Makalah Pengantar Ilmu Lingkungan (PIL

)
Pemanfatan Limbah Udang

Kelas Dosen Kelompok Nama Anggota

: PIL-18 : Musfil AS, Ir., M.Eng.Sc. : :
1. Luthfi Ardiansyah

2710100063 2710100072 2710100083 2710100093 2710100096

2. M. Nurus Shobah 3. Ade Okta Y. 4. Abar Rakanda P. 5. Girindra Abhilasa

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

Permasalahan pertama hanya terbatas pada mengetahui definisi limbah kulit udang dan apa saja kandungan kulit udang. karena selama ini pemanfaatan limbah cangkang udang hanya terbatas untuk pakan ternak saja seperti itik.847 hektar (ha) dengan volume produksi 191. Permasalahan ketiga terbatas mengenai hal-hal yang dapat dilakukan dalam upaya pemanfaatan limbah kulit udang. bahkan sering dibiarkan membusuk. 60-70 persen dari berat udang menjadi limbah (bagian kulit dan kepala) sehingga diperkirakan akan dihasilkan limbah udang sebesar 510. Jumlah tersebut sangat besar untuk ukuran limbah industri. Bagaimana pemanfaatan limbah kulit udang? 1. Di Indonesia saat ini ada sekitar 170 pengolahan udang dengan kapasitas produksi terpasang sekitar 500. Permasalahan kedua dicari dengan pandangan masyarakat terutama masyarakat sekitar tambak udang dan tempat mengenai limbah kulit udang. Bagaimana pandangan masyarakat mengenai permasalahan limbah kulit udang? 3. jika tidak ditangani secara tepat. Dengan asumsi laju peningkatan tersebut tetap. 1. akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.2011 BAB I PENDAHULUAN 1. 1. 3. 2.000 ton per tahun.025 ton. Adapun Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor udang terbesar di dunia dengan nilai ekspor antara 850 juta sampai 1 miliar dollar AS per tahun. Dari proses pembekuan udang untuk ekspor. 60-70 persen dari berat udang jadi limbah (bagian kulit dan kepala).723 ton atau 400 kilogram (kg) per hektar. Data Direktorat Jenderal Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa areal tambak udang nasional pada tahun 2001 seluas 478. maka pada tahun 2004 potensi udang diperkirakan sebesar 785. Dari proses pembekuan udang (cold storage) dalam bentuk udang beku headless atau peeled untuk ekspor.1 Latar Belakang Udang adalah komoditas andalan sektor perikanan yang umumnya diekspor dalam bentuk beku. Limbah sebanyak itu.266 ton.4 Tujuan .2 Rumusan Masalah 1.3 Batasan Masalah 1. Dari usaha pengolahan udang dihasilkan limbah udang sebesar 30% – 75% yang terbuang percuma tanpa diolah bahkan menyebabkan pencemaran. Apa yang dimaksud dengan limbah kulit udang? 2.

memberikan pengetahuan tentang masalah kulit udang 3. memberikan solusi terhadap pemanfaatan limbah udang 1. . • Pihak swasta dan organisasi Menambah khasanah tentang pemanfaatan limbah kulit udang. mengetahui penggunaan limbah kulit udang 2. • Masyarakat Menambah khasanah masyarakat terutama masyarakat awam dan masyarakat di daerah sekiatar peternakan udang tentang pemanfaatan limbah kulit udang.5 Manfaat Pembuatan makalah ini mempunyai manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung untuk berbagai pihak. • Pemerintah Masukan dalam penetapan kebijakan sehingga kebijakan yang diambil merupakan kebijakan terbaik yang dapat menguntungkan semua pihak.1. yaitu: • Akademisi dan Mahasiswa Untuk memberi informasi dan menggali ide-ide kreatif dalam upaya memberikan kontribusi untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan sekitar.

Khitosan Dalam Stevens (2001) khitosan adalah turunan deasetilasi dari kitin. maka pada tahun 2004 potensi udang diperkirakan sebesar 785.025 ton.266 ton. Dari usaha pengolahan udang dihasilkan limbah udang sebesar 30% – 75% yang terbuang percuma tanpa diolah bahkan menyebabkan pencemaran. molusca dan annelida. potensi udang nasional mencapai 633.1 LIMBAH KULIT UDANG Udang merupakan hewan invertebrata dari kelompok Arthopoda sp yakni Crustaceae sp (Hawab. Limbah sebanyak itu. Polisakaridanya merupakan rantai tak bercabang dari polimer asetilglukosamin dan terdiri dari ribuan unit. Dari proses pembekuan udang untuk ekspor. Di Indonesia saat ini ada sekitar 170 pengolahan udang dengan kapasitas produksi terpasang sekitar 500. 60-70 persen dari berat udang jadi limbah (bagian kulit dan kepala). Penaeus monodon (Udang windu) B.681 ton. akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Panulirus dasypus (Udang karang) F. Kitin adalah polisakarida struktural ekstaselular yang ditemukan dalam jumlah besar pada kutikula artopoda dan dalam jumlah kecil ditemukan dalam spons. Kandungan Kulit Udang 1.000 ton per tahun. karena selama ini pemanfaatan limbah cangkang udang tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Dari proses pembekuan udang (cold storage) dalam bentuk udang beku headless atau peeled untuk ekspor. Penaeus merguiensis (Udang putih) C. Jumlah tersebut sangat besar untuk ukuran limbah industri. bahkan sering dibiarkan membusuk.BAB II PEMBAHASAN II. dan beberapa hidup di laut. Panulirus versicolor (Udang barong ) E. Menurut Chandra (2005) udang termasuk ordo Decapoda (Si kaki sepuluh). Macrobrachium ronserbergii (Udang galah) D. Metapenaeus monoceros (Udang werus) G. Beberapa contoh udang yang banyak di budidayakan dalam Suyanto dan Mujiman (2001) yaitu : A. jika tidak ditangani secara tepat. Dengan asumsi laju peningkatan tersebut tetap. 2004). 60-70 persen dari berat udang menjadi limbah (bagian kulit dan kepala) sehingga diperkirakan akan dihasilkan limbah udang sebesar 510. Hidup di air tawar. Scyllarus sp (Udang kipas) Data tahun 2001. .

(Arbianto. Penggunaan limbah cangkang udang sebagai alternatif pengawet makanan non kimia tidak hanya bermanfaat sebagi pengawet makanan yang aman tetapi juga untuk menghindarkan dampak negatif bagi lingkungan. Menurut Linawati Hardjito sebagai ketua Departemen THP FPIK-IPB. kemudian dicuci dalam air panas dua kali lalu direbus selama 10 menit. Kemudian dicampur HCL 1 N dengan perbandingan 1:10 untuk kulit udang dibandingkan dengan pelarut. II. Oleh sebab itu berbagai macam penelitian dilakukan untuk mencari bahan pengawet makanan non kimia. Dibiarkan sebentar. lalu dipanaskan pada suhu 900C selama satu jam. Beberapa aternatif yang dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan non kimia adalah penggunaan kunyit pada tahu. sedangkan untuk bahan makanan lain masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut (Antara. Bentuk akhir khitosan bisa berbentuk serbuk atau serpihan. yaitu penghilangan protein dan kandungan mineral dengan menggunakan larutan basa dan asam. Selanjutnya khitosan diperoleh melalui proses deasetilasi kitin. 2005). penggunaan air ki pada mie basah dan asam sitrat untuk pengawetan ikan (Media indo. Limbah Udang Sebagai Pengawet Makanan Bahan pengawet makanan adalah bahan yang ditambahkan pada makanan untuk mencegah atau menghambat terjadinya kerusakan atau pembusukan makanan (POM. sebab limbah tersebut dapat meningkatkan biological oxygen demand dan chemical oxygen demand. Diaduk sampai merata sekitar 1 jam. Bahan yang sudah kering lalu digiling sampai menjadi serbuk. Penggunaan pengawet makanan dari zat kimia dapat membahayakan bagi kesehatan manusia. Selanjutnya dibiarkan sebentar. tetapi tidak larut dalam pelarut organik lainnya. Tahap pengolahan cangkang udang menjadi khitosan yaitu limbah cangkang udang dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering. 2001). khitosan sedikit mudah larut dalam air dan mempunyai muatan positif yang kuat. Secara kimiawi khitosan hanya dibedakan oleh gugus radikal CH3CO(Hawab. Larutan lalu disaring dan didinginkan sehingga diperoleh residu padatan yang kemudian dicuci dengan . kemudian dipanaskan pada suhu 900C selama satu jam. serta mudah mengalami degradasi secara biologis dan tidak beracun (Antara. 2006). yang dapat mengikat muatan negatif dari senyawa lain. 2004). Perolehan kitin dari cangkang udang menggunakan proses demineralisasi dan deproteinasi. lalu diaduk merata sekitar 1 jam. Namun saat ini hanya terbatas pada pengawetan ikan asin. Khitosan sebagai hasil pengolahan limbah cangkang udang juga dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengawet makanan non kimia. Karakteristik fisiko-kimia khitosan berwarna putih dan berbentuk kristal. ditiriskan dan dikeringkan. dapat larut dalam larutan asam organik. Pelarut khitosan yang baik adalah asam asetat. Residu berupa padatan dicuci dengan air sampai PH netral dan selanjutnya dikeringkan dalam oven pada suhu 800C selama 24 jam atau dijemur sampai kering.3 PEMANFAATAN LIMBAH UDANG 1.5 persen dengan perbandingan 1:6 antara cangkang udang dan pelarut. Limbah udang yang telah dimineralisasi dicampur dengan larutan NaOH 3. 2005). yaitu memanaskan dalam larutan basa. 1994).

kemudian dikeringkan dengan dengan oven suhu 700C selama 24 jam atau dijemur sampai kering. Selain itu pupuk organik yang dihasilkan sangat aman bagi tumbuhan . Khitosan dibuat dengan menambahkan NaOH 50 persen dengan perbandingan 1:20 untuk kitin dibanding pelarut. dan bahan ini tidak beracun serta dapat terurai di alam (Kompas. 2006). pertanian.air sampai PH netral dan dikeringkan pada suhu 800C selama 24 jam atau dijemur sampai kering.selain mengandung gizi yang penting serta ramah lingkungan karena dengan kandungan protein yang terkandung dapat memperbaiki atau membuat struktur tanah menjadi lebih subur. Jika digunakan sebagai pengawet maka ditambahkan metanol hingga 15% (Pemkotmalang. http://www. dapat digunakan sebagai agensia penggumpal dalam penanganan limbah terutama limbah berprotein yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang tentu tidak mengurangi bahan-bahan yang berbahaya bagi tanaman. tahu. “pengolahan limbah cangkang udang” 2. 2005). ikan asin. Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air. Hal itu dikarenakan dalam limbah cangkang udang mengandung polimerglukosamina (kitin). enzimologi. salah satunya adalah sebagai pengawet makanan non kimia. Kitin dan khitosan yang terkandung dalam cangkang udang adalah salah satu bahan dasar dalam berbagai bidang seperti biokimia. Menurut Jamal Basmal sebagai pimpinan tim PRPP-Sosek. maka Kitosan dari limbah cangkang udang dari bidang perikanan. Lalu kotoran-kotoran yang dihasilkan oleh hewan ternak tersebut dapat digunakan sebagai pupuk organik yang mengandung protein yang diperlukan oleh tumbuhan.. 2006). limbah udang dapat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. 2005). Dengan kandungan proteinnya. Larutan kemudian disaring untuk mendapatkan residu berupa padatan.indonesianaquaculture. diantaranya mie basah. Limbah udang sebagai bahan pakan ternak Dengan menggunakan konsep Bio-cyclo Farming dan Ekologi Industri. lalu dilakukan pencucian dengan air sampai PH netral. Jika kandungan formalin yang terdapat pada makanan tersebut mencapai 6 gr/kg maka membahayakan kesehatan manusia . 3. Diaduk sampai merata selama 1 jam dan dibiarkan selama 30 menit.Hut.com/archive/index. lalu dipanaskan selama 90 menit dengan suhu 1400C. 2003). Makanan yang beredar di pasaran sering mengandung formalin. 2003). ikan segar dan ayam potong (POM. Bentuk akhir dari khitosan bisa berbentuk serbuk maupun serpihan (Kompas.php/t-149. Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk.html Kurnia Wiji Prasetiyo. maka pakan ternak yang dihasilkan baik untuk diberikan kepada hewan ternak. tekstil dan sebagainya. Khitosan mempunyai banyak kegunaan. S. Tahap pengujian khitosan pada tahu yaitu khitosan dalam berbagai konsentrasi dilarutkan dalam asam asetat kemudian tahu yang akan diawetkan dicelupkan beberapa saat dalam khitosan dan ditiriskan kemudian diamati (Antara. Selama ini makanan yang beredar di masyarakat banyak menggunakan pengawet makanan yang mengandung zat kimia. seperti formalin. Pakan ternak yang dihasilkan dari limbah Kitosan ini dapat digunakan sebagai bahan makanan untuk ternak-ternak. BRKP dan DKP. Limbah udang sebagai bahan pengawet makanan Selain dimanfaatkan sebagai bahan ternak. saat ini timnya sudah berhasil membuat kitin dan khitosan (gklinis.

sistem saraf pusat. limbah tersebut merupakan sumber potensial pembuatan kitin dan khitosan. Sugeng sebagai peneliti THP FPIK-IPB mengatakan perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut (Antara. 2006). . Dengan kandungan proteinnya. gangguan pada pencernaan. Sebab. Pada penanganan limbah cair. 2005). yakni biopolimer yang secara komersial potensial dalam berbagai bidang dan industri. pluranium dan uranium dalam perairan dan untuk mengikat zat warna tekstil dalam air limbah. Efek yang dapat ditimbulkan antara lain mata berair. maka pakan ternak yang dihasilkan baik untuk diberikan kepada hewan ternak. 2005). Dengan menggunakan konsep Bio-cyclo Farming dan Ekologi Industri. tembaga. pankreas. efek sampingnya akan terlihat setelah jangka panjang. Penanganan Limbah kitosan adalah karena sifat polikationiknya. hati. Mengenai pertanyaan apakah khitosan juga dapat diberlakukan pada produk selain ikan asin. antara ikan asin dengan formalin dan ikan asin dengan khitosan. menstruasi serta diduga bersifat karsinogen. Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin. Menurut Sugeng efek yang ditimbulkan khitosan lebih kecil bahkan hampir tidak ada apabila dibandingkan dengan formalin. Dengan mengguanakan Kitosan sebagai bahan pengawet kayu dari limbah cangkang udang ini. Pakan ternak yang dihasilkan dari limbah Kitosan ini dapat digunakan sebagai bahan makanan untuk ternak-ternak (bid. dapat digunakan sebagai agensia penggumpal dalam penanganan limbah terutama limbah berprotein yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang tentu tidak mengurangi bahan-bahan yang berbahaya bagi tanaman. Kitosan dapat dimanfaatkan sebagai agensia penggumpal dalam penanganan limbah terutama limbah berprotein yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti formalin adalah khitosan. timah. maka Kitosan dari limbah cangkang udang dari bidang perikanan. karena terjadi akumulasi formalin pada tubuh. penggunaan khitosan sebagai bahan pengawet kayu relatif aman karena sifatnya yang non toxic dan biodegradable. Ø Bahan baku dari limbah cangkang udang menjadi kitosan Ada peluang besar dalam inovasi pengolahan limbah cangkang udang yang berbasis bioindustri perikanan dan kelautan. Reuse Kitosan dari limbah dari bidang perikanan. Kitosan sebagai chelating agent yang dapat menyerap logam beracun seperti mercuri.(Radar Yogya.dapat digunakan sebagai agensia penggumpal dalam penanganan limbah terutama limbah berprotein yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang tentu tidak mengurangi bahan-bahan yang berbahaya bagi tanaman.Peternakan). Untuk menanggulangi penggunaan formalin sebagai bahan pengawet maka dicarilah pengawet makanan alternatif pengganti formalin. 2. Penelitian yang diuji cobakan pada ikan asin ini menunjukkan hasil yang setara. Hal itu dikarenakan setiap bahan pangan harus menggunakan bahan pengawet yang sesuai. Reduce Dari segi lingkungan. ginjal. 3. Sebab. Dengan keunggulan yang relatif sama dan biaya yang lebih murah maka penggunaan khitosan pada ikan asin diharapkan dapat menggantikan pengawet ikan asin yang mengandung zat kimia (Antara. hal ini diungkapkan oleh Sugeng Heri Suseno selaku ketua peneliti THP FPIK-IPB. selama ini bahan pengawet yang sering digunakan merupakan bahan kimia beracun yang kurang ramah lingkungan dan unbiodegradable. berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang dapat merusak lingkungan.

deproteinisasi dengan NaOH. pencucian. Jika kitin dilarutkan dalam larutan dimetilasetamida LICI. b. pengeringan dan penepungan hingga menjadi kitosan bubuk. hidroksietil kitin dan etil kitin) dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan benang operasi. Kitin dan Kitosan dapat diterapkan di bidang industri maupun bidang kesehatan. Hasilya dapat langsung diolah menjadi kitosan melalui proses deasetilisasi. Jika Kitosan ditambahkan pada tanah. Industri Tekstil.4% kitosan jika disemprotkan pada tanaman tomat dapat menghilangkan virus tobacco mozaik.selain mengandung gizi yang penting serta ramah lingkungan karena dengan kandungan protein yang terkandung dapat memperbaiki atau membuat struktur tanah menjadi lebih subur. Industri Fungisida. Recycle Recycle limbah cangkang udang dimulai dengan proses pembuatan kitin yang dilakukan dengan cara pengeringan. 4. Pada kerajinan batik. penambahan tembaga kitosan dapat memperbaiki mutu film yaitu untuk meningkatkan fotosensitivitasnya. Kitin dan turunannya (karboksimetil kitin. Shampoo ini mempunyai kelebihan dapat meningkatkan kekuatan dan berkilaunya rambut. dapat disterilisasi dan dapat disimpan lama. maka dari larutan ini dapat dibuat film untuk berbagai kegunaan. Serat tenun dapat dibuat dari kitin dengan cara membuat suspensi kitin dalam asam format. Selain itu pupuk organik yang dihasilkan sangat aman bagi tumbuhan . Kini telah dikembangkan produk baru shampoo kering mengandung kitin yang disuspensi dalam alkohol. Misalnya untuk menyembuhkan influenza. Selain itu Kitosan juga dapat disemprotkan langsung pada tanaman. Peternakan). maka akan menstimulir pertumbuhan mikrobia mikrobia yang dapat mengurai jamur. Termasuk pembuatan lotion dan shampoo cair yang mengandung 0. .0 % garam kitosan. kemudian ditambahkan triklor asam asetat dan segera dibekukan pada suhu 20 derajat C selama 24 jam. Kitosan mempunyai sifat antimikrobia melawan jamur lebih kuat dari Kitin. e. karena adanya interaksi antara polimer tersebut dengan protein rambut. Misalnya larutan 0. Dengan kandungan proteinnya. Industri Pengolahan Pangan. pengecilan ukuran. lebih baik dari yang terbuat dari tulang rawan. a. f. Pada industri film untuk fotografi. Selain itu juga sebagai bahan pembuatan garamgaram glukosamin yang mempunyai banyak manfaat di bidang kedokteran. Bidang Kedokteran/Kesehatan. pencucian. Bidang Fotografi. c. tidak toksik. Industri Kosmetika.Pakan ternak yang dihasilkan dari limbah Kitosan ini dapat digunakan sebagai bahan makanan untuk ternak-ternak (bid. Kitin dan kitosan dapat digunakan sebagai bahan pemercepat penyembuhan luka bakar. Benang operasi ini mempunyai keunggulan dapat diurai dan diserap dalam jaringan tubuh. maka pakan ternak yang dihasilkan baik untuk diberikan kepada hewan ternak. radang usus dan sakit tulang. Lalu kotoran-kotoran yang dihasilkan oleh hewan ternak tersebut dapat digunakan sebagai pupuk organik yang mengandung protein yang diperlukan oleh tumbuhan. pasta kitosan dapat menggantikan ”malam” (wax) sebagai media pembatikan.5 – 6. d. Jika larutan ini dipintal dan dimasukkan dalam etil asetat maka akan terbentuk serat tenun yang potensial untuk industri tekstil.

Salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti formalin adalah khitosan.852 ha serta volume produksi sebanyak 416. tahu. Jika kandungan formalin yang terdapat pada makanan tersebut mencapai 6 gr/kg maka membahayakan kesehatan manusia (Radar Yogya. Saat ini pengolahan limbah cangkang udang di Indonesia masih belum maksimal. Tahun 2005 pada areal 397. Jika digunakan sebagai pengawet maka ditambahkan metanol hingga 15% (Pemkotmalang. gangguan pada pencernaan. salah satunya adalah sebagai pengawet makanan non kimia. pertanian. 2006). Khitosan mempunyai banyak kegunaan. pankreas. ginjal. Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air. Menurut Jamal Basmal sebagai pimpinan tim PRPP-Sosek. Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin. BRKP dan DKP. Pada pemanasan tinggi kitin akan menghasilkan pyrazine yang potensial sebagai zat penambah cita rasa. efek sampingnya akan terlihat setelah jangka panjang. ikan segar dan ayam potong (POM. hanya terbatas pada campuran pakan ternak. Menurut Sugeng efek yang ditimbulkan khitosan lebih kecil bahkan hampir tidak ada apabila dibandingkan dengan formalin. 2003). ikan asin.599 ton atau hanya 660 kg per hektar. diantaranya mie basah. yakni dengan mengelola limbah cangkang udang menjadi kitin dan khitosan. Efek yang dapat ditimbulkan antara lain mata berair. Untuk menanggulangi penggunaan formalin sebagai bahan pengawet maka dicarilah pengawet makanan alternatif pengganti formalin.Karena sifat kitin dan kitosan yang dapat mengikat air dan lemak. enzimologi. Dari data Direktorat Jenderal Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa areal tambak udang nasional pada tahun 2003 seluas 478. 2005). antara ikan asin dengan formalin dan .723 ton atau 400 kg per hektar.553 ton atau 690 kg per hektar. seperti formalin. 2006). http://onlinebuku. saat ini timnya sudah berhasil membuat kitin dan khitosan (gklinis.850 ha dan 281. hati. tekstil dan sebagainya. 2006). Penelitian yang diuji cobakan pada ikan asin ini menunjukkan hasil yang setara.847 ha dengan volume produksi 191. dan bahan ini tidak beracun serta dapat terurai di alam (Kompas.com/2008/12/21/limbah-cangkang-udang-menjadi-kitosan/ Boy Macklin “Limbah Cangkang Udang Menjadi Kitosan” Indonesia merupakan salah satu negara pemasok udang terbesar di dunia. hingga tahun 2009 ditargetkan luas areal budidaya udang mencapai 851. Selain itu juga sebagai pengental dan pembentuk emulsi lebih baik dari pada mikrokristalin sellulosa.901 ton.475 ha dengan produksi 226. Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. karena terjadi akumulasi formalin pada tubuh.475 ha dengan produksi 251.616 ton (Prasetiyo. Tahun 2006 seluas 480. maka keduanya dapat digunakan sebagai media pewarnaan makanan. Makanan yang beredar di pasaran sering mengandung formalin. Padahal limbah cangkang udang dapat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. hal ini diungkapkan oleh Sugeng Heri Suseno selaku ketua peneliti THP FPIK-IPB. 2003). sistem saraf pusat. Hal itu dikarenakan dalam limbah cangkang udang mengandung polimerglukosamina (kitin). Untuk tahun 2004 di targetkan pada areal 328. Selama ini makanan yang beredar di masyarakat banyak menggunakan pengawet makanan yang mengandung zat kimia. menstruasi serta di duga bersifat karsinogen. Kitin dan khitosan adalah salah satu bahan dasar dalam berbagai bidang seperti biokimia. Mikrokristalin kitin jika ditambahkan pada adonan akan dapat meningkatkan pengembangan volume roti tawar yang dihasilkan.

maka tahu mudah rusak (Republika. Mengenai pertanyaan apakah khitosan juga dapat diberlakukan pada produk selain ikan asin. produk tahu mudah diolah menjadi masakan serta harganya relatif murah. Dengan keunggulan yang relatif sama dan biaya yang lebih murah maka penggunaan khitosan pada ikan asin diharapkan dapat menggantikan pengawet ikan asin yang mengandung zat kimia (Antara. 2005). 2005). Namun dikarenakan tahu mengandung kadar air yang tinggi. Terlebih lagi kemudahan dalam mengenali ciri-ciri tahu yang baik dibandingkan makanan lain. Selain rasanya enak. Banyaknya konsumen tahu di Indonesia menjadi alasan untuk meneliti keefektifan khitosan sebagai pengawet makanan non kimia pada tahu.com/2010/12/limbah-cangkang-udang-sebagai-pengawet.ikan asin dengan khitosan. mie basah. Dengan begitu tahu bisa awet dalam waktu yang lama. http://falkhi.blogspot. Khitosan yang terbukti efektif sebagai pengawet makanan non kimia pada ikan asin diharapkan juga dapat digunakan sebagai pengawet makanan non kimia pada makanan lain seperti tahu. Sehingga tidak jarang para pembuat tahu menggunakan bahan pengawet kimia untuk mencegah kerusakan pada tahu. 2005). tahu banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan hampir setiap hari dijumpai dalam menu keluarga. Sebagai salah satu produk pangan sumber nabati. bakso dan ikan segar.html . Sugeng sebagai peneliti THP FPIK-IPB mengatakan perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut (Antara. Hal itu dikarenakan setiap bahan pangan harus menggunakan bahan pengawet yang sesuai.

diunduh (http://rasanrasan.com/2011/01/09/toltengah-untuk-siapa/) Sabtu.diunduh Sugiharto.yahoo. 11 Mei 2011 pukul 19:40 Cities”. Aji.2011.diunduh (http://www.detik.diunduh (http://www.diunduh (http://surabaya.antarajatim. 14 Mei 2011 pukul 10.2011.com/tag/surabaya/) Senin.”Gubernur Beri Sinyal Tol Tengah Tetap Dibangun. Amanda. Januar. “Removing Freeways Restoring (http://www.”Menilik Pro-Kontra Pembangunan Tol Tengah Kota Surabaya”.com/freeways/) Selasa.”Fakta-fakta Tol Tengah di Kota-kota Besar di Luar Negeri”.”HIPMI JATIM : Pembangunan Tol Tengah Kota Surabaya Harus Menguntungkan Semua Pihak”.diunduh (http://metro.30 Hakim.30 Prarismawan.vistapulsa. 9 Mei 2011 pukul 19. 9 Mei 2011 pukul 19.kompasiana.html) Minggu.2010.com/group/tionghoa-net/message/89327) Selasa. Abdul.2007. 14 Mei 2011 pukul 10.2011.DAFTAR PUSTAKA Adi.diunduh (http://groups.2011. 11 Mei 2011 pukul 19:40 Faiz.”Tol Tengah Kota dan Politik Lokal yang Sehat”.com/hileudnews?title=Fakta-fakta+Tol+Tengah+di+Kotakota+Besar+di+Luar+Negeri&id=495621 . Ahmad.45 Preservation Institute.”Tol Tengah untuk Siapa?”.2011.diunduh (http://hileud.preservenet. Budi. Alternatif di Atas Sungai”. Adi. “Mencari titik tengah tol tengah kota”.com/mencarititik-tengah-tol-tengah-kota.com/lihat/berita/51619/menilik-pro-kontra-pembangunan-tol-tengah-kotasurabaya) Senin.45 Lazuardi.com/read/2011/02/10/135001/1568621/466/gubernur-beri-sinyaltol-tengah-tetap-dibangun-alternatif-atas-sungai) Sabtu. 1 Mei 2011 pukul 11:30 Bynes.2011.wordpress.

Limbah kulit udang mengandung zat khitosan yang gunanya bisa bermacam-macam seperti yang telah dibahas dalam pembahasan. III.BAB III Kesimpulan dan saran III. . Peneliti mengembangkan zat yang terkandung dalam limbah kulit udang agar bisa diolah lebih lanjut dan bervariasi.2. Kesimpulan Limbah kulit udang merupakan suatu limbah yang tidak terpakai tetapi dalam pembahasan di atas telah disebutkan bahwa limbah kulit udang ini banyak manfaatnya. Maka dari itu masyarakat umum perlu mengetahui hal ini agar limbah kulit udang di lingkungan sekitar mereka dapat dimanfaatkan dan dikomersialkan. Saran • • • Seharusnya ada kerjasama antara peneliti dengan penambak udang agar guna dari limbah kulit udang ini. Pemerintah juga mendukung adanya riset dari limbah kulit udang ini berupa dana maupun fasilitas agar limbah dapat dioptimalkan penggunaannya.1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful