebih mudah untuk diloloskan pihak redaksi media yang bersangkutan untuk dimuat alias layak untuk dipublikasikan. Kita harus ingat. Hal ini untuk (plagiator). bahwa artikel yang kita tulis akan dibaca pihak lain yang latar belakang pendidikannya variatif bahkan ada yang tidak mengalami bangku sekolah. pada umumnya sekitar 2-5 lima halaman saja. bisa lebih dari 5 halaman . buletin atau majalah membatasi panjang tulisan. e. Menulis suatu artikel yang terlampau teknis dengan rumus-rumus yang rumit . f.

" Ray Bradbury Ketika sesi tanya-jawab di acara Seminar Nasional "Menjadi Kaya dengan Menulis" berlangsung. yaitu tentang terkesannya materi yang saya sampaikan bertentangan dengan materi pembicara kedua yang sepanel dengan saya. muncul dua pertanyaan menarik tersebut. menulis itu—sekali lagi apa pun jenis tulisan yang ditulis seseorang—adalah kegiatan merangkai huruf menjadi kata. meski tak langsung. sementara menulis karya ilmiah perlu kerangka formal yang benar-benar sangat jelas. sementara pembicara kedua— karena menjelaskan bagaimana menulis karya ilmiah—sebaliknya. ada dua pertanyaan menarik yang ditujukan kepada saya.Tips Teknik Penulisan Karya Ilmiah dengan Metode Mengikat Makna "Anda harus menulis dan menyingkirkan sekian banyak materi sampah sebelum Anda akhirnya merasakan suasana yang nyaman. Gara-gara saya dipanelkan dengan pembicara lain yang membahas bagaimana menulis karya ilmiah. Ketika ada dua orang sedang menjalankan kegiatan menulis—yang satu menulis karya ilmiah. akhirnya. materi yang saya presentasikan menjadi seperti bertentangan dengan materi yang disampaikan oleh pembicara lain tersebut. Kemudian. Artinya. yaitu menganjurkan menulis karya ilmiah dengan beberapa aturan yang sudah disepakati oleh kalangan akademisi. "Apakah kiat-kiat menulis yang saya tawarkan dapat digunakan untuk menulis karya ilmiah?" Saya memahami sekali pertanyaan ini karena kiat-kiat saya seperti tak memiliki kerangka disiplin yang jelas. Saya menganjurkan menulis bebas. kedua orang itu sama-sama menggunakan alat-alat tulis yang tidak berbeda. paragraf yang terstruktur dan punya makna. Pertanyaan pertama terkait dengan judul tulisan saya ini. Apa Sih Menulis Itu? Saya menegaskan bahwa materi yang saya sampaikan tidak bertentangan dengan materi yang disampaikan oleh pembicara kedua. seperti komputer (laptop). pada intinya. Dikarenakan tampak bertentangan itulah. atau alat-alat tulis lain. sementara yang satunya menulis bukan karya ilmiah—kondisinya sama. mesin ketik. kalimat. . Pertanyaan kedua masih nyambung dengan pertanyaan pertama.

Hal ini dikarenakan saya tidak dapat bebas menulis dan senantiasa cemas apakah tulisan saya sudah objektif (memenuhi kaidah) atau belum. buku-buku saya yang membicarakan kiat-kiat menulis. dan loncat-loncat. kita benar-benar melibatkan . "Berat sekali ya menulis itu?" Demikianlah. Otak kanan. sesungguhnya menampung semacam riset kecil-kecilan saya terkait dengan hal-hal mendasar ihwal menulis. Ternyata. Dalam menjalani kegiatan menulis. berpikir secara rasional. saya tersiksa ketika menulis. tidak berbeda. dan "ruang publik" itu objektif. saya tetap menganggap bahwa kedua orang itu tetap menggunakan komponen-komponen otak yang sama saat menulis. sekali lagi. Otak kiri. kita menggunakan otak kanan dan mempersepsi sedang menulis di "ruang privat" di mana subjektivitas kita sangat menonjol. Yang membuat saya frustrasi adalah saya kemudian seperti terbebani ketika menulis karena dua ruang itu saya campur. Benar bahwa tulisan yang dihasilkan itu punya kadar yang berbeda. sementara "ruang publik" adalah ruang di mana individu itu harus mengikuti aturan pihak lain ketika menulis. dan satu-satu. Saya menemukan bahwa ada dua ruang untuk menulis. Ketika saya belum tahu dan belum membedakan secara sangat tegas kedua ruang untuk menulis itu. suka dengan kebebasan. Efeknya luar biasa. setelah saya mendengar riset Roger Sperry yang membuktikan manusia punya dua belahan otak—kiri dan kanan—dan masing-masing belahan itu berfungsi secara sangat berbeda. tertib. ya kondisi dirinya sama. Dua ruang itu sangat logis. sebaliknya. saya mencampur dua ruang tersebut. Namun. bahkan. Bahkan ketika saya menawarkan konsep "brain-based writing". dua ruang yang saya ciptakan itu ternyata sesuai dengan masing-masing fungsi belahan otak. "Ruang privat" ini sifatnya subjektif. Alangkah klopnya jika. Saya tidak nyaman dalam menulis. Jadi. "Ruang privat" sifatnya sangat pribadi dan hanya individu yang menulis itulah yang eksis. meskipun dua orang yang sedang menulis itu menjalankan kegiatan menulis dengan materi yang ditulisnya berbeda. yang suka mengoreksi. ketika kita mengawali menulis. ketika keduanya sedang menjalani kegiatan menulis. Dua ruang itu bernama "ruang privat" dan "ruang publik". berpikir menyeluruh. Kadang.Kiat-kiat yang saya susun dan tawarkan kepada publik berangkat dari sini. pada saat awal menulis. Nah. kita bebaskan lebih dulu diri kita dari jeratan aturan menulis yang telah ada di benak kita.

Anda akan menjadi mudah dan ringan dalam menulis—apa pun yang ingin Anda tulis. jika diikuti dengan benar. harapan. "Mengikat makna". tulisan yang sudah jadi itu pun tidak buru-buru kita koreksi. Jadi. ingat. kita tentu bisa menikmati kegiatan menulis. kita bebas menulis apa saja. yang menyeluruh. tetapi dari dalam. Hukum utama "mengikat makna" adalah tidak memisahkan kegiatan membaca dengan menulis. ketika kita menulis di "ruang privat". bahan yang ditulis benar-benar milik diri pribadi yang menulis. Karena. Saya yakin. termasuk menulis karya ilmiah—apabila memadukan kegiatan membaca dan menulis. jika kita dapat mengawali menulis seperti ini. tidak kaku. Sekali lagi. Kita menumpahkan segalanya lebih dulu. Memang. Menulis memerlukan membaca dan membaca memerlukan menulis. Setelah menghasilkan tulisan.keinginan. menulis di "ruang publik" akan jauh lebih mudah dan ringan jika diawali dengan menulis di "ruang privat". menulis di "ruang privat" baru separo jalan. Namun. Kegiatan menulis ini tidak datang dari luar. dan kemampuan kita. kelebihannya. "Mengikat Makna" untuk Menulis Karya Ilmiah Apa yang saya jelaskan di atas merupakan bagian kecil dari kiat-kiat yang saya himpun di dalam konsep menulis yang saya namakan dengan "mengikat makna". di "ruang privat". Dan itu bisa dijalankan siapa saja dan bisa untuk menulis materi apa saja termasuk materi yang berkadar karya ilmiah. Kita mengalirkan apa pun yang bisa kita alirkan. Masih ada separo jalan lagi. menulis di "ruang privat" adalah menulis dengan otak kanan yang bebas. yaitu menulis di "ruang publik" atau menulis secara objektif. Saya kira ini pasti sesuai dengan aturan objektif di dalam menulis karya ilmiah. akan membuat seseorang yang sedang menulis karya ilmiah akan mampu menulis karya ilmiahnya dengan bahasa yang mengalir. saya yakin. . menulis yang disesuaikan dengan aturan yang diciptakan oleh orang atau lembaga lain. Kita harus benar-benar merasa plong atau lega ketika selesai mengalirkan semua yang ingin kita tulis. Inilah kegiatan menulis di "ruang privat". Sifatnya pun masih subjektif meski. kita mengendalikan semua hal yang ingin kita tulis dan kita menggunakan cara-cara yang memang sesuai dengan kemampuan kita.

"mengikat makna" ingin membantu siapa saja yang berniat menulis karya ilmiah agar karyanya itu berbeda dengan karya-karya sebelumnya. membuat dua ruang untuk menulis di dalam benak kita sebagaimana saya jelaskan di atas. meski tak 100% buku ilmiah. Langkah Mudah Membuat Buku yang Menggugah (MLC. akhirnya. Jadi. kalau sudah cukup banyak. yang mengasyikkan jika dibaca. dan kadang membosankan karena si penulis karya ilmiah itu tidak memiliki keterampilan menulis (jarang berlatih menulis bebas) dan miskin dalam kosakata (jarang membaca buku yang beragam).dan enak dibaca. jika si penulis karya ilmiah itu rajin berlatih menulis bebas. Kumpulkan semua bahan tulisan yang masih kasar itu dengan telaten hari demi hari. 2005). lantas menguasai persoalan yang dikajinya. Hasil tulisan yang lahir di "ruang privat" ak usah buruburu dikoreksi. Nah. Sayang kan jika kita sudah memiliki potensi untuk membuat karya ilmiah atau sudah menuntut ilmu hingga jenjang yang sangat tinggi. sebagai contoh kecil. dan tidak membosankan. mulailah ditata dan . mingu demi minggu. Nanti. dan memberikan banyak sekali manfaat. Menulislah dengan bebas secara mencicil. buku itu ditulis dengan bertanggung jawab dan referensinya sangat jelas. dan kaya akan kata-kata. yang saya rujuk. gara-gara terperangkap oleh aturan objektif menulis karya ilmiah yang sudah digariskan. Saya menciptakan konsep-konsep dan kiat-kiat membaca dan menulis dengan tujuan agar sebuah buku—termasuk buku yang masuk kategori karya ilmiah atau buku pelajaran—dapat disajikan dalam bahasa yang mengalir dan enak dibaca. lewat menulis bebas. Artinya. buku-buku yang dikategorikan buku ilmiah. Menulis tidak bisa sekali jadi. Saya yakin. adalah buku-buku yang ditulis dengan "semangat" ilmiah. menjadi sangat kaku. Menulislah lebih dahulu secara sangat bebas di "ruang privat". Karya ilmiahnya menjadi karya yang menerobos. Sebagaimana pernah saya ulas di buku saya. pastilah karya ilmiahnya bisa mengalir. enak dibaca. kering. bulan demi bulan. pertama-tama. cobalah ikuti saja saran saya dengan. yang penting buang saja—apa pun materi itu termasuk materi-materi yang berkategori ilmiah yang belum teruji benar. di "ruang privat". Biasakan untuk "membuang" apa saja setiap hari. kita (orang-orang yang sangat berpotensi) kemudian terkendala dalam membuat buku atau malah menjadi malas untuk menulis hal-hal yang sederhana. Menulis untuk menghasilkan tulisan yang baik adalah dengan menulis mencicil. ketika saya mendefinisikan buku-buku yang mengalir. Menurut pengamatan saya.

Itulah tujuan "mengikat makna" dan kiat-kiat menulis yang saya ciptakan.masuklah ke "ruang publik". yang sarat dengan riset-riset ilmiah. Apalagi jika materi itu berisi data dengan tabel dan grafik yang banyak. saya yakin bahwa semua itu bisa disiasati oleh para penulis yang memiliki keterampilan menulis dan kaya akan kata-kata. ternyata bisa disajikan dengan gaya bercerita. tapi masuk kategori ilmiah populer. Namun. Saya setuju saja jika buku Goleman dimasukkan dalam kategori tidak murni ilmiah. Baca kembali tulisan-tulisan yang masih berantakan itu dan kelompokkan. Saya percaya bahwa ada materi yang termasuk karya ilmiah yang tidak bisa dijabarkan lewat kata-kata yang mengalir dan enak dibaca. Buku karya Daniel Goleman. ayolah para sarjana dan cendekiawan Indonesia! Bergairahlah untuk menulis dan membuat buku-buku yang tidak usah ilmiah tetapi dapat dipertanggungjawabkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas Menulis Artikel Ilmiah Populer Disusun oleh: R. Saya yakin. Bandingkan dengan tulisan atau buku-buku lain. Saat ini telah banyak buku-buku yang bisa dikategorikan ilmiah tapi disajikan dengan bahasa tulis yang enak dinikmati. Menulis dan Mengarang Ada suatu pandangan tradisional yang menyebutkan bahwa menulis dan mengarang adalah dua kegiatan yang berbeda. Baca buku-buku referensi untuk membuat tulisan tersebut menjadi objektif.S. tapi semi ilmiah atau ilmiah populer. Emotional Intelligence. jika kegiatan menulis sebagaimana yang saya tawarkan dapat dijalankan secara perlahan dan sedikit demi sedikit. Ada kemungkinan. meski sama-sama berkenaan dengan aspek kebahasaan. Tetapi. buku Goleman ini tidak murni ilmiah. Kurnia MENULIS ARTIKEL 1. sekali lagi. Kegiatan menulis sering diasosiasikan dengan ilmu yang sifatnya faktual. sedangkan kegiatan . tentulah menulis itu dapat dinikmati dan tidak membebani. Gunakan otak kiri untuk menata dan mengoreksinya.

bisa disebut sebagai kegiatan mengarang. majalah. karangan yang tak tentu panjangnya. Artikel merupakan: 1. Hal tersebut ialah dalam hal penekanannya. bila penekanannya menjurus ke bidang keilmuan -. ada beberapa jenis model penulisan artikel. Demikian sebaliknya.kita bisa mengelompokkannya ke dalam kegiatan menulis. 6. Kita tentu ingat novel "Da Vinci Code" yang menggemparkan. yang membahas isu tertentu. 5. karya tulis atau karangan. Akan tetapi. mendidik. sedangkan kegiatan mengarang tidak. Artikel merupakan karya tulis lengkap. atau kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas (Tartono 2005: 84). Menulis Artikel Ada sejumlah pengertian mengenai artikel. kegiatan menghasilkan karya tulis yang lebih bernuansa fiktif. meski terkesan faktual. kegiatan menulis mutlak membutuhkan studi ilmiah.mengarang selalu diasosiasikan dengan karya sastra yang fiksional (Kamandobat 2007). Model yang paling mudah ialah model . sarana penyampaiannya adalah surat kabar. 4. Dengan kata lain. dan sebagainya (KBBI 2002: 66). namun masing-masing disajikan dengan bahasa yang terkesan ilmiah dan literer. Berikut beberapa di antaranya. Model-model tersebut bisa dikelompokkan kepada tingkat kerumitannya.termasuk ilmu sastra -. wujud karangan berupa berita atau "karkhas" (Pranata 2002: 120). ada satu hal yang membedakan keduanya. dan sebagainya. 2. karangan nonfiksi. Pandangan tersebut tentu tidak benar. 2. Meskipun sebuah karya tulis disajikan dengan bahasa literer. Lalu kita juga mungkin masih ingat "The Origin of Species" karya Charles Darwin. atau menghibur. Artikel adalah sebuah karangan prosa yang dimuat dalam media massa. 3. misal laporan berita atau esai di majalah. karangan yang bertujuan untuk meyakinkan. MENULIS SECARA ILMIAH POPULER Pada dasarnya. surat kabar. Keduanya berasal dari ranah yang berbeda. persoalan. 2.

tentu saja tulisan ilmiah mensyaratkan bahasa yang baku. bahasa yang digunakan juga cenderung bebas (perhatikan. Selain itu. Model ini mensyaratkan objektivitas dan kedalaman pembahasan. Meski demikian. Apakah gagasan itu penting bagi sejumlah besar orang? . bahasa yang digunakan di majalah GetFresh!). dan biasa diharapkan menjelaskan "mengapa" atau "bagaimana" suatu perkara itu terjadi. Artikel khusus adalah nama lain dari artikel redaksi. ada satu model penulisan yang berada di tengah-tengahnya. Model yang paling sulit ialah penulisan ilmiah. tanpa pandang bulu dan eksak (Soeseno 1982: 2). dukungan informasi yang relevan. Istilah ini mengacu pada tulisan yang bersifat ilmiah. 3. Pengujian ini terdiri dari lima tahap sebagai berikut (Georgina dalam Pranata 2002: 124. kita bisa melakukan sejumlah pengujian. Ketika sudah menentukan gagasan tersebut. Sedangkan dari segi fungsi atau kepentingannya. Termasuklah di dalamnya gosip. ada artikel redaksi dan artikel umum. Sedangkan artikel sponsor ialah artikel yang membahas atau memperkenalkan sesuatu. ada artikel khusus dan artikel sponsor. misalnya. Eneste 2005: 171). Tulisan populer biasanya tulisan ringan yang tidak "njelimet" dan bersifat hiburan. Artikel redaksi ialah tulisan yang digarap oleh redaksi di bawah tema tertentu yang menjadi isi penerbitan. band. Model tersebut dikenal dengan penulisan ilmiah populer dan merupakan perpaduan penulisan populer dan ilmiah.penulisan populer. 4. Nadeak 1989: 44). Berdasarkan penulisnya. Menguji Gagasan Prinsip paling dasar dari melakukan kegiatan menulis ialah menentukan atau memastikan topik atau gagasan apa yang hendak dibahas. Model inilah yang digunakan dalam publikasi Yayasan Lembaga SABDA pada umumnya. Dari aspek bahasa. JENIS-JENIS ARTIKEL Ada beberapa jenis artikel berdasarkan dari siapa yang menulis dan fungsi atau kepentingannya (Tartono 2005: 85-86). 1. Sedangkan artikel umum merupakan tulisan yang ditulis oleh umum (bukan redaksi). MULAI MENULIS ARTIKEL 1. namun disajikan dengan cara penuturan yang mudah dimengerti (Soeseno 1982: 1.

Soeseno (1982: 16-17) memaparkan setidaknya lima pola yang bisa kita gunakan untuk menyajikan artikel tersebut. 2. Pola kronologi Pola ini menggarap topik menurut urut-urutan peristiwa yang terjadi. Pola pendapat dan alasan pemikiran Pola ini baru dipakai bila penulis yang bersangkutan hendak mengemukakan pendapatnya sendiri tentang topik yang digarapnya.2. Pola pemecahan topik Pola ini memecah topik yang masih berada dalam lingkup pembicaraan yang ditemakan menjadi subtopik atau bagian-bagian yang lebih kecil dan sempit kemudian menganalisa masing-masing. Kelima pola penggarapan artikel di atas dapat dikombinasikan satu dengan yang lain sejauh dibutuhkan untuk menghadirkan sebuah tulisan yang kaya. 5. 3. Pola masalah dan pemecahannya Pola ini lebih dahulu mengemukakan masalah (bisa lebih dari satu) yang masih berada dalam lingkup pokok bahasan yang ditemakan dengan jelas. . kita tidak hanya diperhadapkan pada satu kemungkinan. Pola Penggarapan Artikel Ketika hendak menghadirkan artikel. 4. 1. lalu menunjukkan alasan pemikiran yang mendorong ke arah pernyataan pendapat itu. Berikut kelima pola yang dimaksudkan. Apakah gagasan Anda akan lolos dari saringan penerbit? 2. Kemudian menganalisa pemecahan masalah yang dikemukakan oleh para ahli di bidang keilmuan yang bersangkutan. Apakah gagasan itu terikat waktu? 4. Apakah gagasan itu segar dan memiliki pendekatan yang unik? 5. Pola pembandingan Pola ini membandingkan dua aspek atau lebih dari suatu topik dan menunjukkan persamaan dan perbedaannya. Inilah pola dasar yang paling sering dipakai untuk menyusun tulisan. Dapatkah gagasan ini disempitkan sehingga memunyai fokus yang tajam? 3.

sering kali menulis bagian pendahuluan ini menjadi lebih sulit . 3. Pelukisan Pendahuluan yang melukiskan suatu fakta. atau hal untuk menggugah pembaca karena mengajak mereka membayangkan bersama penulis apa-apa yang hendak disajikan dalam artikel itu nantinya. 4. kejadian. 6. bagian ini tidaklah mutlak ditulis pertama kali. Mengingat tugasnya untuk memancing minat dan mengarahkan pembaca ke arah pembahasan. setidaknya ada tujuh macam bentuk pendahuluan yang bisa digunakan (Soeseno 1982: 42). 2. seolah-olah menjadi fiksi. Menulis Bagian Pendahuluan Untuk bagian pendahuluan. Pernyataan yang menonjol Terkadang disebut juga sebagai "pendahuluan kejutan". Ringkasan Pendahuluan berbentuk ringkasan ini nyata-nyata mengemukakan pokok isi tulisan secara garis besar. Anekdot Pembukaan jenis ini sering menawan karena memberi selingan kepada nonfiksi. 7. Meskipun merupakan pendahuluan. Salah satu dari ketujuh bentuk pendahuluan berikut ini dapat kita jadikan alternatif untuk mengawali penulisan artikel kita. Kutipan orang lain Pendahuluan berupa kutipan seseorang dapat langsung menyentuh rasa pembaca. sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel nanti. Amanat langsung Pendahuluan berbentuk amanat langsung kepada pembaca sudah tentu akan lebih akrab karena seolah-olah tertuju kepada perorangan. 1.3. diikuti kalimat kekaguman untuk membuat pembaca terpesona. Pertanyaan Pendahuluan ini merangsang keingintahuan sehingga dianggap sebagai pendahuluan yang bagus. 5.

bisa juga berupa saran. kita bisa membahas topik secara lebih mendalam. Gaya pamit itu bisa ditandai dengan pemarkah seperti "demikian". adakah kata-kata yang sembrono? Apakah pembukaan kita menyediakan cukup banyak informasi? Untuk isi atau tubuh. bandingkan dengan persoalan lain bila diperlukan. Untuk pembukaan. Bagian ini biasanya memuat simpulan dari isi tulisan secara keseluruhan. Oleh karena itu. 4. 6. "jadi". misalnya. "maka". Selain memberi kesempatan agar pembaca beristirahat sejenak. Menulis Bagian Pembahasan atau Tubuh Utama Bagian ini disarankan dipecah-pecah menjadi beberapa bagian. 5. Ketika hendak mengakhiri tulisan. ajakan. beberapa pertanyaan berikut perlu kita jawab (Pranata 2002: 129-130). subjudul itu juga bertugas sebagai penyegar. Soeseno (1982: 43) menyarankan agar menuliskan bagian lain terlebih dahulu.daipada menulis judul atau tubuh tulisan. Untuk meyakinkan bahwa tulisan yang kita hasilkan memang baik. ada baiknya subjudul tidak ditulis secara kaku. Penutupan artikel bisa kita lakukan dengan menggunakan gaya berpamitan (Soeseno 1982: 48). imbauan. apakah kalimat pendukung sudah benar-benar mendukung . Untuk memudahkan pengoreksian artikel. apakah kalimat pembuka bisa menarik pembaca? Dapatkah pembaca mulai mengerti ide yang kita tuangkan? Jika tulisan kita serius. hal selanjutnya yang perlu kita lakukan ialah melakukan pemeriksaan menyeluruh. kita harus rajin memeriksa tulisan kita. dan sebagainya (Tartono 2005: 88). dan bisa pula berupa pertanyaan yang menggugah pembaca. Uraikan persoalan yang perlu dibahas. pemberi semangat baca yang baru (Soeseno 1982: 46). Pemeriksaan Isi Artikel Ketika selesai menulis artikel. Pada bagian ini. Oleh karena itu. Menutup Artikel Kerangka besar terakhir dalam suatu karya tulis ialah penutup. "akhirnya". Masing-masing dibatasi dengan subjudul-subjudul. kita tidak mesti terang-terangan menuliskan subjudul berupa "Penutup" atau "Simpulan".

apakah disajikan dengan cukup kuat? Apakah mencakup semua ide tulisan? Bagaimana reaksi kita terhadap kata-kata dalam simpulan tersebut? Sudah cukup yakinkah kita bahwa pembaca pun akan memiliki reaksi seperti kita? Jika kita menjawab "tidak" untuk tiap pertanyaan tersebut. demikian sebaliknya. pertemuan-pertemuan resmi. Mengingat kondisi tersebut. Meskipun bersifat ilmiah (karena memakai metode ilmiah). berarti kita perlu merevisi artikel itu dengan menambah. KATA ILMIAH KATA POPULER analogi anarki bibliografi biodata definisi kiasan kekacauan daftar pustaka biografi singkat batasan diskriminasi perbedaan perlakuan . menyisipi. kita perlu membedakan antara kosakata ilmiah dan kosakata populer. artikel ilmiah populer ditujukan kepada para pembaca umum. Berikut daftar kata ilmiah dan populer.pembukaan? Apakah masing-masing kalimat berhubungan dengan ide pokok? Apakah ada urutan logis antarparagraf? Untuk simpulan. Sebaliknya. baik antara mereka yang berada di lapisan atas maupun di lapisan bawah. terutama dalam tulisan-tulisan ilmiah. kita perlu mencermati bahasa yang kita gunakan dalam menulis artikel ilmiah populer ini. 5. diskusidiskusi khusus disebut kata-kata ilmiah (Keraf 2004: 105-106). bukan berarti tulisan yang kita hasilkan ditujukan untuk kalangan akademisi. Sedangkan kata-kata yang biasa dipakai oleh kaum terpelajar. mengganti. dan menulis ulang bagian yang salah. ASPEK BAHASA DALAM ARTIKEL Melihat target pembacanya yang adalah khalayak umum. Kata-kata populer merupakan kata-kata yang selalu akan dipakai dalam komunikasi sehari-hari.

mutakhir kontradiksi pertentangan menganalisa menguraikan prediksi pasien ramalan orang sakit . pecahan penunjuk kesimpulan kontemporer masa kini.eksentrik final formasi format friksi indeks konklusi aneh akhir susunan ukuran bagian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful