ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA

Disusun Oleh: 1. Suhendra Agung W.

Kelas VII B S1 Ilmu Keperawatan

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INSAN CENDIKIA MEDIKA JOMBANG 2011

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya haturkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan berkat, rahmat, serta karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Dengan Preeklampsia” ini dengan tidak ada halangan yang berarti. Makalah ini saya susun dengan tujuan agar dapat dijadikan sebagai referensi bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Dengan Preeklampsia. Selain itu makalah ini saya susun juga untuk memenuhi tugas dari dosen Sistem Reproduksi II. Saya menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami mengharap tegur sapa dan kritik yang membangun dari para pembaca guna perbaikan dan peningkatan untuk karya selanjutnya. Demikian kiranya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan pembaca pada khususnya.

Jombang, 06 Desember 2011

Penyusun

2

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................... i

KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................................

1 2 3 4 5 6 8

B. Rumusan Masalah ................................................................................... C. Tujuan ..................................................................................................... BAB II KONSEP TEORI A. Pengertian................................................................................................ B. Insiden...................................................................................................... C. Etiologi..................................................................................................... D. Klasifikasi................................................................................................

E. Patofisiologi............................................................................................. 10 F. Manifestasi Klinis.................................................................................... 12 G. Pemeriksaan Penunjang........................................................................... 13 H. Pencegahan.............................................................................................. 14 I. Penatalaksanaan....................................................................................... 15 J. Komplikasi............................................................................................... 18 BAB III ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA A. Pengkajian................................................................................................ 19 B. Diagnosa Keperawatan............................................................................ 20 C. Intervensi.................................................................................................. 20 BAB IV PENUTUP A. Simpulan.................................................................................................. 26 B. Saran ....................................................................................................... 26 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 27

3

Disamping itu.000 kelahiran hidup . infeksi. persalinan dan nifas. aborsi tidak aman.000 anak balita meninggal setiap hari dan 10. Begitu juga dengan kematian anak. Di dunia ini setiap menit seorang perempuan meninggal karena komplikasi yang terkait dengan kehamilan dan persalinan. Sekitar 99 % dari kematian ibu dan balita terjadi di negara miskin. berkaitan dengan ras dan etnis. termasuk perdarahan. Sebagian besar kematian perempuan disebabkan komplikasi karena kehamilan dan persalinan. Sehingga diagnosis dini preeklampsia yang merupakan pendahuluan eklampsia serta penatalaksanaannya harus diperhatikan dengan seksama.000 perempuan meninggal setiap tahun karena kehamilan dan persalinan. 2003). Di Indonesia. 2 orang ibu meninggal setiap jam karena kehamilan.400 perempuan meninggal setiap hari atau lebih dari 500. Sebagai perbandingan. dilaporkan bahwa tempat yang 4 . Dengan kata lain. Dengan kata lain 30. Preeklampsia merupakan kesatuan penyakit yang masih merupakan penyebab utama kematian ibu dan penyebab kematian perinatal tertinggi di Indonesia.400 perempuan meninggal setiap hari atau lebih dari 500. disamping pengendalian faktor-faktor predisposisi lain (Sudinaya. di Indonesia setiap 20 menit anak usia di bawah 5 tahun meninggal. 2005).6 juta anak balita meninggal setiap tahun. Insiden preeklampsia sangat dipengaruhi oleh paritas. Disamping itu juga dipengaruhi oleh predisposisi genetik dan juga faktor lingkungan. tekanan darah tinggi dan persalinan lama (Anonim. angka kematian bayi di negara maju seperti di Inggris saat ini sekitar 5 per 1. Sebagai contoh.000 perempuan meninggal setiap tahun karena kehamilan dan persalinan. 1. LATAR BELAKANG Di dunia ini setiap menit seorang perempuan meninggal karena komplikasi yang terkait dengan kehamilan dan persalinan. terutama di Afrika dan Asia Selatan. pemeriksaan antenatal yang teratur dan secara rutin untuk mencari tanda preeklampsia yaitu hipertensi dan proteinuria sangat penting dalam usaha pencegahan.BAB I PENDAHULUAN A. 1.

Bagaimana insidensi dari preeklampsia ? 3. konselor dan bekerjasama dengan tim kesehatan lainnya. RUMUSAN MASALAH Makalah ini kami susun berdasarkan pada pengembangan dari beberapa pokok persoalan berikut. 2003). Berdasarkan pada beberapa hal tersebut. Bagaimana asuhan keperawatan pada ibu hamil dengan preeklampsia ? 5 .tinggi di Colorado meningkatkan insiden preeklampsia. diabetes. penyusun tertarik untuk mengambil judul “Asuhan Keperawatan Pada Preeklampsia” dalam makalah ini. Apa manifestasi klinis dari preeklampsia ? 7. Apa etiologi dari preeklampsia ? 4. Bagaimana pencegahan dari preeklampsia ? 9. kelainan faktor pembekuan. Preeklampsia lebih sering terjadi pada primigravida dibandingkan multigravida. Bagaimana patofisiologi dari preeklampsia ? 6. Bagaimana penatalaksanaan dari preeklampsia ? 10. Apa komplikasi dari preeklampsia ? 11. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa wanita dengan sosio ekonominya lebih maju jarang terkena preeklampsia. Dalam memberikan asuhan keperawatan perawat berperan sebagai pendidik. usia ibu yang terlalu muda atau yang terlalu tua dan riwayat preeklampsia dalam keluarga (Cunningham. Faktor risiko lain yang menjadi predisposisi terjadinya preeklampsia meliputi hipertensi kronik. yaitu : 1. Apa pengertian dari preeklampsia ? 2. penyakit ginjal. Bagaimana pemeriksaan penunjang dari preeklampsia ? 8. Oleh karena itu pentingnya peran ibu untuk mengurangi / mencegah resiko terjadinya pre eklampsia menjadi eklampsia. penyakit autoimun seperti Lupus. B. Bagaimana klasifikasi dari preeklampsia ? 5.

Komplikasi dari preeklampsia k.C. 2. Tujuan umum Tujuan dari pembuatan makalah asuhan keperawatan dengan preeklampsia adalah supaya perawat dan mahasisiwa mampu memberikan asuhan keperawatan dengan pasien preeklampsia. Patofisiologi dari preeklampsia f. Pencegahan dari preeklampsia i. Etiologi dari preeklampsia d. Tujuan khusus Tujuan khusus dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui : a. Pemeriksaan penunjang dari preeklampsia h. Manifestasi klinis dari preeklampsia g. Pengertian dari preeklampsia b. Insidensi dari preeklampsia c. Klasifikasi dari preeklampsia e. TUJUAN 1. Asuhan keperawatan pada ibu hamil dengan preeklampsia 6 . Penatalaksanaan dari preeklampsia j.

odem dan protein uria yang timbul karena kehamilan. dan proteinuria yang timbul karena kehamilan (Ilmu Kebidanan : 2005). Matthew warden. 2007). (Mansjoer. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke 3 kehamilan. bersalin dan nifas yang terdiri dari hipertensi. paling banyak terlihat pada umur kehamilan 37 minggu. 2005). sedangkan gejalanya biasanya muncul setelah kehamilan berumur 28 minggu atau lebih ( Rustam Muctar.BAB II KONSEP TEORI A. Pre Eklamsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. 2003. tetapi dapat terjadi sebelumnya. MD. Misalnya terdapat Molahydatidosa (Sarwono : 2006) Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. tetapi dapat juga timbul kapan saja pada pertengahan kehamilan. 7 . 1998 ). edema. Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. 2000). Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai kejang dan atau koma yang timbul akibat kelainan neurologi (Kapita Selekta Kedokteran edisi ke-3). Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria (Cunningham et al. PENGERTIAN Preeklampsia terjadi pada umur kehamilan diatas 20 minggu. edema dan proteinuria tetapi tidak menjukkan tanda-tanda kelainan vaskuler atau hipertensi sebelumnya. Preeklampsia dapat berkembang dari preeklampsia yang ringan sampai preeklampsia yang berat (George. Preeklampsia adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil. Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan.

Preeklampsia dibagi dalam 2 golongan ringan dan berat.6 kasus per 1. INSIDEN Frekuensi preeklampsia untuk tiap negara berbeda-beda karena banyak faktor yang mempengaruhinya. keadaan sosial ekonomi. 2005). dengan preeklampsia sebesar 61 kasus (4. dan proteinuria (kamus saku kedokteran Dorland ). 3. kehamilan ganda.9%). 2.Preeklampsia adalah toksemia pada kehamilan lanjut yang ditandai oleh hipertensi. terutama primigravida muda. (Ilmu Kebidanan : 2005) B. Sudinaya (2000) mendapatkan angka kejadian preeklampsia dan eklamsia di RSU Tarakan Kalimantan Timur sebesar 74 kasus (5. Keluhan serebral. Tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih.2%) dan eklamsia 13 kasus (0. perbedaan kriteria dalam penentuan diagnosis dan lain-lain. atau tekanan diastolik 110 mmHg atau lebih. Penyakit digolongkan berat bila satu atau lebih tanda gejala dibawah ini : 1. Proteinuria 5 g atau lebih dalam 24 jam. gangguan penglihatan atau nyeri di daerah epigastrium 5. 2003). Sedangkan di Amerika Serikat dilaporkan bahwa kejadian preeklampsia sebanyak 5% dari semua kehamilan (23. molahidatidosa. hidrops fetalis.10% (Triatmojo.1%) dari 1431 persalinan selama periode 1 Januari 2000 sampai 31 Desember 2000. Edema paru dan sianosis. air kencing 400 ml atau kurang dalam 24 jam 4. jumlah primigravida. umur lebih dari 35 tahun dan obesitas merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya preeklampsia (Trijatmo.000 kelahiran) (Dawn C Jung.5%). Oliguria. Dari kasus ini terutama dijumpai pada usia 20-24 tahun dengan primigravida (17. Peningkatan kejadian preeklampsia pada usia > 35 tahun mungkin disebabkan karena adanya hipertensi kronik 8 . Di Indonesia frekuensi kejadian preeklampsia sekitar 3. 2007). edema. 3 atau 4 + pada pemeriksaan kualitatif. Diabetes melitus. Pada primigravida frekuensi preeklampsia lebih tinggi bila dibandingkan dengan multigravida.

preklamsia juga dipengaruhi oleh paritas.yang tidak terdiagnosa dengan superimposed PIH (Deborah E Campbell. 2006). C. 9 . maka memperlihatkan insiden hipertensi gestasional (13 % : 6 %) dan preeklampsia (13 % : 5 %) yang secara bermakna lebih tinggi. Wanita dengan kehamilan kembar bila dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Hasan Sadikin Bandung paling banyak terjadi pada ibu dengan paritas 1-3 yaitu sebanyak 19 kasus dan juga paling banyak terjadi pada usia kehamilan diatas 37 minggu yaitu sebanyak 18 kasus. dkk (1999) mendapatkan angka kejadian dari 30 sampel pasien preeklampsia di RSU Dr. Di samping itu. akan tetapi vasospasme ini yang menimbulkan berbagai gejala yang menyertai eklampsia (Obstetri Patologi : 1984) Teori yang dewasa ini banyak dikemukakan sebagai sebab preeklampsia ialah iskemia plasenta. 2003). Retensi Na dan air 3. Rupanya tidak hanya satu faktor. Koagulasi intravaskuler Walaupun vasospasme mungkin bukan merupakan sebab primer penyakit ini. Tetapi terdapat suatu kelainan yang menyertai penyakit ini yaitu : 1. Selain itu. melainkan banyak faktor yang menyebabkan preeklampsia dan eklampsia. Diantara faktor-faktor yang ditemukan sering kali sukar ditemukan mana yang sebab mana yang akibat (Ilmu Kebidanan : 2005). ETIOLOGI Etiologi penyakit ini sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Spasmus arteriola 2. Akan tetapi. Oleh karena itu disebut “penyakit teori” namun belum ada memberikan jawaban yang memuaskan. dengan teori ini tidak dapat diterangkan semua hal yang bertalian dengan penyakit itu. wanita dengan kehamilan kembar memperlihatkan prognosis neonatus yang lebih buruk daripada wanita dengan kehamilan tunggal (Cunningham. Banyak teori – teori dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. Surjadi.

5. Hal ini dapat diikuti dengan terjadinya pembentukan proteinuria. Adapun teori-teori tersebut adalah . 2006). sehingga sekresi vasodilatator prostasiklin oleh sel-sel endotelial plasenta berkurang. 2. 1998). 3. Diketahui bahwa kalsium berfungsi membantu Disfungsi dan aktivasi dari endotelial. 2002). hipertensi dan penurunan volume plasma (Y. Iskemik dari uterus. namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. Pada preeklampsia terjadi komplek imun humoral dan aktivasi komplemen. Preeklampsia meningkat pada anak dari ibu yang menderita preeklampsia. Kerusakan sel endotel vaskuler maternal memiliki peranan penting dalam patogenesis terjadinya preeklampsia. Fibronektin diketahui dilepaskan oleh sel endotel yang mengalami kerusakan dan meningkat secara signifikan dalam darah wanita hamil dengan preeklampsia. 10 . 1.Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. Akibat perubahan ini menyebabkan pengurangn perfusi plasenta sebanyak 50%. 4. Terjadi karena penurunan aliran darah di uterus Defisiensi kalsium. Sekresi tromboksan oleh trombosit bertambah sehingga timbul vasokonstrikso generalisata dan sekresi aldosteron menurun. 6. Teori sekarang yang dipakai sebagai penyebab preeklampsia adalah teori “iskemia plasenta”. sedangkan pada kehamilan normal prostasiklin meningkat. Namun teori ini belum dapat menerangkan semua hal yang berkaitan dengan penyakit ini (Rustam. Peran Faktor Imunologis Preeklampsia sering terjadi pada kehamilan I karena pada kehamilan I terjadi pembentukan blocking antibodies terhadap antigen plasenta tidak sempurna. oleh karena itu disebut “penyakit teori”. Peran Prostasiklin dan Tromboksan Pada preeklampsia dan eklampsia didapatkan kerusakan pada endotel vaskuler. Joko. Peran Faktor Genetik Preeklampsia hanya terjadi pada manusia. mempertahankan vasodilatasi dari pembuluh darah (Joanne.

Peningkatan BB > 0. c. kepala. b. d. Peningkatan BB . gangguan penglihatan.Kenaikan kadar fibronektin sudah dimulai pada trimester pertama kehamilan dan kadar fibronektin akan meningkat sesuai dengan kemajuan kehamilan (Koerniawan. dan sianosis gangguan kesadaran. perdarahan pada retina. yaitu : Efek Efek Maternal Tekanan Darah Preeklampsia ringan Kenaikan TD sistolik pada angka ≥ 30 mmHg atau lebih. e. Drajat). D. c.5 Kg/minggu selama trimester kedua dan ketiga atau peningkatan BB yang tibatiba sebesar 2 Kg/minggu 11 Preeklampsia berat Peningkatan menjadi ≥ 160/110 mmHg pada dua kali pemeriksaan dengan jarak 6 jam pada ibu hamil yang beristirahat di tempat tidur. interval pemeriksaan 6 jam. b. sampai positif 2 pada urin katerer atau urin aliran pertengahan. Pre Eklamsi Ringan (PER) a. Tekanan darah sistole 140 atau kenaikan 30 mmHg dengan interval Tekanan darah diastolik 90 atau kenaikan 15 mmHg dengan Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam 1 minggu.000 /mm. 2. KLASIFIKASI PRE EKLAMSIA 1. Sama seperti preeklampsia ringan. Keluhan subjektif : nyeri epigastrium. Peningkatan tanda gan gejala pre eklamsia berat memberikan petunjuk akan terjadinya pre eklamsia. Oligouria. tromosit kurang dari 100. odema paru. urin kurang dari 3 cc / 24 jam. nyeri Pemeriksaan : kadar enzim hati meningkat disertai ikterus. Protein urin lebih dari 3 gr / liter.3 gr atau lebih dengan tingkat kualitatif positif 1 pemeriksaan 6 jam. Tekanan darah 160 / 110 mmHg. Perbedaan preeklampsia ringan dengan preeklampsia berat. d. kenaikan TD diastolik pada angka ≥ 15 mmHg atau hasil pemeriksaan sebesar 140/90 mmHg dua kali dengan jarak 6 jam. Pre Eklamsi Berat (PEB) a. Protein uria 0.

DJJ deselerasi lambat. E. PATOFISIOLOGI Pada pre eklampsia terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan air. Keluaran sama dengan Oliguria. Pada waktu lahir plasenta terlihat lebih kecil daripada plasenta normal. jari. bunyi pulmoner tidak terdengar. tidak ada Hiperfleksi ≥ + 3. 5-10 g/L dalam jangka waktu 24 jam atau ≥ + 2 protein dipstick. klonus klomus di pergelangan kaki.Proteinuria Edema kapan saja. bunyi paru bisa terdengar. maka tenanan darah akan naik sebagai usaha untuk mengatasi tekanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat dicukupi. 120 ml/4jam. Sementara Berat Tidak ada Kabur Sementara Tidak ada Normal Tidak ada Minimal Meningkat Menurun Tidak jelas Berat Ada Meningkat Ada Jelas Meningkat Perfusi menurun. 300 mg/L dalam 24 jam atau > 1 g/L secara random dengan memakai contoh urine siang hari yang dikumpulkan pada dua waktu dengan jarak 6 jam secara terpisah karena pengurangan protein dapat bervariasi. dipergelangan kaki. Hiperfleksi + 3. wajah. Pada biopsi ginjal ditemukan spasme hebat arteriola glomerulus. Jadi jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme. ≥ 30 ml/jam. Beberapa pembengkakan di mata. wajah. lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilakui oleh satu sel darah merah. Sedangkan kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan oleh penimbunan air yang berlebihan dalam ruangan interstitial belum diketahui 12 . Refleks Haluaran urin Nyeri Kepala Gangguan penglihatan Iritabilitas Nyeri ulu hati Creatinin serum Trombositopeni a Peningkatan AST Hematokrit Efek pada janin Perfusi plasenta Premature placental aging Edema umum. < 30 ml/jam atau masukan. jari. Pada beberapa kasus. pembengkakan yang dapat dilihat pada mata.

Metablisme air dan elektrolit Hemokonsentrasi yang menyerupai preeklampsia dan eklampsia tidak diketahui penyebabnya . Proteinuria dapat disebabkan oleh spasme arteriola sehingga terjadi perubahan pada glomerulus (Sinopsis Obstetri.2003). Perubahan pada organ : 1. Nekrosis ginjal dapat menyebabkan penurunan laju filtrasi glomelurus dan proteinuria. Peningkatan hemolisis microangiopati menyebabkan anemia dan trobositopeni.2003). Berbagai gangguan tersebut pada dasarnya berkaitan dengan peningkatan afterload jantung akibat hipertensi. Pada preeklampsia yang berat dan eklampsia dapat terjadi perburukan patologis pada sejumlah organ dan sistem yang kemungkinan diakibatkan oleh vasospasme dan iskemia (Cunniangham. Perubahan kardiovaskuler Gangguan fungsi kardiovaskuler yang parah sering terjadi pada preeklamsia dan eklampsia. preload jantung yang secara nyata dipengaruhi oleh berkurangnya secara patologis hipervolemia kehamilan atau yang secara iatrogenik ditingkatkan oleh larutan onkotik / kristaloid intravena. Kerusakan hepar dari nekrosis hepatoseluler menyebabkan nyeri epigastrium dan peningkatan tes fungsi hati. Penumpukan trombus dan perdarahan dapat mempengaruhi sistem saraf pusat yang ditandai dengan sakit kepala dan defisit syaraf lokal dan kejang. mungkin karena retensi air dan garam. Halaman 199). dan aktifasi endotel disertai ekstravasasi kedalam ekstravaskuler terutama paru (Cunningham.2005). Jilid I. Wanita peningkatan dengan respon hipertensi terhadap pada kehamilan substansi dapat mengalami (seperti berbagai endogen prostaglandin.tromboxan) yang dapat menyebabkan vasospasme dan agregasi platelet. 2.sebabnya. meningkatnya kardiakoutput dan peningkatan tahanan pembuluh perifer. Manifestasi terhadap kardiovaskuler meliputi penurunan volume intavaskuler. jumlah air dan natrium dalam tubuh lebih banyak pada penderita preeklamsia dan eklampsia dari pada wanita hamil 13 . Infark plasenta dan obstruksi plasenta menyebabkan pertumbuhan janin terhambat bahkan kematian janin dalam rahim (Michael.

Otak Pada penyakit yang belum berlanjut hanya ditemukan edema dan anemia pada korteks serebri. Pada preeklampsia dan eklampsia sering terjadi peningkatan tonus rahim dan kepekaan terhadap rangsangan. sehingga terjad partus prematur. 5. natrium. MANIFESTASI KLINIS 14 . 6. Hal ini disebabkan oleh adaanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan dikorteks serebri atau didalam retina (Rustam. Mata Dapat dijumpai adanya edema retina dan spasme pembuluh darah. kristaloid. sehingga terjadi gangguan pertumbuhan janin dan karena kekurangan oksigen terjadi gawat janin. Uterus Aliran darah ke plasenta menurun dan menyebabkan gangguan pada plasenta. 4. pada keadaan yang berlanjut dapat ditemukan perdarahan (Trijatmo. F. Hal ini disebabkan oleh filtrasi glomerulus menurun. 3.1998). 1998).biasa atau penderita dengan hipertensi kronik. diplopia dan ambliopia. dan protein tidak mununjukkan perubahan yang nyata pada preeklampsia. Bisa juga karena aspirasi pnemonia atau abses paru (Rustam. sedangkan penyerapan kembali tubulus tidak berubah.2005). Penderita preeklamsia tidak dapat mengeluarkan dengan sempurna air dan garam yang diberikan. dan klorida dalam serum biasanya dalam batas normal (Trijatmo. Gejala lain yang menunjukkan pada preeklampsia berat yang mengarah pada eklampsia adalah adanya skotoma. Konsentrasi kalium. Paru-Paru Kematian ibu pada preeklampsia dan eklampsia biasanya disebabkan oleh edema paru yang menimbulkan dekompensasi kordis. Elektrolit.2005). Selain itu dapat terjadi ablasio retina yang disebabkan oleh edema intraokuler dan merupakan salah satu indikasi untuk melakukan terminasi kehamilan.

edema dan proteinuria bertambah meningkat (Trijatmo. atau kenaikan diastolik 15 mmHg atau lebih. hiperefleksia. diplopia. yaitu : 1. b. Proteinuria kuantitatif ≥ 0.3 gr perliter atau kualitatif 1+ atau 2+ pada urine kateter atau midstearm. Sedangkan berdasarkan klasifikasinya manifestasi klinis dari preeklampsia adalah sebagai berikut. bila disertai keadaan sebagai berikut : a. skotoma. 15 . atau kenaikan sistolik 30 mmHg atau lebih setelah 20 minggu kehamilan dengan riwayat tekanan darah normal.2005). Selain itu kita juga akan menemukan takikarda. pendarahan otak (Michael. peningkatan tekanan sistolik 30 mmHg dan diastolik 15 mmHg atau tekanan darah meningkat lebih dari 140/90 mmHg. Tekanan darahpun akan meningkat lebih tinggi. b. Tanda Objektif Pada pemeriksaan fisik yang dapat ditemukan meliputi. Gejala-gejala ini sering ditemukan pada preeklampsia yang meningkat dan merupakan petunjuk bahwa eklamsia akan timbul. Oligouri. Gejala subjektif Pada preeklampsia didapatkan sakit kepala di daerah frontal. Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih. penglihatan kabur. 2005). Preeklampsia ringan. Proteinuria 5 gr atau lebih perliter dalam 24 jam atau kualitatif 3+ atau 4+ c. hipertensi ensefalopati. Tekanan darah 140/90 mmHg. bila disertai keadaan sebagai berikut : a. yaitu : 1. 2. mual atau muntah-muntah. 2.Tanda dan gejala pada ibu hamil dengan preeklampsia secara umum adalah sebagai berikut. yaitu jumlah urine kurang dari 500 cc per 24 jam. perubahan kesadaran. nyeri di daerah epigastrium. edema paru. Preeklampsia berat. Tekanan darah pada preklamsia berat meningkat lebih dari 160/110 mmHg dan disertai kerusakan beberapa organ. takipnu.

dan rasa nyeri di epigastrium. Trombositopeni g. Terdapat edema paru dan sianosis f. Pertumbuhan janin terhambat (Lanak. gangguan penglihatan. c. Pemeriksaan darah lengkap dengan hapusan darah 1) 2) 3) Penurunan hemoglobin ( nilai rujukan atau kadar normal Hematokrit meningkat ( nilai rujukan 37 – 43 vol% ) Trombosit menurun ( nilai rujukan 150 – 450 ribu/mm3 ) hemoglobin untuk wanita hamil adalah 12-14 gr% ) b. Pernafasan intrauterus lambat.4-2. Pemeriksaan Laboratorium a. Urinalisis Ditemukan protein dalam urine. Serum Glutamat pirufat transaminase ( SGPT ) meningkat Serum glutamat oxaloacetic trasaminase ( SGOT ) Total protein serum menurun ( N= 6.d. Tes kimia darah Asam urat meningkat ( N= 2.7 mg/dl ) 2. 2004). Ultrasonografi Ditemukan retardasi pertumbuhan janin intra uterus. Radiologi a. dan volume cairan ketuban sedikit. 16 .7 g/dl ) ( N= 15-45 u/ml ) meningkat ( N= <31 u/l ) d. aktivitas janin lambat. e. Pemeriksaan Fungsi hati 1) 2) 3) 4) 5) 6) Bilirubin meningkat ( N= < 1 mg/dl ) LDH ( laktat dehidrogenase ) meningkat Aspartat aminomtransferase ( AST ) > 60 ul. Adanya gangguan serebral. G. Gangguan fungsi hati h.7-8. PEMERIKSAAN PENUNJANG PREEKLAMPSIA 1.

Walaupun timbulnya preeklamsia tidak dapat dicegah sepenuhnya. Diet tinggi protein dan rendah lemak. Mengenal secara dini preeklampsia dan segera merawat penderita tanpa memberikan diuretika dan obat antihipertensif. memang merupakan kemajuan yang penting dari pemeriksaan antenatal yang baik. Kita perlu lebih waspada akan timbulnya preeklampsia dengan adanya faktor-faktor predisposisi seperti yang telah diuraikan di atas. I. H. dan dianjurkan lebih banyak duduk dan berbaring. Preeklamsia ringan (PER) a. vit c / vit e dan zat besi 3) Kunjungan ulang dilakukan 1 minggu kemudian untuk menilai perkembangan kehamilan dan kesejahteraan janin. dan dalam hal itu harus dilakukan penanganan semestinya. PENATALAKSANAAN 1. Istirahat tidak selalu berarti berbaring di tempat tidur. Kardiotografi Diketahui denyut jantung janin lemah. karbohidrat. PENCEGAHAN Pemeriksaan antenatal yang teratur dan teliti dapat menemukan tandatanda dini preeklampsia. Rawat jalan 1) Anjurkan istirahat baring 2 jam siang hari dan tidur > 8 jam malam hari jika susah tidur beri fenobarbital 3 x 30 mg / hari 2) Diberikan obat penunjang antara lain : vit b komplex. Rawat tinggal Kriteria untuk rawat tinggal bagi px yang telah diterapi dalam 2x kunjungan selang 1 minggu tidak ada perbaikan klinis / laboratorium 2. Preeklamsia berat (PEB) 17 . namun pekerjaan sehari-hari perlu dikurangi. namun frekuensinya dapat dikurangi dengan pemberian penerangan secukupnya dan pelaksanaan pengawasannya yang baik pada wanita hamil.b. garam dan penambahan berat badan yang tidak berlebihan perlu dianjurkan. 4) Diet biasa (tidak perlu diet rendah garam) b. Penerangan tentang manfaat istirahat dan diet berguna dalam pencegahan.

Preeklamsia berat pada kehamilan kurang dari 37 minggu 1) Jika janin belum menunjukan tanda-tanda maturitas paruparu dengan uji kocok dan rasio L/S. maka penanganannya adalah sebagai berikut : a) Berikan suntikan sulfas magnesikus dengan dosis 8 gr intramusuler kemudian disusul dengan injeksi tambahan 4 gr intramuskuler setiap (selama tidak ada kontraindikasi) b) Jika ada perbaikan jalannya penyakit. dieresis 100 cc dalam 4 jam terakhir. serta berat badan ditimbang seperti pada pre-eklamsi ringan. respirasi 16 kali per menit. dan harus tersedia antidotumnya yaitu kalsium glukonas 10% dalam ampul 10 cc f) Infus dekstrosa 5 % dan Ringer laktat 18 . diperiksa. maka penatalaksanaan kasus sama seperti pada kehamilan diatas 37 minggu b. dan keadaan janin dimonitor. dilakukan terminasi kehamilan dengan induksi partus atau tindakan lain tergantung keadaan 2) Jika pada pemeriksaan telah dijumpai tanda-tanda kematangan paru janin. 4 gr di bokong kanan dan 4 gr di bokong kiri d) Suntikan dapat diulang dengan dosis 4 gr setiap 4 jam e) Syarat pemberian MgSO4 adalah: reflex patella positif. Pre-eklamsi berat pada kehamilan diatas 37 minggu 1) Penderita dirawat inap a) Istirahat mutlak dan ditempatkan dalam kamar isolasi b) Berikan diit rendah garam dan tinggi protein c) Berikan suntikan sulfas magnesikus 8 gr intramuskuler. pemberian sulfas magnesikus dapat diteruskan lagi selama 24 jam sampai dicapai criteria pre-eklamsi ringan (kecuali ada kontraindikasi) c) Selanjutnya ibu dirawat. sambil mengawasi timbulnya lagi gejala d) Jika dengan terapi di atas tidak ada perbaikan.a.

dan selanjutnya dapat diberikan tablet katapres 3 kali ½ tablet atau 2 kali ½ tablet sehari 3) Diuretika tidak diberikan. kecuali bila terjadi Pemberian sulfas magnesikus.m. 19 . kemudian diteruskan dengan dosis 4 gr setiap 4 jam dalam 24 jam postpartum 8) Bila ada indikasi obstetric dilakukan seksio sesarea.2) Berikan obat anti hipertensi : injeksi katapres 1 ampul i. kecuali bila terdapat edema umum. 4) Segera setelah pemberian sulfas magnesikus kedua. jadi ibu dilarang mengedan perdarahan yang disebabkan atonia uteri kontraindikasi.Untuk induksi dipakai oksitosin (pitosin atau sintosinon) 10 satuan dalam infuse tetes 5) 6) 7) Kala II harus dipersingkat dengan ekstrasi vakum atau Jangan diberikan methergin postpartum. dilakukan induksi partus dengan atau tanpa amniotomi.Untuk itu dapat disuntikan 1 ampul intravena Lasix. kalau tidak ada forceps. edema paru dan kegagalan jantung kongerstif.

muntah. sebagian lemak berupa lemak tdk jenuh Vitamin cukup. Tujuan Diet 1) Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal 2) Mencapai dan mempertahankan tekanan darah normal 3) Mencegah dan mengurangi retensi garam atau air 4) Mencapai keseimbangan nitrogen 5) Menjaga agar penambahan BB tdk melebih normal 6) Mengurangi atau mencegah timbulnya faktor resiko lain atau penyakit baru pada saat kehamilan atau setelah melahirkan b. Macam Diet Preeklampsia 1) Diet Preeklampsia I a) Diberikan kepada pasien dengan preeklampsia berat b) Makanan diberikan dalam bentuk cair. Diet a. Penambahan energi tidak lebih dari 300 Kkal dari makanan atau diet sebelum hamil 2) Garam diberikan rendah sesuai dengan berat ringannya retensi garam atau air. 3) 4) 5) 6) 7) 8) Protein tinggi (1½ – 2 g/kg berat badan) Lemak sedang. sesuai dengan kemampuan pasien menerima makanan .3. Pada keadaan oliguria. Cairan diberikan 2500 ml sehari. Penambahan BB diusahakan dibawah 3 kg/bulan atau dibawah 1 Kg/minggu. cairan dibatasi dan disesuaikan dengan cairan yg keluar melalui urine. tunggal dan lemak tdk jenuh ganda. keringat dan pernafasan c. yg terdiri dari susu dan sari buah 20 . Dalam keadaan berat makanan diberikan secara berangsur. Syarat Diet 1) Energi dan semua zat gizi cukup. vit C & B6 diberikan sedikit lbh tinggi Mineral cukup terutama kalsium dan kalium Bentuk makanan disesuaikan dg kemampuan pasien.

Ablasio retina g. Terhambatnya pertumbuhan dalam uterus b. Pendarahan subkapsula hepar d. elevated. Solusio plasenta c. Eklapmsia b. 2. Sindrom HELPP ( hemolisis. Asfiksia neonatorum d. Kematian dalam uterus a) Sebagai makanan perpidahan dari diet preeklampsia II atau a) Sebagai makanan perpindahan dari diet preeklampsia I atau 21 .c) Jumlah cairan diberikan paling sedikit 1500 ml sehari per oral dan kekurangannya diberikan secara parental d) Makanan ini kurang energi dan zat gizi karena itu hanya diberikan 1 – 2 hari 2) Diet Preeklampsia II kepada pasien preeklampsia yg penyakitnya tdk begitu besar b) Makanan berbentuk saring atau lunak. liver. Prematur c.enzymes dan low platelet count ) f. b) Makanan ini mengandung protein tinggi dan rendah garam . J. Pada Ibu a. Kelainan pembekuan darah ( DIC ) e. KOMPLIKASI 1. Pada Janin a. d) Jumlah energi hrs disesuaikan dengan kenaikan berat badan yg boleh lebih dari 1 kg per bulan . c) Diberikan dalam bentuk lunak atau biasa . Gagal jantung hingga syok dan kematian. c) Diberikan sebagai diet rendah garam I d) Makanan ini cukup energi dan zat gizi lainnya 3) Diet Preeklampsia III kepada pasien dengan preeklampsia ringan.

Peningkatan angka kematian dan kesakitan perinatal 22 .e.

Data Obyektif : a. hipertensi kronik. mual muntah. diukur 2 kali dengan interval 6 jam 23 . Palpasi : untuk mengetahui TFU. mola hidatidosa. pusing. vaskuler esensial. penglihatan kabur c. Data subyektif : a. 2. Pola nutrisi : jenis makanan yang dikonsumsi baik makanan pokok maupun selingan f. PENGKAJIAN Data yang dikaji pada ibu bersalin dengan pre eklampsia adalah : 1. hidramnion serta riwayat kehamilan dengan pre eklamsia atau eklamsia sebelumnya e. Auskultasi : mendengarkan DJJ untuk mengetahui adanya fetal distress d. anemia. Perkusi : untuk mengetahui refleks patella sebagai syarat pemberian SM ( jika refleks + ) e. Riwayat kesehatan ibu sekarang : terjadi peningkatan tensi. Psikososial spiritual : Emosi yang tidak stabil dapat menyebabkan kecemasan. letak janin. nyeri epigastrium. < 20 tahun atau > 35 tahun b. Riwayat kehamilan: riwayat kehamilan ganda. oleh karenanya perlu kesiapan moril untuk menghadapi resikonya.BAB III ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA A. Pemeriksaan penunjang : 1) Tanda vital yang diukur dalam posisi terbaring atau tidur. Umur biasanya sering terjadi pada primi gravida . Inspeksi : edema yang tidak hilang dalam kurun waktu 24 jam b. DM d. Riwayat kesehatan ibu sebelumnya : penyakit ginjal. lokasi edema c. oedema.

3 gr/lt atau +1 hingga +2 pada skala kualitatif ). 4. penurunan GCS sebagai tanda adanya kelainan pada otak 5) USG . uric acid biasanya > 7 mg/100 ml 3) Berat badan : peningkatannya lebih dari 1 kg/minggu 4) Tingkat kesadaran . 5. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan perawatan tidak terjadi kejang pada ibu Kriteria Hasil : 24 . 3. Resiko tinggi terjadinya kejang pada ibu berhubungan dengan penurunan fungsi organ (vasospasme dan peningkatan tekanan darah). kadar hematokrit menurun. 7. Resiko tinggi terjadinya kejang pada ibu berhubungan dengan Resiko tinggi terjadinya foetal distress pada janin berhubungan Gangguan rasa nyaman ( nyeri ) berhubungan dengan kontraksi Resiko tinggi terjadinya trauma ibu berhubungan dengan Gangguan perfusi pada jaringaan ginjal berhubungan dengan Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan Gangguan psikologis ( cemas ) berhubungan dengan koping yang penurunan fungsi organ ( vasospasme dan peningkatan tekanan darah ) dengan perubahan pada plasenta uterus dan pembukaan jalan lahir penurunan fungsi organ ( vasospasme dan peningkatan tekanan darah ) vasokontriksi. 6. serum kreatini meningkat. untuk mengetahui keadaan janin 6) NST : untuk mengetahui kesejahteraan janin B. INTERVENSI 1. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. 2. BJ urine meningkat.2) Laboratorium : protein uri dengan kateter atau midstream ( biasanya meningkat hingga 0. spasme dan edema glomerulus retensi air dan garam tidak efektif terhadap proses persalinan C.

nyeri epigastrium dan oliguria ) R/. ginjal. Gejala tersebut merupakan manifestasi dari perubahan pada otak. GCS : 15 ( 4-5-6 ) 2) Tanda-tanda vital : 3) Tekanan Darah : 100-120/70-80 mmHg Suhu : 36-37 C 4) Nadi : 60-80 x/mnt RR : 16-20 x/mnt Intervensi : 1) Monitor tekanan darah tiap 4 jam R/. reflek patella dalam. jantung dan paru yang mendahului status kejang 4) Monitor adanya tanda-tanda dan gejala persalinan atau adanya kontraksi uterus R/. Resiko tinggi terjadinya foetal distress pada janin berhubungan dengan perubahan pada plasenta Tujuan : Setelah dilakukan tindakan perawatan tidak terjadi foetal distress pada janin Kriteria Hasil : 1) DJJ ( + ) : 12-12-12 2) Hasil NST : 3) Hasil USG . Anti hipertensi untuk menurunkan tekanan darah dan SM untuk mencegah terjadinya kejang 2.1) Kesadaran : compos mentis. Penurunan kesadaran sebagai indikasi penurunan aliran darah otak 3) Kaji adanya tanda-tanda eklampsia ( hiperaktif. Kejang akan meningkatkan kepekaan uterus yang akan memungkinkan terjadinya persalinan 5) Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian anti hipertensi dan SM R/. penurunan nadi. Tekanan diastole > 110 mmHg dan sistole 160 atau lebih merupkan indikasi dari PIH 2) Catat tingkat kesadaran pasien R/. 25 .dan respirasi.

aktifitas janin turun ) R/. Peningkatan DJJ sebagai indikasi terjadinya hipoxia. USG dan NST untuk mengetahui keadaan/kesejahteraan janin 6) Kolaborasi untuk pemberian kortikosteroid R/. 3. Reaksi terapi dapat menurunkan pernafasan janin dan fungsi jantung serta aktifitas janin 5) Kolaborasi dengan medis dalam pemeriksaan USG dan NST R/. Kortikosteroid merangsang kematangan surfactant paru janin sehingga bila lahir premature bayi lebih siap. rahim tegang. prematur dan solusio plasenta 2) Kaji tentang pertumbuhan janin R/.Intervensi : 1) Monitor DJJ sesuai indikasi R/. perdarahan. Gangguan rasa nyaman ( nyeri ) berhubungan dengan kontraksi uterus dan pembukaan jalan lahir Tujuan : Setelah dilakukan tindakan perawatan ibu mengerti penyebab nyeri dan dapat mengantisipasi rasa nyerinya Kriteria Hasil : 1) Ibu mengerti penyebab nyerinya 2) Ibu mampu beradaptasi terhadap nyerinya Intervensi : 1) Kaji tingkat intensitas nyeri pasien 26 . Ibu dapat mengetahui tanda dan gejala solutio plasenta dan tahu akibat hipoxia bagi janin 4) Kaji respon janin pada ibu yang diberi SM R/. Penurunan fungsi plasenta mungkin diakibatkan karena hipertensi sehingga timbul IUGR 3) Jelaskan adanya tanda-tanda solutio plasenta ( nyeri perut.

R/. Ambang nyeri setiap orang berbeda . Gangguan psikologis ( cemas ) berhubungan dengan koping yang tidak efektif terhadap proses persalinan Tujuan : Setelah dilakukan tindakan perawatan kecemasan ibu berkurang atau hilang Kriteria Hasil : 1) Ibu tampak tenang 2) Ibu kooperatif terhadap tindakan perawatan 3) Ibu dapat menerima kondisi yang dialami sekarang Intervensi : 1) Kaji tingkat kecemasan ibu R/. Ibu dapat memahami penyebab nyerinya sehingga bisa kooperatif 3) Ajarkan ibu mengantisipasi nyeri dengan nafas dalam bila HIS timbul R/. terjadi vasodilatasi pembuluh darah. Pengetahuan terhadap proses persalinan diharapkan dapat mengurangi emosional ibu yang maladaptif 3) Gali dan tingkatkan mekanisme koping ibu yang efektif 27 . Tingkat kecemasan ringan dan sedang bisa ditoleransi dengan pemberian pengertian sedangkan yang berat diperlukan tindakan medikamentosa 2) Jelaskan mekanisme proses persalinan R/. untuk mengalihkan perhatian pasien 4.dengan demikian akan dapat menentukan tindakan perawatan yang sesuai dengan respon pasien terhadap nyerinya 2) Jelaskan penyebab nyerinya R/. Dengan nafas dalam otot-otot dapat berelaksasi . expansi paru optimal sehingga kebutuhan 02 pada jaringan terpenuhi 4) Bantu ibu dengan mengusap/massage pada bagian yang nyeri R/.

R/. Kecemasan akan dapat teratasi jika mekanisme koping yang dimiliki ibu efektif 4) Beri support system pada ibu R/. tingkah laku dan gangguan retina 2) Kaji tingkat kesadaran klien R/. 6. ibu dapat mempunyai motivasi untuk menghadapi keadaan yang sekarang secara lapang dada asehingga dapat membawa ketenangan hati 5. Oedema keseluruhan dan vasokontriksi merupakan manifestasi dan perubahan pada SSP. Jantung dan Paru-Paru 4) Tutup kamar atau ruangan. penurunan nadi dan respirasi. tingkatkan waktu istirahat. Ginjal. perfusi pada jaringaan ginjal berhubungan dengan vasokontriksi. nyeri epigastrium dan oliguri) R/. Gangguan Tujuan : Perfusi jaringan ginjal lancar Intervensi : 1) Anjurkan pasien bedrest dengan posisi miring. batasi pengunjung. Penurunan kesadaran sebagai indikasi penurunan sirkulasi otak 3) Kaji tanda eklamsi (hiperaktif. Mengurangi rangsangan lingkungan yang dapat menstimulasi otak dan dapat menimbulkan kejang. Resiko tinggi terjadinya trauma ibu berhubungan dengan penurunan fungsi organ (vasospasme dan peningkatan tekanan darah). spasme dan edema glomerulus 28 . Tujuan : Tidak terjadi trauma pada ibu Intervensi : 1) Kaji tanda-tanda perubahan fungsi otak R/. R/. Oedema serebral dan vasokontriksi dapat dievaluasi dari tanda subjektif. reflek patella dalam.

indicator adanya udema paru.R/. asam urat dan BUN R/. suara parau dan tanda vital. indicator kerja ginjal. Oliguri sebagai indikasi hipovelemik sedang dan ginjal terganggu 3) Cek kadar kreatinin. 4) Monitor output urine. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan retensi air dan garam Tujuan : Keseimbangan cairan terjaga Intervensi : 1) Timbang BB secara rutin R/. Bedrest dapat meningkatkan cardius output dan urine output total dan menurunkan aktivitas kelenjar adrenal 2) Observasi intake dan output serta BJ urine R/. 2) Monitor adanya edema R/. Peningkatan kadar tersebut sebagai indikasi penurunan kondisi klien 7. adanya peningkatan tensi abnormal. Identifikasi adanya Hemokonsentrasi. edema sebagai tanda gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit 3) Catat kadar Hb dan Hematokrit R/. HCT 3X Hb merupakan indikasi adanya Hemokonsentrasi. Peningkatan BB > 1 kg/minggu sebagai indikasi adanya retensi abnormal pada klien. R/. 29 .

30 . B. Ibu yang hamil hendaknya memeiksakan kehamilannya secara teratur untuk mengetahui jika ada tanda-tanda dini preeklampsia. Preeklampsia adalah salah satu penyakit yang berbahaya pada ibu hamil. oleh karena itu hendaknya upaya preventif dilakukan agar tidak terjadi masalah tersebut.BAB IV PENUTUP A. SARAN 1. tetapi dapat terjadi sebelumnya. Oleh karena itu disebut “penyakit teori” namun belum ada memberikan jawaban yang memuaskan. odem dan protein uria yang timbul karena kehamilan. Etiologi penyakit ini sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. diplopia. nyeri di daerah epigastrium. dan dalam hal itu harus dilakukan penanganan semestinya. SIMPULAN Pre Eklamsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi. penglihatan kabur. Banyak teori – teori dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. mual atau muntahmuntah. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke 3 kehamilan. 2. Pemeriksaan antenatal yang teratur dan teliti dapat menemukan tandatanda dini preeklampsia. Pada preeklampsia didapatkan sakit kepala di daerah frontal. Pada preeklampsia yang berat dan eklampsia dapat terjadi perburukan patologis pada sejumlah organ dan sistem yang kemungkinan diakibatkan oleh vasospasme dan iskemia. skotoma.

Available: http://www. L.J. & Linden. Desember 03) 31 . A. B. Available from: http://www. et all. Available from: http://www. (2006. Preeclampsia. (2004). (Accesed: 2011.. Williams Obstetrics. Availablefrom:http://www. Desember 03) Wagner. McGraw-Hill Companies.M. March 15 – Review date). Desember 03) Tomasulo. (Accesed: 2011. Preeclampsia.aafp.cmf.com/emerg/topic480.. (2007).. January 05 – Last update). & Lubetkin. D.html#5. P.emedicine.DAFTAR PUSTAKA Brooks. Preeclamsia. Desember 03) Cunningham.com/refcap/pregnancy/pregcomplications/257. (2005. (Accesed: 2011.G. 2003.html. Musalli. F.org/afp/20041215/2317. 21st ed.babycenter. Diagnosis And Management Of Preeclampsia.htm (Accesed: 2011.obgyn.health.com/pregnancybacics/preeclamsi a.ivillage. Pregnancy.G.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful