irmanf.wordpress.

com
BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi di era globalisasi seperti sekarang ini tidak terlepas dari makin bertambah majunya teknologi komputer. Kebutuhan akan teknologi komputer semakin diminati oleh berbagai kalangan baik di perusahaanperusahaan maupun di instansi-instansi pemerintah dan swasta. Hal ini berkaitan erat dengan pekerjaan dalam hal implementasi sebuah proses dalam sistem informasi. Bahkan dengan kecanggihan teknologi komputer yang semakin berkembang dengan pesat dapat memudahkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk meningkatkan efisiensi kerja dengan proses yang cepat, tepat, akurat dan bekerja secara otomatis. Maka pekerjaan yang dilakukan dengan dukungan teknologi dapat menghemat baik dari segi waktu, ruang, tenaga, biaya, dan lainlain. Begitu juga dengan Kantor Kecamatan Leuwisari yang sering di gunakan dalam sistem presensi kepegawaian yaitu aplikasi Microsoft Word dan Microsoft Excel. Kebutuhan terhadap suatu sistem presensi yang baik sudah tidak dapat ditunda lagi. Akan tetapi, pada kenyataannya segala kegiatan yang menyangkut sistem presensi pegawai, saat ini masih dianggap kurang efisien, karena keberadaan fasilitas pendukung seperti komputer belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat permasalahan yang telah terjadi, maka dibutuhkan suatu solusi yang dapat membantu kinerja pada sistem tersebut. Kantor Kecamatan Leuwisari

I-1

I-2

irmanf.wordpress.com
sebagai tempat yang dijadikan lokasi penelitian bertujuan untuk memperbaiki kinerja sistem di berbagai bidang, terutama pemanfaatan teknologi komputer pada sistem presensi kepegawaian. Berdasarkan hal tersebut pada penelitian kerja praktek ini mengambil pembahasan mengenai “Implementasi Sistem Presensi di Kantor Kecamatan Leuwisari Singaparna Tasikmalaya”.

1.2. Materi Kerja Praktek Permasalahan yang dihadapi dengan penelitian di Kantor Kecamatan Leuwisari adalah bagaimana menciptakan suatu sistem yang cepat, tepat dan bekerja secara otomatis. Implementasi sistem presensi di Kantor Kecamatan Leuwisari masih menggunakan sistem informasi yang belum optimal dalam proses presensi pegawai. Dengan adanya sistem informasi berbasis komputer, kinerja dari sistem informasi kepegawaian dapat memberikan kemudahan dalam proses presensi pegawai. Permasalahan yang terjadi dalam proses presensi yang berjalan di Kantor Kecamatan Leuwisari mempunyai beberapa kekurangan sebagai berikut : a. Adanya permasalahan yang timbul dari proses presensi misalnya presensi menggunakan sistem aplikasi Microsoft Word dan Microsoft Excel, belum tepat sasaran. b. c. Keterlambatan dan kesulitan dalam mengolah laporan data presensi. Dalam pembuatan laporan mengenai data presensi masih belum tepat digunakan karena tidak adanya jaminan aplikasi presensi siap pakai untuk

I-3

irmanf.wordpress.com
Kantor Kecamatan Leuwisari, sehingga informasi yang dihasilkan tidak efisien.

1.3. Batasan Masalah Batasan masalah dalam pembahasan laporan kerja praktek ini adalah sebagai berikut : a. b. Pembahasan hanya pada pengolahan data presensi kepegawaian. Pembuatan laporan untuk pengolahan data presensi kepegawaian dan data pegawai Kantor Kecamatan Leuwisari.

1.4. Tujuan Pembahasan Adapun tujuan pembahasan laporan kerja praktek ini adalah : a. Untuk menjelaskan dan menganalisis kinerja sistem informasi presensi kepegawaian. b. Untuk menjelaskan pembangunan sistem informasi presensi kepegawaian yang diusulkan berupa sistem yang terkomputerisasi. c. Untuk menjelaskan solusi yang diambil untuk menangani kekurangankekurangan yang timbul dari sistem informasi presensi kepegawaian yang ada. d. Analisis titik keputusan yang diambil untuk menangani kekurangankekurangan atau masalah-masalah yang timbul.

I-4

irmanf.wordpress.com
1.5. Sistematika Pembahasan Judul dari laporan kerja praktek ini adalah “Implementasi Sistem Presensi di Kantor Kecamatan Leuwisari”. Sistematika laporan kerja praktek yang disusun terdiri dari lima bab, yaitu : BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini dijelaskan mengenai latar belakang, materi kerja praktek, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan pembahasan dan sistematika pembahasan. BAB II TINJAUAN UMUM KANTOR KECAMATAN LEUWISARI Dalam bab ini membahas mengenai sejarah singkat, visi dan misi Kantor Kecamatan Leuwisari, struktur kepengurusan Kantor Kecamatan Leuwisari, strategi kerja atau kebijakan Kantor Kecamatan Leuwisari dan lokasi Kantor Kecamatan Leuwisari. BAB III METODE DAN LANDASAN TEORI Dalam bab ini berisi tentang metode dan uraian landasan teori sebagai dasar untuk menganalisis pokok permasalahan dengan menjelaskan teori-teori yang berasal dari studi pustaka yang berkaitan dengan laporan yang di bahas. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang hasil dan pembahasan masalah yang meliputi analisis sistem yang ada dan analisis sistem usulan dengan alat bantu diagram aliran data, normalisasi tabel, dialog layar, rancangan sistem masukan dan keluaran serta pembahasan implementasi sistem dari hasil rancangan yang telah dilakukan.

I-5

irmanf.wordpress.com
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Merupakan bab terakhir dari laporan yang disusun secara baik yang terdiri dari kesimpulan dan saran-saran dalam penggunaan sistem yang baru serta untuk pengembangan sistem yang lebih baik.

irmanf.wordpress.com
BAB II TINJAUAN UMUM KANTOR KECAMATAN LEUWISARI

2.1. Sejarah Singkat Pembentukan Kecamatan Leuwisari Kecamatan Leuwisari tidak terlepas dari sejarah Tasikmalaya karena awal mulai adanya pusat Pemerintahan yang berada disekitar Gunung Galunggung setelah ditemukannya Prasasti Geger Hanjuang di Desa Linggawangi. Desa Linggawangi pada masa itu mencakup wilayah Linggawangi Barat dan Linggawangi Timur (dari kecamatan Sariwangi Sampai Padakembang). Pada Tahun 1920 Pusat Pemerintahan pindah ke kampong Leuwisari di Sariwangi. Sehubungan pada masa itu di Leuwisari terjadi wabah penyakit Pes yang menimpa warga Leuwisari maka Pusat Pemerintahan dipindahkan ke kampung Ciawang dan Pada Tahun 1950 Pindah lagi ke kampung Cikeleng dan berikutnya pindah ke kampung Arjasari Desa Arjasari sampai dengan saat ini. Pada tahun 2000 secara resmi Kecamatan Leuwisari dibagi menjadi tiga kecamatan yaitu Kecamatan Leuwisari, Sariwangi, Padakembang. Leuwisari merupakan kalimat Bahasa Sunda yang terdiri dari dua kata yaitu Leuwi (tempat atau lokasi yang berada disaluran sungai atau selokan berbentuk kubangan besar dan dalam, biasanya dijadikan tempat berkumpul jenis-jenis ikan) dan Sari (Indah, Elok dan Cantik). Dengan demikian Leuwisari mengandung arti tempat atau daerah atau lokasi tempat hunian dan mempunyai pemandangan indah dan elok.

II - 1

II - 2

irmanf.wordpress.com
2.2. Visi dan Misi Kantor Kecamatan Leuwisari a. Visi Kecamatan Leuwisari sebagai pendukung keberhasilan pembangunan Kabupaten Tasikmalaya, dalam penetapan visi Kecamatan Leuwisari sampai tahun 2012, dilakukan atas dasar pertimbangan sebagai berikut : 1. Mengacu kepada visi Kab. Tasikmalaya yaitu “Tasikmalaya yang religius atau islami, sebagai kabupaten yang maju dan sejahtera, serta kompetitif dalam bidang agribisnis di Jawa Barat tahun 2010” . 2. Renstra Provinsi Jawa Barat melalui peraturan daerah Jawa Barat No.1 Tahun 2003, yang mencanangkan visi Provinsi Jawa Barat yaitu “Jawa Barat dengan iman dan taqwa sebagai provinsi termaju di Indonesia dan mitra terdepan ibu kota negara tahun 2010”. 3. Visi RPJM Nasional, yaitu : a) Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang aman, bersatu, rukun dan damai. b) Terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara yang menjungjung tinggi hukum, kesetaraan dan hak asasi manusia, serta c) Terwujudnya perekonomian yang mampu menyedikan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. Atas dasar pertimbangan tersebut diatas dan dengan memperhatikan potensi, permasalahan dan peluang yang dimiliki Kecamatan Leuwisari, nilai-nilai dan visi

II - 3

irmanf.wordpress.com
daerah, aspirasi dan dinamika yang berkembang pada masa sebelumnya, maka visi Kecamatan Leuwisari adalah : “LEUWISARI MAJU DAN SEJAHTERA DILANDASI IMAN DAN TAQWA SEBAGAI KECAMATAN YANG UNGGUL DALAM KOMODITI PADI DAN IKAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012” Ketiga kata kunci dalam visi tersebut dapat digambarkan segitiga kebaikan (Virtuous Triangle) sebagai berikut :
IMAN DAN TAQWA

MAJU DAN SEJAHTERA

KOMODITI PADI DAN IKAN

Gambar 2.1. Ilustrasi Segitiga Kebaikan Keterangan Gambar : Iman dan Taqwa secara positif melandasi masyarakat yang maju dan sejahtera baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pemanfaatan potensi wilayah Kecamatan Leuwisari dalam menghasilkan produksi padi dan ikan yang berkualitas serta kuantitas yang besar.

II - 4

irmanf.wordpress.com
b. Misi Untuk merumuskan misi dalam 5 (lima) tahun ke depan, seperti halnya perumusan visi di atas dilakukan beberapa pertimbangan. Adapun pertimbangan tersebut adalah : 1. Berdasarkan hasil musyawarah kerja unsur Pelaksana Teknis Dinas dan tokoh masyarakat Leuwisari sehingga terbentuk Misi untuk 5 (lima) tahun ke depan. 2. Permasalahan yang akan menjadi tantangan 5 (lima) tahun ke depan seperti Perekonomian, Sumber Daya Manusia, Pemerintahan, Infrastruktur dan Tata Ruang Kebijakan Daerah. 3. Misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tasikmalaya. 4. Misi dan arah Rencana Stratejik Provinsi Provinsi Jawa Barat. 5. Misi dan arah pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Berdasarkan visi, prediksi kondisi umum 5 (lima) tahun ke depan, permasalahan dan arah pembangunan Kabupaten Tasikmalaya maka disusun 3 (tiga) misi Kecamatan Leuwisari 2008-2012, yaitu : 1. Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas & memiliki akhlak yang mulia. 2. Mewujudkan Pemerintahan yang baik dan professional dalam fungsi pelayanan kepada masyarakat.

II - 5

irmanf.wordpress.com
3. Mengelola Sumber Daya Alam yang berwawasan ramah lingkungan dan menerapkan instensifikasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk padi dan ikan.

2.3. Strategi dan Arah Kebijakan Kecamatan Leuwisari Strategi merupakan cara mencapai tujuan dan sasaran yang merupakan rencana yang mencakup upaya-upaya menyeluruh dan terintegrasi untuk mengoperasionalkan tujuan dan sasaran melalui penetapan kebijakan dan program. Strategi juga merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai secara terukur dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang dihadapi. Strategi yang dilaksanakan oleh Kecamatan Leuwisari adalah sebagai berikut: a. Peningkatan kemampuan sumber daya aparatur Kecamatan Leuwisari melalui pelatihan keterampilan pegawai sehingga pelayanan prima terhadap masyarakat dapat diwujudkan. b. Melengkapi sarana dan prasarana operasional pelayanan yang refresentatif. Ini merupakan hal yang sangat krusial dalam menunjang kelancaran suatu kegiatan. c. Memotivasi masyarakat dalam memenuhi apa yang menjadi hak dan kewajiban. d. Menetapkan prosedur pelayanan yang mudah, cepat, ramah dan adil.

II - 6

irmanf.wordpress.com
Kebijakan adalah keputusan yang sifatnya mendasar untuk dipergunakan sebagai landasan bertindak dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Arah kebijakan Kecamatan Leuwisari adalah sebagai berikut : a. Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan guna mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. b. Meningkatkan sarana dan prasarana Pemerintahan Desa agar

penyelenggaraan pemerintah sesuai dengan yang diharapkan sehingga tercipta pelayanan prima bagi masyarakat. c. Meningkatkan sarana dan prasarana ekonomi masyarakat yang berhubungan dengan industri kecil, pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, dan perhubungan, agar taraf hidup masyarakat mengalami peningkatan. d. Meningkatan sarana dan prasarana ketentraman, ketertiban, dan keamanan lingkungan sehingga tercipta keamanan dan ketertiban masyarakat. e. Meningkatkan Iptek dan Imtak serta SDM yang mandiri.

2.4. Tujuan dan Fungsi Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Pemerintah Kecamatan Leuwisari berpedoman kepada Peraturan Bupati Nomor 22 A Tahun 2007 tentang “Nama-nama jabatan fungsional umum dan uraian tugas jabatan struktural serta jabatan fungsional umum di lingkungan organisasi kecamatan Se-Kabupaten Tasikmalaya” serta Keputusan Bupati Tasikmalaya Nomor 48 Tahun 2008 tentang ”Rincian tugas unit di lingkungan kecamatan”.

II - 7

irmanf.wordpress.com
Untuk lebih meningkatkan kinerja Pemerintah Kecamatan Leuwisari, maka dibuat Program Kerja Kecamatan Leuwisari Tahun 2009, yang merupakan pedoman dasar bagi seluruh pegawai Kecamatan dalam melaksanakan tugasnya. a. Tujuan 1. Untuk lebih meningkatkan kinerja aparatur pemerintah yang ada pada unit kerja Kantor Camat Leuwisari dalam melaksanakan tugas dan

kewajibannya. 2. Untuk memudahkan aparatur pemerintah yang ada pada unit kerja Kantor Camat Leuwisari dalam memahami kewajiban dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. b. Fungsi 1. Sebagai pedoman dan arah bagi aparatur pemerintah yang ada pada unit kerja Kantor Camat Leuwisari dalam melaksanakan tugas sehari-hari. 2. Sebagai sarana untuk pmberdayaan tugas dan fungsi aparatur pada unit kerja Kantor Camat Leuwisari.

irmanf.wordpress.com

II - 8

2.5. Struktur Organisasi Kantor Kecamatan Leuwisari
CAMAT Drs. DADANG GUNAWAN, M.Si

SEKRETARIS KECAMATAN SUHERMAN GAOS, SP KASUBBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN AGIN SUGIRMAN Pengelola Adm. Kepegawaian KURNIAWATI Pengelola Kepustakaan dan Kearsipan Pengelola Rumah Tangga dan Perlengkapan Pramu Acara Bendaharaan Barang AAN GUNAWAN KASUBBAG PROGRAM DAN KEUANGAN YAYAT Pengolah Bahan Program dan Laporan UJEN Bendaharawan Penerimaan -

Operator Komputer RANI MEGASARI Pengemudi A. ROHANA Pengetik Caraka Penjaga Kantor -

Bendaharawan Pengeluaran EEN MULYATI, S.IP Penata Usaha Keuangan -

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KEPALA SEKSI TATA PEMERINTAHAN DJADJANG UUM Pengolah Data Pemerintahan Pengolah Data Kependudukan dan Capil IRMAN MOH. RIDWAN Operator Komputer INA MILATINA

KEPALA SEKSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA SUDRAJAT P, B.Sc Pengolah Data Pemberdayaan Masyarakat -

KEPALA SEKSI KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM MAMAN SUKARMAN, SH Pengolah Data Keamanan dan Ketertiban ININ Pengolah Data Rekomendasi Perijinan ASEP KURNIAWAN Operator Komputer ANDRIAS SETIA P

KEPALA SEKSI EKONOMI PENDAPATAN MAMAN SULAEMAN Pengolah Data Pendapatan Operator Komputer -

KEPALA SEKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT ERAS, S.IP Pengolah Data Kesejahteraan Rakyat Operator Komputer -

Operator Komputer -

Gambar 2.2. Struktur Organisasi Kantor Kecamatan Leuwisari

II - 9

irmanf.wordpress.com
2.6. Deskripsi Kerja a. Camat Leuwisari 1. Menyusun Program Kerja Kecamatan Leuwisari yang dihimpun dari program-program secretariat dan seksi-seksi, baik program kerja bulanan, triwulan maupun tahunan. 2. Memimpin, membina dan mengevaluasi operasional tugas dan program kerja sekretaris, kasi-kasi dan satuan kerja lainnya di pemerintahan wilayah Kecamatan Leuwisari. 3. Mengadakan pembinaan ketentraman dan ketertiban umum di wilayah kerja Kecamatan Leuwisari. 4. Mengadakan pembinaan dalam meningkatkan perekonomian &

pelaksanaan pembangunan. 5. Mengadakan pembinaan kesejahteraan rakyat di wilayah Kecamatan Leuwisari. 6. Mengadakan pembinaan, pendidikan & kesehatan di wilayah Kecamatan Leuwisari. 7. Melaksanakan kegiatan menggali potensi daerah dalam rangka

meningkatkan pendapatan asli daerah Kecamatan Leuwisari. 8. Menyelenggarakan kegiatan pembinaan Pemerintah Desa. 9. Menyiapkan bahan pengembangan status desa menjadi kelurahan. 10. Menyelenggarakan fasilitasi penataan desa / kelurahan. 11. Memfasilitasi pengusulan legitimasi, pengangkatan, dan pemberhentian kepala desa.

II - 10

irmanf.wordpress.com
12. Melaksanakan pengambilan sumpah / janji dan pelantikan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN), Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN), Kepala Desa, Pimpinan dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di wilayah kerja Kecamatan Leuwisari. 13. Mengadakan pembinaan dan pengawasan terhadap penggunaan tanah dan aset Pemerintah Daerah di wilayah Kecamatan Leuwisari. 14. Menyelenggarakan pertimbangan pengangkatan Kepala Kelurahan. 15. Menyelenggarakan kegiatan penyusunan program, pembinaan

administrasi ketatausahaan dan rumah tangga kantor Camat Leuwisari. 16. Menyusun rencana strategis dan laporan akuntabilitas kinerja Kecamatan Leuwisari. 17. Melaksanakan Koordinasi operasional UPTD, Unit Pelaksana Teknis dan Unit Organisasi lainnya yang ada di lingkungan Kecamatan Leuwisari. 18. Memberi pertimbangan penilaian DP3 dan penilaian angka kredit bagi perangkat daerah yang ada di wilayah kerja Kantor Camat Leuwisari. 19. Membina dan mengembangkan serta memantau kegiatan perindustrian, perdagangan, pertambangan, kepariwisataan, perkoperasian, usaha kecil dan menengah dan ekonomi lemah, peternakan, pertanian, perkebunan perikanan dan kelautan. 20. Menyelenggarakan tugas pembantuan dibidang pendapatan sesuai dengan pelimpahan kewenangan dari bupati, yang taktis operasionalnya dibimbing oleh Dinas Pendapatan.

II - 11

irmanf.wordpress.com
21. Menyelenggarakan fasilitasi kegiatan organisasi sosial/ kemasyarakatan dan lembaga, swadaya masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Leuwisari. 22. Memberikan pelayanan perizinan dan rekomendasi sesuai dengan yang dilimpahkan oleh Bupati. 23. Mengadakan pemantauan, pengawasan, evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan tugas-tugas Kecamatan. 24. Mengadakan koordinasi dengan unit kerja terkait. b. Sekretaris Kecamatan Leuwisari 1. Menyusun rencana dan program kerja kesekretariatan meliputi rencana kerja bulanan, triwulan dan tahunan. 2. Menyusun Program Peningkatan Pelaksanaan Pengawasan, Melekat (P3 Waskat) dan realisasi P3 Waskat yang dibuktikan dengan daftar hadir. 3. Menyiapkan bahan rancangan dan dokumentasi Peraturan Perundangundangan kelembagaan dan tatalaksana. 4. Mengurus ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, rumah tangga dan perlengkapan kantor Camat Leuwisari termasuk ATK yang diperlukan dalam mekanisme administrasi perkantoran. 5. Mengurus naskah dinas dan kearsipan. 6. Mengelola kehumasan dan perpustakaan Kecamatan. 7. Menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Kecamatan. 8. Mengendalikan administrasi, Pendapatan Belanja dan Anggaran

Pembangunan di Kecamatan Leuwisari.

II - 12

irmanf.wordpress.com
9. Menyiapkan bahan laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). 10. Mengadakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan kecamatan. 11. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait. c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian 1. Menyusun Rencana Kerja Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. 2. Mengumpulkan, kepegawaian. 3. Menyiapkan bahan pembinaan kelembagaan, ketatalaksanaan dan mengolah dan menganalisa data administrasi

kepegawaian dilingkungan kecamatan. 4. Mengelola administrasi umum, meliputi kegiatan surat menyurat, kearsipan, perpustakaan, kehumasan, keprotokolan, dan menyiapkan rapatrapat kecamatan. 5. Mengelola perlengkapan dan rumah tangga kantor, pemeliharaan kendaraan dinas, alat tulis kantor dan peralatan lainnya untuk menunjang kelancaran tugas. 6. Mengevaluasi dan melaporkan hasil pelaksanaan tugas. d. Sub Bagian Program dan Keuangan 1. Menyusun rencana program kerja. 2. Menghimpun dan menyusun data kegiatan dari masing-masing seksi sebagai bahan penyusunan program kecamatan. 3. Menyiapkan bahan rencan strategis daerah dan melaporkan kinerja kecamatan.

II - 13

irmanf.wordpress.com
4. Mengelola anggaran keuangan kecamatan. 5. Menyiapkan bahan untuk kegiatan rapat koordinasi perencanaan

pembangunan daerah mulai dari tingkat kedusunan, desa dan kecamatan sebagai bahan usulan ketingkat kabupaten. 6. Menyiapkan bahan kegiatan rapat koordinasi dalam rangka penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah tingkat kecamatan. 7. Menyiapkan bahan laporan pertanggungjawaban anggaran dan pendapatan belanja kecamatan. 8. Mengevaluasi dan melaporkan tugas Sub Bagian Program dan Keuangan. e. Seksi Tata Pemerintahan 1. Menyusun rencana kegiatan bulanan, triwulan dan tahunan. 2. Melaksanakan pemerintahan. 3. Melaksanakan kegiatan dibidang pemerintahan desa yang meliputi : a) Menyiapkan bahan pengembangan status desa menjadi kelurahan b) Menyiapkan bahan fasilitas pengangkatan kepala kelurahan. c) Melaksanakan kegiatan fasilitas penyelenggaraan pemilihan kepala desa dan badan permusyawaratan desa (BPD). d) Menyiapkan bahan fasilitas penyusulan legitimasi dalam pengangkatan dan pemberhentian kepala desa. e) Menyiapkan bahan program pembinaan penyelenggaraan pemerintahan umum, pembinaan pemerintahan desa/ kelurahan dan pembinaan keagrarian/ pertanahan. pengumpulan mengolah dan menganalisis data

II - 14

irmanf.wordpress.com
f) Menyiapkan bahan pelaksanaan pengambilan sumpah/ janji dan pelantikan kepala desa pimpinan dan anggoata badan permusyawaratan desa (BPD). g) Menilai ataslaporan pertanggungjawaban kepala desa. h) Memfasilitasi penyelenggaraan kerjasama antar desa dan penyelesaian perselisihan antar desa. i) Memfasilitasi dalam penyusunan peraturan desa. 4. Melaksanakan penyusunan bahan penyelenggaraan lomba/ penilaian desa/ kelurahan tingkat kecamatan. 5. Menyiapkan bahan pembinaan kegiatan administrasi kependudukan. 6. Menginventarisasi penggunaan tanah dan asset pemerintah daerah atau kekayaan daerah lainnya yang ada di wilayah kecamatan leuwisari. 7. Membantu pelaksanaan terhadap pembebasan tanah milik dan pelepasan hak yang akan dipergunakan untuk kepentingan pembangunan serta peralihan status tanah dari tanah Negara menjadi hak milik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 8. Menyiapkan bahan kegiatan pembinaan ideologi Negara, persatuan bangsa, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga kemasyarakatan lainnya. 9. Membantu dalam hal penetapan peruntukan, proses pengalihan, dan perubahan staus tanah kekayaan desa serta pengalihan status tanah kekayaan desa yang berubah menjadi kelurahan. 10. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait.

II - 15

irmanf.wordpress.com
f. Seksi Ketentraman dan Ketentraman Umum 1. Menyusun rencana kegiatan bulanan, triwulan, dan tahunan. 2. Mengumpulkan, mengolah & menganalisis data ketentraman & ketertiban. 3. Menyiapkan bahan dan pembinaan bidang trantib serta kemasyarakatan. 4. Menyiapkan bahan kegiatan Polisi Pamong Praja meliputi kegiatan pembinaan, pengawasan dan operasi dalam rangka pemeliharaan ketentraman dan ketertiban di wilayah Kecamatan Leuwisari. 5. Mengadakan koordinasi dan pembinaan Kesatuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (LINMAS) di wilayah Kecamatan Leuwisari. 6. Menyiapkan bahan fasilitasi pembinaan kerukunan hidup antar umat beragama. 7. Menyiapkan bahan koordinasi penegakan atas pelaksanaan Peraturan daerah dan Keputusan Kepala Daerah serta Peraturan Perundang-undangan lainnnya di wilayah Kecamatan Leuwisari. 8. Menyiapkan konsep surat rekomendasi atas permohonan ijin HO dan keramaian atau perijinan lainnya dalam lingkup ketentraman & ketertiban. 9. Menyiapkan bahan pembinaan & pengendalian pertahanan masyarakat dalam melakukan usaha-usaha prevensif & refresif terhadap kemungkinan timbulnya bencana alam atau upaya menyelesaikan permasalahan lainnya yang terjadi pada masyarakat. 10. Menyiapkan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan seksi

ketentraman dan ketertiban umum. 11. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait.

II - 16

irmanf.wordpress.com
g. Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 1. Melaksanakan penyusunan rencana kerja Seksi Pemberdayaan Masyarakat untuk tahun anggaran 2009. 2. Melaksanakan pengumpulan data masyarakat yang memiliki kegiatan Usaha Kecil Menengah tiap desa sewilayah Kecamatan Leuwisari. 3. Melaksanakan penyusunan bahan Perencanaan Pembangunan di bidang pemberdayaan masyarakat pada pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Tiap Desa dan Kecamatan Leuwisari. 4. Melakukan koordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan KB mengenai perencanaan pelaksanaan kegiatan Proyek Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. 5. Melakukan koordinasi dengan kepala desa mengenai perencanaan kegiatan Proyek Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. 6. Melaksanakan evaluasi terhadap program yang dilaksanakan di bidang pembinaan pemberdayaan masyarakat. 7. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait, baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa mengenai pelaksanaan pembangunan bidang fisik yang dilakukan di wilayah Kecamatan Leuwisari, mulai dari perencanaan pelaksanaan dan evaluasi. 8. Menyiapkan data bahan fasilitasi pembinaan dan pengembangan ketenagakerjaan dan perburuhan. 9. Melakukan evaluasi terhadap program pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan di wilayah Kecamatan Leuwisari.

II - 17

irmanf.wordpress.com
10. Melaporkan setiap kegiatan seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa terhadap Camat dan instansi terkait. h. Seksi Kesejahteraan Rakyat 1. Menyusun rencana kegiatan bulanan, triwulan dan tahunan. 2. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data kesejahteraan rakyat. 3. Menyiapkan bahan fasilitasi penyelenggaraan Taman Kanak-kanak & Pendidikan Dasar. 4. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan program pendidikan, generasi muda, keolahragaan, kebudyaan, kepramukaan serta pemberdayaan perempuan. 5. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan kegiatan Program kesehatan masyarakat. 6. Menyiapkan bahan pembinaan kehidupan beragama, pendidikan,

kebudayaan, kesejahteraan rakyat dan pelayanan kesehatan. 7. Menyiapkan bahan koordinasi penyelenggaraan keluarga berencana. 8. Menyiapkan bahan pelaksanaan penyuluhan program Wajar Dikdas. 9. Mengkoordinasikan mmengenai pencegahan dan penanggulangan

penyalahgunaan obat, narkotika, psikotropika, zat adiktif dan bahan berbahaya lainnya di wilayah Kecamatan Leuwisari dengan unit kerja terkait. 10. Menyiapkan bahan pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN).

II - 18

irmanf.wordpress.com
11. Menyiapkan masyarakat. 12. Memfasilitasi pembinaan organisasi sosial/ kemasyarakatan dan bahan program pembinaan kegiatan pemberdayaan

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan atau Lembaga Masyarakat Sekolah (Dewan/ Komite Sekolah). 13. Menyiapkan bahan pembinaan lembaga adat dan suku terasing. 14. Menyusun program pembinaan dalam rangka pencegahan dan

penanggulangan masalah sosial serta bencana alam dan pengungsi. 15. Menyusun program pembinaan dalalm meningkatkan kesejahteraan rakyat. 16. Menyiapkan bahan pembinaan pelayanan dan bantuan sosial, pembinaan kepemudaan dan olahraga. 17. Memantau, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan yang berhubungan dengan kesejahteraan rakyat. 18. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait. i. Seksi Ekonomi dan Pendapatan 1. Menyusun rencana kegiatan bulanan, triwulan, dan tahunan. 2. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data bidang pendapatan di wilayah Kecamatan Leuwisari. 3. Menyusun konsep program kegiatan pungutan di bidang perpajakan dan pendapatan daerah untuk memenuhi tercapainya target pendapatan Kantor Camat Leuwisari.

II - 19

irmanf.wordpress.com
4. Melaksanakan kegiatan pungutan dalam hal perpajakan/ retribusi daerah untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber di wilayah Kecamatan Leuwisari. 5. Menyusun bahan rekomendasi atas usul permohonan pertimbangan karena keberatan terhadap beban pajak dari masyarakat. 6. Menyiapkan bahan fasilitasi perpajakan dan retribusi daerah. 7. Mengadakan konsultasi dan koordinasi dengan unsure dinas atau lembaga teknis yang terkait di bidang perpajakan dan pendapatan daerah. 8. Melaksanakan kegiatan penggalian sumber-sumber pendapatan daerah di wilayah Kecamatan Leuwisari yang teknis pelaksanaannya dibina oleh Dinas Pendapatan Kabupaten Tasikmalaya. 9. Memantau, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan bidang pendapatan di Kecamatan Leuwisari. 10. Melaksanakan tugas yang bersifat insidentil dan tugas lain yang diperintahkan Camat. 11. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait. j. Penanggungjawab Aplikasi Presensi 1. Bertanggungjawab pada keseluruhan aplikasi. 2. Menyerahkan Rekapitulasi Berkas Presensi Kepegawaian kepada camat pada setiap bulannya. k. Operator Komputer 1. Menjalankan dan mengolah data Presensi Kepegawaian. pendaftaran dan penyuluhan di bidang

II - 20

irmanf.wordpress.com
2. Membuat laporan harian Presensi Kepegawaian. 3. Merawat Aplikasi Presensi Kepegawaian.

2.7. Lokasi Kantor Kecamatan Leuwisari

U

S

Gambar 2.3. Lokasi Kantor Kecamatan Leuwisari

irmanf.wordpress.com
BAB III METODE DAN LANDASAN TEORI

3.1.

Metode Penelitian Metode penelitian terbagi kedalam dua bagian, metode pengumpulan data

yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam pengembangan sistem dan metode perancangan yaitu teknik perancangan yang dilakukan untuk melakukan pengembangan sistem.

3.1.1. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam pembangunan aplikasi presensi kepegawaian sangat penting dilakukan sebagai awal dalam penelitian sebelum masuk ke perancangan sistem. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Teknik Kepustakaan Teknik kepustakaan dilakukan dengan cara mengumpulkan data, bahanbahan tertulis dengan cara mempelajari serta membaca buku-buku dan media lain yang berhubungan dengan pembahasan masalah yang akan diuraikan dalam laporan ini. 2. Teknik Lapangan atau Observasi Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mendatangi langsung lokasi penelitian untuk mempelajari objek yang dipilih dan untuk mendapatkan

III - 1

III - 2

irmanf.wordpress.com
data-data yang akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi tersebut. 3. Teknik Wawancara Dalam hal ini wawancara atau konsultasi secara langsung dengan pembimbing lapangan dan beberapa narasumber untuk memperoleh data-data dan informasi yang dibutuhkan.

3.1.2. Metode Perancangan Metode perancangan yang digunakan pada aplikasi presensi kepegawaian yang akan dibangun ini menggunakan pendekatan berorientasi data atau terstruktur yaitu Linier Sequential Model, model proses ini sering disebut sebagai Waterfall atau Classic Life Cycle Model menyarankan pendekatan yang sistematis dan sekuensial dalam pengembangan perangkat lunak yang dimulai pada level sistem dan bergerak maju mulai tahap analysis, design, coding, testing. [Hanif, 2006].

Gambar 3.1. Metode Waterfall

III - 3

irmanf.wordpress.com
System atau Information Engineering, yaitu melaksanakan pengumpulan data dan penetapan kebutuhan semua elemen sistem. System Analysis, yaitu melaksanakan analisis terhadap permasalahan yang dihadapi dan menetapkan kebutuhan perangkat lunak, fungsi performansi dan interfacing. Design, yaitu menetapkan domain informasi untuk perangkat lunak, fungsi dan interfacing. Coding, yaitu pengkodean yang mengimplementasikan hasil design ke dalam kode atau bahasa yang dimengerti oleh mesin komputer dengan menggunakan bahasa pemrograman. Dan Testing, yaitu melaksanakan pengujian kebenaran logik dan fungsional. Disini akan diketahui kekurangan-kekurangan yang terjadi pada program. Serta Maintenance, yaitu menangani perangkat lunak yang sudah selesai supaya dapat berjalan dan terhindar dari gangguan-gangguan yang menyebabkan kerusakan.

3.2.

Landasan Teori

3.2.1. Konsep Dasar Sistem Informasi Sistem informasi dapat diartikan himpunan prosedur-prosedur yang bila dieksekusi atau dijalankan dapat memberikan informasi untuk pengambilan keputusan, komunikasi dan atau mengendalikan suatu organisasi. John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa ada enam blok komponen pembangun sistem informasi, yaitu sebagai berikut : 1. Blok Masukan : mewakili data yang masuk ke dalam sistem, termasuk media dan metode untuk menangkap data.

III - 4

irmanf.wordpress.com
2. Blok Model : terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematika untuk memanipulasi data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. 3. Blok Keluaran : informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem. 4. Blok Teknologi : piranti untuk menerima masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan keluaran, dan mengendalikan sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari tiga bagian, yaitu hardware, software dan brainware. 5. Blok Basis Data : kumpulan data yang saling terkait, tersimpan di perangkat keras dan dipergunakan untuk menghasilkan informasi. 6. Blok Kendali : untuk menjaga agar sistem berfungsi sebagaimana yang diinginkan, misalnya dari gangguan bencana alam, sabotase dan lain-lain.

3.2.2. Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen Sistem informasi manajemen merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. [Hanif Al Fatta. 2006]

Gambar 3.2. Tingkatan manajemen

III - 5

irmanf.wordpress.com
1) Manajemen tingkat atas (top level management) terdiri dari : direktur utama (president), direktur (vice manager) dan eksekutip lainnya. 2) Manajemen tingkat menengah (middle level management) terdiri dari : manajer-manajer divisi dan manajer-manajer cabang. 3) Manajemen tingkat bawah (lower level management) disebut operating management meliputi mandor dan pengawas. Dalam sistem informasi manajemen terdapat yang namanya pengambilan keputusan dari setiap tingkatan manajemen. Pengambilan keputusan tersebut dapat diartikan sebagai tindakan manajemen didalam pemilihan alternatif untuk mencapai sasaran. Keputusan oleh manajemen dapat diklasifikasikan kedalam tiga tipe pengambilan keputusan, yaitu : 1. Keputusan tidak terstruktur (unstructured decision), mempunyai sifat : 1) Tidak terjadi berulang-ulang 2) Tidak terprogram 3) Tidak terstruktur 4) Tidak mudah diprediksi 5) Informasi tidak mudah tersedia Keputusan ini dilakukan oleh manajemen tingkat atas, pengalaman manajer merupakan hal sangat penting didalam pengambilan keputusan ini. Misalnya keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain. 2. Keputusan setengah terstruktur (semi structured decision), sifatnya adalah sebagian yang dapat diprogram sehingga masih membutuhkan pertimbangan, keputusan tipe ini seringnya rumit dan membutuhkan perhitungan-perhitungan

III - 6

irmanf.wordpress.com
serta analisis yang rinci. Misalnya adalah keputusan membeli sistem komputer yang lebih canggih. 3. Keputusan terstruktur (structured decision), mempunyai sifat : 1) Berulang-ulang 2) Terprogram 3) Terstruktur 4) Mudah diprediksi 5) Informasi umumnya mudah tersedia Keputusan ini dilakukan oleh manajemen tingkat bawah, misalnya adalah keputusan pemesanan barang, keputusan piutang dan lain sebagainya.

3.2.3. Konsep Dasar Pengembangan Sistem Pengembangan sistem (system development) dapat diartikan menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu dikembangkan disebabkan karena adanya permasalahan-permasalahan. [Hanif Al Fatta. 2006] Adanya permasalahan yang timbul di sistem yang lama dapat berupa : 1. Ketidakberesan : dapat berupa kecurangan-kecurangan di sengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin, kesalahan-kesalahan yang tidak di sengaja, tidak efisiennya operasi dan tidak ditaatinya kebijakan manajemen.

III - 7

irmanf.wordpress.com
2. Pertumbuhan organisasi : dengan pertumbuhan suatu organisasi sehingga harus disusunnya sistem yang baru, diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin meluas, volume pengolahan data semakin meningkat. 3. Meraih kesempatan (opportunities) : dalam keadaan pasar, persaingan untuk meraih kesempatan dapat memanfaatkan kecepatan informasi atau efisiensi waktu, yaitu dengan memanfaatkan teknologi informasi, jika tidak maka kesempatan-kesempatan akan jatuh ke tangan pesaing. 4. Adanya instruksi-instruksi (directives) : penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi dari pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah. Karena adanya permasalahan-permasalahan diatas, maka sistem yang baru perlu dikembangkan untuk memecahkan permasalahan tersebut.

3.2.4. Konsep Basis Data Basis data terdiri dari dua kata yaitu Basis dan Data. Basis dapat diartikan gudang atau tempat berkumpul. Sedangkan data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek. [Janner Simarmata. 2006] Basis Data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang tertentu, diantaranya : a. Basis Data dapat diartikan kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundancy ) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

III - 8

irmanf.wordpress.com
b. Basis Data dapat diartikan sebagai kumpulan file-file yang saling berelasi, dan relasi tersebut biasanya ditunjukan dengan kunci dari tiap file yang ada, yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

Basis data memiliki beberapa istilah, adapun istilah-istilah dalam basis data diantaranya : a. Entity merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain, misalnya orang, tempat, kejadian, atau konsep yang informasinya direkam. b. Atribut merupakan sesuatu hal yang mendeskripsikan karakteristik (property) dari entitas. c. Data value (nilai atau isi data) adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada atribut. d. Record (Tupel) yaitu kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. e. File merupakan kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda-beda data valuenya. f. Database Management Sistem (DBMS) merupakan kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk mengelolanya. Database

merupakan kumpulan datanya, sedang program pengelolanya berdiri sendiri dalam satu paket program yang berfungsi untuk membaca data, mengisi data, menghapus data serta melaporkan data dalam database.

III - 9

irmanf.wordpress.com
3.2.5. Konsep Sistem Basis Data Basis Data hanyalah sebuah objek yang pasif dan tidak akan berguna jika tidak ada pengelolanya, yang menjadi pengelola secara langsung adalah program atau aplikasi. Gabungan dari keduanya menghasilkan sistem. Secara umum sebuah sistem basis data merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan file yang saling berhubungan dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai dan atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi filefile tersebut. [Kusrini, M.Kom. 2007.]

Gambar 3.3. Sistem Basis Data

III - 10

irmanf.wordpress.com

Gambar 3.4. Struktur Sistem Basis Data Keseluruhan

3.2.6. Alat Pemodelan Sistem a. Bagan Alir Sistem Bagan alir sistem (system flowchart) merupakan bagan yang menunjukan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urutan-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem dan menunjukan apa yang dikerjakan di dalam sistem. Simbol-simbol yang digunakan dalam bagan alir sistem, adalah : Simbol Dokumen Fungsi Menunjukan dokumen input dan output baik untuk proses manual, mekanik maupun komputer. Menunjukan pekerjaan atau proses yang dilakukan secara manual.

Kegiatan Manual

III - 11

irmanf.wordpress.com
Proses Menunjukan kegiatan proses operasi program komputer. dari

Garis Alir (Flow Lines Symbol )

Menunjukan arus dari proses.

Penghubung

Menunjukan penghubung ke halaman yang masih sama atau ke halaman yang lain. Menunjukan pengarsipan file nonkomputer yang diurut sesuai angka ( Numerical ). Menunjukan tujuan akhir suatu alir data atau sebagai awal dan akhir dari suatu bagan alir data. Menunjukan tempat penyimpanan data dalam harddisk

Simpanan Off Line
N

Terminator

Harddisk

Tabel 3.1. Simbol-simbol bagan alir sistem ( Flowchart System ) b. Diagram Aliran Data Melalui suatu teknik analisa data struktur yang disebut Diagram Aliran Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD), penganilisis sistem dapat

merepresentasikan proses-proses data di dalam organisasi. Pendekatan aliran data dapat menekankan logika yang mendasari sistem. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau baru yang dikembangkan secara logika. Empat simbol dasar yang digunakan dalam DFD, adalah :

III - 12

irmanf.wordpress.com
Simbol Entitas Fungsi Digunakan untuk menggambarkan suatu entitas eksternal, yang dapat mengirim data atau menerima data dari sistem. Digunakan untuk menunjukan aliran data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.

Aliran Data

Proses

Simpanan Data

Digunakan untuk menunjukan kegiatan atau kerja yang dilakukan orang, mesin atau komputer. Proses harus diberi nama yang jelas untuk memudahkan menangani proses. Digunakan untuk menunjukan simpanan dari data.

Tabel 3.2. Simbol-simbol Diagram Aliran Data c. Entity-Relationship Diagram (ER-D) ER-Model dapat didefinisikan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data, didasarkan pada persepsi bahwa “real world” terdiri dari objek-objek dasar yang memiliki relasi antar objek. Pada ER-Model, data yang ada di dunia nyata ditransformasikan dengan memanfaatkan sejumlah perangkat konseptual menjadi sebuah digram data, yang umum disebut Entity Relationship Diagram. Komponen-komponen pembentuk ER-Model : 1. Entitas, yaitu individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. 2. Atribut, yaitu hal yang mendeskripsikan karakteristik dari entitas.

III - 13

irmanf.wordpress.com
3. Relasi yang menunjukan adanya hubungan antara sejumlah entitas. 4. Kardinalitas yang menunjukan jumlah maksimal entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain, yang dapat berupa : a) Satu ke satu (One-to-one) b) Satu ke banyak (On- to-Many) atau banyak ke satu (Many-to-One) c) Banyak ke banyak (Many-to-many) ER-Model berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut dan dapat digambarkan lebih sistematis dengan menggunakan Entity Relationship Diagram (ER-D). Notasi yang digunakan dalam ER-D adalah : Simbol Persegi Panjang Fungsi Menyatakan himpunan entitas.

Lingkaran atau Elips

Menyatakan atribut. Atribut yang berfungsi sebagai key diberi garis bawah. Menyatakan himpunan relasi.

Belah Ketupat

Garis

Sebagai penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atributnya. Menyatakan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain.

Kardinalitas Relasi 1 dan 1 ( Satu ke Satu ) 1 dan N ( Satu ke Banyak ) N dan N ( Banyak ke Banyak )

Tabel 3.3. Notasi Simbolik ER-D

III - 14

irmanf.wordpress.com
d. Dialog Layar Rancangan dialog layar merupakan rancang bangun dari percakapan antara pemakai sistem dengan komputer, percakapan ini dapat terdiri dari proses memasukan data ke sistem, menampilkan output informasi kepada user atau keduanya. Simbol dialog layar :

Gambar 3.5. Simbol Dialog Layar Keterangan : 1 : Nomor layar dialog 2 : Nama layar dialog 3 : Aksi yang dituju jika kembali ke menu sebelumnya

3.2.7. Visual Basic 6.0 Visual Basic 6.0 adalah bahasa pemrograman Windows yang berbasis grafis (GUI, Graphical User Interface). Sifat bahasa pemrogramannya adalah even-driven, artinya program akan berjalan jika ada respon dari pemakai berupa kejadian tertentu (tombol ditekan, mouse ditekan, dan lain-lain). Saat event terjadi maka kode yang berhubungan dengan event akan dijalankan. Dalam Visual Basic 6.0, pembuatan aplikasi dimulai dengan

memperkirakan kebutuhan, merancang tampilan dan selanjutnya diikuti dengan pembuatan kode untuk program tersebut. [Firdaus, 2005.] Beberapa kemampuan dari Visual Basic antara lain sebagai berikut : a. Membuat program aplikasi berbasis Windows.

III - 15

irmanf.wordpress.com
b. Membuat objek-objek pembantu program, misalnya file help, kontrol ActiveX dan sebagainya. c. Menguji program dan menghasilkan program akhir berekstensi EXE yang dapat langsung dieksekusi atau dijalankan.

3.2.8. Microsoft Access Microsoft Access adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Powerpoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna. Versi terakhir adalah Microsoft Access 2010 yang termasuk ke dalam Microsoft Office System 2010. Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna atau programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

III - 16

irmanf.wordpress.com
Microsoft Access digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data. Access juga dapat digunakan sebagai sebuah basis data untuk aplikasi web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server Pages (ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi. Beberapa pengembang aplikasi profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi secara cepat (digunakan sebagai Rapid Application Development atau RAD tool), khususnya untuk pembuatan purwarupa untuk sebuah program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman. Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat klien atau server. Meskipun demikian, tampilan muka Access (form, report, query, dan kode Visual Basic) yang dimilikinya dapat digunakan untuk menangani basis data yang sebenarnya diproses oleh sistem manajemen basis data lainnya, seperti halnya Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft

III - 17

irmanf.wordpress.com
Access), Microsoft SQL Server, Oracle Database, dan beberapa produk lainnya yang mendukung ODBC. Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrograman Structured Query Language (SQL). Query dapat dilihat dan disunting sebagai statemenstatemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.

irmanf.wordpress.com
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.

Analisis Sistem Sebuah sistem untuk dapat bisa dilakukan perbaikan-perbaikan diperlukan

adanya analisis sistem. Dimana sistem yang ada di analisis agar lebih mudah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi sistem informasi tersebut. Sehingga akan diketahui sebuah alternatif pemecahan masalah yang timbul dalam proses analisis sistem.

4.1.1. Analisis Prosedur Prosedur sistem presensi kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari meliputi beberapa entitas yang terlibat di dalamnya, diantaranya : Pegawai, Camat yang merupakan bagian dari entitas Pegawai, dan Bag. Kepegawaian yang juga merupakan bagian dari entitas Pegawai.

4.1.2. Prosedur Sistem Yang Berjalan Prosedur sistem presensi kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari masih dilakukan secara sederhana. Berikut prosedur yang masih digunakan :

IV - 1

IV - 2

irmanf.wordpress.com
Operator
Mulai

Pegawai

Camat

Mengumpul kan Data Pegawai

Data Pegawai

Arsip

Membuat Daftar Hadir Pegawai

Mengisi Daftar Hadir

Daftar Hadir Pegawai

Arsip

Menyerah kan Daftar Hadir

Membuat laporan presensi

Laporan Presensi

Menandat angani Laporan Presensi

Arsip

Selesai

Gambar 4.1. Prosedur sistem presensi kepegawaian

IV - 3

irmanf.wordpress.com
4.1.3. Analisis Masalah a. Identifikasi Penyebab Masalah Sistem presensi kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari masih dilakukan secara sederhana. Dengan menggunakan media kertas sebagai arsip dalam pencatatan kehadiran pegawainya. Hal ini bisa menimbulkan masalah di kemudian hari seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya Kecamatan Leuwisari. Penggunaan kertas tersebut kurang efektif jika digunakan untuk media penyimpanan data presensi pegawai. Hal ini menyebabkan menumpuknya arsiparsip presensi pegawai yang terus bertambah setiap harinya. Di samping itu, jika suatu saat diperlukan arsip terdahulu maka yang dilakukan adalah mencari arsiparsip yang tersimpan. Dibutuhkan waktu yang lama untuk mencari arsip yang tersimpan tersebut. Arsip tersebut juga bisa saja hilang atau rusak. Hal ini juga menjadi salah satu masalah yang timbul dalam penggunaan kertas sebagai media penyimpanan data presensi pegawai.

b.

Identifikasi Titik Keputusan Melihat banyaknya masalah yang timbul, dapat disimpulkan bahwa perlu

adanya sebuah aplikasi untuk menampung pencatatan presensi pegawai di Kantor Kecamatan Leuwisari, atau lebih sering disebut sistem yang terkomputerisasi. Dengan aplikasi tersebut, masalah-masalah yang timbul dapat terselesaikan. Dan kinerja Kantor Kecamatan Leuwisari dalam hal pengarsipan data bisa maksimal.

IV - 4

irmanf.wordpress.com
4.1.4. Hasil Analisis a. Hasil Identifikasi Penyebab Masalah Dari masalah-masalah yang timbul, maka dengan digunakannya sistem presensi kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari yang terkomputerisasi bisa menyelesaikan masalah tersebut. Dan dimaksudkan untuk : 1. 2. 3. Mempermudah dan mempercepat pencarian berkas-berkas Menampung pencatatan presensi kepegawaian dalam jumlah banyak Mempermudah pengolahan sistem presensi kepegawaian

b.

Hasil Identifikasi Titik Keputusan Keputusan yang diambil untuk menyelesaikan masalah yang timbul adalah

dengan penggunaan sistem komputerisasi. Dengan mengimplementasikan sistem komputerisasi tersebut, dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah yang timbul dalam sistem yang sekarang masih digunakan.

4.1.5. Prosedur Sistem Usulan Setelah dilakukan analisis, berikut prosedur sistem usulan pengolahan data presensi kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari :

IV - 5

irmanf.wordpress.com

Gambar 4.2. Prosedur sistem usulan

IV - 6

irmanf.wordpress.com
4.1.6. Analisis Kebutuhan Sistem a. Kebutuhan Masukan Masukan yang dibutuhkan dalam sistem presensi kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari sebagai berikut : 1. Data Pegawai dengan atribut NIP, Nama, Alamat, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Agama, Status, No Telepon, Kode Pangkat, Kode Jabatan, TMT Jabatan, TMT Pangkat, TMT CPNS, Sekolah Terakhir, Jurusan, Tahun Lulus, Diklat, Tahun Diklat, Username, Password 2. 3. 4. Data Pangkat dengan atribut Kode Pangkat, Nama Pangkat, Keterangan. Data Jabatan dengan atribut Kode Jabatan, Nama Jabatan, Keterangan. Data Presensi dengan atribut NIP, Tanggal, Jam Masuk, Jam Keluar, Masuk, Pulang. 5. Data Pengguna dengan atribut Username, Password, Tipe.

b.

Kebutuhan Keluaran Keluaran yang dibutuhkan dalam sistem presensi kepegawaian di Kantor

Kecamatan Leuwisari sebagai berikut : 1. 2. Laporan presensi pegawai. Laporan data pegawai.

c. 1.

Konfigurasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak Spesifikasi Perangkat Keras Perangkat keras yang diusulkan adalah sebagai berikut :

IV - 7

irmanf.wordpress.com
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Komponen Spesifikasi Processor 800 Mhz ~ lebih tinggi Memory 256 MB ~ lebih tinggi VGA Card On-Board Optical Drive CD/CD-RW/DVD/DVD-RW Harddisk 40 GB ~ lebih tinggi Keyboard Standar Mouse Standar Printer Standar Monitor 14 inch ~ lebih tinggi Tabel 4.1. Kebutuhan Perangkat Keras

2.

Spesifikasi Perangkat Lunak Klasifikasi perangkat lunak yang diajukan adalah sebagai berikut :

No 1 2 3 4

Nama Komponen Spesifikasi Sistem Operasi Microsoft Windows XP Pro SP3 Aplikasi Pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 Aplikasi Basis Data Microsoft Access 2003 Aplikasi Laporan Data Report 6.0 Tabel 4.2. Kebutuhan Perangkat Lunak

4.2.

Perancangan Sistem

4.2.1. Metode Perancangan Langkah-langkah perancangan sistem yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Mengumpulkan data di lapangan yang diperlukan dan mempelajarinya untuk penyusunan rancangan sistem informasi yang akan dibuat. b. Menentukan desain kebutuhan masukan dan keluaran untuk perancangan sistem informasi yang akan dibuat. Sehingga dapat mempermudah untuk mengevaluasi kekurangan yang akan muncul pada sistem.

IV - 8

irmanf.wordpress.com
Metode perancangan sistem yang digunakan adalah metode dengan pendekatan terstruktur dengan alat bantu perancangan sistem informasi menggunakan Diagram Aliran Data dan alat bantu perancangan basis data menggunakan Entity-Relationship Diagram (ER-D).

4.2.2. Diagram Aliran Data a. Diagram Konteks

Gambar 4.3. Diagram konteks

IV - 9

irmanf.wordpress.com
b. DFD level 1 sistem presensi kepegawaian

Gambar 4.4. DFD level 1 sistem presensi kepegawaian

IV - 10

irmanf.wordpress.com
c. DFD level 2 Proses 2 Pengolahan Data
Informasi Pengguna Informasi Jabatan Data Pengguna

Data Jabatan Informasi Pangkat Data Pangkat

Operator

Informasi Presensi Data Presensi

Data Pegawai Informasi Pegawai

2.1 Pengolahan Data Jabatan

2.2 Pengolahan Data Pangkat

Data Pangkat

2.3 Pengolahan Data Pegawai

2.4 Pengolahan Data Presensi

2.5 Manajemen Pengguna

Data Jabatan Record Data Jabatan Jabatan Record Data Pangkat

Data Pangkat

Data Pegawai Record Data Pegawai

Data Presensi

Data Pengguna Record Data Pengguna Pengguna

Record Data Data Presensi Pegawai

Pangkat Data Jabatan

Pegawai

Presensi

Gambar 4.5. DFD level 2 Proses 2 Pengolahan Data

d.

DFD level 2 Proses 3 Presensi

Gambar 4.6. DFD level 2 Proses 3 Presensi

IV - 11

irmanf.wordpress.com
e. DFD level 2 Proses 4 Pembuatan Laporan

Gambar 4.7. DFD level 2 Proses 4 Pembuatan Laporan

f.

DFD level 3 Proses 2.1. Pengolahan Data Jabatan
Informasi Jabatan Data Jabatan Operator Data Jabatan

Data Jabatan Informasi Jabatan

2.1.1 Tambah Data Jabatan

2.1.2 Ubah Data Jabatan

2.1.3 Hapus Data Jabatan

Data Jabatan

Record Data Jabatan

Data Jabatan

Jabatan

Record Data Jabatan

Gambar 4.8. DFD level 3 Proses 2.1. Pengolahan Data Jabatan

IV - 12

irmanf.wordpress.com
g. DFD level 3 Proses 2.2. Pengolahan Data Pangkat

Gambar 4.9. DFD level 3 Proses 2.2. Pengolahan Data Pangkat

h.

DFD level 3 Proses 2.3. Pengolahan Data Pegawai

Gambar 4.10. DFD level 3 Proses 2.3. Pengolahan Data Pegawai

IV - 13

irmanf.wordpress.com
i. DFD level 3 Proses 2.4. Pengolahan Data Presensi
Informasi Presensi Operator Informasi Presensi Data Presensi Informasi Presensi Data Presensi

2.4.1 Hapus Data Presensi

2.4.2 Cari Data Presensi

2.4.3 Menampilkan Informasi Presensi

Record Data Presensi Record Data Presensi

Presensi

Record Data Presensi

Gambar 4.11. DFD level 3 Proses 2.4. Pengolahan Data Presensi

j.

DFD level 3 Proses 2.5. Manajemen Pengguna

Gambar 4.12. DFD level 3 Proses 2.5. Manajemen Pengguna

IV - 14

irmanf.wordpress.com
4.2.3. Perancangan Basis Data a. Entity-Relationship Diagram (ER-D)

Gambar 4.13. ER-D Sistem Presensi Kepegawaian

b. 1.

Kamus Data Pegawai : *NIP, Nama, Alamat, Status, Tempat_Lahir, No_Telepon, TMT_Pangkat, Tanggal_Lahir, **Kode_Pangkat, TMT_CPNS,

Jenis_Kelamin, **Kode_Jabatan,

Agama,

TMT_Jabatan,

Sekolah_Terakhir, Jurusan, Tahun_Lulus, Diklat, Tahun_Diklat, Username, Password 2. 3. Pangkat Jabatan : *Kode_Pangkat, Nama_Pangkat, Keterangan. : *Kode_Jabatan, Nama_Jabatan, Keterangan.

IV - 15

irmanf.wordpress.com
4. Presensi : **NIP, Tanggal, Jam_Masuk, Jam_Keluar, Presensi_Masuk, Presensi_Pulang. 5. Pengguna : *User_ID, Password, Tipe Keterangan :* ** : Primary Key : Foreign Key

c.

Struktur Tabel : pegawai : Harddisk : NIP : Kopang, Kojab Tipe Ukuran Keterangan C 10 No Induk Pegawai. Jika pegawai honorer maka no induk nya berupa no urut. C 25 Nama pegawai C 100 Alamat pegawai C 20 Tempat lahir pegawai D Tanggal lahir pegawai C 10 Jenis kelamin pegawai (Laki-laki / Perempuan) C 10 Agama yang dianut pegawai C 10 Status pegawai (Kawin / Belum Kawin) C 15 No telepon pegawai C 10 Kode pangkat pegawai C 10 Kode jabatan pegawai D Terhitung mulai tanggal jabatan pegawai D Terhitung mulai tanggal pangkat pegawai D Terhitung mulai tanggal CPNS pegawai C 50 Pendidikan terakhir pegawai C 30 Jurusan pendidikan terakhir C 4 Tahun lulus pendidikan terakhir pegawai C 50 Diklat yang pernah diikuti

Nama Tabel Media Penyimpanan Primary Key Foreign Key Atribut *NIP

Nama Alamat Tmpt_Lahir Tgl_Lahir Jenis_Kelamin Agama Status No_Tlp **Kopang **Kojab TMT_Jabatan TMT_Pangkat TMT_CPNS Sekolah_Terakhir Jurusan Thn_Lulus Diklat

IV - 16

irmanf.wordpress.com
pegawai Tahun diklat yang pernah diikuti pegawai C 50 Username yang digunakan pegawai untuk mengisi daftar hadir. C 50 Password yang digunakan pegawai untuk mengisi daftar hadir. Tabel 4.3. Struktur Tabel Pegawai C 4

Thn_Diklat Username

Password

Nama Tabel Media Penyimpanan Primary Key Foreign Key Atribut *Kopang Nm_Pangkat Ket

: pangkat : Harddisk : Kopang :Tipe Ukuran Keterangan C 10 Kode pangkat pegawai C 30 Nama pangkat pegawai C 100 Keterangan lainnya Tabel 4.4. Struktur Tabel Pangkat

Nama Tabel Media Penyimpanan Primary Key Foreign Key Atribut *Kojab Nm_Jabatan Ket

: jabatan : Harddisk : Kojab :Tipe Ukuran Keterangan C 10 Kode jabatan pegawai C 30 Nama jabatan pegawai C 100 Keterangan lainnya Tabel 4.5. Struktur Tabel Jabatan

Nama Tabel Media Penyimpanan Primary Key Foreign Key Atribut **NIP

: presensi : Harddisk :: NIP Tipe Ukuran Keterangan C 10 No Induk Pegawai. Jika pegawai honorer maka no induk nya berupa no urut.

IV - 17

irmanf.wordpress.com
Tgl Jam_Masuk Jam_Keluar Masuk Tanggal mengisi presensi Jam masuk pegawai Jam pulang pegawai Inisialisasi apakah pegawai mengisi presensi pada saat jam masuk. Format : Y / N C 1 Inisialisasi apakah pegawai mengisi presensi pada saat jam pulang. Format : Y / N Tabel 4.6. Struktur Tabel Presensi D T T C 1

Pulang

Nama Tabel Media Penyimpanan Primary Key Foreign Key Atribut *User_ID Pass Tipe

: daftar_pengguna : Harddisk : User_ID :Tipe Ukuran Keterangan C 50 User ID pengguna C 50 Password pengguna C 50 Tipe pengguna (Administrator / Pengguna) Tabel 4.7. Struktur Tabel Pengguna

Keterangan Tipe Data : C D N T

: Character (karakter) : Date (tanggal) : Numeric (numerik/angka) : Time (waktu/jam)

4.2.4. Spesifikasi Proses a. Form Login Proses 1 Login Masukan Keluaran : User_ID, Password : Akses masuk ke aplikasi

IV - 18

irmanf.wordpress.com
Proses : Operator memilih User_ID dan mengetikkan Password. Menekan tombol ‘Masuk’ untuk masuk ke aplikasi dan menekan tombol ‘Keluar’ jika mau keluar dari aplikasi. Setelah menekan tombol ‘Masuk’, aplikasi mencari User_ID dan Password dari database Pengguna. Jika cocok maka masuk ke aplikasi, jika tidak cocok atau tidak terdaftar akan keluar pemberitahuan. Aplikasi akan melakukan verifikasi berdasarkan tipe pengguna. Jika tipe pengguna ‘Administrator’ maka akan tampil menu utama. Jika tipe pengguna ‘Pengguna’ maka akan tampil form pengisian daftar hadir.

b.

Form Presensi Proses 3.1. Mengisi Daftar Hadir Jam Masuk Masukan Keluaran Proses : NIP : Data presensi pegawai bertambah pada database : Pegawai dalam keadaan login. Aplikasi mencari dari database Presensi berdasarkan NIP dan Tanggal saat ini. Jika belum ada dalam database, maka Pegawai menekan tombol ‘Masuk’ untuk mencatat jam masuk presensi.

Proses 3.2. Mengisi Daftar Hadir Jam Pulang Masukan Keluaran : NIP : Data presensi pegawai berubah dan bertambah pada database

IV - 19

irmanf.wordpress.com
Proses : Pegawai dalam keadaan login. Aplikasi mencari dari database Presensi berdasarkan NIP dan Tanggal saat ini. Jika sudah ada dalam database, maka Pegawai menekan tombol ‘Pulang’ untuk mencatat jam pulang presensi.

c.

Form Pembuatan Laporan Proses 4.1. Pembuatan Laporan Pegawai Masukan Keluaran :: Daftar Pegawai ditampilkan di layar ataupun dicetak lewat printer. Proses : Operator menekan tombol ‘Lihat’ untuk menampilkannya pada layar terlebih dahulu sebelum dicetak, dan menekan tombol ‘Cetak’ jika ingin langsung mencetaknya.

Proses 4.2. Pembuatan Laporan Presensi Masukan Keluaran : Tanggal : Daftar Presensi ditampilkan di layar ataupun dicetak lewat printer. Proses : Operator memilih dulu Tanggal berapa laporan Presensi akan dicetak. Kemudian menekan tombol ‘Lihat’ untuk

menampilkannya pada layar terlebih dahulu sebelum dicetak, dan menekan tombol ‘Cetak’ jika ingin langsung mencetaknya.

IV - 20

irmanf.wordpress.com
d. Form Pengolahan Data Jabatan Proses 2.1.1. Tambah Data Jabatan Masukan Keluaran Proses : Kode_Jabatan, Nama_Jabatan, Keterangan : Data jabatan bertambah pada database : Operator menekan tombol ‘Tambah’ dan mengetikkan Kode_Jabatan, Nama_Jabatan, Keterangan dan menekan tombol ‘Simpan’. Maka data Jabatan pada database bertambah. Jika proses penyimpanan sukses atau gagal, akan tampil

pemberitahuan.

Proses 2.1.2. Ubah Data Jabatan Masukan Keluaran Proses : Kode_Jabatan : Data jabatan berubah pada database : Operator mencari terlebih dahulu data Jabatan yang akan diubah. Kemudian menekan tombol ‘Ubah’ dan merubah Kode_Jabatan, Nama_Jabatan, Keterangan jika diperlukan dan menekan tombol ‘Simpan’. Maka data Jabatan pada database berubah. Jika proses penyimpanan sukses atau gagal, akan tampil pemberitahuan.

Proses 2.1.3. Hapus Data Jabatan Masukan Keluaran : Kode_Jabatan : Data jabatan berkurang pada database

IV - 21

irmanf.wordpress.com
Proses : Operator mencari terlebih dahulu data Jabatan yang akan dihapus. Kemudian menekan tombol ‘Hapus’. Maka data Jabatan pada database akan terhapus. Jika proses penghapusan sukses atau gagal, akan tampil pemberitahuan.

e.

Form Pengolahan Data Pangkat Proses 2.2.1. Tambah Data Pangkat Masukan Keluaran Proses : Kode_Pangkat, Nama_Pangkat, Keterangan : Data pangkat bertambah pada database : Operator menekan tombol ‘Tambah’ dan mengetikkan Kode_Pangkat, Nama_Pangkat, Keterangan dan menekan tombol ‘Simpan’. Maka data Pangkat pada database bertambah. Jika proses penyimpanan sukses atau gagal, akan tampil pemberitahuan.

Proses 2.2.2. Ubah Data Pangkat Masukan Keluaran Proses : Kode_Pangkat : Data Pangkat berubah pada database : Operator mencari terlebih dahulu data Pangkat yang akan diubah. Kemudian menekan tombol ‘Ubah’ dan merubah Kode_Pangkat, Nama_Pangkat dan Keterangan jika diperlukan dan menekan tombol ‘Simpan’. Maka data Pangkat pada

IV - 22

irmanf.wordpress.com
database berubah. Jika proses perubahan sukses atau gagal, akan tampil pemberitahuan.

Proses 2.2.3. Hapus Data Pangkat Masukan Keluaran Proses : Kode_Pangkat : Data Pangkat berkurang pada database : Operator mencari terlebih dahulu data Pangkat yang akan dihapus. Kemudian menekan tombol ‘Hapus’. Maka data Pangkat pada database akan terhapus. Jika proses penghapusan sukses atau gagal, akan tampil pemberitahuan.

f.

Form Pengolahan Data Pegawai Proses 2.3.1. Tambah Data Pegawai Masukan : NIP, Nama, Alamat, Tempat_Lahir, Tanggal_Lahir,

Jenis_Kelamin, Agama, Status, No_Telepon, Kode_Pangkat, Kode_Jabatan, TMT Jabatan, TMT Pangkat, TMT CPNS, Sekolah Terakhir, Jurusan, Tahun Lulus, Diklat, Tahun Diklat, Username dan Password. Keluaran Proses : Data Pegawai bertambah pada database : Operator menekan tombol ‘Tambah’ dan mengetikkan NIP, Nama, Alamat, Tempat_Lahir, Tanggal_Lahir, Jenis_Kelamin, Agama, Status, No_Telepon, Kode_Pangkat, Kode_Jabatan, TMT Jabatan, TMT Pangkat, TMT CPNS, Sekolah Terakhir,

IV - 23

irmanf.wordpress.com
Jurusan, Tahun Lulus, Diklat, Tahun Diklat, Username, Password dan menekan tombol ‘Simpan’. Maka data Pegawai pada database bertambah. Jika proses penyimpanan sukses atau gagal, akan tampil pemberitahuan.

Proses 2.3.2. Ubah Data Pegawai Masukan Keluaran Proses : NIP : Data Pegawai berubah pada database : Operator mencari terlebih dahulu data Pegawai yang akan diubah. Kemudian menekan tombol ‘Ubah’ dan merubah NIP, Nama, Alamat, Tempat_Lahir, Tanggal_Lahir, Jenis_Kelamin, Agama, Status, No_Telepon, Kode_Pangkat, Kode_Jabatan, TMT Jabatan, TMT Pangkat, TMT CPNS, Sekolah Terakhir, Jurusan, Tahun Lulus, Diklat, Tahun Diklat, Username, Password jika diperlukan dan menekan tombol ‘Simpan’. Maka data Pegawai pada database berubah. Jika proses perubahan sukses atau gagal, akan tampil pemberitahuan.

Proses 2.3.3. Hapus Data Pegawai Masukan Keluaran Proses : NIP : Data Pegawai berkurang pada database : Operator mencari terlebih dahulu data Pegawai yang akan dihapus. Kemudian menekan tombol ‘Hapus’. Maka data

IV - 24

irmanf.wordpress.com
Pegawai pada database akan terhapus. Jika proses penghapusan sukses atau gagal, akan tampil pemberitahuan.

Proses 2.3.4. Cari Data Pegawai Masukan Keluaran Proses : NIP atau Nama : Data Pegawai yang dicari ditampilkan : Operator memilih terlebih dahulu mau mencari berdasarkan NIP atau Nama. Kemudian mengetikkan NIP atau Nama yang akan dicari. Jika ada dalam database akan ditampilkan namun jika tidak ada dalam database akan tampil pemberitahuan.

g.

Form Pengolahan Data Presensi Proses 2.4.1. Hapus Data Presensi Masukan Keluaran Proses : NIP, Tanggal : Data Presensi Pegawai berkurang pada database : Operator mencari terlebih dahulu NIP dan Tanggal Presensi yang akan dihapus. Kemudian menekan tombol ‘Hapus’ untuk menghapusnya dari database Presensi. Data Presensi akan berkurang. Jika proses penghapusan berhasil atau gagal, akan tampil pemberitahuan.

IV - 25

irmanf.wordpress.com
Proses 2.4.2. Cari Data Presensi Masukan Keluaran Proses : NIP, Tanggal : Data Presensi Pegawai yang dicari ditampilkan : Operator memilih terlebih dahulu mau mencari berdasarkan NIP atau Tanggal. Kemudian mengetikkan NIP atau memilih Tanggal yang akan dicari. Jika data yang dicari terdapat dalam database, maka akan ditampilkan. Namun jika tidak ada dalam database Presensi, akan tampil pemberitahuan.

h.

Form Daftar Pengguna Proses 2.5.1. Tambah Pengguna Masukan Keluaran Proses : User_ID, Password, Tipe : Pengguna bertambah pada database : Operator menekan tombol ‘Tambah’ dan mengetikkan User_ID dan Password dan menekan tombol ‘Simpan’. Maka Pengguna pada database akan bertambah. Jika proses

penambahan Pengguna berhasil atau gagal, akan tampil pemberitahuan.

Proses 2.5.2. Ubah Password Pengguna Masukan Keluaran : User_ID : Password pengguna berubah pada database

IV - 26

irmanf.wordpress.com
Proses : Operator menekan tombol ‘Ubah’ dan merubah Password. Kemudian menekan tombol ‘Simpan’. Maka Password

Pengguna pada database berubah. Jika proses perubahan berhasil atau gagal, akan tampil pemberitahuan.

Proses 2.5.3. Hapus Pengguna Masukan Keluaran Proses : User_ID : Pengguna berkurang pada database : Operator menekan tombol ‘Hapus’ untuk menghapus Pengguna yang ada pada database. Maka Pengguna akan terhapus. Jika proses penghapusan berhasil atau gagal, akan tampil pemberitahuan.

4.2.5. Perancangan Antarmuka a. Antarmuka Login

Gambar 4.14. Antarmuka Login

IV - 27

irmanf.wordpress.com
b. Antarmuka Daftar Hadir Pegawai

Gambar 4.15. Antarmuka Daftar Hadir Pegawai

c.

Antarmuka Menu Utama

Gambar 4.16. Antarmuka Menu Utama

IV - 28

irmanf.wordpress.com
d. Antarmuka Pengolahan Data Pegawai

Gambar 4.17. Antarmuka Pengolahan Data Pegawai

e.

Antarmuka Pengolahan Data Pangkat

Gambar 4.18. Antarmuka Pengolahan Data Pangkat

IV - 29

irmanf.wordpress.com
f. Antarmuka Pengolahan Data Jabatan

Gambar 4.19. Antarmuka Pengolahan Data Jabatan

4.2.6. Perancangan Antarmuka Keluaran a. Tampilan Keluaran Daftar Pegawai

Gambar 4.20. Tampilan Keluaran Daftar Pegawai

IV - 30

irmanf.wordpress.com
b. Tampilan Keluaran Presensi Pegawai

Gambar 4.21. Tampilan Keluaran Presensi Pegawai

IV - 31

irmanf.wordpress.com
4.2.7. Perancangan Dialog Layar

Gambar 4.22. Dialog Layar

irmanf.wordpress.com
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Sistem Presensi Kepegawaian di Kantor Kecamatan Leuwisari kurang optimal, dalam hal pengolahan datanya. Masalah tersebut dikarenakan pengolahan data presensi yang masih sederhana sehingga dalam proses pengolahan data presensi dan pembuatan laporan kurang efisien. Begitu juga proses penyimpanan data dilakukan secara manual tidak dalam sebuah basis data komputer. Hal tersebut mengakibatkan keamanan data kurang terjamin. Sistem Presensi Kepegawaian yang diusulkan merupakan sistem yang lebih baik dan efisien untuk digunakan. Dikarenakan sistem usulan tersebut memiliki program aplikasi khusus untuk pengerjaannya dan dapat meminimalisasi kekurangan-kekurangan yang timbul pada Sistem Presensi Kepegawaian yang ada. Oleh karena itu dengan dirancangnya Sistem Presensi Kepegawaian yang diusulkan, diharapkan dapat mempermudah dalam proses pengerjaannya serta menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu, dan efisien.

5.1. Saran Dapat mengadakan tinjauan dan evaluasi pada sistem ini sehingga bila dirasakan perlu dapat dilakukan pengembangan sistem. Dari segi kinerja, tidak terbatas pada proses pengolahan data presensi, data pangkat, jabatan kerja, dan

V-1

V-2

irmanf.wordpress.com
data pegawai. Tetapi juga program aplikasi ini akan mencakup seluruh kegiatan yang mendukung Sistem Informasi Kepegawaian Kantor Kecamatan Leuwisari.

irmanf.wordpress.com
DAFTAR PUSTAKA

Budi Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom., MM.. 2006. Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi. Hanif Al Fatta. 2006. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi. Harianto Kristanto, Ir. 2007. Konsep dan Perancangan Database. Yogyakarta: Andi. Janner Simarmata & Iman Paryudi. 2006. Basis Data. Yogyakarta: Andi. Jogiyanto Hartono, Akt., MBA, Ph.D.. 2006. Sistem Teknologi Informasi, Pendekatan Terintegrasi: Konsep, Teknologi Aplikasi, Pengembangan Dan Pengelolaan. Yogyakarta: Andi. Kusrini, M.Kom. 2007. Strategi Perancangan dan Pengelolaan Basis Data. Yogyakarta: Andi. Roger S. Pressman. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak: Pendekatan Praktisi (Buku Satu) McGraw-Hill Book Co. Yogyakarta: Andi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful