Mesir (Bahasa Arab: ‫ رصم‬Miṣr) merupakan sebuah negara di Afrika Utara.

Mesir bersempadan dengan Libya, Sudan, Jalur Gaza dan Israel serta Laut Mediterranean dan Laut Merah. Walaupun Mesir mempunyai keluasan tanah yang besar (1 juta km², kebanyakan penduduknya mendiami kawasan-kawasan tebing Sungai Nil, terutamanya bandar Kaherah dan Iskandariah. Kawasan Mesir merupakan tapak tamadun awal Mesir Purba. Monumen-monumen Mesir Purba seperti Piramid Giza, Sphinx, Kuil Luxor dan sebagainya menjadi tarikan berjuta-juta pelancong luar negeri setiap tahun. Kini, Mesir merupakan antara negara Arab terpenting di Timur Tengah.

Kebudayaan Mesir Sebagian besar masyarakat Mesir Kuno bekerja sebagai petani. Kediaman mereka terbuat dari tanah liat yang didesain untuk menjaga udara tetap dingin di siang hari. Setiap rumah memiliki dapur dengan atap terbuka. Di dapur itu biasanya terdapat batu giling untuk menggiling tepung dan oven kecil untuk membuat roti. Tembok dicat warna putih dan beberapa juga ditutupi dengan hiasan berupa linen yang diberi warna. Lantai ditutupi dengan tikar buluh dilengkapi dengan furnitur sederhana untuk duduk dan tidur. Bangsa Mesir Kuno sangat menghargai penampilan dan kebersihan tubuh. Sebagian besar mandi di Sungai Nil dan menggunakan sabun yang terbuat dari lemak binatang dan kapur. Laki-laki bercukur untuk menjaga kebersihan, menggunakan minyak wangi dan salep untuk mengharumkan dan menyegarkan kulit. Pakaian dibuat dengan linen sederhana yang diberi warna putih, baik wanita maupun pria di kelas yang lebih elit menggunakan wig, perhiasan, dan kosmetik. Anak-anak tidak mengenakan pakaian hingga mereka dianggap dewasa, pada usia sekitar 12 tahun, dan pada usia ini laki-laki disunat dan dicukur. Ibu bertanggung jawab menjaga anaknya, sementara sang ayah bertugas mencari nafkah. Musik dan tarian menjadi hiburan yang paling populer bagi mereka yang mampu membayar untuk melihatnya. Instrumen yang digunakan antara lain seruling dan harpa, juga instrumen yang mirip terompet juga digunakan. Pada masa Kerajaan Baru, bangsa Mesir memainkan bel, simbal, tamborine, dan drum serta mengimpor kecapi dan lira dari Asia. Mereka juga menggunakan sistrum, instrumen musik yang biasa digunakan dalam upacara keagamaan. Bangsa Mesir Kuno mengenal berbagai macam hiburan, permainan dan musik, salah satunya adalah Senet, permainan papan yang bidaknya digerakkan dalam urutan acak. Selain itu mereka juga mengenal mehen. Juggling dan permainan menggunakan bola juga sering dimainkan anakanak, juga permainan gulat sebagaimana digambarkan dalam makam Beni Hasan. Orang-orang kaya di Mesir Kuno juga gemar berburu dan berlayar untuk hiburan.

Masakan
Masakan Mesir cenderung tidak berubah selama berabad-abad; Masakan Mesir modern memiliki banyak persamaan dengan Masakan Mesir Kuno. Makanan sehari-hari biasanya mengandung roti dan bir, dengan lauk berupa sayuran seperti bawang merah dan bawang putih, serta buah-

Perpaduan antara teks dan gambar terjalin dengan indah baik di tembok makam dan kuil. atau peristiwa religius. seperti yang terletak di Giza.Firaun menggunakan relief untuk mencatat kemenangan di pertempuran. kecuali di kalangan orang kaya yang lebih sering menyantapnya. di sisi lain. Arsitektur makam tertua yang berhasil ditemukan adalah mastaba. Kaum tani tinggal di rumah sederhana. gaya ini bertahan hingga periode YunaniRomawi. model ini diberi bentuk buruh. struktur persegi panjang dengan atap datar yang terbuat dari batu dan bata. Cat didapatkan dari mineral seperti bijih besi (merah dan kuning). terdiri dari ruang tunggal tertutup dengan lembaran atap yang didukung oleh pilar. Sebagai usaha menduplikasi aktivitas hidup di kehidupan setelah kematian. dan ruangan hypostyle. dekrit kerajaan. Struktur ini biasanya dibangun untuk menutupi ruang bawah tanah untuk menyimpan mayat. Di masa Kerajaan Pertengahan. Kuil-kuil tertua yang tersisa. peti mati. bahkan formasi militer. model kayu atau tanah liat yang menggambarkan kehidupan sehari-hari menjadi populer untuk ditambahkan di makam. Proyek pembangunan dikelola dan didanai oleh pemerintah untuk tujuan religius. Ikan. mengakibatkan bentuk aliran ini tidak mudah berubah dan terpengaruh aliran lain. Pada Kerajaan Baru. bentuk. Selama 3500 tahun. dan unggas dapat diasinkan atau dikeringkan. dan area warna yang datar dikombinasikan dengan karakteristik figure yang tidak memiliki kedalaman spasial—menciptakan rasa keteraturan dan keseimbangan dalam komposisinya. Bangsa Mesir Kuno mampu membangun struktur batu dengan peralatan sederhana namun efektif. rumah kaum elit memiliki struktur yang rumit. jelaga atau arang (hitam). menunjukkan tembok dan lantai yang dipenuhi hiasan dengan gambar pemandangan yang indah. sebagai bentuk peringatan. dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. arsitek menambahkan pilon. maupun untuk menunjukkan kekuasaan firaun. Beberapa istana Kerajaan Baru yang tersisa. rumah. serta direbus atau dibakar. karenanya tidak ada satu pun yang terisa saat ini. Arsitektur Karya arsitektur bangsa Mesir Kuno yang paling terkenal antara lain: Piramida Giza dan kuil di Thebes. maupun patung. halaman terbuka. seperti yang terletak di Malkata dan Amarna. seniman mengikuti bentuk artistik dan ikonografi yang dikembangkan pada masa Kerajaan Lama. dan batu kapur (putih). Seni Bangsa Mesir Kuno memproduksi seni untuk berbagai tujuan. perahu. disimpan untuk kemudian diberi air ketika hendak digunakan. Standar artistik—garis-garis sederhana. Cat dapat dicampur dengan gum arab sebagai pengikat dan ditekan (press). . daging. bijih perunggu (biru dan hijau). Aliran ini memiliki prinsip-prinsip ketat yang harus diikuti.buahan berbentuk biji dan ara. Seniman Mesir Kuno dapat menggunakan batu dan kayu sebagai bahan dasar untuk memahat. Kediaman baik untuk kalangan elit maupun masyarakat biasa dibuat dari bahan yang mudah hancur seperti batu bata dan kayu. Wine dan daging biasanya hanya disajikan pada perayaan tertentu. Struktur penting seperti kuil atau makam dibuat dengan batu agar dapat bertahan lama.

tergantung siapa yang berkuasa ketika itu. peran firaun sebagai perantara spiritual mulai berkurang seiring dengan munculnya kebiasaan untuk memuja langsung tuhan. Salah satu contoh perubahan gaya akibat adanya perubahan politik yang menonjol adalah bentuk artistik yang dibuat pada masa Amarna: patung-patung disesuaikan dengan gaya pemikiran religius Akhenaten. Setelah Kerajaan Baru. seni dengan gaya Minoa ditemukan di Avaris. yang dikenal sebagai seni Amarna. Orang kaya mulai menguburkan orang mati di kuburan batu. namun mereka membutuhkan tubuh fisik mereka (atau dapat digantikan dengan patung) sebagai tempat untuk pulang. Kuil tidak dijadikan tempat beribadah untuk publik. orang mesir percaya dewa-dewa perlu diberi sesajen agar tidak mengeluarkan amarah. Masyarakat mesir percaya bahwa setiap manusia terdiri dari bagian fisik dan spiritual. sang arwah diperbolehkan tetap tinggal di bumi dalam bentuk spiritual. dan penguburan mayat bersama barang-barang yang akan digunakan oleh almarhum di akhirat. Setelah invasi Hykos di Periode Pertengahan Kedua. dan hanya pada hari-hari tertentu saja patung di kuil itu dikeluarkan untuk disembah oleh masyarakat. Setelah kematian. Dewa-dewa disembah dalam sebuah kuil yang dikelola oleh seorang imam. Selain badan.Meskipun bentuknya hampir homogen. manusia juga memiliki šwt (bayangan). ka (nyawa). tanpa perantara. yaitu dengan . Struktur ini dapat berubah. cara ini secara alami akan mengawetkan tubuh mayat melalui proses pengeringan. Tujuan utama mereka yang meninggal adalah menyatukan kembali ka dan ba dan menjadi "arwah yang diberkahi. aspek spiritual akan lepas dari tubuh dan dapat bergerak sesuka hati. Gaya ini." Untuk mencapai kondisi itu. Di sisi lain. Sebelum periode Kerajaan Lama. akibatnya mereka memanfaatkan mumifikasi buatan. para imam mengembangkan sistem ramalan (oracle) untuk mengkomunikasikan langsung keinginan dewa kepada masyarakat. namun dewa-dewa tidak selalu dilihat sebagai sosok yang baik. Kuil-kuil diisi oleh dewa-dewa yang memiliki kekuatan supernatural dan menjadi tempat untuk meminta perlindungan. Di bagian tengah kuil biasanya terdapat patung dewa. dan nama. Berbagai kegiatan dalam adat ini adalah : proses mengawetkan tubuh melalui mumifikasi. upacara pemakaman. langsung diganti dan dibuah ke bentuk tradisional setelah kematian Agama dan Kepercayaan Kepercayaan terhadap kekuatan gaib dan adanya kehidupan setelah kematian dipegang secara turun temurun. Adat Pemakaman Orang Mesir Kuno mempertahankan seperangkat adat pemakaman yang diyakini sebagai kebutuhan untuk menjamin keabadian setelah kematian. ba (kepribadian atau jiwa). Jantung dipercaya sebagai pusat dari pikiran dan emosi. Masyarakat umum beribadah memuja patung pribadi di rumah masing-masing. tubuh mayat dimakamkan di dalam lubang gurun. pada waktu tertentu gaya karya seni Mesir Kuno terkadang mengikuti perubahan kultural atau perilaku politik. jantung akan ditimbang dengan "bulu kejujuran. Kegersangan dan kondisi gurun telah menjadi keuntungan sepanjang sejarah Mesir Kuno bagi kaum miskin yang tidak mampu mempersiapkan pemakaman sebagaimana halnya orang kaya. mereka yang mati akan diadili. dilengkapi jimat yang dipercaya mampu melindungi dari marabahaya." Jika pahalanya cukup.

pada setiap lapisan kain tersebut disisipkan jimat pelindung. Praktik pengawetan mayat asli mulai menurun sejak zaman Ptolemeus dan Romawi. Tradisi penguburan barang mewah dan barang-barang sebagai bekal almarhum juga berlaku pada semua masyarakat tanpa memandang status sosial. dan pengeringan tubuh menggunakan campuran garam yang disebut natron. bersamaan dengan patung shabti yang dipercaya akan membantu pekerjaan mereka di akhirat. Orang kaya Mesir dikuburkan dengan jumlah barang mewah yang lebih banyak. Teknik terbaik pengawetan mumi memakan waktu kurang lebih 70 hari lamanya. pengeluaran otak melalui hidung. membungkus tubuh menggunakan kain.org . Mumi periode akhir diletakkan pada laci besar cartonnage yang telah dicat. Selanjutnya tubuh dibungkus menggunakan kain. mayat kemudian diletakkan pada peti mati yang disebut antropoid. orang Mesir Kuno telah menyempurnakan seni mumifikasi. pada zaman ini masyarakat mesir kuno lebih menitikberatkan pada tampilan luar mumi.mencabut organ internal. Pada permulaan Kerajaan Baru. sumber: www. Pada periode Kerajaan Baru. selama waktu tersebut secara bertahap dilakukan proses pengeluaran organ internal. kerabat yang masih hidup diharapkan untuk sesekali membawa makanan ke makam dan mengucapkan doa atas nama almarhum. Setelah pemakaman. Pada permulaan dinasti keempat. dan meletakkan mayat ke dalam sarkofagus berupa batu empat persegi panjang atau peti kayu. buku kematian ikut disertakan di kuburan. beberapa bagian tubuh mulai diawetkan secara terpisah dalam toples kanopik.wikipedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful