1

Pendahuluan Luka bakar termal menjadi permasalahan serius di Indonesia, RS. Cipto Mangun Kusumo dilaporkan terdapat 107 kasus luka bakar yang dirawat, dengan angka kematian 37,38%, sedangkan di RS. dr. Soetomo Surabaya pada tahun 2000 dirawat 106 kasus luka bakar dengan angka kematian 26,41%.1 Luka bakar termal dapat menyebabkan rusaknya protein pada sel-sel tubuh.2 Kompres iodium povidon , nitras-argenti 0,5% dan bioplacenton adalah obat topikal sintesis yang sering digunakan sebagai obat luka bakar karena berperan sebagai bakteriostatik untuk semua kuman.3 penggunaan iodium povidon, nitras argenti 0,5%, dan bioplacenton secara berlebihan dan jangka waktu lama dapat menimbulkan efek samping berupa dermatiitis, bengkak, gatal dan rangsangan nyeri yang sangat pada daerah sekitar luka.4 Salah satu tanaman tropis yang dapat digunakan sebagai pengganti obat penyembuhan luka bakar adalah tanaman yodium (Jatropha multifida) dan daun papaya (Carica papaya).5

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel kombinasi ekstrak tanaman yodium (jatropha multifida) dan daun pepaya (carica papaya) terhadap penyembuhan luka bakar termal pada tikus putih (rattus norvegicus).

Bahan dan Cara Penelitian ini adalah penelitian eksperimental penelitian. Sampel yang digunakan yaitu 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) galur sprague dawley. Tikus betina karena tidak terlalu agresif dibandingkan tikus jantan. Tikus berumur 8 minggu dengan berat badan yang sudah disesuaikan ±200gram. Tikus sehat, aktif dan tidak cacat. Sampel diambil secara acak dan dibagi menjadi 5 kelompok. Penelitian laboratorium Kedokteran Universitas bulan (mei-juli 2011). dan ini dilakukan di Biomedik Ilmu Fakultas Kesehatan invivo dengan menggunakan hewan uji sebagai objek

Muhammadiyah

Yogyakarta, selama kurang lebih 3

1ml. sedangkan Waktu adalah (Carica papaya). kapas. . Kelompok A adalah kelompok hewan uji kontrol negatif tanpa perlakuan. masker. . timbangan. eter. Dilakukan aklimatisasi hewan uji selama 7 hari. Semua varian tersebut harus dikendalikan dalam keadaan yang sama. kontrol positif. solder modifikasi diameter 20mm. spuit 0. selanjutnya secara acak dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif. waktu tempat pemeliharaan. Kelompok B adalah kelompok hewan uji yang diberi sediaan gel kombinasi daun ekstrak (Carica tumbuhan papaya) yodium (Jatropha multifida) dan pepaya objek penyembuhan luka (dalam hari) dan persentase penyembuhan luka. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Gel kombinasi Ekstrak tumbuhan yodium (Jatropha multifida) dan daun pepaya sebesar 15% dengan perbandingan konsentrasi 1:1 . Kemudian.250 gram. Variabel terkontrol adalah tikus putih (Rattus norvegicus) galur sprague dawley betina berumur 8 minggu dengan berat antara 200. 30 ekor tikus putih diberi tanda. tempat minum dan tempat pakan tikus putih. ditimbang dan dicatat berat badannya. Prosedur penelitian adalah pertama. aklimatisasi selama 1 minggu sebelum diinduksi luka bakar. Pengelompokkan penelitian sebagai berikut : a.2 Sebagai variabel bebas Pemberian gel kombinasi ekstak tumbuhan yodium (Jatropha multifida) dan daun pepaya (Carica variabel papaya) terikatnya 15%. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain 15 buah kandang tikus beserta alas dan penutup kandang dengan daya tamping 2 tikus. sarung tangan. b. dan aquadest. pembuatan Ekstrak tumbuhan yodium (Jatropha multifida) dan daun pepaya (Carica papaya). perlakuan I. dan jangka sorong. perlakuan II dan perlakuan III. alat pencukur. baik pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan. jenis makanan. 30 ekor tikus putih di induksi luka bakar termal menggunakan solder modifikasi dengan diameter lingkaran 20mm.

Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan seperangkat komputer dengan uji one way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji post hocktuckey. dan dilakukan pengukuran berat badam. Adaptasi bertujuan untuk menyesuaikan objek penelitian dengan lingkungan berat setempat. Hasil Penelitian Pada penelitian ini menggunakan objek 25 ekor tikus putih betina strain Sprague dawley sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. maka ada perbedaan yang bermakna. Pengukuran untuk badan bertujuan menggunakan Shapiro- d. Kelompok E adalah kelompok hewan uji kontrol positif dengan perlakuan bioplasenton.05. setiap hari dilakukan untuk mengetahui prosentase kesembuhan luka bakar termal sehingga data yang diperoleh cukup. dilakukan uji normalitas Wilk. e. dengan ketentuan jika p< 0. Setelah dilakukan aklimatisasi tikus dicukur bulunya menggunakan pisau cukur setelah selang sehari barulah dilakukan penginduksian luka . Perbandingan ekstrak daun Jatropha Multifida dan daun Carica Papaya sebesar 15% dengan perbandingan konsentrasi 1:1.00wib. Objek penelitian terlebih dahulu dilakukan adaptasi selama 7 hari. dan 2:1 bertujuan untuk membuat kandungan daun Carica Papaya sebesar minimal 5% hal ini berdasarkan penelitian bahwa kadar ekstrak daun Carica Papaya 5% mampu memberikan kesembuhan paling cepat dibandingkan dengan konsentrasi lainya Pengukuran diameter luka bakar termal dilakukan setiap hari pada pukul 10. Data sebelum di analisis. 1:2. Kelompok D adalah kelompok hewan uji yang diberi sediaan gel kombinasi ekstrak tumbuhan yodium (Jatropha multifida) dan daun pepaya (Carica papaya) sebesar 15% dengan perbandingan 2:1.pengukuran luka mengetahui status nutrisi dari masingmasing tikus percobaan. Kelompok C adalah kelompok hewan uji yang diberi sediaan gel kombinasi ekstrak tumbuhan yodium (Jatropha multifida) dan daun pepaya (Carica papaya) sebesar 15% dengan perbandinga 1:2.3 c.

07 perlakuan lainya.rata kesembuhan paling cepat yaitu 30.4 bakar menggunakan solder modifikasi membentuk diameter 20mm. 1 2 3 4 5 Objek Penelitian Kontrol negative Jatropha multivida dan Carica papaya ( 1 : 1) Jatropha multivida dan Carica papaya ( 1 : 2) Jatropha multivida dan Carica papaya ( 2 : 1) Kontrol positif Dari hasil perhitungan waktu sembuh luka bakar termal didapatkan waktu sembuh pada semua perlakuan relatif sama. perlakuan ekstrak Jatropha Multifida dan Carica Papaya dengan perbandingan 2 : 1 memiliki rata.54 30. . Rerata waktu sembuh luka bakar termal tikus (rerata ± standar deviasi) No.54 30. Pada perlakuan kontrol positif dengan pemberian bioplacenton menunjukan rata-rata kesembuhan dibandingkan yang dengan lambat perlakuan lainya yaitu 32.2 hari jika dibandingkan Kadar LDL I (mg/dl) 31.6 hari.2 ± 1.4 ± 1.6 ± 0.6 ± 2.34 31. Tabel 1.48 32.4 ± 0. Tikus diukur diameternya menggunakan jangka sorong setiap harinya dan didapatkan hasil sebagai berikut : .

. Hasil analisis data stastitik didapatkan hasil p > 0.218 .s excel 2007 sehingga didapatkan gambaran kurva persentase Gambar I Prosentase penyembuhan luka bakar termal Uji hipotesis parametrik Pemilihan menunjukan Dari hasil sample data secara waktu acak sembuh stastistik dengan metode anova satu arah dapat terpenuhi setelah diketahui bahwa distribusi normal. variasi data yang sama dan independensi data.5 Perkembangan rata-rata penyembuhan selama 35 hari seperti yang disajikan pada gambar : persentase penyembuhan luka bakar termal diolah menggunakan bantuan m. Hasil analisis menggunakan anova satu arah didapatkan bahwa nilai levene T hitung adalah 1. Pada table anova didapatkan perhitungan nilai mempunyai distribusi normal.05 dimana nilai p = 0. Variasi data yang sama ditunjukan dengan test homogenitas yang menunjukan p > 0.582 dengan nilai probabilitas 0.218 dengan kata lain data mempunyai kesamaan yang identik.05 pada setiap kelompok perlakuan. dimana bisa dikatakan kelompok bahwa waktu data sembuh semua tikus diatas mempunyai independensi data. analisis didapatkan bahwa data mempunyai syarat untuk dilakukan uji dengan metode anova satu arah.

Saponin merupakan zat mirip sabun yang dapat digunakan sebagai zat antiinflamasi dan antimikroba. mengandung flavonoid.6 probabilitas sebesar 0. Dari hasil homogeneous yang bermanfaat diantaranya α – amirin. tersebut adanya perbedaan yang nyata pada berbagai macam perlakuan penelitian. β-sitosterol dan HCN. subsets menunjukan tidak ada yang berbeda antara waktu sembuh setiap kelompok pada hewan uji. saponin. saponin Multifida aktif dan alkaloid yang dapat berfungsi sebagai penyembuhan luka bakar. Jatropha senyawa tannin. Pada uji tukey pos hoc test terlihat tidak adanya nilai probabilitas hasil < 0. sedangkan Tanin mempunyai daya anti bakteri dengan mempresitasikan protein secara aktif dan merusak membran sel dengan cara menurunkan tegangan Kandungan permukaan.05 pada setiap menunjukan tidak perbandingan kelompok hewan uji. Alkaloid mempunyai fungsi sebagai penghambat pertumbuhan bakteri. hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan yang menunjukan bahwa waktu sembuh untuk masing-masing kelompok berada pada satu kolom. Walaupun tidak menunjukan perbedaan yang nyata dalam hasil homogeneous subsets didapatkan bahwa kelompok perlakuan D dengan perbandingan konsentrasi campuran ekstrak 2 : 1 mempunyai waktu sembuh lebih cepat dibandingkan dengan kelompok yang lain.6 Carica Papaya mengandung senyawa aktif berupa papain.05 dimana bisa diartikan bahwa tidak ada perbedaan waktu sembuh antara ke lima perlakuan penelitian. 7α – diol. kemopapain. flavonoid dan polifenol. Papain dan kemopapain . Flavonoid menbentuk mempunyaii senyawa fungsi kompleks sebagai zat antimikroba dengan cara terhadap protein ekstraseluler yang menggangu integritas membran sel bakteri.086 atau nilai probabilitas > 0. Diskusi Kandungan Jatropha Multifida mengandung bahan kimia antiinflamasii dan antimikroba pada jatropha multifida terbanyak pada getah daun segar yang baru dipetik.

Polifenol digunakan sebagai zat antibakterial .3 Infeksi merupakan penyulit pada penyembuhan luka bakar.3 Papaya mempunyai zat antimikroba dan antiinflamasi kandungan zaat terbanyak berasal dari buah Carica Papaya muda yang masih mengandung getah.7 Luka bakar bisa sembuh Kesimpulan Gel Kombinasi Ekstrak tanaman yodium (Jatropha multifida) dan daun pepaya (Carica papaya) pada dosis 15 % tidak berpengaruh dalam mempercepat waktu sembuh dan presentase penyembuhan luka bakar termal pada kulit tikus putih. gel atau pasta. batang dan buah. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat juga menggunakan alternative bahanlain seperti getah . Infeksi dapat terjadi beberapa hari setelah terjadinya luka bakar. status nutrisi dan infeksi dari permukaan kulit yang terkena luka bakar berpengaruh terhadap kecepatan waktu sembuh pada luka bakar kecukupan nutrisi adalah faktor pangan dimana asupan makanan dapat diliat dari berat badan tikus yang stabil bahkan terus beranjak naik. Normalnya pada luka bakar derajat 2 dan 3 keropeng akan kering dan terlepas dengan sendirinya pada hari ke 7 -18 setelah Lepasnya terjadinya keropong luka bakar.7 berfungsi sebagai zat antimikroba sedangkan saponin dan flavonoid mempunyai fungsi yang sama pada kandungan yang ada pada jatropha multifida. Saran Perlu dilakukan penelitian sendiri tanpa diobati. khususnya mengenai sediaan yang digunakan untuk terapi bisa digunakan sediaan lain seperti krim.7 Walaupun daun Carica nanah pada keropeng. merupakan indikator sembuhnya kulit yang ada dibawah keropeng. Penelitian lanjutan sebaiknya dengan memperluas menggunakan parameter gambaran . Tanda terjadinya infeksi pada luka bakar diantaranya adalah lepasnya keropeng lebih cepat dan keluarnya lanjutan.

Tjay Hoan. 2008. Jakarta: Balai penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2005. 1989. Universitas Padjadjaran. Departemen Penelitian Kesehatan. 2010. 2006. 6..id 2.Jakarta. Fakultas Skripsi. 2007.uwks. E. Muhammadiyah Surakarta. khasiat pengguanaan Komputindo. R.. S. Kartoatmojo. Oswari. Septiningsih. www. T. 2000. 4.& Raharja. Surabaya. E. Tanaman Potensi Jarak Pengembangan Kesehatan dan dan Kesejahteraan Sosial RI. D. 132-133. 3. K. & Jong W. Obat-obat penting. S. Efek Daftar Pustaka 1. Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. 7.Alex Tanaman Obat Indonesia Jilid 1. Bandung. Sjamsuhidajat. Luka Penyembuhan Luka Bakar Ekstrak Etanol 70% Daun Pepaya (Carica Papaya L) Dalam Sediaan Gel Pada Kulit Punggung Kelinci New Zealand. Bedah dan Perawatannya ( Edisi 1). Invntaris dan efek Media sampingnya. Surabaya.Jakarta:EGC. 5. Depkes RI. Badan Pengembangan Pagar Untuk Sumber Bahan Baku .ac. Mariam.fk. 73-84. sebagai parameter Biofuel. Farmasi Surakarta: Universitas Bakar ( Combustio ). Buku Ajar Ilmu Bedah (Edisi 2).8 histology pendukung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful