ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN PATOLOGIS DENGAN DISTOSIA BAHU TERHADAP Ny.

T

pada bayi yang besar akan terjadi benturan bahu depan terhadap simfisis. bila bahu gagal untuk mengadakan putaran menyesuaikan dengan sumbu miring dan tetap berada pada posisi anteroposterior. Dorongan pada saat ibu mengedan akan meyebabkan bahu depan (anterior) berada di bawah pubis. atau bahu tersebut bisa lewat promontorium. 4. Penarikan kepala tidak berhasil melahirkan bahu yang terperangkap di belakang symphisis. Dagu tertarik dan menekan perineum 3. Distosia bahu terutama disebabkan oleh deformitos panggul. Penilaian Klinik (Menurut sinopsis Obstetri Jilid I. Kepala janin telah lahir namun masih erat berada di vulva 2. setelah kelahiran kepala. 1998) : 1. 2005. Tanda kepala kura-kura yaitu penarikan kembali kepala terhadap perineum sehingga tampak masuk kembali ke dalam vagina. tetapi mendapat halangan dari tulang sakrum.DISTOSIA BAHU Pengertian Menurut buku acuan Nasional Pelayanan Maternal dan Neonatal. . akan terjadi putaran paksi luar yang menyebabkan kepala berada pada sumbu normal dengan tulang belakang bahu pada umumnya akan berada pada sumbu miring (oblique) di bawah ramus pubis. Distosia bahu ialah kelahiran kepala janin dengan bahu anterior macet diatas sacral promontory walaupun jarang terjadi dan karena itu tidak bisa lewat masuk ke dalam panggul. kegagalan bahu untuk “melipat” ke dalam panggul (misal : pada makrosomia) disebabkan oleh fase aktif dan persalinan kala II yang pendek pada multipara sehingga penurunan kepala yang terlalu cepat menyebabkan bahu tidak melipat pada saat melalui jalan lahir atau kepala telah melalui pintu tengah panggul setelah mengalami pemanjangan kala II sebelah bahu berhasil melipat masuk ke dalam panggul.

untuk memutar bahu bayi dan mengurangi diameter bahu. e. c. Dengan posisi ibu berbaring pada punggunnya. Masukkan satu tangan ke dalam vaginaa dan lakkan penekanan pada bahu anterior. c. g. karena akan sedikit tekanan supra pubis ke arah bawah dengan lembut. minta dua asisten (boleh suami atau anggota keluarganya) untuk membantu ibu. Catatan mempengaruhi bahu lebih jauh dan bisa menyebabkan ruptur Tekan kepala bayi secara mantap dan terus-menerus ke arah bawah (kearah anus ibu) untuk menggerakkan bahu anterior di bawah symphisis . Jika bahu tetaap tidak lahir : a. d. lakukan dorongan pada pubis. 3. pubis. Catatan : Hindari tekanan yang berlebihan pada bagian kepala bayi karena mungkin akan melukainya. Ibu dengan diabetes Riwayat obstetri/persalinan dengan bayi besar Ibu dengan obesitas Postdates Janin besar karena macrossomia Riwayat obstetri dengan persalinan lama / persalinan sulit Cephalopelvic disproportion Penatalaksanaan Distosia Bahu (Menurut buku asuhan persalinan normal. ke arah sternum bayi. Pakai sarung tangan DTT atau steril Lakukan episiotomi secukupnya Lakukan manuver Mc Robert a. minta ibu untuk menarik kedua lututnya sejauh mungkin ke arah dadanya. 2. f. b. 2004) : 1. b. Secara bersamaan minta salah satu asisten untuk memberikan : Jangan uteri 4.Faktor-faktor yang harus diantisipasi dengan kemungkinan distosia bahu : a.

lahirkan bahu posterior dengan tarikan perlahan ke arah bagian bawah dengan hati-hati. Jika bahu masih tetap tidak lahir setelah melakukan manuver-manuver di atas. DISTOSIA BAHU KALA II Distosia Bahu Kepala kura-kuraa Bahu tidak dapat berotasi Persalinan normal Putaran paksi luar Ekpulsi Pengeluaran bahu anterior Pengeluaran bahu posterior Bayi lahir Episiotomi Manuver Corkssrew Wood Manuver melahirkan bahu belakang Perawatan Pasca Persalinan Dekontaminasi Pencegah infeksi Pasca Persalinan Perawatan Pasca Persalinan .b. 5. Jika bahu masih tetap tidak lahir : a. lakukan penekanan pada bahu posterior ke arah sternum. Coba ganti kelahiran bayi tersebut dalam posisi ini dengan cara melakukan tarikan perlaharan pada bahu anterior ke arah atas dengan hati-hati. Segera setelah lahir bahu anterior. Catatan : Mematahkan tulang selangka bayi hanya dilakukan bila semua cara lainnya mengalami kegagalan. minta ibu untuk berganti posisi merangka. Jika perlu. Masukkan satu tangan ke dalam vagina dan pegang tulang lengah Fleksikan lengan bayi di bagian siku dan letakkan lengan tersebut atas yang berada pada posisi posterior melintang di dada bayi. b.

Tia Umur Agama Suku : 28 th : Islam : Jawa Nama Suami : Tn.23 Bandar Lampung Pendidikan : S1 Pekerjaan : PNS Alamat : Perumahan Wayhalim No. Data Subjektif Pada tanggal 02 November 2007 Pukul 13. Kurniawan Umur Agama Suku Pekerjaan Alamat : 31 th : Islam : Jawa : Wiraswasta Perumahan Wayhalim : No.00 WIB Ibu sering minum dan minum terakhir 1 gelas air putih . 4.ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN DENGAN KASUS DISTOSIA BAHU TERHADAP Ny. Identitas Nama Istri : Ny.00 WIB.00 WIB 1. gerakan aktif sebanyak 20 kali dalam 24 jam. T DI RB RS YUKUM MEDICAL TAHUN 2007 I. Keluhan Utama Ibu mengatakan hamil anak kedua usia kehamilan 38 minggu.23 Bandar Lampung Pendidikan : SMA 2. mengeluh mulas dan nyeri dipinggang dan ibu mengatakan sudah mengeluarkan airair sejak tanggal 02 November 2007 pukul 05. Pergerakan Janin dalam 24 jam terakhir Ibu mengatakan masih merasakan gerakan janin. 3. Makan dan minum terakhir Ibu makan terakhir tanggal 01 November 2007 pukul 20.

Hidung e. Telinga g.00 WIB 6. tidur siang 1-2 jam sehari 7. tidak ada odema dan tidak ada cloasma gravidarum : Kanan dan kiri simetris. Leher : Bersih. Inspeksi a. tidak ada caries dan tidak ada stomatitis. Istirahat Ibu mengatakan tidur malam selama 8 jam.5. Eliminasi BAB terakhir 1 x pada 02 November 2007 pukul 06. tidak ada serumen dan fungsi pendengaran baik : Tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid dan vena jugularis . conjungtiva merah muda dan sklera tidak ikterik : Bersih.00 WIB BAK terakhir 1 x pada 02 November 2007 pukul 12. Rambut b. tidak mudah dicabut. Mulut f. Muka c. warna hitam dan tidak ada ketombe : Bersih. Psikologi Ibu mengatakan merasa cemas menghadapi persalinannya II. 2. Mata d. : Bersih. 1. : Bersih. tidak ada sekret dan fungsi penciumaan baik. tidak ada polip. Data Objektif Kesadaran : Composmentis Temp : 370 C Nadi : 81 x/menit Keadaan umum : Baik Tanda-tanda vital TD RR : 120/80 mmHg : 21 x/menit 3.

keras. Auskultasi . k. terdapat hyperpigmentasi pada aerola mamae dan kolostrum sudah keluar i. 4. terdapat linca nigra dan striae gravidarum serta tidak ada luka bekas operasi Punggung dan pinggang : Terdapat tanda michalaes yang simetris Inspeksi : Pada vulva dan vagina tidak ada varises maupun oedema. Leopold 3 : Bagian terbawah janin teraba bulat. Palpasi 1. dan melenting yang berarti kepala 4. tidak ada luka dan cedera juga peradangan pada perineum tidak ada bekas luka. tidak ada benjolan yang abnormal. tidak ada cacat dan berfungsi dengan baik : Simetris. Leopold 2 : Pada perut bagian sebelah kiri teraba ada tahanan yang lebar yang berarti bokong dan sebelah kanan teraba bagian-bagian yang kecil-kecil yang berarti ekstremitas 3. tidak melenting dan kurang bundar yang berarti bokong 2. Genetalia : l. Leopold 1 : TFU pertengahan pusat dan px. keadaannya besih. Donald : 38 cm (pada pemeriksaan Leopold 1) TJB : (TFU – 11) x 155 : (38 – 11) x 155 : 4. j. Perut : Pembesaran perut sesuai kehamilan. Ekstremitas atas dan bawah : Atas Bawah : Simetris.185 gram 5. Leopold 4 : Bagian yang terbawah janin sudah masuk PAP (divergen) Mc. keadaannya bersih.h. terdapat oedema dan berfungsi dengan baik. pada fundus teraba 1 bagian yang lunak. Mamae : Simetris.

e. 4/5 Perineum : Elastis/tidak kaku His : Ada Frekuensi : 3 x 10 menit Lamanya : < 20 detik Pengawasan Kala I Pemeriksaan Dalam Tanggal Waktu Pemb. g. Diagnosa Analisa Ibu G2P1A0 hamil 38 minggu. intrauterine.DJJ terdengar 143 x/menit. UUK kiri depan Penurunan : Hodge I (+). puctum maximum dibawah pusat sebelah kiri 6. 1. tidak terdapat benjolan : Lunak : Tebal. presentasi kepala. Perkusi Reflek patela ada (+) Pemeriksaan pada pukul 13. f. 8. a. tunggal. i.00 4 cm 4/5 (+)/ 0 140 x 120/ 70 82 20 370 C - III. b. inpartu kala I fase laten Dasar : 1. k. 7. Ibu mengatakan hamil anak kedua . c.00 WIB Vulva Portio Serviks Ketuban : Tidak ada oedemaa. j. tidak ada varises : Teraba rugei. h. pembukaan 2 cm : Utuh Introitus vagina Presentasi : Kepala. d. memanjang. janin hidup. Servik s Penurunan Kepala Ketuban/ Penyusupan DJJ Kontraksi Kekuatan sedang 3x dalam 10 menit lamanya < 20 detik Kekuatan sedang 3x dalam 10 menit lamanya 2040 detik TD Kondisi Ibu Pols RR Temp Obat/ cairan yang diberikan 02-11-07 13.00 2 cm 4/5 (+)/ 0 143 x/mnt 120/ 70 80 21 370 C - 02-11-07 17.

pada fundus teraba bokong : Punggun kiri : Bagian bawah teraba kepala : Bagian terbawah janin sudah masuk PAP 6. Leopold 1 3. a. Siapkan alat pertolongan persalinan : partus set. Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan 2. Temp : 370 C. Perencanaan kala I a. frekuensi 143 x/menit 7. penurunan kepala : hodge I 2. molase : tidak ada 2. keadaan umum ibu baik b. Pols : 80 x/menit. RR : 20 x/menit. Anjurkan keluarga untuk selalu memberikan semangat dan dukungan pada ibu 3. Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis pada ibu a. Pemeriksaan dalam : Pembukaan 2 cm. Beritahukan hasil PD : Pembukaan serviks : 4 cm. bersih dan nyaman b. ketuban : utuh. Siapkan ruang bersalin yang sejuk. dll dalam kondisi steril Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan . Masalah Nyeri adanya his Dasar : Ibu mengatakan merasa mules dan nyeri pada pinggang semakin sering 3. Beritahukan keadaan umum ibu : TD : 120/70 mmHg. Leopold 2 4. Kebutuhan 1. penurunan kepala : 4/5.2. 1. Leopold 4 : TFU pertengahan pusat dan px. DJJ ada. Ketubahan : utuh (+). 4. heating. Lakukan pengawasan kala I dengan partograf Catat setiap hasil temuaan dan asuhan pada partograf Siapkan ruang bersalin dan alat pertolongan persalinan a. Pengawasan kala I dengan partograf IV. Leopold 3 5.

Ajarkan ibu cara mengedan yang efektif yaitu seperti orang BAB keras Kala II. Ibu mengatakan rasa sakit bertambah sering dan lama menjalar dari pinggang ke perut bagian bawah 3. Ibu mengatakan rasa ingin BAB dan ingin mengedan 2. Portio tidak teraba c. Siapkan peralatan bayi : pakaian bayi. Pembukaan serviks 10 cm (lengkap) d. Ibu mengatakan merasa cemas menghadapi persalinannya O : 1. pukul 20. Ketuban (-) e. Presentasi kepala UUK kiri depan . DJJ 145 x/menit. 7. kaos kaki. Pengeluaran dari vagina berupa blood slym yang makin banyak 4. Keadaan kandung kemih kosong 5.5. dan sarung tangan bayi. Bedong. His 4 x dalam 10. teratur 3. Dinding vagina tidak ada kelainan b. b. Siapkan alat pertolongan pada bayi baru lahir a. Penuhi kebutuhan fisik ibu Berikan makan dan minum bila ibu merasa haus dan lapar Berikan ibu minuman manis untuk penambah tenaga Ajarkan ibu teknik relaksasi dan cara mengedan yang efektif a.00 WIB S : 1. 6. a. Siapkan alat resusitasi dalam kondisi steril b. Ajarkan ibu teknik relaksasi dengan menarik nafas dalam melalui hidung keluarkan dari mulut b.00 WIB dengan hasil : a. anus mengembang. teratur lamanya > 40 detik 2. pukul 16. PD. Pada inspeksi terlihat vulva membuka. perineum menonjol 6.

Kepala bayi telah lahir tetepi tetap berada di vagina 2. pada fundus teraba bokong 9. intrauterine.f. Kepala bayi tidak melakukan putaran paksi dalam Pols : 82 x/menit Temp : 370 C . pembukaan serviks 10 cm. Umur kehamilan 38 minggu 4. Leopold 4 : Bagian terbawah janin sudah masuk PAP (divergen) Masalah : Distosia Bahu Dasar : 1. lamanya > 40 detik. DJJ : 145 x/menit. Leopold 1 : TFU pertengahan pusat dan px. HPHT : 3. memanjang. His 4 x/10 menit. anus mengembang. perineum menonjol 6. Tanda vital TD : 120/80 mmHg RR : 22 x/menit A : Diagnosa : Ibu G2P1A0 hamil 38 minggu. presentase kepala. Pada periksa dalam : Portio tidak teraba. Pada inspeksi tampak : vulva membuka. inpartu kala II fase aktif Dasar : 1. terdapat 1 puctum maximum 8. teratur 5. penurunan bagian terendahdi Hodge IV. Leopold 2 : Punggung kiri 10. ketuban (-). Penurunan bagian terendah di Hodge IV 7. 7. UUK kiri depan. Leopold 3 : Bagian bawah teraba kepala 11. presentasi kepala. janin hidup tunggal. Ibu mengatakan hamil anak kedua 2. teratur.

ajurkan ibu untuk menarik nafas dalam dari hidung dan keluargaan melalui mulut c. Anjurkan ibu untuk mengedan seperti orang BAB keras dan kepala melihat ke fundus 3. Lakukan pertolongan persalinan a. Libatkan keluarga dalam memberiklan dukungan psikologis 2. seperti masuk kembali ke dalam vagina (kepala kura-kura) Kebutuhan : 1. Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan 5. Memberikan dukungan terus-menerus kepada ibu 2. molase : tidak ada c. Pimpin ibu untuk meneran a. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini a. keadaan umum ibu baik b. Memimpin meneran dan bernafas yang baik selama persalinan 4.3. Menjaga kandung kemih tetap kosong 3. Kepala bayi tersangkut di perineum. RR : 23 x/menit. Siapkan pertolongan persalinan dengan teknik aseptik dan antiseptik a. Beritahukan hasil PD : pembukaan servik : 10 cm. Beritahu itu untuk bernafas yang baik selama persalinan a. Saat his hilang. Gunakan alat-alat yang steril serta menggunakan sarung tangan b. Anjurkan ibu untuk mengedan saat his mulai mereda b. Temp : 370 C. Penurunan kepala : 1/5. Melakukan pertolongan persalinan Perencanaan 1. Anjurkan ibu untuk bernafas dengan teknik dog reathing b. Tetap pimpin ibu untuk meneran b. Beritahukan keadaan itu : TD : 120/70 mmHg. Berikan minum diantara his 4. Pols : 85 x/menit. Lakukan episiotomi dengan memberikan anastesi lokal . Terdapat distosia bahu yaitu bahu anterior tertahan pada tulang symphisis c.

Minta suami atau anggota keluarga untuk membantu ibu. hidup. Ibu tampak senang dan bahagia 3. karena bahu akan lebih jauh dari rupture uteri e. pukul 20. Dengan posisi ibu berbaring pada punggungnya.d. Bayi lahir spontan pervaginam. Lahirkan bahu belakang. 2. Plasenta belum lahir 5. Tanda vital : TD : 120/80 mmHg RR : 20 x/menit 4. Pada palpasi didapat : uterus teraba bulat dan keras. Ibu mengatakan bahwa ia merasa lega dan senang atas kelahiran bayinya 2.45 WIB 2. Tekan kepala bayi secara mantap dan terus-menerus ke arah bawah (ke arah anus ibu) untuk menggerakkan bahu anterior dibawah symphisis pubis. BB : 4100 gram. Ibu mengatakan masih merasa mulas pada perutnya O : 1. Catatan : Jangan lakukan dorongan dengan fundus.45 WIB. bahu depan. tanggal 02-11-07 pukul 20.45 WIB S : 1. dan tubuh bayi seluruhnya 6.45 WIB 2. Bayi lahir spontan pervaginam pukul 20. Bayi baru lahir spontan pervaginam pukul 20. Robert : 1. Pada inspeksi terlihat adanya robekan jalan lahir akibat episiotomi A : Diagnosa : Ibu P2A0 partus spontan pervaginam. minta ibu untuk menarik kedua lututnya sejauh mungkin ke arah dadanya. partu kala III Dasar : 1. Plasentaa belum lahir Kebutuhan : melakukan manajemen aktif kala III Temp : 370 C Pols : 84 x/menit . PB : 50 cm Kala III. Lakukan manuver Mc. jenis kelamin perempuan. TFU : sepusat 6.

2. Plasentaa lahir lengkap dan spontan pukul 17. RR : 20 x/menit. dan kontraksi uterus baik b. Observasi tanda-tanda pelepasan plasenta 5.00 WIB. Observasi tanda-tanda pelepasan plasenta : semburan darah tiba-tiba. Perencanaan Jelaskan keadaan ibu dan prosedur manajemen aktif kala III a. Beritahu ibu bahwa akan disuntik 10 U IM pada 1/3 paha bagian luar c. Lakukan peregangan tali pusat terkendali pada saat ada kontraksi 4. Katiledon dan selaput b. keadaan umum ibu baik Lakukan manajeman aktif kala III a. . Lakukan penegangan tali pusat terkendali pada saat ada kontraksi d. Plasenta lahir spontan pukul 21. Periksa fundus dan pastikan tidak ada janin lagi.00 WIB 7. Ajarkan ibu untuk membantu melakukan masase dan beritahu ibu uterus yang berkontraksi baik. Berikan oksitosin 10 U IM di 1/3 paha bagian luar 3.P : 1. Pols : 84 x/menit. Periksa fundus dan pastikan tidak ada janin lagi. Panjang tali pusat c. Periksa kelengkapan plasenta dan tangan kiri melakukan masase dengan 4 jari palmer secara sirkuler selama 15 detik g. kandung kemih kosong dan konstruksi uterus baik 2. periksa kelengkapan plasenta a. Diameter plasenta : utuh : 40 cm : 10 cm 1. 3. Melahirkan plasenta : periksa apakah plasenta lengkap dan tangan kiri melakukan masase dengan 4 jari palmar secara sirkulasi 6. tali pusat memanjang e. kandung kemih kosong. Lahirkan plasenta f. Beritahu hasil pemeriksaan : TD : 120 mmHg. Temp : 370 C. Jaga personal hygiene : membersihkan ibu dan mengganti pakaian ibu.

00 WIB A : Diagnosaa : P2A0 partus spontan.00 WIB S : 1. Lakukan heating jelujur dan jelujur subkutikuler Kala IV. Ibu merasa legaa karena plasenta sudah lahir O : 1. partu kala IV Dasar : 1. Ibu melahirkan anak kedua 2. a.d. Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas-mulas 3. Berikan anastesi lokal : 10 ml lidokain c. Pemeriksaan umum Keadaan umum : Baik TD RR : 120/80 mmHg : 21 x/menit Kesadaran : Composmentis Pols Temp : 84 x/menit : 370 C 2. Ibu partus spontan pervaginam pukul 16. pukul 21. Plasenta lahir lengkap dan spontan pukul 17. TFU 1 jari di bawah pusat . Terdapat robekan yang mengenai selaput lendir vagina dan otot perinei transversalis. kontraksi uterus baik 3.00 WIB 4. Berat plasenta e. Jumlah perdadarahan ± 150 cc.45 WIB 3. Plasentaa lahir lengkap pukul 17. Ibu mengatakan senang dengan kelahiran bayi perempuannya 2. TFU 1 jari di bawah pusat. Insersi Jaga personal hygiene : 500 gram : 3 cm : marginal 4. Tebal plasenta f. tetapi tidak mengenai otot sfingter ani disebut luka episiotomi tingkat II b. konsistensi berupaa darah segar cair 4.

Beritahu keluarga untuk melapor ke bidan jika ada tanda-tanda bahaya. Periksa fundus : TFU : 1 jari bawah pusat. b. Lakukan pemeriksaan pada ibu setiap 15 menit pada 1 jam postpartum dan setiap 30 menit pada jam kedua a. Lakukan perawatan luka episiotomi a. Observasi keadaan ibu : keadaan umum. Heating perineum dengan heating jelujur dan jelujur subkutikuler 3. . kontraksi uterus : baik c. Ajarkan ibu cara menjaga personal hygiene dan cara merawat luka episiotomi 4. b. bila penuh. Periksa kandung kemih.Masalah : Nyeri luka akibat luka episiotomi Dasar : 1. Jumlah perdarahan 150 cc Kebutuhan : 1. rangsang untuk berkemih. keadaan umum ibu baik. Ajarkan ibu dan keluarga tentang tanda-tanda bahaya post partum. RR : 21 x/menit. perdarahan berlebihan. seperti demam. Bersihkan tubuh ibu dan lakukan vulva hygiene untuk menghindari infeksi pada luka jahitan. Periksa perdarahan. Temp : 370 C. b. perdarahan. jumlah darah yang keluar : ± 100 cc d. Pantau terus keadaan ibu selama 2 jam postpartum Pastikan darah yang keluar berasal hanya dari luka episiotomi 2. dan vital sign 2. involusi uterus. Teknik relaksasi untuk mengurangi rasa nyeri Perencanaan Observasi keadaan ibu a. Terdapat luka episiotomi derajat 2 2. Periksa tanda vital : TD : 120/80 mmHg. perut tidak mulas dan fundus tidak ada kontraksi. Pols : 84 x/menit.

Beritahu ibu tanda-tanda bahaya BBL : panas tinggi. kejang. Anjurkan ibu untuk istirahat dan merelaksasikan pikiran c. b. biru.Ajarkan ibu dan keluargaaa cara pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis a. Anjurkan ibu untuk makan dan minum yang cukup memenuhi kebutuhan nutrisi ibu. Anjurkan keluarga untuk selalu memberikan dukungan dan semangat pada ibu Berikan konseling pada ibu cara merawat bayi baru lahir Beritahu ibu cara merawat tali pusat Anjurkan ibu untuk segera menyusui bayinya Beritahu ibu untuk tetap menjaga kehangatan tubuh bayi d. . susah untuk bernafas Beritahu ibu untuk mengimunisasi bayinya ke bidan.

2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 1998. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo : Jakarta Winkjosastro. Ilmu Kebidanan.DAFTAR PUSTAKA DepKes RI. 1999. EGC : Jakarta Saifuddin Abdul B. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo : Jakarta . 2002. H. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo : Jakarta . Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi : Jakarta Mochtar R. Sinopsis Obstetri Jilid I Edisi ke-2. 2004. Asuhan Persalinan Normal. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful