RANCANG BANGUN SISTEM ABSENSI MAHASISWA UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA DENGAN MENGGUNAKAN FINGER PRINT

SKRIPSI

Diajukan guna Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom.)

Jason Thenov 10110110003

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA TANGERANG 2014

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini adalah karya ilmiah saya sendiri, bukan plagiat dari karya ilmiah yang ditulis oleh orang lain atau lembaga lain, dan semua karya ilmiah orang lain atau lembaga lain yang dirujuk dalam skripsi ini telah disebutkan sumber kutipannya serta dicantumkan di Daftar Pustaka.

Tangerang, 13 Desember 2014

Jason Thenov

HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi dengan judul

“Rancang Bangun Sistem Absensi Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara dengan Menggunakan Finger Print”

oleh Jason Thenov telah disetujui untuk diajukan ke dalam Sidang Ujian Skripsi Universitas Multimedia Nusantara

Tangerang, 12 Januari 2014 Menyetujui, Dosen Pembimbing

Niknik M. Kuntarto, S Pd., M.Hum.

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul “Rancang Bangun Sistem Absensi Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara dengan Menggunakan Finger Print “ oleh Jason Thenov telah diujikan pada hari Rabu, tanggal 13 Desember 2014, pukul 12.00 s.d. 14.00 dan dinyatakan lulus dengan susunan penguji sebagai berikut.

Ketua Sidang

Penguji Ahli

Januar Wahjudi, S.Kom., M.Sc.

Maria Irmina P., S.Kom., M.T.

Dosen Pembimbing

Niknik M. Kuntarto, S Pd., M.Hum. Disahkan oleh Ketua Program Studi Teknik Informatika - UMN

Januar Wahjudi, S.Kom., M.Sc.

HALAMAN PERSEMBAHAN

seiring sinar gemerlap mentari bersama hangat pancaran cahaya kembali mencoba membuka mata melihat dunia dengan sepenuh jiwa melangkah tegap menuju cita tak perlu bimbang ada tangan penuh kasih yang senantiasa menunjukkan jalan ada cinta bertebaranyang menyalakan api harapan.

KATA PENGANTAR
Keanugerahan inspirasi yang diberikan oleh Tuhan Yang Mahakasih telah menjadi sumber pengetahuan penulis dalam menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pembuatan Sistem Absensi Mahasiswa dengan Menggunakan Scan Sidik Jari”. Oleh karena itu, penulis mengucapkan syukur karena penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini diajukan kepada Program Strata 1, Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi, Universitas Multimedia Nusantara. Skripsi ini dapat menjadi sumber informasi bagi para pembangun sistem untuk membangun sistem absensi dengan menggunakan scan sidik jari dan mengoneksikan sistem tersebut dengan basis data. Dengan demikian, sistem absensi menjadi lebih efektif karena mahasiswa diharuskan untuk hadir. Selain itu, mahasiswa tidak dapat melakukan perbuatan curang seperti menitipkan absensi kepada mahasiswa lainnya. Penulis juga berterima kasih kepada: 1. Dr. Ninok Leksono, Rektor Universitas Multimedia Nusantara yang menjadi sumber inspirasi bagi penulis untuk berprestasi, 2. Johannes S. Prajitno, M.Sc., Pelaksana Harian Rektor

Universitas Multimedia Nusantara, yang memberikan pelajaran kepada penulis agar dapat melakukan observasi dengar baik dan benar, 3. Januar Wahjudi, S.Kom., M.Sc. , Ketua Program Studi Teknik Informatika, UMN, yang menerima penulis dengan baik untuk berkonsultasi, dan 4. Niknik M. Kuntarto, S Pd., M.Hum. , yang membimbing pembuatan skripsi dan yang telah mengajar penulis tata cara menulis karya ilmiah dengan benar.

Tidak lupa penulis mengucap terima kasih kepada keluarga: Ibu, Ayah, Kakak, dan Adik-adik tercinta yang selalu mendukung penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat, baik sebagai sumber informasi maupun sumber inspirasi, bagi para pembaca.

Tangerang, September 2014

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Universitas Multimedia Nusantara sekarang sedang

menerapkan sistem tapping. Setelah diamati dengan saksama, ternyata sistem tersebut tidak berjalan dengan efektif.

Ketidakefektifan sistem tersebut dikarenakan banyak mahasiswa yang menitipkan kartu mahasiswanya kepada mahasiswa lain untuk mendapatkan absensi. Kelemahan lain dari sistem tapping adalah kartu yang digunakan untuk tapping dapat mengalami kerusakan atau kehilangan. Mahasiswa yang kartunya mengalami kerusakan atau kehilangan wajib melaporkan kepada BAAK agar dibuatkan kartu yang baru dan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengganti kartu tersebut cukup besar untuk kalangan mahasiswa, apalagi mayoritas mahasiswa UMN adalah orang yang berdomisili di luar Jabotabek. Dengan adanya sistem absensi dengan menggunakan scan sidik jari, diharapkan mahasiswa tidak dapat menitipkan absensi kepada mahasiswa lain. Dengan begitu, mahasiswa diharuskan hadir dalam perkuliahan. Dengan begitu, sistem absensi di universitas ini menjadi lebih efektif.

Pada1 dasarnya manusia memiliki keunikan sendiri yang membedakannya dengan manusia yang lain. Hal ini dapat dilihat dari sidik jari, struktur wajah, iris, dan retina mata. Dengan memanfaatkan hal-hal tersebut, diciptakan teknologi yang bernama biometrik. Biometrik2 adalah metode untuk mengindentifikasi atau mengenali seseorang berdasarkan karakteristik fisik atau perilakunya. Teknologi Biometrik tersebut menggunakan piranti keras yang disebut pemindai yang digunakan untuk memindai sidik jari. Pemindai3 adalah alat yang menggunakan data biometrik untuk mengidentifikasi individu berdasarkan pengukuran karakteristik fisiologisnya. Setelah sidik jari terpindai, sidik jari tersebut dimasukkan kedalam komputer dengan format gambar. Seharusnya gambar dicocokan dengan gambar yang telah tersimpan di dalam basis data. Basis data4 adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan

suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Jika5 gambar pada basis data dengan gambar hasil pindaian cocok, sistem akan mengecek waktu hadir yang sudah ditentukan mahasiswa
1

oleh

universitas. dapat

Setelah

pengecekan

selesai,

mengikuti

perkuliahan.

Susi R.Lumbantoruan, “Sistim Imformasi Psikologi-Sistem Absensi Sidik Jari”, dalam http://wartawarga.gunadarma.ac.id , diunduh pada 14 Desember 2011, pkl. 13.00
2 3

Ibid. Mitra Komputer, “Pemindai Biometrik”, dalam http://komputer.mitrasites.com, diunduh pada 14 Desember 2011, pkl 17.00. 4 Wikipedia, “Basis Data”, dalam http://id.wikipedia.org, diunduh pada 14 Desember 2011, pkl 17.00.
5

Susi R.Lumbantoruan, loc. cit.

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Universitas Multimedia Nusantara sekarang sedang

menerapkan sistem tapping. Setelah diamati dengan saksama, ternyata sistem tersebut tidak berjalan dengan efektif.

Ketidakefektifan sistem tersebut dikarenakan banyak mahasiswa yang menitipkan kartu mahasiswanya kepada mahasiswa lain untuk mendapatkan absensi. Kelemahan lain dari sistem tapping adalah kartu yang digunakan untuk tapping dapat mengalami kerusakan atau kehilangan. Mahasiswa yang kartunya mengalami kerusakan atau kehilangan wajib melaporkan kepada BAAK agar dibuatkan kartu yang baru dan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengganti kartu tersebut cukup besar untuk kalangan mahasiswa, apalagi mayoritas mahasiswa UMN adalah orang yang berdomisili di luar Jabotabek. Dengan adanya sistem absensi dengan menggunakan scan sidik jari, diharapkan mahasiswa tidak dapat menitipkan absensi kepada mahasiswa lain. Dengan begitu, mahasiswa diharuskan hadir dalam perkuliahan. Dengan begitu, sistem absensi di universitas ini menjadi lebih efektif.

Pada dasarnya manusia memiliki keunikan sendiri yang membedakannya dengan manusia yang lain. Hal ini dapat dilihat dari sidik jari, struktur wajah, iris, dan retina mata. Dengan memanfaatkan hal-hal tersebut, maka diciptakan teknologi yang bernama biometric (R.Lumbantoruan: mengindentifikasi karakteristik fisik 2011). atau atau Biometrik mengenali perilakunya adalah metode untuk

seseorang

berdasarkan 2011).

(R.Lumbantoruan:

Teknologi Biometrik tersebut menggunakan piranti keras yang disebut pemindai yang digunakan untuk memindai sidik jari. Pemindai adalah alat yang menggunakan data biometrik untuk mengidentifikasi individu berdasarkan pengukuran karakteristik

fisiologisnya (Mitra Komputer: 2011). Setelah sidik jari terpindai, sidik jari tersebut dimasukkan kedalam komputer dengan format gambar. Seharusnya gambar dicocokan dengan gambar yang telah tersimpan di dalam basis data. Basis data adalah secara kumpulan informasi yang sistematik sehingga disimpan dapat di

dalam komputer

diperiksa

menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut (Wikipedia: 2011). Jika gambar pada basis data dengan gambar hasil pindaian cocok, sistem akan mengecek waktu hadir yang sudah ditentukan oleh universitas. Setelah perkuliahan

pengecekan selesai, mahasiswa dapat mengikuti (R.Lumbantoruan: 2011).

DAFTAR PUSTAKA
Lumbantoruan, Susi R. 2011. “Sistim Imformasi Psikologi-Sistem Absensi Sidik Jari”. Dalam http://wartawarga.gunadarma.ac.id. Mitra Komputer. 2011. “Pemindai Biometrik”. Dalam http://komputer.mitrasites.com. Wikipedia. 2011. “Basis Data”. Dalam http://id.wikipedia.org.

BIOGRAFI SINGKAT

Jason Thenov, itulah nama sang penulis skripsi ini. Pria yang lahir di Pontianak pada 21 November 1992 adalah anak kedua dari empat bersaudara. Salah satu kegemaran dari pria berbintang Scorpio ini sangat menyukai hal yang berbau Hip Hop. Manusia ini paling gemar makan tempe. Dengan talenta yang dimiliki, ia memutuskan untuk masuk ke Universitas Multimedia Nusantara dan masuk ke dunia Teknik Informatika. Dengan keberaniannya, pria ini bergelut di dunia seni tari dan pemograman. Meskipun pria sibuk ini tidak dapat membagi waktu dengan baik, indeks prestasi yang ia capai tidak pernah di bawah angka minimum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful