Akutansi Biaya

Disusun Oleh : Dio Andhika Ditya 2010.3.19175

AKADEMI PIMPINAN PERUSAHAAN Jalan Timbul no. 34 Cipedak, Jagakarsa Telp ( 021) 7272015-786738 JAKARTA 2011

BAB I
A. PENDAHULUAN Akuntansi biaya merupakan bagian yang integral dengan financial accounting. Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikannya informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Biaya (cost) berbeda dengan beban (expense), cost adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan untuk memperoleh barang dan jasa, sedangkan beban (expense) adalah expired cost yaitu pengorbanan yang diperlukan atau dikeluarkan untuk merealisasi hasil, beban ini dikaitkan dengan revenue pada periode yang berjalan. Pengorbanan yang tidak ada hubungannya dengan perolehan aktiva, barang atau jasa dan juga tidak ada hubungannya dengan realisasi hasil penjualan, maka tidak digolongkan sebagai cost ataupun expense tetapi digolongkan sebagai loss.

Pengertian Akuntansi

da beberapa defenisi dan pengertian akuntansi yang berasal dari beberapa lembaga yang dilihat dari beberapa sudut pandang yang berbeda.

American Accounting Association (1966) mendefinisikan akuntansi sebagai: “...proses mengidentifikasi, mengukur, mencatat dan melaporkan transaksi ekonomi (keuangan) dari suatu organisasi/entitas yang dijadikan sebagai informasi dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi oleh pihak-pihak yang memerlukan.”

Accounting Principles Board (1970) mendefinisikan akuntansi

terutama yang bersifat keuangan dari suatu entitas ekonomi. Informasi tersebut dimaksudkan agar berguna dalam pengambilan keputusan ekonomik dalam rangka membuat pilihan-pilihan dalam rangka berbagai alternatif tindakan. proses pencatatan. mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-transaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya. pengikhtisaran transaksi dan kejadian keuangan.. pengukuran.” Dari ketiga defenisi dan pengertian akuntansi tersebut. pengklasifikasian.” Sedangkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan mendefinisikan akuntansi sebagai: ”.. .. Proses Kegiatan Akuntansi adalah seni mencatat. penginterpretasian atas hasilnya serta penyajian laporan. maka defenisi dan pengertian akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu: Fungsi dan Kegunaan Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuankesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.merupakan kegiatan jasa yang fungsinya menyediakan informasi kuantitatif.sebagai: “..

2. Tujuan Akuntansi Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu entitas ekonomi. maka pembukuan merupakan bahagian dari akuntansi. Jika dilihat dari defenisi dan pengertian yang telah dipaparkan sebelumnya. maka ketentuan laporan keuangan yang memenuhi kebutuhan informasi para pembayar pajak perlu mendapat perhatian. informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bertujuan umum untuk memenuhi kebutuhan informasi dari semua kelompok pengguna. Pembukuan hanya merupakan pencatatan secara sistematis transaksi/kegiatan yang dinyatakan dengan nilai uang. Selanjutnya. pengendalian dan pengambilan keputusan. Namun demikian. pemerintah dapat . terutama yang dikemukakan oleh American Accounting Association. berhubung pajak merupakan sumber utama pendapatan pemerintah. pemerintah wajib memperhatikan informasi yang disajikan dalam Akuntansi untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) laporan keuangan untuk keperluan perencanaan. Dengan demikian laporan keuangan pemerintah tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari masing-masing kelompok pengguna. Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi tersebut berguna bagi pihak-pihak yang ada di dalam entitas ekonomi itu sendiri maupun pihak-pihak di luar entitas tersebut. Meskipun memiliki akses terhadap detail informasi yang tercantum di dalam laporan keuangan. Dalam akuntansi pemerintahan. 3. Pembukuan dan Akuntansi Sering terjadi kekaburan antara pengertian pembukuan (book keeping) dan akuntansi.

Bidang ini berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk pihak-pihak di luar perusahaan. dan . dan lembaga pemeriksa. Bidang ini berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan.Pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi. timbulnya sistem perpajakan baru dan bertambahnya pengaturan-pengaturan oleh pemerintah terhadap kegiatan perusahaan. diantaranya adalah: .Para wakil rakyat. Bidang Akuntansi Kecenderungan untuk spesialisai yang disebabkan perkembangan perusahaan. .Masyarakat. Terdapat beberapa kelompok pengguna laporan keuangan daerah. Laporan yang dihasilkan bersifat serba guna (general purpose) Auditing. . Bidang-bidang yang ada di akuntansi diantaranya adalah: Akuntansi Keuangan. menyebabkan akuntansi memiliki berbagai bidang kekhususan. Bidang ini berhubungan dengan audit secara bebas . lembaga pengawas. yang dihasilkan oleh suatu proses akuntansi keuangan daerah.menentukan bentuk dan jenis informasi tambahan untuk kebutuhan sendiri di luar jenis informasi yang diatur dalam kerangka konseptual ini maupun standar-standar akuntansi yang dinyatakan lebih lanjut.Pemerintah 4. investasi dan pinjaman.

prosedur serta menilai efesiensi dan efektifitas suatu kegiatan. Akuntansi Manajemen. Bidang ini berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa datang serta analisis dan pengawasannya. Hal ini disebabkan oleh berbedanya konsep tentang transaksi dan kejadian keuangan. memonitor arus kas. Pengendalian perusahaan melalui aktivitas yang dijalankan (activity based management) merupakan tren baru dalam akuntansi manajemen. baik biaya yang telah maupun yang akan terjadi. Akuntansi Perpajakan. Fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan menganalisis data mengenai biaya. . Konsep yang mendasari auditing adalah objektifitas dan independensi dari pemeriksa serta kerahasiaan serta pengumpulan bukti-bukti yang cukup relevan. Akuntansi Biaya. Walaupun tujuan utama audit adalah agar informasi akuntansi yang disajikan dapat dipercaya namun terdapat tujuan lainnya seperti ketaatan terhadap kebijakan. Penganggaran. Akuntansi biaya telah mengarahkan pada penetapan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing). Bidang ini menekankan pada penetapan dan kontrol atas biaya. Beberapa kegunaan dari akuntansi manajemen adalah mengendalikan kegiatan perusahaan. Laporan akuntansi yang digunakan untuk tujuan perpajakan berbeda dengan laporan untuk tujuan lain. metode pengukuran dan cara pelaporan. dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan.terhadap laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan.

kreditor dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut seperti pemerintah untuk kepentingan penetapan pajak. Dalam akuntansi komersil. dan masyarakat. Akuntansi Pemerintahan. Bidang ini mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi di badan pemerintahan. Anggaran berisi rencana kegiatan yang akan dilaksanakan serta nilai uangnya di masa datang. Sugiyanto dkk. Akuntansi pemerintahan menyediakan laporan akuntansi tentang aspek kepengurusan dari administrasi keuangan negara. data akuntansi digunakan untuk memberi informasi mengenai transaksi ekonomi dan keuangan pemerintah kepada pihak eksekutif. Kedudukan Akuntansi Keuangan Daerah Secara umum akuntansi dibedakan atas akuntansi sektor privat dan akuntansi sektor publik atau akuntansi pemerintahan. pemilik modal. Dalam akuntansi pemerintahan. Akuntansi pemerintahan dibedakan atas akuntansi pemerintah pusat dan akuntansi pemerintah daerah yang sering . Akuntansi pemerintahan (govermental accounting). data akuntansi digunakan untuk memberikan informasi keuangan kepada manajemen. 5.Anggaran adalah sarana untuk menjabarkan tujuan perusahaan. yudikatif. yaitu: Akuntansi komersil perusahaan (commercial accounting). legislatif. (1995) mengemukakan bahwa bahwa akuntansi terdiri atas 3 (tiga) bidang utama. penanam Akuntansi untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) modal.

sehingga penggolongan biaya juga didasarkan atas disesuaikan dengan tujuan tersebut. (c) penetapan laba. (b) penetapan harga jual terutama harga jual yang didasarkan kontrak. Pengambilan Keputusan oleh Manajemen. Akuntansi sosial (social accounting). 3. Akuntansi pemerintah daerah terdiri dari akuntansi pemerintahan propinsi dan akuntansi pemerintahan Kabupaten/Kota. yaitu untuk : 1. C. biaya dapat dikendalikan dan akhirnya pengendalian dapat dipakai sebagai umpan balik untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Penetapan harga pokok akan dapat membantu dalam : (a) penilaian persediaan baik persediaan barang jadi maupun barang dalam proses. MANFAAT AKUTANSI BIAYA Tujuan atau manfaat akuntansi biaya adalah menyediakan salah satu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Perencanaan dan Pengendalian Laba. Akuntansi biaya menyediakan informasi atau data biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan. KLASIFIKASI BIAYA Akuntansi biaya bertujuan untuk menyajikan informasi biaya yang digunakan untuk berbagai tujuan. walaupun tidak selamanya penentuan harga jual berdasarkan harga pokok. Penentuan Harga Pokok Produk atau Jasa.disebut dengan akuntansi keuangan daerah. dan selanjutnya atas dasar perencanaan tersebut. Akuntansi sosial merupakan bidang akuntansi khusus untuk diterapkan pada lembaga dalam artian makro yang melayani perekonomian nasional. . 2. B.

Adalah biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang manajer tingkatan tertentu dalam jangka . Revenue Expenditure (Pengeluaran Penghasilan).Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menggolongkan biaya diantaranya : 1. 3. Pengeluaran ini akan memberi manfaat pada beberapa periode akuntansi. b. Pengeluaran ini akan memberi manfaat pada periode akuntansi dimana pengeluaran ini terjadi. dan umumnya pengeluaran ini sifatnya rutin. Berdasarkan Pengaruh Manajemen Terhadap Biaya a. Suatu pengeluaran dikelompokkan sebagai revenue expenditure jika pengeluaran tersebut memberi manfaat pada periode terjadinya pengeluaran tersebut. Biaya Terkendali (Controllable Cost). Biaya Bahan Baku (Direct Material Cost) 2. Berdasarkan Fungsi Pokok Perusahaan a. Jenis pengeluaran ini dikapitalisirdan dicantumkan sebagai harga perolehan. jumlahnya relatif besar. jumlahnya relatif kecil. Capital Expenditure (Pengeluaran Modal). Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) 3. Pengeluaran ini menjadi beban pada periode tersebut. dan dicantumkan dalam income statement. Commercial Expense (Operating Expense) 1. Biaya Tidak Langsung (Factory Overhead) b. General & Administration Expense 2. Factory Cost (Biaya Produksi) 1. Berdasarkan Periode Akuntansi a. Suatu pengeluaran dikelompokkan sebagai capital expenditure jika pengeluaran ini memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. dan pengeluaran ini sifatnya tidak rutin. Marketing and Selling Expense 2.

Biaya Semi Variabel. Karakteristik Biaya Dihubungkan Dengan Keluarannya a. Biaya Variabel. 5. Biaya yang terjadi atau manfaatnya dapat diidentifikasi kepada objek atau pusat biaya tertentu. b. Biaya tetap perunit berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan. 6. akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding/proporsional. pemasaran dan administrasi. b. Adalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang manajer atau pejabat tingkatan tertentu. Biaya Tidak Langsung. Biaya Commited atau biaya kapasitas. Biaya yang terjadi atau manfaatnya tidak dapat . Adalah elemen biaya yang mempunyai hubungan phisik yang eksplisit dengan output. b. Biaya Tetap. Pengaruh Perubahan Volume Kegiatan Terhadap Biaya a. Berdasarkan Objek yang dibiayainya a. Biaya Langsung. c. Yaitu biaya dimana jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan. c. Biaya Tidak Terkendali (Uncontrollable Cost). Biaya Discretionary.waktu tertentu. Yaitu biaya yang jumlah tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan sampai pada tingkatan tertentu. Biaya variabel yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya ini disebut juga managed cost atau programmed cost adalah semua biaya yang tidak mempunyai hubungan yang akurat dengan output. 4. Biaya Engineered. b. semakin besar volume kegiatan maka semakin besar pula jumlah total biaya variabel. Biaya variabel mengasumsikan hubungan linear antara biaya aktifitas tersebut. Adalah semua biaya yang terjadi dalam rangka untuk mempertahankan kapasitas atau kemampuan organisasi dalam kegiatan produksi.

Standard Cost System (Sistem Harga Pokok Standar). Yaitu sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sebesar harga pokok yang telah ditentukan/ditaksir sebelum suatu produk atau pesanan dikerjakan. dan perhitungan harga pokok produksi didasarkan atas waktu. barang yang dihasilkan homogen. Yaitu sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan yang dihasilkan sesuai dengan harga pokok yang sesungguhnya dinikmati. Job Order Cost. 2. SISTEM PENGUMPULAN HARGA POKOK 1. Jadi setiap ada pesanan mempunyai harga pokok tersendiri yang dibuat dalam job cost sheet. harga pokok produksi baru dapat dihitung pada akhir periode setelah biaya sesungguhnya dikumpulkan.diidentifikasi pada objek atau pusat biaya tertentu. SISTEM AKUTANSI BIAYA Sistem akuntansi biaya (cost system) dapat dikelompokkan menjadi dua sistem yaitu : 1. Pada metode ini. E. proses produksi diperusahaan dilaksanakan secara terus menerus. 2. Yaitu suatu metode pengumpulan harga pokok produk yang dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak. produksi dilakukan untuk memenuhi pesanan pelanggan. produksi dilakukan untuk memenuhi stock. Process Cost. Yaitu metode pengumpulan harga pokok produk dimana biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu. Pada sistem ini. atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa objek atau pusat biaya. Pada metode ini. Actual Cost System (Sistem Harga Pokok Sesungguhnya). D. Pada metode ini. .

Perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur menggunakan data biaya dengan tujuan yang sama. MANFAAT BIAYA PERUNIT 1. maka total biaya yang digunakan tergantung tujuan informasi tersebut. . karena jasa tidak menghasilkan produk fisik. Informasi biaya perunit adalah sangat penting bagi perusahaan manufaktur untuk penilaian persediaan. 2. perusahaan jasa yang disediakan dan mengidentifikasi total biaya untuk unit jasa yang disediakan. Perusahaan dapat menggunakan biaya produksi. yaitu untuk menentukan profitabilitas. dalam kondisi perusahaan beroperasi dibawah kapasitas produksi. hanya perusahaan jasa tidak memerlukan data biaya untuk menentukan nilai persediaan. dan pengambilan keputusan lainnya. kelayakan untuk memperkenalkan layanan baru. Untuk menentukan biaya perunit. maka informasi biaya yang dibutuhkan adalah informasi biaya variabel. membuat keputusan harga jual dan lainnya. Untuk pembuatan laporan keuangan untuk pihak eksternal. maka informasi biaya perunit diperoleh dari total biaya produksi. Perusahaan Jasa Perusahaan jasa juga memerlukan informasi biaya perunit. penentuan laba. Perusahaan Manufaktur Sistem akuntansi biaya memiliki tujuan pengukuran dan pembebanan biaya sehingga biaya perunit dari suatu produk dapat ditentukan. atau biaya variabel.F. Pada dasarnya untuk menghitung biaya perunit antara perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur adalah sama. Pertama sekali. Pengungkapan biaya persediaan dan penentuan laba adalah kebutuhan pelaporan keuangan yang dihadapi setiap perusahaan pada setiap akhir periode. atau biaya produksi ditambah biaya non produksi. sedangkan untuk pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak pesanan khusus.

biaya overhead memiliki masalah dalam pembebanan biaya ke produk. KALKULASI BIAYA PRODUK TRADISIONAL Kalkulasi biaya produk tradisional hanya membebankan biaya produksi pada produk. karena dapat menggunakan penelusuran langsung atau penelusuran penggerak yang sangat akurat. Contoh penggerak tingkat unit yang secara umum digunakan untuk membebankan overhead meliputi : 1. Tenaga kerja langsung (rupiah) 4. sedangkan normal activity level adalah output aktivitas rata-rata yang merupakan pengalaman perusahaan dalam jangka panjang. Aktivitas normal mempunyai keunggulan berupa penggunaan tingkat aktifitas yang sama dari tahun ketahun. Dalam sistem biaya tradisional. Tetapi sebaliknya. untuk membebankan biaya ke produk digunakan penggerak aktifitas tingkat unit (unit level drivers). Unit yang diproduksi 2. lalu memprediksi tingkat keluaran aktifitas yang diukur oleh penggerak tersebut. karena ini merupakan faktor yang menyebabkan perubahan biaya sebagai akibat perubahan unit yang diproduksi. yaitu apakah berdasarkan aktifitas aktual yang diharapkan (expected activity level) dan aktifitas normal (normal activity level). Bahan langsung Setelah mengidentifikasi penggerak (driver) tingkat unit. Jam mesin 5. Expected activity level adalah output aktivitas yang diharapkan dicapai oleh perusahaan pada tahun yang akan datang. karena hubungan antara masukan dan keluaran tidak dapat diobservasi secara fisik. . Pembebanan biaya utama keproduk tidak memiliki kesulitan. Jam tenaga kerja langsung 3. sehingga pembebanan overhead ke produk tidak begitu berfluktuasi.G.

KETERBATASAN SISTEM AKUTANSI BIAYA Tarif pabrik menyeluruh dan tarif departemental telah digunakan beberapa dekade dan terus digunakan secara sukses. 8. Departemen akuntansi menghabiskan banyak waktu untuk memberi data biaya bagi proyek khusus. Marjin laba sulit dijelaskan 6.H. Biaya produk berubah karena perubahan peraturan pelaporan . Pelanggan tidak mengeluh atas biaya naiknya harga 7. 3. 4. 5. Gejala-gejala dari sistem biaya yang ketinggalan jaman diantaranya sebagai berikut : 1. Harga pesaing nampak lebih rendah sehingga kelihatan tidak masuk akal. Manajer operasional ingin menghentikan produk-produk yang kelihatan menguntungkan. Produk-produk yang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi. Hasil dari penawaran sulit dijelaskan 2. Namun pada beberapa situasi tarif tersebut menimbulkan distorsi yang dapat membuat stress perusahaan yang berproduksi dalam lingkungan produksi canggih (advanced manufacturing environment).

. Pengertian Biaya Berikut ini beberapa pengertian dari untuk tujuan tertentu. penggolongan. kesemuanya ini termasuk dalam bidang akuntansi biaya. pengawasan serta sebagai penilaian terhadap kegiatan perusahaan. Pemakaian bahan untuk proses produksi perhitungan biaya produksi untuk menilai persediaan barang jadi ataupun barang setengah jadi dan persediaan bahan yang sedang diproses tetapi belum selesai. Dari beberapa pengertian biaya diatas dapat didefinisikan bahwa biaya merupakan pengeluaran atau pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh barang atau jasa yang dinilai dengan uang yang berguna untuk masa yang akan datang. perencanaan. peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk jasa dengan cara-cara tertentu serta penafsiran terhadapnya.BAB II PEMBAHASAN 1. Menurut Mulyadi bahwa pengertian Akuntansi Biaya ialah proses pencatatan. Biaya adalah pengeluaran – pengeluaran atau nilai pengorbanan untuk memperoleh barang atau jasa yang berguna untuk masa yang akan datang atau mempunyai manfaat yang meneliti satu periode akuntansi tahunan. Biaya adalah pemakaian barang – barang yang dinilai untuk pencapaian hasil (output) tertentu. Akuntansi biaya juga dapat diartikan sebagai kunci atau alat yang penting guna membantu manajemen dalam melakukan pertimbangan. Akuntansi biaya biasanya hanya dianggap berlaku untuk operasi pabrikase. Perusahaan yang mengolah bahan baku untuk menghasilkan barang jadi memerlukan prosedur serta pencatatan tentang proses produksi yang mengolah bahan-bahan tersebut. namun dalam dunia ekonomi dewasa ini setiap jenis organisasi dari berbagai ukuran dapat mengambil manfaat dari penggunaan konsep dan teknik akuntansi biaya. Dalam hal ini penulis hanya menerapkan akuntansi biaya sesuai dengan judul skripsi yang ditulis dalam memecahkan suatu masalahmasalah yang terjadi di lapangan.

should be considered the key managerial partner. dikemukakan juga .Matz . both actual and prospective. jelaslah bahwa fungsi akuntansi biaya adalah sebagai alat informasi bagi seorang pimpinan dalam rangka pengambilan keputusan. It is concerned primarily with the costs of manufacturing processes and of manufactured products. one of the most important duties of the cost accountant is to gather and explain cost data.” Selanjutnya dikemukakan pula definisi akuntansi biaya menurut R. A. Disamping itu. penggolongan dan penyajian transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.Usry mendefinisikan akuntansi biaya sebagai berikut : “Cost accounting sometime call management accounting. Dari definisi di atas. furnishing management with the necessary accounting tools to plan and control activities. Supriyono dalam bukunya Akuntansi Biaya. Akuntansi biaya dinyatakan oleh Fess and Warren dalam bukunya adalah : “Cost accounting emphasizes the determination and the control of costs. Management uses these data in controlling current operations and in planning for the future. Jadi akuntansi biaya merupakan penentuan harga pokok suatu produk dengan melakukan suatu proses pencatatan.” Kemudian Abdul Halim mengemukakan definisi akuntansi biaya sebagai berikut : “Akuntansi biaya adalah akuntansi yang membicarakan tentang penentuan harga pokok (cost) dari suatu produk yang diproduksi (atau dijual di pasar) baik untuk memenuhi pesanan dan pemesan maupun untuk menjadi persediaan barang dagangan. bahwa : Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. yang akan dijual. In addition.

Menentukan nilai persediaan dalam rangka kalkulasi biaya dan penetapan harga. Akuntansi biaya memberikan klasifikasi dan pembagian biaya yang tepat dalam mengontrol bahan baku.bahwa akuntansi biaya pada umumnya identik dengan manajerial dan sebagai alat bagi seorang manajer dalam merencanakan dan mengontrol serta mengevaluasi kegiatan perusahaan. memberikan data dan menyusun anggaran serta untuk menetapkan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan secara teliti. Penentuan harga pokok produk juga merupakan tujuan dari pada perusahaan pabrikase hanya dapat dilakukan jika diadakan pemisahan antara biaya produksi dan biaya non produksi . 5. pengurangan atau pembebanan biaya. Menetapkan metode kalkulasi biaya dan prosedur yang menjamin adanya pengendalian biaya dan jika memungkinkan. Menyusun dan melaksanakan rencana dan anggaran operasi perusahaan dalam kondisi yang ekonomis dan bersaing. upah tenaga kerja dan biaya-biaya tak langsung menetapkan standar untuk mengukur efisiensi. Akuntansi biaya bertujuan untuk : 1. Supriyono. Pengambilan keputusan oleh manajemen. 4. 2. dan sewaktu-waktu memeriksa jumlah persediaan dalam bentuk fisis. Adapun menurut Matz and Usry. 3. Menghitung biaya dan laba perusahaan untuk periode akuntansi tahunan atau periode yang lebih singkat. bahan penolong. 2. Penentuan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dengan tepat dan teliti. Akuntansi Biaya mempunyai peranan sebagai berikut : 1. Memilih alternatif terbaik yang bisa menaikkan pendapatan atau menurunkan biaya. Menurut R. Perencanaan dan pengendalian biaya. A. 3. Adapun tujuan dari akuntansi biaya adalah untuk menyediakan informasi biaya bagi manajemen guna membantu mereka dalam mengelola perusahaan.

biaya diantaranya adalah sebagai berikut : Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi. 3. gaji karyawan bagian – bagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa akuntansi biaya itu sendiri dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan mengenai : 1. biaya contoh (sampel). biaya bahan baku. Biaya Produksi Merupakan biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. dengan demikian memungkinkan untuk menentukan harga pokok atau menetapkan biaya produksi secara baik dan teliti. 2. biaya gaji karyawan yang bekerja dalam bagian . biaya promosi. Pengendalian data biaya bagi pengambilan keputusan khusus. Contohnya adalah biaya iklan. Contohnya biaya depresiasi mesin dan ekuipmen. yang telah terjadi atau yang akan kemungkinan akan terjadi baik yang langsung maupun yang tidak langsung yang berhubungan dengan proses produksi. biaya bahan penolong. Biaya Pemasaran Merupakan biaya – biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk. perumusan kebijaksanaan dan perencanaan jangka panjang 2. .bagian. Pengendalian biaya. Akuntansi biaya bukanlah tujuan tetapi merupakan alat dari manajemen untuk berbagai tujuan dan keperluan yang dibutuhkan manajemen termasuk pengawasan dan penekanan biaya produk yang dihasilkan. yang diukur dalam satuan uang.Untuk mencapai tujuan tersebut. Biaya Administrasi dan Umum Merupakan biaya – biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk. maka biaya-biaya yang terjadi di dalam perusahaan harus dicatat dan digolongkan sedemikian rupa. Penentuan harga pokok persatuan produk atau jasa. Elemen – Elemen Biaya a. c. b. biaya angkutan dari gudang perusahaan kegudang pembeli. sehingga jelas yang mana biaya langsung dan biaya tak langsung yang termasuk biaya produksi dan apa saja yang merupakan biaya non produksi.

Jika sesuatu yang dibiayai tersebut tidak ada. Sedangkan biaya tenaga kerja tidak langsung merupakan tenaga kerja yang tidak langsung terlibat dalam pengelolaan barang. Dengan demikian biaya langsung akan mudah diidentifikasikan dengan sesuatu yang dibiayai. Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya tenaga kerja langsung. e. . Biaya bahan baku adalah merupakan bagian dari harga pokok barang jadi yang akan dibuat. Biaya ini tidak mudah diidentifikasikan dengan produk tertentu. Biaya Tidak Langsung (Inderect cost) Biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. d. Biaya Langsung (Direct cost) Biaya yang terjadi yang penyebab satu – satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. Dimana Biaya tenaga kerja tersebut adalah harga yang dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja manusia tersebut. biaya ini timbul karena pemakaian bahan. biaya pemeriksaan akuntansi. akuntansi.Contoh biaya ini adalah biaya gaji karyawan bagian keuangan. maka biaya langsung ini tidak akan terjadi. biaya fotocopy. Biaya bahan baku. 5. 4. Biaya tenaga kerja langsung merupakan gaji dan upah yang diberikan tenaga kerja yang terlibat langsung dalam pengolahan barang. biaya ini timbul karena pemakaian tenaga kerja yang dipergunakan untuk mengolah bahan menjadi barang jadi. Biaya bahan baku merupakan harga pokok bahan yang dipakai dalam produksi untuk membuat barang didalam suatu perusahaan. 3. Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk disebut dengan istilah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik (factory overhead costs). Biaya Bahan Baku Suatu perusahaan didalam pembuatan suatu produk dibutuhkan biaya bahan baku. Biaya Tenaga Kerja Perusahaan didalam memproduksi dibutuhkan tenaga kerja dimana tenaga kerja tersebut akan dipergunakan didalam proses pembuatan produk perusahaan. Perusahaan didalam mempergunakan tenaga kerja manusia membutuhkan biaya tenaga kerja. personalia dan bagian hubungan masyarakat.

Biaya Komersial adalah semua pembayaran gaji yang dibayarkan kepada para pegawai (tetap/tidak tetap) guna mempertahankan eksistensi operasional perusahaan. maka klasifikasi biaya semi variabel tersebut dipecah lagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya Overhead Pabrik Biaya Overhead Pabrik adalah Semua biaya – biaya produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya Komersial ( terdiri dari Gaji direksi dan gaji karyawan kantor). Biaya Produksi adalah semua upah buruh dan insentip dalam rangka memproduksi suatu produk 2. 8. Biaya Produksi ( Terdiri dari Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung). Biaya standar adalah biaya yang ditentukan dimuka. sehingga apabila ditinjau dari perilaku biaya. Item biaya overhead pabrik sangat banyak. efisiensi dan faktor – faktor lain tertentu. Pemisahan biaya ini sebenarnya mengandung kelemahan. dibawah asumsi kondisi ekonomi. antara lain sebagai berikut : 1. Meskipun pada dasarnya terdapat biaya semi variabel yang mengandung kriterium sebagai biaya variabel maupun tetap. Standar ini sangat dibutuhkan oleh manajemen untuk membantunya dalam menjalankan operasi perusahaan. Namun untuk memudahkan perhitungan biaya dan pengendalian biaya.6. 7. Biaya bahan ini terdiri dari biaya bahan tak langsung . Biaya standar adalah alat yang dipakai untuk mengukur dan menilai prestasi pelaksanaan yang . dapat disusun klasifikasi sebagai biaya tetap dan biaya variabel. Biaya Standar dan Biaya Sesungguhnya Pengendalian pada biaya merupakan patokan atau standar sebagai dasar uang dipakai untuk tolak ukur pengendalian. Penggolongan Biaya Tenaga Kerja Biaya tenaga kerja dalam suatu perusahaan dapat digolongkan menjadi beberapa macam. yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu. mengingat tidak ada metode yang dianggap tetap dalam pemisahan biaya semi variabel tersebut. biaya tenaga kerja tak langsung dan semua biaya – biaya yang tidak dapat secara langsung dibebankan kepada produk ataupun job.

barang dalam proses dan barang jadi yang ada pada persediaan perusahaan. d.harus ditentukan dengan teliti dan ilmiah melalui penelitian teknis. Mengendalikan biaya mengarahkan dan mengukur efesiensi c. Menyederhanakan prosedur pembiayaan dan menyajikan laporan biaya dengan cepat. kontrak dan harga jual. Menutupkan dasar perhitungan untuk pelelangan. Membebankan biaya yang telah dikeluarkan ke bahan baku. penilaian prestasi. e. (The National Association of Accountants / NAA) yang dikutip oleh Cashin (1988) mendefinisikan Biaya sesungguhnya adalah biaya yang diakumulasi selama proses produksi dengan menggunakan harga pokok historis yang biasanya merupakan lawan dari biaya yang ditetapkan sebelum proses produksi yang ditujukan untuk mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan. Menetapkan anggaran b. Biaya standar tidaklah menggantikan biaya sesungguhnya dalam suatu sistem akuntansi biaya melainkan saling melengkapi biasanya penggunaan biaya standar dipergunakan untuk: a. penelitian laboratorium penelitian gerak dan penelitian waktu. .

Biaya tenaga kerja langsung. Biaya bahan ini terdiri dari biaya bahan tak langsung . . Biaya Overhead Pabrik adalah Semua biaya – biaya produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Berikut ini Elemen – Elemen Biaya adalah sebagai berikut : a. biaya tenaga kerja tak langsung dan semua biaya – biaya yang tidak dapat secara langsung dibebankan kepada produk ataupun job.BAB III Kesimpulan Di dalam proses produksi agar bisa berjalan sesuai yang diingikan perusahaan. Biaya Tidak Langsung (Inderect cost) Biaya Bahan Baku didalam suatu perusahaan merupakan harga pokok bahan yang dipakai dalam produksi untuk membuat barang didalam suatu perusahaan. maka perusahaan dalam hal ini harus memperhatikan apa saja yang dibutuhkan seperti elemen – elemen biaya. biaya tenaga kerja langsung dan biaya overead pabrik didalam pelaksanaannya. Pengendalian pada biaya merupakan patokan atau standar sebagai dasar uang dipakai untuk tolak ukur pengendalian. Sedangkan Biaya sesungguhnya merupakan biaya yang diakumulasi selama proses produksi dengan menggunakan harga pokok historis yang biasanya merupakan lawan dari biaya yang ditetapkan sebelum proses produksi yang ditujukan untuk mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan. Biaya Pemasaran c. biaya bahan baku. Biaya Administrasi dan Umum d. Biaya Produksi b. Biaya Langsung (Direct cost) e. biaya ini timbul karena pemakaian tenaga kerja yang dipergunakan untuk mengolah bahan menjadi barang jadi.

South-Western Publishing Co. Akuntansi Biaya. Cetakan kesembilan. Fifteenth Edition. Tresno Lesmono. 2. Buku I. 1991. Dallas. R. 10. Seri Diktat Kuliah. 1993. Akuntansi Biaya : Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok. South Western Publishing. Dasar-dasar Akuntansi Biaya. Op. Yogyakarta: Akademia Akuntansi YKPN 5. 1994. Jakarta. Eight Edition. Mulyadi. Edisi ke-5. Fess and Carl s. 7. Akuntansi Biaya. Edisi Ke-2. 1994.Usry. Perencanaan dan Pengendalian. Akuntansi Biaya. Mulyadi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma. Warren. 1999. 6. Yogyakarta: BPFE Universitas Gunadarma.BAB IV TINJAUAN PUSTAKA 1. Ohio. Ibnu Subiyanto dan Bambang Suripto. CA. 1997. 4. Yogyakarta. 3. Phillip E. BP-STIE YKPN. Schweitzer dan Hans-Ulrich Kueper. 1994. 1998. Akuntansi Biaya. Edisi Keempat. Jakarta. Akuntansi Biaya. Cetakan Ketiga. Supriyono. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta. Buku Satu Lembaga Penerbit Fakultas Ekonom Universitas Indonesia. 1993. Akuntansi Biaya. Livermore. 8. Edisi ketiga. 1993. Dunia. Penerbit Erlangga. Adolph Matz and Milton F. Jakarta. Supriyono. Abdul Halim.A. Adolph Matz and Milton F . 9. BPFE-UGM. Accounting Principles. 1989. Cincinatti. BPFEUniversitas Gajah Mada. IL. 11. Akuntansi Biaya. Cit. West Chicago. Alih Bahasa oleh Burhan Napitupulu dan Teddy Pawitro.Co. A. Yogyakarta. Usry. Yogyakarta. Firdaus A. Jilid I. 12. . Cost Accounting Planning and Control. R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful