ARSITEKTUR MODERN

- Adalah; hasil pemikiran baru mengenai pandangan hidup yang lebih “manusiawi” yang ditrapkan pada bangunan. - Adalah totalitas daya, upaya dan karya dalam bidang arsitektur yg dihasilkan dari alam pemikiran modern yang dicirikan sikap mental yang selalu menyisipkan hal-hal baru, progresip, hebat dan kontemporer sebagai pengganti dari tradisi dan segala bentuk pranatanya. - Adalah arsitektur yang ilmiah sekaligus artistik dan estetik, atau arsitektur yang artistik & estetik yang dapat dipertanggungkan secara ilmiah. PENDORONG PERTUMBUHAN ARSITEKTUR MODERN - Pendidikan formal mengajarkan & mendorong pemikiran modern - Adanya fungsi-fungsi kebutuhan baru yang mendesak (istana/puri keagamaan –> pabrik, kantor, stasiun, dsb) - Penggunaan bahan dan penanganannya sangat mudah, karena segala sesuatunya dibuat, direncanakan di dalam Pabrik. - Adanya promosi tentang keberadaan ARSITEKTUR MODERN melalui pameran-pameran, publikasi dan perdebatan. - Perencanaan suatu bangunan dimulai dari kebutuhan dan kegiatan, tidak dari bentuk luar. Shg manusia dapat menuntut apa yg dibutuhkan secara mutlak. PERKEMBANGAN ARS. MODERN PERIODE I (1900 – 1929) - Mulai menonjol setelah PD I (1917) bersamaan dg hancurnya sarana, prasarana dan ekonomi. - Konsep ruang arsitektur sebelumnya dititik beratkan hanya pada kegiatan, emosi & kemulyaan, maka pada masa ini faktor terbentuknya ruang juga ditunjang faktor komposisi, rasio, dimensi manusia. - Mulai berkembang konsep “free plan”, atau “universal plan”, yaitu ruang yg ada dpt dipergunakan unt berbagai macam aktifitas, ruang dapat diatur fleksibel dan dapat digunakan fungsi apa saja. - “Typical Concept” mulai berkembang yaitu ruang-ruang dibuat standar dan berlaku universal. – Penggunaan konsep ekonomis mulai ditrapkan. - Efisiensi dalam penggunaan bahan mulai nampak yaitu terlihat dengan munculnya bentuk-2 kubus, terutama pada bangunan bertingkat tinggi à (arsitektur “kotak korek” dg menggunakan struktur beton dan baja) - Konsep “Open Space” nampak dengan menggunakan jendela kaca yg lebar dan menerus. - Pemakaian bahan terutama “baja, beton dan kaca” dengan bentuk polos. Ornamen dianggap sebagai suatu kejahatan. - Arsitektur modern berarti putusnya hubungan dengan sejarah dan daerah. Selalu ingin universal (karena industri, ilmu pengetahuan dan teknologi yang juga bersifat universal) dan juga manusianya. (gaya universal sebagai international style) - CIAM (Congres Internationaux d‟Architecture Moderne)-1928 yg hasilnya adalah : Arsitektur modern adalah pernyataan jiwa dari suatu masa, dapat menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan ekonomi yg ditimbulkan zaman mesin. Yaitu dg dengan menjari keharmonisan dari elemen-elemen modern serta mengembalikan arsitektur pada bidangnya

.(ekonomi.Ludwig Mies van de Rohe PERIODE II (1930-1939) .Perkembangan metode hubungan ruang. bentuk. Tokoh pada periode I ini antara lain adalah: .Alvar Aalto . corak tradisi. demikian juga pada periode selanjutnya. akan tetapi mempunyai hubungan yg sangat erat dg tempat dimana bangunan itu didirikan. .Arne Jacobsen . Tokoh yang menonjol pada Periode II ini adalah: .Tokoh-tokoh pada Periode I juga berkarya dengan tetap atau terpengaruh oleh pemikiran Periode II. yang bisa mempengaruhi apresiasi bentuknya.Perkembangan arsitektur modern sudah sampai di seluruh Eropa. perkembangan teknologi. mempunyai hubungan erat dg spesivikasi kedaerahan dan keregionalan. . dengan beberapa ciri sebagai berikut: . bahan dan struktur tidak lagi bersifat universal. Amerika dan Jepang. . .Louis Sullivan . yaitu tampilan dg – memperhatikan penggunaan bahan-bahan lokal / setempat. keadaan tanah. namun demikian karya seperti ini masih banyak dikritik dan disalah artikan.Walter Gropius .Frank Lloyd Wright .PD II (1941 – 1945) menimbulkan kerusakan pada gedung-2 dan rumah tinggal.Ruang yang dirancang harus sesuai dengan fungsinya. PERIODE III (1945 – 1958) .Oscar Niemeyer .Le Corbusier .Konsep baru dan sangat mendasar dari arsitektur modern antara lain adalah FORM FOLLOWS FUNCTION yg dikembangkan oleh Louis Sullivan (Chicago). akal dan seni dari arsitektur modern. Hanya dengan perencanaan yg obyektif dan ketelitian dalam penampilan bahan-bahan asli. menyebabkan faktor-faktor kebutuhan manusia akan rumah tinggal dan gedung-2 menjadi latar belakang pada periode ini. sosiologi. industri serta seni dengan faham kedaerahan (manusia dan lingkungan) dengan tidak mengurangi rasa kesatuan yang disebut kemanusian.Fungsi sejalan/menyertai dengan wujud.Struktur hadir secara jujur dan tidak perlu dibungkus dengan bentukan masa lampau (tanpa ornamen). . badan dan kaki.Hal ini adalah merupakan keberanian untuk menyalahi zamannya.Bangunan tidak harus terdiri dari bagian kepala. yg mana masing-masing daerah mempunyai perbedaan iklim.Pada prinsipnya arsitektur merupakan perpaduan antara keahlian. . dan kemasyarakatan) yg secara keseluruhan siap melayani umat manusia. maka bahaya gagalnya perancangan dapat dihindari. .Karakteristik bentuk dan tampilan dg gaya International Style atau Universal Style dari arsitektur modern pada peride ini diwarnai oleh tipe-tipe tampilan baru. .

topografi dan sifat kenasionalan. beton pracetak.Penyatuan antara karakter bangunan dengan fungsi. seperti. aliran yg berpedoman mengambil yg paling baik diantara yang sudah ada.Aliran “penyederhanaan bentuk” (minimalism).Sistem “cantilever” dengan tujuan untuk mendapatkan lantai lebih luas.. . dengan menggunakan bahan. tetapi juga hubungannya dengan keadaan lingkungan di mana bangunan tersebut akan berdiri (mis: iklim). metal. bentuk terlahir dari permainan gaya-gaya struktural. Bentuknya lurus-lurus hampir sama untuk berbagai jenis bangunan.Ekspresi bentuk massa bangunan serta materi yg dominan pada periode ini dapat dibagi atas: . ( tokohnya : Mies-van de Rohe). (menjurus ke brutalisme). sehingga ada variasi pada bentuk masanya. . bentuk masa. . (tokohnya: Alvar Aalto) . . fungsi.Ciri-ciri lain pada bangunan masa ini adalah: . sistem pencahayaan. (tokohnya: Eero Saarinen) . PERIODE III fase I (1949 – 1958) . umumnya menggunakan baja sebagai struktur utama dengan dinding kaca sebagai penutup. perancangan tidak hanya mempertimbangkan bagian dalamnya saja.Ada 5 aliran yg berkembang pada masa ini (1950an): .Bangunan yg tercipta mencerminkan suatu dialog dengan teknologi. menginginkan satu kesatuan antara manusia dengan lingkungannya.Penggunaan bidang kaca yg lebar.Dilihat dari segi keindahan eksterior dan interior (estetika). . (tokohnya : Minoru Yamasaki) PERIODE III fase II (1958 – 1966) Setelah mengalami beberapa variasi sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan pandangan-2 pada fase I dan periode sebelumnya.Prinsip-prinsip perancangannya didasari pada kebutuhan. baja.Aliran “bentuk sesuai dengan fungsi dan bahan”.Aliran “pernyataan bentuk melalui struktur” (experimental structure). Yang penggunaannya dapat dibagi menjadi dua prinsip dasar yg berbeda yaitu: . untuk digunakan sebagai bagian dari sesuatu yang baru. . dipengaruhi oleh keadaan iklim.Aliran “perubahan sikap terhadap zaman yang lampau”.Arsitektur Landscape mulai dikembangkan.Penggunaan dinding penyekat yg diprodusi secara industrial. .Aliran “organik” (organic architecture). berusaha menghubungkan alam dan lingkungan ke dalam pemecahan masalah arsitektural (tokohnya: Frank Lloyd Wright) . Pada fase ini timbul dua aliran yg menonjol di Eropa dan . Aliran ini bentuknya lebih plastis dibandingkan aliran di atas. alumunium.Bentuk geometri (kubus. .Permukaan bangunan mulai agak kasar. prisma). hal ini terlihat dari penggunaan produk baru.Bentuk curvelinier geometris yg plastis dengan penggunaan bahan dan struktur utama pada umumnya beton serta strutur atap baja. bila ada bagian yg perlu ditonjolkan akan dibuat menonjol. menggunakan kembali langgamlanggam dari masa lalu yang sudah dipermodern dan disederhanakan. . di dalam kesederhanaan berusaha mencapai efek yg kaya. .Pada masa ini timbul aliran yg disebut Eklektisisme.Dilihat dari metode produksi (efisiensi). . fungsi yang dipadu dengan hasil penemuan teknik serta keindahan mesin. sehingga tercipta bangunan yg istimewa bentuknya dan berskala besar. .

yaitu: . disini lebih bertujuan pada estetika. Brutalisme memulai suatu perancangnan dari kumpulan ruang yg kecil dan terpisah serta dihubungkan dg elemen-2 fungsional yg bebas dan dengan indah dikembangkan ketika bergabung bersama. tidak diberi ornamen atau ditempeltempel. Karakter arsitektur modern.Bentuk bangunan sederhana dan bersih yg berasal dari seni kubisme dan abstrak yg terdiri dari bentuk-bentuk aneh. bentuk luar tidak sesuai dengan fungsinya. berasal dari beton brut (beton telanjang). Setelah berjalan beberapa lama. . bila sesuai dengan fungsinya. . Paul Rudolph. Penampilan dipengaruhi oleh faktor emosi dan perasaan dari arsitek. Dan sering perbedaan ini lebih banyak disebabkan oleh penekanan permasalahan yg berbeda. menurut Bruno Taut: .Pemakaian bahan pabrik yg diperlihatkan secara jujur. dg tujuan untuk mendapatkan fleksibelitas dan variasi di dalam bangunan. bertitik tolak pemikiran yg sama yaitu technical excellence. namun perbedaannya sangat tipis. . (tokohnya: Le Corbusier. Formalisme dipengaruhi aliran lainnya: . perletakan masa simetris. lebih menonjolkan bentuk bangunan. tetapi bagian-2 individual dinyatakan dengan tegas dan teliti.Terlihat mempunyai keseragaman dalam penggunaan skala manusia.Interior dan eksterior bangunan terdiri dari garis-garis vertikal dan horisontal.Faham dan aliran yg berkembang pada arsitektur modern memang banyak. ada plaza di tengah dan penyusunan ruangnya sama dengan masa abad XIX . sedangkan inti permasalahannya sama.Material dan sistem bangunan yg digunakan ditempatkan sesudah syarat di atas. yaitu menggunakan bahan bangunan yg kasar. bentuk adalah merupakan titik tolak perancangan. menjadi syarat utama dari bangunan. . (Paul Rudolph) .Bangunan mencapai kegunaan semaksimal mungkin. yaitu membagi dalam elemen-elemen struktur primer dan sekunder. Stubbin): . . ketepatan .Keindahan tercapai dari hubungan langsung antara bangunan dan kegunaannya. .Formalisme vs Brutalisme. .Formalisme vs Neo-Historisme.Aliran “Brutalisme”. Michael Kallmenn. kekuatan teknik sebagai suatu cara untuk mencapai keindahan ideal. Bangunan yg dibuat dengan gaya seperti ini. maka arsitektur modern dapat disimpulkan mempunyai ciri sbb: . perancangan bangunan berdasarkan segi estetika.Amerika yaitu: . Brutalisme mengalami dua fase. artinya sebuah bangunan dapat mencapai tujuan semaksimal mungkin.Konsep open plan. yg dipakai oleh Le Corbusier pada bangunan Unite d‟Habitation di Marseilles.Internasional Brutalisme. seperti beton expose. tetapi intinya adalah bentuk segi empat. Kenzo Tange.Bangunan bersifat fungsional. Slogan “Form follows function” dirubah menjadi “Form evokes function” (bentuk menciptakan fungsi). batu bata kasar dan bahan lain yg sejenis termasuk di dalam aliran ini. ditrapkan bentuk-bentuk masa lampau yg tujuannya untuk mencapai estetika. .Konstruksi diperlihatkan. Eero Sarine. . yaitu ingin menciptakan arsitektur yang efisien.Brutalisme dalam artian sempit dalam lingkungan Smitthsons (Inggris). Bentuk keseluruhan dari bangunan merupakan faktor yg menentukan. lebih mementingkan etika dari pada estetika. fungsi dinomer duakan.Aliran “Formalisme”.

Di siang hari pohon ini menerangi pelataran hingga tidak terlalu panas. Pada tradisi rumah Jawa mereka memiliki pelataran (courtyard) umumnya berupa tanah lapang di depan rumah utama.penggunaan material dan keindahan sistem konstruksi. tidak ada detail yg berdiri sendiri. kedekatan itu bahkan tidak perlu lagi dipisahkan oleh dinding yang massif. dibatasi .Esteika dari arsitektur baru tidak mengenal perbedaan antara depan dg belakang. Di negara tropis seperti Indonesia yang tepat berada di khatulistiwa memiliki suhu rata-rata yang hampir sama dan itu berlangsung selama 360 hari dalam satu tahun kalender. tetapi merupakan alat yg penting dalam ekspresi artistik. Relasi ini ternyata penting terlebih lagi karena kita tinggal di negara tropis. sebuah akumulasi pergulatan tidak saja bagi arsiteknya tetapi juga bagi pemilik rumah. jalan dg halaman dalam. sehingga antara bangunan (built environment) dan alam mempunyai dinding batas yang keras atau kuat. Hal inilah yang menyebabkan relasi manusia dan alam begitu dekat. bisa berupa dinding kayu. begitu juga buah kepel yang bisa menghangatkan badan. Apakah rumah moderen itu? Sebuah pertanyaan yang yang selalu mengusik saya selama beberapa bulan. Terlebih lagi di Bali. kadang bercampur pasir dan ditumbuhi tanaman sawo kecik atau kepel.Pengulangan tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindarkan. tetapi merupakan bagian yg diperlukan bagi keseluruhan. . Jika kita perhatikan lagi bangunan-bangunan vernakuler dari Sabang sampai Merauke semuanya memiliki ciri-ciri yang hampir mirip. yaitu keterbukaan dengan alam. dimana tingkat kenyamanan manusia untuk tinggal menjadi sulit. Relasi antara pemilik rumah dan pelataran ruang merupakan relasi yang unik yang saling membutuhkan dan relasi ini penuh bukaan tanpa satu batas yang rigid. . dimana kita tidak pernah memiliki perbedaan iklim yang ekstrem seperti di negara Sub-tropis yang memiliki 4 musim. terlebih setelah saya renungkan lagi. Pohon sawo kecik akan memberikan buah yang berguna bagi pemilik rumah. atau kaca yang transparan. rumah-rumah tradisionalnya serba terbuka. facde dengan rencana lantai. saya merasa bahwa rumah hanyalah sebuah produk. Saya ingin mengembalikan relasi antara manusia dan alam. Disana relasi antara manusia dan alam memiliki satu garis yang sangat tipis untuk memisahkannya. ataupun kaca yang transparan. Saya tidak bisa menjawab begitu saja. batu. beton. Hal ini untuk mempertahankan suhu di dalam ruang ± 25°C karena suhu diluar yang mungkin diatas +40°C atau bahkan dibawah nol.

Disanalah Corbusier berhasil memamerkan Villa Savoye yang menghilangkan semua Ornamen dan sekaligus membebaskan bangunan ini dari bentuk struktur beton yang rigid menjadi lebih fluid (spatial Fluidity). Pada tahun itu ketika . terutama ketika alam dengan bebas menerobos masuk seperti sinar matahari yang melewati celah-celah kecil dari atap. Sehingga mereka kurang mendapatkan legalitas dari pemerintah. Maka sebenarnya roof garden bukan Sesuatu yang baru. kita bahkan harus kepanasan atau kehujanan untuk berpindah dari satu ruang ke ruang lain. lalu diberi rumput diatasnya dibuat roof garden. Lalu apakah hal ini dapat dikategorisasikan sebagai rumah moderen? prasyarat apakah yang harus dipenuhi bagi rumah moderen ? apakah harus beratap datar ? haruskah memiliki roof garden di atasnya ? Jika kita merujuk pada tulisan arsitek Le Corbusier tentang rumah moderen. yang terjadi adalah pertumbuhan model mesin rumah-rumah mungil dengan bentuk dan program ruang yang hampir sama seperti copy & paste. kemudian fasade depannya dipercantik dengan berbagai warna dan asesories. Lahan yang sudah sangat sempit selalu dibagi dalam 2 bagian bangunan dan nonbangunan (alam) tanpa perlu mempertanyakan kembali relasi antar ruang luar dan dalam itu. Keterbukaan ini juga merepresentasikan relasi yang unik antara manusia penghuninya dan alam. Pada komplek-komplek perumahan di Indonesia karena kebutuhan perumahan di Kota (urban) sangat tinggi dan belum ada kebijakan rumah susun. Kalau ide roof garden sudah usang lalu apa yang menjadikan sebuah rumah dapat dikategorikan moderen? Menurut saya mereinterpretasikan modernitas pada rumah tropis adalah dengan mempertanyakan kembali batas-batas yang rigid antara bangunan dan alam. Inilah bentuk.dinding yang mengelilingi beberapa paviliun yang mengitari natah / pelataran (courtyard) di tengah. Le Corbusier & Ludwig Mies Der Rohe keduanya mendapatkan pendidikan Beaux-Arts adalah Institusi dengan pendidikan Arsitektur bergaya orthodox pada waktu itu. karena hal itulah yang menghadirkan ruang yang ambigu. ini sudah lama dibuat oleh Le Corbusier sejak 1930. Mempertanyakan kembali materialnya serta tingkat phorositas bangunan tersebut yang kuantitasnya beragam. Jadi kalau kita menciptakan rumah datar dengan atap diatas beton. Inilah relasi yang terputus antara alam dan manusia atas nama moderenisme. Tetapi mereka memiliki amunisi baru dengan menciptakan rumah di daerah sub-urban. Bahkan pernah diusulkan oleh Le Corbusier dimana dia selalu menciptakan roof garden di atas atap.bentuk kapitalisme yang merusakan relasi manusia dengan alam.

Pameran tentang International Style yang membuat debut Corbusier dengan iconic Independent House itulah awal dari Modernisme. Jika kita kembali melakukan refleksi soal rumah moderen saat ini di Indonesia. era regionalisme tahun 80-an juga berakhir digantikan dengan pengaruh keterbukaan informasi dan globalisasi tahun 90-an. Jadi rumah moderen Indonesia tidak harus selalu kotak atau tidak harus menggunakan kaca. Tantangan kekiniannya adalah bagaimana mengembalikan rumah tropis pada hubungannya dengan alam. generasi arsitek saat ini sangat dimanjakan oleh pengaruh moderenisme visual berdasarkan image / foto dari . Ini ditegaskan dengan pameran mereka di Museum of Modern Art. Corbu dan Mies telah melakukan pembacaan sekaligus perlawanan yang kritis pada kontemporaritas jamannya. New York berjudul „International Style’ menjadi model perumahan sub-urban. tapi hal itu telah berubah ketika beberapa waktu lalu tahun 2009 Amerika mengalami kemunduran ekonomi karena kegagalan model perumahan mortgage system. Label moderen disematkan jika rumah itu menjawab kebutuhan kekinian masyarakat baru Indonesia. Karena banyaknya kehancuran akibat perang dan juga kembalinya para pejuang dari medan pertempuran dan mereka membutuhkan perumahan untuk anakanaknya. Krisis perumahan pada saat setelah Perang Dunia I (PD I ) tumbuh juga para „middle class‟ yang membutuhkan rumah-rumah individual sebagai rumah kedua / weekend house. Buku utama Le Corbusier : (Towards a New Architecture 1924) diakhiri dengan kalimat Architecture or Revolution? “Revolution can be avoided”. Ketika Era bangunan kolonial telah berakhir.berakhirnya perang dunia pertama yang menjadi isu utama adalah kekurangan perumahan & rumah susun untuk rakyat. Boom rumah-rumah tinggal di Amerika pada tahun 30-an menjadi penggerak ekonomi karena didukung oleh sistem kepemilikan yang mudah dari bank. Juga harus dapat menjawab tantangan baru berupa penghematan energy dan adanya usaha merespon alam yang mengalami degrasi kualitas dan hantaman kerusakan lingkungan yang parah. sehingga rumah karya mereka disebut pioneer arsitektur moderen. Le Corbusier & Ludwig Mies Der Rohe menjadi pionir dalam arsitektur moderen. Model rumah bagi kelas menengah di Indonesia umumnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari „gated community‟ karena alasan keamanan. Masyarakat kelas menengah di Eropa & Amerika tahun 30-an dan Indonesia saat ini memiliki kesamaan motif untuk memiliki rumah kedua yang lokasinya jauh dari pusat kota.

These shapes are such that they are clearly revealed in light. tapi diseluruh Negara-negara Asia yang sedang menggeliat. panas. Saya ingin mengutip catatan penting dari Corbu. The stones you have erected tell me so you fix me to the place and my eyes regard it. you have aroused my emotions. But support that walls rise towards heaven in such away that I am moved. wood and concrete and with these materials you building houses and places. I am happy and I say : “this is beautiful”. dalam mengajukan proposal rumah modern tunggal untuk para middle class. They be hold something which express a thought. They are mathematical creation of your mind they are the language at architecture. Memberikan satu kritik membangun bagi masyarakat kita. Hal ini diperparah lagi dengan rendahnya apresiasi masyarakat pada arsitek. You not touched my heart. My house is practical. but solely by means at shapes. higienis dan sangat bergantung pada teknologi AC. Your mood has been gentle. Which stand in a certain relationship to one another. Ingenuity is at work. you do me good. A thought which reveals itself without word or sound. Rumah moderen akhirnya menjadi symbol sukses pada masyarakat kelas menengah baru.internet sehingga copy paste dan peniruan tampaknya mewabah tidak saja di Indonesia. Saya membacanya banyak arsitek yang menjadi terjebak pada pragmatisme dimana rumah moderen sebagai kritik atau sebagai alat untuk menghadirkan konsep baru sangat minim. Vers Une Architecture 1923 . brutal. I thank you. The relationship between them have not necessarily any reference to what is practical or descriptive. But suddenly you touch my heart. that is architecture. Le Corbusier. Art enters in. That is construction. You employ stone. Akhirnya rumah modern harus dapat menjawab kekinian masyarakat yang gandrung akan gadget & teknologi tapi bahwa rumah ini menjadi sangat personal & boutique. charming or noble. Dalam abad 21 ini saya ingin kembali mereposisi arsitek sebagai salah satu ujung tombak bagi konsep-konsep yang kritis pada lingkungan baik secara urban maupun spasial. ini bisa dimaklumi jika rasio jumlah orang Indonesia yang melanjutkan study ke jenjang Universitas tidak sebanding dengan jumlah penduduk secara keseluruhan. Sehingga yang banyak tercipta adalah kotak sabun raksasa tanpa konsep yang kritis. This is architecture. I perceived your infusions. by the used of inner materials and starting from conditions more or less utilitarian. As I might thank railway engineers or the telephone service.

lifestyle bahkan kebiasaan-kebiasaan baru di suatu tempat. Tentunya seberapapun biaya atau anggaran suatu arsitektur untuk penyusunan dan penggunaan material dituntut untuk memberikan citra dan roh seni keindahan yang disesuaikan dengan lokalitasnya. (Budi Pradono 2011) . karena kemudian ketika menjadi berbeda. kebudayaan dan lingkungannya. sekaligus struktur yang digunakan serta konsep sustainabilitas-nya. hingga kini masih tetap relevan ketika batu. Lalu ukuran modernitasnya apa? Di setiap jaman memiliki karakteristik sendiri seberapa kritis kita sebagai arsitek untuk menyatakan kebaharuan program ruang. akhirnya menjadi tolok ukur moderenitas pada jamannya. Hal itu juga pasti harus ditambah penghematan energy dan relasinya dengan alam sekitarnya. Sehingga arsitektur kembali akan menyentuh hati. Hasil akhir suatu bangunan rumah moderen adalah artefak bagi sikap kritis arsitek-nya.Kutipan Tulisan Corbusier diatas yang ditulis pada tahun 1923. Dengan perkembangan jaman definisi arsitektur juga semakin kaya dan panjang termasuk penambahan teknologi otomatisasi yang mempermudah manusia mengendalikan system / aparatur di dalamnya. kayu maupun beton memiliki content seni di dalamnya material tersebut menyentuh hati kita itulah definisi arsitektur. Tugas arsitek seperti kita adalah meredefinisi ulang konsep bertinggal yang menyerap kemajuan gadget dan kehidupan kekinian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful